PEDOMAN PENGISIAN. Kuesioner 5 SEKOLAH
|
|
|
- Verawati Sutedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEDOMAN PENGISIAN Kuesioner 5 SEKOLAH I. Tujuan Kuesioner 5 - SEKOLAH ini bertujuan untuk untuk mendapatkan data tentang pelayanan sekolah, manajemen yang dilakukan kepala sekolah dalam lingkungan sekolahnya, juga untuk mendapatkan data tentang administrasi sekolah yang meliputi kegiatan belajar mengajar, kesiswaan, sarana prasarana yang dimiliki sekolah, kepegawaian dan data yang berkaitan dengan biaya pendidikan di sekolah tersebut. Sumber data untuk mengisi kuesioner ini bisa didapat dari hasil wawancara, Buku Induk Sekolah, Laporan Bulanan yang dikirim ke dinas, Laporan Tahunan (LNS), Profil Sekolah, dan/atau dokumen lainnya. II. Responden Responden untuk Kuesioner 5 - Sekolah adalah KEPALA SEKOLAH atau WAKIL KEPALA SEKOLAH, termasuk bila kepala sekolah berstatus pejabat sementara (Pjs) atau pelaksana harian (PLH), atau caretaker. Jika kepala sekolah maupun wakilnya tidak ada (misalnya karena sakit atau sedang tugas ke luar kota), maka dapat diwakili oleh salah satu guru senior. Jika kebetulan yang ada hanya guru senior, maka dilingkari opsi wakil kepala sekolah dan tuliskan CP di halaman terakhir. III. Isi Kuesioner HALAMAN COVER LK. IR. DS. LOKASI IDENTITAS RESPONDEN/ KEPALA SEKOLAH DATA SEKOLAH Fasilitas Waktu Kegiatan Belajar Mengajar Jumlah Siswa Siswa yang Mengulang dan Putus Sekolah UAS/UN Peserta dan Lulusan UAS/UN Nilai UAS/UN Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMP/MTs. Beasiswa AS. ABSENSI SISWA
2 Rekapitulasi absensi siswa Tahun Ajaran 2005/06 (Juli 2005-Juni 2006) Rekapitulasi absensi siswa bulan November 2006 Rekapitulasi absensi siswa hari kerja terakhir GR. GURU Absensi Guru Hari Kerja Terakhir Absensi Guru Tahun Ajaran 2005/06 Alokasi Waktu Guru MS. MANAJEMEN SEKOLAH Hubungan dengan orang tua siswa Perincian biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa untuk Tahun Ajaran 2006/07 Hubungan dengan Komite Sekolah Kunjungan Petugas Kesehatan / Program Makanan Tambahan AG. ANGGARAN SEKOLAH Penerimaan menurut Sumber Dana, Tahun Ajaran 2005/06 Pengeluaran menurut Jenis, Tahun Ajaran 2005/06 OL. OBSERVASI LANGSUNG Keadaan Sekolah Ruang Kelas Kamar Mandi/WC Sekolah FK. CP. FOTOKOPI/DOKUMENTASI CATATAN PEWAWANCARA IV. Petunjuk Pengisian HALAMAN COVER ID SEKOLAH 3 (tiga) digit pertama adalah kode urutan wilayah pencacahan atau nomor urut kecamatan survei. Lihat lampiran kode lokasi survei. 2 (dua) digit kedua adalah kode urutan desa survei. Lihat lampiran kode lokasi survei. 1 (satu) digit ketiga adalah nomor tipe responden. 2 (dua) digit keempat adalah nomor urut sekolah yang disurvei. NAMA SEKOLAH Tuliskan nama sekolah. Sesuaikan dengan yang tertulis pada dokumen resmi yang menuliskan nama resmi sekolah tersebut. 34
3 ENUMERATOR/EDITOR/SUPERVISOR NAMA DAN KODE ENUMERATOR Tuliskan nama dan kode enumerator. Lihat daftar nama petugas survei. NAMA DAN KODE EDITOR Tuliskan nama dan kode editor. Lihat daftar nama petugas survei. NAMA DAN KODE SUPERVISOR Tuliskan nama dan kode supervisor. Lihat daftar nama petugas survei. HASIL KUNJUNGAN Tanggal. Catat tanggal saat wawancara (Hari/Bulan) dilakukan. Contoh: tanggal 22 Januari 2007 ditulis 2 2 / 0 1 / 2007 Jam Mulai. Catat jam berapa wawancara mulai dilakukan. Contoh: jam 9.00 ditulis 0 9 : 0 0 Jam Selesai. Catat jam berapa wawancara selesai dilakukan. Contoh: jam 9.25 ditulis 0 9 : 2 5 Hasil Kunjungan. Catat hasil kunjungan yang dilakukan. Lingkari salah satu dari tiga pilihan jawaban yaitu: 1. Selesai. Jika selesai keseluruhan isi kuesioner. 2. Selesai sebagian,. Jika hanya selesai sebagian isi kuesioner. Tulis sampai seksi mana atau sampai halaman berapa wawancara terakhir dilakukan dan/atau alasan selesai sebagian. 3. Responden menolak/tidak ada/berhalangan. Contoh: pada kunjungan pertama responden tidak mau diwawancarai karena sibuk, tetapi responden menjanjikan hari lain di mana ia bisa diwawancarai. Pada hari yang dijanjikan itu, enumerator kembali mengunjungi responden dan berhasil mewawancarainya hingga selesai. Maka pada kolom kunjungan pertama, pilih jawaban (3) RESPONDEN MENOLAK dan pada kolom kunjungan kedua pilih jawaban (1) SELESAI. HASIL PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN OLEH SUPERVISOR Bagian ini diisi oleh Enumerator dan Supervisor. Lingkari jawaban, apakah kuesioner ini diperiksa oleh supervisor atau tidak. Enumerator harus selalu melingkari opsi 3 (TIDAK) setiap kali kuesioner ini selesai diwawancarai. Supervisor akan menggantikan ke opsi 1 (YA) jika telah melakukan pemeriksaan terhadap kuesioner ini dengan menggunakan pena supervisor. 35
4 PENGAMATAN OLEH SUPERVISOR Bagian ini diisi oleh Supervisor. Lingkari jawaban, apakah selama keseluruhan atau sebagian besar wawancara kuesioner ini supervisor melakukan pengamatan/pendampingan terhadap pewawancara. Supervisor akan mengisi bagian ini pada saat wawancara. PEMERIKSAAN OLEH EDITOR Bagian ini diisi oleh Editor. Pemeriksaan oleh Editor adalah pemeriksaan kuesioner oleh editor pada saat memasukkan data ke dalam program komputer. Pemeriksaan ini dilakukan di lokasi survei. Editor akan melingkari jawaban, apakah kuesioner ini diperiksa tanpa kesalahan, diperiksa dan dikoreksi, diperiksa tanpa koreksi (tuliskan alasannya), atau tidak diperiksa (tuliskan alasannya). 1. Data dientri, tanpa kesalahan. Artinya editor pada saat memasukkan data ke dalam program komputer tidak menemukan kesalahan pada kuesioner. 2. Data dientri dan dikoreksi. Artinya editor pada saat memasukkan data ke dalam program komputer menemukan kesalahan pada kuesioner, memberikan catatan yang harus diperbaiki oleh enumerator, enumerator memperbaiki kesalahan tersebut dan editor kembali memasukkan data yang telah diperbaiki. 3. Data dientri, tanpa dikoreksi. Tulis alasannya. Artinya editor pada saat memasukkan data ke program komputer menemukan kesalahan pada kuesioner namun kesalahan tersebut tidak/belum diperbaiki. Sebab atau alasan tidak/belum dilakukan perbaikan tersebut harus dijelaskan. 4. Data tidak dientri, edit manual. Tulis alasannya. Artinya editor tidak memasukkan data ke dalam program komputer dan hanya melakukan pemeriksaan secara manual terhadap kuesioner. Sebab atau alasan data tersebut tidak dimasukkan ke dalam program komputer harus dijelaskan. 5. Data tidak dientri, tidak diedit, Tulis alasannya LK. LOKASI Bagian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi sekolah tersebut. LK01 LK02 LK03 LK04 Lingkari nomor kode provinsi lokasi sekolah ini. Tuliskan kode provinsi pada kolom yang tersedia. Tuliskan nama dan nomor kode kabupaten/kota lokasi sekolah ini. Lihat lampiran kode lokasi. Coret tulisan pada kata kabupaten/kota yang tidak perlu. Tuliskan kode BPS kabupaten/kota yang bersangkutan. Kode BPS untuk kabupaten/kota dari lokasi survei, terdiri dari dua digit. Tuliskan nama dan nomor kode kecamatan lokasi sekolah ini. Lihat lampiran kode lokasi. Tuliskan kode BPS kecamatan yang bersangkutan. Kode BPS untuk kecamatan dari lokasi survei, terdiri dari tiga digit. Tuliskan nama dan nomor kode desa/kelurahan lokasi sekolah ini. Lihat lampiran kode lokasi. Coret tulisan pada kata desa/kelurahan yang tidak perlu. Tuliskan kode BPS desa/kelurahan yang bersangkutan. Kode BPS untuk desa/kelurahan dari lokasi survei, terdiri dari dua digit. 36
5 LK05 Lingkari jenis sekolah ini, apakah Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), atau Madrasah Tsanawiyah (MTs.). Sekolah Dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. SD ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Pelajar SD umumnya berusia 7-12 tahun. Madrasah Ibtidaiyah (disingkat MI) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan SD, yang pengelolaannya dilakukan oleh Departemen Agama. Pendidikan MI ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Kurikulum MI sama dengan kurikulum SD, hanya saja pada MI terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan Agama Islam. Sekolah Menengah Pertama (disingkat SMP), adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus SD/sederajat. SMP ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Pelajar SMP umumnya berusia tahun. Madrasah Tsanawiyah (disingkat MTs) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan SMP, yang pengelolaannya dilakukan oleh Departemen Agama. Pendidikan MTs ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Kurikulum MTs sama dengan kurikulum SMP, hanya saja pada MTs terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan Agama Islam. Pelajar MTs umumnya berusia tahun. LK06 LK07 Lingkari jenis kelola sekolah ini apakah negeri atau swasta. Sekolah negeri adalah sekolah yang biaya penyelenggaraan pendidikan mendapat subsidi dari pemerintah. Sekolah swasta adalah adalah sekolah yang biaya penyelenggaraan pendidikannya tidak mendapat subsidi dari pemerintah. Lazimnya, sekolah swasta dalam menyelenggarakan pendidikan, dananya bersumber dari iuran siswa. Oleh karena itu biasanya biaya sekolah swasta lebih tinggi dari biaya sekolah negeri. Tuliskan Nomor Statistik Sekolah (NSS) atau Nomor Induk Sekolah (NIS) sekolah tersebut. Sesuaikan dengan dokumen yang ada, baik yang tertera pada papan nama sekolah atau kop surat sekolah, atau data resmi lainnya yang menerangkan NSS / NIS sekolah yang bersangkutan. NSS terdiri dari 12 digit. NIS terdiri dari 6 digit. Contoh: NSS: NIS: LK08 LK09 Tanyakan alamat sekolah tersebut. Sesuaikan dengan dokumen yang ada, baik yang tertera pada papan nama sekolah atau kop surat sekolah, atau data resmi lainnya yang menerangkan alamat sekolah yang bersangkutan. Tanyakan nomor telepon atau handphone milik sekolah tersebut. Catat dengan lengkap dan jelas, termasuk kode wilayah. Jika sekolah memiliki lebih dari satu nomor telepon, tulis salah satu nomor yang paling sering dipergunakan. Jika tidak ada nomor telepon dilingkari kode (W) TIDAK ADA TELPON/HP. 37
6 Contoh: Telepon: Handphone: LK10 Tulislah koordinat lokasi seperti yang tertera pada alat Global Positioning System (GPS). Setiap tim akan dibekali alat GPS. a. Lintang: apakah Lintang Utara (N) atau Lintang Selatan (S). Untuk daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan NTT, lingkari S. Untuk Sulawesi Utara dan Gorontalo lingkari N. Pada 2 kotak digit berikutnya, tuliskan derajat lintangnya. Pada 5 kotak digit berikutnya, tuliskan menit lintangnya. b. Bujur: pada 3 kotak digit setelah huruf E tuliskan derajat bujurnya, dan tuliskan menit bujurnya. c. Elevasi: angka ini menandakan tinggi lokasi sekolah tersebut di atas permukaan lain (dalam meter dpl). d. Akurasi: angka ini menunjukkan tingkat akurasi pengukuran (dalam satuan meter). IR. IDENTITAS RESPONDEN / KEPALA SEKOLAH Bagian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai identitas responden dan identitas kepala sekolah. IR01 IR02 IR03 Tuliskan nama lengkap responden tanpa memakai gelar kesarjanaan, pangkat maupun gelar lainnya. Penulisan nama tidak boleh disingkat, misalnya Ali Ahmad Dahlan menjadi Ali A.A. Juga jangan menuliskan nama panggilan, misalnya Mak Cik. Tidak perlu menuliskan kata bapak atau ibu di depan nama. Tanyakan jabatan responden apakah kepala sekolah atau bukan, meskipun misalnya belum ada SK pengangkatannya. Jika kepala sekolah, lanjutkan ke pertanyaan IR04. Jika responden bukan kepala sekolah, tanyakan alasan ketidakhadiran kepala sekolah pada saat wawancara dilakukan, apakah karena sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar sekolah (misal rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan, mengikuti pelatihan, tugas belajar, dll), sedang cuti kerja (misal liburan, cuti hamil, cuti melahirkan, dsb.), sedang sakit, atau alasan lainnya. PERTANYAAN IR04 IR16 MERUJUK PADA KEPALA SEKOLAH DAN BUKAN PADA RESPONDEN YANG BUKAN KEPALA SEKOLAH. Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui kualifikasi yang dimiliki oleh kepala sekolah. IR04 IR05 IR06 Jenis kelamin kepala sekolah. Tanyakan umur kepala sekolah saat ini. Umur di sini mengacu pada ulang tahun terakhir. Contoh: jika umur kepala sekolah 45 tahun 11 bulan, maka tuliskan 45 tahun. Tanyakan pendidikan terakhir yang ditamatkan Kepala Sekolah. Yang dimaksud dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah jenjang pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan. Ditamatkan artinya sudah mengikuti ujian kelulusan dan dinyatakan 38
7 lulus. Pastikan apakah pendidikan tertinggi tersebut merupakan tingkat keguruan atau non-keguruan. Contoh: responden pernah menamatkan jenjang pendidikan D3 Keguruan dan saat ini sedang mengikuti jenjang pendidikan S1 Keguruan namun belum tamat maka jawaban yang dilingkari adalah (4). Contoh lain, responden pernah menamatkan jenjang pendidikan D3 Non-Keguruan dan pernah mengikuti jenjang pendidikan S1 Non- Keguruan namun tidak menamatkannya hanya sampai semester 3, maka jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan responden adalah D3 Non Keguruan, jawaban yang dilingkari adalah nomor (5). 1 SMA, Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat (HBS 5 tahun, AMS, dan Kursus Pegawai Administrasi Atas atau KPAA). SMK, Sekolah Menengah Kejuruan, atau sekolah setingkat SMU, misalnya Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial (SMPS), Sekolah Menengah Industri Kerajinan, Sekolah Menengah Seni Rupa, Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI), Sekolah Menengah Musik, Sekolah Teknologi Menengah Pembangunan, Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), Sekolah Teknologi Menengah, Sekolah Menengah Teknologi Pertanian, Sekolah Menengah Teknologi Perkapalan, Sekolah Menengah Teknologi Pertambangan, Sekolah Menengah Teknologi Grafika, Sekolah Guru Olahraga (SGO), Sekolah Guru Agama (SGA), Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 tahun, Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak, Kursus Pendidikan Guru (KPG), Sekolah Menengah Analis Kimia, Sekolah Asisten Apoteker (SAA), Sekolah Bidan, Sekolah Pengatur Rontgen dan lain-lain. MA, Madrasah Aliyah, sekolah menengah atas berbasis agama Islam. 2 Diploma I/II dari salah satu jurusan/program di Keguruan, misalnya dari jurusan/fakultas pendidikan/keguruan/tarbiyah. 3 Diploma I/II dari salah satu jurusan/program Non-Keguruan. 4 Diploma III/Sarmud dari salah satu jurusan/program Keguruan, misalnya dari jurusan/fakultas pendidikan/keguruan/tarbiyah. 5 Diploma III/Sarmud dari salah satu jurusan/program Non-Keguruan. 6 Diploma IV/S1 dari salah satu jurusan/program Keguruan, misalnya dari jurusan/fakultas pendidikan/keguruan/tarbiyah. 7 Diploma IV/S1 dari salah satu jurusan/program Non-Keguruan. 8 S2/S3. 95 Jawaban lain yang belum disebut di pilihan-pilihan di 1-8. IR07 IR08 IR09 Tanyakan pada tahun berapa Kepala Sekolah menamatkan pendidikan terakhirnya. Tanyakan pada tahun berapa Kepala Sekolah mulai bertugas pertama kali di sekolah tersebut, termasuk sejak bertugas sebagai guru. Tidak harus berdasarkan SK pengangkatan. Tanyakan sejak tahun berapa Kepala Sekolah mulai bertugas di sekolah tersebut sebagai kepala sekolah. Tidak harus berdasarkan SK pengangkatan. 39
8 IR10 Tanyakan siapa yang menugaskan Kepala Sekolah untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah di sekolah tersebut. 1 Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat atau Dinas Pendidikan pada tingkat provinsi/kabupaten/kota. 2 Departemen Agama, biasanya untuk sekolah negeri yang berbasis agama, misalnya MIN dan MTsN. 3 Bupati/Walikota. Pada daerah atau kondisi tertentu, ada juga Bupati/Walikota yang langsung menunjuk/menugaskan seorang Kepala Sekolah. 4 Gubernur. Pada daerah atau kondisi tertentu, ada juga Gubernur yang langsung menunjuk/menugaskan seorang Kepala Sekolah. 5 Yayasan. Biasanya berlaku pada sekolah swasta. 95 Lainnya. Tanyakan jika penugasan Kepala Sekolah dilakukan pihak lain. IR11 IR12 IR13 IR14 IR15 IR16 Tanyakan apakah kepala sekolah tersebut pernah menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah lain. Jika tidak atau responden tidak tahun, lanjutkan ke pertanyaan IR13. Jika pernah menjabat sebagai kepala sekolah di tempat lain, tanyakan berapa tahun lamanya menjabat di sekolah lain tersebut. Tanyakan berapa kilometer jarak rumah kepala sekolah ke sekolah tersebut. Tanyakan berapa lama perjalanan yang biasa dilakukan dari rumah kepala sekolah menuju sekolah tersebut. Tanyakan apakah kepala sekolah juga bekerja di tempat lain. Jika tidak atau responden tidak tahu, lanjutkan ke pertanyaan IR17. Jika bekerja di tempat lain, tanyakan pekerjaan lain tersebut, apakah mengajar di sekolah/tempat lain, bertani, berdagang, mengojek, atau pekerjaan lainnya. Jawaban boleh dibacakan dan boleh lebih dari satu. IR17 PEWAWANCARA MENGECEK JAWABAN IR02, APAKAH RESPONDEN MERUPAKAN KEPALA SEKOLAH ATAU TIDAK. JIKA BUKAN KEPALA SEKOLAH, LANJUTKAN KE SEKSI DS. IR18 Tanyakan apa saja kegiatan yang dilakukan kepala sekolah setiap jamnya pada hari kerja terakhir sejak pukul 6 pagi sampai pukul 9 malam, apakah melakukan tugas kedinasan di luar sekolah (rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan, mengikuti pelatihan, dsb.), pertemuan guru/staf, melakukan pekerjaan administrasi, mengajar di kelas, mengajar/membimbing kegiatan ekstrakurikuler, memberi pelajaran tambahan di sekolah, memeriksa pekerjaan siswa, menyiapkan KBM, istirahat/makan, kegiatan pribadi, atau kegiatan lainnya. Hari kerja terakhir: adalah hari kerja yang terakhir sebelum hari wawancara dilakukan. Contoh 1, wawancara dilakukan hari Kamis, maka kegiatan yang perlu dicatat adalah kegiatan hari Rabu kemarin. Contoh 2, jika wawancara dilakukan hari Senin, maka hari kerja terakhir yang dimaksud adalah hari Sabtu (jika 6 hari kerja) atau hari Jumat (jika 5 hari kerja). Demikian juga jika hari sebelum wawancara dilakukan merupakan hari libur, maka yang ditanyakan adalah hari terakhir sebelum libur. 40
9 DS. DATA SEKOLAH Bagian ini bermaksud menggali informasi mengenai proses kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah tersebut, meliputi fasilitas sekolah, waktu kegiatan belajar mengajar, jumlah siswa, jumlah siswa yang mengulang dan putus sekolah, pelaksanaan UAS/UN, peserta dan lulusan UAS/UN, nilai UAS/UN, seleksi penerimaan siswa baru SMP/MTs., dan ketersediaan beasiswa di sekolah tersebut. DS01 Tanyakan pada tahun berapa sekolah tersebut mulai dibuka untuk pertama kali. Termasuk jika sekolah tersebut merupakan hasil pengalihan dari sekolah swasta ke negeri (sekolah percobaan), atau sekolah tersebut pernah menumpang di sekolah lain walaupun sudah berstatus negeri. Sesuaikan dengan dokumen yang memuat informasi ini. DS02 Tanyakan jenis kurikulum apa yang digunakan di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2006/2007. Jawaban tidak dibacakan dan boleh lebih dari satu jawaban. Tujuan pertanyaan ini adalah untukmengetahui kurikulum apa yang digunakan oleh sekolah tersebut. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajararan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam merancang kurikulum biasanya dibentuk suatu tim kerja khusus yang dapat berupa lembaga resmi, seperti Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional. Pusat Kurikulum sampai saat ini sebagai satu-satunya lembaga resmi bermandat menelurkan kurikulum bagi sekolah penyelenggara pendidikan nasional Indonesia. Tercatat kurikulum pendidikan Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan. Di awal kemerdekaan kita mengenal kurikulum 1947, kemudian kurikulum Kurikulum ini hanya bertahan empat tahun, sebelum akhirnya pemerintah menerapkan kurikulum 1968 sebagai penggantinya. Tujuh tahun kemudian muncul kurikulum 1975, lalu diganti kurikulum 1984, dan berganti lagi menjadi kurikulum Kemudian ada kurikulum 1999 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum Kurikulum 2004 yang biasa disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum yang terakhir adalah Kurikulum 2006 yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Masing-masing kurikulum memiliki warna dan ciri khas tersendiri. Warna dan ciri khas tiap kurikulum menunjukkan kurikulum berusaha menghadirkan sosok peserta didik yang paling pas dengan jamannya. A Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sejak lahirnya PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, telah terjadi perubahan yang mendasar dalam kurikulum nasional. Jika selama ini kurikulum nasional yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional itu seragam dan lengkap, tetapi dengan adanya PP.19 tahun 2005, kurikulum tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh sekolah. Dalam membuat kurikulum tingkat satuan pendidikan, pihak sekolah bisa mengacu pada panduan penyusunan kurikulum dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang berisi rambu-rambu/prinsip-prinsip yang bisa dikembangkan oleh guru dalam menyusun kurikulum dan contoh-contoh kurikulum yang bisa digunakan oleh sekolah untuk sementara waktu. 41
10 B Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah kurikulum yang mulai diterapkan sejak tahun 2004, walau sudah ada sekolah yang mulai menggunakan kurikulum ini sejak sebelum diterapkannya. Secara materi, sebenarnya kurikulum ini tak berbeda dari Kurikulum 1994, perbedaannya hanya pada cara para murid belajar di kelas. Dalam kurikulum terdahulu, para murid dikondisikan dengan sistem caturwulan. Sedangkan dalam kurikulum baru ini, para siswa dikondisikan dalam sistem semester. Dahulu pun, para murid hanya belajar pada isi materi pelajaran belaka, yakni menerima materi dari guru saja. Dalam kurikulum 2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTek tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi objek namun subjek, dan setiap kegiatan siswa ada nilainya. C Kurikulum 1999 (Kurikulum 1994 yang disempurnakan). D Kurikulum V Lainnya yang belum disebut di pilihan A-D. DS03 Tanyakan 2 jenis bahasa yang paling sering digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. DS04 Tanyakan berapa jarak dari sekolah ini ke tempat tinggal siswa yang terjauh (dalam satuan kilometer). Fasilitas DS05 Tanyakan ketersediaan/kepemilikan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Pastikan bahwa fasilitas tersebut berfungsi atau dapat digunakan. a Ruang teori/kelas. Tanyakan jumlah ruang kelas yang ada. Jika dalam 1 ruang terdapat 2 kelas dan diberi sekat, maka dianggap 2 ruang. b Laboratorium. Tanyakan jumlah laboratorium, baik itu laboratorium kimia, laboratorium fisika, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dsb. c Komputer. Tanyakan jumlah komputer yang ada di sekolah tersebut, baik yang ada di laboratorium komputer maupun yang digunakan kepala sekolah, guru, dan karyawan lain. d Ruang Perpustakaan, tempat di mana buku-buku pelajaran dan buku teks lainnya disimpan dan dapat diakses oleh siswa dan guru sewaktu-waktu. e Ruang Serba Guna. Misalnya aula, ruang pertemuan, dsb. f Ruang UKS. Yaitu ruang yang difungsikan khusus untuk kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). g Ruang BP/BK. Yaitu ruang yang difungsikan khusus untuk kegiatan bimbingan dan konseling untuk siswa. h Ruang Kepala Sekolah. Yaitu ruang khusus untuk kepala sekolah. i Ruang Guru. Yaitu ruang khusus sebagai tempat bagi para guru untuk menyiapkan materi ataupun aktivitas pendidikan lainnya. 42
11 j k l Ruang Tata Usaha. Yaitu ruang yang difungsikan khusus untuk kegiatan ketatausahaan sekolah. Kamar Mandi/WC Guru. Yaitu kamar mandi/wc/toilet khusus untuk guru. Kamar Mandi/WC Murid. Yaitu kamar mandi/wc/toilet khusus untuk murid. m Lapangan Olah Raga. Yaitu lapangan milik sekolah yang dapat digunakan untuk kegiatan olah raga apapun. Tidak termasuk lapangan milik desa atau lembaga lain walaupun dapat digunakan siswa untuk kegiatan olah raga. Waktu Kegiatan Belajar Mengajar DS06 DS09 Tanyakan kapan jam mulai dan jam berakhir sekolah setiap harinya, dari kelas yang terendah sampai kelas yang tertinggi, termasuk jika ada kelas pagi dan kelas siang. Khusus untuk DS09, hanya jika sekolah tetap buka pada hari minggu. Jika tidak buka pada hari Minggu, tuliskan pada kolom yang tersedia. CATATAN TAMBAHAN UNTUK TINGKATAN KELAS: untuk SMP terdapat kemungkinan responden akan menyebut Kelas 1, 2, dan 3 sebagai Kelas 7, 8, dan 9. DS10 Tanyakan jumlah kelas paralel pada setiap tingkatan kelas. Misalnya Kelas 1 ada 3 kelas paralel, yaitu Kelas 1A, 1B, dan 1C, maka tuliskan jumlah Kelas 1 adalah 3. DS11 Tanyakan jumlah siswa total yang terdaftar saat ini (Tahun Ajaran 2006/2007) pada masing-masing tingkatan kelas, dirinci menurut jenis kelamin siswa. DS12 Tanyakan jumlah siswa total yang terdaftar pada akhir Tahun Ajaran 2005/2006 pada masing-masing tingkatan kelas, dirinci menurut jenis kelamin siswa. DS13 PEWAWANCARA MENGECEK APAKAH SEKOLAH TERSEBUT MERUPAKAN SD ATAU MI. Jika merupakan SMP atau MTs. maka lanjutkan ke pertanyaan DS17. DS14 Jika sekolah tersebut merupakan SD atau MI, tanyakan berapa jumlah siswa Kelas 1 yang pernah mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. DS15 Tanyakan jumlah siswa yang tidak naik kelas atau tidak lulus ujian akhir pada Tahun Ajaran 2005/06. Dirinci menurut menurut jenis kelamin siswa. DS16 Tanyakan jumlah siswa yang putus sekolah pada awal Tahun Ajaran 2006/07. Yang dimaksud putus sekolah adalah jumlah siswa yang tidak mengikuti kelas yang seharusnya diikutinya pada tahun ajaran saat ini. Dirinci menurut menurut jenis kelamin siswa. UAS/UN DS17 Tanyakan apakah siswa sekolah tersebut mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) atau Ujian Nasional (UN) sebagai evaluasi belajar akhir. Opsi TIDAK BERLAKU dilingkari apabila tidak ada program UAS atau UN. Peserta dan Lulusan UAS/UN DS18 a. Tanyakan jumlah peserta UAS pada Tahun Ajaran 2005/2006, dirinci menurut jenis kelamin. b. Tanyakan jumlah lulusan UAS pada Tahun Ajaran 2005/2006, dirinci menurut jenis kelamin. 43
12 DS19 a. Tanyakan jumlah peserta UN pada Tahun Ajaran 2005/2006, dirinci menurut jenis kelamin. Nilai UAS/UN b. Tanyakan jumlah lulusan UN pada Tahun Ajaran 2005/2006, dirinci menurut jenis kelamin. DS20 a. Tanyakan nilai UAS, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. b. Tanyakan nilai UAS, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum untuk mata pelajaran Matematika. c. Tanyakan nilai UAS, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. d. Tanyakan nilai total UAS, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum. e. Tanyakan jumlah seluruh mata pelajaran yang di-uas-kan. DS21 a. Tanyakan nilai UN, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. b. Tanyakan nilai UN, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum untuk mata pelajaran Matematika. c. Tanyakan nilai UN, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. d. Tanyakan nilai total UN, baik yang minimum, rata-rata, dan maksimum. e. Tanyakan jumlah seluruh mata pelajaran yang di-un-kan. DS22 Dari semua lulusan sekolah ini pada Tahun Ajaran 2005/2006, berapa persen siswa laki-laki dan perempuan yang melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Dirinci menurut jenis kelamin siswa. Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMP/MTs. DS23 PEWAWANCARA MENGECEK APAKAH SEKOLAH TERSEBUT MERUPAKAN SMP ATAU MTs. Jika merupakan SD/MI, lanjutkan ke pertanyaan DS29. Pertanyaan DS24 sampai DS28 hanya ditanyakan jika sekolah tersebut merupakan SMP atau MTs. Mengacu pada penerimaan siswa yang berlaku saat ini. DS24 Tanyakan jenis nilai apa yang digunakan sebagai acuan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut, apakah nilai UN, UAS, atau nilai hasil tes seleksi yang dilakukan sekolah itu atau pihak lain untuk sekolah tersebut. Jika tidak ada nilai yang disyaratkan, maka lingkari 6 TIDAK BERLAKU, misalnya sekolah tersebut akan menerima semua calon selama sekolah tersebut masih bisa menampung. DS25 Tanyakan jumlah pelajaran yang digunakan sebagai acuan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. DS26 Tanyakan nilai minimum yang digunakan sebagai acuan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. 44
13 DS27 Tanyakan nilai rata-rata yang digunakan sebagai acuan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. DS28 Tanyakan nilai maksimum yang digunakan sebagai acuan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. DS29 Tanyakan berapa banyak calon siswa baru (kelas 1) yang mendaftar di sekolah tersebut. DS30 Tanyakan berapa banyak calon siswa baru (kelas 1) yang diterima di sekolah tersebut. Beasiswa DS6TYPE Tanyakan dan catatlah dulu semua jenis beasiswa yang ada di sekolah tersebut dari atas sampai bawah, baru kemudian tanyakan DS31 sampai DS34 secara menyamping. Beasiswa ini termasuk yang berasal dari BOS. DS31 Tanyakan berapa jumlah siswa yang menerima tiap jenis beasiswa pada Tahun Ajaran 2005/2006. DS32 Tanyakan berapa jumlah siswa yang menerima tiap jenis beasiswa pada Tahun Ajaran 2006/2007. DS33 Tanyakan darimana sumber tiap jenis beasiswa tersebut berasal, apakah dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, perusahaan/swasta, LSM/ Ormas/ Orpol (misal GN-OTA, ormas agama, partai politik, dll.), Swadaya Masyarakat (termasuk orang tua asuh), atau lembaga internasional (misalnya UNICEF, UNESCO, Islamic Relief, maupun lembaga donor internasional lainnya). DS34 Tanyakan berapa rupiah rata-rata yang diterima setiap siswa pada masing-masing jenis beasiswa pada Tahun Ajaran 2006/2007. AS. ABSENSI SISWA Bagian ini bermaksud menggali informasi mengenai catatan tingkat absensi/ketidakhadiran siswa di sekolah tersebut. AS01 Tanyakan apakah selama Tahun Ajaran 2005/2006 perihal ketidakhadiran siswa merupakan masalah serius di sekolah tersebut. Jika tidak, lanjutkan ke pertanyaan AS03. Pengertian masalah serius di sini diserahkan kepada persepsi responden, misalnya sekolah atau kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu karena banyaknya siswa yang sering absen karena sering membantu pekerjaan orang tua di sawah, siswa yang absen sakit karena wabah penyakit, dll. AS02 Tanyakan 3 alasan utama penyebab ketidakhadiran siswa tersebut, apakah karena siswa sakit, siswa malas, siswa membantu orang tuanya (misalnya di toko, di sawah, dll), lokasi sekolah yang terlalu jauh, akses yang sulit (misalnya karena gangguan musim hujan, longsor, bencana alam lainnya), keterbatasan sarana transportasi, atau karena alasan lainnya. Jawaban boleh dibacakan dan boleh lebih dari satu jawaban. Rekapitulasi Absensi Siswa Tahun Ajaran 2005/
14 Tanyakan rekapitulasi absensi siswa selama TA 2005/2006 atau sejak Juli 2005 sampai Juni AS03 Tanyakan jumlah hari sekolah pada semua tingkatan kelas. Jumlah hari sekolah adalah jumlah hari keseluruhan semua kegiatan belajar mengajar. AS04 Tanyakan jumlah hari siswa ketidakhadiran siswa (baik karena sakit, ijin, dan alpa) pada semua tingkatan kelas. AS05 Tanyakan jumlah hari siswa ketidakhadiran siswa karena sakit pada semua tingkatan kelas. AS06 Tanyakan jumlah hari siswa ketidakhadiran siswa karena ijin pada semua tingkatan kelas. AS07 Tanyakan jumlah hari siswa ketidakhadiran siswa karena alpa pada semua tingkatan kelas. Rekapitulasi Absensi Siswa Pada Bulan NOVEMBER 2006 Tanyakan rekapitulasi absensi siswa selama bulan November 2006 AS08 Tanyakan jumlah hari sekolah pada semua tingkatan kelas. Jumlah hari sekolah adalah jumlah hari keseluruhan semua kegiatan belajar mengajar selama bulan November AS09 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa (baik karena sakit, ijin, dan alpa) pada semua tingkatan kelas selama bulan November AS10 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa karena sakit pada semua tingkatan kelas selama bulan November AS11 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa karena ijin pada semua tingkatan kelas selama bulan November AS12 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa karena alpa pada semua tingkatan kelas selama bulan November Rekapitulasi Absensi Siswa Pada Hari Belajar Terakhir Tanyakan rekapitulasi atau buku piket absensi siswa pada hari belajar terakhir, yaitu hari kemarin sebelum wawancara berlangsung atau hari terakhir sekolah sebelum hari libur kemarin. AS13 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa (baik karena sakit, ijin, dan alpa) dari semua tingkatan kelas pada hari belajar terakhir. AS14 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa karena sakit dari semua tingkatan kelas pada hari belajar terakhir. AS15 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa karena ijin dari semua tingkatan kelas pada hari belajar terakhir. AS16 Tanyakan jumlah ketidakhadiran siswa karena alpa dari semua tingkatan kelas pada hari belajar terakhir. 46
15 GR. GURU Bagian ini bermaksud menggali informasi mengenai jumlah guru berdasarkan status kepegawaian dan jenis kelamin. GR01 a. Tanyakan jumlah Guru Tetap (Guru PNS) laki-laki di sekolah tersebut. b. Tanyakan jumlah Guru Bantu Pusat (guru bantu atau guru tidak tetap yang dibiayai dengan APBN) laki-laki di sekolah tersebut. c. Tanyakan jumlah Guru Bantu Daerah (guru bantu atau guru tidak tetap atau guru honorer daerah (honda) yang dibiayai dengan APBD) laki-laki di sekolah tersebut. d. Tanyakan jumlah Guru Tidak Tetap (guru tidak tetap sekolah atau honorer sekolah yang dibiayai dengan anggaran sekolah) laki-laki di sekolah tersebut. GR02 a. Tanyakan jumlah Guru Tetap (Guru PNS) perempuan di sekolah tersebut. b. Tanyakan jumlah Guru Bantu Pusat (guru bantu atau guru tidak tetap yang dibiayai dengan APBN) perempuan di sekolah tersebut. c. Tanyakan jumlah Guru Bantu Daerah (guru bantu atau guru tidak tetap atau guru honorer daerah/honda yang dibiayai dengan APBD provinsi/kabupaten/kota) perempuan di sekolah tersebut. d. Tanyakan jumlah Guru Tidak Tetap (guru tidak tetap sekolah atau honorer sekolah yang dibiayai dengan anggaran sekolah) perempuan di sekolah tersebut. GR03 Nomor urut guru. GR04 Tanyakan semua nama guru yang ada di sekolah tersebut, dimulai dari kepala sekolah. Isilah kolom ini terlebih dahulu dari atas ke bawah, baru kemudian tanyakan GR05 sampai GR09 menyamping. GR05 Tanyakan jenis kelamin setiap guru yang ada di sekolah tersebut. GR06 Tanyakan status kepegawaian setiap guru yang ada di sekolah tersebut. a. Guru Tetap yaitu Guru yang berstatus PNS. b. Guru Bantu Pusat yaitu guru bantu atau guru tidak tetap yang dibiayai dengan APBN. c. Guru Bantu Daerah yaitu guru bantu atau guru tidak tetap atau guru honorer daerah/honda yang dibiayai dengan APBD provinsi/kabupaten/kota. d. Guru Tidak Tetap yaitu guru tidak tetap sekolah atau honorer sekolah yang dibiayai dengan anggaran sekolah. GR07 Tanyakan tahun kelahiran setiap guru yang ada di sekolah tersebut. GR08 Tanyakan pendidikan terakhir yang ditamatkan Kepala Sekolah. Yang dimaksud dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah jenjang pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan. Ditamatkan artinya sudah mengikuti ujian kelulusan dan dinyatakan lulus. Pastikan apakah pendidikan tertinggi tersebut merupakan tingkat keguruan atau non-keguruan. Penjelasan tentang setiap tingkat pendidikan dapat dilihat pada penjelasan pertanyaan IR06. 47
16 GR09 Tanyakan tahun pertama kali setiap guru tersebut mulai bertugas sebagai guru di sekolah tersebut. Catatan: JIKA JUMLAH GURU DI SEKOLAH TERSEBUT LEBIH DARI 25 ORANG, TULISKAN DI SUPLEMEN ROSTER GURU DENGAN MEMFOTOKOPI ROSTER INI. Absensi Guru pada hari kerja terakhir GR10 Tanyakan jumlah guru yang hadir pada hari kerja terakhir. GR11 Tanyakan jumlah guru yang tidak hadir pada hari kerja terakhir. Absensi Guru pada Tahun Ajaran 2005/2006 GR12 a. Tanyakan jumlah guru yang tidak hadir pada Tahun Ajaran 2005/2006 atau jumlah total ketidakhadiran guru selama Juli 2005 sampai Juni b. Tanyakan jumlah guru yang tidak hadir selama bulan November Alokasi waktu guru GR14 Tanyakan apa saja kegiatan yang dilakukan guru 1 setiap jamnya pada hari kerja terakhir sejak pukul 6 pagi sampai pukul 9 malam, apakah melakukan tugas kedinasan di luar sekolah (rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan, mengikuti pelatihan, dsb.), pertemuan guru/staf, melakukan pekerjaan administrasi, mengajar di kelas, mengajar/membimbing kegiatan ekstrakurikuler, memberi pelajaran tambahan di sekolah, memeriksa pekerjaan siswa, menyiapkan KBM, istirahat/makan, kegiatan pribadi, atau kegiatan lainnya. Jangan lupa menyesuaikan nomor urut guru tersebut dengan roster guru. GR15 Tanyakan apa saja kegiatan yang dilakukan guru 2 setiap jamnya pada hari kerja terakhir sejak pukul 6 pagi sampai pukul 9 malam, apakah melakukan tugas kedinasan di luar sekolah (rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan, mengikuti pelatihan, dsb.), pertemuan guru/staf, melakukan pekerjaan administrasi, mengajar di kelas, mengajar/membimbing kegiatan ekstrakurikuler, memberi pelajaran tambahan di sekolah, memeriksa pekerjaan siswa, menyiapkan KBM, istirahat/makan, kegiatan pribadi, atau kegiatan lainnya. Jangan lupa menyesuaikan nomor urut guru tersebut dengan roster guru. MS. MANAJEMEN SEKOLAH Bagian ini bermaksud menggali informasi mengenai permasalahan utama sekolah, hubungan dengan orang tua siswa, perincian biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa untuk Tahun Ajaran 2006/07, hubungan dengan Komite Sekolah, dan keberadaan kunjungan petugas kesehatan / Program Makanan Tambahan. MS01 Tanyakan 3 permasalahan utama yang dihadapi sekolah tersebut, apakah menyangkut jumlah guru yang tidak memadai, ketidakhadiran guru, kualitas guru yang tidak memadai, gedung sekolah atau kondisi ruang kelas yang tidak memadai, perlengkapan ruang kelas yang tidak memadai, buku teks yang tidak memadai, alat/gambar peraga 48
17 yang tidak memadai, ketidakhadiran siswa, atau masalah lainnya. Jawaban boleh dibacakan dan boleh lebih dari satu. A. Jumlah guru yang tidak memadai, misalnya jumlah guru secara umum kurang untuk sekolah tersebut, atau kekurangan guru untuk mata pelajaran tertentu. B. Ketidakhadiran guru, yaitu masalah kedisiplinan guru dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. C. Kualitas guru yang tidak memadai, misalnya tingkat pendidikan guru masih di bawah standar yang ditetapkan, tingkat ketrampilan guru yang masih kurang, ataupun perilaku guru yang kurang profesional. D. Gedung sekolah atau kondisi ruang kelas yang tidak memadai, misalnya jumlah gedung atau ruang yang kurang, kualitas bangunan atau ruangan yang kurang, kurangnya ruangan untuk kebutuhan tertentu, dsb. E. Perlengkapan ruang kelas yang tidak memadai, mislnya meja kursi yang tidak layak, kurangnya ATK (kapur tulis, spidol whiteboard, papan tulis/whiteboard, dll) F. Buku teks yang tidak memadai, misalnya buku teks belum menunjang pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku, jumlah buku teks yang kurang untuk semua murid, dll. G. Alat peraga yang tidak memadai, misalnya keterbatasan jumlah alat atau gambar peraga, kurangnya kualitas alat/gambar peraga, dll. H. Ketidakhadiran siswa, yaitu masalah kedisiplinan murid dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar V1, V2, V3. Masalah selain poin A-H di atas. MS02 Tanyakan persepsi responden mengenai tingkat partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut apakah sudah cukup memadai atau tidak. MS03 Tanyakan apakah sekolah tersebut menggunakan buku teks tertentu. Penggunaan buku teks ini maksudnya adalah mewajibkan siswa untuk menggunakan buku panduan mata pelajaran tertentu dari penerbitan tertentu, baik itu dengan membeli atau meminjam. Jika tidak menggunakan, lanjutkan ke pertanyaan MS05. MS04 Tanyakan persentase jumlah siswa yang tidak mampu membeli buku teks tersebut. Hubungan dengan Orang Tua Siswa MS05 Tanyakan kapan terakhir kali dilakukan rapat dengan keseluruhan atau sebagian besar orang tua atau wali murid. MS06 Tanyakan apakah sekolah tersebut memberikan kesempatan kepada orang tua siswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat, keluhan dan usul terkait dengan proses belajar mengajar, fasilitas dan biaya sekolah. Jika tidak, tanyakan alasannya dan lanjutkan ke pertanyaan MS09. MS07 Tanyakan apa saja masalah yang disampaikan, ditanyakan, atau diusulkan oleh para orang tua siswa, apakah berkaitan dengan iuran atau biaya sekolah, ketersediaan/kualitas/kuantitas fasilitas sekolah, kualitas guru, proses belajar 49
18 mengajar, masalah kenakalan siswa, atau masalah lainnya. Jawaban boleh dibacakan dan boleh lebih dari satu. MS08 Tanyakan apakah cara atau metode atau media yang digunakan orang tua siswa dalam menyampaikan pendapat, keluhan dan usul tersebut. Jawaban tidak dibacakan, dan boleh lebih dari satu. A Langsung Kepada Pihak Sekolah dan/atau Komite Sekolah, jika responden menyampaikan secara lisan atau tertulis ke pihak sekolah dan atau komite sekolah. B Kotak Pengaduan Di Sekolah atau Kantor Pemerintah, jika responden menyampaikan secara tertulis melalui kotak pengaduan disekolah atau kantor pemerintahan C Forum Pertemuan Dengan Pemerintahan Di Desa/Kelurahan, jika responden menyampaikan pada pertemuan/rapat/musyawarah yang diselenggarakan bersama lurah/ kepala desa atau perangkat desa lainnya. D Forum Pertemuan Dengan Pemerintahan Di Kecamatan, jika responden menyampaikan pada pertemuan/rapat/musyawarah yang diselenggarakan bersama dengan camat dan atau aparat pemerintah kecamatan lainnya. E Forum Pertemuan Dengan Pemerintahan Di Kabupaten/Kota, jika responden menyampaikan pada pertemuan/rapat/musyawarah yang diselenggarakan bersama dengan bupati/walikota dan atau aparat pemerintah kabupaten/kota lainnya. F Forum Pertemuan Dengan Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat/Lembaga Lainnya, jika responden menyampaikan pada pertemuan/ rapat/ musyawarah yang diselenggarakan bersama dengan tokoh agama/ tokoh masyarakat/lembaga lainnya. Misalnya dengan kyai, ulama, pendeta, pastor, pedanda, tokoh Muhammadiyah, NU, anggota DPR/D, anggota DPD, dll. G Forum Pertemuan Dengan NGO/LSM, jika responden menyampaikan dalam pertemuan/rapat/musyawarah dengan NGO/LSM. NGO (Non Government Organization) atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat (non pemerintah) yang bertujuan memperjuangkan kepentingan masyarakat. H Media Massa, jika responden menyampaikan melalui surat pembaca, artikel, atau wawancara dengan media massa cetak atau elektronik (radio, televisi, surat kabar, majalah, dll). V Lainnya, selain poin A-H. MS09 Tanyakan apa tindakan sekolah terhadap pendapat, keluhan dan usul dari orang tua siswa, apakah memanggil dan memberi penjelasan pada orang tua siswa tersebut, dibahas dalam rapat internal sekolah (guru dan kepala sekolah), dibahas dalam pertemuan dengan komite sekolah, dibahas dalam pertemuan antara orang tua siswa, komite sekolah, guru dan kepala sekolah, atau dibiarkan saja, atau tindakan lainnya. Jawaban tidak dibacakan, dan boleh lebih dari satu. Perincian Biaya yang Dikeluarkan oleh Orang Tua Siswa untuk Tahun Ajaran 2006/07 MS10 Tanyakan besarnya iuran-iuran yang harus dibayarkan oleh orang tua siswa pada tahun Ajaran 2006/2007: 50
19 a Biaya/uang pendaftaran (uang gedung/uang pangkal). b Biaya/uang pendaftaran ulang c Iuran wajib (SPP, POMG/BP3/Komite Sekolah, dsb.). Jika terdapat lebih dari 1 jenis iuran atau lebih dari 1 tingkatan biaya, maka tanyakan nilai rata-ratanya saja. d Uang ujian semester, yaitu iuran yang ditarik untuk membiayai proses ujian semester. e Uang UAS/UN (untuk TA 2005/06) f Buku (buku teks wajib, lembar kerja, dsb.), yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pembelian buku teks wajib, buku teks penunjang lainnya, buku lembar kerja siswa/lks, buku latihan soal, dll., termasuk jika beli sendiri/tidak disediakan sekolah. g Seragam (seragam sekolah, olah raga, pramuka, dsb.), termasuk jika beli sendiri/tidak disediakan sekolah. h Iuran rutin lainnya, tuliskan namanya. Misalnya... i Iuran tidak rutin (kunjungan studi, rekreasi, dsb.) Tuliskan 0 jika iuran tersebut gratis, dan tuliskan jika tidak ada item-nya atau tidak ada jenis pengeluaran tersebut. MS11 Tanyakan durasi pembayaran iuran/pengeluaran tersebut, apakah setiap bulan, setiap semester (6 bulan), selama satu tahun ajaran, atau selama masa studi (3 tahun untuk SMP/MTs. atau 6 tahun untuk SD/MI). Hubungan dengan Komite Sekolah MS12 Tanyakan apakah Komite Sekolah tersebut sudah terbentuk. Jika belum atau tidak ada, lanjutkan ke pertanyaan MS17. MS13 Jika Komite Sekolah sudah ada, tanyakan sejak kapan terbentuknya. Pembentukan Komite Sekolah diawali dengan pembentukan Panitia Persiapan. Panitia ini dibentuk oleh kepala satuan pendidikan dan/atau oleh masyarakat, dengan mempertimbangkan keterwakilan unsur-unsur dalam masyarakat atau stakeholders pendidikan. Dalam Kepmendiknas No. 044/U/2002 disebutkan bahwa Panitia Persiapan berjumlah 5 orang dari kalangan praktisi pendidikan (seperti guru, kepala satuan pendidikan, penyelenggara pendidikan), pemerhati pendidikan (LSM peduli pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri) dan orangtua siswa. Panitia inilah yang melakukan sosialisasi tentang rencana pembentukan Komite Sekolah, merumuskan kriteria pengurus dan anggota Komite Sekolah, menyeleksi calon pengurus dan anggota, mengumumkan nama-nama calon kepada masyarakat, menetapkan daftar nama calon, mengadakan rapat untuk memfasilitasi proses pemilihan dan mengusulkan hasil pemilihan kepada kepala sekolah untuk diterbitkan surat keputusan. Jika responden menyebutkan bahwa komite sekolah tersebut terbentuk sebelum Tahun 2002, harap dipastikan jawaban tersebut, karena peraturan tentang pembentukannya baru dikeluarkan pada tahun MS14 Tanyakan berapa banyak jumlah anggota Komite Sekolah. 51
20 MS15 Tanyakan bagaimana proses pemilihan anggota Komite Sekolah, apakah melalui musyawarah-mufakat (diskusi), pemungutan suara (voting), hasil penunjukan Kepala Sekolah, penunjukan Panitia Persiapan, atau lainnya. MS16 a. Tanyakan berapa Komite Sekolah mengadakan pertemuan internal pada Tahun Ajaran 2005/2006. b. Tanyakan berapa Komite Sekolah mengadakan pertemuan dengan Kepala Sekolah/guru pada Tahun Ajaran 2005/2006. c. Tanyakan berapa Komite Sekolah mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa pada Tahun Ajaran 2005/2006. Kunjungan Petugas Kesehatan/Program Makanan Tambahan MS17 Tanyakan apakah petugas kesehatan dari Puskesmas/Pustu atau Bidan Desa datang mengunjungi sekolah tersebut dalam rangka kunjungan program UKS/UKGS selama Tahun Ajaran 2005/06. Jika tidak ada, lanjutkan ke pertanyaan MS23. MS18 Jika pernah ada petugas kesehatan yang datang, tanyakan pada bulan dan tahun berapa terakhir kali kunjungan petugas kesehatan dari Puskesmas/Pustu atau Bidan Desa ke sekolah tersebut. MS19 Tanyakan mengenai pelayanan kesehatan apa saja yang diberikan oleh petugas kesehatan tersebut, apakah pendidikan mengenai kesehatan, pemeriksaan atau konsultasi kesehatan, monitoring pertumbuhan siswa, pemberian imunisasi, atau lainnya. MS20 Pewawancara mengecek adakah jawaban D (imunisasi) pada pertanyaan MS19. Jika tidak, lanjutkan ke pertanyaaan MS23. MS21 Jika dilakukan pelayanan imunisasi, tanyakan jenis imunisasi apa saja yang diberikan, apakah imunisasi campak, Hepatitis B, atau imunisasi lainnya. Jawaban boleh dibacakan dan boleh lebih dari satu. MS22 Tanyakan berapa rupiah biaya yang imunisasi yang dibebankan pada setiap murid. MS23 Tanyakan apakah di sekolah tersebut terdapat Program Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMTAS). Jika tidak, lanjutkan ke Seksi AG. Program Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi siswa sekolah, dengan memberikan makanan tambahan berupa telur, susu, bubur, dan lain-lain. Program ini juga untuk menghindarkan siswa mengonsumsi jajanan yang tidak jelas kandungan gizinya. PMTAS awalnya merupakan bagian dari JPS bidang kesehatan, namun saat ini merupakan program mandiri, baik yang diselenggarakan oleh pihak sekolah, pihak puskesmas, pihak Dinas Kesehatan, swadaya masyarakat, swasta, ataupun pihak lainnya. MS24 Jika ada program PMTAS, tanyakan berapa hari dalam seminggu biasanya kegiatan tersebut dilakukan. 52
21 AG. ANGGARAN SEKOLAH Bagian ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai keberadaan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) pada Tahun Ajaran 2006/2007, Penerimaan menurut Sumber Dana pada Tahun Ajaran 2005/06, dan Pengeluaran menurut Jenis pada Tahun Ajaran 2005/06. RAPBS adalah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah yang disusun oleh pihak sekolah untuk satu tahun ajaran kedepan, berisikan perkiraan penerimaan serta belanja (pengeluaran) sekolah. Pada pos penerimaan, berisikan seluruh penerimaan yang diperkirakan akan dapat diperoleh oleh sekolah pada tahun ajaran depan, baik dari iuran orang tua murid (uang pangkal, iuran bulanan/bp3/komite sekolah dan lain-lain), dari dana rutin pemerintah kabupaten/kota, maupun dari sumber-sumber lainnya (seperti dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, donatur swasta, dll). Pada pos belanja berisikan seluruh perkiraan pengeluaran/belanja sekolah seperti belanja pegawai, belanja barang, belanja yang berhubungan dengan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dan lain-lain. AG01 Tanyakan apakah sekolah tersebut sudah membuat/menyusun RAPBS untuk Tahun Ajaran 2006/2007. Jika belum atau tidak, lanjutkan ke pertanyaan AG04. AG02 Jika sudah membuat RAPBS, tanyakan berapa besar penerimaan di RAPBS untuk Tahun Ajaran 2006/07. AG03 Tanyakan siapa saja yang ikut dalam penyusunan RAPBS tersebut, apakah Dinas Pendidikan, Kepsek bersama guru dan karyawan sekolah, orang tua siswa, komite sekolah, masyarakat, atau pihak lainnya. Jawaban boleh dibacakan dan boleh lebih dari satu. Penerimaan menurut Sumber Dana, Tahun Ajaran 2005/06 Bagian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penerimaan dari beberapa sumber yang diterima sekolah dalam rangka mendukung penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sesuaikan jawaban responden dengan dukungan dokumen yang ada di sekolah. Jika tidak ada dana untuk alokasi tertentu, tuliskan Jika memang ada dana, namun tidak diketahui besarannya, maka tuliskan AG04 Tanyakan berapa jumlah total penerimaan sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG05 Tanyakan berapa jumlah dana (a) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan (b) dana Non-BOS dari Pemerintah Pusat yang diberikan kepada sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. Pada bulan Juni tahun 2005 pemerintah Indonesia memutuskan untuk melaksanakan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM) bidang pendidikan, dimana dialokasikan dana sebesar Rp. 6,27 trilyun. PKPS BBM bidang pendidikan ini diarahkan untuk mendukung percepatan penuntasan wajib belajar 9 tahun dan membantu siswa dari keluarga tidak mampu/miskin. PKPS BBM bidang pendidikan terdiri dari: Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Khusus Murid (BKM). Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi siswa (a) SD/MI/SDLB negeri dan swasta, (b) SMP/MTs/SMPLB negeri dan swasta, (c) Pondok Pesantren Salafiyah dan sekolah keagamaan non-islam setingkat SD, (d) Pondok Pesantren Salafiyah dan sekolah keagamaan non-islam setingkat SMP. BOS diberikan kepada seluruh siswa. Periode Juli-Desember 2005, untuk sekolah 53
22 setingkat SD, setiap siswa mendapat bantuan Rp /6 bulan. Sedangkan untuk sekolah setingkat SMP, setiap siswa mendapat Rp /6 bulan. Bantuan Khusus Murid (BKM) bagi siswa SMA/SMK/MA dan SMALB negeri dan swasta. BKM diberikan hanya kepada siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu/miskin. Untuk periode Juli-Desember 2005, beasiswa diberikan sebesar Rp /bulan/siswa. Beasiswa yang diperoleh selama 6 bulan sebesar Rp /siswa. AG06 Tanyakan berapa jumlah dana dari Pemerintah Provinsi yang diberikan kepada sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG07 Tanyakan berapa jumlah dana alokasi untuk (a) Gaji dan Kesra Guru/Pegawai Tetap, (b) Gaji dan Kesra Guru/Pegawai Bantu Daerah, dan (c) lain-lain dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang diberikan kepada sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG08 Tanyakan berapa jumlah dana untuk (a) Gaji Pegawai, (b) Operasional/Pemeliharaan, dan (c) administrasi dari Yayasan Pendidikan (swasta) yang diberikan kepada sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG09 Tanyakan berapa jumlah dana dari Lembaga Swasta Non-Pendidikan yang diberikan kepada sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. Misalnya dari perusahaan swasta, pengusaha, LSM/NGO pendidikan, dll. AG10 Tanyakan berapa jumlah dana (a) Uang Pangkal/Bangku, (b) Uang dari Komite Sekolah, (c) Ekstrakurikuler, dan (d) lain-lain dari Orang Tua Siswa dan Masyarakat yang diberikan kepada sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG11 Tanyakan berapa jumlah dana dari Sumber Lain (Contoh: Dana Bantuan Operasional/DBO) yang diberikan kepada sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG12 Tanyakan berapa jumlah dana Saldo Awal Tahun Ajaran 2005/06 yang dimiliki sekolah tersebut. Pengeluaran menurut Jenis, Tahun Ajaran 2005/06 Bagian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah alokasi pengeluaran sekolah dalam rangka mendukung penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sesuaikan jawaban responden dengan dukungan dokumen yang ada di sekolah. Jika tidak ada dana untuk alokasi tertentu, tuliskan Jika memang ada dana, namun tidak diketahui besarannya, maka tuliskan AG13 Tanyakan berapa jumlah total pengeluaran sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG14 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk Gaji dan Kesra Guru, meliputi (a) Gaji Guru Tetap, (b) Gaji Guru DPK/Diperbantukan (biasanya di sekolah swasta), (c) Gaji Guru Honorer, (d) Gaji Guru Bantu/Kontrak, dan (e) Kesejahteraan Guru (insentif dan tunjangan lainnya) sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG15 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk Gaji dan Kesra Pegawai, meliputi (a) Gaji Pegawai Tetap, (b) Gaji Pegawai Honorer, dan (c) Kesejahteraan Pegawai (insentif dan tunjangan lainnya) sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. 54
23 AG16 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk proses belajar mengajar (misalnya pengadaan kapur tulis, ATK, dll) di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG17 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk pemeliharaan sarana prasarana, meliputi (a) pemeliharaan gedung (termasuk pengecatan, kebersihan dan keindahan gedung), (b) pemeliharaan alat (kebersihan alat, perbaikan alat, dsb.), dan (c) pemeliharaan perabot (kebersihan perabot, perbaikan perabotan, dsb) di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG18 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk rehabilitasi sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06, yaitu pengeluaran yang diperlukan untuk membiayai kegiatan rehabilitasi atau perbaikan kerusakan ruang kelas atau gedung sekolah, termasuk pembangunan baru. AG19 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk pengadaan sarana prasarana, meliputi (a) pengadaan buku dan (b) pengadaan lainnya di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. Pengadaan lainnya, misalnya pengadaan alat/gambar peraga, alat laboratorium, alat untuk pendidikan ketrampilan. AG20 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. AG21 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk keperluan daya dan jasa di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. Keperluan daya dan jasa, misalnya biaya listrik, air PAM, langganan koran/majalah, langganan internet, dan sebagainya. AG22 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran untuk kegiatan Tata Usaha/ Administrasi di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06, misalnya pembelian ATK dan perlengkapan lainnya untuk tata usaha. AG23 Tanyakan berapa jumlah pengeluaran lainnya di sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06. Yaitu pengeluaran-pengeluaran lainnya yang tidak termasuk pada kategorikategori di atas. AG20 Tanyakan berapa jumlah saldo akhir tahun sekolah tersebut pada Tahun Ajaran 2005/06, yaitu jumlah sisa dana atau sisa kas sekolah tersebut pada akhir Tahun Ajaran 2005/06. OL. OBSERVASI LANGSUNG Lakukanlah observasi (pengamatan) mengenai kondisi sekolah tersebut dan ruang kelas tertentu. Keadaan Sekolah OL01 Apakah tersedia papan pengumuman yang berisi berbagai informasi, di salah satu atau di beberapa tempat di dalam lingkungan sekolah tersebut. OL02 Amati bagaimana kondisi umum kebersihan lingkungan sekolah. Ruang Kelas Untuk pengamatan ruang kelas, terdapat ketentuan: * SD: pergi ke salah satu ruang kelas 6, bila jumlah ruang kelas 6 lebih dari satu maka pergi ke kelas yang kedua, misalnya: 6B,
24 * SMP: pergi ke salah satu ruang kelas 3, bila jumlah ruang kelas 3 lebih dari satu maka pergi ke kelas yang kedua, misalnya: 3B, 3-2, atau IX-B, IX-2, 9-2. Mengapa kelas terakhir? Ini adalah salah satu teknik random dalam penentuan responden yang jumlahnya kecil. Mengapa yang terakhir jika terdapat lebih dari 1 kelas? Ada 2 tujuan. Pertama, untuk menjaga kerandoman karena kita tidak memiliki informasi apapun mengnai kondisi kelas sebelum kita mengunjungi ruang kelas tersebut; hal ini juga ditujukan untuk memastikan agar Kepala Sekolah tidak memaksakan enumerator untuk mengunjungi kelas tertentu yang kondisinya sangat baik (untuk tujuan menjaga nama baiknya, misalnya) atau sangat buruk (untuk tujuan memperoleh dana yang lebih besar, misalnya). Kedua, data yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki 1 atau 2 ruang kelas; sehingga merandom di hadapan kepala sekolah (misalnya dengan melempar coin jika jumlah kelas ada 2) akan memberikan kesan yang kurang baik, seakan-akan tidak memiliki agenda yang jelas. Dengan mengatakan bahwa kita ingin mengunjungi kelas terakhir maka kita memberi kesan bahwa kita memiliki prosedur yang tegas dalam menentukan ruang mana yang akan kita kunjungi. Yang perlu diamati dari ruang kelas adalah: OL03 Amati ketersediaan meja untuk Guru. OL04 Amati kondisi meja dan kursi untuk siswa, apakah baik, rusak ringan, atau rusak berat. OL05 Amati ketersediaan papan tulis dan kapur. OL06 Amati terbuat dari apa jenis lantai terluas, apakah tanah atau bukan tanah. Yang termasuk bukan tanah adalah seperti kayu, semen, keramik, tegel, marmer, dan lainlain. OL07 Amati bagaimana kondisi lantai tersebut, apakah baik, rusak ringan, atau rusak berat. OL08 Amati terbuat dari apa jenis dinding terluas, apakah terbuat dari tembok, kayu, bambu, atau lainnya (sebutkan). OL09 Amati bagaimana kondisi dinding tersebut, apakah baik, rusak ringan, atau rusak berat. OL10 Amati terbuat dari apa jenis atap terluas, apakah terbuat dari beton, genteng, sirap, seng, asbes, ijuk/rumbia, atau lainnya (sebutkan). OL11 Amati bagaimana kondisi atap tersebut, apakah baik, rusak ringan, atau rusak berat. OL12 Amati ketersediaan lampu penerangan dan mampu berfungsi dengan baik OL13 Amati apakah kelas akan mengalami kebocoran jika hujan. Hal ini dapat juga ditanyakan kepada pihak sekolah, misalnya karena musim panas, sehingga tidak teramati saat itu. OL14 Amati jenis pengaturan ruangan kelas, apakah konvensional atau model CBSA/berkelompok. OL15 Amati apakah hasil karya siswa ditampilkan di dinding kelas atau bagian lain ruang kelas tersebut. OL16 Amati daftar hadir siswa, berapa jumlah siswa terdaftar di kelas ini. OL17 Amati daftar hadir siswa, berapa jumlah siswa yang hadir di kelas ini pada waktu pengamatan. 56
25 OL18 Amati daftar hadir siswa, berapa jumlah siswa yang tidak hadir karena sakit pada waktu pengamatan. OL19 Amati daftar hadir siswa, berapa jumlah siswa yang tidak hadir karena ijin pada waktu pengamatan. OL18 Amati daftar hadir siswa, berapa jumlah siswa yang tidak hadir karena alpa pada waktu pengamatan. Kamar Mandi/WC Sekolah Terakhir, lihatlah kondisi kamar mandi atau WC sekolah ini. Caranya bisa berpura-pura ingin, maaf, buang air kecil. Utamakan dapat masuk ke kamar mandi perempuan, jika tersedia atau jika dimungkinkan. Yang perlu diamati adalah: OL21 Amati ketersediaan kamar mandi/wc untuk guru. Jika tidak ada, lanjutkan ke pertanyaan OL24. OL22 Amati bagaimana kondisi/kebersihan toilet/kamar mandi tersebut, apakah berfungsi dan bersih, berfungsi tapi kotor, atau tidak berfungsi/rusak. Jika terkunci atau tidak memungkinkan untuk dijangkau, lingkari 8, dan lanjutkan ke pertanyaan OL24. OL23 Amati ketersediaan/ketercukupan air di dalam toilet tersebut. OL24 Amati ketersediaan kamar mandi/wc untuk siswa. Jika tidak ada, lanjutkan ke pertanyaan Seksi FK. OL25 Amati bagaimana kondisi/kebersihan toilet/kamar mandi untuk siswa tersebut, apakah berfungsi dan bersih, berfungsi tapi kotor, atau tidak berfungsi/rusak. Jika terkunci atau tidak memungkinkan untuk dijangkau, dapat melingkari 8, dan lanjutkan ke pertanyaan Seksi FK. OL26 Amati ketersediaan/ketercukupan air di dalam toilet tersebut. FK. FOTOKOPI Sebelum meninggalkan sekolah, janganlah lupa untuk meminjam Laporan Tahunan Sekolah (LNS) atau Laporan Individu (LI) sekolah untuk difotokopi, yaitu untuk keadaan pada tanggal 31 Agustus 2005 dan 31 Agustus JANGAN LUPA MENGEMBALIKAN DATA TERSEBUT KE PIHAK SEKOLAH! CP. CATATAN PEWAWANCARA Bagian ini tidak ditanyakan. Catatlah bahasa yang digunakan selama wawancara, siapa saja yang mendampingi responden ketika diwawancarai, penilaian terhadap ketepatan dan kesungguhan responden dalam menjawab, pertanyaan yang sulit/malu/bingung untuk dijawab, serta catatan-catatan lain yang penting dan informatif bagi survei ini. CP01 Lingkari jenis bahasa yang digunakan pada keseluruhan atau sebagian besar wawancara. CP02 Lingkari jenis bahasa lainnya yang digunakan pada saat wawancara. 57
26 CP03 Jika responden bukan kepala sekolah, bagaimana penilaian pewawancara mengenai tingkat pemahaman responden mengenai kondisi/masalah di sekolah tersebut. Lingkari 6 (TIDAK BERLAKU) jika responden adalah kepala sekolah. CP04 Tulislah pertanyaan mana saja yang membuat responden merasa sulit dalam menjawab. Tulis seksi, nomor pertanyaan, dan keterangan singkat. CP05 Tulislah pertanyaan mana saja yang tidak tersedia datanya. Tulis seksi, nomor pertanyaan, dan keterangan singkat. BLOK CATATAN PEWAWANCARA Tulislah seksi dan nomor pertanyaan mana saja yang perlu diberi catatan-catatan khusus. Tulislah catatan-catan tersebut dengan bahasa yang lugas, ringkas, padat dan jelas. Hindari penggunaan singkatan dan istilah yang tidak umum. 58
SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 5 SEKOLAH. ENUMERATOR, EDITOR DAN SUPERVISOR Enumerator Editor Supervisor Nama dan Kode Petugas
LK, IR, DS, AS, KF, ST, GR, MS, AG, AW, OL, FK, CP SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 5 SEKOLAH ID SEKOLAH 8 Responden adalah Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah. Nama Sekolah : ENUMERATOR,
BUKU 1C ANAK 6-15 TAHUN
IR, DLA, TKA, CP SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 1C ANAK 6-15 TAHUN ID ANAK 6-15 TAHUN 3 EA QX DESA RT ART SPLIT ART Responden adalah ibu kandung atau pengasuh dari anak umur 6-15 tahun
BUKU 1C ANAK 6-15 TAHUN
SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN IR, DLA, TKA, CP BUKU 1C ANAK 6-15 TAHUN ID ANAK 6-15 TAHUN 3 EA QX DESA RT ART SPLIT ART Responden adalah ibu kandung atau pengasuh dari anak umur 6-15 tahun
Instrumen Monitoring Rumah Tangga Tahap 1
Instrumen Monitoring Rumah Tangga Tahap 1 PELAKSANAAN KEGIATAN DANA BOS TAHUN ANGGARAN 2008 Monitoring and Evaluation Program to Support BOS Program INTERIM INDEPENDENT MONITORING I. PENDAHULUAN Salam
BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG
BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PENDIDIKAN GRATIS DAN MEKANISME PENGGALIAN SUMBANGAN SUKARELA DARI MASYARAKAT KATEGORI MAMPU DALAM IKUT MEMBANTU PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 5 SEKOLAH
LK, IR, DS, AS, KF, ST, GR, MS, AG, PB, PG, AW, OL, FK, CP SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 5 SEKOLAH ID SEKOLAH 8 EA QX NO Responden adalah Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah. COV1.
BUPATI KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG DEWAN PENDIDIKAN DAERAH DAN KOMITE SEKOLAH/MADRASAH
SALINAN BUPATI KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG DEWAN PENDIDIKAN DAERAH DAN KOMITE SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEBUMEN, Menimbang
GUBERNUR JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN TENTANG
1 GUBERNUR JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN 20172016 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN, SEKOLAH MENENGAH ATAS
LAPORAN INDIVIDU SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN AJARAN : (SEBELUM MENGISI, BACALAH PETUNJUK PENGISIAN)
1367446999 KEMDIKNAS A. IDENTITAS SD/MI Nomor Statistik Sekolah Jenis Sekolah 1. Nama Sekolah/Madrasah 2. Alamat Sekolah/Madrasah a. Jalan b. Desa/Kelurahan LAPORAN INDIVIDU SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH
BUKU 6 KADER POSYANDU
LK, IR, IDP, JP, TK, AMP, PG, PM, CP SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 6 KADER POSYANDU ID POSYANDU 9 EA QX NO RESPONDEN ADALAH KETUA ATAU KADER POSYANDU YANG PALING AKTIF/LAMA Nama Posyandu
PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PALANGKA RAYA Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan
BUPATI SLEMAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR : 10 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH
BUPATI SLEMAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR : 10 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang :
PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 21 TAHUN 2009
PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG DUKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR GRATIS DAN RINTISAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN KEPADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DENGAN
BUKU 6 KADER POSYANDU
LK, IR, IDP, JP, TK, AMP, PG, PM, CP SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 6 KADER POSYANDU ID POSYANDU 9 EA QX NO RESPONDEN ADALAH KETUA ATAU KADER POSYANDU YANG PALING AKTIF/LAMA Nama Posyandu
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Latar Belakang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu lembaga yang menghasilkan tenaga kependidikan telah berusaha meningkatkan kualitas pendidikan
BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG
BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KABUPATEN TANAH BUMBU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 129a/U/2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN
KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129a/U/2004 TENTANG BIDANG PENDIDIKAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan
SURVEI RUMAH TANGGA PERDESAAN R A H A S I A BUKU 6
[ PEWAWANCARA : EDITOR : PENGAWAS : SURVEI RUMAH TANGGA PERDESAAN R A H A S I A ID RUMAH TANGGA BUKU 6 ANGGOTA RUMAH TANGGA ANAK ( 15 TAHUN) SEKSI : COV, IR, POS, MA, DLA, TKA, CP Responden Utama adalah
WALIKOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR... TAHUN 2016 TENTANG
WALIKOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR... TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK/RAUDHATUL ATHFAL DAN SEKOLAH/MADRASAH Menimbang
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH DENGAN RAHMAT
GUBERNUR JAWA BARAT, PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN 2017 TENTANG
GUBERNUR JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS/ SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR
PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNG MAS NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG SEKOLAH GRATIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI KABUPATEN GUNUNG MAS
1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNG MAS NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG SEKOLAH GRATIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI KABUPATEN GUNUNG MAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNG MAS, Menimbang :
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA
PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN GRATIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUWU UTARA, Menimbang : a. bahwa
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Dasar ABC Sekolah Dasar ABC merupakan salah satu jenis sekolah dasar islam terpadu yang berdiri pada Bulan Juli tahun 2007 di Medan. Pada awalnya, sekolah
Statistik Pendidikan Dasar Kabupaten Banjarnegara Tahun Pelajaran 2011/2012
Statistik Pendidikan Dasar Kabupaten Banjarnegara Tahun Pelajaran 2011/2012 EUROPEAN UNION LEMBAR PENGESAHAN STATISTIK PENDIDIKAN DASAR TP. 2011/2012 KABUPATEN BANJARNEGARA Mengetahui/Mengesahkan: KEPALA
PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan
1. PENDAHULUAN 2. METODOLOGI
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tahun 2005 BPS mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan Pendataan Sosial Ekonomi Penduduk 2005 (PSE 05), implementasi sebenarnya adalah pendataan
LAPORAN INDIVIDU SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH
5910378148 DEPDIKNAS APORAN INDIVIDU SEKOAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH Sebelum mengisi bacalah Pedoman Pengisian aporan Individu SD/MI TAHUN AJARAN KEADAAN 31 AGUSTUS KODE KECAMATAN / *) Diisi oleh
SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TANGGAL 4 MARET 2009
SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TANGGAL 4 MARET 2009 INSTRUMEN AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) 1. Periksalah kelengkapan Perangkat
MATRIKS PERBANDINGAN PERUBAHAN
MATRIKS PERBANDINGAN PERUBAHAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DENGAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 5.1 TAHUN
PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 2016
PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 06 Organisasi / SKPD :.0.0. -DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Halaman dari.0. PENDIDIKAN 87.7.
BUPATI SLEMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI SLEMAN afd20 Mei 2009=hasil hukum PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR : 6 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALI KOTA BANDUNG, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
1 SALINAN WALI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA BANDUNG NOMOR 456 TAHUN 2018 TATA CARA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK- KANAK/RAUDHATUL ATHFAL, SEKOLAH DASAR/MADRASAH
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG PROGRAM WAJIB SEKOLAH 12 TAHUN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG PROGRAM WAJIB SEKOLAH 12 TAHUN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN KOMERING
WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 22 TAHUN 2017
WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA NOMOR 127 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK TEKNIS BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN PADA
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 2015 SERI : PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI, Menimbang
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, Menimbang : a. bahwa agar dalam penyelenggaraan pendidikan di
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 334A TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KALENDER PENDIDIKAN BAGI RAUDHATUL ATHFAL DAN MADRASAH DI LINGKUNGAN KANTOR
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP 1. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN BANYUWANGI BUPATI BANYUWANGI Menimbang : a.
-1- PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 (DUA BELAS) TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
-1- PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 (DUA BELAS) TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR LAMPUNG, Menimbang : a. bahwa pelaksanaan pendidikan nasional
PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA
PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA Jalan Cendana 9 Yogyakarta Telepon (0274) 541322, 513348 Fax (0274) 541322 Website: http:// dikpora.jogjaprov.go.id.
PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 113 TAHUN 2012
PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 113 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENDANAAN PENDIDIKAN BAGI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA), MADRASAH ALIYAH (MA) DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI/SWASTA DI KABUPATEN
PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT
PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH GRATIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 911 TAHUN 2011 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 911 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BANJARNEGARA BUPATI BANJARNEGARA,
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 2015 SERI : PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI, Menimbang
WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 5 TAHUN 2010
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN HIBAH BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN DAERAH KEPADA SEKOLAH SWASTA TAHUN 2010 WALIKOTA SURABAYA,
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO NOMOR: /D.
D DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO NOMOR: /D.01/DIK/SEKR/2017 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SD DAN SMP SECARAONLINE
BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Latar Belakang
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 69 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN HIBAH
KEMENTERIAN AGAMA R.I
KEMENTERIAN AGAMA R.I Format Pendataan Madrasah Ibtidaiyah TP 05/06 I. Profil Lembaga A. Data Umum Madrasah. NSM : 3 3 0 0 0 ( digit) NPSN : 6 0 6 6 6 ( digit) Nama Madrasah : Hidayatul Qur`an 4. Status
BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT
BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN BEASISWA KULIAH PROGRAM S1/D4/D3 BAGI MAHASISWA BERPRESTASI YANG BERASAL DARI KELUARGA TIDAK
PANDUAN PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH PADA SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH DAN SEKOLAH LUAR BIASA KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PANDUAN PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH PADA SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH DAN SEKOLAH LUAR BIASA KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN DEMAK TAHUN
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan)
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN AGAM TAHUN ANGGARAN 2014
Hal 1 dari 6 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN AGAM Formulir RKA SKPD 2.2 TAHUN ANGGARAN 2014 Urusan Pemerintahan : Organisasi : 1.01. PENDIDIKAN 1.01. DINAS
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu kunci penanggulangan kemiskinan dalam jangka
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu kunci penanggulangan kemiskinan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Pendidikan juga penting bagi terciptanya kemajuan dan kemakmuran
BAB V PEMBAHASAN. A. Upaya Pimpinan Madrasah dalam Penerapan Disiplin. Melihat data yang disajikan, tampak bahwa kepemimpinan kepala MTsN
BAB V PEMBAHASAN A. Upaya Pimpinan Madrasah dalam Penerapan Disiplin Kedisiplinan adalah kata kunci keberhasilan pendidikan. Kedisiplinan erat kaitannya dengan kepemimpinan, yang dalam organisasi pendidikan
WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN
WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : bahwa dalam
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL. SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014 1 DasarPelaksanaanUjianNasional 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060796 merupakan salah satu sekolah negeri yang beralamat di Jalan Medan Area Selatan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Sekolah
*Coretlah jawaban yang anda anggap tidak perlu ** Beri tanda silang ( X ) pada jawaban anda pilih
PETUNJUK PENGISIAN INSTRUMEN PENDATAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH SE KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2017 1. Pendataan ini dimaksudkan untuk memperoleh data Perpustakaan Sekolah se Kabupaten
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN Menimbang PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN GRATIS DI PROVINSI SULAWESI SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Salah satu sekolah yang menjadi tempat PPL UNY Yogyakarta adalah SMA PIRI 1 Yogyakarta yang terletak di Jalan Kemuning 14 Yogyakarta. Secara garis besar SMA PIRI 1
WALIKOTA SURABAYA KEPUTUSAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR : / 322 / /2010 TENTANG TIM PEMBINA USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI KOTA SURABAYA
WALIKOTA SURABAYA KEPUTUSAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR : 188.45/ 322 /436.1.2/2010 TENTANG TIM PEMBINA USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melakukan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Letak Geografis MA Al-Istiqamah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MA Al-Istiqamah yang
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MA Al-Istiqamah Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MA Al-Istiqamah yang beralamat di Jl. Kali Martapura
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 309 TAHUN 2012
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 309 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAM PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA RAUDATUL ATHFAL/BUSTANUL ATHFAL
GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG BADAN AKREDITASI PROVINSI SEKOLAH/MADRASAH TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH
GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG BADAN AKREDITASI PROVINSI SEKOLAH/MADRASAH TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa sesuai
BUPATI KLUNGKUNG NOMOR: 813 / 512 / KEPEG TENTANG PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DARI PELAMAR UMUM FORMASI TAHUN 2008
BUPATI KLUNGKUNG PENGUMUMAN NOMOR 813 / 512 / KEPEG TENTANG PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DARI PELAMAR UMUM FORMASI TAHUN 2008 Dengan ini diumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung memerlukan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR GRATIS
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR GRATIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR GRATIS
PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR GRATIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANJUNG
PETUNJUK TEKNIS KEBIJAKAN DAK BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013 PETUNJUK TEKNIS I. UMUM
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;
/b PERATURAN GUBISBNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBLfKOTA JAKARTA NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2018 TENTANG PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH DENGAN RAHMAT
WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG
WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DI KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA Menimbang :
/ KEPUTUSAN MENTER! PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
/ KEPUTUSAN MENTER! PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129a/U /2004 TENTANG BIDANG PENDIDIKAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Menirnbang: a. Bahwa dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 ten tang
PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH
Lampiran I : PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH Format : RAPBS RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH.
INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2017 (Berdasarkan Format : PERMENPAN Nomor 53 Tahun 2014 dan PERMENPAN & RB Nomor: PER/20/menpan/II/2008)
INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2017 (Berdasarkan Format : PERMENPAN Nomor 53 Tahun 2014 dan PERMENPAN & RB Nomor: PER/20/menpan/II/2008) KABUPATEN / KOTA OPD : CILEGON : DINAS PENDIDIKAN TUGAS DAN FUNGSI
INSTRUMEN PEMANTAUAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA MADRASAH TAHAP 2 TAHUN ANGGARAN 2015
RESPONDEN TIM BOS KABUPATEN/KOTA INSTRUMEN PEMANTAUAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA MADRASAH TAHAP 2 TAHUN ANGGARAN 2015 RESPONDEN NAMA :... NIP :... JABATAN :... KAB/KOTA :... KANTOR WILAYAH
=================================================================== PERATURAN WALIKOTA TANGERANG
=================================================================== PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR : 16 TAHUN 2014 TENTANG BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH NEGERI DENGAN
DAFTAR TABEL Persentase SD/ MI yang semua rombongan... belajar (rombel)nya tidak melebihi 32 orang
DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Jumlah Desa dan Dusun di Kabupaten Lombok Barat... 4 Menurut Kecamatan 1.2 Luas Kabupaten Lombok Barat Menurut Kecamatan... 4 1.3 Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis...
WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 2 TAHUN 2015
SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 2 TAHUN 2015 PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DAERAH UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, SATUAN PENDIDIKAN DASAR, DAN SATUAN
Teknik-teknik Pemetaan Swadaya (PS) Kajian Pendidikan
BUKU 4e SERI SIKLUS PNPM Mandiri Perkotaan Teknik-teknik Pemetaan Swadaya (PS) Kajian Pendidikan Perkotaan DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya Seri Siklus PNPM-Mandiri Perkotaan Panduan
Perpustakaan sekolah
Standar Nasional Indonesia Perpustakaan sekolah Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Istilah dan definisi... 1 3 Misi... 2 4 Tujuan... 3 5 Koleksi...
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sesuatu hal
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sesuatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Perkembangan IPTEK yang pesat memaksa kita untuk dapat
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
PROFIL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PROFIL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 1 1 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN... 4 A. Latar Belakang... 4 B. Tujuan... 4 C. Ruang Lingkup... 5 BAB II. KEADAAN UMUM...
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN dengan nomor akte No. 79/3/KHI/1984. Dengan Luas tanah 128 m². Secara umum
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Setting Penelitian 1. Profil Sekolah Sekolah tempat berlangsungnya penelitian yang terletak di Jalan Ahmad Yani Km. 7200 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.
