GLICOGEN STORAGE DISEASE TIPE 1 VON GIERKE DISEASE
|
|
|
- Harjanti Yuliana Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 TUGAS MAKALAH KARBOHIDRAT GLICOGEN STORAGE DISEASE TIPE 1 VON GIERKE DISEASE. Oleh: dr. CATUR SUCI SUTRISNANI Pembimbing: Prof.drh.Aulani am, DESS PROGRAM PASCA SARJANA ILMU BIOMEDIK PROGRAM DOUBLE DEGREE PATOLOGI KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2 BAB I PENDAHULUAN I.I LATAR BELAKANG Glikogen adalah salah satu bentuk polisakarida, 1 Glikogen ini berasal dari glukosa yang berlebihan dalam tubuh dan merupakan bentuk penyimpanan dari glukosa, terutama disimpan di hati dan otot. 2,3 Glycogen Storage Diseases merupakan penyakit yang disebabkan karena kelainan genetik yang diturunkan yang ditandai dengan penurunan enzim-enzim yang berperan baik dalam pembentukan glikogen maupun dalam pemecahan glikogen, yang mengakibatkan jumlah glikogen dalam jaringan dapat mengalami pengurangan maupun penumpukan. 2,3,4 Glycogen Storage Diseases menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi glukosa dalam jumlah yang cukup dan juga mengakibatkan tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi, 2 sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai macam gejala dalam tubuh seperti hipoglikemia, pembesaran liver, gangguan pertumbuhan dan muscle cramp, dimana jika gejala-gejala tersebut tidak segera diatasi dapat mengakibatkan kematian. 3 Glycogen Storage Diseases (GDS) dapat dikelompokan menjadi 10 tipe (GDS tipe I,II,III,IV,V,VI,VII,IX,XI dan tipe 0), 2,3,4 dimana tipe I adalah yang yang paling banyak didapatkan (90% dari semua tipe). 4 Angka kejadian dari Glycogen Storage Diseases mencapai 1/ bayi lahir,dimana angka kejadian tipe I mencapai 25% dari seluruh kasus Glycogen Storage Diseases. 3 Dengan angka kejadian yang cukup tinggi tersebut maka pada makalah ini perlu dibahas mengenai Glycogen Storage Diseases (GDS) ditinjau dari beberapa aspek terutama yang berhubungan dengan biomolekulernya. I.2 TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang Glycogen Storage Disease tipe 1. 2
3 1.3 MANFAAT Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan tentang Glikogen Storage Disease tipe 1, sehingga dapat dilakukan deteksi dini dan penanganan awal untuk menurunkan angka kematian 3
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 METABOLISME GLIKOGEN Glikogen adalah salah satu bentuk polisakarida, yaitu polimer dari karbohidrat, yang terdiri dari mosakarida yang dalam hal ini adalah glukosa (sebagai monosakaridanya). 5,6,7,8 Glikogen terdiri dari ikatan 1,4 alfa, dimana setiap 4-10 monomer dgn ikatan 1,4 alfa, akan dimasuki ikatan 1,6 alfa. 6 Glikogen merupakan bentuk penyimpanan dari glukosa. Glikogen terdapat didalam sitosol sel dalam bentuk granula dengan diameter 10-40nm, paling banyak konsentrasinya ditemukan di sel hepatosit (sebanyak 10% dari berat total hati), glikogen juga banyak ditemukan di sel otot (1% dari masa otot). Selain banyak ditemukan di hati dan otot, glikogen dalam jumlah yang kecil ditemukan di ginjal, sel glia dari otak dan sel darah putih. 8,9,10 Di dalam hati terjadi regulasi glikogen yaitu proses sintesa dan degradasi dari glikogen, dengan tujuan untuk mempertahankan kadar normal glukosa dalam darah sehingga dapat digunakan oleh semua organ dalam tubuh. Regulasi glikogen juga terjadi di dalam sel otot, tetapi glukosa yang dihasilkan dari proses regulasi glikogen hanya dapat digunakan oleh sel otot sendiri. 8 4
5 Gambar sel hepatosit 2.2 GLIKOGENOLISIS Ketika tubuh memerlukan glukosa untuk memperoleh energi oleh karena glukosa dalam darah tidak mencukupi, maka hati akan memecah glikogen yang ada dalam sel hati untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. 7,8 Proses pemecahan glikogen dalam sel hati (hepatosit) diawali dengan pemecahan glikogen menjadi glukosa-1-fosfat dan glikogen, dimana reaksi ini disebut fosforilasi, karena reaksi tersebut di katalis oleh enzim fosforilase dan juga terjadi penambahan gugus fosfat. Fosforilasi menyebabkan ikatan 1,4 alfa terputus. 7,8,9 Setelah terjadi proses fosforilasi dari glikogen yang menghasilkan glukosa-1- fosfat dan glikogen, proses selanjutnya adalah memecah ikatan 1,6 alfa melalui proses hidrolisis dengan bantuan enzim alfa 1,6 glukosidase dan H 2 O. 7 Karena fosforilasi tidak dapat memecah ikatan 1,6 alfa. 7 5
6 Setelah ikatan 1,6 alfa terputus, maka akan ada ikatan 1,4 alfa lain yang bebas yang siap mengalami fosforilasi membentuk glukosa 1-fosfat. Dimana kita ketahui sebelumnya bahwa antara 2 ikatan 1,4 alfa akan disisipi ikatan 1,6 alfa, sehingga jika ikatan 1,6 alfa tidak dipecah terlebih dahulu, menyebabkan ikatan 1,4 alfa yang terletak di belakang ikatan 1,6 alfa tidak akan dapat mengalami fosforilasi membentuk glukosa- 1-fosfat. 6,7 Tahap selanjutnya dalam proses degradasi glikogen adalah merubah glukosa-1- fosfat menjadi glukosa-6-fosfat, dengan bantuan enzim phosphoglucomutase, dimana enzim ini akan memberikan gugus fosfat ke ikatan karbon no 6 sehingga terbentuk glukosa 1,6 bifosfat, selanjutnya enzim ini akan mengambil gugus fosfat yang ada di karbon no 1, sehingga terbentuklah glukosa-6-fosfat. 7 6
7 Glukosa-6-fosfat ini tidak dapat keluar dari sel hepatosit menuju peredaran darah karena masih mengikat gugus fosfat, sehingga untuk melepaskan gugus fosfatnya diperlukan suatu enzim yang bernama glukosa-6-fosfatase, yang berada di retikulum endoplasmik. 7 Glucose-6-phosphate + H 2 O Glucose + Phosphate Glukosa yang terbentuk sudah dapat menembus membran sel hepatosit menuju beredaran darah dan siap digunakan untuk menghasilkan energi. 7 Selain hati, organ yang mempunyai enzim glukosa-6-fosfatase adalah ginjal. Otot skeleton dan otak tidak mempunyai enzim tersebut sehingga organ tersebut hanya menggunakan glukosa yang mereka ambil dari peredaran darah, tanpa bisa mensintesa sendiri. 7 Glukosa-6-fosfat yang dihasilkan dari degradasi glikogen akan mengalami 3 proses berbeda, yaitu: 1. Memasuki proses glikolisis, untuk dimetabolisme baik melalui proses aerobik maupun anaerobik, didalam sel otot dan sel otak. 7
8 2. Dirubah menjadi glukosa didalam sel hati dan sel ginjal untuk dibawa ke peredaran darah dan digunakan untuk menghasilkan energi ke semua organ didalam tubuh, 3. Memasuki jalur pentose phosphate dan menghasilkan NADPH dan ribose. 2.3 REGULASI GLYCOGENOLISIS Fosforilase Glikogen merupakan enzim homodimerik yang dapat dibedakan menjadi dua yaitu T (untuk tegang, kurang aktif) dan R (untuk santai, lebih aktif). Fosforilase mampu mengikat glikogen ketika enzim dalam keadaan R. Konformasi ini ditingkatkan dengan pengikatan AMP dan dihambat oleh ATP atau glukosa-6-fosfat. Enzim juga digunakan pada modifikasi kovalen oleh fosforilasi sebagai sarana mengatur aktivitasnya. Aktivitas relatif enzim fosforilase yaitu fosforilasa-b untuk menghasilkan glukosa-1-fosfat yang cukup untuk masuk ke glikolisis dan produksi ATP yang cukup untuk memelihara aktifitas istirahat normal dari sel. Hal ini berlaku baik dalam hati dan sel otot. 7,18,19 8
9 Jalur yang terlibat dalam regulasi fosforilase glikogen, PKA, campdependent protein kinase, PPI-1 adalah phosphoprotein fosfatase-1 inhibitor, dimana memiliki positif (+ ve) atau negatif (-ve) efek pada enzim. Secara singkat, fosforilasa b terfosforilasi oleh fosforilase kinase. Fosforilase kinase terfosforilasi yang menyebabkan peningkatan aktivitas PKA ( diaktifkan melalui reseptor-mediated mekanisme). PKA juga sebagai leading phosphorylates PPI-1 yang menghambat pemindahan fosfat. Ion kalsium dapat mengaktifkan kinase fosforilase tanpa adanya enzim yang terfosforilasi. Hal ini memungkinkan rangsangan neuromuskuler oleh asetilkolin menyebabkan glikogenolisis meningkat karena tidak adanya stimulasi reseptor. 18,19 Jika glukosa darah turun maka sel α pankreas mensekresi glukagon yang mengikat pada reseptor permukaan sel pada hati dan sel-sel lainnya. Sel-sel hati merupakan target utama untuk aksi hormon peptida. Respon sel yang berikatan dengan glukagon di reseptor permukaan sel mengaktifkan enzim adenilat siklase yang berhubungan dengan reseptor. Aktivasi siklase adenilat menyebabkan peningkatan pembentukan camp. camp mengikat enzim yang disebut camp-dependent protein kinase, PKA berikatan dengan camp untuk meregulasi subunit PKA menyebabkan pelepasan dan aktivasi berikutnya dari subunit katalitik. Subunit katalitik kemudian memphosphorylase sejumlah protein pada serin dan residu treonin. 9
10 Perwakilan Jalur untuk aktivasi camp-dependent protein kinase (PKA) Contohnya : glukagon yang mengikat reseptor permukaan sel, sehingga mengaktifkan reseptor. Aktivasi reseptor ini digabungkan ke aktivasi reseptor-coupled G-protein (mengikat GTP dan hidrolisis protein) terdiri dari 3 subunit. Setelah aktivasi subunit alfa terpisah dan mengaktifkan adenilat siklase. Siklase adenilat kemudian mengubah ATP menjadi siklik-amp (camp). camp kemudian berikatan dengan subunit regulasi PKA menyebabkan disosiasi subunit katalitik terkait. Subunit katalitik tidak aktif sampai dipisahkan dari subunit regulasi. Setelah mengeluarkan subunit katalitik dari substrat difosforilasi PKA menggunakan ATP sebagai donor fosfat. Kinase adalah enzim fosforilasa multi-subunit terdiri dari α, β, γ, δ dan subunit. Subunit α dan β adalah subunit peraturan yang terfosforilasi. Subunit γ adalah subunit katalitik dan subunit δ adalah kalmodulin. Fosforilasi kinase fosforilasae mengaktifkan enzim yang pada gilirannya phosphorylase bentuk b fosforilase. Fosforilasi fosforilase-b sangat meningkatkan aktivitasnya terhadap kerusakan glikogen. Enzim yang dimodifikasi disebut fosforilase-a. Hasil akhirnya adalah menginduksi kerusakan glikogen dalam menanggapi glukagon yang terikat pada reseptor permukaan sel. 18,19 Hal Ini identik dengan kaskade yang terjadi pada sel otot rangka. Namun, dalam sel-sel induksi kaskade dari epinefrin yang mengikat reseptor pada permukaan sel-sel otot. Epinefrin dilepaskan dari kelenjar adrenal sebagai respons terhadap sinyal saraf yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk penggunaan glukosa dalam otot yang meningkat disebut fligh respon. Sel-sel otot tidak memiliki reseptor glukagon. 10
11 adanya reseptor glukagon pada sel otot akan sia-sia karena peran rilis glukagon adalah untuk meningkatkan konsentrasi glukosa darah dan glikogen otot tidak berkontribusi terhadap tingkat glukosa darah. 7,18 Regulasi aktivitas kinase fosforilase juga dipengaruhi oleh dua mekanisme yang berbeda yang melibatkan Ca ion 2 +. Kemampuan Ca 2 + ion untuk mengatur kinase fosforilase adalah melalui fungsi salah satu subunit enzim ini. Salah satu subunit enzim ini adalah protein kalmodulin. Kalmodulin adalah protein kalsium mengikat, menginduksi perubahan konformasi dalam kalmodulin yang pada gilirannya meningkatkan aktivitas katalitik kinase fosforilase terhadap fosforilase-b. Hal ini sangat penting untuk peningkatan glikogenolisis dalam sel otot dimana kontraksi otot diinduksi melalui stimulasi asetilkolin pada sambungan neuromuskuler. Pengaruh pelepasan asetilkolin dari ujung saraf pada sambungan neuromuskuler adalah untuk depolarisasi sel otot yang mengarah ke rilis peningkatan retikulum sarkoplasma disimpan Ca 2 +, sehingga mengaktifkan kinase fosforilase. Jadi, kalsium intraseluler tidak hanya meningkatkan kontraksi otot tetapi juga meningkatkan glikogenolisis yang menyediakan ATP di sel otot. Ca 2 + dimediasi ke jalur aktivasi kinase fosforilase melalui aktivasi reseptor α-adrenergik oleh epinefrin. 18 Jalur yang terlibat dalam regulasi fosforilase glikogen oleh aktivasi epinefrin dari α-adrenergik reseptor. PLC-γ adalah fosfolipase C-γ. Substrat untuk PLC-γ yang phosphatidylinositol-4,5-bifosfat (PIP 2) dan produk IP 3 (trisphosphate inositol) dan DAG (diasilgliserol). Tidak seperti β-adrenergik reseptor yang digabungkan untuk 11
12 aktivasi siklase adenilat, α-adrenergik reseptor yang digabungkan melalui G-protein yang mengaktifkan fosfolipase-c-γ (PLC-γ). Aktivasi pf PLC-γ menyebabkan peningkatan hidrolisis membran phosphatidylinositol-4,5-bifosfat (PIP 2), produk trisphosphate inositol (IP 3) dan diasilgliserol (DAG). DAG mengikat dan mengaktifkan protein kinase C (PKC) enzim yang phosphorylates banyak substrat, salah satunya adalah glikogen sintase. IP 3 mengikat reseptor pada permukaan retikulum endoplasma yang mengarah untuk melepaskan ion Ca 2 +. Ion Ca 2 + kemudian berinteraksi dengan subunit kalmodulin dari kinase phosphoryase dan mengaktivasi 'nya. Selain itu, ion Ca 2 + mengaktifkan PKC dalam hubungannya dengan DAG. Untuk menghentikan aktivitas enzim dari kaskade fosforilasa glikogen aktivasi, setelah kebutuhan tubuh terpenuhi, enzim dimodifikasi harus un-modifikasi. Dalam menginduksi aktinasi Ca 2 + pelepasan ion Ca 2 + dari otot akan berakhir ketika impuls saraf yang masuk berhenti. Penghapusan fosfat pada kinase fosforilase dan fosforilasea dilakukan oleh phosphoprotein fosfatase-1 (PP-1). Agar residu fosfat ditempatkan pada enzim ini oleh PKA dan fosforilase kinase tidak segera dihapus, aktivitas PP-1 juga harus diatur. Hal ini dilakukan dengan pengikatan PP-1 untuk phosphoprotein fosfatase inhibitor (PPI-1). Protein ini juga terfosforilasi oleh PKA dan dephosphorylated oleh PP-1. Fosforilasi PPI memungkinkan untuk mengikat PP-1, hal ini tidak akan terjadi jika tidak terfosforilasi. Ketika PPI mengikat PP-1 phosphorylations yang dikeluarkan oleh PP-1 tetapi berkurang jauh dibandingkan dengan PP-1 bebas sehingga untuk sementara menjebak PP-1 dari substrat lainnya 18, SINTESA GLIKOGEN Jika kadar glukosa dalam darah meningkat, maka glukosa tersebut akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen. 6,7,8 Sintesa glikogen diawali dengan pengambilan glukosa oleh sel hati, otot,dll. Kemudian didalam sel glukosa berikatan dengan fosfat membentuk glukosa-1-fosfat. Glukosa-1-fosfat ini kemudian berikatan dengan Uridine tri Phosphate(UTP), membentuk UDP-glucose (Uridin Tue Phosphat-glucose) dan dilepaskannya PPi (Pyrophosphat), dengan reaksi sebagai berikut: 12
13 Kemudian UDP-glucose yang terbentuk akan berikatan dengan glikogen pada ujung rantainya, dimana akan mengakibatkan terlepasnya UDP REGULASI SINTESIS GLIKOGEN Glikogen sintase adalah enzim tetrameric terdiri dari 4 subunit identik. Sintesa Protein glikogen di hati dan otot berasal dari gen yang berbeda dan hanya berbagi identitas asam amino 46%. Glikogen sintase hati gen terletak pada kromosom 12p12.2 dan diidentifikasi oleh GYS2 simbol gen. Otot (jantung dan rangka) sintase glikogen gen (gen simbol = GYS1) terletak pada kromosom 19q13.3 dan mengkode protein dari 737 asam amino. Kegiatan sintase glikogen diatur oleh fosforilasi residu serin pada protein subunit. Fosforilasi glikogen sintase mengurangi aktivitas ke arah UDPglukosa. Ketika di state non-terfosforilasi, glikogen sintase tidak memerlukan glukosa- 6-fosfat sebagai aktivator alosterik, Kedua bentuk glikogen sintase diidentifikasi oleh tata nama yang sama seperti yang digunakan untuk glikogen fosforilase. Bentuk unphosphorylated dan paling aktif adalah sintase-a dan bentuk glukosa-6-fosfat sintase tergantung terfosforilasi adalah sintesa-b. Kinase telah terbukti memfosforilasi dan mengatur baik hati dan otot sintase glikogen. Kebanyakan analisis rinci telah dilakukan dengan menggunakan sintase glikogen di hepatosit terisolasi. Setidaknya 13
14 lima situs fosforilasi telah diidentifikasi dalam glikogen hati sintase yang merupakan target minimal tujuh kinase. Peraturan sintase glikogen oleh fosforilasi terjadi melalui peristiwa fosforilasi primer dan sekunder. Tujuh kinase yang mengatur aktivitas glikogen sintase adalah PKA, PKC, glikogen sintase kinase-3 (GSK-3), glikogen sintase-fosforilasa kinase (biasanya hanya disebut fosforilasa kinase, PHK), kalmodulin-tergantung protein kinase-ii (CaMPK-II ), kasein kinase I (CK-I), dan kasein kinase II (CK-II). Peristiwa fosforilasi primer diinduksi oleh fosforilase kinase, PKA, PKC, CaMPK-II, dan CK-II. Peristiwa fosforilasi sekunder adalah hasil dari GSK-3 dan CK-I. Ketika glukagon mengikat reseptor 'pada hepatosit, maka PKA menyebabkan fosforilasi peningkatan glikogen sintase langsung oleh PKA serta melalui aktivasi PKA-di teraktivasi memediasi fosforilasa kinase (PHK). Selain itu, glokagon meningkatkan aktivitas kasein kinase II (CK-II). Dengan demikian, efek dari glukagon pada hepatosit adalah aktivasi dari tiga kinase yang berbeda yang difosforilasi dan menghambat sintase glikogen. 7,18,19 Insulin dan glukagon adalah kontra-regulasi hormon sehingga memberi efek yang berlawanan pada tingkat fosforilasi glikogen sintase. Seperti dijelaskan di atas, ketika glukagon mengikat reseptor pada hepatosit ada kenaikan yang dihasilkan dalam camp dan peningkatan yang bersamaan dalam aktivitas PKA. PKA mengakibatkan phosphorylate sintase glikogen pada minimal empat lokasi berbeda. Selain itu, hasil aktivitas PKA dalam meningkatkan aktivitas kinase fosforilase pada phosphorylates sintase glikogen di salah satu situs yang sama seperti PKA. Insulin pada PKA meningkatkan aktivitas camp fosfodiesterase yang menghidrolisis AMP sehingga mengurangi tingkat PKA aktif. Insulin juga memberikan suatu efek negatif pada aktivitas GSK-3 seperti adanya penurunan tingkat fosforilasi glikogen sintase oleh kinase
15 Jalur yang terlibat dalam regulasi sintase glikogen. Secara singkat, glikogen sintase adalah terfosforilasi, dan kurang aktif jadi membutuhkan glukosa-6- fosfat. Fosforilasi glikogen sintase dilakukan oleh enzim yang berbeda. Yang paling penting adalah synthase kinase-fosforilase yang bertanggung jawab untuk fosforilasi dan aktivasi dari glikogen fosforilase. PKA (sendiri diaktifkan melalui mekanisme dimediasi reseptor) juga phosphorylates sintase glikogen langsung. Efek dari PKA di PPI-1 adalah sama dengan yang dijelaskan di atas untuk pengaturan fosforilase glikogen. Enzim lain yang diperlihatkan langsung untuk phosphorylate sintase glikogen protein kinase C (PKC), kalmodulin-dependen protein kinase, glikogen sintase kinase-3 (GSK-3) dan dua bentuk kasein kinase (CK-I dan CK-II). PKC diaktifkan oleh ion Ca 2 + dan fosfolipid, terutama diasilgliserol, DAG. DAG dibentuk oleh reseptor-mediated hidrolisis bifosfat membran phosphatidylinositol (PIP 2). Hormon dan neurotransmiter yang menghasilkan pelepasan Ca 2 + intrasel disimpan dan memiliki efek regulasi negatif dari aktivitas glikogen sintase. Seperti dijelaskan di atas ion Ca 2 + berikatan dengan subunit kalmodulin dari PHK dan mengakibatkan aktivasi fosforilasi sintase glikogen meningkat. Aktivasi reseptor α- adrenergik dalam otot rangka untuk aktivasi PLC-γ menyebabkan peningkatan IP 3 dan DAG. kerja IP 3 meningkatkan rilis Ca 2 + disimpan yang berefek sama di tingkat sintase glikogen. Ini merilis ion Ca 2 +, dalam hubungannya dengan DAG, pada gilirannya mengaktifkan PKC untuk phosphorylates sintase glikogen dalam domain yang sama dari enzim yang merupakan salah satu target untuk PKA dan situs untuk CaMPK-II dan CK- fosforilasi
16 Jalur yang terlibat dalam regulasi sintase glikogen oleh aktivasi epinefrin dari α- adrenergik reseptor. PKC adalah protein kinase C. PLC-γ adalah fosfolipase C-γ. Substrat untuk PLC-γ adalah phosphatidylinositol-4,5-bifosfat (PIP 2) dan produk IP 3 dan DAG. Ketika α-adrenergik reseptor dirangsang ada aktivitas PLC-γ meningkat dengan peningkatan resultan dalam PIP 2 hidrolisis. Produk dari PIP 2 hidrolisis adalah DAG dan IP 3. Seperti dijelaskan di atas untuk phoshorylase glikogen, DAG dan ion Ca 2 + dirilis oleh IP 3 mengaktifkan PKC yang phosphorylates dan inactivates sintase glikogen. Tambahan kalsium untuk aktivasi kalmodulin-tergantung protein kinase (kalmodulin adalah komponen dari berbagai enzim yang responsif terhadap Ca 2 +) yang juga phosphorytes sintase glikogen. Dampak dari phosphorylations mengarah pada: 1. Penurunan afinitas sintase untuk UDP-glukosa. 2. Penurunan afinitas sintase untuk glukosa-6-fosfat. 3. Peningkatan afinitas sintase untuk ATP dan P i. Reconversion sintase-b untuk sintase-membutuhkan defosforilasi. Hal ini didominasi oleh fosfatase serin / treonin diidentifikasi sebagai protein fosfatase-1 (PP- 1) fosfatase yang sama terlibat dalam defosforilasi fosforilase. Meskipun selain serin / fosfatase treonin, yaitu protein fosfatase-2a (PP-2A), telah terbukti dephosphorylate sintase glikogen in vitro, sedangkan in vivo perannya secara signifikan lebih rendah dari PP1. Aktivitas PP-1 juga dipengaruhi oleh insulin untuk meningkatkan penyerapan glukosa dari darah. 18,19 16
17 2.6 GLYCOGEN STORAGE DISEASES (GDS) DEFINISI GLYCOGEN STORAGE DISEASES Glycogen Storage Diseases adalah suatu kelainan metabolisme glikogen, yang ditandai dengan berkurangnya atau tidak adanya salah satu enzim yang berfungsi untuk membentuk atau memecah glikogen yang ada di dalam tubuh. 2,3,4 Gangguan proses pembentukan glikogen menyebabkan jumlah glikogen dalam organ berkurang, atau juga menyebabkan efek lain,yaitu bentuk ikatan molekul glikogen yang tidak normal. 2 Gangguan proses pemecahan glikogen menjadi glukosa menyebabkan kadar glukosa dalam darah menurun (hipoglikemia) dan juga menyebabkan jumlah glikogen dalam sel meningkat. 3,18,19 Glikogen adalah salah satu bentuk penyimpanan dari glukosa, dimana glukosa adalah gula yang sederhana, salah satu bentuk dari karbohidrat. Ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan merupakan sumber energi tubuh yang utama. Ketika kita makan, maka makanan yang kita makan akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian akan di rubah menjadi energy dalam tubuh. Bila kadar glukosa darah berada dalam jumlah yang banyak, maka glukosa tersebut akan disimpan dalam bentuk glikogen, dan disimpan terutama di hati dan sel otot. Dan sebaliknya jika tubuh memerlukan energi, maka glikogen tadi akan dirubah menjadi glukosa sebagai sumber energy. 2 Permasalahan utama pada glikogen storage diseases adalah penggunaan dan penyimpanan glikogen sebagai sumber energi. Disebabkan oleh defisiensi enzim, dimana efek dari defisiensi enzim tersebut adalah jumlah / konsentrasi glikogen baik menjadi berlebihan atau sebaliknya menjadi berkurang, atau juga bentuk glikogen yang tidak normal KLASIFIKASI GLYCOGEN STORAGE DISEASES Glycogen Storage Diseases diklasifikasikan menurut urutan angka, berdasarkan enzim yang mengalami defisiensi atau berdasarkan orang pertama kali menemukan
18 Glycogen Storage Diseases diklasifikasikan menjadi 10 tipe, yaitu: 1. Tipe I Von Gierke s Diseases 2. Tipe II Pompe s Diseases 3. Tipe III Cori s Diseases 4. Tipe IV Andersen s Diseases 5. Tipe V Mc Ardle Diseases 6. Tipe VI Her s Diseases 7. Ipe VII Tarui s Diseases 8. Tipe IX 9. Tipe XI Fanconi-Bickle Syndrome 10. Tipe 0 Lewis s Diseases GENETIKA Glycogen Storage Diseases Glycogen Storage Diseases merupakan salah satu penyakit genetika, yang disebabkan oleh adanya perubahan informasi genetika pada individu. Baik yang diturunkan dari kedua orangtuanya ( autosomal resessive inheritance ) atau hanya diturunkan dari salah satu orangtuanya (x-linked inheritance), dimana tipe-tipe Glikogen Storage Diseases yang masuk kedalam kedua jenis pola penyakit genetika tersebut antara lain 2,3 : 18
19 1. Autosomal Resessive,yang termasuk kelompok ini adalah tipe I,II,III,IV,V,VI dan sebagian IX 3 2. X-linked, yang termasuk kelompok ini adalah tipe IX dan tipe VI GLYCOGEN STORAGE DISEASES TIPE I VON GIERKE DISEASES Tipe 1 GLYCOGEN STORAGE DISEASES dikenal dengan nama Von Gierke s Diseases, oleh karena ditemukan pertama kali oleh Von Gierke pada tahun 1929, melalui otopsi 2 pasien anak dengan pembesaran hati yang mengandung banyak molekul glikogen. Von Gierke juga menemukan kasus yang sama tetapi pada organ ginjal. 11,18 Merupakan penyakit genetika yang diturunkan yang disebabkan oleh mutasi enzim glukosa-6-fosfatase yang mengakibatkan penurunan aktivitas enzim glukosa-6- fosfatase, dan juga mutasi pada enzim glukosa-6-fosfat translokase yang mengakibatkan gangguan transport enzim glukosa-6-fosfatase dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun, enzim ini terlokalisir pada permukaan cisternal dari retikulum endoplasma 19
20 (ER), dalam rangka untuk mendapatkan akses ke fosfatase, glukosa-6-fosfat harus melewati translokasi khusus di membran ER. Mutasi baik fosfatase atau translokase membuat transfer glikogen hati ke darah sangat terbatas. 11,12,18, EPIDEMIOLOGI GSD TIPE 1 (VON GIERKE DISEASES) Glycogen Stored Diseases (GSD) tipe 1 ini terjadi sebanyak 25% dari seluruh tipe dari GSD di Eropa dan USA dengan estimasi angka kejadian sebesar 1 dari sampai bayi lahir. 12 sedangkan di Afrika Selatan angka kejadiannya sebesar 1 dari 5420 orang. 6 GSD tipe 1a mempunyai angka kejadian yang lebih besar (80%) daripada yang tipe 1b. 13 Angka kematiannya tinggi, terutama pada bayi-bayi yang baru lahir dengan menampakkan gejala utama hipoglikemia PATOFISIOLOGI GSD TIPE 1 (VON GIERKE DISEASES) GSD tipe 1, disebabkan oleh karena defisiensi enzim glukosa-6-fosfatese. Dimana sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pada proses pemecahan glikogen, hasil akhir dari glikogenolisis adalah terbentuknya senyawa glukosa-6-fosfat, tapi senyawa ini belum dapat keluar dari sel dan memasuki peredaran darah, karena masih mengandung gugus fosfat, untuk memecah gugus fosfat (defosforilasi) yang ada pada glukosa-6-fosfat diperlukan enzim yang bernama glukosa-6-fosfatase. 6,7 Glucose-6-phosphate + H 2 O Glucose + Phosphate Setelah glukosa-6-fosfat mengalami defosforilasi, baru terbentuk glukosa bebas yang dapat menembus membrane sel dan keluar menuju peredaran darah agar dapat digunakan oleh organ tubuh lainnya untuk menghasilkan energi. 6,7 20
21 Enzim glukosa-6-fosfatase terletak di retikulum endoplasmik terdiri dari 2 subunit, yaitu glukosa-6-fosfatase katalitik (yang mendasari GSD tipe 1a), dan glukosa- 6-fosfatase transporter (yang mendasari GSD tipe 1b). 11 Ketika terjadi mutasi pada enzim glukosa-6-fosfatase baik yang subunit katalitik, maupun yang unit transporter, menyebabkan menurunnya aktivitas dari enzim tersebut. Penurunan aktivitas enzim glukosa-6-fosfatase menyebabkan produksi glukosa bebas dalam darah menurun, sehingga menyebabkan hipoglikemia dengan segala efek yang timbul. Selain itu penurunan enzim glukosa-6-fosfatase menyebabkan penumpukan glikogen dan glukosa-6-fosfat dalam sel terutama sel hati dan ginjal, sehigga menyebabkan pembesaran hati maupun pembesaran ginjal. 6,11,12,13,18 Interrelationships of metabolic pathway disruption in von Gierke disease KLASIFIKASI GSD TIPE 1 (VON GIERKE DISEASES) GSD tipe 1 ini diklasifikasikan menjadi 2 kelompok besar, yaitu subtype 1a dan subtipe 1b, didasarkan pada subunit enzim glukosa-6-fosfatase yang mengalami gangguan. Dimana GSD tipe 1a disebabkan oleh menurunnya aktivitas dari enzim glukosa-6-fosfatase subunit katalitik, sedangkan GSD tipe 1b disebabkan oleh menurunnya aktifitas dari enzim glukosa-6-fosfatase subunit transporter (glukosa-6- fosfat translocaset1). 6,11 Kemudian selanjutnya ditemukan penambahan subtype baru, yaitu tipe 1c dimana didapatkan penurunan aktivitas dari enzim glukosa-6-fosfat 21
22 translocase T2, dan subtype 1d, dimana didapatkan penurunan transporter untuk memindahkan glukosa bebas dari mikrosom ke sitosol. 6,11,15 Secara garis besar GSD tipe 1 dikelompokan menjadi 4 subtype, yaitu 1. Tipe 1a, defisiensi enzim glukosa-6-fosfatase 2. Tipe 1b, defisiensi enzim glukosa-6-fosfat translokase T1 3. Tipe 1c, defisiensi enzim glukosa-6 fosfat translokase T2 4. Tipe 1d, defisiensi enzim glukosa-6-fosfat translokase T GENETIKA GSD TIPE 1 (VON GIERKE DISEASES) GSD TIPE 1 (VON GIERKE DISEASES) disebabkan oleh karena adanya mutasi gen G6PC dan SLC37A4, dimana protein yang disintesa oleh kedua gen tersebut berperan pada proses defosforilasi glukosa-6-fosfat. 14 Gen G6PC terletak di kromosom 17q12, memberikan perintah untuk membuat enzim glukosa-6-fosfatase. Enzim glukosa-6-fosfatase dapat ditemukan di membran dari retikulum endoplasmik, yang berfungsi untuk merubah glukosa-6-fosfat menjadi glukosa dengan melepaskan ikatan fosfatnya (defosforilasi). 16 SLC37A4 (Solute Carrier Family 37 (Glucose-6-phosphate transporter),member 4) terletak di kromosom 11q23.2, memberikan perintah untuk mensintesa enzim glukosa-6-fosfat translokase, dimana enzim tersebut berfungsi untuk membawa glukosa-6-fosfat dari sitoplasma menuju retikulum endoplasmik, sesampainya di dalam retikulum endoplasmik, glukosa-6-fosfat akan mengalami defosforilasi
23 2.7.5 DIAGNOSA GSD TIPE 1 (VON GIERKE DISEASES) Diagnosa GSD tipe 1 didasarkan pada pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti ultasonografi, biopsy hati dan pemeriksaan genetika. 12,13 Pemeriksaan fisik, didapatkan beberapa kelainan akibat dari hipoglikemia, antara lain: 1. Twitcing 2. Irritable 3. Apatis 4. Hepatomegali 5. Hipotermia 6. Hipotonia 7. Cyanosis 8. Kejang 9. Apneu 10. Koma 6,11,12,15 Pemeriksaan Laboratorium didapatkan: 1. Hipoglikemia 2. Anemia 3. Peningkatan enzim hati (SGOT & SGPT) 4. Hiperkolesterol 5. Hipertrigliserida 6. Peningkatan BUN 7. Peningkatan klirens kreatinin 8. Alfa feto protein sebagai marker untuk tumor 6,11,15 23
24 Pemeriksaan penunjang: 1. Ultrasonografi, CT scan dan MRI bertujuan untuk melihat pembesaran hati dan adanya keganasan hati 2. Biopsy hati, untuk melihat konsentrasi glikogen dalam sel-sel hati 3. Pemeriksaan DNA (genetika) 6,11, PENANGANAN GSD TIPE 1 (VON GIERKE DISEASES) Penanganan pada GSD tipe 1 didasarkan pada penanganan akibat gejala-gejala yang timbul, seperti penanganan terhadap hipoglikemia, hiperkolesterolemia, penurunan fungsi ginjal dan sebagainya. Belum didapatkan literatur yang menyarankan penanganan dari segi genetika. 6,14,15 24
25 BAB III KESIMPULAN Glycogen Storage Disease Type 1 (Von Gierke s Disease) adalah suatu kelainan pemecahan glikogen yang disebabkan oleh penurunan fungsi enzim glukosa-6-fosfatase dan enzim glukosa-6-fosfat tranlokase dalam mendefosforilasi glukosa-6-fosfat menjadi glukosa, sehingga mengakibatkan kadar glukosa dalam darah menurun dan kadar glikogen serta glukosa-6-fosfat dalam sel hati,ginjal,sel otot mengalami peningkatan. Glycogen Storage Disease Type 1 (Von Gierke s Disease) disebabkan oleh karena adanya mutasi gen G6PC pada kromosom 17q2 yang menyandi sintesa enzim glukosa-6-fosfatase, dan gen SLC37A4 pada kromosom 11q23.2 yang menyandi sintesa enzim glukosa-6-fosfat translokase. Glycogen Storage Disease Type 1 (Von Gierke s Disease) diklasifikasikan menjadi subtype 1a,1b,1c, dan 1d. Diagnosa Glycogen Storage Disease Type 1 (Von Gierke s Disease)didasarkan pada pemeriksaan fisik akibat dari hipoglikemia (twicing, iritabel, hipotermia, hipotonia, letargis, apatis, koma), pemeriksaan penujang yaitu pemeriksaan laboratorium (hipoglikemia, peningkatan enzim hati, peningkatan ureum, kreatinin, hiperkolesterolemia dan hipertrigliserida), ultrasonografi, CT scan MRI, Alfa feto protein, dan pemeriksaan genetika. Penanganan Glycogen Storage Disease Type 1 (Von Gierke s Disease) adalah untuk menangani hipoglikemia, hiperurucemia, hiperkolesterolemia dan sebagainya,untuk mencegah efek samping yang terjadi. 25
26 DAFTAR PUSTAKA 1. Medical News Today, What Are Carbohydrates?What Is Glucose?, 2009, diakses 6 Maret 2012, 2. Association for Glycogen Storage Disease, What Is Glycogen Storage Diseases, 2006, diakses 6 Maret 2012, 3. Anonymous, Glycogen Storage Disorder, 2011, diakses 6 Maret 2012, 4. Anonymous, Glycogen Storage Diseases, 2010, diakses 8 Maret 2012, 5. Anonymous,Virtual Chembook, Glycogen 2003, diakses 6 Maret Raghavan VA, Glucose-6-Phosphat Deficiency, 2009, diakses 6 Maret 2012, 7. Stryer,Lubert, Glicogen Metabolism, 2009, Biochemistry-Fourth Edition, WH Freemen Company, New York, diakses 7 Maret JM Berg et al, Glycogen Metabolism, 2002, Biochemistry-Fifth Edition, WH Freemen Company, New York, diakses 6 Maret 2012, 9. Moran Larry, Regulating Glicogen Metabolism, 2007, diakses 8 Maret 2012, Anonymous, Carbohydrat Metabolism 1, 2010, diakses 7 Maret 2012, Roth KS, Glycogen-Storage Diseases Type I, 2009, diakses 7 Maret 2012, The Association for Glycogen Storage Disease, Type 1 Glycogen Storage Diseases Type 1 GSD, 2006, diakses 8 Maret 2012, Bali DS, Glycogen Storage Disease Type 1, 2010, diakses 8 Maret 2012, 26
27 14. Genetics Home Reference, Glycogen Storage Disease Type 1, 2010, diakses 8 Maret 2012, Stojanov L, Glycogen Storage Diseases Types I-VII, 2009, diakses 8 Maret 2012, Genetics Home Reference, G6PC, 2010,diakses 6 Maret 2012, Genetics Home Reference, SLC37A4, 2010, diakses 7 Maret 2012, W king M, Glikogen metabolisme, 2010, diakses 12 Maret Murray K, robert et all, Metabolism Glikogen, 2003, Harper s ilustrated Biochemistry, McGraw-Hill Companies, USA. 27
Glikogen dalam hepar mengalami deplesi setelah jam puasa Glikogen dalam otot hanya akan mengalami deplesi setelah seseorang melakukan olah raga
METABOLIME GLIKOGEN Glikogen Bentuk simpanan karbohidrat yang utama dalam tubuh mahluk hidup Dalam hepar mencapai 6% Dalam otot 1% Fungsi glikogen otot : sebagai sumber bahan bakar yg dibutuh oleh otot
GLYCOGEN STORAGE DISEASE TIPE 1a
CARBOHIDRATE METABOLIC DISORDER GLYCOGEN STORAGE DISEASE TIPE 1a Oleh: Esti Purwaningrum, dr Dosen: Prof. drh. Aulani,am, DESS PROGRAM STUDI BIOMEDIK (S2) PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN KELAS
(G Protein-coupled receptor) sebagai target aksi obat
Reseptor terhubung protein G (G Protein-coupled receptor) sebagai target aksi obat merupakan keluarga terbesar reseptor permukaan sel menjadi mediator dari respon seluler berbagai molekul, seperti: hormon,
4. GLIKOGENOLISIS PROTEIN FOSFATASE-1 MENJADI ION FOSFORILASE TIDAK AKTIF
4. GLIKOGENOLISIS GLIKOGENOLISIS DI HEPAR DAPAT TIDAK TERGANTUNG camp Kerja utama glukagon memacu pembentukan camp dan aktivasi fosforilase di hepar, reseptor α 1 merupakan mediator utama untuk pacuan
Oksidasi Asam Piruvat
Oksidasi Asam Piruvat Apabila ada oksigen, asam piruvat masuk kedalam mitokhondria. Asam piruvat akan mengalami oksidasi dekarboksilasi menjadi asetil-koa Dalam reaksi ini : o o o o o Menghasilkan NADH
GLYCOGEN STORAGE DISEASE TYPE III (GSD III)
Tugas Biokimia Kedokteran GLYCOGEN STORAGE DISEASE TYPE III (GSD III) Oleh : Tommy Nugroho W Pembimbing : Prof. drh Aulani am, DESS PROGRAM PASCA SARJANA ILMU BIOMEDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran
Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran yang menonjol ke luar sel Melalui permukaan sel ini,
KELAINAN METABOLISME KARBOHIDRAT (PENYAKIT ANDERSEN / GLIKOGEN STORAGE DISEASE TYPE IV) Ma rufah
KELAINAN METABOLISME KARBOHIDRAT (PENYAKIT ANDERSEN / GLIKOGEN STORAGE DISEASE TYPE IV) Ma rufah 126070100111044 Latar Belakang: Metabolisme merupakan suatu proses (pembentukan dan penguraian) zat-zat
Karena glikolisis dan glukoneogenesis mempunyai jalur yang same tetapi arahnya berbeda, maka keduanya hams dikendalikan secara timbal balik.
5. GLUKONEOGENESIS Glukoneogenesis merupakan mekanisme dan reaksi-reaksi yang merubah senyawa non karbohidrat menjadi glukosa atau glikogen. Substrat utama glukoneogenesis adalah asam amino glukogenik,
Metabolisme karbohidrat
Metabolisme karbohidrat Dr. Syazili Mustofa, M.Biomed Lektor mata kuliah ilmu biomedik Departemen Biokimia, Biologi Molekuler, dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Unila PENCERNAAN KARBOHIDRAT Rongga mulut
TRANSDUKSI SINYAL PADA TINGKAT SEL
TRANSDUKSI SINYAL PADA TINGKAT SEL Tranduksi sinyal Adalah proses perubahan bentuk sinyal yang berurutan, dari sinyal ekstraseluler sampai respon dalam komunikasi antar sel Tujuan: Untuk berlangsungnya
METABOLISME KARBOHIDRAT
METABOLISME KARBOHIDRAT METABOLISME KARBOHIDRAT DIET BERVARIASI P.U. KARBOHIDRAT > FUNGSI KARBOHIDRAT TERUTAMA SEBAGAI SUMBER ENERGI ( DR. GLUKOSA ) MONOSAKARIDA ( HEKSOSA ) HASIL PENCERNA- AN KARBOHIDRAT
Metabolisme karbohidrat - 2
Glukoneogenesis Uronic acid pathway Metabolisme fruktosa Metabolisme galaktosa Metabolisme gula amino (glucoseamine) Pengaturan metabolisme karbohidrat Pengaturan kadar glukosa darah Metabolisme karbohidrat
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Glukosa Glukosa merupakan sumber energi utama bagi seluruh manusia. Glukosa terbentuk dari hasil hidrolisis karbohidrat. 1 Karbohidrat
Signal Transduction. Dr. Sri Mulyaningsih, Apt
Signal Transduction Dr. Sri Mulyaningsih, Apt Konsep umum signal transduction Komunikasi sel Tipe-tipe reseptor Molecular signaling Komunikasi antar sel Umumnya diperantarai oleh molekul sinyal ekstraseluler
REAKSI-REAKSI BIOKIMIA SEBAGAI SUMBER GLUKOSA DARAH
REAKSI-REAKSI BIOKIMIA SEBAGAI SUMBER GLUKOSA DARAH Dr. MUTIARA INDAH SARI NIP: 132 296 973 2007 DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN...1 II. III. SUMBER GLUKOSA DARAH...2 PERAN HORMON DALAM PENGATURAN GLUKOSA DARAH...8
II. TINJAUAN PUSTAKA. merupakan prekursor untuk sintesis semua karbohidrat lain di dalam tubuh
7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Glukosa Darah 1. Definisi Glukosa Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Glukosa merupakan
Metabolisme karbohidrat - 4
Glukoneogenesis Uronic acid pathway Metabolisme fruktosa Metabolisme galaktosa Metabolisme gula amino (glucoseamine) Pengaturan metabolisme karbohidrat Pengaturan kadar glukosa darah Metabolisme karbohidrat
Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S. (FIK-UI)
Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) RETIKULUM ENDOPLASMA Ada dua jenis retikum endoplasma (ER) yang melakukan fungsi yang berbeda di dalam sel: Retikulum Endoplasma kasar (rough ER), yang ditutupi oleh
PENGARUH OKSITOSIN TERHADAP KONTRAKSI OTOT POLOS UTERUS. Risma Aprinda Kristanti
Pengaruh Oksitosin (17-21) El-Hayah Vol. 5, No.1 September 2014 PENGARUH OKSITOSIN TERHADAP KONTRAKSI OTOT POLOS UTERUS Risma Aprinda Kristanti Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
E N D O K R I N. Hormon Pankreas. Ikbal Gentar Alam
E N D O K R I N Hormon Pankreas Ikbal Gentar Alam Pankreas Pancreas Pankreas Fungsi utama : Sistem pencernaan Menghasilkan 2 hormon utama yaitu : Insulin Glukagon Hormon lain tapi belum jelas fungsinya
Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen OKSIDASI BIOLOGI
Proses oksidasi Peranan enzim, koenzim dan logam dalam oksidasi biologi Transfer elektron dalam sel Hubungan rantai pernapasan dengan senyawa fosfat berenergi tinggi Oksidasi hidrogen (H) dalam mitokondria
Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen. Secara kimiawi: OKSIDASI BIOLOGI
Proses oksidasi Peranan enzim, koenzim dan logam dalam oksidasi biologi Transfer elektron dalam sel Hubungan rantai pernapasan dengan senyawa fosfat berenergi tinggi Oksidasi hidrogen (H) dalam mitokondria
Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009
Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) 1 RETIKULUM ENDOPLASMA Ada dua jenis retikum endoplasma (ER) yang melakukan fungsi yang berbeda di dalam sel: Retikulum Endoplasma kasar (rough ER), yang ditutupi oleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Indeks Massa Tubuh a. Definisi IMT atau sering juga disebut indeks Quatelet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli matematika Lambert Adolphe Jacques Quatelet
Siklus Krebs. dr. Ismawati, M.Biomed
Siklus Krebs dr. Ismawati, M.Biomed Berfungsi dalam katabolisme dan juga anabolisme amfibolik Katabolisme memproduksi molekul berenergi tinggi Anabolisme memproduksi intermedier untuk prekursor biosintesis
Karbohidrat. Metabolisme Karbohidrat. Karbohidrat. Karbohidrat. Karbohidrat & energi
Karbohidrat Metabolisme Karbohidrat Oleh: dr dini Penting utk makhluk hidup sbg bahan nutrisi utama & sbg struktur dasar MH. tanaman: menghasilkan KH (glukosa) mll fotosintesis. Hewan/manusia: konsumen
6. PENGENDALIAN KADAR GLUKOSE DARAH
6. PENGENDALIAN KADAR GLUKOSE DARAH GLUKOSE DARAH BERASAL DARI DIET, GLUKONEOGENESIS DAN GLIKOGENOLI S I S Sebagian besar karbohidrat diet yang dapat dicerna akhirnya membentuk glukose. Karbohidrat yang
METABOLISME ENERGI PADA SEL OTOT INTRODUKSI. dr. Imas Damayanti ILMU KEOLAHRAGAAN FPOK-UPI
METABOLISME ENERGI PADA SEL OTOT INTRODUKSI dr. Imas Damayanti ILMU KEOLAHRAGAAN FPOK-UPI Pendahuluan Manusia memerlukan energi untuk setiap sel-selnya menjalani fungsi kehidupan Adenosine Three Phosphate
Bab IV Hasil dan Pembahasan
16 Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1. Kadar Glukosa Darah Berdasarkan hasil pengukuran kadar glukosa darah mencit sebelum dan setelah pemberian alloxan, rata-rata kadar glukosa darah mencit sebelum pemberian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Aktivitas fisik adalah kegiatan hidup yang harus dikembangkan dengan harapan dapat memberikan nilai tambah berupa peningkatan kualitas, kesejahteraan, dan
Metabolisme Karbohidrat. Oleh : Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc Tim Pengajar Biokimia
Metabolisme Karbohidrat Oleh : Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc Tim Pengajar Biokimia LATAR BELAKANG Kemampuan ikan untuk memanfaatkan karbohidrat tergantung pada kemampuannya menghasilkan enzim amilase
REGULASI EKSPRESI GEN PADA ORGANISME EUKARYOT
REGULASI EKSPRESI GEN PADA ORGANISME EUKARYOT Morfologi dan fungsi berbagai tipe sel organisme tingkat tinggi berbeda, misalnya: neuron mamalia berbeda dengan limfosit, tetapi genomnya sama Difenrensiasi
VIII. GLIKOLISIS Dr. Edy Meiyanto, MSi., Apt.
VIII. GLIKOLISIS Dr. Edy Meiyanto, MSi., Apt. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah mengikuti kuliah bagian ini diharapkan mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan proses reaksi glikolisis Pendahuluan
b. Badan pankreas Merupakan bagian utama dan letaknya di belakang lambung dan vertebra lumbalis pertama. c. Ekor pankreas Merupakan bagian yang
PANKREAS Pankreas merupakan suatu organ berupa kelenjar dengan panjang 12,5 cm dan tebal + 2,5 cm Pankreas terdiri dari: a. Kepala pankreas Merupakan bagian yang paling lebar, terletak disebelah kanan
Pengertian Mitokondria
Home» Pelajaran» Pengertian Mitokondria, Struktur, dan Fungsi Mitokondria Pengertian Mitokondria, Struktur, dan Fungsi Mitokondria Pengertian Mitokondria Mitokondria adalah salah satu organel sel dan berfungsi
Sistem Komunikasi dan Tranduksi Sinyal pada Sel. Oleh Trisia Lusiana Amir, S.Pd., M. Biomed Fakultas Fisioterapi, Universitas Esa Unggul 2016
Sistem Komunikasi dan Tranduksi Sinyal pada Sel Oleh Trisia Lusiana Amir, S.Pd., M. Biomed Fakultas Fisioterapi, Universitas Esa Unggul 2016 Organisme komplek Organ Sel Komunikasi antar Sel Hidup Terintegrasi
MUTIARA INDAH SARI NIP:
RESEPTOR INSULIN Dr. MUTIARA INDAH SARI NIP: 132 296 973 2007 DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN......... 1 II. RESEPTOR HORMON............. 1 III. RESEPTOR HORMON INSULIN........ 3 III. A. STRUKTUR DAN FUNGSI........3
FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP
TUGAS MATA KULIAH NUTRISI TANAMAN FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP Oleh : Dewi Ma rufah H0106006 Lamria Silitonga H 0106076 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2008 Pendahuluan Fosfor
GLIKOLISIS. DRA.YUSTINI ALIOES.MSI,APT Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang
GLIKOLISIS DRA.YUSTINI ALIOES.MSI,APT Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Overview Carbohydrates Metabolisme Glucose Hexokinase Pentose Phosphate Shunt Glucose-6-P Glc-1- phosphate
BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sel merupakan unit terkecil dari organisme. Sel tidak akan mampu bekerja dan membentuk sebuah jaringan bila tidak ada koordinasi antara satu dengan yang lain. Miliaran
organel yang tersebar dalam sitosol organisme
STRUKTUR DAN FUNGSI MITOKONDRIA Mitokondria Mitokondria merupakan organel yang tersebar dalam sitosol organisme eukariot. STRUKTUR MITOKONDRIA Ukuran : diameter 0.2 1.0 μm panjang 1-4 μm mitokondria dalam
BAB VII Biokimia Muskuloskeletal
BAB VII Biokimia Muskuloskeletal pg. 144 A. KOMPOSISI STRUKTUR TULANG DAN OTOT Tulang merupakan jaringan ikat termineralisasi. Tulang terdiri atas bahan organik (protein) & anorganik. Bahan organik yaitu
Rangkuman P-I. dr. Parwati Abadi Departemen biokimia dan biologi molekuler 2009
Rangkuman P-I dr. Parwati Abadi Departemen biokimia dan biologi molekuler 2009 Untuk tumbuh dan berkembang perlu energi dan prekursor untuk proses biosintesis berubah-ubah pd berbagai keadaan Utk memenuhi
Metabolisme lipid. Metabolisme lipoprotein plasma Metabolisme kolesterol
Metabolisme lipid Transport lipid dalam plasma dan penyimpanan lemak Biosintesis lipid Lemak sebagai sumber energi untuk proses hidup Metabolisme jaringan lemak dan pengaturan mobilisasi lemak dan jaringan
METABOLISME KARBOHIDRAT
METABOLISME KARBOHIDRAT PROF. Dr. FADIL OENZIL, PhD, SpGK FAK. KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS D-glukosa L-glukosa Struktur Cincin Struktur Glikosidat Struktur Glikogen 1. GLIKOLISIS METABOLISME KARBOHIDRAT
PROSES SINTESIS ASAM LEMAK (LIPOGENESIS)
PROSES SINTESIS ASAM LEMAK (LIPOGENESIS) Lipogenesis adalah pembentukan asam lemak yang terjadi di dalam hati. Glukosa atau protein yang tidak segera digunakan tubuh sebagian besar tersimpan sebagai trigliserida.
HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Pemberian Minyak Buah Makasar terhadap Kadar Asam Urat Darah Itik Cihateup Fase Grower
IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Pemberian Minyak Buah Makasar terhadap Kadar Asam Urat Darah Itik Cihateup Fase Grower Hasil pengamatan kadar asam urat darah itik Cihateup fase grower yang diberi
fosfotriose isomerase, dihidroksi aseton fosfat juga dioksidasi menjadi 1,3- bisfosfogliserat melalui gliseraldehid 3-fosfat.
1. GLIKOLISIS PENDAHULUAN Sebagian besar jaringan membutuhkan glukosa meskipun dalam jumlah minimum, terutama otak dan eritrosit. Glikolisis merupakan jalur utama untuk pemanfaatan glukosa dan di sitosol
Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme Karbohidrat Katabolisme = Menghasilkan Anabolisme = Menghabiskan PSIK B 11 UNAND dr. Husnil Kadri Metabolisme Karbohidrat Olha chayo s notes 1 of 18 Glikolisis terjadi sesudah makan Glucosa
4. PEMBAHASAN 4.1. Isolasi Protein Spirulina platensis
4. PEMBAHASAN Pengujian in vivo untuk mengetahui kemampuan sorbet pisang (Musa paradisiaca) yang ditambah dengan isolat protein Spirulina platensis dibagi dalam 4 tahap. Tahap pertama adalah proses isolasi
Proses fisiologis dan biokimiawi yang meregulasi proses persalinan
Proses fisiologis dan biokimiawi yang meregulasi proses persalinan Terdiri dari beberapa proses seperti: 1. Perubahan anatomis dan fisiologis miometrium Pertama, terjadi pemendekan otot polos miometrium
I. PENDAHULUAN. masalah utama dalam dunia kesehatan di Indonesia. Menurut American. Diabetes Association (ADA) 2010, diabetes melitus merupakan suatu
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan di Indonesia. Menurut American Diabetes Association (ADA) 2010,
Pencernaan Protein. (ikatan peptida adalah ikatan amida)
Metabolisme Protein dr. Syazili Mustofa, M.Biomed Lektor mata kuliah Ilmu Biomedik Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Pencernaan Protein Tujuan : untuk menghidrolisis
repository.unimus.ac.id
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Glukosa Suatu gula monosakarida dari karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Glukosa merupakan prekursor untuk sintesis semua karbohidrat
1. Struktur dan mekanisme kerja hormon
Hormon adalah bahan kimia pembawa sinyal. Hormon dibentuk dalam sel-sel khusus yang terdapat dalam kelenjar endokrin. Hormon disekresikan ke dalam darah dan kemudian oleh darah disalurkan ke organ-organ
Metabolisme Protein. dr.syazili Mustofa, M.Biomed Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler
Metabolisme Protein dr.syazili Mustofa, M.Biomed Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler Pencernaan Protein Tujuan : untuk menghidrolisis semua ikatan peptida
ABSTRAK. Pada Diabetes Mellitus keseimbangan ini akan terganggu sehingga terjadi hiperglikemia dan glukosuria yang menetap.
ABSTRAK Untuk mengetahui kelainan metabolisme glukosa pada Diabetes Mellitus, telah dikumpulkan berbagai teori dan data dari literatur. Dan literatur-literatur tersebut dapat disimpulkan bahwa Diabetes
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Glukosa 2.1.1 Definisi Glukosa Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Glukosa merupakan
Patogenesis Diabetes Melitus Tipe 2
Patogenesis Diabetes Melitus Tipe 2 Dr. Syazili Mustofa, M. Biomed Lektor Mata Kuliah Ilmu Biomedik Departemen Biokimia, Biologi Molekuler dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Unila Kerja insulin terhadap
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Makanan adalah sumber kehidupan. Di era modern ini, sangat banyak berkembang berbagai macam bentuk makanan untuk menunjang kelangsungan hidup setiap individu. Kebanyakan
ANAK. DIVISI ENDOKRINOLOGI ANAK FKUSU/RSHAM Dr. HAKIMI, SpAK Dr. MELDA DELIANA, SpAK Dr. SISKA MAYASARI LUBIS,SpA
HIPOGLIKEMIA PADA BAYI DAN ANAK DIVISI ENDOKRINOLOGI ANAK FKUSU/RSHAM Dr. HAKIMI, SpAK Dr. MELDA DELIANA, SpAK Dr. SISKA MAYASARI LUBIS,SpA 1 Kadar gula plasma < 45 mg/dl pd bayi atau anak-anak, dengan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Glukosa 2.1.1 Definisi Glukosa Glukosa, suatu gula monosakarida adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Glukosa merupakan
Komunikasi di Sepanjang dan Antar Neuron. Gamaliel Septian Airlanda
Komunikasi di Sepanjang dan Antar Neuron Gamaliel Septian Airlanda Prinsip Dasar Jalannya Rangsang a) Resting Membrane Potensial b) Potensial Membrane c) Potensial aksi d) Sifat elektrik pasif membrane
Second Messenger camp CAMP. Dr. MUTIARA INDAH SARI NIP:
CAMP Dr. MUTIARA INDAH SARI NIP: 132 296 973 2007 DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN...1 II. KATABOLISME KARBOHIDRAT DALAM SALURAN PENCERNAAN....1 III. IV. PENGAKTIFAN PROTEIN KINASE OLEH camp...8 VASOPRESSIN/
Metabolisme lipid. Metabolisme lipoprotein plasma Metabolisme kolesterol
Metabolisme lipid Transport lipid dalam plasma dan penyimpanan lemak Biosintesis lipid Lemak sebagai sumber energi untuk proses hidup Metabolisme jaringan lemak dan pengaturan mobilisasi lemak dan jaringan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit kritis merupakan suatu keadaan sakit yang membutuhkan dukungan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anak sakit kritis Penyakit kritis merupakan suatu keadaan sakit yang membutuhkan dukungan terhadap kegagalan fungsi organ vital yang dapat menyebabkan kematian, dapat berupa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Oksigen kaleng lazim digunakan di dunia olahraga karena ada anggapan bahwa penggunaan oksigen kaleng mempercepat waktu istirahat menjadi pulih setelah tubuh lelah akibat
METABOLISME MIKROORGANISME
METABOLISME MIKROORGANISME Mengapa mempelajari metabolisme? Marlia Singgih Wibowo School of Pharmacy ITB Tujuan mempelajari metabolisme mikroorganisme Memahami jalur biosintesis suatu metabolit (primer
SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK
SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK DEFINISI Sel adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari tubuh. Sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung dalam sel. Sel
BAB I PENDAHULUAN. sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya (American Diabetes
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Diabetes Melitus (DM) adalah merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Senyawa 1-(2,5-dihidroksifenil)-(3-piridin-2-il)-propenone
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TINJAUAN TEORI 1. Senyawa 1-(2,5-dihidroksifenil)-(3-piridin-2-il)-propenone Senyawa 1-(2,5-dihidroksifenil)-(3-piridin-2-il)-propenon adalah turunan senyawa kalkon yang tersubtitusi
Pertemuan III: Cara Kerja Sel dan Respirasi Seluler. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011
Pertemuan III: Cara Kerja Sel dan Respirasi Seluler Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011 Pertemuan III. Cara Kerja Sel Topik Bahasan: Fungsi (protein) membran Energi dalam kehidupan Fungsi enzim
3. HASIL PENELITIAN Profil Protein Yakon (Smallanthus sonchifolius) Gambar 9. Profil protein daun yakon (Smallanthus sonchifolius)
3. HASIL PENELITIAN 3.1. Efisiensi Isolat protein dan Konsentrasi Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) Tabel 3. Efisiensi Isolat dan konsentrasi protein daun yakon (Smallanthus sonchifolius) Metode Massa
A. Pengertian Sel. B. Bagian-bagian Penyusun sel
A. Pengertian Sel Sel adalah unit strukural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup. Sel berasal dari bahasa latin yaitu cella yang berarti ruangan kecil. Seluruh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh
PERISTIWA KIMIAWI (SISTEM HORMON)
Bio Psikologi Modul ke: PERISTIWA KIMIAWI (SISTEM HORMON) 1. Penemuan Transmisi Kimiawi pada Sinapsis 2. Urutan Peristiwa Kimiawi pada Sinaps 3. Hormon Fakultas Psikologi Firman Alamsyah, MA Program Studi
HASIL DAN PEMBAHASAN
21 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada setiap sediaan otot gastrocnemius dilakukan tiga kali perekaman mekanomiogram. Perekaman yang pertama adalah ketika otot direndam dalam ringer laktat, kemudian dilanjutkan
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) Dr. Dian Handayani, Apt Dr. Husni Muchtar, MS, Apt BIOKIMIA (3,1)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) Dr. Dian Handayani, Apt Dr. Husni Muchtar, MS, Apt BIOKIMIA (3,1) FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72)
Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72) Rumus Umum Asam Amino (Campbell, 1999: 73) H H O N C C H R OH GUGUS AMINO GUGUS KARBOKSIL Tabel 5.1 Gambaran Umum Fungsi Protein (Campbell, 1999: 74) JENIS
Tujuan Instruksional. Umum. Khusus
MEMBRAN SEL Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa FK USU semester 1 akan dapat menjelaskan struktur dan fungsi membran serta protein membran dan hubungannya dengan reseptor. Khusus Mahasiswa akan dapat :
Respirasi seluler. Bahasan
Respirasi seluler dr.syazili Mustofa, M. Biomed Lektor Mata Kuliah Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Bahasan 1. metabolisme oksidatif dan produksi ATP 2. Siklus asam sitrat 3. fosforilasi
Mekanisme Kerja Otot
Mekanisme Kerja Otot 1. Sarkolema Sarkolema adalah membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot 2. Sarkoplasma Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat
BAB V PEMBAHASAN. Kadar glukosa darah pada penelitian ini, terjadi peningkatan pada masingmasing
BAB V PEMBAHASAN Kadar glukosa darah pada penelitian ini, terjadi peningkatan pada masingmasing kelompok dapat dilihat pada tabel 11. Peningkatan kadar glukosa darah ini dikarenakan pemberian STZ yang
Pendahuluan kebutuhan energi basal bertahan hidup Lemak sumber energi tertinggi asam lemak esensial Makanan mengandung lemak Pencernaan
Metabolisme lemak Dr. Syazili Mustofa, M.Biomed Lektor mata kuliah ilmu biomedik Departemen Biokimia, Biologi Molekuler, dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Unila Pendahuluan Manusia memiliki kebutuhan energi
Anabolisme Lipid. Biokimia Semester Gasal 2012/2013 Esti Widowati,S.Si.,M.P
Anabolisme Lipid Biokimia Semester Gasal 2012/2013 Esti Widowati,S.Si.,M.P Lemak Hewani dan Nabati Lemak hewani mengandung banyak sterol yang disebut kolesterol Lemak nabati mengandung fitosterol dan lebih
Pencernaan, penyerapan dan transpot lemak -oksidasi asam lemak
Metabolisme Lipid Metabolisme LIPID Metabolisme LIPID Degradasi Lipid Oksidasi asam lemak Pencernaan, penyerapan dan transpot lemak -oksidasi asam lemak Biosintesis Lipid Biosintesis asam lemak Biosintesis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gaya hidup sehat merupakan suatu tuntutan bagi manusia untuk selalu tetap aktif menjalani kehidupan normal sehari-hari. Setiap aktivitas memerlukan energi, yang tercukupi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Diabetes diturunkan dari bahasa Yunani yaitu diabetes yang berarti pipa air melengkung (syphon). Diabetes dinyatakan sebagai keadaan di mana terjadi produksi urin
DIABETES MELLITUS I. DEFINISI DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen
DIABETES MELLITUS I. DEFINISI DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat.
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan makhluk hidup karbohidrat memegang peranan penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan makhluk hidup karbohidrat memegang peranan penting sebagai sumber energi utama. Sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang berasal
MAKALAH BIOFARMASETIKA
MAKALAH BIOFARMASETIKA OLEH KELOMPOK 4 Irmawati F1F2 12018 Yamin F1F2 12 023 Nenitry Wahyuni F1F1 11016 Feny Riskiana Poko F1F1 11090 Yuyun Manan F1F1 11028 Endryani F1F1 11068 Novrianti F1F1 11018 Juliani
Tinjauan Umum Jaringan Otot. Tipe Otot
Tinjauan Umum Jaringan Otot Tipe Otot Otot rangka menempel pada kerangka, lurik, dapat dikontrol secara sadar Otot jantung menyusun jantung, lurik, dikontrol secara tidak sadar Otot polos, berada terutama
BIOKIMIA NUTRISI. : PENDAHULUAN (Haryati)
BIOKIMIA NUTRISI Minggu I : PENDAHULUAN (Haryati) - Informasi kontrak dan rencana pembelajaran - Pengertian ilmu biokimia dan biokimia nutrisi -Tujuan mempelajari ilmu biokimia - Keterkaitan tentang mata
Adaptasi Biokimia Mamalia yang Berhibernasi: Mengeksplor Tupai sebagai Model Perspektif Reversibel Resisten Insulin secara Alami
Adaptasi Biokimia Mamalia yang Berhibernasi: Mengeksplor Tupai sebagai Model Perspektif Reversibel Resisten Insulin secara Alami Noor Nailis Sa adah Anggari Linda D. Kelompok 11: 12/340000/PBI/1078 12/340141/PBI/1085
Energi Bebas Reaksi. G o ' = perubahan energi bebas standard ( pada ph 7, reakatan dan produk 1M ); R = tetapan gas; T = suhu
Energetika Biokimia Energi Bebas Reaksi Perubahan energi bebas ( G) reaksi menentukan spontanitasnya. Reaksi spontan jika G negatif (jika enrgi babas produk kurang daripada rekatan). For a reaction A +
SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME Metabolisme adalah seluruh reaksi kimia yang dilakukan oleh organisme. Metabolisme juga dapat dikatakan sebagai proses
IDENTITAS MATA KULIAH
IDENTITAS MATA KULIAH 1. Nama Mata KuIiah : Biokimia 2. Kode/SKS : BlO2011, KuIiah / Praktikum: 3 /1 3. Semester : III 4. Prasyarat : Kimia Organik (MSK21I) 5. Status Matakuliah : Wajib 6. Dosen : Prof.
Dasar-dasar Farmakoterapi Sistem Saraf
Dasar-dasar Farmakoterapi Sistem Saraf Pendahuluan Dasarnya : neurofarmakologi studi ttg obat yang berpengaruh terhadap jaringan saraf Ruang lingkup obat-obat SSP: analgetik, sedatif, antikonvulsan, antidepresan,
