Chapter 8 Investment Analysis and Portfolio Management
|
|
|
- Hadi Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Chapter 8 Investment Analysis and Portfolio Management Frank K. Reilly & Keith C. Brown
2 Part 2: INVESTMENT THEORY 6 Pasar Efisien 7 Mnj Portofolio Konsep RETURN, RISIKO, Investasi 9 Model Ret, Risiko 8 Penilaian Aset 2
3 Chapter 8 - An Introduction to Asset Pricing Models Questions to be answered: 1. What are the assumptions of the capital asset pricing model? 2. What is a risk-free asset and what are its risk-return characteristics? 3. What is the covariance and correlation between the risk-free asset and a risky asset or portfolio of risky assets? 4. What is the expected return when you combine the risk-free asset and a portfolio of risky assets? 5. What is the standard deviation when you combine the risk-free asset and a portfolio of risky assets? 6. When you combine the risk-free asset and a portfolio of risky assets on the Markowitz efficient frontier, what does the set of possible portfolios look like? 3
4 Questions to be answered: 7. Given the initial set of portfolio possibilities with a risk-free asset, what happens when you add financial leverage (that is, borrow)? 8. What is the market portfolio, what assets are included in this portfolio, and what are the relative weights for the alternative assets included? 9. What is the capital market line (CML)? 10. What do we mean by complete diversification? 11. How do we measure diversification for an individual portfolio? 12. What are systematic and unsystematic risk? 13. Given the capital market line (CML), what is the separation theorem? 14. Given the CML, what is the relevant risk measure for an individual risky asset? 15. What is the security market line (SML) and how does it differ from the CML? 4
5 Questions to be answered: 16. What is beta and why is it referred to as a standardized measure of systematic risk? 17. How can you use the SML to determine the expected (required) rate of return for a risky asset? 18. Using the SML, what do we mean by an undervalued and overvalued security, and how do we determine whether an asset is undervalued or overvalued? 19. What is an asset s characteristic line and how do you compute the characteristic line for an asset? 20. What is the impact on the characteristic line when you compute it using different return intervals (e.g., weekly versus monthly) and when you employ different proxies (i.e., benchmarks) for the market portfolio (e.g., the S&P 500 versus a global stock index)? 5
6 Capital Market Theory: An Overview Teori pasar modal: Mengembangkan teori portofolio, dan Membangun model unt penilaian semua aset berisiko Capital asset pricing model (CAPM): Bisa unt menghitung tingkat return (required rate of return) bebagai aset berisiko 6
7 Assumptions of Capital Market Theory 1. Semua investor mrp investor efisisen spt yg dimaksudkan Markowitz, yg hendak mentargetkan titik pd titik2 efisien (efficient frontier) Lokasi sesungguhnya pd titik efisien, dan oleh karenanya pilihan portofolio spesifik, akan tergantung pd fungsi utilitas risiko-return investor individual 2. Investor dpt pinjam atau meminjamkan berapapun jumlah uang pd tingkat return bebas risiko (RFR). Artinya, selalu ada kemungkinkan meminjam uang pd tingkat bebas risiko nominal dg membeli sekuritas bebas risiko seperti obligasi pemerintah T-bills. Tidak selalu ada kemungkinan untuk meminjam pd tingkat bebas risiko, tetapi kita akan melihat bhw tingkat peminjaman yg lebih tinggi tidak mengubah hasil secara umum 7
8 Assumptions of Capital Market Theory 3. Semua investor memiliki ekspektasi yg homogin, artinya mereka mengestimasi distribusi probabilitas bg return mendatang Lagi-lagi, asumsi dpt lebih dikendorkan (relaxed). Sepanjang perbedaan dlm ekspektasi tidak besar (vast), efeknya kecil. 4. Semua investor memiliki horison satu-periode waktu sama misalnya satu-bulan, enam bulan, atau satu tahun. Model akan dikembangkan unt periode hipotetikal tunggal, dan hasilnya dpt dipengaruhi oleh asumsi yg berbeda. Perbedaan dlm horison waktu akan mewajibkan investor menderivasi ukuran risiko dan aset bebas risiko yg konsisten dg horison waktunya 8
9 Assumptions of Capital Market Theory 5. Semua investasi dpt dipecah scr tak terbatas (infinitely divisible), artinya sangat mungkin unt membeli atau menjaual bagian2 lembar saham atau portofolio. Asumsi ini memungkinkan membasnya alternatif investasi sbg kurve (continuous curves). Mengubahnya hanya akan memiliki dampak kecil pd teori. 6. Tidak ada pajak atau biaya transaksi dlm membeli atau menjual aset. Asumsi ini sangat beralasan dlm beberapa contoh. Baik dana pension amupun kelompok agama tdk hrs bayar pajak, dan biaya transaksi atas instrumen keuangan bg institusi keuangan lbh kecil dp 1%. Lagi pula mengendorkan asumsi ini bs memodifikasi hasil, tetapi tidak mengubah kepercayaan mendasar (basic thrust). 9
10 Assumptions of Capital Market Theory 7. Tdk ada inflasi atau perubahan dlm tingkat bunga, atau inflasi terantisipasi scr penuh. Asumsi ini sngt beralasan, dan dpt dimodifikasi. 8. Pasar Modal dlm ekuilibrium. Hal ini berarti bhw kita mulai dg semua investasi yg dinilai scr pas (properly) dlm garis dg tingkat risikonya. 10
11 Assumptions of Capital Market Theory Kritikan: Beberapa asumsi tidak realistik Mengendorkan beberapa asumsi hanya memiliki pengaruh yg kecil pd model dan tidak akan mengubah implikasi atau kesimpulannya. Suatu teori seharusnya diakui atas bagaimana ia menjelaskan dan membantu memprediksi perilaku, tidak pd asumsinya. 11
12 Risk-Free Asset Aset dg deviasi standar NOL Korelasi nol dg semua aset berisiko lainnya Memberikan tingkat return bebas risiko (RFR) Akan terletak pd garis vertikal (vertical axis), jika digambar pd grafik portofolio 12
13 Risk-Free Asset Kovarian antara dua aset return adl Cov ij = n i = 1 [R i - E(R i )][R j - E(R j )]/n Sebab return unt aset bebas risiko adl PASTI, σ = 0 Maka R i = E(R i ), dan Ri - E(Ri) = 0 RF Akibatnya, Kovarian dr aset bebas risiko dg berbagai aset berisiko atau portofolio akan selalu sama dg NOL. Begitu juga korelasi antara berbagai aset berisiko dan aset bebas risiko akan sama dg NOL. 13
14 Combining a Risk-Free Asset with a Risky Portfolio Return harapan = rata-rata tertimbang dr dua return E(R ) = W (RFR) + port RF (1- W RF )E(R i ) Rumus ini mrp hubungan linier 14
15 Combining a Risk-Free Asset with a Risky Portfolio Deviasi Standar = varian harapan unt portofolio dua aset adl E( σ ) = w σ + w σ + 2w w r σ σ 2 port Dg mensubstitusi aset bebas risiko unt sekuritas 1, dan aset bebas risiko unt sekuritas 2, rumus akan tampak 2 ) w 2 σ 2 (1 w ) 2 σ 2 2w (1-w )r port RF RF RF i RF RF RF, i E( σ = ,2 1 σ 2 RF σ i Slm kita mengatahui bhw varian aset bebas risiko adl NOL dan korelasi antara aset bebas risiko dan beberapa aset berisiko adl NOL, rumus dpt kita ubah menjadi E( σ port ) = (1 w RF ) σ i 15
16 Combining a Risk-Free Asset with a Risky Portfolio Dg rumus varian E( σ port ) = (1 w RF ) σ i Deviasi standar σ σ 2 2 E( port ) = (1 w RF ) i = ( 1 w RF ) Maka, deviasi standar dr portofolio yg menggabungkan aset bebas risiko dg aset berisiko adl proporsi linier dr deviasi standar dr portofolio aset berisiko. Selama kedua return harapan dan deviasi standar d return unt portofolio tsb adl gabungan liner, grafik return dan risiko portofolio tampak spt garis lurus antara dua aset. σ i 16
17 Portfolio Possibilities Combining the Risk-Free Asset and Risky Portfolios on the Efficient Frontier E(R port ) Exhibit 8.1 RFR C A B M D E( σ port ) 17
18 Risk-Return Possibilities with Leverage Unt mencpai return harapan lbh tinggi dp yg tersedia pd titik M (dlm pertukarannya unt menerima risiko yg lbh tinggi) Investasi di antara titik efisien (efficient frontier) melebihi titik M, seperti titik D Atau menambah leverage pd portofolio dg meminjam uang pd tingkat bebas risiko dan menginvestasikan dlm portofolio pd titik M 18
19 Portfolio Possibilities Combining the Risk-Free Asset and Risky Portfolios on the Efficient Frontier E(R port ) M Exhibit 8.2 RFR E( σ port ) 19
20 The Market Portfolio Oleh karena portofolio M terletak pd titik tangen, maka ia memiliki kemungkinan portofolio tertinggi Setiap investor akan menginginkan unt investasi dl portofolio M dan meminjam atau menjamkan uang dimana saja pd CML Untuk itu portofolio tsb hrs memasukkan SEMUA ASET BERISIKO Sebab pasar dlm ekuilibrium, semua aset termasuk dlm portofolio dlm proporsi unt nilai pasarnya Sebab portofolio berisi semua aset berisiko, maka portofolio mrp portofolio diversifikasian scr sempurna, yg berarti bhw semua risiko unik aset individul (unsystematic risk) adl dpt didiversifikasi 20
21 Systematic Risk Hanya risiko sistematik yg tersisa dlm portofolio pasar risiko sistematik mrp variabilitas dl semua aset berisiko yg disebabkan oleh variabel makroekonomi risiko sistematik dpt diukur dg deviasi standar dr return portofolio pasar dan dpt berubah setiap saat 21
22 Examples of Macroeconomic Factors Affecting Systematic Risk Variabilitas dlm pertumbuhan penawaran uang Perubahan tingkat bunga Variabilitas dlm Produksi industrial Laba perusahaan Arus kas 22
23 How to Measure Diversification Semua portofolio pd CML saling berhubungan positif scr sempurna dg lainnya dan dg portofolio pasar diversifikasi scr sempurna M Portofolio diversifikasi scr sempurna akan memiliki korelasi dg portofolio pasar sebesar
24 Diversification and the Elimination of Unsystematic Risk Tujuan diversifikasi adl untuk mengurangi deviasi standar portofolio total Hal ini mengasumsikan bhw msh ada korelasi tak sempurna di antara sekuritas Menambah sekuritas, berarti berharap kovarian ratarata unt portofolio menurun Berapa sekuritas yg hrs kita tambahkan unt mencapai portofolio diversifikasi scr sempurna? Amatilah apa yg terjadi jika anda menambah ukuran sampel portofolio dg menambah sekuritas yg memiliki bebeapa korelasi positif 24
25 Number of Stocks in a Portfolio and the Standard Deviation of Portfolio Return Standard Deviation of Return Total Risk Unsystematic (diversifiable) Risk Systematic Risk Exhibit 8.3 Standard Deviation of the Market Portfolio (systematic risk) Number of Stocks in the Portfolio 25
26 The CML and the Separation Theorem CML mengarahkan (leads) semua investor berinvestasi dlm portofolio M Investor individual akan berbeda dlm posisi pd CML tergantung pd preferensi risiko Bgm seorang investor mendptkan suatu titik pd CML didasarkan pd keputusan pendanaan (financing) Investor tak suka risiko (Risk averse) akan meminjamkan bagian dari portofolio pd tingkat bebas risiko dan berinvestasi sisa dananya dlm portofolio pasar Investor yg memilih lbh banyak risiko bisa meminjam dana pd tingkat bebas risiko-rfr dan berinvestasi apapun dlm portofolio pasar 26
27 The CML and the Separation Theorem Keputusan kedua investor (benci atau suka risiko) adl unt berinvestasi dlm portfolio M sepanjang CML ( KEPUTUSAN INVESTASI) Keputusan unt meminjam atau meminjamkan uang unt mencapai satu titik pd CML adl keputusan terpisah yg didasarkan pd preferensi risiko ( KEPUTUSAN PENDANAAN) Tobin refers to this separation of the investment decision from the financing decision, the separation theorem 27
28 A Risk Measure for the CML Kovarian dg portofolio M adl risiko sistematik dr suatu aset Model Portofolio Markowitz mempertimbangkan kovarian rata-rata dg seluruh aset lainnya dlm portofolio Hanya portofolio relevan yg mrp portofolio M Semuanya tsb di atas, berarti bhw hanya pertimbangan penting yg mrp kovarian aset dg portofolio pasar 28
29 A Risk Measure for the CML Oleh karena semua aset berisiko individual mrp bagian dr portofolio M, maka suatu return aset dlm hubungannya dg retun unt portofolio M bisa digambarkan dg menggunakan model linear berikut: R = a + b R + ε it i i Mt Notasi: R it = return unt aset i slm periode t a i = konstanta unt aset i b i = koefisien slope unt aset i R Mt = return unt portofolio M selama periode t ε = kesalahan random 29
30 Variance of Returns for a Risky Asset Var(R it ) = Var (a i + b i R Mi + ε ) = = Var(a i ) + Var(b 0 + Var(b R i Mi i ) R + Mi ) + Var( Var( ε ) ε ) Catatan: Var (b i R MI ) = varian terkait dg return pasar atau risiko sistematik Var (ε) = return residual yg tdk terkait dg portofolio pasar atau risiko tdk sistematis 30
31 The Capital Asset Pricing Model: Expected Return and Risk Keberadaan aset bebas risiko yg diakibatkan olh derivasi garis pasar modal (capital market line/ CML) menjadi titik-titik relevan (relevant frontier) Kovarian aset dg portofolio pasar adl ukuran risiko relevan Ukuran ini dpt digunakan unt menghitung return harapan yg tepat pd aset berisiko- the capital asset pricing model (CAPM) 31
32 The Capital Asset Pricing Model: Expected Return and Risk CAPM menunjukkan berapa return harapan atau yg diminta (expected or required rates of return) atas aset berisiko Model ini membantu unt menilai suatu aset dg memberikan diskonto yg tepat unt penggunaanya dlm model penilaian dividen Anda dpt membandingkan return estimasian pd return yg diminta yg diimplikasi oleh CAPM nilai mahal/ murah? 32
33 The Security Market Line (SML) Ukuran Risiko relevan unt suatu aset berisiko individual adl kovariannya dg portofolio pasar (Cov i,m ) Kovarian ini ditunjukkan sbg ukuran risiko Return unt portofolio pasar akan konsisten dg risiko yg dimiliki aset individul (its own risk), yg mrp kovarian dg risikonya sendiri 2 atau variannya (with itself - or its variance): σ m 33
34 Exhibit 8.5 Graph of Security Market Line E(R i ) (SML) SML R m RFR σ 2 m Cov im 34
35 The Security Market Line (SML) Persamaan unt garis risiko-return adl E(R i R M - RFR ) = RFR + 2 σ M Cov i,m = RFR + (R 2 σ M Cov i,m 2 M (Cov Kita mendefinisikan sbg beta σ M i, M ) - RFR) β ) ( i E(R i ) = RFR + β (R - RFR) i M 35
36 Graph of SML with Exhibit 8.6 Normalized Systematic Risk E(R i ) SML R m Negative Beta RFR Beta(Cov 2 im/σ M 36 )
37 Determining the Expected Rate of Return for a Risky Asset E(R i ) = RFR + β (R i M - RFR) Return harapan (expected rate of return) ) dr aset berisiko dihitung dg: RFR ditambah risiko premium unt aset individual Risiko premium dihitung dg: risiko sistematik aset (beta) dan risiko premium tambahan (prevailing market risk premium (R M -RFR) 37
38 Determining the Expected Rate of Return for a Risky Asset Stock Beta Assume: RFR = 6% (0.06) A 0.70 B 1.00 C 1.15 D 1.40 E(R ) RFR (R - RFR) E i = + β i M E(R A ) = ( ) = = 10.2% E(R B ) = ( ) = = 12.0% E(R C ) = ( ) = = 12.9% E(R D ) = ( ) = = 14.4% E(R E ) = ( ) = = 4.2% R M = 12% (0.12) Implied market risk premium = 6% (0.06) 38
39 Determining the Expected Rate of Return for a Risky Asset Dlm keadaan ekuilibrium, semua aset dan semu portofolio aset akan berada pd garis pasar sekuritas (SML) Sekuritas dg return estimasian yg berada di atas SML adl MURAH (underpriced) Sekuritas dg return estimasian yg berada di bawah SML adl MAHAL (overpriced) Investor yg unggul hrs menderivasi estimasi nilai unt aset yg unggul scr konsisten pd konsensus evaluasi pasar unt memperoleh return sesuaian yg lebih baik (better risk-adjusted rates of return) dp investor rata-rata 39
40 Identifying Undervalued and Overvalued Assets Bandingkan return yg diminta (required rate of return) dg return harapan(expected rate of return) unt aset berisiko spesifik dg menggunakan SML selma horison investas tertentu unt apakah ia mrp investasi yg pas Estimasi Independen dr return unt sekuritas memberikan gambaran harga dan dividen (price and dividend outlooks) 40
41 Price, Dividend, and Rate of Return Estimates Exhibit 8.7 Current Price Expected Dividend Expected Future Rate Stock (P i ) Expected Price (P t+1 ) (D t+1 ) of Return (Percent) A % B C D E
42 Comparison of Required Rate of Return to Estimated Rate of Return Exhibit 8.8 Required Return Estimated Return Stock Beta E(R i ) Estimated Return Minus E(R i ) Evaluation A % Properly Valued B % Overvalued C % Undervalued D % Overvalued E % Undervalued 42
43 Plot of Estimated Returns E(R i ) on SML Graph Exhibit 8.9 E R m A R m C SML B D Beta 43
44 Calculating Systematic Risk: The Characteristic Line input risiko sistematik dr aset individual diderivasi dri model regresi, yg dirujuk sperti (referred to as) garis karakteristik aset dg portofolio model: β ε R R i, t = i i M, t α + + Notasi: R i,t = return unt aset i selama period t R M,t = return lunt portofolio pasar M selama periodet α = R - β R i β i = ε = i Cov i m i, M σ 2 M the random error term 44
45 Scatter Plot of Rates of Return Garis karakteristik adl garis regresi dr penepat terbaik (best fit) mll scatter plot return R i Exhibit 8.10 R M 45
46 The Impact of the Time Interval Jumlah observasi dan interval waktu yg digunakan dlm regresi berubah-ubah Value Line Investment Services (VL) menggunakan return mingguan slm lima tahun Merrill Lynch, Pierce, Fenner & Smith (ML) menggunakan return bulanan selma lima tahun Tidak ada interval yg benar unt analisis Hubungan lemah antara beta VL & ML menyebabkan perbedaan dlm interval yg digunakan Interval waktu return membuat satu perbedaan, dan dampaknya meningkat sebesar (increases as) penurunan ukuran persh 46
47 The Effect of the Market Proxy Portofolio pasar dr aset berisiko hrs dimasukkan (represented in) dlm menghitung garis karakteristik aset Indek gabungan Standard & Poor s 500 adl paling sering digunakan Proporsi besar dr nilai pasar total sahamu.s. Seri tertimbang nilai (Value weighted series) 47
48 Weaknesses of Using S&P 500 as the Market Proxy Hanya memasukkan saham U.S. Portofolio pasar teoretikal seharusnya memasukkan saham U.S. dan non-u.s. dan obligasi, real estate, coins, stamps, art, antiques, dan beberapa aset berisiko berharga lain dr seluruh dunia 48
49 Relaxing the Assumptions Tingkat Meminjam dan meminjam kan yg berbeda Period ekspektasi dan perencanaan yg Heterogen Model Beta NOL (Zero Beta) Tdk memerlukan aset bebas-risiko Biaya Transaksi Dg biaya transaksi, SML akan menjadi mengelompok (band of securities), ketimbang garis lurus Period ekspektasi dan perencanaan yg Heterogen Akan memiliki dampak pd CML dan SML Pajak Dpt menyebabkan perbedaan utama dlm CML dan SML di antara investor 49
50 Empirical Tests of the CAPM Stabilitas Beta Beta unt saham individual tdk stabil, tetapi beta portofolio lbh stabil (reasonably stable). Semakin besar portofolio saham dan semakin panjang periode, semakin stabil beta portofolio Dy banding estimasi beta publikasian (Published Estimates of Beta) Ada perbedaan. Untuk itu pertimbangkan interval return yg digunakan dan ukuran relatif pershn 50
51 Relationship Between Systematic Risk and Return Efek kemencengan pd hubungan (Skewness on Relationship) Investor lbh memilih shm dg kemencengan positif yg memberikan suatu kesempatan return sangat besar Efek ukuran, P/E, dan Leverage Ukuran (size), dan P/E memilikidampak bekebalikan atas return stlh mempertimbangkan CAPM. Campuran pendanaan (Financial Leverage) juga membantu menjelaskan lintas seksional return (cross-section of returns) 51
52 Relationship Between Systematic Risk and Return Efek nilai rasio NB/N pasar (Book-to-Market Value) Fama dan French menguji hubungan antaa return dan beta dlm studi yg sangat terkenal pd Mereka menemukan rasio BV/MV menjadi determinan kunci dr return Ringkasan hsl studi empiris CAPM Risk-Return Hbungan antara beta dan return adl titik perdebatan (moot point) 52
53 The Market Portfolio: Theory versus Practice Ada kontroversi meliputi portofolio pasar, untuk itu proksi perlu digunakan Tdk ada kesamaan (unanimity) tentang proksi yg digunakan Proksi pasar yg tdk benar akan berpengaruh baik pd ukuran risiko beta maupun posisi dan slope SML yg digunakan unt mengevaluasi kinerja portofolio 53
54 What is Next? Model penilaian aset Alternatif Arbitrase 54
55 Summary Garis dominan adl tangen unt titik-titik efisien (efficient frontier) Diruju pd garis pasar modal (CML) Semua investor akan mentargetkan titik-titik sepanjang CML yg tergantung pd preferensi risikonya Semua investor menginginkan unt investasi dlm portofolio berisiko, sehingga portofolio pasar hrs berisi semua aset berisiko Keputusan investasi dan keputusan pendanaan dpt dipisahkan Semua orang ingin berinvestasi dlm portofolio pasar Investor mendanai (finance) berdasar atas preferensi risiko 55
56 Summary Ukuran risiko relevan unt suatu aset berisiko individual adl risiko sistematiknya atau kovarian dg portofolio pasar Selama anda tlh menghitung ukuran Beta dan garis pasar sekuritas, maka anda dpt menghitung return yg diminta (required return) atas sekuritas berdasarkan pd risiko sistematiknya Dg mengasumsikan pasar sekuritas tdk selalu efisien scr sempurna, anda dpt menentukan sekuritas MURAH dan MAHAL dg membandingkan estimasi anda tentang return yg diminta atas investasi dg return yg diminta (required rate of return) dr sekuritas Ketika kita mengendorkan beberapa asumsi utama CAPM, modifikasi yg diminta (required modifications) adl relatif minor dan tidak mengubah konsep model scr keseluruhan 56
57 Summary Beta saham individual adl tidak stabil, walau beta portofolio stabil Ada kontroversi tentang hubungan antara beta dan return atas saham Mengubah proksi unt portofolio pasar mengakibatkan perbedaan signifikan dlm beta, SML, dan return harapan 57
58 The Internet Investments Online
59 Future topics Chapter 9 Deficiencies of the Capital Asset Pricing Model Arbitrage Pricing Theory Multi-factor Models 59
Chapter 2 (Brigham & Daves, 2004) RISK AND RETURN I. Magsi UNS
Chapter 2 (Brigham & Daves, 2004) RISK AND RETURN I PENDAHULUAN Building blocks keuangan meliputi: time value of money, risk and rate of return model penilaian saham dan obligasi Bab ini meliputi: Basic
Chapter 4 EFFICIENT SECURITIES MARKET
Chapter 4 EFFICIENT SECURITIES MARKET Overview Teori psr sekuritas efisien memprediksi: Hrg sekrts sbg akibat dr interaksi antar investor di pasar Hrg skrts merefleksikan scr penuh kemampuan pengetahuan
Chapter 9 Investment Analysis and Portfolio Management
Chapter 9 Investment Analysis and Portfolio Management Frank K. Reilly & Keith C. Brown Chapter 9 Multifactor Models of Risk and Return Questions to be answered: 1. What is the arbitrage pricing theory
Investment Analysis and Portfolio Management. Frank K. Reilly & Keith C. Brown
Investment Analysis and Portfolio Management Frank K. Reilly & Keith C. Brown Part 1: BACKGROUND 1 Seting Investasi 2 Alokasi Aset RETURN RISIKO PASAR MODAL 3 Investasi 5 Indeks 4 Pasar 2 Chapter 1 The
CAKUPAN PEMBAHASAN MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN
MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN Overview CAPM (Capital Asset Pricing Model) Portofolio pasar Garis pasar modal Garis pasar sekuritas Estimasi Beta
Manajemen Keuangan. Bandi, Dr., Drs., M.Si., Ak. Sesi 2: Risiko dan Return 1
Manajemen Keuangan Sesi 2: Risiko dan Return 1 (Brigham & Daves, 2004) Bab 2 Risk and Return I Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan cakupan pembahasan sesi sekarang 2. Memahamkan pengertian
Dua model keseimbangan:
Dua model keseimbangan: 3/40 Capital Asset Pricing Model (CAPM) Arbitrage Pricing Theory (APT) CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) CAPM adalah model hubungan antara tingkat return harapan dari suatu aset
Security Market Line & Capital Asset Pricing Model
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD Systematic Risk & Beta Security Market Line & Capital Asset Pricing Model Sebagaimana
MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN
MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PORTOFOLIO PASAR GARIS PASAR MODAL (CAPITAL MARKET LINE/CML) GARIS PASAR SEKURITAS (SECURITY MARKET LINE/SML) PENGUJIAN TERHADAP CAPM
TEORI AKUNTANSI KEUANGAN. 5/6/2018 bandi.staff.fe.uns.ac.id 1
TEORI AKUNTANSI KEUANGAN BANDI 5/6/2018 bandi.staff.fe.uns.ac.id 1 Chapter 4 EFFICIENT SECURITIES MARKET 5/6/2018 bandi.staff.fe.uns.ac.id 2 Overview Teori psr sekuritas efisien memprediksi: Hrg sekrts
Model-model Keseimbangan
Materi 5 Model-model Keseimbangan Prof. Dr. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. MODEL-MODEL MODEL KESEIMBANGAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PORTOFOLIO PASAR GARIS PASAR MODAL (CAPITAL GARIS PASAR SEKURITAS
Model-model keseimbangan
Model-model keseimbangan Model-model keseimbangan Capital aset pricing model (CAPM) Model Capital aset pricing model (CAPM) merupakan model keseimbangan yang menggambarkan hubungan risiko dan return secara
Manajemen Keuangan Intermediate (Brigham & Daves,, 2004) Chapter 3 RISK AND RETURN: Part II
Manajemen Keuangan Intermediate (Brigham & Daves,, 2004) Chapter 3 RISK AND RETURN: Part II Chap 3 RISK AND RETURN: Part II Capital Asset Pricing Model (CAPM) Efficient frontier Capital Market Line (CML)
Teori Risiko dan Pendapatan: Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Tidak Pasti 1
Teori Risiko dan Pendapatan: Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Tidak Pasti 1 BAB 3 TEORI RISIKO DAN PENDAPATAN: PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI TIDAK PASTI Teori Risiko dan Pendapatan: Pengambilan
Rita Indah Mustikowati, SE, MM
Rita Indah Mustikowati, SE, MM TINGKAT PENGEMBALIAN Tingkat pengembalian disebut juga return Return berarti keuntungan atau tingkat pengembalian yang diharapkan Pengembalian investasi adalah dalam bentuk
RISK AND RETURN: Part II
Chap 3 (Brigham & Daves, 2004) RISK AND RETURN: Part II TEORI PASAR MODAL: Tujuan Pembahasan 1. Mengembangkan konsep teori penilaian aset sebagai perluasan dari teori portofolio. 2. Mengembangkan konsep
Manajemen Keuangan. Bandi, Dr., Drs., M.Si., Ak. Sesi 2: Risiko dan Return 2
Manajemen Keuangan Sesi 2: Risiko dan Return 2 (Brigham & Daves,, 2004) Risk and Return II Bab 3 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan cakupan pembahasan sesi sekarang 2. Memahamkan pengertian
RISIKO & RETURN PADA ASSET
RISIKO & RETURN PADA ASSET Return Investasi ( Jml diterima Jml inv ) Return = Jml investasi Apabila: Investasi Rp100 juta Hasil yang diperoleh Rp110 juta Lama investasi 1 tahun Rate of Return = (110 100)
Chapter 3. The Decision Usefulness Approach To Financial Reporting. 12/22/2010 Bandi, 2007 Magsi UNS
Chapter 3 The Decision Usefulness Approach To Financial Reporting Overview PV menghadapi banyak masalah dlm praktik, HCA tdk serelevan pendekatan berbasis pasar atau berbasis PV untuk nilai wajar Pertanyaan:
OVERVIEW. Dua model keseimbangan: Arbitrage Pricing Theory (APT) Capital Asset Pricing Model (CAPM) 3/40
OVERVIEW Dua model keseimbangan: 3/40 Capital Asset Pricing Model (CAPM) Arbitrage Pricing Theory (APT) PENDAHULUAN TENTANG CAPM Penentuan asset pricing suatu sekuritas individual dan/atau portofolio merupakan
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4.
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4 KONSEP DASAR 2/40 Ada tiga konsep dasar yang perlu diketahui untuk memahami pembentukan portofolio optimal, yaitu: portofolio efisien dan portofolio optimal fungsi
RISIKO. Untuk menghitung risiko berdasarkan probabilitas, investor menggunakan standar deviasi dengan rumus sebagai berikut.
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD RISIKO Perhitungan risiko digunakan untuk melengkapi perhitungan tingkat return
RISK AND RETURN 1. RISK AND RETURN FUNDAMENTALS. Untuk memaksimumkan harga saham, financial manager harus menetapkan risk dan return.
RISK AND RETURN 1. RISK AND RETURN FUNDAMENTALS Untuk memaksimumkan harga saham, financial manager harus menetapkan risk dan return. Resiko (risk) Adalah suatu kesempatan terjadinya kerugian keuangan atau
Return Portofolio. Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD RISK PREMIUM DAN PORTFOLIO THEORY Pembahasan lebih lanjut tentang resiko banyak
Bab 3 Risiko dan Hasil pada Aset
M a n a j e m e n K e u a n g a n 59 Bab 3 Risiko dan Hasil pada Aset Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan mengenai definisi, teknik perhitungan, jenis, dan hubungan antara risiko dan hasil.
Chapter 2 RISK AND RETURN
Chapter 2 RISK AND RETURN PENDAHULUAN Building blocks keuangan meliputi: time value of money, risk and rate of return model penilaian saham dan obligasi Bab ini meliputi: Basic return concepts Basic risk
BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua hal, yaitu risiko dan return. Dalam melakukan investasi khususnya pada
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Investasi Teori investasi menjelaskan bahwa keputusan investasi selalu menyangkut dua hal, yaitu risiko dan return. Dalam melakukan investasi khususnya
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Investasi Investasi adalah komitmen finansial saat ini untuk periode waktu tertentu dan bertujuan untuk mendapatkan return pada waktu yang akan datang dikarenakan adanya risiko
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas teori dasar portofolio dan teori kinerja portofolio. Secara spesifik teori kinerja portofolio ini akan digunakan pada bab bab selanjutnya untuk mengevaluasi kinerja
Handout Manajemen Keuangan Lanjutan
Handout Manajemen Keuangan Lanjutan MODEL PENETAPAN HARGA BARANG MODAL (CAPITAL ASSET PRICING MODEL) 1 CAPM (Capital Asset Pricing Model) Model yang menggambarkan hubungan antara resiko dan pengembalian
BAB II KAJIAN PUSTAKA. harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Menginvestasikan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Investasi Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Menginvestasikan sejumlah dana pada asset
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sejarah Bursa Efek Indonesia Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan
BAB II LANDASAN TEORI
7 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan mengandung pengertian sebagai berikut: Manajamen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai
MATERI 5 PEMILIHAN PORTFOLIO. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.
MATERI 5 PEMILIHAN PORTFOLIO Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. OVERVIEW 1/40 Konsep-konsep dasar dalam pembentukan portofolio optimal. Perbedaan tentang aset berisiko dan aset bebas risiko. Perbedaan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Risiko Dan Tingkat Imbal Hasil (Return) Dalam melakukan segala hal, kita selalu dihadapkan pada risiko (risk). Objek penelitian tesis ini adalah NAB pada sebuah reksadana
BAB III CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) DAN ARBITRAGE PRICING TEORY (APT)
BAB III CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) DAN ARBITRAGE PRICING TEORY (APT) 3.1 Model Keseimbangan Pada titik keseimbangan, investor mempunyai harapan yang sama terhadap return dan risiko. Menurut Jacob
CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) Zainul Muchlas,
First Publised: 2 November 2007 Revision: 6 August 2009 Second revision: 29 January 2016 CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) Zainul Muchlas, [email protected] Definisi Capital Asset Pricing Model (CAPM)
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Model penetapan harga asset Capital Assets Pricing Model, biasa disebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Model penetapan harga asset Capital Assets Pricing Model, biasa disebut CAPM. Model ini memberikan prediksi yang tepat tentang bagaimana hubungan antara risiko
RANGKUMAN MATERI KULIAH TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI BAB 9: RETURN DAN RESIKO PORTOFOLIO
1.1 PENDAHULUAN RANGKUMAN MATERI KULIAH TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI BAB 9: RETURN DAN RESIKO PORTOFOLIO Mengukur return dan resiko untuk sekuritas tunggal memang penting, tetapi bagi manajer
BAB III PORTOFOLIO OPTIMAL. Capital assets pricing model dipelopori oleh Treynor, Sharpe, Lintner
BAB III PORTOFOLIO OPTIMAL 3.1 Capital Asset Pricing Model Capital assets pricing model dipelopori oleh Treynor, Sharpe, Lintner dan Mossin pada tahun 1964 hingga 1966. Capital assets pricing model merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi Gambaran Umum LQ Kriteria Pemilihan Saham LQ45
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi 1.1.1 Gambaran Umum LQ45 Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham dengan likuiditas (liquidity) tinggi yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan.
LANDASAN TEORI. atau keuntungan atas uang tersebut (Ahmad, 1996:3). Investasi pada hakikatnya
II. LANDASAN TEORI 2.1. Investasi Investasi adalah menempatkan dana dengan harapan memperoleh tambahan uang atau keuntungan atas uang tersebut (Ahmad, 1996:3). Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan
PENILAIAN SURAT BERHARGA
PENILAIAN SURAT BERHARGA ROSANNA WULANDARI, SE,MM PENILAIAN SURAT BERHARGA Surat Berharga Apabila perusahaan mempunyai kelebihan dana, maka manajer keuangan harus mengusahakan agar kelebihan dana tersebut
BAB I PENDAHULUAN. pasar ini, investasi memiliki risiko dan return yang berbeda. Risiko dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi dapat dilakukan di beberapa jenis pasar keuangan, mulai dari pasar uang, pasar modal, hingga pasar derivatif. Dalam setiap jenis pasar ini, investasi memiliki
Chapter 13 Investment Analysis and Portfolio Management
Chapter 13 Investment Analysis and Portfolio Management Frank K. Reilly & Keith C. Brown Chapter 13 Industry Analysis Questions to be answered: 1. Is there a difference between the returns for alternative
Total Ekuitas Nilai buku per lbr saham = Jumlah Saham Beredar
PENILAIAN SAHAM Saham adalah bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan Jenis saham : 1. Saham biasa (common stock) 2. Saham preferen Karakteristik Saham Preferen: a. Hak preferen terhadap deviden: hak menerima
BAB IV METODE PENELITIAN
71 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Jenis/Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi deskriptif, karena tujuan penelitian
BAB I PENDAHULUAN. Pada saat sekarang ini banyak orang tertarik untuk melakukan investasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat sekarang ini banyak orang tertarik untuk melakukan investasi. Mereka berharap dengan melakukan investasi dapat memperoleh keuntungan di waktu mendatang. Sesuai
AKTIVA TUNGGAL. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta.
ETURN DAN ISIKO AKTIVA TUNGGAL Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta [email protected] Return Investasi Rate of return dari suatu investasi dapat dihitung dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Investasi. cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Investasi Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang (Halim, 2005:4). Untuk melakukan
A. Expected Return. 1. Perhitungan expected return investasi tahunan
1 Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah : Manajemen Investasi Dikompilasi oleh : Nila Firdausi Nuzula, PhD Program Studi : Administrasi Bisnis, Universitas Brawijaya RETURNS Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. yang menjelaskan mengenai hubungan risiko dan harapan pengembalian (expected
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan suatu model penilaian aset yang menjelaskan mengenai hubungan risiko dan harapan pengembalian (expected return) pada tiap
ANALISIS HUBUNGAN RETURN DAN RISIKO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII)
ANALISIS HUBUNGAN RETURN DAN RISIKO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) Anton ([email protected]) Ervita Safitri ([email protected])
PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD Portofolio Efisien PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL Portofolio efisien diartikan sebagai
RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO
RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO RETURN Definisi : merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. Komponen Return : Yield dan Capital Gain ( Loss). Yield
Studi Ball & Brown ERC, Akuntansi Pengakuan Cadangan
Chapter 5 THE INFORMATION PERSPECTIVE ON DECISION USEFULNESS Overview Chapter 2: Akuntansi PV (PVA): akt pendekatan neraca = perspektif pengukuran Historical Cost Accounting (HCA): Akt pendekatan laba
I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI
1 I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Perusahaan merupakan salah satu bagian penting dari sektor perekonomian suatu negara Apabila kondisi perekonomian suatu negara sedang membaik dan diikuti dengan perkembangan
PORTOFOLIO. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta.
ETURN DAN ISIKO PORTOFOLIO Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta [email protected] 2 Portofolio Merupakan kumpulan sekuritas yang dikelola oleh investor untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sekilas PT SAMUEL SEKURITAS INDONESIA Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) adalah perusahaan jasa investasi. SSI memiliki beberapa divisi yang menyediakan jasa-jasa keuangan
BAB I PENDAHULUAN. Konsep risiko portofolio dari Harry M. Markowitz pada tahun 1950-an
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Konsep risiko portofolio dari Harry M. Markowitz pada tahun 1950-an menunjukkan bahwa secara umum risiko sekuritas dapat dikurangi dengan menggabungkan beberapa
BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian Investasi menurut Jones (2004:3) adalah the commitment
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Investasi Pengertian Investasi menurut Jones (2004:3) adalah the commitment of funds to one or more assets that will be held over some future time period. Investasi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pasar modal di Indonesia makin menunjukkan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pasar modal di Indonesia makin menunjukkan perkembangan yang signifikan ditunjukkan dengan kapitalisasi pasar modal mencapai Rp 5.071 triliun (Oktober
Konsep-konsep dasar dalam pembentukan portofolio optimal Perbedaan tentang aset berisiko dan aset bebas risiko. Perbedaan preferensi investor dalam
Konsep-konsep dasar dalam pembentukan portofolio optimal Perbedaan tentang aset berisiko dan aset bebas risiko. Perbedaan preferensi investor dalam memilih portofolio optimal. Ada tiga konsep dasar yang
Chapter 19. Investment Analysis and Portfolio Management Seventh Edition by Frank K. Reilly & Keith C. Brown
Lecture Presentation Software to accompany Investment Analysis and Portfolio Management Seventh Edition by Frank K. Reilly & Keith C. Brown Chapter 19 Part 5: ANALYSIS OF BOND 17 Fundamental Obligasi 18
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Adapun penelitian mengenai CAPM salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Dewi Irawati (2010) melakukan penelitian yang berjudul Analisis Metode CAPM
BAB III KONSEP PENTING DALAM INVESTASI
BAB III KONSEP PENTING DALAM INVESTASI Return dan Risiko Investasi 1 Pengertian Return dan Resiko Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas
Mentoring SPA FEB Investasi Pasar Modal. Official. UTS Semester Gasal 2015/2016
Mentoring Investasi Pasar Modal UTS Semester Gasal 2015/2016 @spafebui SPA FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com Official
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Portofolio adalah gabungan atau kombinasi dari berbagai instrumen atau aset investasi yang disusun untuk mencapai tujuan investasi investor. Selain itu, kombinasi berbagai
RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTFOLIO ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANDRI HELMI M, SE., MM.
RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTFOLIO ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANDRI HELMI M, SE., MM. OVERVIEW Tujuan dari bab ini adalah untuk mempelajari konsep return dan risiko portofolio dalam investasi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan menguraikan tentang teori-teori atau konsep-konsep yang berkaitan dengan penelitian ini. Bab ini akan terbagi ke dalam lima belas subbab besar antara lain : 2.1 Teori
BAB III ARBITRAGE PRICING THEORY
BAB III ARBITRAGE PRICING THEORY 3.1 Pendahuluan Douglas (2012, hlm. 6) mengemukakan bahwa teori keuangan modern telah difokuskan pada risiko sistematis seperti inflasi, tingkat suku bunga dan lain sebagainya
IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 1.1 Analisis Portofolio Pada Aktiva Berisiko (Saham dan Emas)
IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1.1 Analisis Portofolio Pada Aktiva Berisiko (Saham dan Emas) Investor dalam membentuk portofolio diperlukan perhitungan return ekspektasi dari masing-masing aktiva untuk dimasukkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dana tersebut. Umumnya investasi dikategorikan dua jenis yaitu:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Investasi Menurut Kamaruddin (2004), investasi adalah menempatkan dana atau uang dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana
Menentukan Return Portofolio yang Dikenakan Pajak terhadap Deviden dan Capital Gain Menggunakan Capital Asset Pricing Model
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Menentukan Return Portofolio yang Dikenakan Pajak terhadap Deviden dan Capital Gain Menggunakan Capital Asset Pricing Model 1 Siti Jubaedah, 2 Eti Kurniati, 3 Onoy
DAFTAR TABEL. kelas aset investasi
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL XVIII DAFTAR GAMBAR XX DAFTAR LAMPIRAN XXI DAFTAR PERSAMAAN XXI DAFTAR ISTILAH XXII 1 PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Perumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 7 Manfaat Penelitian 7
BAB I PENDAHULUAN. Dasar dari pengembangan perumusan Capital Assets Pricing Model (CAPM)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Dasar dari pengembangan perumusan Capital Assets Pricing Model (CAPM) mula-mula adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Markowitz (1952). Secara sederhana,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dalam pasar modal saat ini kian menarik banyak investor untuk melakukan investasi. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingkat pertumbuhan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan pasar modalnya. Pasar modal merupakan suatu wadah atau tempat untuk memperjualbelikan
Portofolio Optimization
Lampiran V.II Portofolio Optimization Optimisasi Portofolio Tim Bidang Investasi ADPI, November 016 Asset Allocation Alokasi Aset Tim Bidang Investasi ADPI, November 016 DAFTAR ISI 1. Pengantar. Toleransi
I. PENDAHULUAN. Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana tertentu yang ditanamkan pada periode waktu tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan pembayaran di kemudian
vii Tinjauan Mata Kuliah
vii M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi membahas mengenai manajemen portofolio khususnya investasi dalam aktiva keuangan (financial assets), yang terdiri dari pengertian
II. LANDASAN TEORI. Jogiyanto (2003), menjelaskan bahwa investasi merupakan penundaan konsumsi
19 II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Investasi Jogiyanto (2003), menjelaskan bahwa investasi merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan didalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu.
1. Berapa pengembalian yang diharapkan dan standar deviasi, berdasarkan data sebagai berikut? % 6% 4%
Soal dan Jawaban Chapter 2. Berapa pengembalian yang diharapkan dan standar deviasi, berdasarkan data sebagai berikut? Circumstance Return Probability I II III 0% 6% 4% 0.2 0.5 0.3 Circumstance Return
Nurdin (1999), dengan objek penelitiannya adalah perusahaan - perusahaan. Properti yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode , seperti
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian tentang Risiko Investasi Pada Saham, pernah dilakukan oleh Nurdin (1999), dengan objek penelitiannya adalah perusahaan - perusahaan Properti yang
BAB II LANDASAN TEORI. penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh
12 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Investasi Investasi adalah menempatkan dana dengan harapan memperoleh tambahan uang atau keuntungan tersebut (Rodoni, 1996). Investasi pada hakikatnya meruapakan penempatan
Chapter 12 Investment Analysis and Portfolio Management
Chapter 12 Investment Analysis and Portfolio Management Frank K. Reilly & Keith C. Brown Chapter 12 Macroeconomic and Market Analysis: The Global Asset Allocation Decision Questions to be answered: 1.
Chapter 7 Charles P. Jones, Investments: Principles and Concepts, Eleventh Edition, John Wiley & Sons 7-1
Chapter 7 Charles P. Jones, Investments: Principles and Concepts, Eleventh Edition, John Wiley & Sons 1 Melibatkan ketidakpastian Fokus pada expected returns Diperlukan estimasi return masa depan supaya
BAB I PENDAHULUAN. Investasi merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu, Jogiyanto (2010). Dengan demikian diharapkan penundaan
Seminar Akuntansi. Bandi, Dr., Drs., M.Si., Ak. Sesi 9: Information Content
Sesi 9: Information Content Information Content (information content) Sesi 9 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian Kandungan Informasi Akuntansi 2. Memahamkan gambaran umum
OBLIGASI, SAHAM, RISK & RETURN
OBLIGASI, SAHAM, RISK & RETURN OBLIGASI Obligasi adalah wesel jangka panjang yang diterbitkan oleh unit perusahaan dan pemerintah Penerbit obligasi menerima uang dalam pertukaran untuk melakukan pembayaran
BAB 1 PENDAHULUAN. saham, dengan harapan expected return yang diperoleh akan tinggi. Namun pada
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi perekonomian yang tidak selalu stabil, membuat para pengusaha untuk mengantisipasi dalam mengolah dana perusahaannya. Tidak jarang para pengusaha memilih
Ratih Paramitasari Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka UPBJJ Surakarta ABSTRACT
PENGARUH RISIKO SISTEMATIS DAN RISIKO TIDAK SISTEMATIS TERHADAP EXPECTED RETURN SAHAM DALAM RANGKA PEMBENTUKAN PORTOFOLIO SAHAM LQ-45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN SINGLE INDEX MODEL PERIODE
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungan atau merugikan. Ketidak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Pengertian Risiko Pada dasarnya risiko muncul akibat adanya kondisi ketidakpastian akan sesuatu yang diharapkan terjadi dimasa yang akan datang. Sesuatu
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh rasa aman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan. yang mungkin akan timbul karena adanya ketidakpastian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi pada hakikatnya memiliki tujuan untuk memperoleh suatu keuntungan tertentu. Tujuan mencari keuntungan merupakan hal yang membedakan kegiatan
