BAB III KONTROL PROGRAM
|
|
|
- Verawati Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 BAB III KONTROL PROGRAM Semua program yang komplek selalu menggunakan kontrol program. Dengan kontrol program, suatu program dapat dengan mudah menentukan tindakan apa yang harus dikerjakan, tergantung dari hasil kondisi yang terseleksi. 1. Struktur Penyeleksian Kondisi Penyeleksian kondisi atau Pernyataan kondisi (Conditional Condition) merupakan suatu pernyataan yang menganalisa suatu keadaan dan mengambil keputusan berdasarkan pada hasil analisa tersebut. Hasil Penyelesaian, jika bernilai benar maka akan dikerjakan instruksi tertentu. Sedang jika kondisi salah, maka akan dikerjakan instruksi yang lain. Page 1 Contoh : Terdapat pernyataan bahwa jika cuaca hujan maka saya tinggal dirumah sedang jika tidak saya main bola Bentuk struktur program nya : If (cuaca = hujan ) then Else End If Tindakan = Tinggal dirumah Tindakan = Main bola Page 2
2 2 2. Struktur Penyeleksian 2.1. Struktur If then Struktur If Then disebut juga Branch Strukture merupakan strukture percabangan dimana suatu ekspresi akan dikerjakan bila kondisinya dipenuhi. Tetapi jika kondisinya tidak terpenuhi maka ekspresi didalam struktur If tidak akan dijalankan dan blok If dilompati serta program akan melakukan tindakan berikutnya. Syntax : If (kondisi) Then.Ekspresi End If Page 3 Contoh : Bila suatu program yang akan menyeleksi inputan suatu nilai ujian akhir. Inputan nilai dilakukan lewat InputBox melalui prosedur Form_Click. Lakukan seleksi pada nilai tersebut yaitu jika nilainya lebih besar atau sama dengan 55, cetak keterangan LULUS. Tetapi jika kondisinya tidak terpenuhi program berakhir. Asumsikan inputan nilai antara 0 sampai 100 Struktur Program : Private Sub Form_Click ( ) Dim Nilai_Akhir As Integer Nilai_Akhir = InputBox( ketik Nilai Akhir ) If (Nilai_Akhir) >= 55 Then Print Nilai Akhir : &Nilai_Akhir Print keterangan : LULUS End If End Sub Page 4
3 3 Hasil Program : Misalnya nilai yg diinputkan pada InputBox adalah 75 maka tampilan dari programnya sbb : Nilai Akhir : 75 Keterangan : LULUS 2.2. Struktur IF-THEN-ELSE Struktur ini juga disebut struktur Selection Structure merupakan struktur percabangan dimana expresi akan dikerjakan bila kondisinya dipenuhi. Tetapi jika kondisinya tidak dipenuhi maka expresi yang lainnya yang dikerjakan. Page 5 Bentuk Syntax : IF (kondisi) THEN ELSE END IF Keterangan :.. Expresi 1.. Expresi 2 Kondisi : berisi perbandingan antara suatu variabel/konstanta dengan variabel/konstanta lain dengan menggunakan <, >, =, <> dari suatu keadaan yang menghasilkan nilai benar atau salah. Page 6
4 4 Expresi 1 : Rangkaian kode program (blok program) yang akan dijalankan jika kondisinya bernilai benar (memenuhi syarat). Expresi 2 : Rangkaian kode program (blok program) yang akan dijalankan jika kondisinya bernilai Salah (tidak memenuhi syarat). Contoh : Buat suatu program yang akan menseleksi inputan suatu nilai akhir. Inputan nilai dilakukan lewat InputBox melalui prosedur Form_Click. Lakukan seleksi pada nilai tersebut yaitu jika nilainya lebih besar atau sama dengan 55, cetak keterangan LULUS. Tetapi jika kondisinya tidak terpenuhi cetak keterangan GAGAL. Asumsikan inputan nilai antara 0 sampai 100 Page 7 Private Sub Form_Click( ) Dim Nilai_Akhir As Integer Nilai_Akhir = InputBox( Ketik Nilai Akhir ) Print Nilai Akhir : &Nilai_Akhir If (Nilai_Akhir >= 55) Then Print Keterangan : LULUS Else Print Keterangan : GAGAL End If End Sub Page 8
5 5 Hasil Program Misalnya nilai yang diinputkan pada InputBox adalah 75 maka tampilan dari programnya adalah sbb: Nilai Akhir : 75 Keterangan : LULUS Sedang jika nilai yang diinputkan adalah 50 maka tampilan programnya sebagai berikut : Nilai Akhir : 50 Keterangan : GAGAL Pada Kondisi tertentu didalam Struktur If Then-Else bisa ditempatkan struktur If Then atau If Then Else yang lain. Bentuk semacam ini disebut dengan If tersarang atau Nested IF Page 9 Bentuk Syntax : If (kondisi 1) Then If (kondisi 2) Then. Expresi 1.. Else.. Expresi 2.. End If End If Atau : Page 10
6 6 If (kondisi 1) Then If (kondisi 2) Then. Expresi 1 Else. Expresi 2 End If Else If (kondisi 3) Then. Expresi 3. Else. Expresi 4. End If End If Page 11 Penulisan diatas dapat juga digabungkan antara Else dengan If untuk kondisi 3 dan dengan membuang satu End If, seperti berikut : If (kondisi 1) Then If (kondisi 2) Then. Expresi 1 Else. Expresi 2. End If ElseIF (kondisi 3) Then. Expresi 3. Else. Expresi 4 End If Page 12
7 7 Keterangan : Kondisi 1 Berisi perbandingan antara satu variabel/konstanta dengan variabel/konstanta lain dengan menggunakan tanda <,>,=,<> dari suatu keadaan yang akan menghasilkan nilai Benar atau salah. Kondisi 2 Kondisi 2 ini akan dikerjakan bila nilai kondisi 1 adalah Benar(terpenuhi). Kondisi 3 Kondisi 3 ini akan dikerjakan bila nilai kondisi 1 adalah Salah (tidak terpenuhi). Page 13 Expresi 1 Rangkaian kode program (blok program) yang akan dijalankan jika kondisi 1 dan kondisi 2 bernilai Benar (memenuhi syarat) Expresi 2 Rangkaian kode program (blok program) yang akan dijalankan jika kondisi 1 bernilai Benar dan kondisi 2 bernilai Salah (tidak memenuhi syarat) Expresi 3 Rangkaian kode program (blok program) yang akan dijalankan jika kondisi 1 bernilai Salah tetapi kondisi 3 bernilai Benar (memenuhi syarat) Expresi 4 Rangkaian kode program (blok program) yang akan dijalankan jika kondisi 1 bernilai Salah dan kondisi 3 bernilai Salah (tidak memenuhi syarat) Page 14
8 8 Contoh : Buat suatu program untuk menyeleksi Jenis Kelamin dan Status Perkawinan seseorang dimana keduanya diinputkan lewat InputBox. Jika seseorang jenis kelaminnya Pria, lakukan seleksi apakah Sudah Menikah. Jika keduanya dipenuhi, tampilkan Ayah, sedang jika tidak tampilkan Jejaka. Tetapi jika jenis kelaminnya Wanita /bukan pria, lakukan pengecekan apakah statusnya Sudah menikah. Jika keduanya terpenuhi, tampilkan Ibu sedang jika tidak tampilkan Perawan. Ketik listing programnya pada prosedur Form_click, seperti berikut : Page 15 Private Sub Form_Click() Dim Jenis As String Dim Status As String Jenis = InputBox( Jenis Kelamin ) Status = InputBox( Sudah Menikah ) Print Jenis Kelamin : & Jenis Print Sudah Menikah : & Status Print Keterangan : ; If Jenis = Pria Then If Status = Sudah then Print Ayah Else Print Jejaka End If Else If Status = Sudah Then Print Ibu Else Print Perawan End If End Powerpoint If Templates End Sub Page 16
9 9 Hasil Program : Jika pada InputBox Jenis Kelamin diisikan Wanita dan pada InputBox sudah Menikah diisikan Belum maka tampilannya seperti berikut : Jenis Kelamin : Wanita Sudah Menikah : Belum Keterangan : Perawan 2.3. Struktur IIF Bentuk penulisan dari struktur If-Then-Else adalah tegak atau vertikal. Bentuk semacam ini tentu banyak memakan baris atau terlalu panjang, apalagi kalau bentuknya Nested If. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, bisa menggunakan struktur IIF yaitu struktur If-Then-Else yang bentuknya datar atau horisontal. Page 17 Bentuk Syntax Penulisan IIF: Keterangan : Kondisi : Hasil = IIF(kondisi, jawaban 1, jawaban 2) Berisi perbandingan antara satu variabel/konstanta dg variabel/konstanta yang lain dengan menggunakan tanda <,>,= <> dari suatu keadaan yang akan menghasilkan nilai Benar atau Salah. Jawaban 1 Jawaban yang diberikan jika kondisi penyelesaian bernilai Benar (memenuhi syarat) Page 18
10 10 Jawaban 2 Jawaban yang diberikan jika kondisi penyelesaian bernilai Salah (tidak memenuhi syarat). Contoh : Buat program untuk menseleksi apakah inputan dari InputBox berisi P, W atau lainnya. Jika inputannya P masukan kata Pria pada variabel jenis dan W untuk kata Wanita. Sedang jika inputannya selain P dan W berikan jawaban kosong (tidak ada jawabannya). Mengingat kondisi yang dibutuhkan ada 3, maka bentuk penseleksiannya adalah Nested IIF. Tuliskan listing programnya pada prosedur Form_Click Page 19 Private Sub Form_Click() Dim Jenis As String Dim Status As String Jenis = InputBox( Jenis Kelamin (P/W) ) Status = IIF(Jenis = P, Pria, _ IIF(Jenis = W, Wanita, )) Print Jenis Kelamin : & Status End Sub Page 20
11 11 Hasil Program : Jika pada InputBox diinputkan huruf P dan tekan enter, maka bentuk tampilan programnya seperti berikut : Jenis Kelamin : Pria Sedang bila inputannya bukan P atau W maka tampilan Jenis Kelaminnya akan kosong Struktur Select Case Struktur Select Case digunakan untuk menjalankan satu blok perintah yang jumlahnya banyak atau bertingkattingkat. Struktur ini mirip dengan struktur If-Then-Else, tetapi select case mempunyai penulisan yang lebih mudah sehingga penulisan programnya lebih efisien dan mudah dibaca oleh pembuat program. Page 21 Perbedaan antara Struktur Select Case dengan struktur If- Then-Else adalah : bila struktur If-Then-Else menseleksi suatu kondisi dan terpenuhi, selanjutnya proses penseleksian masih dilakukan thdp struktur If-Then-Else berikutnya. Sedang pada struktur Select Case bila salah satu kondisi sudah terpenuhi dan blok program sudah diproses, selanjutnya blok program lainnya dalam lingkungan select Case tidak akan diseleksi lagi. Bentuk Syntax Penulisan Select Case Select Case tes_expresi Case Expresi 1.blok perintah 1 Case Expresi 2.blok perintah 2 Case Else blok perintah 3 End Powerpoint Select Templates Page 22
12 12 Keterangan : Tes_expresi Tes_expresi bisa bernilai numerik atau string Expresi 1 Nilai pertama proses seleksi dari tes_expresi Expresi 2 Nilai kedua poses seleksi dari tes_expresi. Penulisan nilai pada expresi 1 maupun expresi 2 bisa langsung berbentuk konstanta atau melalui operator pembanding Blok Perintah 1 Suatu rangkaian perintah yang dikerjakan bila kondisi expresi1 terpenuhi. Page 23 Blok Perintah 2 Suatu rangkaian perintah yang dikerjakan bila kondisi expresi 2 terpenuhi Blok Perintah 3 Suatu rangkaian perintah yang dikerjakan bila kondisinya tidak ada yang memenuhi syarat. Contoh : Private Sub Form_Click( ) Dim Bil As Integer Bil = InputBox( Inputkan suatu bilangan ) Print Bilangan : & Bil Page 24
13 13 Select case Bil Case 1 Print Cetak bilangan 1 Case 2 To 5 Print Cetak bilangan 2 s/d 5 Case 6, 7, 8 Print Cetak bilangan 6, 7 atau 8 Case <= 11 Print Cetak bilangan 9 s/d 11 Case Else Print Cetak bilangan < 1 atau > 11 End Select End Sub Page 25 Hasil Program : Jika saat program dijalankan, pada InputBox diisikan bilangan 3 maka bentuk tampilannya : Bilangan : 3 Cetak bilangan mulai 3 s/d 5 3. Struktur Pengulangan Struktur pengulangan atau Loop digunakan untuk mengulang suatu blok perintah sampai kondisi tertentu. Proses pengulangan ini dapat dikendalikan jumlahnya oleh aplikasi yang dibuat pada kondisi tertentu. Page 26
14 Struktur For-Next Struktur ini digunakan untuk mengulang blok perintah dalam jumlah yang sudah ditentukan. Pada struktur ini tidak perlu menuliskan kondisi yang akan diuji tetapi hanya perlu menuliskan nilai awal dan akhir variabel penghitung. Nilai variabel penghitung ini akan secara otomatis bertambah atau berkurang setiap kali suatu pengulangan dikerjakan. Bentuk Syntax : For counter = awal To akhir Step pertambahan. Expresi. Next counter Page 27 Keterangan : Counter Nama variabel integer yang digunakan untuk melakukan proses pengulangan. Awal Nilai suatu variabel integer untuk menentukan harga awal suatu pengulangan. Akhir Nilai suatu variabel integer untuk menentukan harga akhir suatu pengulangan. Pertambahan Besarnya nilai dari nilai awal sampai nilai akhir. Jika pengulangannya menurun yaitu dari nilai yang besar menuju kenilai yang kecil. Page 28
15 15 Pertambahan Besarnya nilai perubahan dari nilai awal sampai nilai akhir. Jika pengulangannya menurun yaitu dari nilai yang besar menuju nilai yang kecil, maka nilai pertambahannya harus negatif. Expresi Suatu blok perintah yang akan dikerjakan jika kondisi dari proses pengulangan memenuhi syarat. Contoh : Suatu program untuk mencetak deretan angka mulai dari 1 sampai dengan 10 dengan menggunakan struktur For-Next. Tuliskan program tsb pada struktur Form_Click ( ) Page 29 Private Sub Form_click ( ) For Bil_1 = 1 to 10 Print Bil_1; Next Bil_1 Print For Bil_2 = 10 to 1 step 1 Print Bil_2; Next Bil_2 End Sub Hasil Program : Page 30
16 16 Terkadang didalam proses pengulangan dengan struktur For-Next diletakan struktur For-Next lainnya. Bentuk semacam ini disebut dengan Nested For. Contoh : Buat suatu program untuk menampilkan deretan bilangan seperti pada tampilan berikut ini : Page 31 Bentuk listing programnya yang diletakkan pada prosedur Form_Click seperti berikut : Private Sub Form_Click ( ) End Sub For A = 1 to 5 Print Next A For B = A To 5 Print B ; Next B Page 32
17 17 Page Struktur Do Loop Bentuk lain dari struktur Do Loop adalah dengan mengexekusi terlebih dahulu blok perintah baru menjalankan pengujian kondisi diakhir exekusi. Dengan menggunakan perintah ini maka blok perintah minimal dikerjakan 1 kali. a. Struktur Do Loop While Syntax : Do loop While Do.. Expresi Loop While (kondisi) Contoh : Buat Program dengan kondisi berisi data Number yang bertujuan untuk menampilkan deretan bilangan mulai dari 1 s/d 9 dg struktur Do-Loop While Page 34
18 18 Private Sub Form_Click ( ) End Sub Bil = 1 Do Hasil Program Print Bil; Bil = Bil + 1 Loop While Bil <= Selain bentuk Do While Loop dan Do Loop While, terdapat bentuk lain yang fungsinya sama yaitu While wend. Page 35 b. While - Wend Bentuk Syntax : While (kondisi) Wend Contoh :.. Ekspresi. Buat program dengan kondisi berisi data Number yang bertujuan untuk menampilkan deretan bilangan mulai dari 1 s/d 9 dengan struktur While Wend. Private Sub Form_Click ( ) Bil = 1 While Bil <= 9 Print Bil; Bil = Bil +1 Wend End Powerpoint Sub Templates Page 36
19 19 c. Struktur Do Loop Until Struktur ini merupakan perulangan yang metodenya kebalikan dari struktur Do While Loop. Struktur Do Loop Until akan menjalankan blok blok program didalam perulangan itu selama kondisi yang dibandingkan tidak memmenuhi syarat (False). Perulangan tsb akan terus menerus dikerjakan sampai (until) kondisinya memenuhi syarat (True), sebelum akhirnya berhenti. Bentuk Syntax : Do Expresi Loop Until (kondisi). Page Pernyataan dan Percabangan Lain A. Pernyataan END Fungsi : Memaksa kontrol program berhenti dari suatu prosedur atau blok program. Pernyataan Fungsi End End Function End If End Select End Property End Type End With End Sub Menghentikan jalannya program Mengakhiri pernyataan Function Mengakhiri blok If-Then-Else Mengakhiri blok Select Case Mengakhiri property Let,Get dan Set Procedure Mengakhiri pernyataan Type pd deklarasi tipe data Mengakhiri pernyataan With Mengakhiri pernyataan Sub Page 38
20 20 B. Pernyataan Exit Fungsi :digunakan untuk keluar dari suatu Blok Program : Do While- Loop, For-Next, Function, Sub dan Kode Program Properti Pernyataan Fungsi Exit For Exit Do Exit Property Exit Function Exit Sub Keluar dari struktur For-Next dan kontrol program menuju perintah dibawah Next Keluar dari struktur Do While-Loop dan kontrol program menuju perintah dibawah loop Keluar dari badan prosedur properti yang sedang tampil dan kontrol program menuju kebawah baris pemanggil prosedur properti tesb. Keluar dari badan fungsi yang dipanggil dan kontrol program menuju kebawah baris pemanggil Keluar dari badan prosedur Sub yang sedang tampil dan kontrol program menuju kebawah baris pemanggil prosedur Sub tsb. Page 39 C. Pernyataan Stop Fungsi : Untuk menunda (menghentikan sementara) proses suatu program. Berbeda dengan pernyataan End, pernyataan stop tidak menutup file yang terbuka dan tidak menghapus nilai dari suatu variabel. (Lihat contoh program debug_stop1) D. Fungsi DoEvents Fungsi : digunakan untuk mengalihkan kontrol program kesistem operasi, dan kontrol program tdk akan kembali sampai sistem operasi mengerjakan seluruh kejadian yang mengakhiri untuk diproses. Page 40
21 21 Selain itu fungsi DoEvents juga menjalankan seluruh penekanan tombol yang ada dalam buffer antrian SendKeys. Umumnya fungsi Do Events dipakai secara periodik pd suatu operasi yang membutuhkan proses yang panjang, sehingga selama proses berlangsung program akan memanggil fungsi DoEvents untk melakukan perintah lain yang mengantri untuk didahulukan. (Lihat contoh : doevents1) E. Pencabangan GoSub-Return Pencabangan ini digunakan untuk tanpa syarat ke suatu subrutin yang ditandai dengan baris label atau baris nomer. Setelah mencabang ke subrutin yang diinginkan, kontrol program akan kembali kebaris dibawah perintah GoSub. Page 41 Syntax Penulisan GoSub (Baris) Baris : Return. Expresi 1.. Expresi 2. Contoh : Suatu program untuk memproses suatu operasi aritmatika dari suatu variabel A dan B, dimana hasilnya ditempatkan pada variabel C. Ketik listing programnya pada prosedur Sub Form_Click (). Lihat gosub1. Page 42
22 22 F. Percabangan GoTo Percabangan GoTo digunakan untuk pencabangan tanpa syarat kesuatu baris label atau baris nomer. Setelah mencabang, kontrol program tidak akan kembali ke baris dibawahnya. Bentuk Syntax : Go To (baris) Baris :.. Expresi 1.. Expresi 2. Page 43 Contoh : Buat suatu program untuk memproses suatu operasi matematik dari suatu variabel A dan B, dimana hasilnya ditempatkan pada variabel C. Ketik listing programnya pada prosedur Form_Click(). Lihat program goto1. G. Percabangan On Error Percabangan On Error digunakan untuk penanganan kesalahan (Error) dalam Program. Terdapat Tiga macam bentuk Penulisan On Error. G.1. On Error Resume Next Pemasangan Percabangan ini menyebabkan, jika terjadi kesalahan, program akan melanjutkan keperintah dibawah perintah yang salah Page 44
23 23 Contoh : pada program resume_next G.2. On Error Go To (baris) Pemasangan pencabangan ini menyebabkan penanganan kesalahan (Error handling) menjadi aktif, sehingga jika terjadi kesalahan maka program akan mencabang kesuatu baris atau label. Label atau baris yang dituju harus berada dalam prosedur yang sama. Lihat On Error Goto G.3. On Error Go To O Pemasangan Pencabangan ini menyebabkan perangkap kesalahan yang sudah dipasang menjadi tidak aktif (membatalkan penanganan kesalahan) Page 45 H. Pencabangan On-GoSub dan On-GoTo Pencabangan On-GoTo dan On-GoSub pada prinsipnya sama dengan Select-Case yang tujuannya adalah untuk mencabang kebeberapa kemungkinan baris atau label yang sudah ditentukan. Bentuk Syntax : On (Expresi) GoSub (baris/label) On (expresi) GoTo (baris/label) Ada satu perbedaan antara pemakaian pencabangan On- GoSub dengan On-GoTo, yaitu setelah mencabang kontrol program akan kembali kebawah pernyataan On-GoSub. Sedang pada On-GoTo kontrol program tidak kembali. Page 46
24 24 Nilai (expresi) disebelah kanan kata on merupakan suatu expresi numerik yang mempunyai rentang nilai 0 sampai 255. Nilai (expresi) jika diisikan bilangan negatif atau lebih besar dari 255 akan menghasilkan kesalahan. Nilai (baris/label) yang terletak disebelah kanan dari GoSub atau GoTo, merupakan blok program yang akan dikerjakan bila nilai (expresi) terpenuhi. (contoh : ongoub1) Page OPERATOR Operator digunakan pada Visual Basic untuk memanipulasi data maupun untuk melakukan perhitungan. Operator pada VB dapat dikelompokan menjadi 3 Kelompok : Operator Matematik, Operator Perbandingan dan Operator Logika Operator Matematik Operato r Operasi Contoh ^ Pemangkatan Nilai% = 2^2 *, / Perkalian dan pembagian - Tanda negatif Nilai% = -5 Nilai%=(2*6)/4, menghasilkan 3 \ Pembagian integer Nilai%=10\3, menghasilkan 3 Mod Modulus Nilai%=10 Mod 3, menghasilkan 1 +, - Penambahan,pe ngurangan & Nilai%= , menghasilkan 9 Penggabungan Powerpoint Tesk$ Templates = ab & cd, menghasilkan string abcd Page 48
25 Operator Perbandingan. Operator Operasi Contoh = Sama dengan Nilai = (2 + 1) = 3, menghasilkan True <> Tdk sama dg Nilai = (2 + 1)<>3, menghasilkan False < Lebih kecil Nilai = 1 < 2, menghasilkan True > Lebih Besar Nilai = 1 > 2, menghasilkan False <= Lebih kecil atau sama dg >= Lebih besar atau sama dg Like Is Mempunyai ciri yg sama Mempunyai ref objk yg sama Nilai = 1<= 2, menghasilkan True Nilai = 1>= 2, menghasilkan False Nilai = abba like a* True Nilai = abba like a??a True Nilai = abba like a?a False Nilai = Command1 is Label 1, menghasilkan nilai False Page Operator Logika Operator Keterangan Tabel kebenaran Operan Not And Or Xor (Exclusive Or) Eqv Akan menghasilkan nilai kebalikan dari nilai ekspresi operan Menghasilkan nilai True hanya jika ekspresi operannya keduanya bernilai logika benar Akan menghasilkan nilai True jika salah satu ekspresi operannya bernilai logika True Akan menghasilkan nilai True Jika expresi operannya bernilai logika berbeda Not True Not False True and True True and False False and True False and False True Or True True Or False False Or True False Or False True Xor True True Xor False False Xor True False Xor False Akan menghasilkan nilai True True Eqv True jika expresi operannya bernilai False Eqv True logika sama False Eqv False Hasil False True True False False False True True True False False True True False True False True Page 50
26 26 Operator Keterangan Tabel kebenaran Operan Hasil Imp (Implikasi) Akan menghasilkan nilai False jika expresi operan sebelah kiri operator bernilai logika True dan sebelah kanan bernilai logika False True Imp True True Imp False False Imp True False Imp False True False True True 4.4. Opearator Penugasan Fungsi : a. 0perator penugasan digunakan untuk menentukan nilai yang dimiliki oleh suatu variabel b. Operator ini digunakan untuk memasukan nilai sebuah variabel kedalam suatu variabel lainnya. Page 51 Simbol yang digunakan adalah tanda = Aturan penulisannya : <nama variabel> = <nama variabel> Contoh : Judul = SGS pemrograman web Database PHP dan MySql Jumlahhalaman = 136 Total = Jumlahbarang + pesanan Banyaknya = totalpesanan Penulis = Arief Ramadhan Page 52
27 Operator Concatenation Operator ini adalah operator yang digunakan untuk menggabungkan dua buah string (kalimat) menjadi satu. Operator cancatenation adalah oerator urutan kedua yang akan dikerjakan setelah operator aritmatika. Operator concanetation terdiri atas operator plus + dan &. Contoh : Nama = Aditya + Nugroho Namanya = Aditya & Nugroho Page Operator Like Operator Like termasuk kedalam operator perbandingan dan dibahas tersendiri karena memiliki fungsi khusus : yaitu untuk mencocokan pola penulisan suatu string atau deretan karakter. Hasil penggunaan operator Like adalah sebuah nilai boolean, yaitu true atau false. Karakter Penyamaan dalam String? Sembarang karakter tunggal * Nol atau lebih karakter # Sembarang digit tunggal (0 9) (daftar karakter) (!daftar karakter) Sembarang karakter yang ada didalam daftar karakter Sembarang karakter yang tidak ada didalam daftar karakter Page 54
28 28 Contoh : A = Adit Like Andri A bernilai false B = Abdolgoto Like A* B bernilai true C = Ilkom37 Like *## C bernilai true D = D Like?Baim D bernilai false E = E Like!A-Z E bernilai false Page PROSEDUR. Penulisan program pada visual basic 6.0 dilakukan dengan blok-blok komponen, yaitu sekelompok kode yang membentuk satuan tertentu. Kelompok-kelompok program seperti ini disebut PROSEDUR. Setiap kali suatu prosedur dipanggil, maka rutin program yang berada diantara judul prosedur dan akhir prosedur akan dieksekusi. Page 56
29 29 Keuntungan Penggunaan Prosedur : a. Program terbagi-bagi menjadi komponen-komponen yang mandiri. Dengan demikian program menjadi lebih terstruktur sehingga pencarian kesalahan lebih mudah. b. Prosedur yang terletak dalam suatu program dapat dipakai berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Dalam VB ada 3 macam prosedur yaitu : a). Sub Procedure, b). Function Procedure dan c). Property Procedure. a. Sub Procedure. Syntax : Page 57 [Private] [Public] [Static] Sub nama procedure (parameter) Blok Perintah End Sub Parameter merupakan daftar nama data (variabel) yang dipergunakan pada prosedure tsb dan mirip dg pendeklarasian variabel. Sub Procedure dapat ditempatkan dalam : Standard Module, Class Module dan Form Module.VB 6.0 menganggap bahwa standar pembuatan Sub Procedure adalah Public, kecuali bila dideklarasikan yang lain. Public artinya bahwa procedure dapat dipanggil dari bagian manapun dalam program. Pemanggilan sub procedure harus dilakukan melalui pernyataan tersendiri (baris terpisah) dengan cara sbb : Page 58
30 30 Atau Call nama prosedur (parameter 1, parameter 2) Nama prosedur parameter 1, parameter 2 a.1. General Procedure. General procedure (prosedur umum) digunakan menghasilkan proses atau pernyataan umum yang bisa dipakai oleh event-event prosedur pada tubuh program. Dengan demikian tidak perlu menuliskan kode program berulang-ulang. Sekali didefinisikan, general procedure akan dijalankan oleh aplikasi. Hal ini berbeda dengan event procedure yang dijalankan hanya jika ada event dari pemakai. Page 59 Pendeklarasian variabel diletakan pada Code Editor dimana pada General procedure dapat ditambahkan perintah Option Explicit. Jika perintah option explicit disertakan maka seluruh variabel yang digunakan harus dideklarasikan terlebih dahulu, sebaliknya bila tidak disertakan maka variabel boleh langsung digunakan. (contoh op_explicit) a.2. Event Procedure. Event Procedure digunakan untuk mengatur kontrol oleh suatu event (kejadian) dari pemakai program. Beberapa event yang sering digunakan seperti :activate, click, change, drag, doubleclick dan sebagainya. Mengingat tugas event procedure adalah menanggapi event dari pemakai, maka prosedur ini sering mempunyai nama yg sesuai dg eventnya, Form_load, Command1_Click, Text1_Keypress dll. Page 60
31 31 Syntax Penulisan Event : Private Sub Namakontrol_namaevent(parameter). Pernyataan. End Sub b. Function Procedure. Fungsi prosedur adalah suatu prosedur yang akan mengembalikan suatu nilai. Jenis prosedur ini lebih banyak digunakan pada rutin program untuk berhitung. VB 6.0 menyediakan beberapa internal function sehingga pemakai program tidak perlu lagi menuliskan prosedur untuk fungsi tersebut.contoh-contoh fungsi internal : Sin, Cos, Mod, Int, Sqr dll. Page 61 Syntax Penulisan : [Private] [Public] [Static] Function nama (parameter) [as type] End Function.Pernyataan. Sebuah Function Procedure dapat dipanggil dengan menggabungkan pernyataan lain, seperti contoh berikut : Atau : Atau Variabel = nama_function_procedure Call nama_function_procedure (parameter) nama_function_procedure parameter Page 62
32 32 Terdapat tiga perbedaan antara Function Procedure dengan Sub Procedure, yaitu : Function Procedure Sub Procedure Memiliki data dg tipe tertentu seperti variabel Nilai yang diberikan pada prosedur akan diolah dan dihasilkan nilai baru untuk dipakai oleh expresi diluar fungsi Tidak memiliki tipe data Nilai yang diberikan pada prosedur akan digunakan untuk prosedur itu sendiri Suatu fungsi dipanggil denga Karena pada sub prosedur tidak menuliskan pada sisi kanan membawa nilai, tidak ada operator penugasan (tanda =) parameter yang perlu dituliskan. sedang pada sisi kiri bisa dituliskan expresi yang sesuai dg kode yang digunakan Page 63 c. Property Procedure Didalam VB 6.0 ada 3 macam Property Procedure yaitu : Property Let (properti Let) : Properti ini digunakan untuk mengatur nilai properti Property Get (properti Get) : Properti ini digunakan untuk mengembalikan nilai properti Property Set (properti Set) : Properti ini digunakan untuk mengatur referensi pada object Syntax : [Private] [Public] [Static] Property {Get Let Set} nama_property(parameter) [As type] End Property Pernyataan. Page 64
33 33 Prosedur ini selalu digunakan berpasangan yaitu Property Let bersama dengan Property Get, atau Property Set bersama Property Get. Jika prosedur yang digunakan hanya property Get, prosedur tersebut akan menjadi Read-Only Procedure. Karena penggunaan prosedur ini berpasangan maka setiap parameter harus memiliki nama dan tipe data yang sama. Ketiga tipe prosedur diatas dapat digunakan secara bersama-sama tetapi hanya untuk tipe data variant Memanggil Prosedur. suatu prosedur yang sdh dibuat dan bersifat Public dapat dipanggil baik dalam satu wilayah atau beda wilayah. Yang dimaksud beda wilayah adalah prosedur dibuat pada Form Module, tetapi memanggilnya lewat Class module. Page a. Prosedur pada Form Module Semua panggilan yang berasal dari luar Form harus mengarah ke modul form dimana prosedur tersebut dibuat. Misalnya sebuah prosedur bernama PROSES yang berada di Form1 dipanggil diform2, maka penulisannya sbb : Call Form1.PROSES(parameter) 5.1.b. Prosedur Pada Class Module Pemanggilan suatu prosedur pada Class Module dibutuhkan variabel yang menunjukan nama class module. Misalnya sebuah prosedur bernama HITUNG yang berada di Class1 dengan instan kelas PROSES_HITUNG dipanggil dari Form1, maka penulisannya sbb : Dim DEMO_HITUNG As New Class1 DEMO_HITUNG.HITUNG Page 66
34 c. Prosedur Pada Standar Module. Dalam memanggil sebuah prosedur pada standar Module, jika nama prosedur digunakan hanya pada sebuah modul saja maka cara memanggil dari modul lain tidak memerlukan penulisan nama modul. Nama_prosedur (parameter) Tetapi jika prosedur dengan nama yang sama ada pada kedua modul (modul yang dipanggil dan modul yang memanggil), maka cara memanggilnya harus didahului pemanggilan nama Standar Modules. Nama-Standar_Modul1.Nama_Prosedur (parameter) Page d. Prosedur Memanggil Dirinya Sendiri. Pada VB 6.0 dimungkinkan bahwa suatu prosedur dapat memanggil dirinya sendiri. Proses dari suatu program bagian yang memanggil dirinya sendiri dikenal dengan istilah Rekursi (Recursion). Proses semacam ini merupakan algoritma yang baik, tetapi banyak membutuhkan memori. Hal ini dikarenakan setiap kali program bagian dipanggil oleh dirinya sendiri, sejumlah ruang memori tambahan dibutuhakan. (Contoh rekursi) 5.2. Parameter Dalam Prosedur Umumnya sebuah prosedur yang dipanggil menyertakan variabel. Variabel seperti ini disebut dengan parameter. Page 68
35 35 Parameter yang dikirimkan dari modul utama ke prosedur disebut dengan parameter nyata (Actual Parameter) dan parameter yang ada dan dituliskan pada judul prosedur disebut dengan Parameter Formal (Formal Parameter). Proses pengiriman data lewat parameter Nyata ke parameter Formal disebut dengan Passing Parameter. Tipe data antara parameter nyata dan parameter Formal harus sama. Pada VB, suatu parameter dapat dikirimkan secara nilai atau acuan. 5.2.a. Tipe Data Parameter. Suatu parameter yang akan dipanggil oleh prosedur mempunyai tipe data yang standar yaitu variant. Namun bila ingin mengubahnya, kita harus bisa mendeklarasikan sendiri tipe data yang akan diberikan pada prosedur yang bersangkutan Page 69 Contoh : Suatu program yang berisi prosedur Form_Click dan fungsi kelulusan untuk menginputkan nilai akhir suatu matakuliah dan mencetak keterangan LULUS atau GAGAL. Deklarasikan tipe data yang dibawa oleh parameter yaitu Integer. (contoh tipe_parameter) 5.2.b. Pengiriman Parameter secara Nilai. Suatu parameter nyata yang dikirim secara nilai (by value) ke dalam sebuah prosedur, menyebabkan parameter formal pada prosedur tsb bersifat lokal. Jika parameter formal pada prosedur tsb berubah, nilainya tidak akan mempengaruhi nilai parameter nyata. Page 70
36 36 Pengiriman parameter secara nilai ini bersifat searah, yaitu dari parameter nyata ke parameter formal dan tidak terjadi pengiriman balik nilai dari parameter formal ke parameter nyata. Parameter-parameter yang digunakan pada pengiriman secara nilai ini disebut dengan parameter nilai (Value Parameter). Untuk menunjukan bahwa variabel yang digunakan merupakan parameter byvalue, parameternya harus dipanggil dengan perintah By Val. Contoh : Buat sebuah prosedur Form_Click yang berisi parameter nyata yaitu variabel NILAI. Selanjutnya buat prosedur Hitung yang berisi parameter formal yaitu variabel HASIL yang akan menerima nilai dari parameter nyata. Buat listing programnya. Lihat Program (byval) Page 71 Gambaran Proses : Call Hitung_VAL (BIL_1,BIL_2,NILAI) Sub Hitung_VAL (X, Y, ByVal HASIL) 5.2.c. Pengiriman Parameter Secara Acuan Parameter nayata yang dikirim secara acuan (by reference) ke dalam sebuah prosedur, menyababkan perubahanperubahan yang terjadi pada nilai parameter formal.parameter-parameter ini disebut dengan Variabel Parameter. Page 72
37 37 Sebuah parameter formal dapat dipanggil dengan perintah By Ref agar bisa mengembalikan nilainya keparameter nyata Contoh : Buat sebuah prosedur FORM_Click yang berisi parameter nyata yaitu Variabel NILAI. Selanjutnya buat prosedur hitung yang berisi parameter formal yaitu variabel HASIL yang diberintah By Ref. Buat listing programnya. (Contoh : byref) 5.2.d. Pengiriman Parameter Secara Array Perintah array yang digunakan saat mendeklarasikan parameter pada suatu prosedur, akan menunjukan bahwa jumlah parameter untuk prosedur tersebut bisa tidak terbatas. Page 73 Contoh : Buat suatu program dengan prosedur utama Form_Click dimana sebelumnya beberapa variabel perlu untuk dideklarasikan di General, antara lain K as variant, L dan Jumlah as integer. Selanjutnya buat prosedur Data_array dengan parameter ParamArray Bil (). Buat listing programnya. (Contoh : paramarray) Page 74
38 38 6. FORM 6.1. FORM : Diibaratkan sebagai kanvas untuk mendesain tampilan. Form digunakan untuk meletakan berbagai macam kontrol yang akan digunakan dalam pembuatan aplikasi. Form memiliki properti yang dapat diubah-ubah sesuai keinginan pemrogram. Dalam VB dapat menambah Form sesuai dengan kebutuhan dalam program Aplikasi. Setiap Form mempunyai jendela program sendiri-sendiri Jendela Program. Setiap Form memiliki jendela program. Pada jendela program inilah akan dibuat berbagai kode program untuk membangun aplikasi. Page 75 Urutan membuka Jendela Kode Program. 1. Klik nama Form dalam Solution Explorer 2. Klik menu View > Code 3. Jendela code Program Tampil 4. Untuk kembali mendesain Form, klik menu View > Designer 6.3. Mengenal Object Oriented Programming Konsepnya adalah sebuah mekanisme pemrogramana dimana data dan fungsi digabungkan kedalam sebuah unit yang disebut Object. Penggabungan ini disebut sebagai enkapsulasi Page 76
39 39 Object merupakan representasi dari dunia nyata, dan merupaka hasil cetakan dari sesuatu, yaitu Class. Jika diibaratkan Class sebagai cetakan kue, maka object adalah kue hasil cetakannya. Class mempunyai : Field, Properti, Method dan Event. Setiap Object hasil cetakan juga mempunyai Field, properti, method dan event. Field/properti adalah suatu data atau sesuatu yang dimiliki oleh Class Method : menunjukan apa-apa yang dapat dilakukan oleh sebuah Class Event : adalah segala sesuatu yang dapat dikenakan terhadap sebuah Class Page 77 FORM adalah salah satu Class yang dibuatkan secara otomatis oleh VB Mengubah Properti Ada 2 cara untuk mengubah Properti melalui a) jendela Properties dan b). Melalui kode program. Aturan mengubah properti dengan kode program : <namaclass/objek>.<namaproperti> = <nilai/expresi> Contoh : TextBox1.Text = Program Belajar VB 2005 Page 78
40 40 Nilai sebuah variabel dapat juga diubah berdasarkan nilai sebuah properti. Aturan penulisannya : <namavariabel> = <namaclass/objek>.<namaproperti> Contoh : Nama = Form1.text Nilai =CInt(TextBox2.Text) Beberapa Properti yang dimiliki FORM 1. (Name) 2. BackColor 3.BackgroundImage 4. ControlBox 5. Cursor 6.Border 7. Icon 8. Opacity 9.Text 10. Font 11. StartPosition Page Membuat Kode Program Setiap objek yang dipakai dalam pembuatan aplikasi dengan VB hampir semuanya mempunyai Event. Contoh Event Click pada sebuah tombol (Button). Page 80
BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR
BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR Setelah selesai pembahasan pada bab ini, diharapkan Anda dapat : Mengenal dan dapat menggunakan tipe data Mengenal dan menggunakan variable Mengenal dan menggunakan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Lampu Lalu Lintas 2.1.1 Pengertian Lampu Lalu Lintas Menurut Penjelasan UU Lalu Lintas No. 14 tahun 1992 pasal 8 ayat 1 huruf c menyebutkan bahwa Pengertian alat pemberi isyarat
Pengenalan Visual Basic
Pengenalan Visual Basic KETERANGAN : 1. Baris Menu, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dll. 2. Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugastugas tertentu
1.1 Mengenal Visual Basic (VB) 1.2 Mengenal Integrated Development Environment (IDE) VB 6
1.1 Mengenal Visual Basic (VB) Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintahperintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
Writting Procedure and Function
Mata Kuliah : Pemrograman Bisnis I (VB.NET) Minggu : VIII Pokok Bahasan : Writting Procedure and Function Sub Pokok Bahasan : Subroutin/Procedure Function Scope Subroutin/Procedure Penulisan program pada
PEMROGRAMAN VISUAL BASIC
PEMROGRAMAN VISUAL BASIC Setelah memahami bahasa Visual Basic dasar untuk menuliskan kode program, langkah selanjutnya adalah mempelajari pemrograman VB itu sendiri. 6.1 Sub Procedure Sejauh ini, Anda
VISUAL BASIC 6.0 PEMROGRAMAN KOMPUTER. Visual Basic
PEMROGRAMAN KOMPUTER VISUAL BASIC 6.0 Visual Basic Asal mula VB dari bahasa BASIC (Beginners Allpurpose Symbolic Instruction Code) yang pada awalnya bekerja pada sistem operasi DOS. Kelebihan VB : Sangat
VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM.
VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM 1 Pendahuluan Program adalah suatu proses yang saling menyambung. Untuk mencapai tujuan program harus melalui tahap-tahap tertentu, sehingga dibutuhkan alur program yang
Algoritma Pemrograman 2 B
Algoritma Pemrograman 2 B Dr. Lily Wulandari Minggu 3 TIPE DATA, VARIABEL DAN KONSTANTA, OPERATOR DAN KONTROL PROGRAM 1 Tipe Data dalam Visual Basic Microsoft Visual Basic menyediakan beberapab tipe data
BAB V PROSEDUR DAN FUNGSI
BAB V PROSEDUR DAN FUNGSI Modul-modul dalam Visual Basic dibuat oleh suatu bagian/seksi deklarasi dimana anda mendeklarasikan tipe, konstan, dan variabel yang digunakan dalam modul serta kumpulan dari
Struktur Data II. Bekerja Dengan Form.
Struktur Data II dengan Visual Basic Bekerja Dengan Form [email protected] Ptputraastawa.wordpress.com @2011 Data dan Variabel Penggunaan Data dan Variabel Informasi yang disimpan atau diolah oleh
Bab 7 Komponen Dasar Visual Basic 29 BAB VII KOMPONEN DASAR VISUAL BASIC TUJUAN PRAKTIKUM
Bab 7 Komponen Dasar Visual Basic 29 BAB VII KOMPONEN DASAR VISUAL BASIC TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mengerti tipe-tipe data yang dimiliki oleh Visual Basic 2. Memahami berbagai struktur kondisi yang terdapat
MODUL I Pengenalan IDE Visual Basic 6.0
MODUL I Pengenalan IDE Visual Basic 6.0 Visual Basic (VB) pada dasarnya adalah sebuah bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintah-perintah atau instruksi yang dimengerti oleh komputer
Pengenalan Dan Contoh Penggunaan Sederhana Fungsi Looping Pada Visual Basic
Pengenalan Dan Contoh Penggunaan Sederhana Fungsi Looping Pada Visual Basic Muhamad Burhanudin [email protected] Abstrak Looping atau perulangan merupakan salah satu hal terpenting yang harus
A. PROJECT PROJECT VISUAL BASIC
A. PROJECT PROJECT VISUAL BASIC - Project (Proyek) Proyek adalah file pusat yang mengelola dan mencatat seluruh file-file yang dibutuhkan untuk membentuk suatu aplikasi. File proyek ini akan menyimpan
Bab 4 Perintah Perulangan
Bab 4 Perintah Perulangan Proses perulangan (loop) adalah proses yang mengerjakan satu atau lebih statement lainnya secara berulang-ulang. Pada bahasa BASIC terdapat beberapa perintah untuk proses perulangan
PROYEK-PROYEK VISUAL BASIC DAN DASAR-DASAR VISUAL BASIC CODE
PROYEK-PROYEK VISUAL BASIC DAN DASAR-DASAR VISUAL BASIC CODE TIK : Agar mahasiswa mampu membuat proyek. Agar mahasiswa mampu bekerja dengan mendisain file proyek pada Visual Basic yang digunakan. REFERENSI
PERTEMUAN KE-6 STRUKTUR PERULANGAN (menggunakan Loop dan Timer)
PERTEMUAN KE-6 STRUKTUR PERULANGAN (menggunakan Loop dan Timer) Tujuan: 1. Menggunakan loop For...Next untuk menjalankan pernytaan selama beberapa kali. 2. Menampilkan keluaran pada form menggunakan metode
Variabel merupakan tempat untuk menyimpan nilai sementara dari suatu perhitungan. Untuk mendeklarasikan sebuah variabel digunakan pernyataan :
VARIABEL Variabel merupakan tempat untuk menyimpan nilai sementara dari suatu perhitungan. Untuk mendeklarasikan sebuah variabel digunakan pernyataan : Dim Variabel [As Type] Melalui As dapat mendefinisikan
MODUL VI PROSEDUR. Secara garis besar ada dua keuntungan yang bisa diperoleh dari pemakaian prosedur, yaitu:
MODUL VI PROSEDUR A. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat memahami fungsi dari prosedur 2. Mahasiswa dapat membuat fungsi prosedur pada VB 3. Mahasiswa mengetahui fungsi dari pembuatan prosedur pada VB B. ALOKASI
Keterangan : Integer Long : tipe data untuk angka bulat Single, Double : tipe data untuk angka pecahan/desimal Currency : tipe data untuk angka mata
TIPE DATA, VARIABEL DAN KONSTANTA, OPERATOR DAN KONTROL PROGRAM Minggu ke-3 Tipe Data dalam Visual Basic Microsoft Visual Basic menyediakan beberapa tipe data seperti Integer, Long, Single, Double, Currency,
Pertemuan 2 Bahasa Visual Basic Aplication
Pertemuan 2 Bahasa Visual Basic Aplication Dasar dari pemrograman pada Visual Basic adalah VBA yang menggunakan dialek Basic. Bagi anda yang pernah belajar bahasa Basic, tidak akan sulit untuk belajar
BAB III. Pengenalan Struktur Kontrol : Penyeleksian dan Perulangan
BAB III Pengenalan Struktur Kontrol : Penyeleksian dan Perulangan I. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa memahami pemakaian struktur kontrol penyeleksian dan perulangan untuk mengendalikan jalannya program.
Tujuan / Sasaran :Mahasiswa dapat mempraktekkan penggunaan repatition/ perulangan
Praktikum : Pemrograman II Modul Praktikum ke : 05 Judul Materi : Looping Tujuan / Sasaran :Mahasiswa dapat mempraktekkan penggunaan repatition/ perulangan Waktu (lama) : 3 Jam Aplikasi yang digunakan
Pertemuan ke-3. Statemen input/output Struktur Kontrol Keputusan
Pertemuan ke-3 Statemen input/output Struktur Kontrol Keputusan Statemen Input/Output Tujuan Praktikum Mengenalkan fungsi inputbox dan message box Menjelaskan proses penampilan pesan pada MS Visual Target
BAB 2 STATEMENT-STATEMENT PADA VBA EXCEL
Objektif : BAB 2 STATEMENT-STATEMENT PADA VBA EXCEL - Mengetahui Statement Bersyarat pada VB Excel - Mengetahui Jenis Jenis Statement Bersyarat - Mengetahui Statement Pengulangan - Mengetahui Jenis Jenis
MODUL VI Penggunaan Struktur Kontrol Pengulangan
MODUL VI Penggunaan Struktur Kontrol Pengulangan 6.1 Mengenal Struktur Kontrol Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk (struktur) tertentu yang digunakan untuk mengatur
Modul Praktikum Ke-2
Bahasa Pemrograman Dasar Fathurrohman 6 Modul Praktikum Ke-2 (Method, Objek Kontrol (OptionButton, CheckBox, Frame), Variabel, Tipe Data) Aktifkan VB 6 melalui tombol Start. Buka kembali project Latihan1.vbp:
MODUL 2 SELECTION & LOOPING PADA FORM
MODUL 2 SELECTION & LOOPING PADA FORM TUJUAN : Mahasiswa mampu menguasai dan memahami penggunaan logika selection dan looping di Visual Basic.Net dengan implementasi pada Form dan object. Materi : Selection
Krisna D. Octovhiana. 1.1 Mengenal Data dan Variabel.
Cepat Mahir Visual Basic 6.0 [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
Krisna D. Octovhiana. 1.1 Apa itu Operator?
Cepat Mahir Visual Basic 6.0 [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
Statemen RESTORE. Statemen INPUT. Contoh : digunakan untuk mengembalikan pointer ke awal DATA sehingga data dapat dibaca kembali.
Statemen RESTORE digunakan untuk mengembalikan pointer ke awal DATA sehingga data dapat dibaca kembali. Bentuk umum : RESTORE [ no baris label ] Keterangan : Jika tidak menggunakan no baris atau label,
MODUL II. OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT
MODUL II OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT Dalam bahasa pemrograman berbasis obyek OOP, kita harus memahami istilah Object, Property, Method, dan Event sebagai berikut. 1) Object Komponen dalam sebuah
MODUL 2 PERANCANGAN INTERFACE
6 MODUL 2 PERANCANGAN INTERFACE A. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa mampu memahami struktur dasar dan konsep pemrograman berbasis objek pada Visual Basic 2. Mahasiswa mampu membuat interface antar muka untuk
Krisna D. Octovhiana. 1.1 Mengenal Struktur Kontrol.
Cepat Mahir Visual Basic 6.0 [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
PENGGUNAAN DATA DAN VARIABEL
PENGGUNAAN DATA DAN VARIABEL Mengenal Data dan Variabel Ketika seorang user (pengguna) menggunakan sebuah program komputer, seringkali komputer memintanya untuk memberikan informasi. Informasi ini kemudian
MODUL IV PROCEDURE. [Private public static]sub namaprosedur (daftarargumen) End Sub
MODUL IV PROCEDURE Untuk dapat mengendalikan sebuah program, anda dapat membuat suatu blok perintah yang diberi nama. Dan ketika anda ingin menjalankan program tersebut anda tinggal memanggil nama bloknya
MODUL V REPETITIVE. Modul Praktikum Bahasa Pemrograman Visual (BPV)
MODUL V REPETITIVE A. TUJUAN 1. Memahami algoritma struktur For-Next 2. Dapat menggunakan algoritma For-Next 3. Memahami algoritma Do While Loop dan Do Until Loop 4. Dapat memahami Do While dan Do Loop
Sesi/Perkuliahan ke: VII
Sesi/Perkuliahan ke: VII Tujuan Instruksional Khusus : 1. Mahasiswa mengerti dan memahami struktur kontrol For 2. Mahasiswa mengerti dan memahami struktur kontrol Do 3. Mahasiswa mengerti dan memahami
MODUL 2 Variabel, Val, If tunggal dan If bersarang + case
MODUL 2 Variabel, Val, If tunggal dan If bersarang + case 1. variabel suatu tempat dalam memori yang diberi nama (sebagai pengenal) dan dialokasikan untuk menampung data. Sintax : Dim_namavariabel_As_typedata
PHP mendukung komentar yang digunakan pada C, C++ dan Shell Unix. Sebagai contoh:
Perintah Dasar Tag PHP Ketika PHP membaca suatu file, proses akan berlangsung hingga ditemukan tag khusus yang berfungsi sebagai tanda dimulainya interpretasi teks tersebut sebagai kode PHP. PHP akan menjalankan
Memahami Proyek-Proyek Visual Basic dan Dasar-Dasar Visual Basic Code
Memahami Proyek-Proyek Visual Basic dan Dasar-Dasar Visual Basic Code Pertemuan 4 Algoritma dan Pemrograman 2B Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma
MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA & BAHASA PEMROGRAMAN I (BASIC) Dosen Pengasuh : Suroto, S.Kom, M.Ak
MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA & BAHASA PEMROGRAMAN I (BASIC) Dosen Pengasuh : Suroto, S.Kom, M.Ak UNIVERSITAS BATAM PRAKTIKUM I FLOWCHART 1. Buatlah flowchart untuk menghitung luas segitiga 2. Buatlah flowchart
PROSEDUR & PARAMETER PROSEDUR
PROSEDUR & PARAMETER PROSEDUR Prosedur - Merupakan sekumpulan statement yang dibungkus menjadi satu untuk melakukan suatu tugas tertentu - Merupakan sebuah blok program yang didalamnya, dapat dituliskan
Variabel, Tipe Data, dan Operator. Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Variabel, Tipe Data, dan Operator Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom 1 Pendahuluan Program merupakan kumpulan instruksi yg akan dikerjakan oleh komputer. Program yg kita tulis merupakan urutan perintah
MODUL PRAKTIKUM VB.NET STMIK-IM BANDUNG MODUL-MODUL PRAKTIKUM. VB. Net. Oleh : CHALIFA CHAZAR S T M I K - I M B A N D U N G
MODUL-MODUL PRAKTIKUM VB. Net Oleh : CHALIFA CHAZAR MODUL 3 CONDITIONAL STATEMENT Tujuan : Mahasiswa bisa mendefinisikan dan menggunakan penggunaan struktur kondisi IF dan SELECT Pustaka : Wibowo HR, Enterprise
Andy Prasetyo Utomo, S.Kom Pemrograman Terstruktur (Visual Basic 6.0)
Variable dan Seleksi Kondisi (Visual Basic 6.0) I. Variables Variable adalah nilai yang dapat berubah setiap saat. Pada kondisi ini, variable adalah area yang dialokasikan oleh komputer untuk menyimpan
MODUL IV PERULANGAN ( LOOPING )
MODUL IV PERULANGAN ( LOOPING ) beberapa jenis perulangan dalam pemrograman Visual Basic pada umumnya tidak jauh berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, berikut ialah beberapa jenis looping ( perulangan
Struktur kontrol terbagi dalam dua jenis yaitu : Struktur pengambilan keputusan Struktur pengulangan (Loooping)
BAB III STRUKTUR KONTROL Struktur kontrol yang dimiliki oleh visual basic hampir sama dengan bahasa pemograman lainnya. Struktur kontrol merupakan pengaturan aliran program, berbentuk rangkaian perintah
PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR)
LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 4 PEMROGRAMAN WEB PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) Disusun Oleh: Deny Kurniawan Novianto (130533608222) PTI OFF B UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM
UNIVERSITAS GUNADARMA
MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA dan PEMROGRAMAN 2 Versi 3.0 Tahun Penyusunan 2012 Tim Penyusun 1. Diana Ikasari ST., MMSI 2. Widiastuti Skom.,MMSI. 3.Titik Ermawati 4. Georgi A Laboratorium Sistem Informasi
Krisna D. Octovhiana
Cepat Mahir Visual Basic 6.0 [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
For variabel = nilai_awal To nilai_akhir [Step langkah] <Proses dalam pengulangan> Next variable
5 PENGULANGAN 5.1. Pengulangan Dengan For Next Pengulangan proses menggunakan For Next adalah bentuk pengulangan terkendali dengan variabel kendali yang terus berjalan maju atau mundur. Format penulisan
STRUKTUR KENDALI PERULANGAN
STRUKTUR KENDALI PERULANGAN Tujuan Instruksi Khusus : 1. Mengetahui dan memahami tentang perulangan (iterasi) 2. Mengerti perbedaan jenis struktur kendali perulangan Visual Basic 3. Dapat membuat program
MODUL IV CONDITION 1
MODUL IV CONDITION 1 A. TUJUAN Memahami bentuk-bentuk condition Memiliki strategi dalam penggunaan condition Mampu menyelesaikan kasus-kasus yang melibatkan condition B. ALOKASI WAKTU 4 js (4 x 50 menit)
BAB 4 : USER INTERFACE
BAB 4 : USER INTERFACE Setelah selesai pembahasan pada bab ini, diharapkan Anda dapat : Mengenal bentuk form yang dapat digunakan dalam VB Mengenal properti yang berkaitan dengan fasilitas menu Dapat membuat
Danu Wira Pangestu
Pemrograman Database Visual Basic MySQL (bagian 1) Danu Wira Pangestu [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas
Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN
Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN I. Elemen-Elemen Dalam Bahasa Pemrograman Berikut adalah elemen-elemen pada bahasa pemrograman: Berikut adalah element-element pada bahasa pemrograman: 1. Aturan
Visual Basic 6.0 For Beginners
Visual Basic 6.0 For Beginners Febryan Hari Purwanto [email protected] Chapter 6 Alur Program Kondisi Percabangan Sebuah aplikasi harus memiliki alur program yang baik sehingga tidak akan terjadi
Pemrograman Visual. Oleh: Danu Wira Pangestu, S.Kom. bangdanu.wordpress.com
Pemrograman Visual Oleh: Danu Wira Pangestu, S.Kom. Sekilas.NET Framework.NET Framework merupakan suatu kumpulan base class atau juga merupakan suatu set class library untuk mendevelop suatu program. Dengan
VBSCRIPT TUTORIAL. 2. MEMASUKKAN KODE VBSCRIPT KE DALAM HALAMAN HTML Kode VBScript ditulis didalam pasangan tag <SCRIPT>.
VBSCRIPT TUTORIAL 1. APAKAH VBSCRIPT? Microsoft Visual Basic Scripting Edition, salah satu anggota bahasa pemrograman Visual Basic, adalah bahasa pemrograman active scripting, baik untuk web client scripting
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Kuliah : Pemrograman Visual I Bobot SKS, Semester : 3, 2 Program Studi : Manajemen Informatika Pertemuan : 1 Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu membangun sebuah
VARIABEL, OPERATOR DAN EKSPRESI
3 VARIABEL, OPERATOR DAN EKSPRESI 3.1. Variabel Variabel adalah suatu tempat untuk menampung suatu nilai pada memory komputer. Untuk lebih mudah diakses, variabel diberi nama. Nama inilah yang akan menjadi
Andy Prasetyo Utomo, S.Kom Pemrograman Terstruktur (Visual Basic 6.0)
Perulangan dalam Visual Basic 6.0 Perulangan Perulangan (Looping) merupakan suatu indtruksi yang digunakan untuk mengeksekusi sejumlah instruksi program secara berulang-ulang. Perulangan mempunyai peranan
VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM
VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM 1 Variabel, Tipe Data dan Operator PEMROGRAMAN APLIKASI Visual Basic 6.0 Program merupakan kumpulan instruksi yg akan dikerjakan oleh komputer. Program yg kita tulis
Refreshing Materi Kuliah Semester Pendek 2010/2011. Logika dan Algoritma. Heri Sismoro, M.Kom.
Refreshing Materi Kuliah Semester Pendek 2010/2011 Logika dan Algoritma Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Materi 1. Logika Informatika Adalah logika dasar dalam pembuatan algoritma pada
STRUKTUR KENDALI PERCABANGAN
STRUKTUR KENDALI PERCABANGAN Tujuan Instruksi Khusus : 1. Mengetahui dan memahami tentang percabangan (seleksi) 2. Mengerti dan memahami perbedaan jenis struktur kendali percabangan Visual Basic 3. Mampu
Variabel dan Tipe data Javascript
Variabel dan Tipe data Javascript Variabel Pendeklarasian variabel dalam JavaScript dapat di isi dengan nilai apa saja dan juga bersifat opsional. Artinya variabel boleh di deklarasikan ataupun tidak hal
Konstruksi Dasar Algoritma
Konstruksi Dasar Algoritma ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN [IF6110202] Yudha Saintika, S.T., M.T.I. Sub-Capaian Pembelajaran MK Pendahuluan Instruksi dan Aksi Algoritma merupakan deskripsi urutan pelaksanaan
MODUL-MODUL PRAKTIKUM VB.
MODUL-MODUL PRAKTIKUM VB. Net Oleh : CHALIFA CHAZAR MODUL 4 LOOP Tujuan : Mahasiswa bisa mendefinisikan dan menggunakan penggunaan LOOP dalam membuat aplikasi VB.NET Pustaka : Wibowo HR, Enterprise J,
Judul artikel blog : Select Case pada VB Penggunaan Pernyataan Bersyarat untuk menyeleksi suatu kondisi (Select Case) pada Visual Basic
Judul artikel blog : Select Case pada VB Penggunaan Bersyarat untuk menyeleksi suatu kondisi (Select Case) pada Visual Basic Semua Bahasa Pemrograman memiliki operasi untuk pernyataan bersyarat yang menyeleksi
RINGKASAN PEMROGRAMAN QUICK BASIC
RINGKASAN PEMROGRAMAN QUICK BASIC Karakter pada Quick Basic dibagi menjadi empat kelompok yaitu : - Karakter Abjad : A Z dan a z - Karakter Angka : 0 9 - Karakter Khusus :!@#$% ~&*()_+-={}[]: ;,.?^ -
MEMBUAT LAPORAN (DATA REPORT)
1 MEMBUAT LAPORAN (DATA REPORT) Data Report merupakan sebuah desain untuk mencetak laporan dimana memiliki bagian-bagian seperti terlihat pada gambar 1 berikut : Gambar 1. Tampilan Data Report Maksud dari
Pertemuan2 Percabangan & Perulangan pada Python
Pertemuan2 Percabangan & Perulangan pada Python Objektif: 1. Mahasiswa mengetahui percabangan dan perulangan pada Python. 2. Mahasiswa mengetahui bentuk umum dari percabangan dan perulangan pada Python.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Pemrograman Perangkat lunak yang baik dibangun secara terstruktur dan modular. Modular dapat diartikan sebagai bagian bagian yang terpisah pisah dari badan program namun
BAB III Struktur Program
BAB III Struktur Program Setelah mengenal masing-masing bagian pada window utama Visual Basic beserta fungsinya, selanjutnya akan dipelajari struktur yang diperlukan dalam pemrograman bahasa Visual Basic.
Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula
Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula Jubilee Enterprise PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula Jubilee Enterprise 2017, PT Elex Media Komputindo,
PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR
1 PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR Siti Mukaromah, S.Kom TEKNIK PENYAJIAN ALGORITMA Teknik Tulisan Structure English Pseudocode Teknik Gambar Structure Chart HIPO Flowchart 2 PSEUDOCODE Kode
Krisna D. Octovhiana. 1.1 Mengenal Struktur Kontrol.
Cepat Mahir Visual Basic 6.0 [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
Modul Praktikum Ke-1
Bahasa Pemrograman Dasar Fathurrohman 1 Modul Praktikum Ke-1 (Tampilan VB, Event, Property, Objek Kontrol : form, text, label, command) Mengenal Visual Basic (VB) Visual Basic adalah salah satu perangkat
KUPAS TUNTAS PEMROGRAMAN VISUAL BASIC 6.0. Dilengkapi penjelasan Coding. Oleh: Didin Muhidin. Copyright 2016 by DiesAlfatih.
KUPAS TUNTAS PEMROGRAMAN VISUAL BASIC 6.0 Dilengkapi penjelasan Coding Oleh: Didin Muhidin Copyright 2016 by DiesAlfatih Penerbit DiesAlfatih_1453 diesalfatih.blogspot.com [email protected] Desain
BAB I MENGENAL ACTIVE SERVER PAGES
BAB I MENGENAL ACTIVE SERVER PAGES Pokok Bahasan 1. Apa yang Dibutuhkan? 2. Bagaimana ASP Bekerja 3. Lebih Jauh Mengenal ASP Pendahuluan (ASP) adalah bahasa pemrograman lingkungan aplikasi terbuka (open
Percabangan. Danu Wira Pangestu 1. Statemen If...Then. Lisensi Dokumen:
Pemrograman Database Visual Basic MySQL (bagian 2) Danu Wira Pangestu [email protected] www.bangdanu.wordpress.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
BAB PERULANGAN (LOOPING)
9 BAB PERULANGAN (LOOPING) Pada bab ini, akan membahas struktur Perulangan (looping) diantaranya :. FOR. NEXT, WHILE terdiri dari : -DO WHILE LOOP dan -DO.. LOOP WHILE serta UNTIL terdiri dari : -DO UNTIL.
ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S.
ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika Dosen : Asep M. Yusuf, S.T UNIVERSITAS NASIONAL PASIM DAFTAR ISI A. Algoritma Percabangan...
Excel Sebagai Output VB 3.1 Excel Sebagai Output VB
Excel Sebagai Output VB 3.1 Excel Sebagai Output VB Sebagaimana kita ketahui, VB dapat memproses data dari berbagai sumber atau format data, misalnya data dbase, Access, SQL Server, MySQL, dan lain-lain.
BAB V Pengenalan Komponen-Komponen (object) pada VB
BAB V Pengenalan Komponen-Komponen (object) pada VB I. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa memahami komponen-komponen yang ada di VB 2. Mahasiswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang ada di VB serta pengaturan
[Tutorial VB6] Bab 4 Penggunaan Data dan Variabel
[Tutorial VB6] Bab 4 Penggunaan Data dan Variabel 1. Buka Microsoft Visual Basic 6.0. 2. Pada jendela New Project, klik Existing Pilih file Latihan.vbp klik Open 3. Tambahkan form baru ke dalam Project,
Selection, Looping, Branching
Selection, Looping, Branching Struktur If untuk membuat percabangan alur program dengan satu pilihan saja dapat mengatur apakah sebuah perintah akan dijalankan atau tidak tergantung kepada kondisinya setidaknya
Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom
Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal Page 1 / 11 Pengenalan Pascal Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pemrograman
Modul 8. Pokok Bahasan: Class dan Object Field Metode Properti Deklarasi Objek dan Instantiasi Objek Constructor Event Inheritance
Modul 8 Object Oriented Programming dalam Visual Basic 2005 Pokok Bahasan: Class dan Object Field Metode Properti Deklarasi Objek dan Instantiasi Objek Constructor Event Inheritance 8.1 Class dan Object
TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI
TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI A. TIPE DATA Delphi merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang mendukung perancangan terstruktur dan berorientasi Object. Bahasa pemrograman ini berdasarkan
5. Teknik Pengulangan
5. Teknik Pengulangan Counter Teknik kounter dipakai untuk mengontrol pengulangan proses. Pengontrolan ini dilakukan dengan memeriksa isi variabel yang digunakan sebagai kounter, sehingga junlah pengulangan
STATEMEN GO TO DAN IF-THEN. Pertemuan IX
STATEMEN GO TO DAN IF-THEN Pertemuan IX Statemen Alih Kontrol Pada bahasa pemrograman BASIC tidak hanya melakukan eksekusi baris demi baris atau secara berurutan yang tiap barisnya dieksekusi hanya satu
E-Trick Visual Basic 6.0
DISCLAIMER Seluruh dokumen E-Trik di dalam CD ini dapat digunakan dan disebarkan secara bebas untuk tujuan belajar bukan komersial (non-profit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis
Pertemuan 2. Muhadi Hariyanto
Pertemuan 2 Muhadi Hariyanto Variabel Diperlukan dalam pemrograman PHP karena berfungsi sebagai tempat untuk menampung suatu nilai data. Bisa berupa masukan atau keluaran. Tidak diperlukan deklarasi awal
BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1 BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA IDENTIFIER Identifier adalah suatu tanda yang mewakili nama-nama variabel, method, class, dsb. Ingat : Bahasa
PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN
PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN POKOK BAHASAN 1. Pendahuluan 2. Tahapan Pembangunan Program 3. Pengenalan Algoritma 4. Cara Menyajikan Algoritma 5. Data Program 6. Elemen-Elemen Program PENDAHULUAN
Percabangan. 1. Statemen If...Then
Dalam bahasan sebelumnya telah diperkenalkan dasar-dasar Visual Basic. Sudah dicoba kan projectnya?. Nah sekarang anda siap untuk menuju tahap berikutnya yaitu mempelajari konsep percabangan dan perulangan,
OPERASI FILE Operasi File Dalam Visual Basic Membuka File
9 OPERASI FILE 9.1. Operasi File Dalam Visual Basic Visual Basic menyediakan suatu fasilitas untuk membaca, menyimpan dan memperbaiki file data, sehingga memungkinkan untuk memisahkan data dengan program,
