Buku 2 Desa/Kelurahan
|
|
|
- Susanto Hermawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Buku 2 Desa/Kelurahan I. Tujuan Kuesioner Kepala Desa/Lurah bertujuan untuk mendapatkan profil desa/kelurahan yang menjadi daerah sampel. Adapun data yang dikumpulkan adalah informasi tentang demografi, wilayah administrasi di bawah desa/kelurahan, pemilihan kepala desa, keberadaan BPD/DK, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, air dan sanitasi, transportasi, media informasi, partisipasi masyarakat desa dalam kegiatan masyarakat, dan kegiatan ekonomi. II. Responden Responden untuk Kuesioner Kepala Desa/Lurah adalah KEPALA DESA/LURAH di desa/kelurahan yang terpilih menjadi sampling. Apabila kepala desa/lurah tidak bisa diwawancarai misalnya karena pergi ke luar kota atau sakit, maka bisa digantikan oleh sekretaris atau kepala urusan di desa/kelurahan. Kepala desa/lurah dapat didampingi oleh sekretaris atau kepala urusan desa/kelurahan jika kepala desa/lurah yang bersangkutan kurang dari satu tahun masa tugasnya. III. Definisi Desa dan Kelurahan Batasan yang digunakan dalam penelitian ini untuk Desa dan Kelurahan adalah sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2001, Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyrrakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Daerah Kabupaten. Desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh dari dari penduduk desa. Masa jabatan kepala desa adalah 6 tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya, terhitung sejak tanggal ditetapkan sebagai Kepala Desa. Kelurahan, adalah wilayah administratif di bawah kecamatan. Dalam konteks otonomi daerah, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 73 tahun 2005, kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten atau kota. Jika desa dibatasi oleh asal-usul dan adat istiadat, maka wilayah administrasi kelurahan dibatasi oleh jumlah penduduk, luas wilayah, bagian wilayah kerja, serta sarana dan prasarana pemerintahan. IV. Isi Kuesioner HALAMAN COVER LK IR ID DN PD LOKASI IDENTITAS RESPONDEN INFORMASI DEMOGRAFI INFORMASI WILAYAH ADMINISTRATIF DI BAWAH DESA/KELURAHAN PEMERINTAH DESA/KELURAHAN Pemilihan Kepala Desa
2 Pembagian Suara Tiap Calon Pada Pilkades Terakhir Badan Permusyawaratan Desa (BPD) / Dewan Kelurahan (DK) FKS FASILITAS KESEHATAN FPD FASILITAS PENDIDIKAN AS TR MI AIR DAN SANITASI TRANSPORTASI MEDIA INFORMASI PMD PARTISIPASI MASYARAKAT DESA KE CP KEGIATAN EKONOMI CATATAN PEWAWANCARA VI. Petunjuk Pengisian Lihat Manual Teknis LK. LOKASI Bagian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi lokasi kantor Kepala Desa/Kelurahan yang disurvei. Pertanyaan LK1, LK2, LK3 dan LK4 dapat diisi sebelum wawancara dimulai. LK01 Lingkari nomor kode provinsi lokasi desa/kelurahan survei. Tuliskan kode provinsi pada kolom yang tersedia. Contoh: Provinsi NTT ditulis 5 3 LK02 Nama kabupaten/kota dari lokasi survei. Coret tulisan pada kata kabupaten/kota yang tidak perlu. Tuliskan kode BPS kabupaten/kota yang bersangkutan. Kode BPS untuk kabupaten/kota dari lokasi survei, terdiri dari dua digit (lihat lampiran kode BPS). Contoh: Kabupaten Flores Timur ditulis 0 9 LK03 Nama kecamatan dari lokasi survei. Tuliskan kode BPS kecamatan yang bersangkutan. Kode BPS untuk kecamatan dari lokasi survei, terdiri dari tiga digit (lihat lampiran kode BPS). Contoh: Kecamatan Titehena ditulis LK04 Nama desa/kelurahan dari lokasi survei. Coret tulisan pada kata desa/kelurahan yang tidak perlu. Tuliskan kode BPS desa/kelurahan yang bersangkutan. Kode BPS untuk desa/kelurahan dari lokasi survei, terdiri dari tiga digit (lihat lampiran kode BPS). Contoh: Desa Adabang ditulis LK05 LK06 Lingkari salah satu apakah desa/kelurahan sampel termasuk daerah perkotaan atau pedesaan, berdasarkan data BPS. Status pemerintahan desa/kelurahan, dilingkari salah satu, sesuai dengan data dari kelurahan
3 LK09 Tulis alamat lengkap lokasi kantor desa/lurah yaitu nama jalan, gang atau lorong (jika ada), nomor rumah, RT dan RW (jika ada). Contoh: Jalan Ahmad Yani No. 23B, RT.06/RW.01. LK10 Tanyakan nomor telepon atau handphone milik desa/kelurahan. Jika desa/kelurahan tidak memiliki nomor telepon atau handphone maka catat nomor telepon rumah atau handphone salah satu staf desa/kelurahan. Catat dengan lengkap dan jelas, termasuk kode wilayah. Jika desa/kelurahan memiliki lebih dari satu nomor telepon, tulis salah satu nomor yang paling sering dipergunakan. Bila desa/kelurahan puskemas atau staf desa/kelurahan tidak memiliki nomor telepon atau handphone, maka lingkari (W) TIDAK ADA TELEPON/HP. Contoh: Telepon: Handphone: LK11 Tulislah koordinat lokasi seperti yang tertera pada alat Global Positioning System (GPS). Setiap tim akan dibekali alat GPS. a. Lintang: apakah Lintang Utara (N) atau Lintang Selatan (S). Untuk daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan NTT, lingkari S. Untuk Sulawesi Utara dan Gorontalo lingkari N. Pada 2 kotak digit berikutnya, tuliskan derajat lintangnya. Pada 5 kotak digit berikutnya, tuliskan menit lintangnya. b. Bujur: pada 3 kotak digit setelah huruf E tuliskan derajat bujurnya, dan tuliskan menit bujurnya. c. Elevasi: angka ini menandakan tinggi lokasi kantor kepala desa/kelurahan tersebut di atas permukaan lain (dalam meter dpl). d. Akurasi: angka ini menunjukkan tingkat akurasi pengukuran (dalam satuan meter). IR. IDENTITAS RESPONDEN Seksi ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai nama dan jabatan responden di kantor kepala desa/kelurahan. IR01 IR02 Tuliskan nama lengkap responden tanpa memakai gelar kesarjanaan, pangkat maupun gelar lainnya. Penulisan nama tidak boleh disingkat, misalnya Ali Ahmad Dahlan menjadi Ali A.A. Juga jangan menuliskan nama panggilan, misalnya Mak Cik. Tidak perlu menuliskan kata bapak atau ibu di depan nama. Tuliskan jabatan responden apakah kepala desa/lurah, sekretaris desa/sekretaris lurah atau salah satu kepala urusan/perangkat desa. Tulis jabatan lainnya di tempat yang telah disediakan. ID. INFORMASI DEMOGRAFI Seksi ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang profil desa/kelurahan yang meliputi: jumlah penduduk, jumlah keluarga, jumlah keluarga miskin, suku, agama, sumber penghasilan masyarakat, sumber listrik yang digunakan serta program pemerintah untuk masyarakat miskin yang ada di desa/kelurahan. Informasi demografi yang diinginkan mengacu pada data tertulis yang terakhir/terbaru. Jika data tertulis tersebut tidak ada, lakukan probing berdasarkan pengetahuan responden.
4 Tips: Biasanya data yang dikumpulkan oleh seksi ini ada dalam buku Potensi Desa atau tercetak pada papan Monografi Desa. Sebelum menyalin data, pastikan dulu bahwa data yang tertulis adalah data terbaru. Data terbaru adalah data yang direvisi paling lama satu tahun sebelum tahun wawancara. Jika tidak, maka lakukan probing untuk data yang diperlukan. ID01 ID02 ID03 Pertanyaan ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah penduduk keseluruhan yang ada di desa/kelurahan. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di desa/kelurahan tersebut selama 6 bulan/lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. Banyaknya penduduk desa/kelurahan yang dicatat adalah jumlah penduduk yang tercatat pada buku administrasi kependudukan desa. Salin jumlah keluarga yang tinggal di desa/kelurahan. Keluarga adalah semua orag yang tingal bersama, baik mempunyai hubungan darah maupun perkawinan (suami, istri, anak, sanak saudara). Pertanyaan ini untuk mengetahui persentase jumlah keluarga yang bekerja di bidang pertanian. Keluarga pertanian adalah keluarga yang sekurang-kurangnya satu anggota keluarganya melakukan kegiatan yang menghasilkan produk pertanian seperti bertani/berkebun, menanam tanaman padi palawija, menanam tanaman hortikultura, kayu-kayuan, membudidayakan ikan/biota lain di kolam air tawar/sawah, tambak air payau, laut, periran umum; menangkapikan/biota lain di laut/perairan umum, melakukan perburuan atau penangkapan satwa liar, mengusahakan ternak/ungas, atau berusaha dalam jasa pertanian dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya dijual atau memperoleh pendapatan/keuntungan atas resiko sendiri. Untuk keluarga yang menanampadi dan bahan makanan pokok, yang seluruh hasilnya untuk dikonsumsi sendiri tetap dikategorikan sebagai keluarga pertanian. Keluarga yang memelihara tanaman pertanian atau ternak/unggas sekedar untuk mengisi waktu/hobi tidak termasuk sebagai keluarga pertanian. ID04 Pertanyaan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar jumlah keluarga yang tergolong dalam kategori keluarga pra-sejahtera dan keluarga sejahtera I yang ada di desa/kelurahan sampel. Definisi keluarga sejahtera menurut BKKBN adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan materi yang layak, bertakwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungannya. Keluarga sejahtera dapat dikalisifikasikan menurut kelompok sebagai berikut: keluarga pra sejahtera, sejahtera I, sejahtera II, sejahtera III dan sejahtera III plus. Keluarga pra - sejahtera sebagai keluarga sejahtera I. adalah keluarga yang tidak memenuhi syarat-syarat Keluarga sejahtera I adalah: Anggota keluarga menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. Pada umumnya seluruh anggota keluarga makan 2 kali sehari atau lebih.
5 Seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian. Bagian yang terluas dari lantai rumah adalah tanah. Bila anak sakit di bawa ke sarana/petugas kesehatan atau pengobatan modern. ID05 ID06 ID07 Pertanyaan ini salah satu cara untuk mengetahui tingkat kehomogenan atau keheterogenan penduduk suatu wilayah. Tanyakan 3 suku terbesar yang ada didesa/kelurahan, kemudian tanyakan persentase jumlah kepala keluarga (KK) dari masing-masing suku tersebut. Urutkan mulai dari suku terbesar. Suku atau etnis adalah golongan suku/etnis yang tinggal di desa/kelurahan ini yang biasanya ditandai dengan kebudayaan dan adat istiadat tertentu. (NEED BPS ETHNIC CODE) Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui persentase pemeluk agama yang berada di desa/kelurahan. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk yang ada di desa/kelurahan. Sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk adalah sektor atau bidang usaha di mana sebagian besar penduduknya memperoleh penghasilan/pendapatan. Adapun jenis sumber penghasilan meliputi : 1 Pertanian, meliputi pertanian tanaman pangan dan tanaman pertanian lainnya; peternakan; jasa pertanian dan peternakan; kehutanan dan penebangfan hutan; perburuan/pengankapan/pembiakan binatang liar;perikanan laut dan perikanan darat. 2 Pertambangan dan penggalian adalah kegiatan/lapangan usaha di bidang pertambangan dan penggalian, seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral bahan kimia dan bahan pupuk, penambangan gips, aspal, dan lain-lain. 3 Industri pengolahan adalah kegiatan pengubahan bahan dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi, dari yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya. Secara garis besar meliputi: - industri pengolahan bahan makanan, minuman dan tembakau; - industri tekstil, pakaian dan kulit; industri kayu dan mebel; - industri kertas dan produksi kertas, percetakan dan penerbitan; - industri bahan-bahan kimia, minyak batu bara, karet dan plastik; - industri produksi tambang bukan logam, kecuali minyak dan batu bara; - industri logam utama; industri barang dari logam, mesin dan peralatan, - industri lainnya. 4 Listrik, gas dan air minum, meliputi listrik, gas dan uap; bangunan air dan persediaan air. 5 Konstruksi/bangunan, meliputi penyiapan lahan untuk bangunan, konstruksi gedung dan bangunan sipil, instalasi gedung dan bangunan sipil, penyelesaian konstruksi gedung, serta penyewaan alat konstruksi/peralatan pembongkar/penghancur bangunan dengan operatornya. 6 Perdagangan (perdagangan besar, eceran, serta restoran dan hotel), meliputi perdagangan grosir; perdagangan eceran; restoran, warung, tempat makan, minum lainnya, hotel dan penginapan.
6 7 Angkutan, meliputi angkutan darat, angkutan air, angkutan udara, pelayanan semua angkutan dan perhubungan. 8 Lembaga keuangan (keuangan, asuransi persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan), meliputi pajak, asuransi, permuahan dan pelayanan perdagangan. 9 Jasa kemasyarakatan, meliputi administrasi umum dan pertanahan, kesehatan dan pelayanan sejenis, pelayanan sosial dan hubungan masyarakat, pelayanan pariwisata dan kebudayaan, pelayanan perseorangan dan rumah tangga, dan pelayanan badan-badan internasional/luar negeri. 95 Lainnya, yaitu lapangan usaha selain pilihan 1-9 di atas. ID08 Pertanyaan ID08 dan ID09 bertujuan untuk mengetahui jumlah keluarga di desa/kelurahan yang tidak menggunakan listrik baik yang berasal dari listrik PLN maupun Non PLN. Jika responden menjawab (3) TIDAK, lanjutkan ke ID10. Keluarga Pengguna Listrik PLN adalah keluarga yang berlangganan listrik secara resmi dari PLN. (Tidak termasuk keluarga yang mencuri listrik dari keluarga lain) Keluarga Pengguna Listrik Non PLN adalah keluarga yang berlangganan listrik dari Non-PLN, misalnya dari diesel/generator yang diusahakan perorangan atau diusahakan secara bersama. Termasuk dari diesel/generator yang dibangkitkan sendiri (tidak diusahakan) dan hanya digunakan sendiri. Keluarga bukan pengguna listrik PLN atau Non PLN adalah keluarga yang tidak berlangganan listrik baik PLN maupun Non-PLN, dan tidak juga mempunyai diesel/generator sendiri. ID09 ID10 Untuk responden yang menjawab (1) YA, pada pertanyaan ID08, tanyakan jumlah keluarga yang tidak menggunakan listrik. Jika responden tidak mengetahui jumlahnya, lakukan probing dengan menanyakan perkiraan persentasi jumlah keluarga yang tidak menggunakan listrik, lalu kalikan persentasi tersebut dengan total keluarga di desa/kelurahan tersebut. Tanyakan apakah didesa/kelurahan ini ada yang mengkoordinasikan pembagian kartu Askeskin, mulai dari aparat desa/kelurahan hingga kepala dusun/lingkungan/rw/rt. Jika responden menjawab (3) TIDAK, lanjutkan ke ID12. Kartu Askeskin adalah kartu subsidi kesehatan yang dibuat PT. Askes namun peruntukannya bukan ditujukan untuk PNS dan TNI, tetapi ditujukan bagi masyarakat miskin. Peserta Program Askeskin adalah setiap masyarakat miskin yang terdaftar dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Penetapan jumlah dan nama setap Maskin yang menjadi peserta dalam program ini mengacu pada data BPS yang ditetapkan oleh Pemerintah Kab/Kota dan disahkan oleh Bupati/Walikota. Berdasarkan daftar nama yang disahkan Bupati/Walikota, diterbitkan Kartu PJKMM/Askeskin oleh PT. Askes. Selama pendistribusian kartu belum selesai, diberlakukan SKTM. Jumlah Peserta secara bertahap disesuaikan dengan pendataan Maskin BPS tahun Penerbitan dan distribusi kartu secara maksimal menunggu hasil validasi data oleh Pemda terhadap data BPS tahun ID11 ID12 Pertanyaan ini untuk mengetahui jumlah kepala keluarga (KK) yang menerima kartu Askeskin. Distribusi kartu mungkin belum berjalan lancar di beberapa daerah sehingga banyak keluarga yang namanya terdaftar sebagai penerima kartu Askeskin namun belum menerima kartu tersebut. Yang ditanyakan disini adalah keluarga yang benarbenar telah menerima kartu Askeskin dan tidak hanya terdaftar sebagai penerima kartu askeskin. Pertanyaan ini untuk mendapatkan informasi kapan dilakukan pembagian beras miskin (raskin) terakhir di desa/kelurahan ini. Tanyakan bulan dan tahun pembagian raskin
7 terakhir tersebut. Jika responden menjawab (8) LUPA atau TIDAK TAHU, lanjutkan ke DN01. Apabila didesa/kelurahan tersebut tidak ada pembagian beras miskin (raskin) atau tidak ada program lagi, lingkari jawaban (6) TIDAK BERLAKU lalu lanjutkan ke pertanyaan DN01. Program beras untuk masyarakat miskin (Raskin) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat miskin. Dalam program tersebut masyarakat dapat membeli 20 kg beras dengan harga Rp1.000/kg. Program ini awalnya dikenal sebagai program Operasi Pasar Khusus Beras (OPK Beras) dan diluncurkan pemerintah sebagai bagian dari program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang mulai dilaksanakan pada tahun 1998 untuk membantu masyarakat miskin yang terkena dampak krisis ekonomi. ID13 Bila di desa/kelurahan masih ada pembagian beras miskin (raskin), maka tanyakan jumlah kepala keluarga (KK) yang mendapat jatah pembagian beras miskin tersebut. Di beberapa daerah, beras miskin yang seharusnya hanya boleh dijual kepada masyarakat miskin malah dijual kepada masyarakat golongan masyarakat menengah/atas. Kadang-kadang beras miskin tersebut juga dijual secara merata ke seluruh penduduk desa/kelurahan oleh aparat desa/kelurahan tanpa melihat status ekonominya. Jika misalnya masyarakat miskin seharusnya mendapat jatah pembelian 20kg/KK, namun karena dibagi merata ke seluruh penduduk maka tiap KK hanya mendapat jatah pembelian 5kg/KK. Bila terjadi kasus seperti itu, maka tanyakan jumlah seluruh KK yang mendapat pembagian beras miskin tersebut. DN. INFORMASI WILAYAH ADMINISTRATIF DI BAWAH DESA/KELURAHAN Pertanyaan di bagian ini adalah untuk mengetahui jumlah satuan wilayah administrasi di bawah desa/kelurahan. Satuan wilayah administrasi dibawah desa umumnya disebut dusun. Nama-nama lain untuk satuan wilayah setingkat dusun misalnya lingkungan (NTT), kampung (NTT), dukuh (Jawa), pedukuhan (Jawa), banjar (Bali), dan sebagainya. Satuan wilayah administrasi dibawah kelurahan biasanya adalah Rukun Warga (RW). Contoh kasus: Satuan wilayah administrasi di bawah desa adalah dusun. Dibawah dusun terdapat RW. Sedangkan di bawah RW terdapat RT. Dusun tersebut hanyalah istilah untuk pembagian wilayah sehingga tidak ada kepala dusun di wilayah tersebut. Yang benarbenar berfungsi sebagai wilayah administratif adalah RW, dimana di setiap RW terdapat ketua RW yang berfungsi melayani kebutuhan warganya dari segi administratif, sosial dan lainnya. Jika hal tersebut terjadi maka ambil RW sebagai satuan wilayah administratif di bawah desa/kelurahan. Dibeberapa daerah malah tidak memiliki dusun atau RW, sehingga di bawah desa/kelurahan hanya terdapat RT (Rukun Tetangga). Jika hal tersebut terjadi maka RT tersebut bisa dianggap sebagai satuan wilayah administrasi dibawah desa/kelurahan dan tanyakan pertanyaan DN01-DN08. Jadi yang ingin diketahui disini adalah wilayah yang berada satu tingkat di bawah desa/kelurahan yang berfungsi sebagai wilayah administrasi, apapun namanya. DN01 DN02 Tanyakan jumlah dusun/lingkungan/rw yang ada di desa/kelurahan. Jika di desa/kelurahan tidak ada dusun/lingkungan/rw, maka lingkari jawaban (6) TIDAK BERLAKU kemudian lanjutkan ke seksi PD. Nomor urut dusun.
8 Cara pengisian nomor DN03-DN08: tanyakan dulu pertanyaan nomor DN03, kemudian tulis pada kolom yang tersedia. Jika jumlah baris yang tersedia tidak mencukupi, maka lanjutkan ke lembar suplemen. Isikan dulu semua nama dusun/lingkungan/rw yang disebutkan oleh responden, baru lanjutkan pertanyaan ke DN04-DN07 per baris ke samping. Terakhir tanyakan DN08 untuk seluruh dusun/lingkungan/rw yang telah disebutkan responden. DN03 DN04 DN05 Tanyakan nama wilayah administrasi yang langsung berada dibawah desa/kelurahan. Pertanyaan ini untuk mengetahui jumlah kepala keluarga (KK) yang tinggal di masingmasing dusun/lingkungan/rw. Informasi yang diinginkan mengacu pada data tertulis yang terakhir/terbaru. Jika data tertulis tersebut tidak ada, lakukan probing berdasarkan pengetahuan responden. Tanyakan berapa menit jalan kaki dari pusat wilayah dusun/lingkungan/rw ke kantor kepala desa/kelurahan untuk satu kali jalan. Jika responden menjawab dalam jam maka konversikan ke menit. Contoh: responden menjawab 1,5 jam, maka yang ditulis adalah 9 0 menit. DN06 Tanyakan berapa jarak antara pusat wilayah (dusun/lingkungan/rw) dengan kantor kepala desa/kelurahan. Jika responden menjawab dengan meter maka harus di konversikan ke dalam kilometer. Contoh: responden menjawab 250 meter maka yang di tulis adalah 0, 2 5 km. DN07 Pertanyaan ini untuk mengetahui ketersediaan posyandu yang masih aktif di masingmasing dusun/lingkungan/rw. Posyandu adalah wadah untuk mendapatkan pelayanan dasar terutama dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola oleh masyarakat. Aktif disini maksudnya adalah posyandu tersebut memiliki kegiatan rutin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. DN08 Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan penduduk di masingmasing wilayah (dusun/lingkungan/rw) yang berada didesa/kelurahan sampel. Minta responden untuk menyebutkan susunan wilayah (dusun/lingkungan/rw) mulai dari yang termiskin sampai ke yang terkaya. Tulis dalam kotak yang tersedia berdasarkan urutan yang disebutkan responden. Definisi wilayah miskin dan kaya diserahkan berdasarkan persepsi responden. Contoh: Di suatu desa terdapat 3 dusun yang namanya adalah Dusun A, Dusun B, dan Dusun C, dimana Dusun B adalah dusun yang terkaya, Dusun C menengah dan Dusun A adalah dusun yang termiskin. Maka tulis didalam kolom sebagai berikut:
9 DN02 DN03 DN08 No. Urut Nama wilayah administrasi di bawah Desa/Kelurahan (Dusun/Lingkungan/RW) Dusun A Dusun B Dusun C Sebutkan wilayah mulai dari yang termiskin sampai ke terkaya TULISKAN NO URUT BERDASARKAN URUTAN WILAYAH YANG DISEBUTKAN PD. PEMERINTAHAN DESA/KELURAHAN Seksi ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades), keberadaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di desa atau Dewan Kelurahan (DK) di kelurahan. Pemilihan Kepala Desa PD01 PD02 Pewawancara periksa, apabila pada LK05 (status pemerintahan) adalah desa maka pilih jawaban (1), dan tanyakan pertanyaan PD02 sampai PD11. Jika status pemerintahan adalah kelurahan maka pilih jawaban (2), dan lanjutkan pertanyaan ke PD12. Tanyakan kapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) terakhir kali dilakukan. Tuliskan bulan dan tahunnya. Jika responden hanya mengingat tahun pelaksanaan pilkades dan lupa bulannya maka tulis 98 di kolom bulan. Contoh: pemilihan kepala desa dilakukan pada tahun 2005 sedangkan bulannya tidak ingat, maka penulisannya adalah 9 8 / (bulan/tahun). PD03 Tanyakan berapa orang calon kepala desa yang mengikuti pemilihan kepala desa terakhir. Contoh: Pada pilkades di Desa A, ada 12 orang yang mendaftar. Setelah dilakukan seleksi kepada 12 orang tersebut maka yang memenuhi syarat dan berhak untuk mengikuti pilkades tinggal 4 orang. Maka jumlah calon kepala desa yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah 4 orang. Pilkades di Desa B berlangsung dalam 3 kali putaran. Putaran pertama diikuti 10 orang. Putaran kedua tinggal 8 orang dan putaran ketiga tinggal 5 orang. Maka jumlah calon kepala desa yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah 5 orang. Pilkades di Desa C diikuti oleh 10 orang pendaftar. Setelah dilakukan seleksi, maka yang berhak untuk mengikuti putaran 1 adalah sebanyak 8 orang. Melalui pemungutan suara, terpilih 6 orang untuk mengikuti putaran kedua. Pada putaran terakhir, yaitu putaran ketiga, diikuti oleh 3 orang. Maka jumlah calon kepala desa yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah 3 orang. PD04 Tanyakan seberapa banyak orang yang memiliki hak pilih dalam pemilihan kepala desa tersebut. Pasal 68 UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menentukan bahwa warga yang punya hak pilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah warga
10 negara Republik Indonesia (WNRI) yang pada hari pemungutan suara Pilkada sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin. Selanjutnya Pasal 69 UU No. 32 Tahun 2004 menentukan bahwa untuk dapat menggunakan hak memilih, WNRI harus terdaftar sebagai pemilih. Untuk dapat didaftar sebagai pemilih, WNRI harus memenuhi syarat: (1) nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya; (2) tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. PD05 Pertanyaan ini untuk mengetahui kapan pemilihan kepala desa yang akan datang. Contoh: pemilihan kepala desa berikutnya adalah bulan Agustus 2008, maka ditulis bulan 0 8 tahun Pembagian Suara Tiap Calon Pada Pilkades Terakhir PD06 PD07 PD08 PD09 PD10 PD11 No urut. Pertanyaan ini untuk mengetahui nama-nama calon kepala desa pada pemilihan kepala desa yang terakhir. Jumlah nama-nama calon tersebut harus sama dengan jumlah yang telah disebutkan di PD03. Tuliskan nama-nama calon tersebut dan diurutkan mulai dari nama kepala desa yang menjabat sekarang. Tuliskan jumlah suara yang diperoleh masing-masing calon Tanyakan nama wilayah (dusun/lingkungan/rw/sederajat) tempat asal/utusan dari masing-masing calon kepala desa. Tuliskan nomor urut wilayah (dusun/lingkungan/rw/sederajat) berdasarkan urutan pada DN02. Pertanyaan ini tidak perlu ditanyakan ke responden, cukup menyalin dari DN02. Lingkari salah satu jawaban berdasarkan jenis kelamin dari masing-masing calon kepala desa. Badan Permusyaaratan Desa (BPD) / Dewan Kelurahan (DK) PD12 Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di desa atau Dewan Kelurahan (DK) di kelurahan. Jika didesa/kelurahan tidak ada lembaga tersebut maka pilih jawaban (3) TIDAK dan lanjutkan pertanyaan ke seksi FKS. BPD atau Badan Perwakilan Desa (termasuk lembaga dengan nama/istilah lain di tingkat desa) adalah organisasi yang dibentuk dengan mengacu pada UU No. 25 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. Sedangkan dalam UU penggantinya yaitu UU 32 No disebut dengan istilah Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Fungsi lembaga ini adalah menetapkan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Anggota lembaga ini adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan yang ditetapkan dengan musyawarah dan mufakat. DK atau Dewan Kelurahan adalah organisasi (termasuk lembaga dengan nama/istilah lain di tingkat kelurahan) berfungsi sebagai legislatif (perwakilan) di tingkat kelurahan yang bertugas menampung aspirasi masyarakat serta mengawasi jalannya pemerintah Kelurahan. Anggotanya adalah tokoh masyarakat dan/atau masyarakat. Organisasi ini berada di Kelurahan setelah diberlakukannya otonomi daerah. Ada beberapa kelurahan yang tidak memiliki Dewan Kelurahan, maka menggantikan dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. PD13 PD14 Tanyakan berapa jumlah anggota BPD/DK di desa/kelurahan sampel baik yang aktif maupun yang tidak aktif. Tanyakan mengenai jumlah pertemuan/musyawarah yang dilakukan oleh BPD/DK di desa/kelurahan dalam 3 bulan terakhir.
11 PD15 Tanyakan kapan pertemuan BPD/DK terakhir dilakukan. Jika dalam 3 bulan terakhir ada pertemuan maka tanyakan pertemuan yang terakhir dalam jangka waktu 3 bulan tersebut. Tetapi jika tidak ada pertemuan dalam 3 bulan terakhir maka tanyakan kapan pertemuan terakhir dilakukan. Contoh: Jika responden lupa bulan dan ingat tahun pelaksanaan pertemuan yaitu tahun 2005, maka pilih jawaban (1) dan tulis bulan 9 8 tahun pada kotak yang tersedia. FKS. FASILITAS KESEHATAN Seksi ini bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah tentang pelayanan kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana maupun ketersediaan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berada di desa/kelurahan termasuk keberadaan praktik swasta. FKS01 Responden diminta untuk menyebutkan 3 masalah utama tentang pelayanan kesehatan di desa/kelurahan selama 12 bulan terakhir secara singkat, baik dalam hal pelayanan, ketersediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan hal lain yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Cara pengisian nomor FKS02-FKS05: tanyakan dulu pertanyaan nomor FKS02. Apabila responden menjawab (3) TIDAK maka lanjutkan pertanyaan ke FKS03-FKS05 per baris ke samping. Selesaikan semua pertanyaan untuk satu jenis sarana. Setelah itu dilanjutkan dengan jenis sarana berikutnya. Hal ini perlu dilakukan sehingga konsentrasi responden terpusat pada jenis sarana yang ditanyakan. Apabila responden menjawab (1) YA, lanjutkan pertanyaan ke jenis sarana berikutnya. FKS02 Tanyakan tentang ketersediaan masing-masing sarana kesehatan yang terletak di desa/kelurahan. A B C D E F Puskesmas, adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan atau kelurahan (misalnya di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwal dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat. Puskesmas Pembantu (Pustu), adalah unit pelayanan kesehatan masyarakat yang membantu kegiatan Puskesmas di sebagian dari wilayah kerja Puskesmas. Polindes adalah bangunan yang dibangun dengan dana sumbangan pemerintah dan partisipasi masyarakat desa untuk tempat pertolongan persalinan dan pemondokan ibu bersalin sekaligus tempat tinggal bidan di desa. Di samping pertolongan persalinan juga dilakukan pelayanan antenatal (pelayanan kehamilan) dan pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat dan kompetensi teknis bidan tersebut. Di beberapa desa yang tidak memiliki bangunan polindes sendiri, kepala desa biasanya menyediakan ruang di kantor kepala desa atau balai desa yang digunakan sebagai polindes. Klinik Kesehatan Swasta, adalah balai kesehatan umum atau khusus (seperti klinik bersalin, klinik THT, dan sebagainya.) yang dikelola oleh swasta. Rumah Sakit Umum Pemerintah, yaitu rumah sakit umum milik pemerintah pusat (misalnya RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo/RSCM), pemerintah daerah (misalnya RSUD Tasikmalaya, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung), TNI dan POLRI (misalnya RSPAD), ataupun BUMN (seperti RS Pertamina). Rumah Sakit Swasta, adalah rumah sakit milik swasta, misalnya rumah sakit PKU Muhammadiyah, rumah sakit yayasan.
12 G Apotik, adalah suatu tempat dimana dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyaluran pembekalan farmasi kepada masyarakat berdasarkan resep dokter dan penjualan obat bebes dan obat bebes terbatas. H Toko Obat, adalah suatu tempat usaha perorangan pribadi atau badan usaha yang menjual obat bebas dan obat bebas terbatas. FKS03 Tanyakan apakah puskesmas atau puskesmas pembantu terdekat berada di kecamatan yang sama dengan desa/kelurahan sampel. FKS04 Tanyakan berapa waktu yang dibutuhkan untuk satu kali perjalanan dari kantor kepala desa/kelurahan ke masing-masing sarana pelayanan kesehatan terdekat dengan kendaraan yang paling umum di gunakan oleh masyarakat di desa/kelurahan. Konversikan ke dalam menit jika responden menjawab dalam satuan jam. FKS05 Tanyakan berapa jarak dari kantor kepala desa/kelurahan ke masing-masing sarana pelayanan kesehatan terdekat (untuk satu kali perjalanan). Konversikan ke dalam kilometer jika responden menjawab dalam satuan meter. Pertanyaan FKS06-FKS11 bertujuan untuk mengetahui tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di desa/kelurahan sampel. Cara pengisian nomor FKS06-FKS07: tanyakan dulu pertanyaan nomor FKS06 lalu lanjutkan pertanyaan ke FKS07 per baris ke samping. Selesaikan semua pertanyaan untuk satu tenaga kesehatan setelah itu dilanjutkan dengan tenaga kesehatan berikutnya. Hal ini perlu dilakukan sehingga konsentrasi responden terpusat pada tenaga kesehatan yang ditanyakan. FKS06 Tanyakan berapa jumlah tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan di desa/kelurahan (terlepas dari lokasi tempat tinggal tenaga kesehatan tersebut). a b c d e Dokter, adalah lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun luar negeri. Dokter umumnya dibedakan menjadi: dokter umum (memeriksa segala macam penyakit secara umum), dokter spesialis (mempunyai keahlian dalam suatu bidang medis secara spesifik), dokter bedah (mempunyai keahlian khusus dalam bidang bedah), dokter gigi (mempunyai keahlian khusus dalam bidang gigi). Perawat/mantri kesehatan, adalah tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan. Bidan desa, adalah tenaga bidan yang ditempatkan di desa dalam rangka meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan puskesmas secara umum. Bidan, adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Dukun bayi yang dimaksud disini adalah semua dukun bayi, baik yang sudah terlatih maupun yang belum terlatih. FKS07 Dari jumlah yang telah disebutkan di FKS06, tanyakan berapa jumlah tenaga kesehatan yang tinggal di desa/kelurahan sampel pada saat ini. Tinggal disini maksudnya tenaga kesehatan tersebut bertempat tinggal di desa/kelurahan sampel. Semakin banyak jumlah tenaga kesehatan yang bertempat tinggal di desa/kelurahan sampel, maka akan semakin mudah bagi masyarakat desa/kelurahan tersebut untuk mengakses pelayanan kesehatan.
13 FKS08 Pewawancara periksa, apabila pada LK05 (status pemerintahan) adalah desa maka pilih jawaban (1), dan tanyakan pertanyaan FKS10 dan FKS11. Jika status pemerintahan adalah kelurahan maka pilih jawaban (2), dan lanjutkan pertanyaan ke FKS11. FKS09 Tanyakan ke responden nama dan alamat praktik bidan desa yang memberikan pelayanan kesehatan di desa sampel. Jika bidan desa membuka praktik di rumah maka alamat yang ditulis adalah alamat rumah. Jika bidan desa membuka praktik di polindes maka yang ditulis adalah alamat polindes. FKS10 Tanyakan ke responden nama dan alamat praktik bidan praktik swasta yang memberikan pelayanan di desa/kelurahan. FPD. FASILITAS PENDIDIKAN Seksi ini bertujuan untuk mengetahui masalah pelayanan pendidikan dan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan baik negeri maupun swasta mulai dari Sekolah Dasar (SD)/sederajat sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat di desa/kelurahan tersebut. FPD01 Responden diminta untuk menyebutkan 3 masalah utama tentang pelayanan pendidikan di desa/kelurahan selama 12 bulan terakhir secara singkat, baik dalam hal pelayanan, ketersediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan hal lain yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan. Cara pengisian nomor FPD02-FPD03: tanyakan dulu pertanyaan nomor FPD02 lalu lanjutkan pertanyaan ke FPD03 per baris ke samping. Selesaikan semua pertanyaan untuk satu sarana pendidikan setelah itu dilanjutkan dengan sarana pendidikan berikutnya. Hal ini perlu dilakukan sehingga konsentrasi responden terpusat pada sarana pendidikan yang ditanyakan. FPD02 Tanyakan jumlah sarana pendidikan yang berstatus negeri yang berada di desa/kelurahan. Sekolah negeri adalah sekolah yang biaya penyelenggaraan pendidikan mendapat subsidi dari pemerintah. FPD03 Tanyakan jumlah sarana pendidikan yang berstatus swasta yang berada di desa/kelurahan. Sekolah swasta adalah sekolah yang biaya penyelenggaraan pendidikannya tidak mendapat subsidi dari pemerintah. Lazimnya, sekolah swasta dalam menyelenggarakan pendidikan, dananya bersumber dari iuran siswa. Oleh karena itu biasanya biaya sekolah swasta lebih tinggi dari biaya sekolah negeri. Pertanyaan FPD04-FPD08 bertujuan untuk memperoleh informasi lebih rinci mengenai SD/sederajat dan SMP/sederajat yang ada di Desa/Kelurahan yang akan digunakan sebagai sampling pemilihan responden SD dan SMP. FPD04 Nomor urut sarana pendidikan. Cara pengisian nomor FPD05-FPD08: tanyakan dulu pertanyaan nomor FPD05 lalu lanjutkan pertanyaan ke FPD06-FPD08 per baris ke samping. Selesaikan semua pertanyaan untuk satu sarana pendidikan setelah itu dilanjutkan dengan sarana pendidikan berikutnya. Hal ini perlu dilakukan sehingga konsentrasi responden terpusat pada sarana pendidikan yang ditanyakan. FPD05 Tanyakan nama SD/sederajat dan SMP/sederajat baik negeri maupun swasta yang terletak di desa/kelurahan. Jika baris yang tersedia kurang, maka tambahkan di suplemen. Mulailah dengan menanyakan nama SD/sederajat terlebih dahulu baru kemudian nama SMP/sederajat. FPD06 Tanyakan jenis sekolah tersebut. 1 SD dan sederajat sekolah induk 2 SD dan sederajat sekolah jauh atau tambahan kelas
14 Sekolah jauh/tambahan kelas atau yang biasa disebut sekolah filial adalah sekolah yang menerapkan sistem belajar jarak jauh atau sistem mendekatkan anak didik dengan sekolah. Bangunan sekolah filial biasanya dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Pendirian sekolah filial harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah melalui dinas pendidikan. Sekolah filial membuat anak-anak usia sekolah di wilayah terpencil dapat menikmati pendidikan seperti anak seusia mereka. Biasanya anak-anak setempat belajar di balai desa, dan diajar oleh guru-guru honor yang berasal dari warga setempat. Namun, sekolah filial itu harus menginduk ke sekolah negeri terdekat. Tenaga pengajar, kurikulum, dan status siswa, dan ujiannya tetap atas nama sekolah induk. Jika dalam perjalanannya sekolah filial itu berkembang, maka akan ditingkatkan statusnya menjadi sekolah yang berdiri sendiri. 3 SMP dan sederajat sekolah induk 4 SMP dan sederajat sekolah jauh atau tambahan kelas 5 SMP terbuka Pada tahun 1978 terjadi "ledakan" lulusan SD, sedangkan SMP negeri yang tersedia masih terbatas. Kemudian, pemerintah mengembangkan sistem pendidikan terbuka setingkat SMP yang disebut SMP Terbuka berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 034/V/1979, tanggal 21 Februari Kelembagaan SMP terbuka menyatu pada salah satu SMP negeri reguler yang ditetapkan sebagai SMP induknya. Kedua kelompok siswa ini, siswa SMP reguler dan SMP terbuka, adalah sama-sama siswa SMP induk tersebut, memiliki nomor induk yang secara berurutan tercantum pada Buku Induk Siswa sekolah yang sama. SMP terbuka dipimpin oleh seorang kepala sekolah SMP induk yang bertanggungjawab sepenuhnya atas pengelolaan kedua sekolah yang dipimpinnya. Para lulusan sekolah ini sama dengan lulusan dari SMPN dan mendapat surat keterangan lulus (SKL) atau surat tanda kelulusan (STK). Mereka harus mengikuti ujian nasional untuk mendapat SKL dengan nilai standar yang sama dengan siswa SMP reguler. Syarat untuk menjadi siswa di SMP terbuka adalah memiliki surat tanda kelulusan SD, berusia tahun, tidak mampu melanjutkan ke SMP negeri reguler karena keadaan sosial ekonomi lemah dan diutamakan calon siswa yang bertempat tinggal di sekitar SMP induk. Di SLTP Terbuka dikenal adanya Guru Pamong, Guru Pamong Khusus dan Guru Bina. Guru Pamong pada umumnya guru SD atau anggota masyarakat yang berperan sebagai fasilitator proses belajar siswa. Mereka tidak mengajar karena siswa belajar sendiri. Mereka hanya memberikan tuntunan dan dorongan agar anak-anak dapat belajar dengan baik dan teratur. Apabila ada kesulitan dalam memahami materi dan Guru Pamong tidak bisa membantu, mereka diharapkan meneruskannya ke Guru Bina di sekolah induk. Guru Bina adalah guru mata pelajaran di SMP induk yang mendapat tugas tambahan membantu anak-anak SMP terbuka memecahkan kesulitan-kesulitan akademis yang mereka hadapi. Ini dilakukan tidak saja sewaktu tatap muka di SMP induk tetapi juga pada kesempatan lain yang memungkinkan. Guru Pamong Khusus adalah anggota masyarakat yang memiliki keterampilan khusus, keahlian atau pengetahuan yang bermanfaat bagi anak-anak SMP terbuka.
15 Beda sekolah terbuka dengan sekolah filial. SMP terbuka tidak memiliki gedung sekolah. Siswa belajar secara mandiri di rumah. Sekali-sekali siswa mengadakan tatap muka dengan guru yang dilakukan di sekolah induk atau di tempat yang disediakan oleh masyarakat atau desa/kelurahan, misalnya di balai desa. Sekolah filial (SD atau SMP filial) memiliki gedung sekolah sendiri, yang biasanya dibangun secara swadaya oleh masyarakat. FPD07 Tanyakan jenis pengelolaan sekolah tersebut apakah sekolah negeri atau swasta. Sekolah negeri adalah sekolah yang biaya penyelenggaraan pendidikan mendapat subsidi dari pemerintah. Sekolah swasta adalah adalah sekolah yang biaya penyelenggaraan pendidikannya tidak mendapat subsidi dari pemerintah. Lazimnya, sekolah swasta dalam menyelenggarakan pendidikan, dananya bersumber dari iuran siswa. Oleh karena itu biasanya biaya sekolah swasta lebih tinggi dari biaya sekolah negeri. FPD08 Tuliskan nama wilayah (dusun/lingkungan/rw/sederajat) tempat sekolah/sarana pendidikan tersebut berada. Cocokkan dengan nama dusun yang ada di DN03 dan tuliskan nomor urut dusun sesuai DN02. AS. AIR DAN SANITASI Seksi ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air untuk minum/masak, mencuci/mandi, fasilitas buang air besar, sistem saluran pembuangan air limbah, dan sistem pengelolaan sampah rumah tangga di desa/kelurahan. Cara pengisian nomor AS01-AS02: tanyakan dulu pertanyaan nomor AS01 lalu lanjutkan pertanyaan ke AS02 per baris ke samping. Selesaikan semua pertanyaan untuk satu sumber air setelah itu dilanjutkan dengan sumber air berikutnya. Hal ini perlu dilakukan sehingga konsentrasi responden terpusat pada sumber air yang ditanyakan. AS01 Tanyakan apakah masyarakat di desa/kelurahan ini menggunakan air yang disebut di bawah ini untuk minum/masak. a b c Air ledeng/pam, adalah air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air. Sumber air ini diusahakan oleh PAM (Perusahaan Air Minum), PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) atau BPAM (Badan Pengelola Air Minum), baik dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Sumur pompa, adalah sumur yang cara pengambilannya (menaikkan) airnya dengan menggunakan pompa (pompa tangan maupun pompa listrik). Sumur. Air sumur adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali. Cara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol. Dikategorikan sebagai sumur terlindungi bila lingkar sumur tersebut dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter diatas tanah dan 3 meter kebawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur atau perigi. Dikategorikan sebagai sumur tak terlindungi bila lingkar sumur tidak dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter diatas tanah dan 3 meter kebawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur atau perigi. d e Air hujan, adalah air yang diperoleh dengan cara menampung air hujan. Danau, adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air.
16 f Sumber mata air. Mata air adalah sumber air permukaan tanah dimana air timbul dengan sendirinya. Dikategorikan sebagai mata air terlindungi bila mata air tersebut terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci atau lainnya. Dikategorikan sebagai mata air tak terlindungi bila mata air tersebut tidak terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci atau lainnya. g h Air sungai/kali. Sungai adalah tempat dan wadah serta jaringan pengairan air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan kirinya sepanjang pengalirannya oleh garis sepadan. Garis sepadan adalah garis batas luar pengamanan. Air mineral/aqua. Air minum dalam kemasan (AMDK) adalah air minum yang telah diolah dengan perlakuan khusus dan dikemas dalam botol atau kemasan lain dan memenuhi persyaratan air minum. Air mineral adalah air yang diperoleh langsung dari sumbernya, dikemas di dekat lokasi sumber air, memiliki syarat kandungan mineral tertentu dan juga dikemas dalam botol atau kemasan lain. Sumber air AMDK dan air mineral sama-sama berasal dari mata air pegunungan tapi khusus untuk air mineral, sumber airnya diambil dari pegunungan yang memiliki kandungan mineral lebih tinggi. Secara fisik keduanya sulit dibedakan. Yang pasti pada air mineral akan tertulis kadar mineral apa saja yang terkandung didalamnya dan berapa jumlahnya. v Lainnya yang belum disebut di pilihan jawaban a-h. AS02 Tanyakan apakah masyarakat di desa/kelurahan ini menggunakan air yang telah disebut diatas untuk mandi/cuci. AS03 Pertanyaan ini bertujuan mengetahui fasilitas tempat membuang air besar yang digunakan oleh masyarakat di desa/kelurahan. a b c Jamban sendiri dengan septik tank, adalah jamban milik rumah tangga yang ada di dalam atau sekitar rumah, dan hanya digunakan oleh anggota rumah tangga tersebut. Pembuangan akhir menggunakan septik tank. Septik Tank adalah tempat pembuangan akhir berupa bak penampungan, biasanya terbuat dari pasangan bata/bambu atau beton baik mempunyai bak resapan maupun tidak, termasuk di sini daerah permukiman yang mempunyai Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) terpadu yang dikelola oleh pemerintah kota. Dalam sistem pembuangan limbah cair seperti ini, air limbah rumah tangga tidak ditampung di dalam tangki atau wadah semacamnya, tetapi langsung dialirkan ke suatu tempat pengolahan limbah cair. Di tempat pengelolaan tersebut, limbah cair diolah sedemikian rupa (dengan teknologi tertentu) sehingga terpilah menjadi 2 bagian yaitu lumpur dan air. Air hasil pengolahan ini dianggap aman untuk dibuang ke tanah atau badan air (sungai, danau, laut). Jamban sendiri tanpa septik tank, adalah jamban milik rumah tangga yang ada di dalam atau sekitar rumah, dan hanya digunakan oleh anggota rumah tangga tersebu. Pembuangan akhir tidak menggunakan septik tank. Jamban bersama, adalah jamban milik satu atau beberapa rumah tangga, dan digunakan dan dirawat secara bersama oleh beberapa rumah tangga.
17 d Jamban umum, adalah jamban milik masyarakat atau pemerintah yang lokasinya ada di kawasan perumahan/permukiman dan digunakan secara bersama oleh banyak rumah tangga. Belakangan dikenal jamban umum di lokasi-lokasi publik seperti terminal, stasiun, dan lain-lain yang dikelola oleh lembaga/pengusaha tertentu sehingga siapa saja penggunanya harus membayar sejumlah uang. Jamban umum dalam survei ini adalah dalam pengertian yang pertama. e Sungai/kali/laut/parit, bila penduduk membuang air besar di sungai/kali/laut/parit. f Kebun/sawah/gunung, bila penduduk membuang air besar di kebun/sawah/gunung v. Lainnya. AS04 AS05 AS06 AS07 AS08 Dengan mengacu pada pertanyaan AS03, tanyakan tempat pembuangan air besar mana yang paling umum dipakai oleh penduduk di desa/kelurahan tersebut. Tanyakan apakah ada sistem saluran air limbah/got di desa/kelurahan. Saluran got adalah saluran pembuangan air kotor atau limbah rumah tangga yang akan dialirkan ke sungai/parit/laut. Jika responden menjawab (3) TIDAK maka lanjutkan ke pertanyaan AS08. Tanyakan tahun berapa pertama kali dibuat/terdapat sistim saluran air limbah/got di desa/kelurahan tersebut. Tanyakan persentase rumah tangga yang memanfaatkan sistim saluran air limbah/got di desa/kelurahan, kemudian lanjutkan ke pertanyaan AS09. Pertanyaan ini untuk yang menjawab (3) TIDAK di AS05. Tanyakan kemana saja rumah tangga di desa/kelurahan ini membuang air limbah rumah tangga. A B C V Lubang pembuangan air, jika rumah tangga membuang air limbahnya ke dalam lubang yang dibuat khusus untuk menampung air limbah. Dibuang ke sungai/danau/laut, jika rumah tangga membuang air limbahnya ke sungai/danau/laut. Dibuang begitu saja ke samping/belakang rumah, jika rumah tangga membuang air limbahnya begitu saja ke tanah terbuka di samping atau belakang rumah. Lainnya. AS09 Tanyakan apakah penduduk desa/kelurahan mengelola sampah dengan cara-cara dibawah ini. a b c d e v Diangkut petugas, jika ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah dari rumah tangga untuk kemudian dikumpulkan di suatu tempat. Dibakar, jika rumah tangga mengelola sampahnya dengan cara dibakar. Dibuang ke sungai/kali, jika rumah tangga mengelola sampahnya dengan cara dibuang ke sungai/kali. Dibuang ke pekarangan rumah/kebun dan dibiarkan, jika rumah tangga mengelola sampahnya dengan cara dibuang ke pekarangan rumah atau kebun dan dibiarkan. Dibuang ke lubang dan ditimbun, jika rumah tangga mengelola sampahnya dengan cara dibuang ke lubang dan ditimbun. Lainnya. AS10. Dengan mengacu pada pertanyaan AS09, tanyakan cara pengelolaan sampah mana yang paling umum dilakukan oleh penduduk desa/kelurahan ini.
18 TR. TRANSPORTASI Seksi ini bertujuan untuk mengetahui akses desa/kelurahan ke pasar terdekat, ibukota kecamatan dan ibukota kabupaten. TR01 TR02 Tanyakan berapa jarak kantor kepala desa/kelurahan ke pasar terdekat, ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten/kota. Konversikan ke kilometer jika responden menjawab dalam meter. Jika kantor kepala desa/kelurahan bersebelahan dengan pasar terdekat, kantor kecamatan dan kantor bupati/walikota, isi jarak dengan nol (0). Tanyakan jenis transportasi umum apa yang bisa digunakan oleh masyarakat desa/kelurahan untuk sampai ke pasar terdekat, ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten/kota. A B C D E Sepeda adalah kendaraan roda dua yang tidak menggunakan mesin. Sepeda motor adalah kendaraan bermotor yang beroda dua. Angkutan umum roda 3 adalah kendaraan bermotor yang beroda tiga seperti bemo, bajaj, anglingdarma, mobec/motor becak. Angkutan umum roda 4 adalah kendaraan bermotor yang beroda empat. Perahu tidak bermotor adalah angkutan laut/sungai yang tidak menggunakan mesin, seperti sampan, kano, biduk, perahu dan lain-lain. F Perahu motor tempel/kapal motor, adalah angkutan laut/sungai baik yang besar maupun yang kecil yang menggunakan mesin, seperti speed boat, ces, ketinting dan lain-lain termasuk bila menggunakan beragam jenis kapal laut seperti kapal muat penumpang, feri dsb. G Delman/dokar/cidomo adalah angkutan darat tradisional yang menggunakan tenaga hewan sebagai alat penarik, contohnya di pulau jawa disebut delman, sedangkan cidomo adalah istilah di pulau lombok dan lain-lain. H V Jalan kaki. Lainnya yang belum disebut di pilihan jawaban A-H. TR03 TR04 TR05 Dari jawaban yang telah disebutkan di TR02, tanyakan jenis transportasi umum mana yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Tanyakan berapa waktu yang dibutuhkan untuk satu kali perjalanan mencapai pasar terdekat, ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten/kota dengan menggunakan jenis transportasi yang paling sering digunakan oleh masyarakat, mengacu pada jawaban di TR03. Jika responden menjawab dalam jam konversikan ke menit. Tanyakan berapa biaya/ongkos satu kali perjalanan untuk sampai ke pasar terdekat, ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten/kota dengan transportasi yang paling sering digunakan oleh masyarakat, mengacu pada jawaban di TR03. Jika responden berjalan kaki maka biaya diisi nol (0). MI. MEDIA INFORMASI Seksi ini bertujuan untuk mengetahui jenis saluran televisi/radio mana saja yang bisa diterima di desa/kelurahan serta ketersediaan alat komunikasi. MI01 MI02 Tanyakan apakah siaran televisi mulai dari poin a sampai poin m dapat diterima dengan baik di pusat desa/kelurahan tanpa menggunakan antena parabola maupun TV kabel. Tanyakan bagaimana kualitas sinyal telepon genggam/handphone/mobile phone tanpa satelit di desa/kelurahan. Pertanyaan ini mengacu ke provider jaringan GSM dan
19 CDMA yang tidak menggunakan satelit misalnya telkomsel, indosat, mobile 8 dan lainlain. MI03 MI04 MI05 MI06 Tanyakan apakah siaran Radio Republik Indonesia (RRI) dapat diterima dengan jelas/jernih di desa/kelurahan. Tanyakan berapa banyak stasiun radio swasta (FM/AM) yang dapat diterima dengan jelas di desa/kelurahan, tidak termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), contohnya: radio sonora, trijaya dan lain-lain. Tanyakan apakah ada telepon umum koin/kartu yang masih aktif didesa/kelurahan. Jika ada tanyakan jumlahnya. Masih aktif artinya masih bisa digunakan oleh masyarakat dan masih berfungsi. Jika tidak berfungsi lagi dianggap tidak aktif. Tanyakan apakah ada wartel/kiospon/warpostel/warparpostel di desa/kelurahan, Jika ada tanyakan jumlahnya. Wartel/kiospon/warpostel/warpapostel dalam kuesioner ini maksudnya adalah yang masih beroperasi atau masih berfungsi. Wartel/kiospon/warpostel/warparpostel adalah tempat yang disediakan untuk pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum yang ditunggu baik yang bersifat sementara maupun tetap dan merupakan bagian dari telepon umum MI07 MI08 MI09 MI10 Tanyakan apakah ada warung internet (Warnet) di desa/kelurahan ini. Jika ada tanyakan jumlahnya. Warung Internet (Warnet) adalah terjemahan dalam bahasa Indonesia dari istilah asing Internet café. Warnet adalah tempat di mana seseorang bisa mengakses internet di sebuah tempat umum. Biaya biasanya dipatok per jam. Tanyakan apakah ada kantor pos/pos pembantu/rumah pos di desa/kelurahan ini. Kantor pos adalah tempat layanan pengiriman surat, barang, transfer uang melalui wesel pos, giro pos (layanan keuangan untuk menampung, menyimpan dan membayarkan berbagai transaksi bisnis di seluruh Indonesia), cek pos wisata (layanan keuangan sebagai solusi dana perjalanan karena dapat diuangkan di semua kantor pos), filateli (hobi mengumpulkan perangko) serta layanan jasa lainnya. Tanyakan jarak ke kantor pos terdekat dari pusat desa/kelurahan, terlepas dari letak kantor pos tersebut, apakah di dalam desa/kelurahan maupun di luar desa/kelurahan. Tanyakan apakah ada pos keliling yang beroperasi di desa/kelurahan dimana masyarakat bisa mengirim surat, membeli prangko dan lain-lain. Tidak termasuk petugas pos yang mengantar surat keliling. PMD. PARTISIPASI MASYARAKAT DESA Seksi ini bertujuan untuk menjaring informasi mengenai tingkat partisipasi anggota masyarakat dalam kegiatan sosial maupun program pembangunan, dan untuk mengetahui jenis-jenis program/kegiatan yang dilaksanakan di desa/kelurahan. Cara pengisian nomor PMD01-PMD04: tanyakan dulu pertanyaan nomor AS01. Jika responden menjawab (1) lanjutkan pertanyaan ke PM03. Jika responden menjawab (2) lanjutkan pertanyaan ke PM02. Jika responden menjawab (3) lanjutkan pertanyaan ke baris berikutnya. PMD01 Pertanyaan ini untuk mendapatkan informasi dari responden tentang program/kegiatan yang dilaksanakan di desa/kelurahan, apakah program/kegiatan tersebut sedang dilaksanakan secara rutin, pernah dilaksanakan namun sekarang tidak pernah dilaksanakan secara rutin lagi atau tidak/belum pernah dilaksanakan sama sekali. a PKK, adalah organisasi bentukan pemerintah yang terdapat ditingkat nasional sampai desa/kelurahan yang berfungsi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
20 b c d Karang taruna, adalah organisasi pembentukan pemerintah yang berfungsi meningkatkan kegiatan pemuda. Ronda/siskamling, adalah kegiatan yang dilakukan pada setiap malam secara kelompok dan bergilir antar warga masyarakat tanpa memandang status ekonomi pada masyarakt tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keamanan wilayah tempat tinggal warga masyarakat. Kerja bakti rutin, adalah kegiatan membersihkan jalan/lingkungan/saluran got/kali dan sarana umum lainnya yang dilakukan secara rutin. Dibeberapa daerah dikenal istilah nama jumat bersih karena pada setiap hari jumat dilakukan kegiatan bersihbersih. e Sistem pengelolaan air, adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan sumber air untuk mencukupi kebutuhan akan air bersih, misalnya membuat sumur umum atau mengusahakan kran umum dari PAM atas swadaya masyarakat. f Sistem pengelolaan sampah padat, adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk mengelola sampah yang berasal dari rumah tangga. Contoh: warga masyarakat di suatu desa diberi pengarahan untuk memilah sampah rumah tangganya. Sampah yang bisa didaur ulang diletakkan di suatu tempat untuk dikelola/dijual kembali oleh masyarakat, sedangkan sampah lainnya diletakkan disuatu tempat lain untuk dibakar atau dijadikan kompos. Kompos tersebut kemudian dijual dan uang yang diperoleh digunakan untuk kepentingan masyarakat. PMD02 Jika pada PM01 responden menjawab bahwa kegiatan tersebut pernah ada namun sekarang sudah tidak dilaksanakan secara rutin, tanyakan kapan kegiatan tersebut berhenti dilaksanakan didesa/kelurahan. PMD03 Untuk kegiatan yang sekarang sedang dilaksanakan secara rutin maupun yang pernah dilaksanakan namun sekarang sudah tidak dilaksanakan lagi, tanyakan kegiatan tersebut dilaksanakan di berapa wilayah (dusun/lingkungan/rw). PMD04 Tanyakan jumlah penduduk di desa/kelurahan yang menjadi anggota/menggunakan kegiatan tersebut. Jka responden tidak bisa memperkirakan jumlah penduduk yang terlibat, maka tanyakan kira-kira berapa persentasenya, kemudian dikalikan dengan jumlah penduduk. PMD05 Tanyakan siapa yang menentukan rumah tangga mana yang ikut dalam kegiatan bersama di masyarakat, seperti gotong royong, kerja bakti, siskamling dan lain-lain. PMD06 Tanyakan siapa yang menentukan jumlah swadaya yang diharapkan dari masingmasing rumah tangga. Misalnya di Desa A ada pembangunan masjid, di setiap rumah tangga ditentukan untuk menyumbang uang sebesar Rp ,-. Yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah siapa yang menentukan sumbangan sebesar Rp ,- tersebut. PMD07 Tanyakan sanksi/ketentuan apa yang diberikan kepada rumah tangga jika tidak ikut dalam kegiatan bersama. Sanksi/ketentuan adalah hukuman yang diberikan berdasarkan kesepakatan/aturan yang dibuat bersama. PMD08 Tanyakan siapa yang menentukan saksi/ketentuan tersebut. KE. KEGIATAN EKONOMI.
21 Seksi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya rata-rata upah buruh laki-laki dan lamanya jam kerja per hari. KE01 KE02 KE03 KE04 Tanyakan berapa upah harian buruh laki-laki pada bulan ini (saat wawancara) dan pada bulan Agustus 2006 berdasarkan standar yang digunakan oleh masyarakat di desa/kelurahan. Jika daerah sampel adalah perdesaan maka yang upah yang berlaku adalah upah untuk buruh tani laki-laki. Untuk daerah perkotaan maka upah yang berlaku adalah upah buruh pabrik laki-laki. Bulan Agustus terpilih secara random/acak. Tanyakan apakah selama bekerja di bulan ini dan bulan Agustus 2006, buruh mendapatkan konsumsi, seperti makan, minum atau rokok dari majikannya diluar gaji/upah yang mereka terima. Jika responden menjawab (3) TIDAK, lanjutkan ke KE04. Jika responden menjawab (1) YA pada KE02, maka tanyakan berapa nilai rata-rata perhari dari konsumsi yang mereka terima untuk bulan ini dan bulan Agustus Tanyakan berapa jam rata-rata buruh bekerja per hari di bulan ini dan bulan Agustus CP. CATATAN PEWAWANCARA Bagian ini tidak ditanyakan. Catatlah bahasa yang digunakan selama wawancara, siapa saja yang mendampingi responden ketika diwawancarai, penilaian terhadap ketepatan dan kesungguhan responden dalam menjawab, pertanyaan yang sulit/malu/bingung untuk dijawab, serta catatan-catatan lain yang penting dan informatif bagi survei ini. CP01 Lingkari jenis bahasa yang digunakan pada keseluruhan atau sebagian besar wawancara. CP02 Lingkari jenis bahasa lainnya yang digunakan pada saat wawancara. CP03 Jika responden bukan kepala desa/lurah, bagaimana penilaian pewawancara mengenai tingkat pemahaman responden mengenai kondisi/masalah di desa/lurah tersebut. Lingkari 6 (TIDAK BERLAKU) jika responden adalah kepala desa/lurah. CP04 Tulislah pertanyaan mana saja yang membuat responden merasa sulit dalam menjawab. Tulis seksi, nomor pertanyaan, dan keterangan singkat. CP05 Tulislah pertanyaan mana saja yang tidak tersedia datanya. Tulis seksi, nomor pertanyaan, dan keterangan singkat. BLOK CATATAN PEWAWANCARA Tulislah seksi dan nomor pertanyaan mana saja yang perlu diberi catatan-catatan khusus. Tulislah catatan-catan tersebut dengan bahasa yang lugas, ringkas, padat dan jelas. Hindari penggunaan singkatan dan istilah yang tidak umum.
BUKU 2 KARAKTERISTIK DESA
LK, IR, ID, DN, PD, FKS, FPD, AS, TR, GE, MI, PMD, KE, CP SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 2 KARAKTERISTIK DESA ID DESA 5 Responden adalah (a) Kepala Desa/Lurah atau (b) Sekretaris Desa/Lurah
BAB IV GAMBARAN LOKASI PENELITIAN
BAB IV GAMBARAN LOKASI PENELITIAN 4.1 Kondisi Geografis dan Demografis Desa Petir merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Jumlah penduduk Desa
SURVEI RUMAH TANGGA PERDESAAN R A H A S I A
PEWAWANCARA : EDITOR : PENGAWAS : SURVEI RUMAH TANGGA PERDESAAN R A H A S I A ID DESA 1 KODE WILCAH BUKU 1 KARAKTERISTIK DESA SEKSI : COV, LK, IR, ID, PAP, DN, PD, FKS, FPD, AS, TR, MI, KE, CP Responden
PENDATAAN PUSKESMAS TAHUN 2006
DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PENDATAAN PUSKESMAS TAHUN 2006 I. IDENTITAS WILAYAH NO. RINCIAN KODE PEDOMAN PENGISIAN 101 Provinsi Diisi dengan Nama Propinsi 102 Kabupaten/Kota Diisi dengan Nama
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Profil Kelurahan Mulyaharja 4.1.1. Keadaan Umum Kelurahan Mulyaharja Kelurahan Mulyaharja terletak di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat.
KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 1997
KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 1997 KODE KETERANGAN 000 KEGIATAN YANG BELUM JELAS BATASANNYA 011 PERTANIAN TANAMAN PANGAN, TANAMAN PERKEBUNAN, DAN HORTIKULTURA 012 PETERNAKAN 013 KOMBINASI PERTANIAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-321/PJ/2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 49/PJ/2011 TENTANG
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 49/PJ/2011 TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA
PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS
PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Tomoni memiliki luas wilayah 230,09 km2 atau sekitar 3,31 persen dari total luas wilayah Kabupaten Luwu Timur. Kecamatan yang terletak di sebelah
Statistik Daerah Kabupaten Bintan
Statistik Daerah Kabupaten Bintan 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN GUNUNG KIJANG 2014 ISSN : No. Publikasi: 21020.1419 Katalog BPS : 1101001.2102.061 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : Naskah:
PROFIL PUSKESMAS II DENPASAR UTARA
PROFIL PUSKESMAS II DENPASAR UTARA GAMBARAN UMUM 1. Geografi A.Batas Wilayah Puskesmas II Denpasar Utara terletak di pusat Kota Denpasar, yaitu Jalan Gunung Agung Gang II Nomor 8 Denpasar. Selain Puskesmas
DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017
DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017 Kode Desa (Kode PUM) :... Nama Desa/Kelurahan :... Kecamatan :... Kabupaten/Kota :... Provinsi :... Tahun Pembentukan :... Dasar Hukum Pembentukan
TABEL - VII.1 PERKEMBANGAN NILAI INVESTASI MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 TAHUN
TABEL - VII.1 PERKEMBANGAN NILAI INVESTASI MENURUT SKALA USAHA SKALA USAHA 1 Usaha Kecil (UK) 17.968.449 19.510.919 1.542.470 8,58 2 Usaha Menengah (UM) 23.077.246 25.199.311 2.122.065 9,20 Usaha Kecil
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2012 DAFTAR RUMAH TANGGA I. PENGENALAN TEMPAT II. KUNJUNGAN PETUGAS TANGGAL BULAN
Rahasia SDKI-RT SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 0 DAFTAR RUMAH TANGGA I. PENGENALAN TEMPAT. PROVINSI. KABUPATEN/KOTA *) 3. KECAMATAN 4. DESA / KELURAHAN 5. DAERAH **) PERKOTAAN - PERDESAAN - 6.
1. PENDAHULUAN 2. METODOLOGI
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tahun 2005 BPS mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan Pendataan Sosial Ekonomi Penduduk 2005 (PSE 05), implementasi sebenarnya adalah pendataan
RAHASIA. Survei Sumber Daya dan Infrastruktur Desa
Pewawancara : Pemeriksa : Data Operator : RAHASIA ID Desa Gelombang : : Survei Sumber Daya dan Infrastruktur Desa KUESIONER DATA UMUM DESA Data Kunjungan Kunjungan 1 Kunjungan 2 Kunjungan 3 COV Tanggal
PEMERINTAH KABUPATEN ALOR
PEMERINTAH KABUPATEN ALOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang
FORMAT PENGKAJIAN DAERAH BINAAN
FORMAT PENGKAJIAN DAERAH BINAAN KABUPATEN : KECAMATAN : DATA DEMOGRAFI DAERAH BINAAN Kelurahan/ Desa : Rw / Rt : Luas Wilayah : Batas Wilayah : Sebelah Utara. Sebelah Selatan... Sebelah Timur... Sebelah
Katalog BPS
Katalog BPS 1403.8271.012 Kecamatan Pulau Batang Dua Dalam Angka 2012 PULAU BATANG DUA DALAM ANGKA 2012 Nomor Katalog : 1403.8271.012 Nomor Publikasi : 8271.000 Ukuran Buku : 15 cm x 21 cm Jumlah Halaman
Statistik Daerah Kabupaten Bintan
Statistik Daerah Kabupaten Bintan 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BINTAN PESISIR 2014 ISSN : No. Publikasi: 21020.1421 Katalog BPS : 1101001.2102.063 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 12
LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH
LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH PENILAIAN SYARAT TEKNIS I. FAKTOR DAN INDIKATOR DALAM RANGKA PEMBENTUKAN
V. GAMBARAN UMUM. Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal,
V. GAMBARAN UMUM 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Desa ini berbatasan dengan Desa Bantarjati
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kecamatan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah dan pembangunan nasional. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberikan
GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian
GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian Curah hujan Kecamatan Babulu rata-rata 242,25 mm pada tahun 2010 Kecamatan Babulu memiliki luas 399,46 km 2. Secara geografis berbatasan
BUKU 6 KADER POSYANDU
LK, IR, IDP, JP, TK, AMP, PG, PM, CP SURVEI PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BUKU 6 KADER POSYANDU ID POSYANDU 9 EA QX NO RESPONDEN ADALAH KETUA ATAU KADER POSYANDU YANG PALING AKTIF/LAMA Nama Posyandu
FORMULIR PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS STIKES HANG TUAH SURABAYA
FORMULIR PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS STIKES HANG TUAH SURABAYA A. DATA DASAR KELUARGA 1. Nama Kepala Keluarga :... 2. Umur :... 3. Agama :... 4. Pendidikan :... 5. Pekerjaaan :... 6. Suku :...
Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan
Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan 2007 Kerja sama Pusat Rencana dan Statistik Kehutanan, Departemen Kehutanan dengan Direktorat Statistik Pertanian, Badan Pusat Statistik Jakarta, 2007 KATA PENGANTAR
LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN KEBERSIHAN, KEINDAHAN, DAN KESEHATAN LINGKUNGAN
LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 16 TAHUN : 2003 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN KEBERSIHAN, KEINDAHAN, DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN II TAHUN 2013
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 54/08/21/Th. VIII, 1 Agustus 2013 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN II TAHUN 2013 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur
BOKS II : TELAAH KETERKAITAN EKONOMI PROPINSI DKI JAKARTA DAN BANTEN DENGAN PROPINSI LAIN PENDEKATAN INTERREGIONAL INPUT OUTPUT (IRIO)
BOKS II : TELAAH KETERKAITAN EKONOMI PROPINSI DKI JAKARTA DAN BANTEN DENGAN PROPINSI LAIN PENDEKATAN INTERREGIONAL INPUT OUTPUT (IRIO) IRIO memiliki kemampuan untuk melakukan beberapa analisa. Kemampuan
pelalawankab.bps.go.id
ISBN : 979 484 622 8 No. Publikasi : 25 Katalog BPS : 1101002.1404041 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 12 + iii Naskah : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Gambar Kulit : Seksi Integrasi
BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 32 TAHUN 2006 TENTANG
BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 32 TAHUN 2006 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN TATA CARA PENGAJUAN PERMOHONAN, PEMROSESAN, DAN PENERBITAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI,
STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA
STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA 2016 B A D A N P U S AT S TAT I S T I K KO TA B I T U N G Statistik Kecamatan Lembeh Utara 2016 Statistik Kecamatan Lembeh Utara 2016 No. Publikasi : 7172.1616 Katalog
14 KRITERIA MISKIN MENURUT STANDAR BPS ; 1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang.
14 KRITERIA MISKIN MENURUT STANDAR BPS ; 1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang. 2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan. 3. Jenis dinding tempat
III. METODE PENELITIAN
38 III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan memilih lokasi Kota Cirebon. Hal tersebut karena Kota Cirebon merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jawa
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN IV TAHUN 2011
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 13/02/21/Th. VII, 1 Februari 2012 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN IV TAHUN 2011 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN I TAHUN 2013
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 31/05/21/Th.VIII, 1 Mei 2013 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN I TAHUN 2013 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
Gambar 4. Kerangka Habitat Equivalency Analysis V. GAMBARAN UMUM WILAYAH. Wilayah penelitian pada masyarakat Kecamatan Rumpin secara
Sumber: Chapman, D. J (2004) Gambar 4. Kerangka Habitat Equivalency Analysis V. GAMBARAN UMUM WILAYAH 5.1 Kondisi Geografis dan Administratif Wilayah penelitian pada masyarakat Kecamatan Rumpin secara
BENTUK LAPORAN PENERIMAAN PAJAK (LPP) KODE FORMULIR
Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-54/PJ/1998 Tanggal : 25 Maret 1998 BENTUK LAPORAN PENERIMAAN PAJAK (LPP) No JENIS FORMULIR KODE FORMULIR UKURAN DIKIRIM KE MASA LAPORAN 1 2 3 4 5
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 5 TAHUN 2008 SERI D.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 5 5TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah Menurut Penggunaan lahan Utama Tahun 2009 2011... 2 Tabel SD-1B. Topografi Kota Surabaya...
FORM WAWANCARA PROGRAM KELUARGA HARAPAN 2011
F4 PEWAWANCARA FORM WAWANCARA PROGRAM KELUARGA HARAPAN 2011 Fasilitator mengisi satu set form ini untuk setiap pendaftar. A. INFORMASI UMUM A.01. Provinsi 16. Sumatera Selatan 18. Lampung 33. Jawa Tengah
DAFTAR ISI. Nota Kesepahaman... iii Kata Pengantar... ix Daftar Isi... xiii Penjelasan Umum... xix
DAFTAR ISI Nota Kesepahaman...... iii Kata Pengantar... ix Daftar Isi... xiii Penjelasan Umum... xix 0 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)... 3 01 Perwira
DOKUMEN ATURAN BERSAMA DESA KARANGASEM, KECAMATAN PETARUKAN, KABUPATEN PEMALANG
DOKUMEN ATURAN BERSAMA DESA KARANGASEM, KECAMATAN PETARUKAN, KABUPATEN PEMALANG KONDISI FAKTUAL KONDISI IDEAL ATURAN BERSAMA YANG DISEPAKATI A. LINGKUNGAN 1. Jaringan Jalan dan Drainase Banyak rumah yang
PEMERINTAH KABUPATEN KOTABARU
PEMERINTAH KABUPATEN KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 03 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KECAMATAN DALAM WILAYAH KABUPATEN KOTABARU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR. Kondisi Geografis. Struktur Kependudukan. ]. k
13 PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR Profil Desa Cihideung Ilir memuat informasi mengenai desa yang dijadikan tempat penelitian. Adapun informasi yang tersaji dalam bab ini adalah mengenai kondisi geografis Desa
2016, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan L
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1099, 2016 KEMENDAGRI. Kepala Desa. Laporan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA DENGAN RAHMAT
PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO
Salinan PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOJONEGORO NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BOJONEGORO, Menimbang Mengingat : a. bahwa Peraturan
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan
18 IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Letak dan Keadaan Geografis Kelurahan Lubuk Gaung adalah salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai Provinsi Riau. Kelurahan Lubuk
Katalog BPS :
Katalog BPS : 1101002.6409010 Statistik Daerah Kecamatan Babulu 2015 Statistik Daerah Kecamatan Babulu No. Publikasi : 6409.550.1511 Katalog BPS : 1101002.6409010 Naskah : Seksi Statistik Neraca Wilayah
TABEL - IV.1 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 TAHUN
TABEL - IV.1 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 SKALA USAHA 1 Usaha Kecil (UK) 184.845.034 194.426.046 9.581.012 5,18 2 Usaha Menengah (UM)
III. METODE PENELITIAN. Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data
III. METODE PENELITIAN A. Penelitian Kepustakaan Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dan teori-teori yang mendukung rencana penulisan yang terkait.
BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Strategi kebijakan pelaksanaan pengendalian lingkungan sehat diarahkan untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral dalam pembangunan kesehatan
DAFTAR ISI. Tabel SD-1 Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama Tabel SD-2 Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Status... 1
DAFTAR ISI A. SUMBER DAYA ALAM Tabel SD-1 Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-2 Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Status... 1 Tabel SD-3 Luas Kawasan Lindung berdasarkan RTRW dan
BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH UNTUK DESA
SALINAN BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH UNTUK DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang
STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013
Katalog BPS : 1101002.6271020 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013
Kecamatan Selat Nasik
Katalog BPS: 1101001.1902063 Statistik Daerah Kecamatan Selat Nasik 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELITUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SELAT NASIK 2015 ISSN : 2407-2869 No. Publikasi : 19020.1507
BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA
DAFTAR TABEL Daftar Tabel... i BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA A. LAHAN DAN HUTAN Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan. l 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah
IDENTIFIKASI TINGKAT KEKUMUHAN DAN POLA PENANGANAN YANG TEPAT DI KAWASAN KUMUH KELURAHAN TANJUNG KETAPANG TAHUN 2016
Syauriansyah Tugas Akhir Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Esa Unggul LAMPIRAN I LEMBAR KUESIONER MASYARAKAT IDENTIFIKASI TINGKAT KEKUMUHAN DAN POLA PENANGANAN YANG TEPAT DI KAWASAN
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN RAJA AMPAT.
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN RAJA AMPAT STATISTIK DAERAH KECAMATAN SALAWATI BARAT 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN SALAWATI BARAT 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN SALAWATI BARAT 2012 No.Publikasi : 91080.12.37
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1997 TENTANG RETRIBUSI DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1997 TENTANG RETRIBUSI DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 18 ayat (3), Pasal 22, Pasal 25 ayat (6) dan
BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH
BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH 2.1 Letak Geografis dan Jumlah Penduduk Tenggarong merupakan salah satu Kecamatan dari 15 Kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luas wilayah 398,10
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 29 TAHUN 2003 T E N T A NG KEBERSIHAN, KEINDAHAN DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 29 TAHUN 2003 T E N T A NG KEBERSIHAN, KEINDAHAN DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dalam upaya
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA POLOBOGO
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA POLOBOGO 4. 1. Kondisi Geografis 4.1.1. Batas Administrasi Desa Polobogo termasuk dalam wilayah administrasi kecamatan Getasan, kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Wilayah
PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BENGKULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BENGKULU,
PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BENGKULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BENGKULU, Menimbang : a. bahwa pertambahan penduduk dan perubahan
WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA SINGKAWANG NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PERSALINAN AMAN
WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA SINGKAWANG NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PERSALINAN AMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SINGKAWANG, Menimbang : a. bahwa kesehatan
BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG INDIKATOR KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANYUWANGI
1 BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG INDIKATOR KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI, Menimbang : a.
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA TANJUNGSARI
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA TANJUNGSARI 4.1 Profil Desa Tanjungsari 4.1.1 Letak Geografis Desa Tanjungsari Desa Tanjungsari merupakan salah satu dari delapan Desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Sukaresik,
BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG REVOLUSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR,
BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG REVOLUSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang Mengingat : a. bahwa kesehatan merupakan hak asasi
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-01/MEN/I/2007 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN PENGHARGAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
24 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Keadaan Wilayah dan Potensi Sumber daya Alam Desa Cikarawang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan luas wilayah 2.27
KUESIONER PENELITIAN
71 Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN PELAKSANAAN PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR KHALIPAH KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2013 1. Pilihlah
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN RUMAH SEWA DAN RUMAH KOST
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN RUMAH SEWA DAN RUMAH KOST DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang : a.
REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN 3 TAHUN 2016
REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN 3 TAHUN 2016 Kode Desa (Kode PUM) : 3207011002 Nama Desa/Kelurahan : KERTASARI
REPUBLIK INDONESIA SENSUS PERTANIAN 2003 SURVEI PENDAPATAN PETANI
SPP04 - S RAHASIA 1. Propinsi 2. Kabupaten/Kota *) 3. Kecamatan 4. Desa/Kelurahan *) REPUBLIK INDONESIA SENSUS PERTANIAN 2003 SURVEI PENDAPATAN PETANI I. PENGENALAN TEMPAT 5. Klasifikasi Desa/Kelurahan
PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016
BPS PROVINSI BENGKULU No. 10/02/17/XI, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016 EKONOMI BENGKULU TUMBUH 5,30 PERSEN, MENINGKAT DIBANDINGKAN TAHUN 2015 Perekonomian Provinsi Bengkulu
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa berdasarkan
PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN
PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAMEKASAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PAMEKASAN, Menimbang
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA CIHIDEUNG ILIR, KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA CIHIDEUNG ILIR, KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR 4.1 Gambaran Umum Desa 4.1.1 Kondisi Fisik, Sarana dan Prasarana Desa Cihideung Ilir merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan
II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional
II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional Dalam penerbitan buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tegal Tahun 2012 ruang lingkup penghitungan meliputi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) yang melaksanakan sebagian tugas dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan
PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN
PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN I. UMUM Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan perlunya
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2007 DAFTAR RUMAH TANGGA I. PENGENALAN TEMPAT 10. NAMA RESPONDEN NO. URUT ART
Rahasia SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2007 DAFTAR RUMAH TANGGA I. PENGENALAN TEMPAT SDKI07-RT 1. PROVINSI 2. KABUPATEN/KOTA *) 3. KECAMATAN 4. DESA / KELURAHAN 5. DAERAH **) PERKOTAAN -1 PERDESAAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH
www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN PENGGABUNGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
RETRIBUSI TERMINAL SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN/KOTA. Oleh. Zainab Ompu Zainah ABSTRAK
65 RETRIBUSI TERMINAL SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN/KOTA Oleh Zainab Ompu Zainah ABSTRAK Keywoods : Terminal, retribusi. PENDAHULUAN Membicarakan Retribusi Terminal sebagai
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Jarak dari Kecamatan Megamendung ke Desa Megamendung adalah 8 km,
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Desa Megamendung Desa Megamendung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Secara geografis, Desa
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG
1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA A. FORMAT RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA A.1 FORMAT
Bab 1 Pemerintahan Desa
Bab 1 Pemerintahan Desa Pernahkah kalian mengamati orang mengurus Kartu Tanda Penduduk? Tentu orang tersebut terlebih dahulu pergi ke ketua RT setempat. Kemudian ke kantor kepala desa/kelurahan dan dilanjutkan
Statistik KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sangat strategis, karena potensinya yang besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat, dan sekaligus menjadi tumpuan sumber
