TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA BEDA BUTIR-BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 BATU TAHUN AJARAN 2011/2012

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA BEDA BUTIR-BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 BATU TAHUN AJARAN 2011/2012"

Transkripsi

1 TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA BEDA BUTIR-BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 BATU TAHUN AJARAN 2011/2012 ARTIKEL SKRIPSI OLEH HIGUITA SANTOS NIM UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PRODI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH JULI

2 Artikel skripsi oleh Higuita Santos ini telah diperiksa dan disetujui untuk diunggah dan dipublikasikan. Malang, 9 Agustus 2012 Pembimbing I Prof. Dr. Dawud, M.Pd NIP Malang, 9 Agustus 2012 Pembimbing II Dr. Kusubakti Andajani S.Pd, M.Pd, NIP Mengetahui, Ketua Jurusan Sastra Indonesia Penulis Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Higuita Santos NIP NIM

3 TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA BEDA BUTIR-BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 BATU TAHUN AJARAN 2011/2012 Higuita Santos 1 Dawud 2 Kusubakti Andajani 2 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesukaran, daya beda, dan tindak lanjut analisis dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia siswa kelas XII SMAN 1 Batu tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitiannya sebagai berikut. Pertama, deskripsi tingkat kesukaran butir soal UAS bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu. Kedua, deskripsi daya beda butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu. Ketiga, deskripsi tindak lanjut analisis butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu. Kata Kunci: tingkat kesukaran, daya beda, tindak lanjut analisis ABSTRACT: The purpose of this research is to descripte the item difficulty, the discriminating power, and the follow up of the item analisys result in the appliance on final semester exams (UAS) on SMAN 1 Batu 2011/2012. Research method is qualitative descriptive. Breakdown of research results as follows. First, description of item difficulty of final semester exams (UAS) on SMAN 1 Batu 2011/2012. Second, description of discriminating power of final semester exams (UAS) on SMAN 1 Batu 2011/2012. Third, description of follow up of the item analisys result in the appliance on final semester exams (UAS) on SMAN 1 Batu 2011/2012. Keywords: item difficulty, discriminating power, follow up of the item analisys Ujian Akhir Semester (UAS) merupakan bagian dari bentuk evaluasi yang bertujuan untuk mengukur dan menilai kompetensi peserta didik sehingga guru bisa menentukan apakah siswa dapat melanjutkan pembelajaran pada tingkat yang lebih tinggi atau perlu adanya pengujian. Menurut Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian pendidikan, UAS adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Pada ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia, tes yang digunakan dalam ujian adalah tes 1 Higuita Santos adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Artikel ini diangkat dari Skripsi Program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Negeri Malang. 2 Dawud dan Kusubakti Andajani adalah Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

4 bahasa. Dengan diadakannya tes bahasa, seorang guru dapat melakukan pengukuran terhadap keberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuan dilaksanakannya UAS adalah sebagai bentuk tes hasil belajar yang mengukur pencapaian hasil belajar siswa setelah mempelajari kompetensi yang diajarkan guru selama satu semester. Sebagai bentuk tes hasil belajar, sangat penting untuk menjaga kualitas soal UAS. Salah satu usaha untuk mengembangkan saol tes dengan kulitas yang baik adalah dengan melakukan analisis butir soal. Analisis soal tes merupakan bentuk analisis hasil tes, yaitu analisis sehubungan dengan kualitas tes yang telah diselenggarakan guna mengali informasi mengenai kualitas tes yang telah diselenggarakan. Analisis butir soal tes ini mencakup analisis tingkat kesukaran dan daya beda soal. Menurut Azwar (2000:142), analisis butir soal yang mencakup analisis tingkat kesukaran dan daya beda butir soal merupakan analisis klasik yang sekarang sudah jarang dilakukan. Namun, dengan tidak melakukan analisis butir soal, maka kualitas butir soal yang diujikan menjadi tidak terukur dan balum jelas kelayakannya. Hal ini disebabkan oleh pengembangan kualitas butir soal yang tidak didasari perhitungan yang baik. Dengan dilakukan analisis butir soal, akan dapat diketahui kualitas tes yang diselenggarakan, dan akan membantu pengajar mengetahui apa saja hal yang berkaitan dengan pengembangan, penyusunan, dan pengunaan tes yang telah baik dan perlu dipertahankan. Pemilihan UAS sebagai obyek penelitian dilatar belakangi oleh beberapa kelebihan UAS yang tidak dimiliki oleh bentuk evaluasi lain. kelebihan dibandingkan tes lainnya. Pertama, pelaksanaan UAS juga bermanfaat sebagai alat untuk mendiagnosa kelemahan penguasaan kompetensi siswa. Kedua, penyusunan UAS oleh guru masing-masing mata pelajaran memungkinkan pengajar untuk menyusun soal sesuai dengan input siswa. Ketiga, pelaksanaannya yang dilakukan tiap semester yang merupakan waktu yang ideal untuk mengukur hasil belajar siswa. Jika dibandingkan dengan tes lain seperti ulangan harian atau ulangan kenaikan kelas, waktu pelaksanaan UAS lebih ideal karena dapat mencakup beberapa kompetensi dengan proporsi yang tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Selain itu, pelaksanaan UAS tiap satu semester memungkinkan pengajar untuk melakukan perbaikan terhadap kelemahan penguasaan kompetensi siswa pada semester berikutnya. Dengan demikian, dilakukannya telaah kualitas butir soal dengan menggunakan analisis butir soal maka dapat dideskripsikan kelayakan evaluasi yang telah dilakukan. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini difokuskan pada (1) tingkat kesukaran butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu tahun ajaran 2011/2012, (2) daya beda butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu tahun ajaran 2011/2012, dan (3) tindak lanjut analisis butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu tahun ajaran 2011/2012. METODE Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati. Metode kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan (1) kelayakan butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu berdasarkan tingkat kesukaran, (2) kelayakan butir soal

5 UAS Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu berdasarkan daya beda, dan (3) tindak lanjut analisis butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu setelah dilakukan perhitungan tingkat kesukaran dan daya beda. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumen. Analisis ini bertujuan untuk menarik kesimpulan dari sebuah buku atau dokumen. Teks-teks yang dianalisis dalam penelitian ini adalah dokumen soal-soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) SMA Negeri 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012. Wujud data yang diperoleh dalam penelitian kualitatif ini adalah data verbal. Data verbal dalam penelitian ini berupa deskripsi hasil analisis tingkat kesukaran dan daya beda butir soal, serta deskripsi pola tindak lanjut analisis setelah perhitungan tingkat kesukaran dan daya beda butir-butir soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) SMA Negeri 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012. Dalam hal ini, deskripsi pola tindak lanjut analisis yang dimaksud adalah deskripsi tindak lanjut yang diberikan guru setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan butir soal setelah dilakukan analisis butir soal yang mencakup analisis tingkat kesukaran dan daya beda. Sedangkan, sumber data pada penelitian ini adalah data yang dikumpulkan berupa soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) SMA Negeri 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012 dan hasil wawancara dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu selaku penyusun soal UAS Bahasa Indonesia kelas XII program IPA/IPS tahun ajaran 2011/2012. Instrumen utama yang digunakan adalah peneliti sendiri, peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, dan penafsir data. Instrumen pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel tingkat kesukaran butir soal, tabel daya beda butir soal, dan pedoman wawancara tindak lanjut analisis. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan beberapa tahap analisis data untuk mengetahui tingkat kesukaran, daya beda, dan pola tindak lanjut analisis pada butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu tahun ajaran 2011/2012. Tahap analisis tingkat kesukaran butir soal UAS antara lain (1) meneliti masingmasing nilai siswa dari soal UAS mata pelajaran Bahasa Indonesia SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012, (2) memasukkan data pada tabel perhitungan tingkat kesukaran (p) dan melakukan perhitungan tingkat kesukaran, dan (3) menyalin data pada tabel hasil perhitungan tingkat kesukaran (p) pada tiap butir soal. Tahap analisis daya beda butir soal UAS antara lain (1) meneliti masing-masing nilai siswa dari soal UAS mata pelajaran Bahasa Indonesia SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012, (2) menyusun lembar jawab peserta didik dari skor tertinggi sampai skor terendah, (3) mengambil masing-masing 27% lembar jawaban dari kelompok atas (higher group), dan kelompok bawah (lower group), (4) membuat tabel untuk mengetahui jawaban (benar atau salah) dari setiap peserta didik, baik untuk kelompok atas maupun kelompok bawah, dan (5) memasukkan data pada tabel penafsiran hasil perhitungan daya beda (D) dan melakukan perhitungan daya beda pada tiap butir soal berdasarkan data dari tabel benar/salah. Analisis pola tindak lanjut analisis butir soal UAS antara lain (1) mencatat pokok-pokok hasil wawancara yang berkaitan dengan tujuan UAS, prosedur penyusunan UAS, faktor penyebab buruknya soal tes berdasarkan tingkat kesukaran dan daya beda, dan tindak lanjut terhadap butir soal setelah analisis butir soal, (2) membandingkan hasil wawancara dengan teori, dan (3) menyimpulkan kesesuaian tindak lanjut analisis yang dilakukan guru berdasarkan teori yang berlaku.

6 HASIL PENELITIAN Tingkat Kesukaran Butir Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012 Melalui kajian dan analisis tingkat kesukaran terhadap tes yang diujikan, akan dapat diungkapkan kelayakan soal tes, baik masing-masing butir soal tes maupun keseluruhan soal tes. Analisis tingkat kesukaran dalam penelitian ini mencakup dua jenis soal, yakni soal A dan Soal B. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa analisis tingkat kesukaran masing-masing butir soal A dalam Ujian Akhir Semester(UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. Persentase tingkat kesukaran butir soal dengan kategori Sangat Sukar mencapai 5%, kategori Sukar mencapai 7.5%, kategori Sedang mencapai 32.5%, kategori Mudah mencapai 27.5%, dan kategori Sangat Mudah mencapai 27.5%. Kelayakan butir soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. Persentase butir soal yang masuk dalam kategori Layak mencapai 50%, kategori Tidak Layak mencapai 42,5%, dan kategori Revisi mencapai 7.5%. Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa analisis tingkat kesukaran butir soal B dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. Dalam soal B, persentase tingkat kesukaran butir soal dengan kategori Sangat Sukar mencapai 2.5%, kategori Sukar mencapai 5%, kategori Sedang mencapai 15%, kategori Mudah mencapai 42.5%, dan kategori Sangat Mudah mencapai 35%. Kelayakan butir soal B dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. Persentase butir soal yang masuk dalam kategori Layak mencapai 32,5%, kategori Tidak Layak mencapai 52,5%, dan kategori Revisi mencapai 15%. Daya Beda Butir Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012 Analisis daya beda dalam penelitian ini mencakup dua jenis soal, yakni soal A dan Soal B. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa daya beda masing-masing butir soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. Pers persentase daya beda butir soal dengan kategori Sangat jelek mencapai 0%, kategori Jelek mencapai 55%, kategori Cukup mencapai 25%, kategori Baik mencapai 17.5%, dan persentase tingkat kesukaran butir soal dengan kategori Sangat Baik mencapai 2.5%. Kelayakan butir soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. Persentase butir soal yang masuk dalam kategori Layak hanya 20%, kategori Tidak Layak mencapai 55%, dan persentase daya beda butir soal dengan kategori Revisi mencapai 25%. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa daya beda butir soal B dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. Dalam soal B, persentase

7 daya beda butir soal dengan kategori Sangat jelek mencapai 7.5%, kategori Jelek mencapai 37.5%, kategori Cukup mencapai 50%, kategori Baik mencapai 5%, dan kategori Sangat Baik mencapai 0%. Kelayakan butir soal B dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 sebagai berikut. persentase butir soal yang masuk dalam kategori Layak hanya mencapai 5%, kategori Tidak Layak mencapai 45%, dan kategori Revisi mencapai 50%, Tindak Lanjut Analisis Ujian Akhir Sekolah (UAS) Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012 Setelah mendapatkan hasil analisis tingkat kesukaran dan daya beda, selanjutnya dapat dilakukan tindak lanjut analis butir butir soal Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMAN 1 Batu tahun ajaran 2011/2012. Data mengenai tindak lanjut analisis ini diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selaku penyusun soal UAS Bahasa Indonesia kelas XII program IPA/IPS di SMAN 1 Batu. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMAN 1 Batu, diperoleh informasi sebagai berikut. Pertama, tindak lanjut yang dilakukan pada butir soal yang terlalu sukar adalah dilakukan revisi. Revisi tersebut berupa (1) perubahan soal dalam hal bacaan atau ilustrasi, (2) kompetensi yang diujikan diganti, (3) KKM soal diturunkan, dan (4) menindaklanjuti siswa untuk mengetahui alasan tidak bisa mengerjakan soal ujian. Kedua, tindak lanjut yang dilakukan pada butir soal yang terlalu mudah adalah dilakukan revisi. Revisi tersebut hampir sama dengan butir soal yang sangat sukar hanya saja sifatnya ditingkatkan. Revisi berupa (1) perubahan soal dalam hal bacaan atau ilustrasi, (2) kompetensi yang diujikan diganti, (3) KKM soal ditingkatkan, dan (4) menindaklanjuti siswa untuk mengetahui alasan tidak bisa mengerjakan soal ujian. Ketiga, tindak lanjut terhadap butir soal yang memiliki daya beda dengan kategori buruk dilakukan beberapa penyesuaian pada pelaksanaan UAS itu sendiri. Misalnya menciptakan suasana yang lebih disiplin sehingga tidak ada siswa yang mencontek. Keempat, tindak lanjut terhadap butir soal yang sudah layak dan sudah direvisi adalah didata dan disimpan di bagian evaluasi untuk selanjutnya digunakan untuk menyusun kisi-kisi soal yang akan dikembangkan dalam UAS tahun selanjutnya. PEMBAHASAN Kajian Tingkat Kesukaran Butir Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012 Tingkat kesukaran butir soal tes menunjukkan seberapa sulit atau mudahnya butir-butir soal tes dan tes secara keseluruhan yang telah diselenggarakan (Djiwandono, 1996:140). Indeks tingkat kesukaran merupakan rasio antara penjawab item dengan benar dan banyaknya penjawab item (Gronlund, 1982:102). Analisis tingkat kesukaran menunjukkan apakah butir soal tes itu tergolong terlalu sulit, sulit, sedang, mudah, atau terlalu mudah. Melalui kajian dan analisis tingkat kesukaran terhadap tes tes yang diujikan, akan dapat diungkapkan kelayakan soal tes, baik masing-masing butir soal tes maupun keseluruhan soal tes. Melalui kajian dan analisis tingkat kesukaran terhadap tes tes

8 yang diujikan, akan dapat diungkapkan kelayakan soal tes, baik masing-masing butir soal tes maupun keseluruhan soal tes. Analisis tingkat kesukaran dalam penelitian ini mencakup dua jenis soal, yakni soal A dan Soal B. Dari hasil analisis tingkat kesukaran soal A yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa persentase butir soal A yang masuk dalam kategori Layak mencapai 50%, kategori Tidak Layak mencapai 42,5%, dan kategori Revisi mencapai 7.5%. Menurut Arikunto (2009:210), penentuan kelayakan soal perlu memperhatikan tujuan penggunaan soal, jika soal tes digunakan untuk memperoleh pencapaian hasil belajar siswa maka soal tes cenderung menggunakan soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa untuk Ujian Akhir Semester yang bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa, soal tes yang digunakan adalah soal yang tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Sementara itu, Menurut Djiwandono (1996:141), kriteria kelayakan tingkat kesukaran butir soal yang ideal perlu diusahakan untuk memperoleh tingkat kesukaran rata-rata 0.50 dan menghindari tingkat kesukaran 1.00 dan 0.00 bagi butir-butir tesnya, dan butir soal dengan nilai yang mendekati angka ideal dapat dilakukan revisi. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa kelayakan butir soal dalam lembar soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tergolong dalam kategori Sedang, karena keseluruhan lembar soal A masih didominasi oleh soal yang ideal dan perlu direvisi sedangkan sebagian soal kurang ideal. Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran soal B yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa persentase butir soal yang masuk dalam kategori Layak mencapai 32,5%, kategori Tidak Layak mencapai 52,5%, dan kategori Revisi mencapai 15%. Menurut Arikunto (2005:210), penentuan kelayakan soal perlu memperhatikan tujuan penggunaan soal, jika soal tes digunakan untuk memperoleh pencapaian hasil belajar siswa maka soal tes cenderung menggunakan soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa untuk Ujian Akhir Semester yang bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa, soal tes yang digunakan adalah soal yang tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Sementara itu, Menurut Djiwandono (1996:141), kriteria kelayakan tingkat kesukaran butir soal yang ideal perlu diusahakan untuk memperoleh tingkat kesukaran rata-rata 0.50 dan menghindari tingkat kesukaran 1.00 dan 0.00 bagi butir-butir tesnya, dan butir soal dengan nilai yang mendekati angka ideal dapat dilakukan revisi. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa kelayakan butir soal dalam lembar soal B dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tergolong dalam kategori Kurang Ideal, karena keseluruhan soal masih didominasi oleh soal yang kurang ideal dan hanya sebagian soal ideal yang dapat dipertahankan. Namun, dari butir soal tes yang kurang ideal, sebagian besar di antaranya memiliki indeks tingkat kesukaran yang mendekati rentangan soal yang ideal sehingga hanya perlu diperbaiki dan tidak perlu dibuang. Kajian Daya Beda Butir Soal UAS Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012 Daya deskriminasi atau daya beda butir soal tes adalah kesanggupan butir soal tes dalam membedakan antara siswa atau peserta tes yang memiliki

9 penguasaan materi tinggi dan siswa yang memiliki penguasaan materi rendah (Sudjana, 2007:141). Perhitungan daya beda (D) merupakan pengukuran sejauh mana suatu butir soal tes mampu membedakan peserta didik yang sudah menguasai kompetensi dengan peserta didik yang kurang atau belum menguasai kompetensi berdasarkan kriteria tertentu (Djiwandono, 1996:142). Analisis daya beda dalam penelitian ini mencakup dua jenis soal, yakni soal A dan Soal B. Dari hasil analisis daya beda soal A yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa persentase butir soal yang masuk dalam kategori Layak hanya 20%, kategori Tidak Layak mencapai 55%, kategori Revisi mencapai 25%. Menurut Daryanto (2005:190), butir soal yang dengan daya beda 0.40 atau lebih tergolong bagus sekali, butir soal dengan daya beda 0.30 sampai 0.39 tergolong lumayan bagus tetapi perlu peningkatan, butir soal dengan daya beda 0.20 sampai belum memuaskan sehingga perlu diperbaiki, dan butir soal kurang dari 0.20 tergolong jelek dan harus dibuang. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa kelayakan butir soal dalam lembar soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu berdasarkan analisis daya beda tergolong dalam kategori Kurang Ideal, karena keseluruhan lembar soal A masih didominasi oleh soal yang kurang ideal dan lebih dari setengah dari keseluruhan soal memiliki daya beda yang tidak memenuhi syarat. Berdasarkan hasil analisis daya beda soal B yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa persentase butir soal dengan daya beda yang masuk dalam kategori Layak hanya mencapai 5%, kategori Tidak Layak mencapai 45%, dan kategori Revisi mencapai 50%. Menurut Daryanto (2005:190), butir soal yang dengan daya beda 0.40 atau lebih tergolong bagus sekali, butir soal dengan daya beda 0.30 sampai 0.39 tergolong lumayan bagus tetapi perlu peningkatan, butir soal dengan daya beda 0.20 sampai belum memuaskan sehingga perlu diperbaiki, dan butir soal kurang dari 0.20 tergolong jelek dan harus dibuang. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa kelayakan butir soal dalam lembar soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu berdasarkan analisis daya beda tergolong dalam kategori sangat buruk. Hal tersebut disebabkan karena hampir setengah dari jumlah tes yang diujikan tergolong dalam kategori Tidak Layak dan sisanya masih banyak memerlukan perbaikan. Kajian Tindak Lanjut Analisis Ujian Akhir Sekolah (UAS) Bahasa Indonesia Kelas XII SMAN 1 Batu Tahun Ajaran 2011/2012 Data mengenai tindak lanjut analisis dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selaku penyusun soal UAS Bahasa Indonesia kelas XII program IPA/IPS di SMAN 1 Batu. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, diperoleh informasi tentang tindak lanjut yang dilakukan setelah perhitungan tingkat kesukaran dan daya beda. Pola tindak lanjut analisis ini menelaah keterangan dari penyusun soal UAS dan mengkaji kesesuaian tindak lanjut yang dilakukan guru berdasarkan teori. Pola tindak lanjut analisis ini mencakup (1) tindak lanjut analisis yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dengan kategori sangat mudah, (2) tindak lanjut analisis yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dengan kategori

10 sangat sukar, (3) tindak lanjut analisis yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas butir soal yang memiliki daya beda dengan kategori buruk, dan (4) tindak lanjut analisis yang dilakukan terhadap butir soal yang sudah layak dan yang sudah direvisi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, diperoleh keterangan bahwa tindak lanjut yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dengan kategori sangat mudah adalah dilakukan perbaikan dengan meningkatkan bobot butir soal. Tindak lanjut yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dengan kategori sangat sukar adalah dilakukan perbaikan dengan menurunkan bobot butir soal. Contoh tindak lanjut yang dilakukan adalah perbaikan pada bobot bacaan pada soal dengan kompetensi membaca, bobot ilustrasi dalam menulis, bobot pertanyaan, mengganti soal, menurunkan KKM soal, atau menindaklanjuti siswa untuk mengetahui alasan tidak bisa mengerjakan soal. Sementara itu, upaya untuk memperbaiki kualitas butir soal yang memiliki daya beda dengan kategori buruk dilakukan beberapa penyesuaian pada pelaksanaan UAS itu sendiri. Misalnya menciptakan suasana yang lebih disiplin sehingga tidak ada siswa yang mencontek. Menurut Zaman, dkk. (2010:63) analisis butir soal adalah perhitungan statistik yang bersifat relatif dan tergantung pada beberapa faktor, seperti sampel siswa, kualitas perintah, ilustrasi, bacaan, dan opsi jawaban dalam soal, serta kesalahan soal. Sedangkan, menurut Sjabana (2008), selain dipengaruhi oleh sampel siswa dan bobot soal, kualitas butir soal berdasarkan tingkat kesukaran juga dipengaruhi oleh kesalahan pada soal, misalnya kesalahan pada perintah, kesalahan pada opsi jawaban, kesalahan pada kunci jawaban, ilustrasi atau bacaan yang sulit dimengerti, atau mungkin juga materi yang belum dijelaskan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tindak lanjut yang dilakukan dalam perbaikan butir soal perlu disesuaikan dengan faktor penyebab buruknya kualitas butir soal tersebut. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa tindak lanjut analisis yang dilakukan terhadap butir soal yang memiliki tingkat kesukaran yang buruk (sangat mudah/sangat sukar) sudah sesuai, yaitu dengan memberikan penyesuaian pada bobot bacaan pada soal dengan kompetensi membaca, bobot ilustrasi dalam menulis, bobot pertanyaan, mengganti soal. Namun, tindak lanjut berupa menurunkan KKM soal dan menindaklanjuti siswa untuk mengetahui alasan tidak bisa mengerjakan soal kurang relevan karena tidak sesuai dengan konsep analisis butir soal yang mengembangkan butir soal berdasarkan penyusunan dan kualitas butir soal itu sendiri dan tidak mempermasalahkan faktor diluar kualitas soal, seperti kondisi siswa dan KKM soal. Sedangkan, tindak lanjut terhadap butir soal yang memiliki kualitas daya beda yang buruk juga kurang relevan karena alasan buruknya daya beda butir soal tidak dipengaruhi oleh pelaksanaan tes ataupun faktor kondisi siswa. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, diperoleh keterangan bahwa tindak lanjut yang dilakukan pada butir soal yang sudah layak dan yang sudah direvisi adalah disimpan dalam berkas kantor bagian evaluasi untuk digunakan dalam pengembangan kisi-kisi soal UAS tahun selanjutnya. Hal ini dilakukan karena di SMAN 1 Batu belum terdapat bank soal untuk menyimpan soal yang layak secara tersendiri lengkap dengan catatan berisi kelemahan dan

11 kelebihan soal. Menurut Djiwandono (1996:146), ciri-ciri butir tes yang telah diungkapkan melalui kajian tindak lanjut analisis perlu disimpan secara lengkap dan rapi dalam catatan sendiri yang memuat informasi tentang tes secara keseluruhan maupun tentang masing-masing butir tes yangmana catatan tersebut akan bermanfaat bagi penyelenggaraan tes serupa pada kesempatan yang lain. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tindak lanjut yang dilakukan di SMAN 1 Batu terhadap butir soal yang layak dan sudah direvisi kurang sesuai karena penyimpanan butir soal yang sudah layak tidak dilakukan secara tersendiri. Selain itu tidak dilakukan pencatatan mengenai kelemahan dan kelebihan butir soal serta penggunaan butir soal sebagai acuan pengembangan kisi-kisi soal UAS berikutnya juga tidak sesuai. Hal ini dikarenakan pencatatan kelemahan dan kelebihan butir soal diperlukan untuk mengembangkan butir soal yang lebih baik untuk tes UAS selanjutnya, bukan untuk pengembangan kisi-kisi soal. Berdasarkan keseluruhan analisis, dapat disimpulkan bahwa tindak lanjut yang diberikan dalam tindak lanjut analisis soal UAS di SMAN1 Batu terdapat beberapa penyimpangan. Penyimpangan ini misalnya seperti merubah KKM dan treatment yang dilakukan pada siswa untuk meningkatkan kualitas butir soal. Tindak lanjut ini dirasa kurang relevan dengan tujuan analisis butir soal. Selain itu, perbaikan butir soal mencakup opsi jawaban, perbaikan perintah, dan pengecekan kunci soal belum dilakukan. Di samping itu juga, tindak lanjut untuk butir soal yang sudah layak dan sudah direvisi juga kurang sesuai karena pengembangannya tidak diarahkan untuk mengembangkan butir soal yang lebih baik, melainkan untuk pengembangan kisi-kisi soal. Sedangkan, tindak lanjut lainnya seperti penyesuaian bobot untuk mencapai tingkat kesukaran yang ideal dan perbaikan iluatrasi/bacaan dalam soal sudah sesuai. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan mengenai tingkat kesukaran butir soal, daya beda butir soal, dan pola tindak lanjut analisis. Pertama, Kelayakan butir soal UAS bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 berdasarkan perhitungan Tingkat Kesukaran adalah: (1) kelayakan butir soal dalam lembar soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tergolong dalam kategori sedang, dan (2) Kelayakan butir soal dalam lembar soal B dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tergolong dalam kategori buruk atau kurang ideal. Kedua, Kelayakan butir soal UAS Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 berdasarkan perhitungan daya beda adalah: (1) Kelayakan butir soal dalam lembar soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu berdasarkan analisis daya beda tergolong dalam kategori buruk, dan (2) Kelayakan butir soal dalam lembar soal A dalam Ujian Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu berdasarkan analisis daya beda tergolong dalam kategori sangat buruk. Ketiga, Tindak lanjut analisis Ujian Akhir Sekolah (UAS) Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Batu tahun ajaran 2011/2012 terdapat beberapa penyimpangan. Penyimpangan ini misalnya seperti merubah KKM dan treatment

12 yang dilakukan pada siswa untuk meningkatkan kualitas butir soal. Tindak lanjut ini dirasa kurang relevan dengan tujuan analisis butir soal. Selain itu, perbaikan butir soal mencakup opsi jawaban, perbaikan perintah, dan pengecekan kunci soal belum dilakukan. Di samping itu juga, tindak lanjut untuk butir soal yang sudah layak dan sudah direvisi juga kurang sesuai karena pengembangannya tidak diarahkan untuk mengembangkan butir soal yang lebih baik, melainkan untuk pengembangan kisi-kisi soal. Sedangkan, tindak lanjut lainnya seperti penyesuaian bobot untuk mencapai tingkat kesukaran yang ideal dan perbaikan ilustrasi/bacaan dalam soal untuk soal yag kurang layak sudah sesuai. Saran Untuk guru mata pelajaran, selaku pengevaluasi pelaksanaan pembelajaran dilingkup sekolah, dalam penyusunan soal, perlu dimantapkan dengan melakukan uji coba soal tes yang akan diujikan, melakukan analisis butir soal dan melakukan pengembangan tes berdasarkan analisis butir soal yang telah dilakukan. Selain itu, perlu dilakukan tindak lanjut yang sesuai dan pengembangan tes yang berkesinambungan dari tahun ke tahun agar diperoleh soal tes yang berkualitas. DAFTAR RUJUKAN Arikunto, Suharsimi Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: bumi Aksara. Azwar, Saifudin Tes Prestasi: Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar, edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Daryanto Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Djiwandono, M. Soenardi Tes Bahasa dalam Pengajaran. Bandung: ITB. Gronlund, N.E Constructing Achievement Test, 3 rd edition. Eaglewood Cliffs, N.J: prentice Hall inc. Permendiknas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 Tanggal 11 Juni 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menteri Pendidikan Nasional, (online), content/uploads/2009/12/permendiknas-nomor-20-tahun-2007-ttg- Ulangan-sekolah.pdf, diakses pada 3 Januari Sjabana, Dripa Item Analysis: Arti dan Pemanfaatannya. Surabaya: Lokakarya Pemantapan Implementasi Evaluasi Pembelajaran FK Unair. (on line), diakses pada 20 Januari 2012.

13 Sudjana, Nana Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Zaman, Amir, Niwaz, A, Faize, F.A, Dahar, M.A, dan Alamgir Analysis of Multiple Choice Items and the Effect of Items Sequencing on Difficulty Level in the Test of Mathematics Volume 17, Number 1 (2010). Pakistan: European Journal of Social Sciences, (on line), diakses pada 20 Januari 2012.

Kata Kunci: instrumen penilaian, benar-salah, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dinamika rotasi, kesetimbangan tegar

Kata Kunci: instrumen penilaian, benar-salah, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dinamika rotasi, kesetimbangan tegar PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BENAR-SALAH UNTUK MENILAI KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA PADA MATERI DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Aliyyatus Sa adah, Sugiyanto, S.Pd, M.Si, dan Drs.

Lebih terperinci

ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA KELAS X.D SMA N 1 TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI.

ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA KELAS X.D SMA N 1 TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI. ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA KELAS X.D SMA N 1 TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI. Oleh Anak Agung Sri Dwipayani, NIM 0812011035 Jurusan

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 20013/201 DI KABUPATEN PURBALINGGA

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 20013/201 DI KABUPATEN PURBALINGGA ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 20013/201 DI KABUPATEN PURBALINGGA Dwi Haryanto Guru SDN 1 Kutasari, Kabupaten Puralingga Email: dwiharyanto1968@yahoo.com

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) BIOLOGI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KELAS X DAN XI PADA MAN SAMPIT. Nurul Septiana

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) BIOLOGI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KELAS X DAN XI PADA MAN SAMPIT. Nurul Septiana ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) BIOLOGI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KELAS X DAN XI PADA MAN SAMPIT Nurul Septiana Prodi TBG Jurusan PMIPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangkaraya

Lebih terperinci

ANALISIS DESKRIPTIF SOAL MATEMATIKA PADA SELEKSI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA/SMK TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN 2013/2014 KABUPATEN JEMBER

ANALISIS DESKRIPTIF SOAL MATEMATIKA PADA SELEKSI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA/SMK TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN 2013/2014 KABUPATEN JEMBER ANALISIS DESKRIPTIF SOAL MATEMATIKA PADA SELEKSI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA/SMK TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN 2013/2014 KABUPATEN JEMBER Devira Ayu Nurandari 34, Toto Bara Setiawan 35, Arika Indah

Lebih terperinci

Oleh: Halimah Wahyuningrum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Oleh: Halimah Wahyuningrum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Analisis Butir Soal Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Bahasa Jawa Siswa Kelas V SD Negeri Kledung Kradenan Banyuurip Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Oleh: Halimah Wahyuningrum Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

Annisa Carina Sutrisno Mujiyono

Annisa Carina Sutrisno Mujiyono TEKNOLOGI DAN KEJURUAN, VOL. 37, NO. 2, SEPTEMBER 2014:145-152 TINGKAT RANAH DAN KUALITAS SOAL YANG DIBUAT OLEH GURU SMK SWASTA Annisa Carina Sutrisno Mujiyono Abstrak: Tujuan penelitian mengetahui tingkat

Lebih terperinci

PENGARUH VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI KIMIA TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI

PENGARUH VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI KIMIA TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI 566 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 4, No.1, 2010, hlm 566-573 PENGARUH VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER BIDANG STUDI KIMIA TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI Murbangun Nuswowati,

Lebih terperinci

VALIDITAS ISI DAN KETEPATAN KONSTRUKSI BUTIR TES SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SMA/MA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

VALIDITAS ISI DAN KETEPATAN KONSTRUKSI BUTIR TES SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SMA/MA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 VALIDITAS ISI DAN KETEPATAN KONSTRUKSI BUTIR TES SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SMA/MA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Masyrifatul Khairiyyah 1 ) Heri Suwignyo 2 ) Imam Agus Basuki E-mail: risma.aries@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Mixed Method, yaitu penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyempurnaan kurikulum, latihan kerja guru, penyediaan sarana, pengadaan alat

BAB I PENDAHULUAN. penyempurnaan kurikulum, latihan kerja guru, penyediaan sarana, pengadaan alat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, berbagai usaha telah dilakukan oleh pihak yang berkompeten dalam bidang pendidikan antara lain penyempurnaan

Lebih terperinci

APLIKASI ANALISIS BUTIR SOAL BERDASARKAN TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA PEMBEDA

APLIKASI ANALISIS BUTIR SOAL BERDASARKAN TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA PEMBEDA APLIKASI ANALISIS BUTIR SOAL BERDASARKAN TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA PEMBEDA NurulHuda S. Kariem¹, Moh. Hidayat Koniyo², Lillyan Hadjaratie³ INTISARI Analisis butir soal sangat diperlukan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap buku teks terjemahan adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap buku teks terjemahan adalah metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan untuk menganalisis keterbacaan dan pemahaman mahasiswa terhadap buku teks terjemahan adalah metode deskriptif. Menurut Firman,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono, penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan dalam sebuah penelitian untuk mencapai tujuan penelitian. Metode penelitian atau sering disebut juga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Untuk menentukan kualitas tes matematika soal ujian madrasah 2012/2013 di MAN Wonosobo. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian

Lebih terperinci

Kajian Butir Soal Ujian Sekolah Matematika SMA Negeri 1 Gondanglegi Tahun 2012

Kajian Butir Soal Ujian Sekolah Matematika SMA Negeri 1 Gondanglegi Tahun 2012 Kajian Butir Soal Ujian Sekolah Matematika SMA Negeri 1 Gondanglegi Tahun 2012 M. Zuhdi Rachman Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd, (II) Dr. Sisworo, M.Si ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penegasan istilah. Maka pendahuluan tersebut sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. penegasan istilah. Maka pendahuluan tersebut sebagai berikut. BAB I PENDAHULUAN Sesuai dengan judul analisis butir soal, pada penelitian ini akan diuraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah dan penegasan istilah. Maka pendahuluan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMAN 1 Kecamatan Gaung Kabupaten Inhil Tahun Pelajaran 2013/2014. 2. Waktu Penelitian

Lebih terperinci

Abstrak. Abstract. Wijayanti, et al., Analisis Butir Soal Objektif UAS...

Abstrak. Abstract. Wijayanti, et al., Analisis Butir Soal Objektif UAS... 1 ANALISIS BUTIR SOAL BJEKTIF UAS SEMESTER GENAP KELAS VII PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SMP NEGERI 3 BALUNG Hani Wijayanti, Bambang Hari, Hety Mustika

Lebih terperinci

Peta Kompetensi Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Biologi

Peta Kompetensi Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Biologi Peta Kompetensi Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Biologi Menjelaskan karakteristik Bidang Studi Biologi Kemampuan Prasyarat Merumuskan Tujuan Pembelajaran Membedakan berbagai Jenjang Berfikir Menjelaskan

Lebih terperinci

NENENG NURIA SANTI NIM

NENENG NURIA SANTI NIM ANALISIS TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA BEDA BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KATEMAN E JOURNAL diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan teknik analisis komparatif. Penelitian komparatif diarahkan untuk

Lebih terperinci

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal EEAJ 3 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH PRODUKTIF PEMASARAN KELAS XII PEMASARAN SMK NEGERI 9 SEMARANG

Lebih terperinci

THE QUALITY OF TRYOUTS ITEM ANALYSIS FOR EVERY SENIOR HIGH SCHOOL CLASS XII IN PEKANBARU BY USING ITEM ANALYSIS PROGRAM

THE QUALITY OF TRYOUTS ITEM ANALYSIS FOR EVERY SENIOR HIGH SCHOOL CLASS XII IN PEKANBARU BY USING ITEM ANALYSIS PROGRAM 1 THE QUALITY OF TRYOUTS ITEM ANALYSIS FOR EVERY SENIOR HIGH SCHOOL CLASS XII IN PEKANBARU BY USING ITEM ANALYSIS PROGRAM Jenlifita Marla Putri 1, Muhammad Nasir 2, Azhar 3 Email:jenlifitamarlap.utie@gmail.com

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Pendidikan Matematika.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Pendidikan Matematika. Artikel Skripsi Universitas Nusantara PGRI Kediri PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KELILING DAN LUAS LINGKARAN KELAS VIII DI SMP

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X.1 MADRASAH ALIYAH NEGERI BINTAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X.1 MADRASAH ALIYAH NEGERI BINTAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X.1 MADRASAH ALIYAH NEGERI BINTAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh MAYA AGUSTAHNIA NIM 110388201069 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian, Peranan, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi dalam Kegiatan Pembelajaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian, Peranan, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi dalam Kegiatan Pembelajaran 11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian, Peranan, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi dalam Kegiatan Pembelajaran Evaluasi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menentukan nilai dari suatu kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang

Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KUIS INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN KELAS XI IPS 4 SMA NEGERI 1 DAMPIT TAHUN AJARAN 2011/2012 Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang

Lebih terperinci

Analisis Tingkat kognitif Soal Pilihan Ganda pada Buku Teks Ekonomi untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Jember

Analisis Tingkat kognitif Soal Pilihan Ganda pada Buku Teks Ekonomi untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Jember Analisis Tingkat kognitif Soal Pilihan Ganda pada Buku Teks Ekonomi untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Jember Leni Purwanti, Sukidin Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 RAMBAH HILIR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 RAMBAH HILIR PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 RAMBAH HILIR Elvita Yeni *), Hardianto 1), Suwandi 2) 1&2) Program Studi Pendidikan Matematika,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dikembangkan untuk memperoleh pengetahuan dengan menggunakan prosedur yang reliabel

Lebih terperinci

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI SKRIPSI OLEH YUNI KARTIKA A1C409014 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL A. PENDAHULUAN

ANALISIS BUTIR SOAL A. PENDAHULUAN ANALISIS BUTIR SOAL A. PENDAHULUAN Tes adalah suatu pernyataan, tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait atau atribut pendidikan dan psikologi. Setiap butir

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA DISTRAKTOR BERMAKNA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KONSEPSI FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MALANG

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA DISTRAKTOR BERMAKNA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KONSEPSI FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MALANG PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA DISTRAKTOR BERMAKNA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KONSEPSI FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MALANG Anita Puspita Handayani 1, Muhardjito 2, Sumarjono 3,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MULTITEKS PADA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEPANJEN

PENGGUNAAN MULTITEKS PADA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEPANJEN PENGGUNAAN MULTITEKS PADA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEPANJEN Amalia Sofie Yuana Pembimbing I: Edy Hidayat, S.Pd., M. Hum. Pembimbing II: Dudy Syafruddin,

Lebih terperinci

Adapun beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

Adapun beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini berjenis deskriptif. Peneliti hanya menggambarkan kondisi di lapangan sesuai fakta yang terjadi tanpa ada perlakuan terhadap variabel. Metode

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2011:2). Sedangkan peneliti lain mengatakan

III. METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2011:2). Sedangkan peneliti lain mengatakan 23 III. METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2011:2). Sedangkan peneliti lain mengatakan

Lebih terperinci

Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum.

Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum. ANALISIS VALIDITAS ISI DAN KETEPATAN KONSTRUKSI BUTIR TES SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH BAHASA INDONESIA TAHUN 2013/2014 KELAS XII SMA SWASTA BERSAMA BERASTAGI Oleh Justianus Tarigan Dr. Abdurahman A., M.Hum.

Lebih terperinci

ANALISIS TES BUATAN GURU BIDANG STUDI MATEMATIKA KELAS V SD 1 KATOBENGKE

ANALISIS TES BUATAN GURU BIDANG STUDI MATEMATIKA KELAS V SD 1 KATOBENGKE ANALISIS TES BUATAN GURU BIDANG STUDI MATEMATIKA KELAS V SD 1 KATOBENGKE Azis Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unidayan Baubau Email: azis_nasam@yahoo.com Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk

Lebih terperinci

PERANGKAT PEMBELAJARAN MK DASAR-DASAR DAN PERANCANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN

PERANGKAT PEMBELAJARAN MK DASAR-DASAR DAN PERANCANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MK DASAR-DASAR DAN PERANCANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS 3. SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Dosen Pengampu Dr. Ngadimun Hd., M.Pd. FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui bagaimana persepsi guru tentang kinerja kepala sekolah di SMA Negeri 0 Cipondoh Kota Tangerang.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga komponen utama, yaitu:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Waktu, Populasi, Sampel Penelitian 1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Cimahi, yang beralamat di Jl. Kamarung No. 69 Km 1,5 Cimahi

Lebih terperinci

JOURNAL KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DALAM MEMAHAMI FAKTA DAN OPINI SISWA KELAS X DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 BINTAN OLEH

JOURNAL KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DALAM MEMAHAMI FAKTA DAN OPINI SISWA KELAS X DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 BINTAN OLEH JOURNAL KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DALAM MEMAHAMI FAKTA DAN OPINI SISWA KELAS X DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 BINTAN OLEH MEI PURWASIH NIM. 080320717132 PROGRAM STUDI BAHASA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif ini memaparkan suatu fenomena dalam pembelajaran dengan ukuranukuran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui bagaimana aktivitas peserta didik dan kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan

Lebih terperinci

A. Jenis dan Pendekatan

A. Jenis dan Pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan

Lebih terperinci

ANALISIS KESESUAIAN ANTARA BUKU TEKS SISWA TEMATIK TERPADU TEMA BENDA-BENDA DI LINGKUNGAN SEKITAR SD/MI KELAS V DENGAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013

ANALISIS KESESUAIAN ANTARA BUKU TEKS SISWA TEMATIK TERPADU TEMA BENDA-BENDA DI LINGKUNGAN SEKITAR SD/MI KELAS V DENGAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013 ANALISIS KESESUAIAN ANTARA BUKU TEKS SISWA TEMATIK TERPADU TEMA BENDA-BENDA DI LINGKUNGAN SEKITAR SD/MI KELAS V DENGAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013 Diajukan Untuk Penulisan Skripsi Guna Memenuhi Salah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI FLUIDA STATIS KELAS X SMA/MA

PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI FLUIDA STATIS KELAS X SMA/MA PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI FLUIDA STATIS KELAS X SMA/MA Adelia Alfama Zamista 1*), Ida Kaniawati 2 1 Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Dr. Setiabudhi, Bandung, 40154

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Berdasarkan pendekatan, secara garis besar dibedakan menjadi dua macam penelitian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. 1 Pada penelitian

Lebih terperinci

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X SMAN KESAMBEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X SMAN KESAMBEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X SMAN KESAMBEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 SINGKEP KABUPATEN LINGGA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 SINGKEP KABUPATEN LINGGA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 SINGKEP KABUPATEN LINGGA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh Jumira Nim 090388201160 JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode pengembangan penelitian ini mengacu pada penelitian dan

III. METODE PENELITIAN. Metode pengembangan penelitian ini mengacu pada penelitian dan 33 III. METODE PENELITIAN A. Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan penelitian ini mengacu pada penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang merupakan suatu proses atau langkah-langkah

Lebih terperinci

KEMAHIRAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN WIDYA TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

KEMAHIRAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN WIDYA TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 KEMAHIRAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN WIDYA TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh EFRILLYA DAMAYANTI NIM 100388201285 JURUSAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah. 1 Pada penelitian ini menggunakan

Lebih terperinci

KEMAHIRAN BERBICARA DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 17 BINTAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

KEMAHIRAN BERBICARA DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 17 BINTAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 KEMAHIRAN BERBICARA DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 17 BINTAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ARTIKEL E-JOURNAL Diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1) WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 24 Nopember sampai 3 Desember tahun 2009 Penentuan waktu penelitian mengacu pada

Lebih terperinci

Kata Kunci: Kelas Bilingual, Kelas Reguler, Prestasi Belajar

Kata Kunci: Kelas Bilingual, Kelas Reguler, Prestasi Belajar PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN ANTARA KELAS BILINGUAL DAN KELAS REGULER KELAS VIII DI SMP NEGERI 19 MALANG DEDY IRAWAN Prodi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan,

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS VII SMP

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS VII SMP PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS VII SMP Nila Maulana 1 Imam Agus Basuki 2 Bustanul Arifin 3 Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5 Malang Email: nila_maulana@yahoo.co.id

Lebih terperinci

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI TUMBUHAN KELAS X DI SMAN 1 RAMBAH HILIR TAHUN PEMBELAJARAN 2014/ 2015

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI TUMBUHAN KELAS X DI SMAN 1 RAMBAH HILIR TAHUN PEMBELAJARAN 2014/ 2015 ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI TUMBUHAN KELAS X DI SMAN 1 RAMBAH HILIR TAHUN PEMBELAJARAN 2014/ 2015 Popi Marisa 1), Rena Lestari 2) dan Ria Karno 3) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam memahami serta mendapatkan pengertian yang jelas tentang judul Kajian Penggunaan Pembelajaran

Lebih terperinci

Pemahaman Guru Fisika SMA Kota Medan dalam Mengimplementasikan Standar Evaluasi Pendidikan

Pemahaman Guru Fisika SMA Kota Medan dalam Mengimplementasikan Standar Evaluasi Pendidikan Pemahaman Guru Fisika SMA Kota Medan dalam Mengimplementasikan Standar Evaluasi Pendidikan Alkhafi Maas Siregar 1 dan Rahmansyah 2 1. Jurusan Fisika FMIPA Unimed dan 2. Jurusan Fisika FMIPA Unimed Jln.

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2015

PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2015 ANALISIS PENYELESAIAN SOAL CERITA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII PADA MATERI ALJABAR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memeperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. memperoleh gambaran yang jelas mengenai langkah-langkah yang harus diambil

BAB III METODE PENELITIAN. memperoleh gambaran yang jelas mengenai langkah-langkah yang harus diambil BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang tepat harus digunakan agar peneliti dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai langkah-langkah yang harus diambil

Lebih terperinci

PENGUKURAN DAYA PEMBEDA, TARAF KESUKARAN, DAN POLA JAWABAN TES (Analisis Butir Soal) Syamsudin*

PENGUKURAN DAYA PEMBEDA, TARAF KESUKARAN, DAN POLA JAWABAN TES (Analisis Butir Soal) Syamsudin* Jurnal At-Tajdid PENGUKURAN DAYA PEMBEDA, TARAF KESUKARAN, DAN POLA JAWABAN TES (Analisis Butir Soal) Syamsudin* Abstract : Test is important property in doing teaching and learning activity. Good result

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Kunandar menjelaskan PTK adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Kunandar menjelaskan PTK adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru 20 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Kunandar menjelaskan PTK adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 TANJUNGPINANG TAHUN AJARAN 2015/2016

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 TANJUNGPINANG TAHUN AJARAN 2015/2016 ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 TANJUNGPINANG TAHUN AJARAN 2015/2016 ARTIKEL E-JOURNAL NURHASMI NIM 120388201054 JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam bab ini diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam bab ini diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, instrumen penelitian yang digunakan, analisis

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014:2). Lebih lanjut lagi Sukardi

III. METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014:2). Lebih lanjut lagi Sukardi 22 III. METODE PENELITIAN 3.1.Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014:2). Lebih lanjut lagi Sukardi menjelaskan,

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS AKHIR. Topik Tugas Akhir: Penelitian Pendidikan Matematika

LAPORAN TUGAS AKHIR. Topik Tugas Akhir: Penelitian Pendidikan Matematika LAPORAN TUGAS AKHIR Topik Tugas Akhir: Penelitian Pendidikan Matematika ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL KELAS IX DI MTsN ANDILAN TAHUN AJARAN 2014-2015 TUGAS AKHIR Diajukan Kepada

Lebih terperinci

Prodi Kimia FKIP Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh 23111

Prodi Kimia FKIP Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh 23111 Analisis Kualitas Butir Soal Ujian Semester Genap Mata Pelajaran Kimia Kelas X MAN Model Banda Aceh Tahun Pelajaran 2014/2015 Menggunakan Program Proanaltes Marthunis M., Ibnu Khaldun, Zulfadli Prodi Kimia

Lebih terperinci

Laporan Penelitian. Analisis Kualitas Butir Soal Mata Kuliah Membaca 2 (PBIN4329)

Laporan Penelitian. Analisis Kualitas Butir Soal Mata Kuliah Membaca 2 (PBIN4329) Laporan Penelitian Analisis Kualitas Butir Soal Mata Kuliah Membaca 2 (PBIN4329) Oleh B. Esti Pramuki esti@ut.ac.id dan Nunung Supratmi nunung@ut.ac.id LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TERBUKA DIREKTORAT

Lebih terperinci

TEKNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-ISLAM DAN BAHASA ARAB 1 Oleh: Hujair AH. Sanaky 2 1. EVALUASI HASIL BELAJAR

TEKNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-ISLAM DAN BAHASA ARAB 1 Oleh: Hujair AH. Sanaky 2 1. EVALUASI HASIL BELAJAR TEKNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-ISLAM DAN BAHASA ARAB 1 Oleh: Hujair AH. Sanaky 2 1. EVALUASI HASIL BELAJAR Mengukur : Membandingkan sesuatu dengan satu ukuran [kuantitatif] - mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan teoritis dan empiris dalam penelitian sangat diperlukan. Dalam melakukan penelitian ini, digunakan pendekatan penelitian deskriptif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi sekolah tempat dilaksanakannya penelitian adalah Sekolah Luar Biasa Negeri A Bandung yang beralamat di Jalan Pajajaran No.

Lebih terperinci

OUTLINE PROPOSAL METODE PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA

OUTLINE PROPOSAL METODE PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA OUTLINE PROPOSAL METODE PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA. Review Oleh : Arif Hidayat JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2008

Lebih terperinci

PENERAPAN BELAJAR KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SD NEGERI KEPEK ARTIKEL JURNAL

PENERAPAN BELAJAR KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SD NEGERI KEPEK ARTIKEL JURNAL PENERAPAN BELAJAR KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SD NEGERI KEPEK ARTIKEL JURNAL Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) kuantitatif yang dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen, yaitu prosedur untuk menyelidiki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Evaluasi merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Evaluasi merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Evaluasi merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan karena hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai gambaran mengenai kualitas suatu sekolah maupun

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai

Lebih terperinci

Ulpiyaturahmah, Purwati Kuswarini, Ai Sri Kosnayani ABSTRACT

Ulpiyaturahmah, Purwati Kuswarini, Ai Sri Kosnayani ABSTRACT PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG PROSES PEMBELAJARANNYA MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT DAN MEDIA YANG SEBENARNYA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION (Studi Eksperimen pada Sub Konsep Mikroskop

Lebih terperinci

Analisis Butir Soal UAM Mata Pelajaran Bahasa Jawa pada Kelas XII MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014

Analisis Butir Soal UAM Mata Pelajaran Bahasa Jawa pada Kelas XII MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014 Analisis Butir Soal UAM Mata Pelajaran Bahasa Jawa pada Kelas XII MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014 Oleh: Hafidun Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa hafidun09@gmail.com Abstrak: Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (2006), penelitian deskriptif diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (2006), penelitian deskriptif diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara matematis fakta dan karrakteristik objek atau subjek

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini hanya

III. METODE PENELITIAN. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini hanya III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif

Lebih terperinci

Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang.

Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang. 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII-A MTs MIFTAHUL ULUM BATOK, MADIUN Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono

Lebih terperinci

Kualitas Tes dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2011/2012. Oleh Suryawati 1, dan Yulfikar 2

Kualitas Tes dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2011/2012. Oleh Suryawati 1, dan Yulfikar 2 Jurnal Peluang, Volume 1, Nomor 1, Oktober 2012, ISSN: 2302-5158 Kualitas Tes dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2011/2012 Oleh Suryawati 1, dan Yulfikar

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran STAD (Student Team Achievment Division) efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen semu

METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen semu 34 III. METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen semu dengan bentuk desain penelitian pada penelitian kali ini adalah One Group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi

Lebih terperinci

KEMAHIRAN MENULIS CERPEN DITINJAU DARI UNSUR INTRINSIK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

KEMAHIRAN MENULIS CERPEN DITINJAU DARI UNSUR INTRINSIK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 KEMAHIRAN MENULIS CERPEN DITINJAU DARI UNSUR INTRINSIK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh TISKA SEKAR ALIT MENDROFA NIM 100388201196

Lebih terperinci

PROSIDING ISBN : 978-979-16353-3-2

PROSIDING ISBN : 978-979-16353-3-2 P-6 PEMBELAJARAN FPB DAN KPK DENGAN DAN TANPA ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI BLENGORKULON KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Abu Syafik dan Siti Khanifah Program Studi

Lebih terperinci

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SELOKA 1 (2) (2012) Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka PENGEMBANGAN PERANGKAT EVALUASI BERDASARKAN TAKSONOMI THE STRUCTURE OF OBSERVED

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Metode adalah suatu cara atau teknik yang dilakukan dalam proses penelitian. Sedangkan penelitian merupakan upaya dalam bidang ilmu pengetahuan

Lebih terperinci

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN PENYUSUNAN DAN PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI SUB POKOK BAHASAN ANALISA KUANTITATIF UNTUK SOAL-SOAL DINAMIKA SEDERHANA PADA KELAS X SEMESTER I SMA Eko Budiono, Hadi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai metode penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, serta analisis data. A.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental. Desain penelitian ini adalah Posttest-Only Control Design. Dalam desain ini

Lebih terperinci

ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 17/1 RANTAU PURI. Oleh LIA MARDANI NIM A1D109045

ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 17/1 RANTAU PURI. Oleh LIA MARDANI NIM A1D109045 ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 17/1 RANTAU PURI Oleh LIA MARDANI NIM A1D109045 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dikelas X SMAN 1 Sungai Apit Kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dikelas X SMAN 1 Sungai Apit Kecamatan 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dikelas X SMAN 1 Sungai Apit Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, pada Tahun Ajaran 2013/2014 (semester genap) pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Terkait dengan keperluan penelitian yaitu untuk melihat peningkatan

BAB III METODE PENELITIAN. Terkait dengan keperluan penelitian yaitu untuk melihat peningkatan BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Terkait dengan keperluan penelitian yaitu untuk melihat peningkatan prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, maka pada penelitian ini digunakan

Lebih terperinci