Statistik KATA PENGANTAR

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Statistik KATA PENGANTAR"

Transkripsi

1 KATA PENGANTAR Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sangat strategis, karena potensinya yang besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat, dan sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian besar masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. Eksistensi dan peran UMKM yang pada tahun 2009 mencapai 52,76 juta unit usaha, dan merupakan 99,99 persen dari pelaku usaha nasional, dalam tata perekonomian nasional sudah tidak diragukan lagi, dengan melihat kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, devisa nasional, dan investasi nasional. Dalam kaitan itu, buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran atas perkembangan UMKM dimaksud yang ditampilkan dalam bentuk angka dan grafik, sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh para pemerhati dan pengambil kebijakan di sektor UMKM. Akhir kata, kiranya buku ini dapat bermanfaat dalam pemberdayaan UMKM di tanah air. Sekretaris Kementerian Negara Guritno Kusumo Website : i

2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GRAFIK... i ii iii Vii I. PENDAHULUAN... 1 II. PENGERTIAN DAN BATASAN... 1 III. MATERI STATISTIK UMKM... 3 IV. SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA... 3 V. KLASIFIKASI SEKTOR... 4 VI. PERKEMBANGAN JUMLAH USAHA MIKRO, KECIL... DAN MENENGAH (UMKM)... 6 VII. KONTRIBUSI UMKM TERHADAP PENCIPTAAN PDB DAN NILAI EKSPOR NON MIGAS SERTA PENYERAPAN TENAGA KERJA... 8 VIII. PERAN UMKM DALAM PEMBENTUKAN MODAL TETAP BRUTO (INVESTASI) NASIONAL ii

3 DAFTAR TABEL Tabel - I Tabel - I.1 Tabel - I.2 Tabel I.3 Tabel - I.4 Tabel - I.5 Tabel - I.6 Tabel - II.1 Tabel - II.2 Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Usaha Besar Tahun Perkembangan Jumlah Pelaku Usaha menurut skala Usaha Tahun Perkembangan Jumlah Usaha Mikro menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Usaha Kecil menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Usaha Menengah Menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Usaha Besar menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) menurut skala Usaha Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Mikro menurut Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Website : iii

4 Tabel II.3 Tabel - II.4 Tabel - II.5 Tabel - II.6 Tabel - III.1 Tabel - III.2 Tabel - III.3 Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Kecil menurut Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Menengah menurut Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Besar menurut Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) menurut Skala Usaha Tahun Atas Dasar Harga Konstan Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Mikro menurut Sektor Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Kecil menurut Sektor Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga iv

5 Tabel - III.4 Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Menengah menurut Sektor Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Konstan Tabel - III.5 Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Menurut Sektor Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Konstan Tabel - III.6 Perkembangan Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Besar menurut Sektor Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Tabel - IV.1 Perkembangan Nilai Ekspor Non Migas menurut skala Usaha Tahun Tabel - IV.2 Perkembangan Nilai Ekspor Usaha Mikro menurut Sektor Ekonomi Tahun Tabel - IV.3 Perkembangan Nilai Ekspor Usaha Kecil menurut Sektor Ekonomi Tahun Tabel - IV.4 Perkembangan Nilai Ekspor Usaha Menengah menurut Sektor Ekonomi Tahun Tabel - IV.5 Perkembangan Nilai Ekspor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Sektor Ekonomi Tahun Tabel - IV.6 Perkembangan Nilai Ekspor Usaha Besar menurut Sektor Ekonomi Tahun Tabel - V.1 Perkembangan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja menurut skala Usaha Tahun Website : v

6 Tabel - V.2 Tabel - V.3 Tabel - V.4 Tabel - V.5 Tabel - V.6 Tabel - VI.1 Perkembangan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Mikro menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Kecil menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Menengah menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Besar menurut Sektor Ekonomi Tahun Perkembangan Nilai Investasi menurut skala Usaha Tahun Atas Dasar Harga Berlaku vi

7 DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Garfik 2a. Grafik 2b. Grafik 3a. Grafik 3b. Grafik 4a. Grafik 4b. Proporsi Sektor Ekonomi UMKM Berdasarkan Jumlah Unit Usaha Tahun Proporsi Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional Tahun Menurut Harga Berlaku (%)... 9 Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional Tahun Menurut Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Proporsi Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional Tahun Menurut Harga Konstan 2000 (%) Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional Tahun Menurut Harga Konstan 2000 (Triliun Rupiah) Proporsi Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap Pembentukan Nilai Ekspor Non Migas Tahun (%) Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap Pembentukan Nilai Ekspor Non Migas Tahun (Triliun Rupiah) Website : vii

8 Grafik 5a. Jumlah Tenaga Kerja Usaha Mikro, Kecil dan Mene - ngah Tahun Grafik 5b. Jumlah Tenaga Kerja Usaha Besar (UB) Tahun Grafik 5c. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja UMKM dan Usaha Besar (UB) Tahun (%) Grafik 5d. Kontribusi Tenaga Kerja UMKM dan Usaha Besar (UB) Tahun (Ribu Orang) Grafik 6a. Proporsi Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap Pembentukan Investasi Nasional Tahun Menurut Harga Berlaku (%) Grafik 6b. Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap Pembentukan Investasi Nasional Tahun Menurut Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Grafik 6c. Rata-Rata Penyerapan Investasi Tahun viii

9 Website : ix

10

11 I. PENDAHULUAN Upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari tahun ke tahun selalu dimonitor dan dievaluasi perkembangannya baik dalam hal kontribusinya terhadap penciptaan produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, penciptaan devisa nasional melalui ekspor dan perkembangan pelaku usahanya. Keseluruhan indikator ekonomi makro di atas selalu dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pemberdayaan UMKM serta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Gambaran rinci tentang perkembangan pelaku usaha, kontribusi terhadap pembentukan PDB, nilai ekspor, penyerapan tenaga kerja dan investasi dijelaskan pada pokok bahasan selanjutnya. II. PENGERTIAN DAN BATASAN Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan dan memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300 juta. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan 1

12 usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50 juta sampai dengan paling banyak Rp. 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300 juta sampai dengan paling banyak Rp. 2,5 miliar. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 500 juta sampai dengan paling banyak Rp. 10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 2,5 miliar sampai dengan paling banyak Rp. 50 miliar. Produk Domestik Bruto (PDB) adalah semua barang dan jasa yang diproduksikan dalam suatu negara dalam jangka waktu tertentu (yang biasanya 1 tahun). Tenaga Kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun atau lebih) yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan yang sedang mencari pekerjaan. 2

13 Ekspor adalah kegiatan perdagangan suatu perusahaan untuk mengeluarkan barang dari wilayah pabean, untuk diperjualbelikan atau diperdagangkan di wilayah pabean negara lain. Investasi adalah suatu kegiatan penanaman modal pada berbagai kegiatan ekonomi (produksi) dengan harapan untuk memperoleh keuntungan (gain/benefit) dimasa-masa yang akan datang. Omzet adalah besaran nilai transaksi yang telah disetujui antara pihak penjual dan pihak pembeli, yang dimaksud dengan nilai jual disini adalah nilai keseluruhan atas barang dan jasa yang diperdagangkan. III. MATERI STATISTIK UMKM Materi yang disajikan dalam buku ini meliputi data 2 (dua) tahun terakhir yaitu tahun 2008 dan tahun 2009 dengan variabel yang disajikan adalah : jumlah Usaha Mikro (UMi), Usaha Kecil (UK), Usaha Menengah (UM) dan Usaha Besar (UB); penyerapan tenaga kerja oleh Usaha Mikro, UK, UM dan UB; konstribusi Usaha Mikro, UK, UM dan UB dalam pembentukan PDB; ekspor Usaha Mikro, UK, UM dan UB. IV. SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA Data kinerja UMKM yang disajikan dalam buku statistik UMKM ini diperoleh dari hasil pengolahan data pokok 3

14 berbagai survey tahunan yang rutin dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), disamping itu digunakan pula data hasil Sensus Pertanian 2003 (ST 2003), Sensus Ekonomi 2006 (SE 2006) dan Survey Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) sebagai basis perhitungan yang dilengkapi dengan beberapa indikator sektor lainnya. V. KLASIFIKASI SEKTOR Prinsip klasifikasi menurut jenis kegiatan ekonomi mengikuti konsep pada ISIC (International Standard Classification of All Economic Activities) Revisi tahun Klasifikasi sektor ini bertujuan untuk memudahkan perbandingan tingkat aktivitas ekonomi antar berbagai macam kegiatan. Untuk kepentingan penyusunan klasifikasi Usaha Mikro (UMi), Usaha Kecil (UK), Usaha Menengah (UM), dan Usaha Besar (UB) disini digunakan 9 (sembilan) penggolongan utama (pokok) sektor ekonomi yang meliputi : a) Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan Mencakup segala macam pengusahaan dan pemanfaatan benda-benda/barang-barang biologis (hidup) yang berasal dari alam untuk memenuhi kebutuhan atau usaha lainnya. 4

15 b) Pertambangan dan Penggalian Sektor pertambangan dan penggalian meliputi subsektor minyak dan gas bumi, subsektor pertambangan non migas, dan subsektor penggalian. c) Industri Pengolahan Industri pengolahan merupakan kegiatan pengubahan bahan dasar (bahan mentah) menjadi barang jadi/setengah jadi dan/atau dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, baik secara mekanis, kimiawi, dengan mesin ataupun dengan tangan. d) Listrik, Gas dan Air Bersih Listrik mencakup kegiatan pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik baik untuk keperluan rumahtangga, usaha, industri, gedung kantor pemerintah, penerangan jalan umum, dan lain sebagainya. Gas mencakup kegiatan pengolahan gas cair, produksi gas dengan karbonasi arang atau dengan pengolahan yang mencampur gas dengan gas alam atau petroleum atau gas lainnya, serta penyaluran gas cair melalui suatu sistem pipa saluran kepada rumahtangga, perusahaan industri, atau pengguna komersial lainnya. Air bersih mencakup kegiatan penampungan, penjernihan, dan penyaluran air, baku atau air bersih dari terminal air melalui saluran air, pipa atau mobil tangki (dalam satu pengelolaan administrasi dengan kegiatan ekonominya) kepada rumahtangga, perusahaan industri atau pengguna komersial lainnya. 5

16 e) Bangunan Bangunan atau Konstruksi, menurut SE 2006 adalah kegiatan penyiapan, pembuatan, pemasangan, pemeliharaan maupun perbaikan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, baik digunakan sebagai tempat tinggal maupun sarana lainnya. f) Perdagangan, Hotel dan Restoran Perdagangan adalah kegiatan penjualan kembali (tanpa perubahan teknis) barang baru maupun bekas. Hotel adalah bagian dari lapangan usaha kategori penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum. Restoran disebut kegiatan penyediaan makan minum adalah usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan permanen yang menjual dan menyajikan makan dan minuman untuk umum ditempat usahanya. g) Pengangkutan dan Komunikasi Pengangkutan adalah kegiatan pemindahan orang/ penumpang dan/atau barang/ternak dari satu tempat ke tempat lain melalui darat, air maupun udara dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor. 6

17 Komunikasi yaitu usaha pelayanan komunikasi untuk umum baik melalui pos, telepon, telegraf/teleks atau hubungan radio panggil (pager). h) Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan mencakup kegiatan perantara keuangan, asuransi, dana pensiun, penunjang perantara keuangan, real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan. i) Jasa-jasa Jasa-jasa meliputi kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang ditujukan untuk melayani kepentingan rumah tangga, badan usaha, pemerintah dan lembaga-lembaga lain. VI. PERKEMBANGAN JUMLAH UMKM Perkembangan jumlah UMKM periode mengalami peningkatan sebesar 2,64 persen yaitu dari unit pada tahun 2008 menjadi unit pada tahun UMKM merupakan pelaku usaha terbesar dengan persentasenya sebesar 99,99 persen dari total pelaku usaha nasional pada tahun

18 Jika ditinjau dari proporsi unit usaha pada sektor ekonomi UMKM yang memiliki proporsi unit usaha terbesar adalah sektor (1) Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan; (2) Perdagangan, Hotel dan Restoran; (3) Pengangkutan dan Komunikasi; (4) Industri Pengolahan; serta (5) Jasa-jasa, yang masing-masing tercatat sebesar 49,98 persen; 29,44 persen; 6,46 persen; 6,19 persen dan 4,33 persen. Grafik 1. Proporsi sektor ekonomi UMKM berdasarkan jumlah unit usaha tahun 2009 Pengangkutan dan Komunikasi, 6,46 Perdagangan, Hotel dan Restoran, 29,44 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, 2,01 Jasa - Jasa, 4,33 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, 49,98 Bangunan, 1,05 Listrik, Gas dan Air Bersih, 0,02 Industri Pengolahan, 6,19 Pertambangan dan Penggalian, 0,52 Sedangkan sektor ekonomi yang memiliki proporsi unit usaha terkecil secara berturut-turut adalah sektor (1) Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; (2) Bangunan; (3) Pertambangan dan Penggalian; serta (4) Listrik, Gas dan Air 8

19 Bersih, yang tercatat sebesar 2,01 persen; 1,05 persen; 0,52 persen dan 0,02 persen. Gambaran mengenai perkembangan jumlah UMKM dan Usaha Besar (UB) dari tahun dapat disajikan tabel I.1 sampai dengan tabel I.6. VII. KONTRIBUSI UMKM TERHADAP PENCIPTAAN PDB, NILAI EKSPOR NON MIGAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA. Pada tahun 2008, peran UMKM terhadap penciptaan PDB nasional menurut harga berlaku tercatat sebesar Rp ,23 triliun atau 55,67 persen, kontribusi UMi tercatat sebesar Rp ,06 triliun atau 32,17 persen dan UK sebesar Rp. 472,83 triliun atau 10,07 persen. Sedangkan UM tercatat sebesar Rp. 630,34 triliun atau 13,43 persen dari total PDB nasional, selebihnya adalah Usaha Besar (UB) yaitu Rp ,58 triliun atau 44,33 persen. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Grafik 2a. Proporsi Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional tahun Menurut Harga Berlaku (%) 44,33% 43,47% 13,43% 13,47% 55,67% 10,07% 9,98% 56,53% 32,17% 33,08% Tahun UMi UK UM UB 9

20 Sedangkan pada tahun 2009, peran UMKM terhadap penciptaan PDB nasional menurut harga berlaku tercatat sebesar Rp ,15 triliun atau 56,53 persen dari total PDB nasional, mengalami perkembangan sebesar Rp. 379,93 triliun atau 14,54 persen dibanding tahun Kontribusi UMi tercatat sebesar Rp ,64 triliun atau 33,08 persen dan UK sebesar Rp. 528,24 triliun atau 9,98 persen. Sedangkan UM tercatat sebesar Rp. 713,26 triliun atau 13,47 persen, selebihnya sebesar Rp ,71 triliun atau 43,47 persen merupakan kontribusi UB Grafik 2b. Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional Tahun Menurut Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Triliun Rupiah 630 Triliun Rupiah 473 Triliun Rupiah Triliun Rupiah Triliun Rupiah 713 Triliun Rupiah 528 Triliun Rupiah Triliun Rupiah Tahun UMi UK UM UB Disisi lain, pada tahun 2008 nilai PDB nasional atas harga konstan tahun 2000 sebesar Rp ,94 triliun, peran UMKM tercatat sebesar Rp ,75 triliun atau 58,35 persen dari total 10

21 PDB nasional, kontribusi UMi tercatat sebesar Rp. 655,70 triliun atau 32,82 persen dan UK sebesar Rp. 217,13 triliun atau 10,87 persen. Sementara UM tercatat sebesar Rp. 292,92 triliun atau 14,66 persen, selebihnya UB berkontribusi sebesar Rp. 832,18 triliun atau 41,65 persen. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Grafik 3a. Proporsi kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional Tahun Menurut Harga Konstan 2000 (%) 41,65% 41,83% 14,66% 14,69% 58,35% 10,87% 10,80% 58,17% 32,82% 32,68% Tahun UMi UK UM UB Pada tahun 2009, PDB nasional atas harga konstan tahun 2000 sebesar Rp ,29 triliun, kontribusi UMKM sebesar Rp ,73 triliun atau 58,17 persen (UMi tercatat sebesar Rp. 682,46 triliun atau 32,68 persen dan UK Rp. 225,48 triliun atau 10,80 persen serta UM Rp. 306,78 triliun atau 14,69 persen), sementara kontribusi UB sebesar Rp. 873,57 triliun atau 41,83 persen. Kontribusi UMKM tersebut meningkat sebesar Rp. 48,97 triliun atau 4,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 11

22 Grafik 3b. Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap PDB Nasional Tahun Menurut Harga Konstan 2000 (Triliun Rupiah) 832 Triliun Rupiah 874 Triliun Rupiah Triliun Rupiah 307 Triliun Rupiah 217 Triliun Rupiah 225 Triliun Rupiah 656 Triliun Rupiah 682 Triliun Rupiah UMi UK UM UB Tahun Kontribusi UMKM terhadap pembentukan total nilai ekspor non migas pada tahun 2008 tercatat sebesar Rp. 178,01 triliun atau 18,10 persen, kontribusi UMi tercatat sebesar Rp. 16,46 triliun atau 1,67 persen dan UK tercatat sebesar Rp. 40,06 triliun atau 4,07 persen. Sedangkan UM sebesar Rp. 121,48 triliun atau 12,35 persen selebihnya adalah UB sebesar Rp. 805,53 triliun atau 81,90 persen. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Grafik 4a. Proporsi Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap Pembentukan Nilai Ekspor Non Migas Tahun (%) 81,90% 82,98% 4,07% 12,35% 11,65% 3,87% 1,67% 1,51% Tahun UB UM UK Mikro 12

23 Grafik 4b. Kontribusi UMKM dan Usaha Besar (UB) terhadap Pembentukan Total Nilai Ekspor Non Migas Tahun (Triliun Rupiah) UB, 806 UB, 791 UM, 121 UM, 111 Mikro, 16 UK, 40 Mikro, 14 UK, Pada tahun 2009, peran UMKM terhadap pembentukan total nilai ekspor non migas mengalami penurunan sebesar Rp. 15,75 triliun atau 8,85 persen yaitu dengan tercapainya angka sebesar Rp. 162,25 triliun atau 17,02 persen dari total nilai ekspor non migas. Penurunan nilai ekspor UMKM ini disebabkan adanya peningkatan dari ekspor dari hasil produksi Usaha Besar (UB) seperti sektor pertambangan non migas yang meningkat dari Rp. 133,8 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp. 190,7 pada tahun 2009 dan sektor kehutanan dari Rp. 139,6 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp. 272,4 miliar pada tahun Kontribusi UMi tercatat sebesar Rp. 14,38 triliun atau 1,51 persen dan UK tercatat sebesar Rp. 36,84 triliun atau 3,87 persen. Sedangkan UM tercatat sebesar Rp. 111,04 triliun atau 11,65 persen, selebihnya adalah UB. Gambaran tentang peran UMKM dan UB terhadap pembentukan total nilai ekspor disajikan pada tabel-iv.1 sampai dengan tabel-iv.6. 13

24 Orang Statistik Dalam hal penyerapan tenaga kerja, peran UMKM pada tahun 2008 tercatat sebesar orang atau 97,15 persen dari total penyerapan tenaga kerja yang ada, kontribusi UMi tercatat sebanyak orang atau 90,73 persen dan UK tercatat sebanyak orang atau 3,64 persen. Sedangkan UM sebanyak orang atau 2,78 persen selebihnya adalah UB. Grafik 5a. Jumlah Tenaga Kerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan Perdagangan, Hotel dan Restoran Industri Pengolahan Jasa - Jasa Swasta Pengangkutan dan Komunikasi Bangunan Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Pertambangan dan Penggalian Listrik, Gas dan Air Bersih Pada tahun 2008, untuk UMi sektor Pertanian, Peternakan, Perhutanan dan Perikanan tercatat memiliki peran terbesar dalam penyerapan tenaga kerja yaitu sebanyak orang atau 47,51 persen dari total tenaga kerja yang diserap. Untuk sektor ekonomi yang memiliki penyerapan tenaga kerja terbesar pada UK adalah sektor Industri Pengolahan yaitu sebanyak orang atau 28,63 persen. Sedangkan 14

25 Orang Statistik penyerapan tenaga kerja terbesar pada UM adalah sektor Industri Pengolahan yaitu sebanyak orang atau 47,86 persen. Pada tahun 2009, UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar orang atau 97,30 persen dari total penyerapan tenaga kerja yang ada, jumlah ini meningkat sebesar 2,33 persen atau orang dibandingkan tahun Kontribusi UMi tercatat sebanyak orang atau 91,03 persen dan UK sebanyak orang atau 3,56 persen. Sedangkan UM tercatat sebanyak orang atau 2,71 persen. Untuk UMi sektor Pertanian, Peternakan, Perhutanan dan Perikanan tercatat memiliki peran terbesar dalam penyerapan tenaga kerja yaitu sebanyak orang atau 46,71 persen dari total tenaga kerja yang di serap. Jumlah tersebut meningkat sebesar orang atau 0,77 persen dari tahun sebelumnya. Untuk sektor ekonomi yang memiliki Grafik 5b. Jumlah Tenaga Kerja Usaha Besar (UB) Tahun Listrik, Gas dan Air Bersih Jasa - Jasa Swasta Industri Pengolahan Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan Bangunan Perdagangan, Hotel dan Restoran Pertambangan dan Penggalian Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 15

26 penyerapan tenaga kerja terbesar pada UK adalah sektor Industri Pengolahan yaitu sebanyak orang atau 27,45 persen. Sedangkan yang memiliki penyerapan tenaga kerja terbesar pada UM adalah sektor Industri Pengolahan yaitu sebanyak orang atau 46,20 persen. Gambaran mengenai perkembangan penyerapan tenaga kerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) tahun disajikan pada tabel-v.1 sampai dengan tabel-v % 98% 96% 94% 92% 90% 88% 86% Grafik 5c. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja UMKM dan Usaha Besar (UB) Tahun (%) 2,85% 2,70% 2,78% 2,71% 3,64% 3,56% 97,15% 97,30% Ribu Orang Ribu Orang Ribu Orang Ribu Orang 90,73% 91,03% UMi UK UM UB Grafik 5d. Kontribusi Jumlah Tenaga Kerja UMKM dan Usaha Besar Tahun (Ribu Orang) Tahun Ribu Orang Ribu Orang Ribu Orang Ribu Orang Tahun UMi UK UM UB 16

27 VIII. PERAN UMKM DALAM PEMBENTUKAN MODAL TETAP BRUTO (INVESTASI) NASIONAL Besaran investasi fisik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang dinyatakan dengan angka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada tahun 2009 sebesar Rp. 830,93 triliun atau 52,33 persen dari total PMTB Indonesia, lebih kecil sedikit dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 52,65 persen. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya investasi Usaha Mikro (UMi) dari 8,00 persen pada tahun 2008 menjadi 7,82 persen di tahun 2009, Usaha Kecil (UK) dari 21,01 persen di tahun 2008 menjadi 20,99 persen pada tahun Begitu juga investasi pada Usaha Menengah (UM) mengalami penurunan dari 23,64 persen di tahun 2008 menjadi 23,52 persen pada tahun Sementara investasi pada Usaha Besar (UB) mengalami kenaikan dari 47,35 persen di tahun 2008 menjadi 47,67 persen pada tahun Grafik 6a. Proporsi Kontribusi UMKM dan Usaha Besar Terhadap Pembentukan Investasi Nasional Tahun Menurut Harga Berlaku (%) 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 47,35% 47,67% 23,64% 23,52% 52,65% 21,01% 20,99% 52,33% 8,00% 7,82% UB UM UK UMi Tahun 17

28 Grafik 6b. Kontribusi UMKM dan Usaha Besar Terhadap Pembentukan Investasi Nasional Tahun Menurut Harga Berlaku (Triliun Rupiah) 576 Triliun Rupiah 288 Triliun Rupiah 757 Triliun Rupiah 374 Triliun Rupiah 256 Triliun Rupiah 333 Triliun Rupiah 97 Triliun Rupiah 124 Triliun Rupiah UB UM UK UMi Tahun Bila dilihat selama periode tahun , iklim investasi pada berbagai tingkat skala usaha masih belum banyak berubah. Dalam kurun waktu tersebut UMi masih merupakan kelompok yang paling rendah penyerapan investasinya yaitu rata-rata sebesar 7,90 persen per tahun dan diikuti oleh UK rata-rata sebesar 21,00 persen per tahun dan UM rata-rata sebesar 23,57 persen per tahun. Secara keseluruhan penyerapan investasi pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai 52,47 persen per tahun. Bila hal ini dibandingkan dengan jumlah usaha yang demikian besar pada kelompok ini, maka dapat dikatakan bahwa Usaha Mikro (UMi) bukan merupakan usaha yang bersifat padat modal. Pada periode secara ratarata tingkat investasi pada Usaha Mikro (UMi) adalah sebesar 18

29 Rp. 110,81 triliun per tahun, Usaha Kecil (UK) adalah sebesar Rp. 294,56 triliun per tahun dan Usaha Menengah (UM) sebesar Rp. 330,67 triliun per tahun. Grafik 6c. Rata-Rata Penyerapan Investasi Tahun Pada tahun 2009 investasi fisik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara riil meningkat sebesar 3,3 persen dibandingkan tahun Bila dilihat berdasarkan skala usaha, kelompok Usaha Mikro (UMi) mengalami pertumbuhan investasi sebesar 1,9 persen, kelompok UK tumbuh sebesar 3,3 persen, sementara kelompok Usaha Menengah (UM) dan Usaha Besar (UB) masing-masing tumbuh sebesar 3,7 persen dan 4,2 persen. 19

30 Pertumbuhan investasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tertinggi terjadi pada sektor LGA sebesar 14,2 persen, sektor keuangan 9,7 persen, dan sektor bangunan sebesar 8,5 persen. Sementara bila dilihat menurut skala usaha besar, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor LGA sebesar 20,3 persen, sektor keuangan 9,4 persen, dan sektor bangunan 9,0 persen. Laju Pertumbuhan Investasi UMKM, 2009 (persen) Lapangan Usaha Mikro Kecil Menenga h UMKM Besar Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pertanian Pertambangan Industri LGA Bangunan Perdagangan Pengangkutan Keuangan Jasa-jasa J u m l a h

31 Statistik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun

32 PERKEMBANGAN DATA USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH (UMKM) DAN USAHA BESAR (UB) TAHUN NO INDIKATOR SATUAN JUMLAH PANGSA (%) JUMLAH PANGSA (%) JUMLAH (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Unit Usaha (A+B) (Unit) ,64 - Usaha Mikro (Unit) , , ,61 - Usaha Kecil (UK) (Unit) , , ,70 - Usaha Menengah(UM) (Unit) , , ,57 A. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) (Unit) , , ,64 B. Usaha Besar (UB) (Unit) , , ,58 C Pemerintah (Unit) , , ,06 2 Tenaga Kerja (A+B) (Orang) ,18 - Usaha Mikro (Orang) , , ,51 - Usaha Kecil (UK) (Orang) , , ,03 - Usaha Menengah(UM) (Orang) , ,71 (16.504) (0,61) A. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) (Orang) , , ,33 B. Usaha Besar (UB) (Orang) , ,70 (81.534) (2,96) C Pemerintah (Orang) , , ,26 3 PDB Atas Dasar Harga Berlaku (A+B) (Rp. Milyar) , , ,9 12,81 - Usaha Mikro (Rp. Milyar) ,8 32, ,6 33, ,8 16,00 - Usaha Kecil (UK) (Rp. Milyar) ,3 10, ,2 9, ,9 11,72 - Usaha Menengah(UM) (Rp. Milyar) ,9 13, ,9 13, ,0 13,16 A. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) (Rp. Milyar) ,1 55, ,7 56, ,7 14,54 B. Usaha Besar (UB) (Rp. Milyar) ,9 44, ,2 43, ,2 10,63 C Pemerintah (Rp. Milyar) ,7 5, ,8 6, ,1 23,70 4 PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (A+B) (Rp. Milyar) , , ,3 4,52 - Usaha Mikro (Rp. Milyar) ,8 32, ,4 32, ,6 4,08 - Usaha Kecil (UK) (Rp. Milyar) ,2 10, ,3 10, ,1 3,84 - Usaha Menengah(UM) (Rp. Milyar) ,1 14, ,6 14, ,5 4,73 A. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) (Rp. Milyar) ,2 58, ,3 58, ,1 4,20 B. Usaha Besar (UB) (Rp. Milyar) ,8 41, ,0 41, ,2 4,97 C Pemerintah (Rp. Milyar) ,9 4, ,2 4, ,3 5,10 5 Total Ekspor Non Migas (A+B) (Rp. Milyar) , ,9 (30.450,5) (3,10) - Usaha Mikro (Rp. Milyar) ,8 1, ,3 1,51 (2.089,5) (12,69) - Usaha Kecil (UK) (Rp. Milyar) ,5 4, ,7 3,87 (3.222,8) (8,04) - Usaha Menengah(UM) (Rp. Milyar) ,0 12, ,6 11,65 (10.441,4) (8,60) A. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) (Rp. Milyar) ,3 18, ,5 17,02 (15.753,8) (8,85) B Usaha Besar (UB) (Rp. Milyar) ,1 81, ,3 82,98 (14.696,8) (1,82) Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) PERKEMBANGAN - 22

33 TABEL - I.1 PERKEMBANGAN JUMLAH PELAKU USAHA MENURUT SKALA USAHA TAHUN (Dalam Unit) TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) PERKEMBANGAN NO SKALA USAHA JUMLAH PANGSA (%) JUMLAH PANGSA (%) JUMLAH (%) 1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) , , ,64 a. Usaha Mikro (Umi) , , ,61 b. Usaha Kecil (UK) , , ,70 c. Usaha Menengah (UM) , , ,57 2. Usaha Besar (UB) , , ,58 TOTAL (1+2) ,64 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 23

34 TABEL - I.2 PERKEMBANGAN JUMLAH USAHA MIKRO MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Unit) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,54 2 Pertambangan dan Penggalian ,07 3 Industri Pengolahan ,90 4 Listrik, Gas dan Air Bersih ,76 5 Bangunan ,93 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,03 7 Pengangkutan dan Komunikasi ,36 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,33 9 Jasa - Jasa Swasta ,96 JUMLAH ,61 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 24

35 TABEL - I.3 PERKEMBANGAN JUMLAH USAHA KECIL MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Unit) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,48 2 Pertambangan dan Penggalian ,85 3 Industri Pengolahan ,03 4 Listrik, Gas dan Air Bersih ,45 5 Bangunan ,32 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,92 7 Pengangkutan dan Komunikasi ,99 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,48 9 Jasa - Jasa Swasta ,45 JUMLAH ,70 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 25

36 TABEL - I.4 PERKEMBANGAN JUMLAH USAHA MENENGAH MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Unit) PERKEMBANGAN 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,80 2 Pertambangan dan Penggalian ,69 3 Industri Pengolahan ,33 4 Listrik, Gas dan Air Bersih ,54 5 Bangunan ,99 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,39 7 Pengangkutan dan Komunikasi ,35 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,73 9 Jasa - Jasa Swasta (25) (1,39) JUMLAH ,57 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 26

37 TABEL - I.5 PERKEMBANGAN JUMLAH USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Unit) PERKEMBANGAN 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,54 2 Pertambangan dan Penggalian ,05 3 Industri Pengolahan ,94 4 Listrik, Gas dan Air Bersih ,84 5 Bangunan ,74 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,03 7 Pengangkutan dan Komunikasi ,34 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,30 9 Jasa - Jasa Swasta ,96 JUMLAH ,64 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 27

38 TABEL - I.6 PERKEMBANGAN JUMLAH USAHA BESAR MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Unit) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,54 2 Pertambangan dan Penggalian ,00 3 Industri Pengolahan (131) (10,01) 4 Listrik, Gas dan Air Bersih (3) (2,40) 5 Bangunan ,49 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,74 7 Pengangkutan dan Komunikasi ,46 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,51 9 Jasa - Jasa Swasta ,64 JUMLAH ,58 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 28

39 TABEL - II.1 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) MENURUT SKALA USAHA TAHUN ATAS DASAR HARGA BERLAKU (Dalam Rp. Miliar) NO SKALA USAHA TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) PERKEMBANGAN NILAI PANGSA (%) NILAI PANGSA (%) NILAI (%) 1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ,1 55, ,7 56, ,7 14,54 a. Usaha Mikro (UMi) ,8 32, ,6 33, ,8 16,00 b. Usaha Kecil (UK) ,3 10, ,2 9, ,9 11,72 c. Usaha Menengah (UM) ,9 13, ,9 13, ,0 13,16 2. Usaha Besar (UB) ,9 44, ,2 43, ,2 10,63 TOTAL (1 + 2) , , ,9 12,81 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 29

40 TABEL - II.2 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA MIKRO MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA BERLAKU NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , , ,5 21,17 2 Pertambangan dan Penggalian , , ,6 32,77 3 Industri Pengolahan , , ,9 12,67 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 88,8 92,4 3,6 4,11 5 Bangunan , , ,5 30,92 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , , ,3 8,80 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,7 6,97 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,4 7,40 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,2 11,72 NILAI PDB TOTAL DENGAN MIGAS , , ,8 16,00 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,0 16,00 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 30

41 TABEL - II.3 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA KECIL MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA BERLAKU NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 1.413, ,4 250,0 17,69 2 Pertambangan dan Penggalian 4.053, , ,2 30,00 3 Industri Pengolahan , , ,6 11,75 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 428,6 453,2 24,6 5,74 5 Bangunan , , ,8 30,76 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , , ,2 8,20 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,2 8,80 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,2 9,16 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,2 17,97 NILAI PDB TOTAL DENGAN MIGAS , , ,9 11,72 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,3 11,73 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 31

42 TABEL - II.4 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA MENENGAH MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA BERLAKU NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , , ,4 10,01 2 Pertambangan dan Penggalian , , ,6 13,68 3 Industri Pengolahan , , ,4 13,78 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 2.570, ,2 179,2 6,97 5 Bangunan , , ,3 29,30 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , , ,1 8,08 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,0 7,54 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,7 8,70 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,3 18,12 NILAI PDB TOTAL DENGAN MIGAS , , ,0 13,16 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,6 13,34 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 32

43 TABEL - II.5 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA BERLAKU NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , , ,8 20,30 2 Pertambangan dan Penggalian , , ,4 29,51 3 Industri Pengolahan , , ,0 12,78 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 3.087, ,8 207,4 6,72 5 Bangunan , , ,6 29,99 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , , ,5 8,52 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,9 7,45 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,3 8,57 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,7 14,01 NILAI PDB TOTAL DENGAN MIGAS , , ,7 14,54 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,9 14,59 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 33

44 TABEL - II.6 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA BESAR MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA BERLAKU NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , , ,9 10,79 2 Pertambangan dan Penggalian , , ,0 6,46 3 Industri Pengolahan , , ,3 4,71 4 Listrik, Gas dan Air Bersih , , ,6 15,28 5 Bangunan , , ,2 33,59 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , , ,8 9,28 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,1 18,21 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,4 11,81 9 Jasa - Jasa Swasta 9.730, , ,0 11,19 NILAI PDB TOTAL DENGAN MIGAS , , ,2 10,63 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,8 17,80 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 34

45 TABEL - III.1 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) MENURUT SKALA USAHA TAHUN ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 (Dalam Rp. Miliar) TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) PERKEMBANGAN NO SKALA USAHA NILAI PANGSA (%) NILAI PANGSA (%) NILAI (%) 1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ,2 58, ,3 58, ,1 4,20 a. Usaha Mikro (UMi) ,8 32, ,4 32, ,6 4,08 b. Usaha Kecil (UK) ,2 10, ,3 10, ,1 3,84 c. Usaha Menengah (UM) ,1 14, ,6 14, ,5 4,73 2. Usaha Besar (UB) ,8 41, ,0 41, ,2 4,97 TOTAL (1 + 2) , , ,3 4,52 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 35

46 TABEL - III.2 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA MIKRO MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , , ,9 4,38 2 Pertambangan dan Penggalian , , ,0 7,17 3 Industri Pengolahan , , ,7 5,74 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 33,9 34,4 0,5 1,50 5 Bangunan , , ,4 7,83 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , , ,6 1,74 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,0 6,88 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , ,2 843,5 4,02 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,9 5,42 NILAI PDB TOTAL , , ,6 4,08 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,6 4,08 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 36

47 TABEL - III.3 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA KECIL MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 580,8 596,4 15,6 2,69 2 Pertambangan dan Penggalian 1.270, ,9 84,3 6,64 3 Industri Pengolahan , , ,8 4,88 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 169,9 175,5 5,5 3,26 5 Bangunan 8.017, ,1 583,7 7,28 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , ,0 684,5 0,63 7 Pengangkutan dan Komunikasi 9.950, ,9 911,6 9,16 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,8 4,97 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,3 11,94 NILAI PDB TOTAL , , ,1 3,84 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,0 3,85 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 37

48 TABEL - III.4 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA MENENGAH MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , ,7 589,9 2,42 2 Pertambangan dan Penggalian 3.545, ,8 155,8 4,40 3 Industri Pengolahan , , ,9 4,34 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 1.027, ,4 36,3 3,53 5 Bangunan , , ,2 6,98 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , ,6 374,0 0,83 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,1 8,53 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,3 5,02 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,0 10,45 NILAI PDB TOTAL , , ,5 4,73 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,8 4,76 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 38

49 TABEL - III.5 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , , ,5 4,20 2 Pertambangan dan Penggalian , , ,1 6,69 3 Industri Pengolahan , , ,4 4,98 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 1.230, ,3 42,3 3,44 5 Bangunan , , ,2 7,26 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , , ,1 1,28 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,7 7,85 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,6 4,84 9 Jasa - Jasa Swasta , , ,1 7,56 NILAI PDB TOTAL , , ,1 4,20 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,4 4,21 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 39

50 TABEL - III.6 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) USAHA BESAR MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN ATAS DASAR HARGA KONSTAN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Milyar) PERKEMBANGAN TAHUN 2009 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan , ,6 278,1 2,37 2 Pertambangan dan Penggalian , , ,1 4,03 3 Industri Pengolahan , , ,0 0,83 4 Listrik, Gas dan Air Bersih , , ,9 14,71 5 Bangunan , , ,4 6,92 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran , ,9 (332,8) (2,29) 7 Pengangkutan dan Komunikasi , , ,8 20,93 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan , , ,0 5,40 9 Jasa - Jasa Swasta 4.867, ,7 191,8 3,94 NILAI PDB TOTAL , , ,2 4,97 NILAI PDB TANPA MIGAS , , ,5 6,13 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 40

51 TABEL - IV.1 PERKEMBANGAN NILAI EKSPOR NON MIGAS MENURUT SKALA USAHA TAHUN (Dalam Rp. Juta) TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) PERKEMBANGAN NO SKALA USAHA NILAI PANGSA (%) NILAI PANGSA (%) NILAI (%) 1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) , ,02 ( ) (8,85) a. Usaha Mikro (UMi) , ,51 ( ) (12,69) b. Usaha Kecil (UK) , ,87 ( ) (8,04) c. Usaha Menengah (UM) , ,65 ( ) (8,60) 2. Usaha Besar (UB) , ,98 ( ) (1,82) TOTAL (1 + 2) ######### (3,10) Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 41

52 TABEL - IV.2 PERKEMBANGAN NILAI EKSPOR USAHA MIKRO MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Juta) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ( ) (12,39) a. Tanaman Bahan Makanan (52.300) (5,03) b. Tanaman Perkebunan ( ) (10,97) c. Peternakan dan Hasil-hasilnya (7.624) (3,32) d. Kehutanan ,46 e. Perikanan ( ) (29,97) 2 Pertambangan dan Penggalian (95.821) (48,41) a. Minyak dan Gas Bumi b. Pertambangan Non Migas c. Penggalian (95.821) (48,41) 3 Industri Pengolahan ,86 a. Industri Migas b. Industri Non Migas ,86 1) Makanan, Minuman dan Tembakau (333) (2,58) 2) Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki ,05 3) Brg. Kayu & Hasil hutan lainnya ,83 4) Kertas dan Barang cetakan (589) (4,64) 5) Pupuk, Kimia & Barang dari karet (1.617) (5,02) 6) Semen & brg, Galian bukan logam (2) (0,37) 7) Logam Dasar Besi dan baja ) Alat Angkutan Mesin & Peralatannya ,24 9) Barang lainnya ,62 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara T O T A L ( ) (12,69) EKSPOR NON MIGAS ( ) (12,69) 42

53 TABEL - IV.3 PERKEMBANGAN NILAI EKSPOR USAHA KECIL MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Juta) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,72 a. Tanaman Bahan Makanan (2.281) (2,70) b. Tanaman Perkebunan ,76 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya ,03 d. Kehutanan ,49 e. Perikanan ,19 2 Pertambangan dan Penggalian (42.662) (25,05) a. Minyak dan Gas Bumi b. Pertambangan Non Migas ,18 c. Penggalian (49.199) (39,61) 3 Industri Pengolahan ( ) (8,75) a. Industri Migas b. Industri Non Migas ( ) (8,75) 1) Makanan, Minuman dan Tembakau ( ) (9,90) 2) Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki (37.708) (0,83) 3) Brg. Kayu & Hasil hutan lainnya ( ) (5,72) 4) Kertas dan Barang cetakan ( ) (10,90) 5) Pupuk, Kimia & Barang dari karet ( ) (12,37) 6) Semen & brg, Galian bukan logam ( ) (9,98) 7) Logam Dasar Besi dan baja ( ) - 8) Alat Angkutan Mesin & Peralatannya ( ) (10,81) 9) Barang lainnya ,79 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara T O T A L ( ) (8,04) EKSPOR NON MIGAS ( ) (8,04) 43

54 TABEL - IV.4 PERKEMBANGAN NILAI EKSPOR USAHA MENENGAH MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Juta) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,21 a. Tanaman Bahan Makanan ,92 b. Tanaman Perkebunan ,98 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya ,83 d. Kehutanan ,13 e. Perikanan (54.526) (4,25) 2 Pertambangan dan Penggalian ,10 a. Minyak dan Gas Bumi b. Pertambangan Non Migas ,85 c. Penggalian (85.199) (35,98) 3 Industri Pengolahan ( ) (8,88) a. Industri Migas b. Industri Non Migas ( ) (8,88) 1) Makanan, Minuman dan Tembakau ( ) (9,91) 2) Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki (92.581) (0,65) 3) Brg. Kayu & Hasil hutan lainnya ( ) (8,14) 4) Kertas dan Barang cetakan ( ) (6,39) 5) Pupuk, Kimia & Barang dari karet ( ) (16,52) 6) Semen & brg, Galian bukan logam ( ) (8,17) 7) Logam Dasar Besi dan baja ( ) (20,97) 8) Alat Angkutan Mesin & Peralatannya ( ) (3,91) 9) Barang lainnya ,91 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara T O T A L ( ) (8,60) EKSPOR NON MIGAS ( ) (8,60) 44

55 TABEL - IV.5 PERKEMBANGAN NILAI EKSPOR USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Juta) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ( ) (9,16) a. Tanaman Bahan Makanan (54.347) (4,82) b. Tanaman Perkebunan ( ) (8,80) c. Peternakan dan Hasil-hasilnya ,41 d. Kehutanan ,29 e. Perikanan ( ) (18,28) 2 Pertambangan dan Penggalian ( ) (6,55) a. Minyak dan Gas Bumi b. Pertambangan Non Migas ,91 c. Penggalian ( ) (41,19) 3 Industri Pengolahan ( ) (8,84) a. Industri Migas b. Industri Non Migas ( ) (8,84) 1) Makanan, Minuman dan Tembakau ( ) (9,91) 2) Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki ( ) (0,68) 3) Brg. Kayu & Hasil hutan lainnya ( ) (7,42) 4) Kertas dan Barang cetakan ( ) (9,94) 5) Pupuk, Kimia & Barang dari karet ( ) (15,26) 6) Semen & brg, Galian bukan logam ( ) (8,90) 7) Logam Dasar Besi dan baja ( ) (21,03) 8) Alat Angkutan Mesin & Peralatannya ( ) (4,57) 9) Barang lainnya ,14 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara T O T A L ( ) (8,85) EKSPOR NON MIGAS ( ) (8,85) 45

56 TABEL - IV.6 PERKEMBANGAN NILAI EKSPOR USAHA BESAR MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Rp. Juta) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,98 a. Tanaman Bahan Makanan b. Tanaman Perkebunan ,02 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya ,39 d. Kehutanan ,14 e. Perikanan ,65 2 Pertambangan dan Penggalian ,09 a. Minyak dan Gas Bumi ( ) (21,52) b. Pertambangan Non Migas ,56 c. Penggalian ( ) (33,21) 3 Industri Pengolahan ( ) (15,99) a. Industri Migas ( ) (36,26) b. Industri Non Migas ( ) (11,32) 1) Makanan, Minuman dan Tembakau ( ) (13,99) 2) Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki ( ) (2,29) 3) Brg. Kayu & Hasil hutan lainnya ( ) (15,24) 4) Kertas dan Barang cetakan ( ) (12,67) 5) Pupuk, Kimia & Barang dari karet ( ) (21,13) 6) Semen & brg, Galian bukan logam ( ) (7,14) 7) Logam Dasar Besi dan baja ( ) (22,04) 8) Alat Angkutan Mesin & Peralatannya ( ) (0,41) 9) Barang lainnya (40.825) (0,73) Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara T O T A L ########### ( ) (8,80) EKSPOR NON MIGAS ( ) (1,82) 46

57 TABEL - V.1 PERKEMBANGAN JUMLAH PENYERAPAN TENAGA KERJA MENURUT SKALA USAHA TAHUN (Dalam Ribu Orang) TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) PERKEMBANGAN NO SKALA USAHA JUMLAH PANGSA (%) JUMLAH PANGSA (%) JUMLAH (%) 1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) , , ,33 a. Usaha Mikro (UMi) , , ,51 b. Usaha Kecil (UK) , , ,03 c. Usaha Menengah (UM) , ,71 (16.504) (0,61) 2. Usaha Besar (UB) , ,70 (81.534) (2,96) TOTAL (1 + 2) ,18 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 47

58 TABEL - V.2 PERKEMBANGAN JUMLAH PENYERAPAN TENAGA KERJA USAHA MIKRO MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Orang) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,77 2 Pertambangan dan Penggalian ,88 3 Industri Pengolahan ,28 4 Listrik, Gas dan Air Bersih (7.887) (9,56) 5 Bangunan (65.885) (1,87) 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,67 7 Pengangkutan dan Komunikasi (75.583) (1,32) 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,01 9 Jasa - Jasa Swasta ,74 JUMLAH ######## 2,51 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 48

59 TABEL - V.3 PERKEMBANGAN JUMLAH PENYERAPAN TENAGA KERJA USAHA KECIL MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Orang) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 **) TAHUN 2009 e) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,32 2 Pertambangan dan Penggalian ,83 3 Industri Pengolahan (41.191) (4,09) 4 Listrik, Gas dan Air Bersih ,71 5 Bangunan (34.649) (4,55) 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,00 7 Pengangkutan dan Komunikasi (718) (0,65) 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,22 9 Jasa - Jasa Swasta ,02 JUMLAH ,03 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 49

60 TABEL - V.4 PERKEMBANGAN JUMLAH PENYERAPAN TENAGA KERJA USAHA MENENGAH MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Orang) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,03 2 Pertambangan dan Penggalian ,47 3 Industri Pengolahan (52.431) (4,07) 4 Listrik, Gas dan Air Bersih ,03 5 Bangunan (13.943) (4,87) 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,98 7 Pengangkutan dan Komunikasi ,01 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,16 9 Jasa - Jasa Swasta ,54 JUMLAH (16.504) (0,61) Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 50

61 TABEL - V.5 PERKEMBANGAN JUMLAH PENYERAPAN TENAGA KERJA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Orang) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,80 2 Pertambangan dan Penggalian ,74 3 Industri Pengolahan ,49 4 Listrik, Gas dan Air Bersih (3.081) (2,15) 5 Bangunan ( ) (2,51) 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,58 7 Pengangkutan dan Komunikasi (72.069) (1,21) 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ,35 9 Jasa - Jasa Swasta ,72 JUMLAH ,33 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 51

62 TABEL - V.6 PERKEMBANGAN JUMLAH PENYERAPAN TENAGA KERJA USAHA BESAR MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN NO SEKTOR EKONOMI JUMLAH (Orang) PERKEMBANGAN TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) JUMLAH (%) 1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ,50 2 Pertambangan dan Penggalian ,24 3 Industri Pengolahan (93.290) (5,58) 4 Listrik, Gas dan Air Bersih ,13 5 Bangunan (8.507) (4,96) 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,37 7 Pengangkutan dan Komunikasi ,82 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan (1.315) (1,85) 9 Jasa - Jasa Swasta ,23 JUMLAH (81.534) (2,96) Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 52

63 TABEL - VI.1 PERKEMBANGAN NILAI INVESTASI MENURUT SKALA USAHA TAHUN ATAS DASAR HARGA BERLAKU (Dalam Rp. Miliar) NO SKALA USAHA TAHUN 2008 *) TAHUN 2009 **) PERKEMBANGAN NILAI PANGSA (%) NILAI PANGSA (%) NILAI (%) 1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ,14 52, ,66 52, ,60 a. Usaha Mikro (UMi) ,54 8, ,84 7, ,36 b. Usaha Kecil (UK) ,70 21, ,48 20, ,28 c. Usaha Menengah (UM) ,90 23, ,33 23, ,76 2. Usaha Besar (UB) ,52 47, ,26 47, ,30 JUMLAH (1+2) , , ,41 Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara 53

64 Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi: Direktorat Neraca Produksi u.p. Supriyanto, SE, MA Telp.: , Pes Fax: Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi: Sekretariat Kementerian Negara Koperasi & UKM u.p. Ir. Meliadi Sembiring, M.Sc. Telepon: Fax: BADAN PUSAT STATISTIK Jl. Dr. Sutomo No. 6-8, Kotak Pos 1003, Jakarta Telepon: , , Teleks: 45159, 45169, 45325, 45375, Faks.: , Homepage: Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-4, Kotak Pos 477, 621, 384 Telp: , , Faks.: Jakarta Homepage: 54

Statistik KATA PENGANTAR

Statistik KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sangat strategis, karena potensinya yang besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat, dan sekaligus menjadi tumpuan sumber

Lebih terperinci

Statistik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun

Statistik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun KATA PENGANTAR Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (U MKM) menjadi sangat strategis, karena potensinya yang besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat, dan sekaligus menjadi tumpuan

Lebih terperinci

TABEL - IV.1 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 TAHUN

TABEL - IV.1 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 TAHUN TABEL - IV.1 PERKEMBANGAN NILAI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 SKALA USAHA 1 Usaha Kecil (UK) 184.845.034 194.426.046 9.581.012 5,18 2 Usaha Menengah (UM)

Lebih terperinci

TABEL - VII.1 PERKEMBANGAN NILAI INVESTASI MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 TAHUN

TABEL - VII.1 PERKEMBANGAN NILAI INVESTASI MENURUT SKALA USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 1993 TAHUN TABEL - VII.1 PERKEMBANGAN NILAI INVESTASI MENURUT SKALA USAHA SKALA USAHA 1 Usaha Kecil (UK) 17.968.449 19.510.919 1.542.470 8,58 2 Usaha Menengah (UM) 23.077.246 25.199.311 2.122.065 9,20 Usaha Kecil

Lebih terperinci

PDB per kapita atas dasar harga berlaku selama tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 13,8% (yoy) menjadi Rp30,8 juta atau US$ per tahun.

PDB per kapita atas dasar harga berlaku selama tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 13,8% (yoy) menjadi Rp30,8 juta atau US$ per tahun. Indonesia pada tahun 2011 tumbuh sebesar 6,5% (yoy), sedangkan pertumbuhan triwulan IV-2011 secara tahunan sebesar 6,5% (yoy) atau secara triwulanan turun 1,3% (qtq). PDB per kapita atas dasar harga berlaku

Lebih terperinci

Perkembangan Indikator Makro Usaha Kecil Menengah di Indonesia

Perkembangan Indikator Makro Usaha Kecil Menengah di Indonesia Perkembangan Indikator Makro Usaha Kecil Menengah di Indonesia Perekonomian Indonesia tahun 2004 yang diciptakan UKM berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Lubuklinggau, September 2014 WALIKOTA LUBUKLINGGAU H. SN. PRANA PUTRA SOHE

KATA PENGANTAR. Lubuklinggau, September 2014 WALIKOTA LUBUKLINGGAU H. SN. PRANA PUTRA SOHE KATA PENGANTAR Buku Indikator Ekonomi Kota Lubuklinggau ini dirancang khusus bagi para pelajar, mahasiswa, akademisi, birokrat, dan masyarakat luas yang memerlukan data dan informasi dibidang perekonomian

Lebih terperinci

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (PDB) Produk Domestik Bruto (PDB) Gross Domestic Product (GDP) Jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unitunit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/02/72/Th. XIV. 7 Februari 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2010 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. perkembangan suatu perekonomian dari suatu periode ke periode. berikutnya. Dari satu periode ke periode lainnya kemampuan suatu negara

I. PENDAHULUAN. perkembangan suatu perekonomian dari suatu periode ke periode. berikutnya. Dari satu periode ke periode lainnya kemampuan suatu negara 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian suatu negara dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari

Lebih terperinci

(1.42) (1.45) I II III IV I II III IV I II III IV I II * 2012** 2013***

(1.42) (1.45) I II III IV I II III IV I II III IV I II * 2012** 2013*** 8 6 4 2 5.99 6.29 6.81 6.45 6.52 6.49 6.50 6.29 6.36 6.16 5.81 6.11 6.035.81 3.40 2.69 2.04 2.76 3.37 1.70 1.50 2.82 3.18 1.42 2.61 0-2 (1.42) (1.42) (1.45) I II III IV I II III IV I II III IV I II 2010

Lebih terperinci

M E T A D A T A INFORMASI DASAR. 1 Nama Data : Produk Domestik Bruto (PDB) 2 Penyelenggara. Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, : Statistik

M E T A D A T A INFORMASI DASAR. 1 Nama Data : Produk Domestik Bruto (PDB) 2 Penyelenggara. Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, : Statistik M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Bruto (PDB) 2 Penyelenggara Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, : Statistik Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 32/05/35/Th. XI, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2013 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2013 (y-on-y) mencapai 6,62

Lebih terperinci

Perkembangan Terakhir Sektor Industri Dan Inflasi KADIN INDONESIA

Perkembangan Terakhir Sektor Industri Dan Inflasi KADIN INDONESIA Perkembangan Terakhir Sektor Industri Dan Inflasi KADIN INDONESIA Mudrajad Kuncoro Juli 2008 Peranan Masing- Masing Cabang Industri Terhadap PDB Sektor Industri Tahun 1995-2008* No. Cabang Industri Persen

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016 BPS PROVINSI BENGKULU No. 10/02/17/XI, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016 EKONOMI BENGKULU TUMBUH 5,30 PERSEN, MENINGKAT DIBANDINGKAN TAHUN 2015 Perekonomian Provinsi Bengkulu

Lebih terperinci

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator ekonomi makro yang dapat digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majalengka

Lebih terperinci

Grafik 1 Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Jawa Timur q-to-q Triwulan IV (persen)

Grafik 1 Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Jawa Timur q-to-q Triwulan IV (persen) BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 13/02/35/Th. XII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR I. PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI MENURUT LAPANGAN USAHA Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 26/05/61/Th. XV, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I-2012 EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 6,0 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya perekonomian nasional yang optimal. Inti dari tujuan pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya perekonomian nasional yang optimal. Inti dari tujuan pembangunan BAB I PENDAHULUAN 1. A 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin baik pula perekonomian negara

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO Triwulan II-29 Perekonomian Indonesia secara tahunan (yoy) pada triwulan II- 29 tumbuh 4,%, lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,4%). Sementara itu, perekonomian

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2014 No. 32/05/35/Th. XIV, 5 Mei 2014 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2014 (y-on-y) mencapai 6,40

Lebih terperinci

V. SIMPULAN DAN SARAN. 1. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa:

V. SIMPULAN DAN SARAN. 1. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa: V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa: a. Sektor ekonomi Kota Bandar Lampung

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/05/72/Thn XIV, 25 Mei 2011 PEREKONOMIAN SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2011 MENGALAMI KONTRAKSI/TUMBUH MINUS 3,71 PERSEN Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA No. 27 / VIII / 16 Mei 2005 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PDB INDONESIA TRIWULAN I TAHUN 2005 TUMBUH 2,84 PERSEN PDB Indonesia pada triwulan I tahun 2005 meningkat sebesar 2,84 persen dibandingkan triwulan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 23/05/61/Th. XIII, 10 Mei 2010 PEREKONOMIAN KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I TAHUN 2010 Kinerja perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan I-2010 dibandingkan triwulan IV-2009,

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 27/05/61/Th. XVII, 5 Mei PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I- EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 4,69 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI MALUKU PERTUMBUHAN EKONOMI MALUKU PDRB MALUKU TRIWULAN IV TAHUN 2013 TUMBUH POSITIF SEBESAR 5,97 PERSEN

BPS PROVINSI MALUKU PERTUMBUHAN EKONOMI MALUKU PDRB MALUKU TRIWULAN IV TAHUN 2013 TUMBUH POSITIF SEBESAR 5,97 PERSEN BPS PROVINSI MALUKU No. 01/05/81/Th.XV, 05 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI MALUKU PDRB MALUKU TRIWULAN IV TAHUN 2013 TUMBUH POSITIF SEBESAR 5,97 PERSEN PDRB Maluku pada triwulan IV tahun 2013 bertumbuh

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 11/02/72/Th. XVII. 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2013 yang diukur dari persentase kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 No. 47/08/72/Thn XVII, 05 Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan

Lebih terperinci

BAB IV INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN BOGOR Perkembangan Industri Kecil dan Menengah

BAB IV INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN BOGOR Perkembangan Industri Kecil dan Menengah BAB IV INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN BOGOR 4.1. Perkembangan Industri Kecil dan Menengah Perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami pertumbuhan yang signifikan. Data dari

Lebih terperinci

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional Dalam penerbitan buku tahun 2013 ruang lingkup penghitungan meliputi 9 sektor ekonomi, meliputi: 1. Sektor Pertanian

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO Tahun 27 Perekonomian Indonesia pada Tahun 27 tumbuh 6,32%, mencapai pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dari sisi produksi, semua sektor mengalami ekspansi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor Industri merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Kontribusi sektor Industri terhadap pembangunan nasional setiap tahunnya

Lebih terperinci

IndustriKecil danmenengah. T.M.Zakir Machmud Diklat Ekonomi Industri 2 Dep.Perindustrian dan LPEM FEUI April 2009

IndustriKecil danmenengah. T.M.Zakir Machmud Diklat Ekonomi Industri 2 Dep.Perindustrian dan LPEM FEUI April 2009 IndustriKecil danmenengah T.M.Zakir Machmud Diklat Ekonomi Industri 2 Dep.Perindustrian dan LPEM FEUI April 2009 Eksistensi dan peran IKM yang pada tahun 2006 mencapai 48,93 juta unit usaha, dan merupakan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA No. 46 / VII / 16 Agustus 2004 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA INDONESIA TRIWULAN II TAHUN 2004 TUMBUH 0,86 PERSEN Indonesia pada triwulan II tahun 2004 meningkat sebesar 0,86 persen dibanding triwulan I

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 09/02/61/Th. XIII, 10 Februari 2010 PEREKONOMIAN KALIMANTAN BARAT TAHUN 2009 Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2009 meningkat 4,76 persen dibandingkan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 27/05/61/Th. XVI, 6 Mei PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I- EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 5,79 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PEREKONOMIAN KALIMANTAN BARAT PERTUMBUHAN PDRB TAHUN 2013 MENCAPAI 6,08 PERSEN No. 11/02/61/Th. XVII, 5 Februari 2014 Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2013 BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2013 A. PDRB PROVINSI KEPULAUAN RIAU MENURUT LAPANGAN USAHA I. PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN III TAHUN 2013 No. 75/11/21/Th.

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 No. 19/05/31/Th. X, 15 Mei 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2008 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan

I. PENDAHULUAN. dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan proses transformasi yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Pembangunan ekonomi dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 No.05/02/33/Th.III, 16 Februari 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 PDRB Jawa Tengah triwulan IV/2008 menurun 3,7 persen dibandingkan dengan triwulan III/2007 (q-to-q), dan bila dibandingkan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 72/11/35/Th. X, 5 November 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN III-2012 Ekonomi Jawa Timur Triwulan III Tahun 2012 (y-on-y) mencapai 7,24 persen

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 41/11/31/Th. X, 17 November 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2008 yang diukur berdasarkan PDRB

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 No.51/08/33/Th.VIII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun

Lebih terperinci

INDIKATOR MAKRO EKONOMI KABUPATEN TEGAL

INDIKATOR MAKRO EKONOMI KABUPATEN TEGAL III. EKONOMI MAKRO KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Pembangunan ekonomi merupakan suatu hal mendasar suatu daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ekonomi itu sendiri pada dasarnya

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2008

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2008 BADAN PUSAT STATISTIK No.43/08/Th. XI, 14 Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 No. 68/11/33/Th.VIII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010 BADAN PUSAT STATISTIK No. 31/05/Th. XIII, 10 Mei 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010 TUMBUH MENINGKAT 5,7 PERSEN Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR

BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 31/05/35/Th. X, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2012 Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2012 (c-to-c) mencapai 7,19 persen Ekonomi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 No.43/08/33/Th.V, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 PDRB Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2011 meningkat sebesar 1,8 persen dibandingkan triwulan I tahun 2011 (q-to-q).

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013 No. 45/08/72/Th. XVI, 02 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada

Lebih terperinci

INDIKATOR MAKRO EKONOMI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2003

INDIKATOR MAKRO EKONOMI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2003 No. 21 / VII / 24 Maret 2004 INDIKATOR MAKRO EKONOMI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2003 (Disusun melalui kerjasama BPS dan Kementerian Koperasi dan UKM) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dapat dipandang

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012 No. 27/05/72/Thn XV, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO Tahun 28 Perekonomian Indonesia tahun 28 tumbuh 6,6%(yoy), mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan tahun 27 (6,28%). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi didorong

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 19/05/14/Th.XI, 10 Mei PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas y-on-y Triwulan I Tahun sebesar 5,93 persen Ekonomi Riau dengan migas pada triwulan I tahun mengalami kontraksi sebesar 1,19

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014 No. 40/08/36/Th.VIII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014 PDRB Banten triwulan II tahun 2014, secara quarter to quarter (q to q) mengalami pertumbuhan sebesar 2,17 persen,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 No. 28/05/72/Thn XVII, 05 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 Perekonomian Sulawesi Tengah triwulan I-2014 mengalami kontraksi 4,57 persen jika dibandingkan dengan triwulan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 38/08/61/Th. XIII, 5 Agustus 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN II TAHUN 2010 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat triwulan II-2010 menurun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NTB No. 13/02/52/Th.IX, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 TUMBUH 5,06 PERSEN Perekonomian Provinsi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 38/08/14/Th.XIV, 2 Agustus 2013 PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas Triwulan II Tahun 2013 mencapai 2,68 persen Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan II tahun 2013, yang diukur dari

Lebih terperinci

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014 BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2014 sebesar 5,12 persen melambat dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.I, 15 Nopember 2007 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN III TH 2007 TUMBUH 0,7 PERSEN Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014 No.22/05/36/Th.VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014 PDRB Banten triwulan I tahun 2014, secara quarter to quarter (q to q) tumbuh positif 0.87 persen, setelah triwulan sebelumnya

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 24/05/14/Th.XV, 5 Mei 2014 PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan I tahun 2014, yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000, mengalami

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2003

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2003 No. 12/VII/16 Februari 2004 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2003 PDB INDONESIA TAHUN 2003 TUMBUH 4,10 PERSEN! PDB Indonesia selama tahun 2003 meningkat sebesar 4,10 persen dibandingkan tahun 2002.

Lebih terperinci

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA Ekonomi rakyat merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK

BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK No. 50/08/Th.XII, 10 Agustus 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2009 Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06/05/33/Th.III, 15 Mei 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2009 PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN I TH 2009 TUMBUH 5,5 PERSEN PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun

Lebih terperinci

ANALISIS SEKTOR UNGGULAN PEREKONOMIAN KABUPATEN MANDAILING NATAL PROVINSI SUMATERA UTARA

ANALISIS SEKTOR UNGGULAN PEREKONOMIAN KABUPATEN MANDAILING NATAL PROVINSI SUMATERA UTARA ANALISIS SEKTOR UNGGULAN PEREKONOMIAN KABUPATEN MANDAILING NATAL PROVINSI SUMATERA UTARA Andi Tabrani Pusat Pengkajian Kebijakan Peningkatan Daya Saing, BPPT, Jakarta Abstract Identification process for

Lebih terperinci

PEREKONOMIAN PAPUA TRIWULAN I TAHUN 2015

PEREKONOMIAN PAPUA TRIWULAN I TAHUN 2015 No. 27/05/94/ Th. VIII, 5 Mei 2015 PEREKONOMIAN PAPUA TRIWULAN I TAHUN 2015 Perekonomian Papua triwulan I tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 64/11/61/Th. XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN III-2014 EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN III-2014 TUMBUH 4,45 PERSEN Besaran Produk

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK No. 07/02/53/TH.XVII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR 5,62 Y on Y 2,37 Q to Q Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan IV 2013 Tumbuh sebesar 5,62% (Y on Y) dan 2,37%

Lebih terperinci

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No.

Lebih terperinci

No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014

No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014 No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014 Perekonomian Sumatera Barat yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku

Lebih terperinci

PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001

PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001 No. 07/V/18 FEBRUARI 2002 PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001 PDB INDONESIA TAHUN 2001 TUMBUH 3,32 PERSEN PDB Indonesia tahun 2001 secara riil meningkat sebesar 3,32 persen dibandingkan tahun 2000. Hampir

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2008 No. 08/02/31/Th. XI, 16 Februari 2009 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV tahun 2008 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2009

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2009 BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No.145/11/21/Th.IV, 10 November 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2009 PDRB KEPRI TRIWULAN III TAHUN 2009 TUMBUH 1,90 PERSEN PDRB Kepri pada triwulan

Lebih terperinci

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional Dalam penerbitan buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tegal Tahun 2012 ruang lingkup penghitungan meliputi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 31/08/31/Th. X, 14 Agustus 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2008 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014 BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014 PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN I 2014 BERTUMBUH SEBESAR 8,03 PERSEN Perekonomian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator ekonomi antara lain dengan mengetahui pendapatan nasional, pendapatan per kapita, tingkat

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2014 BPS PROVINSI BENGKULU No. 11/02/17/Th.VIII, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2014 EKONOMI BENGKULU TUMBUH 5,49 PERSEN, PERTUMBUHAN TERENDAH SEJAK LIMA TAHUN TERAKHIR Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA No. 18/05/31/Th. XI, 15 Mei 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2009 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2009 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 /

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 / BAB IV TINJAUAN EKONOMI 2.1 STRUKTUR EKONOMI Produk domestik regional bruto atas dasar berlaku mencerminkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu daerah. Pada tahun 2013, kabupaten Lamandau

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAKARTA TAHUN 2016 EKONOMI JAKARTA TAHUN 2016 TUMBUH 5,85 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI JAKARTA TAHUN 2016 EKONOMI JAKARTA TAHUN 2016 TUMBUH 5,85 PERSEN No. 09/02/31/Th.XIX, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI JAKARTA TAHUN 2016 EKONOMI JAKARTA TAHUN 2016 TUMBUH 5,85 PERSEN Perekonomian Jakarta tahun 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I TAHUN 2012 BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 33/05/21/Th. VII, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I TAHUN 2012 PDRB KEPRI TRIWULAN I TAHUN 2012 TUMBUH 7,63 PERSEN PDRB Kepri pada triwulan I tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-2011

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-2011 No. 43/08/63/Th XV, 05 Agustus 20 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-20 Ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II-20 tumbuh sebesar 5,74 persen jika dibandingkan triwulan I-20 (q to q)

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013 No.23/05/31/Th. XV, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.II, 17 Nopember 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN III TH 2008 TUMBUH 1,1 PERSEN Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH No.12/02/33/Th.VII, 5 Februari 2013 PERTUMBUHAN PDRB JAWA TENGAH TAHUN 2012 MENCAPAI 6,3 PERSEN Besaran PDRB Jawa Tengah pada tahun 2012 atas dasar harga berlaku mencapai

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013 No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013 Secara total, perekonomian Banten pada triwulan IV-2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 30/08/31/Th.IX, 15 AGUSTUS 2007 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2007 yang diukur berdasarkan PDRB atas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sektor nonmigas lain dan migas, yaitu sebesar 63,53 % dari total ekspor. Indonesia, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.1.

BAB I PENDAHULUAN. sektor nonmigas lain dan migas, yaitu sebesar 63,53 % dari total ekspor. Indonesia, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perdagangan barang dan jasa antar negara di dunia membuat setiap negara mampu memenuhi kebutuhan penduduknya dan memperoleh keuntungan dengan mengekspor barang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 21/05/14/Th.XII, 5 Mei PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas Triwulan I Tahun mencapai 7,51 persen Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan I tahun, yang diukur dari kenaikan Produk Domestik

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2014 EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2014 TUMBUH 5,4 PERSEN MENGUAT SETELAH MENGALAMI PERLAMBATAN SEJAK EMPAT TAHUN SEBELUMNYA No. 13/02/33/Th.IX, 5 Februari 2015 Release

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013 No. 09/02/31/Th. XVI, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 49/08/73/Th. IX, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015 EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015 TUMBUH 7,62 PERSEN MENINGKAT DIBANDING TRIWULAN

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA TRIWULAN IV-2008 Sebagai dampak dari krisis keuangan global, kegiatan dunia usaha pada triwulan IV-2008 mengalami penurunan yang tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT)

Lebih terperinci