PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014"

Transkripsi

1 BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN I-2014 PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN I 2014 BERTUMBUH SEBESAR 8,03 PERSEN Perekonomian Sulawesi Selatan yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2014 mencapai Rp ,1 milyar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp ,4 milyar. Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I-2014 dibandingkan triwulan IV- (q-to-q) menunjukkan kenaikan PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar 2,32 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor Pertanian yang bertumbuh sebesar 12,93 persen dan sektor lainnya meliputi sektor Industri pengolahan; sektor Listrik, gas dan air bersih; dan sektor Perdagangan, hotel dan restoran yang tumbuh kurang dari 2 persen. Pertumbuhan sektor Pertanian yang sangat tinggi adalah digerakkan pertumbuhan sub-sektor Tanaman bahan makanan yang tumbuh hingga 32,60 persen. PDRB Sulsel pada triwulan I-2014 dibandingkan triwulan yang sama tahun (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 8,03 persen. Pertumbuhan ini didorong kinerja keseluruhan sektor ekonomi yang bertumbuh positif. Pertumbuhan tertinggi dialami oleh sektor Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 11,23 persen; sektor Pertanian sebesar 10,98 persen dan terendah sektor Pertambangan dan penggalian sebesar 1,54. Hingga triwulan I-2014 struktur perekonomian Sulawesi Selatan masih didominasi oleh tiga sektor utama yaitu sektor Pertanian berkontribusi sebesar 24,66 persen, sektor Perdagangan, hotel dan restoran berkontribusi sebesar 18,15 persen, dan sektor Jasa-jasa berkontribusi sebesar 17,17 persen terhadap agregat nilai PDRB Sulsel. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I-2014 dibandingkan triwulan yang sama tahun (y-on-y) didorong oleh kenaikan seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi pada komponen konsumsi LNPRT yaitu 14,66 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah pada komponen impor yaitu -9,32 persen. Pada triwulan I-2014 dibandingkan dengan triwulan IV-, pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil meningkat sebesar 0,89 persen, pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 7,51 persen, sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah turun sebesar 6,93 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto turun 5,89 persen. Ekspor barang dan jasa juga turun sebesar 1,26 persen dan impor barang dan jasa turun sebesar 11,21 persen. Pada triwulan I-2014 komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen yang memiliki porsi terbesar pada PDRB Sulawesi Selatan, yakni 47,60 persen, turun sekitar 0,59 poin dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (48,18 persen). Sedangkan komponen pengeluaran konsumsi LNPRT memiliki porsi terkecil yaitu hanya 0,98 persen. Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei

2 I. Nilai PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan I-, Triwulan IV, dan Triwulan I 2014 Nilai PDRB Sulsel atas dasar harga berlaku pada triwulan I- telah mencapai Rp ,1 milyar, meningkat menjadi Rp ,9 milyar pada triwulan IV- hingga mencapai ,1 milyar pada triwulan I Kondisi yang sama terjadi pula pada agregat nilai PDRB atas harga konstan triwulan I- adalah sebesar Rp ,5 milyar kemudian meningkat menjadi Rp ,2 milyar pada triwulan IV- hingga mencapai Rp ,4 milyar pada triwulan I Berdasarkan harga berlaku diperoleh sektor yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar pada triwulan I-2014 adalah sektor Pertanian sebesar Rp ,8 milyar selanjutnya diikuti secara berurutan sektor Perdagangan, hotel, dan restoran sebesar Rp ,6 milyar, sektor Jasa-jasa sebesar Rp ,6 milyar sementara nilai tambah terendah terjadi pada sektor Listrik, gas, dan air sebesar Rp. 459,7 milyar. Selanjutnya PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan bahwa sektor Pertanian masih menjadi kontributor terbesar dalam pembentukan agregat nilai PDRB pada triwulan ini dengan nilai sebesar 4.251,8 milyar, kemundian disusul secara berurutan oleh sektor sektor Perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 3.029,2 milyar, sektor Industri pengolahan sebesar Rp ,5 milyar, sektor Pengangkutan dan komunikasi sebesar 1.642,0 milyar, sektor Jasa-jasa sebesar 1.594,2 milyar dan terendah pada sektor sektor Listrik, gas, dan air sebesar 184,2 milyar. Tabel 1 PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 (milyar rupiah) No Lapangan Usaha Triw I- Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Triw IV- Triw I Triw I- Triw IV- Triw I (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 Pertanian , , , , , ,8 2 Pertambangan dan Penggalian 2.670, , ,7 1,123, , ,5 3 Industri Pengolahan 5.314, , , , , ,5 4 Listrik.Gas dan Air 390,4 441,2 459,7 169,2 181,4 184,2 5 Konstruksi 2.406, , ,9 913, ,8 985,9 6 Perdagangan. Hotel dan Restoran 7.777, , , , , ,2 ;7 Pengangkutan dan Komunikasi 3.422, , , , , ,0 8 Keuangan. Persewaan dan Jasa Perusahaan 3.272, , , , , ,1 9 Jasa-jasa 7.390, , , , , ,2 PDRB , , , , , ,4 PDRB TANPA MIGAS , , , , , ,0 2 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei 2014

3 II. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2014 Perekonomian Sulsel pada triwulan I-2014 dibanding dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) menunjukkan kenaikan agregat atas dasar harga konstan 2000 atau mencatat pertumbuhan sebesar 2,32 persen. Capaian kinerja ekonomi tersebut didorong oleh pertumbuhan pada sektor Pertanian sebesar 12,93 persen; sektor Listrik, gas dan air sebesar 1,54 persen; sektor Industri pengolahan sebesar 1,53 persen dan sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran yang tumbuh 0,24 persen. Sedangkan sektor-sektor lainnya yang mengalami penurunan adalah sektor Konstruksi (minus 6,80 persen), sektor Jasa-jasa (minus 2,54 persen), sektor Pengangkutan dan Komunikasi (minus 1,25 persen), sektor Pertambangan dan Penggalian (minus 1,12 persen), sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan sebesar (minus 0,57) persen. Pesatnya kinerja sektor Pertanian pada triwulan I-2014 dengan capaian pertumbuhan yang relatif tinggi yaitu sebesar 12,93 persen, disebabkan kenaikan produksi komoditi yang tercakup subkelompok padi palawija sehingga mendorong kenaikan sub-sektor Tanaman Bahan Makanan sebesar sebesar 32,60 persen. Selain subsektor tanaman bahan makanan kenaikan juga dialami subsektor Perikanan sebesar 1,13 persen dan subsector Kehutanan sebesar 0,36 persen. Sementara subsektor tanaman Perkebunan dan subsektor Peternakan masing-maing bertumbuh negatif (kontraksi) sebesar 2,72 persen dan 1,97 persen. Selanjutnya pendorong utama pertumbuhan sektor Industri Pengolahan (q-to-q) sebesar 1,53 persen yaitu meningkatnya kapasitas produksi subsektor industri makanan, minuman dan tembakau; subsektor tekstil, barang dari kulit dan alas kaki serta subsektor kertas dan barang cetakan untuk memenuhi permintaan konsumen selama kampanye Pemilihan Umum Calon Legislatif Tabel 2 Laju Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha (persen) No. Lapangan Usaha Triwulan I-2014 Triwulan I-2014 Terhadap Triwulan Terhadap Triwulan IV- (q-to-q) I- (y-on-y) Sumber Pertumbuhan q to q y-on-y (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian 12,93 10,98 3,01 2,75 2. Pertambangan dan Penggalian -1,12 1,54-0,08 0,11 3. Industri Pengolahan 1,53 5,89 0,21 0,81 4. Listrik, Gas dan Air 1,54 8,87 0,02 0,10 5. Konstruksi -6,80 7,98-0,44 0,48 6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 0,24 8,28 0,05 1,51 7. Pengangkutan dan Komunikasi -1,25 6,34-0,13 0,64 8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan -0,57 11,23-0,05 0,97 9. Jasa-jasa -2,54 6,72-0,26 0,66 PDRB 2,32 8,03 2,32 8,03 PDRB TANPA MIGAS 2,34 8,01 2,34 8,01 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei

4 Berdasarkan perbandingan PDRB triwulan berjalan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y) diperoleh nilai agregat PDRB triwulan I-2014 dibandingkan dengan triwulan I- bertumbuh sebesar 8,03 persen. Keseluruhan sektor menunjukkan pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 11,23 persen diikuti secara berurutan sektor Pertanian sebesar 10,98 persen; sektor Listrik, gas dan air bersih sebesar 8,87 persen; sektor Perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 8,28 persen, sektor Konstruksi sebesar 7,98 persen; sektor Jasa-jasa sebesar 6,72 persen, Pengangkutan dan komunikasi sebesar 6,34 persen; sektor Industri pengolahan sebesar 5,89 persen dan terendah sektor Pertambangan dan penggalian sebesar 1,54 persen. Bila diamati sumber pertumbuhan menurut (q-to-q) perekonomian Sulawesi Selatan triwulan I dipacu kinerja positif sektor Pertanian sebesar 3,01 persen; sektor Industri pengolahan sebesar 0,21 persen; sektor Perdagangan, restoran dan hotel sebesar 0,05 dan sektor Listrik, gas dan air bersih sebesar 0,02 persen. Sedangkan sektor lainnya mengalami kinerja negatif yaitu sektor Kontruksi sebesar 0,44 persen; sektor Jasa-jasa sebesar 0,26 persen dan terendah sektor Pengangkutan dan komunikasi sebesar 0,05 persen. Menurut sumber pertumbuhan (y-on-y) diperoleh keseluruhan sektor mengalami kinerja positif dengan kinerja tertinggi pada sektor Pertanian sebesar 2,75 persen; diikuti sektor Perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,51 persen dan terendah pada sektor Listrik, gas dan air bersih sebesar 0,10 persen. III. Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan I 2014 Hingga saat ini, ada empat sektor yang memberikan andil melebihi 10 persen terhadap pembentukan agregat nilai PDRB triwulan I 2014 meliputi sektor Pertanian yaitu sebesar 24,66 persen; sektor Perdagangan, hotel, dan restoran 18,15 persen, sektor Jasa-jasa 17,17 persen dan sektot Industri pengolahan sebesar 11,98 persen. Tabel 3 Struktur PDRB menurut Lapangan Usaha Tahun , Triwulan I-, Triwulan IV- dan Triwulan I-2014 (persen) No. Lapangan Usaha 2012 Triw I Triw IV Triw I-2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian 24,78 23,88 22,30 24,66 2. Pertambangan dan Penggalian 5,61 6,23 5,55 5,36 3. Industri Pengolahan 12,14 12,39 12,20 11,98 4. Listrik,Gas dan Air 0,90 0,91 0,93 0,93 5. Konstruksi 5,67 5,61 6,24 5,69 6. Perdagangan, Hotel dan Restorani 17,98 18,14 18,41 18,15 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8,12 7,98 8,32 8,02 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 7,38 7,63 8,30 8,04 9. Jasa-jasa 17,41 17,23 17,74 17,17 PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 PDRB TANPA MIGAS 99,82 99,85 99,82 99,83 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei 2014

5 Pada tabel 3 terlihat adanya pergeseran peranan sektor pada triwulan I-2014 terhadap triwulan IV- (q-to-q) yaitu pergeseran positif dialami sektor Pertanian sebesar 2,36 persen sedangkan sektor lainnya mengalami pergeseran negatif. Selanjutnya bila triwulan I-2004 dibanding triwulan I- (y-on-y) diperoleh pergeseran andil positif terjadi pada sektor Pertanian sebesar 0,78 persen; sektor Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 0,42 persen dan terendah pada sektor Perdagangan, hotel dan restoran sebesar 0,01 persen. Sementara pergeseran andil negatif dialami sektor Pertambangan dan penggalian sebesar 0,87 persen; sektor Industri pengolahan sebesar 0,41 persen dan Jasa-jasa sebesar 0,07 persen. IV. PDRB Menurut Komponen Pengeluaran Triwulan I-2014 Ditinjau dari sisi pengeluaran, PDRB Sulawesi Selatan dipengaruhi oleh berbagai komponen permintaan, yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi LNPRT, pengeluaran konsumsi pemerintah, pengeluaran untuk investasi fisik (PMTB dan perubahan inventori), dan net ekspor. Kinerja perekonomian Sulawesi Selatan di Triwulan I Tahun 2014 dari sisi pengeluaran masih ditopang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga. Meskipun melambat dibandingkan Triwulan IV tahun namun secara y-on-y dibandingkan dengan kondisi Triwulan I ada penguatan sekitar 0,10 poin. Sedangkan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah secara q-to-q mengalami kontraksi. Namun demikian secara y-on-y jika dibandingkan triwulan yang sama tahun mengalami penguatan sekitar 2,15 poin yaitu dari 2,53 persen pada Triwulan I Tahun menguat menjadi 4,69 persen pada Triwulan I Tahun Kondisi yang sama juga terjadi pada komponen PMTB, yang secara q-to-q pada Triwulan I Tahun 2014 mengalami kontraksi. Sedangkan secara y-on-y sedikit melemah dibandingkan Triwulan I Tahun, yaitu melemah sekitar 1,32 poin dari 12,81 persen di Triwulan I Tahun menjadi 11,48 persen di Triwulan I Tahun Secara nominal, pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp ,34 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp ,63 milyar pada triwulan I Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil (atas dasar harga konstan 2000) sebesar 0,89 persen, dimana nilai pada triwulan I-2014 sebesar Rp 8.432,09 milyar dan pada triwulan IV- sebesar Rp 8.456,76 milyar. Sedangkan bila triwulan I-2014 dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh 6,63 persen. Melemahnya konsumsi rumah tangga di Triwulan I Tahun 2014 dibanding triwulan IV tahun antara lain disebabkan oleh tidak ada liburan sekolah, tahun ajaran baru maupun perayaan hari raya. Pengeluaran konsumsi rumah tangga didorong oleh pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) anggota legislatif yang secara tidak langsung berdampak pada peningkatan konsumsi rumah tangga. Selain mempengaruhi konsumsi rumah tangga, pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) anggota legislatif juga berimbas pada peningkatan yang cukup signifikan pada konsumsi LNPRT, terutama pengeluaran partai politik dan LSM-LSM atau lembaga-lembaga pemantau pemilu. Atas dasar harga Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei

6 berlaku komponen pengeluaran konsumsi LNPRT mengalami peningkatan dari Rp 439,8 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp 486,0 milyar pada triwulan I Pada kurun waktu yang sama, laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi LNPRT atas dasar harga konstan 2000 juga menguat cukup signifikan sebesar 7,51 persen. Sedangkan, bila triwulan I-2014 dibanding triwulan I- (y-on-y), pengeluaran konsumsi LNPRT mengalami peningkatan sebesar 14,66 persen. Tabel 4 PDRB menurut Komponen Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 (milyar rupiah) Komponen Pengeluaran Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Triw I- Triw IV- Triw I-2014 Triw I- Triw IV- Triw I-2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga , , , , , ,09 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 364,14 439,79 486,01 104,36 111,31 119,66 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah , , , , , ,53 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) , , , , , ,99 5. Perubahan Inventori 1.489,59-938,33-507,95 852,03-466,43-224,38 6. Ekspor Barang dan Jasa 8.232, ,01 10,255, , , ,34 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa , , , , , ,88 PDRB , , , , , ,36 Pola penyerapan anggaran pemerintah baik yang bersumber dari APBN maupun APBD di triwulan I relatif masih sangat rendah. Realisasi penyerapan anggaran pemerintah pusat (APBN) di Triwulan I 2014 baru mencapai 10,71 persen dari total anggaran kurang lebih 18,6 trilyun rupiah. Demikian juga dengan pemerintah daerah (APBD), realisasi penyerapan anggarannya masih di bawah 20 persen. Namun demikian dengan adanya pelaksanaan pemilu legislatif berpengaruh positif terhadap realisasi belanja barang (yang juga menjadi komponen konsumsi pemerintah) di triwulan I Pengeluaran Konsumsi Pemerintah atas dasar harga berlaku turun dari Rp ,9 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp ,5 milyar pada triwulan I Pada kurun waktu yang sama, laju pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah atas dasar harga konstan 2000 turun sebesar 6,93 persen. Sebaliknya, bila triwulan I-2014 dibandingkan dengan triwulan I- (y-on-y), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami peningkatan sebesar 4,69 persen. Realisasi investasi baik PMA maupun PMDN di triwulan I 2014 relatif terjaga, meskipun tumbuh negatif dibandingkan triwulan IV. Dari laporan realisasi penanaman modal PMDN-PMA yang dirilis 6 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei 2014

7 oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tercatat di triwulan I 2014 ada 14 proyek PMDN dan 16 proyek PMA di Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai proyek masing-masing sekitar 356,7 milyar rupiah dan 47,2 Juta US$. Sedangkan realisasi pekerjaan fisik yang dilakukan oleh pemerintah (baik dana APBN maupun APBD) masih sangat kurang dan rata-rata masih dalam tahapan proses lelang. Hal ini yang memicu pertumbuhan PMTB di triwulan I tahun 2014 mengalami kontraksi dibanding triwulan IV. Tercatata. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atas dasar harga berlaku turun dari Rp ,6 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp ,3 milyar pada triwulan I Sedangkan atas dasar harga konstan 2000 PMTB Sulsel triwulan I-2014 juga turun sebesar 5,89 dibanding triwulan IV- yaitu dari Rp 4.518,2 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp 4.252,0 milyar pada triwulan I-. Sedangkan secara y-on-y, pertumbuhan PMTB mencapai 11,48 persen. Namun melemah dibandingkan periode yang sama di tahun yang pertumbuhannya mencapai 12,81 persen. Nilai ekspor atas dasar harga berlaku naik dari Rp 9.871,0 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp ,0 milyar pada triwulan I Sedangkan atas dasar harga konstan 2000 nilai ekspor pada triwulan I-2014 turun sebesar 1,26 persen dibanding triwulan IV-, yaitu dari Rp 6.176,4 milyar menjadi Rp 6.098,3 milyar. Meskipun terjadi kenaikan ekspor luar negeri komoditas nikkel pada triwulan I 2014 dibanding triwulan IV sekitar 6,15 persen, namun beberapa komoditas unggulan lainnya seperti kakao mengalami kontraksi sekitar 30,21 persen dan komoditas ikan dan udang terkontraksi sekitar 37,19 persen. Sedangkan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun (y-on y), nilai ekspor atas dasar harga konstan 2000 triwulan I-2014 naik sebesar 14,60 persen. Tabel 5 Laju Pertumbuhan Komponen-Komponen PDRB Pengeluaran (persen) Komponen Pengeluaran Triwulan I-2014 Terhadap Triwulan IV- Triwulan I-2014 Terhadap Triwulan I- Sumber Pertumbuhan Triwulan I-2014 (q-to-q) Sumber Pertumbuhan Triwulan I-2014 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0,89 6,63 0,47 3,47 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 7,51 14,66 0,05 0,10 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -6,93 4,66 (0,98) 0,62 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) -5,89 11,48 (1,65) 2,86 5. Perubahan Inventori -51,89-126,34 1,5-7,03 6. Ekspor Barang dan Jasa -1,26 14,60-0,48 5,08 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa -11,21-9, ,94 PDRB 2,32 8,03 2,32 8,03 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei

8 Nilai impor Sulawesi Selatan atas dasar harga berlaku turun dari Rp ,4 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp ,4 milyar pada triwulan I Sedangkan atas dasar harga konstan 2000 nilai impor Sulsel juga menurun sebesar 11,21 persen, dari Rp 4.922,8 milyar pada triwulan IV- menjadi Rp 4.370,9 milyar pada triwulan I Penurunan impor luar negeri di triwulan I 2014 terjadi pada komoditas gandum-ganduman, ampas/sisa industri makanan dan bahan bakar mineral masing terkontraksi sebesar 11,57 persen, 44,94 persen dan 37,77 persen. Sedangkan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun, nilai impor atas dasar harga konstan 2000 triwulan I-2014 turun sebesar 9,32 persen. Tabel 6 Struktur PDRB menurut Komponen Pengeluaran Tahun , Triwulan I-, Triwulan IV- dan Triwulan I-2014 (persen) Komponen Pengeluaran Triw I Triw IV Triw I 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 48,19 47,09 48,04 48,18 47,60 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,77 0,78 0,85 0,93 0,98 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 29,43 31,90 32,46 35,72 33,18 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 23,64 27,55 28,00 32,15 29,79 5. Perubahan Inventori 1,73 1,86 3,47-1,97-1,03 6. Ekspor Barang dan Jasa 21,96 19,90 19,20 20,77 20,78 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 25,71 29,88 32,02 35,77 31,30 PDRB 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap PDRB, yaitu 47,60 persen (triwulan I-2014), turun sekitar 0,58 poin dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (48,18 persen). Sementara kontribusi komponen pengeluaran konsumsi LNPRT, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), pada triwulan I-2014 masing-masing sebesar 0,98 persen, 33,18 persen dan 29,79 persen. Sedangkan kontribusi ekspor sebesar 20,78 persen dan impor 31,30 persen. 8 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei 2014

9 GLOSARIUM Pertumbuhan ekonomi q-to-q: PDRB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Misalnya, triwulan I-2012 dibandingkan dengan triwulan IV Pertumbuhan ekonomi y-on-y: PDRB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Misalnya, triwulan I-2012 dibandingkan dengan triwulan I Investasi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dicerminkan dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Sumber pertumbuhan (source of growth) menunjukkan sektor atau komponen pengeluaran dalam PDRB yang menjadi penggerak pertumbuhan. Untuk memperoleh sumber-sumber pertumbuhan, laju pertumbuhan ekonomi ditimbang/dikalikan dengan masing-masing sumbangan (share) sektor atau komponen pengeluaran terhadap PDRB. Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Selatan No. 26/05/73/Th. VIII, 5 Mei

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 63/11/73/Th. VIII, 5 November 2014 EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN III TUMBUH SEBESAR 6,06 PERSEN Perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan III tahun 2014 yang diukur

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 No. 68/11/33/Th.VIII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014 No. 40/08/36/Th.VIII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN II-2014 PDRB Banten triwulan II tahun 2014, secara quarter to quarter (q to q) mengalami pertumbuhan sebesar 2,17 persen,

Lebih terperinci

KINERJA PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN II 2014

KINERJA PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN II 2014 BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 46/08/73/Th. VIII, 5 Agustus 2014 KINERJA PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN II 2014 Perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan II tahun 2014 yang dihitung berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 No. 47/08/72/Thn XVII, 05 Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II TAHUN Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013 No. 09/02/36/Th. VIII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN IV TAHUN 2013 Secara total, perekonomian Banten pada triwulan IV-2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 No.43/08/33/Th.V, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 PDRB Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2011 meningkat sebesar 1,8 persen dibandingkan triwulan I tahun 2011 (q-to-q).

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 No. 28/05/72/Thn XVII, 05 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 Perekonomian Sulawesi Tengah triwulan I-2014 mengalami kontraksi 4,57 persen jika dibandingkan dengan triwulan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 11/02/73/Th. VIII, 5 Februari 2014 EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN IV 2013 BERKONTRAKSI SEBESAR 3,99 PERSEN Kinerja perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan IV tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.I, 15 Nopember 2007 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN III TH 2007 TUMBUH 0,7 PERSEN Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 No.51/08/33/Th.VIII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 11/02/72/Th. XVII. 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2013 yang diukur dari persentase kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/05/72/Thn XIV, 25 Mei 2011 PEREKONOMIAN SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2011 MENGALAMI KONTRAKSI/TUMBUH MINUS 3,71 PERSEN Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013 No. 45/08/72/Th. XVI, 02 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/02/72/Th. XIV. 7 Februari 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2010 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 20

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 20 No. 10/02/63/Th XIV, 7 Februari 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 20 010 Perekonomian Kalimantan Selatan tahun 2010 tumbuh sebesar 5,58 persen, dengan n pertumbuhan tertinggi di sektor

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2014 No. 048/08/63/Th XVIII, 5Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- Ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II- tumbuh sebesar 12,95% dibanding triwulan sebelumnya (q to q) dan apabila

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 24/05/14/Th.XV, 5 Mei 2014 PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan I tahun 2014, yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000, mengalami

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012 No. 27/05/72/Thn XV, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2012 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 38/08/14/Th.XIV, 2 Agustus 2013 PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas Triwulan II Tahun 2013 mencapai 2,68 persen Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan II tahun 2013, yang diukur dari

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN I/2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN I/2014 No.29/05/71/Th. VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN I/2014 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN III-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN III-2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN III-2014 No. 53/11/36/Th.VIII, 5 November 2014 PDRB Banten triwulan III 2014, secara quarter to quarter (q to q) mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen, melambat

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014 No.22/05/36/Th.VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TRIWULAN I-2014 PDRB Banten triwulan I tahun 2014, secara quarter to quarter (q to q) tumbuh positif 0.87 persen, setelah triwulan sebelumnya

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No.24/05/33/Th.IV, 10 Mei 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2010 PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2010 meningkat sebesar 6,5 persen dibandingkan triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2012

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2012 No. 61/11/72/Th. XV, 05 November 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2012 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas

Lebih terperinci

ESI TENGAH. sedangkan PDRB triliun. konstruksi minus. dan. relatif kecil yaitu. konsumsi rumah modal tetap. minus 5,62 persen.

ESI TENGAH. sedangkan PDRB triliun. konstruksi minus. dan. relatif kecil yaitu. konsumsi rumah modal tetap. minus 5,62 persen. No. N 28/05/72/Th. XVI, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAW ESI TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2013 Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/2014 No. 63/11/72/Th. XVII, 05 November PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III/ Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.II, 17 Nopember 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN III TH 2008 TUMBUH 1,1 PERSEN Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 No.29/05/33/Th.VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2014 mencapai

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TRIWULAN II-2013

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TRIWULAN II-2013 No. 37/08/91/Th. VII, 02 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TRIWULAN II-2013 Besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2013 mencapai Rp 11.972,60 miliar, sedangkan menurut harga

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA No. 27 / VIII / 16 Mei 2005 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PDB INDONESIA TRIWULAN I TAHUN 2005 TUMBUH 2,84 PERSEN PDB Indonesia pada triwulan I tahun 2005 meningkat sebesar 2,84 persen dibandingkan triwulan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2014 No. 32/05/35/Th. XIV, 5 Mei 2014 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2014 (y-on-y) mencapai 6,40

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 No. 19/05/31/Th. X, 15 Mei 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2008 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2008

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2008 BADAN PUSAT STATISTIK No.43/08/Th. XI, 14 Agustus PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA No. 18/05/31/Th. XI, 15 Mei 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2009 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2009 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

No.11/02/63/Th XVII. 5 Februari 2014

No.11/02/63/Th XVII. 5 Februari 2014 No.11/02/63/Th XVII. 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2013 Secara triwulanan, PDRB Kalimantan Selatan triwulan IV-2013 menurun dibandingkan dengan triwulan III-2013 (q-to-q)

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010 BADAN PUSAT STATISTIK No. 31/05/Th. XIII, 10 Mei 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010 TUMBUH MENINGKAT 5,7 PERSEN Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAMBI TAHUN 2009

PERTUMBUHAN EKONOMI JAMBI TAHUN 2009 No. 09/02/15/Th. IV, 10 Februari 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI JAMBI TAHUN Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi pada tahun meningkat sebesar 6,4 persen dibanding tahun 2008. Peningkatan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III-2009

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III-2009 BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06 /11/33/Th.III, 10 Nopember 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III-2009 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada triwulan III-2009 meningkat sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 19/05/14/Th.XI, 10 Mei PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas y-on-y Triwulan I Tahun sebesar 5,93 persen Ekonomi Riau dengan migas pada triwulan I tahun mengalami kontraksi sebesar 1,19

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 32/05/35/Th. XI, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2013 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2013 (y-on-y) mencapai 6,62

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO. PDRB Gorontalo Triwulan III-2013 Naik 2,91 Persen

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO. PDRB Gorontalo Triwulan III-2013 Naik 2,91 Persen No. 62/11/75/Th. VII, 6 November 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO PDRB Gorontalo Triwulan III-2013 Naik 2,91 Persen PDRB Provinsi Gorontalo triwulan III-2013 naik 2,91 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-2011

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-2011 No. 43/08/63/Th XV, 05 Agustus 20 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II-20 Ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II-20 tumbuh sebesar 5,74 persen jika dibandingkan triwulan I-20 (q to q)

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA No. 52/ V / 15 Nopember 2002 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA INDONESIA TRIWULAN III TAHUN 2002 TUMBUH 2,39 PERSEN Indonesia pada triwulan III tahun 2002 meningkat sebesar 2,39 persen terhadap triwulan II

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN III TAHUN 2010

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN III TAHUN 2010 No. 46/11/51/Th. IV, 5 Nopember PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN III TAHUN PDRB Provinsi Bali I meningkat sebesar 2,65 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Peningkatan terjadi di hampir semua

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 49/08/73/Th. IX, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015 EKONOMI SULAWESI SELATAN TRIWULAN II-2015 TUMBUH 7,62 PERSEN MENINGKAT DIBANDING TRIWULAN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I- 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I- 2013 No. 027/05/63/Th XVII, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I- 2013 Perekonomian Kalimantan Selatan triwulan 1-2013 dibandingkan triwulan 1- (yoy) tumbuh sebesar 5,56 persen, dengan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2017

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2017 No. 31/05/51/Th. XI, 5 Mei 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2017 EKONOMI BALI TRIWULAN I-2017 TUMBUH SEBESAR 5,75% (Y-ON-Y) NAMUN MENGALAMI KONTRAKSI SEBESAR 1,34% (Q-TO-Q) Total perekonomian Bali

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK No. 07/02/53/TH.XVII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR 5,62 Y on Y 2,37 Q to Q Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan IV 2013 Tumbuh sebesar 5,62% (Y on Y) dan 2,37%

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 SEBESAR -3,30 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 SEBESAR -3,30 PERSEN BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 SEBESAR -3,30 PERSEN No. 44/08/34/Th. XV, 2 Agustus 2013 Pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013 No.23/05/31/Th. XV, 6 Mei 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2013 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK

BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK No. 50/08/Th.XII, 10 Agustus 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2009 Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NTB No. 13/02/52/Th.IX, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014 TUMBUH 5,06 PERSEN Perekonomian Provinsi

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 07/08/53/TH.XVI, 2 AGUSTUS PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR LAJU PEREKONOMIAN NTT TRIWULAN I - 5,42 % (Y on Y) atau 4,67 % (Q to Q) 5,42

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 41/11/31/Th. X, 17 November 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2008 yang diukur berdasarkan PDRB

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2008 No. 06/05/33/Th.II, 15 Mei 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2008 PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN I TH 2008 TUMBUH 5,2 PERSEN PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2008 meningkat sebesar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TAHUN 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA No. 10/02/94/Th. X, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TAHUN 2016 EKONOMI PAPUA TAHUN 2016 TUMBUH 9,21 PERSEN TUMBUH LEBIH CEPAT DIBANDING TAHUN LALU Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011 BADAN PUSAT STATISTIK No. 31/05/Th. XIV, 5 Mei 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011 TUMBUH 6,5 PERSEN Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 06/05/33/Th.III, 15 Mei 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2009 PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN I TH 2009 TUMBUH 5,5 PERSEN PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun

Lebih terperinci

No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014

No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014 No. 64/11/13/Th.XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III 2014 Perekonomian Sumatera Barat yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III/2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III/2014 No. 68/11/71/Th. VIII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III/2014 Perekonomian Sulawesi Utara yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada ulan III/2014

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 64/11/61/Th. XVII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN III-2014 EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN III-2014 TUMBUH 4,45 PERSEN Besaran Produk

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2017 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 52/08/35/Th.XV, 7 Agustus 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2017 EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2017 TUMBUH 5,03 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN II-2016 Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013 No. 09/02/31/Th. XVI, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 SEBESAR 6,30 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 SEBESAR 6,30 PERSEN BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 16/05/34/Th. X, 15 Mei 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008 SEBESAR 6,30 PERSEN Pertumbuhan ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 10/02/14/Th.XV, 5 Februari 2014 PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas Tahun 2013 mencapai 6,13 persen Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan IV tahun 2013, yang diukur dari Produk Domestik

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No. 20/05/Th.XVII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN I TAHUN 2014 Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan I-2014 secara triwulanan (q-to-q) terjadi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 No. 37/08/31/Th. XV, 2 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II/2013 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 26/05/61/Th. XV, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I-2012 EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 6,0 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2014 No. 63/08/Th. XVII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2014 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2014 TUMBUH 5,12 PERSEN Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 10/02/73/Th. IX, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016 EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016 TUMBUH 7,41 PERSEN PDRB MENURUT

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014 No. 06/2/62/Th. IX, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014 EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014 TUMBUH 6,21 PERSEN MELAMBAT SEJAK LIMA TAHUN TERAKHIR Perekonomian Kalimantan Tengah

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 21/05/14/Th.XII, 5 Mei PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas Triwulan I Tahun mencapai 7,51 persen Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan I tahun, yang diukur dari kenaikan Produk Domestik

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009 No. 04/02/63/Th XIII, 10 Februari 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009 Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2009 meningkat sebesar 5,01 persen terhadap tahun 2008, terjadi pada

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 05/08/33/Th.III, 10 Agustus 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN II TH 2009 TUMBUH 1,8 PERSEN Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2015 No. 13/02/71/Th. X, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2015 PEREKONOMIAN SULAWESI UTARA TAHUN 2015 TUMBUH 6,12 PERSEN Perekonomian Sulawesi Utara tahun 2015 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR

BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 31/05/35/Th. X, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2012 Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2012 (c-to-c) mencapai 7,19 persen Ekonomi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 No.05/02/33/Th.III, 16 Februari 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 PDRB Jawa Tengah triwulan IV/2008 menurun 3,7 persen dibandingkan dengan triwulan III/2007 (q-to-q), dan bila dibandingkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I TAHUN 2014 No. 30/05/51/Th. VIII, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I TAHUN 2014 Pada Triwulan I-2014, PDRB Bali mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 0,39 persen dibanding Triwulan IV- (quarter

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 38/08/61/Th. XIII, 5 Agustus 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN II TAHUN 2010 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat triwulan II-2010 menurun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017 No. 27/05/72/Th.XX, 5 Mei 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017 EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017 TUMBUH 3,91 PERSEN DIBANDING TRIWULAN I-2016 Perekonomian Sulawesi Tengah yang

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015 No. 78/11/71/Th. IX, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015 PEREKONOMIAN SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015 TUMBUH 6,28 PERSEN Perekonomian Sulawesi Utara Triwulan III-2015 yang

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH No.12/02/33/Th.VII, 5 Februari 2013 PERTUMBUHAN PDRB JAWA TENGAH TAHUN 2012 MENCAPAI 6,3 PERSEN Besaran PDRB Jawa Tengah pada tahun 2012 atas dasar harga berlaku mencapai

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2013 No. 046/08/63/Th XVII, 2 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2013 Ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2013 tumbuh sebesar 13,92% (q to q) dan apabila dibandingkan dengan

Lebih terperinci

BADAN PUSAT SATISTIK PROPINSI KEPRI

BADAN PUSAT SATISTIK PROPINSI KEPRI BADAN PUSAT SATISTIK PROPINSI KEPRI No. 96/02/21/Th. IV / 16 Februari 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU PDRB KEPRI TAHUN 2008 TUMBUH 6,65 PERSEN PDRB Kepri pada tahun 2008 tumbuh sebesar 6,65 persen,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH SEMESTER I

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH SEMESTER I BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No. 37/08/Th.XX, 7 Agustus 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH SEMESTER I - 2017 EKONOMI ACEH SEMESTER I-2017 DENGAN MIGAS NAIK 3,67 PERSEN, TANPA MIGAS TUMBUH 3,54 PERSEN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I TAHUN 2014 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 34/05/21/Th. IX, 5 Mei 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I TAHUN 2014 A. PDRB PROVINSI KEPULAUAN RIAU MENURUT SEKTOR EKONOMI PDRB KEPRI

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012 No. 09/02/91/Th. VII, 05 Februari 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2012 Ekonomi Papua Barat tahun 2012 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat sebesar 15,84

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2008 SEBESAR 5,02 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2008 SEBESAR 5,02 PERSEN BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 08/02/34/Th. XI, 16 Februari 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2008 SEBESAR 5,02 PERSEN ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH EKONOMI ACEH SELAMA TAHUN DENGAN MIGAS TUMBUH 3,31 PERSEN, TANPA MIGAS TUMBUH 4,31 PERSEN. Perekonomian Aceh

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PDRB TRIWULAN II-2009 KALIMANTAN SELATAN

PERKEMBANGAN PDRB TRIWULAN II-2009 KALIMANTAN SELATAN No. 026/08/63/Th.XII, 10 Agustus 2009 PERKEMBANGAN PDRB TRIWULAN II-2009 KALIMANTAN SELATAN Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2009 terhadap triwulan I-2009 (q to q) mencapai angka 16,68 persen. Pertumbuhan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 30/08/31/Th.IX, 15 AGUSTUS 2007 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2007 yang diukur berdasarkan PDRB atas

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2013 No. 09/02/91/Th. VIII, 05 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2013 Ekonomi Papua Barat tahun 2013 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat sebesar 9,30

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2007

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2007 BPS PROVINSI D.K.I. JAKARTA PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2007 No. 17/05/31/Th.IX, 15 MEI 2007 Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I tahun 2007 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 31/08/31/Th. X, 14 Agustus 2008 PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2008 Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2008 yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2009 SEBESAR 3,88 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2009 SEBESAR 3,88 PERSEN BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 19/05/34/Th.XI, 15 Mei 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2009 SEBESAR 3,88 PERSEN Pertumbuhan ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No. 51/11/Th.XIX, 7 November PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III - EKONOMI ACEH TRIWULAN III TAHUN DENGAN MIGAS TUMBUH 2,22 PERSEN, TANPA MIGAS TUMBUH 3,31 PERSEN

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 27/05/61/Th. XVII, 5 Mei PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I- EKONOMI KALIMANTAN BARAT TUMBUH 4,69 PERSEN Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN 2015 BPS PROVINSI JAWA BARAT 10/02/32/Th. XVIII, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN TUMBUH 5,03 PERSEN Perekonomian Jawa Barat tahun yang diukur berdasarkan Produk

Lebih terperinci