BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
|
|
|
- Devi Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pengadilan Negeri Bangli merupakan Peradilan Tingkat Pertama yang berada dibawah kekuasaan Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai salah satu penyelenggara penegakan hukum di Indonesia, dalam hal ini Pengadilan Negeri Bangli sebagai birokrasi penyelenggara kekuasaan kehakiman. Sebagai unit kerja yang berada dibawah Mahkamah Agung, Pengadilan Negeri Bangli mempunyai visi : Mewujudkan Pengadilan Negeri Bangli Yang Agung Sebagai salah satu Lembaga Pemerintah di Indonesia, Pengadilan Negeri Bangli mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang diamanatkan oleh rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Tanggung jawab tersebut dilaksanakan dengan menyiapkan, menyusun dan menyampaikan laporan kinerja secara tertulis, periodik dan melembaga. Pelaporan kinerja yang dimaksud meliputi penyampaian capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam satu tahun untuk mewujudkan tujuan dan sasaran kinerja disertai dengan penjelasan keberhasilan dan kegagalan tingkat pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli. Sesuai dengan bunyi dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang menyatakan bahwa asas-asas umum Penyelenggara Negara meliputi Asas Kepastian Hukum, Asas Keterbukaan, Asas Proporsionalitas, Asas Profesionalitas dan Asas Akuntabilitas. Pengadilan Negeri Bangli dalam mewujudkan suatu sistem pemerintahan yang baik (good government), diperlukan adanya prinsip-prinsip diantaranya partisipasi, penegakan hukum, transparansi, kesetaraan, daya tanggap, wawasan kedepan, akuntabilitas, pengawasan, profesionalisme, efisien dan efektifitas. Prinsip Akuntabilitas lebih ditegaskan lagi dalam visi, misi dan program Membangun Indonesia yang Bersih, Adil dan Sejahtera melalui program peningkatan pengawasan untuk menjamin akuntabilitas, transparansi dan perbaikan kinerja Aparatur Negara. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan setiap tahunnya, sebagai salah satu bentuk manifestasi dan evaluasi kinerja Instansi Pemerintah dalam satu tahun anggaran, evaluasi dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja dapat dijadikan acuan 1
2 perbaikan kinerja di masa mendatang. Penyusunan Laporan Kinerja Pengadilan Negeri Bangli mengacu pada Instruksi Presiden Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah jo Peraturan Presiden Nomor : 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta DIKTUM KETIGA Instruksi Presiden Nomor : 5 Tahun 2004 mengenai penyusunan dokumen Penetapan Kinerja (PK) dan Surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 355A/SEK/KU.01/11/2014 tanggal 28 Novembetr 2014 tentang penyampaian LAKIP tahun 2014 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pengadilan Negeri Bangli merupakan pengadilan tingkat pertama dibawah Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan dalam penegakan supremasi Hukum dan Keadilan. Pengadilan Negeri Bangli sebagai salah satu penyelenggara kekuasaan kehakiman mempunyai tugas dan kewenangan sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 Tentang Peradilan Umum. Tugas Pokok : 1. Pengadilan Negeri Bangli bertugas dan berwenang menerima, memutus serta menyelesaikan perkara pidana dan perkara perdata di tingkat pertama. 2. Pengadilan Negeri Bangli dapat memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat tentang hukum kepada Instansi Pemerintah Kabupaten Bangli, apabila diminta. 3. Pengadilan Negeri Bangli dapat diserahi tugas dan kewenangan lain oleh atau berdasarkan Undang-Undang. Fungsi : 1. Pengadilan Negeri Bangli memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat pencari keadilan pada umumnya mengenai berbagai perkara/sengketa. 2. Pengadilan Negeri Bangli merupakan pelaksana hukum positif bagi masyarakat pencari keadilan di Kabupaten Bangli. 3. Pengadilan Negeri Bangli memberikan kontribusi hukum terapan dalam upaya pembangunan hukum nasional. 4. Pengadilan Negeri Bangli memberikan pelayanan teknis yustisial dan administrasi perkara di tingkat pertama. 2
3 5. Pengadilan Negeri Bangli memberikan pelayanan administrasi umum kepada semua unsur di lingkungan Pengadilan Negeri. C. STRUKTUR ORGANISASI Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Bangli terdiri dari Pimpinan, Hakim, Panitera/Sekretaris dan Jurusita. 1. Pimpinan Pengadilan Negeri Bangli terdiri dari seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua. 2. Hakim Pengadilan Negeri Bangli adalah pejabat yang melaksanakan tugas Kekuasaan Kehakiman. 3. Untuk urusan Kepaniteraan, Pengadilan Negeri Bangli dipimpin oleh seorang Panitera/Sekretaris. Dalam melaksanakan tugas kepaniteraan, Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Bangli dibantu oleh seorang Wakil Panitera, beberapa orang Panitera Muda, beberapa orang Panitera Pengganti, dan beberapa orang Jurusita. 4. Dalam melaksanakan tugas kesekretariatan, Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Bangli dibantu oleh seorang Wakil Sekretaris, beberapa Kepala Sub Bagian dan staf administrasi. Secara rinci Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Bangli dapat dilihat pada Lampiran I. D. SISTEMATIKA PENYAJIAN Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri Bangli memberikan penjelasan tentang pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli secara umum selama tahun Perhitungan capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun 2014 merupakan perbandingan realisasi kinerja Pengadilan Negeri Bangli terhadap target dalam Penetapan Kinerja dalam tahun 2013, dimana capaian kinerja akuntabilitas merupakan tolak ukur keberhasilan tahunan Pengadilan Negeri Bangli. Analisis dan evaluasi capaian kinerja dapat dijadikan acuan untuk perbaikan kinerja Pengadilan Negeri Bangli di masa mendatang. Sistematika Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri Bangli adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN, menjelaskan secara ringkas mengenai Latar Belakang, Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Negeri Bangli serta Sistematika Penyajian. 3
4 BAB II BAB III BAB IV PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA, menjelaskan muatan Rencana Strategis Pengadilan Negeri Bangli periode tahun , Indikator Kinerja Utama, Rencana Kinerja Tahunan 2014 dan Penetapan Kinerja Tahun AKUNTABILITAS KINERJA, menjelaskan capaian antara Target dan Realisasi kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 serta analisis pencapaian sasaran kinerja dikaitkan dengan pertanggungjawaban akuntabilitas keuangan. PENUTUP, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang. 4
5 BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS 1. Visi dan Misi Rencana Strategis Pengadilan Bangli Tahun merupakan komitmen bersama dalam menetapkan kinerja dengan tahapan-tahapan yang terencana dan terprogram secara sistematis melalui penataan, penertiban, perbaikan, pengkajian dan pengelolaan terhadap sistem kebijakan dan peraturan perundangan-undangan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi. Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolak ukur kinerja Pengadilan Negeri Bangli yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program Mahkamah Agung sesuai dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPNJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pengadilan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi pada tahun Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Bangli. Visi Pengadilan Negeri Bangli mengacu pada visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yaitu : MEWUJUDKAN PENGADILAN NEGERI BANGLI YANG AGUNG Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan agar visi Pengadilan Negeri Bangli dapat terlaksana dan terwujud dengan baik, adapun penetapan misi Pengadilan Negeri Bangli yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Menjaga kemandirian, netralitas dan profesionalise dalam menangani perkara yang masuk di Pengadilan Negeri Bangli. 2. Memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum kepada semua pihak yang berperkara di Pengadilan Negeri Bangli. 3. Meningkatkan kualitas dan skill sumber daya manusia yang dimiliki Pengadilan Negeri Bangli. 5
6 4. Meningkatkan transparansi di segala bidang dalam memberikan pelayanan publik. 2. Tujuan dan Sasaran Strategis Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun dan tujuan ditetapkan mengacu kepada pernyataan visi dan misi Pengadilan Negeri Bangli. Adapun Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Bangli adalah sebagai berikut : 1. Memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat pencari keadilan. 2. Memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat pencari keadilan. 3. Mewujudkan Badan Peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan dalam penyelesaian perkara. 4. Meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat kepada Pengadilan Negeri Bangli. Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun kedepan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014, sasaran strategis yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Bangli adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan percepatan penyelesaian perkara. 2. Peningkatan akseptabilitas Putusan Hakim. 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara. 4. Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (access to justice). 5. Peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap putusan pengadilan. 6. Peningkatan kualitas pengawasan. 3. Program dan Kegiatan Pokok Penetapan enam sasaran strategis sebagai acuan dalam mewujudkan penetapan visi dan misi Pengadilan Negeri Bangli melalui Program dan Kegiatan Pokok yang akan dilaksanakan yaitu : Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum merupakan program untuk mencapai sasaran strategis dalam hal percepatan penyelesaian perkara, tertib administrasi perkara, akseptabilitas terhadap putusan hakim dan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan. Kegiatan Pokok yang dilaksanakan Pengadilan 6
7 Negeri Bangli dalam pelaksanaan Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum adalah 1. Penyelesaian Perkara Pidana dan Perdata. 2. Penyelesaian Sisa Perkara. 3. Penyampaian berkas perkara banding secara lengkap dan tepat waktu. 4. Register dan pendistribusian berkas perkara ke Majelis yang tepat waktu. 5. Publikasi dan transparasi putusan perkara. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung dibuat untuk mencapai sasaran strategis menciptakan sumber daya manusia dalam peningkatan kualitas pengawasan, dimana kegiatan pokok yang dilaksanakan adalah 1. Tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat. 2. Tindak lanjut terhadap temuan dari tim pemeriksa. B. INDIKATOR KINERJA UTAMA Pengadilan Negeri Bangli telah menetapkan Reviu Indikator Kinerja Utama berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Bangli Nomor : W24- U.8/02/KP.04.15/1/2015 tanggal 5 Januari 2015 tentang Reviu Penetapan Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri Bangli, dapat dilihat sebagai berikut : KINERJA UTAMA Meningkatnya penyelesaian perkara INDIKATOR KINERJA a. Persentase mediasi yang dapat diselesaikan b. Persentase mediasi yang menjadi akta perdamaian c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan: - Perdata - Pidana d. Persentase perkara yang diselesaikan: - Perdata - Pidana e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan f. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan 7
8 KINERJA UTAMA Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan. Meningkatnya kualitas pengawasan INDIKATOR KINERJA Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: - Banding - Kasasi - Peninjauan Kembali a. Persentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis c. Persentase penyampaian pemberitahuan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan b. Persentase putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line. Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti. C. RENCANA KINERJA TAHUN 2014 Adapun rencana strategis kinerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun 2014, adalah sebagai berikut : NO. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Meningkatnya penyelesaian a. Persentase mediasi yang dapat 35 % perkara diselesaikan b. Persentase mediasi yang menjadi akta perdamaian 5 % 8
9 NO. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Meningkatnya penyelesaian perkara 2. Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara 4. Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) c. Persentase sisa perkara yang 100 % diselesaikan: - Perdata - Pidana d. Persentase perkara yang 99 % diselesaikan: - Perdata - Pidana e. Persentase perkara yang diselesaikan 99 % dalam jangka waktu maksimal 6 bulan f. Persentase perkara yang diselesaikan 1 % dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan Persentase perkara yang tidak 99 % mengajukan upaya hukum: - Banding - Kasasi - Peninjauan Kembali a. Persentase berkas yang diajukan 100 % banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap b. Persentase berkas yang diregister 100 % dan siap didistribusikan ke Majelis c. Persentase penyampaian 100 % pemberitahuan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak a. Persentase perkara prodeo yang 100 % diselesaikan b. Persentase putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line. 100 % 9
10 NO. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti 98 % 6. Meningkatnya kualitas pengawasan a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti 100 % b. Persentase temuan hasil 100 % pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti D. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Negeri Bangli, menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja. Penetapan Kinerja Tahun 2014 Pengadilan Negeri Bangli, sebagai berikut: NO. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Meningkatnya penyelesaian a. Persentase mediasi yang dapat 35 % perkara diselesaikan b. Persentase mediasi yang menjadi 5 % akta perdamaian c. Persentase sisa perkara yang 100 % diselesaikan: - Perdata - Pidana d. Persentase perkara yang diselesaikan: - Perdata - Pidana 99 % 10
11 NO. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Meningkatnya penyelesaian perkara 2. Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara 4. Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan 6. Meningkatnya kualitas pengawasan e. Persentase perkara yang diselesaikan 99 % dalam jangka waktu maksimal 6 bulan f. Persentase perkara yang diselesaikan 1 % dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan Persentase perkara yang tidak 99 % mengajukan upaya hukum: - Banding - Kasasi - Peninjauan Kembali a. Persentase berkas yang diajukan 100 % banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap b. Persentase berkas yang diregister dan 100 % siap didistribusikan ke Majelis c. Persentase penyampaian 100 % pemberitahuan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak a. Persentase perkara prodeo yang 100 % diselesaikan b. Persentase putusan perkara (yang 100 % menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line. Persentase permohonan eksekusi atas 98 % putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti a. Persentase pengaduan masyarakat 100 % yang ditindaklanjuti b. Persentase temuan hasil 100 % pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti 11
12 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. PENGUKURAN KINERJA Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi. Pengukuran Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan, untuk mencapai sasaran serta tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi. Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam tahun 2014 ini. Rincian tingkat capaian kinerja masing masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini. NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Meningkatnya a. Persentase mediasi yang 35 % 79,36 % 226,74 % penyelesaian perkara dapat diselesaikan b. Persentase mediasi yang 5 % - - menjadi akta perdamaian c. Persentase sisa perkara 100 % 100 % 100 % yang diselesaikan: - Perdata - Pidana d. Persentase perkara yang diselesaikan: - Perdata - Pidana 99 % 99,34 % 100,34 % 12
13 NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Meningkatnya penyelesaian perkara 2. Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara 4. Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan e.persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan f.persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: - Banding - Kasasi - Peninjauan Kembali a. Persentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis c. Persentase penyampaian pemberitahuan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan b. Persentase putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line. Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti 99 % 99,97 % 100,97 % 1 % 0,03 % 0,03 % 99 % 99,57 % 100,57 % 100 % 94,12 % 94,12 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % % 58,39 % 58,39 % 98 % 100 % 102,04 % 13
14 NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 6. Meningkatnya a.persentase pengaduan 100 % - - kualitas masyarakat yang pengawasan ditindaklanjuti b.persentase temuan hasil 100 % - - pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti B. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA Pengukuran kinerja Pengadilan Negeri Bangli Tahun 2014 mengacu pada indikator kinerja utama sebagaimana tertuang pada tabel diatas. Untuk mencapai sasaran kinerja yang telah ditetapkan, Pengadilan Negeri Bangli dalam tahun 2014 telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun hasil capaian kinerja sesuai sasaran yang telah ditetapkan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Sasaran I : Meningkatnya penyelesaian perkara Sasaran pertama indikator kinerja utama Pengadilan Negeri Bangli adalah peningkatan percepatan penyelesaian perkara dengan indikator-indikator kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut : a. Persentase mediasi yang dapat diselesaikan b. Persentase mediasi yang menjadi akta perdamaian c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan d. Persentase perkara yang diselesaikan e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan f. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan Analisis terhadap capaian indikator-indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun 2014 dalam mewujudkan sasaran peningkatan penyelesaian perkara adalah sebagai berikut : 1. A. Persentase mediasi yang dapat diselesaikan Mediasi merupakan proses penyelesaian sengketa melalui perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai lembaga tinggi yang membawahi seluruh pengadilan di Indonesia, telah menghimbau kepada Pengadilan yang menangani sengketa perkara agar dalam menyelesaikan sengketa perkara didahului melalui proses mediasi, dimana hal 14
15 tersebut telah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 01 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Adapun kebijakan Mahkamah Agung Republik Indonesia memberlakukan mediasi ke dalam proses perkara di Pengadilan didasari atas pertimbanganpertimbangan sebagai berilut : Proses mediasi diharapkan dapat mengatasi masalah penumpukan perkara. Proses mediasi dipandang sebagai cara penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan murah dibandingkan dengan proses litigasi. Pemberlakuan mediasi diharapkan dapat memperluas akses bagi para pihak untuk memperoleh rasa keadilan. Institusionalisasi proses mediasi ke dalam sistem peradilan dapat memperkuat dan memaksimalkan fungsi lembaga pengadilan dalam penyelesaian sengketa. Pengadilan Negeri Bangli sebagai salah satu pengadilan yang dbawahi oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia telah memberlakukan proses mediasi dalam menyelesaikan sengketa dalam perkara-perkara perdata gugatan. Pengadilan Negeri Bangli telah menetapkan Hakim Mediator ataupun Mediator (dari luar Pengadilan) serta telah menyediakan ruangan mediasi sebagai sarana dalam upaya menjembatani para pihak yang bersengketa di Pengadilan Negeri Bangli untuk menyelesaikan sengketa perkara melalui proses mediasi. Tabel persentase perkara perdata gugatan melalui proses mediasi Jenis Perkara Tahun 2014 Masuk Mediasi Persentase Perdata Gugatan ,57 Dalam tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli telah menerima 77 berkas perkara perdata gugatan dimana dari keseluruhan perkara perdata gugatan yang masuk tahun 2014 hanya 22 perkara perdata gugatan yang melakukan proses mediasi, sehingga persentase realisasi kinerja perkara perdata gugatan tahun 2014 yang melalui proses mediasi sebesar 28,57 %. INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase mediasi yang dapat diselesaikan 28, ,36 15
16 Nilai persentase realisasi kinerja tersebut telah melampaui target yang sudah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 36 %, sehingga nilai capaian indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli sebesar 79,36%. Tabel persentase perkara perdata gugatan melalui mediasi periode tahun Tahun Perkara Perdata Gugatan Masuk Mediasi Persentase , , , , ,36 Sebagai bahan perbandingan dengan tahun sebelumnya, persentase capaian perkara perdata gugatan tahun 2013 yang melalui proses mediasi sebesar 36,84 % dimana sebanyak 14 perkara perdata gugatan yang melakukan proses mediasi dari 38 perkara perdata yang masuk pada tahun 2013, sehingga terjadi penurunan kinerja penyelesaian perkara melalui proses mediasi. Pengadilan Negeri Bangli telah berupaya secara maksimal agar penyelesaian perkara perdata gugatan didahului melalui proses mediasi, akan tetapi terdapat kendala yang dihadapi dalam mengupayakan para pihak untuk melakukan mediasi. Banyak perkara perdata gugatan tahun 2014 yang diputus oleh Majelis Hakim secara verstek (tergugat tidak pernah hadir di persidangan), oleh karena salah satu pihak (tergugat) tidak pernah hadir di persidangan walaupun sudah dipanggil secara sah, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penyelesaian perkara perdata gugatan tersebut melalui proses mediasi. 1. B. Persentase mediasi yang menjadi akta perdamaian Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 01 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan merupakan panduan dalam penyelesaian perkara di Pengadilan melalui proses mediasi dengan tujuan adanya suatu kesepakatan atau perdamaian. Adanya PERMA tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang para pelaku dalam proses peradilan perdata di Pengadilan, bahwa lembaga Pengadilan tidak hanya memutus perkara, tetapi juga mendamaikan para pihak yang bersengketa. 16
17 Tabel. Persentase mediasi perkara perdata gugatan yang menjadi akta perdamaian Jenis Perkara Tahun 2014 Masuk Mediasi Perdamaian Persentase Perdata Gugatan Pada tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli menerima gugatan perkara perdata sebanyak 77 berkas perkara perdata gugatan yangmana dari jumlah perkara perdata gugatan tersebut yang melakukan proses mediasi sebanyak 22 perkara. Dalam proses melakukan mediasi, dari 22 perkara tersebut tidak ada perkara yang menjadi akta perdamaian sedangkan mediasi untuk 22 perkara lainnya dinyatakan gagal. Adapun nilai realisasi indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam penyelesaian perkara melalui proses mediasi yang menjadi akta perdamaian sebesar 0 %. INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase mediasi yang menjadi akta perdamaian Nilai persentase realisasi indikator kinerja tersebut telah melampaui target yang sudah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 5 %, sehingga nilai capaian indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli sebesar 0 % Pengadilan Negeri Bangli selalu mengupayakan penyelesaian sengketa perkara melalui proses mediasi untuk tercapainya suatu perdamaian, akan tetapi dalam pelaksanaannya, banyak perkara yang melakukan mediasi mengalami kegagalan. Adapun hal-hal yang membuat penyelesaian perkara secara mediasi tidak mencapai suatu kesepakatan, adalah sebagai berikut : 1. Kedua pihak atau salah satu pihak sudah tidak mau melakukan perdamaian dan menginginkan adanya penyelesaian perkara dalam persidangan di Pengadilan. 2. Salah satu pihak hadir pada mediasi tahap pertama tetapi sebelum mencapai suatu kesepakatan, salah satu pihak tersebut tidak pernah hadir lagi dalam tahap mediasi selanjutnya. Sebagai bahan perbandingan dengan tahun sebelumnya, persentase penyelesaian perkara perdata gugatan melalui mediasi yang menjadi akta perdamaian adalah sebagai berikut : 17
18 Tahun Tabel Mediasi perkara perdata gugatan yang menjadi akta perdamaian periode tahun Perkara Perdata Gugatan Persentase Masuk Mediasi Perdamaian , Berdasarkan data tersebut di atas, adanya penurunan persentase kinerja pada penyelesaian perkara perdata gugatan melalui mediasi yang menjadi akta perdamaian dari capaian tahun 2013 dengan capaian tahun 2014 sebanyak 0 %. 1. C. Persentase sisa perkara yang diselesaikan Mahkamah Agung Republik Indonesia selalu melakukan berbagai cara untuk mempercepat penyelesaian perkara untuk meminimalisir adanya penumpukan perkara yang akan menjadi beban perkara di tahun berikutnya. Mahkamah Agung memberikan batas waktu 6 (enam) bulan kepada Pengadilan untuk menyelesaikan perkara termasuk tahap minutasi sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 tahun 1998 tentang penyelesaiain perkara. Bahwa perkara-perkara yang masuk pada tahun 2013 di Pengadilan Negeri Bangli yang tidak dapat diselesaikan pada tahun tersebut maka akan menjadi sisa perkara yang harus diselesaikan pada tahun Adanya sisa perkara tersebut disebabkan oleh karena : Adanya perkara yang masuk pada bulan Desember 2013 dan baru disidangkan pada Tahun Perkara yang masuk dibawah bulan Desember 2013 masih dalam tahap proses persidangan. Adapun penyelesaian sisa perkara di Pengadilan Negeri Bangli berdasarkan jenis perkaranya dapat dijelaskan sebagai berikut : Penyelesaian sisa perkara perdata Perkara perdata terdiri dari Perkara Perdata Gugatan dan Perkara Perdata Permohonan. Pada tahun 2013, terdapat sisa perkara perdata gugatan sebanyak 10 18
19 perkara dan perkara perdata permohonan sebanyak 1 perkara, sehingga jumlah sisa perkara perdata yang menjadi beban kerja yang harus diselesaikan pada tahun 2014 sebanyak 11 perkara. Adapun persentase penyelesaian sisa perkara perdata tahun 2013 adalah sebagai berikut : Tabel penyelesaian sisa perkara perdata tahun 2013 No. Jenis Perkara Sisa Perkara Putus Persentase (2013) (2014) 1. Perdata Gugatan Perdata Permohonan JUMLAH Bahwa penyelesaian sisa perkara perdata tahun 2013 sebanyak 11 perkara sudah dilaksanakan dan terselesaikan dengan baik di tahun 2014 dengan nilai capaian kinerja sebesar 100 %. Penyelesaian sisa perkara pidana Perkara pidana terdiri dari Perkara Pidana Biasa, Perkara Pidana Singkat dan Perkara Pidana Cepat (Pidana Lalu-lintas/Tilang dan Pidana RinganTipiring). Pada tahun 2013, terdapat sisa perkara pidana biasa sebanyak 10 perkara, sedangkan tidak ada sisa perkara untuk Perkara Pidana Singkat dan Perkara Pidana Cepat, sehingga jumlah sisa perkara pidana yang menjadi beban kerja yang harus diselesaikan pada tahun 2014 sebanyak 10 perkara. Adapun persentase penyelesaian sisa perkara pidana tahun 2013 adalah sebagai berikut : Tabel penyelesaian sisa perkara pidana tahun 2013 Sisa Perkara Putus Persentase No. Jenis Perkara (2013) (2014) 1. Pidana Biasa Bahwa penyelesaian sisa perkara pidana tahun 2013 sebanyak 10 perkara sudah dilaksanakan dan terselesaikan dengan baik di tahun 2014 dengan nilai capaian kinerja sebesar 100 %. Berdasarkan jumlah sisa perkara perdata dan pidana pada tahun 2013, maka sisa perkara yang harus diselesaikan Pengadilan Negeri Bangli di tahun 2014 sebanyak 21 19
20 perkara. Adapun pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam penyelesaian sisa perkara tahun 2013 dapat digambarkan dalam tabel berikut ini : INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase sisa perkara yang diselesaikan Berdasarkan data diatas, bahwa persentase nilai realisasi kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam penyelesaian sisa perkara tahun 2013 sebesar 100 % dimana nilai realisasi tersebut sudah sesuai dengan target yang telah ditentukan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli. Adapun perbandingan penyelesaian sisa perkara tahun sebelumnya terhadap penyelesaian sisa perkara di tahun 2014, sebagai berikut : Tahun Sisa Perkara Jumlah Perkara Persentase Tahun Sebelumnya yang Diselesaikan Akuntabilitas kinerja Pengadilan Negeri Bangli dari tahun ke tahun sudah sesuai atau memenuhi target yang ditetapkan dengan nilai capaian kinerja sebesar 100%. Terlaksananya penyelesaian sisa perkara menunjukan bahwa sistem kerja yang berlaku di lingkungan Pengadilan Negeri Bangli telah berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak ada satupun sisa perkara tahun sebelumnya yang tidak terselesaikan pada tahun berikutnya. 1. D. Persentase perkara yang diselesaikan Selain penyelesaian sisa perkara tahun 2013 yang diselesaikan pada tahun 2014, indikator akuntabilitas kinerja Pengadilan Negeri Bangli juga mengacu pada penyelesaian perkara yang masuk di tahun 2014 yang dapat diputus atau diselesaikan dalam tahun itu juga. Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan efektifitas dan efisiensi perkara yang masuk tahun 2014 di Pengadilan Negeri Bangli. Sesuai dengan penjelasan dari Pasal 50 Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang perubahan kedua terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang 20
21 Peradilan Umum yang menyatakan bahwa Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara pidana dan perkara perdata di tingkat pertama, oleh karenanya Pengadilan Negeri Bangli berwenang untuk memutus ataupun menyelesaikan perkara-perkara baik perdata maupun pidana yang masuk pada tahun Adapun penyelesaian perkara pada tahun 2014 di Pengadilan Negeri Bangli berdasarkan jenis perkaranya dapat dijelaskan sebagai berikut : Penyelesaian perkara perdata dalam tahun 2014 Pada tahun 2014, perkara perdata gugatan yang masuk sebanyak 10 perkara dan perkara perdata permohonan yang masuk sebanyak 26 perkara, sehingga jumlah perkara perdata yang masuk di Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebanyak 103 perkara. Perkara Perdata tahun 2014 didominasi oleh perkara perdata gugatan yaitu gugatan perceraian. Persentase penyelesaian perkara perdata pada tahun 2014 dapat digambarkan dalam tabel berikut ini : Tabel Penyelesaian Perkara Perdata tahun 2014 No. Jenis Perkara Jumlah Perkara Masuk Putus Sisa Capaian 1. Perdata Gugatan ,32 2 Perdata Permohonan ,30 Jumlah ,61 Perkara perdata yang masuk tahun 2014 di Pengadilan Negeri Bangli sebanyak 103 perkara, dari jumlah perkara perdata tersebut, yang dapat diselesaikan pada tahun 2013 sebanyak 82 perkara sedangkan sisa perkara perdata sebanyak 21 perkara merupakan beban kerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun Adapun persentase realisasi nilai capaian penyelesaian perkara perdata tahun 2014 sebesar 79,61 %. 21
22 Penyelesaian perkara pidana dalam tahun 2014 Pada tahun 2014, jumlah perkara pidana yang masuk sebanyak perkara, yang mana dari keseluruhan perkara pidana tahun 2014 tersebut, perkara yang mendominasi adalah perkara pidana cepat khususnya pidana lalu-lintas (tilang) sebanyak perkara. Persentase penyelesaian perkara pidana pada tahun 2014 dapat digambarkan dalam tabel berikut ini : No. Jenis Perkara Jumlah Perkara Masuk Putus Sisa Capaian 1. Pidana Biasa ,67 2 Pidana Singkat Pidana Lalu-lintas Pidana Ringan Jumlah ,87 Perkara pidana yang masuk tahun 2014 di Pengadilan Negeri Bangli sebanyak perkara, sedangkan perkara pidana yang dapat diselesaikan pada tahun 2014 sebanyak perkara sehingga terdapat sisa perkara pidana sebanyak 5 perkara yang merupakan beban kerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun Dari hasil perhitungan persentase penyelesaian perkara pidana tahun 2014 diperoleh nilai realisasi kinerja sebesar 99,87 %. 22
23 Berdasarkan perhitungan jumlah dari perkara perdata dan pidana yang masuk ke Pengadilan Negeri Bangli pada tahun 2014, maka jumlah keseluruhan perkara yang menjadi beban kerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebanyak perkara terdiri dari 103 perkara perdata dabn perkara pidana. Adapun Rekapitulasi Keadaan Perkara Masuk pada Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 adalah sebagai berikut : 23
24 Tabel Rekapitulasi Keadaan Perkara Masuk dan Putus pada Pengadilan Negeri Bangli Tahun 2014 Jumlah perkara No. Tahun 2014 Masuk Putus Sisa 1 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Pada tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli menerima pelimpahan perkara sebanyak berkas perkara, dari keseluruhan perkara tersebut, hanya perkara yang dapat diselesaikan di tahun 2014 sehingga masih terdapat sisa perkara sebanyak 26 perkara yang akan menjadi beban kerja Pengadilan Negeri Bangli pada tahun 2015 mendatang. Adapun persentase nilai realisasi penyelesaian perkara masuk di Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 adalah sebagai berikut ; Tabel penyelesaian pekara Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 No. Jenis Perkara Jumlah Perkara Masuk Putus Sisa Capaian 1. Perdata ,32 2 Pidana ,87 Jumlah ,34 24
25 Bahwa penyelesaian perkara Pengadilan Negeri Bangli pada tahun 2014 sebanyak perkara dari jumlah beban kerja sebanyak perkara, sehingga diperoleh nilai persentase realisasi capaian kinerja sebesar %. INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase perkara yang 99, ,34 diselesaikan Realisasi capaian kinerja tersebut sudah memenuhi target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 99%. Sebagai perbandingan penyelesaian perkara dalam tahun-tahun sebelumnya terhadap penyelesaian perkara tahun 2014, digambarkan dalam tabel berikut ini : Tahun Jumlah Perkara Masuk Putus Sisa Capaian , , , , ,34 Persentase nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam penyelesaian perkara pada tahun 2014 mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan penyelesaian perkara pada tahun 2013, persentase penurunan nilai realisasi penyelesaian perkara sebesar 0,17 %. Penurunan tersebut disebabkan karena bertambahnya jumlah sisa perkara tahun 2014 (26 perkara) dibandingkan dengan jumlah sisa perkara tahun 2013 (21 perkara) sehingga hal tersebut sangat berpengaruh pada nilai hasil capaian kinerja. Pencapaian tersebut bisa diraih, oleh karena Pengadilan Negeri Bangli memiliki Sumber Daya Manusia yang handal khususnya Hakim dan Panitera ataupun Panitera Pengganti sehingga penyelesaian perkara dapat terealisasi dalam waktu yang singkat. 1. E. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan. Indikator akuntabilitas kinerja dalam mewujudkan peningkatan penyelesaian perkara adalah penyelesaian perkara dalam jangka waktu tidak lebih dari 6 bulan. Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 tahun 1998 tentang 25
26 penyelesaiain perkara, Mahkamah Agung memberikan batas waktu 6 (enam) bulan kepada Pengadilan untuk menyelesaikan perkara termasuk tahap minutasi. Pengadilan dalam melaksanakan kewenangannya yaitu menyelesaikan atau memutus perkara, diharapkan agar penyelesaian perkara tersebut dilakukan dalam waktu yang singkat sehingga dapat mengurangi adanya penumpukan perkara atau tunggakan perkara. Produktifitas Pengadilan Negeri Bangli dalam memutus perkara selama tahun 2014 berdasarkan jenis perkara dapat digambarkan dalam tabel berikut ini : Tabel Produktifitas Perkara Pengadilan Negeri Bangli JENIS PERKARA SISA 2013 JUMLAH PERKARA TAHUN 2014 MASUK BEBAN KERJA PUTUS SISA PERDATA GUGATAN PERDATA PERMOHONAN PIDANA BIASA PIDANA SINGKAT PIDANA CEPAT JUMLAH Beban kerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang merupakan akumulasi dari sisa perkara tahun 2013 ditambah dengan perkara yang masuk dalam tahun 2014 sehingga beban kerja Pengadilan Negeri Bangli sebanyak perkara, sedangkan produktifitas Pengadilan Negeri Bangli dalam memutus atau menyelesaikan perkara tahun 2014 sebanyak perkara. Adapun jangka waktu yang diperlukan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangli dalam memutus perkara dalam tahun 2014, adalah sebagai berikut : JANGKA WAKTU PENYELESAIAN NO. JENIS PERKARA (BULAN) JUMLAH < 1-6 > 6 1 PERDATA GUGATAN PERDATA PERMOHONAN PIDANA BIASA
27 JANGKA WAKTU NO. JENIS PERKARA PENYELESAIAN (BULAN) JUMLAH < 1-6 > 6 4 PIDANA SINGKAT PIDANA CEPAT JUMLAH PERSENTASE 99,97 0, Berdasarkan data pada tabel diatas, Pengadilan Negeri Bangli pada tahun 2014 telah menyelesaikan perkara dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan sebanyak perkara dengan persentase relaisasi capaian kinerja sebesar 99,97 %. INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase perkara yang 99, ,97 diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan Realisasi kinerja tersebut sudah memenuhi target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 99 %. Sebagai perbandingan penyelesaian perkara dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan pada tahun 2014 terhadap tahun-tahun sebelumnya, adalah sebagai berikut : TAHUN PERKARA PUTUS ( < 6 BULAN ) JUMLAH PERKARA PUTUS PERSENTASE , , , , ,97 Bahwa terjadi penurunan persentase penyelesaian perkara dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan dari tahun 2013 apabila dibandingkan dengan persentase di tahun 2014 walaupun dalam nilai persentase yang kecil (0,04 %). Hal tersebut dipengaruhi oleh karena adanya penurunan jumlah perkara pada beban kerja dan peningkatan jumlah perkara yang diputus, dimana beban kerja dalam tahun 2013 sebanyak perkara dengan jumlah perkara yang diputus sebanyak perkara sedangkan beban kerja dalam tahun 2014 sebanyak perkara dengan jumlah perkara yang 27
28 diputus sebanyak perkara, sehingga penurunan jumlah perkara tersebut sangat berpengaruh besar terhadap perhitungan nilai persentase capaian kinerja. 1. F. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan. Sejalan dengan penyelesaian perkara yang dilakukan dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan, maka perhitungan persentase penyelesaian perkara yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan sesuai dengan Tabel jangka waktu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangli dalam memutus perkara dalam tahun 2014, yang digambarkan kembali sebagai berikut : JANGKA WAKTU PENYELESAIAN NO. JENIS PERKARA (BULAN) JUMLAH < 1-6 > 6 1 PERDATA GUGATAN PERDATA PERMOHONAN PIDANA BIASA PIDANA SINGKAT PIDANA CEPAT JUMLAH PERSENTASE 99,97 0, Dalam tahun 2014, masih terdapat perkara yang harus diselesaikan oleh Pengadilan Negeri Bangli dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan yaitu sebanyak 1 perkara dengan persentase realisasi nilai capaian sebesar 0,03 %. INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan 0,03 1 0,03 Realisasi capaian kinerja tersebut tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 1 %, hal tersebut bukanlah merupakan penurunan akuntabilitas kinerja Pengadilan Negeri Bangli oleh karena penyelesaian perkara seharusnya dilakukan secara cepat (tidak 28
29 lebih dari 6 bulan). Persentase realisasi nilai penyelesaian perkara dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan seharusnya tidak boleh melebihi dari target yang telah ditentukan, maka dari itu relaisasi nilai capaian Pengadilan Negeri Bangli sebesar 0,03 % sudah sesuai dengan sasaran akuntabilitas kinerja dalam mewujudkan peningkatan penyelesaian perkara secara cepat. Adapun faktor faktor yang menyebabkan perkara-perkara yang harus diselesaikan melebihi jangka waktu 6 bulan adalah sebagai berikut : Perkara yang ditangani oleh Majelis Hakim merupakan perkara-perkara rumit (Gugatan Waris atau Gugatan Tanah) yang memerlukan pembuktian yang kuat dari para pihak misalnya adanya banyak saksi yang dihadirkan oleh para pihak sehingga memerlukan waktu yang lama dalam melakukan pemeriksaan perkara di persidangan. Salah satu pihak yang berperkara tidak konsisten hadir di persidangan (banyaknya penundaan persidangan) sehingga Majelis Hakim tidak dapat secara cepat melakukan pemeriksaan perkara. Banyaknya hari libur nasional dan hari libur fakultatif (Hari Raya Keagamaan) di Bali juga menyebabkan Majelis Hakim tidak dapat secara cepat melakukan penyelesaian perkara. Sebagai perbandingan penyelesaian perkara dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan pada tahun 2014 terhadap tahun-tahun sebelumnya, adalah sebagai berikut : TAHUN PERKARA PUTUS ( > 6 BULAN ) JUMLAH PERKARA PUTUS PERSENTASE , , , , ,03 Bahwa terjadi peningkatan nilai persentase penyelesaian perkara dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan dari tahun 2013 apabila dibandingkan dengan persentase di tahun 2014 walaupun dalam nilai persentase yang kecil (0,03%). Perhitungan persentase nilai tersebut sangat dipengaruhi oleh jumlah perkara pada beban kerja dan jumlah perkara yang diputus, sehingga persentase nilai realisasi tersebut tidak dapat dijadikan tolak ukur dalam peningkatan ataupun penurunan akuntabilitas kinerja. Secara angka pasti dapat dinyatakan bahwa terjadi penurunan jumlah perkara yang 29
30 diselesaikan lebih dari 6 bulan dari 4 perkara di tahun 2013 menjadi 1 perkara dalam tahun 2014 sehingga Pengadilan Negeri Bangli dapat dikatakan sudah memenuhi sasaran akuntabilitas kinerja dalam melakukan peningkatan penyelesaian perkara dalam waktu yang singkat. 2. Sasaran II : Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim Putusan Hakim atau lazim disebut juga dengan Putusan Pengadilan dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan Hakim yang diucapkan di depan persidangan dan bertujuan untuk mengakhiri atau menyelesaikan suatu perkara. Putusan Hakim merupakan sesuatu yang sangat diinginkan atau diharapkan para pihak yang berperkara untuk menyelesaikan sengketa/perkara, dimana Putusan Hakim diharapkan dapat menciptakan adanya kepastian hukum dan yang terpenting adalah Putusan Hakim haruslah dapat memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat. Hakim sebagai aparatur Negara dalam melaksanakan peradilan harus dapat menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat (pasal Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2012 tentang Kekuasaan Kehakiman). Putusan Hakim yang dapat diterima oleh masyarakat sebagai pencari keadilan, haruslah putusan yang dapat mencerminkan rasa keadilan, walaupun dalam kenyataannya sulit untuk mengukur kadar rasa keadilan itu sendiri. Akseptabilitas atau dapat diterimanya Putusan Hakim merupakan salah satu sasaran kinerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun 2014, dengan indikator kinerja yang digunakan adalah Putusan Pengadilan Negeri Bangli yang tidak melakukan upaya hukum. Upaya Hukum merupakan upaya yang diberikan oleh Undang-Undang kepada seseorang atau pihak yang berperkara dalam hal tertentu melawan putusan hakim. Upaya hukum dibagi menjadi dua macam yaitu Upaya Hukum Biasa terdiri dari Verzet, Banding dan Kasasi. Upaya Hukum Luar Biasa terdiri dari Peninjauan Kembali dan Derden Verzet. VERZET Verzet merupakan salah satu upaya hukum biasa yang dapat diminta oleh Tergugat terhadap suatu putusan verstek. Verzet dapat diajukan paling lambat 14 (empat belas) hari setelah pemberitahuan mengenai adanya putusan verstek kepada Tergugat apabila pemberitahuan tersebut langsung disampaikan sendiri kepada Tergugat. Jika pemberitahuan putusan itu tidak langsung diberitahukan kepada tergugat dan pada waktu aanmaning (peringatan) tergugat hadir, maka tenggang waktunya sampai pada 30
31 hari kedelapan setelah aanmaning. Jika Tergugat tidak hadir pada waktu aanmaning, maka tenggang waktunya adalah hari kedelapan sesudah sita eksekusi dilaksanakan, sesuai dengan ketentuan Pasal 129 ayat (2) HIR jo. Pasal 207 RBg. Perkara Verzet terhadap putusan verstek didaftar dalam satu nomor perkara dengan perkara verstek. Hakim yang melakukan pemeriksaan perkara verzet atas putusan verstek harus memeriksa gugatan secara keseluruhan dengan pemeriksaan perkara dilakukan secara biasa. Apabila dalam pemeriksaan verzet pihak Penggugat asal (Terlawan) tidak hadir, maka pemeriksaan dilakukan secara contradictoire, akan tetapi apabila Pelawan yang tidak hadir, maka Hakim menjatuhkan putusan verstek untuk kedua kalinya. Terhadap putusan verstek yang dijatuhkan kedua kalinya ini tidak dapat diajukan perlawanan, tetapi bisa diajukan upaya hukum banding berdasarkan Pasal 129 ayat (5) HIR dan Pasal 153 ayat (5) RBg. Pengadilan Negeri Bangli dalam tahun 2014 tidak pernah menerima permohonan upaya perlawanan/verstek terhadap putusan perdata verstek sehingga register perkara perdata gugatan kolom verstek dalam keadaan nihil. BANDING Banding merupakan salah satu upaya hukum biasa yang dapat diminta oleh salah satu atau kedua belah pihak yang berperkara terhadap suatu putusan Pengadilan Negeri. Perihal acara peradilan banding dalam hukum pidana diatur dalam pasal 233 sampai dengan pasal 243 KUHAP, Tenggang waktu pernyataan mengajukan banding adalah 14 hari sejak putusan dibacakan bila para pihak hadir atau 14 hari pemberitahuan putusan apabila salah satu pihak tidak hadir Adapun perhitungan Putusan Pengadilan Negeri Bangli Tahun 2014 yang melakukan upaya hukum banding adalah sebagai berikut : Tabel Persentase Banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bangli Tahun 2014 No. Jenis Tahun 2014 Persentase Perkara Beban Kerja Putus Banding 1 Pidana ,13 2 Perdata ,73 Jumlah ,30 Berdasarkan data dari tabel diatas, jumlah Putusan Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang melakukan upaya hukum sebanyak 12 perkara. 31
32 KASASI Kasasi merupakan salah satu upaya hukum biasa yang dapat diminta oleh salah satu atau kedua belah pihak yang berperkara terhadap suatu putusan Pengadilan Tinggi. Para pihak dapat mengajukan kasasi bila merasa tidak puas dengan isi putusan Pengadilan Tinggi kepada Mahkamah Agung. Pemeriksaan kasasi hanya meliputi putusan hakim yang mengenai hukum, jadi tidak dilakukan pemeriksaan ulang mengenai duduk perkaranya. Alasan mengajukan kasasi menurut pasal 30 Undang-Undang Nomor 03 tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 14 tahun1985 tentang Mahkamah Agung antara lain : 1. Tidak berwenang atau melampaui batas wewenang. 2. Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. 3. Lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh pertauran perundangundangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan. Permohonan kasasi harus sudah disampaikan dalam jangka waktu 14 hari setelah putusan atau penetepan pengadilan yang dimaksud diberitahukan kepada Pemohon (pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 03 tahun 2009). Mengenai ketentuan dalam Pasal 244 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mengatur larangan putusan bebas diajukan upaya hukum banding atau kasasi, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-X/2012 yang menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi membatalkan frasa kecuali terhadap putusan bebas dalam Pasal 244 KUHAP. Hal tersebut berarti bahwa setiap putusan bebas dapat diajukan upaya hukum kasasi Adapun keadaan perkara Pengadilan Negeri Bangli yang melakukan Upaya Hukum Kasasi Tahun 2014 Tabel Keadaan Kasasi Pengadilan Negeri Bangli Tahun 2014 Kasasi Tahun 2014 Jenis No. Kasasi Kasasi Perkara Jumlah (Banding) (Putusan Bebas) 1 Pidana Perdata Jumlah
33 Bahwa sebanyak 8 putusan perkara Pengadilan Negeri Bangli melakukan upaya hukum kasasi dalam tahun 2013, dengan perincian sebagai berikut : Kasasi terhadap putusan banding tahun 2014 : 5 perkara Kasasi terhadap putusan bebas tahun 2014 : 0 perkara PENINJAUAN KEMBALI Upaya hukum peninjauan kembali (request civil) merupakan suatu upaya agar putusan pengadilan baik dalam tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, maupun Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap (inracht van gewijsde), mentah kembali. Tenggang waktu mengajukan Peninjauan Kembali adalah 180 hari setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, dimana Permohonan Peninjauan Kembali tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan pengadilan (eksekusi). Berdasarkan pasal 67 Undang-Undang Nomor 03 tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 14 tahun1985 tentang Mahkamah Agung, permohonan peninjauan kembali putusan perkara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap hanya dapat diajukan bila berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut : a. Apabila putusan didasarkan pada suatu kebohongan atau tipu muslihat pihak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputus, atau didasarkan pada bukti-bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu. b. Apabila setelah perkara diputus, ditemukan surat-surat bukti yang bersifat menentukan yang pada waktu perkara diperiksa tidak ditemukan. c. Apabila telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih daripada yang dituntut. d. Apabila antara pihak-pihak yang sama mengenai suatu soal yang sama atas dasar yang sama, oleh pengadilan yang sama atau sama tingkatannya, telah diberikan putusan yang bertentangan satu dengan yang lain. e. Apabila mengenai sesuatu bagian dari tuntutan belum diputus tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya. f. Apabila dalam suatu putusan terdapat suatu kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata. Pengadilan Negeri Bangli dalam tahun 2014 tidak pernah menerima permohonan pengajuan Peninjauan Kembali dari para pihak yang berperkara, sehingga register peninjauan kembali tahun 2014 dalam keadaan nihil. 33
34 DERDEN VERZET Merupakan salah satu upaya hukum luar biasa yang dapat dilakukan oleh pihak ketiga dalam suatu perkara perdata. Derden verzet merupakan perlawanan pihak ketiga yang bukan pihak dalam perkara yang bersangkutan, oleh karena merasa dirugikam oleh putusan pengadilan. Syarat mengajukan derden verzet oleh pihak ketiga tersebut tidak cukup hanya punya kepentingan saja tetapi hak perdatanya benar-benar telah dirugikan oleh putusan tersebut. Secara singkat syarat utama mengajukan derden verzet adalah hak milik pelawan telah terlanggar karena putusan tersebut. Dengan mengajukan perlawanan ini pihak ketiga dapat mencegah atau menangguhkan pelaksanaan putusan (eksekusi). Pengadilan Negeri Bangli dalam tahun 2014 tidak pernah menerima permohonan Derden Verzet, sehingga register gugatan perkara perdata gugatan dalam kolom Derden Verzet tahun 2014 dalam keadaan nihil. Analisis capaian indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam mewujudkan sasaran akseptabilitas putusan Hakim adalah sebagai berikut : Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Adapun perhitungan Putusan Pengadilan Negeri Bangli Tahun 2014 yang tidak melakukan upayan hukum adalah perkara-perkara Pengadilan Negeri Bangli yang telah diputus dalam tahun 2014 dikurangkan dengan perkara-perkara yang melakukan upaya hukum banding dan upaya hukum kasasi terhadap putusan bebas, dapat dijelaskan dalam tabel berikut ini : Tabel perhitungan Putusan Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang melakukan upaya hukum No. Upaya Hukum Jumlah Perkara 1 Banding 12 2 Kasasi 5 Total 17 Tabel persentase Perkara Pengadilan Negeri Bangli yang tidak mengajukan upaya hukum Perkara tanpa Persentase Tahun Perkara Putus Upaya Hukum upaya hukum ,57 34
35 Bahwa realisasi persentase Perkara Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang tidak mengajukan upaya hukum sebesar 99,57 %. dimana realisasi persentase tersebut sudah memenuhi target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli. Adapun persentase capaian kinerja yang diperoleh Pengadilan Negeri Bangli dalam memenuhi sasaran akseptabilitas masyarakat terhadap Putusan Hakim adalah sebagai berikut : INDIKATOR KINERJA Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum REALISASI TARGET CAPAIAN 99, ,58 Sebagai perbandingan dengan tahun sebelumnya, persentase Perkara Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang tidak mengajukan upaya hukum adalah sebagai berikut : Tabel persentase Perkara Pengadilan Negeri Bangli yang tidak mengajukan upaya hukum periode tahun Tahun Perkara Putus Upaya Hukum Perkara tanpa upaya hukum Persentase , , , , ,57 Bahwa terjadi peningkatan nilai persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dari tahun 2013 ke tahun 2014 sebesar 0,09 %, hal tersebut disebabkan oleh karena adanya peningkatan jumlah perkara yang diputus dengan selisih perkara sebanyak 427 perkara. 3. Sasaran III : Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara Sasaran utama kinerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun 2014 dalam mewujudkan peningkatan penyelesaian perkara harus pula didukung dengan adanya pengelolaan administrasi perkara secara tertib dan baik sehingga peningkatan penyelesaian perkara dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adanya peningkatan 35
36 dalam penyelesaian perkara harus dibarengi pula dengan adanya peningkatan dalam efektifitas pengelolaan administrasi perkara. Maka untuk mewujudkan sasaran peningkatan dalam efektifitas pengelolaan administrasi perkara, indikator-indikator kinerja yang digunakan oleh Pengadilan Negeri Bangli adalah sebagai berikut : a. Persentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap. b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis c. Persentase penyampaian pemberitahuan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak. Analisis indikator-indikator kinerja pengadilan Negeri Bangli dalam mewujudkan sasaran peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara adalah sebagai berikut : 3. A. Persentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap. Upaya percepatan penyelesaian perkara yang dilakukan oleh Mahkamah Agung melalui pengaturan prosedur kelengkapan berkas permohonan kasasi dan peninjauan kembali dengan dikeluarkannya SEMA Nomor 14 Tahun 2010, yang mana Mahkamah Agung mewajibkan seluruh pengadilan untuk menyertakan dokumen elektronik dalam berkas permohonan kasasi dan peninjauan kembali. Pengabaian terhadap ketentuan tersebut akan berakibat pada dikembalikannya berkas tersebut ke pengadilan pengaju atau dengan kata lain berkas dinyatakan tidak lengkap. Keadaan perkara Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang mengajukan permohonan upaya hukum Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali adalah sebagai berikut : Tabel keadaan perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali tahun 2013 No. Jenis Perkara Banding Kasasi Peninjauan Kembali Jumlah Perkara 1. Pidana Perdata Jumlah Tabel. Persentase berkas perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali Pengadilan Negeri No. Upaya Hukum Jumlah Perkara Bangli yang dikirim secara lengkap. Dikirim Lengkap Tahun 2013 Belum Dikirim Tidak Dikirim Persentase 1. Banding ,67 36
37 No. Upaya Hukum Jumlah Perkara Dikirim Lengkap Tahun 2013 Belum Dikirim Tidak Dikirim Persentase 2. Kasasi Peninjauan Kembali Jumlah ,12 Selama tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli telah menerima permohonan upaya hukum banding dan kasasi sebanyak 17 perkara. Sebanyak 16 berkas perkara banding sudah diproses dan dikirm secara lengkap ke Pengadilan Tinggi Denpasar, sedangkan 1 berkas perkara pidana banding belum dikirim oleh karena masih dalam tahap proses kelengkapan berkas perkara. INDIKATOR KINERJA Berkas perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap REALISASI TARGET CAPAIAN 94, ,12 Persentase nilai realisasi pengiriman berkas perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali secara lengkap dari Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebesar 94,12 %, bahwa nilai realisasi tersebut tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 100 % sehingga nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebesar 94,12 %. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Bangli dalam penyampaian berkas perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali secara lengkap yaitu : 1. Adanya permohonan upaya hukum (banding, kasasi dan peninjauan) yang diajukan pada akhir tahun sehingga masih memerlukan waktu untuk proses kelengkapan berkas sehingga pengiriman berkas baru dapat dilakukan pada tahun berikutnya. 2. Berkas perkara permohonan kasasi dan peninjauan kembali yang harus disertai dokumen elektronik sesuai dengan SEMA Nomor 14 Tahun 2010, maka Pengadilan perlu melakukan sosialisasi kepada para pihak yang berperkara sehingga waktu untuk proses kelengkapan berkas perkara tidak dapat dilakukan secara cepat. 3. Adanya kualifikasi perkara yang tidak dapat dimintakan permohonan kasasi sesuai dengan Pasal 45A ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 03 tahun 2009 tentang Mahkamah Agung, sehingga tidak dapat diterimanya permohonan kasasi hanya 37
38 melalui Penetapan Ketua Pengadilan Negeri sedangkan berkas perkara tidak dikirim ke Mahkamah Agung. 3. B. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis. Efektifitas pengelolaan administrasi perkara dalam rangka upaya percepatan penyelesaian perkara dapat dilakukan melalui percepatan pendistribusian berkas perkara kepada Hakim/Majelis Hakim setelah perkara diterima dan dicatat ke dalam register perkara. Berkas perkara yang diterima Pengadilan Negeri harus segera dicatakan ke register perkara dan dibuatkan penetapan penunjukan Hakim/Majelis Hakim oleh Ketua Pengadilan Negeri sehingga sesegera mungkin dapat didistribusikan kepada Majelis Hakim untuk menentukan hari persidangan dimana waktu pelaksanaannya sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedures) paling lama 2 hari. Adapun nilai persentase berkas perkara Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang telah diregister dan didistribusikan kepada Hakim/Majelis Hakim tepat waktu sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedures) adalah sebagai berikut : Tabel persentase pendistribusian perkara kepada Hakim/Majelis secara tepat waktu No. Jenis Perkara Perkara Masuk Diterima oleh Hakim/Majelis Tepat Waktu Terlambat Persentase 1 Perdata Gugatan Perdata Permohonan Pidana Biasa Pidana Singkat Pidana Cepat Jumlah Dalam tahun 2014, semua perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri Bangli sudah dicatatkan dan didistribusikan kepada Hakim/Majelis tepat waktu sesuai dengan ketentuan dalam SOP (Standard Operating Procedures). INDIKATOR KINERJA Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase nilai realisasi kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam registrasi dan distribusi perkara masuk kepada Hakim/Majelis secara tepat waktu sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedures) sebesar 100 %, dimana nilai realisasi tersebut 38
39 sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sehingga nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebesar 100 %. 3.C. Persentase penyampaian pemberitahuan salinan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak Sesuai dengan ketentuan Pasal 52 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 49 tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum yang menyatakan bahwa Pengadilan wajib menyampaikan salinan putusan kepada para pihak dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak putusan diucapkan. Penyampaian salinan putusan kepada para pihak yang berperkara lebih diperjelas lagi dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 01 tahun 2011 tentang penyampaian salinan dan petikan putusan. Penyampaian salinan putusan perkara perdata dalam jangka waktu 14 hari setelah putusan diucapkan, atas permintaan pihak yang beperkara kecuali untuk putusan verstek sedangkan penyampaian salinan putusan perkara pidana dalam jangka waktu 14 hari setelah putusan diucapkan, kecuali untuk perkara pidana cepat. Adapun persentase penyampaian salinan putusan Pengadilan Negeri Bangli yang tepat waktu kepada para pihak adalah sebagai berikut : No. Tabel penyampaian salinan putusan Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 Jenis Perkara Perkara Masuk Perkara Putus Penyampaian Salinan Putusan Persentase 1 Perdata Gugatan Perdata Permohonan Pidana Biasa Pidana Singkat Jumlah INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase penyampaian pemberitahuan salinan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak Dalam tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli telah memutus 139 perkara perdata (gugatan dan permohonan) dan pidana (biasa dan singkat) dimana 139 salinan 39
40 putusan telah disampaikan tepat waktu kepada para pihak sehingga persentase nilai realisasinya sebesar 100%. Nilai realisasi tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 100 % sehingga nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebesar 100%. 4. Sasaran IV : Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) Reformasi Birokrasi yang ditandai dengan adanya tuntutan tata kelola kepemerintahan yang baik (Good Governance) yang mensyaratkan adanya akuntabilitas, transparasi dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses terjadinya kebijakan publik. Setiap Badan Publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 pasal 7 ayat 3 wajib membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara baik dan efisien sehingga layanan informasi dapat memberikan akses dengan mudah. Bahkan lebih lanjut setiap Badan Publik perlu melakukan pengelolaan informasi dan dokumentasi yang dapat menjamin penyediaan informasi yang mudah, cermat, cepat dan akurat. Transaparansi peradilan bagi Mahkamah Agung saat ini bukan saja menjadi kebutuhan publik tetapi juga kebutuhan seluruh warga badan peradilan. Dengan adanya transparansi peradilan, secara perlahan akan terjadi penguatan akuntabilitas dan profesionalisme serta integritas warga peradilan. Komitmen sekaligus semangat Pembaharuan Peradilan harus diimplementasikan guna mempercepat pencapaian menuju Peradilan yang modern, sebagai capaian dalam reformasi birokrasi menuju peradilan yang agung sebagai capaian puncak. Komitmen untuk memberikan keterbukaan baik proses maupun hasil akhir merupakan wujud nyata dari layanan publik sebagai akses terhadap keadilan (access to justice) yang diberikan oleh Pengadilan pada level terbawah hingga Mahkamah Agung Dalam mewujudkan peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice), yang juga merupakan sasaran kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 maka indikator-indikator kinerja yang digunakan adalah sebagai berikut : a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan. b. Persentase putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line. 40
41 Analisis indikator-indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam mewujudkan sasaran peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) adalah sebagai berikut : 4. A. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan Sesuai dengan ketentuan Pasal 68B Undang-Undang Nomor 49 tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum yang menyatakan bahwa setiap orang yang tersangkut perkara berhak memperoleh bantuan hukum. Pemberian bantuan hukum bertujuan untuk memberikan kesempatan yang merata kepada masyarakat tidak mampu untuk memperoleh pembelaan dan perlindungan hukum ketika berhadapan dengan proses hukum di pengadilan. Pemberian bantuan hukum merupakan implementasi Negara hukum yang mengakui dan menjamin serta melindungi hak asasi warga Negara akan kebutuhan akses terhadapkeadilan (acces to justice) dan persamaan dihadapan hukum (equality before the law) Bantuan Hukum yang diberikan sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 10 tahun 2010 adalah Jasa Advokat, Saksi Ahli, Saksi adecharge dan penerjemah untuk perkara pidana serta pemberian dana bantuan hukum berupa biaya proses berperkara secara cuma-cuma (prodeo) untuk perkara perdata. Penjelasan dari istilah Prodeo yaitu suatu proses berperkara di Pengadilan yang dibiayai oleh DIPA Pengadilan dalam hal ini dalam DIPA Pengadilan Negeri Bangli. Pemberian Dana Bantuan Hukum tahun 2014 untuk perkara di Pengadilan Negeri Bangli dapat dijelaskan sebagai berikut : No. Tabel Bantuan Hukum Perkara Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 Jenis Perkara Bantuan Hukum Advokat Saksi Saksi Ahli Penerjemah Prodeo 1 Pidana Biasa Perdata Gugatan Perdata Permohonan Perkara perdata baik gugatan dan permohonan tahun 2014, tidak ada satupun para pihak yang mengajukan permohonan perkara prodeo sehingga register dana bantuan hukum untuk perkara prodeo tahun 2014 dalam keadaan nihil, sehingga nilai realisasi penyelesaian perkara prodeo Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 adalah 0. 41
42 INDIKATOR KINERJA Persentase perkara prodeo yang diselesaikan REALISASI TARGET CAPAIAN Dalam tahun 2014, realisasi nilai penyelesaian perkara prodeo Pengadilan Negeri Bangli sebesar 0. Nilai realisasi tersebut tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 100 % sehingga nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebesar 0. Bahwa kendala yang dihadapi dalam pemberian dana bantuan hukum untuk perkara prodeo adalah belum adanya dana bantuan hukum untuk perkara prodeo dalam DIPA 03 Pengadilan Negeri Bangli tahun B. Persentase putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line Keterbukaan informasi yang efektif dan efisien merupakan bagian dari komitmen Mahkamah Agung dalam rangka reformasi birokrasi, dengan implementasi Mahkamah Agung melalui Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 144/KMA/VIII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan. Surat Keputusan tersebut telah lebih dahulu mendasari adanya keterbukaan informasi di Pengadilan, jauh sebelum diterbitkannya peraturan perundang-undangan lain yang mengatur pelaksanaan keterbukaan informasi yaitu Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik yang harus dijadikan pedoman pelayanan informasi oleh seluruh Badan Publik, termasuk Pengadilan. Mewujudkan pelaksanaan tugas dan pelayanan informasi yang efektif dan efisien serta sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan, diperlukan pedoman pelayanan informasi yang sesuai dengan tugas, fungsi dan organisasi Pengadilan. Untuk pedoman pelayanan informasi di pengadilan, Mahkamah Agung telah menetapkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 1-144/KMA/SK/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan sebagai pengganti Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 144/KMA/VIII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan. Pengadilan Negeri Bangli menyediakan 2 (dua) media dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, baik secara langsung melalui Meja Informasi maupun secara tidak langusung melalui website resmi Pengadilan Negeri Bangli. Meja 42
43 Informasi menyediakan informasi bagi masyarakat mengenai keadaan dan proses perkara baik pidana maupun perdata melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) atau Case Tracking Sistem (CTS). Program transparansi informasi Pengadilan melalui website resmi Pengadilan Negeri Bangli dapat diakses oleh pencari Informasi secara on line untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan sehubungan dengan pelayanan Pengadilan. Informasi-informasi yang dapat diperoleh di website diantaranya tentang proses peradilan, jadwal sidang, publikasi putusan, sarana dan prasarana serta informasi lain-lain yang dibutuhkan oleh pihak-pihak pencari keadilan. Publikasi putusan Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 yang sudah diupload ke Direktori Putusan yang sudah dapat diakses oleh masyarakat dapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel Upload Putusan Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 Perkara Perkara Publikasi Persentase Unit Organisasi Masuk Putus Putusan Pengadilan Negeri Bangli ,39 Dalam tahun 2014, perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri Bangli sebanyak 163 perkara dengan produktifitas perkara putus sebanyak 137 perkara, tetapi hanya 80 putusan yang baru dapat diupload di tahun 2014 sehingga nilai persentase realisasi putusan perkara yang dapat diakses oleh masyarakat sebesar 58,39 %. INDIKATOR KINERJA Persentase putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line REALISASI TARGET CAPAIAN 58, ,39 Nilai realisasi kinerja tersebut tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 100 % sehingga nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 sebesar 58,39 %. Pengadilan Negeri Bangli telah berupaya optimal untuk melakukan transparansi putusan melalui publikasi, oleh karena kurangnya Sumber Daya Manusia di Pengadilan Negeri Bangli mengakibatkan pengelolaan administrasi aplikasi Direktori Putusan tidak berjalan secara maksimal. 43
44 5. Sasaran V : Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan Indonesia sebagai negara hukum dengan sistem peradilan yang bebas, dimana dalam penerapan sistem peradilan bebas, pelaksanaan suatu putusan pengadilan merupakan hal terpenting demi menegakkan supremasi hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat, oleh karenanya apapun resiko yang dihadapi, suatu putusan pengadilan wajib untuk dilaksanakan. Implementasi penegakan supremasi hukum dapat dilihat dari kepatuhan masyarakat terhadap putusan pengadilan, sehingga peningkatan kepatuhan terhadap putusan pengadilan menjadi sasaran kinerja Pengadilan Negeri Bangli di tahun Untuk memenuhi sasaran kinerja tersebut, indikator kinerja yang digunakan adalah persentase pelaksanaan permohonan eksekusi terhadap putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap. Analisis indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam mewujudkan sasaran peningkatan kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan, adalah sebagai berikut : Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti Eksekusi dapat didefinisikan sebagai pelaksanaan isi putusan pengadilan, yakni melaksanakan secara paksa putusan pengadilan dengan bantuan kekuatan umum apabila pihak yang kalah (termohon eksekusi) tidak mau menjalankan putusan Pengadilan secara sukarela. Dalam pelaksanaan eksekusi terhadap putusan Pengadilan, putusan yang akan dieksekusi haruslah putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde) yangmana putusan tersebut bersifat condemnatoir (menghukum). Putusan condemnatoir yaitu putusan yang berisi penghukuman, dimana dalam amar putusan harus terdapat suatu perintah diantaranya : 1. Melakukan suatu perbuatan tertentu 2. Tidak melakukan suatu perbuatan 3. Menyerahkan sesuatu barang 4. Mengosongkan sebidang tanah dan/atau bangunan 5. Menghentikan suatu perbuatan atau keadaan 6. Membayar sejumlah uang Pengadilan Negeri Bangli dalam tahun 2014 telah menerima permohonan pelaksanaan eksekusi terhadap putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dengan persentase pelaksanaan eksekusi terhadap putusan perkara perdata adalah sebagai berikut : 44
45 Tabel persentase pelaksanaan permohonan eksekusi tahun 2014 Eksekusi Jenis Perkara Sudah Belum Prosentase Permohonan Dicabut Dilaksanakan Dilaksanakan Perdata Gugatan Dalam tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli telah menerima 5 permohonan eksekusi putusan perkara perdata dimana 2 permohonan eksekusi sisa dari tahun 2013 sudah dilaksanakan dan berjalan dengan baik, 5 permohonan eksekusi dicabut oleh pemohon eksekusi, sehingga persentase realisasi pelaksanaan terhadap permohonan eksekusi putusan perkara perdata sebesar 100 %. INDIKATOR KINERJA Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti REALISASI TARGET CAPAIAN ,04 Nilai realisasi pelaksanaan terhadap permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap sebesar 100 %, tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 98 % sehingga nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2013 sebesar 102,04 %. Bahwa hambatan yang dialami Pengadilan Negeri Bangli dalam memenuhi target indikator kinerja pelaksanaan terhadap permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap, oleh karena masih adanya perlawanan dari pihak termohon eksekusi terhadap putusan yang dimohonkan eksekusi. 6. Sasaran VI : Meningkatnya kualitas pengawasan Pengawasan merupakan aspek penting dalam menjaga citra pengadilan untuk dapat meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Pengawasan terhadap aparatur pengadilan tidak hanya dilakukan oleh pejabat internal pengadilan tetapi dapat juga dilakukan oleh masyarakat, instansi luar pengadilan ataupun media massa. Kualitas pengawasan terhadap Pengadilan Negeri Bangli dapat diukur dengan indikator kinerja yang digunakan yaitu : a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti 45
46 b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti Analisis indicator-indikator kinerja Pengadilan Negeri Bangli dalam mewujudkan sasaran peningkatan kualitas pengawasan, adalah sebagai berikut : 6. A. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti Penting bagi setiap lembaga peradilan untuk menjaga citra sehingga dapat meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan itu sendiri, dengan salah satu indikatornya yaitu tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat. Pengaduan atau laporan baik dari masyarakat, internal pengadilan, instansi lain maupun media massa tentang indikasi adanya penyalahgunaan wewenang, penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat pengadilan, wajib untuk ditindaklanjuti oleh pejabat pengadilan yang berwenang. Bahwa pedoman dan tata cara pelaksanaan penanganan pengaduan di Pengadilan Negeri Bangli disesuaikan dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 076/KMA/SK/VI/2009. Selama tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli tidak pernah menerima laporan atau pengaduan baik dari meja pengaduan maupun kotak pengaduan dalam website Pengadilan Negeri Bangli, sehingga register pengaduan Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 ditutup dengan keadaan nihil. INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti Pengadilan Negeri Bangli selalu berupaya optimal untuk selalu melakukan tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat, oleh karena tidak adanya pengaduan yang diterima oleh Pengadilan Negeri Bangli dalam tahun 2014, maka dari itu tidak ada realisasi kegiatan yang dilakukan, sehingga nilai realisasi pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti sebesar 0, dengan nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli juga sebesar B. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti Pengawasan internal terhadap Pengadilan Negeri Bangli dilakukan oleh Badan Pengawas Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi Denpasar, sedangkan pengawasan 46
47 eksternal terhadap Pengadilan Negeri Bangli dapat dilakukan oleh Lembaga/Instansi Pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk melakukan pemeriksaan. Dalam tahun 2014, Pengadilan Negeri Bangli telah menerima Tim Pengawas dari : 1. Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI ( tanggal 26 s/d 30 Januari 2014 ) melakukan monitoring tindak lanjut hasil pemeriksaan interim BPK tahun Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI ( tanggal 10 s/d 13 Juni 2014 ) Melakukan Audit Kinerja dan Penilaian Integritas. 3. Pengadilan Tinggi Denpasar ( tanggal 16 Juni 2014 ) Melaksanakan Pembinaan. Tabel temuan hasil pemeriksaan oleh Tim Pengawas BPK Ruangan (PN Bangli) Temuan Tim Pengawas Sub Bagian Umum 0 Sub Bagian Keuangan 0 Sub Bagian Kepegawaian 0 Kepaniteraan Hukum 0 Kepaniteraan Perdata 0 Kepaniteraan Pidana 0 Jumlah 0 Bahwa dari hasil pengawasan yang dilakukan terhadap Kinerja Pengadilan Negeri Bangli pada tahun 2014 tidak ada temuan yang begitu prinsip, karena telah mengikuti Standar Operasional yang ada. Tabel tindak lanjut terhadap temuan hasil pemeriksaan Unit Kerja Temuan Hasil Pemeriksaan Temuan yang ditindaklanjuti Persentase Pengadilan Negeri Bangli Bahwa dari hasil pemeriksaan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dan Pengadilan Tinggi Denpasar, temuan hasil pemeriksaan 0 dan temuan yang ditindaklanjuti 0, sehingga persentase hasil temuan yang ditindaklanjuti sebesar 0 %. 47
48 INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET CAPAIAN Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti Nilai realisasi tindak lanjut Pengadilan Negeri Bangli terhadap temuan hasil pemeriksaan sebesar 0 %, nilai realisasi tersebut tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Pengadilan Negeri Bangli sebesar 100 % sehingga nilai capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 hanya sebesar 0 %. C. AKUNTABILITAS KEUANGAN 1. Realisasi Penyerapan Anggaran DIPA Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Bangli untuk mencapai seluruh sasaran kinerja yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahun 2014, maka diperlukan adanya faktor pendukung berupa sarana dan prasarana yang penyediaan anggarannya ditentukan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2014 terdiri dari : - DIPA 01, Badan Urusan Administrasi meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Belanja Modal dengan 2 program kegiatan yaitu : 1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung. - DIPA 03, Badan Peradilan Umum meliputi Belanja Barang dengan 1 program kegiatan yaitu : 1. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum. Tabel Realisasi Anggaran kegiatan Pengadilan Negeri Bangli DIPA /2014 NO. KEGIATAN PAGU DIPA (Rp.) REALISASI SISA ANGGARAN (Rp.) % (Rp.) % 1 Belanja Pegawai , ,06 2 Belanja Barang , ,70 3 Belanja Modal , ,28 JUMLAH , ,35 48
49 Anggaran seluruh kegiatan Pengadilan Negeri Bangli dalam DIPA tahun 2014 sebesar Rp ,- (delapan miliar tiga ratus dua puluh empat juta tujuh ratus tiga puluh tiga ribu rupiah) dengan realisasi anggaran sebesar Rp (delapan miliar dua ratus sembilan puluh lima juta empat ratus tiga ribu lima ratus delapan puluh rupiah). Tabel realisasi anggaran program kegiatan Pengadilan Negeri Bangli dalam DIPA tahun 2014 DIPA PROGRAM PAGU DIPA REALISASI SISA ANGGARAN (Rp.) (Rp.) % (Rp.) % 01 Program Dukungan Manajemen , ,41 dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung Program Peningkatan Sarana , ,28 dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung 03 Program Peningkatan , ,88 Manajemen Peradilan Umum JUMLAH , ,36 Penjelasan realisasi anggaran program-program Pengadilan Negeri Bangli dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung. Anggaran Pengadilan Negeri Bangli untuk Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung dalam DIPA tahun 2014 sebesar Rp ,- (empat miliar enam ratus tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus tiga puluh tiga ribu rupiah) dengan penggunaan anggaran melalui belanja kegiatan sebagai berikut : NO. PROGRAM PAGU DIPA REALISASI SISA ANGGARAN (Rp.) Rp. % Rp. % 1 Belanja Pegawai , ,06 2 Belanja Barang Operasional , ,71 3 Belanja Barang Non Operasional , ,52 JUMLAH , ,41 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung. Anggaran Pengadilan Negeri Bangli untuk Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung dalam DIPA tahun 2014 sebesar Rp ,- (tiga miliar enam ratus empat puluh lima juta rupiah), dengan 49
50 penggunaan anggaran untuk kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana di Lingkungan Peradilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama. Adapun nilai realisasi anggaran kegiatan program tersebut sebesar Rp ,- (tiga miliar enam ratus tiga puluh empat juta tujuh ratus empat belas ribu rupiah) sehingga masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp ,- (sepuluh juta dua ratus delapan puluh enam ribu rupiah) dengan nilai persentase realisasi penyerapan anggaran untuk Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung tahun 2014 sebesar 99,72 %. 3. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum. Anggaran Pengadilan Negeri Bangli untuk Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum dalam DIPA tahun 2014 sebesar Rp ,- (enam puluh sembilan juta rupiah), dengan penggunaan anggaran untuk kegiatan Belanja Barang Operasional Persidangan. Adapun nilai realisasi penyerapan anggaran kegiatan program tersebut sebesar Rp ,- (enam puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh sembilan ribu tiga ratus enam puluh lima rupiah) sehingga masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp ,- (satu juta tiga ratus ribu enam ratus tiga puluh lima rupiah) dengan nilai persentase realisasi penyerapan anggaran untuk Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum tahun 2014 sebesar 98,12 %. 2. Laporan Pendapatan Negara Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 Pendapatan Negara Pengadilan Negeri Bangli DIPA 01(Badan Urusan Administrasi) merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari pendapatan pemanfaatan BMN berupa pendapatan sewa rumah dinas. Pendapatan Negara Pengadilan Negeri Bangli DIPA 03 (Badan Peradilan Umum) merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari : 1. Pendapatan Jasa berupa pendapatan jasa lembaga keuangan (jasa giro pihak ketiga) 2. Pendapatan Kejaksaan/Peradilan berupa pendapatan legalisasi tanda tangan, pendapatan ongkos perkara serta pendapatan Kejaksaan dan Peradilan lainnya. Tabel Pendapatan Negara DIPA 01 Pengadilan Negeri Bangli DIPA Penerimaan Negara Bukan Pajak 01 Pendapatan Pemanfaatan BMN Realisasi (Rp.) Setor Kas Negara (Rp.) - Sewa Rumah Dinas JUMLAH
51 DIPA Tabel Pendapatan Negara DIPA 03 Pengadilan Negeri Bangli Penerimaan Negara Bukan Pajak 03 Pendapatan Jasa - Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro Pihak Ketiga) Pendapatan Kejaksaan/Peradilan Realisasi (Rp.) Setor Kas Negara (Rp.) Pendapatan Legalisasi Tanda Tangan Pendapatan Ongkos Perkara Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan lainnya JUMLAH Laporan Keuangan Perdata Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 Keuangan perkara perdata meliputi penerimaan biaya panjar perkara atas pendaftaran perkara perdata (gugatan dan permohonan) serta pengeluaran biayabiaya dalam proses berperkara. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran keuangan perkara perdata dicatatkan dalan Buku Jurnal Keuangan Perkara Perdata, dengan perincian keadaan keuangan perkara perdata Pengadilan Negeri Bangli tahun 2013, adalah sebagai berikut : JUMLAH NO. URAIAN PENERIMAAN (Rp.) PENGELUARAN (Rp.) 1 Sisa Saldo (2013) Penerimaan Bulan ini Biaya Panggilan Biaya Pemeriksaan Setempat Biaya Pemberitahuan Pengiriman Berkas Perkara Materai Hak - Hak Kepaniteraan Pengembalian sisa panjar ATK Saldo Akhir (2014) JUMLAH
52 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Pelaksanaan akuntabilitas kinerja sebagai wujud tanggung jawab terhadap tuntutan dan aspirasi masyarakat untuk mencapai tujuan dan sasaran kinerja Pengadilan Negeri Bangli, dimana pelaksanaan tanggung jawab tersebut dilakukan dengan penyusunan dan penyampaian Laporan Akuntabilitas Kinerja secara periodik. Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014 merupakan gambaran pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli selama satu tahun dalam mewujudkan tujuan dan sasaran kinerja, disertai dengan penjelasan keberhasilan dan kegagalan tingkat pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli. Perhitungan capaian kinerja dilakukan dengan membandingkan antara realisasi kinerja Pengadilan Negeri Bangli selama tahun 2014 terhadap target dalam Penetapan Kinerja tahun Adapun keberhasilan dan kegagalan capaian kinerja Pengadilan Negeri Bangli tahun 2014, dapat dijelaskan dalam tabel Pengukuran Akuntabilitas Kinerja berikut ini : SASARAN NO KINERJA 1. Meningkatnya penyelesaian perkara INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET KETERANGAN a. Persentase mediasi yang 79,36 % 35 % Berhasil dapat diselesaikan b. Persentase mediasi yang 0 % 5 % - menjadi akta perdamaian c. Persentase sisa perkara 100 % 100 % Berhasil yang diselesaikan: - Perdata - Pidana d. Persentase perkara yang 99,34 % 99 % Berhasil diselesaikan: - Perdata - Pidana e.persentase perkara yang 99,97 % 99 % Berhasil diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan f.persentase perkara yang 0,03 % 1 % Berhasil diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan 52
53 SASARAN NO KINERJA 2. Peningkatan aksepbilitas putusan Hakim 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara 4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) INDIKATOR KINERJA REALISASI TARGET KETERANGAN Persentase perkara yang tidak 99,57 % 99 Berhasil mengajukan upaya hukum: - Banding - Kasasi - Peninjauan Kembali a. Persentase berkas yang 94,12 % 100 Gagal diajukan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang disampaikan secara lengkap b. Persentase berkas yang 100 % 100 % Berhasil diregister dan siap didistribusikan ke Majelis c. Persentase penyampaian 100 % 100 % Berhasil pemberitahuan putusan tepat waktu pada tempatnya kepada para pihak a. Persentase perkara prodeo 0 % 100 % - yang diselesaikan b. Persentase putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses oleh Masyarakat secara on line. 58,39 % 100 % Gagal 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan 6. Meningkatnya kualitas pengawasan Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti a.persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti b.persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti 100 % 98 % Berhasil 0 % 100 % - 0 % 100 % - 53
54 B. Saran Agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Bangli dapat berjalan dengan lancar dan adanya perbaikan capaian kinerja di tahun mendatang, maka Pengadilan Negeri Bangli menyarankan untuk terpenuhinya hal-hal sebagai berikut : 1. Peningkatan sarana dan prasarana sebagai faktor pendukung peningkatan percepatan penyelesaian perkara. 2. Adanya Pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. 3. Penambahan Pegawai di Pengadilan Negeri Bangli untuk meningkatkan penyelesaian adinistrasi perkara, oleh karena masih banyak pegawai yang bekerja secara merangkap. 4. Pengalokasian dana untuk mewujudkan program kegiatan Pengadilan Negeri Bangli harus sesuai dengan RKA-KL sehingga hasil kinerja maksimal yang diperoleh. 5. Adanya Sosialisasi tentang petunjuk penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sehingga terdapat persamaan persepsi dalam penyusunan laporan. 54
JALAN MERDEKA LINGKUNGAN I NOMOR 497, SEKAYU. : : WEBSITE TELEPON/ FAKSIMILI : /
JALAN MERDEKA LINGKUNGAN I NOMOR 497, SEKAYU TELEPON/ JALAN MERDEKA FAKSIMILI LINGKUNGAN : (0714) 321170 I NOMOR 497 SEKAYU WEBSITE TELEPON/ FAKSIMILI : 0714-321170/0714-331062 www.pa-sekayu.go.id e-mail
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PENGADILAN NEGERI DENPASAR
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PENGADILAN NEGERI DENPASAR TAHUN ANGGARAN 2013 Kata Pengantar Sebagai umat beriman dan bertakwa, sudah sepatutnya kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2012 PENGADILAN AGAMA SOLOK. Jl. KAPTEN BAHAR HAMID LAING KOTA SOLOK
PENGADILAN AGAMA SOLOK LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2012 PENGADILAN AGAMA SOLOK Jl. KAPTEN BAHAR HAMID LAING KOTA SOLOK PENGADILAN AGAMA SOLOK TAHUN 2012 IKHTISAR EKSEKUTIF Tersusunnya
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
PENGADILAN NEGERI RANGKASBITUNG RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 RENCANA STRATEGIS KINERJA TAHUN 2015 2019 PENGADILAN NEGERI RANGKASBITUNG PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,
PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS 2015-2019 Rencana Strategis Pengadilan adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil dicapai selama kurun waktu 1 ( satu ) sampai dengan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI SUNGGUMINASA
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PENGADILAN NEGERI SUNGGUMINASA TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI SUNGGUMINASA Jl. Usman Salengke No. 103, Sungguminasa, Kab. Gowa 92111 Telp./Fax 861089-861129
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN HASIL REVIU PENGADILAN NEGERI BANGLI. Jl. Brigjen Ngurah Rai No. 61
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015 2019 HASIL REVIU PENGADILAN NEGERI BANGLI Jl. Brigjen Ngurah Rai No. 61 KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah tersusun
BAB I. Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Negara Republik Indonesia
BAB I A. LATAR BELAKANG Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang telah diamandemen bahwa Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan Badan
TAHUN ANGGARAN Jl. Pengadilan No.8, Telp/Fax : (061) , P.O Box 1247 Medan 20112
TAHUN ANGGARAN 2016 Kata Pengantar ::. Daftar Isi ::. Ikhtisar Eksekutif ::. Pendahuluan ::. Perencanaan dan Penetapan Kinerja ::. Akuntabilitas Kinerja ::. Penutup ::. Jl. Pengadilan No.8, Telp/Fax :
(LKjlP) Pengadilan Agama Pangkalpinang tahun 2016, yang intinya memuat laporan
KATA PENGANTAR Atas berkat Ridho dan Karunia Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan petunjuknya sehingga pada akhirnya tersusunlah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjlP) Pengadilan Agama Pangkalpinang
C. Pengelolaan Keuangan BAB IV PENUTUP Kesimpulan... 73
C. Pengelolaan Keuangan... 67 BAB IV PENUTUP... 73 Kesimpulan... 73 LAMPIRAN : - Pernyataan Telah Direviu - Formulir Checklist Reviu - Reviu Matrik Rencana Strategis Pengadilan Tinggi Jakarta Tahun 2010-
HASIL REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN NEGERI DENPASAR
HASIL REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN NEGERI DENPASAR DENPASAR, NOPEMBER 2013 INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN NEGERI DENPASAR NO. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA PENJELASAN / FORMULASI
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
LAKIP 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Negeri Tangerang Jl. T.M.P Taruna Tangerang No. 7 www.pn-tangerang.go.id KATA PENGANTAR Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja
KATA PENGANTAR. dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan Review Dokumen Rencana Strategis
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan Review Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR...i. IKHTIAR EKSEKUTF...ii. DAFTAR ISI...iii BAB I PENDAHULUAN...1
IKHTIAR EKSEKUTF Salah satu azas dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang baik adalah akuntabilitas. Merupakan pertanggungjawaban dari amanah atau mandat yang melekat pada suatu lembaga dengan landasan
TAHUN ANGGARAN Jl. Pengadilan No.8, Telp/Fax : (061) , P.O Box 1247 Medan 20112
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN 2013.:: Kata Pengantar.:: Daftar Isi.:: Ikhtisar Eksekutif.:: Pendahuluan.:: Perencanaan dan Penetapan Kinerja.:: Akuntabilitas Kinerja.::
EXECUTIVE SUMMARY ( IKHTISAR EKSEKUTIF )
EXECUTIVE SUMMARY ( IKHTISAR EKSEKUTIF ) Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2017 Pengadilan Negeri Sungguminasa, merupakan LKjIP dari Renstra tahun 2015-2019. Laporan ini disusun
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
26 2 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2. Pengadilan Negeri Saumlaki Website : www.pn-saumlaki.go.id /2/26 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) PENGADILAN NEGERI SAUMLAKI TAHUN
Administrasi, Organisasi, Perencanaan dan Keuangan. Pengadilan Agama Brebes, merupakan lingkungan Peradilan Agama di bawah Mahkamah Agung Republik
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran Pengadilan Agama Brebes dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya, dibidang Administrasi, Organisasi,
PENGADILAN TINGGI AGAMA PADANG JL. BY PASS KM 24 ANAK AIR PADANG
PENGADILAN TINGGI AGAMA PADANG JL. BY PASS KM 24 ANAK AIR PADANG KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahiim Dengan memanjatkan puji serta syukur ke hadirat Allah SWT, atas berkah dan hidayahnya kami telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Pengadilan Negeri Kelas II Menggala secara geografis terletak di Kota Menggala yang beralamat di Jalan Cemara Komplek Perkantoran Pemda Tuba. Wilayah hukum Pengadilan
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN PENGADILAN NEGERI MAJENE
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN NEGERI MAJENE TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI MAJENE Jalan Jenderal Sudirman No. 100 Majene Telp. (0422) 21048 Fax (0422) 21666 website : pn_majene.go.id email
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN
PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI KELAS II GUNUNG SUGIH Jl. Negara, No. 100 Gunung Sugih Telp. 0725 529858, 0725 529859, fax. 0725 529859 Website
dibidang Administrasi, Organisasi, Perencanaan dan Keuangan. Pengadilan Negeri Wonosari, merupakan lingkungan Peradilan Umum di bawah Mahkamah Agung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran Pengadilan Negeri Wonosari dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya, dibidang Administrasi,
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
LKjIP 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH Pengadilan Negeri Tangerang Jl. T.M.P Taruna Tangerang No. 7 www.pn-tangerang.go.id KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, telah tersusun
KATA PENGANTAR. Tabanan, 04 Januari 2017 Pengadilan Agama Tabanan, Drs. Zainal Arifin, M.H. NIP
KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha penguatan akuntabilitas kinerja sebagaimana diatur dalam Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden
REVIU RENSTRA
PENGADILAN NEGERI PRAYA REVIU RENSTRA 2015-2019 REVIU RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI PRAYA TAHUN 2016 Jl. Diponegoro No. 2 Praya Telp. (0370) - 654082 Fax. (0370) - 653143 Kode Pos 83511 www.pn-praya.go.id
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
216 217 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 216. Pengadilan Negeri Saumlaki Website : www.pn-saumlaki.go.id 1/26/217 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) PENGADILAN NEGERI SAUMLAKI TAHUN 216
KETUA PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT
SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT Nomor: W9-A1/93/OT.01.3/I/2015 TENTANG PENETAPAN RENCANA STRATEGIS PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT TAHUN 2015-2019 KETUA PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Intensitas tantangan dunia peradilan ke depan cenderung semakin meningkat dan komplek. Dampak dari perkembangan teknologi informasi dan tingginya tuntutan masyarakat
KATA PENGANTAR. Ponorogo, 26 Januari 2013 KETUA PENGADILAN NEGERI PONOROGO M U S L I M, SH. NIP
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Ponorogo
BAB I PENDAHULUAN. Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran Pengadilan Agama Bantaeng dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya, dibidang Administrasi, Organisasi,
RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI MUARA TEWEH
1 i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmatnya, sehingga kami dapat menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Muara Teweh Tahun 2015-2019.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran Pengadilan Negeri Pangkajene dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya dibidang administrasi,
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional diarahkan untuk mewujudkan cita-cita luhur. Bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil, makmur, sejahtera,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan nasional diarahkan untuk mewujudkan cita-cita luhur Bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, mandiri dan bermartabat. Dalam mewujudkan
PENGADILAN NEGERI GIANYAR TAHUN
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN NEGERI GIANYAR TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI GIANYAR Jalan Ciung Wanara No. 1B Gianyar - Bali Telp./Fax. (0361 ) 943016 http://www. pn-gir.go.id Pengadilan Negeri
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) HASIL REVIU TAHUN
PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) HASIL REVIU TAHUN 2010-2014 PENGADILAN NEGERI KELAS II GUNUNG SUGIH Jl. Negara, No. 100 Gunung Sugih Telp. 0725 529858, 0725 529859, fax. 0725
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN
PENGADILAN NEGERI SALATIGA RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI SALATIGA Jl. Veteran No. 4 Salatiga Email : [email protected] Website : www.pn-salatiga.go.id KATA PENGANTAR
PENGADILAN NEGERI SLAWI RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN JL. A. YANI NO. 99 PROCOT, SLAWI
PENGADILAN NEGERI SLAWI RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI SLAWI JL. A. YANI NO. 99 PROCOT, SLAWI KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun Pengadilan Negeri Kota Agung Kelas II www.pn-kotaagung.go.id Jl. Jendral Suprapto Komplek Pemda Tanggamus Kab. Tanggamus. Lampung [email protected]
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.... i DAFTAR ISI... ii EXECUTIVE SUMMARY... 1-4 BAB I PENDAHULUAN..... 5 A. Latar Belakang... 5 B. Kedudukan,Tugas dan Fungsi Pengadilan Tinggi Yogyakarta... 5-7 C. Organisasi
RENSTRA PENGADILAN AGAMA JENEPONTO RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) i KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra)
PENGADILAN AGAMA PARIAMAN
PENGADILAN AGAMA PARIAMAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2014 PENGADILAN AGAMA PARIAMAN Jl. Syekh Burhanuddin No. 106 Karan Aur Kota Pariaman www.pa-pariaman.go.id [email protected]
menjadi kewenangan Pengadilan Negeri, Hubungan Industrial dan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta Kelas IA. Pengadilan Negeri, Hubungan Industrial dan
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan karunianya kami dapat menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan
Purwodadi, 29 Januari 2016 KETUA PENGADILAN NEGERI PURWODADI R.HENDRAL,SH.MH NIP H a l i
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Purwodadi 2015-2019. Pengadilan
PENGADILAN AGAMA SRAGEN KLAS IB
PENGADILAN AGAMA SRAGEN KLAS IB RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) HASIL REVIU TAHUN 2010-2014 PENGADILAN AGAMA SRAGEN KLAS IB Jl. Dr. SOETOMO No. 3A SRAGEN Website : www.pa-sragen.go.id Email : [email protected]
PENGADILAN AGAMA DEMAK
PENGADILAN AGAMA DEMAK KELAS 1-B RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) HASIL REVIU TAHUN 2010-2014 PENGADILAN AGAMA DEMAK JL. Sultan Trenggono No. 23 Demak Telp. (0291) 6904046 Fax. (0291) 685014 1 DAFTAR ISI Kata
REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI /HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN TINDAK PIDANA KORUPSI YOGYAKATA TAHUN 2016
REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI /HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN TINDAK PIDANA KORUPSI YOGYAKATA TAHUN 2016 REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2016 No KINERJA UTAMA
L A K I P TAHUN 2013
PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH L A K I P TAHUN 2013 PENGADILAN NEGERI KELAS II GUNUNG SUGIH Jl. Negara, No. 100 Gunung Sugih Telp. 0725 529858, 0725 529859, fax. 0725 529859 Website : www.pn-gunungsugih.go.id,
Jl. Pengadilan No.8, Telp/Fax : (061) , P.O Box 1247 Medan 20112
Jl. Pengadilan No.8, Telp/Fax : (061) 4515847, P.O Box 1247 Medan 20112 KETUA PENGADILAN NEGERI MEDAN SURAT KEPUTUSAN Nomor : W2-U1/1.424/OT/XII/2016 TENTANG REVIU PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN
PENGADILAN NEGERI SEKAYU
PENGADILAN NEGERI SEKAYU RENCANA STRATEGIS 2015-2019 Jl. MERDEKA LK. VII No.485 Telp. (0714) 321281 Kode Pos 30711 Email : [email protected] SEKAYU i KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan
Jl. Pengadilan No.8, Telp/Fax : (061) , P.O Box 1247 Medan 20112
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN NEGERI MEDAN TAHUN 2010-2014 PENGADIILAN NEGERII,, NIIAGA,, HAM,, PHII,, PERIIKANAN DAN TIIPIIKOR MEDAN Jl. Pengadilan No.8, Telp/Fax : (061) 4515847, P.O Box 1247
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN NEGERI SEMARAPURA
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN NEGERI SEMARAPURA 2015-2019 SEMARAPURA 2014 KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah tersusun Rencana Strategis (Renstra)
PENGADILAN NEGERI BANGKINANG
PENGADILAN NEGERI BANGKINANG HASIL REVIU RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG JL. LETNAN BOYAK NO. 77 BANGKINANG - 28412 Telp. / Fax. (0762)-20043 Website : pn-bangkinang.go.id
PENGADILAN AGAMA BANGLI
PENGADILAN AGAMA BANGLI LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 i KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha penguatan akuntabilitas kinerja sebagaimana diatur dalam Intruksi Presiden Nomor
PENGADILAN AGAMA SRAGEN KLAS IB
PENGADILAN AGAMA SRAGEN KLAS IB RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) HASIL REVIU TAHUN 2010-2014 PENGADILAN AGAMA SRAGEN KLAS IB Jl. Dr. SOETOMO No. 3A SRAGEN Website : www.pa-sragen.go.id Email : [email protected]
INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA TUAL IKU. JLN. JEND. SOEDIRMAN, OHOIJANG LANGGUR Telp/Fax. (0916) 23572,
INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA TUAL IKU JLN. JEND. SOEDIRMAN, OHOIJANG LANGGUR Telp/Fax. (0916) 23572, Email [email protected] SURAT KEPUTUSAN KETUA NOMOR :W24-A3/724/OT.01.2/IX/2015 TENTANG
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN PENGADILAN AGAMA MIMIKA JL. YOS SUDARSO KM 4 NAWARIPI TIMIKA PAPUA
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2010-2014 PENGADILAN AGAMA MIMIKA JL. YOS SUDARSO KM 4 NAWARIPI TIMIKA PAPUA BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN MAHKAMAH SYAR IYAH LHOKSUKON. Jl. Imam Bonjol No 1 Lhoksukon
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015 2019 MAHKAMAH SYAR IYAH LHOKSUKON Jl. Imam Bonjol No 1 Lhoksukon KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah tersusun Reviu Rencana
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN PENGADILAN AGAMA KEBUMEN
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 http://www.pa-kebumen.go.id KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah tersusun Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan
RENSTRA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA MAKASSAR
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Tata Usaha Negara
Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya, dibidang Administrasi,
RENCANA STRATEGIS TAHUN
PENGADILAN NEGERI MUARA ENIM RENSTRA RENCANA STRATEGIS TAHUN 2010-2014 Jl. JEND. A. YANI No.17 A Telp. (0734) 421194 Kode Pos 31311 MUARA ENIM KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah
