BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Widya Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Setiap penelitian lazimnya menggunakan pendekatan dan metode. Pendekatan dan metode yang dipakai biasanya merujuk pada rumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis penelitian. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini lebih mengandalkan angka-angka berupa skor sebagai kerangka dasar analisis. Skor tersebut diperoleh dengan metode survei. Metode ini, menurut Kerlinger & Lee (000: 599), lazimnya digunakan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antarvariabel. Dalam hal ini, survei dimaksudkan untuk mempelajari sikap, keyakinan, nilai-nilai, demografi, tingkah laku, opini, kebiasaan, keinginan, ide-ide dan tipe informasi lain (McMillan & Schumacher, 006: 33) yang diperlukan untuk kepentingan penelitian. Dari data, fakta atau informasi yang diperoleh melalui survei tersebut dapat digambarkan kondisi masing-masing variabel yang diteliti sehingga memungkinkan untuk diketahui pengaruh variabel yang satu dengan variabel yang lain, yang dalam konteks penelitian ini variabel bebas terhadap variabel terikat. 3. Jenis Penelitian Dengan pendekatan dan metode di atas, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Penelitian jenis ini berusaha menjelaskan dan menjabarkan kondisi masing-masing variabel secara detil serta melihat relasi atau hubungan antar variabel-variabel tersebut. Dalam konteks penelitian ini, sebagai variabel bebasnya adalah kompensasi dan iklim organisasi, sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja pelayanan. 57
2 Populasi dan Sampel Penelitian a. Populasi Populasi penelitian ini adalah para pegawai pada Kantor Petojo Utara, sebanyak 19 orang, dan warga masyarakat yang menerima layanan administrasi kependudukan di kelurahan yang diestimasikan 103 orang pertahun atau populasi 853 orang per bulan, warga masyarakat penerima layanan. Menurut Sugiyono (001: 60) tekinik disproportionate random sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata kurang proporsional. Dalam hal ini dalah jumlah pegawai 19 orang dan masyarakat 853 orang, jadi pegawai 19 orang dimabil semuanya sebagai sampel. Karena kelompok pegawai terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat. b. Sampel Penelitian Mengenai ukuran sampel minimal dengan dalam analisis SEM, menurut Hair et al. (Kusnendi 008: 54) menyatakan jika dalam model yang dianalisa ada 5 (lima) konstruk atau kurang di mana masing-masing konstruk diukur minimal oleh 3 (tiga) indikator maka diperlukan ukuran sampel minimal antara observasi. Menurut Gay (Umar, 001: 108) mengemukakan pendapat Gay bahwa ukuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan pada desain penelitian yang digunakan, yaitu metoda deskriptif, minimal 10% populasi; untuk populasi relatif kecil minimum 0% populasi; metode deskriptif korelasional, minimal 30 subyek; metode ex post facto, minimal 15 subyek per kelompok; metode eksperimental, minimal 15 subyek per kelompok. Berdasarkan pendapat Gay tersebut, yang menyatakan metoda deskriptif, minimal 10% populasi maka penulis mengambil sampel 93 orang atau 10,9% dari 853 orang. Jadi sampel dari masyarakat berjumlah 93 responden dan dari pegawai kelurahan berjumlah 19 responden. Maka total sampel berjumlah 11 responden.
3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data sekunder dan data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari, mengutip, dan memasuki berbagai informasi dan teori yang dibutuhkan untuk mengungkap masalah yang dijadikan obyek penelitian dan untuk menyusun konsep penelitian. Studi kepustakaan merujuk pada buku-buku, dokumen-dokumen, dan materi tulisan yang relevan dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. Studi kepustakaan merupakan kegiatan awal penelitian, termasuk penelitian pendahuluan yang dilaksanakan dalam rangka penyusunan usulan penelitian.. Teknik Kuesioner Teknik kuesioner penelitian adalah cara pengumpulan data primer dari para responden yang terpilih menjadi sampel penelitian. Kuesioner penelitian disusun dengan cara mengajukan pernyataan tertutup serta pilihan jawaban untuk disampaikan kepada sampel penelitian. Dengan skala Likert penyusunan Kuesioner Penelitian terdiri dari 1 butir Pernyataan variabel laten X1, 1 butir Pernyataan variabel laten X, 1 butir pernyataan variabel laten Y1,. Dari deskripsi operasional masingmasing variabel tersusun 36 item pernyataan untuk disampaikan kepada para responden yang menjadi sampel penelitian. 3. Observasi Observasi adalah aktivitas pengamatan langsung ke lokasi penelitian yaitu Kantor Kelurahan Petojo Utara dalam wilayah Kecamatan Gambir Kota Administrasi Jakarta Pusat. Observasi dilakukan dengan memperhatikan, mempelajari dan mencatat berbagai hal penting dan atau relevan untuk diamati. Observasi dikembangkan dengan melakukan pengumpulan data sekunder dari berbagai dokumen, serta melakukan dialog informal dengan sejumlah warga masyarakat untuk menggali halhal yang menarik untuk dijadikan masukan pada waktu pembahasan hasil penelitian.
4 3.5 Teknik Analisis Data Pengolahan data primer yang diperoleh dari para responden penelitian menggunakan SEM (Structural Equation Models) untuk mengetahui hubungan-hubungan antar variabel laten. Tentang variabel laten ini, Wijanto (007:10) menjelaskan : Dalam SEM variabel kunci yang menjadi perhatian adalah variabel laten (Latent Variables) atau konstruk laten. Variabel laten merupkan konsep abstrak, sebagai contoh : perilaku orang, sikap, perasaan dan motivasi. Variabel laten ini hanya dapat diamati secara tidak langsung dan tidak sempurna melalui efeknya pada variabel teramati. SEM mempunyai jenis variabel laten yaitu eksogen dan endogen. SEM membedakan kedua jenis variabel ini berdasarkan atas keikutsertaan mereka sebagai variabel terikat pada persamaanpersamaan dalam model. Variabel eksogen selalu muncul sebagai variabel bebas pada semua persamaan yang ada dalam model. Sedangkan variabel endogen merupakan variabel terikat pada paling sedikit satu persamaan dalam model, meskipun di semua persamaan sisanya variabel tersebut adalah variabel bebas. Notasi matematik dari variabel laten eksogen adalah huruf Yunani ξ ( Ksi ) dan variabel endogen dintadai dengan huruf Yunai η ( Eta ). Model struktural menggambarkan hubungan-hubungan yang ada di antara variabel-variabel laten. Hubungan-hubungan ini pada umumnya linier, meskipun perluasan SEM memungkinkan untuk menikutsertakan hubungan non-linier. Parameter yang menunjukkan regresi variabel laten endogen pada variabel laten eksogen diberi label dengan huruf Yunani γ ( gamma ), sedangkan untuk regresi variabel laten endogen pada variabel laten endogen yang lain diberi label huruf Yunani β ( beta ). Dalam SEM variabel-variabel laten eksogen boleh ber- covary secara bebas dam matrik kovarian variabel ini diberi tanda huruf Yunani φ ( phi ). Wijanto (007:10) menjelaskan juga bahwa dalam SEM, setiap variabel laten biasanya mempunyai beberapa ukuran atau variabel teramati atau indikator. Pengguna SEM paling sering menghubungkan variabel laten dengan variabel-variabel teramati melalui model pengukuran yang berbentuk analisis faktor dan banyak digunakan di psikometri dan sosiometri. Dalam model ini, setiap variabel laten dimodelkan sebagai sebuah faktor yang mendasari variabel-variabel teramati yang terkait. Muatan-muatan faktor atau factor loanding yang menghubungkan variabel-variabel laten dengan variabel-variabel teramati diberi label dengan huruf Yunani λ ( lambda ). SEM mempunya dua matrik lambda yang berbeda, yaitu λ pada sisi X adalah 60
5 61 λx (lambda X) dan matrik lainnya pada sisi Y. Notasi λ pada sisi Y adalah λy (lambda Y). Notasi matematik dari full atau Hybrid Model secara umum dapat dituliskan sebagai berikut (Joreskog dan Sorbom, 1989) : Structural Model (Model Struktural) η = Βη + Γξ + ζ Measurement Model Model pengukuran untuk y γ = Λγη + ε Model pengukuran untuk x χ = Λχη + δ Dengan asumsi : 1. ζ tidak berkorelasi dengan ξ. ε tidak berkorelasi dengan η 3. δ tidak berkorelasi dengan ξ 4. ζ, ε dan δ tidak saling berkorelasi (mutually uncorrelated) 5. I - Β adalah non-singular Di mana : Variables η (eta) adalah m x 1 latent endogenous variables ξ (ksi) adalah n x 1 latent exogenous variables ζ (zeta) adalah m x 1 latent errors in questions Y adalah ρ x 1 observed indicator of η X adalah q x 1 observed indicator of ξ ε (epsilon) adalah q x 1 measurement errors for y δ (delta) adalah q x 1 measurement errors for x Coefficient Β (beta) adalah m x m coefficient matrix for latent endogenous variables. Γ (gamma) adalah m x n coefficient matrix for latent exogenous variables.
6 6 Λy (lambda y) adalah ρ x m coefficient matrix relating y to η Λx (lambda x) adalah q x n coefficient matrix relating x to ξ Covarian Matrix φ (phi) adalah n x n covariance matrix of ξ Ψ (psi) adalamm x m covariance matrix of ζ Θε (tetha epsilon) adalah covariance matrix of ε Θδ (tetha delta) adalah covariance matrix of δ Wijanto (007:34) menunjukkan bahwa secara umum prosedur SEM menurut Bollen dan Long, 1993) mengandung tahap-tahap berikut : 1. Spesifikasi model (model specification) Tahap ini berkaitan dengan pembentukan model awal persamaan struktural, sebelum dilakukan estimasi. Model awal ini diformulasikan berdasarkan suatu teori atau penelitian sebelumnya.. Identifikasi (identification) Tahap ini berkaitan dengan pengkajian tentang kemungkinan diperolehnya nilai yang unik untuk setiap parameter yang ada di dalam model dan kemungkinan persamaan simultan tidak ada solusinya. 3. Estimasi (estimation) Tahap ini berkaitan dengan estimasi terhadap model untuk menghasilkan nilai-nilai parameter dengan menuggunakan salah satu motode estimasi yang tersedia. Pemilihan motode estimasi yang digunakan seringkali ditentukan berdasarkan karakteristik dari variabel-variabel yang dianalisis. 4. Uji Kecocokan (testing fit) Tahap ini berkaitan dengan pengujian kecocokan antara model dengan data. Beberapa kriteria ukuran kecocokan atau Googness Of Fit (GOF) dapat digunakan untuk melaksanakan langkah ini. 5. Respesifikasi (respecification) Tahap ini berkaitan dengan menspesifikasikan model berdasarkan atas hasil uji kecocokan tahapan sebelumnya. Dengan tahapan-tahapan yang terdapat dalam prosedur SEM, selanjutnya aplikasi model SEM dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Spesifikasi model Wijanto (007:33) menjelaskan bahwa hipotesis fundamental dalam prosedur SEM adalah matrik kovarian data dari populasi Σ (martik kovaria variabel teramati) adalah sama dengan matrik kovariaen yang diturunkan dari model Σ (θ) (model implied covariance matrix). Jika model yang kita
7 63 spesifikasikan benar dan jika parameter-parameter θ dapat diestimasikan nilainya, maka matrik kovarian populasi (Σ) dapat dihasilkan kembali dengan tepat. Hipotesis fundamental tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut : H0 : Σ = Σ (θ) di mana Σ adalah matrik kovarian populasi dari variabel-variabel teramati, Σ (θ) adalah matrik kovarian dari model dispesifikasikan, dan θ adalah vektor yang berisi paameter-parameter model tersebut. Karena kita menginginkan agar residual = 0 atau Σ = Σ (θ), maka kita berusaha agar pada uji hipotesis terhadap hipotesis fundamental menghaslkan H0 tidak ditolak atau H0 diterima. Hal ini berbeda dengan pada uji hipotesis statistik pada umumnya yang mementingkan signifikansi atau mencari penolakan terhadap H0, yang berarti Σ = Σ (θ), maka dapat dikatakan bahwa data mendukung model yang kita spesifikasikan. Selanjutnya, berdasarkan rujukan pendapat yang demikian itu, Hipotesis yang diajukan berdasarkan atas pengembangan indikatorindikator penelitian adalah sebagai berikut : a. Pengaruh kompensasi terhadap kinerja pelayanan kependudukan pada Kantor Kelurahan Petojo Utara direfleksikan oleh Gaji, Tunjangan, Insentif, Penghasilan tambahan, Kecakapan, Tanggung jawab dan Pertumbuhan pribadi, Penghargaan, Promosi, Tantangan, Sifat hasil kerja dan Cuti. b. Pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja pelayanan kependudukan pada Kantor Kelurahan Petojo Utara direfelsikan oleh Otonomi, Kebersamaan, Kepercayaan, Tekanan, Dukungan, Pengakuan, Kewajaran,Inovasi, Struktur, Standar-standar, Tanggungjawab dan komitmen. c. Kinerja pelayanan kependudukan pada Kantor Kelurahan Petojo Utara yang dipengaruhi oleh kompensasi dan iklim organisasi yang direflesikan oleh: Ruang tunggu pelayanan, Loket pelayanan, Petugas pelayanan, Keandalan petugas dalam memberikan informasi, Keandalan petugas dalam melancarkan prosedur pelayanan, Keandalanan petugas
8 64 dalam memudahkan teknis pelayanan, Respon petugas pelayanan terhadap keluhan warga, Respon petugas pelayanan terhadap saran warga, Respon petugas pelayanan terhadap kritikan warga, Kemampuan administrasi petugas pelayanan, Perhatian petugas pelayanan dan Keramahan petugas pelayanan. Berdasarkan hipotesis maka pengukuran dapat dikemukakan dengan gambar diagram jalur berikut : δ 1 δ X1 δ 3 δ 4 δ 5 δ 6 δ 7 δ 8 δ 9 δ 10 δ 11 X1 X1 X1 X1 λx 11 λx 1 λ x13 λ x14 λx 15 λx 16 λx 17 λ x18 λ x19 λx 10 λx 11 λx 1 KSI1 γ1 Y1 ε 1 Y ε λy 1 λy Y3 ε 3 λy 3 Y4 ε 4 λy 4 Y5 ε 5 δ 1 δ 1 X1 φ ETA 5 λy 6 Y6 ε 6 λy 7 Y7 ε7 δ δ 3 δ 4 δ 4 δ 6 δ 7 X1 X1 X1 λx 1 λx λx 3 λx 4 λx 5 λx 6 λx 7 λx 8 KSI γ ζ 1 λy 8 λy 9 λy 10 λy 11 λy 1 Y8 ε 8 Y9 ε 9 Y10 ε 10 Y11 ε 11 δ 8 δ 9 δ 10 X1 X1 λx 9 λx 10 λx 11 λx 1 Y1 ε 1 δ 11 δ 1 X1 Gambar 3.1 Diagram Jalur
9 65 Diagram jalur yang tergambar di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. KSI1 adalah variabel laten Kompensasi yang direfleksikan dengan indikator-indikator: gaji, tunjangan, insentif, penghasilan tambahan, kecakapan, tanggung jawab, pertumbuhan pribadi, penghargaan, promosi, tantangan, Sifat hasil kerja dan Cuti.. KSI adalah variabel laten Iklim Organisasi yang direleksikan dengan indikator-indikator : otonomi, kebersamaa, kepercayaan, tekanan, dukungan, pengakuan, kewajaran, inovasi, Struktur, standar, tanggungjawab dan komitmen. 3. ETA1 adalah variabel laten Kinerja Pelayanan Kependudukan di Kelurahan Petojo Utara yang direfleksikan dengan indikatorindikator: Ruang tunggu pelayanan, Loket pelayanan, Petugas pelayanan, Keandalan petugas dalam memberikan informasi, Keandalan petugas dalam melancarkan prosedur pelayanan, Keandalanan petugas dalam memudahkan teknis pelayanan, Respon petugas pelayanan terhadap keluhan warga, Respon petugas pelayanan terhadap saran warga, Respon petugas pelayanan terhadap kritikan warga, Kemampuan administrasi petugas pelayanan, Perhatian petugas pelayanan dan Keramahan petugas pelayanan.. 4. ζ (Zeta) adalah variabel variabel lain yang turu turut mempengaruhi Y, namun dalam penelitian tidak dilibatkan. 5. γ 1 (Gamma) adalah koefisien hubungan variabel laten KSI1 dengan variabel laten ETA1. 6. γ adalah koefisien hubungan variabel laten KSI dengan variabel laten ETA. 7. λ x (Lambda X) adalah koefisien bobot faktor variabel manifes eksogen atau indikator. 8. λ y (Lambda Y) adalah koefisien bobot faktor variabel manifes endogen atau indikator. 9. ε (tetha epsilon) adalah kekeliruan pengukuran variabel manifest/ endogen atau indikator.
10 δ (tetha delta) adalah covariance matrix of δ 11. φ (phi) adalah n x n covariance matrix of ξ. Identifikasi Sebelum melakukan tahap estimasi untuk mencari nilai dsri persamaan simultan yang mewakili model yang dispesifikasikan, terlebih dahulu perlu memeriksa identifikasi dari persamaan simultan tersebut. Dalam SEM diusahakan untuk memperoleh model yang over identified dan menghindari model under identified.(wijanto, 008: 41). Berdasarkan diagram jalur pada gambar 3.1 dapat diketahui bahwa banyaknya variabel manifest eksogen adalah p = 4, variabel manifest endogen adalah q = 1 dan banyaknya parameter yang akan ditaksir adalah t = koefisien bobot faktor (λ x1.1 sampai λ x.15 dan λ y1 sampai λ y15 ); 30 koefisien kesalahan pengukuran (δ 1 sampai δ 15 dan ε 1 sampai ε 15 ); 1 koefisien korelasi antar variabel eksogen (Φ); 3 koefisien kesalahan pengukuran variabel endogen (ζ) dan 6 koefisien jalur antar variabel laten (γ 1 sampai γ 6 ) sehingga 1 df = ( p + q)( p + q + 1) t 1 = = 7 ( 4 + 1)( ) ( 18)( 37) 7 = 594 df > 0 model dikatakan over-identified dan memiliki derajat kebebasan positif, artinya jumlah seluruh parameter yang ada dalam model dapat diestimasi dengan data yang dikumpulkan, serta hasil estimasi dapat diuji dengan berbagai statististik uji yang ada. 3. Estimasi Model Setelah mengetahui identifikasi dari model adalah over-identified, maka tahap berikutnya melakukan estimasi untuk memperoleh nilai dari parameter-parameter yang ada di dalam model.
11 67 Model persamaan struktural terdiri atas dua jenis persamaan, yaitu persamaan struktural dan persamaan pengukuran. Persamaan struktural menunjukkan bentuk hubungan antara variabel latent eksogen dengan endogen dan persamaan pengukuran memperlihatkan bentuk hubungan antara variabel manifes/indikator eksogen dengan variabel latent eksogen dan antara variabel manifes/indikator endogen dengan variabel latent endogen. Persamaan struktural dirumuskan sebagai: η = Βη+Γξ+ξ Persamaan pengukuran adalah: X= Λξ+ δ, dan y=λη+ ε Persamaan strukturalnya adalah : η + 1 = γ 1ξ1 + γ 4ξ ζ 1 Persamaan pengukuran untuk variabel laten eksogen (X 1 ) adalah : x ξ1 + δ1 x1. 1.ξ1 + δ x ξ1 + δ 3 x ξ1 + δ 4 x ξ1 + δ5 x ξ1 + δ 6 x ξ1 + δ 7 x ξ1 + δ8 x ξ1 + δ9 x ξ1 + δ10 x ξ1 + δ11 x ξ1 + δ1 Persamaan pengukuran untuk variabel laten eksogen (X ) adalah : x.1.1ξ + δ13 x..ξ + δ14 x.3.3ξ + δ15 x.4.4ξ + δ16 x.5.5ξ + δ17 x.6.6ξ + δ18 x.7.7ξ + δ19 x.8.8ξ + δ 0 x.9.9ξ + δ 1 x.10.10ξ + δ x.11.11ξ + δ 3 x.1.1ξ + δ 4 Persamaan pengukuran untuk variabel laten endogen (Y) adalah : y 1 = λ y 1η1 + ε1 y = λ y η1 + ε y3 = λ y 3η1 + ε 3 y4 = λ y 4η1 + ε 4 y5 = λ y 5η1 + ε 5 y6 = λ y 6η1 + ε 6 y7 = λ y 7η1 + ε 7 y7 = λ y 7η1 + ε 7 y8 = λ y 8η1 + ε8 y9 = λ y 9η1 + ε 9 y10 = λ y 10η 1 + ε10 y11 = λ y 11η 1 + ε11 y1 = λ y 1η 1 + ε1 4. Uji Kecocokan Tahap estimasi menghasilkan nilai akhir dari parameter-parameter yang diestimasi. Dalam uji kecocokan akan memeriksa tingkat
12 68 kecocokan antara data dengan model, validitas dan reliabilitas model pengukuran dan koefisien-koefisien dari model struktural. Menurut Hair et al. (Wijanto, 008: 49), evaluasi terhadap tingkat kecocokan data dengan model dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: a. Kecocokan keseluruhan model (overall model fit) b. Kecocokan model pengukuran (measurement model fit) c. Kecocokan model struktural (structural model fit) Secara rinci evaluasi terhadap tingkat kecocokan model dengan data dijelaskan dibawah ini: a. Kecocokan keseluruhan model (overall model fit) Uji kecocokan ditujukan untuk mengevaluasi secara umum derajat kecocokan atau Goodness Of Fit (GOF) antara data dengan model. Menilai suatu SEM secara menyeluruh (overall) tidak dapat dilakukan secara langsung seperti pada teknik multivariat yang lain (multiple regression, discriminant analysis, MANOVA dan lain-lain). SEM tidak mempunyai satu uji statistik terbaik yang dapat menjelaskan kekuatan prediksi model. Sebagai gantinya telah dikembangkan beberapa ukuran GOF atau Goodness Of Fit Indices (GOFI) yang dapat digunakan secara bersama-sama atau kombinasi. Penggunaan ukuran secara bersama-sama atau kombinasi dapat dimanfaatkan untuk menilai kecocokan model dari tiga sudut pandang, yaitu overall fit (kecocokan keseluruhan), comparative fit to base model (kecocokan komparatif terhadap model dasar), dan model parsimony (parsimoni model). Berdasarkan hal ini Hair et al. (Wijanto, 008: 51) kemudian mengelompokan GOFI yang ada menjadi tiga bagian yaitu absolut fit measures (ukuran kecocokan absolut), incremental fit measures (ukuran kecocokan inkremental) dan parsimonious fit measures (ukuran kecocokan parsimoni). 1) Ukuran Kecocokan Absolut Ukuran kecocokan absolut menentukan derajat prediksi model keseluruhan (model struktural dan model pengukuran) terhadap matrik
13 69 korelasi dan kovarian. Ukuran ini mengandung ukuran-ukuran yang mewakili sudut pandang overall fit. Beberapa ukuran kecocokan absolut, ukuran-ukuran yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi SEM adalah: (a) Chi Square (χ ) Statistik pertama dan satu-satunya uji statistik dalam GOF adalah Chi Square (χ ), Chi Square digunakan untuk menguji seberapa dekat kecocokan antara matrik kovarian sampel s dengan matrik kovarian model Σθ. Uji statistik Chi Square (χ ) adalah: (χ ) = (n-1) F(S, Σθ) Uji statistik ini merupakan sebuah distribusi Chi Square dengan degree of freedom (df) sebesar c-p, dalam hal ini c=(nx+ny)(nx+ny+1)/ adalah banyaknya matrik varian-kovarian non-redundan dari variabel teramati. Nx adalah banyaknya variabel teramati x, ny banyaknya variabel teramati y. Adapun p adalah banyaknya parameter yang diestimasi dan n adalah ukuran sampel. Nilai Chi Square (χ ) rendah yang menghasilkan significance level lebih besar atau sama dengan 0,05 (p 0,05). Hal ini menandakan bahwa hipotesis nol diterima dan matrik input yang diprediksi dengan yang sebenarnya (actual) tidak berbeda secara statistik. (b) Non Centrality Parameter (NCP) NCP merupakan ukuran perbedaan antara Σ dengan Σ(θ) yang bisa dihitung dengan rumus: NCP = χ df df adalah degree of freedom Seperti χ, NCP juga merupakan ukuran badness of fit dimanasemakin besar perbedaan antara Σ dengan Σ(θ) semakin besar nilai NCP. Jadi perlu dicari NCP yang nilainya kecil atau rendah. (c) Scaled Non Centrality Parameter (SNCP)
14 70 SNCP merupakan pengembangan sari NCP dengan memperhitungkan ukuran sampel seperti di bawah ini McDonald dan Marsh, 1990 (Wijanto, 008: 53) : SNCP = (χ ²-df) / n Di mana n adalah ukuran sample. (d) Goodness of Fit Index (GFI) Pada awalnya GFI diusulkan oleh Joreskog dan Sorbom 1984 (Wijanto, 008: 53) untuk estimasi dengan ML dan ULS, kemudian digeneralisir ke metode estimasi yang lain oleh Tanaka dan Huba (1985). GFI dapat diklasifikasikan sebagai ukuran kecocokan absolut, karena pada dasarnya GFI membandingkan model yang dihipotesiskan dengan tidak ada model sama sekali (Σ(0)). Rumusan dari GFI adalah sebagai berikut: Fˆ GFI = 1 F 0 dimana: Fˆ : Nilai minimum dari F untuk model yang dihipotesiskan F 0 : Nilai minimum dari F, ketika tidak ada model yang dihipotesiskan Nilai GFI berkisar antara o (poor fit) sampai 1 (perfect fit), dan nilai GFI 0.90 merupakan good fit (kecocokan yang baik), sedangkan 0.80 GFI < 0.90 sering disebut sebagai margin fit. (e) Root Mean Square Residual (RMR) RMR mewakili nilai rerata residual yang diperoleh dari mencocokkan matrik varian-kovarian dari model yang dihipotesiskan dengan matrik varian-kovarian dari data sampel. Residual-residual itu ini adalah relatif terhadap ukuran dari varian-kovarian teramati, sehingga sukar diinterprestasikan. Oleh karena itu residual-residual ini paling baik diinterprestasikan dalam metrik dari matrik korelasi Hu dan Bentler, 1995 (Wijanto, 008: 54). Standardizer RMR mewakili nilai rerata seluruh standardized residuals, dan mempunyai rentang dari 0 ke 1.
15 71 Model yang mempunyai kecocokan baik (good fit) akan mempunyai nilai Standardizer RMR lebih kecil dari (f) Root Mean Square Error of Approxiation (RMSEA) Indeks ini pertama kali diusulkan oleh Steiger dan Lind 1980 dan dewasa ini merupakan salah satu indeks yang informatif dalam SEM. Rumus perhitungan RMSEA adalah sebagai berikut: RMSEA = Fˆ 0 df Nilai RMSEA 0.05 menandakan close fit, sedangkan 0.05 < RMSEA 0.08 MENUNJUKKAN GOOD FIT (Brown dan Cudeck, 1993 (Wijanto, 008: 54) mengelaborasi lebih jauh berkaitan dengan cut point ini dengan menambahkan bahwa nilai RMSEA antara 0.08 sampai 0.10 menunjukkan mediocre (marginal) fit, serta nilai RMSEA > 0.10 menunjukkan poor fit. (g) Single Sample Cross-Validation Index/Expected cross- Validation Index (ECVI) ) Ukuran kecocokan Inkremental Ukuran kecocokan inkremental meliputi (1) Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI); () Tucker Lewis Index/Non Normed Fit Index (TLI/NNFI); (3) Normed Fit Index (NFI); (3) Relative Fit Index RFI); (4) Incremental Fit Index (IFI); dan (5) Comparative Fit Index (CFI) 3) Ukuran Kecocokan Parsimoni Ukuran kecocokan parsimoni yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi SEM adalah (1) Parsimonious Normed Fit Index (PNFI); () Parsimonious Goodness of Fit Index (PGFI); (3) Normed Chi Square; (4) Akaike Information Criterion (AIC); dan (5) Consistent Akaike Information Criterion (CAIC). Uraian tentang uji kecocokan serta batas-batas nilai yang menunjukan tingkat kecocokan yang baik (good fit) untuk setiap Goodness Of Fit (GOF) dapat diringkas ke dalam tabel berikut:
16 Tabel 3.1 Perbandingan Ukuran-ukuran Goodness Of Fit (GOF) Ukuran GOF Tingkat kecocokan yang bisa diterima Absolut Fit Measures Statistik Chi Square Mengikuti uji statistik yang berkaitan dengan persyaratan (χ ) signifikan, semakin kecil semakin baik Non Centrality Dinyatakan dalam bentuk spesifikasi ulang dari Chi Square Parameter (NCP) (χ ). Penilaian didasarkan atas perbandingan dengan model lain. Semakin kecil semakin baik Scaled NCP NCP yang dinyatakan dalam bentuk rata-rata perbedaan setiap observasi dalam rangka perbandingan antar model. Semakin kecil semakin baik Goodness of Fit Index (GFI) Root Mean Square Residuan (RMR) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) Expected Cross- Validation Index (ECVI) Tucker-Lewis Index atau Non Normed Fit Index ( TLI atau NNFI) Normed Fit Index (NFI) Adjusted Goodness Of Fit Index (AGFI) Relative Fit Index (RFI) Incremental Fit Index (IFI) Comparative Fit Index (CFI) Parsimonious Nilai berkisar antara 0-1, dengan nilai lebih tinggi adalah lebih baik. GFI 0,90 adalah good fit, sedang 0,80 GFI 0,90 adalah marginal fit. Residual rata-rata antara matrik (korelasi atau kovarian) teramati dan hasil estimasi. Standarized RMR 0,05 adalah good fit. Rata-rata perbedaan per degree of freedom yang diharapkan terjadi dalam populasi dan bukan dalam sampel. (RMSEA) 0,08 adalah good fit, sedang 0,05 adalah closed fit. Digunakan untuk perbandingan anta model. Semakin kecil semakin baik. Pada model tunggal nilai ECVI dari model yang mendekati nilai Saturated ECVI menunjukan good fit. Incremental Fit Measures Nilai berkisar antara 0-1, dengan nilai lebih tinggi adalah lebih baik. TLI 0,90 adalah good fit, sedang 0,80 TLI 0,90 adalah marginal fit. Nilai berkisar antara 0-1, dengan nilai lebih tinggi adalah lebih baik. NFI 0,90 adalah good fit, sedang 0,80 NFI 0,90 adalah marginal fit. Nilai berkisar antara 0-1, dengan nilai lebih tinggi adalah lebih baik. AGFI 0,90 adalah good fit, sedang 0,80 AGFI 0,90 adalah marginal fit. Nilai berkisar antara 0-1, dengan nilai lebih tinggi adalah lebih baik. RFI 0,90 adalah good fit, sedang 0,80 RFI 0,90 adalah marginal fit. Nilai berkisar antara 0-1, dengan nilai lebih tinggi adalah lebih baik. IFI 0,90 adalah good fit, sedang 0,80 IFI 0,90 adalah marginal fit. Nilai berkisar antara 0-1, dengan nilai lebih tinggi adalah lebih baik. CFI 0,90 adalah good fit, sedang 0,80 CFI 0,90 adalah marginal fit. Parsimonious Fit Measures Spesifikasi ulang dari GFI, di mana nilai parsimoni lebih 7
17 (sambungan) 73 Ukuran GOF Goodness of Fit Index (PGFI) Normed Chi Square Parsimonious Normed Fit Index (PNFI) Akaike Information Criterion (AIC) Consistent Akaike Information Criterion (CAIC) Critical N (CN) Tingkat kecocokan yang bisa diterima tinggi mrnunjukan parsimoni yang lebih besar. Ukuran ini digunakan untuk perbandingan diantara model-model Rasio antara Chi Square dibagi degree of freedom. Nilai yang disarankan batas bawah:1,0, batas atas:,0, atau 3,0 dan yang lebih longgar 5,0. Nilai tinggi menunjukan kecocokan lebih baik, hanya digunakan untuk perbandingan antar model alternatif. Nilai positif lebih kecil menunjukan parsimoni lebih baik. Digunakan untuk perbandingan antar model. Pada model tunggal nilai AIC dari model yang mendekati nilai Saturated AIC menunjukan good fit Nilai positif lebih kecil menunjukan parsimoni lebih baik. Digunakan untuk perbandingan antar model. Pada model tunggal nilai CAIC dari model yang mendekati nilai Saturated CAIC menunjukan good fit Other GOFI CN 00 menunjukan ukuran sampel mencukupi untuk digunakan mengestimasi model. Kecocokan yang memuaskan atau baik. Sumber: Wijanto, 008: 61-6 b. Kecocokan Model Pengukuran (measurement model fit/analisis Model Pengukuran) Evaluasi atau uji kecocokan model pengukuran ini dilakukan terhadap setiap konstruk atau model pengukuran (hubungan antara sebuah variabel laten dengan beberapa variabel teramati/indikator secara terpisah melalui: 1) Evaluasi terhadap validitas (validity) dari model pengkuran Validitas berhubungan dengan apakah sesuatu variabel mengukur apa yang seharusnya diukur. Meskipun validitas tidak akan pernah dibuktikan, tetapi dukungan kearah pembuktian tersebut dapat dikembangkan. Menurut Rigdon dan Ferguson (Wijanto, 008: 65), suatu variabel dikatakan mempunyai validitas yang baik terhadap konstruk atau variabel latennya, jika: (a) Nilai muatan faktornya (loading factors) lebih besar dari nilai kritis (atau 1,96)
18 74 (b) Muatan faktor standarnya (standardized loading factors) 0,70 Menurut Igbarian et al. yang menggunakan guidelines dari Hair et al. (Wijanto, 008: 65), tentang relative importance and significant of the factor loading of each item. Menyatakan bahwa muatan factor standar (standardized loading factors) 0,50 adalah very significant. Sedangkan Kusnendi (008:111) menyatakan bahwa suatu indikator valid dan reliabel mengukur variabel latennya, apabila secara statistik koefisien bobot faktor signifikan, artinya koefisien bobot faktor mampu menghasilkan nilai p-hitung yang lebih kecil atau sama dengan cut off value tingkat kesalahan 0,05 (0,5%), serta besarnya estimasi koefisien bobot faktor yang distandarkan untuk masing-masing indikator tidak kurang dari 0,40 atau 0,50. ) Evaluasi terhadap reliabilitas (reliability) dari model pengukuran Reliabilitas adalah konsistensi suatu pengukuran. Reliabilitas tinggi menunjukan bahwa indikator-indikator mempunyai konsistensi tinggi dalam mengukur konstruk latennya. Secara umum untuk mengestimasi reliabilitas adalah test retest, alternative form, splithalvesdan Cronbach s Alpha. Berdasarkan hal tersebut untuk mengukur reliabilitas dalam SEM akan digunakan composit reliability measure (ukuran reliabilitas komposit) dan variance extracted measure (ukuran ekstrak varian). Reliabilitas komposit suatu konstruk dapat dihitung sebagai berikut: Construct Re liability ( Σstd loading) ( Σstd loading) + e j = Di mana std loading (standardized loadings) dapat diperoleh secara langsung dari keluaran LISREL, dan e j adalah measurement error untuk setiap indikator atau variabel teramati.
19 75 Ekstrak varian mencerminkan jumlah varian keseluruhan dalam indikator-indikator (variabel-variabel teramati) yang dijelaskan oleh variabel laten. Menurut Hair et al. (Wijanto, 008: 66), ukuran ekstrak varian dapat dihitung sebagai berikut: VarianceExtracted Σstd. loading = N Di mana N adalah banyaknya variabel teramati dari model pengukuran. Selanjutnya dinyatakan bahwa sebuah konstruk mempunyai reliabilitas yang baik adalah jika: (a) Nilai Construct Reliability (CR)-nya 0,70 (b) Nilai Variance Extracted (VE)-nya 0,50 c. Kecocokan Model Struktural (Structural Model fit) Evaluasi atau analisis terhadap model struktural mencakup pemeriksaan terhadap signifikansi koefisien-koefisien yang diestimasi. Metode SEM dan LISREL tidak saja menyediakan nilai koefisienkoefisien yang diestimasi tetapi juga nilai t hitung untuk setiap koefisien. Dengan menspesifikasikan tingkat signifikan (lazimnya α = 0,05), maka koefisien yang mewakili hubungan kausal yang dihipotesiskan dapat diuji signifikansinya secara statistik jika t hitung t tabel (1,96). 5. Respesifikasi Respesifikasi merupakan langkah berikutnya setelah uji kecocokan dilaksanakan. Pelaksanaan respesifikasi sangat tergantung kepada strategi permodelan yang akan digunakan. Strategi pengembangan model atau model development strategy atau model generating/mg, suatu model awal dispesifikasikan dan data empiris dikumpulkan. Jika model awal tersebut tidak cocok dengan data empiris yang ada, maka model dimodifikasi dan diuji kembali dengan data yang sama. Beberapa model dapat diuji dalam proses ini dengan tujuan untuk mencari satu model
20 76 yang selain cocok dengan data secara baik, tetapi juga mempunyai sifat bahwa setiap parameternya dapat diartikam dengan baik. Menurut Hair et al. (Wijanto, 008: 68), respesifikasi terhadap model dapat dilakukan berdasarkan theory driven atau data driven, meskipun demikian respesifikasi berdasarkan theory driven lebih dianjurkan. 3.6 Keterbatasan Penelitian Dalam penyusunan tesis ini peneliti sudah berusaha maksimal mengikuti prosedur ilmiah yang berlaku umum, antara lain dengan menggunakan kerangka teoretik dan metodologi yang memenuhi persyaratan ilmiah. Namun demikian, pada kenyataannya masih saja ada kekurangan yang menjadi keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu: 1. Responden yang dilibatkan dalam penelitian relatif terbatas dan tidak menjangkau seluruh populasi masyarakat sehingga kurang merepresentasikan generalisasi secara utuh.. Dalam penelitian ini, pengumpulan data variabel kompensasi, iklim organisasi dan kinerja pelayanan dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner. Penggunaan kuesioner dapat saja mengandung kelemahan terutama jika dijawab/direspon kurang cermat atau kurang sungguhsungguh oleh responden. 3. Penelitian hanya melibatkan dua variabel yang berhubungan dengan kinerja pelayanan, yaitu: kompensasi dan iklim organisasi. Padahal, masih banyak variabel lain yang berhubungan atau berpengaruh terhadap kinerja pelayanan seperti motivasi kerja, kepuasan kerja, budaya organisasi, kepemimpinan, kecerdasan emosional, dan komitmen organisasi. Hal ini memperlihatkan kondisi penelitian yang kurang komprehensif.
BAB V ANALISIS HASIL
BAB V ANALISIS HASIL 5.1. Analisis Kecocokan Pada analisis hasil, bagian utama yang dibahas adalah mengenai tingkat kecocokan antara data dengan model, validitas dan reliabilitas model pengukuran serta
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian 4.1.1 Pelaksanaan Pre-Test Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pre-test terlebih dahulu sebelum menyebarkan kuesioner yang sebenarnya kepada
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data Pada bagian ini dilakukan proses pengumpulan dan pengolahan data tahap awal serta pengumpulan data tahap akhir. Pengumpulan data pada penelitian
VIII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)
VIII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM) Stuctural Equation Model merupakan suatu teknik statistik yang mampu menganalisis pola hubungan antara variabel laten dan indikatornya, variabel laten yang
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yaitu
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan memakai kuesioner sebagai alat untuk
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Deskriptif 1. Analisis secara deskriptif Bagian ini akan membahas hasil pengolahan data yang telah dikumpulkan dari lapangan berdasarkan karakteristik
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. KERANGKA PEMIKIRAN Dalam suatu organisasi atau perusahaan, faktor sumberdaya manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan organisasiuntuk mencapai berbagai
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Purbalingga, Jawa
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Alasan memilih Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah karena untuk memudahkan penulis
VIII ANALISIS SERVICE QUALITY DALAM MEMBENTUK KEPUASAN DAN LOYALITAS
VIII ANALISIS SERVICE QUALITY DALAM MEMBENTUK KEPUASAN DAN LOYALITAS Faktor faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dapat diidentifikasi dengan melihat faktor eksternal dan internak yang mempengaruhi
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2016. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian berada di Kecamatan Getasan, Kabupaten
4. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
41 4. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian dan interpretasinya. Pembahasan dalam bab 4 ini meliputi gambaran umum yang menjadi subyek penelitian, analisis model SEM,
BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
44 BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian 4.1.1 Pelaksanaan Pre-test Untuk menguji konstruk pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner, peneliti melakukan pre-test kepada 30 responden
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Restoran Pia Apple Pie yang berlokasi di jalan Pangrango 10 Bogor. Penentuan lokasi penelitian ini dengan pertimbangan
Distribusi Responden Berdasarkan Usia
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 ANALISIS DESKRIPTIF 5.1.1 Deskriptif Responden Distribusi Responden Berdasarkan Usia 1% 15% 19% 15-24 25-30 31-44 45-65 65% Gambar 3. Distribusi Responden Berdasarkan Usia Distribusi
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
103 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Survei Dari 25 kantor LPND sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 11 Tahun 2005, No. 81 Tahun 2006, No. 08 Tahun 2008, dan No. 09 Tahun 2008,
PENERAPAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK ANALISIS KOMPETENSI ALUMNI
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 6, No. 0 (017), hal 113 10. PENERAPAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK ANALISIS KOMPETENSI ALUMNI Matius Robi, Dadan Kusnandar, Evy Sulistianingsih
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Demografi Objek Penelitian Demografi data dari objek penelitian dalam penelitian ini ditampilkan pada Tabel 4.1, yaitu berisi data mengenai umur mahasiswa, jenis kelamin
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Alasan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Alasan memilih Kabupaten Ngawi, Jawa Timur karena untuk memudahkan penulis melakukan penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh persepsi atas suatu harga (price
Lampiran 1: Tabel Operasional Variabel Penelitian
97 Lampiran 1: Tabel Operasional Variabel Penelitian No. Variabel Deskripsi Variabel Jenis Pengukuran 1. Gaya Kepemimpinan a. Gaya Kepemimpinan Transformasional a. Gaya Kepemimpinan Transaksional 1. Atasan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi S1 reguler
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi S1 reguler universitas atau perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Kota Bandar Lampung
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Objek penelitian ini adalah pelanggan Cafe Indomie Abang Adek yang diteliti dengan kuesioner tertulis secara Face to Face (tatap muka) yang akan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. wilayah kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Penelitian yang dilakukan terbagi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Dalam penelitian ini peneliti mengambil waktu dan lokasi penelitian pada wilayah kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Objek penelitian ini adalah karyawan Lanang Barbershop yang beroperasi di wilayah Jakarta Tangerang atau seluruh kios.penelitian ini diteliti dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan ditempat penelitian, melakukan perumusan masalah
V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. 1. Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. PROFIL RESPONDEN Kuesioner yang berjumlah 53 pertanyaan dibagikan kepada 70 responden dari Kantor Penjualan Wilayah (KPW) Jakarta PT. Sinar Sosro. Responden dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Proses penelitian ini di awali dengan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di tempat penelitian, melakukan perumusan masalah dan
KUESIONER. 2. Berapa usia anda? a tahun c tahun b tahun d. > 26 tahun
72 KUESIONER Berilah tanda (X) pada salah satu pilihan anda : I. Karakteristik Responden 1. Jenis kelamin anda? a. Laki-laki b. Perempuan Nama Responden: Tujuan Kuesioner Penelitian Kuesioner ini bertujuan
ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)
VII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM) Strutural Equation Model (SEM) merupakan suatu teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel laten dengan variabel teramati sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
A. Subjek dan Objek Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Subjek dari penelitian ini adalah konsumen Hero Supermarket di Kota Yogyakarta, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Hero Supermarket di
LAMPIRAN 1 No. Responden : KUESIONER
LAMPIRAN 1 No. Responden : KUESIONER Kepada : Yth. Responden Dengan hormat, Terima kasih atas partisipasi anda menjadi salah satu responden dan secara sukarela mengisi kuesioner ini. Saya mahasiswi Universitas
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Metode Penentuan Sampel
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Taman Rekreasi Kampoeng Wisata Cinangneng (TRKWC) yang berlokasi di Jalan Raya Bogor-Leuwiliang km.11, Desa Cihideung Udik,
Mohon berikan tanda ( ) pada jawaban yang anda pilih :
Lampiran 1 Kuesioner :(Lanjutan) PETUNJUK : Mohon berikan tanda ( ) pada jawaban yang anda pilih : Jenis Kelamin Umur : ( ) Pria ( ) 17-24 ( ) Wanita ( ) 25-34 ( ) 35-49 ( ) 50-64 ( ) 65 tahun keatas Pendidikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pemecahan masalah dalam penelitian ini diawali dengan studi literatur yang mencakup kajian teori, penelitian empiris sebelumnya dan model yang relevan dengan masalah penelitian.
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Profil Responden Bagian ini akan membahas karakteristik responden. Karakteristik dasar responden yang ditanyakan adalah jenis kelamin, pendidikan formal terakhir, usia, jenis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh karakteristik produk (product characteristic),
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Hasil penelitian dalam bab ini dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu (1) mendeskripsikan keterampilan belajar dan lima disiplin organisasi pembelajar yang terdiri
3. METODE PENELITIAN 3.1. Penentuan Waktu dan Lokasi 3.2. Jenis Penelitian 3.3. Teknik Pengambilan Sampel
3. METODE PENELITIAN 3.1. Penentuan Waktu dan Lokasi Penelitian dilaksanakan pada 12 Februari 2016 hingga13 April 2016 di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Pemilihan lokasi dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel 3.1.1 Populasi Populasi adalah kelompok subyek yang hendak digeneralisasikan oleh hasil penelitian (Sugiyono, 2014). Sedangkan Arikunto (2010) menjelaskan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) merupakan salah satu produsen motor yang memiliki pangsa pasar cukup luas. Dengan meningkatnya permintaan
Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Kepuasan dan Loyalitas Pengunjung Taman Rekreasi Kampoeng Wisata Cinangneng
LAMPIRAN 118 Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Kepuasan dan Loyalitas Pengunjung Taman Rekreasi Kampoeng Wisata Cinangneng No Variabel Indikator Notasi Hasil Uji Validitas Ketarangan r hitung r tabel Valid
UJIAN MID-SEMESTER SEM PATH-ANALYSIS. nonton TV, dan nilai merupakan variabel endogen. Penerapan analisis jalur. X dan belajar X
UJIAN MID-SEMESTER SEM PATH-ANALYSIS 1. Paradigma hubungan antara variabel : Pada penelitian ini menggunakan data set yang berisi empat variabel yaitu Sadar Ujian Nasional () sebagai variabel eksogen,
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) (Studi Kasus di Jurusan Statistika Universitas Diponegoro Semarang) SKRIPSI
BAB II LANDASAN TEORI
8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Jasa Jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak yang lain, yang pada dasarnya bersifat intangible ( tidak berwujud
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Structural Equation Modeling (SEM) Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah salah satu teknik peubah ganda yang dapat menganalisis secara simultan
c) Usia: 1. Usia tahun 3. Usia tahun 2. Usia tahun
Lampiran 1 Kuesioner Responden yang terhormat, Perkenankanlah saya, mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, mohon bantuan Anda untuk meluangkan waktu mengisi/menjawab
Hasil Model Awal Model Persamaan Struktural untuk Pengaruh Sertifikasi terhadap Kinerja dan Kompetensi
Lampiran 1: Hasil Model Awal Model Persamaan Struktural untuk Pengaruh Sertifikasi terhadap Kinerja dan Kompetensi Raw Data from file 'F:\pa_mughni\PRE.psf' Sample Size = 72 Latent Variables S KI KO Relationships
BAB III METODE PENELITIAN. terdaftar di Badan Pusat Statistik (BPS) sejak sampel. Berikut jumlah perusahaan yang berpartisipasi:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Objek dan Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, objek penelitian adalah karyawan-karyawan dengan jabatan manajer pada perusahaan manufaktur yang ada di kota Semarang yang
KUESIONER PENELITIAN. Berilah tanda (X) pada satu pilihan yang sesuai dengan jawaban anda. 1. Jenis Kelamin: : a. Laki laki b.
96 A. Karakteristik Responden KUESIONER PENELITIAN Berilah tanda (X) pada satu pilihan yang sesuai dengan jawaban anda 1. Jenis Kelamin: : a. Laki laki b. Perempuan 2. Status : a. Menikah b. Belum Menikah
Lampiran 1 Kuesioner. Hormat saya, Selvia Indrawati. 1. Karakteristik responden. 1. Usia saya saat ini :
68 Lampiran 1 Kuesioner Kami mohon kesediaan bapak/ibu untuk berkenan mengisi kuesioner berikut ini dengan judul Pengaruh Brand Affect, Brand Quality, Brand Trust Terhadap Consumer s Brand extention Attitude
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh guru PAUD di Salatiga, dengan menggunakan sampel guru PAUD di Salatiga yang diambil dari 3 kecamatan
VIII. ANALISIS STRUCTUAL EQUATION MODEL (SEM)
Atribut yang ditetapkan pada variabel kepuasan merupakan atribut mengenai kepuasan konsumen secara keseluruhan (overall satisfaction). Berdasarkan sebaran pilihan responden, lebih dari setengah dari jumlah
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECENDERUNGAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA ITS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECENDERUNGAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA ITS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL Arlina Sephana 1 dan Dwi Endah Kusrini 1 Mahasiswa Jurusan Statistika FMIPA-ITS
BAB III METODE PENELITIAN. teknik sampling, definisi operasional variabel dan teknik analisis yang digunakan. A. Desain Penelitian
digilib.uns.ac.id 23 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian berisi tentang desain penelitian, populasi, sampel dan teknik sampling, definisi operasional variabel dan teknik analisis yang digunakan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (BBPLK) Serang. Sedangkan untuk subyek penelitian ini yaitu seluruh pegawai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang. Sedangkan untuk subyek penelitian ini yaitu seluruh pegawai
PENGANTAR PENGISIAN KUESIONER PEEITIAN
PENGANTAR PENGISIAN KUESIONER PEEITIAN Kepada Yth. - Bapak/Ibu Pegawai Kelurahan Petojo Utara Kecamatan Gambir - Bapak/Ibu Warga Masyarakat yang sedang mengurus Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan tersebut.
II LANDASAN TEORI Definisi 1 (Prestasi Belajar) b. Faktor Eksternal Definisi 2 (Faktor-Faktor yang mempengaruhi prestasi) a.
II LANDASAN TEORI Definisi 1 (Prestasi Belajar) Prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.
Kepada Yth, Bapak/Ibu Pegawai Panin Bank Cabang Utama Palmerah Di Jakarta
Jakarta, Mei 2008 Kepada Yth, Bapak/Ibu Pegawai Panin Bank Cabang Utama Palmerah Di Jakarta Dengan hormat, Berikut ini saya sampaikan kuesioner yang terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu kepemimpinan, motivasi
PENGANTAR. Yogyakarta, Penulis, Prof. Dr. H. Siswoyo Haryono, MM, MPd. NIDN : /NIRA :
PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah swt, bahwa akhirnya modul atau hand out yang sederhana ini dapat hadir di hadapan pembaca. Buku tersebut merupakan hasil kompilasi dari materi mengajar Metodologi
BAB III MODEL KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
37 BAB III MODEL KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS 3.1. Model Konseptual Sebelumnya telah dikemukakan beberapa hal yang mempengaruhi intensitas pembelian, dalam hal ini terhadap produk Toyota Avanza. Untuk itu,
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Perkembangan teknologi komunikasi informasi membuat konsumen semakin kritis memilih produk untuk memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut memaksa dunia usaha
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Waktu Penelitian Penelitian ini menganalisis bagaimana pengaruh kepuasan terhadap kepercayaan dan komitmen dalam membangun loyalitas pelanggan. Data
BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini bertujuan untuk memberikan suatu dasar yang valid dan reliabel untuk
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini bertujuan untuk memberikan suatu dasar yang valid dan reliabel untuk menghasilkan data yang dapat diyakini kebenarannya, sehingga informasi yang diperoleh dari penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. seluruh karyawan yang menggunakan sistem ERP di PT Angkasa Pura II
62 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan yang menggunakan sistem ERP di PT Angkasa Pura II (Persero).
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL. Oleh: I Wayan Jaman Adi Putra
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL Oleh: I Wayan Jaman Adi Putra 1. Proses Pemodelan Persamaan Struktural Penggunaan analisis Pemodelan Persamaan Struktural (Structural Equation
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Uji Pendahuluan BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan dengan metode survey, penulis menyebarkan sebanyak 110 kuesioner yang dilakukan dengan cara membagi secara langsung ke responden.
Lampiram 1. Hasil Pengujian Normalitas Data Test of Univariate Normality for Continuous Variables. Skewness Kurtosis Skewness and Kurtosis
Lampiram 1. Hasil Pengujian Normalitas Data Test of Univariate Normality for Continuous Variables Skewness Kurtosis Skewness and Kurtosis Variable Z-Score P-Value Z-Score P-Value Chi- Square P-Value X11-5.284
No. Responden:... (diisi peneliti)
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH MUSIK DAN PENCAHAYAAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN YANG DIMODERASI EMOSI PADA CHARLES & KEITH GALAXY MALL SURABAYA No. Responden:... (diisi peneliti) Responden yang
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang ditinjau dari nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data, baik data yang bersifat data sekunder maupun data primer, dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2013).
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menjelaskan mengenai pelaksanaan penelitian yang telah dijelaskan pada bab tiga sebelumnya, dimulai dari penjelasan mengenai responden, pengujian statistik
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 1.1. Desain Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan penelitian menggunakan metode Kausalitas, digunakan untuk meneliti pada pupolasi atau sampel tertentu, pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek penelitian Subjek penelitian yang akan kami ambil adalah mahasiswa yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengetahui perbedaan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Kemiskinan mempunyai indikator dan faktor penyebab. Mereka adalah sebagian warga miskin kota Depok. Pemerintah Depok menggolongkan mereka ke dalam kelompok
BAB III METODE PENELITIAN. dalam menghasilkan data yang dapat diyakini kebenarannya, sehingga informasi
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini bertujuan untuk memberikan landasan yang valid dan reliabel dalam menghasilkan data yang dapat diyakini kebenarannya, sehingga informasi yang dihasilkan dapat dipercaya
59
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Hasil Penelitian 5.1.1. Pendahuluan Tahapan pada bab ini adalah analisa hasil penelitian dengan cara mengolah data-data yang didapatkan sebelumnya, sehingga dapat
49 pengaruh satu atau lebih variabel bebas (variabel eksogen) terhadap variabel terikat (variabel endogen). Variabel independen atau variabel eksogen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1) Waktu Penelitian ini tentang pengaruh ketidakpuasan konsumen dan promosi penjualan pesaing terhadap minat untuk berpindah merek dan mencari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian 1. Obyek Obyek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data dan obyek pada penelitian ini adalah Waroeng Spesial Sambal di Yogyakarta.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
24 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain riset merupakan suatu kerangka dasar atau blueprint yang mengarahkan proyek penelitian pemasaran (Malhotra, 2007). Desain riset memaparkan prosedur
BAB III METODE PENELITIAN. Kebayoran, Jakarta Selatan selama penelitian. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang dipilih sebagai tempat penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Industri ini mengacu pada kegiatan operasional percetakan dan obyek penelitian ini ialah untuk mengetahui besarnya pengaruh Kepercayaan Pelanggan dan Kualitas
PENGARUH HARGA DISKON TERHADAP NIAT BELI MELALUI STORE IMAGE PADA MATAHARI DEPARTMENT STORE SURABAYA. I. Data Responden Usia :
PENGARUH HARGA DISKON TERHADAP NIAT BELI MELALUI STORE IMAGE PADA MATAHARI DEPARTMENT STORE SURABAYA Saya mohon kesediaan Anda untuk berkenan mengisi kuesioner berikut ini mengenai diskon harga, niat beli,
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian yang dilaksanakan di Hotel Prapancha ini merupakan penelitian asosiatif atau hubungan kuantitatif dengan statistik. Karena bertujuan untuk mengetahui
