Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
|
|
|
- Farida Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 IMPLEMENTASI EVALUASI MODEL KIRKPATRICK PADA PERKULIAHAN MASALAH NILAI AWAL DAN SYARAT BATAS FMIPA Universitas Negeri Gorontalo Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick pada Program Pembelajaran Matakuliah Masalah Nilai Awal (MNA) dan Syarat Batas. Dari empat level untuk Evaluasi Model Kirkpatrick masing-masing dilakukan penilain dengan alat penilaian yang berbeda. Penilaian kinerja digunakan untuk menilai hasil kerja atau proyek mahasiswa. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo berjumlah 58 orang. Data dalam penelitian ini dijaring menggunakan angket dan dilakukan pengujian reliabilitas dengan Crombach s Alpha. Evaluasi belajar mahasiswa diperoleh dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja. Hasil penelitian menggambarkan Evaluasi Model Kirkpatrick pada Program Pembelajaran Matakuliah Masalah Nilai Awal (MNA) dan Syarat Batas sangat efektif. Kata Kunci: Evaluasi Model Kirkpatrick, Asesmen Kinerja, Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas 102 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
2 THE IMPLEMENTATION OF KIRKPATRICK S EVALUATION MODEL IN THE LEARNING OF INITIAL VALUE AND BONDARY CONDITION PROBLEMS FMIPA Universitas Negeri Gorontalo [email protected] Abstract This research is aimed at describing the implementation of the implementation of Kirkpatrick s evaluation model in the learning of Initial Value and Bondary Condition Problems. Four each of the four different levels in the model, an evaluation was conducted using different instruments. A performance evaluation was to assess the students product or project. This was a qualitative descriptive study involving 58 students of Mathematics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Gorontalo as the sample. The data were collected by questionnaire; the reliability was tested through Cronbrach s alpha. Students learning achievement was scored using a performance rubric. The study shows that Kirkpatrick s Evaluation Model for the learning program for Initial Values and Boundary Condition Problems is very effective. Keywords: Kirkpatrick s Evaluation Model, Performance Assessment, Initial Value and Boundary Condition Problems Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 103
3 Pendahuluan Matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas merupakan matakuliah wajib yang ada di Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika Universitas Negeri Gorontalo. Aplikasi dari matakuliah ini berkaitan dengan komputasi dan sistem pemodelan. Mengingat karakteristik matakuliah yang sangat kompleks, maka diperlukan suatu bentuk evaluasi program pembelajaran yang dapat mengungkap seluruh kemampuan/potensi yang dimiliki oleh mahasiswa khususnya yang berkaitan dengan standar kompetensi matakuliah ini. Usaha peningkatan kualitas akademik dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas model evaluasi. Sistem pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas belajar yang baik pula, hal ini menunjukkan keterkaitan antara dua aspek tersebut. Aspek evaluasi tidak bisa diabaikan oleh seorang dosen maupun guru. Evaluasi merupakan suatu proses yang kontinu yang menjadi dasar dari keseluruhan kegiatan pembelajaran yang baik. Evaluasi merupakan proses penetapan nilai dari suatu program yang telah ditetapkan. Secara umum evaluasi dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, maupun objek) berdasarkan kriteria tertentu. Dalam kegiatan pembelajaran, evaluasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. National Study Committee on Evaluation dalam Stark dan Thomas (1994:12) menyatakan bahwa evaluation is the process of ascertaining the decision of concern, selecting appropriate information, and collecting and analyzing information in order to report summary data useful to decision makers in selecting among alternatives. Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan, analisis dan penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta penyusunan program selanjutnya. Hal ini dipertegas oleh Griffin dan Nix (1991:3) menyatakan: Measurement, assessment, and evaluation are hierarchial. The comparison of observation with the criteria is a measurement, the interpretation and description of the evidence is an 104 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
4 assessment and the judgement of the value or implication of the behavior is an evaluation. Evaluasi merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran matematika. Pendidik dapat melakukan banyak hal untuk mengumpulkan informasi mengenai tingkat penguasaan mahasiswa, seperti memberikan tes, tugas, mengajukan pertanyaan secara lisan, mengamati aktivitas saat kegiatan belajar mengajar, dan portofolio. Aktifitas itu dilakukan tidak hanya untuk menentukan nilai mahasiswa tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Evaluasi pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan yang mencakup penilaian terhadap proses belajar dan penilaian terhadap hasil belajar. Salah satu faktor yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan adalah proses pembelajaran yang dilakukan, sedangkan faktor lain yang penting untuk efektivitas pembelajaran adalah faktor evaluasi dan penilaian, baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran. Penilaian dapat mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar secara terus menerus dan juga mendorong pendidik untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan adalah unsur asesmen. Penilaian tidak hanya memberikan gambaran atau informasi tentang tingkat keberhasilan atau penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diajarkan, tetapi juga memberikan umpan balik terhadap program pendidikan yang dilaksanakan. Proses penilaian dalam pembelajaran dilakukan dalam rangka mengambil keputusan tentang penguasaan mahasiswa setelah mengikuti proses belajar mengajar. Selain itu, untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan strategi atau pendekatan pembelajaran yang digunakan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka di dalam pembelajaran dibutuhkan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan tidak hanya mengajar dengan baik tetapi juga mampu melakukan evaluasi dengan baik dan efektif berdasarkan karakteristik matakuliah yang diajarkan. Kegiatan evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran perlu lebih dioptimalkan. Evaluasi tidak hanya bertumpu pada hasil belajar, tetapi juga perlu terhadap input, output, maupun kualitas proses pembelajaran. Dalam Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 105
5 dunia pendidikan dan proses pembelajaran, peranan media teknologi informasi tidak bisa diabaikan. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapatkan perhatian dosen/guru dalam setiap kegiatan pembelajaran. Kegiatan penilaian hendaknya tidak hanya mengandalkan pemberian tes tradisonal. Kelemahan penggunaan tes tradisional (paper and pencil test) yang digunakan sebagai satu-satunya alat pengambilan keputusan tentang siswa diantaranya hanya menilai pengetahuan ilmiah, penilaian cenderung pada dimensi hasil belajar terbatas (pengetahuan atau keterampilan), tidak dapat digunakan untuk menilai penalaran ilmiah mendalam, dan seringkali kurang menunjukkan kemampuan siswa yang sesungguhnya, (Mokhtari et al.,1996). Beberapa kelemahan lain tes tradisional adalah setiap soal yang digunakan umumnya hanya memiliki satu jawaban, tidak berfokus pada proses tetapi pada hasil akhir, tidak mengungkap proses berpikir siswa dan tidak mengukur semua aspek dalam proses belajar mengajar. Brikerhoff dalam Mardapi (2000) mengemukakan dalam pelaksanaan evaluasi terdapat tujuh elemen yang harus dilakukan, yaitu: 1) focusing the evaluation (penentuan fokus yang akan dievaluasi), 2) designing the evaluation (penyusunan desain evaluasi), 3) collecting information (pengumpulan informasi), 4) analyzing and interpreting (analisis dan interpretasi informasi), 5) reporting information (pembuatan laporan), 6) managing evaluation (pengelolaan evaluasi), dan 7) evaluating evaluation (evaluasi untuk evaluasi). Berdasarkan pengertian tersebut menunjukkan bahwa dalam melakukan evaluasi, evaluator pada tahap awal harus menentukan fokus yang akan dievaluasi dan desain yang akan digunakan. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan obyektif tentang suatu program yang telah direncanakan dan dilaksanakan. Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program, dampak/hasil yang dicapai, efisiensi. Hasil evaluasi dapat juga dijadikan tolak ukur apakah program tersebut berhasil atau tidak, dapat dilanjutkan atau dihentikan, serta dapat dijadikan pijakan untuk menyusun program lanjutan. Berbagai model evaluasi yang telah dikembangkan dan sangat populer dan banyak dipakai sebagai strategi atau pedoman kerja dalam 106 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
6 pelaksanaan evaluasi program pembelajaran diantaranya 1) Evaluasi Model Kirkpatrick (Kirkpatrick Four Levels Evaluation Model), 2) Evaluasi Model CIPP (Context, Input, Prosess, and Product), dan 3) Evaluasi Model Stake (Model Couintenance). Dari empat model ini masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam penelitian ini lebih difokuskan pada Evaluasi Model Kirkpatrick Ditinjau dari sasarannya dalam bidang pendidikan, evaluasi ada yang bersifat makro dan ada yang mikro. Evaluasi yang bersifat makro sasarannya adalah program pendidikan, yaitu program yang direncanakan untuk memperbaiki bidang pendidikan. Evaluasi mikro sering digunakan di tingkat kelas, khususnya untuk mengetahui pencapaian belajar mahasiswa/siswa. Pencapaian belajar ini bukan hanya yang bersifat kognitif saja, tetapi juga mencakup semua potensi yang ada pada mahasiswa/siswa. Jadi sasaran evaluasi mikro adalah program pembelajaran di kelas dan yang menjadi penanggungjawabnya adalah dosen/guru (Mardapi, 2000:2). Kirkpatrick salah seorang ahli evaluasi program pelatihan dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM). Model evaluasi yang dikembangkan oleh Kirkpatrick dikenal dengan istilah Kirkpatrick Four Levels Evaluation Model. Evaluasi terhadap efektivitas program pelatihan (training) menurut Kirkpatrick (1998) mencakup empat level evaluasi, yaitu: level 1 reaction, level 2 learning, level 3 behavior, dan level 4 result. Evaluasi terhadap reaksi peserta pelatihan/program berarti mengukur kepuasan peserta (customer satisfaction). Program pelatihan dianggap efektif apabila proses pelatihan dirasa menyenangkan dan memuaskan bagi peserta pelatihan sehingga mereka tertarik termotivasi untuk belajar dan berlatih. Dengan kata lain peserta pelatihan akan termotivasi apabila proses pelatihan berjalan secara memuaskan bagi peserta yang pada akhirnya akan memunculkan reaksi dari peserta yang menyenangkan. Sebaliknya apabila peserta tidak merasa puas terhadap proses pelatihan yang diikutinya maka mereka tidak akan termotivasi untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut. Kirkpatrick (1998:20) mengemukakan learning can be defined as the extend to which participans change attitudes, improving knowledge, and/or increase skill as a result of attending the program. Berdasarkan pendapat terdapat tiga hal Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 107
7 yang dapat instruktur ajarkan dalam program pelatihan, yaitu pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Peserta pelatihan dikatakan telah belajar apabila pada dirinya telah mengalami perubahan sikap, perbaikan pengetahuan maupun peningkatan keterampilan. Evaluasi pada level ke 3 (evaluasi tingkah laku) ini berbeda dengan evaluasi terhadap sikap pada level ke 2. Penilaian sikap pada evaluasi level 2 difokuskan pada perubahan sikap yang terjadi pada saat kegiatan pelatihan dilakukan sehingga lebih bersifat internal, sedangkan penilaian tingkah laku difokuskan pada perubahan tingkah laku setelah peserta kembali ke tempat kerja. Kriteria keberhasilan pada evaluasi level ke 3 adalah perubahan sikap yang telah terjadi setelah mengikuti pelatihan akan diimplementasikan setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan, sehingga penilaian tingkah laku ini lebih bersifat eksternal. Evaluasi hasil dalam level ke 4 ini difokuskan pada hasil akhir (final result) yang terjadi karena peserta telah mengikuti suatu program. Dalam kegiatan pembelajaran model evaluasi ini mengarah pada hasil akhir yang diperoleh mahasiswa. Evaluasi dilakukan untuk memperoleh gambaran atau informasi tentang hasil dan proses belajar peserta didik, serta mengetahui kesulitankesulitan yang muncul pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Evaluasi juga berkaitan erat dengan proses penilaian baik itu penilaian hasil belajar maupun penilaian proses. Evaluasi berfungsi untuk mengembangkan suatu program pembelajaran yang meliputi desain belajar mengajar. Evaluasi juga berfungsi untuk menetapkan kedudukan suatu program pembelajaran berdasarkan ukuran/kriteria tertentu,sehingga suatu program dapat dipercaya, diyakini dan dapat dilaksanakan terus, atau sebaliknya program itu harus diperbaiki atau disempurnakan. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, pendidik akan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Evaluasi itu sendiri dalam kaitannya dengan pembelajaran akan berpengaruh terhadap apakah tujuan pembelajaran itu tercapai atau tidak. Dengan demikian kegiatan evaluasi sangat penting untuk mengukur sejauh 108 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
8 mana keberhasilan mahasiswa maupun pendidik dalam proses belajar mengajar. Kegiatan asesmen merupakan unsur utama dalam kegiatan belajar mengajar. Asesmen merupakan proses pengumpulan informasi yang dilakukan secara sistematis dan terukur, baik itu bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Asesmen digunakan untuk memberikan informasi kepada siswa tentang bagaimana yang mereka kerjakan atau sejauhmana penguasaan mereka dalam pembelajaran (Garfield, 1994). Asesmen juga merupakan proses untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan matematika siswa, kemampuan membuat kesimpulan untuk berbagai tujuan (NCTM, 1995). Asesmen memiliki visi penting yaitu sebagai suatu proses dinamis yang secara kontinu menghasilkan informasi tentang kemajuan prestasi siswa yang tercantum dalam tujuan pembelajaran (Garfield, 1994). Penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda dengan evaluasi. The Task Group on Assessment and Testing (TGAT) mendeskripsikan asesmen sebagai semua cara yang digunakan untuk menilai unjuk kerja (performance) individu atau kelompok (Griffin dan Nix, 1991:3). Popham (1995:3) mendefinisikan asesmen dalam konteks pendidikan sebagai sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan dengan berbagai kepentingan pendidikan. Boyer dan Ewel dalam Stark dan Thomas (1994:46) mengemukakan assessment is processes that provide information about individual students, about curricula or programs, about institutions, or about entire systems of institutions. Asesmen sebagai proses yang menyediakan informasi tentang individu siswa, tentang kurikulum atau program, tentang institusi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem institusi. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut disimpulkan bahwa asesmen atau penilaian merupakan kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. Asesmen atau penilaian dilakukan berdasarkan karakteristik mahasiswa dan matakuliah yang diajarkan. Penelitian ini akan mengimplementasi Evaluasi Model Kirkpatrick pada pembelajaran Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas bagi mahasiswa matematika Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo. Dari empat level evaluasi model Kirkpatrick, masing- Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 109
9 masing dibuat assesmen tersendiri. Pada level reaksi (Evaluating Reaction) proses pembelajaran melibatkan pemanfaatan IT berupa software Maple dengan jenis kegiatan praktikum (melakukan pemodelan) untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam MNA dan Syarat Batas. Pada level evaluasi belajar (Evaluating Learning) maka sistem penilaian menggunakan asesmen kinerja dengan membuat rubrik penilaian. Pada level ketiga dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang tingkah laku mahasiswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Pada level ke empat lebih ditekankan pada hasil akhir (hasil belajar mahasiswa). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick pada program pembelajaran matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas, bagaimana efektifitas Evaluasi Model Kirkpatrick dan bentuk asesmen yang digunakan dalam setiap aspek evaluasi. Setiap aspek atau level pada evaluasi model Kirkpatrick dilakukan dengan model asesmen atau penilaian yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara umum terhadap kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa disetiap kompetensi pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas. Hasil yang diperoleh pada setiap penilaian, kemudian dilakukan analisis dan deskriptif. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick pada Pembelajaran Masalah Nilai Awal (MNA) dan Syarat Batas bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data tentang implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick dijaring dengan beberapa instrumen. Untuk level pertama dari evaluasi model Kirkpatrick, dijaring dengan menggunakan angket. Angket yang digunakan terlebih dahulu dilakukan estimasi reliabilitas angket dengan Crombach s Alpha. Sedangkan data hasil belajar mahasiswa dijaring berdasarkan asesmen yang digunakan dalam proses pembelajaran. 110 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
10 Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo angkatan 2007/2008 yang memprogramkan matakuliah MNA dan Syarat Batas. Jumlah populasi dari penelitian ini adalah 126 orang yang terbagi menjadi empat kelas. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah mengambil dua kelas dari total populasi yang ada. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 58 orang. Prosedur penelitian merupakan mekanisme yang dilakukan selama pelaksanaan penelitian dilakukan. Prosedur penelitian dilaksanakan dengan tahapan-tahapan seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Tahapan-tahapan Penelitian No Tahapan Penelitian Aktifitas 1. Tahap Persiapan Penelitian Menetapkan Materi Pembelajaran Menyusun panduan praktikum Menyiapkan rubrik penilaian Menyiapkan angket 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian 3. Tahap Akhir Penelitian Melaksanakan proses pembelajaran Melaksanakan kegiatan praktikum sebagai bagian dari evaluasi proses Menilai hasil kerja mahasiswa melalui asesmen kinerja (rubrik) sebagai bagian dari evaluasi belajar Melakukan Pengumpulan Data Melakukan Pengujian Data Melakukan Analisis Data Melakukan pembahasan dari hasil analisis data Menyusun laporan penelitian Membuat artikel penelitian Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan untuk masingmasing aspek pada evaluasi Model Kirkpatrick. Pada penelitian ini masingmasing aspek menggunakan penilaian tersendiri. Evaluasi program pembelajaran pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas dilakukan empat aspek yaitu Evaluasi Reaksi (Evaluating Reaction), Evaluasi Belajar (Evaluating Learning), Evaluasi Tingkah Laku (Evaluating Behavior), dan Evaluasi Hasil (Evaluating Result). Dalam melakukan penilaian Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 111
11 obyektifitas dipertahankan atau diutamakan, sehingga setiap penilaian perlu dibuat rubrik atau kriteria penilaian. Evaluasi Reaksi (Evaluating Reaction) dilakukan dengan reaction sheet dalam bentuk angket sehingga lebih mudah dan lebih efektif. Pengumpulan data untuk evaluasi belajar dilakukan melalui asesmen kinerja, dengan membuat rubrik penilaian. Rubrik atau kriteria penilaian merupakan suatu deskripsi tentang dimensi-dimensi untuk memutuskan kinerja mahasiswa, skala nilai dan standar untuk memutuskan kinerja. Jenis rubrik yang digunakan dalam evaluasi kinerja terbagi dua bentuk yaitu rubrik holistik untuk menggambarkan kualitas kinerja dan rubrik analitik memberikan nilai untuk komponen tugas. Rubrik penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik holistik seperti pada Tabel 2. Tingkat 4 (Sangat Memuaskan) 3 (memuaskan dengan sedikit kekurangan) 2 (cukup memuaskan dengan banyak kekurangan) 1 (tidak memuaskan) Tabel 2. Rubrik Kriteria Penilaian Kriteria Umum Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap konsep, Menggunakan strategi-strategi yang sesuai, Komputasinya (perhitungan) sesuai, Penjelasannya baik, Diagram/tabel/grafik tepat, Melebihi pemecahan masalah yang dinginkan Menunjukkan pemahaman terhadap konsep-konsep, Menggunakan strategi yang sesuai, Komputasi (perhitungan) sebagian besar benar, Penjelasan efektif, Diagram/tabel/grafik sebagian besar benar, Memenuhi semua pemecahan masalah Menunjukkan pemahaman terhadap sebagian besar konsep-konsep, Tidak menggunakan strategi yang sesuai, Komputasi (perhitungan) sebagian besar benar, Penjelasan memuaskan, Memenuhi sebagian besar pemecahan masalah yang diinginkan Menunjukkan sedikit atau tidak ada pemahaman terhadap konsep-konsep, Tidak menngunakan strategi yang sesuai, Komputasi (perhitungan) tidak benar, Penjelaskan tidak memuaskan, diagram/tabel/grafik tidak benar, Tidak memenuhi pemecahan masalah yang diinginkan 112 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
12 Semua informasi yang diperoleh baik melalui rubrik penilaian melalui asesmen kinerja maupun melalui angket selanjutnya dilakukan analisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil Penelitian Implementasi evaluasi model Kirkpatrick dilakukan pada proses pembelajaran pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas. Waktu pembelajaran disesuaikan dengan jumlah sks pada matakuliah MNA dan Syarat Batas. Hasil analisis data pada proses pembelajaran menggunakan evaluasi model Model Kirkpatrick dalam proses pembelajaran matakuliah MNA dan Syarat Batas diuraikan dalam empat aspek evaluasi. Setiap aspek evaluasi dilakukan analisis untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan mahasiswa pada matakuliah MNA dan Syarat Batas. Data yang diperoleh pada setiap level evaluasi, menggunakan penilaian yang berbeda. Evaluasi Reaksi (Evaluating Reaction) Program pembelajaran atau proses perkuliahan dianggap berhasil apabila mahasiswa merasa puas terhadap strategi penyampaian materi, media pembelajaran, dan asesmen yang digunakan. Partner (2009) mengemukakan the interest, attention and motivation of the participants are critical to the success of any training program, people learn better when they react positively to the learning environment. Disimpulkan bahwa keberhasilan proses kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari minat, perhatian, dan motivasi mahasiswa dalam mengikuti jalannya perkuliahan. Mahasiswa belajar lebih baik apabila mereka memberi reaksi positif terhadap lingkungan belajar. Kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan dikaji dari beberapa aspek, yaitu materi yang diberikan, fasilitas yang tersedia, strategi penyampaian materi oleh dosen, dan media pembelajaran yang tersedia. Gambaran tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan adalah seperti pada Gambar 1. Dari data tersebut diperoleh presentase untuk kelas A adalah 58, 06% mahasiswa menyatakan sangat memuaskan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan, 29,03% mahasiswa menyatakan memuaskan, 9,68% menyatakan Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 113
13 kurang memuaskan dan 3,23% menyatakan tidak memuaskan. Sedangkan untuk kelas B adalah 48, 39% mahasiswa menyatakan sangat memuaskan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan, 29,03% mahasiswa menyatakan memuaskan, 6,45% menyatakan kurang memuaskan dan 3,23% menyatakan tidak memuaskan. Gambar 1. Hasil Evaluasi Reaksi mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Dari hasil yang diperoleh seperti pada Gambar 1, maka dapat dikatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti kuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas memberikan reaksi yang positif terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Evaluasi ini menjadi acuan untuk melakukan perbaikan ataupun peningkatan kualitas proses belajar mengajar oleh dosen. Evaluasi Belajar (Evaluating Learning) Asesmen alternatif diperlukan untuk menilai dimensi proses dan hasil belajar mahasiswa yang tidak diperoleh melalui pemberian atau penilaian melalui tes. Penilaian kinerja yang juga merupakan bagian dari asesmen alternatif bersifat real task situations yang dapat memberikan umpan balik dan sangat bermakna untuk pengembangan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Para ahli telah memberikan kritikan-kritikan terhadap penggunaan tes tradisional (paper and pencil test) dalam proses pembelajaran. Tes ini hanya untuk menilai pengetahuan ilmiah, tidak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa khususnya yang berkaitan kompetensi matakuliah. 114 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
14 Mengukur efektivitas program pembelajaran perlu untuk melakukan evaluasi belajar (Evaluating Learning). Evaluasi belajar menyangkut tiga aspek yaitu perubahan sikap, peningkatan pengetahuan maupun perbaikan keterampilan pada mahasiswa. Pembelajaran akan dianggap gagal apabila ketiga aspek tersebut tidak terlaksana atau tidak terjadi perubahan. Penilaian evaluating learning lebih mengarah pada penilaian hasil (output) belajar. Sehingga dalam penilaian hasil belajar (learning measurement) digunakan asesmen kinerja untuk mengukur pengetahuan yang telah dipelajari, perubahan sikap, dan keterampilan yang telah dikembangkan atau diperbaiki. Evaluasi belajar pada model Evaluasi Model Kirkpatrick dilakukan dengan asesmen kinerja melalui rubrik penilaian yang telah ditetapkan. Rubrik penilaian individu mahasiswa tergambar pada Tabel 3. Kriteria penilaian dari rubrik pada Tabel 3 mengacu pada Tabel 2. Proses pembelajaran Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas dilakukan dengan harapan untuk mengembangkan dan mengungkap seluruh potensi yang dimilki mahasiswa. Hal ini dilakukan mengingat kompetensi dari matakuliah ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk melakukan simulasi atau pemodelan yang berkaitan dengan fenomena-fenomena alam atau fenomena kehidupan sehari-hari. Tabel 3. Rubrik Penilaian Hasil Kerja Mahasiswa Kriteria Mahasiswa Pemahaman konsep Menunjukkan pemahaman terhadap konsep MNA dan Syarat Batas Kebenaran materi yang disajikan Penalaran/Komunikasi Keterangan jawaban jelas Sistematika jawaban baik Komputasi baik Pemecahan Masalah Menyusun algoritma yang benar Hasil simulasi yang baik Grafik yang sesuai Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 115
15 Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan secara individu tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki. Setiap mahasiswa dinilai menggunakan rubrik penilaian berdasarkan Tabel 3. Skor tertinggi dari rubrik yang dibuat adalah 32 dan skor terrendah adalah 8, skor mahasiswa kelas A adalah sebagai berikut : Gambar 2. Hasil Evaluasi Belajar mahasiswa kelas A melalui asesmen kinerja Rata-rata nilai mahasiswa adalah atau 92,33%. Hal ini menunjukkah bahwa kemampuan mahasiswa kelas A pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas sangat memuaskan. Sedangkan skor mahasiswa kelas B adalah sebagai berikut: Gambar 3. Hasil Evaluasi Belajar mahasiswa Kelas B melalui asesmen kinerja Rata-rata nilai mahasiswa adalah 29,63 atau 92,59%. 116 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
16 Evaluasi Tingkah Laku (Evaluating Behavior) Evaluasi tingkah laku yang berkaitan dengan proses pembelajaran pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas lebih ditekankan pada perubahan perilaku mahasiswa terhadap manfaat mata kuliah yang diberikan. Evaluasi ini dikatakan berhasil apabila mahasiswa mampu mengimplementasikan materi MNA dan Syarat Batas dalam bentuk pemodelan matematika berdasarkan fenomena alam atau fenomena kehidupan sehari-hari. Tahapan evaluasi ini dilakukan dengan menilai hasil karya mahasiswa dalam bentuk pemodelan dari konsep-konsep MNA dan Syarat Batas yang berkaitan dengan fenomena alam atau kehidupan sehari-hari. Untuk menilai hasil mahasiswa, maka ditetapkan suatu instrumen penilaian yang dapat menilai kinerja mahasiswa yang berkaitan dengan penerapan konsepkonsep MNA dan Syarat Batas. Pada bagian evaluasi ini peneliti menggunakan rubrik penilaian presentasi kelompok untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan konsep-konsep MNA dan Syarat batas. Rubrik yang digunakan sebagai pedoman penilaian adalah seperti pada tabel 4 sebagai berikut : Tabel 4. Rubrik penilaian proyek Mahasiswa secara kelompok Kriteria Skor Total Pengetahun/Pemahaman Konsep Konsep-konsep MNA dan Syarat Batas sesuai model Matematika benar Masalah yang dibuat menarik Algoritma yang disusun benar Komputasi dan Simulasi benar Kejelasan Presentasi Menggunakan media yang memadai Visualisasi presentasi menarik Kerjasama semua anggota kelompok Menjawab pertanyaan saat diskusi Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 117
17 Penilaian proyek mahasiswa berupa artikel tentang pemodelan atau komputasi yang menerapkan konsep-konsep MNA dan Syarat Batas dilakukan dalam bentuk kelompok. Dari 6 kelompok mahasiswa pada kelas A diperoleh hasil seperti pada Gambar 3. Data dperoleh dengan melakukan pengamatan pada saat kelompok mahasiswa melakukan presentasi terhadap artikel yang sudah dibuat. Penilaian dilakukan berdasarkan rubrik yang telah disusun, kemudian dilakukan rekapitulasi hasil seperti tergambar pada Gambar 3. Skor tertinggi dari rubrik yang digunakan adalah 36 dan skor terendah adalah 0. Skor penilaian untuk masing-masing aspek mengikuti rubrik kriteria penilaian pada tabel 2. Dari Sembilan aspek yang dinilai pada saaat mahasiswa mempresentasikan hasil artikel tentang aplikasi konsep-konsep Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas dalam kehidupan sehari-hari atau fenomena alam lainnya diperoleh skor tertinggi adalah 33, terendah adalah 22 dan rata-rata 27, Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 Gambar 4. Skor hasil Penilaian Proyek Mahasiswa kelas A secara Kelompok Sedangkan rata-rata untuk setiap aspek penilaian proyek mahasiswa kelas A terlihat pada Gambar Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
18 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 Gambar 5. Rata-rata hasil Penilaian Proyek Mahasiswa kelas A untuk masing-masing aspek Dengan cara yang sama juga dilakukan pada kelas B, untuk memperoleh data tentang penilaian kinerja mahasiswa yang berkaitan dengan aplikasi konsep-konsep Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas dalam kehidupan sehari-hari ataupun fenomena alam lainnya. Dari Sembilan aspek yang dinilai untuk semua kelompok menunjukkan, skor tertinggi adalah 29 dan skor terendah adalah 26 dengan rata-rata adalah 28. Gambaran tentang skor penialain proyek mahasiswa yang berkaitan dengan aplikasi konsep Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas pada Gambar Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Gambar 6. Skor hasil Penilaian Proyek Mahasiswa kelas B secara Kelompok Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 119
19 Sedangkan rata-rata untuk setiap aspek penilaian proyek mahasiswa kelas B terlihat pada Gambar 7. 3,3 3,2 3,1 3 2,9 2,8 2,7 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Gambar 7. Rata-rata hasil Penilaian Proyek Mahasiswa kelas B secara Kelompok Evaluasi Hasil (Evaluating Result) Evaluasi hasil (Evaluating Result) berkaitan dengan hasil akhir mahasiswa. Evaluasi ini dikatakan berhasil apabila mahasiswa mampu mencapai nilai akademik yang baik. Nilai akademik mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Data Nilai akademik mahasiswa No Kelas Rata-rata Standar deviasi Kriteria 1 A Sangat Memuaskan 2 B Sangat Memuaskan Rata-rata nilai akademik mahasiswa pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas seperti pada Tabel 5 adalah sangat memuaskan, atau dengan kata lain mahasiswa secara keseluruhan telah memiliki pemahaman yang baik pada matakuliah ini. 120 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
20 84,4 84, ,8 83,6 Kelompok 1 Kelompok 2 Gambar 8. Rata-rata hasil Akademik Mahasiswa pada matakuliah MNA dan Syarat Batas Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data menggambarkan implementasi evaluasi model Model Kirkpatrick pada program pembelajaran matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan dapat memberikan gambaran tentang kemampuan mahasiswa secara keseluruhan. Tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang diajarkan pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas sangat memuaskan (tinggi). Dari hasil akhir (nilai akhir) mahasiswa diperoleh informasi tentang kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh model evaluasi yang digunakan dapat menjangkau semua aspek yang ada pada masing-masing mahasiswa. Selain itu penilaian yang digunakan tidak hanya dalam bentuk tes tertulis, tetapi penilaian dilakukan berdasarkan asesmen kinerja. Karakteristik matakuliah MNA dan Syarat Batas yang banyak memerlukan komputasi (simulasi komputer), maka dipandang perlu untuk mengimplementasikan software sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. Dalam penelitian ini kegiatan pembelajaran melibatkan software Maple sebagai salah satu alat simulasi.pemanfaatan software juga dilakukan evaluasi pada mahasiswa yang masuk pada level 1 untuk evaluasi Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 121
21 Model Kirkpatrick. Dari hasil penelitian yang tergambar pada Grafik 1, menunjukan secara keseluruhan mahasiswa merasa puas atau setuju dengan model pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh secara umum evaluasi model Kirkpatrick dapat diterapkan untuk mengevaluasi program pembelajaran atau perkuliahan pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas. Hal ini disebabkan empat aspek dalam evaluasi Model Kirkpatrick dapat memberikan gambaran terhadap perubahan sikap, tingkah laku, keterampilan dan hasil akhir mahasiswa pada matakuliah MNA dan Syarat Batas. Selain itu, mahasiswa mulai berani untuk mengungkapkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya. Mahasiswa menganggap bahwa apapun yang dikerjakan dan berkaitan dengan matakuliah atau konsep MNA dan Syarat Batas, maka akan mendapat penghargaan atau penilaian tersendiri. Evaluasi untuk matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas yang berkaitan dengan simulasi dan pemodelan, baik itu yang berkaitan dengan fenomena alam maupun fenomena kehidupan sehari-hari sebaiknya dilakukan dengan model evaluasi yang dapat mengubah sikap atau tingkah laku mahasiswa terhadap karakteristik matakuliah tersebut. Dosen dapat melakukan modifikasi terhadap beberapa model rubrik yang sudah ada, disesuaikan dengan karakteristik matakuliah. Evaluasi program pembelajaran sebaiknya dilakukan oleh setiap dosen atau secara melembaga di tingkat program studi. Hal ini dilakukan untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran dan mengembangkan potensi mahasiswa. Evaluasi model Kirkpatrick memiliki empat aspek evaluasi, sangat membantu untuk mendapatkan informasi lebih dari mahasiswa. Setiap aspek evaluasi melibatkan model penilaian yang berbeda. Asesmen kinerja sangat membantu mahasiswa membiasakan diri untuk menunjukkan semua kemampuan yang dimilikinya. Level pertama evaluasi model Kirkpatrick (Participant Reaction) pada program pembelajaran matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas berkaitan kepuasan mahasiswa mengenai materi perkuliahan, kualitas atau cara penyampaian materi oleh dosen, dan media pembelajaran. Jadi evaluasi pada level ini lebih focus pada pengukuran kepuasan mahasiswa. 122 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
22 Level kedua yang diukur adalah aspek pembelajaran mahasiswa yang berkaitan dengan pengetahuan. Pada level kedua mahasiswa yang mengikuti matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas dinilai kemampuan dan pengetahaunnya melalui asesmen kinerja. Hal ini dilakukan untuk mengetahui semua potensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Level kedua pada evaluasi model Kirkpatrick menjabarkan aspekaspek penilaian secara menyeluruh dan kriteria penilaian yang jelas. Kriteria pemahaman konsep terdiri dari Menunjukkan pemahaman terhadap konsep MNA dan Syarat Batas dan kebenaran materi. Pada kriteria ini ketercapaian mahasiswa diukur pada tingkat penguasaan materi MNA dan Syarat Batas. Penguasaan materi sangat bermanfaat untuk melakukan kegiatan selanjutnya yaitu penyusunan lagoritma dan simulasi. Level ketiga evaluasi model Kirkpatrick pada program pembelajaran matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas sangat penting untuk mengukur kemampuan mahasiswa menerapkan atau mengaplikasikan konsep-konsep MNA dan Syarat Batas dalam hal pemodelan yang berkaitan dengan fenomena alam atau fenomena kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran matakuliah MNA dan Syarat Batas, mahasiswa diberikan kesempatan untuk membuat suatu artikel yang berkaitan dengan pemodel dan menerapkan konsep-konsep MNA dan Syarat Batas kemudian melakukan presentasi. Hasil presentasi menjadi informasi sejauh mana penguasaan mahasiswa terhadapa konsep-konsep yang sudah dipelajari. Level terakhir dari evaluasi model Kirkpatrick pada program pembelajaran Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas ditekankan pada hasil akhir dari kegiatan akademik mahasiswa. Keberhasilan mahasiswa dapat dilihat pada level ketiga dari evaluasi model Kirkpatrick. Kriteria penliaan pada level ini merupakan lanjutan dari penilaian level pertama yaitu pemanfaatan konsep-konsep dalam simulasi dan pemodelan. Mahasiswa membuat model simulasi terhadap salah satu fenomena alam atau fenomena kehidupan sehari-hari dengan menggunakan konsep-konsep MNA dan Syarat Batas. Hasil yang telah diperoleh melalui kegiatan komputasi kemudian dipresentasikan sebagai salah satu aspek penilaian pada rubrik yang telah ditetapkan. Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 123
23 Evaluasi proses pembelajaran menjadi aspek utama untuk mengetahui seluruh kemampuan yang ada pada masing-masing mahasiswa atau peserta didik. Evaluasi model Kirkpatrick memberikan kemudahan kepada dosen atau pendidik untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap potensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Matakuliah MNA dan Syarat Batas yang memiliki karakteristik komputasi dan pemodelan, memerlukan model evaluasi yang mampu mengeksplorasi kinerja mahasiswa secara menyeluruh. Evaluasi model Kirkpatrick yang diterapkan pada pembelajaran matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas dengan empat level evaluasi memberikan gambaran tentang kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa. Tingkat penguasaan mahasiswa terhadap suatu obyek atau matakuliah dapat ditentukan dengan beberapa aspek, dengan sistem penilaian yang bervariasi. Sistem penilaian yang bervariasi dapat mengungkap semua potensi atau kemampuan mahasiswa pada setiap indikator dari matakuliah. Rubrik penilaian yang digunakan dalam setiap level pada evaluasi model Kirkpatrick dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mengungkapkan semua yang diketahui tentang kompetensi pada mata kuliah MNA dan Syarat Batas. Desain proses pembelajaran hendaknya memperhatikan model evaluasi yang digunakan dan bentuk penilaian yang digunakan, untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh dari kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Proses penilaian yang mampu mengungkap semua potensi mahasiswa, dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan efisien. Hal ini disebabkan oleh aktifitas mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran lebih tertuju pada kemampuan untuk memecahkan masalah atau mengungkap semua yang diketahui tentang matakuliah yang ada. Berkaitan dengan matakuliah MNA dan Syarat Batas yang melibatkan pemanfaatan IT berupa software pemograman, maka penilaian proyek atau kinerja sangat dibutuhkan. Sistem penilaian yang hanya mengutamakan tes tertulis, akan sulit untuk mengukur keberhasilan mahasiswa terhadap kompetensi dari matakuliah. 124 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
24 Dalam proses pembelajaran yang dilakukan di perguruan tinggi, dosen berperan sebagai evaluator yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan yang telah dirumuskan dan materi yang telah ditetapkan. Dosen sebagai penilai hasil belajar atau proses belajar mahasiswa, hendaknya dapat mengikuti secara kontinu terhadap capaian mahasiswa. Informasi yang diperoleh menjadi umpan balik terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Hasil umpan bailk menjadi acuan dalam memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen, dengan demikian akan tercapai pembelajaran yang optimal dan efektif. Proses evaluasi yang dilakukan oleh dosen untuk matakuliah MNA dan Syarat Batas dapat dilaksanakan pada akhir atau saat proses belajar mengajar berlangsung. Dosen pemberi matakuliah dapat melakukan evaluasi dengan memperhatikan kriteria-kriteria ketuntasan yang diperoleh mahasiswa. Pelaksanaan evaluasi oleh dosen hendaknya dilakukan secara kontinu pada setiap proses pembelajaran. Jika proses evaluasi hanya dilakukan pada akhir pembelajaran, maka proses yang dilakukan selama kegiatan belajar tidak dapat tergambarkan pada hasil akhir mahasiswa. Evaluasi dilaksanakan hendaknya mampu memberikan informasi tentang ketercapaian tujuan yang telah ditentukan. Proses evaluasi yang dilaksanakan harus mampu mengungkap kecerdasan yang dimiliki oleh mahasiswa baik itu kognitif, efektif maupun psikomotorik. Respon mahasiswa terhadap evaluasi model Kirkpatrick dan rubrik penilaian yang digunakan sangat baik, hal ini ditunjukan dengan hasil kerja mahasiswa secara mandiri maupun secara kelompok. Pada evaluasi akademik mahasiswa pun menunjukkan hasil yang baik. Keberhasilan program yang dilaksanakan sangat ditentukan oleh respon dan hasil yang diperoleh mahasiswa. Dalam melakukan evaluasi, evaluator hendaknya memperhatikan aspek-aspek yang hendak dicapai, mahasiswa sasaran dan rubrik penilaian. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti tahapan atau level pada evaluasi model Kirkpatrick, namun terdapat beberapa keterbatasan penelitian Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 125
25 diantaranya, jumlah sampel atau kelas penelitian terdiri dari dua kelas. Proses pengamatan yang dilakukan dalam setiap aspek pada setiap rubrik dan jumlah mahsiswa yang menjadi sampel menjadi salah satu faktor keterbatasan dalam penelitian ini. Penelitian ini hanya dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo dengan jumlah sampel 58 orang. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat digunakan pada lingkup yang lebih luas baik dari jumlah populasi maupun sampel. Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: a. Implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick pada program pembelajaran matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas sangat efektif untuk mengungkap kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa khususnya yang berkaitan dengan kompetensi dari matakuliah. b. Evaluasi Model Kirkpatrick Mahasiswa mampu membuat mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep-konsep Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas khususnya dalam pemodelan dan simulasi. c. Karakteristik matakuliah menjadi dasar untuk menetapkan alat evaluasi dalam pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan pengungkapan seluruh potensi yang dimiliki oleh mahasiswa. d. Pemahaman mahasiswa terhadap suatu matakuliah tidak dapat diukur dengan menggunakan tes tradisional atau hanya mengutamakan tes tertulis, tetapi penilaian kinerja menjadi alternatif untuk mengetahui kemampuan mahasiswa secara menyeluruh. Penilaian kinerja dengan menggunakan rubrik penilaian, dapat menciptakan pembelajaran yang aktif dan kreatif bagi mahasiswa e. Dalam proses pembelajaran dibutuhkan dosen yang mempunyai kemampuan mengajar dengan baik, dan juga mampu melakukan evaluasi yang efektif. Kegiatan evaluasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rencana program pembelajaran yang telah ditetapkan. 126 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
26 f. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara menyeluruh, baik dari proses pembelajaran maupun hasil belajar mahasiswa. Penilaian proses pembelajaran dilakukan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa terhadap indikator-indikator dari suatu matakuliah. Implikasi Implikasi secara teori dari hasil penelitian ini adalah evaluasi model Kirkpatrick memberikan informasi tentang cara meniali kemampuan mahasiswa secara menyeluruh. Implikasi secara praktis adalah evaluasi model Kirkpatrick merupakan alternatif bagi dosen untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan mahasiswa pada matakuliah MNA dan Syarat Batas atau matakuliah lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan evaluasi model Kirkpatrick pada proses pembelajaran matakuliah MNA dan Syarat Batas pada Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Gorontalo, aktifitas belajar mahasiswa sangat efektif dan mampu mengeksplorasi seluruh kemampuan mahasiswa. Penelitian ini berdampak pada evaluasi pembelajaran secara umum untuk matakuliah-maakuliah lain dengan karakteristik yang sama. Penilaian dalam setiap proses pembelajaran dilakukan dengan cara yang bervariasi untuk mendapatkan gambaran secara optimal terhadap potensi dalam diri mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan matakuliah tertentu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Daftar Pustaka Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran,Yogyakarta: Pustaka Pelajar Garfield, J. B Beyond testing and Grading Using Assessment to Improve Student Learning. Griffin, P., dan Nix, P Educational Assessment and Reporting. Sydney: Harcout Brace Javanovich Publisher. Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 127
27 Jin Yang and Raul Valdes Cotera, Conceptual Evaluation and Policy Developments in lifelong learning, (UNISCO Institute for Lefelong Learning, Germmany, 2000) p.24 Johnson R. L. (2009) Assessing PerformAnce : Designing, scoring, and Validating Performance Tasks. A Division of Guilford Publications, Inc. 72 Spring Street, New York, NY Kirkpatrick, D. L Evaluating Training Programs: The Four Levels. San Francisco: Berrett-Koehler Publisher, Inc. Madaus, G. F., Scriven, M. S., dan Stuffebeam, D. L Evaluation Models, Viewpoints on Educational and Human Services Evaluation. Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing. Mardapi, D Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi. Makalah disajikan dalam Penataran Evaluasi Pembelajaran Matematika SLTP untuk Guru Inti Matematika di MGMP SLTP, PPPG Matematika Yogyakarta, Yogyakarta, 8-23 November. Mardapi, D Evaluasi Pendidikan. Makalah disajikan dalam Konvensi Pendidikan Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, September. Mardapi, D Kurikulum 2004 dan Optimalisasi Sistem Evaluasi Pendidikan di Sekolah. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, 10 Januari. Mokhtari, K. Yellin, D. Bull, K. Montgomery, D. (1996). Portfolio Assessment in Teacher Education: Impact on Preservice Teachers Knowledge and Attitudes. Journal of Teacher Education, Vol 47, (4). Oliva, P. F Developing the Curriculum. New York: Harper Collins Publishers. Oriondo, L. L., dan Antonio, E. M. D Evaluating Educational Outcomes (Test, Measurment, and Evaluation). Florentino St: Rex Printing Company. 128 Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
28 Peterman, F. P (2005) Designing Performance Assessment Systems for Urban Teacher Preparation. LAWRENCE ERLBAUM ASSOCIATES, PUBLISHERS Mahwah, New Jersey London Popham, W. J Classroom Assessment. Boston: Allyn and Bacon. Sriraman, B. & English, L., (2010). Theories of Mathematics Education, Seeking New Frontiers. Springer Heidelberg Dordrecht London New York. Stark, J. S., dan Thomas, A Assessment and Program Evaluation. Needham Heights: Simon & Schuster Custom Publishing. Teodoro, V. D., Mathematical modelling in science and mathematics education: Computer Physics Communications 182 (2011) 8 10 Tut, M. A. (2010). An Alternative Approach to Improve Mathematics Performance of Fourth Graders: GA s in Mathematics Education. Procedia Social and Behavioral Sciences, 2 (2010) Implementasi Evaluasi Model KIRKPATRICK 129
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN Imam Gunawan FIP IKIP PGRI MADIUN Abstract One of the important factors for instruction effectiveness is of Instructional Programs. pushes teacher to increase instruction
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI
MAKALAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI OLEH: MUHAMMAD NURSA BAN JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 5 OKTOBER, 2011 Makalah disampaikan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pelatihan Pelatihan adalah untuk meningkatkan kompetensi (pengetahuan,ketrampilan,dan perilaku) karyawan agar mampu mengerjakan pekerjaan yang sekarang atau karyawan
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN Oleh : Dr. S. Eko Putro Widoyoko. Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan 29 Maret 2009 di Universitas Muh. Purworejo A. Pendahuluan Undang
KEMAMPUAN CALON GURU BIOLOGI DALAM MENYUSUN RUBRIK ANALITIS PADA ASESMEN KINERJA PEMBELAJARAN
KEMAMPUAN CALON GURU BIOLOGI DALAM MENYUSUN RUBRIK ANALITIS PADA ASESMEN KINERJA PEMBELAJARAN Abstrak Ana Ratna Wulan FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Studi deskriptif telah dilakukan di Jurusan
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN (Instructional Program Evaluation) Abstrak
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN (Instructional Program Evaluation) Oleh : Dr. S. Eko Putro Widoyoko, M.Pd. Abstrak Untuk mengevaluasi keberhasilan program pembelajaran tidak cukup hanya berdasarkan pada
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN (Training Program Evaluation) Abstrak
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN (Training Program Evaluation) Oleh :Dr. S. Eko Putro Widoyoko, M.Pd. Abstrak Kegiatan evaluasi program pelatihan tidak hanya dilaksanakan pada akhir kegiatan program, tetapi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2. Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumber Daya Manusia Nawawi (1992), menjelaskan tiga pengertian dari sumber daya manusia, yakni: 1. Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi
EVALUASI PENDIDIKAN (ASESMEN)
SUPRI WAHYUDI UTOMO POKOK-POKOK MATERI 1. PENGERTIAN, TUJUAN, DAN FUNGSI 2. PRINSIP DAN TEKNIK EVALUASI 3. KLASIFIKASI TUJUAN INSTRUKSIONAL 4. BERBAGAI TEKNIK EVALUASI 5. PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) BAGI GURU MATEMATIKA SUMATERA SELATAN
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) BAGI GURU MATEMATIKA SUMATERA SELATAN Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si. FKIP UNSRI Jalan Raya Palembang Indralaya, KM 32 Ogan
PELATIHAN PENILAIAN HASIL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU
PELATIHAN PENILAIAN HASIL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Harti Kartini, Yuniawatika, Lilik Bintartik, Sri Estu Winahyu Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145 Email:
Peningkatan Kualitas Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Tes Standar Pada Guru Biologi SMA Swasta Di Kabupaten Sukoharjo
Peningkatan Kualitas Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Tes Standar Pada Guru Biologi SMA Swasta Di Kabupaten Sukoharjo Siti Akbari Fakultas Ilmu Pendidikan Program Biologi Universitas Veteran, Jl. Letjen
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 3 SMP NEGERI 26 MAKASSAR.
Jurnal Pepatuzdu, Vol. 11, No. 1 Mei 216 51 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 3 SMP NEGERI 26 MAKASSAR Febryanti * ABSTRACT This
EVALUASI PELAKSANAAN PELATIHAN INSTRUKTUR DI LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR GANESHA OPERATION
EVALUASI PELAKSANAAN PELATIHAN INSTRUKTUR DI LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR GANESHA OPERATION Nyoman Nova Satriawan, I Wayan Bagia, Gede Putu Agus Jana Susila Jurusan Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha
Evaluasi pembelajaran fisika FI SKS
Evaluasi pembelajaran fisika FI 462 2 SKS Apakah yang dimaksud dengan PENILAIAN Penilaian adalah proses penentuan informasi yang diperlukan, pengumpulan serta penggunaan informasi tersebut untuk melakukan
PENGGUNAAN PENILAIAN TEMAN SEJAWAT (PEER ASSESMEN) UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK PADA PERKULIAHAN
109 PENGGUNAAN PENILAIAN TEMAN SEJAWAT (PEER ASSESMEN) UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK PADA PERKULIAHAN Indri Anugraheni PGSD FKIP UKSW [email protected] Abstrak Penelitian ini
PENGGUNAAN PENILAIAN TEMAN SEJAWAT (PEER ASSESMEN) UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK PADA PERKULIAHAN
PENGGUNAAN PENILAIAN TEMAN SEJAWAT (PEER ASSESMEN) UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK PADA PERKULIAHAN Indri Anugraheni PGSD FKIP UKSW [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan
KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1 PECANGAAN JEPARA SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2014/2015
KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1 PECANGAAN JEPARA SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna
ASSESSMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 ASSESSMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Hasma Mallaherang 1 SMA Negeri 2 Bua Ponrang
Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd. Model Evaluasi PEMBELAJARAN
Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd Model Evaluasi PROGRAM PEMBELAJARAN Hak cipta pada penulis Hak penerbitan pada penerbit Tidak boleh diproduksi sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun Tanpa izin tertulis
PEMANFAATAN MICROSOFT ACCESS SEBAGAI PEREKAM KINERJA AKADEMIK MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
PEMANFAATAN MICROSOFT ACCESS SEBAGAI PEREKAM KINERJA AKADEMIK MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Sri Andayani Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Abstrak Teknologi komputer telah banyak dimanfaatkan
PENGEMBANGAN INSTRUMENT AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MATAKULIAH TEACHING AND LEARNING MATHEMATICS
PENGEMBANGAN INSTRUMENT AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MATAKULIAH TEACHING AND LEARNING MATHEMATICS Nurcholif Diah, Sri Lestari, dan Sunardi Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
School of Communication Inspiring Creative Innovation. Kedelapan: Evaluasi Pembelajaran
Penempatan School of Communication Pegawai & Business Kedelapan: Evaluasi Pembelajaran 1. Pengantar Pengembangan SDM 2. Prinsip dan Proses Pembelajaran 3. Penilaian Kebutuhan Pengembangan dan Pelatihan
MODEL EVALUASI BERBASIS KOMPETENSI MATAKULIAH MENGGAMBAR TEKNIK MESIN
JURNAL TEKNIK MESIN, TAHUN 22, NO. 1, APRIL 2014 23 MODEL EVALUASI BERBASIS KOMPETENSI MATAKULIAH MENGGAMBAR TEKNIK MESIN Oleh: Basuki Dosen Teknik Malang Email: [email protected] Abstrak. Tujuan penelitian
P2M STKIP Siliwangi Jurnal Ilmiah UPT P2M STKIP Siliwangi, Vol.3, No.1, Mei 2016
IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH KAPITA SELEKTA MATEMATIKA SMP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Indah Puspita Sari 1, Adi Nurjaman 2 1, 2 STKIP Siliwangi 1 [email protected], 2
SILABUS. Pertemuan ke-2 Pertemuan ini membahas dan mendiskusikan tentang peranan formatif asesmen dan sumatif asesmen pada proses pembelajaran sejarah
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH SILABUS Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran Sejarah Kode Mata Kuliah : SJ 503 SKS/Semester : 2/5
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN KALKULUS I MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL YANG DIBANTU DENGAN KOMPUTER 1)
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN KALKULUS I MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL YANG DIBANTU DENGAN KOMPUTER 1) Dyah Ratri Aryuna Program Studi Pendidikan Matematika, PMIPA, FKIP UNS Abstract. The
PENYUSUNAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR *) Oleh: Ali Muhson, M.Pd. **)
PENYUSUNAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR *) Oleh: Ali Muhson, M.Pd. **) A. Pengertian Penilaian Kelas Penilaian kelas adalah suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang
Fakhruddin *), Elva Eprina, dan Syahril Laboratorium Pendidikan Fisika, Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau, Pekanbaru
Jurnal Geliga Sains 4 (1), 18-22, 2010 Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau ISSN 1978-502X SIKAP ILMIAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER MELALUI MODEL KOOPERATIF
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI IMPLEMENTATION OF GUIDED INQUIRY LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENT S PROCESS SKILL IN
TESIS. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Magister Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HASIL OBSERVASI PADA SISWA KELAS VII-C DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DI SMP NEGERI 1 REMBANG PURBALINGGA TESIS Disusun untuk memenuhi sebagian
Pada akhirnya, lokasi ekonomi baru bukan di dalam teknologi, microchip, atau jaringan telekomunikasi global, tetapi di dalam pikiran manusia.
Pada akhirnya, lokasi ekonomi baru bukan di dalam teknologi, microchip, atau jaringan telekomunikasi global, tetapi di dalam pikiran manusia. (Alan Webber) Memeriksa hasil suatu program membantu dalam
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MA DINIYAH PUTERI PEKANBARU
1 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MA DINIYAH PUTERI PEKANBARU Oleh: Adillah Harniati 1 Sehatta Saragih 2 Syarifah Nur Siregar 2 [email protected]
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh
Efektivitas Program Pembekalan Kemampuan Calon Guru Kimia dalam Bidang Penilaian Pembelajaran
Efektivitas Program Pembekalan Kemampuan Calon Guru Kimia dalam Bidang Penilaian Pembelajaran Nahadi 1 dan Liliasari 2 ( 1 Mahasiswa SPS UPI, 2 Dosen SPS UPI) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan
Abstrak. : Desi Hartinah, Dr. Insih Wilujeng, dan Purwanti Widhy H, M. Pd, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Model Connected... (Desi Hartinah) 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MODEL CONNECTED UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN PENCAPAIAN RASA INGIN TAHU
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS VIII-F SMP NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS VIII-F SMP NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 OLEH EKO BUDIONO K4308085 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : Model-model asesmen Kode Mata Kuliah : SJ 301 SKS/Semester
Abstrak. Kata kunci : Pembelajaran Pendidikan Ilmu Sosial, Keaktifan Belajar, Hasil Belajar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam berpikir kritis, mengajukan argumen, membantah argumen, menyampaikan ide, bertanya, serta berkomunikasi dalam mata kuliah Pendidikan
1. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum 2016
1. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum 2016 EFEKTIVITAS MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM UPAYA PENINGKATKAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Oleh. I Putu Budhi Sentosa, NIM
Penerapan Model Pembelajaran Metakognitif untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja Tahun Pelajaran 2011/2012 Oleh I Putu Budhi Sentosa, NIM 1015057117 Jurusan
UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 3, No. 2, pp , May 2014
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA SISWA KELAS XI SMA MAZRAATUL ULUM PACIRAN LAMONGAN IMPLEMENTATION OF INQUIRY LEARNING MODEL
E-journal Prodi Edisi 1
E-journal Prodi Edisi 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS SCIENCE EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK THE DEVELOPMENT OF SCIENCE
TEST, PENGUKURAN, ASSESMEN, EVALUASI
TEST, PENGUKURAN, ASSESMEN, EVALUASI Sugiyatno, M.Pd [email protected] TEST Seperangkat pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait/sifat/atribut dimana tiap butir
BAB IV Analisis Dan Pembahasan
BAB IV Analisis Dan Pembahasan 4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1. Profile Instituto Profissional de Canossa Instituto Profissional De Canossa yang disingkat IPDC, didirikan dan diselenggarakan
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X.1 SMA NEGERI 1 SUKOHARJO SKRIPSI Oleh: WARYANTO K4308061 FAKULTAS KEGURUAN
Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Matematika materi
ABSTRAK Skripsi dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas V MI Al Irsyad Karangbendo
Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur Dra.Jalinus Pendidikan Matematika, Universitas Riau
1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKAPESERTA DIDIK KELAS VIII.2 SMP NEGERI 21 PEKANBARU Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur
TEKNIK-TEKNIK ASESMEN YANG DIKEMBANGKAN DALAM PENDIDIKAN GURU BIOLOGI
TEKNIK-TEKNIK ASESMEN YANG DIKEMBANGKAN DALAM PENDIDIKAN GURU BIOLOGI Abstrak Dr. Ana Ratna Wulan, M.Pd. FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Telah dilakukan penelitian tentang teknik-teknik asesmen
PENINGKATAN KEAKTIFAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI KARANGPANDAN MELALUI STRATEGI TEAM QUIZ DISERTAI MODUL
PENINGKATAN KEAKTIFAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI KARANGPANDAN MELALUI STRATEGI TEAM QUIZ DISERTAI MODUL SKRIPSI Oleh : Siti Nurjanah NIM K4307049 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING
Implementasi Model Pembelajaran... (Ayu Siti Farha) 1 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL KELAS X
Joyful Learning Journal
JLJ 2 (3) (2013) Joyful Learning Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN SETS PADA KELAS V Isti Nur Hayanah Sri Hartati, Desi Wulandari
PROFIL MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MUSIK STKIP CITRA BAKTI PERIODE 2016/2017
PROFIL MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MUSIK STKIP CITRA BAKTI PERIODE 2016/2017 Ferdinandus Bate Dopo 1 1 Pendidikan Musik, STKIP Citra Bakti [email protected] Abstrak Penelitian
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Hani Ervina Pansa 1, Haninda Bharata 2, M.Coesamin 2 [email protected] 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan
ANALISIS BUTIR ULANGAN HARIAN BIOLOGI KELAS XI IPA 3 SMA KARTIKA III-1 BANYUBIRU MENGGUNAKAN KORELASI POINT BISERIAL
ANALISIS BUTIR ULANGAN HARIAN BIOLOGI KELAS XI IPA 3 SMA KARTIKA III-1 BANYUBIRU MENGGUNAKAN KORELASI POINT BISERIAL Risya Pramana Situmorang 1, Andriyani Dea 2, Susanti Pudjihastuti 3, Lenni Oktarina
PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI FISHBONE DIAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI
PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI FISHBONE DIAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SKRIPSI Oleh: VALENT SARI DANISA K4308123 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA
PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA Skripsi Oleh: TRY NESIA NURHEMY X4307053 FAKULTAS KEGURUAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Akhmad Suyono Universitas Islam Riau [email protected] Abstract: This
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN Nurhaidah, Japet Ginting, Suhermi Program Studi Pendidikan
PENERAPAN TEKNIK PENILAIAN DIRI DENGAN RUBRIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK BATIK 1 SURAKARTA
PENERAPAN TEKNIK PENILAIAN DIRI DENGAN RUBRIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK BATIK 1 SURAKARTA SKRIPSI Oleh: TRI NURUL KHOMIDAH K7411161 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENERAPAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XA SMA NEGERI I TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL
Jurnal Pendidikan Matematika UNION Vol. 1 No 3, Juni 2014 PENERAPAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XA SMA NEGERI I TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL
ISSN Oleh. (I Dewa Made Warnita) Guru Mata Pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Selemadeg
ISSN 0216-3241 181 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 1 SELEMADEG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Oleh I Dewa Made
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 13 PEKANBARU
71 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 13 PEKANBARU [email protected] SMP Negeri 13 Pekanbaru,
EXECUTIVE SUMMARY PENELITIAN HIBAH DOSEN PEMULA
1 Kode/Nama Rumpun Ilmu:772/Pendidikan Matematika EXECUTIVE SUMMARY PENELITIAN HIBAH DOSEN PEMULA DESAIN TUGAS DAN ASESMEN BERBASIS PROYEK YANG TERINTEGRASI DENGAN E-LEARNING MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN
OLEH. : Sriyulyanti Mahadjani. Nim : : Pendidikan Ekonomi. : Pendidikan Ekonomi Perkantoran. : Dra. Hj. Salma Bouwtha, M.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TARI BAMBU PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VII 1 DI SMP NEGERI 1 MOOTILANGO KABUPATEN GORONTALO OLEH Nama
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENCAPAI HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL QUANTUM TEACHING DI SD NEGERI BINJAI
OPEN ACCESS MES (Journal of Mathematics Education and Science) ISSN: 2579-6550 (online) 2528-4363 (print) Vol. 3, No. 1. Oktober 2017 MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENCAPAI HASIL BELAJAR MATEMATIKA
(Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta) Kata kunci: pembelajaran ekonomi, penilaian berbasis kompetensi.
Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 1 Nomor 2, Mei 2005 SISTEM PENILAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS KOMPETENSI Oleh: Barkah Lestari (Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta)
Abstrak. Kata-Kata Kunci : Inkuiri, Self-Efficacy, Laju Reaksi. Abstract
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY SISWA PADA MATERI POKOK LAJU REAKSI KELAS XI- MIA DI SMA MUHAMMADIYAH 4 SIDAYU-GRESIK IMPLEMENTATION INQUIRY LEARNING MODEL TO IMPROVE
C. Melawati. et. al. JRPK Vol. 4 No. 1 Desember 2014
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KERJA SAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (Team Assisted Individualization) Cyntia Melawati, Maria Paristiowati, Suhartono
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG Widya Danu Fadilah 1, Edrizon 1, Hendra Hidayat 1 1
Departement of Mathematic Education Mathematic and Sains Education Major Faculty of Teacher Training and Education Riau University
1 THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL WITH STRUCTURAL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) APPROACH TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING ACHIEVEMENT IN CLASS VII 3 SMP NEGERI 16 SIJUNJUNG Nadhilah Andriani
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
50 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Yunie Nurhazannah SMP Negeri 21 Pontianak E-mail: [email protected]
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN (PKn) STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN (PKn) STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Maryanto ABSTRACT More than 60% of students in SMP Negeri 2 Pulosari
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, karena pendidikan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, karena pendidikan adalah faktor penentu kemajuan
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN INSTALASI PENERANGAN DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN PATI
79 JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO: E-Journal Universitas Negeri Yogyakarta http://journal.student.uny.ac.id/ EVALUASI PROGRAM PELATIHAN INSTALASI PENERANGAN DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN PATI EVALUATION
NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi
KREATIVITAS GURU IPA DALAM PENYUSUNAN AUTHENTIC ASSESSMENT BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI se-kabupaten KUDUS SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks itu, MSDM
EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN-M1. Oleh : yayan heryana
EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN-M1 Oleh : yayan heryana PENGERTIAN-1 Evaluasi menurut Stufflebeam dan Shinkfield (1985:159) merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijaikan sebagai pertimbangan
MENINGKATKAN PERAN GURU DALAM MENYUSUN EVALUASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI HITUNG ANALISIS ULANGAN
KONSTRUKTIVISME, Vol. 9, No. 2, Juli 2017 p-issn: 1979-9438; e-issn: 2442-2355 FKIP Universitas Islam Balitar, Blitar Http://konstruktivisme.unisbablitar.ejournal.web.id; Email: [email protected] MENINGKATKAN
ABSTRAK. Kaca kunci: lesson study, profesionalisme guru
ABSTRAK Anita Krisnawati: Evaluasi Kegiatan Lesson Study dalam Program SISTTEMS untuk Peningkatan Profesionalisme Guru. Tesis. Yogyakarta: Program Pasca sarjana, universitas Negeri Yogyakarta, 2009. Penelitian
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran Sejarah Kode Mata Kuliah : SJ 503 SKS/Semester
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan ujung tombak untuk meningkatkan sumber daya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan ujung tombak untuk meningkatkan sumber daya manusia, oleh karena itu pembangunan bidang pendidikan sangat penting. Menurut UU No.20 Tahun
Indah Purnama *) Kartini dan Susda Heleni **) Progam Studi Pendidikan Matematika FKIP UR HP :
APPLICATION OF STRUCTURAL APPROACHES COOPERATIVE LEARNING MODEL THINK PAIR SQUARE TO IMPROVE STUDENT LEARNING MATHEMATICS CLASS OF IV SD NEGERI 036 SERUSA KECAMATAN BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR Indah Purnama
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 105 PEKANBARU
1 PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 105 PEKANBARU Elsa Astari 1, Gustimal Witri 2, Lismasila 3 Email : [email protected]
Devi Yuniar 16, Hobri 17, Titik Sugiarti 18
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATERI LUAS PERMUKAAN PRISMA DAN LIMAS SISWA KELAS VIII
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 BOCOR
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 BOCOR Gatot Prayitno 1, Suripto 2, Chamdani 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang 67A
PENGARUH PENERAPAN MODEL TEAM BASED LEARNING (TBL) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA PADA MATERI TEORI KINETIK GAS KELAS XI SMA NEGERI 01 BATU
PENGARUH PENERAPAN MODEL TEAM BASED LEARNING (TBL) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA PADA MATERI TEORI KINETIK GAS KELAS XI SMA NEGERI 01 BATU Akhmad Rizal Dzikrillah, Sutarman, Supriyono Koes Handayanto
KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI LAJU REAKSI DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA
KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI LAJU REAKSI DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA PROCESS SKILL STUDENT THROUGH COOPERATIVE LEARNING MODELS STAD ON REACTION
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR Nur Widia Wardani Nurul Ulfatin E-mail: [email protected], Universitas Negeri Malang, Jl.
Education and Human Development Journal, Vol. 02. No. 01, April 2017
19 PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN LITERASI SAINS BERORIENTASI PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT (PISA) Ifa Seftia Rakhma Widiyanti, Anggun Winata, Sri Cacik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Evaluasi Pelatihan dengan Metode Kirkpatrick Analysis
Jurnal Telematika, vol. 9 no. 2, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung ISSN: 1858-2516 Evaluasi Pelatihan dengan Metode Kirkpatrick Analysis Anggoro Prasetyo Utomo #1 Karinka Priskila Tehupeiory #2
PENERAPAN GUIDED INQUIRY
PENERAPAN GUIDED INQUIRY DISERTAI MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh : PURWO ADI NUGROHO K 4308109
Key Word : Students Math Achievement, Realistic Mathematics Education, Cooperative Learning Model of STAD, Classroom Action Research.
1 PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VIII 6 SMP NEGERI 20 PEKANBARU Andita
PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN SESUAI TUNTUTAN KURIKULUM 2013 PADA MATERI FOTOSINTESIS DI SMP
21-187 PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN SESUAI TUNTUTAN KURIKULUM 2013 PADA MATERI FOTOSINTESIS DI SMP Development Learning Asesmen Of 2013 Curriculum In Photosynthesis Concept For Junior High School
P MB M ELAJARAN N FIS I I S K I A
EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA KOMPETENSI DASAR YANG DIHARAPKAN Memahami standar penilaian BSNP Memahami konsep dasar penilaian pembelajaran Memahami aspek-aspek penilaian Memahami teknik penilaian (tes-nontes)
JURNAL PROFESI PENDIDIK
JURNAL PROFESI PENDIDIK Ikatan Sarjana Pendidikan Nasional (ISPI) Jawa Tengah ISSN 22-6350 Volume 2 Nomor 2 November 2015 Terbit dua kali setahun pada bulan November dan Mei. Berisi artikel-artikel yang
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komponen yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu komponen yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya penyelenggaraan pendidikan adalah guru. Guru sebagai ujung tombak pendidikan yang berada langsung
