PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk"

Transkripsi

1 LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULANAN YANG BERAKHIR TIDAK DIAUDIT) DAN AUDIT)

2 LAPORAN KEUANGAN UNTUK TIDAK DIAUDIT) DAN AUDIT) DAFTAR ISI Pernyataan Direksi Ekshibit Laporan Posisi Keuangan dan 31 Desember A Laporan Laba Rugi Komprehensif Periode tiga bulan dan B Laporan Perubahan Ekuitas Periode tiga bulan dan C Laporan Arus Kas Periode tiga bulan dan D Catatan atas Laporan Keuangan E

3

4 Ekshibit A Exhibit A LAPORAN POSISI KEUANGAN UNTUK 31 MARET TIDAK AUDIT) DAN 31 DESEMBER AUDIT) Catatan 31 Desember ASET Kas dan setara kas Piutang sewa pembiayaan bersih setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan penurunan nilai masing masing : Rp : Rp Piutang pembiayaan konsumen bersih Setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai masingmasing : Rp : Rp Piutang lainlain Beban dibayar dimuka Aset pajak tangguhan Aset tetap bersih, setelah dikurangi Akumulasi penyusutan masingmasing sebesar : Rp : Rp Investasi pada entitas asosiasi Aset lainlain JUMLAH ASET c Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan

5 LAPORAN POSISI KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET TIDAK AUDIT) DAN 31 DESEMBER AUDIT) Catatan Ekshibit A/2 31 Desember LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Pinjaman bank Akrual Utang pajak Kewajiban imbalan pasca kerja Jumlah Liabilitas EKUITAS Modal saham Nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar saham Ditempatkan dan disetor penuh saham Tambahan modal disetor Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya a Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan

6 Ekshibit B LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF UNTUK TIDAK DIAUDIT) Catatan PENDAPATAN Pembiayaan konsumen Administrasi Sewa pembiayaan Lainlain Jumlah Pendapatan BEBAN Gaji dan tunjangan Umum dan administrasi Beban pemasaran Beban keuangan Kerugian penurunan nilai ) ) ) ) ) Jumlah Beban ) LABA USAHA Bagian Laba rugi) pasca akuisisi entitas asosiasi LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN Pajak Penghasilan LABA TAHUN BERJALAN LABA BERSIH PER SAHAM DASAR ) 14d ) , ) ) ) ) ) ) ) Pendapatan komprehensif lainnya tahun berjalan, setelah pajak TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN ,81 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan

7 Ekshibit C LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE TIGA BULANAN YANG BERAKHIR TIDAK DIAUDIT) Modal saham Saldo pada tanggal 1 Januari Laba bersih tahun berjalan Tambahan modal disetor Saldo laba Telah Belum ditentukan ditentukan penggunaannya penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo pada tanggal Saldo pada tanggal 1 Januari Laba bersih tahun berjalan Saldo pada tanggal Catatan Catatan Catatan 19 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan

8 Ekshibit D LAPORAN ARUS KAS UNTUK Arus kas dari aktivitas operasi Penerimaan kas dari: Transaksi pembiayaan Pendapatan bunga Piutang lainlain Pembayaran kas untuk: Transaksi pembiayaan Beban operasional Beban bunga Pajak penghasilan Hutang pajak ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Kas bersih digunakan untuk aktivitas Operasi ) ) ) ) Arus kas dari aktivitas investasi Perolehan aset tetap ) ) Penerimaan dari penjualan aset tetap Pembayaran kas dividen ) ) Kas bersih digunakan untuk aktivitas Investasi ) ) Arus kas dari aktivitas pendanaan Penerimaan dari pinjaman bank Pelunasan pinjaman bank ) ) Kas bersih diperoleh dari aktivitas Pendanaan Kenaikan bersih kas dan setara kas ) ) Kas dan setara kas awal tahun Kas dan setara kas akhir tahun Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan

9 TIDAK DIAUDIT) AUDIT) Ekshibit E 1. U M U M a. Pendirian dan informasi umum Perusahaan PT Batavia Prosperindo Finance Tbk Perusahaan ), dahulu dikenal sebagai PT Bira Multi Finance, didirikan berdasarkan akta Notaris No. 186 tanggal 12 Desember 1994 dari Djedjem Widjaja, S.H., M.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT TH.94 tanggal 22 Desember 1994 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 12 tanggal 9 Februari 1996, Tambahan No Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 20 Oktober 1999 yang diaktakan oleh Djedjem Widjaja, S.H., M.H., Notaris di Jakarta dengan akta Notaris No. 42 tanggal 21 Desember 1999, pemegang saham Perusahaan menyetujui perubahan nama Perusahaan menjadi PT Bina Multi Finance. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Perundangundangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C5143HT TH.2000 tanggal 6 Maret Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan tanggal 16 Maret 2007 dan diaktakan oleh Sugito Tedjamulja, S.H., Notaris di Jakarta, dengan akta Notaris No. 71, pemegang saham Perusahaan menyetujui perubahan nama Perusahaan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Perundangundangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W HT TH.2007 tanggal 4 April 2007 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal 29 Mei Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 80 tanggal 21 September 2011 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Direksi. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 29 November Kantor pusat Perusahaan terletak di Gedung Plaza Chase, Lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta. Pada tanggal dan, Perusahaan memiliki 40 dan 35 jaringan usaha yang terdiri dari kantor cabang dan kantor perwakilan. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah di bidang sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan kartu kredit. Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 90/KMK.017/1995 tanggal 15 Februari 1995 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun b. Penawaran umum saham Perusahaan Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan akta Notaris No. 156 tertanggal 21 Oktober 2008 yang diaktakan oleh Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi., Notaris di Jakarta, dengan Akta No. 156, pemegang saham perusahaan dengan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan memutuskan untuk merubah seluruh anggaran dasar Perusahaan, antara lain sehubungan dengan persetujuan atas perubahan nama Perusahaan menjadi PT Batavia Prosperindo Finance Tbk; dalam rangka Penawaran Umum Saham kepada Masyarakat melalui Pasar Modal, dengan memperhatikan peraturan perundangundangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU78289.AH Tahun 2008 tanggal 24 Oktober 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 33 tanggal 24 April 2009, Tambahan No

10 Ekshibit E/2 1. U M U M Lanjutan) b. Penawaran umum saham Perusahaan Lanjutan) Perubahan terakhir atas anggaran dasar Perusahaan dilakukan berdasarkan akta Notaris No. 45 tertanggal 7 Agustus 2009 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi., menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan BapepamLK) No. IX.J.1 tanggal 14 Mei 2008 tentang PokokPokok Anggaran Dasar Perseroan yang melakukan Penawaran Umum Efek bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari PT Bursa Efek Indonesia berdasarkan suratnya No. PengP00111/BEI.PSJ/P/ tanggal 25 Mei 2009 dan No. Peng0002/BAI/ CAT/P/Jun2009 tanggal 1 Juni 2009 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham kepada Masyarakat sejumlah saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 110 per saham. c. Dewan Komisaris dan Direksi Pada tanggal dan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris Independen) Direktur Utama Direktur Keuangan Independen) Irena Istary Iskandar Irena Istary Iskandar Desti Liliati Desti Liliati Markus Dinarto Pranoto Markus Dinarto Pranoto Indah Mulyawan Indah Mulyawan Ruang lingkup Direktur Utama mencakup bidang hukum dan sumber daya manusia, ruang lingk Direktur Pemasaran mencakup bidang pemasaran dan operasional, dan ruang lingkup Direkt Keuangan Independen) mencakup bidang keuangan dan akuntansi. Susunan Komite Audit dan Manajemen Risiko Perusahaan pada tanggal dan 20 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota Desti Liliati Emanuel Handoyo Pranadjaja Jimmy Cakranegara Desti Liliati Emanuel Handoyo Pranadjaja Jimmy Cakranegara Pada tanggal dan, Perusahaan mempekerjakan masingmasing sebanyak 586 dan 570 karyawan tetap Tidak diaudit).

11 Ekshibit E/3 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia PSAK ), termasuk Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ISAK ) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik yang terdapat dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan BapepamLK) No. KEP347/BL/ pada tanggal 25 Juni yang menggantikan Keputusan Ketua BapepamLK No. KEP554/BL/2010 pada tanggal 30 Desember 2010 tentang Perubahan Keputusan Ketua Bapepam No. KEP06/PM/2000 pada tanggal 13 Maret 2000 tentang Perubahan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan kecuali sebagaimana diungkapkan pada kebijakan akuntansi dibawah ini. Laporan keuangan Perusahaan disajikan dalam Indonesia Rupiah IDR atau Rp ) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Perubahan Kebijakan Akuntansi Kebijakan akuntansi yang diterapkan konsisten dengan tahun keuangan sebelumnya, kecuali untuk penerapan PSAK dan ISAK baru dan revisi yang berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari. Perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan telah dibuat sesuai kebutuhan, sesuai dengan ketentuan transisi yang relevan dalam PSAK dan ISAK masingmasing. Penerapan PSAK Revisi dan ISAK Baru dan Revisi PSAK revisi dan ISAK baru berikut ini, yang berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai 1 Januari, yang telah diterapkan dan mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan adalah sebagai berikut: PSAK 24 Revisi 2010), "Imbalan Kerja", menggantikan PSAK 24 Revisi 2004), "Imbalan Kerja", mensyaratkan pengungkapan tambahan untuk memberikan informasi mengenai tren atas aset dan kewajiban dalam program imbalan pasti dan asumsi yang mendasari komponen dari biaya imbalan pasti. Perubahan ini berdampak terhadap penambahan pengungkapan dan perubahan atas pengakuan dan pengukuran, ketika Perusahaan memilih untuk menerapkan opsi baru yang ditawarkan untuk mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial di dalam pendapatan komprehensif lainnya. Perubahan kebijakan akuntansi diakui sesuai dengan ketentuan transisi PSAK 24 Revisi 2010). Ketentuan transisi ini adalah untuk mengakui saldo keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui pada awal penerapan pernyataan ini akibat dari pendekatan koridor dalam pendapatan komprehensif lain. Dampak transisi atas penerapan PSAK 24 Revisi 2010) terhadap saldo awal laporan posisi keuangan Perusahaan pada tanggal 1 Januari adalah sebagai berikut:

12 Ekshibit E/4 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Lanjutan) Perubahan Kebijakan Akuntansi Lanjutan) Penyesuaian transisi/ Transitional adjustments Nilai dilaporkan/ As reported Aset: Aset pajak tangguhan Catatan 14c) Liabilitas: Kewajiban manfaat pasca kerja Catatan 15) Ekuitas: Saldo laba belum Ditentukan Penggunaaannya Nilai disesuaikan/ As adjusted ) PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan" menggantikan persyaratan pengungkapan dalam PSAK 50, "Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan," mensyaratkan pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan dan sifat dan tingkat risiko yang timbul dari instrumen keuangan tersebut. Pengungkapan baru disertakan di dalam seluruh laporan keuangan. Standar ini diterapkan secara prospektif sesuai dengan ketentuan transisinya. Oleh karena itu, Perusahaan tidak perlu menyajikan informasi komparatif untuk pengungkapan yang disyaratkan oleh standar ini. PSAK revisi dan ISAK baru berikut ini, yang berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai 1 Januari, yang telah diterapkan tetapi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan: PSAK 10 Revisi 2009), "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing", yang menggantikan PSAK ), "Transaksi dalam Mata Uang Asing", PSAK ), "Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing", PSAK ), "Mata Uang Pelaporan" dan ISAK ), "Alternatif Perlakuan yang Diizinkan atas Selisih Kurs", mengharuskan perusahaan untuk menentukan mata uang fungsional dan mengukur hasil dan posisi keuangan dalam mata uang tersebut. Prosedur translasi ditentukan ketika mata uang presentasi yang digunakan untuk pelaporan berbeda dengan mata uang fungsional Perusahaan. PSAK 16 Revisi 2011), "Aset Tetap", yang menggantikan PSAK 16 Revisi 2007), "Aset Tetap," tidak termasuk didalamnya aset tetap diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58, "Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan "dan pengakuan dan pengukuran aset eksplorasi dan evaluasi dalam lingkup tersebut. PSAK revisi ini tidak memiliki dampak terhadap laporan keuangan.

13 Ekshibit E/5 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Lanjutan) Perubahan Kebijakan Akuntansi Lanjutan) PSAK 30 Revisi 2011), Sewa, yang menggantikan PSAK 30 Revisi 2007), Sewa, memberikan panduan tambahan untuk elemen tanah dan bangunan dalam perjanjian sewa yang harus diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi secara terpisah, dengan mempertimbangkan sifat tanah pada umumnya memiliki umur ekonomis yang tidak terbatas. PSAK revisi ini tidak memiliki dampak terhadap laporan keuangan. PSAK 46 Revisi 2010), Pajak Penghasilan, yang menggantikan PSAK ), Akuntansi Pajak Penghasilan, mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk pemulihan penyelesaian) jumlah tercatat aset liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan; serta transaksitransaksi dan kejadiankejadian lain pada periode kini yang diakui pada laporan keuangan. PSAK 50 Revisi 2011), "Instrumen Keuangan: Penyajian," yang menggantikan PSAK 50 Revisi 2006), "Penyajian dan Pengungkapan", memberikan panduan tambahan untuk klasifikasi instrumen keuangan puttable dan kewajiban yang timbul hanya pada saat likuidasi. Beberapa instrumen keuangan yang saat ini memenuhi definisi liabilitas keuangan akan diklasifikasikan sebagai ekuitas karena mereka mewakili kepentingan yang tersisa dalam aset bersih entitas PSAK revisi ini tidak memiliki dampak terhadap laporan keuangan. PSAK 55 Revisi 2011), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran", yang menggantikan PSAK 55 Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran," memperbolehkan entitas untuk: 1) mengklasifikasikan aset keuangan nonderivatif selain dari yang ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi oleh entitas pada saat pengakuan awal) dari kategori nilai wajar melalui laporan laba rugi jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dalam keadaan tertentu, dan 2) pengalihan dari kategori tersedia untuk dijual ke kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Aset keuangan yang akan memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang jika aset keuangan belum ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual), jika entitas memiliki maksud dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan di masa mendatang. Revisi standar ini tidak berdampak terhadap laporan keuangan. PSAK 56 Revisi 2010), Laba per Saham, yang menggantikan PSAK ), Laba per Saham, memberikan panduan tambahan untuk: 1) laba bersih per saham berdasarkan perhitungan laba atau rugi yang mungkin didistribusikan atau jika disajikan, laba atau rugi pada operasi normal yang berkelanjutan bagi pemegang saham biasa atas entitas induk; 2) kontrak yang dapat diselesaikan dengan saham biasa atau kas; dan 3) opsi jual yang diterbitkan. Revisi standar ini tidak berdampak terhadap laporan keuangan.

14 Ekshibit E/6 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Lanjutan) Perubahan Kebijakan Akuntansi Lanjutan) ISAK ), Hak atas tanah, yang diterbitkan seubungan dengan dicabutnya PSAK ), Akuntansi Tanah, melalui PSAK 16 Revisi 2011), Aset Tetap. Interprestasi ini diterapkan untuk akuntansi tanah oleh entitas yang memiliki hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai. Masalahmasalah spesifik yang ditujukan oleh interpretasi ini adalah: 1) biaya perolehan atas tanah yang diperoleh melalui hak guna usaha,hak guna bangunan dan hak pakai diakui sesuai dengan PSAK 16 Revisi 2011), Aset Tetap, 2) biaya perolehan tanah tidak didepresiasi kecuali terdapat bukti berlawanan yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau memungkinkan, 3) biaya awal untuk memperoleh hak legal terhadap tanag diakui sebagai bagian dari pembiayaan perolehan tanah, dan 4) biayabiaya yang berkaitan dengan perpanjangan dan pembaharuan hak tersebut diakui sebagai asset tak berwujud dan diamortisasi berdasarkan umur mana yang terlebih dahulu antara masa atas hak tanah dan masa manfaat ekonomis tanah sesuai dengan PSAK 19 Revisi 2010), Aset Tak Berwujud. Berikut ini adalah PSAK revisi dan baru dan ISAK baru yang berlaku efektif pada tahun yang tidak relevan dengan Perusahaan: PSAK 13 Revisi 2011), Properti Investasi PSAK 18 Revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK 26, Biaya Pinjaman PSAK 28 Revisi 2010), Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian PSAK 33 Revisi 2010), Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum PSAK 34 Revisi 2010), Kontrak Konstruksi PSAK 36 Revisi 2010), Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa PSAK 53, Pembayaran Berbasis Saham PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah PSAK 62, Kontrak Asuransi PSAK 63, Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi PSAK 64, Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri ISAK 15, PSAK 25 Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya ISAK 16, Pengungkapan Perjanjian Konsesi Jasa ISAK 18, Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 19, Pendekatan Penerapan Penyajian Kembali dalam PSAK 63, Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi ISAK 20, Pajak Penghasilan Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya ISAK 23, Sewa Operasi Insentif ISAK 24, Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa ISAK 26, Penilaian Ulang Derivatif Melekat

15 Ekshibit E/7 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Lanjutan) Perubahan Kebijakan Akuntansi Lanjutan) PSAK baru dan revisi dan ISAK baru yang telah diterbitkan tetapi belum berlaku efektif Perusahaan belum menerapkan PSAK revisi berikut ini yang telah diterbitkan tetapi akan berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari atau setelah: PSAK 38 Revisi ), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Perusahaan sedang dalam proses menentukan dampak atas PSAK revisi yang telah diterbitkan tetapi belum berlaku efektif terhadap laporan keuangan. b. Kas dan Setara Kas Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung, dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari uang kas, uang yang ditempatkan di bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu 3 tiga) bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya. Pengakuan danpengukuran atas kas dan setara kas, lihat Catatan 2c. c. Aset Keuangan Aset keuangan diakui dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen keuangan Pengukuran dan pengakuan awal Ketika aset keuangan diakui pertama kali, aset keuangan tersebut diukur pada nilai wajar, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi langsung yang dapat diatribusikan. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, apabila diizinkan dan jika diperbolehkan dan sesuai, mengevaluasi kembali penetapan tujuan ini pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan perusahaan termasuk kas dan setara kas, piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, piutang lainlain, dan asset lainlain. Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

16 Ekshibit E/8 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) c. Aset Keuangan Lanjutan) Pengukuran setelah pengakuan awal Pinjaman yang diberikan dan piutang merupakan aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau yang telah ditentukan yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Pinjaman yang diberikan dan piutang tersebut timbul terutama berasal dari penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan misalnya piutang usaha), tetapi juga menggabungkan jenis lain dari kontrak aset moneter. Aset tersebut dinilai pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai. Keuntungan dan kerugiannya diakui di dalam laporan laba rugi ketika pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, sebagaimana halnya melalui proses amortisasi. Penghentian pengakuan Suatu aset keuangan dihentikan pengakuannya apabila hak untuk menerima arus kas aset telah berakhir. Pada penghentian suatu aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara nilai tercatat dengan jumlah yang akan diterima diakui di dalam laporan laba rugi. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan adalah jumlah aset keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya d. Akuntansi Pembiayaan Konsumen Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, dan setelah pengakuan awal, dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif lihat Catatan 2c). Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok pembiayaan, yang diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu kontrak berdasarkan tingkat suku bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen. Piutang pembiayaan konsumen yang pembayaran angsurannya menunggak lebih dari 90 sembilah puluh) hari diklasifikasikan sebagai piutang bermasalah dan pendapatan pembiayaan konsumen diakui pada saat pendapatan tersebut diterima cash basis). Bila terjadi wanprestasi, piutang pembiayaan konsumen dapat diselesaikan dengan menjual kendaraan yang dibiayai oleh Perusahaan, seperti yang dijelaskan pada Catatan 2k.

17 Ekshibit E/9 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) d. Akuntansi pembiayaan konsumen Lanjutan) Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan keuntungan yang timbul diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 210 dua ratus sepuluh) hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lainlain pada saat diterima. e. Akuntansi Sewa Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Perusahaan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa bersih. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan penghasilan sewa pembiayaan. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih Perusahaan sebagai lessor dalam sewa pembiayaan. f. Pembiayaan Bersama Dalam pembiayaan bersama antara Perusahaan dan penyedia fasilitas pembiayaan bersama, Perusahaan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada konsumen dibandingkan tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian pembiayaan bersama dengan penyedia fasilitas pembiayaan bersama. Untuk pembiayaan bersama dengan tanggung renteng recourse), seluruh jumlah angsuran dari pelanggan dicatat sebagai piutang pembiayaan konsumen, sedangkan kredit yang diberikan oleh penyedia dana dicatat sebagai pinjaman yang diterima pendekatan bruto). Bunga yang dikenakan kepada pelanggan dicatat sebagai pendapatan pembiayaan konsumen dan bunga yang dikenakan oleh penyedia dana dicatat sebagai beban bunga di laporan laba rugi. Untuk pembiayaan bersama tanpa tanggung renteng without recourse), hanya porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai Perusahaan yang dicatat sebagai piutang pembiayaan konsumen di laporan posisi keuangan pendekatan neto). Pendapatan pembiayaan konsumen disajikan di laporan laba rugi setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak pihakpihak lain yang berpartisipasi pada transaksi pembiayaan bersama tersebut.

18 Ekshibit E/10 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) g. Penurunan Nilai Aset Keuangan Lanjutan) Perusahaan menentukan bukti penurunan nilai atas piutang pembiayaan konsumennya secara kolektif karena manajemen yakin bahwa piutang pembiayaan konsumen ini memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa. Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, Perusahaan menggunakan model statistik dari tren historis atas probabilitas wanprestasi, waktu pemulihan kembali dan jumlah kerugian yang terjadi, yang disesuaikan dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah kondisi ekonomi dan kredit terkini sedemikian rupa sehingga dapat mengakibatkan kerugian aktual yang jumlahnya akan lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah yang ditentukan oleh model historis. Tingkat wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu yang diharapkan untuk pemulihan di masa datang akan diperbandingkan secara berkala terhadap hasil aktual untuk memastikan estimasi tersebut masih memadai. Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui menyebabkan kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan melalui laporan laba rugi. h. Beban Dibayar Dimuka Beban dibayar di muka dibebankan selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. i. Investasi pada Entitas Asosiasi Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Perusahaan memiliki pengaruh signifikan, namun tidak mengendalikan, atas kebijakan keuangan dan operasi entitas tersebut. Pengaruh signifikan dianggap ada jika Perusahaan memiliki antara 20% dan 50% dari hak suara entitas lainnya. Investasi pada perusahaan anak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dan pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Biaya atas investasi tersebut meliputi biaya transaksi. j. Aset Tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Sebagaimana harga pembelian, biaya perolehan meliputi biaya yang dapat diatribusikan langsung dan estimasi nilai kini atas biaya pembongkaran dan pemindahan barangbarang di masa depan yang tidak dapat dihindari. Liabilitas yang terkait diakui di dalam provisi. Perusahaan menerapkan model biaya di dalam pengakuan selanjutnya atas aset tetap. Aset tetap diakui sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai.

19 Ekshibit E/11 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) j. Aset Tetap Lanjutan) Tanah tidak disusutkan. Penyusutan diterapkan terhadap semua aset tetap lainnya sehingga menghapusbukukan nilai tercatat aset tetap selama taksiran masa manfaat ekonomisnya. Penyusutan disajikan dengan tarif sebagai berikut: Bangunan/Building Inventaris kantor/office equipment Kendaraan/Vehicle 5% per tahun garis lurus 20% 25% per tahun garis lurus 20% per tahun garis lurus Beban penyusutan dibebankan ke laporan laba rugi selama periode tahun buku dimana beban tersebut terjadi. Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke laporan laba rugi selama periode tahun buku dimana terjadinya beban tersebut. Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan ditelaah pada tiap akhir periode pelaporan, dan disesuaikan secara prospektif, sesuai dengan keadaan. Ketika terdapat indikasi penurunan nilai, nilai tercatat aset dinilai dan segera dicatat berdasarkan jumlah terpulihkan. Keuntungan atau kerugian atas pelepasan aset tetap ditentukan dengan membandingkan penerimaan dengan nilai tercatat dan dicatat ke dalam laporan laba rugi dari operasi. k. Agunan yang Diambil Alih Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian piutang pembiayaan konsumen dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen terkait atau nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih. Selisih antara nilai tercatat dan nilai realisasi bersih dicatat sebagai penyisihan penurunan nilai atas agunan yang diambil alih dan dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Perusahaan menerima kendaraan dari konsumen dan membantu untuk menjual kendaraan tersebut sehingga konsumen dapat melunasi utang pembiayaan konsumennya. Beban sehubungan dengan perolehan dan pemeliharaan agunan yang diambil alih tersebut dibebankan pada saat terjadinya. Konsumen memberi kuasa kepada Perusahaan untuk menjual agunan yang diambil alih ataupun melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian piutang pembiayaan konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai penjualan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

20 Ekshibit E/12 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) l. Penurunan Nilai Aset NonKeuangan Tidak Termasuk Aset Pajak Tangguhan) Perusahaan menilai pada tiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada aset. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai, atau ketika penilaian penurunan nilai bagi aset secara tahunan disyaratkan, Perusahaan membuat estimasi nilai terpulihkan aset. Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi dibandingkan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset atau unit penghasil kas dan nilai pakainya dan ditentukan sebagai suatu aset individual, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset lain. Di dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas yang diharapkan diperoleh dari aset didiskontokan terhadap nilai kininya dengan menggunakan suku bunga diskon sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu uang dan risiko spesifik aset. Di dalam menilai nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, dibutuhkan model penilaian yang tepat. Ketika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dicatat sebesar nilai terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba rugi kecuali aset yang relevan dinilai pada jumlah yang direvaluasi, yang dalam hal ini kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi. Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal pelaporan apabila terdapat segala indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya sudah tidak ada lagi atau mengalami penurunan. Suatu kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya, dipulihkan nilainya jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan aset sejak pengakuan terakhir kerugian penurunan nilai. Apabila demikian kondisinya, nilai tercatat aset meningkat pada jumlah terpulihkannya. Kenaikan tersebut tidak dapat melebihi nilai tercatat yang telah ditentukan, setelah dikurangi penyusutan, tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya. Pemulihan nilai tersebut diakui di dalam laporan laba rugi kecuali aset tersebut diukur pada jumlah revaluasian, yang dalam hal ini diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. m. Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan menjadi bagian ketentuan kontraktual instrumen keuangan. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal, seluruh liabilitas keuangan Perusahaan dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan lainnya. Liabilitas keuangan lainnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya, dan melalui proses amortisasi. Yang termasuk liabilitas keuangan lainnya adalah sebagai berikut: i. Pinjaman bank pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang secara langsung terkait dengan penerbitan instrumen. Liabilitas tersebut selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, yang memastikan bahwa setiap beban bunga sampai dengan pembayaran adalah pada tingkat yang konstan atas saldo dari liabilitas yang disajikan dalam laporan posisi keuangan. Beban bunga dalam konteks ini meliputi biaya transaksi awal dan premi yang dibayarkan pada jatuh tempo, serta utang bunga atau kupon dibayar ketika liabilitas tersebut belum dilunasi.

21 Ekshibit E/13 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) m. Liabilitas Keuangan Lanjutan) ii. Akrual, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban atas liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau berakhir. Ketika sebuah liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau ketentuan liabilitas keuangan yang ada secara substansial dimodifikasi, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat yang terkait diakui dalam laporan laba rugi. n. Imbalan Kerja Imbalan Pasca Kerja Program imbalan pasti Sesuai dengan Undangundang Tenaga Kerja yang berlaku di Indonesia, perusahaan yang beroperasi di Indonesia menyelenggarakan program imbalan pasti manfaat pasca kerja kepada para karyawannya. Penyisihan imbalan pascakerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan asumsi aktuarial dibebankan atau dikreditkan sebagai pendapatan komprehensif lainnya pada periode di mana mereka timbul. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi vested, dan sebaliknya akan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode ratarata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan sehubungan dengan program pensiun imbalan pasti adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi dengan nilai wajar aset program, serta disesuaikan dengan biaya jasa lalu yang belum diakui. Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual. o. Pengakuan Pendapatan dan Beban o.1. pendapatan Pembiayaan Konsumen dan Sewa Pembiayaan, Pendapatan Bunga dan Beban Bunga Pendapatan pembiayaan konsumen, sewa pembiayaan, pendapatan bunga dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen

22 Ekshibit E/14 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) o. Pengakuan Pendapatan dan Beban lanjutan) o.1. pendapatan Pembiayaan Konsumen dan Sewa Pembiayaan, Pendapatan Bunga dan Beban Bunga lanjutan) keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian di masa mendatang. Perhitungan suku bunga efektif mencakup seluruh biaya dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, termasuk biaya transaksi. o.2. Pendapatan Lainlain Pendapatan administrasi diakui pada saat perjanjian pembiayaan konsumen ditandatangani. Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti diakui pada saat denda keterlambatan dan pinalti diterima. o.3. Beban Beban diakui dengan metode akrual. p. Perpajakan Pajak kini Aset dan/atau liabilitas pajak kini terdiri dari kewajiban kepada, atau klaim dari kantor pelayanan pajak terkait dengan periode kini dan periode sebelumnya pelaporan yang belum dibayar pada tanggal laporan posisi keuangan. Aset dan/atau liabilitas pajak kini dihitung sesuai dengan tarif pajak dan ketentuan perpajakan yang berlaku pada periode fiskal yang terkait, berdasarkan laba kena pajak periode berjalan. Semua perubahan aset atau liabilitas pajak kini diakui sebagai komponen beban pajak penghasilan di dalam laporan laba rugi komprehensif. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui bagi perbedaan temporer antara basis komerial dan basis fiscal dan liabilitas pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui bagi seluruh perbedaab temporer yang dapat dikurangi yang memiliki kemungkinan tersedianya laba kena pajak di masa depan terhadap perbedaan temporer yang dapat dikurangkan yang dapat diutilisasi. Liabilitas pajak tangguhan diakui bagi seluruh perbedaan kena pajak temporer. Manfaat pajak dimasa depan, seperti saldo rugi fiscal yang belum dugunakan juga diakui apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal laporan posisi keuangan dan diturunkan apabila jumlah laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui diukur kembali pada setiap tanggal laporan posisi keuangan dan diakui apabila terdapat kemungkinan pendapatan kena pajak di masa depan memulihkan aset pajak tangguhan. Jumlah aset atau liabilitas ditentukan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal pelaporan dan diharapkan berlaku pada saat liabilitas/aset) pajak tangguhan diselesaikan/dipulihkan). Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus apabila Perusahaan memiliki hak berkekuatan hukum untuk saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini.

23 Ekshibit E/15 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) p. Perpajakan Lanjutan) Perpajakan lainnya Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima dan/atau, jika mengajukan keberatan dan/atau banding oleh Perusahaan, ketika hasil dari keberatan dan/atau banding tersebut telah ditetapkan. q. Laba Bersih per Saham Pada tanggal laporan posisi keuangan, laba bersih per saham dihitung berdasarkan laba bersih dibagi dengan jumlah ratarata tertimbang dari modal saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. r. Provisi Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban legal maupun konstruktif sebagai hasil peristiwa lalu, yaitu kemungkinan besar arus keluar sumber daya ekonomi diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dan suatu estimasi terhadap jumlah dapat dilakukan. Provisi ditelaah pada akhir tiap periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik. Apabila tidak ada lagi kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban, maka provisi tersebut dipulihkan. Apabila dampak nilai waktu uang adalah material, maka provisi didiskontokan dengan menggunakan tarif sebelum pajak, jika lebih tepat, untuk mencerminkan risiko spesifik liabilitas. Ketika pendiskontoan digunakan, kenaikan provisi terkait dengan berlalunya waktu diakui sebagai beban keuangan. s. Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing Transaksi di dalam mata uang asing diukur dengan mata uang fungsional Perusahaan dan dicatat pada tanggal awal pengakuan mata uang fungsional pada kurs nilai tukar yang mendekati tanggal transaksi. Aset dan liabilitas moneter dinyatakan dalam mata uang asing yang dijabarkan pada kurs nilai tukar pada akhir periode pelaporan. Itemitem non moneter yang diukur pada biaya historis di dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar pada tanggal transaksi awal. Itemitem non moneter yang diukur pada nilai wajar di dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar pada tanggal di mana nilai wajar ditentukan. Selisih nilai tukar yang timbul dari penyelesaian itemitem moneter atau pada itemitem non moneter yang dijabarkan atau pada itemitem moneter yang dijabarkan pada akhir periode pelaporan, diakui di dalam laporan laba rugi.

24 Ekshibit E/16 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) t. Pihak Berelasi Untuk tujuan penyajian laporan keuangan ini, suatu pihak disebut sebagai pihak berelasi terhadap Perusahaan, apabila: i. ii. iii. iv. v. vi. entitas tersebut, baik secara langsung maupun tak langsung melalui satu atau lebih perantara, untuk mengendalikan Perusahaan atau melakukan pengaruh signifikan terhadap Perusahaan di dalam membuat keputusan kebijakan keuangan dan operasional, atau memiliki pengendalian bersama terhadap Perusahaan; Perusahaan dan entitas tersebut adalah subjek pengendalian bersama; entitas tersebut adalah entitas asosiasi Perusahaan atau ventura bersama di mana Perusahaan adalah venturer; pihak tersebut adalah anggota personel manajemen kunci atau anggota keluarga dekat individu yang bersangkutan, atau merupakan entitas di bawah pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan Perusahaan; pihak tersebut adalah anggota keluarga dekat pihak yang disebut pada butir i) atau merupakan entitas di bawah pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan individu tersebut; atau pihak tersebut merupakan program imbalan pasca kerja yang merupakan manfaat karyawan atau merupakan entitas yang berelasi dengan pihak berelasi dengan Perusahaan. Anggota keluarga dekat merupakan individu anggota keluarga yang diharapkan mempengaruhi, atau dipengaruhi oleh orang, dalam hubungan mereka dengan entitas. u. Segmen Operasi Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebutdan menilai kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional termasuk halhal yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan dengan basis yang wajar. Perusahaan menentukan dan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang secara internal diberikan kepada pengambilan keputusan operasional. v. Kontinjensi Liabilitas kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan. Liabilitas kontinjensi diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi adalah kecil. Aset kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan, namun diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan jika terdapat kemungkinan suatu arus masuk manfaat ekonomis mengalir ke dalam entitas.

25 Ekshibit E/17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Lanjutan) w. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Peristiwa setelah periode pelaporan menyajikan bukti kondisi yang terjadi pada akhir periode pelaporan peristiwa penyesuai) yang dicerminkan di dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah periode pelaporan yang bukan merupakan peristiwa penyesuai, diungkapkan di dalam catatan laporan keuangan bila material. x. Hirarki Pengukuran Nilai Wajar Perusahaan mengukur nilai wajar dengan menggunakan hirarki dari metode berikut ini: i. Harga kuotasi di pasar yang aktif untuk instrumen keuangan yang sejenis. Tingkat 1) ii. Teknik penilaian berdasarkan input yang dapat diobservasi. Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen keuangan yang dinilai dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen yang sejenis; harga kuotasi untuk instrumen keuangan yang sejenis di pasar yang kurang aktif; atau teknik penilaian lainnya dimana seluruh input signifikan yang digunakan dapat diobservasi secara langsung ataupun tidak langsung dari data yang tersedia di pasar. Tingkat 2) iii. Teknik penilaian yang menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi. Termasuk dalam kategori ini adalah semua instrumen dimana teknik penilaiannya menggunakan input yang bukan merupakan data yang dapat diobservasi dan input yang tidak dapat diobservasi tersebut dapat memiliki dampak signifikan terhadap penilaian instrumen keuangan. Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen yang dinilai berdasarkan harga kuotasi untuk instrumen yang sejenis dimana terdapat penyesuaian signifikan yang tidak dapat diobservasi atau asumsiasumsi yang diperlukan untuk mencerminkan selisih antara instrumen keuangan yang diperbandingkan. Tingkat 3) Tingkat hirarki nilai wajar di mana aset keuangan atau liabilitas keuangan dikategorikan, ditentukan atas dasar input tingkat terendah yang signifikan untuk pengukuran nilai wajar. Aset keuangan dan kewajiban keuangan diklasifikasikan secara keseluruhan menjadi hanya satu dari tiga tingkatan.

26 Ekshibit E/18 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN Penyajian laporan keuangan Perusahaan memerlukan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan. Namun demikian, ketidakpastian tentang asumsi dan estimasi ini dapat mengakibatkan hasil penyesuaian materi untuk nilai buku aset atau liabilitas yang berpengaruh pada periode di masa depan. a. Pertimbangan di Dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Di dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah melakukan pertimbanganpertimbangan, terpisah dari masalah estimasi, yang memiliki dampak signifikan terhadap jumlah yang diakui di dalam laporan keuangan: i. Pajak penghasilan Perusahaan memiliki eksposur atas pajak penghasilan. Pertimbangan signifikan dilakukan di dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan. Ada beberapa transaksi dan komputasi di mana penentuan akhir perpajakan adalah tidak pasti didalam kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitias atas isu pajak yang diharapkan berdasarkan estimasi apakah penambahan pajak akan jatuh tempo. Pada saat hasil final perpajakan berbeda dari jumlah yang sebelumnya diakui, maka selisih tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan kini dan provisi pajak tangguhan di dalam periode dimana penentuan tersebut dibuat. Jumlah tercatat liabilitas pajak kini dan aset pajak tangguhan Perusahaan bersih pada akhir periode pelaporan adalah Rp danrp untuk tahuntahun yang berakhir masingmasing pada tanggal 31 Desember dan 31 Desember ii. Penentuan Mata Uang Fungsional Dalam menentukan mata uang fungsional Perusahaan, penilaian diperlukan untuk menentukan mata uang yang terutama mempengaruhi seluruh transaksi jasa yang diberikan dan biaya yang dikeluarkan Perusahaan. iii. Penilaian Instrumen Keuangan Nilai wajar dari aset keuangan dan kewajiban keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada kuotasi harga pasar. Untuk seluruh instrumen keuangan lainnya, Perusahaan menentukan nilai wajar menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian termasuk model nilai tunai dan arus kas yang didiskontokan, dan perbandingan dengan instrumen yang sejenis dimana terdapat harga pasar yang dapat diobservasi. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian dapat termasuk suku bunga bebas risiko riskfree) dan suku bunga acuan, credit spread dan variabel lainnya yang digunakan dalam mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi, kurs mata uang asing, serta tingkat kerentanan dan korelasi harga yang diharapkan. Tujuan dari teknik penilaian adalah penentuan nilai wajar yang mencerminkan harga dari instrumen keuangan pada tanggal pelaporan yang akan ditentukan oleh para partisipan di pasar dalam suatu transaksi yang wajar.

27 Ekshibit E/19 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN Lanjutan) b. Sumber Utama Ketidakpastian Estimasi Asumsi utama berkenaan dengan sumber utama dan sumber lainnya ketidakpastian estimasi di masa depan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku mendatang, didiskusikan di bawah. i. Masa Manfaat Aset Tetap Biaya aset tetap disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset tetap. Manajemen memperkirakan masa manfaat aset tetap adalah 4 20 tahun. Hal ini sesuai taksiran masa manfaat yang umum diaplikasikan pada industri. Perubahan tingkat yang diharapkan dalam penggunaan dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat peralatan dan nilai sisa atas asetaset tersebut, oleh karena itu, biaya penyusutan di masa yang akan datang dapat saja berubah. Nilai tercatat aset tetap pada akhir periode pelaporan diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan keuangan. ii. Aset Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan diakui untuk semua kerugian fiskal yang belum dipergunakan yang memiliki kemungkinan tersedianya laba kena pajak terhadap kerugian yang dapat dikurangkan akan dapat diutilisasi. Pertimbangan manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan perbedaan temporer dan tingkat laba fiskal di masa depan bersamasama dengan strategi perencanaan pajak masa depan. Nilai tercatat aset pajak tangguhan Perusahaan pada akhir periode pelaporan diungkapkan dalam catatan 14c atas laporan keuangan. iii. Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan di Catatan 2g. Evaluasi penyisihan kerugian penurunan nilai secara kolektif mencakup kerugian kredit yang melekat pada portofolio piutang pembiayaan konsumen dengan karakteristik ekonomi yang serupa ketika terdapat bukti obyektif bahwa telah terjadi penurunan nilai piutang dalam portofolio tersebut, namun penurunan nilai secara individu belum dapat diidentifikasi. Dalam menentukan perlunya untuk membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai secara kolektif, manajemen mempertimbangkan faktorfaktor seperti kualitas kredit, besarnya portofolio, konsentrasi kredit, dan faktorfaktor ekonomi. Dalam mengestimasi penyisihan yang dibutuhkan, asumsiasumsi dibuat untuk menentukan model kerugian bawaan dan untuk menentukan parameter input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman historis dan keadaan ekonomi saat ini. Ketepatan dari penyisihan ini bergantung pada asumsi model dan parameter yang digunakan dalam penentuan penyisihan kolektif. Nilai tercatat aset penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan pada akhir periode pelaporan diungkapkan pada akhir periode pelaporan diungkapkan dalam catatan 5 dan 6 atas laporan keuangan

28 Ekshibit E/20 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN Lanjutan) b. Sumber Utama Ketidakpastian Estimasi lanjutan) iv. Penentuan Nilai Wajar Perusahaan menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan yang tidak mempunyai kuotasi menggunakan teknik penilaian. Teknik tersebut secara signifikan dipengaruhi oleh asumsi yang digunakan, termasuk tingkat diskonto dan perkiraan arus kas masa depan. Maka dari itu, perkiraan nilai wajar yang diperoleh tidak selalu dapat dibuktikan dengan membandingkan pada pasar independen dan, dalam banyak kasus, mungkin tidak dapat segera direalisasi. Metode dan asumsi yang digunakan, serta teknik penilaian yang digunakan, diungkapkan di dalam Catatan 30 atas laporan keuangan. v. Asumsi Pensiun Biaya, aset dan liabilitas dari program imbalan pasti yang diselenggarakan oleh Perusahaan ditentukan dengan menggunakan metodemetode yang mengandalkan estimasi dan asumsi aktuarial. Rincian dari asumsiasumsi utama ditetapkan dalam Catatan 15 atas laporan keuangan. Perusahaan menerima masukan dari aktuaris independen berkaitan dengan kelayakan asumsi. Perubahan dalam asumsi yang digunakan mungkin memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan. 4. KAS DAN SETARA KAS Kas 31 Desember Bank PT Bank Mandiri Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank ICBC Indonesia PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Mutiara Tbk Dipindahkan

29 4. KAS DAN SETARA KAS Lanjutan) Pindahan Bank Lanjutan) 31 Desember PT Bank Bukopin Tbk PT Bank DKI PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank BNI Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank ICB Bumiputera Tbk Total kas dan setara kas Ekshibit E/21 Kas dan setara kas pada tanggal laporan posisi keuangan dinyatakan dalam mata uang Rupiah Indonesia. Jumlah tercatat kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang mendekati nilai wajarnya. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar kas dan setara kas diungkapkan pada Catatan 30 atas laporan keuangan. 5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN Pihak ketiga Piutang sewa pembiayaan Bruto Dikurangi: Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui Dikurangi: Penyisihan kerugian penurunan nilai Piutang sewa pembiayaan Bersih ) Jumlah Desember ) ) ) Pada tanggal dan 31 Desember, piutang sewa pembiayaan Perusahaan seluruhnya berasal dari pembiayaan sendiri.

30 Ekshibit E/22 5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN Lanjutan) Rincian atas jatuh tempo kontraktual ditunjukkan dengan arus kas kontraktual yang tidak didiskonto) dari piutang sewa pembiayaan bruto sesuai dengan tanggal jatuh temponya masingmasing pada tanggal dan 31 Desember, sebagai berikut: Jumlah 31 Desember Pada tanggal dan 31 Desember, suku bunga efektif per tahun yang dikenakan untuk sewa pembiayaan masingmasing berkisar antara 14,58% 25,68% dan 14,58% 25,68%. Kendaraan bermotor yang dibiayai oleh perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kehilangan dan kerusakan kepada beberapa perusahaan asuransi pihak ketiga Catatan 29). Rincian analisa umur atas jatuh tempo kontraktual ditunjukkan dengan arus kas kontraktual yang tidak didiskonto) dari angsuran piutang sewa pembiayaan bruto adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo: 1 30 hari hari hari Jumlah Desember Perubahan penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Saldo per 1 Januari Penyisihan selama tahun berjalan Penghapusan selama tahun berjalan Saldo 31 Desember ) ) Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang sewa pembiayaan adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

31 Ekshibit E/23 5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN Lanjutan) Nilai wajar jaminan atas piutang sewa pembiayaan adalah sebesar Rp dan Rp pada tanggal dan 31 Desember. Pada tanggal dan 31 Desember, piutang sewa pembiayaan sebesar Rp dan Rp digunakan sebagai jaminan pinjaman yang diterima dari bank lihat Catatan 12). Nilai tercatat piutang sewa pembiayaan yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang tidak melebihi nilai wajarnya. Piutang sewa pembiayaan pada tanggal laporan posisi keuangan dinyatakan dalam mata uang Indonesia Rupiah. 6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 31 Desember Pihak ketiga Piutang pembiayaan konsumen Bruto Pembiayaan sendiri Pembiayaan yang dibiayai bersama pihakpihak lain without recourse Ditambah/Dikurangi): Biaya transaksi ditangguhkan Dikurangi: Pihak ketiga Pendapatan yang belum diakui Pembiayaan sendiri Pembiayaan yang dibiayai bersama pihakpihak lain without recourse ) ) ) ) ) ) Jumlah Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai Piutang pembiayaan konsumen Bersih ) )

32 Ekshibit E/24 6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Lanjutan) Saldo piutang pembiayaan konsumen pembiayaan sendiri tersebut di atas telah dikurangi dengan kelebihan bayar atas pelunasan dan pembayaran angsuran dari pelanggan yang belum diketahui identitasnya yaitu sejumlah Rp dan Rp pada tanggaltanggal 31 Maret dan 31 Desember. Rincian atas jatuh tempo kontraktual ditunjukkan dengan arus kas kontraktual yang tidak didiskonto) dari piutang pembiayaan konsumen sesuai dengan tanggal jatuh temponya masingmasing pada tanggal dan 31 Desember, sebagai berikut: 31 Desember dan selanjutnya Jumlah Pada tanggal dan 31 Desember, suku bunga efektif per tahun untuk pembiayaan konsumen masingmasing berkisar antara 12,71% 44,16% and 12,71% 44,16%. Piutang pembiayaan konsumen bruto yang dikelola Perusahaan pada tanggaltanggal dan 31 Desember termasuk piutang pembiayaan yang dibiayai bersama pihakpihak lain without recourse, adalah masingmasing sebesar Rp dan Rp Kendaraan bermotor yang dibiayai oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kehilangan dan kerusakan kepada beberapa perusahaan asuransi pihak ketiga dan berelasi Catatan 28 dan 29). Rincian analisa umur atas jatuh tempo kontraktual ditunjukkan dengan arus kas kontraktual yang tidak didiskonto) dari angsuran piutang pembiayaan konsumen bruto adalah sebagai berikut: 31 Desember Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo: 130 hari 3160 hari 6190 hari Lebih dari 90 hari Jumlah Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang pembiayaan konsumen adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut

33 Ekshibit E/25 6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Lanjutan) Nilai wajar jaminan atas piutang pembiayaan konsumen adalah sebesar Rp dan Rp pada tanggal dan 31 Desember. Pada tanggal dan 31 Desember, piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp dan Rp digunakan sebagai jaminan pinjaman yang diterima dari bank lihat Catatan 12). Perubahan penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Saldo per 1 Januari Penyisihan selama tahun berjalan Penghapusan selama tahun berjalan Saldo per 31 Desember 31 Desember ) ) Nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang tidak melebihi nilai wajarnya. Piutang pembiayaan konsumen pada tanggal laporan posisi keuangan dinyatakan dalam mata uang Rupiah Indonesia. 7. PIUTANG LAINLAIN Pihak ketiga Piutang karyawan Desember Piutang lainlain dikenakan bunga sebesar 15% per tahun masingmasing untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal dan 31 Desember. Nilai tercatat piutang lainlain yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang tidak melebihi nilai wajarnya. Perusahaan tidak membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang lainlain karena manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih. Piutang lainlain dinyatakan dalam mata uang Rupiah Indonesia.

34 Ekshibit E/26 8. BEBAN DIBAYAR DIMUKA 31 Desember Sewa Lainlain Jumlah ASET TETAP Saldo awal Penambahan Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan Inventaris kantor Kendaraan Jumlah biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan Inventaris kantor Kendaraan Jumlah tercatat Pengurangan Saldo akhir ) ) ) )

35 Ekshibit E/27 9. ASET TETAP Lanjutan) 31 Desember Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan Inventaris kantor Kendaraan Jumlah biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan Inventaris kantor Kendaraan Jumlah tercatat Saldo awal Penambahan Pengurangan ) ) ) ) Saldo akhir Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang engindikasikan penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal laporan posisi keuangan. Beban penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif untuk tahuntahun yang berakhir dan 31 Desember adalah sebesar Rp dan Rp lihat Catatan 25). Rincian laba penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Penerimaan hasil penjualan aset tetap Jumlah tercatat aset tetap ) Laba penjualan aset tetap ) 31 Desember )

36 Ekshibit E/28 9. ASET TETAP Lanjutan) Keuntungan atas penjualan aset tetap diakui sebagai bagian dari Pendapatan Lainlain pada laporan laba rugi komprehensif lihat Catatan 23). Pada tanggal dan 31 Desember, kendaraan bermotor telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya kepada asuransi PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dengan jumlah pertanggungan masing masing sebesar Rp ) dan Rp ), PT Asuransi Sinar Mas sebesar Rp ) dan Rp ), PT Asuransi Indrapura sebesar Rp ) dan Rp ) dan PT Asuransi Bina Data Arta Tbk sebesar Rp ) dan Rp ). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi kendaraan bermotor tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 10.INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI 31 Desember Harga perolehan Saldo awal Perolehan Saldo akhir Bagian kerugian pasca akuisisi entitas asosiasi Saldo awal Bagian kerugian pasca akuisisi entitas asosiasi selama tahun berjalan Bagian kerugian pasca akuisisi entitas asosiasi terdilusi Saldo akhir Bagian laba rugi komprehensif entitas asosiasi Saldo awal Bagian laba rugi komprehensif entitas asosiasi selama tahun berjalan, setelah dikurangi pajak Saldo akhir Investasi pada entitas asosiasi, bersih ) ) ) )

37 Ekshibit E/ INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI Lanjutan) Pada bulan Juli 2011, Perusahaan membeli 25% kepemilikan atas PT Malacca Trust Wuwungan Insurance MTI ) untuk meningkatkan modal setor dengan nilai sebesar Rp secara tunai. Pada tanggal 23 Agustus 2011, Perusahaan memperolah persetujuan dari menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk kegiatan investasi di MTI dan karenanya, sejak tanggal tersebut di MTImenjadi entitas asosiasi dari Perusahaan. Pada bulan Oktober, MTI menambah modal sahamnya yang didistribusikan kepada pemegang saham lain selain Perusahaan. Sebagai akibat dari kejadian ini, kepemilikan Perusahaan pada MTI terdilusi menjadi sebesar 22,67%. Ikhitisar informasi keuangan entitas asosiasi di atas pada tanggal dan untuk tahuntahun yang berakhir dan 31 Desember, yang tidak disesuaikan dengan proporsi kepentingan kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut: Aset dan liabilitas Jumlah aset Jumlah liabilitas Hasil Hasil underwiting Rugi tahun berjalan Desember ) Rincian entitas asosiasi yang dimiliki oleh Perusahaan adalah sebagai berikut: Nama entitas PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Kegiatan utama Tempat Beroperasi Kepemilikan per tanggal Kepemilikan per tanggal 31 Dec Asuransi Indonesia 22,67% 22,67% Pada tanggal dan 31 Desember, tidak terdapat nilai wajar yang tersedia bagi investasi pada PT Malacca Trust Wuwungan Insurance dikarenakan bukan merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia BEI) atau pasar aktif lainnya.

38 Ekshibit E/ ASET LAINLAIN Renovasi gedung Dikurangi: Akumulasi amortisasi Agunan yang diambil alih Uang jaminan sewa Jumlah 31 Desember ) ) l Pada tanggal dan 31 Desember, nilai wajar agunan yang diambil alih adalah sebesarrp dan Rp Nilai tercatat uang jaminan sewa yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang tidak melebihi nilai wajarnya. Pada tanggal dan 31 Desember, Perusahaan tidak membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas agunan yang diambil alih karena manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi terjadinya penurunan nilai atas jumlah tercatat agunan yang diambil alih tersebut. Beban amortisasi atas renovasi gedung yang dibebankan pada laporan laba rugi untuk tahuntahun yang berakhir adalah sebesar masingmasing sebesar Rp lihat catatan 25) 12. PINJAMAN BANK Pihak ketiga PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri Persero) Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Permata PT Bank ICBC Indonesia Dikurangi: Biaya transaksi yang belum diamortisasi Jumlah 31 Desember ) ) l

39 Ekshibit E/ PINJAMAN BANK Lanjutan) PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta No. 22 tanggal 12 Agustus 2010 dari Veronica Sandra Irawaty Purnadi, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Dengan Angsuran yang digunakan untuk modal kerja dengan batas maksimum sebesar Rp 100 milyar. Fasilitas pinjaman ini berlaku sejak 12 Agustus 2010 dan akan berakhir pada tanggal 12 Agustus Pinjaman ini dikenakan bunga tetap sebesar 11,50% per tahun. Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali dan perubahan terakhir dimuat dalam Perubahan Perjanjian Kredit No. 2241/ADD/W08/KRD/2011 tertanggal 13 Oktober Dalam perubahan tersebut, PT Bank Central Asia Tbk menyetujui untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas pinjaman tersebut diatas sampai dengan 31 Oktober Berdasarkan Perubahan Perjanjian Kredit yang termasuk di dalam Akta No. 41 tanggal 24 Februari dari Karin Christiana Basoeki, S.H., Notaris di Jakarta, PT Bank Central Asia Tbk menyetujui untuk menambah jumlah pemberian Fasilitas Kredit kepada Perusahaan sebesar Rp 100 milyar. Sehingga Fasilitas Kredit yang diterima Perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk adalah: Fasilitas Installment Loan 1 dengan jumlah pagu kredit tidak melebihi Rp 100 milyar dan dikenakan suku bunga sebesar 11,50% per tahun. Batas waktu penarikan dan/atau penggunaan Fasilitas Kredit ini terhitung sejak tanggal 12 Oktober 2010 dan berakhir pada tanggal 31 Oktober Fasilitas Installment Loan 2 dengan jumlah pagu kredit tidak melebihi Rp 100 milyar dan dikenakan suku bunga sebesar 11,00% per tahun. Batas waktu penarikan dan/atau penggunaan Fasilitas Kredit ini terhitung sejak tanggal 24 Oktober atau tanggal lain yang disepakati oleh kedua belah pihak dan akan berakhir 12 dua belas) bulan sejak tanggal penandatanganan Perubahan Perjanjian Kredit. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 11,00% dan 11.00% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal dan. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen saat ini dan yang akan datang dengan nilai penjaminan sebesar 125,00% dari jumlah baki debet lihat Catatan 6). Nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman ini masingmasing sebesar Rp dan Rp pada tanggal dan lihat Catatan 6). Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan harus memelihara rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini.

40 Ekshibit E/ PINJAMAN BANK Lanjutan) PT Bank Mandiri Persero) Tbk Berdasarkan Akta No. 28 tanggal 13 Juni dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., MKn., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja dengan maksimum limit sebesar Rp 75 milyar untuk tujuan aktivitas sewa guna usaha dan pembiayaan konsumen. Jangka waktu penarikan terhitung mulai tanggal 13 Juni sampai dengan tanggal 12 Desember. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 1,50% : 1,75% : 2,00% Berdasarkan Akta No. 54 tanggal 25 Oktober dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., MKn., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja dengan maksimum limit sebesar Rp 75 milyar untuk tujuan aktivitas sewa guna usaha dan pembiayaan konsumen. Jangka waktu penarikan terhitung mulai tanggal 25 Oktober sampai dengan tanggal 12 Desember. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 10,50% per tahun. Berdasarkan Akta No. 35 tanggal 20 Maret dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., MKn., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja dengan maksimum limit sebesar Rp 300 milyar untuk tujuan aktivitas sewa guna usaha dan pembiayaan konsumen. Jangka waktu penarikan terhitung mulai tanggal 20 Maret sampai dengan tanggal 19 September. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 10,50% per tahun. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 10.5% per tahun untuk tahun yang berakhir pada tanggal. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan yang diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar 105,00% dari jumlah baki debet lihat Catatan 5 dan 6). Nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman ini masingmasing sebesar Rp dan Rp pada tanggal dan lihat catatan 6). Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan harus memelihara rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 9:1. Perusahaan juga tidak diperkenankan antara lain, merubah susunan pengurus, melakukan investasi,penggabungan usaha atau akuisisi, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Mandiri Persero) Tbk. Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitasfasilitas pinjaman ini.

41 Ekshibit E/ PINJAMAN BANK Lanjutan) PT Bank Victoria International Tbk Berdasarkan Akta No. 86 tanggal 21 September 2006 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Victoria International Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Tetap Dengan Angsuran PTDA) dengan batas maksimum sebesar Rp 30 milyar. Perjanjian tersebut berakhir pada tanggal 21 September Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 17,50% per tahun. Perusahaan juga memperoleh fasilitas Pinjaman Rekening Koran PRK) dari PT Bank Victoria International Tbk berdasarkan Akta No. 94 tanggal 30 Juli 2007 dari Suwarni Sukiman, S.H., Notaris di Jakarta, dengan batas maksimum sebesar Rp 15 milyar yang digunakan untuk Kredit Modal Kerja. Fasilitas ini dijamin secara fidusia sebagaimana dalam Akta No. 22 tanggal 11 Juni 2007 dari Suwarni Sukiman, S.H., Notaris di Jakarta. Fasilitas ini telah berakhir pada tanggal 31 Juli 2008 dan dikenakan suku bunga efektif sebesar 12,00% per tahun. Berdasarkan Akta No. 51 tanggal 16 Mei 2008 dari Suwarni Sukiman, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Victoria International Tbk menandatangani Perubahan I Perjanjian Kredit yang dijamin secara fidusia berdasarkan Akta No. 54 tanggal 16 Mei 2008 dari Suwarni Sukiman, S.H., notaris di Jakarta. Berdasarkan Perubahan Perjanjian tersebut, PT Bank Victoria International Tbk menyetujui untuk peningkatan dan perpanjangan fasilitas Pinjaman Rekening Koran PRK) yang semula sebesar Rp 15 milyar menjadi sebesar Rp 20 milyar. Fasilitas ini telah berakhir pada tanggal 31 Juli Pada saat penandatanganan, suku bunga efektif sebesar 12,50% per tahun. Kedua perjanjian fasilitas pinjaman ini telah mengalami beberapa kali perubahan dan pada tanggal 16 Juli 2009, PT Bank Victoria International Tbk menyetujui untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas Kredit Pinjaman Tetap Dengan Angsuran PTDA) Non Revolving dengan batas maksimum sebesar Rp 50 milyar dan fasilitas Pinjaman Rekening Koran PRK) dengan batas maksimum sebesar Rp 20 milyar. Kedua fasilitas tersebut berlaku sejak tanggal 31 Juli 2009 sampai dengan tanggal 31 Juli Pinjaman tersebut dikenakan suku bunga tetap sebesar 14,50% per tahun untuk PTDA dan suku bunga mengambang sebesar 14,50% per tahun untuk PRK. Berdasarkan Akta No. 33 tanggal 11 Juli 2011 dari Suwarni Sukirman S.H., Notaris dari Jakarta, PT Bank Victoria International Tbk menyetujui untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas Kredit Pinjaman Tetap Dengan Angsuran PTDA) III dalam bentuk Line Limit Non Revolving Uncommitted dengan batas maksimum sebesar Rp 60 milyar dan fasilitas Pinjaman Rekening Koran PRK) yang semula sebesar Rp 20 milyar menjadi sebesar Rp 10 milyar. Kedua fasilitas tersebut berlaku efektif sejak tanggal 31 Juli 2011 sampai dengan 31 Juli. Pinjaman tersebut dikenakan suku bunga sebesar 12% per tahun untk PTDA dan 13% per tahun untuk PRK. Berdasarkan Akta No. 34 tanggal 9 Mei dari Suwarni Sukirman S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Victoria International Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Tetap Dengan Angsuran IV PTDA IV) untuk pembiayaan mobil dengan batas maksimum sebesar Rp 25 milyar. Fasilitas ini berlaku efektif sejak tanggal 9 Mei sampai dengan 9 Februari. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga tetap sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 1,25% : 1,50% : 1.75%

42 Ekshibit E/ PINJAMAN BANK Lanjutan) PT Bank Victoria International Tbk Lanjutan) Berdasarkan Akta No. 37 tanggal 9 Mei dari Suwarni Sukirman S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Victoria International Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Tetap Dengan Angsuran V PTDA V) untuk pembiayaan alat berat dengan batas maksimum sebesar Rp 25 milyar. Fasilitas ini berlaku efektif sejak tanggal 9 Mei sampai dengan 9 Februari. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga tetap sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 2,25% : 2,50% : 2.75% Berdasarkan Akta No. 132 tanggal 14 Agustus dari Suwarni Sukirman S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Victoria International Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Tetap Dengan Angsuran VI PTDA VI) untuk pembiayaan mobil dengan batas maksimum sebesar Rp 50 milyar. Fasilitas ini berlaku efektif sejak tanggal 14 Agustus sampai dengan 14 Agustus. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga tetap sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 2,00% : 2,25% : 2.50% Nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman ini masingmasing sebesar Rp dan Rp pada tanggal dan lihat catatan 5 dan 6). Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, merubah anggaran dasar, mengikat diri sebagai penjamin atau mengajukan permohonan pailit, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Victoria International Tbk. Pada tanggal Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitasfasilitas pinjaman ini. PT Bank Internasional Indonesia Tbk Berdasarkan Akta No. 63 tanggal 22 Juni 2006 dari Veronica Nataadmadja, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Berjangka TermLoan) dengan batas maksimum sebesar Rp 20 milyar untuk tujuan aktivitas pembiayaan konsumen. Perjanjian ini telah berakhir pada tanggal 22 Desember Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar SBI + 3,75% 3,875% per tahun pada tahun 2006 dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen yang diikat secara fidusia berdasarkan Akta No. 64 tanggal 22 Juni 2006 dari Veronica Nataadmadja, S.H., Notaris di Jakarta. TermLoan I dengan batas maksimum sebesar Rp 20 milyar dengan jumlah baki debet pada tanggal 24 September 2009 sebesar Rp ,87 yang dimulai sejak tanggal 22 Juni 2006 dan berakhir pada tanggal 22 Desember Fasilitas TermLoan I telah dilunasi pada tanggal 13 Oktober 2009; TermLoan II dengan batas maksimum sebesar Rp 30 milyar dengan jumlah baki debet pada tanggal 24 September 2009 sebesar Rp ,29 yang dimulai sejak tanggal 22 Februari 2007 ditambah jangka waktu penarikan selama 6 enam) bulan dan akan berakhir pada tanggal 22 Agustus 2010;

43 Ekshibit E/ PINJAMAN BANK Lanjutan) PT Bank Internasional Indonesia Tbk Lanjutan) TermLoan III dengan batas maksimum sebesar Rp ,20 dengan jumlah baki debet pada tanggal 24 September 2009 sebesar Rp ,50 yang dimulai sejak tanggal 1 November 2007 ditambah jangka waktu penarikan selama 6 enam) bulan dan akan berakhir pada tanggal 1 Mei 2011; TermLoan IV dengan batas maksimum sebesar Rp 50 milyar yang dimulai sejak tanggal 8 Oktober 2009 ditambah jangka waktu penarikan selama 9 sembilan) bulan dan akan berakhir pada tanggal 8 Juli ; Atas Perubahan Perjanjian Kredit Pinjaman Berjangka TermLoan) tersebut maka berdasarkan Akta No. 18 tanggal 8 Oktober 2009 dari Veronica Nataadmadja, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan setuju untuk mengubah Akta Jaminan Fidusia sebagai berikut: Nilai jaminan fidusia sebesar Rp ; Berdasarkan daftar piutang pembiayaan konsumen Perusahaan tertanggal 7 Oktober 2009, nilai jaminan fidusia sebesar Rp Berdasarkan Akta No. 66 tanggal 30 November 2010 dari Safira Hayati, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk Tbk menandatangani Perubahan Perjanjian Kredit Pinjaman Berjangka TermLoan) sebagai berikut: TermLoan III dengan batas maksimum sebesar Rp ,20 dengan jumlah baki debet pada tanggal 27 Oktober 2010 sebesar Rp yang dimulai sejak tanggal 1 November 2007 ditambah jangka waktu penarikan selama 6 enam) bulan dan akan berakhir pada tanggal 1 Mei 2011; TermLoan IV dengan batas maksimum sebesar Rp 50 milyar dengan jumlah baki debet pada tanggal 27 Oktober 2010 sebesar Rp yang dimulai sejak tanggal 8 Oktober 2009 ditambah jangka waktu penarikan selama 9 sembilan) bulan dan akan berakhir pada tanggal 8 Juli ; Suku bunga per tahun untuk kedua fasilitas pinjaman di atas dikenakan suku bunga tetap. TermLoan V dengan batas maksimum sebesar Rp 100 milyar yang dimulai sejak tanggal 1 Desember 2010 ditambah jangka waktu penarikan selama 12 dua belas) bulan dan akan berakhir pada tanggal 1 Desember 2014; Suku bunga per tahun yang dikenakan untuk TermLoan V diklasifikasikan dalam dua kategori, untuk piutang kurang dari atau sampai dengan 1 satu) tahun, maka suku bunga tetap yang dikenakan sebesar 12,00%, dan jika piutang lebih dari 1 satu) tahun, maka suku bunga yang dikenakan sebesar 12,50%. Berdasarkan Perjanjian No.S./DIR CORP BANKING tanggal 24 Januari, PT Bank Internasional Indonesia Tbk menyetujui permohonan perpanjangan availability period sampai dengan 30 April. Pinjaman ini dikenakan bunga berkisar antara 11,75% 12,00% dan 11,75% 12,00% per tahun masingmasing untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal dan. Fasilitasfasilitas pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen yang diikat secara fidusia lihat Catatan 6).

44 Ekshibit E/ PINJAMAN BANK Lanjutan) PT Bank Internasional Indonesia Tbk Lanjutan) Nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman ini sebesar Rp dan pada tanggal dan lihat catatan 6). Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, merubah susunan pengurus, melakukan penggabungan usaha atau akuisisi, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitasfasilitas pinjaman ini. PT Bank Permata Tbk Berdasarkan Akta No. 64 tanggal 25 Maret 2010 dari Ny. Sjarmeini S. Chandra, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Permata Tbk menandatangani Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman Atas Piutang Pembiayaan Kendaraan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 milyar untuk tujuan aktivitas pembiayaan konsumen. Jangka waktu fasilitas selama 12 dua belas) bulan yang dimulai sejak tanggal 25 Maret 2010 sampai dengan tanggal 25 Maret Berdasarkan Akta No. 34 tanggal 19 November 2010 dari Ny. Sjarmeini S. Chandra, S.H., Notaris di Jakarta, PT Bank Permata Tbk memberikan tambahan Fasilitas Pinjaman Atas Piutang Pembiayaan Kendaraan sebesar Rp 20 milyar, sehingga maksimum pinjaman menjadi sebesar Rp 50 milyar. Fasilitas pinjaman ini berlaku sejak 19 November 2010 dan berakhir pada tanggal 19 November Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali dan perubahan terakhir dimuat dalam Addendum Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan No. KK/12/2335/ADD/FI tertanggal 19 November. Dalam addendum tersebut, PT Bank Permata Tbk menyetujui untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas pinjaman tersebut diatas sampai dengan 19 November. Fasilitas tersebut bersifat revolving dan dikenakan bunga tetap menurut pemberitahuan dari bank pada setiap penarikan dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen yang diikat secara fidusia serta Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor BPKB) milik nasabah yang disimpan di PT Bank Permata Tbk. Pinjaman ini dikenakan bunga berkisar antara 10,75% 11,25% dan 11,25% 11,75% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal dan. Nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman ini masingmasing sebesar Rp dan Rp pada tanggal dan lihat catatan 6). Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan harus memelihara rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 9:1. Perusahaan juga tidak diperkenankan merubah anggaran dasar, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Permata Tbk. Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini.

45 Ekshibit E/ PINJAMAN BANK Lanjutan) PT Bank ICBC Indonesia Berdasarkan Aktaakta No. 99 dan No. 100 tanggal 7 September 2010 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank ICBC Indonesia menandatangani Perjanjian Kredit Pinjaman Tetap dengan angsuran I dan II dengan maksimum pinjaman masingmasing sebesar Rp 10 milyar dan Rp 15 milyar. Fasilitas pinjaman ini telah berakhir pada tanggal 7 November Jangka waktu pembiayaan 36 tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penarikan fasilitas. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12,00% per tahun dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen yang diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp 27,5 milyar. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12,00% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember dan Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dengan nilai penjaminan sebesar 110,00% dari jumlah pinjaman yang ditarik lihat Catatan 6). Rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 8:1. Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan harus memelihara rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 8:1. Nilai tercatat piutang pembiayaan yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman ini sebesar Rp dan Rp pada tanggal dan lihat catatan 6). Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini. 13. AKRUAL Pihak ketiga Premi asuransi Bunga Lainlain Pihak berelasi Premi asuransi Jumlah 31 Desember Nilai tercatat akrual tidak melebihi nilai wajarnya. Lihat Catatan 28 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi.

46 Ekshibit E/ PERPAJAKAN a. Utang pajak 31 Desember Pajak Penghasilan: Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 42) final Pasal 29 tahun Pasal 29 tahun Jumlah b. Pajak penghasilan badan Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, sebagaimana yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggaltanggal dan 31 Desember, adalah sebagai berikut: Laba sebelum pajak penghasilan Beda temporer: Imbalan pasca kerja Penyusutan aset tetap Beban pemasaran Beda tetap: Jamuan dan representasi Perawatan kendaraan Pendapatan bunga dikarenakan pajak final Bagian kerugian pasca akuisisi entitas asosiasi Keuntungan atas dilusian bagian entitas asosiasi Penyusutan aset tetap Kerugian penjualan asset Tetap Taksiran laba kena pajak ) ) ) ) ) ) ) ) )

47 Ekshibit E/ PERPAJAKAN Lanjutan) b. Pajak penghasilan badan Lanjutan) ) ) Taksiran beban pajak kini: 25% x Rp % x Rp Dikurangi: Kredit pajak penghasilan Pajak Penghasilan Pasal 25 Taksiran pajak penghasilan badan terhutang Besarnya pajak terhutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak selfassessment). Kantor pajak dapat melakukan pemeriksaan pajak dalam jangka waktu 5 lima) tahun sejak pajak terhutang. c. Aset pajak tangguhan 31 Desember Aset liabilitas) Pajak tangguhan Penyusutan aset tetap ) Kewajiban manfaat pasca kerja Aset pajak tangguhan bersih Pengaruh ketentuan transisi PSAK 24 Revisi 2010) Dikreditkan dibebankan) ke laporan laba rugi ) Dikreditkan dibebankan) ke pendapatan komprehensif lainnya ) ) )

48 Ekshibit E/ PERPAJAKAN lanjutan) c. Aset pajak tangguhan lanjutan) 31 Desember 2011 Aset liabilitas) Pajak tangguhan Penyusutan aset tetap ) Pengaruh ketentuan transisi Dikreditkan dibebankan) ke laporan PSAK 24 Revisi 2010) laba rugi Dikreditkan dibebankan) ke pendapatan komprehensif lainnya Desember ) Kewajiban manfaat pasca kerja ) Aset pajak tangguhan bersih ) Pengakuan pemanfaatan aset pajak tangguhan oleh Perusahaan terkait dengan laba kena pajak di masa yang akan datang dan kelebihan laba yang dihasilkan oleh pemulihan beda temporer yang dapat dikenakan pajak. d. Pajak penghasilan Pajak kini Pajak tangguhan ) ) Jumlah pajak penghasilan ) ) e. Administrasi Berdasarkan Undangundang, perseroan terbuka dapat memperoleh pengurangan tarif 5% dari tarif pajak penghasilan normal jika memenuhi syaratsyarat sebagai berikut: i. ii. iii. Sedikitnya 40% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor dimiliki oleh publik; Pemegang saham publik harus terdiri dari sedikitnya 300 individu, setiap individu mempunyai kurang dari 5% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor; Kedua kondisi ini dipelihara setidaknya 6 bulan 183 hari) dalam tahun pajak. Untuk tahun pajak dan, Perusahaan tidak memperoleh pengurangan tarif sebesar 5% dikarenakan Perusahaan tidak memenuhi seluruh persyaratan di atas.

49 Ekshibit E/ KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA Perusahaan mengakui kewajiban manfaat pensiun bagi karyawan sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret Jumlah karyawan yang berhak atas manfaat pensiun tersebut adalah 586 dan 580 karyawan pada tanggal dan 31 Desember. Rincian beban pascakerja yang diakui di dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut: 31 Desember Beban jasa kini Beban bunga Jumlah Jumlah yang dimasukkan ke dalam laporan posisi keuangan yang timbul dari kewajiban Perusahaan terhadap kewajiban manfaat pasca kerja adalah sebagai berikut: Nilai kini kewajiban yang tidak didanai Kerugian aktuarial yang belum diakui Liabilitas Neto 31 Desember ) Mutasi liabilitas yang diakui di dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: Saldo per 1 Januari Pengaruh ketentuan transisi PSAK 24 Revisi 2010) Beban tahun berjalan Keuntungan aktuarial Pembayaran manfaat Saldo Desember ) ) )

50 Ekshibit E/ KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA Lanjutan) Perhitungan manfaat pasca kerja pada tanggal tidak dihitung oleh aktuaris independen dan 31 Desember dihitung oleh aktuaris independen PT Binaputera Jaya Hikmah dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Asumsi kunci yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji Tingkat kematian Usia pensiun Cacat 7,7% per tahun/ 7.7% per annum 10% per tahun/ 10% per annum TM II tahun/55 years old 10% dari TM II 99 9,4% per tahun/ 9.4% per annum 12% per tahun/ 12% per annum TM II tahun/55 years old 10% dari TM II MODAL SAHAM Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal dan 31 Desember adalah sebagai berikut: Jumlah Persentase Jumlah modal saham kepemilikan saham Nama pemegang saham PT Batavia Prosperindo Internasional Masyarakat: Pemegang saham lokal Pemegang saham asing Jumlah , , , , Pada bulan November, PT Batavia Prosperindo Internasional BPI ) menjual lembar saham Perusahaan kepada publik. Jumlah saham 31 Desember Persentase Jumlah modal kepemilikan saham Nama pemegang saham PT Batavia Prosperindo Internasional Masyarakat: Pemegang saham lokal Pemegang saham asing Jumlah , , , , Pada bulan Januari 2011, PT Batavia Prosperindo Internasional BPI ) membeli tambahan lembar saham Perusahaan dari publik.

51 17. TAMBAHAN MODAL DISETOR Tambahan modal disetor dari Penawaran Umum Saham Perdana Modal disetor nilai nominal) ) ) Modal disetor dari kelebihan nilai nominal Biaya emisi saham ) ) Tambahan modal disetor Bersih Ekshibit E/ DIVIDEN KAS Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang tercantum di dalam Akta No. 271 tanggal 27 April dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp yang diambil dari laba bersih tahun Perusahaan telah membayarkan dividen tunai ini di tahun. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang tercantum di dalam Akta No. 236 tanggal 20 April 2011 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp yang diambil dari laba bersih tahun Perusahaan telah membayarkan dividen tunai ini di tahun CADANGAN UMUM Undangundang No. 40 tahun 2007 Undangundang ) tentang Perusahaan Terbatas mengharuskan seluruh perusahaan untuk membuat penyisihan cadangan umum sekurangkurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Undangundang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan tersebut. Pada tanggal 31 Desember dan 2011, Perusahaan telah membentuk cadangan umum sebesar Rp , diambil dari laba bersih tahun 2009, yang mewakili 1% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh, 20. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih kepada pemegang saham dengan ratarata tertimbang jumlah lembar saham yang beredar pada periode bersangkutan. Laba bersih kepada pemegang Saham Jumlah ratarata saham beredar Laba bersih per saham dasar

52 Ekshibit E/ PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN Pendapatan pembiayaan konsumen Pihak ketiga Dikurangi: Bagian pendapatan yang dibiayai bankbank sehubungan dengan transaksi pembiayaan bersama, penerusan pinjaman dan pengembalian piutang Jumlah Bersih ) ) Biaya transaksi merupakan pendapatan dan beban yang dapat diatribusikan secara langsung dengan transaksi sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen dan disajikan secara bersih. 22. PENDAPATAN ADMINISTRASI Asuransi Administrasi Denda Jumlah PENDAPATAN LAINLAIN Pendapatan atas piutang yang dihapusbukukan Pendapatan keuangan Laba penjualan aset tetap Catatan 9) Jumlah )

53 Ekshibit E/ BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN Gaji dan tunjangan Imbalan pasca kerja Catatan 15) Pelatihan dan pendidikan Jamsostek Jumlah Beban gaji dan tunjangan termasuk kompensasi yang diterima personil manajemen kunci lihat catatan 28). 25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Penyusutan aset tetap Catatan 9) Telekomunikasi Sewa Perlengkapan kantor Catatan 28) Perbaikan dan perawatan Amortisasi aset lainlain Catatan 11) Transportasi Honorarium tenaga ahli Catatan 28) Perjalanan dinas Utilitas Asuransi Jamuan dan representasi Administrasi Lainnya Jumlah BEBAN KEUANGAN Bunga atas pinjaman bank yang diterima

54 Ekshibit E/ PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA Laba aktuarial atas program pensiun imbalan pasti Bagiab Laba rugi komprehensif Entitas asosiasi Pajak berkenaan dengan pendapatan komprehensif lainnya Jumlah ) ) 28. SALDO DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan dengan pihakpihak berelasi. Sifat hubungan dan transaksi Perusahaan dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut: Pihakpihak yang berelasi PT Batavia Prosperindo Internasional PT Batavia Prosprindo Sekuritas PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi Pemegang saham Jasa cleaning service Perusahaan affiliasi Honorarium tenaga ahli Entitas asosiasi Akrual Saldo signifikan dengan pihakpihak yang berelasi disajikan sebagai berikut: a. Akrual Catatan 13) Premi asuransi PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Persentase terhadap jumlah liabilitas % 31 Desember % Akrual kepada PT Malacca Trust Wuwungan Insurance adalah estimasi utang premi asuransi yang harus dibayarkan kepada PT Malacca Trust Wuwungan Insurance sehubungan dengan transaksi pembiayaan konsumen. Transaksi signifikan dengan pihakpihak yang berelasi disajikan sebagai berikut:

55 Ekshibit E/ SALDO DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI Lanjutan) a. Pendapatan asuransi Catatan 22) PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Persentase terhadap jumlah pendapatan ,36% 14,46% b. Perlengkapan kantor Catatan 25) PT Batavia Prosperindo Internasional Persentase terhadap jumlah beban ,10% ,16% c. Honorarium tenaga ahli Catatan 25) PT Batavia Prosperindo Sekuritas Persentase terhadap jumlah beban 0% d. Beban gaji dan tunjangan Catatan 24) Kompensasi yang dibayarkan kepada personil manajemen kunci: Gaji dan tunjangan Imbalan pasca kerja Persentase terhadap jumlah beban ,5% 3,7%

56 Ekshibit E/ SALDO DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI Lanjutan) Asuransi Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance, perusahaan asosiasi, untuk melindungi kendaraan bermotor yang dibiayai oleh Perusahaan dari risiko kehilangan dengan kondisi pertanggungan asuransi Total Loss Only lihat Catatan 6). 29.PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Pihak ketiga PT Bank Mandiri Persero) Tbk Berdasarkan Akta No. 15 tanggal 24 September 2007 dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama I PKS I). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 50 miliar. Perjanjian kerjasama ini telah berakhir pada tanggal 24 September Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 12,50% : 12,75% : 13,00% Berdasarkan Akta No. 14 tanggal 30 Mei 2008 dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama II PKS II). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 100 miliar. Perjanjian kerjasama tersebut telah berakhir pada tanggal 24 November. Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 6,00% : 6,50% : 7,00% Berdasarkan Akta No. 3 tanggal 10 Maret 2009 dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama III PKS III). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 100 miliar. Jangka waktu fasilitas adalah 54 lima puluh empat) bulan sejak penandatangan perjanjian kerjasama. Berdasarkan Akta No. 7 tanggal 14 Desember 2009 dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama IV PKS IV). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 85 miliar Jangka waktu fasilitas selama 48 empat puluh delapan) bulan sejak penandatanganan perjanjian kerjasama.

57 Ekshibit E/ PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Lanjutan) Pihak ketiga Lanjutan) PT Bank Mandiri Persero) Tbk Lanjutan) Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 2,50% : 2,75% : 3,00% Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 11 Juni 2010 dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama V PKS V). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 85 miliar. Jangka waktu fasilitas adalah 54 lima puluh empat) bulan sejak penandatanganan perjanjian kerjasama. Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 2,75% : 2,75% : 3,00% Berdasarkan Akta No. 8 tanggal 16 Februari 2011 dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama VI PKS VI). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 100 miliar. Jangka waktu fasilitas adalah 54 lima puluh empat) bulan sejak penandatanganan perjanjian kerjasama. Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 2,00% : 2,25% : 2,50%

58 Ekshibit E/ PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Lanjutan) Pihak ketiga Lanjutan) PT Bank Mandiri Persero) Tbk Lanjutan) Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 13 Juni dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama VIII PKS VIII). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 75 miliar. Jangka waktu fasilitas adalah 54 lima puluh empat) bulan sejak penandatanganan perjanjian kerjasama. Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 1 tahun Tenor pinjaman > 1 2 tahun Tenor pinjaman > 2 3 tahun : 11,50% 12,50% : 11,75% 12,25% : 12,00% 13,50% Berdasarkan Akta No. 53 tanggal 25 Oktober dari N.M. Dipo Nusantara PUA UPA, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mandiri Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama VIX PKS VIX). Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 75 miliar Jangka waktu fasilitas ini berlaku sejak tanggal sejak penandatanganan perjanjian kerjasama ini sampai dengan tanggal 12 Desember Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun dengan kisaran bunga antara 10,50% 11,50% per tahun. Fasilitasfasilitas tersebut dikenakan bunga sebesar 10,5% dan 10,5% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Selama kerjasama ini berlangsung, Perusahaan harus memelihara rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 9:1. Jumlah piutang pembiayaan konsumen perusahaan yang dibiayai oleh PT Bank Mandiri Persero) Tbk sebesar Rp dan untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjianperjanjian fasilitas pembiayaan bersama ini. PT Bank Mutiara Tbk Berdasarkan Akta No. 13 tanggal 20 Oktober 2009 dari Ariani L. Akhsmijati Rachim, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mutiara Tbk setuju untuk menyelenggarakan kerjasama atas pembiayaan bersama kredit kendaraan bermotor. Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 50 milyar. Jangka waktu fasilitas pembiayaan bersama tersebut adalah 12 dua belas) bulan sejak penandatanganan perjanjian kerjasama.

59 Ekshibit E/ PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Lanjutan) Pihak ketiga Lanjutan) PT Mutiara Tbk Lanjutan) Berdasarkan Akta No. 7 tanggal 18 Juni 2010 dari Indrasari Kresnadjaja, S.H., MKn., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mutiara Tbk setuju untuk meningkatkan batas maksimum atas kerjasama pembiayaan bersama menjadirp 100 milyar. Jangka waktu fasilitas pembiayaan bersama tersebut adalah 6 enam) bulan sejak penandatanganan perjanjian kerjasama. Fasilitas pembiayaan bersama ini dikenakan bunga tetap sebesar 16,00% per tahun. Berdasarkan surat perubahan perjanjian kerjasama dalam rangka pemberian kredit kendaraan bermotor No. 1047/LE/VI/11/047 tanggal 20 Juni 2011, Perusahaan dan PT Bank Mutiara Tbk telah sepakat untuk memperpanjang jangka waktu perjanjian kerjasama sampai dengan 18 September Atas perpanjangan fasilitas kerjasama ini, sisa limit fasilitas yang masih dapat digunakan dikenakan suku bunga mengambang dengan tingkat suku sebesar 13,00% per tahun. Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 Desember 2011 dari Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mutiara Tbk setuju untuk melakukan kerjasama atas pembiayaan bersama kredit kendaraan bermotor. Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 72 milyar. Jangka waktu fasilitas pembiayaan bersama tersebut adalah 6 enam) bulan sejak penandatanganan perjanjian. Fasilitas pembiayaan bersama ini dikenakan bunga tetap sebesar 14,00% per tahun. Berdasarkan Akta No. 35 tanggal 18 Juni dari Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Mutiara Tbk setuju untuk melakukan kerjasama atas pembiayaan bersama kredit kendaraan bermotor. Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 100 milyar. Jangka waktu fasilitas pembiayaan bersama tersebut adalah 3 tiga) bulan sejak penandatanganan perjanjian. Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebagai berikut: Tenor pinjaman s.d. 36 bulan Tenor pinjaman > 36 bulan : 3,00% : 3,50% Berdasarkan surat perubahan perjanjian kerjasama dalam rangka pemberian kredit kendaraan bermotor No. 1047/LE/IX/12/019 tanggal 17 September, Perusahaan dan PT Bank Mutiara Tbk telah sepakat untuk memperpanjang jangka waktu perjanjian kerjasama sampai dengan 17 Januari. Atas perpanjangan fasilitas kerjasama ini, sisa limit fasilitas yang masih dapat digunakan dikenakan suku bunga mengambang dengan tingkat suku bunga yang telah ditetapkan sebelumnya.

60 Ekshibit E/ PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Lanjutan) Pihak ketiga Lanjutan) PT Bank Mutiara Tbk Lanjutan) Dalam setiap fasilitas, kedua belah pihak sepakat untuk menyediakan fasilitas pembiayaan bersama untuk nasabah, di mana Perusahaan bertindak sebagai Manajer Fasilitas dan/atau Manajer Jaminan dari PT Bank Mutiara Tbk. Jumlah porsi pembiayaan untuk Perusahaan minimum sebesar 1% dan PT Bank Mutiara Tbk maksimum sebesar 99% dari jumlah fasilitas pembiayaan yang disediakan kepada setiap nasabah. Masingmasing fasilitas tersebut bersifat nonrevolving serta dijamin dengan kendaraan bermotor yang dibiayai yang diikat secara fidusia serta Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor BPKB) milik nasabah yang disimpan di PT Bank Mutiara Tbk. Fasilitasfasilitas tersebut dikenakan bunga sebesar 11,00% dan 12,00% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Jumlah piutang pembiayaan konsumen perusahaan yang dibiayai oleh PT Bank Mutiara Tbk sebesar Rp dan untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pembiayaan bersama ini. PT Bank CIMB Niaga Tbk Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 25 Juni 2007 dari Muhammad Taufiq, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank CIMB Niaga Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama Joint Financing). PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Perusahaan telah sepakat untuk menyediakan fasilitas pembiayaan bersama untuk nasabah, di mana Perusahaan bertindak sebagai Manajer Fasilitas dan/atau Manajer Jaminan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 15 milyar, di mana porsi pembiayaan untuk Perusahaan minimum sebesar 10% dan PT Bank CIMB Niaga Tbk maksimum sebesar 90% dari jumlah fasilitas pembiayaan yang disediakan kepada setiap nasabah. Perjanjian kerjasama tersebut telah berakhir pada tanggal 25 Juni Berdasarkan Akta tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebesar: 1 tahun : 13,00% 2 tahun : 13,25% 3 tahun : 13,75% Fasilitas tersebut bersifat revolving dan dijamin dengan kendaraan yang dibiayai dan diikat secara fidusia. Berdasarkan Akta No. 6 tanggal 19 Maret 2008 dari Muhammad Taufiq, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank CIMB Niaga Tbk menandatangani Perubahan Terhadap Akta Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama sebagai berikut:

61 Ekshibit E/ PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Lanjutan) Pihak ketiga Lanjutan) PT Bank CIMB Niaga Tbk Lanjutan) Peningkatan jumlah porsi fasilitas Pembiayaan Bersama berubah dari batas maksimum sebesar Rp 15 milyar menjadi sebesar Rp 30 milyar atau jumlah lain sesuai persetujuan bersama antara PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Perusahaan. Fasilitas ini bersifat On Revolving dan On Liquidation, dengan jumlah maksimum bagi setiap debitur tidak melebihi Rp 500 juta. Perjanjian Pembiayaan Bersama ini akan berakhir pada tanggal 19 Maret Berdasarkan Akta tersebut di atas, fasilitas tersebut dikenakan bunga tetap per tahun sebesar: 1 tahun : 11,00% 2 tahun : 12,00% 3 tahun : 12,50% Berdasarkan Surat No. 338/ABG/ID1/VII/09 tanggal 15 Juli 2009, Perusahaan dan PT Bank CIMB Niaga Tbk menyetujui untuk memperpanjang jangka waktu Fasilitas Pembiayaan Bersama sampai dengan 26 Juni Berdasarkan Surat No. 013/PERJ/ABIG/ID.1DIV/VIII/10 tanggal 12 Agustus 2010, Perusahaan dan PT Bank CIMB Niaga Tbk setuju untuk memperpanjang jangka waktu Fasilitas Pembiayaan Bersama sampai dengan 26 Juni Jangka waktu fasilitas ini adalah 12 dua belas) bulan sejak ditandatanganinya Tambahan Perjanjian ini. Fasilitas tersebut dikenakan bunga sebesar 12,25% 12,75% per tahun untuk tahun yang berakhir 31 Desember Pada bulan Desember, Perusahaan telah melunasi seluruh pokok fasilitas dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank Bukopin Tbk Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 27 Februari 2007 dari Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Bukopin Tbk menandatangani Perjanjian Kerjasama Penerusan Pinjaman Chanelling) dengan batas maksimum sebesar Rp 15 milyar untuk tujuan pembiayaan aktivitas pembiayaan konsumen. Perjanjian tersebut telah berakhir pada tanggal 27 Februari 2008 dan dikenakan bunga sebesar 12,50% per tahun. Perjanjian Penerusan Pinjaman ini telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 5 tanggal 19 Juli 2009 dari Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Bukopin Tbk menandatangani Perjanjian Penerusan Pinjaman dengan batas maksimum sebesar Rp 30 milyar untuk pembiayaan aktivitas pembiayaan konsumen. Jangka waktu fasilitas adalah 24 dua puluh empat) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Fasilitas ini dikenakan bunga tetap sesuai dengan pemberitahuan dari bank. Kedua belah pihak telah menyetujui bahwa untuk pinjaman di atas Rp 500 juta dijamin dengan Fiduciarie Overdracht yang didaftarkan di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Fasilitas Penerusan Pinjaman tersebut bersifat tidak berulang nonrevolving).

62 Ekshibit E/ PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Lanjutann) Pihak ketiga Lanjutan) PT Bank Bukopin Tbk Lanjutan) Berdasarkan Akta No. 15 tanggal 13 Juli 2011 dan Akta No. 8 tanggal 15 November 2011 dari Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Bukopin Tbk menandatangani Perjanjian Penerusan Pinjaman dengan batas maksimum masingmasing sebesar Rp 50 milyar untuk pembiayaan aktivitas pembiayaan konsumen. Jangka waktu fasilitas adalah 24 dua puluh empat) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Fasilitas penerusan pinjaman tersebut disediakan sebagai pinjaman yang bersifat revolving. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 11,00% 11.75% dan 11,00% 11.75% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Jumlah piutang pembiayaan konsumen perusahaan yang dibiayai oleh PT Bank Bukopin Tbk sebesar Rp dan untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Pada tanggal Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian penerusan pinjaman ini. PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk Berdasarkan Akta No. 22 tanggal 16 September 2009 dari Ny. Esther Agustina Ferdinandus, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk telah sepakat untuk menyediakan pembiayaan bersama atas kendaraan bermotor yang bersifat nonrevolving. Porsi keseluruhan pembiayaan bersama adalah sebesar Rp 100 milyar di mana jumlah porsi pembiayaan untuk Perusahaan minimum sebesar 5% dan PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk maksimum sebesar 95% dari jumlah fasilitas pembiayaan bersama yang disediakan kepada setiap nasabah. Jangka waktu fasilitas pembiayaan bersama tersebut adalah 12 dua belas) bulan. Berdasarkan Akta No. 10 tanggal 8 April 2011 dari Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk sepakat untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas pembiayaan bersama tersebut selama 24 dua puluh empat) bulan dan meningkatkan porsi keseluruhan pembiayaan bersama menjadi Rp Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 10.50% dan 10,50% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Jumlah piutang pembiayaan konsumen perusahaan yang dibiayai oleh PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk sebesar Rp dan Rp untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Pada tanggal, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian pembiayaan bersama ini.

63 Ekshibit E/ PERJANJIANPERJANJIAN PENTING Lanjutann) Pihak ketiga Lanjutan) PT Bank DKI Tbk Berdasarkan Akta No. 40 tanggal 19 Oktober 2010 dari Ivonne B. Sinyal, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Bank DKI sepakat untuk menandatangani Perjanjian Pinjaman Term Loan Unrevolving) dengan batas maksimum Rp 50 milyar untuk kegiatan pembiayaan konsumen. Perjanjian ini akan berakhir 36 tiga puluh enam) bulan sejak tanggal perjanjian. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 13,00% per tahun dan dijamin dengan kendaraan nasabah yang diikat secara fidusia. Berdasarkan surat perjanjian No. 113/Ext/GKS/V/ 2011 tanggal 10 Mei 2011, Perusahaan dan PT Bank DKI sepakat untuk memperpanjang jangka waktu pembiayaan bersama sampai dengan 18 Oktober Fasilitas ini dikenakan bunga efektif sebesar 12,50% per tahun. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 12.50% dan 12,50% per tahun masingmasing untuk tahun yang berakhir dan. Jumlah piutang pembiayaan konsumen perusahaan yang dibiayai oleh PT Bank DKI sebesar Rp dan Rp untuk tahun yang berakhir dan 31 Desember. Pada tanggal Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini. Asuransi Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk melindungi kendaraan bermotor yang dibiayai oleh Perusahaan, antara lain dari risiko kehilangan dan kerusakan, dengan kondisi pertanggungan asuransi Comprehensive dan Total Loss Only Catatan 5 dan 6). Perusahaan asuransi tersebut adalah PT Asuransi Indrapura, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Bina Data Arta Tbk dan PT Asuransi Pan Pacific. 30. INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Perusahaan menghadapi risikorisiko keuangan melalui operasinya sebagai berikut: Risiko kredit Risiko pasar Risiko likuiditas Secara umum seperti semua bisnis lainnya, Perusahaan menghadapi risiko yang timbul dari penggunaan instrumen keuangan. Catatan ini menggambarkan tujuan Perusahaan, kebijakan dan proses untuk mengelola risiko tersebut dan metode yang digunakan untuk mengukur mereka. Informasi kuantitatif lebih lanjut sehubungan dengan risiko disajikan pada seluruh laporan keuangan. Tidak ada perubahan substantif dalam eksposur Perusahaan terhadap risiko instrumen keuangan, tujuan, kebijakan dan proses untuk mengelola risikorisiko tersebut atau metode yang digunakan untuk mengukur mereka dari periode sebelumnya kecuali dinyatakan lain dalam catatan ini.

64 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Instrumeninstrumen keuangan utama Instrumen keuangan pokok yang digunakan oleh Perusahaan, dimana munculnya risiko atas instrumen keuangan, adalah sebagai berikut: Kas dan setara kas Piutang pembiayaan konsumen Piutang sewa pembiayaan Piutang lainlain Agunan yang diambil alih Uang jaminan sewa Pinjaman bank Akrual Ikhtisar dari instrumen keuangan yang dimiliki Perusahaan per dan 31 Desember menurut kategorinya sebagai berikut: Pinjaman yang diberikan dan piutang Aset keuangan Kas dan setara kas Piutang pembiayaan konsumen Piutang sewa pembiayaan Piutang lainlain Agunan yang diambil alih Uang Jaminan sewa Jumlah diukur pada biaya perolehan diamortisasi Liabilitas keuangan Pinjaman bank Akrual Jumlah

65 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Tujuan, kebijakan dan proses secara umum Mengingat bahwa penerapan praktik manajemen risiko yang baik dapat mendukung kinerja dari perusahaan pembiayaan, maka manajemen risiko selalu menjadi elemen pendukung penting bagi Perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya. Sasaran dan tujuan utama dari diterapkannya praktik manajemen risiko di Perusahaan adalah untuk menjaga dan melindungi Perusahaan melalui pengelolaan risiko kerugian yang mungkin timbul dari berbagai aktivitasnya serta menjaga tingkat risiko agar sesuai dengan arahan yang sudah ditetapkan oleh Perusahaan. Strategi untuk mendukung sasaran dan tujuan dari manajemen risiko diwujudkan dengan pembentukan dan pengembangan budaya risiko yang kuat, penerapan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, pelestarian nilainilai kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur yang memadai, serta proses kerja yang terstruktur dan sehat. Budaya risiko yang kuat ini diciptakan dengan membangun kesadaran risiko yang kuat dimulai dari Dewan Komisaris, Direksi sampai kepada seluruh karyawan Perusahaan. Tata Kelola Perusahaan yang Baik disosialisasikan dan dikembangkan secara menyeluruh pada semua komponen dan aktivitas Perusahaan serta dilaksanakan dengan tanpa kompromi, nilainilai kepatuhan terhadap peraturan yang ada dan berlaku harus dibudayakan dan melekat pada semua karyawan Perusahaan yang dipimpin oleh jajaran Manajemen Perusahaan, infrastruktur risiko dibangun melalui tersedianya kebijakan dan proses yang tepat dan sesuai dengan kondisi terkini, pengembangan sistem dan database risiko yang berkelanjutan, serta teknik dan metodologi pengelolaan yang modern. Membangun proses dan kemampuan risiko yang sehat dan kuat adalah sebuah pengkajian yang berkesinambungan terhadap tujuan daripada penanganan risiko serta berbagai aktivitas yang menyangkut penanganan risiko, seperti identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. Fungsi manajemen risiko juga berkewajiban untuk menjaga arahan risiko yang dapat diterima dan disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi dengan tetap berpedoman dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan usaha. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, Manajemen Perusahaan memiliki komitmen penuh untuk menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang secara esensi mencakup kecukupan kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Perusahaan tetap dapat terarah dan terkendali pada batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap menguntungkan Perusahaan. Tujuan keseluruhan dari manajemen Perusahaan adalah untuk menetapkan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi risiko sejauh mungkin tanpa terlalu mempengaruhi daya saing dan fleksibilitas Perusahaan. Rincian lebih lanjut mengenai kebijakan ini ditetapkan di bawah ini:

66 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada Perusahaan. Risiko kredit Perusahaan terutama melekat kepada kas dan setara kas, piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan dan piutang lainlain. Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen, dimana Perusahaan menawarkan jasa kredit bagi masyarakat yang hendak memiliki kendaraan bermotor. Secara langsung, Perusahaan menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara konsumen dengan Perusahaan. Risiko kredit merupakan risiko yang tidak bisa dihindari, namun dapat dikelola hingga pada batasan yang bisa diterima. Perusahaan telah memiliki kebijakan dalam menghadapi risiko ini. Dimulai dari proses awal penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehatihatian, yang mana aplikasi kredit akan melalui proses survei dan analisa kredit untuk kemudian disetujui oleh Komite Kredit. Perusahaan juga menerapkan Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 45/KMK.06/2003 tanggal 30 Januari 2003 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank, yang telah dirubah dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 74/PMK.012/2006 tanggal 31 Agustus 2006 dan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan No. Kep2833/LK/2003 tanggal 12 Mei 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah pada Lembaga Keuangan Non Bank. Risiko kredit juga timbul dari kas dan setara kas dan simpanansimpanan di bank dan institusi keuangan. Untuk memitigasi risiko kredit, Perusahaan menempatkan kas dan setara kas pada institusi keuangan yang terpercaya. Perusahaan tidak masuk ke dalam instrumen derivatif untuk mengelola risiko kredit, walaupun langkahlangkah pencegahan harus diambil untuk beberapa kasus tertentu yang cukup terkonsentrasi, yang betujuan untuk mengurangi risiko serupa.

67 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Risiko Kredit Lanjutan) Pengungkapan kuantitatif atas paparan risiko kredit sehubungan dengan aset keuangan per tanggal dan 31 Desember adalah sebagai berikut: Kas dan setara kas Piutang pembiayaan konsumen Piutang sewa pembiayaan Piutang lainlain Agunan yang diambil alih Uang Jaminan Sewa Jumlah Nilai Eksposur tercatat maksimum Nilai Eksposur tercatat maksimum Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp Tabel di bawah ini menggambarkan konsentrasi risiko atas piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan dan piutang lainlain yang dimiliki Perusahaan: Korporasi Perorangan Rp 000 Rp 000 Korporasi Perorangan l Rp 000 Rp 000 Piutang pembiayaan konsumen Piutang sewa pembiayaan Piutang lainlain Jumlah

68 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Kas dan setara kas Pada tanggal, jumlah uang yang signifikan dalam bentuk kas dan setara kas ditempatkan di institusiinstitusi sebagai berikut: PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk Risiko Pasar Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat bunga, nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi Perusahaan. Dalam perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga. Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perusahaan meningkat. Untuk itu, Perusahaan menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana. Seluruh pinjaman bank dikenakan suku bunga tetap. Risiko mata uang muncul karena Perusahaan melakukan transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional. Ini adalah kebijakan Perusahaan, jika memungkinkan, untuk menyelesaikan liabilitas dalam mata uang fungsional dengan kas yang dihasilkan dari operasi sendiri dalam mata uang tersebut. Ketika Perusahaan mempunyai liabilitas dalam mata uang selain mata uang fungsional dan tidak memiliki cadangan mata uang yang cukup untuk menyelesaikannya), kas dalam mata uang tersebut akan, jika memungkinkan, ditransfer dari pihakpihak berelasi. Saat ini Perusahaan tidak terpapar risiko mata uang dikarenakan seluruh instrument keuangannya dinyatakan dalam Rupiah Indonesai. Risiko likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi liabilitasnya yang telah jatuh tempo, Mengingat Perusahaan memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari institusi keuangan melalui skema pembiayaan bersama, maka risiko ini dapat dikelola dengan tepat. Kebijakan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa mereka selalu memiliki uang yang cukup dalam bentuk kas untuk membayar liabilitas mereka ketika kewajiban tersebut jatuh tempo. Untuk memenuhi tujuan tersebut, mereka mencari cara untuk menjaga saldo kas dan fasilitas yang disetujui untuk memenuhi kebutuhan uang kas untuk suatu periode setidaknya 180 hari. Perusahaan juga mencari cara untuk mengurangi risiko likuiditas dengan menetapkan suku bunga dalam bagian pinjaman bank yang diterima, hal ini dibicarakan lebih jauh di bagian risiko pasar di atas.

69 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Tabel di bawah ini menggambarkan jatuh tempo kontraktual digambarkan dengan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan) dari liabilitas keuangan: Sampai Dengan 3 bulan Antara 3 dan 12 bulan Antara 1 dan 2 tahun Lebih dari 2 tahun Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Jumlah Rp 000 Pinjaman bank Akrual Des Pinjaman bank Akrual

70 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Risiko likuiditas Lanjutan) Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember dan 2011: Sampai dengan 3 bulan Antara 3 dan 12 bulan Antara 1 dan 2 tahun Lebih dari 2 tahun Jumlah Aset keuangan Kas dan setara kas Piutang pembiayaan konsumen Piutang sewa pembiayaan Piutang lainlain Agunan yang di ambil alih Uang Jaminan Sewa Liabilitas keuangan Pinjaman bank Akrual Perbedaan jatuh tempo ,421, ,753,664,

71 Ekshibit E/ INSTRUMEN KEUANGAN MANAJEMEN RISIKO Lanjutan) Risiko likuiditas Lanjutan) Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember dan 2011: Sampai dengan 3 bulan Antara 3 dan 12 bulan 31 Desember Antara 1 dan 2 tahun Lebih dari 2 tahun Jumlah Aset keuangan Kas dan setara kas Piutang pembiayaan konsumen Piutang sewa pembiayaan Piutang lainlain Agunan yang diambil alih Uang jaminan sewa Liabilitas keuangan Pinjaman bank Akrual Perbedaan jatuh tempo 9,034,163,533 59,378,255, ,515,539,417 17,071,833,000 51,090,421, ,322, ,704, ,000, ,456,772,000 58,310,928, ,189,245 95,128,901, ,753,664, ,036,889, ,472,166, ,391,622, ,034,163,533 71,871,901, ,222,467,417 29,498,062, ,971,244, ,776, ,992, ,426,

72 Ekshibit E/ MANAJEMEN MODAL Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, sehingga Perusahaan tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham. Perusahaan mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembalikan investasi pemegang saham dalam bentuk dividen kas, dengan tetap memperhatikan tingkat kesehatan Perseroan dan kebutuhan dana yang di perlukan untuk investasi dalam rangka pengembangan usaha. Sejak Penawaran Saham Perdana, Perusahaan selalu membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya secara teratur setiap tahun dan juga telah menetapkan kebijakan dividen atas laba tahun berjalan sebanyakbanyaknya sebagai berikut: Sampai dengan Rp 15 Miliar Lebih dari Rp 15 Miliar : 30,00% : 40,00% Perusahaan akan terus berupaya untuk memberikan imbalan investasi yang terbaik kepada seluruh pemegang saham Perusahaan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dana Perusahaan pada tahun berikutnya dan kebijakan dividen yang diambil oleh PT Batavia Prosperindo Internasional selaku pemegang saham pengendali, Dalam mengelola permodalan, Perusahaan melakukan analisa secara bulanan untuk memastikan bahwa Perusahaan tetap mengikuti Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No, 84/PMK,012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan yang diantaranya mengatur ketentuan sebagai berikut: Modal disetor Perusahaan minimum sebesar Rp 100,000,000,000; Jumlah pinjaman yang dimiliki Perusahaan dibandingkan modal sendiri dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan maksimum 10 kali, baik untuk pinjaman luar negeri maupun dalam negeri, Beberapa rasio yang digunakan Perusahaan untuk mengawasi permodalan antara lain rasio imbal hasil ekuitas dan rasio solvabilitas, Rasio imbal hasil ekuitas dipergunakan untuk mengetahui kemampuan Perusahaan meraih laba dari modal yang ditanamkan dan dicerminkan melalui perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri, Rasio solvabilitas digunakan untuk mengetahui kemampuan Perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dengan menggunakan modal yang dimiliki, 32. INFORMASI SEGMEN Segmen operasi Perusahaan dibagi berdasarkan produk, yaitu sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen, Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan internal yang disiapkan untuk pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya kesegmen tertentu dan melakukan penilaian atas performanya,

73 Ekshibit E/ INFORMASI SEGMEN Lanjutan) Informasi mengenai hasil dari masingmasing pelaporan segmen disajikan di bawah ini sebagaimana dilaporkan dalam laporan internal manajemen yang ditelaah oleh manajemen Perusahaan, Keuntungan segmen digunakan untuk mengukur kinerja dimana manajemen berkeyakinan bahwa informasi tersebut paling relevan dalam mengevaluasi hasil segmen tersebut relatif terhadap entitas lain yang beroperasi dalam industri tersebut: Sewa Pembiayaan PENDAPATAN Pendapatan segmen Pendapatan tidak dapat dialokasikan Pendapatan Keuangan Pendapatan lainnya Jumlah pendapatan BEBAN Beban tidak dapat dialokasikan Laba sebelum pajak tidak dapat dialokasikan Pajak penghasilan LABA TAHUN BERJALAN Pembiayaan konsumen Tidak dapat dialokasikan Jumlah ) ) ) ) ) ) ASET Aset tidak dapat dialokasikan LIABILITAS Total liabilitas tidak dapat dialokasikan

74 Ekshibit E/ INFORMASI SEGMEN Lanjutan) Sewa Pembiayaan PENDAPATAN Pendapatan segmen Pendapatan tidak dapat dialokasikan Pendapatan keuangan Pendapatan lainnya Jumlah pendapatan BEBAN Beban tidak dapat dialokasikan Laba sebelum pajak tidak dapat dialokasikan Pajak penghasilan LABA TAHUN BERJALAN Desember Pembiayaan konsumen Tidak dapat dialokasikan Jumlah ) ) ) ) ) ) ASET Aset tidak dapat dialokasikan LIABILITAS Total liabilitas tidak dapat dialokasikan

75 Ekshibit E/ INFORMASI SEGMEN Lanjutan) Perusahaan juga mengidentifikasi segmen yang dilaporkan berdasarkan wilayah geografis, Beberapa wilayah yang memiliki karakteristik serupa, diagregasikan dan dievaluasi secara berkala oleh manajemen Perusahaan, Laba dari masingmasing segmen digunakan untuk menilai kinerja masingmasing segmen, Informasi yang berkaitan dengan segmen usaha utama disajikan sebagai berikut: Jawa Kalimantan Sumatera Sulawesi Jumlah Aset Liabilitas ) ) Pendapatan Beban ) Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan ) Laba bersih Penambahan aset tetap Beban penyusutan ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) )

76 Ekshibit E/ INFORMASI SEGMEN Lanjutan) Jawa Kalimantan 31 Desember Sumatera Sulawesi Jumlah Aset Liabilitas Pendapatan Beban ) Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Laba bersih Penambahan aset tetap Beban penyusutan ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) )

77 Ekshibit E/ OTORISASI LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan telah diotorisasi oleh Dewan Direksi Perusahaan untuk diterbitkan pada tanggal 22 April,

PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk

PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk L A P O R A N K E U A N G A N UNTUK PERIODE TIGA BULANAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAN (AUDIT) L A P O R A N K E U A N G A N UNTUK (TIDAK DIAUDIT) DAN (AUDIT) D A F T A R I S I Pernyataan Direksi Ekshibit

Lebih terperinci

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba

Lebih terperinci

PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk

PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk L A P O R A N K E U A N G A N PADA TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULANAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 D A F T A R I S I Pernyataan

Lebih terperinci

PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk

PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk L A P O R A N K E U A N G A N INTERIM PER 31 MARET 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN D A F T A R I S I Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Ekshibit Neraca A Laporan Laba Rugi B Laporan Perubahan

Lebih terperinci

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAFTAR ISI Pernyataan Direksi dan Komisaris Ekshibit Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian A Laporan Laba Rugi Komprehensif

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2010 DAN 2009 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 dan 31 Maret 2011 (tidak

Lebih terperinci

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 Daftar Isi Halaman Laporan

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 Daftar Isi Halaman Laporan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL- TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Satuan Rupiah)

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2014 DAN 2013 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014

Lebih terperinci

PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (AUDITAN) DAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI

Lebih terperinci

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastucture, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 Daftar Isi Halaman

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA

Lebih terperinci

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012

Lebih terperinci

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

POSISI KEUANGAN (NERACA) 31 DESEMBER 2014, 31 DESEMBER 2013 DAN 1 JANUARI

POSISI KEUANGAN (NERACA) 31 DESEMBER 2014, 31 DESEMBER 2013 DAN 1 JANUARI LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) 31 DESEMBER 2014, 31 DESEMBER 2013 DAN 1 JANUARI 2013 (Disajikan dalam Rupiah, dinyatakan lain) Catatan 1 Januari 2013 ASET Kas dan bank 2c, 2d, 4 16.951.885.293 10.042.666.147

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT FORTUNE INDONESIA TBK

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT), 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

Lebih terperinci

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM UNTUK PERIODE TIGA BULAN DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT)

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 dan 31 Maret 2013 (tidak

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012

Lebih terperinci

IKATAN AKUNTAN INDONESIA (INSTITUTE OF INDONESIA CHARTERED ACCOUNTANTS)

IKATAN AKUNTAN INDONESIA (INSTITUTE OF INDONESIA CHARTERED ACCOUNTANTS) STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN EFEKTIF PER 1 JANUARI 2017 1 PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan 28 Oktober 2015 2 PSAK 2 Laporan Arus Kas 3 PSAK 3 Laporan Keuangan Interim 28 September 2016 4 PSAK 4 Laporan

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG

Lebih terperinci

PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September

PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September 2012 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada 31 Desember

Lebih terperinci

PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk

PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk Laporan Keuangan Interim Pada Tanggal 30 Juni 2017 Dan Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit) (Mata Uang Rupiah Indonesia) Have been

Lebih terperinci

PT TRUST FINANCE INDONESIA Tbk

PT TRUST FINANCE INDONESIA Tbk Laporan Keuangan, dan 1 Januari 2014/31 Desember 2013 Serta DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan, dan 1 Januari 2014/31 Desember 2013 Serta untuk Tahun-tahun

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Lebih terperinci

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016

Lebih terperinci

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN KEUANGAN Dan Laporan Auditor Independen Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...

Lebih terperinci

Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2017 (tidak diaudit)

Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2017 (tidak diaudit) Laporan Keuangan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Maret 2017 (tidak diaudit) dan Posisi Keuangan per 31 Maret 2018 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2017 (diaudit)

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2015 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT TRUST FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TRUST FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 ASET Catatan Kas dan Setara Kas 2d, 2e, 4 13.621.814.172 18.083.381.861 Piutang Pembiayaan Investasi Pihak ketiga Setelah dikurangi pendapatan

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2014 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2013 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2014 dan 31 Maret 2013 (tidak

Lebih terperinci

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September 2017 dan 2016

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2011 DAN 2010 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Perubahan Ekuitas...

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Perubahan Ekuitas... Laporan Keuangan (Mata Uang Rupiah) LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) DAN UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT)

Lebih terperinci

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL

Lebih terperinci

1. UMUM a. Pendirian Koperasi KOPERASI KASIH INDONESIA Koperasi Kasih Indonesia ( Koperasi ), didirikan berdasarkan Akte No. 164 yang dibuat oleh H. Rizul Sudarmadi, SH., Notaris di Jakarta tanggal 31

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 2014 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2015

Lebih terperinci

PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun yang Berakhir 31 Desember 2011 Dengan Angka Perbandingan Tahun 2010 Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia)

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS

Lebih terperinci

PT TUNAS ALFIN Tbk LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

PT TUNAS ALFIN Tbk LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014

Lebih terperinci

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas.. Laporan

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT 2013 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi

Lebih terperinci

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) Laporan Aset dan Kewajiban Laporan Operasi Laporan

Lebih terperinci

PT VICTORIA INSURANCE LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2014 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan...

PT VICTORIA INSURANCE LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2014 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan... LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2014 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...

Lebih terperinci

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL P.T. RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI - LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Halaman

Lebih terperinci

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2013 Dan 31 Desember 2012 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir (Mata

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2016, 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 dan untuk Periode-periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2016 dan

Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2016, 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 dan untuk Periode-periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2016 dan DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Interim Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan PT Sinar Mas Multifinance pada Tanggal

Lebih terperinci

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 Dengan Angka Perbandingan untuk Tahun yang Berakhir Pada

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas.. Laporan

Lebih terperinci

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian Tanggal 30 Juni 2012 Dan 31 Desember 2011 Serta Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal - Tanggal 30 Juni 2012

Lebih terperinci

Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2017 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2016 (tidak diaudit)

Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2017 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2016 (tidak diaudit) Laporan Keuangan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2017 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2016 (tidak diaudit) dan Posisi Keuangan per 30 Juni 2017 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2016 (diaudit)

Lebih terperinci

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (AUDITAN) SERTA PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN

Lebih terperinci

Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk

Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk Revisi PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan

Lebih terperinci

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 MARET 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN PER 31 DESEMBER 2015 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE 3 (TIGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)

Lebih terperinci

PT DANASUPRA ERAPACIFIC TBK. LAPORAN KEUANGAN

PT DANASUPRA ERAPACIFIC TBK. LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit) Serta Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak Diaudit) LAPORAN KEUANGAN 31 MARET

Lebih terperinci

PSAK 24 IMBALAN KERJA. Oleh: Kelompok 4 Listya Nindita Dicky Andriyanto

PSAK 24 IMBALAN KERJA. Oleh: Kelompok 4 Listya Nindita Dicky Andriyanto PSAK 24 IMBALAN KERJA Oleh: Kelompok 4 Listya Nindita 2015271115 Dicky Andriyanto 2015271116 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2016 I. PENDAHULUAN 1.

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2017 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2016 (diaudit) Serta Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2017 dan 30 Juni 2016 (tidak diaudit)

Lebih terperinci

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 MARET 2018, 2017 (TIDAK DIAUDIT), DAN 31 DESEMBER 2017 (DIAUDIT)

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 MARET 2018, 2017 (TIDAK DIAUDIT), DAN 31 DESEMBER 2017 (DIAUDIT) PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 MARET 2018, 2017 (TIDAK DIAUDIT), DAN 31 DESEMBER 2017 (DIAUDIT) Halaman LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 MARET 2018.

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT ALKINDO NARATAMA TBK ARSYAD & REKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PT ALKINDO NARATAMA TBK LAPORAN KEUANGAN INTERIM BESERTA LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN 30 SEPTEMBER 2011 (DIREVIEW), 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN UNTUK SEMBILAN BULAN

Lebih terperinci