PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013"

Transkripsi

1 No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013 Secara total, perekonomian Banten pada triwulan IV-2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan pertumbuhan sebesar minus 0,06 persen dibandingkan dengan triwulan III-2013 (q to q). Dari sisi lapangan usaha, penurunan tersebut disebabkan oleh sektor pertanian sebesar minus 4,23 persen dan sektor industri pengolahan sebesar minus 1,53 persen. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan negatif tersebut disebabkan oleh perlambatan konsumsi rumahtangga sebesar 1,02 persen dan penurunan komponen net ekspor hingga minus 6,36 persen.sementara PDRB triwulan IV-2013 dibandingkan dengan PDRB triwulan IV-2012 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,84 persen. Secara kumulatif, PDRB Banten tahun 2013 masih dapat tumbuh sebesar 5,86 persen dibandingkan dengan tahun Dari sisi lapangan usaha sektor yang mengalami pertumbuhan positif tertinggi dicapai oleh sektor bangunan yakni 9,68 persen, kemudian disusul oleh sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 8,52 persen, serta sektor jasa-jasa sebesar 8,45 persen. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan tersebut (y on y) disebabkan oleh peningkatan komponen konsumsi rumahtangga sebesar 5,74 persen, konsumsi pemerintah sebesar 12,96 persen, perubahan stok sebesar 12,37 persen dan komponen ekspor sebesar 10,47 persen. Besaran PDRB Banten atas dasar harga berlaku pada tahun 2013 mencapai Rp. 244,55 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp. 105,86 triliun. Dari sisi lapangan usaha, peranan tiga sektor utama yakni sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pengangkutan dan komunikasi terhadap total perekonomian Banten pada tahun 2013 sekitar 74,39 persen. Sementara dari sisi penggunaan, sebagian besar PDRB Provinsi Banten digunakan untuk konsumsi rumah tangga sebesar 45,03 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 36,55 persen, dan net ekspor sebesar 12,79 persen. PDRB per kapita Banten tahun 2013 sebesar 21,35 juta rupiah atau naik sebesar 12,16 persen dari tahun 2012 yang sebesar 19,04 juta rupiah. I. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Tahun 2013 Perekonomian Banten pada triwulan IV-2013 tumbuh sebesar minus 0,06 persen (q to q), menurun bila dibandingkan dengan triwulan III-2013 yang terkoreksi sebesar 2,20 persen. Menurunnya pertumbuhan ini lebih ditengarai oleh pengaruh musiman yaitu penurunan aktivitas sektor ekonomi yang terjadi di triwulan IV setiap tahunnya. Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari

2 Sebetulnya pada triwulan ini, hampir semua sektor tumbuh positif tetapi karena sektor dominan yaitu sektor industri dan pertanian tumbuh negatif sehingga agregasinya menurun. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor bangunan yang mencapai 10,95 persen. Selanjutnya diikuti oleh sektor jasa-jasa sebesar 3,03 persen serta sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 2,19 persen, sektor listrk, gas dan air bersih sebesar 1,98 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,83 persen. Sementara sektor lainnya tumbuh sebesar 1,04 persen, yakni sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Sedangkan sektor pertanian dan industri pengolahan masing-masing tumbuh minus 4,23 persen dan minus 1,53 persen. Tabel 1 Laju Pertumbuhan PDRB Banten Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2012 dan IV-2013 (Persen) Lapangan Usaha Triw IV-2013 terhadap Triw III-2013 (q to q) Triw IV-2013 terhadap triw IV-2012 (y on y) Sumber Pertumbuhan Triw IV-2013 (y on y) (1) (2) (3) (4) Pertanian (4.23) Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan (1.53) Listrik, Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB (0.06) PDRB Banten triwulan IV-2013 jika dibandingkan dengan triwulan IV-2012 (y on y) tumbuh sebesar 5,84 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor bangunan yakni sebesar 15,20 persen, kemudian diikuti oleh sektor pertanian sebesar 11,55 persen, sektor jasa-jasa sebesar 8,69 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 8,34 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 6,38 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 6,06 persen, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 4,86 persen, sektor industri pengolahan sebesar 3,80 persen serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,56 persen. 2 Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014

3 Grafik 1 Laju Pertumbuhan PDRB Banten Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2013 (q to q dan y on y) Pertumbuhan (%) Sektor Q thd Q (q to q) Q thd Q (y on y) Kajian lain yang menarik untuk dicermati adalah besarnya sumbangan masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi di Banten selama periode tertentu. Sektor-sektor ekonomi dengan nilai nominal besar tetap akan menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi meskipun pertumbuhan sektor yang bersangkutan relatif kecil, begitu pula sebaliknya. Pada triwulan IV-2013, sumber pertumbuhan tertinggi diberikan oleh sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pertanian yang mampu menyumbang pertumbuhan di atas 0,7 poin. Sedangkan sektor-sektor lainnya hanya menyumbang pertumbuhan di bawah 0,7 poin. II. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2013 Besaran PDRB Banten tahun 2013 atas dasar harga konstan mencapai 105,86 triliun rupiah naik 5,87 triliun rupiah dibandingkan tahun 2012 (sebesar 99,99 triliun rupiah). Pertumbuhan ekonomi tahun 2013 sebesar 5,86 persen ini lebih rendah dibandingkan tahun 2012 sebesar 6,15 persen. Secara y on y, penurunan kinerja ekonomi Banten mulai dirasakan pada triwulan kedua kemudian melambat lagi pada triwulan ketiga di tahun Walaupun kinerja perekonomian Banten pada triwulan ke empat mulai membaik namun secara kumulatif setahun tidak mampu menyalip pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya. Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari

4 Tabel 2 Nilai Nominal, LPE dan Sumber Pertumbuhan PDRB Banten Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000, Tahun Lapangan Usaha Nilai (miliar rupiah) Laju Pertumbuhan Tahun 2013 (%) Sumber Pertumbuhan Tahun 2013 (%) (1) (2) (3) (4) (5) Pertanian 7, , Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan 48, , Listrik, Gas dan Air Bersih 3, , Bangunan 2, , Perdagangan, Hotel dan Restoran 20, , Pengangkutan dan Komunikasi 9, , Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 3, , Jasa-Jasa 4, , PDRB 99, , Tahun 2013 seluruh sektor PDRB Banten tumbuh secara positif, sektor bangunan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 9,68 persen. Pertumbuhan ini dicapai sebagai akibat dari maraknya pembangunan gedung, ruko, perumahan serta pelebaran jalan yang terjadi hampir di semua wilayah Banten. Walau pertumbuhannya tertinggi namun sektor ini hanya mampu menyumbang 0,28 poin dari total pertumbuhan yang terjadi di tahun tersebut. Pertumbuhan tertinggi ke dua dicapai oleh sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang tumbuh 8,52 persen. Subsektor sewa bangunan menjadi penopang utama tingginya pertumbuhan sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan. Dengan pertumbuhan tersebut, sektor ini hanya menyumbang pertumbuhan 0,32 poin. Selanjutnya sektor jasa-jasa menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi ke tiga yakni sebesar 8,45 persen. Meningkatnya subsektor jasa hiburan dan rekreasi, jasa pemerintahan umum serta jasa perorangan dan rumahtangga menjadi penyebab tingginya pertumbuhan di sektor jasa-jasa. Namun sumbangan yang diberikan oleh sektor jasa-jasa hanya sebesar 0,38 poin dari total pertumbuhan. Sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh sebesar 7,91 persen dengan sumbangan yang mencapai 1,59 poin terhadap total pertumbuhan Banten. Sementara itu, sektor industri pengolahan hanya tumbuh 3,92 persen namun sumbangan yang diberikan merupakan yang tertinggi, yakni mencapai 1,90 poin dari total pertumbuhan Banten. 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014

5 III. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Struktur Tahun 2013 PDRB atas dasar harga berlaku Provinsi Banten pada tahun 2013 adalah sebesar Rp. 244,55 triliun, sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp. 213,20 triliun, atau terjadi peningkatan sebesar Rp. 31,35 triliun. Peranan tiga sektor utama yakni sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta pengangkutan dan komunikasi terhadap total perekonomian Banten pada tahun 2013 sekitar 74,39 persen. Tabel 3 Nilai Nominal dan Struktur PDRB Banten Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun LAPANGAN USAHA Nilai (miliar rupiah) Struktur (persen) (1) (2) (3) (4) (5) Pertanian 16, , Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan 97, , Listrik, Gas danair Bersih 8, , Bangunan 7, , Perdagangan, Hotel dan Restoran 40, , Pengangkutan dan Komunikasi 20, , Keuangan, Persewaan &Jasa Perusahaan 8, , Jasa-Jasa 12, , PDRB 213, , Selama tahun 2013, menurut PDRB atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menghasilkan nilai tambah bruto produk barang dan jasa terbesar adalah sektor industri pengolahan senilai Rp. 111,46 triliun, kemudian diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 47,48 triliun, dan sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp. 22,98 triliun. Sebutan Banten yang terkenal dengan kawasan industrinya terutama baja tercermin dari struktur perekonomian Banten yang diukur dengan PDRB menurut kelompok lapangan usaha. Sekitar 53,07 persen PDRB Banten berasal dari sektor sekunder (sektor industri pengolahan; sektor bangunan;sektor listrik, gas dan air bersih), kemudian sebesar 38,84 persen berasal dari sektor tersier (sektor perdagangan, hotel dan restoran;sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor keuangan,persewaan dan jasa perusahaan; sektor jasa-jasa). Sementara itu sebesar 8,08 persen berasal dari sektor primer (sektor pertanian; sektor pertambangan dan penggalian). Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari

6 IV. PDRB per Kapita Produk Domestik Regional Bruto bila dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun akan menggambarkan nilai PDRB per kapita atau merupakan pendekatan ukuran tingkat kemakmuran penduduk suatu wilayah. PDRB per Kapita Provinsi Banten dari tahun secara rinci dapat dilihat pada tabel 4. PDRB per kapita Banten atas dasar harga berlaku pada tahun 2013 mencapai 21,35 juta rupiah atau meningkat 12,16 persen bila dibandingkan dengan tahun 2012 (19,04 juta rupiah). PDRB per kapita atas dasar harga konstan menunjukkan nilai PDRB per kapita secara riil. Pada tahun 2013 PDRB per kapita meningkat 3,52 persen, yaitu dari Rp. 8,93 juta di tahun 2012 menjadi Rp. 9,24 juta di tahun Tahun Tabel 4 Nilai PDRB per Kapita Tahun PDRB per Kapita (Rp.) PDRB per Kapita (US $) Berlaku Konstan Berlaku Konstan (1) (2) (3) (4) (5) 2012 *) 19,037, ,929, , **) 21,353, ,243, , Catatan : *) Angka sementara **) Angka sangat sementara V. PDRB Banten Menurut Penggunaan Triwulan IV Tahun 2013 Nilai Nominal PDRB Banten menurut penggunaan selama triwulan IV-2013 mencapai Rp.63,92 triliun, atau meningkat sebesar Rp.845,33 miliar dibanding triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh komponen ekspor yang naik sebesar Rp. 4,26 triliun dari Rp. 55,57 triliun pada triwulan III-2013 menjadi Rp. 59,83 triliun pada triwulan IV Komponen yang juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan PDRB Banten adalah komponen PMTB yang meningkat sebesar Rp. 1,46 triliun dari Rp. 22,59 triliun pada triwulan III-2013 menjadi Rp. 24,05 triliun di triwulan IV Penggunaan PDRB Banten ADHB pada triwulan IV tahun 2013 sebagian besar masih diserap untuk konsumsi rumahtangga termasuk konsumsi lembaga non profit yaitu sebesar Rp. 28,88 triliun atau 45,18 persen serta PMTB sebesar Rp. 24,05 triliun atau 37,63 persen dari total PDRB triwulan IV tahun Selanjutnya konsumsi pemerintah pada triwulan IV tahun 2013 ini mencapai nilai sebesar Rp. 4,30 triliun (6,74 persen) dan perubahan inventori sebesar Rp. 301,91 miliar (0,47 persen). Nilai transaksi ekspor Banten pada triwulan IV tahun 2013 ini mencapai Rp. 59,83 triliun, sedangkan nilai impor sekitar Rp. 53,45 triliun sehingga terjadi ekspor netto sebesar Rp. 6,38 triliun atau sebesar 9,98 persen dari total PDRB Banten ADHB di triwulan IV Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014

7 Tabel 5 PDRB Banten Menurut Penggunaan Triwulan III dan Triwulan IV Tahun 2013 (Miliar Rp) Komponen Penggunaan Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Tri III-2013 Tri IV-2013 Tri III-2013 Tri IV-2013 (1) (2) (3) (4) (5) 1. Konsumsi Rumahtangga , , , ,10 2. Konsumsi Pemerintah 3.242, ,90 886, ,01 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto , , , ,75 4. Perubahan Inventori 282,50 301,91 101,19 107,53 5. Ekspor , , , ,39 6. Dikurangi Impor , , , ,87 PDRB , , , ,92 Seperti triwulanan sebelumnya, Banten pada triwulan IV-2013 inipun masih dipengaruhi kinerja ekonomi dari aktifitas ekspo-impor, sebagai dampaknya pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan IV-2013 terkontraksi hingga minus 0,06 persen. Tingginya aktifitas impor bahan baku industri dan bahan bakar mineral menjadi pemicu kenaikan impor luar negeri dapat tumbuh lebih cepat dibanding ekspor. Namun peningkatan impor bahan baku industri ini tidak otomatis meningkatkan output sektor industri pengolahan. Hal ini diduga karena impor yang dilakukan cenderung untuk memenuhi persediaan sektor industri menjelang akhir tahun dan baru digunakan pada proses produksi tahun Jika dilihat dari produksi, peningkatan impor bahan baku industri di triwulan IV inipun tidak otomatis mendongkrak produksi sektor industri pengolahan yang mengalami kontraksi sebesar minus 1,53 persen. Sementara itu, ekspor Banten triwulan IV-2013 ini secara umum mengalami pertumbuhan positif dari triwulan sebelumnya namun surplus perdagangan Banten terus mengalami penurunan dari Rp. 8,4 triliun pada triwulan sebelumnya menjadi Rp. 6,38 triliun pada triwulan IV Komoditas utama produk industri Banten untuk tujuan ekspor masih didominasi oleh produk-produk alas kaki hingga sebesar 23,69 persen dari total nilai ekspor luar negeri Banten di triwulan IV Kemudian produk bahan kimia organik (9,37 persen), produk plastik dan barang dari plastik (8,53 persen), produk tembaga (7,98 persen), Karet dan barang dari karet (4,59 persen), serta produk kertas dan karton (4,58 persen). Sedangkan komoditas impor utama antara lain bahan kimia organik (31,04 persen), bahan bakar mineral (23,36 persen), Gandum-ganduman (8,64 persen), ampas atau sisa industri makana nya sebesar 7,51 persan, bahan minuman (7,45 persen), serta produk besi dan baja yang mencapai 7,35 persen dari total nilai impor triwulan IV Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari

8 Grafik 2 Struktur PDRB Banten Menurut PenggunaanTriwulan IV Tahun 2013 (persen) Perubahan Stok 0.47 Net Ekspor 9.98 PMTB Konsumsi Rumahtangga Konsumsi Pemerintah 6.74 PDRB Banten ditinjau dari sisi pengeluaran sebagian besar masih digunakan untuk kegiatan konsumsi. Pada triwulan IV-2013 porsi konsumsi rumahtangga dan lembaga non profit sedikit menurun dari 45,65 persen pada triwulan III-2013 menjadi 45,05 persen, sementara besaran konsumsi pemerintah naik menjadi 6,74 persen dari 5,14 persen pada triwulan sebelumnya. Pertumbuhan jumlah penduduk, kegiatan sosialisasi caleg menjelang pemilu 2014, liburan akhir tahun, serta perayaan hari Natal dan tahun baru, merupakan penyumbang terbesar pengeluaran konsumsi rumahtangga dan lembaga non profit pada triwulan IV-2013 ini. Peranan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) menjadi komponen pengeluaran terbesar berikutnya yang mampu mengambil bagian hingga 37,63 persen, dan disusul kemudian oleh komponen net ekspor yang mencapai 9,98 persen dari total nilai PDRB Banten di triwulan IV Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), hapir semua komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan positif, kecuali net ekspor. Komponen konsumsi pemerintah pada triwulan IV tahun 2013 ini, mengalami pertumbuhan terbesar hingga mencapai 31,56 persen, tumbuh lebih cepat dibanding triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 15,12 persen. Pola penyerapan anggaran yang kembali menumpuk di akhir tahun anggaran ikut memicu kenaikan pertumbuhan konsumsi pemerintah di triwulan ini. Kemudian komponen PMTB tumbuh sebesar 5,03 persen meningkat dibanding triwulan III-2013 yang tumbuh sebesar 1,27 persen. Kegiatan PMTB pada triwulan IV-2013 ini lebih didominasi oleh aktifitas konstruksi terutama di wilayah Tangerang Raya, begitupun dengan belanja modal pemerintah yang realisasinya terkonsentrasi menjelang akhir tahun Peningkatan PMTB ini juga terkonfirmasi dengan realisasi investasi baru baik PMA maupun PMDN, terdapat peningkatan jumlah proyek dari 173 proyek di triwulan III menjadi 183 pada triwulan IV-2013 dengan nilai investasi rata-rata meningkat sebesar 73,64 persen. Komponen ekspor Banten di triwulan IV-2013 tumbuh positif sebesar 4,31 persen setelah pada triwulan sebelumnya hanya tumbuh sebesar 0,95 persen. Sumbangan terhadap perbaikan kinerja ekspor ini diperoleh dari meningkatnya komoditas utama ekspor Banten yaitu produk alas kaki, 8 Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014

9 produk plastik, dan produk kertas yang masing-masing tumbuh positif sebesar 31,37; 33,29 persen; dan 29,26 persen. Ketiga komoditas ini memberikan kontribusi hingga 36,80 persen dari total nilai ekspor luar negeri Banten di triwulan IV Kondisi serupa terjadi pada komponen impor yang tumbuh lebih cepat hingga 9,66 persen setelah pada triwulan III-2013 hanya tumbuh sebesar 0,49 persen. Meningkatnya pertumbuhan pada komponen impor lebih dipicu oleh peningkatan impor komoditi bahan baku industri dan bahan bakar mineral (BBM konsumsi dan Industri). Peningkatan impor bahan baku industri terutama terjadi pada komoditi impor untuk kegiatan industri kimia, industri makanan dan minuman, serta industri logam. Tabel 6 Laju Pertumbuhan PDRB Banten Menurut Penggunaan Triwulan IV-2012, III s/d IV-2013 (Persen) Komponen Triw IV 2013 Terhadap Triw III 2013 (q to q) Triw IV 2013 Terhadap Triw IV 2012 (y on y) Sumber Pertumbuhan (y on y) (1) (2) (3) (4) 1. Konsumsi Rumahtangga 1,02 5,60 2,10 2. Konsumsi Pemerintah 31,56 24,83 0,91 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto 5,03 12,22 2,42 4. Perubahan Inventori 6,27 10,23 0,04 5. Ekspor 4,31 11,66 13,58 6. Dikurangi Impor 9,66 16,97 13,21 PDRB (0,06) 5,84 5,84 Secara (y on y), pada triwulan IV tahun 2013 perekonomian Banten tumbuh sebesar 5,84 persen. Perkembangan perekonomian Banten triwulan IV tahun 2013 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, semua komponen penggunaan mengalami pertumbuhan positif, termasuk juga komponen impor yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 16,97 persen. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 12,22 persen atau melambat dibanding triwulan IV-2012 yang tumbuh sebesar 16,15 persen (y on y). Komponen konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 24,83 persen. Perkembangan konsumsi rumahtangga dan lembaga non profit pada triwulan IV tahun 2013 terhadap triwulan IV tumbuh sebesar 5,60 persen. Sementara itu, perubahan inventori pada periode yang sama (y on y) tumbuh hingga 10,23 persen. Pertumbuhan triwulan IV secara y on y sebesar 5,84 persen sebagian besar disumbang oleh komponen ekspor yang memiliki andil sebesar 13,58 persen terhadap pertumbuhan, disusul kemudian komponen PMTB sebesar 2,42 persen, dan konsumsi rumahtangga dan lembaga non profit sebesar 2,10 persen. Adapun konsumsi pemerintah dan perubahan inventori hanya dapat memberikan andil Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari

10 kurang dari 1 persen. Selain itu, komponen impor sebagai komponen pengurang dalam PDRB memberikan andil cukup besar dalam menekan laju pertumbuhan ekonomi, dengan memberikan kontribusi negatif hingga 13,21 persen dari total pertumbuhan yang terjadi. VI. PDRB Banten Menurut Penggunaan Kumulatif Tahun 2013 Laju pertumbuhan PDRB Banten menurut penggunaan selama tahun 2013 tumbuh sebesar 5,86 persen. Pertumbuhan pada tahun 2013 ini didukung oleh pertumbuhan komponen PMTB yang tumbuh lebih besar dari komponen lainnya yaitu sebesar 14,61 persen dan memberikan andil sebesar 2,72 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Banten Selanjutnya komponen ekspor meningkat dari 8,96 persen tahun 2012 menjadi 10,47 persen di tahun 2013, dan dapat memberikan andil signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tahun 2013 dengan andil sebesar 11,92 persen. Sebaliknya, komponen impor sebagai faktor pengurang dalam pertumbuhan selama tahun 2013 juga tumbuh sebesar 15,54 persen dengan andil hingga 11,36 persen terhadap pertumbuhan, dengan demikian komponen net ekspor memberikan andil sebesar 0,56 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Banten tahun Selanjutnya komponen konsumsi rumah tangga dan lembaga nonprofit selama tahun 2013 tumbuh sebesar 5,74 persen dengan andil sebesar 2,01 basis poin terhadap pertumbuhan, diikuti oleh komponen konsumsi pemerintah dan perubahan inventori yang memberikan andil masing-masing sebesar 0,40 persen dan 0,05 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Banten tahun Tabel 7 Laju Pertumbuhan PDRB Banten Menurut Penggunaan Tahun 2012 dan 2013 (Persen) Komponen Laju Pertumbuhan Sumber Pertumbuhan (1) (2) (3) (4) (5) 1. Konsumsi Rumahtangga 5,37 5,74 2,01 2,14 2. Konsumsi Pemerintah 5,67 12,96 0,18 0,40 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto 15,39 14,61 2,64 2,72 4. Perubahan Inventori 3,03 12,37 0,01 0,05 5. Ekspor 8,96 10,47 9,93 11,92 6. Dikurangi Impor 12,50 15,54 8,62 11,36 PDRB 6,15 5,86 6,15 5,86 10 Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014

11 Distribusi PDRB menurut pengeluaran selama tahun 2013 terbesar masih diserap oleh komponen konsumsi rumahtangga dan lembaga non profit yang menggunakan nilai PDRB Banten 2013 hingga 45,03 persen, atau sedikit melambat dibanding tahun 2012 yang sebesar 45,24 persen. Komponen kedua adalah komponen PMTB dengan konstribusi dalam PDRB penggunaan hingga 36,55 persen, lebih besar dibanding tahun 2012 yang menyerap hingga 34,94 persen. Pertumbuhan proyekproyek konstruksi baru di pemukiman serta pusat perdagangan dan industri, serta penyelesaian kegiatan ekspansi usaha yang dilakukan selama tahun 2013 menjadi salah satu penyebab peningkatan kontribusi PMTB dalam struktur ekonomi Banten. Komponen net ekspor merupakan komponen berikutnya yang mengambil porsi cukup besar dalam struktur ekonomi Provinsi Banten tahun 2013 yaitu sebesar 12,79 persen atau lebih rendah 1,84 persen dibanding tahun 2012 yang sebesar 14,63 persen. Sedangkan kontributor terkecil terjadi pada komponen perubahan inventori dan konsumsi pemerintah yang masing-masing memberikan porsi sebesar 0,50 persen dan 5,13 persen terhadap total penggunaan PDRB Banten tahun Grafik 3 Struktur PDRB Banten Menurut Penggunaan Tahun 2012 dan 2013 (persen) K. Rumahtangga K. Pemerintah PMTB P. Inventori Net Ekspor Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari

12 BPS PROVINSI BANTEN Informasi lebih lanjut hubungi: Dr. Syech Suhaimi, SE.,M.Si Kepala BPS Provinsi Banten Telepon: Website : banten.bps.go.id 12 Berita Resmi Statistik Provinsi Banten No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014 No. 40/08/36/Th.VIII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014 PDRB Banten triwulan II tahun 2014, secara quarter to quarter (q to q) mengalami pertumbuhan sebesar 2,17 persen,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN III-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN III-2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN III-2014 No. 53/11/36/Th.VIII, 5 November 2014 PDRB Banten triwulan III 2014, secara quarter to quarter (q to q) mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen, melambat

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014 No.22/05/36/Th.VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014 PDRB Banten triwulan I tahun 2014, secara quarter to quarter (q to q) tumbuh positif 0.87 persen, setelah triwulan sebelumnya

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013 No. 09/02/31/Th. XVI, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014 BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014 PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN I 2014 BERTUMBUH SEBESAR 8,03 PERSEN Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN II TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN II TAHUN 2015 No. 38/08/36/Th.IX, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN II TAHUN 2015 EKONOMI BANTEN TRIWULAN II TAHUN 2015 TUMBUH 5,26 PERSEN LEBIH CEPAT DIBANDINGKAN DENGAN TRIWULAN YANG SAMA TAHUN SEBELUMNYA

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2016 No. 10/02/36/Th.XI, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN EKONOMI BANTEN TAHUN TUMBUH 5,26 PERSEN MELAMBAT DIBANDINGKAN DENGAN TAHUN SEBELUMNYA Perekonomian Banten tahun yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 41/11/31/Th. X, 17 November 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2008 yang diukur berdasarkan PDRB

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2008 No. 08/02/31/Th. XI, 16 Februari 2009 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV tahun 2008 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2012 No.11/02/63/Th XVII, 5 Februari 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2012 Perekonomian Kalimantan Selatan tahun 2012 tumbuh sebesar 5,73 persen, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor konstruksi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/02/72/Th. XIV. 7 Februari 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2010 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 No.05/02/33/Th.III, 16 Februari 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 PDRB Jawa Tengah triwulan IV/2008 menurun 3,7 persen dibandingkan dengan triwulan III/2007 (q-to-q), dan bila dibandingkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2012 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV/2012 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan pertumbuhan sebesar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 No. 19/05/31/Th. X, 15 Mei 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2008 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 No. 28/05/72/Thn XVII, 05 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 Perekonomian Sulawesi Tengah triwulan I-2014 mengalami kontraksi 4,57 persen jika dibandingkan dengan triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 No.43/08/33/Th.V, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 PDRB Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2011 meningkat sebesar 1,8 persen dibandingkan triwulan I tahun 2011 (q-to-q).

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2016 No. 64/11/36/Th.X, 7 November 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2016 EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2016 TUMBUH 5,35 PERSEN MELAMBAT DIBANDINGKAN DENGAN TRIWULAN YANG SAMA TAHUN SEBELUMNYA

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2015 No. 11/2/36/Th.X, 5 Februari 216 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 215 EKONOMI BANTEN TAHUN 215 TUMBUH 5,37 PERSEN MELAMBAT DIBANDINGKAN DENGAN TAHUN SEBELUMNYA Perekonomian Banten tahun 215 yang diukur

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TAHUN 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA No. 10/02/94/Th. X, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TAHUN 2016 EKONOMI PAPUA TAHUN 2016 TUMBUH 9,21 PERSEN TUMBUH LEBIH CEPAT DIBANDING TAHUN LALU Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA No. 18/05/31/Th. XI, 15 Mei 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2009 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2009 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 11/02/72/Th. XVII. 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2013 yang diukur dari persentase kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH No.12/02/33/Th.VII, 5 Februari 2013 PERTUMBUHAN PDRB JAWA TENGAH TAHUN 2012 MENCAPAI 6,3 PERSEN Besaran PDRB Jawa Tengah pada tahun 2012 atas dasar harga berlaku mencapai

Lebih terperinci

KINERJA PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN II 2014

KINERJA PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN II 2014 BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 46/08/73/Th. VIII, 5 Agustus 2014 KINERJA PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN II 2014 Perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan II tahun 2014 yang dihitung berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 No.51/08/33/Th.VIII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 31/08/31/Th. X, 14 Agustus 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2008 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 No. 47/08/72/Thn XVII, 05 Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 No. 68/11/33/Th.VIII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2017

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2017 No. 27/05/36/Th.X, 5 Mei 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2017 EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2017 TUMBUH 5,90 PERSEN LEBIH CEPAT DIBANDING TRIWULAN I TAHUN 2016 Perekonomian Banten triwulan

Lebih terperinci

No.11/02/63/Th XVII. 5 Februari 2014

No.11/02/63/Th XVII. 5 Februari 2014 No.11/02/63/Th XVII. 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2013 Secara triwulanan, PDRB Kalimantan Selatan triwulan IV-2013 menurun dibandingkan dengan triwulan III-2013 (q-to-q)

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 38/08/61/Th. XIII, 5 Agustus 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN II TAHUN 2010 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat triwulan II-2010 menurun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013 No. 45/08/72/Th. XVI, 02 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012 No. 27/05/72/Thn XV, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2014 No. 32/05/35/Th. XIV, 5 Mei 2014 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2014 (y-on-y) mencapai 6,40

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 No. 37/08/31/Th. XV, 2 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 63/11/73/Th. VIII, 5 November 2014 EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN III TUMBUH SEBESAR 6,06 PERSEN Perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan III tahun 2014 yang diukur

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/05/72/Thn XIV, 25 Mei 2011 PEREKONOMIAN SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2011 MENGALAMI KONTRAKSI/TUMBUH MINUS 3,71 PERSEN Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2013 No. 12/02/71/Th. VIII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2013 Ekonomi Sulawesi Utara tahun 2013 tumbuh 7,45 persen, mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2012 yang tumbuh sebesar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2010

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2010 No. 01/02/53/Th. XIV, 07 Februari 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2010 Pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTT tahun 2010 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 26/05/61/Th. XV, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I-2012 EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 6,0 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2013 No. 09/02/91/Th. VIII, 05 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2013 Ekonomi Papua Barat tahun 2013 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat sebesar 9,30

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 09/02/61/Th. XIII, 10 Februari 2010 PEREKONOMIAN KALIMANTAN BARAT TAHUN 2009 Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2009 meningkat 4,76 persen dibandingkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 30/08/31/Th.IX, 15 AGUSTUS 2007 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2007 yang diukur berdasarkan PDRB atas

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2014 No. 09/02/36/Th.IX, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TAHUN 2014 EKONOMI BANTEN TAHUN 2014 TUMBUH 5,47 PERSEN Perekonomian Banten tahun 2014 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.I, 15 Nopember 2007 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN III TH 2007 TUMBUH 0,7 PERSEN Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK No. 07/02/53/TH.XVII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR 5,62 Y on Y 2,37 Q to Q Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan IV 2013 Tumbuh sebesar 5,62% (Y on Y) dan 2,37%

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.II, 17 Nopember 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN III TH 2008 TUMBUH 1,1 PERSEN Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 27/05/61/Th. XVI, 6 Mei PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I- EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 5,79 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013 No.23/05/31/Th. XV, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No.24/05/33/Th.IV, 10 Mei 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2010 PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2010 meningkat sebesar 6,5 persen dibandingkan triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III/2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III/2014 No. 68/11/71/Th. VIII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III/2014 Perekonomian Sulawesi Utara yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada ulan III/2014

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA No. 52/ V / 15 Nopember 2002 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA INDONESIA TRIWULAN III TAHUN 2002 TUMBUH 2,39 PERSEN Indonesia pada triwulan III tahun 2002 meningkat sebesar 2,39 persen terhadap triwulan II

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 23/05/61/Th. XIII, 10 Mei 2010 PEREKONOMIAN KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I TAHUN 2010 Kinerja perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan I-2010 dibandingkan triwulan IV-2009,

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PEREKONOMIAN KALIMANTAN BARAT PERTUMBUHAN PDRB TAHUN 2013 MENCAPAI 6,08 PERSEN No. 11/02/61/Th. XVII, 5 Februari 2014 Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2008 SEBESAR 5,02 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2008 SEBESAR 5,02 PERSEN BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 08/02/34/Th. XI, 16 Februari 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2008 SEBESAR 5,02 PERSEN ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 SEBESAR -3,30 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 SEBESAR -3,30 PERSEN BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 SEBESAR -3,30 PERSEN No. 44/08/34/Th. XV, 2 Agustus 2013 Pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 20

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 20 No. 10/02/63/Th XIV, 7 Februari 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 20 010 Perekonomian Kalimantan Selatan tahun 2010 tumbuh sebesar 5,58 persen, dengan n pertumbuhan tertinggi di sektor

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2012 No. 49/11/31/Th. XIV, 5 November 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2012 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III/2012 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 27/05/61/Th. XVII, 5 Mei PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I- EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 4,69 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2015 No. 13/02/71/Th. X, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2015 PEREKONOMIAN SULAWESI UTARA TAHUN 2015 TUMBUH 6,12 PERSEN Perekonomian Sulawesi Utara tahun 2015 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014

No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014 No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014 Perekonomian Sumatera Barat yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NTB No. 13/02/52/Th.IX, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 TUMBUH 5,06 PERSEN Perekonomian Provinsi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN I/2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN I/2014 No.29/05/71/Th. VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN I/2014 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

ESI TENGAH. sedangkan PDRB triliun. konstruksi minus. dan. relatif kecil yaitu. konsumsi rumah modal tetap. minus 5,62 persen.

ESI TENGAH. sedangkan PDRB triliun. konstruksi minus. dan. relatif kecil yaitu. konsumsi rumah modal tetap. minus 5,62 persen. No. N 28/05/72/Th. XVI, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAW ESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2013 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 07/08/53/TH.XVI, 2 AGUSTUS PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR LAJU PEREKONOMIAN NTT TRIWULAN I - 5,42 % (Y on Y) atau 4,67 % (Q to Q) 5,42

Lebih terperinci

Grafik 1 Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Jawa Timur q-to-q Triwulan IV (persen)

Grafik 1 Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Jawa Timur q-to-q Triwulan IV (persen) BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 13/02/35/Th. XII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR I. PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI MENURUT LAPANGAN USAHA Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TRIWULAN II-2013

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TRIWULAN II-2013 No. 37/08/91/Th. VII, 02 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TRIWULAN II-2013 Besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2013 mencapai Rp 11.972,60 miliar, sedangkan menurut harga

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 64/11/61/Th. XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN III-2014 EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN III-2014 TUMBUH 4,45 PERSEN Besaran Produk

Lebih terperinci

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 34/08/34/Th. XIII, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2011 SEBESAR -3,89 PERSEN Pertumbuhan ekonomi Provinsi Daerah Istimewa

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2014 No. 048/08/63/Th XVIII, 5Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- Ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II- tumbuh sebesar 12,95% dibanding triwulan sebelumnya (q to q) dan apabila

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TAHUN 2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 07/02/53/Th.XIX, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TAHUN 2015 EKONOMI NTT TAHUN 2015 TUMBUH 5,02 PERSEN Perekonomian NTT tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik

Lebih terperinci

PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001

PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001 No. 07/V/18 FEBRUARI 2002 PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001 PDB INDONESIA TAHUN 2001 TUMBUH 3,32 PERSEN PDB Indonesia tahun 2001 secara riil meningkat sebesar 3,32 persen dibandingkan tahun 2000. Hampir

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III-2009

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III-2009 BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.III, 10 Nopember 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III-2009 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada triwulan III-2009 meningkat sebesar

Lebih terperinci

Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan III-2017

Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan III-2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI BANTEN Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan III- Ekonomi Banten Triwulan III- Tumbuh, Persen Perekonomian Banten berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I- 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I- 2013 No. 027/05/63/Th XVII, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I- 2013 Perekonomian Kalimantan Selatan triwulan 1-2013 dibandingkan triwulan 1- (yoy) tumbuh sebesar 5,56 persen, dengan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 11/02/73/Th. VIII, 5 Februari 2014 EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN IV 2013 BERKONTRAKSI SEBESAR 3,99 PERSEN Kinerja perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan IV tahun

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06/05/33/Th.III, 15 Mei 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2009 PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN I TH 2009 TUMBUH 5,5 PERSEN PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TRIWULAN I-2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TRIWULAN I-2017 EKONOMI PAPUA TRIWULAN I-2017 TUMBUH 3,36 PERSEN MENINGKAT DARI TAHUN SEBELUMNYA YANG BERKONTRAKSI -0,72 PERSEN 26/05/94/Th.X,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2016 No. 13/02/71/Th. XI, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2016 PEREKONOMIAN SULAWESI UTARA TAHUN 2016 TUMBUH 6,17 PERSEN Perekonomian Sulawesi Utara tahun 2016 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2012

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2012 No. 61/11/72/Th. XV, 05 November 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2012 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012 No. 09/02/91/Th. VII, 05 Februari 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012 Ekonomi Papua Barat tahun 2012 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat sebesar 15,84

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2007

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2007 BPS PROVINSI D.K.I. JAKARTA PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2007 No. 17/05/31/Th.IX, 15 MEI 2007 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2007 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2008 No. 06/05/33/Th.II, 15 Mei 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2008 PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN I TH 2008 TUMBUH 5,2 PERSEN PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2008 meningkat sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PDRB TRIWULAN II-2009 KALIMANTAN SELATAN

PERKEMBANGAN PDRB TRIWULAN II-2009 KALIMANTAN SELATAN No. 026/08/63/Th.XII, 10 Agustus 2009 PERKEMBANGAN PDRB TRIWULAN II-2009 KALIMANTAN SELATAN Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2009 terhadap triwulan I-2009 (q to q) mencapai angka 16,68 persen. Pertumbuhan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2015 No. 54/11/36/Th.IX, 5 November 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2015 EKONOMI BANTEN TRIWULAN III TAHUN 2015 TUMBUH 5,18 PERSEN LEBIH CEPAT DIBANDINGKAN DENGAN TRIWULAN YANG SAMA TAHUN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-2011

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-2011 No. 43/08/63/Th XV, 05 Agustus 20 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-20 Ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II-20 tumbuh sebesar 5,74 persen jika dibandingkan triwulan I-20 (q to q)

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN III TAHUN 2010

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN III TAHUN 2010 No. 46/11/51/Th. IV, 5 Nopember PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN III TAHUN PDRB Provinsi Bali I meningkat sebesar 2,65 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Peningkatan terjadi di hampir semua

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2016 No. 9/02//13/Th. XX, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2016 EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN IV-2016 TUMBUH 4,86 PERSEN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2016 TUMBUH 5,26 PERSEN Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2016 No. 28/05/36/Th.X, 4 Mei 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2016 EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2016 TUMBUH 5,15 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I TAHUN 2015 Perekonomian Banten triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAMBI TAHUN 2009

PERTUMBUHAN EKONOMI JAMBI TAHUN 2009 No. 09/02/15/Th. IV, 10 Februari 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI JAMBI TAHUN Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi pada tahun meningkat sebesar 6,4 persen dibanding tahun 2008. Peningkatan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 No. 11/2//13/Th XIX, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 EKONOMI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 TUMBUH 5,41 PERSEN Perekonomian Sumatera Barat tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 12/02/61/Th.XVIII, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN TUMBUH 5,02 PERSEN MELAMBAT DIBANDINGKAN TAHUN 2013 Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2007

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2007 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 40/11/31/Th. IX, 15 November 2007 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2007 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2007 yang diukur berdasarkan PDRB

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009 No. 04/02/63/Th XIII, 10 Februari 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009 Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2009 meningkat sebesar 5,01 persen terhadap tahun 2008, terjadi pada

Lebih terperinci

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 11/02/34/Th.XVI, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN SEBESAR 5,40 PERSEN Kinerja perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama tahun

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III TAHUN No. 50/11/Th.XVII, 5 November Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan III- secara triwulanan (q-to-q) mencapai

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2008

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2008 BADAN PUSAT STATISTIK No.43/08/Th. XI, 14 Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 32/05/35/Th. XI, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2013 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2013 (y-on-y) mencapai 6,62

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 11/02/61/Th.XIX, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015 EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015 TUMBUH 4,81 PERSEN MELAMBAT DIBANDINGKAN TAHUN 2014

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TAHUN 2016 No. 010/0/15/Th.XI, 6 Februari 017 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI TAHUN EKONOMI PROVINSI JAMBI TAHUN TUMBUH,37 PERSEN Perekonomian Provinsi Jambi tahun yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional

Lebih terperinci