MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK. Novi Wahyu Hidayati dan Hassana Nofari

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK. Novi Wahyu Hidayati dan Hassana Nofari"

Transkripsi

1 Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 1, No. 3, September 2015 ISSN MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK Novi Wahyu Hidayati dan Hassana Nofari IKIP PGRI Pontianak Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan gambaran peningkatan percaya diri siswa dalam berinteraksi di kelas melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok pada siswa. Subjek berjumlah 6 siswa berdasarkan skor terendah skala percaya diri. Tehnik pengumpulan data yang digunakan berupa skala sikap, daftar cek (checklist), dan wawancara. Penelitian dilaksanakan dua siklus melalui tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan antara sebelum dan sesudah tindakan Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling Kata Kunci: Bimbingan Kelompok; Diskusi Kelompok; Percaya Diri PENDAHULUAN Merupakan suatu tantangan yang sangat besar bagi para siswa untuk berkompetisi dalam meningkatkan kualitasnya sebagai seorang siswa. Tentunya bukan hanya siswa saja yang merasa mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas tersebut. Akan tetapi, semuanya harus memberikan dukungan kepada siswa agar mampu menatap hari yang lebih cerah lagi. Baik itu dukungan dari guru yang membimbing mereka di sekolah atau orang tua yang memberikan dukungan di rumah mereka. Salah satu cara peningkatan kualitas tersebut antara lain dengan cara membangkitkan semangat percaya diri siswa dalam berinteraksi di dalam kelas. Percaya diri penting artinya karena individu dapat memandang diri dan dunianya. Percaya diri dapat mempengaruhi perilaku individu dan juga tingkat kepuasaan yang diperoleh dalam hidupnya. Setiap individu pasti memiliki percaya diri tetapi mereka tidak tahu apakah percaya diri yang di milikinya itu negative atau positif. Siswa yang memiliki percaya diri positif ia akan memiliki dorongan mandiri yang lebih baik, siswa dapat mengenal serta memahami dirinya sendiri sehingga dapat berperilaku efektif dalam berbagai situasi. Menurut Santrock (2003) percaya diri adalah dimensi evaluative yang menyeluruh dari diri. Percaya diri disebut juga sebagai harga diri atau gambaran diri. Orang yang percaya diri biasanya mempunyai inisiatif, kreatif dan optimis terhadap masa depan, mampu menyadari kelemahan dan kelebihan diri sendiri, berfikir positif, menganggap semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Siswa yang percaya diri dalam bertanya dan menjawab pertanyaan berdampak pada kemampuan siswa dalam berinteraksi di dalam kelas. Sebagai indikator peningkatan interaksi siswa didalam kelas adalah siswa aktif saling berkomunikasi antar siswa dan guru baik secara lisan maupun tertulis dengan cara mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan memberikan gagasan sehingga siswa dapat berinteraksi di dalam kelas secara maksimal. 27

2 Peranan sekolah, dalam hal ini guru dalam upaya menumbuhkan rasa percaya diri siswa sangat penting. Hamalik (2008) mengemukakan bahwa: Selain lingkungan keluarga, sekol ah adalah lingkungan sosial siswa yang bertanggung jawab untuk menjadikan siswa sebagai pribadi yang memiliki wawasan, sikap dan keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Guru yang bertanggung jawab mengajar, mendidik, membimbing dan membina siswa adalah orang tua kedua bagi siswa. Dalam hal ini, kemampuan berinteraksi sebagai suatu pengetahuan, sikap dan keterampilan perlu untuk diajarkan dan ditanamkan oleh guru, agar dapat dimiliki oleh siswa dan diimplementasikannya dengan baik dan benar. Berkaitan dengan permasalahan yang di hadapi siswa, perlu di lakukan upaya untuk membangun percaya diri. Cara membangun percaya diri dapat mengadakan kegiatan yang memanfaatkan dinamika kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Mungin (2005) Bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu untuk membahas masalah atau topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi anggota kelompok. Siswa yang mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dapat secara langsung berlatih menciptakan dinamika kelompok. Yaitu berlatih berbicara, menanggapi, mendengarkan dan bertenggang rasa dalam suasana kelompok. Kegiatan ini merupakan tempat pengembangan diri dalam rangka belajar berinteraksi secara positif dan efektif dalam kelompok kecil. Dan dalam pelaksanaan bimbingan kelompok, siswa sebagai anggota kelompok akan bersama-sama membahas topik-topik masalah mengenai cara meningkatkan percaya diri dan menciptakan dinamika kelompok yang dapat di jadikan tempat untuk meningkatkan percaya diri. Diskusi kelompok adalah teknik bimbingan kelompok yang dilaksanakan dengan maksud agar para siswa anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Surya (2011) menyatakan diskusi kelompok merupakan suatu teknik dalam bimbingan kelompok yang murid-muridnya mendapat kesempatan memecahkan masalah bersama-sama. Setiap murid mendapat kesempatan untuk menyumbang pikiran dalam memecahkan suatu masalah. Berdasarkan hasil observasi prapenelitian, masih terdapat siswa-siswi yang belum memiliki percaya diri dalam berinteraksi di kelas sebagaimana yang diharapkan. Percaya diri yang rendah muncul, sehingga siswa tersebut tidak mampu menunjukkan atau mengeluarkan kemampuan sesungguhnya secara optimal. Selain itu siswa tersebut tidak aktif dalam berkomunikasi antar siswa dan guru, baik secara lisan maupun tulisan. Mereka malu dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan memberikan gagasan. Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat informasi secara objektif mengenai gambaran umum percaya diri siswa dalam berinteraksi di dalam kelas sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok, pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok untuk meningkatkan percaya diri siswa dalam berinteraksi di kelas, Serta mengetahui peningkatan percaya diri siswa dalam berinteraksi di kelas setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yaitu salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Penelitian tindakan ini menggunakan alat pengumpul data yang berupa lembar observasi berupa data checklist, skala sikap, dan wawancara. Subjek yang dikenakan tindakan berjumlah enam siswa yang memiliki karakteristik percaya diri rendah kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Bina Utama Pontianak. 28

3 Data yang dianalisis yaitu komponen pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari komponenkomponen yaitu : 1). Tahap pembentukan (proses pemasukan diri peserta ke dalam kelompok); 2). Tahap peralihan (pemantapan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti kegiatan); 3). Tahap kegiatan (tumbuhnya dinamika dalam kelompok); 4). Tahap pengakhiran (adanya kesan mendalam bagi peserta kelompok setelah mengikuti kegiatan). Setelah dianalisis, peneliti membuat suatu perencanaan selanjutnya terhadap tindakan yang akan dilakukan untuk menghentikan tindakan jika dianggap sudah berhasil. Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil skala sikap menggunakan persentase, hasil observasi menggunakan rumus rerata atau mean, sementara untuk hasil wawancara akan diinterpretasikan secara rasional dan naratif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengamatan pada kondisi awal keenam siswa yang memiliki skor skala percaya diri paling rendah sebelum adanya tindakan dan sesudah mendapat tindakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil inventori skala sikap pada kondisi awal Nama Subjek Hasil inventori skala sikap Skor % KTG MS 10 33,33 KB RT 13 43,33 CB SG 11 36,66 KB SH KB SP 10 33,33 KB YS 11 36,66 KB Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada skala I yaitu kondisi awal sebelum tindakan, semua subjek memiliki rasa percaya diri yang rendah dengan persentase 33,33% sampai 43,33%. Subjek MS (33,33%), SG (36,66%), SH (40%), SP (33,33%), YS (36,33%) berada pada kategori kurang baik, dan hanya RT (43,33% ) yang berada di kategori cukup baik. Dari data ini sangat mendukung diberikannya tindakan berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berinteraksi di kelas. Siklus I 1. Perencanaan Tindakan Tindakan pada siklus I direncanakan selama dua pertemuan. Pertemuan dilakukan di ruang bimbingan kelompok. Pertemuan pertama untuk menyusun jadwal pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok, menentukan tempat untuk pelaksanaan tindakan, menyiapkan satuan layanan bimbingan kelompok, menyiapkan seluruh bahan. Pertemuan kedua melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok. 2. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran. a. Tahap pembentukkan Pada tahap pembentukkan pertama diperoleh nilai rata rata 1,83 dengan persentase 45,75 Kategori cukup, sehingga bisa diambil kesimpulan kegiatan kelompok pada tahap pembentukan ini 29

4 masih belum berhasil atau efektif, peserta kelompok masih belum semangat dalam mengikuti kegiatan kelompok. Hal ini Nampak pada siswa yang masih terlihat diam dan pasif karena merasa enggan mengikuti bimbingan kelompok. Pada pertemuan kedua sebagian besar peserta kelompok mulai menampakkan sikap keakraban hal ini terlihat dengan anggota kelompok sudah mau berbicara dan bercerita tentang masalah dan mau memberikan pendapatnya, sehingga terlihat perubahan sikapnya lebih baik dari tahap pertama, dapat dilihat dengan naiknya presentase dari sebelumnya, dengan nilai rata rata 2,0 persentase 50 % di katagorikan cukup baik. b. Tahap peralihan Pada tahap peralihan ini pertemuan pertama diperoleh nilai rata rata 1,50 dengan presentase 37,5% Masih tergolong kategori kurang baik, pemimpin kelompok masih belum secara penuh memberikan motivasi kepada peserta kelompok, sehingga tahap peralihan mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan, dengan nilai rata rata 2,5 persentase 62,5 % Dengan katagori baik. c. Tahap kegiatan Berdasarkan perolehan nilai rata rata dan perolehan presentase bisa disimpulkan tahap kegiatan pada pertemuan pertama masih belum terlaksana dengan baik hal itu bisa dilihat pada nilai rata rata 1,33 persentase 33,25 % katagori kurang baik ditunjukkan juga dengan peserta kelompok masih belum leluasa dalam mengungkapkan permasalahan yang dialami, sedangkan pada siklus I pertemuan kedua dengan rata rata 2,11 presentase 52,73 % kategori cukup dengan adanya peningkatan pada siklus kedua. d. Tahap pengakhiran Pertemuan pertama pada tahap pengakhiran ini peserta kelompok masih belum menunjukkan minat mengikuti kegiatan secara penuh, peserta kelompok belum menampakkan kesan kesan atas kegiatan yang telah dilaksanakan karena dinamika kelompok yang diharapkan masih jauh dari apa yang direncanakan, dan belum efektifnya pengakraban yang dilakukan pemimpin kelompok dengan nilai rata rata 1,66 Dengan presentase 41,50 % katagori cukup baik, tapi masih belum mengarahkan pada katagori sangat baik, tapi pada pertemuan kedua presentase sedikit mengalami perubahan walaupun tidak banyak dengan pencapaian nilai rata rata 2,67 dengan presentase 66,75 % kategori baik di tunjukkan adanya sedikit antusias dari peserta didik. 3. Observasi Observer melakukan pengamatan terhadap kegiatan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok pada siklus I. 4. Refleksi Dari hasil refleksi pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok pada siklus I diperoleh yaitu peserta kelompok masih belum menunjukkan minat mengikuti kegiatan secara penuh, peserta kelompok belum menampakkan kesan kesan atas kegiatan yang telah dilaksanakan karena dinamika kelompok yang diharapkan masih jauh dari apa yang direncanakan, dan belum efektifnya pengakraban yang dilakukan pemimpin kelompok. Hasil pelaksanaan tindakan siklus I meliputi 4 tahapan dapat dilihat lebih jelas pada Gambar 1. 30

5 , ,73 45,75 37,5 33,25 66,75 41,5 pembentukan peralihan kegiatan inti pengakhiran pertemuan pertama pertemuan kedua Gambar 1. Grafik presentase bimbingan kelompok Siklus I Siklus II 1. Perencanaan Tindakan Pertemuan siklus II direncanakan 2 kali pertemuan. Rencana tindakan pada siklus II pada dasarnya sama dengan siklus I, hanya ada perbedaan yaitu pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok dilakukan dengan cara meningkatkan minat anggota dan keakraban dari anggota kelompok. 2. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran. a. Tahap pembentukan Pada tahap pembentukan pertama siklus II ini nilai rata rata yang diperoleh 2,67 Dengan persentase 66,75 % Dengan katagori baik. hal ini di tunjukkan pada adanya tingkat percaya diri siswa ke arah yang lebih baik. Dilihat dari kemauan siswa untuk bergabung dengan sesama temannya, dan mulai untuk tampil dengan penuh percaya diri, dan pengakraban dari masing masing anggota kelompok. Sedangkan pada pertemuan kedua siklus II memperoleh nilai dan persentase meningkat sedikit dari pertemuan pertama ini menunjukkan persentase 3,0 Dengan nilai rata rata 75 dengan katagori sangat baik. terlihat dari perubahan ke arah lebih baik lagi dari pertemuan pertama anggota kelompok sudah mau hadir tepat waktu dan lebih antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan bimbingan kelompok. b. Tahap peralihan Tahap peralihan ini mendapatkan nilai rata rata 2,5 dengan persentase 62,5 % katagori I baik bisa dilihat dari sedikit perubahan yang terjadi, peserta kelompok melaksanakan refleksi bersama sama walaupun belum terlaksana dengan baik, tetapi sudah ada perubahan sedikit lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan pada tahap peralihan pertemuan kedua siklus II persentase yang diperoleh meningkat secara signifikan dengan perolehan nilai rata rata 3 dengan persentase 75 katagori sangat baik. c. Tahap kegiatan Pada tahap kegiatan pertemuan pertama siklus II ini sudah mendapat katagori baik dengan nilai rata rata 2,55 dengan persentase 63,75%. Adanya keleluasaan dalam mengungkapkan masalah yang dirasakan dalam mengikuti kegiatan bimbingan kelompok. Pada siklus II pertemuan kedua nilai dan presentase yang diperoleh dari pertemuan pertama, memperoleh nilai 2,77 presentase 69,25 dengan kategori baik. Dengan pencapaian tersebut bisa dilihat dari perubahan perilaku peserta dalam keleluasaan mengungkapkan masalah dan dalam menerima masukkan dari teman lain, serta terbuka dalam mengungkapkan masalah yang dialami supaya meringankan beban pikiran sehingga lebih baik dari sebelumnya. 31

6 d. Tahap pengakhiran Pada tahap pengakhiran pertemuan pertama siklus II memperoleh nilai 3 dengan persentase 75% mendapat kategori sangat baik dengan adanya antusias serta minat untuk melanjutkan bimbingan kelompok berikutnya. Setelah melaksanakan pertemuan pertama selanjutnya pertemuan kedua siklus II pada tahap pengakhiran memperoleh nilai rata rata 3 dengan presentase 75% dengan kategori sangat baik bisa lihat dengan adanya respon yang positif dan rasa ingin dilaksanakan kegiatan bimbingan kelompok lagi, karena peserta kelompok masih sangat membutuhkan tempat curahan hati atas masalah yang menimpa mereka sehingga pertemuan dikemudian hari bisa dilaksanakan kembali. 3. Observasi Observer melakukan pengamatan terhadap kegiatan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok pada siklus II. 4. Refleksi Pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus II sudah terlaksana dengan baik, hal ini dilihat dari semangat peserta kelompok dalam pelaksanaan serta berjalannya dengan baik dinamika kegiatan kelompok. Hasil pelaksanaan tindakan siklus II meliputi 4 tahapan dapat dilihat lebih jelas pada Gambar 2 berikut: ,75 69,25 62,5 63, pertemuan pertama pertemuan kedua pembentukan peralihan kegiatan inti pengakhiran Gambar 2. Persentase kegiatan bimbingan kelompok siklus II Subyek Sedangkan data observasi per individu siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2. Data hasil observasi penilaian percaya diri siswa Siklus I dan Siklus II Jumlah Checklist "ya" Siklus Jumlah aspek % Siklus I II yang I II I II II II diamati I II I II 32 Peningkatan siklus I Peningkatan siklus II MS ,57 57,14 71,42 71,42 28,57 0 SG ,28 57,14 71,42 85,71 42,86 14,29 SH ,57 42,85 57,14 85,71 14,28 28,57 SP ,57 42,85 71,42 71,42 14,28 0 RT ,85 57,14 42,85 71,42 28,29 28,57 YS ,85 71,42 71,42 85,71 28,57 14,29

7 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pada siklus I subyek penelitian dengan inisial MS mengalami peningkatan 28,57% sedangkan pada siklus II tidak mengalami peningkatan. SG pada siklus 1 mengalami peningkatan dengan persentase 42,86% sedangkan pada siklus kedua mengalami peningkatan menjadi 14,29%. SH pada siklus I mengalami peningkatan 14,28% sedangkan pada siklus kedua menjadi 28,57%. SP mengalami peningkatan pada siklus I 14,28% sedangkan pada siklus II tidak mengalami peningkatan. RT mengalami peningkatan dengan persentase pada siklus I 28,29% sedangkan siklus II 28,57%. Dan YS mengalami peningkatan dengan persentase pada siklus 1 28,57% dan pada siklus II 14,29%. Penilaian yang dilakukan berdasarkan hasil observasi pada perubahan perilaku siswa menunjukkan peningkatan. Terjadinya peningkatan dapat dilihat pada tabel diatas sehingga menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan dinyatakan berhasil. SIMPULAN Dari hasil penelitian tindakan yang telah dilaksanakan oleh peneliti, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Layanan bimbingan kelompok yang dilakukan dapat meningkatkan Percaya Diri Siswa Dalam Berinteraksi. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian sebagai berikut: Gambaran percaya diri siswa dalam berinteraksi di dalam kelas siswa sebelum dilaksanakan layanan bimbingan kelompok tergolong Kurang baik. Tingkah laku yang kurang baik tersebut adalah memiliki percaya diri yang rendah dalam berinteraksi di dalam kelas seperti tidak mampu menunjukkan atau mengeluarkan kemampuan sesungguhnya secara optimal, tidak aktif berkomunikasi antar siswa dan guru secara lisan, malu mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan memberikan gagasan. Tahapan bimbingan kelompok adalah tahap pembentukkan, peralihan, kegiatan,dan pengakhiran. Pada tahap pembentukkan anggota kelompok sudah memahami suasana dalam bimbingan kelompok akrab dengan sesama kelompok dan pemimpin kelompok, serta melibatkan diri dalam kegiatan. Tahap peralihan anggota kelompok sudah siap dan bersemangat memasuki tahap yang selanjutnya. Di tahap kegiatan kelompok anggota kelompok berdiskusi untuk memecahkan masalah. Pada tahap pengakhiran anggota kelompok berani menyampaikan pendapat dan tidak ragu ragu. Percaya diri siswa dalam berinteraksi di dalam kelas setelah diberikan layanan bimbingan kelompok mengalami peningkatan yang mencapai kategori cukup baik. Hal ini terlihat pada tingkah laku siswa yang sudah mulai percaya diri dalam berinteraksi di dalam kelas seperti mulai berani mengemukakan pendapat, dan tidak malu untuk tampil di depan kelas. UCAPAN TERIMA KASIH Kepada Kepala Sekolah (M. Ashar Sapto OK, ST), Guru Bimbingan dan Konseling (Dedy Risnanto, S.Pd), Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Bina Utama Pontianak diucapkan terima kasih. DAFTAR PUSTAKA Hamalik, Oemar Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara Santrock, Jhon W Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta:Erlangga Surya, M (2011). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: PPB-UPI. Wibowo, Eddy Mungin Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: Unnes Press 33

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK. Rantiyan SMP 1 Wonokerto Kabupaten Pekalongan

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK. Rantiyan SMP 1 Wonokerto Kabupaten Pekalongan Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 2, Oktober 14 ISSN 87-3557 MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK SMP 1 Wonokerto Kabupaten

Lebih terperinci

MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK. Sri Mastuti SMP 2 Wonokerto Kabupaten Pekalongan

MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK. Sri Mastuti SMP 2 Wonokerto Kabupaten Pekalongan Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 2, Oktober 2014 ISSN 2087-3557 MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK SMP 2 Wonokerto

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pelaksanaan PTK ini dilakukan di kelas V SDN 72 Kota Timur Kota Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Pelaksanaan PTK ini dilakukan di kelas V SDN 72 Kota Timur Kota Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteristik Penelitian Pelaksanaan PTK ini dilakukan di kelas V SDN 72 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan pada anak yang berjumlah

Lebih terperinci

MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LATIHAN BERTANGGUNGJAWAB

MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LATIHAN BERTANGGUNGJAWAB Dinamika Vol. 5, No. 3, Januari 2015 ISSN 0854-2172 MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LATIHAN BERTANGGUNGJAWAB Turiyah SMP 3 Kesesi Kabupaten Pekalongan Jawa

Lebih terperinci

MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK. Sri Mulwati

MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK. Sri Mulwati Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas ISSN 2087-3557 MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI STRATEGI LAYANAN SMP Negeri 9 Tegal Jawa Tengah Abstrak Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan rasa

Lebih terperinci

MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROYEKSI

MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROYEKSI Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 2, No. 2, Mei 2016 ISSN 2442-9775 MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROYEKSI Rustam, Kamaruzzaman

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 PONTIANAK

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 PONTIANAK SOSIAL HORIZON: Jurnal Pendidikan Sosial ISSN 2407-5299 UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 PONTIANAK Rustam Program Studi Bimbingan

Lebih terperinci

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA. Hendrik

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA. Hendrik Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 3, Januari 2015 ISSN 2087-3557 MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA IKIP PGRI

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK. Kustanti Prasetyaningtyas SMP Negeri 1 Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK. Kustanti Prasetyaningtyas SMP Negeri 1 Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Dinamika Vol. 5, No. 3, Januari 215 ISSN 854-2172 PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SMP Negeri 1 Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Abstrak Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

Miftahurrozak. SD Negeri Linggapura 03, Brebes - Jawa Tengah

Miftahurrozak. SD Negeri Linggapura 03, Brebes - Jawa Tengah Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah ISSN 0854-2172 PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA MANDA TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA SNEEPER SD Negeri Linggapura

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mengenai proses pembelajaran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mengenai proses pembelajaran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Deskripsi Awal Untuk memperoleh data awal sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu dilakukan orientasi dan observasi terhadap guru kelas mengenai proses

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal A. Aktivitas Pembelajaran Ekonomi Dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam penugasan, siswa cenderung pasif kurang termotivasi

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau Harsono M. Timumun, Muchlis L. Djirimu, Lestari M.P. Alibasyah Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Deskripsi awal dalam pelajaran matematika nilai rendah, masalah ini banyak menimpa siswa kelas IV SD Gumawang 01 Kec. Pecalungan Kab. Batang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

PEMAHAMAN SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT MELALUI METODE DISKUSI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL. Sumarni

PEMAHAMAN SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT MELALUI METODE DISKUSI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL. Sumarni Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 6, No. 2, April 2016 ISSN 0854-2172 PEMAHAMAN SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT MELALUI METODE DISKUSI DENGAN SD Negeri 02 Wuluh

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 2, Oktober 2014 ISSN 2087-3557 MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING SMP 2 Wonopringgo Kabupaten

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 7, No. 2, April 2017 ISSN 0854-2172 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR SD Negeri Purbasana

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL THINK-PAIR-SHARE. Erly Pujianingsih

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL THINK-PAIR-SHARE. Erly Pujianingsih Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, Mei 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN SD Negeri 02 Kebonsari, Karangdadap, Kabupaten

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE GAMES SOCIAL. Ika Trione Pribadi

MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE GAMES SOCIAL. Ika Trione Pribadi Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 1, No. 2, Mei 2015 ISSN 2442-9775 MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE GAMES SOCIAL Ika Trione

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Bimbingan Kelompok Pada Siswa

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Bimbingan Kelompok Pada Siswa Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Bimbingan Kelompok Pada Siswa Endang Sampurnawati (09220037) Mahasiswa Pendidikan Bimbingan dan Konseling IKIP Veteran Semarang ABSTRAK Motivasi merupakan faktor

Lebih terperinci

UPAYA PENGUBAHAN PERILAKU MEMBOLOS SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN MODEL CBT. Tri Mega Ralasari IKIP-PGRI Pontianak - Kalimantan Barat

UPAYA PENGUBAHAN PERILAKU MEMBOLOS SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN MODEL CBT. Tri Mega Ralasari IKIP-PGRI Pontianak - Kalimantan Barat Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 1, No. 1, Januari 2015 ISSN 2442-9775 UPAYA PENGUBAHAN PERILAKU MEMBOLOS SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN MODEL CBT Tri Mega Ralasari

Lebih terperinci

PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010

PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010 PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Tutik Yuliarni 7 Abstrak. Proses pembelajaran masih

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA. Darsono

PEMBELAJARAN KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA. Darsono Dinamika Vol. 5, No. 3, Januari 2015 ISSN 0854-2172 Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu :1) Untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan pemanfaatan media

Lebih terperinci

Ida Ayu Wulansari Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Ida Ayu Wulansari Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XA SMK NURUL HADI BATU KARANG TENGAH DEMAK TAHUN AJARAN 2013-2014 Ida Ayu Wulansari Pendidikan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

Oleh: Parliyah SDN 3 Watuagung, Watulimo, Trenggalek

Oleh: Parliyah SDN 3 Watuagung, Watulimo, Trenggalek 78 JURNAL PENDIDIKAN PROFESIONAL, VOLUME 4, NO. 3, DESEMBER 2015 PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI PENGARUH SINAR MATAHARI TERHADAP KONDISI ALAM DAN KEHIDUPAN DI BUMI MELALUI METODE EKSPERIMEN

Lebih terperinci

Oleh. Hamidah SDN 1 Cakranegara

Oleh. Hamidah SDN 1 Cakranegara Media Bina Ilmiah51 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENCARI PASANGAN (Make a Match) PADA POKOK BAHASAN GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA-NEGARA TETANGGA KELAS VI

Lebih terperinci

Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI Tulungagung

Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI Tulungagung PENERAPAN MODEL KOOPERATIF THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN KENDALREJO 01 KECAMATAN TALUN KABUPATEN BLITAR Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa

Lebih terperinci

Hasmiati, Baharuddin, dan Sukayasa. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Hasmiati, Baharuddin, dan Sukayasa. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pengurangan Bilangan Sampai Dengan 500 Kelas II SDN 2 Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Hasmiati,

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI MENJAGA KEUTUHAN NKRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI MENJAGA KEUTUHAN NKRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas ISSN 2087-3557 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI MENJAGA KEUTUHAN NKRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE SD Negeri Pagedangan 02 Adiwerna

Lebih terperinci

PENINGKATAN MINAT SISWA MENGIKUTI LAYANAN BK DENGAN METODE ORIENTASI FORMAT KLASIKAL. Herna Mikawati SMP 4 Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah

PENINGKATAN MINAT SISWA MENGIKUTI LAYANAN BK DENGAN METODE ORIENTASI FORMAT KLASIKAL. Herna Mikawati SMP 4 Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Dinamika Vol. 5, No. 3, Januari 2015 ISSN 0854-2172 PENINGKATAN MINAT SISWA MENGIKUTI LAYANAN BK DENGAN METODE ORIENTASI FORMAT KLASIKAL Herna Mikawati SMP 4 Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Abstrak

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA Citra Veronika, Djoko Adi Susilo, Tri Candra Wulandari Universitas Kanjuruhan Malang veronikacitra11@gmail.com

Lebih terperinci

PROSES PEMBELAJARAN SHOLAT MELALUI METODE NHT. Siti Musta anah

PROSES PEMBELAJARAN SHOLAT MELALUI METODE NHT. Siti Musta anah Dinamika Vol. 5, No. 4, Oktober 2015 ISSN 0854-2172 SD Negeri 02 Sawangan Kab. Pekalongan Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 02 Sawangan Kabupaten

Lebih terperinci

Lasma Situmorang Surel:

Lasma Situmorang Surel: UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK PADA KOMPETENSI DASAR POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA MATA PELAJARAN PKN KELAS IV SD NEGERI 060819 KEC. MEDAN KOTA Lasma Situmorang

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI PESERTA DIDIK MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELING. Warisi SMA Negeri 3 Tegal, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

PENINGKATAN MOTIVASI PESERTA DIDIK MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELING. Warisi SMA Negeri 3 Tegal, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 2, No. 2, Mei 2016 ISSN 2442-9775 PENINGKATAN MOTIVASI PESERTA DIDIK MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELING Warisi SMA Negeri 3 Tegal,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tahap Identifikasi Masalah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Sebelum melakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 04 Kecamatan Argomulyo Kelurahan Tegalrejo Salatiga Semester

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARANBERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI TEBING TINGGI

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARANBERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI TEBING TINGGI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARANBERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 1684 TEBING TINGGI Dosma Udur Surel: ibudosmaudur@gmail.com ABSTRAK Tujuan dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada BAB IV ini akan diuraikan hal-hal sebagai berikut yaitu hasil penelitian yang terdiri kondisi tempat penelitian, pembahasan hasil penelitian terdiri dari

Lebih terperinci

JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: halaman 60-65

JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: halaman 60-65 JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269 halaman 60-65 Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode TGT (Team Game Tournament) Materi Sistem Pencernaan Makanan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Pelaksanaan Tindakan Penelitian dilakukan di SD Negeri Dukuh 03 Salatiga. Subjek penelitian siswa kelas 1 SD dengan jumlah 29 siswa yang terdiri dari 15 siswa

Lebih terperinci

Prosiding Seminar Nasional Volume 03, Nomor 1 ISSN

Prosiding Seminar Nasional Volume 03, Nomor 1 ISSN Prosiding Seminar Nasional Volume 03, Nomor 1 ISSN 2443-1109 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR SHARE (TPS) PADA POKOK BAHASAN PELUANG SISWA KELAS

Lebih terperinci

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 3 ISSN X. Ni Ketut Mirniati

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 3 ISSN X. Ni Ketut Mirniati Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Diskusi Pada Mata Pelajaran PKn Tentang Menghargai Dan Menaati Keputusan Bersama Kelas V SDN Inpres 3 Tolai Ni Ketut Mirniati Mahasiswa Program Guru Dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Deskripsi Pra Siklus Pada SMK Telekomunikasi Tunas Harapan terdapat tiga orang pengajar yang mengajar pada kosentrasi TKJ (Teknik Koputer

Lebih terperinci

Peningkatan Keterampilan Siswa Menulis Pantun Melalui Teknik Balas Pantun di Kelas IV SDN 1 Tatura

Peningkatan Keterampilan Siswa Menulis Pantun Melalui Teknik Balas Pantun di Kelas IV SDN 1 Tatura Peningkatan Keterampilan Siswa Menulis Pantun Melalui Teknik Balas Pantun di Kelas IV SDN 1 Tatura Sustri Do embana SDN 1 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan utama pada penelitian ini adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Diskripsi Kondisi Pra Siklus Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Trimulyo yang terletak di Dusun Kalisat Rt 06 Rw 06 Desa Trimulyo

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOME WORK ASSIGMENT

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOME WORK ASSIGMENT Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 1, No. 1, Januari 2015 ISSN 2442-9775 MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOME WORK ASSIGMENT Endang Wahyuni

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VIII-B SMPN 4 MADIUN

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VIII-B SMPN 4 MADIUN PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VIII-B SMPN 4 MADIUN Dwi Muchindasari SMP Negeri 4 Madiun E-mail: dwimuchin@yahoo.com Abstrak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Proses perbaikan pembelajaran yang peneliti laksanakan dapat peneliti uraikan secara singkat tentang hasil-hasil yang diperoleh dari setiap

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Hasil Pra Bimbingan Kelompok

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Hasil Pra Bimbingan Kelompok BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Hasil Pra Bimbingan Kelompok Pelaksanaan penelitian penggunaan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dilaksanakan

Lebih terperinci

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan : 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk bisa mempertahankan hidupnya. Sebagai mahluk sosial manusia tidak lepas

BAB I PENDAHULUAN. untuk bisa mempertahankan hidupnya. Sebagai mahluk sosial manusia tidak lepas BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain untuk bisa mempertahankan hidupnya. Sebagai mahluk sosial manusia tidak lepas dari interaksi

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Materi Energi Melalui Pendekatan Inkuiri Pada Siswa Kelas IV SDN Banpres Bantayan I Luwuk Timur

Meningkatkan Hasil Belajar Materi Energi Melalui Pendekatan Inkuiri Pada Siswa Kelas IV SDN Banpres Bantayan I Luwuk Timur Meningkatkan Hasil Belajar Materi Energi Melalui Pendekatan Inkuiri Pada Siswa Kelas IV SDN Banpres Bantayan I Luwuk Timur Kurniati Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK. Abdul Aziz SMP Negeri 2 Kota Tegal, Jawa Tengah

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK. Abdul Aziz SMP Negeri 2 Kota Tegal, Jawa Tengah Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 1, No. 1, Januari 2015 ISSN 2442-9775 UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK Abdul Aziz SMP Negeri 2 Kota Tegal,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Permasalahan yang sering terjadi dalam dunia pendidikan meliputi

BAB I PENDAHULUAN. Permasalahan yang sering terjadi dalam dunia pendidikan meliputi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permasalahan yang sering terjadi dalam dunia pendidikan meliputi beberapa aspek diantaranya mengenai perubahan kurikulum, pengembangan model pembelajaran,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 39 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil A. Paparan Data Pra Tindakan Observasi awal dilakukan pada hari Senin, 18 Januari 2010. Tindakan tersebut dengan mengadakan pertemuan dengan wakil kepala sekolah

Lebih terperinci

Melin Pratikasari. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi ABSTRAK

Melin Pratikasari. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi   ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT MELALUI PENERAPAN TEKHNIK BRAINSTORMING DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 8 KOTA JAMBI Melin Pratikasari

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan 35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Motode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode penelitian tindakan kelas dalam bahasa Inggris

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 01 Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. manusia, karena melalui pendidikan manusia dapat berproses ke arah yang lebih

I. PENDAHULUAN. manusia, karena melalui pendidikan manusia dapat berproses ke arah yang lebih 1 ` I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia, karena melalui pendidikan manusia dapat berproses ke arah yang lebih baik, menghadapi

Lebih terperinci

Fachry Erick Mohammad, Baharuddin Paloloang, dan Sukayasa

Fachry Erick Mohammad, Baharuddin Paloloang, dan Sukayasa Penerapan Metode Latihan Berstruktur Pada Pembelajaran Materi Persegi Panjang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Salumpaga Kabupaten Tolitoli Fachry Erick Mohammad, Baharuddin

Lebih terperinci

Kata kunci: RRB (Round Robin Brainstorming), Mind Mapping, Hasil belajar

Kata kunci: RRB (Round Robin Brainstorming), Mind Mapping, Hasil belajar UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PENUGASAN MIND MAPPING DAN MODEL PEMBELAJARAN RRB (ROUND ROBIN BRAINSTORMING) Anne Aulia Rachmawaty 1, Susi Sutjihati 2, Nandang Hidayat 3 ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun

BAB IV HASIL PENELITIAN. Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun Pelajaran

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI GAMES COMPETITION. Setiawan Eko Nugroho

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI GAMES COMPETITION. Setiawan Eko Nugroho Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) ISSN 2477-2240 (Media Cetak). 2477-3921 (Media Online) PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI GAMES

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Deskripsi Siklus 1 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan 1 Pada tahapan ini, kegiatan penyusunan rencana pembelajaran dilakukan setelah diperoleh

Lebih terperinci

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 4 PACITAN TAHUN PELAJARAN

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 4 PACITAN TAHUN PELAJARAN EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 4 PACITAN TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015 ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan pada penelitian ini diawali dengan perencanaan pembelajaran yang meliputi pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Reciprocal Teaching, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajar

ABSTRAK. Kata kunci: Reciprocal Teaching, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajar PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING PADA SISWA KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 1 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Kistya Rindika, Puji Nugraheni,

Lebih terperinci

MATERI AJAR PKN KEPUTUSAN BERSAMA. Katmuji. ISSN (Media Online) (Media Cetak )

MATERI AJAR PKN KEPUTUSAN BERSAMA. Katmuji. ISSN (Media Online) (Media Cetak ) Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter (JIPK) Vol. 2, No. 1, Maret 2017 ISSN 2541-0393 (Media Online) 2541-0385 (Media Cetak ) SD Negeri Karangmalang 02 Kedungbanteng Tegal *Diterima November 2016, disetujui

Lebih terperinci

Maulizar. Kata-kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Make A Match, Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta).

Maulizar. Kata-kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Make A Match, Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta). PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE-A MATCH PADA MATERI TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA) DI KELAS VII SMP N KEMBANG TANJONG KABUPATEN PIDIE Maulizar STKIP Bina Bangsa Meulaboh,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Kondisi Awal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Kondisi Awal BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan proses pembelajaran sebelum diterapkan pembelajaran menggunakan media pembelajaran dengan menggunakan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas V SDN 05 Biau

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas V SDN 05 Biau Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas V SDN 05 Biau Sumanti N. Laindjong, Lestari M.P. Alibasyah, dan Ritman Ishak Paudi Mahasiswa Program Guru

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM TENTANG CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP MELALUI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM TENTANG CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP MELALUI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM TENTANG CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP MELALUI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Darmanto Priyoutomo SDN I Ngilo-ilo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo e-mail:

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA MELALUI METODE ROLLING QUESTION MATERI SEGITIGA DAN SEGI EMPAT DI SMPN 3 CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA MELALUI METODE ROLLING QUESTION MATERI SEGITIGA DAN SEGI EMPAT DI SMPN 3 CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN Jurnal Euclid, Vol.4, No.1, pp.739 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA MELALUI METODE ROLLING QUESTION MATERI SEGITIGA DAN SEGI EMPAT DI SMPN 3 CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN Kusnati SMPN 3 Ciawigebang;

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS POKOK BAHASAN USAHA

Lebih terperinci

PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar)

PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar) PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar) Siti Halimatus Sakdiyah, Didik Iswahyudi Universitas Kanjuruhan Malang halimatus@unikama.ac.id,

Lebih terperinci

Rusmini Danumiharja, S. Pd, NIP

Rusmini Danumiharja, S. Pd, NIP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI MAJASARI KECAMATAN CIBOGO KABUPATEN SUBANG Rusmini Danumiharja,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Bener 01 yang beralamatkan di desa Bener, Kecamatan Tengaran,

Lebih terperinci

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar PENERAPAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER ( NHT ) DENGAN MEDIA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 GUNUNG PUTRI SITUBONDO Oleh Ria Dwi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal (Pra Siklus) Sebelum penelitian dilakukan, dalam kegiatan pembelajaran IPA di Kelas V guru masih menggunakan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE TALKING STICK

UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE TALKING STICK UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE TALKING STICK Ellys Susanti, Bambang Priyo Darminto, Dita Yuzianah. Program Studi Pendidikan Matematika Universitas MuhammadiyahPurworejo

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF BERAKSARA JAWA DENGAN METODE PAKEM SISWA VIII B SMPN 1 AYAH

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF BERAKSARA JAWA DENGAN METODE PAKEM SISWA VIII B SMPN 1 AYAH PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF BERAKSARA JAWA DENGAN METODE PAKEM SISWA VIII B SMPN 1 AYAH Oleh: Amri Koswati program studi pendidikan bahasa dan sastra jawa iam_rhy_coes@yahoo.co.id ABSTRAK

Lebih terperinci

Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2. Abstrak

Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2. Abstrak MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII G SEMESTER 2 SMP NEGERI 2 TOROH GROBOGAN 1 Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2 Abstrak Tujuan penelitian

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOUTOR SEBAYA

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOUTOR SEBAYA Nur Halimah 21 UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOUTOR SEBAYA Oleh Nur Halimah SMP Negeri 3 E-mail : nurhalimah12371@yahoo.com ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

YANIK SULISTYANI SDN Ngletih Kec.Kandat Kab.Kediri

YANIK SULISTYANI SDN Ngletih Kec.Kandat Kab.Kediri PENINGKATAN EFEKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA INDIKATOR KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS III SDN NGLETIH KABUPATEN KEDIRI YANIK SULISTYANI SDN Ngletih Kec.Kandat

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS V SDN SETONO 1 KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI MELALUI STRATEGI ORIENTASI TINDAKAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS V SDN SETONO 1 KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI MELALUI STRATEGI ORIENTASI TINDAKAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS V SDN SETONO 1 KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI MELALUI STRATEGI ORIENTASI TINDAKAN YULI AMBARWATI Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Abstrak: Berdasarkan

Lebih terperinci

2015 PENERAPAN METODE KOOPERATIF TEKNIK STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA

2015 PENERAPAN METODE KOOPERATIF TEKNIK STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan salah satu upaya dalam rangka mencerdaskan anak bangsa untuk mengembangkan potensi dirinya. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu. 67 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Refleksi Awal Penelitian ini dilaksanakan di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IVA SD Negeri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. disarankan adalah penelitian tindakan. Dari namanya itu sendiri sudah. bukanlah kepentingan guru) (Arikunto, 2012:2).

BAB III METODE PENELITIAN. disarankan adalah penelitian tindakan. Dari namanya itu sendiri sudah. bukanlah kepentingan guru) (Arikunto, 2012:2). 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Proses Tindakan Pada dasarnya ada beragam penelitian yang dapat dilakukan oleh guru, misalnya penelitian deskritif, penelitian eksperimen, dan penelitian tindakan. Diantara

Lebih terperinci

SIMPOSIUM GURU. Oleh ASEP INDRAYANA, S.Pd., M.Pd.,M.Pd.,Kons NIP Guru Bimbingan Konseling SMK Negeri 5 Surakarta

SIMPOSIUM GURU. Oleh ASEP INDRAYANA, S.Pd., M.Pd.,M.Pd.,Kons NIP Guru Bimbingan Konseling SMK Negeri 5 Surakarta SIMPOSIUM GURU JUDUL : Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Siswa Kelas X TS A SMK Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 Oleh ASEP INDRAYANA, S.Pd., M.Pd.,M.Pd.,Kons

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan diharapkan mampu. mewujudkan cita-cita bangsa. Pendidikan bertujuan untuk membantu

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan diharapkan mampu. mewujudkan cita-cita bangsa. Pendidikan bertujuan untuk membantu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah 1. Latar Belakang Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa. Pendidikan bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan

Lebih terperinci

QUANTUM, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Vol.5, No.1, April 2014, hlm

QUANTUM, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Vol.5, No.1, April 2014, hlm QUANTUM, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Vol.5, No.1, April 2014, hlm. 25-38 25 MENINGKATKAN KETERAMPILAN ILMIAH SAINS MELALUI KEGIATAN ONE DAY ADVENTURE PADA MATERI TUMBUHAN HIJAU DI KELAS V SDN JURUBANU

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS BAHASA PETUNJUK MELALUI METODE SIMULASI DENGAN PENDEKATAN PAKEM. Jumadi

PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS BAHASA PETUNJUK MELALUI METODE SIMULASI DENGAN PENDEKATAN PAKEM. Jumadi Didaktikum : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 5, Oktober 2015 ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS BAHASA PETUNJUK MELALUI METODE SIMULASI DENGAN PENDEKATAN PAKEM SMP Negeri 1 Bojong

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berinteraksi dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berinteraksi dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Ketika seorang anak masuk dalam lingkungan sekolah, maka anak berperan sebagai

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter (JIPK) Vol. 1, No. 1, September 2016 ISSN 2541-0393 (Media Online) 2541-0385 (Media Cetak) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI SD Negeri 01 Kebonsari,

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (PTK pada Kelas VII C SMP Negeri 1 Karanganyar Tahun 2012 / 2013)

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (PTK pada Kelas VII C SMP Negeri 1 Karanganyar Tahun 2012 / 2013) PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (PTK pada Kelas VII C SMP Negeri 1 Karanganyar Tahun 2012 / 2013) NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Hasil Belajar, Pembelajaran PKn.

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Hasil Belajar, Pembelajaran PKn. 1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK DI KELAS VIIA SMP NEGERI 10 PALU Norma Deysi Mawarni 1 Dahlia Syuaib 2 Asep Mahfudz 3 Program Studi PPKn, Jurusan

Lebih terperinci

pelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks panjang. Hal ini menyebabkan empat kemampuan dasar dalam Bahasa Indonesia belum terpenuhi.

pelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks panjang. Hal ini menyebabkan empat kemampuan dasar dalam Bahasa Indonesia belum terpenuhi. 48 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pra Siklus Hasil observasi di SD N Baledu kelas IV tahun ajaran 2015/2016 di SD N Baledu, metode yang digunakan guru adalah metode ceramah

Lebih terperinci