Materi 14 Controlling/Pengendalian: Dasar - Dasar Pengendalian
|
|
|
- Suharto Kurnia
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Materi 14 Controlling/Pengendalian: Dasar - Dasar Pengendalian Semua manajer harus melakukan pengendalian yang tepat yang dapat membantu menentukan kesenjangan kinerja tertentu dan area untuk perbaikan Apa itu Pengendalian dan Mengapa itu Penting? Apa itu pengendalian? Ini adalah proses pemantauan, membandingkan dan memperbaiki kinerja. Semua manajer harus melakukan pengendalian bahkan jika unit mereka melakukan seperti yang direncanakan karena mereka tidak bisa benar-benar tahu kecuali mereka telah mengevaluasi kegiatan apa yang telah dilakukan dan membandingkan kinerja aktual terhadap standar yang diinginkan. Kontrol yang efektif memastikan bahwa kegiatan selesai dilaksanakan dengan cara-cara yang mengarah pada pencapaian tujuan. Apakah pengendalian itu efektif atau tidak, ditentukan oleh seberapa baik mereka membantu karyawan dan manajer mencapai tujuan mereka. Mengapa pengendalian itu penting? Perencanaan bisa dilakukan, struktur organisasi bisa diciptakan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan yang efisien dan karyawan bisa termotivasi melalui kepemimpinan yang efektif. Tapi tidak ada jaminan bahwa kegiatan berjalan sesuai rencana dan bahwa tujuan yang dituju karyawan dan manajer, pada kenyataannya, tercapai. Pengendalian itu penting, oleh karena itu merupakan satu-satunya cara manajer mengetahui apakah tujuan organisasi terpenuhi dan jika tidak, alasannya dapat ditemukan. Nilai fungsi pengendalian dapat dilihat dalam tiga bidang yang spesifik: perencanaan, pemberdayaan karyawan dan melindungi tempat kerja. Dalam Materi 7, kita telah membahas tujuan, yang memberikan arahan khusus untuk karyawan dan manajer, sebagai dasar dari perencanaan. Namun, hanya menyatakan tujuan atau memiliki pegawai yang menerima tujuan tidak menjamin bahwa tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut telah diambil. Seperti pepatah lama: "Rencana terbaik pun sering gagal." Manajer yang efektif menindaklanjuti untuk memastikan bahwa apa yang seharusnya dilakukan karyawan, pada kenyataannya, sedang dilakukan dan tujuan telah tercapai. Sebagai langkah terakhir dalam proses manajemen, pengendalian menyediakan hubungan penting kembali ke perencanaan (Lihat Gambar 18-1). Jika manajer tidak melakukan pengendalian, mereka tidak akan mengetahui apakah tujuan dan rencana mereka telah tercapai dan tindakan masa depan apa yang harus dilakukan. Gambar 18-1 Hubungan antara Planning/Perencanaan dan Controlling/Pengendalian Planning/Perencanaan Goals/Tujuan Objectives/Sasaran Controlling/Pengendalian Standards/Standar Measurements/Pengukuran Comparisons/Perbandingan Actions/Tindakan Strategies/Strategi Plans/Rencana Leading/Memimpin Motivation/Motivasi Leadership/Kepemimpinan Communication/Komunikasi Organizing/Pengorganisasian Structure/Structure Human Resource Manajemen/ Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia)
2 Alasan kedua mengapa pengendalian itu penting adalah karena pemberdayaan karyawan. Banyak manajer enggan untuk memberdayakan karyawan karena takut sesuatu yang salah terjadi dan mereka akan bertanggung jawab. Tapi sistem pengendalian yang efektif dapat memberikan informasi dan umpan balik terhadap kinerja karyawan dan meminimalkan kemungkinan timbulnya masalah. Alasan terakhir adalah untuk melindungi organisasi dan aset-asetnya. Lingkungan saat ini membawa ancaman yang diperkuat dari bencana alam, skandal keuangan, kekerasan di tempat kerja, gangguan rantai pasokan (supply chain), pelanggaran keamanan dan bahkan kemungkinan serangan teroris. Manajer harus melindungi aset organisasi apabila hal-hal tersebut terjadi. Pengendalian yang komprehensif dan rencana cadangan akan membantu memastikan minimalnya gangguan kerja Proses Pengendalian Proses pengendalian adalah proses tiga langkah untuk mengukur kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual terhadap standar dan mengambil tindakan untuk memperbaiki penyimpangan atau mengatasi standar yang tidak memadai (Lihat Gambar 18-2). Proses kontrol mengasumsikan bahwa standar kinerja sudah ada, yang merupakan tujuan spesifik yang dibuat selama proses perencanaan. Gambar 18-2 Proses Pengendalian Mengukur Kinerja Aktual Tujuan & Sasaran Membandingkan Kinerja Aktual dengan Standar Melakukan Tindakan Langkah 1 Mengukur Kinerja Aktual Untuk menentukan apa itu kinerja yang sebenarnya, seorang manajer harus terlebih dahulu mendapatkan informasi tentang hal itu. Dengan demikian, langkah pertama dalam pengendalian adalah pengukuran. Bagaimana Cara Melakukan Pengukuran? Empat pendekatan yang digunakan oleh para manajer untuk mengukur dan melaporkan kinerja aktual adalah pengamatan pribadi, laporan statistik, laporan lisan dan laporan tertulis. Kebanyakan manajer menggunakan kombinasi pendekatan tersebut. Apa yang akan Kita Ukur? Apa yang diukur mungkin lebih penting dalam proses pengendalian daripada bagaimana hal tersebut diukur. Mengapa? Karena memilih kriteria yang salah dapat menimbulkan masalah serius. Selain itu, apa yang diukur sering menentukan apa yang akan dilakukan karyawan. Kriteria pengendalian apa yang mungkin digunakan oleh manajer? Beberapa kriteria pengendalian dapat digunakan untuk setiap situasi dalam manajemen. Misalnya, semua manajer berurusan dengan orang-orang, sehingga kriteria seperti kepuasan karyawan atau turnover dan tingkat absensi dapat diukur. Menjaga biaya agar sesuai anggaran juga merupakan ukuran pengendalian yang cukup umum. Kriteria kontrol lainnya harus melihat kegiatan berbeda yang diawasi manajer. Misalnya, seorang manajer di sebuah lokasi pengiriman pizza mungkin menggunakan ukuran seperti jumlah pizza yang diantar per hari, waktu pengiriman rata-rata atau
3 jumlah kupon yang ditebus. Seorang manajer di instansi pemerintah bisa menggunakan jumlah aplikasi yang diketik per hari, permintaan pelanggan yang selesai per jam atau rata-rata waktu untuk memproses dokumen. Sebagian besar aktivitas kerja dapat dinyatakan dalam istilah yang dapat diukur. Namun, manajer harus menggunakan ukuran subjektif ketika mereka tidak bisa melakukan hal tersebut. Meskipun ukuran-ukuran tersebut mungkin memiliki keterbatasan, hal ini lebih baik daripada tidak memiliki ukuran standar sama sekali dan tidak melakukan pengendalian Langkah 2 Membandingkan Kinerja Aktual dengan Standar Langkah ini menentukan perbedaan antara kinerja aktual dan standarnya. Meskipun beberapa perbedaan dalam kinerja dapat diharapkan dalam semua kegiatan, sangat penting untuk menentukan batas perbedaan yang dapat diterima. Perbedaan di luar batas ini lalu perlu mendapat perhatian Langkah 3 Melakukan Tindakan Manajer dapat memilih di antara tiga tindakan yang mungkin: tidak melakukan apa-apa, memperbaiki kinerja aktual atau merevisi standar. Karena "tidak melakukan apa-apa" sudah cukup jelas, mari kita lihat dua yang lainnya. Memperbaiki Kinerja Aktual Pelatih olahraga memahami pentingnya memperbaiki kinerja aktual. Selama permainan, mereka akan sering mengoreksi tindakan pemain. Tapi jika masalahnya adalah berulang atau mencakup lebih dari satu pemain, mereka akan mencurahkan waktu selama latihan sebelum pertandingan berikutnya untuk mengoreksi tindakan tersebut. Hal yang sama juga perlu dilakukan oleh manajer. Tergantung pada apa masalahnya, manajer bisa mengambil tindakan perbaikan yang berbeda. Misalnya, jika pekerjaan yang tidak memuaskan adalah sebab adanya perbedaan kinerja dengan standar, manajer bisa memperbaikinya dengan hal-hal seperti program pelatihan, tindakan disipliner, perubahan dalam praktek kompensasi dan sebagainya. Keputusan yang harus dibuat seorang manajer adalah apakah untuk mengambil tindakan perbaikan segera, yang mengoreksi masalah saat itu untuk mendapatkan kinerja kembali ke jalur, atau menggunakan tindakan korektif dasar, yang melihat bagaimana dan mengapa kinerja tersebut menyimpang sebelum mengoreksi sumber penyimpangan. Sudah biasa bagi para manajer untuk berpikir bahwa mereka tidak punya waktu untuk menemukan sumber masalah (tindakan korektif dasar) sehingga mereka terus-menerus "memadamkan api" dengan tindakan perbaikan segera. Para manajer yang efektif menganalisa penyimpangan dan jika manfaat membenarkannya, meluangkan waktu untuk menentukan dan memperbaiki penyebab dari penyimpangan tersebut. Merevisi Standar Ada kemungkinan bahwa perbedaan tersebut adalah hasil dari standar yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dari suatu tujuan. Dalam situasi itu, yang membutuhkan tindakan korektif adalah standarnya, bukan kinerjanya. Jika kinerja secara konsisten melebihi tujuan, maka manajer harus melihat apakah tujuannya terlalu mudah dan perlu ditingkatkan. Di sisi lain, manajer harus berhati-hati dalam merevisi standar ke bawah. Sangat lazim untuk menyalahkan tujuan ketika seorang karyawan atau tim tidak mencapainya. Misalnya, siswa yang mendapat skor rendah pada tes sering menyalahkan soal ujian yang terlalu sulit. Alih-alih menerima kenyataan bahwa kinerja mereka tidak memadai, mereka akan berpendapat bahwa standar tersebut tidak masuk akal. Demikian juga, penjual yang tidak memenuhi kuota bulanan mereka sering ingin menyalahkan apa yang mereka pikir kuota yang tidak realistis. Intinya adalah bahwa ketika kinerja tidak mencapai standar, jangan langsung menyalahkan tujuan atau standar tersebut. Jika Anda yakin standar tersebut realistis, adil dan dapat dicapai, beritahukan karyawan bahwa Anda mengharapkan pekerjaan mereka di masa
4 depan harus meningkatkan dan kemudian mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk membantu membuat hal itu terjadi Pengendalian Kinerja Organisasi Manajer di semua jenis organisasi bertanggung jawab untuk mengelola kinerja organisasi tersebut Apa Itu Kinerja Organisasi? Bila Anda mendengar kata kinerja, apa yang Anda pikirkan? Apakah itu indahnya pergelaran orkestra masyarakat setempat di malam musim panas? Apakah itu perjuangan seorang atlet Olimpiade yang berjuang untuk garis finish dalam lomba lari? Kinerja adalah semua hal-hal ini. Ini adalah hasil akhir dari suatu kegiatan. Dan apakah kegiatan itu merupakan jam latihan yang intens sebelum konser atau lomba atau apakah itu melaksanakan tanggung jawab pekerjaan seefisien dan seefektif mungkin, kinerja adalah hasil dari kegiatan itu. Manajer harus memperhatikan kinerja organisasi, yakni akumulasi hasil dari semua kegiatan kerja organisasi. Ini adalah konsep multifaset, namun manajer perlu memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja organisasi. Tidaklah mungkin bahwa mereka ingin (atau berniat) untuk mengelola organisasi mereka untuk berkinerja biasa-biasa saja. Mereka ingin organisasi mereka, unit kerja atau kelompok kerja untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi Ukuran dari Kinerja Organisasi Semua manajer harus tahu mana ukuran yang akan memberi mereka informasi yang mereka butuhkan tentang kinerja organisasi. Yang umum digunakan termasuk produktivitas organisasi, efektivitas organisasi dan peringkat industri & perusahaan. Produktivitas Organisasi Produktivitas adalah jumlah barang atau jasa yang dihasilkan dibagi dengan input yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut. Organisasi dan unit kerja ingin menjadi produktif. Mereka ingin menghasilkan barang dan jasa sebanyaknya dengan menggunakan jumlah input sedikitnya. Output diukur dengan pendapatan penjualan yang diterima organisasi pada saat barang dijual (harga jual x jumlah barang terjual). Input diukur dengan biaya untuk mengadakan dan merubah sumber daya menjadi output. Adalah tugas manajemen untuk meningkatkan rasio ini. Tentu saja, cara termudah untuk melakukannya adalah dengan menaikkan harga output. Namun, dalam lingkungan yang kompetitif saat ini, itu mungkin tidak menjadi pilihan. Satu-satunya pilihan lain adalah untuk mengurangi sisi input. Bagaimana? Dengan menjadi lebih efisien dalam melakukan pekerjaan dan dengan demikian mengurangi biaya organisasi. Efektivitas Organisasi Efektivitas organisasi adalah ukuran dari seberapa sesuai tujuan organisasi dan seberapa baik tujuan tersebut terpenuhi. Itulah yang harus digaris bawahi manajer dan yang memandu keputusan manajer dalam merancang strategi dan kegiatan kerja dan dalam mengkoordinasikan kerja karyawan. Peringkat Industri dan Perusahaan Peringkat adalah cara yang populer bagi para manajer untuk mengukur kinerja organisasi mereka. Peringkat ditentukan oleh ukuran kinerja yang spesifik, yang berbeda untuk setiap daftar. Misalnya, Fortune s Best Companies to Work For/Perusahaan Terbaik untuk Bekerja dipilih dari jawaban yang diberikan oleh ribuan karyawan yang dipilih secara acak pada kuesioner yang disebut "The Great Place to Work Trust Index " dan pada bahan yang diisi oleh ribuan manajer perusahaan termasuk
5 audit budaya perusahaan yang diciptakan oleh Great Place to Work Institute. Peringkat ini memberikan manajer (dan pihak lainnya) indikator seberapa baik kinerja perusahaan mereka dibandingkan dengan lainnya. Hasil Pembelajaran dari Materi 14: 1. Jelaskan mengenai pengendalian dan mengapa penting melakukan hal itu. 2. Jelaskan tiga langkah dalam melakukan proses pengendalian. 3. Jelaskan bagaimana kinerja organisasi diukur. Referensi dari Materi 14: Chapter/Bab 18 - Robbin and Coulter (2012), Management, Upper Saddle River, 11th Editions, New Jersey, Prentice Hall.
Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia
Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia Dengan telah adanya struktur organisasi, manajer harus menemukan orang-orang untuk mengisi pekerjaan yang telah dibuat atau menyingkirkan orang dari pekerjaan
Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team
Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team Anda mungkin memiliki banyak pengalaman bekerja dalam kelompok, seperti halnya tugas kelompok, tim olahraga dan lain sebagainya. Kelompok kerja merupakan
Materi 4 Manajemen dalam Tanggung Jawab Sosial dan Etika
Materi 4 Manajemen dalam Tanggung Jawab Sosial dan Etika Menentukan seberapa besar tanggung jawab sosial sebuah organisasi adalah salah satu contoh dari rumitnya masalah tanggung jawab sosial dan etika
Materi 8 Organizing/Pengorganisasian: Perancangan Organisasi
Materi 8 Organizing/Pengorganisasian: Perancangan Organisasi Merancang atau mendesain ulang struktur yang akan membantu organisasi untuk mencapai tujuannya secara efisien dan efektif adalah penting. Dalam
Materi 7 Perencanaan: Dasar - Dasar Perencanaan/Planning
Materi 7 Perencanaan: Dasar - Dasar Perencanaan/Planning Anda mungkin berpikir bahwa "perencanaan" bukanlah sesuatu yang relevan bagi Anda sekarang. Tapi ketika Anda mengetahui jadwal kelas Anda untuk
Kolaborasi (Collaboration)
Kolaborasi (Collaboration) McGraw-Hill/Irwin Copyright 2013 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved. Topik Organisasi logistik Pengembangan hubungan kolaborasi Manajemen hubungan/relasi
BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia usaha dan pertumbuhan. pembangunan yang cukup pesat di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sejalan dengan perkembangan dunia usaha dan pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan berusaha untuk berkembang
1. Ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti : Kebakaran atau panas yang berlebihan Banjir, gempa
1. Ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti : Kebakaran atau panas yang berlebihan Banjir, gempa bumi Badai angin, dan perang 2. Ancaman karena kesalahan
PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE (PMBOK) PMBOK dikembangkan oleh Project Management. Institute (PMI) sebuah organisasi di Amerika yang
PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE (PMBOK) PMBOK dikembangkan oleh Project Management Institute (PMI) sebuah organisasi di Amerika yang mengkhususkan diri pada pengembangan manajemen proyek. PMBOK merupakan
Materi 6 Perencanaan: Manajemen sebagai Pembuat Keputusan
Materi 6 Perencanaan: Manajemen sebagai Pembuat Keputusan Pengambilan keputusan adalah inti dari manajemen. Itu adalah hal yang dilakukan manajer (atau yang dihindari oleh manajer karena takut membuat
BAB II LANDASAN TEORI. secara efektif dan efisien. Dalam rangka ini dikembangkan pemikiran-pemikiran dan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Produksi dan Operasi Pada dewasa ini terdapat persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha dan semakin maju cara-cara yang dikembangkan untuk mencapai tujuan dan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Manajemen 1. Pengertian Manajemen Ilmu manajemen sampai saat ini sudah berkembang. Hal ini membuktikan bahwa ilmu ini memang dibutuhkan tidak saja oleh kelompok tertentu tetapi
BAB I PENDAHULUAN. bebas keluar masuk dalam suatu Negara tanpa disertai dengan adanya peraturan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar merupakan salah satu ciri dari era globalisasi, dimana barang dan jasa bebas keluar masuk dalam suatu Negara tanpa disertai dengan adanya peraturan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat perkembangan dunia usaha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat perkembangan dunia usaha semakin tinggi hampir di segala bidang usaha. Perkembangan dunia usaha dapat memberikan peluang
PENGENDALIAN DAN EVALUASI STRATEJIK
MAKALAH MANAJEMEN STRATEJIK PENGENDALIAN DAN EVALUASI STRATEJIK Dosen Pengampu : Dr. Rohmat Dwi Jatmiko, SE., MM. Oleh Kelompok 11 : Fatmawati Shinta Dewi (201410160311476) Tomy Angger Pambudi (201410160311444)
TINJAUAN PUSTAKA. dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Efektivitas Kerja Efektivitas menurut Siagian (2001:24) memberikan defenisi sebagai berikut : Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah
TUGAS AKHIR METODE PENGAWASAN BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT CABANG BUKITTINGGI
TUGAS AKHIR METODE PENGAWASAN BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT CABANG BUKITTINGGI Bidang Studi Kesekretariatan Dan Manajemen Perkantoran Diajukan Untuk Memenuhi
7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap)
7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO 9001 2015 (versi lengkap) diterjemahkan oleh: Syahu Sugian O Dokumen ini memperkenalkan tujuh Prinsip Manajemen Mutu. ISO 9000, ISO 9001, dan standar manajemen mutu terkait
BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Hasibuan (2009:10) manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Menurut Dyck dan Neubert, dalam buku Principles of Management (2011:7-9) management adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin,
BAHAN PERTEMUAN DAN KUIZ MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) STRATEGIK
BAHAN PERTEMUAN DAN KUIZ MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) STRATEGIK Pengantar Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi dalam pengelolaan SDM, maka perusahaan atau organisasi penting membuat prioritas
Urgensi Analisis Kebutuhan Diklat Dalam Menentukan Jenis Pendidikan dan Pelatihan yang akan diberikan kepada peserta Diklat. Oleh:
Urgensi Analisis Kebutuhan Diklat Dalam Menentukan Jenis Pendidikan dan Pelatihan yang akan diberikan kepada peserta Diklat Oleh: Dr. Elsanra Eka Putra, S.Pd, M.Si Kasubid Perencanaan Analisis Kebutuhan
BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG
BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BOGOR DENGAN
5 cara untuk menjaga karyawan tetap terlibat dan produktif
5 cara untuk menjaga karyawan tetap terlibat dan produktif Bagaimana cara menyediakan teknologi yang tepat agar karyawan dapat bekerja di mana saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja mereka dapat membantu
Kajian Teori Manajemen Perubahan: Studi Kasus Produktivitas Tenaga Kerja Mulyanto *), Didi Juardi **)
Kajian Teori Manajemen Perubahan: Studi Kasus Produktivitas Tenaga Kerja Mulyanto *), Didi Juardi **) Abstrak Pengelolaan dan pembenahan manajemen sumber daya manusia menempati posisi yang strategis. Walupun
PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN
PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN Laksmi Sito Dwi Irvianti 1 ABSTRACT Regarding the importance of employee s work motivation and how it affects the productivity and the performance of
MANAJEMEN KUALITAS PROYEK
MANAJEMEN KUALITAS PROYEK 1. Manajemen Mutu Proyek Proyek Manajemen Mutu mencakup proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa proyek akan memenuhi kebutuhan yang dilakukan. Ini mencakup "semua aktivitas
Mendefinisikan dan menggambarkan proses bisnis dan hubungan mereka dengan sistem informasi. Menjelaskan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis
Mendefinisikan dan menggambarkan proses bisnis dan hubungan mereka dengan sistem informasi. Menjelaskan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis utama: penjualan dan pemasaran, manufaktur dan produksi,
BAB I PENDAHULUAN. tertentu dengan jalan menggunakan sumber-sumber yang telah tersedia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manajemen berhubungan dengan suatu usaha untuk mencapai sasaransaran tertentu dengan jalan menggunakan sumber-sumber yang telah tersedia dengan sebaik-baiknya,
BAB I PENDAHULUAN. operasi perusahaan. Begitu juga dengan dinas-dinas yang bernaungan disektor
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Dalam perkembangan Ekonomi Dewasa ini dimana dunia usaha tumbuh dengan pesat di indonesia, Pengusaha dituntut untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi
TRANSACTION PROCESSING
TRANSACTION PROCESSING Enterprise System : ENTERPRISE SYSTEM Pusat sistem suatu perusahaan yang menjamin informasi dapat disebarkan keseluruh fungsi bisnis dan semua level manajemen untuk mendukung berjalannya
BAB I PENDAHULUAN. arti luas yaitu sebagai Aset utama dalam organisasi yang harus dikelola dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sumber Daya Manusia secara sederhana yaitu sekelompok orang atau individu yang bekerja pada suatu perusahaan atau instansi pemerintah yang disebut dengan
PERENCANAAN Tujuan Instruksional Materi Pembahasan
PERENCANAAN Tujuan Instruksional Memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perencanaan, proses pembuatan rencana dan tingkat rencana organisasi serta hambatan-hambatan dalam perencanaan. Materi Pembahasan
BAHAN AJAR M S D M. Bagian-4. Menyesuaikan Harapan Karyawan dengan Strategi Perusahaan Melalui Komunikasi dan Disiplin Kerja. Oleh
BAHAN AJAR M S D M Oleh Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 29 November 2017 Bagian-4 Menyesuaikan Harapan Karyawan dengan Strategi Perusahaan Melalui Komunikasi dan Disiplin Kerja A. Membangun Komunikasi 1.
MANAJEMEN OPERASIONAL
MANAJEMEN OPERASIONAL SUBSISTEM MANAJEMEN TENAGA KERJA Astrid Lestari Tungadi, S.Kom., M.TI. PENDAHULUAN Subsistem yang berhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia dalam hal keterampilan dan pengetahuan
II. KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia. Menurut Kaswan (2012) manajemen sumber daya manusia (MSDM)
9 II. KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Kaswan (2012) manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan suatu sumber daya yang tidak dapat diikuti oleh
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN PERTANYAAN PENELITIAN. a. Pengertian dan Ruang Lingkup Audit Manajemen
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN PERTANYAAN PENELITIAN A. Deskripsi Teori 1. Audit Manajemen a. Pengertian dan Ruang Lingkup Audit Manajemen Audit manajemen (management audit) adalah pengevaluasian
PUSAT PENDAPATAN dan BEBAN. Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA
PUSAT PENDAPATAN dan BEBAN Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA Definisi Pusat Tanggung Jawab Pusat tanggung jawab merupakan organisasi atau sub-unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang
MSDM Materi 14 Audit SDM
MSDM Materi 14 Audit SDM http://deden08m.com 1 Lingkup Audit SDM Audit SDM adalah proses evaluasi atas berbagai aktivitas manajemen SDM yang bertujuan memperbaiki aktivitas-aktivitas tersebut. Audit SDM
MSDM Materi 14. Audit SDM. 1
MSDM Materi 14 Audit SDM http://deden08m.com 1 Lingkup Audit SDM Audit SDM adalah proses evaluasi atas berbagai aktivitas manajemen SDM yang bertujuan memperbaiki aktivitas-aktivitas tersebut. Audit SDM
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini masyarakat ekonomi dunia sedang menghadapi proses peralihan besar -besaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini masyarakat ekonomi dunia sedang menghadapi proses peralihan besar -besaran dalam bidang ekonomi, yaitu era globalisasi. Era globalisasi mengarah kepada perdangangan
BAB 6. PELATIHAN, ORIENTASI & PENGEMBANGAN
Pemahaman mengenai cara merancang sistem pelatihan, orientasi dan pengembangan yang dikaitkan dengan strategi bisnis organisasi Pemahaman mengenai metode-metode dalam pelatihan Pemahaman mengenai sosialisasi
Strategi Operasi untuk Barang & Jasa
Strategi Operasi untuk Barang & Jasa Contoh : Perusahaan Haier Perusahaan dari China Membangun pabrik di California Selatan, Amerika Serikat --- Haier responsif terhadap kebutuhan pelanggan Haier secara
MANAGING WORK EFFECTIVELY
SUPERVISORY DEVELOPMENT PROGRAM MANAGING WORK EFFECTIVELY BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI SASARAN PELATIHAN Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat : 1. Mengidentifikasi fungsi dan
BAB 1 PENDAHULUAN. menyuplai serta mengatur pasokan listrik. Perusahaan ini pun meruapakan satusatunya
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian PT. PLN (Persero) sebagai perusahaan BUMN di Indonesia yang bertugas menyuplai serta mengatur pasokan listrik. Perusahaan ini pun meruapakan satusatunya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Tenaga Kerja BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tenaga kerja adalah salah satu komponen dari perusahaan dan mempunyai peranan yang sangat penting di dalam operasional perusahaan. Menurut Biro Pusat Statistik
Pengawasan DOSEN : DIANA MA RIFAH
Pengawasan DOSEN : DIANA MA RIFAH MENGAPA FUNGSI PENGAWASAN DIPERLUKAN? Perusahaan seringkali berhadapan dg masalah dalam pencapaian tujuan. Hal tersebut mendorong perlu adanya fungsi manajemen yang diarahkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan CV. Bahtera merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor berskala nasional, berpengalaman, berintegritas dan juga
Bisma, Vol 1, No. 8, Desember 2016 FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PD RAJAWALI SAKTI PONTIANAK
FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PD RAJAWALI SAKTI PONTIANAK Suparno Email: [email protected] Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Disiplin 1.1.1 Pengertian Disiplin Di dalam menjalankan setiap aktivitas atau kegiatan sehari-hari, disiplin sering didefinisikan dengan cekatan, tepat, baik waktu maupun tempat.
Pekerjaan. diukur dari biayanya. Modal
1 PUSAT PENDAPATAN dan BEBAN A. Pusat Tanggung Jawab Pusat tanggung jawab merupakan struktur sistem pengendalian dan pemberian tanggung jawab pada sub-unit organisasi yang mencerminkan strategi organisasi.
KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS
KONSEP KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis
PERAN MANAJEMEN PENILAIAN KINERJA DALAM PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI. Oleh: Dra. SURYATI, SE., M.AB. Dosen Tetap Pada STIA ASMI SOLO ABSTRAK
PERAN MANAJEMEN PENILAIAN KINERJA DALAM PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI Oleh: Dra. SURYATI, SE., M.AB. Dosen Tetap Pada STIA ASMI SOLO ABSTRAK Penilaian kinerja kerja karyawan adalah masalah penting untuk
Materi 03. Sistem Kantor
Materi 03 Sistem Kantor Materi 03 Sistem Kantor 1. Urgensi Sistem Kantor 2. Pengertian Sistem Kantor 3. Karakteristik Sistem Kantor 4. Tujuan Sistem Kantor 5. Kelebihan Sistem Kantor 6. Keterbatasan Sistem
UKURAN KINERJA. Apa yang penting, diukur STRATEGI. Apa yang diselesaikan, diberi imbalan
1 UKURAN KINERJA Laporan kinerja keuangan meskipun penting tetapi hanya merupakan salah satu aspek dari kinerja suatu organisasi. Ada aspek-aspek lain yang juga merupakan ukuran kinerja suatu organisasi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UIN AR RANIRY
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UIN AR RANIRY SILABUS BERBASIS KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/Indonesian Qualification Frame Work) Nama Matakuliah : Manajemen Sumber Daya Insani
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kepuasan kerja adalah isu global dan karena itu terus dieksplorasi baik di negara maju dan berkembang. Para peneliti menggunakan alat yang sama serta berbeda penelitian
BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai
BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Kewajiban implementasi SAKIP melalui Inpres No. 7 Tahun 1999 tidak lepas dari tuntutan terselenggaranya
BAB I PENDAHULUAN. karena di lembaga inilah setiap anggota masyarakat dapat mengikuti proses
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyelenggarakan pendidikan secara baik, tertata dan sistimatis hingga proses yang terjadi didalamnya dapat menjadi suatu sumbangan besar bagi kehidupan sosial
ORGANIZATION THEORY AND DESIGN
ORGANIZATION THEORY AND DESIGN Modul ke: Fakultas Pasca Sarjana Definisi efktivitas organisasi Ukuran-ukuran efektivitas organisasi Pentingnya efektivitas organisasi Efektivitas organisasi dan pemuasan
PERENCANAAN (planning)
PERENCANAAN (planning) Dasar Manajemen dan Bisnis Bahan: Gary Dessler Bab 3&4 created by Ryani D P 1 FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Mengetahui konsep dasar mengenai perencanaan dalam manajemen
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan yang telah dikemukakan, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan audit internal
Konsep Dasar Audit Sistem Informasi
Konsep Dasar Audit Sistem Informasi Sifat Pemeriksaan Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut : Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan
AUDIT MANAJEMEN UNTUK MENILAI EFEKTIVITAS FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA PDAM KABUPATEN SITUBONDO SKRIPSI
AUDIT MANAJEMEN UNTUK MENILAI EFEKTIVITAS FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA PDAM KABUPATEN SITUBONDO SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Derajat Sarjana Ekonomi Dan Bisnis Program Studi
BAB IV PEMBAHASAN. Pemeriksaan Operasional merupakan suatu pemeriksaan atas kegiatan
BAB IV PEMBAHASAN Pemeriksaan Operasional merupakan suatu pemeriksaan atas kegiatan yang dilakukan dari sudut pandang manajemen dengan tujuan untuk menilai efisiensi dan efektivitas dari setiap operasional
BAB 6 PENUTUP 6.1 Kesimpulan
BAB 6 PENUTUP 6.1 Kesimpulan Dari hasil pengolahan data dan analisis, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Dimensi Student Satisfaction Inventory dan Metode Servqual dapat digunakan
BAB I PENDAHULUAN. yang dikehendaki, serta mempertahankan guru yang berkualitas.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan hal sangat penting karena mempunyai peranan dalam keberlangsungan hidup organisasi Panggabean (2004:12).
BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA
BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA Kualitas didefinisikan dalam banyak cara. Menurut James Martin, konsultan komputer terkenal, mendeskripsikan kualitas perangkat lunak sebagai tepat
BAB I PENDAHULUAN. utama dalam perusahaan. Keberadaannya di dalam sistem kerja dengan segala
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat kritis sebagai aset utama dalam perusahaan. Keberadaannya di dalam sistem kerja dengan segala keunikannya yang sangat
PERTEMUAN KE-9 AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN STRATEGI & AKTIFITAS
PERTEMUAN KE-9 AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN STRATEGI & AKTIFITAS A. TUJUAN PEMBELAJARAN. Adapun tujuan pembelajaran dalam bab ini, antara lain : 9.1. Mahasiswa mengetahui tentang sistem pertanggungjawaban
Kebijakan Manajemen Risiko
Kebijakan Manajemen Risiko PT Indo Tambangraya Megah, Tbk. (ITM), berkomitmen untuk membangun sistem dan proses manajemen risiko perusahaan secara menyeluruh untuk memastikan tujuan strategis dan tanggung
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam menghadapi persaingan di era globalisasi perusahaan dituntut untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menghadapi persaingan di era globalisasi perusahaan dituntut untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Persaingan yang semakin ketat menyebabkan perusahaan dituntut
BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yang meliputi man, money,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yang meliputi man, money, materials, machines, method, dan market. Selanjutnya unsur man (manusia)
Desain Struktur Organisasi: Kewenangan dan Pengendalian
Modul ke: Desain Struktur Organisasi: Kewenangan dan Pengendalian Fakultas Pasca Sarjanan Dr. Ir. Sugiyono, Msi. Program Studi Magister Manajemen www.mercubuana.ac.id Source: Jones, G.R.2004. Organizational
BAB 1 PENDAHULUAN. terpenting di dalam suatu perusahaan. Tanpa peran manusia meskipun berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam sebuah perusahaan, manusia merupakan salah satu unsur yang terpenting di dalam suatu perusahaan. Tanpa peran manusia meskipun berbagai faktor yang
BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter (2005, p8) manajemen adalah
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter (2005, p8) manajemen adalah proses mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas kerja sehingga dapat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Bhayangkara Jaya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring berjalannya era globalisasi dan lebih ketatnya lagi persaingan dunia bisnis banyak perusahaan yang memberikan perhatian lebih pada efektivitas, efisiensi
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pengaruh pengendalian intern terhadap pencegahan fraud (kecurangan).
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian intern dan pencegahan fraud (kecurangan) di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG) Divisi
BAB IV ANALISIS DATA
BAB IV ANALISIS DATA Dalam bab ini akan dibahas mengenai analisis data dan pembahasan. Adapun urutan analisis data adalah uji kualitas data yang terdiri dari uji validitas dan reliabilitas data, analisis
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA EKM 202
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA EKM 202 Oleh : DR. HARIF AMALI RIVAI PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERISTAS ANDALAS RENCANA
TAHAP AUDIT, EKONOMISASI, EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS ARDANIAH ABBAS, S.E., AK., C.A.
TAHAP AUDIT, EKONOMISASI, EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS ARDANIAH ABBAS, S.E., AK., C.A. TAHAP-TAHAP AUDIT 1. Audit Pendahuluan 2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen 3. Audit Terinci 4. Pelaporan 5.
BAB I PENDAHULUAN. konsumen merasa tidak puas dapat melakukan keluhan yang dapat merusak citra
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Karyawan sebagai sumber daya utama perusahaan dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dan memberikan kinerja yang optimal sehingga konsumen
WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011
WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJAR Menimbang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Disiplin berasal dari kata disple yang artinya patuh, patuh baik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Disiplin Disiplin berasal dari kata disple yang artinya patuh, patuh baik kepada pemimpin maupun kepada aturan. Adapun pengertian disiplin yang dikemukakan oleh para ahli antara
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Teori penetapan tujuan atau goal-setting theory awalnya dikemukakan oleh
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Goal-SettingTheory Teori penetapan tujuan atau goal-setting theory awalnya dikemukakan oleh Locke (1968), yang menunjukkan adanya keterkaitan antara tujuan dan kinerja seseorang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Manajemen Menurut Stephen P. Robbins / Mary Couter (2007:8), definisi manajemen adalah proses untuk mengkoordinasikan semua kegiatan sampai pekerjaan dilakukan efektif
BAB I PENDAHULUAN. dapat dikatakan bahwa organisasi tersebut efektif. Sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Organisasi merupakan suatu kesatuan yang komplek yang berusaha mengalokasikan sumber daya manusia secara penuh demi tercapainya tujuan. Apabila suatu organisasi
BAB I PENDAHULUAN. strategi pengembangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia atau yang sering
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan, umumnya pengembangan level organisasi, disatukan dalam bagian strategi pengembangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia atau yang sering disebut
a. Latar Belakang Era globalisasi yang selalu ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan pesat pada kondisi ekonomi secara keseluruhan, telah
a. Latar Belakang Era globalisasi yang selalu ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan pesat pada kondisi ekonomi secara keseluruhan, telah menyebabkan munculnya sejumlah tuntutan yang tidak bisa
Memastikan Kepatuhan yang Teliti dengan Peraturan-peraturan Anti-Gratifikasi
Yang terhormat Mitra Usaha, Memastikan Kepatuhan yang Teliti dengan Peraturan-peraturan Anti-Gratifikasi Dengan perluasan bisnis lintas batas di dunia, peraturan-peraturan terkait gratifikasi diperkuat
ABSTRAK PERANAN AUDIT OPERASIONAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI FUNGSI PENJUALAN STUDI KASUS PT. ALFA MOTOR, BANDUNG
ABSTRAK PERANAN AUDIT OPERASIONAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI FUNGSI PENJUALAN STUDI KASUS PT. ALFA MOTOR, BANDUNG Perkembangan perekonomian dunia yang semakin meningkat mengakibatkan persaingan
PENINGKATAN MUTU DAN BENCHMARKING PERGURUAN TINGGI
PENINGKATAN MUTU DAN BENCHMARKING PERGURUAN TINGGI R. WASISTO RUSWIDIONO STIE TRISAKTI [email protected] PENINGKATAN MUTU P roses penjaminan mutu bukan hanya aktivitas untuk memastikan bahwa yang
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan pemeriksaan operasional yang dilakukan, peneliti membuat kesimpulan sebagai berikut: 1. Kebijakan dan prosedur perusahaan terkait aktivitas produksi
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting bagi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting bagi perusahaan. Mereka merupakan sumber daya yang esensial untuk mencapai tujuan perusahaan dan
