Telkom Ada Untuk Indonesia

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Telkom Ada Untuk Indonesia"

Transkripsi

1 Telkom Ada Untuk Indonesia Laporan Tahunan PKBL PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 2013 Broadband for a Better Future Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 1 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 1 3/12/ :15:42 AM

2 2 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 2 3/12/ :15:42 AM

3 Laporan Tahunan PKBL PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 2013 Broadband for a Better Future AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 1 3/12/ :15:42 AM

4 Daftar Isi 14 Telkom PKBL: Memberdayakan Komunitas Sosial Ekonomi Dan Lingkungan 44 INTERVIEW Nur Hassim Rusdi SGM Telkom CDC 28 REALISASI PKBL Telkom Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 2 3/12/ :15:50 AM

5 Highlight Realisasi PKBL CEO Notes: Telkom Ada untuk Indonesia 6 Profil Telkom: Mempelopori Masyarakat Digital Indonesia 8 International Expansion 10 Visi, Misi, Corporate Culture: The New Telkom Way 10 Inisiatif Strategis 10 Board of Commissioners 12 Board of Directors 14 Telkom PKBL: Memberdayakan Komunitas Sosial Ekonomi dan Lingkungan 16 Struktur Organisasi Telkom CDC 19 Jajaran Manajemen Telkom CDC 19 Peta CD Area 20 Good Corporate Governance 24 Realisasi PKBL Telkom Mahakarya Telkom Indonesia: Broadband Learning Center Merah Putih 34 Kegiatan BLC Merah Putih Interview Senior General Manager CDC Nur Hassim Rusdi: PKBL Amanah yang Harus Dijaga 44 Kegiatan PKBL Telkom Opini: Perlu Pergeseran Paradigma Penanganan PKBL 51 Laporan Keuangan PKBL Telkom CDC MAHAKARYA INDONESIA BROADBAND LEARNING CENTER MERAH PUTIH PKBL Telkom 2013 TIM PENGAWAS: Direktur Human Capital Management PENANGGUNG JAWAB: SGM CDC NARASUMBER: Para SM CDC TIM PENYUSUN: Bidang Perencanaan dan Pengendalian CDC DESAIN: Eril Athalah Farisy FOTOGRAFER: Dedi Setio P EDITOR: Yeddy Hendrawan Untuk permintaan, pertanyaan, masukan dan komentar atas laporan ini dapat menghubungi: TELKOM COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER Graha Merah Putih Lt. 6 Jl. Japati No. 1 Bandung Tel. (62-22) Fax. (62-22) Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 3 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 3 3/12/ :15:56 AM

6 Highlight Realisasi PKBL 2013 Total Penyaluran Program Kemitraan: Total Penyaluran Program Bina Lingkungan: Tingkat Kolektibilitas Angsuran Program Kemitraan: 118,19M 55,76M 276,64M Jumlah Penyaluran Program Kemitraan per Wilayah Menurut Sektor Usaha Periode Januari 2013 s.d Desember 2013 (dalam Rp Juta) No Wilayah Binaan Sektor Industri Sektor Perdagangan Sektor Pertanian Sektor Peternakan Sektor Perkebunan Sektor Perikanan Sektor Jasa Sektor Lainnya Jumlah (Rp Juta) 1 Aceh 331,80 809,40 193,80 30,0-64,80 270, ,80 2 Bangka Belitung 186, ,90 50,00 35,00 60,00 21,00 383, ,50 3 Bengkulu 21, , ,60 343, ,50 4 Jambi 224, ,60-49,80-386,40 486, ,20 5 Lampung 284,20 689, ,00 344, ,40 6 Riau Daratan 158,80 734, ,00 249,00 302, ,80 7 Riau Kepulauan 534, ,40-15,00 79,80-867, ,10 8 Sumatera Barat 260, ,10-169,80-25,00 359, ,50 9 Sumatera Selatan 388, , ,00 24,00 696, ,80 10 Sumatera Utara 553, ,25 63,00 750,00 60,00 35,40 493, ,00 11 Banten 311, ,90 69, ,00 344, ,40 12 DKI Jakarta 1.872, , , , ,60 13 Jawa Barat 4.797, ,50 517,80 407,10 19, , , ,83 14 DI Yogyakarta 568,70 827,50 463,00 418,80 211,50-485, ,60 15 Jawa Tengah 2.112, ,90 235,50 712,30 49,50 66, ,15 289, ,90 16 Jawa Timur/Madura 4.633, ,96 386,20 755,30-509, , ,34 17 Kalimantan Barat 339, ,00 80,00 209,55 239,80 30,00 902, ,65 18 Kalimantan Selatan 241, ,85-135,00-30,00 756, ,20 19 Kalimantan Tengah 321, ,90 50,00 397, , ,80 20 Kalimantan Timur 702, ,80 95,00 50,00 272,80 180, , ,70 21 Bali 678, ,40 49,50-934,65 190, ,00 22 Gorontalo 214,80 462, ,00-824,30 23 Maluku - 157, ,95-222,75 24 Maluku Utara 52,80 664, ,80 148,80-939,60 25 NTB 284,85 739,55-79, , ,05 26 NTT 120,15 238,45-153,50-48,60 323,80-884,50 27 Papua Barat Papua Timur - 470, ,90 35,00 855,90 29 Sulbar 75,30 482,50-10, , Sulsel 256,20 899,92-63, ,20-1,547,92 31 Sulteng 214,40 465,60 175,00-25,00-330,30-1,210,30 32 Sultra 99,60 626, ,00-740,20 33 Sulut 149,40 440,70 49,80-49,50 49,80 448, ,15 Jumlah Total , , , , , , ,15 515, ,59 4 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 4 3/12/ :15:56 AM

7 REALISASI PROGRAM BINA LINGKUNGAN 2013 (dalam Rp Juta) Total Dana Pembinaan Program Kemitraan: 6,25M Total Dana PKBL Yang Disalurkan: Jumlah Mitra Binaan per Wilayah Menurut Sektor Usaha Periode Januari s.d Desember 2013 No Wilayah Binaan Sektor Industri Sektor Perdagangan Sektor Pertanian 180,21M Sektor Peternakan Sektor Perkebunan Sektor Perikanan Sektor Jasa Sektor Lainnya Jumlah 1.466, , , ,11 498, ,25 (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) 1 Aceh Bangka Belitung Bengkulu Jambi Lampung Riau Daratan Riau Kepulauan Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Banten DKI Jakarta Jawa Barat DI Yogyakarta Jawa Tengah Jawa Timur/Madura Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Bali Gorontalo Maluku Maluku Utara NTB NTT Papua Barat Papua Timur Sulbar Sulsel Sulteng Sultra Sulut Jumlah Total REALISASI PROGRAM BINA LINGKUNGAN PERIODE JANUARI S.D DESEMBER 2013 (dalam Rp Juta) Bantuan Kepada Korban Bencana Alam 1.466,21 Bantuan Peningkatan Pendidikan Dan Pelatihan Masyarakat ,56 Bantuan Peningkatan Kesehatan Masyarakat 5.371,84 Bantuan Pengembangan Prasarana Dan Sarana Umum Masyarakat 5.544,07 Bantuan Peningkatan Kegiatan Keagamaan ,11 Bantuan Pelestarian Alam 498,41 Bantuan Pengentasan Kemiskinan 6.631,25 Jumlah ,46 Biaya Operasional (BOP) 2.013,01 Total Penyaluran Bina Lingkungan 55,76 M Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 5 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 5 3/12/ :15:57 AM

8 CEO Notes Telkom Ada Untuk Indonesia Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Keberhasilan sebuah perusahaan selain dinilai dari kinerja keuangan dan kualitas pelayanan terbaiknya, perusahaan juga dinilai dari sejauh mana penerapan Good Corporate Governance (GCG), serta bagaimana perusahaan tersebut menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Bagi kami keberhasilan dalam melaksanakan GCG dan pengabdian terhadap masyarakat sama pentingnya dengan keberhasilan kinerja keuangan. Hal ini sejalan dengan kesadaran bahwa Telkom ada untuk Indonesia. Telkom hanya akan dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila masyarakat dimana kami berada dapat lebih sejahtera dan mandiri. Pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan Telkom tersebut, antara lain diimplementasikan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Program ini kami lakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Bangsa Indonesia. Realisasi PKBL Tahun 2013 Dapat kami sampaikan, melalui pelaksanaan Program Kemitraan, pada tahun 2013 Telkom telah menyalurkan dana sebesar Rp 118,19 miliar, dana tersebut diserap oleh sebanyak mitra binaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Bidang usaha yang digeluti oleh mitra binaan bervariasi, mulai dari sektor perdagangan, perindustrian, pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, jasa dan sektor lainnya. Mendukung penyaluran bantuan Program Kemitraan tersebut di atas, kami juga memberikan dukungan melalui penyelenggaran pelatihan dengan berbagai macam fokus, antara lain Pembukuan, Perpajakan, Kewirausahaan, Motivasi, Customer Service serta pelatihan tentang Prosedur Ekspor. Guna membantu memajukan para Mitra Binaan, selain menyalurkan bantuan berupa dana bergulir, kami juga memberikan bantuan promosi kepada para Mitra Binaan dalam bentuk pameran, dimana selama tahun 2013 kami telah berhasil mengikutsertakan beberapa Mitra Binaan dalam berbagai pameran berskala nasional maupun internasional. Adapun untuk program Bina Lingkungan, di tahun 2013 ini kami telah menyalurkan dana sebesar Rp 55,76 miliar. Program Bina Lingkungan dilaksanakan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat akan pemecahan masalah sosial, melalui penyediaan dan perbaikan fasilitas kesehatan, pendidikan dan pelatihan, pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana ibadah, penyediaan sarana umum, pelestarian alam, pengentasan kemiskinan serta pemberian bantuan untuk korban bencana. Melalui program Bina Lingkungan, berkat kesungguhan kami untuk mensosialisasikan penggunaan internet broadband, kami telah melahirkan mahakarya, berupa Mahakarya Broadband Learning Center Merah Putih (BLC Merah Putih). Kami percaya kehadiran fasilitas broadband terutama di daerah-daerah terpencil selain akan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan Information & Communication Technology (ICT), juga dapat meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat sekaligus mempercepat kemandirian masyarakat serta mengurangi kesenjangan digital. Fokus PKBL Tahun 2014 Pelaksanaan PKBL Telkom di tahun 2014 akan tetap selaras dengan komitmen perusahaan untuk memberikan timbal balik yang positif kepada lingkungan. Ke depan, PKBL Telkom diarahkan untuk menjadikan UMK Tangguh dan Mandiri berbasis ICT, berwawasan internasional serta menumbuhkan masyarakat industri kreatif dengan mendukung pembentukan Creative Center dan Creative Camp. Akhirnya, kami berharap Laporan Tahunan PKBL PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Tahun 2013 ini bisa dijadikan pegangan bagi para pemangku kepentingan bahwa kami terus berupaya memperbaiki pelaksanaan PKBL dan kami selalu peduli kepada masyarakat. Wassalam, Jakarta, Maret 2014 Arief Yahya Direktur Utama 6 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 6 3/12/ :15:59 AM

9 Arief Yahya Direktur Utama Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 7 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 7 3/12/ :16:02 AM

10 Profil Telkom PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Mempelopori Masyarakat Digital Indonesia Telkom merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah Indonesia dan karenanya tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Dengan statusnya sebagai Perusahaan milik negara yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia sedangkan sisanya dikuasai oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di BEI, NYSE, LSE dan Public Offering Without Listing (POWL) di Jepang. Kemajuan teknologi berbasis pita lebar (broadband) semakin mempersempit jarak antara penggunanya. Melalui teknologi broadband memberikan pilihan luas bagi masyarakat untuk membangun komunikasi dengan mitranya di daerah atau negara lain dengan sangat efektif dan biaya yang sangat efisien dibandingkan dengan menghubunginya via layanan telekomunikasi biasa. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memanfaatkan peluang ini dengan memperkuat infrastruktur berbasis broadband untuk mendukung inovasi layanan dan produknya menuju Information, Media, Edutainment & Services (IMES). Tak hanya membuka sumber-sumber pendapatan baru bagi Perusahaan, fokus Telkom pada penyelenggaraan IMES juga merupakan sumbangsih Telkom pada kemajuan ekonomi dan kecerdasan bangsa. Telkom ada untuk Indonesia Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2013, Telkom melakukan penyegaran warna dari biru-kuning menjadi merah-putih. Penampilan logo baru ini mencerminkan komitmen Telkom, untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia serta semangat baru Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi nasional hingga internasional. Penampilan logo baru tersebut mencakup perubahan logo secara menyeluruh dan terintegrasi dengan empat aspek dasar perusahaan, yaitu transformasi bisnis, infrastruktur, sistem dan model operasi serta sumber daya manusia. Filosofi Warna Logo Telkom Merah Berani, Cinta, Energi, Ulet: Mencerminkan spirit Telkom untuk selalu optimis dan berani dalam menghadapi tantangan dan perubahan; Putih Suci, Damai, Cahaya: Bersatu; Mencerminkan spirit Telkom untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa; Hitam Warna Dasar: Melambangkan kemauan keras; dan Abu Warna Transisi: Melambangkan teknologi. 8 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 8 3/12/ :16:05 AM

11 Berikut ini adalah definisi layanan TIMES: TELECOMMUNICATION Telekomunikasi merupakan bagian bisnis legacy Telkom. Sebagai ikon bisnis perusahaan, Telkom melayani sambungan telepon kabel tidak bergerak Plain Ordinary Telephone Service (POTS), telepon nirkabel tidak bergerak, layanan komunikasi data, broadband, satelit, penyewaan jaringan dan interkoneksi, serta telepon seluler yang dilayani oleh Anak Perusahaan Telkomsel. Layanan telekomunikasi Telkom telah menjangkau beragam segmen pasar mulai dari pelanggan individu sampai dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta korporasi. INFORMATION Layanan informasi merupakan model bisnis yang dikembangkan Telkom dalam ranah New Economy Business (NEB). Layanan ini memiliki karakteristik sebagai layanan terintegrasi bagi kemudahan proses kerja dan transaksi yang mencakup Value Added Services ( VAS ) dan Managed Application/IT Outsourcing ( ITO ), e-payment dan IT enabler Services (ITeS). MEDIA Media merupakan salah satu model bisnis Telkom yang dikembangkan sebagai bagian dari NEB. Layanan media ini menawarkan Free To Air (FTA) dan Pay TV untuk gaya hidup digital yang modern. EDUTAINMENT Edutainment menjadi salah satu layanan andalan dalam model bisnis NEB Telkom dengan menargetkan segmen pasar anak muda. Telkom menawarkan beragam layanan di antaranya Ring Back Tone (RBT), SMS Content, portal dan lain-lain. SERVICES Services menjadi salah satu model bisnis Telkom yang berorientasi kepada pelanggan. Ini sejalan dengan Customer Portfolio Telkom kepada pelanggan Personal, Consumer/Home, SME, Enterprise, Wholesale, dan Internasional. Komitmen Telkom untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Bersamaan dengan diperkenalkannya penampilan logo baru, Telkom mempersembahkan tiga Mahakarya untuk Indonesia, yakni Telkomsel, Indonesia Digital Network dan International Expansion. Mendukung MP3EI Presiden Republik Indonesia telah mencanangkan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang tujuannya adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur dengan mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berimbang, berkeadilan dan berkelanjutan. Dalam kaitannya dengan MP3EI ini, sebagai satu-satunya flag carrier dalam industri TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services) di Indonesia, Telkom bertekad memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia dan bahkan bagi semesta alam! Mahakarya Telkom untuk Indonesia Telkom melalui Indonesia Digital Network 2015 mendorong pengembangan ekonomi dengan pengembangan infrastruktur seluruh kawasan Indonesia. Ketersediaan infrastruktur telekomunikasi terutama infrastruktur layanan broadband merupakan salah satu pendorong pengembangan ekonomi. Oleh karena itu Telkom mengembangkan infratsruktur broadband melalui Indonesia Digital Network 2015 (IDN 2015), yang merupakan Mahakarya Telkom Indonesia. Tiga Mahakarya untuk Indonesia, yakni Telkomsel, Indonesia Digital Network dan International Expansion. Selain IDN 2015, Mahakarya Telkom Indonesia lainnya adalah International Expansion dan Telkomsel. Dalam konteks Mahakarya Merah Putih untuk Indonesia pada 17 Agustus 2013, Telkomsel telah menetapkan 3 hal, yaitu Kota Broadband Indonesia (KBI), Aplikasi Lokal Tuan Rumah di negeri sendiri, dan Mobile GraPARI untuk Indonesia; sedangkan untuk ekspansi international Telkom telah masuk ke Hong Kong, Timor Leste, Australia dan Malaysia. Dalam waktu dekat Telkom akan melangkah lebih jauh untuk ekspansi ke beberapa negara lain di Asia dan Timur Tengah. Dengan tetap mengacu kepada filosofi Telkom Corporate, yaitu Always The Best sebuah keyakinan dasar untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dilakukan dan senantiasa memperbaiki hal-hal yang biasa menjadi sebuah kondisi yang lebih baik, dan pada akhirnya akan membawanya menjadi yang terbaik. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 9 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 9 3/12/ :16:05 AM

12 International Expansion Hong Kong Vietnam Myanmar Malaysia Singapore Timor Leste Australia our vision To become a leading Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services (TIMES) Player in the Region our mission To Provide TIME Services with Excellent Quality & Competitive Price. To be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation. 10 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 10 3/12/ :16:06 AM

13 Inisiatif strategis Pusat keunggulan Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio Percepatan implementasi broadband melalui layanan konvergen Pengelolaan portofolio nirkabel Mengintegrasikan solusi ekosistem Telkom Group Berinvestasi di layanan teknologi informasi Berinvestasi di bisnis media dan edutainment Berinvestasi di bisnis wholesale dan bisnis internasional yang strategis Memaksimalkan nilai aset di bisnis yang saling terkait Mengintegrasikan Next Generation Network (NGN) dan Operational Support System, Business Support System, Customer Support System and Enterprise Relations Management (OBCE) untuk mencapai penyempurnaan beban. Corporate Culture: The New Telkom Way Basic Belief: Always The Best Core Values: Solid, Speed, Smart Key Behaviours: Imagine, Focus, Action Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 11 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 11 3/12/ :16:06 AM

14 Board of Commissioners Jusman Syafii Djamal Komisaris Utama Jusman Syafii Djamal, menjabat sebagai Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sejak 1 Januari Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) PT Cardig Aero Services Tbk, Komisaris Utama (Independen) PT Toba Bara Sejahtera Tbk, Komisaris Utama (Independen) PT Mandala Airline dan Chairman Matsushita Gobel Foundation. Sejak 20 Mei 2011 ditunjuk oleh Presiden RI menjadi anggota Komite Inovasi Nasional (Think Tank of the President of the Republic Indonesia on Innovation Policy). Pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan pada Kabinet Indonesia Bersatu Pertama ( ) dan anggota Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (2007), untuk mengevaluasi dan menemukan root causes tragedi kecelakaan transportasi di sektor Angkutan Udara, Angkutan Pelayaran/Laut, Kereta Api dan Jalan Raya. Penerima Bintang Jasa Nararya Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus Penulis Buku Grand Techno Economic Strategy Siasat Memicu Produktivitas (Penerbit Mizan, 2009). Meraih gelar Sarjana Teknik Mesin di bidang Aeronautical Engineering dari Institut Teknologi Bandung (1983). Johnny Swandi Sjam Komisaris Independen Johnny Swandi Sjam, menjabat sebagai Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sejak 1 Januari Saat ini juga sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Infrastruktur dan Jasa Telekomunikasi pada Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Indonesia. Sebelumnya pernah menjabat antara lain sebagai Komisaris PT Inti (Persero) ( ), Direktur Utama PT Indosat Tbk ( ) dan Direktur PT Indosat Tbk ( ), Presiden Direktur Satelindo ( ), dan beberapa jabatan penting lain di entitas anak Indosat seperti Satelindo, Sisindosat dan Intikom ( ). Memiliki gelar Diploma III bidang Ahli Teknik Komputer dari Institut Teknologi Bandung, Diploma IV bidang Manajemen Industri dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri Departemen Perindustrian, gelar Sarjana bidang Manajemen Informatika dari Universitas Gunadarma, Jakarta dan gelar Master di bidang Administrasi dan Kebijakan Bisnis dari Universitas Indonesia, Jakarta. 12 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 12 3/12/ :16:06 AM

15 Parikesit Suprapto Komisaris Parikesit Suprapto, menjabat sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sejak 11 Mei 2012.Sebelumnya pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Jasa, Kementerian BUMN ( ), Deputi Bidang Usaha Industri Perbankan dan Pembiayaan, Kementrian BUMN ( ), dan Penasehat Ahli Menteri Negara Koperasi dan UKM bidang Usaha Kecil ( ). Di lingkungan korporasi antara lain pernah menjabat sebagai Komisaris PT Indosat Tbk ( ) dan Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Meraih gelar Sarjana bidang Ekonomi Perusahaan dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri, Jakarta (1980), gelar Master di bidang Economic Development dari Indiana University, Indiana, AS (1990) dan gelar Doktor di bidang Development Economics dari University of Notre Dame, Indiana, AS (1995). Hadiyanto Komisaris Virano Gazi Nasution Komisaris Independen Virano Gazi Nasution, menjabat sebagai Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sejak 11 Mei Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Niaga, PT Indonesia Comnet Plus, entitas anak PT PLN (Persero) ( ), Staf Ahli pada Menteri Komunikasi dan Informatika ( ) dan Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk ( ). Memiliki gelar Master of Science di bidang Engineering Economics dari Stanford University, AS. Hadiyanto, menjabat sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sejak 11 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Sebelumnya pernah menjabat antara lain sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dan Alternate Executive Director, World Bank, di Washington DC, AS. Di lingkungan korporasi, pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk ( ) dan Komisaris Utama PT Bank Ekspor Indonesia ( ). Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Master of Law (LLM) dari Harvard University Law School, AS dan gelar Doktor di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung. Gatot Trihargo Komisaris Independen Gatot Trihargo menjabat sebagai Komisaris Telkom sejak April Sebelumnya pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN. Meraih gelar Sarjana dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Jakarta dan gelar Master bidang Accountancy & Financial Information System, Cleveland State University, USA. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 13 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 13 3/12/ :16:07 AM

16 Board of Directors Rizkan Chandra Direktur Network & IT Solution Sukardi Silalahi Direktur Consumer Services Ririek Adriansyah Direktur Wholesale & International Service Arief Yahya Direktur Utama Rizkan Chandra, menjabat sebagai Direktur Network & Solution ( NS ) Telkom sejak 11 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris di entitas anak perusahaan, Telkomsel, dan sebagai Komisaris di Metranet, entitas anak tidak langsung Telkom. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur NITS antara lain pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Sigma, entitas anak tidak langsung Telkom ( ); Senior General Manager ( SGM ) Telkom Learning Center ( ) dan VP Infrastructure & Service Planning ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Informatika dari Institut Teknologi Bandung (1992) dan gelar Master di bidang Management of Technology dari National University of Singapore (2000). Sukardi Silalahi, menjabat sebagai Direktur Consumer Service Telkom sejak 11 Mei Berkarir di Telkom sejak tahun 1991, dan sebelum ditunjuk sebagai Direktur Consumer Service antara lain pernah menjabat sebagai Executive General Manager ( EGM ) Divisi Consumer Service Timur ( ); Deputy EGM Divisi Consumer Service Barat ( ); EGM Divisi Regional VI Kalimantan ( ) dan Deputy EGM Divisi Fixed Wireless Network ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (1989). Ririek Adriansyah, menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service Telkom sejak 11 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama Telin, entitas Anak Telkom. Berkarir di Telkom dan Telkom Group sejak tahun 1990, sebelum ditunjuk sebagai Direktur Wholesale & International Services antara lain pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Telin, entitas anak Telkom ( ); Direktur Marketing & Sales, Telin ( ); Direktur International Carrier Service, Telin ( ) dan Deputy EGM Divisi Infratel, Telkom ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (1989). Arief Yahya, menjabat sebagai Direktur Utama Telkom sejak 11 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama Telkomsel, entitas anak Telkom. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama Telkom, berkarir di berbagai posisi di Telkom antara lain sebagai Direktur Enterprise & Wholesale ( ); Kepala Divisi Regional V Jawa Timur ( ) dan Kepala Divisi Regional VI Kalimantan ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (1986) dan gelar Master di bidang Telematics dari University of Surrey, Inggris (1994). 14 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 14 3/12/ :16:07 AM

17 Indra Utoyo Direktur IT, Solution & Strategic Portfolio Honesti Basyir Direktur Keuangan Priyantono Rudito Direktur Human Capital Management Muhammad Awaluddin Direktur Enterprise & Business Service Indra Utoyo, menjabat sebagai Direktur IT, Solution & Strategic Portfolio ( ITSS ) Telkom sejak 11 Mei Meniti karir di Telkom sejak tahun 1986 di berbagai posisi, dengan jabatan terakhir sebelum ditunjuk menjabat Direktur ITSS adalah sebagai Direktur IT, Solution & Supply ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (1985) dan gelar Master di bidang Communication & Signal Processing dari Imperial College, University of London, Inggris (1994). Honesti Basyir, menjabat sebagai Direktur Keuangan Telkom sejak 11 Mei Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Keuangan, pernah menjabat berbagai posisi di Telkom antara lain sebagai Vice President ( VP ) Strategic Business Development, Direktorat ITSS (2012); VP Strategic Business Development, SICP ( ); Project Controller Project Management Office ( ) dan Assistant Vice President ( AVP ) Business & Finance Analysis ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (1992) dan Master di bidang Corporate Finance dari Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (2004). Priyantono Rudito, menjabat sebagai Direktur Human Capital Management ( HCM ) Telkom sejak 11 Mei Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris di Telkomsel,entitas anak Telkom. Meniti karir di Telkom sejak tahun 1991, antara lain pernah menjabat sebagai VP Corporate Strategic Planning ( ) dan VP Marketing & Consumer Care ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (1991) serta gelar Master of Business di bidang Marketing (1997) dan gelar Doktor di bidang Management (2011) dari Royal Melbourne Institute of Technology, Australia. Muhammad Awaluddin, menjabat sebagai Direktur Enterprise & Business Service ( EBIS ) Telkom sejak 11 Mei Saat ini menjabat juga sebagai Presiden Komisaris Infomedia, entitas anak tidak langsung dari Telkom. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur EBIS, antara lain pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Infomedia ( ); EGM Divisi Access Network, Telkom (2010) dan EGM Divisi Regional I Sumatera, Telkom ( ). Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Sriwijaya, Palembang (1990) dan gelar Master of Business Administration dari European University, Antwerpen, Belgia (1998). Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 15 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 15 3/12/ :16:08 AM

18 TELKOM PKBL Memberdayakan Komunitas Sosial Ekonomi dan Lingkungan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menjadi wadah bagi Telkom untuk berpartisipasi dan mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kontribusi PKBL dapat dilihat dari program-program dan penyaluran dana pembinaan yang telah dilaksanakan. Peran BUMN dalam program pembinaan masyarakat secara eksplisit tercantum dalam Penjelasan Umum Undang-undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Undang-undang ini menjadi pendorong bagi BUMN untuk berperilaku seperti perusahaan pada umumnya, yakni berorientasi kepada laba perusahaan. Pengurusan dan pengawasan BUMN untuk berperilaku, harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Selanjutnya, Pasal 88 Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 menyebutkan, BUMN dapat menyisihkan sebagian laba bersihnya untuk keperluan pembinaan usaha kecil dan koperasi serta pembinaan masyarakat di sekitar BUMN. Kementrian BUMN menindaklanjuti Pasal 88 Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tersebut sampai dengan Peraturan Menteri (PERMEN) BUMN No. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL) yang kemudian disempurnakan dengan PERMEN BUMN No. PER-08/MBU/2013 tanggal 10 September Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 16 3/12/ :16:13 AM

19 Ibh erostie volorper sit atum vero odiam adiamet ut ad ectem eugait velisis nonse eu feui tis nulputa tummod Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 17 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 17 3/12/ :16:25 AM

20 Bawah: Arul Jewellery Sekilas Telkom CDC Sebagai BUMN, Tekom terlibat secara aktif mengembangkan PKBL melalui Unit Community Development Center (Telkom CDC). Dalam pelaksanaannya, Telkom CDC memiliki visi menjadi perusahaan terbaik di Kawasan Asia Pasifik dalam membangun komunitas demi keberlanjutan bisnis dan reputasi perusahaan. Sedangkan misinya adalah untuk membentuk atau memberdayakan komunitas yang berhubungan dengan telecommunication, information, media, edutainment dan services serta membentuk atau memberdayakan komunitas sosial, ekonomi dan lingkungan. Telkom CDC sebagai unit yang mendukung bisnis utama Telkom, memiliki posisi strategis terhadap unit bisnis lainnya dalam hal pemberdayaan komunitas. Pada posisi strategis tersebut Telkom CDC mengemban dua peran, yakni sebagai pemegang mandat pelaksana PKBL dan sebagai pelaksana Corporate Social Responsibility Telkom. Secara historis, Telkom CDC berawal dari adanya program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) pada tahun Seiring dengan perubahan regulasi pemerintah dan tuntutan bisnis yang terus berkembang, kemudian mengalami perubahan menjadi CDC pada tahun 2003 melalui Keputusan Direksi Nomor: 61/PS150/CTG-10/2003 tentang Pembentukan Organisasi Pusat Pengelola PKBL dan terakhir diperbaharui dengan KD. 12/PS150/COP-B /2008 tanggal 5 Februari 2008 tentang Organisasi Pusat Pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (Community Development Center), selanjutnya disebut Telkom CDC. Dalam perjalanannya, sesuai PD /r.00/PS150/COP-B /2012 tentang Organisasi Divisi Telkom Barat/Timur tanggal 19 Desember 2012, bahwa organisasi CD Area berpindah kendali dari Telkom CDC ke Divisi Telkom Barat/Timur di bawah organisasi Witel masing-masing. Perjalanan Telkom CDC sejak 2003 hingga saat ini terus mengalami transformasi, baik dalam paradigma, pengelolaan organisasi, ruang lingkup tugas maupun wewenang dan tanggung jawabnya. Pengelolaan CSR yang sebelumnya berada di CDC sesuai Keputusan Direksi Nomor: KD. 18/PS180/ COP-B /2009 tanggal 12 Juni 2009 tentang Tambahan Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Organisasi Pusat Pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (CDC) terkait dengan Corporate Social Responsibility (CSR), terhitung mulai tanggal 1 Maret 2013 berdasarkan Nota Dinas Direktur HCGA No. C.Tel.47/UM000/COP-B /2013 tanggal 15 Maret 2013 tentang Pengalihan Pengelolaan CSR ke HCCA, maka pengelolaan kegiatan CSR dialihkan dari CDC ke HCCA. Hal ini untuk memudahkan sinergitas pembangunan reputasi dan image perusahaan dengan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. CDC Visi: Menjadi perusahaan terbaik di Kawasan Asia Pasifik dalam membangun komunitas demi keberlanjutan bisnis dan reputasi perusahaan. Misi: Membentuk atau memberdayakan komunitas yang berhubungan dengan telecommunication, information, media, edutainment dan services serta membentuk atau memberdayakan komunitas sosial, ekonomi dan lingkungan. Tujuan Strategis Efektif dan efisien dalam pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan; Efektif dan efisien dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan; Memberdayakan komunitas Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar menjadi pengusaha tangguh dan mandiri; Mengelola Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan dalam periode lima tahun ke depan agar fokus membangun komunitas atau pun klaster; Memposisikan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan menjadi bagian penting dari CSR Telkom Group dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. 18 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 18 3/12/ :16:27 AM

21 STRUKTUR ORGANISASI TELKOM CDC UNIT BISNIS SGM CDC MANAGER SEKRETARIAT SM KEMITRAAN SM BINA LINGKUNGAN SM PRANDAL SM KEUANGAN MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER PENGELOLA PKBL DI AREA MANAGER CD AREA 01 MANAGER CD AREA 02 MANAGER CD AREA 03 MANAGER CD AREA 04 MANAGER CD AREA 05 MANAGER CD AREA 06 MANAGER CD AREA 07 JAJARAN MANAJEMEN TELKOM CDC Nur Hassim Rusdi SGM CDC 2. Asep Hermawan SM Bina Lingkungan 3. Haris Widjanarko SM Prandal 4. Susilo B. Utomo SM Keuangan 5. Harmon Yero SM Kemitraan Suteki Manager Area I Sumatera 7. Eddy Mulyatno Manager Area IV Jateng & DIY 8. Rusdi P. Idrus Manager Area V Jatim 9. M. Atang Suwanda Manager Area III Jabar 10. Supriyono Manager Area VI Kalimantan 11. Hartati Muchlisi Manager Area VII KTI 12. Jaenudin Manager Area II Jakarta & Banten Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 19 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 19 3/12/ :16:32 AM

22 Berdasarkan visi dan misi Telkom CDC yang tertuang dalam Blue Print CDC tahun , tujuan strategis yang ingin dicapai, antara lain: 1. Efektif dan efisien dalam pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan; 2. Efektif dan efisien dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan; 3. Memberdayakan komunitas Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar menjadi pengusaha tangguh dan mandiri; 4. Mengelola Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan dalam periode lima tahun ke depan agar fokus membangun komunitas atau pun klaster; 5. Memposisikan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan menjadi bagian penting dari CSR Telkom Group dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Secara umum kegiatan utama PKBL terdiri dari program kemitraan dan bina lingkungan. Melalui program kemitraan, Telkom CDC berusaha meningkatkan kemampuan usaha kecil menjadi tangguh dan mandiri terutama di sektor Perindustrian, Perdagangan, Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Jasa, dan sektor lainnya. Dalam program bina lingkungan, dilakukan pemberdayaan kondisi sosial masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan manfaat kepada masyarakat di wilayah usaha, dalam bentuk bantuan pendidikan dan pelatihan, bantuan sarana ibadah, bantuan sarana umum, bantuan kesehatan masyarakat, bantuan pelestarian alam, bantuan korban bencana alam, serta pengentasan kemiskinan. PETA CD AREA CD AREA 1 CD AREA 2 CD AREA 3 CD AREA 4 CD AREA 5 CD AREA 6 CD AREA 7 Sumatera DKI Jakarta Banten Botabek Karawang Jawa Barat Jawa Tengah dan Yogyakarta Jawa Timur dan Madura Kalimantan Sulawesi Bali NTB NTT Maluku Papua 20 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 20 3/12/ :16:33 AM

23 Metode Penyaluran PKBL Metode penyaluran Program Kemitraan dilakukan melalui Community Development Area (CDA) dan mengacu pada struktur organisasi Telkom CDC beserta jenis programnya. Penyaluran Program Kemitraan dilaksanakan melalui dua metode, yaitu Penyaluran Aktif dan Penyaluran Proaktif. Penyaluran Aktif adalah penyaluran yang dilakukan berdasarkan proposal yang disampaikan oleh calon Mitra Binaan. Sedangkan Penyaluran Proaktif, adalah penyaluran yang dilakukan berdasarkan aktivitas pencarian calon Mitra Binaan oleh Telkom. Adapun penyaluran program Bina Lingkungan baik melalui CD Pusat maupun CD Area, dilakukan melalui penyaluran proaktif, aktif, dan responsif. Penyaluran proaktif, dilakukan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan dan bersifat tematis. Penyaluran aktif dilakukan dengan mengevaluasi dan menindaklanjuti atas proposal yang diajukan oleh komunitas atau calon obyek bantuan. Sedangkan penyaluran responsif dilakukan sebagai tindakan penyelamatan dan recovery terhadap suatu kejadian/ bencana. Strategic Plan CDC Strategic Plan CDC merupakan perencanaan program jangka panjang periode lima tahunan sesuai Keputusan Direksi Nomor: KD.74/BL100/CA-20/2006 tanggal 18 Desember 2006 tentang Sistem Perencanaan Perusahaan. Strategic Plan di CDC dituangkan dalam bentuk Blue Print CDC. Penyusunan Blue Print CDC mengacu kepada kebijakan perusahaan yang tercantum dalam Corporate Strategic Scenario (CSS) di bidang Good Corporate Citizenship. Rencana Kerja & Anggaran PKBL Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-05/ MBU/2007 tanggal 27 April 2007, sebagai perusahaan yang melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), setiap akhir tahun Telkom wajib membuat rencana kerja dan anggaran PKBL tahun berikutnya yang disetujui oleh Kementrian BUMN. Dengan diterbitkannya PERMEN Nomor: PER-08/MBU/2013 tanggal 10 September 2013, maka persetujuan RKA PKBL dialihkan ke Dewan Komisaris. Hal ini diimplementasikan dalam penyusunan RKA PKBL Tahun Risk Management Pengelolaan PKBL Pengelolaan Resiko di unit CDC mengacu kepada Keputusan Direksi Nomor KD. 13/HK00/COP-D /2009 tanggal 20 April 2009 tentang Kebijakan Pengelolaan SOX Section 302 & Section 404. Kebijakan ini selanjutnya dituangkan dalam Surat Keputusan Senior General Manager (SGM) CDC Nomor: SK.718/ PS160/A /2012 tanggal 5 Juli 2012 tentang Bisnis Proses Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKBL Telkom telah membangun dan mengembangkan Sistem Informasi Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (SIM) PKBL berbasis teknologi informasi. SIM PKBL merupakan sebuah sistem yang dapat memberikan informasi real time mengenai pengelolaan PKBL di lingkungan Telkom, sehingga dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi laporan manajemen, perencanaan dan pengendalian berdasarkan informasi yang akurat dan komprehensif. Saat ini SIM PKBL yang dimiliki Telkom merupakan sistem informasi terbaik yang dimiliki oleh pelaksana PKBL BUMN. SIM PKBL akan terus dikembangkan dan terus disesuaikan dengan kebutuhan percepatan penyaluran dan akurasi data administrasi PKBL. Pengembangan aplikasi SIM PKBL dibagi ke dalam modulmodul program yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional PKBL. Terdapat tiga modul SIM PKBL, yakni Modul Program Kemitraan, Modul Bina Lingkungan dan Modul Keuangan SAP. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen PKBL Pada tahun 2013, Telkom telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKBL berbasis Teknologi Informasi yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Telkom lainnya. Pogram ini bertujuan untuk membantu proses administrasi, evaluasi dan pelaporan PKBL serta menyajikan data PKBL secara akurat. Di sisi aplikasi, Telkom CDC telah mengimplementasikan dua aplikasi yang akan menjamin kepastian proses bisnis sesuai dengan yang telah dibuat. Kedua aplikasi tersebut adalah: 1. SIM PKBL merupakan alat (tools) standar pengoperasian Pengelolaan PKBL sesuai dengan bisnis proses yang berlaku. Pemanfaatan aplikasi ini memberikan informasi secara real time bagi pengguna sehingga dapat meningkatkan kecepatan informasi yang mengalir untuk pengambilan keputusan. Selain itu SIM PKBL juga memiliki kontrol data untuk menjaga akurasi laporan manajemen, perencanaan dan pengendalian berdasarkan informasi yang akurat dan komprehensif. 2. SAP Keuangan merupakan aplikasi yang memiliki best practice dalam pengelolaan bisnis keuangan CDC sesuai dengan standar dunia. Telkom CDC menggunakan SAP sebagai aplikasi untuk mengelola keuangan. Integrasi data kedua aplikasi tersebut merupakan hal yang utama dalam penggunaan sistem informasi manajemen. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 21 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 21 3/12/ :16:36 AM

24 MITRA CDC Batik Bulan Gemilang Senang Jika Karyanya Ditiru Orang Lain Seni batik tulis adalah Cinta. Cinta pada kehidupan, cinta pada sang khalik pemberi kehidupan dan cinta pada seni adi luhung warisan nenek moyang kita Ditengah maraknya batik printing, batik malam, dan print computer, Wulan Utoyo memilih untuk tetap tekun dan konsisten berkarya dan bekerja di bidang seni batik tulis. Karena menurut pemilik nama asli Tan Siu Lan, seni batik tulis adalah Cinta. Cinta pada kehidupan, cinta pada sang khalik pemberi kehidupan dan cinta pada seni adi luhung warisan nenek moyang kita, ujar Wulan Utoyo sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pameran di Jakarta Convention Center (JCC). Awal menggeluti usaha seni batik tulis menurut Istri Fransiskus Utoyo ini, ia lakukan dengan sembunyi-sembunyi pada tahun Karena sang suami yang bekerja di sebuah perusahaan cargo, sempat tidak mendukung dirinya untuk menggeluti bidang usaha. Fransiskus Utoyo lebih menginginkan Wulan menjadi ibu rumah tangga. Melihat kegigihan Wulan Utoyo menggeluti seni batik tulis, akhirnya sang suami memberikan dukungan. Dari mulai menggeluti usaha seni batik tulis, Wulan tidak terpikir untuk mengambil pinjaman ke pihak bank. Padahal menurut wanita yang saat ini berusia 48 tahun tersebut, banyak pihak bank yang sudah datang kepada dirinya untuk menawari bantuan modal. Lalu saya diperkenalkan seorang teman untuk ikut menjadi mitra binaan Telkom. Satu-satunya bantuan modal yang saya terima ya hanya dari Telkom. Berkat bantuan tersebut saya bisa berpikir jernih untuk menciptakan kreasi motif batik, ujar Ibu tiga orang anak tersebut. Sebagai warisan budaya dunia (world heritage) untuk budaya lisan dan non bendawi sejak tanggal 2 Oktober 2009 oleh UNESCO, batik Indonesia banyak memiliki teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia. Sebelum menjadi mitra binaan Telkom, menurut pemilik merek Batik Bulan Gemilang tersebut, semua proses produksi dan pemasaran hanya dilakukan di rumah. Kini, Batik Bulan Gemilang selain memiliki galeri di Jl Slamet Riyadi No. 21 Batang, Kabupaten Pekalongan juga membuka cabang di Jl. Hayam Wuruk dan bahkan telah membeli dua buah ruko di Pekalongan. Tidak lama lagi Batik Bulan Gemilang juga akan memiliki show room (butik dan workshop) di kota Pekalongan, katanya. Semua yang ia raih saat ini, menurutnya tidak lepas dari peran Telkom yang telah membantu baik dari sisi modal maupun pemasaran yang bersifat nasional dan internasional, serta pelatihan bagaimana manajemen yang baik. Melalui pelatihan manajemen yang diberikan Telkom, akhirnya ia dapat bekerja 22 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 22 3/12/ :16:42 AM

25 Wulan Utoyo, pendiri Batik Bulan Gemilang Dari hanya memiliki dua orang lalu meningkat sampai sepuluh karyawan, kini Batik Bulan Gemilang telah memiliki lima puluh karyawan. Wulan juga memberdayakan masyarakat desa di tempat tinggalnya untuk membantu produksi yang sebelum dibantu Telkom berjumlah seratus, setelah mendapat bantuan Telkom kini menjadi tiga ratus batik tulis. lebih baik lagi. Semua proses tidak lagi ada pada saya, tetapi sudah ada bagiannya masing-masing, jelas Wulan. Melalui pameran yang diikutinya, Batik Bulan Gemilang banyak mendapat pesanan baik dari dalam negeri maupun mancanegara, seperti Jepang, Malaysia Singapura, Eropa sampai Amerika. Untuk Eropa dan Amerika, Ia harus dapat menciptakan motif batik khusus untuk musim panas, dingin dan semi dengan warna yang tidak mencolok. Menjaga hubungan baik dengan karyawan merupakan salah satu sukses Batik Bulan Gemilang. Karyawan Batik Bulan Gemilang sudah menjadi bagian dari keluarga bagi Wulan Utoyo. Ia tidak segan untuk datang menengok karyawan jika ada yang sakit. Bukan hanya itu, karyawan Batik Bulan Gemilang pun setiap bulan mendapat pembekalan rohani sesuai dengan agamanya. Setiap bulan Batik Bulan Gemilang mampu mengekspor sekitar 500 kodi blues, kemeja, daster dan rok berbahan baku batik ke Malaysia, Singapura dan Jepang. Sebelumnya jumlah permintaan untuk Malaysia, Singapura dan Jepang lebih dari 500 kodi dari mulai batik cap, tulis dan campuran dari batik cap dan tulis. Segmen pemasaran produk Batik Bulan Gemilang mayoritas masih terpaku pada pasar dalam negeri dengan komposisi pasar nasional 40 persen, lokal 30 persen dan mancanegara 30 persen. Permintaan dari pasar ekspor masih relatif stabil, tidak naik dan tidak turun. Dari hanya memiliki dua orang lalu meningkat sampai sepuluh karyawan, kini Batik Bulan Gemilang telah memiliki lima puluh karyawan. Wulan juga memberdayakan masyarakat desa di tempat tinggalnya untuk membantu produksi yang sebelum dibantu Telkom berjumlah seratus, setelah mendapat bantuan Telkom kini menjadi tiga ratus batik tulis. Sebagai mitra binaan Telkom yang sukses, ia tidak canggung memotivasi orang lain untuk bekerja lebih baik. Wulan pun tidak segan memberikan pelatihan ke Lapas Pekalongan. Galeri Batik Bulan Gemilang juga sering menerima kunjungan kerja dari berbagai lembaga pendidikan maupun kunjungan industri dari perusahaan lain. Hampir sama dengan UKM batik lainnya, Wulan mengalami kendala penjiplakan hasil karyanya oleh sesama UKM. Tetapi menurut dia, rejeki itu sudah ada yang mengatur. Saya yakin jika karya kita ditiru orang lain, Tuhan akan memberikan lebih dari itu, pungkas Ibunda Andreas Nugroho (25), Robby Christianto (19), dan Frederyck Surya (17). Selama dapat memberikan manfaat terhadap orang banyak, Ia tidak ambil pusing desainnya ditiru orang lain. Batik Bulan Gemilang Jl Slamet Riyadi No. 21, Malangan, Batang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Telepon: (0285) Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 23 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 23 3/12/ :16:46 AM

26 Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Telkom Kecenderungan ke arah masyarakat digital saat ini memberikan konsekuensi semakin cepatnya perubahan, mulai dari perubahan perilaku pelanggan, daur hidup teknologi, sampai aspek regulasi formal. Hal ini menuntut organisasi untuk mengembangkan kapabilitas yang diperlukan agar mampu mengelola risiko perubahan dengan baik yang berujung pada dimilikinya kemampuan berpikir cepat dan bertindak cepat serta mengetahui apa yang tidak diketahui (managing the unknown). Sejak tahun 2004 hingga sekarang Telkom terus memberdayakan dan memperkuat manajemen pengetahuan sebagai sarana pembelajaran organisasi dan karyawan. Telkom bertekad menjadi pusat keunggulan (center of excellence) melalui fokus pengelolaan sumber daya manusia dan pengetahuan agar kompetensi yang dimilikinya berkontribusi nyata pada sukses bisnis (from competence to commerce), hal tersebut sebagai wujud nyata pengelolaan GCG di Perusahaan untuk mengantarkan kelangsungan pertumbuhan usaha dan eksistensi Perusahaan ke masa mendatang. Konsep dan Landasan GCG Telkom Komitmen penerapan GCG dalam organisasi Telkom mencerminkan keyakinan bahwa GCG merupakan kunci sukses pencapaian kinerja usaha yang efektif, efisien dan berkelanjutan yang sangat diperlukan dalam memenangkan persaingan sehingga Perusahaan dapat memenuhi kewajibannya secara baik kepada Pemegang Saham, pelanggan, karyawan, mitra bisnis, masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya. Mengingat saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di BEI dan NYSE, maka penerapan GCG selain didasarkan atas ketentuan sebagaimana tertuang dalam Undang-undang perseroan dan Pedoman Umum GCG Indonesia yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) di Indonesia juga secara fundamental dituntut untuk mengelola praktik GCG yang efektif agar mematuhi ketentuan yang dimuat dalam Sarbanes Oxley Act Tahun 2002 (SOA) serta peraturan US SEC lainnya. Peraturan dan ketentuan dalam SOA yang relevan di antaranya adalah (i) SOA Seksi 404 yang mensyaratkan manajemen Telkom 24 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 24 3/12/ :16:50 AM

27 untuk bertanggung jawab atas dilakukannya dan dipeliharanya pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan (Internal Control over Financial Reporting/ICOFR) yang memadai sehingga memastikan keandalan pelaporan keuangan Telkom dan persiapan penerbitan laporan keuangan yang selaras dengan IFRS dan (ii) SOA Seksi 302 yang menghendaki tanggung jawab dari pihak manajemen Telkom terhadap pembuatan, pemeliharaan dan evaluasi terhadap efektivitas prosedur dan pengendalian pengungkapan untuk memastikan kesesuaian informasi yang diungkapkan dalam laporan dengan ketentuan Exchange Act dan telah dicatat, diproses, dirangkum dan dilaporkan dalam periode waktu yang tersedia untuk kemudian diakumulasikan dan dikomunikasikan kepada manajemen Perusahaan, termasuk Direktur Utama dan Direktur Keuangan, untuk kepentingan pengambilan keputusan terkait dengan pengungkapan yang diperlukan. Seiring dengan transformasi portfolio bisnis TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services) yang dikelola oleh Telkom dan entitas anak perusahaan, maka penerapan GCG terus dikuatkan dan dikembangkan dalam sebuah kerangka tata kelola group usaha atau subsidiary governance yang mencakup seluruh entitas di bawah Telkom Group. Kesungguhan membangun subsidiary governance diawali dengan penguatan komitmen manajemen oleh seluruh Dewan Komisaris dan Direksi Telkom Group berupa pernyataan dan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bukti kesungguhan penerapan GCG di Perusahaan. Telkom melakukan penguatan GCG di seluruh group usaha (subsidiary governance). Penguatan ini dimaksudkan agar penerapan GCG senantiasa melekat dan selaras dengan tuntutan bisnis dan perubahan industri saat ini yang tengah berlangsung yang disikapi Perusahaan berupa transformasi portfolio bisnis dan transformasi organisasi. Melalui Sub- Departement Risk & Process Management, penguatan GCG Telkom Group dibangun dan dikembangkan penerapannya di seluruh group usaha agar tercipta praktik bisnis yang beretika (GCG as ethics) dan terbukti prinsip GCG dilaksanakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari bekerja (GCG as knowledge). Kerangka Kerja Good Corporate Governance Komitmen penerapan GCG yang lebih sistematik dan terintegrasi diwujudkan berupa kerangka kerja Telkom GCG yang tertuang sesuai Peraturan Perusahaan PD No. 602/2011 tentang Pedoman Pengelolaan GCG Telkom Group. Kerangka kerja ini memuat secara kesisteman inisiatif manajemen yang dibangun dan diterapkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan GCG, tidak lain adalah untuk memastikan setiap transaksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan dijalankan secara beretika dan sesuai dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik dan benar. Beberapa sistem yang dimaksud adalah: Etika Bisnis, Kebijakan dan Prosedur, Manajemen Risiko, Pengendalian dan Pengawasan lnternal, Kepemimpinan, Pengelolaan Tugas dan Tanggung Jawab, Pemberdayaan Manajemen dan Kompetensi Karyawan, Evaluasi Kinerja, serta Penghargaan dan Pengakuan. Saat ini, penerapan GCG terus diperkuat menuju pengelolaan Tata kelola - Manajemen Risiko dan Kepatuhan yang terintegrasi. Struktur Tata Kelola Perusahaan Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan GCG, Telkom senantiasa memperbaiki struktur maupun prosedur pelaksanaannya dan memastikan penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan kewajaran di setiap lini Perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memitigasi potensi risiko benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas, fungsi serta tanggung jawab baik di tingkat Dewan Komisaris, Direksi, manajemen maupun karyawan Telkom. Secara internal, struktur maupun prosedur pelaksanaan GCG diatur dalam Peraturan Perusahaan tentang Pedoman Pengelolaan GCG Telkom Group No.602/2011 yang memuat Kerangka Kerja Good Corporate Governance INVESTOR PEMERINTAH DAN REGULATOR Transaksi Internal Komunikasi dan Pengungkapan Manajemen Resiko Etika Bisnis Visi & Misi Pemegang Saham, Komisaris Direksi, Komite, Sekretaris Perusahaan Kebijakan & Prosedur Pengawasan & Pengendalian Internal Audit Internal dan Eksternal Transaksi Eksternal KOMUNITAS KEUANGAN Kepemimpinan yang efektif Kejelasan Tugas dan Tanggung Jawab Kemampuan Manajemen dan Kompetensi Karyawan Evaluasi Kinerja yang Efektif Penghargaan dan Pengakuan Pengukuran dan Pertanggungjawaban PELAKU BISNIS DAN LINGKUNGAN BISNIS Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 25 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 25 3/12/ :16:52 AM

28 kerangka kerja operasional terpadu untuk memastikan agar setiap transaksi yang dilakukan baik internal maupun eksternal, telah sesuai dengan etika maupun praktik tata kelola Perusahaan yang baik dan benar. Setiap tahun, Perusahaan mengevaluasi efektivitas setiap penerapan kebijakan. Pada saat yang sama, Perusahaan juga menjamin pengawasan terhadap pelaksanaan GCG dilakukan secara independen dan menyeluruh untuk mencapai target efisiensi di seluruh lini organisasi sekaligus menjaga integritas Perusahaan di mata otoritas dan publik secara luas. Etika Bisnis dan Budaya Perusahaan Pemahaman dan upaya mengingatkan kembali kepada karyawan tentang Tata Nilai dan Etika Bisnis dilakukan melalui pengiriman materi sosialisasi dan sekaligus assessment yang dilaksanakan setiap tahun. Materi tersebut berkaitan dengan pemahaman: Good Corporate Governance, etika bisnis, pakta integritas, fraud, manajemen risiko, pengendalian internal (SOA), whistleblowing, pelarangan gratifikasi, tata kelola TI, menjaga keamanan informasi dan hal-hal lainnya yang terintegrasi terkait dengan praktik tata kelola Perusahaan. Upaya dimaksud dilakukan melalui program Survei Etika Bisnis dengan populasi seluruh karyawan. Survei dilakukan secara online, melalui media portal/intranet Perusahaan yang diakhiri dengan pernyataan kesediaan karyawan untuk menjalankan etika bisnis di Perusahaan. Pemahaman dan penerapan etika bisnis berikut hasil survei setiap tahun diaudit secara internal maupun eksternal melalui proses audit SOA 404 terkait dengan penerapan control environment sesuai kerangka kerja pengendalian internal COSO pada audit pengendalian internal tingkat entitas. Budaya Perusahaan Sistem dan budaya terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan perubahan bisnis untuk mewujudkan cita-cita agar Telkom terus maju, dicintai pelanggannya, kompetitif di industrinya dan dapat menjadi role model Perusahaan. Sejak tahun 2009 dilakukan transformasi budaya baru perusahaan yang disebut dengan The Telkom Way. Pengembangan budaya selanjutnya, dilakukan pada tahun 2013 dengan ditetapkannya Arsitektur Kepemimpinan dan Budaya Perusahaan (AKBP) Telkom Group. Philosophy to be the Best: Integrity, Enthusiasm, Totality Always the Best menuntut setiap insan Telkom memiliki integritas (integrity), antusiasme (enthusiasm), dan totalitas (totality). Principles to be the Star: Solid, Speed, Smart Principles to be the Star dari The Telkom Way adalah 3S yakni Solid, Speed, Smart yang sekaligus menjadi core values atau great spirit. Penjelasan dari Solid, Speed Smart dapat digambarkan sebagai berikut: Secara lengkap Budaya Perusahaan digambarkan melalui The House of Telkom di bawah ini: SOLID SPEED SMART 1 Hati Awal Intuisi Rasa 1 Pikiran Arah Inovasi Rasio 1 Tindakan Aksi Impresif Raga Practices to be the Winner : Imagine - Focus Action Practices to be the Winner dari The Telkom Way adalah IFA yakni Imagine, Focus, Action sekaligus sebagai Key Behaviors. Penjelasan dari Imagine, Focus dan Action dapat digambarkan sebagai berikut: Imagine The House of Telkom Philosophy to be the Best: Always The Best Always the Best adalah sebuah basic belief untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Always the Best memiliki esensi Ihsan yang dalam pengertian ini diterjemahkan terbaik. Karyawan yang memiliki spirit Ihsan akan selalu memberikan hasil kerja yang lebih baik dari yang seharusnya, sehingga sikap ihsan secara otomatis akan dilandasi oleh hati yang ikhlas. Ketika setiap aktivitas yang dilakukan adalah bentuk dari ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. F Focus Imagine - Berawal dari Akhir - Identik dengan Visi atau Mimpi seorang Pemimpin - Mulai dari Desirability (keinginan) bukan Fasitility (kebiasaan) I A Action Always the Best Focus - Utamakan yang utama - Tetapkan bukti-bukti kemenangan - Alokasi sumber daya berdasarkan otoritas Always the best Action - Hanya imajinasi dan aksi yang dapat merubah dunia - Visi tanpa aksi itu Fantasi, Aksi tanpa Visi itu Sensasi (sesaat) - Meraih Quick Wins 26 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 26 3/12/ :16:53 AM

29 Evaluasi GCG Pencapaian kinerja GCG dimonitor melalui evaluasi tahunan oleh IICG, sebuah lembaga independen pemeringkat GCG di Indonesia. IICG secara rutin melakukan riset dan pemeringkatan CGPI terhadap perusahaan publik (emiten), BUMN maupun perusahaan lain di luar kategori emiten dan BUMN. Anugerah BUMN 2013, unjuk kinerja terbaik kepada public dan stakeholders BUMN, dalam rangka memperkuat reputasi BUMN sebagai korporasi yang sehat, berdaya saing tinggi, dan memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan daya saing nasional. Sebagai hasilnya, Telkom memperoleh predikat terbaik sebagai The Most Trusted Company sesuai tema penilaian GCG pada tahun 2013 yaitu GCG dalam Perspektif Pengetahuan. Selain penilaian oleh IICG, Telkom seringkali terpilih oleh lembaga-lembaga pemeringkat lain sebagai nominasi untuk diamati karena dipandang sebagai salah satu benchmark atau panutan bagi perusahaan lain. Beberapa pencapaian atas evaluasi tersebut antara lain adalah: Peringkat 1 untuk Most Committed to a Strong Dividend Policy dari Finance Asia Best Companies Award Penghargaan Best of Asia untuk kategori Asia s Icon on Corporate Governance pada Corporate Governance Asia Annual Recognition Award Penghargaan Best Corporate Overall dari Indonesian Institute for Corporate Directorship ( IICD ) mengenai praktik Corporate Governance di perusahaan publik di Indonesia. Penghargaan 2 nd The Best GCG Implementation pada Anugerah Business Review. Penghargaan The Best GCG Implementation dari Anugerah BUMN. Penghargaan Corporate Governance Perception Index The Most Trusted Companies 2013 sebagai perusahaan sangat terpercaya yang diselenggarakan oleh IICG bekerja sama dengan Majalah SWA berdasarkan survei investor, analis dan fund manager. Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA) 2013 sebagai The Best untuk kategori Industri. Beberapa Penghargaan yang Diperoleh Telkom Pada Tahun 2013 Akses Informasi Publik Telkom mengelola dan menyampaikan informasi perusahaan melalui website Perusahaan (www.telkom. co.id) dan beberapa penerbitan informasi secara khusus, baik di media massa cetak maupun elektronik kepada pemangku kepentingan. Diantaranya melalui conference call, pertemuan analis/investor, paparan publik, press release, road show dan lain-lain. Melalui secara teratur Telkom mengkomunikasikan perkembangan yang terjadi di lingkungan Telkom Group. Informasi yang disajikan mencakup berita terkini seputar perusahaan, penerapan GCG hingga pergerakan harga saham. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 27 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 27 3/12/ :16:54 AM

30 Realisasi PKBL Realisasi PKBL Telkom 2013 PKBL Telkom direalisasikan dalam bentuk berbagai program dan kegiatan yang inovatif untuk mengembangkan hidup masyarakat, memajukan usaha kecil agar menjadi lebih mandiri dan melahirkan generasi wirausahawan baru. PKBL Telkom direalisasikan dalam bentuk berbagai program dan kegiatan yang inovatif untuk mengembangkan hidup masyarakat, memajukan usaha kecil agar menjadi lebih mandiri dan melahirkan regenerasi wirausahawan baru. Sejak melaksanakan Program Kemitraan dari tahun 2001 hingga tahun 2013, Telkom telah melakukan penyaluran kepada lebih kurang mitra binaan dengan total nilai bantuan mencapai kurang lebih Rp miliar. Program pembinaan yang dilakukan, diantaranya mengikutsertakan mitra binaan dalam pameran dan pelatihan di tingkat regional, nasional maupun internasional. Adapun program Bina Lingkungan yang dilakukan tak sekadar menjalankan kewajiban seperti yang tertera di perundang-undangan. Namun Telkom memiliki semangat untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan untuk mendapatkan solusi dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan sosial. Dalam menjalankan program Bina Lingkungan ini, Telkom CDC melakukan kerjasama dengan lembaga lain, seperti Perguruan Tinggi, Organisasi, Anak Perusahaan dan Konsultan. Program yang dilaksanakan diantaranya Pelatihan Guru, Beasiswa, Broadband Learning Center, dan Cooperative Cooperation Academic. Realisasi PKBL 2013 Filosofi kegiatan PKBL Telkom tidak bersifat filantropi atau sekadar memberi umpan kepada masyarakat. Namun, kegiatannya dirancang berupa pemberian kail agar masyarakat berdaya, berkembang dan mandiri. Diharapkan, sasaran program dalam jangka waktu tertentu tak lagi bergantung kepada keberadaan perusahaan. Kegiatan PKBL juga dirancang, dimonitor, dan dievaluasi dengan baik. Tujuannya agar setiap sen rupiah yang Telkom keluarkan bisa tepat sasaran dan program yang dilakukan memberi efek positif bagi masyarakat dan perusahaan. Secara umum pada 2013, Telkom CDC telah menyalurkan bantuan senilai Rp 180,21 miliar. Jumlah tersebut didistribusikan untuk Program Kemitraan sebesar Rp 118,2 miliar sedangkan untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp 55,76 miliar dan pembinaan mitra binaan sebesar Rp 6,25 miliar. Realisasi dana yang disalurkan untuk Program Bina Lingkungan pada 2013 lebih kecil dari realisasi tahun 2012 yang sebesar Rp 94,31 miliar karena mulai tahun 2013 Telkom tidak menyalurkan lagi bantuan BUMN Peduli sesuai dengan PERMEN BUMN No. PER-20/MBU/2012 tanggal 27 Desember Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 28 3/12/ :16:54 AM

31 Realisasi Salur Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (dalam Rp Miliar) No Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Salur Program Kemitraan 302,69 343,87 118,19 2 Collection Program Kemitraan 233,82 308,23 276,64 3 Pembinaan Program Kemitraan 17,76 9,99 6,25 4 Bina Lingkungan 47,51 94,31 55,76 Realisasi Program Kemitraan Selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2013 Telkom terdapat mitra binaan Telkom. mereka tersebar di 33 propinsi Indonesia. Dana yang disalurkan tersebar beberapa sektor usaha, yakni industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa dan serta sektorsektor lainnya. Sektor usaha yang paling banyak digeluti mitra binaan adalah perdagangan, yakni sebanyak mitra binaan, lalu sektor industri 694 dan diikuti oleh sektor jasa sebanyak 688 mitra binaan. Sedangkan sektor terkecil yang digeluti mitra binaan adalah sektor lainnya yakni 11 mitra binaan. Sebaran Mitra Binaan per Propinsi Sektor Industri Sektor Perdagangan Sektor Pertanian Sektor Peternakan Sektor Perkebunan Sektor Perikanan Sektor Jasa Sektor Lainnya Jumlah No Wilayah Binaan (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) 1 Aceh Bangka Belitung Bengkulu Jambi Lampung Riau Daratan Riau Kepulauan Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Banten DKI Jakarta Jawa Barat DI Yogyakarta Jawa Tengah Jawa Timur/Madura Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Bali Gorontalo Maluku Maluku Utara NTB NTT Papua Barat Papua Timur Sulbar Sulsel Sulteng Sultra Sulut Jumlah Total Tiga propinsi yang memiliki mitra binaan terbanyak, adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Jawa Barat terdapat 732 mitra binaan, di Jawa Timur 595 dan di Jawa Tengah 308 mitra binaan. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 29 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 29 3/12/ :16:55 AM

32 Jumlah Mitra Binaan Per CD Area Menurut Sektor Usaha No Wilayah Binaan Sektor Industri Sektor Perdagangan Sektor Pertanian Sektor Peternakan Sektor Perkebunan Sektor Perikanan Sektor Jasa Sektor Lainnya Jumlah (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) (MB) 1 TCDC CD Area 1 Sumatera CD Area 2 Jakarta CD Area 3 Jawa Barat CD Area 4 Jawa Tengah CD Area 5 Jawa Timur CD Area 6 Kalimantan CD Area 7 Kawasan Timur Jumlah Total Sedangkan bila dlihat sebaran mitra binaan per Community Developmen Area (CD Area), maka CD Area 1 Sumatera memiliki mitra binaan terbanyak sejumlah 983 mitra binaan, disusul oleh CD Area 3 Jawa Barat dengan 649 mitra binaan dan CD Area 5 Jawa Timur dengan 595 mitra binaan. Adapun realisasi penyaluran pinjaman bagi mitra binaan pada 2013 mencapai Rp 118,19 miliar. Penyaluran bantuan terbesar diberikan kepada sektor perdagangan, yakni Rp 62,85 miliar, diikuti oleh sektor industri sebesar Rp 20,99 miliar dan selanjutnya jasa sebesar Rp 20,99 miliar. Secara umum, realisasi Program Kemitraan selama tiga tahun terakhir memperlihatkan peningkatan yang cukup berarti. Hal ini tergambar dari indikator jumlah dana yang disalurkan dan tingkat kolektibilitas yang dicapai. Adapun realisasi kolektibilitas atau pengembalian dana bergulir dari Mitra Binaan pada 2013 ini mencapai Rp 276,65 miliar. Realisasi Program Kemitraan (dalam miliar) No Sektor Usaha Industri 55,63 52,56 20,99 2 Perdagangan 143,10 148,85 62,85 3 Pertanian 18,83 58,41 2,43 4 Peternakan 10,11 12,11 4,90 5 Perkebunan 3,52 4,97 2,05 6 Perikanan 8,19 8,61 3,48 7 Jasa 58,89 55,77 20,99 8 Lainnya 4,43 2,59 0,52 Jumlah 302,70 343,87 118,19 30 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 30 3/12/ :16:57 AM

33 Jumlah Penyaluran Program Kemitraan Per Wilayah Menurut Sektor Usaha Tahun 2013 (dalam Juta Rupiah) No Wilayah Binaan Sektor Industri Sektor Perdagangan Sektor Pertanian Sektor Peternakan Sektor Perkebunan Sektor Perikanan Sektor Jasa Sektor Lainnya Jumlah (Rp Juta) 1 Aceh 331,80 809,40 193,80 30,0-64,80 270, ,80 2 Bangka Belitung 186, ,90 50,00 35,00 60,00 21,00 383, ,50 3 Bengkulu 21, , ,60 343, ,50 4 Jambi 224, ,60-49,80-386,40 486, ,20 5 Lampung 284,20 689, ,00 344, ,40 6 Riau Daratan 158,80 734, ,00 249,00 302, ,80 7 Riau Kepulauan 534, ,40-15,00 79,80-867, ,10 8 Sumatera Barat 260, ,10-169,80-25,00 359, ,50 9 Sumatera Selatan 388, , ,00 24,00 696, ,80 10 Sumatera Utara 553, ,25 63,00 750,00 60,00 35,40 493, ,00 11 Banten 311, ,90 69, ,00 344, ,40 12 DKI Jakarta 1.872, , , , ,60 13 Jawa Barat 4.797, ,50 517,80 407,10 19, , , ,83 14 DI Yogyakarta 568,70 827,50 463,00 418,80 211,50-485, ,60 15 Jawa Tengah 2.112, ,90 235,50 712,30 49,50 66, ,15 289, ,90 16 Jawa Timur/ Madura 4.633, ,96 386,20 755,30-509, , ,34 17 Kalimantan Barat 339, ,00 80,00 209,55 239,80 30,00 902, ,65 18 Kalimantan Selatan 241, ,85-135,00-30,00 756, ,20 19 Kalimantan Tengah 321, ,90 50,00 397, , ,80 20 Kalimantan Timur 702, ,80 95,00 50,00 272,80 180, , ,70 21 Bali 678, ,40 49,50-934,65 190, ,00 22 Gorontalo 214,80 462, ,00-824,30 23 Maluku - 157, ,95-222,75 24 Maluku Utara 52,80 664, ,80 148,80-939,60 25 NTB 284,85 739,55-79, , ,05 26 NTT 120,15 238,45-153,50-48,60 323,80-884,50 27 Papua Barat Papua Timur - 470, ,90 35,00 855,90 29 Sulbar 75,30 482,50-10, , Sulsel 256,20 899,92-63, ,20-1,547,92 31 Sulteng 214,40 465,60 175,00-25,00-330,30-1,210,30 32 Sultra 99,60 626, ,00-740,20 33 Sulut 149,40 440,70 49,80-49,50 49,80 448, ,15 Jumlah Total , , , , , , ,15 515, ,59 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 31 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 31 3/12/ :16:58 AM

34 Mitra binaan tak hanya mendapat bantuan modal usaha saja. Mereka juga diberi pembinaan berupa pelatihan. Setiap tahun, dana pembinaan terus meningkat. Tahun 2013, jumlah dana untuk pembinaan mitra binaan mencapai Rp 6,26 miliar, adapun materi yang diberikan antara lain manajemen keuangan, pemasaran dan produksi. Selain itu, pembinaan diberikan dalam bentuk mengikutsertakan mitra binaan dalam pameran-pameran. Berbagai pembinaan yang dijalankan untuk memperkuat mitra binaan antara lain: 1. Pameran Mitra binaan diikutsertakan dalam berbagai pameran, baik di dalam dan di luar negeri. Tujuannya agar mitra binaan mempunyai akses yang baik kepada pasar. Pada tahun 2013 pameran yang diikuti antara lain Inacraft, Agrinex, PKBL-BUMN Expo 2013 (BUMNex) Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat, Jawa Barat Expo (Jabex), Pameran Kraf tangan di Malaysia dan lain-lain. 2. Pelatihan kepada Mitra Binaan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan Mitra Binaan di bidang manajerial, produksi, pemasaran maupun peningkatan motivasi kewirausahaan. Pelatihanpelatihan dilakukan di seluruh wilayah kerja Telkom, antara lain melalui pelatihan Indipreneur yang diselenggarakan di Jakarta, Surabaya dan Makassar. Pelatihan lain yang diselenggarakan adalah Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan. Pelatihan ini di selenggarakan di Bandung, Solo, Surabaya, Palembang dan Makassar. 3. Pelatihan juga dilakukan secara on air. Bekerja sama dengan Radio K-Lite dan Zora Bandung, CDC menyiarkan Talkshow dan workshop mengenai Pembinaan Usaha Kecil (UMK). Kegiatan ini dilakukan sebulan dua kali. Masih bekerjasama dengan K-Lite, dalam upaya pembinaan, diselenggarakan off air talkshow dengan mengambil lokasi di seluruh CD Area, antara lain di Jakarta, Solo, Malang, Palembang, Medan, Balikpapan, Makassar dan Ambon. Realisasi Program Bina Lingkungan Sepanjang tahun 2013, Telkom telah menyalurkan dana Program Bina Lingkungan sebesar Rp 55,76 miliar atau menurun dibanding penyaluran tahun 2012 yang mencapai Rp 94,31 miliar. Dana tersebut dioptimalkan untuk disalurkan ke berbagai objek bantuan berdasarkan asnaf, meliputi pendidikan dan pelatihan, sarana ibadah, sarana/prasarana umum, pelestarian alam, kesehatan, bantuan korban bencana alam, dan pengentasan kemiskinan. Penyaluran Program Bina Lingkungan Berdasarkan Asnaf Objek Bantuan (dalam Juta Rupiah) Objek Bantuan Bantuan kepada korban bencana alam (BBA) 493, , ,21 Bantuan peningkatan pendidikan dan pelatihan masyarakat (BPP) , , ,56 Bantuan peningkatan kesehatan masyarakat (BKM) 4.654, , ,84 Bantuan Pengembangan prasarana dan sarana umum masyarakat (BSU) 5.277, , ,07 Bantuan peningkatan kegiatan keagamaan dan sarana ibadah masyarakat (BSI) 2.435, , ,11 Bantuan pelestarian alam (BPA) 6.503,09 956,66 498,41 Bantuan BUMN Peduli (BBP) , ,00 - Pengentasan Kemiskinan (TASKIN) ,25 Sub Total , , ,46 Biaya Operasional (BOP) 2.523, , ,01 Total Penyaluran Bina Lingkungan , , ,47 Penyaluran Bantuan Program Bina Lingkungan 2013 Berdasarkan Asnaf Objek Bantuan (%) 1% 12% 25% 10% 3% 10% 39% BBA BPP BKM BSU BSI BPA TASKIN BBP Sejalan dengan perhatian yang tinggi terhadap pengembangan dunia pendidikan, pada 2013 Telkom menyalurkan bantuan untuk peningkatan pendidikan dan pelatihan masyarakat sebesar Rp ,56 juta atau 39% dari keseluruhan yang disalurkan. Dana ini lebih besar dari bantuan yang disalurkan pada 2012 yang hanya Rp ,83 juta. Adapun bantuan untuk peningkatan kegiatan keagamaan dan sarana ibadah menduduki posisi kedua terbesar, yakni Rp ,11 juta atau 25% dari keseluruhan dana yang disalurkan. Bantuan untuk peningkatan kegiatan keagamaan dan sarana ibadah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar Rp 7.206,56 juta. Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum tahun 2013 sebesar 10% atau sebesar Rp 5.544,07 juta. Pada tahun 2013, terdapat objek bantuan baru, yakni bantuan pengentasan kemiskinan. Adapun dana yang disalurkan untuk bantuan pengetasan kemiskinan ini mencapai Rp 6.631,25 juta atau 12%, ini memperlihatkan bahwa Telkom sangat peduli terhadap usaha-usaha mensejahterakan masyarakat. 32 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 32 3/12/ :16:58 AM

35 MITRA CDC Batik Ozzy Sudah Menembus Pasar Internasional Di mana ada kemauan di situ ada jalan, pepatah tersebut menggambarkan sosok Lianawaty Hidayat yang sukses dengan usahanya di bidang batik. Berawal hanya sebagai instruktur senam di Sanggar Ozzy yang kebanyakan member-nya adalah pebatik pada tahun 1995, Lianawaty mulai banyak belajar dari sana. Kegigihan dan ketekunan Lianawaty di bidang batik tulis hasilnya berbuah manis dan banyak menginspirasi remaja maupun enterpreuner batik di Pekalongan. Batik Ozzy Jl. Dr. Sutarmo No. 9 Landungsari Pekalongan Keberhasilan Lianawaty di bidang usaha batik tulis tidak lepas dari peran Telkom Community Development Center (CDC) yang telah memberi kesempatan kepadanya untuk menjadi mitra binaan. Banyak manfaat yang saya dapat sejak menjadi mitra binaan Telkom. Selain link menjadi lebih luas, networking juga semakin besar dan yang terpenting dari semua itu adalah mendapat kesempatan pameran baik berskala nasional maupun internasional seperti ke Brunei, ujar Lianawaty Hidayat, pemilik Batik Ozzy Pekalongan. Sejumlah penghargaan pun diraih wanita kelahiran Bandung, 53 tahun silam tersebut. Di antaranya 07th Bali Fashion Week (2007), INACRAFT Award (2011), Pencanangan Hari Kakao Indonesia Award (2012) dan Lomba Cipta Seni Batik Nusantara (2012). Selain mendapat kesempatan mengikuti pameran nasional dan internasional, sebagai mitra binaan Telkom, ia juga memperoleh pelatihan manajemen maupun pemasaran melalui website. Melalui pelatihan yang diikuti selama menjadi mitra binaan Telkom, Lianawaty mengakui kemampuan manajemennya menjadi lebih baik. Berangkat dari hobi membuat pekerjaannya sebagai pembatik tulis bukan sebuah beban, karena dilakukan dengan hati. Terkait dengan kendala yang dialaminya, Ia menuturkan hampir di seluruh UKM memiliki permasalah yang sama, yaitu masalah permodalan. Mudah-mudahan Telkom dapat memberikan bantuan dana seperti yang diajukan UKM, tutur lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) St. Angela Bandung itu. Manfaat lain menjadi mitra binaan Telkom juga dapat dirasakan dari jumlah pekerja yang mengalami peningkatan. Jika sebelum menjadi mitra binaan Telkom, batik Ozzy hanya memiliki lima belas karyawan. Setelah menjadi mitra binaan Telkom jumlah karyawannya meningkat lebih dari seribu persen! Karyawan saya saat ini ada seratus orang, belum termasuk mitra binaan yang bekerja di rumahan, katanya. Dari keinginan untuk terus berkarya di bidang fashion khususnya batik, bagi dirinya membatik bukan sekedar mencari uang. Tetapi juga sekaligus melatih kesabaran dan ketelitian, keuletan dan kerjasama serta kegembiraan. Dengan sumber daya manusia di sentra produksinya yang terletak di Jl. Dr. Sutarmo No. 9 Landungsari Manfaat lain menjadi mitra binaan Telkom juga dapat dirasakan dari jumlah pekerja yang mengalami peningkatan. Jika sebelum menjadi mitra binaan Telkom, batik Ozzy hanya memiliki lima belas karyawan. Setelah menjadi mitra binaan Telkom jumlah karyawannya meningkat lebih dari seribu persen! Pekalongan. Batik Ozzy telah memproduksi beraneka ragam kain batik, mulai dari sarung, selendang, kemeja, dan lain-lain. Di balik eksistensinya dalam bidang batik, Merek Batik Ozzy menurut Lianawaty merupakan tanda kualitas barang yang eksklusif, inspiratif, inovatif dan kreatif. Karena itu ia berusaha selalu mengembangkan desain terbatas dan tematik tanpa menghilangkan sifat klasik. Produk yang dibuat Lianawaty selain digemari pasar lokal, nasional juga internasional. Tetapi banyak juga dari produk Batik Ozzy ini yang mengilhami sesama UKM batik lainnya, imbuhnya. Untuk pasar lokal, produk Batik Ozzy dapat dijumpai di Jakarta, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Untuk Internasional selain Singapura, Brunei, Jepang dan Prancis, Produk Batik Ozzy secara rutin telah diekspor ke Malaysia dan Australia. Dalam memasarkan produknya, Lianawaty banyak menggunakan beragam pemasaran. Dari pameran baik di dalam maupun di dalam negeri, ritel modern outlet, hingga online. Intinya saya jadi punya networking untuk pemasaran, lebih baik sejak bergabung menjadi mitra binaan Telkom, pungkas Lianawaty Hidayat. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 33 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 33 3/12/ :17:01 AM

36 Mahakarya Telkom Indonesia: Broadband Learning Center Merah Putih Untuk memacu pertumbuhan pengguna dan pemanfaatan Internet, Telkom mendirikan Broadband Learning Center di kota-kota di Indonesia. Kehadiran Broadband Learning Center tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus untuk mengurangi kesenjangan digital. 34 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 34 3/12/ :17:04 AM

37 Broadband Learning Center (BLC) didirikan sebagai bagian dari kegiatan Bina Lingkungan sehingga terbuka untuk masyarakat yang ingin mengetahui apa itu broadband internet. Broadband Learning Center tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh apa itu internet cepat (broadband). Lokasi BLC di kantor-kantor Telkom, tetapi banyak juga yang didirikan di kawasan terpencil atau perbatasan negara, seperti di Pulau Sebatik dan di Putusibau, Kalimantan Barat. Bekerjasama dengan TNI, Telkom juga telah mendirikan BLC di 33 titik pos pengamanan perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kalimantan. Pendirian Broadband Learning Center di perbatasan Indonesia-Malaysia itu, tidak hanya terkait dengan aktivitas bina lingkungan, tetapi juga memiliki nilai strategis. Selain aspek pertahanan dan keamanan pada batas teritori negara, aspek sosio-ekonomi juga tak kalah penting. Kalimantan Barat misalnya, merupakan pintu gerbang antarnegara, menjadikan wilayah ini juga sebagai pintu perekonomian bagi masyarakat di sekitarnya. Sinergi Telkom dengan TNI itu juga perwujudan tugas TNI dalam menjaga wilayah perbatasan dengan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Broadband Learning Center merupakan mahakarya Telkom Indonesia. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 35 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 35 3/12/ :17:07 AM

38 36 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 36 3/12/ :17:09 AM

39 BLC Merah Putih Balikpapan Saat ini keberadaan Internet sudah menjadi sebuah kebutuhan, hal apapun yang berkaitan dengan informasi dalam kehidupan manusia ini dapat diperoleh di sana. Kehadirannya semakin akrab di sekitar kehidupan kita, dan tidak bisa dipungkiri bahwa gambaran dunia yang flat (rata) semakin ada di depan mata. Manfaat maupun BLC Kapuas kegunaannya Hulu Kalimantan sangatlah besar Selatan dan membawa pengaruh di semua bidang yang disentuhnya, termasuk interaksi dalam masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan di tengah masyarakat kita, di mana masih banyak masyarakat kita yang belum melek Internet, dan fakta menunjukkan bahwa para pendidik pun banyak yang belum paham manfaat dan kegunaan internet. Telkom sebagai operator perintis hadirnya Internet di seluruh pelosok Indonesia ini terpanggil untuk ikut serta meminimalisir kesenjangan tersebut. Melalui program Broadband Learning Center (BLC) Merah Putih, Telkom menghadirkan BLC di SD Tanah Grogot, Balikpapan, Kalimantan Timur. Di sini Telkom membantu menghadirkan internet melalui penyediaan komputer sebanyak 10 unit. Adanya BLC di sekolah tersebut, diakui oleh para guru maupun siswa sangat mendukung proses belajar dan mengajar. Siswa yang tadinya belum mengenal internet sekarang sudah mengetahui manfaat internet untuk belajar. Begitu pun bagi para guru, dengan adanya internet proses belajar menjadi lebih mudah. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 37 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 37 3/12/ :17:12 AM

40 BLC Kapuas Hulu Kalimantan Selatan BLC Merah Putih Kuala Kapuas Manfaatnya Dirasakan Masyarakat Broadband Learning Center (BLC) Merah Putih merupakan Mahakarya Telkom CDC. Sebagai bentuk dukungan kepada usaha-usaha mencerdaskan bangsa, Telkom memberikan 10 unit desktop komputer, aplikasi, 1 unit AC 1 PK atau kipas angin, meja-kursi, digital projector serta LAN plus akses internet Wifi serta printer kepada SMK Muhammadiyah, Jalan Barito No. 11 Kuala Kapuas. Melalui Program Bina Lingkungan itu, Telkom turut berkeinginan agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari Internet. Sehingga kesenjangan digital dapat diatasi. Menurut Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Kuala Kapuas, H. Patir, Spd., program BLC Merah Putih Telkom ini telah banyak membantu sekolah dan masyarakat sekitar. Sejak bulan Agustus 2013, Telkom telah memberikan bantuan 10 unit desktop, 1 unit kipas angin, LAN, printer, screen, Infocus, dan meja kursi dan wifi.id, ujarnya menjelaskan. Selain BLC Kapuas mendapatkan Hulu Kalimantan pembelajaran Selatan dari Telkom, Guru yang menjadi operator BLC ini juga sering melakukan sharing dengan Telkom Kuala Kapuas jika ada kendala dengan jaringan. Sebagai media pembelajaran dan perpustakaan online, BLC juga menjadi solusi, baik bagi guru maupun murid untuk menambah informasi dan mendapat materi pembelajaran. Setelah dipasang spanduk BLC di depan sekolah, banyak siswa dari sekolah lain dan mahasiswa yang mulai berkunjung ke sini. Mereka manfaatkan untuk akses internet baik dari telepon selular maupun dari laptop. Manfaat dari adanya BLC Merah Putih di Kuala Kapuas dapat dirasakan masyarakat sekitar, karena mulai tahun 2014 BLC Merah Putih SMK Muhammadiyah Kuala Kapuas sudah ditunjuk untuk penerimaan mahasiswa seluruh Kabupaten Kapuas, demikian H. Patir. Untuk merawat perangkat dan pengajar pihak sekolah telah menunjuk Hartomas (45 tahun) dan Hero Verdian (25 tahun) sebagai operator sekaligus guru di BLC Merah Putih Kuala Kapuas. Karena BLC Merah Putih ini tidak hanya dipakai untuk pihak SMK Muhammadiyah saja tetapi sudah menjadi bagian dari masyarakat di Kapuas. Untuk tahun 2014 pihak SMK Muhammadiyah bersama Telkom akan melakukan kerjasama dengan instansi pendidikan dan instansi pemerintah serta 38 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 38 3/12/ :17:15 AM

41 swasta untuk dapat memanfaatkan fasilitas BLC Merah Putih Telkom ini. Yang pasti dari Dinas Kesehatan Kapuas sudah berkomitmen untuk memanfaatkan BLC. Menurut Ahmad Murtado, siswa kelas 12 SMK Muhammadiyah, dengan adanya BLC Merah Putih ini, ia dapat dengan mudah mendapatkan makalah dari guru. Tetapi menurutnya akan lebih baik lagi jika jaringan internet yang ada ditambah kecepatannya karena jika seluruh komputer dipakai, jaringannya dirasakan kurang cepat. Tetapi Ahmad tetap berterima kasih kepada Telkom yang telah memberikan fasilitas internet untuk sekolahnya dan untuk masyarakat di Kuala Kapuas. Selain itu keberadaan wifi.id juga sangat mendapat respon dari masyarakat sekitar sekolah. Hal tersebut dapat dilihat pada hari Sabtu dan Minggu. Kalau Hari Sabtu dan Minggu, SMK Muhammadiyah, sejak adanya BLC, jadi seperti taman kota. Banyak masyarakat baik siswa sekolah maupun mahasiswa yang datang kesini untuk mendapatkan layanan dari BLC Merah putih, ujar Patir. Alamat BLC Kapuas BLC Merah Putih Kuala Kapuas SMK Muhammadiyah Alamat: Jl. Barito No. 11 Kuala Kapuas Telepon: (0513) Kode Pos: Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 39 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 39 3/12/ :17:25 AM

42 BLC Sabang BLC Magetan BLC Aceh BLC Magetan: BLC Permudah Proses Belajar Mengajar Kehadiran BLC di SMK Yosonegoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur sangat dirasakan manfaatnya baik oleh para siswa maupun para guru. BLC telah melengkapi fasilitas sekolah kami, sehingga kini para siswa lebih mengenal manfaat internet, ujar Kepala Sekolah SMK Yosonegoro, Nahari Surur, akhir Januari 2014 lalu. Lebih jauh Nahari mengatakan, sepuluh unit komputer, multimedia proyektor, akses internet beserta kelengkapan lainnya yang diberikan Telkom pada Agustus 2013 lalu betulbetul dimanfaatkan siswanya untuk menggali informasi. BLC melengkapi laboratorium komputer yang kami miliki, tambahnya. Saat ini SMK Yosonegoro memiliki siswa. Menurutnya tidak hanya siswa, para guru pun kini sudah melek teknologi informasi. Semuanya berkat BLC Merah Putih bantuan Telkom. BLC Sabang, Nangroe Aceh Darussalam Dalam rangka percepatan penyebaran kesempatan mendapatkan layanan akses internet Telkom membangun dan meresmikan Pusat Pelatihan Internet (BLC) di sejumlah sekolah dan pesantren di Indonesia, begitu pula di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Di Propinsi tersebut, Telkom membangun BLC yang terletak di SMPN 1 Sabang. Di sekolah ini Telkom, selain mendirikan BLC, juga memberikan bantuan 10 buah notebook. Menurut Nur Sarifyah, Spd (43), Kepala Sekolah SMPN 1 Sabang, manfaat bantuan dari Telkom tersebut memudahkan siswa maupun para guru mendapatkan informasi dan data untuk memudahkan para siswa menyelesaikan tugas pekerjaan rumahnya dan membantu menambah informasi yang ada di dunia saat ini. Internet kami ajarkan ke anak didik kami agar mereka menggunakan secara positif dan hindari konten negatif, sehingga pemakaian secara bijak akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang bijak juga, jelas Nur Sarifyah menyinggung pemanfaatan komputer bantuan dari Telkom tersebut. Melalui pendirian BLC tersebut, Telkom ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa percepatan penyebaran untuk mendapatkan layanan akses internet oleh Telkom dilakukan secara merata, tidak hanya di kota besar tetapi juga hingga ke pelosok daerah. Secara bertahap dan berkelanjutan, Telkom melalui program Bina Lingkungan, membangun BLC ke pelosok, seperti ke Kota Sabang, yang merupakan kota di Indonesia paling barat dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. BLC tersebut dimanfaatkan oleh kedua lembaga pendidikan tersebut sebagai Pusat Pelayanan dan Pelatihan Internet. Jadi manfaat kehadiran BLC tersebut selain dirasakan oleh para siswa, santri dan guru, juga dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar lembaga pendidikan tersebut. 40 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 40 3/12/ :17:34 AM

43 KEGIATAN BLC MERAH PUTIH 2013 BLC Jember Latih Peserta dari Persatuan Penyandang Cacat Broadband Learning Center Jember, bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional (HPN), 9 September 2013, kedatangan tamu luar biasa dari Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember untuk mengikuti pelatihan internet. Jumlah peserta yang ikut sebanyak 60 orang terdiri dari tuna rungu, tuna daksa, dan tuna netra serta dibagi menjadi 4 kelas per hari. BLC Sumedang Siap Edukasi Masyarakat Salah satu Broadband Learning Center (BLC) yang telah dibangun dan siap beroperasi bertempat di SMK Bhakti Nusantara yang diresmikan oleh Kakandatel Sumedang, Jeky James Ndun, Selasa (27/8). Peresmian disaksikan oleh Kepala Sekolah serta Tim Telkom Plaza Sumedang. Kepala Sekolah SMK Bhakti Nusantara, Maman Nandang Rukman, menyambut baik kerja sama tersebut untuk menunjang aktivitas pendidikan. Ia berharap akan ada lagi kerja sama yang baik anatara sekolah dengan Telkom. Maman menyatakan siap turut membantu mengedukasi siswa dan masyarakat umum mengenai manfaat dari internet. Bupati Kepulauan Seribu Resmikan BLC Merah Putih Pulau Pramuka Broadband Learning Center (BLC) Merah Putih Telkom di Kepulauan Seribu diresmikan Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin. Kegiatan dilakukan bersamaan dengan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68 di Pulau Pramuka, Sabtu (17/8). BLC Merah Putih merupakan bentuk kepedulian Telkom kepada masyarakat Kepulauan Seribu. Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap teknologi informasi, BLC Merah Putih diharapkan dapat mendukung program pengembangan potensi wisata di Kepulauan Seribu. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 41 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 41 3/12/ :17:38 AM

44 KEGIATAN BLC MERAH PUTIH 2013 Bupati Kolaka Resmikan BLC Merah Putih Pada 28 Agustus 2013 Broadband Learning Center (BLC) Merah Putih yang digelar di Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kolaka telah siap untuk digunakan. Hal itu bersamaan dengan peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita di depan pintu masuk BLC oleh Bupati Kolaka yang diwakili Asisten III, Drs. Gunawan MM. Witel NTB Launching BLC Merah Putih Manager Consumer Service Mataram, Sugeng Wiyogoto, mewakili GM Witel NTB didampingi Kadispora Kota Mataram Ruslan Effendi melakukan launching Broadband Learning Center (BLC) Merah Putih di Gedung SMPN 6 Mataram, Senin (2/9). Lebih dari 500 sekolah di NTB telah dipasang WiFi melalui program Schoolnet. Launching BLC- PGRI Kabupaten Purworejo Sebagai bagian dari Mahakarya Telkom Indonesia, Broadband Learning Center (BLC) merupakan sarana calon pelanggan maupun pelanggan untuk mengenal internet ataupun meningkatkan pemahaman di dunia broadband. Bekerjasama dengan CDC, Witel Jateng Selatan memberikan bantuan sarana dan peralatan untuk pelatihan internet kepada PGRI Kabupaten Purworejo. Bantuan tersebut dalam bentuk PC sebanyak 10 buah, meja serta kursi, Air Conditioning (AC), Infocus, dan layar. Launching Mahakarya secara nasional telah dilaksanakan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68. Untuk BLC PGRI Kabupaten Purworejo, launching dilaksanakan pada Jumat (23/8) di Gedung PGRI Sindurejan Purworejo. Hadir pada acara tersebut Ketua PGRI, Marsidi, didampingi para pengurus dan Eli Sukarya serta Budi Hermawan mewakili manajemen Telkom. Acara dikemas dalam halal bihalal anggota PGRI Kabupaten Purworejo. 42 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 42 3/12/ :17:39 AM

45 MITRA CDC Arul Jewellery: Kunci Suksesnya Selalu Menjaga Nama Baik Martapura merupakan Ibu Kota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Martapura berarti Kota Intan, atau penghasil batu mulia. Kota Martapura memang dikenal sebagai pusat pengolahan berlian sekaligus tempat transaksi berlian terbesar di Kalimantan. Bahkan Martapura disebut-sebut sebagai penghasil batu permata terbaik di dunia. Hal tersebut disampaikan H.M. Fakhrurrozi, perajin intan dan emas yang berlokasi di Jalan Kertak Baru RT 04 RW 02 Martapura. Menurut Fakhrurrozi dari perbedaan harganya saja, antara intan Martapura dengan intan dari luar negeri dapat disimpulkan jika batu permata di Martapura memiliki kualitas yang lebih baik. Perbedaan harga, masih menurut Mitra Binaan Telkom tersebut, dikarenakan intan Martapura (intan Banjar) terjadi akibat dari proses alami, bukan buatan atau proses manusia. Itulah yang membuat harga intan Martapura lebih mahal dari intan di tempat negara lain, ujar bapak tiga orang anak tersebut. Sebagai usaha turun temurun, perajin emas dan intan dengan label Arul Jewellery ini mengawali usahanya hanya dengan tiga orang karyawan. Setelah menjadi Mitra Binaan Telkom menurut suami dari Hj. Maimunah itu usahanya semakin berkembang. Jika sebelumnya omzet Arul Jewellery hanya Rp 20 juta per bulan, sekarang meningkat hingga Rp 50 juta per bulan. Jumlah karyawannya pun bertambah menjadi sepuluh orang. Jika sebelumnya omzet Arul Jewellery hanya Rp 20 juta per bulan, sekarang meningkat hingga Rp 50 juta per bulan. Jumlah karyawannya pun bertambah menjadi sepuluh orang. Fakhrurrozi sangat bersyukur menjadi Mitra Binaan Telkom. Karena selain mendapat pelatihan dan seminar baik yang berhubungan dengan pengembangan usaha maupun produk, Telkom kerap mengajaknya mengikuti pameran-pameran. Beberapa pameran yang pernah diikutinya antara lain Banjar Baru Fair, Kalteng Expo, Ikatan Saudagar Muslim se-indonesia (ISMI) di Jakarta Convention Center dan pameran Mutumanikam di Balai Kartini, Jakarta. Menurut Fakhrurrozi, menjadi Mitra Binaan Telkom selain harus menjaga nama baik dan kepercayaan pelanggan, juga selalu menjaga nama baik Telkom. Karenanya ia mengaku tidak dapat mengerjakan sebuah pemesanan dengan terburu-buru. Jangan sampai pemesan perhiasan yang sudah menjadi langganan kecewa, karena jika pelanggan kecewa, saya malu dengan Telkom yang telah banyak membantu, ujar pria yang kini berusia 40 tahun itu. Sebagai perajin intan, kepercayaan adalah kunci utama meraih sukses. Karena modal untuk batu permata ini tidaklah sedikit, dibutuhkan ratusan juta. Menurut Fakhrurrozi kendala dalam usahanya ini kerap kali terjadi pembayaran yang terlambat atau tidak tepat waktu. Namun demikian Ia masih mensyukuri karena tidak ada pembayaran yang bermasalah (macet). Ia berharap dapat kembali menjadi Mitra Binaan Telkom dan mendapatkan bantuan dana yang lebih besar lagi. Menurutnya, kendala para pelaku UMKM dalam berusaha terutama terpatok pada keterbatasan pendanaan. Arul Jewellery Fakhrurrozi sangat bersyukur menjadi Mitra Binaan Telkom. Karena selain mendapat pelatihan dan seminar baik yang berhubungan dengan pengembangan usaha maupun produk, Telkom kerap mengajaknya mengikuti pameran-pameran. Ke depan jika sebelumnya Fakhrurrozi hanya mememasok produknya ke pasar Martapura kini Ia sedang mempersiapkan workshop sekaligus gallery Arul Jewellery yang tengah di bangun di depan rumahnya. Pembangunannya sendiri sudah 75 persen, tahun 2014 saya sudah punya workshop dan gallery sendiri, ujar Fakhrurrozi dengan semangat. Jl. Kertak Baru RT 04/02 Martapura Telp : HP : Website : karyamandiri-mtp.blogspot.com Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 43 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 43 3/12/ :17:48 AM

46 Interview Senior General Manager CDC Nur Hassim Rusdi PKBL AMANAH YANG HARUS DIJAGA Apa peran PKBL bagi perusahaan? Program Kemitraan (PK) secara langsung maupun tidak langsung memberikan dukungan kepada perusahaan. Sementara ketika kita mampu mengantarkan mitra binaan ke jenjang yang lebih tangguh dan mandiri, akan menciptakan multiplier effect yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perusahaan. Begitu juga dengan Program Bina Lingkungan (BL), berperan membangun kepedulian, membina hubungan dan rasa memiliki antara perusahaan dengan masyarakat di lingkungan perusahaan. Hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan beroperasi sangat penting, apalagi kantorkantor maupun aset Telkom tidak terbatas di kota-kota besar saja, sebagian berada di daerah. Infrastruktur telekomunikasi kami ataupun kantorkantor Telkom misalnya, banyak yang berlokasi ataupun bersinggungan dengan permukiman penduduk di daerah. Melalui Program Bina Lingkungan kita dapat membangun kepedulian dan rasa memiliki bahwa Telkom merupakan bagian dari lingkungan tempat mereka tinggal. Apa program unggulan PKBL Telkom? Untuk Program Kemitraan, selain memberikan bantuan dana bergulir bagi mitra binaan yang berpotensi, kami juga melakukan pembinaan. Pembinaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas di kalangan mitra binaan sehingga mereka dapat mengembangkan usahanya secara mandiri. Program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan sepanjang 2013 dan telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan adalah pelatihan on air dan off air yang dilakukan bersama Radio K-lite dan Radio Zora Bandung. Pelatihannya sendiri tidak hanya di kota Bandung, tetapi juga dilaksanakan di seluruh CD Area, seperti Solo, Jakarta, Malang, Palembang, Medan, Balikpapan, Makassar dan Ambon. Topik yang kami berikan mulai dari pembukuan, pemasaran, manajemen, motivasi dan produksi (kemasan). Dengan nara sumber baik akademisi, praktisi atau pelaku UMK yang sudah sukses. Sedangkan untuk Program Bina Lingkungan, kami membantu masyarakat agar mengenal dan memanfaatkan teknologi informasi melalui program Broadband Learning Center (BLC) Merah Putih. Lokasi BLC tidak hanya di kota-kota saja, tetapi menjangkau juga kawasan-kawasan terpencil seperti di perbatasan negara, pulau terdepan maupun desa-desa terpencil. Program ini kami jadikan salah satu mahakarya CDC Telkom, sebabnya kami berkeyakinan ketersediaan sarana broadband akan membantu mencerdaskan masyarakat di bidang ICT dan mengurangi kesenjangan digital. Tersedianya teknologi informasi diyakini akan mendorong berkembangnya ekonomi berjejaring digital. Dalam era ekonomi berjejaring digital, percepatan pembangunan infrastruktur broadband dapat menjadi pendorong transformasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut sebuah laporan Bank Dunia, setiap kenaikan penetrasi broadband sebesar 10% akan meningkatkan GDP sebesar 1,21% di negara maju dan 1,38% di negara berkembang. Bagaimana pelaksanaan PKBL Telkom saat ini? Selama ini pelaksanaan PKBL Telkom berjalan dengan baik, berdasarkan survey yang kami lakukan ternyata PKBL sangat membantu mitra binaan mengembangkan usahanya. Sementara program Bina Lingkungan, selain membantu meningkatkan kondisi sosial masyarakat, juga telah meningkatkan hubungan emosi antara perusahaan dengan masyarakat di wilayah operasi perusahaan. 44 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 44 3/12/ :17:52 AM

47 Kami menyadari bahwa kegiatan PKBL yang dijalankan masih memiliki banyak tantangan. Beberapa hal yang menjadi perhatian, antara lain harapan masyarakat yang tinggi terhadap peran Telkom untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Padahal, kemampuan perusahaan terbatas, baik dari segi dana maupun sumber daya manusia. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dalam melaksanakan PKBL khususnya Program Bina Lingkungan dilakukan sesuai prioritas dan secara bertahap. Prinsip apa yang ditekankan dalam pelaksanan PKBL? PKBL merupakan amanah, maka harus dijalankan dan dikelola sesuai amanah. Pastikan individu atau komunitas yang menjadi sasaran program sesuai kriteria. Tujuan PKBL kan untuk menciptakan mitra binaan yang tangguh dan mandiri serta meningkatkan kondisi sosial masyarakat, jadi harus selalu dimonitor. Prioritaskan bantuan kepada mereka yang berada di wilayah terdekat dengan lingkungan kerja perusahaan. Adakah kendala pelaksaan PKBL, khususnya untuk PK? Sejauh ini tidak ada hambatan berarti. Namun di lapangan kami masih menemui kenyataan bahwa sulit menemukan calon pengusaha ataupun pelaku UMK yang memiliki kelayakan usaha sesuai dengan persyaratan. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah mengembangkan kompetensi mitra binaan melalui program pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada penciptaan wirausahawan baru. Apa rencana Telkom CDC untuk tahun 2014? Pada 2014, sebagai perusaahan yang memiliki portofolio bisnis TIMES kami akan lebih fokus untuk membantu mengembangkan perusahaan rintisan (start up) industri kreatif digital. Guna mendukung hal tersebut, kami menambah jumlah creative Center yang berfungsi sebagai inkubator industri kreatif digital. Saat ini creative center tersebut berada di Bandung dan Yogyakarta, yakni Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley dan direncanakan akan menyusul di Jakarta dan lokasi lainnya, hingga jumlahnya mencapai 20 lokasi di Secara umum alokasi dana Program Kemitraan sebesar 40% untuk perusahaan rintisan yang terkait dengan ICT sedangkan sisanya untuk sektor usaha lainnya. Sementara dana Bina Lingkungan, akan lebih difokuskan untuk meningkatkan pendidikan bidang ICT 40%, sarana ibadah 30%, serta pelestarian alam dan tanggap bencana 20%. Sementara 10% untuk jenis bantuan lainnya. PKBL merupakan amanah, maka harus dijalankan dan dikelola sesuai amanah. Pastikan individu atau komunitas yang menjadi sasaran program sesuai kriteria. Laporan PKBL 2013 PT TT Telekomunikasi i Indonesia n Tbk 45 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 45 3/12/ :17:53 AM

48 Testimoni PKBL Telkom 2013 Ibu Yandri Noza: Memproduksi Baju Muslim, Memberdayakan Lingkungan Ide awal bisnis ini, saya kerjakan hanya sebagai pengisi waktu luang karena saya ibu rumah tangga. Setiap kali saya melihat lingkungan, cara berpakaian orang-orang sekitar membuat saya berpikir ada hal yang harus segera saya benahi. Secara khusus sebagai muslimah saya berpikir bagaimana perempuan berdaya dan berpakaian dengan nyaman, rapi, dengan model tidak ketinggalan zaman. Misi saya, saya ingin kaum muslimah tampil trendy tapi tetap syar i. Niatan saya, disamping agar saya bisa menyediakan baju muslim yang tidak ketinggalan jaman, saya juga bisa memberdayakan warga sekitar --terutama ibu rumah tangga-- untuk berkarya dan mempunyai penghasilan tambahan bagi keluarganya. Akhirnya tahun 2000 usaha saya berdiri. Dimulai dengan tiga karyawan saya mengembangkan ide saya ini, dan alhamdulillah disambut sangat baik oleh teman-teman. Pada saat itu pesanan masih sangat terbatas karena tenaga pendukung belum maksimal. Namun demikian saya tidak menyerah, karena dukungan suami yang senantiasa membantu saya untuk terus dan terus berkembang. Merek dagang saya, Zieta. Nama tersebut diambil dari nama anak bungsu saya sebagai wujud rasa syukur saya kepada Allah SWT atas karunia-nya, bahwa saya telah diberi keluarga yang selalu mendukung saya sepenuh hati, dalam susah dan senang, untung dan malang. Alhamdulillah pada tahun 2008 saya diberi kesempatan bergabung sebagai binaan Telkom Madiun. Alhasil usaha saya sejak saat itu semakin berkembang, apalagi Telkom CDC memfasilitasi perkembangan usaha saya dengan rutin mengajak saya mengikuti pameran-pameran, contohnya yang terakhir di Jakarta Convention Center. Ditambah dengan pemasangan iklan di beberapa majalah serta didukung dengan adanya distributor dan para agen yang tersebar di seluruh Indonesia, maka jaringan penjualan Zieta Collection semakin berkembang. Saat ini dengan perkembangan market Zieta Collection, karyawan yang dipekerjakan juga semakin berkembang, yang semula hanya tiga orang, sekarang sudah bertambah menjadi 24 orang. Zieta Collection Yandri Noza Desa Sewulan RT 009/02 Madiun Telepon: (0351) Sekarang produksi mencakup berbagai baju muslim yang nyaman dipakai untuk anak-anak, remaja maupun dewasa. Kami juga menyediakan baju non muslim, bedcover, sprei, mukena, baju blus, dll. Dengan kain yang halus dan model yang berbeda, membuat anak anda tampil lebih nyaman dan beda. Untuk pemesanan hubungi Yandri Noza (0351) Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 46 3/12/ :17:59 AM

49 Kegiatan PKBL Telkom 2013 Mitra Binaan Telkom Warnai Ajang JABEX 2013 JABEX 2013 Setelah berhenti beberapa waktu, Telkom kembali merenda program CSR pilar Kemitraan (Partnership) lewat ajang Jawa Barat Expo (JABEX) 2013, yang digelar di Graha Manggala Siliwangi Jalan Aceh 66 Bandung dari 25 sd 29 September JABEX 2013 diikuti 62 peserta Kabupaten/ Kota se-jawa Barat, 7 peserta di antaranya dari luar Propinsi Jawa Barat serta 8 BUMN, dengan total stand peserta JABEX 2013 mencapai 97. Prosesi acara pembukaan dilakukan Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Kadisperindag) Propinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif, bersama Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat bidang Pemberdayaan UKM, Koperasi dan Kemitraan Iwan Gunawan, S.S., M.M., berlangsung Rabu (25/9) dihadiri para Kadisperindag Kabupaten/ Kota se Jawa Barat, Bali, Bojonegoro, Kalimantan dan Sulawesi, para pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) serta tamu undangan. Dalam sambutan pembukaan JABEX 2013, Ferry menekankan perlunya ajang promosi produk unggulan bagi para pelaku UMK serta harus terus didorong. Meski beberapa produk memiliki ciri yang sama, ke depannya dapat diminimalisir upaya saling beradu harga terhadap karakteristik produk yang sama. Hal tersebut perlu tindakan menstandarkan sejalan orientasi bisnis yang mengarah ke era digital, di mana UMK dituntut untuk belajar dan terus belajar utamanya dalam penguasaan bahasa internasional. Telkom CD Area Jawa Barat memajang Abah Wawan Wibisana dengan produk abon-dendeng export quality dari Kota Garut, masih kota yang sama tampil pula Dodol Bestari olahan Amal Rasyid, Tasikmalaya diwakili PD Sarirasa dengan produk khas Ranginang Ketan dan Bandung sendiri diwakili Vivanie produk busana muslim & botique, satu stand lagi dihadirkan untuk program sinergi Telkom dan CDC melalui tampilan produkproduk Telkom. Telkom Hadirkan 10 Mitra dari 5 Area di Ajang GKPM International Expo & Forum 2013 Telkom CDC kembali turut ambil bagian dalam acara akbar bertajuk Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) International Expo & Forum 2013, berlangsung dari 3-6 Oktober 2013 di Jakarta Convention Center (JCC) Pada event akbar GKPM International Expo & Forum 2013 kali ini, Telkom CDC mempercayakan kepada 10 Mitra Binaan dari 5 Area masing-masing Industri Sari Rampai Bumbu instan racikan Anita Tri Justina dari Bekasi; Hj. Mulyani asal Bogor menghadirkan olahan Yoghurt; masih dari kota yang sama petani Jambu Kristal Nunung Susilawati menjajakan produk Jambu tanpa biji; Jakarta Utara lewat tangan terampil Turat Minah, menawarkan telor asin rasa udang; Kriya Batik & Craft berlabel Che-en Collection disajikan lewat kreasi Tohti Murtiningrum dari Yogyakarta; sedangkan Solo mempercayakan kriya batik kreasi Ida Harum Murwani; Salak Pondoh super quality disajikan Hj. Sri Lestari dari Sleman; Kota Samarinda mempercayakan Hj. Fatmawati untuk memamerkan kriya Tenun khasnya; sedangkan kota Bandung diwakili oleh minuman sari buah pala olahan Ifah Syarifah dan herbal teh putih berlabel Chavarrela racikan Brarya Bramasta. Inacraft: Wujud Pengembangan Berkelanjutan bagi UMK Binaan Telkom Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pembukaan Inacraft ke-15 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Rabu (24/4). Pembukaan Inacraft dilakukan Wakil Presiden RI, Boediono, didampingi beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, serta pejabat tinggi negara lainnya. Inacraft 2013 dibuka mulai Rabu (24/4). Inacraft merupakan pameran kerajinan Indonesia terbesar yang digelar rutin setiap tahun sejak Acara tersebut digelar pihak swasta bekerja sama dengan beberapa kementerian dan BUMN yang terkait dengan pembinaan pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK). Telkom melalui CDC bersama puluhan BUMN lain dan stan perwakilan Pemerintah Daerah seluruh Indonesia, menempatkan 6 Mitra Binaan dari kawasan pulau Jawa, masing-masing yaitu Kaos Koe kreasi Churiah dari Jakarta Selatan, Batik Radityo garapan Murtantiyo dari Tangerang, Tasikmalaya diwakili Nine Nuryani lewat karya Lumba-lumba, Garut hadir lewat ALSA-29 kreasi kulit buah tangan milik Dodi Mariahadi, S.H., Batik Tuntang Sari tampil elegan lewat karya M. Arief Fatkhuriza Pekalongan, dan Sidoarjo Jawa Timur diwakili batik berlabel Azizah guratan M. Noer Wahyudi. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 47 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 47 3/12/ :17:59 AM

50 Kegiatan PKBL Telkom 2013 Witel Sulsel Salurkan Dana untuk Program Kemitraan Witel Sulsel menyalurkan dana program kemitraan sebesar 922 juta kepada 40 calon mitra binaan Telkom, Senin (25/3), Makassar. Dana tersebut secara simbolis diserahkan GM Telkom Sulsel, Firmansyah, didampingi Manajer CDC Area-7 KTI, Hartati Muhlisi. Firmansyah menuturkan geliat perekonomian di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, tidak lepas dari kontribusi para pengusaha kecil dan mikro. Ia berjanji akan menyiapkan semua hal yang dibutuhkan para calon mitra binaan, mulai dari tempat dan petugas yang akan melayani konsultasi serta pelatihanpelatihan jika diperlukan. TelkomGroup Serahkan Bantuan Gempa Bumi Gayo TelkomGroup melalui GM Witel Aceh, Mukhni, menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi Gayo, tepatnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Redelong, Jumat (5/7). Bantuan Telkom ini secara simbolis diserahkan Mukhni kepada Sekdakab Bener, Meriah T. Islah, di Posko Utama Bencana Aceh Tengah. Mukhni menyampaikan rasa perihatin manajemen Telkom dan karyawan atas musibah yang terjadi di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Mukhni menuturkan total bantuan yang diserahkan Telkom untuk korban gempa Gayo senilai Rp100 juta diperuntukkan bagi masyarakat dan internal Telkom yang tertimpa musibah gempa bumi pada Selasa (2/7) lalu. Dikatakan, bantuan Telkom ini menyesuaikan situasi dan kondisi yang dibutuhkan masyarakat seperti selimut, handuk, dan kain sarung, mengingat dataran tinggi Gayo merupakan kawasan yang memiliki suhu udara yang dingin. Selain itu, Telkom menyiapkan bantuan sembako seperti beras, mie instan, biskuit, makanan bayi, susu, dan air mineral. Telkom juga membawa puluhan senter dan baterai yang dapat digunakan sebagai alat penerang di lokasi tersebut, ujarnya. Kandatel Blora Beri Bantuan di Cepu Sebagai wujud kepedulian dan semangat meringankan beban sesama, pasukan Peduli Telkom Blora yang dipimpin Asman CO, Marlindung Turnip, memberikan bantuan kepada korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Senin (8/4), Cepu. Bantuan tahap pertama tersebut berupa 50 kg beras, 10 kardus air mineral, dan 8 kardus mie instan kepada Camat Cepu, Purwadi Setiono, S.E. Selain itu, Telkom menyediakan telepon dan fasilitas internet gratis di posko utama Kantor Kecamatan yang digunakan untuk membantu koordinasi pasca musibah banjir. Setelah pengecekan dari fasilitas Telkom yang ada di Cepu, Alhamdulillah, tidak ada fastel Telkom yang terkena dampak banjir tersebut, ujar Kakandatel Blora, Dwi Satriananda. Luapan sungai Bengawan Solo mengalir melewati Kecamatan Cepu. Luapan tersebut mengakibatkan beberapa kelurahan dan desa terendam air, di antaranya Kelurahan Ngelo, Cepu, Balun, Desa Nglanjuk, Sumberpitu, Getas, Jipang, Gadon, dan Ngloram. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan beberapa rumah terendam air. 48 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 48 3/12/ :18:01 AM

51 Kegiatan PKBL Telkom 2013 Taman Bungkul yang Jadi Kebanggaan Kota Surabaya Telkom berinisiatif merevitalisasi Taman Bungkul Surabaya. Tadinya, taman ini kumuh dan dijauhi masyarakat. Kini Taman Bungkul menjadi perekat sosial bagi masyarakat Kota Buaya tersebut. Berkeliling Surabaya tidak lengkap jika belum mengunjungi Taman Bungkul. Taman yang terletak di Jalan Raya Darmo ini sering dijadikan tujuan bagi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, kalangan orang tua, remaja, hingga anak-anak. Pasalnya, taman ini tak hanya menawarkan keindahan tamannya, wisata religi hingga wisata kuliner juga ada di sana. Taman Bungkul sendiri tadinya dikenal sebagai kawasan kumuh. Taman ini kemudian direnovasi pada 2007, menggunakan dana Program Bina Lingkungan dari Telkom sebesar Rp 1,2 miliar sehingga tak heran jika ada sebagian masyarakat yang menjuluki Taman Bungkul sebagai Taman Telkom. Taman seluas 1400 m 2 ini dilengkapi dengan area skateboard dan sepeda BMX track, jogging track, area open stage yang biasa digunakan untuk live performance, dan area green park. Selain itu, Telkom telah memfasilitasi taman ini dengan telpon umum dan jaringan free Indonesia Wifi. Adanya fasilitas tersebut, menjadikan taman ini tak pernah sepi pengunjung, bahkan pada malam hari sekalipun. Kongkow dan refreshing bersama rekan ataupun keluarga menjadi lengkap ditemani kopi atau teh hangat dan snack yang ditawarkan oleh penjaja makanan yang makin ramai di malam hari. Selain minuman hangat dan snack, beragam barang dan jasa juga dijajakan di sana, seperti tatoo temporary, jasa lukis langsung jadi, mainan anak-anak, hingga penjual pernak penik accessories. Taman yang berlokasi di tengah-tengah kota itu, telah menyabet berbagai penghargaan. Bahkan pada Agustus 2013 lalu, Taman Bungkul menyabet Asian Town Scapes Sector Award 2013, salah satu penghargaan tahunan Asian Townscape Award (ATA). Ajang penghargaan ini digelar empat organisasi internasional yakni UN Habitat Society Regional Office for Asia and the Pacific, Asian Habitat Society, Fukuoka Asian Urban Research Center, dan Asia Townscape Design Society. Taman Bungkul memang tidak hanya cantik tetapi juga mampu mensejahterakan masyarakat sekitar karena bisa menampung lapangan kerja dengan menyediakan pusat jajanan di sisi belakangnya. Taman Bungkul juga dapat membina hubungan antara pemkot, masyarakat dan Telkom. Taman Bungkul juga mewakili kekayaan heritage dan religi. Dan memenuhi unsur entertainment karena di sana semua hiburan lengkap mulai dari tempat bermain anak, remaja hingga sarana car free day. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 49 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 49 3/12/ :18:09 AM

52 MITRA CDC LeeLA Kerudung: Produksi Kerudungnya Digemari Tua Muda LeeLA Kerudung adalah brand fashion yang dirintis pada 15 Desember 2009 oleh dua sahabat, Mila dan Ita. Usaha mereka berawal dari dana bergulir PKBL Telkom Madiun. Dengan modal yang didapatkan dari Telkom Madiun tersebut, mereka mengupayakan berdirinya Rumah Produksi Leela Kerudung. Usaha LeeLA Kerudung mereka dirikan karena mereka punya cita-cita yang sangat mulia, yaitu mempunyai rumah produksi di bidang konveksi dan bisa memperkerjakan masyarakat sekitar terutama yang belum bekerja. Di samping itu, kedua sahabat itu melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan baju muslim dan jilbab untuk kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan dagang, misalnya untuk dijual di toko-toko busana muslim maupun untuk dikenakan sendiri. LeeLA Kerudung berlokasi di Jalan Pulanggeni No. 13, Josenan Kota Madiun, telepon (0351) Lokasi ini sangat strategis karena berada di Jalan Utama dan dekat dengan permukiman penduduk. Fasilitas produk yang tersedia adalah 10 mesin yang modern. Rumah Produksi LeeLA Kerudung memiliki 12 karyawan. Sebelum mendapat bantuan dari Telkom, LeeLA Kerudung hanya memiliki dua tenaga kerja, yaitu mereka berdua. LeeLA sebagai perusahaan konveksi yang terkemuka, karyawan Rumah Produksi Leela Kerudung adalah lulusan SMK sederajat yang telah memiliki skill yang bagus dalam bidang industri konveksi dan kompeten di bidangnya masing-masing, loyal dan berdedikasi tinggi untuk mejadikan Rumah Produksi Leela Kerudung maju dan berkembang. Rumah Produksi LeeLA saat ini memproduksi pashmina, jilbab instan, inner jilbab, manset lengan, sarung tangan, manset baju, manset gamis, dan lain-lain. Seiring kesadaran kaum muslimah untuk berbusana sesuai syariah, produksi LeeLA pun semakin lama semakin banyak dan pesanan terus datang. Pemasaran produksi LeeLA Kerudung, dilakukan secara online dan (toko, instansi, individu). Untuk jasa pengiriman, LeeLA Kerudung menggunakan jasa expedisi rekanan perusahaan. Sedangkan untuk transaksi jual beli online, mereka menggunakan Bank Pemerintah dan Swasta. Rumah Produksi LeeLA Jalan Pulanggeni no 13, Josenan Kota Madiun Telepon (0351) Visi LeeLA Kerudung adalah unggul dalam kualitas dan tepat waktu dalam penyelesaian pengerjaan. Sedangkan missinya: Menciptakan karya yang inovatif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat; Menjadi perusahaan konveksi yang profesional dan berdaya saing tinggi; dan Memberikan kesempatan pekerjaan kepada berbagai lapisan masyarakat yang belum mempunyai kerja. Bersama Telkom CDC, mereka kerap mengikuti pameran baik di Kota Madiun, Surabaya maupun di Jakarta. 50 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 50 3/12/ :18:16 AM

53 Perlu Pergeseran Paradigma Penanganan PKBL Fadjar Judisiawan Plt. Asdep. Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan, Kementrian BUMN P elaksanaan PKBL oleh BUMN saat ini masih belum efektif dalam mencapai harapan sebagaimana yang dicita-citakan. Beberapa tantangan masih perlu untuk dipikirkan bersama jalan keluarnya seperti tingkat kolektibilitas pinjaman yang masih belum optimal, dampak penciptaan kemandirian ekonomi masyarakat masih rendah, dan lemahnya koordinasi baik antar BUMN maupun pemangku kepentingan lainnya. Banyak diperoleh kesan, secara umum pelaksanaan PKBL BUMN hanya bersifat spontan dan belum disertai dengan perencanaan yang matang dengan tujuan yang jelas. Memang sudah ada beberapa BUMN yang memiliki program jelas dan nyata dampaknya, salah satunya Telkom. Selain itu, sesuai pengamatan dan perspektif saya, gaung PKBL BUMN belum dapat memberikan value yang efektif dan optimal bagi citra perusahaan. Hal ini memang bukan semata-mata disebabkan belum tepatnya pengelolaan PKBL, namun juga karena belum efektifnya BUMN dalam mengkapitalisasi PKBL dalam menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Hal lain yang menyebabkan gaung PKBL BUMN kurang terasa yaitu belum semua BUMN memikirkan keberlanjutan suatu program. Pembinaan usaha kecil hanya dapat berhasil, apabila pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan secara sistematis, dibina secara sungguh-sungguh, dan didampingi sampai dengan skala usahanya layak untuk berdiri sendiri. Ini memerlukan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan termasuk instansi Pemerintah dan BUMN yang bersangkutan. Memelihara keuntungan disertai dengan pemenuhan harkat kemanusiaan dan pelestarian alam merupakan kunci kesuksesan perusahaan di masa mendatang. OPINI Prioritas pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan cara penciptaan klaster usaha pada suatu wilayah. Langkah pertama tentunya identifikasi potensi klaster usaha di Indonesia yang punya peluang dikembangkan. Berikutnya adalah pemilihan klaster yang akan dikembangkan terlebih dahulu disesuaikan dengan sumber daya baik dengan sinergi atau tidak, kesiapan kondisi wilayah dan masyarakat serta hal lainnya. Sebelum dimulainya program dimaksud, tentunya disusun perencanaan berikut skemanya dan penentuan tolok ukur keberhasilannya. Indikator keberhasilan penting ditetapkan sehingga jelas ukurannya dan apabila memang benar-benar berhasil, program PKBL tersebut dapat dikapitalisasi untuk meningkatkan citra perusahaan. Ini yang sering terlupakan oleh sebagian besar BUMN. Contoh yang pernah saya ketahui tentang pelaksanaan PKBL yang berhasil sehingga memiliki nilai tambah dan daya ungkit bagi perusahaan khususnya di Telkom adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Riau melalui klaster usaha budi daya Ikan Patin. Dengan komitmen dan program yang sistematis selama kurang lebih 10 tahun, Telkom. berhasil menjaga keberlanjutan program dimaksud dalam memberdayakan ekonomi masyarakat sehingga taraf hidupnya meningkat dengan baik. Keberlanjutan selama 10 tahun itulah yang memang diperlukan masyarakat dan bukan program yang bersifat spontan. Memang menjaga keberlangsungan itu memerlukan dana yang relatif besar, dalam contoh tersebut, seingat saya kurang lebih sebesar Rp 9 miliar. Perlu adanya pergeseran paradigma dalam penanganan PKBL BUMN, yang secara umum bagi BUMN hanya dipandang sebagai aktivitas yang kurang penting, menjadi aktivitas yang bernilai tambah. Perubahan paradigma tersebut sejalan dengan konsep triple bottom line yang memberi pandangan bahwa tiga faktor yang berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan, profit, people, dan planet. Jadi memelihara keuntungan disertai dengan pemenuhan harkat kemanusiaan dan pelestarian alam merupakan kunci kesuksesan perusahaan di masa mendatang. Kunci keberhasilan lain dalam pengelolaan PKBL BUMN adalah kemauan dan kemampuan masing-masing BUMN untuk mensinergikan suatu program dengan BUMN lain sehingga pengaruh dan outcome nya dapat lebih terasa. Sebagaimana kita ketahui bersama, geografis Indonesia merupakan salah satu yang terluas di dunia dengan kenanekaragaman budaya masyakatnya. Kondisi tersebut menuntut adanya prioritas dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ambil contoh, BUMN dengan alokasi dana PKBL sebesar Rp 50 miliar per tahun, jika beroperasi di seluruh Indonesia dan berniat mengalokasikan secara rata pada masing-masing wilayah tingkat II (+/- berjumlah 511), maka proporsinya sebesar Rp 97,8 juta setiap wilayah. Besaran tersebut tidak akan efektif untuk melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jalan terbaik adalah melakukan sinergi dengan BUMN lain sehingga daya ungkitnya dapat lebih signifikan. Itu dengan contoh alokasi maksimum bagi BUMN dengan laba sebesar Rp 1,25 triliun, padahal masih banyak BUMN yang labanya belum mencapai angka tersebut. Itulah yang saya maksud dengan perlunya penentuan prioritas dan sinergi bagi BUMN, terutama bagi yang alokasi dananya tidak terlalu signifikan. Hal lain yang perlu dijadikan benchmarking atas keberhasilan Telkom. di atas adalah kemampuan meyakinkan secara baik kepada pemangku kepentingan atas keberhasilannya karena disertai tampilan indikator keberhasilan dan proses dokumentasi yang baik. Ini terkait dengan gaung PKBL sebagaimana yang sempat disinggung sebelumnya. Tanpa tolok ukur keberhasilan dan proses dokumentasi yang baik, suatu program kurang berarti dan bermakna bagi penciptaan nilai tambah. Secara garis besar, pengelolaan PKBL Telkom sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa BUMN dan perusahaan swasta lainnya. Keberadaan website dan sistem informasi manajemen PKBL Telkom. merupakan insiatif baik yang patut ditiru. Penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan PKBL dapat meningkatkan tata kelola dan efektivitasnya. Dalam segala kemajuan dan kebaikan yang dimiliki Telkom. dalam pengelolaan PKBLnya, masih dirasa terdapat beberapa catatan kecil dalam pengembangannya di masa mendatang. Yang utama mengenai sinergi dengan BUMN lainnya masih perlu ditingkatkan, tidak hanya mengenai upaya mensukseskan suatu program, namun juga terhadap sharing knowledge diantara BUMN. Inisiatif koordinasi dan saling tukar informasi tidak perlu menunggu BUMN, namun dapat diinisiasi Telkom. Mungkin dapat melalui kegiatan yang lebih bersifat santai seperti success story gathering dan sebagainya. Dengan sinergi yang baik diharapkan akan tercipta daya ungkit yang lebih besar bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 51 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 51 3/12/ :18:17 AM

54 MITRA CDC Dodol Bestari Menjadi Inspirasi Bagi Pengusaha Dodol di Garut Bicara makanan khas Kabupaten Garut, sudah tidak asing lagi bagi kita. Pastinya kita akan menjawab dodol. Dodol memang sudah menjadi kebanggan Kota Garut. Bahkan Kota Garut sering juga disebut sebagai kota dodol. Peran Telkom dalam meningkatkan kemandirian UMK antara lain dilakukan melalui CD Area Jabar yang membantu produsen dodol. Bantuan ini dirasakan oleh Amal Rasyid. Dengan produknya yang beranama Dodol Bestari, Amal Rasyid mengembangkan usaha melalui resep temurun dari kakeknya. Sejak dahulu kakek saya sudah bisa memproduksi dodol, tetapi mereka tidak tahu cara memasarkannya, ujar usahawan muda tersebut. Perkembangan usahanya tersebut tidak lepas dari bantuan CD Telkom Garut. Sejak berbagung dengan Telkom sebagai mitra binaan, Ia mendapat banyak ilmu baik dari pelatihan mengelola keuangan sampai pemasaran yang berupa online maupun. Kini pabrik Dodol Bestari yang beralamat di Jalan Raya Bayongbong KM 1.5 telah memiliki karyawan sebanyak 20 orang, itu pun belum termasuk karyawan pemasaran, ujar pria yang kini berusia 37 tahun itu. Berkat kerja keras dan bimbingan Telkom dalam memberikan pelatihan kini Amal Rasyid kerap kali menjadi pembicara pada sesi Inspirator Pengembangan Usaha pada setiap acara yang diadakan baik oleh dinas perindustrian maupun pihak lain. Berbagai perhargaan pun diraih Amal Rasyid (Dodol Bestari) diantaranya pada tahun 2012 menjadi nominator UMKM Award 2012 yang diselenggarakan Economic Development Institute Universitas Garut. Dan pada tahun 2013 Amal Rasyid mendapat penghargaan sebagai Inspirator Pengembangan Usaha oleh GOAH Gumelar Award dalam ajang Chocodot Gebyar Budaya Nusantara. Amal sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari Mitra Binaan Telkom. Karena diakui yang mengajukan permohonan untuk menjadi mitra binaan Telkom sangat banyak. Menjadi tahun pertama sebagai Binaan Telkom ia sudah mendapat kesempatan mengikuti pameran yang bersifat lokal seperti Jawa Barat Expo 2013 di Bandung dan juga pameran yang bersifat Nasional seperti Pameran Expo ISMI 2013 di Jakarta. Dodol Bestari Nama Pemilik: Amal Rasyid Alamat: Jl. Raya Bayongbong Garut Km. 1.5 Phone: website: 52 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 52 3/12/ :18:22 AM

55 MITRA CDC Alsa 29 Leather Jacket: Order Meningkat Sejak Menjadi Mitra Binaan Telkom Desa Sukaregang, Kabupaten Garut merupakan sentral industri jaket kulit. Bukan hanya menjual jaket kulit, tetapi juga menjual sepatu kulit, tas kulit, sandal kulit, topi kulit dan pernak pernik lainnya yang terbuat dari bahan kulit. Salah satu Mitra Binaan Telkom CD Area Jabar, Alsa 29 Leather Jacket, atau yang dikenal dengan Alsa 29 merupakan perusahaan dagang perorangan (UKM) yang bergerak di bidang jaket kulit. Alsa 29 di bawah pemasaran Dodi Mariahadi, SH. yang juga sekaligus pemilik Alsa 29 mengalami perkembangan yang cukup pesat. Persaingan usaha jaket kulit di Desa Sukaregang memang terbilang sangat banyak, tetapi dengan menjadi Mitra Binaan Telkom CD Area Jabar hal tersebut dapat teratasi. Menurut Pria yang kini berusia 52 tahun tersebut, sejak menjadi Mitra Binaan Telkom usahanya kian meningkat. Dari hanya memiliki 3 karyawan, kini Alsa 29 sudah memiliki 6 orang karyawan di bidang produksi dan 3 karyawan di bidang pemasaran. Alhamdullilah sejak menjadi Mitra Binaan Telkom karyawan kami semakin bertambah, katanya. Alsa 29 Alamat: Jalan Jend. A. Yani no. 274 Garut Jawa Barat, Indonesia Pemilik: Dodi Mariahadi, SH pin BB: 293A0E1E MobilePhone: Diakuinya saat ini selain mendapat order dari berbagai daerah di Indonesia, Ia juga kerap kali mendapat pesanan dari luar negeri. Namun demikian banyaknya pesanan tersebut tidak dapat semua diterima mengingat bahan baku yang tersedia sangat terbatas. Omzet Alsa 29 saat ini untuk jaket kulit perbulannya sudah mencapai 130 juta rupiah. Itu hanya jaket kulit saja belum produk yang lainnya, imbuh Bapak 2 orang anak tersebut menuturkan pengalaman menjadi Mitra Binaan Telkom. Penambahan karyawan ini juga diikuti dengan bertambahnya pesanan jaket kulit. Jika sebelumnya sehari hanya bisa 1 sampai 2 jaket kulit, sekarang sehari Alsa 29 bisa menjual 3 sampai 5 jaket kulit perharinya. Keuntungan menjadi Mitra Binaan Telkom selain mendapat pelatihan online juga mendapat pelatihan mengelola keuangan yang baik. Telkom juga membantu kami memasarkan produk dengan mengajak UKM Mitra Binaannya mengikuti pameran baik yang berskala lokal sampai nasional hingga internasional, ujar Dodi. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 53 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 53 3/12/ :18:29 AM

56 MITRA CDC BONTINGS Abon Kepiting Khas Balikpapan Balikpapan merupakan tempat yang banyak objek wisatanya tak terkecuali objek wisata kuliner. Salah satu objek wisata kuliner unggulan Balikpapan adalah kepiting kenari. Jika sedang berlibur ke Balikpapan namun tidak sempat mencicipi kuliner tersebut, jangan khawatir karena anda bisa membelinya sebagai oleh-oleh yaitu abon kepiting atau lebih dikenal dengan Bontings. Bontings memang sangat unik. Tak heran abon kepiting pun menjadi incaran para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Namun, siapa sangka, abon kepiting yang jadi incaran wisatawan itu, ternyata dihasilkan oleh mitra binaan Telkom Balikpapan. Adalah Ansori S. yang memiliki gagasan kreatif memproduksi abon kepiting. Ansori, dengan modal kegigihan sukses memproduksi dan memasarkan abon kepiting. Awalnya, dengan modal nekat ia memulai usaha di Balikpapan. Ansori belajar tiada henti untuk menuju kesuseksasan terus ia lakoni memulai usahanya tersebut. Lulusan Fakultas Ilmu Kehutanan ini awalnya bekerja di sebuah perusahaan dengan proyek-proyek di Kalimantan Timur. Selama bekerja, banyak hal yang ia dapatkan. Di sini pula ia bertemu dengan wanita yang kini menjadi pendamping hidupnya. Sambil bekerja Ansori pun mencari peluang usaha. Banyak usaha yang telah dilakoninya, mulai dari membuka usaha bakso, makanan kering, distributor barang dan lain-lain, tetapi semua itu belum membuahkan hasil yang maksimal. Meskipun begitu ia tidak menyerah, Ansori yakin suatu saat ia akan mendapatkan kesuksesan itu, karena ia berpendapat kegagalan hanyalah merupakan kesuksesan yang tertunda. Ansori menikahi wanita yang ia kenal sejak bekerja yang merupakan rekan kerjanya, wanita Bugis asal Pare Pare Sulawesi Selatan itu, bernama Nursahaya, S.Pi. yang ternyata juga memiliki mimpi yang sama. Resmilah mereka sebagai pasangan suami istri, mereka memilih hidup di Balikpapan dengan alasannya kota ini lebih prospektif. Mulailah Ansori menjalani usaha pembuatan abon kepiting, dengan bantuan modal dari keluarga di Rembang dan Pare Pare, ia terus mengupayakan melaut, mencari sumber-sumber kepiting. Namun semuanya kembali lagi berbuah kebuntuan. Semua modal telah habis, perahu serta aset-aset lainnya belum bisa menghasilkan apa-apa. sementara saat itu sang istri pun tengah hamil, pun butuh biaya. Puncaknya kala itu, daging kepiting yang ia kirim ternyata dikembalikan dengan alasan keterlambatan. Ansori memutar otak bagaimana dan bagaimana lagi. Namun sekali lagi ia dan istrinya tetap optimis bahwa pasti ada jalan. Daging yang dikembalikan dengan jumlah yang tidak sedikit itu, harus dapat dimanfaatkan daripada dibuang begitu saja. Setelah dibagi ke keluarga yang lain. Daging kepiting yang masih banyak, akhirnya iseng aja saya bikin abon, ungkap Ansori. Jadilah abon yang rasanya lumayan menggoda. Abon yang sudah 54 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 54 3/12/ :18:33 AM

57 Ansori jadi dikemas kecil-kecil dan lalu Ansori tawarkan ke orangorang. Ternyata orang-orang tersebut merespon positif karena menurut mereka rasanya enak. Meski disukai namun tentu saja hal ini belum menghasilkan keuntungan karena masih terbatas jangkauannya. Di ujung waktu sang istri hampir melahirkan, Ansori mendapat informasi bahwa Pemkot Balikpapan kala itu tahun 2006 mengadakan pameran dan kontes makanan khas Balikpapan. Tanpa pikir banyak lagi, Ansori lalu membawa abon kepitingnya untuk didaftar sebagai peserta. Habis gelap terbitlah terang. Hari kebahgaiaannya pun tiba. Anak pertama telah lahir dengan selamat, sementara pada saat yang sama dalam kontes tersebut, ternyata produk hasil inovasinya itu terpilih sebagai juara I dan dinobatkan sebagai makanan kering yang benar-benar khas Balikpapan, mengingat Balikpapan memang merupakan penghasil kepiting terbesar. Walikota langsung memesan pcs abon kepiting, Ansori dan istrinya pun dengan semangat menerima pesanan tersebut dan mulailah babak baru kehidupan sang pelopor makanan khas Balikpapan. dalam waktu yang singkat saja dengan kefokusan dan kekompakan yang dimiliki mereka akhirnya Bontings Bontings Balikpapan Alamat: Jl. Cakalang RT. 23 No. 75, Manggar Baru Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia Telp. /Fax: / yang dikenal saat ini berkembang pesat, pesanan membludak dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Banjarmasin hingga ke Jawa. Pada tahun 2007 ia mulai membuka outlet Bontings di Stal Kuda. Oleh karena usahanya terus berkembang outlet tersebut kemudian dipindahkan ke Gunung Bakaran jalur Bandara Sepinggan, Balikpapan. Bontings yang telah memiliki trademark resmi ini telah berkembang dengan bermacam variasi produk, mulai dari abon kepiting, dendeng kepiting, stik kepiting, stik udang, amplang kepiting, amplang ikan, kue lidah sapi dan lain-lain. Hingga kini bonting sudah dikenal sebagai makanan khas Balikpapan, para pengunjung pun tidak bermakna pulang tanpa membawa produk Bontings. Dengan distribusi barang yang luas, menjadikan Bontings gampang dibeli di mana saja. Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 55 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 55 3/12/ :18:39 AM

58 56 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 56 3/12/ :19:06 AM

59 Laporan Keuangan PKBL Telkom CDC 2013 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 57 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 57 3/12/ :19:26 AM

60 58 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 58 3/12/ :19:28 AM

61 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 59 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 59 3/12/ :19:29 AM

62 60 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 60 3/12/ :19:31 AM

63 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 61 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 61 3/12/ :19:33 AM

64 62 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 62 3/12/ :19:36 AM

65 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 63 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 63 3/12/ :19:38 AM

66 64 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 64 3/12/ :19:42 AM

67 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 65 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 65 3/12/ :19:44 AM

68 66 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 66 3/12/ :19:48 AM

69 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 67 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 67 3/12/ :19:51 AM

70 68 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 68 3/12/ :19:54 AM

71 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 69 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 69 3/12/ :19:57 AM

72 70 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 70 3/12/ :20:00 AM

73 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 71 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 71 3/12/ :20:03 AM

74 72 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 72 3/12/ :20:06 AM

75 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 73 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 73 3/12/ :20:09 AM

76 74 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 74 3/12/ :20:13 AM

77 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 75 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 75 3/12/ :20:15 AM

78 76 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 76 3/12/ :20:20 AM

79 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 77 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 77 3/12/ :20:23 AM

80 78 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 78 3/12/ :20:26 AM

81 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 79 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 79 3/12/ :20:29 AM

82 80 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 80 3/12/ :20:32 AM

83 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 81 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 81 3/12/ :20:35 AM

84 82 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 82 3/12/ :20:39 AM

85 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 83 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 83 3/12/ :20:42 AM

86 84 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 84 3/12/ :20:45 AM

87 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 85 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 85 3/12/ :20:48 AM

88 86 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 86 3/12/ :20:51 AM

89 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 87 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 87 3/12/ :20:54 AM

90 88 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 88 3/12/ :20:58 AM

91 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 89 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 89 3/12/ :21:02 AM

92 90 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 90 3/12/ :21:06 AM

93 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 91 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 91 3/12/ :21:09 AM

94 92 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 92 3/12/ :21:12 AM

95 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 93 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 93 3/12/ :21:15 AM

96 94 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 94 3/12/ :21:18 AM

97 Laporan PKBL 2013 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 95 AR_CDC_2014_Ina_Finale.indd 95 3/12/ :21:21 AM

Laporan Komisaris Utama

Laporan Komisaris Utama 32 Sekilas TELKOM/Laporan Komisaris Utama Laporan Komisaris Utama Di tengah kondisi persaingan yang ketat dan turun drastisnya tarif telekomunikasi pada beberapa tahun terakhir ini, TELKOM tetap dapat

Lebih terperinci

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE)

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE) PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE) BAB I, PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik/Good Corporate Governance (GCG), tetap memperhatikan

Lebih terperinci

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tinjauan umum kebijakan dan pengarahan etika, memandu hubungan kerja di antara kita, dan hubungan bisnis dengan Pemangku Kepentingan. Edisi 2 10 Februari 2011 Daftar Isi 2 Sambutan Komisaris Utama 4 Sambutan

Lebih terperinci

MEMPERTAHANKAN MOMENTUM

MEMPERTAHANKAN MOMENTUM MEMPERTAHANKAN MOMENTUM LAPORAN TAHUNAN 2013 Mempertahankan M o m e n t u m 1PT 1Laporan Laporan Tahunan 2013 Solusi Tunas Pratama Tbk Bertransformasi untuk Pertumbuhan Masa Depan melalui Inovasi, Kualitas

Lebih terperinci

Untuk memperoleh manfaat dari penerapan

Untuk memperoleh manfaat dari penerapan Penerapan tata kelola perusahaan (corporate government) dalam sebuah perusahaan sangat penting sebagai salah satu proses untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang yang mengutamakan

Lebih terperinci

transformasi untuk pertumbuhan masa depan

transformasi untuk pertumbuhan masa depan 2011 Laporan Tahunan transformasi untuk pertumbuhan masa depan tarik tersedia materi dalam USB Flash Disk IDX : PGAS PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk transformasi untuk pertumbuhan masa depan transformasi

Lebih terperinci

PT Bank Mandiri (Persero)Tbk. MENEMBUS BATAS KEINGINAN

PT Bank Mandiri (Persero)Tbk. MENEMBUS BATAS KEINGINAN PT Bank Mandiri (Persero)Tbk. MENEMBUS BATAS KEINGINAN DAFTAR ISI MENEMBUS BATAS KEINGINAN LAPORAN TAHUNAN Warisan Tak Ternilai 2 Penghargaan 4 Ringkasan Laporan Keuangan 8 Sambutan Komisaris Utama 10

Lebih terperinci

Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006 ini merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2001.

Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006 ini merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2001. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006 ini merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2001. Komite Nasional Kebijakan Governance Gedung Bursa Efek Jakarta Tower I - Lt.

Lebih terperinci

KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN. http://www.garuda-indonesia.com. CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk.

KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN. http://www.garuda-indonesia.com. CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk. KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk. Halaman ini sengaja dikosongkan Dalam KTKP ini yang dimaksud dengan : Terbitan : 2 Revisi 0 Daftar Istilah.. AMDAL

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN. Memanfaatkan Setiap Peluang Pertumbuhan Pasar. Sambil Terus Memperkuat Kemampuan Perusahaan Dalam Menghadapi Perubahan

LAPORAN TAHUNAN. Memanfaatkan Setiap Peluang Pertumbuhan Pasar. Sambil Terus Memperkuat Kemampuan Perusahaan Dalam Menghadapi Perubahan LAPORAN TAHUNAN Memanfaatkan Setiap Peluang Pertumbuhan Pasar Sambil Terus Memperkuat Kemampuan Perusahaan Dalam Menghadapi Perubahan DAFTAR ISI 01 01 02 03 03 03 04 04 04 05 05 06 06 07 07 07 08 08 10

Lebih terperinci

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 7 Bagian Kedua KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK II.1. Kebijakan GCG ANTARA ANTARA

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN 2012. Kami menjadikan nilai tambah menjadi kenyataan

LAPORAN TAHUNAN 2012. Kami menjadikan nilai tambah menjadi kenyataan LAPORAN TAHUNAN 2012 Kami menjadikan nilai tambah menjadi kenyataan Kami mempertahankan fokus yang jelas pada pemenuhan kebutuhan pelanggan kami dengan memberikan beragam produk berkualitas dan pengalaman

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... 3 RINGKASAN EKSEKUTIF... 5 KATA PENGANTAR... 9 DAFTAR GAMBAR... 11 DAFTAR TABEL... 12 1. PENDAHULUAN... 14

DAFTAR ISI... 3 RINGKASAN EKSEKUTIF... 5 KATA PENGANTAR... 9 DAFTAR GAMBAR... 11 DAFTAR TABEL... 12 1. PENDAHULUAN... 14 1 P a g e 2 P a g e Daftar Isi DAFTAR ISI... 3 RINGKASAN EKSEKUTIF... 5 KATA PENGANTAR... 9 DAFTAR GAMBAR... 11 DAFTAR TABEL... 12 1. PENDAHULUAN... 14 1.1. Latar Belakang...14 1.2. Perumusan Masalah...16

Lebih terperinci

Etika Kerja & Bisnis. Menggapai PERTAMINA EP World Class dengan Semangat Berkobar. pertamina ep etika kerja & bisnis

Etika Kerja & Bisnis. Menggapai PERTAMINA EP World Class dengan Semangat Berkobar. pertamina ep etika kerja & bisnis Etika Kerja & Bisnis Menggapai PERTAMINA EP World Class dengan Semangat Berkobar pertamina ep etika kerja & bisnis Menggapai PERTAMINA EP World Class dengan Semangat Berkobar Etika Kerja & Bisnis (EKB)

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENTING BAGI CALON PESERTA PELATIHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGIKUTI PELATIHAN JARAK JAUH TELKOME- LEARNING

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENTING BAGI CALON PESERTA PELATIHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGIKUTI PELATIHAN JARAK JAUH TELKOME- LEARNING Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2006 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENTING BAGI CALON PESERTA PELATIHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGIKUTI PELATIHAN JARAK JAUH TELKOME- LEARNING Trisna Agung¹

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Penerbit: Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No. 2, Jakarta Indonesia. Informasi dan Order:

Penerbit: Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No. 2, Jakarta Indonesia. Informasi dan Order: Penerbit: Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No. 2, Jakarta Indonesia Laporan Pengawasan Perbankan (LPP) ini merupakan bagian dari transparansi dan akuntabilitas Bank Indonesia kepada publik dan pelaksanaan

Lebih terperinci

Direksi Baru Pertamina

Direksi Baru Pertamina BONUS SISIPAN KARTINI SOBAT PAPUA Terbit Setiap Senin 23 April 2012 NO. 17 TAHUN XLVIII 12 Halaman Lugas dan Informatif Pojok Manajemen : WANITA INDONESIA 2SUDAH siap belum? 3Opini Pekerja : Utama: HARI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

infopelni162@pelni.co.id

infopelni162@pelni.co.id PELNI Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pelayaran Nasional Indonesia TATA LAKSANA KERJA DIREKSI dan DEWAN KOMISARIS [Board Manual] PELNI i PERNYATAAN KOMITMEN BERSAMA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS Perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa upaya untuk mewujudkan

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) merupakan bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) PT Sarana

Lebih terperinci

Laporan Pelaksanaan. Good Corporate Governance. PT. Bank Panin Tbk. Tahun 2012

Laporan Pelaksanaan. Good Corporate Governance. PT. Bank Panin Tbk. Tahun 2012 Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance PT. Bank Panin Tbk. Tahun 2012 Laporan ini disusun dengan berpedoman pada: PBI No. 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 perihal Pelaksanaan Good Corporate

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT 2011 0 Daftar Isi Bab I. 2 PENDAHULUAN 2 Latar Belakang 2 Landasan Penyusunan Code of Conduct... 3 Visi dan Misi Perusahaan... 3 Tata Nilai Perusahaan... 3 Maksud,

Lebih terperinci

Sebuah Wawancara Dengan GE dan Citi

Sebuah Wawancara Dengan GE dan Citi Juni 2008 tema : Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam edisi ini : 3 5 7 8 Sebuah Wawancara Dengan GE dan Citi Dua perusahaan yang telah dikenal dengan kegiatan CSR-nya menawarkan masukan dan pembelajaran

Lebih terperinci

Pilar-pilar Peningkatan Daya Saing & Perlindungan Konsumen

Pilar-pilar Peningkatan Daya Saing & Perlindungan Konsumen Pilar-pilar Peningkatan Daya Saing & Perlindungan Konsumen Standardisasi Pemberdayaan Konsumen Pengawasan Barang Beredar & Jasa Metrologi Pengembangan Mutu Barang DIREKTORAT JENDERAL STANDARDISASI DAN

Lebih terperinci

MODEL PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DENGAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN DI INDONESIA

MODEL PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DENGAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN DI INDONESIA MAKALAH CALL FOR PAPER DALAM PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN CALLFOR PAPER PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI UMKM: KOMPARASI MODEL INDONESIA DAN MALAYSIA YOGYAKARTA, 5 DESEMBER 2012 ISBN 978-602-9018-66-0

Lebih terperinci