Building a Better Tomorrow

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Building a Better Tomorrow"

Transkripsi

1 Building a Better Tomorrow ANNUAL REPORT 2012 LAPORAN TAHUNAN 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

2 BUILDING A BETTER TOMORROW

3 DAFTAR ISI Table of Content SEKILAS 02 PERISTIWA PENTING An Overview of PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 2012 Event Highlights JEJAK LANGKAH PERSEROAN 06 LAPORAN PRESIDEN KOMISARIS 29 Company Milestone Report of the President Commissioner INFORMASI PERSEROAN 08 DEWAN KOMISARIS 32 Corporate Information The Board of Commissioners VISI DAN MISI 10 LAPORAN PRESIDEN DIREKTUR 39 Vision and Mission Report of the President Director NILAI-NILAI PERSEROAN 11 DIREKSI 44 Corporate Values The Board of Directors IKHTISAR KEUANGAN PENTING 12 LAPORAN KOMITE AUDIT 51 Financial Highlight Report of the Audit Committee RINGKASAN KINERJA 14 KOMITE AUDIT 52 Performance Highlight Audit Committee IKHTISAR SAHAM 16 ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN 56 Stock Highlight Management Discussion And Analysis PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM 18 TATA KELOLA PERUSAHAAN 82 Capital and Shareholding Structure Good Corporate Governance STRUKTUR PERSEROAN 20 TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 128 Corporate Structure Corporate Social Responsibility STRUKTUR ORGANISASI 24 PERNYATAAN PERTANGGUNGJAWABAN 137 Organization Structure Statement of Responsibility LINI BISNIS 25 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 139 Business Lines Consolidated Financial Statements 01

4 SEKILAS PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA TBK An Overview of PT Dian Swastatika Sentosa Tbk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ( Perseroan ) merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan pada tahun 1996 berdasarkan Hukum Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat, dengan alamat kantor pusat operasional di Plaza BII Tower II, Lantai 27, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon (021) dan nomor faksimili (021) Perseroan menjalankan kegiatan usaha utama di bidang pembangkit listrik dan uap, pertambangan batubara, perdagangan besar serta infrastruktur di Indonesia. Perseroan didirikan di Jakarta pada tahun 1996 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Dian Swastatika Sentosa No. 6 tanggal 2 Agustus 1996, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 35 tanggal 8 Oktober 1996, keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C HT TH 96 tanggal 28 Oktober 1996 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan Tanda Daftar Perusahaan No di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Utara di bawah No. 83/BH.09.01/XII/96 tanggal 5 Desember 1996 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46 tanggal 10 Juni 1997, Tambahan Berita Negara No PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (The Company ) is a limited liability company duly established in 1996 under the law of the Republic of Indonesia and having its domicile at Central Jakarta, with an operational head office address at Plaza BII Tower II, 27th Floor, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat 10350, telephone number (021) and facsimile number (021) The Company runs its core business in the power and steam generation, coal mining, trading, and infrastructure in Indonesia. The Company was established in Jakarta in 1996 by virtue of Deed of Establishment of a Limited Liability Company PT Dian Swastatika Sentosa No. 6 dated August 2, 1996, as amended by Deed of Amendment No. 35 dated October 8, 1996, both were drawn up before Linda Herawati, S.H., Public Notary in Jakarta. Those deeds have been approved by the Minister of Justice of Republic of Indonesia by virtue of Decision No. C HT TH 96 dated October 28, 1996 and have been registered in the Company Register under Company Registration No with the Office of Company Registratation of North Jakarta Municipality under No. 83/BH.09.01/XII/96 dated December 5, 1996 and have been published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 46 dated June 10, 1997, Supplement No ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

5 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Perseroan menjalankan usaha secara komersial sejak tanggal 1 Januari 1998 dengan mengoperasikan 4 kompleks pembangkit listrik dan uap yang berlokasi di Tangerang, Serang, dan Karawang. Pembangkit dengan kapasitas 300 MW untuk listrik dan ton/jam untuk uap telah memiliki Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 untuk operasi dan pemeliharaan. Pada tahun 2004 Perseroan melakukan penggabungan usaha dengan PT Supra Veritas dan melakukan diversifikasi usaha ke bidang perdagangan pulp, kertas, dan bahan kimia. Dalam rangka melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), Perseroan menyesuaikan Anggaran Dasarnya dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( Bapepam dan LK ) No. IX.J.1 - Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 75 tanggal 24 Juli 2009, dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 29 Juli 2009, didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 29 Juli 2009, telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH tanggal 4 Agustus 2009; pendaftaran dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 4 Agustus 2009 dan berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. AHU-AH tanggal 4 Agustus 2009; pendaftaran dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2009, tanggal 4 Agustus Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 55 tanggal 28 Agustus 2009, dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta Pusat, yang isinya sehubungan dengan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Akta tersebut telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 1 September 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 1 September Pada tanggal 10 Desember 2009, Perseroan mencatatkan lembar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penjualan saham diinvestasikan untuk pengembangan pertambangan batubara di Sumatera dan The Company has run its business since January 1, 1998 by operating 4 complexes of power and steam plants located in Tangerang, Serang, and Karawang. The power plants have the capacity of 300 MW for electricity and 1,336 ton/hour for steam and the Company has applied Quality Management System ISO 9001:2000 for the operation and maintenance. In the year 2004, the Company merged with PT Supra Veritas and diversified its business into pulp, paper, and chemical trading. For the purpose of Initial Public Offering (IPO), the Company amended its Articles of Association to comply with the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan / Bapepam and LK ) rule No. IX.J.1 Attachment to Decision of the Head of Bapepam and LK No. Kep-179/BL/2008 dated May 14, 2008 regarding Main Substances of Articles of Association of Company Perporming a Public Offering and Public Company, based on Deed of Statement of Resolutions of Company s Shareholders No. 75 dated July 24, 2009, drawn up before Linda Herawati, S.H., Public Notary in Jakarta. This deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights by virtue of Decision No. AHU AH Tahun 2009 dated July 29, 2009, registered in the Company Register No. AHU AH Tahun 2009 dated July 29, 2009, has been notified to the Minister of Law and Human Rights based on the Receipt of Notice of Changes in Company Data No. AHU-AH dated August 4, 2009; registration in the Company Register No. AHU AH Tahun 2009 dated August 4, 2009 and based on the Receipt of Notice of Changes in Company Articles of Association No. AHU-AH dated August 4, 2009; registration in the Company Register No. AHU AH Tahun 2009, dated August 4, The Company s Articles of Association recently amended based on the Deed of Statement of Resolutions of Company s Shareholders No. 55 dated August 28, 2009, drawn up before Linda Herawati, S.H., Public Notary in Jakarta, which contains the amendment of Article 3 of Company s Articles of Assocation. The deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights by virtue of Decision No. AHU AH Tahun 2009 dated September 1, 2009 and has been registered in the Company Register under No. AHU AH Tahun 2009 dated September 1, On December 10, 2009, the Company listed 770,552,320 shares on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The proceeds from the sale of shares were invested for the development of coal mining in Sumatera and Kalimantan ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 03

6 Kalimantan dengan mengambilalih 99,99% saham PT Golden Energy Mines Tbk (dahulu bernama PT Bumi Kencana Eka Sakti). Langkah ini dilakukan Perseroan demi menjawab tantangan peluang pasar yang sangat besar di bidang usaha energi dan pertambangan. Pada tanggal 23 Desember 2010, Perseroan mengambilalih PT Rolimex Kimia Nusamas, sebuah perusahaan yang bergerak di industri pupuk. Selanjutnya, dalam rangka menciptakan sinergi usaha pembangkit listrik dan usaha pertambangan batubara yang telah digeluti oleh Perseroan selama ini, pada tahun 2011 Perseroan mengikuti tender PT PLN (Persero) untuk pengadaan PLTU Mulut Tambang Sumsel 5 yang berkapasitas 2 x 150 MW ( Proyek IPP Sumsel-5 ). Pada bulan Agustus 2011, Perseroan telah ditunjuk sebagai preferred bidder oleh PLN untuk pengadaan Proyek IPP Sumsel-5 tersebut. Sebagai tindak lanjut penunjukan tersebut, Perseroan kemudian mendirikan PT DSSP Power Sumsel sebagai Special Purpose Company (SPC) yang akan menjalankan Proyek IPP Sumsel-5. Pada tanggal 3 November 2011, PT DSSP Power Sumsel telah menandatangani Power Purchase Agreement dengan PLN untuk pengadaan Proyek IPP Sumsel-5. Proyek IPP Sumsel-5 ini diharapkan dapat beroperasi secara komersial mulai tahun Pada tanggal 17 November 2011, anak perusahaan Perseroan yaitu PT Golden Energy Mines Tbk ( GEMS ) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Bersamaan dengan pencatatan saham GEMS tersebut, Perseroan juga mengambil langkah penting dengan membentuk aliansi strategis bersama dengan GMR Coal Resources Pte. Ltd., (sebelumnya bernama GMR Infrastructure Investments (Singapore) Pte. Ltd.), yang merupakan anak perusahaan GMR Group, sebuah kelompok usaha infrastruktur terkemuka di India. Dalam aliansi strategit tersebut, GMR Coal Resources Pte. Ltd. menguasai 30% kepemilikan saham pada GEMS yang diperoleh melalui penjualan dan pengalihan langsung 18% saham milik Perseroan dan pembelian saham IPO ekuivalen dengan 12% kepemilikan. Aliansi stragetis ini mendukung pencapaian visi dan misi strategis bagi Perseroan maupun GEMS untuk mengembangkan pasar batubara di Indonesia dan merealisasikan rencana ekspansi lanjutan di masa yang akan datang. Untuk melakukan pengembangan bisnis batubara, pada tahun 2012, Perseroan melalui anak perusahaannya, PT Bumi Kencana Eka Sejahetra mengambilalih PT Andalan Satria Lestari yang mempunyai 8 anak perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk wilayah konsesi batubara yang terletak di Propinsi Sumatera Selatan. by taking over 99.99% shares of PT Golden Energy Mines Tbk (formerly PT Bumi Kencana Eka Sakti). This step was taken by the Company to capture the huge market opportunities in the energy and mining sectors. On December 23, 2010, the Company acquired PT Rolimex Kimia Nusamas, a company doing business in the fertilizer industry. Then in order to create a business synergy between power generation and coal mining, in year 2011 the Company participated in the bid with PT PLN (Persero) (Indonesian State Electricity Company) for the procurement of Mine-mouth Power Plant (PLTU) Sumsel 5 with a capacity of 2 x 150 MW ( IPP Sumsel-5 Project ). In August 2011, the Company was appointed as preferred bidder by PLN for the procurement of the IPP Sumsel-5 Project. As a follow up to this appointment, the Company then established PT DSSP Power Sumsel as a Special Purpose Company (SPC) which will carry out the IPP Sumsel-5 Project. On November 3, 2011, PT DSSP Power Sumsel signed a Power Purchase Agreement with PLN for the procurement of IPP Sumsel-5 Project. The IPP Sumsel-5 Project is expected to start its commercial operations in year On November 17, 2011, the Company s subsidiary, PT Golden Energy Mines Tbk ( GEMS ) listed its shares on the Indonesia Stock Exchange. At the same time with the listing of GEMS shares, the Company also took a significant step by forming a strategic alliance with GMR Coal Resources Pte. Ltd., (formerly GMR Infrastructure Investments (Singapore) Pte. Ltd.), which is a subsidiary of GMR Group, a leading infrastructure group of companies in India. In this strategic alliance, GMR Coal Resources Pte. Ltd. holds 30% of the share ownership at GEMS which was obtained through the sale and direct transfer of 18% of shares belonging to the Company and the purchase of IPO shares equivalent to 12% ownership. This strategic alliance supports the achievement of strategic vision and mission both for the Company and GEMS in developing coal markets in Indonesia and in realizing further expansion plan in the future. To proceed its coal business development, in year 2012 the Company through its subsidiary, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera, acquired PT Andalan Satria Lestari that owns 8 subsidiaries which all have Mining Licenses for coal concessions located in South Sumatera Province. 04 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

7 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Perseroan juga melakukan ekspansi dan diversifikasi bisnis usaha dengan mengambilalih PT Mora Quatro Multimedia pada tanggal 26 Desember PT Mora Quatro Multimedia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang broadband multimedia. Dengan profil keuangan yang sehat dan portofolio bisnis yang prospektif, Perseroan akan terus bertumbuh seiring dengan pengembangan proyeknya di tahun-tahun mendatang. Perseroan berkomitmen untuk menjadi perusahaan terkemuka dalam bidang energi dan infrastruktur di Indonesia. The Company was also expanding and diversifying its businesses by taking over PT Mora Quatro Multimedia on December 26, PT Mora Quatro Multimedia is a company engaged in the broadband multimedia business. With a healthy financial profile and prospective business portfolio, the Company will continue to grow in line with the development of its projects in the future. The Company is committed to become a leading energy and infrastructure company in Indonesia. 26 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 42 05

8 JEJAK LANGKAH PERSEROAN Company Milestone 1996 PT Dian Swastatika Sentosa didirikan Perseroan mulai beroperasi secara komersial dengan mengoperasikan 4 pembangkit listrik dan uap Perseroan melakukan merger dengan PT Supra Veritas Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode DSSA. Perseroan mengambilalih 99,99% kepemilikan saham dalam PT Golden Energy Mines Tbk (dahulu bernama PT Bumi Kencana Eka Sakti). PT Dian Swastatika Sentosa was established. The Company commenced its commercial operation by operating 4 power and steam plants. The Company merged with PT Supra Veritas. The Company listed its shares DSSA at Indonesia Stock Exchange. The Company acquired 99.99% share ownership of PT Golden Energy Mines Tbk (formerly PT Bumi Kencana Eka Sakti). 06 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

9 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility 2010 Perseroan mengambillaih 99,5% kepemilikan saham PT Rolimex Kimia Nusamas Perseroan melalui anak perusahaannya PT DSSP Power Sumsel menandatangani Power Purchase Agreement dengan PLN untuk jangka waktu 25 tahun. PT Golden Energy Mines Tbk melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dan Perseroan membentuk aliansi strategis dengan GMR Coal Resources Pte. Ltd PT Bumi Kencana Eka Sejahtera, anak perusahaan Perseroan mengambilalih PT Andalan Satria Lestari yang mempunyai beberapa konsesi tambang batubara di daerah Sumatera Selatan. Perseroan mengambilalih 70% kepemilikan saham dalam PT Mora Quatro Multimedia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang broadband multimedia. The Company acquired 99.5% share ownership of PT Rolimex Kimia Nusamas. The Company through its subsidiary PT DSSP Power Sumsel signed a Power Purchase Agreement for a period of 25 years with PLN. PT Golden Energy Mines Tbk listed its shares at Indonesia Stock Exchange and the Company established strategic alliance with GMR Coal Resources Pte. Ltd. PT Bumi Kencana Eka Sejahtera, a subsidiary of the Company, acquired PT Andalan Satria Lestari which holds several coal mining concessions in South Sumatera. The Company acquired 70% share ownership of PT Mora Quatro Multimedia, which engages in broadband multimedia business. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 07

10 INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Nama Perseroan : PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tanggal Berdiri : 2 Agustus 1996 Alamat Perseroan : Plaza BII, Menara II, Lantai 27 Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta No. Telepon : No. Faksimili : Tanggal Tercatat di Bursa : 10 Desember 2009 Modal Dasar : saham Modal Disetor dan Ditempatkan : saham Jumlah Saham Tercatat di Bursa : saham Nilai Nominal per saham : Rp. 250,-/saham Pemegang Saham : PT Sinar Mas Tunggal : 59,899% Masyarakat : 40,101% [email protected] Website : Akuntan Publik : Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny Anggota Independen Moore Stephens International Limited Menara Intiland Lantai 7 Jalan Sudirman Kav. 32 Jakarta Telepon : Faksimili : Biro Administrasi Efek : PT Sinartama Gunita Plaza BII, Menara I, Lantai 9 Jalan M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Telepon : Faksimili : ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

11 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Company s Name : PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Date of Establishment : August 2, 1996 Head Office Address : Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Telephone Number : Facsimile Number : Listing Date : December 10, 2009 Authorized Capital : 2,400,000,000 shares Issued and Paid-Up Capital : 770,552,320 shares Number of Shares Listed on IDX : 770,552,320 shares Nominal Value per Share : Rp. 250,-/share Shareholders : PT Sinar Mas Tunggal : % Public : % [email protected] Website : Public Accountant : Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny Independent Member of Moore Stephens International Limited Intiland Tower, 7th Floor Jl. Sudirman Kav. 32 Jakarta Telephone : Facsimile : Share Administration Bureau : PT Sinartama Gunita Plaza BII Tower I, 9th Floor Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Telephone : Facsimile : ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 09 42

12 VISI DAN MISI Vision and Mission VISI Menjadi perusahaan terkemuka di bidang energi dan infrastruktur di Indonesia VISION Becoming a leading energy and infrastructure company in Indonesia. MISI Menciptakan pertumbuhan usaha berkesinambungan dengan memberikan solusi terbaik bagi pelanggan MISSION Creating sustainable growth for our business by providing the right solutions for our customers. 10 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

13 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility NILAI-NILAI PERSEROAN Corporate Values INTEGRITAS Integrity LOYALITAS Loyalty SIKAP POSITIF Positive Attitude INOVASI Innovation KOMITMEN Commitment PENINGKATAN YANG BERKELANJUTAN Continuous Improvement ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 11

14 IKHTISAR KEUANGAN PENTING Financial Highlight Laporan Laba Rugi Komprehensif Dalam Dolar Amerika Serikat Pendapatan Usaha Beban Pokok Penjualan Laba Bruto Laba Usaha Laba Bersih * * Statement of Comprehensive Income In US Dollar Revenues Cost of Revenues Gross Profit Income from Operations Net Income Laba Bersih yang dapat Diatribusikan Pemilik Entitas Induk Net Income Attributable to Owners of the Company Laba Bersih yang dapat Diatribusikan kepada Kepentingan Non-Pengendali Net Income Attributable to Non-Controlling Interests Laba Komprehensif yang dapat Diatribusikan Pemilik Entitas Induk Comprehensive Income Attributable to Owners of the Company Laba Komprehensif yang Dapat Diatribusikan kepada Kepentingan Non-Pengendali Comprehensive Income Attributable to Non-Controlling Interests Laba Bersih per Saham Dasar Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 0,021 0,044 0,031 Basic Earnings per Share Attributable To Owners of the Company Laporan Posisi Keuangan Dalam Dolar Amerika Serikat * 2010* Statement of Financial Position In US Dollar Aset Lancar Current Assets Aset Tidak Lancar Non-Current Assets Jumlah Aset Total Assets Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities Liabilitas Jangka Panjang Non-Current Liabilities Jumlah Liabilitas Total Liabilities Kepentingan Non-Pengendali Non-Controlling Interests Jumlah Ekuitas Total Equity Modal Kerja Bersih Net Working Capital Jumlah Investasi dalam Saham Total Investment in Shares of Stocks 12 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

15 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Data Saham * 2010* Share Information Jumlah Saham Beredar (Lembar) Issued Shares (Number) Rasio Keuangan Financial Ratio * 2010* Rasio Laba terhadap Aset 1,89% 2,71% 3,65% Return on Assets Ratio Rasio Laba terhadap Ekuitas 2,51% 3,81% 7,23% Return on Equity Ratio Rasio Laba terhadap Pendapatan 3,65% 5,90% 6,66% Return on Revenues Ratio Rasio Lancar 359,88% 330,63% 179,69% Current Ratio Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 32,92% 40,82% 98,14% Debt to Equity Ratio Rasio Liabilitas terhadap Aset 24,77% 28,99% 49,53% Debt to Assets Ratio Rasio Liabilitas terhadap Pendapatan 47,87% 63,14% 90,45% Debt to Revenues Ratio Rasio Liabilitas terhadab EBITDA 503,60% 413,79% 598,86% Debt to EBITDA Ratio Rasio EBITDA terhadap Beban Bunga 582,50% 486,18% 278,68% EBITDA to Interest Expense Ratio Rasio PE 6721,82% 2869,73% 6476,01% PE Ratio Informasi Lainnya Other Information * 2010* Tingkat Perputaran Persediaan 9,38 7,97 8,18 Inventory Turnover Tingkat Perputaran Aset Tetap 2,26 2,32 1,47 Property and Equipment Turnover Tingkat Perputaran Jumlah Aset 0,52 0,46 0,55 Total Assets Turnover Marjin Laba Kotor 15,59% 21,84% 19,21% Gross Profit Margin *Disajikan kembali / Restated ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 13

16 RINGKASAN KINERJA Performance Highlight PENDAPATAN REVENUES KENAIKAN INCREASE 7% ,229,559 US Dollar 590,134,045 US Dollar 2011 hingga to LABA BRUTO GROSS PROFIT PENURUNAN DECREASE 24% ,075,117 US Dollar 128,863,862 US Dollar 2011 hingga to LABA USAHA INCOME FROM OPERATIONS PENURUNAN DECREASE 77% ,846,684 US Dollar 55,293,197 US Dollar 2011 hingga to LABA BERSIH NET INCOME PENURUNAN DECREASE 34% ,950,985 US Dollar 34,817,112 US Dollar 2011 hingga to ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

17 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility LABA KOMPREHENSIF COMPREHENSIVE INCOME PENURUNAN DECREASE 93% ,997,593 US Dollar 44,791,315 US Dollar 2011 hingga to EBITDA EBITDA PENURUNAN DECREASE 34% ,809,065 US Dollar 90,050,005 US Dollar 2011 hingga to TOTAL ASET TOTAL ASSETS PENURUNAN DECREASE 5% ,216,211,286 US Dollar 1,285,438,225 US Dollar 2011 hingga to TOTAL LIABILITAS TOTAL LIABILITIES PENURUNAN DECREASE 19% ,199,766 US Dollar 372,619,720 US Dollar 2011 hingga to TOTAL EKUITAS TOTAL EQUITY KENAIKAN INCREASE 0,24% ,011,520 US Dollar 912,818,505 US Dollar 2011 hingga to ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 15

18 IKHTISAR SAHAM Stock Highlight KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM Saham Perseroan tercatat dan mulai diperdagangkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Desember 2009 dengan kode saham DSSA. Perseroan mencatatkan lembar saham dengan harga saham Perseroan pada saat Penawaran Umum Perdana (IPO) adalah sebesar Rp ,- per saham. Saham Perseroan ditutup pada harga Rp ,- pada akhir tahun 2012, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp ,-. KINERJA SAHAM Selama tahun 2012, perdagangan saham Perseroan tidak pernah dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia. Pergerakan harga dan volume perdagangan saham Perseroan (DSSA) di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012 adalah sebagai berikut: CHRONOLOGY OF STOCK LISTING The Company s stocks were listed and started to be traded on Indonesia Stock Exchange on December 10, 2009 under the stock code DSSA. The Company listed 770,552,320 shares with the share price at the Initial Public Offering (IPO) of Rp. 1,500.- per share. The Company s share price was closed at Rp. 13,600,- at the end of 2012, with market capitalization of Rp. 10,479,511,552,000,-. STOCK PERFORMANCE During year 2012 the trading of Company s shares has never been temporarily suspended by Indonesian has Stock Excahange. The movement of Company s shares price and volume (DSSA) at Indonesian Stock Exchange during the year 2012 was as follows: Harga Saham / Share Price (Rp) Volume Perdagangan / Trading Volume (lembar / shares) Jan 2012 Feb 2012 Mar 2012 Apr 2012 May 2012 Jun 2012 Jul 2012 Aug 2012 Sep 2012 Oct 2012 Nov 2012 Dec Volume Perdagangan (lembar) / Trading Volume (shares) Harga Saham (Rp) / Share Price (Rp) 16 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

19 Opening Company Business &Operation Management Financial Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports Highlight and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Govenance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility JUMLAH SAHAM DIPERDAGANGKAN PER TRIWULAN Tabel berikut menunjukkan harga saham kuartalan tertinggi, terendah, dan penutupan serta volume perdagangan saham Perseroan selama tahun 2010, 2011, dan tahun 2012 NUMBER OF SHARES TRADED PER QUARTER The following table shows the highest price, lowest price, and closing price on quantity basis and the trading volume on quaterly basis during the years 2010, 2011, and Tertinggi / Highest (Rp) Terendah / Lowest (Rp) Penutupan / Closing (Rp) Jumlah Saham Diperdagangkan (lembar) / Total Trading Volume (Shares) PERIODE PERIOD Q Q Q Q ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 42 17

20 PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM Capital and Shareholding Structure STRUKTUR PERMODALAN DAN KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM Struktur Permodalan Perseroan dan Komposisi pemegang saham Perseroan berdasarkan catatan dari Biro Administrasi Efek, PT Sinartama Gunita, per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: CAPITAL STRUCTURE AND COMPOSITION OF SHAREHOLDERS The Company s Capital Structure and Composision of Shareholders based on the records of Share Administration Bureau, PT Sinartama Gunita, as of December 31, 2012 are as follows: Keterangan / Information Modal Dasar Authorized Capital Modal Ditempatkan dan Disetor Issued and Paid-Up Capital Pemegang saham Shareholders 1. PT Sinar Mas Tunggal 2.Masyarakat Saham Dalam Portepel Treasury Stocks Jumlah Saham (Lembar) Number of Shares The Nilai members Nominal Rp. of 250,- Board per saham of / Directors and Board of The Nominal Value of Rp. 250,- per share Nilai Nominal (Rp) % Nominal Values (Rp) ,899 40,101 Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tidak mempunyai saham Perseroan. The members of the Board of Commissioners and Board of Directors do not have any shares in the Company. 18 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

21 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility PEMEGANG SAHAM UTAMA ULTIMATE SHAREHOLDERS PT SINAR MAS* TEGUH GANDA WIJAYA INDRA WIDJAJA MUKTAR WIDJAJA FRANKY OESMAN WIDJAJA 90,84% 2,29% 2,29% 2,29% 2,29% PT SINAR MAS TUNGGAL MASYARAKAT PUBLIC 59,899% 40,101% PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 66,998% Catatan / Notes: * PT Sinar Mas dikendalikan oleh Keluarga Widjaja * PT Sinar Mas is controlled by the Widjaja Family ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 19

22 STRUKTUR PERSEROAN Corporate Structure PT Kuansing Inti Makmur PT Bara Harmonis Batang Asam PT Bungo Bara Utama PT Berkat Nusantara Permai PT Karya Cemerlang Persada PT Tanjung Belit Bara Utama PT Golden Energy Mines Tbk PT Trisula Kencana Sakti PT Roundhill Capital Indonesia PT Borneo Indobara GEMS Coal Resources Pte. Ltd. PT Citra Alam Indah PT Nusa Indah Permai PT Dian Swastatika Sentosa Tbk PT Bumi Kencana Eka Sejahtera PT Buana Bara Ekapratama PT Duta Alam Ekapratama PT Andalan Satria Abadi PT Rimba Subur Lestari PT Nusantara Indah Lestari PT Manggala Alam Lestari PT Andalan Satria Lestari PT Buana Inti Citraprima PT Citra Alam Cahaya PT Cahaya Nusa Pratama PT Duta Alam Jaya PT Wahana Alam Lestari PT DSSP Energi Sejahtera PT DSSP Power Sumsel PT Rolex Kimia Nusamas PT Rolimex Suburin Hutani Persada PT Buana Bumi Energi PT Mora Quatro Multimedia PT DSSA Mas Sejahtera PT Sinarmas Sukses Sejahtera 20 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

23 Daftar Anak Perusahaan / List of Subsidiary Company Pemilikan Langsung / Direct Ownership Keterangan / Notes PT Golden Energy Mines Tbk PT Bumi Kencana Eka Sejahtera PT DSSP Energi Sejahtera PT Rolimex Kimia Nusamas PT DSSA Mas Sejahtera Alamat / Address Plaza BII, Tower II, 6th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Plaza BII, Tower II, 6th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta ITC Cempaka Mas Office Tower, 10th Floor Jl. Letjen Suprapto Kav. 1 Central Jakarta Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Bidang Usaha / Lines of Business Perdagangan Batubara / Coal Trading Perdagangan Batubara / Coal Trading Perdagangan, Pembangunan, Industri, dan Jasa / Trading, Construction, Industry, and Service Perdagangan Bahan-bahan Kimia / Chemicals Trading Perdagangan, Pembangunan, Industri, Jasa, dan Pengangkutan Darat / Trading, Construction, Industry, Service, and Land Logistics Kepemilikan (%)/ Ownership (%) 66,99 99,99 99,90 99,50 99,99 Status Operasi / Operational Status Daftar Anak Perusahaan / List of Subsidiary Company Pemilikan Tidak Langsung / Indirect Ownership Keterangan / Notes Alamat / Address Bidang Usaha / Lines of Business Kepemilikan (%)/ Ownership (%) Status Operasi/ Operational Status PT Kuansing Inti Makmur Desa Tanjung Belit, Tanjung Belit-Jujuhan, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi Pertambangan Batubara / Coal Mining 66,99 PT Bara Harmonis Batang Asam Desa Tanjung Belit, Tanjung Belit-Jujuhan, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi Pertambangan Batubara / Coal Mining 66,99 PT Bungo Bara Utama Jl. Rangkayo Hitam, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi Pertambangan Batubara / Coal Mining 66,99 PT Berkat Nusantara Permai Desa Tanjung Belit, Tanjung Belit-Jujuhan, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi Pertambangan Batubara / Coal Mining 66,99 PT Karya Cemerlang Persada Desa Tanjung Belit, Tanjung Belit-Jujuhan, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi Pertambangan Batubara / Coal Mining 66,99 PT Tanjung Belit Bara Utama Jl. Rangkayo Hitam, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi Pertambangan Batubara / Coal Mining 66,99 PT Trisula Kencana Sakti Jl. Padat Karya No. 7, RT 19 RW 06, Lanjas-Teweh Tengah, Barito Utara, Central Kalimantan Pertambangan Batubara / Coal Mining 46,90 PT Roundhill Capital Indonesia Plaza BII, Tower II, 7th Floor, Jl. MH Thamrin No 51 Central Jakarta Penyertaan Saham / Holding Company 67,33 PT Borneo Indobara Plaza BII, Tower II, 7th Floor, Jl. MH Thamrin No 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 66,69 GEMS Coal Resources Pte. Ltd. 1 Raffles Place #28-02 One Raffles Place, Singapore Perdagangan Besar / Wholesaler 66,99 PT Citra Alam Indah Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Perdagangan Besar / Wholesaler 99,99 PT Andalan Satria Lestari Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 21

24 PT Buana Bara Ekapratama Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 PT Buana Inti Citrapratama Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 PT Duta Alam Ekapratama Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara/ Coal Mining 99,99 PT Citra Alam Cahaya Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 PT Andalan Satria Abadi Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 PT Cahaya Nusa Pratama Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 PT Rimba Subur Lestari Griya Pramuka Blok A-9 Jl. Lintas Palembang-Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, South Sumatera Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 PT Duta Alam Jaya Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,99 PT Wahana Alam Lestari Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Perdagangan dan Pertambangan Batubara / Coal Mining and Trading 99,99 PT Nusantara Indah Lestari Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Perdagangan dan Pertambangan Batubara / Coal Mining and Trading 99,99 PT Manggala Alam Lestari Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,93 PT Nusa Indah Permai Griya Pramuka Blok A-9 Jl. Lintas Palembang-Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, South Sumatera Pertambangan Batubara / Coal Mining 99,93 PT DSSP Power Sumsel Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Penyediaan Tenaga Listrik / Power Supply 99,89 PT Bumi Buana Energi Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Penyediaan Tenaga Listrik / Power Supply 99,80 PT Sinarmas Sukses Sejahtera Plaza BII, Tower II, 27th Floor Jl. MH. Thamrin No. 51 Central Jakarta Perdagangan, Industri, dan Jasa / Trading, Industry, and Service 99,90 PT Mora Quatro Multimedia Graha 9 Building, 4th Floor Jl. Penataran No. 9, Proklamasi, Central Jakarta Internet dan Jasa TV Berlangganan/ Internat and Cable TV 69,93 PT Rolimex Suburin Hutani Persada ITC Cempaka Mas Office Tower, 10th Floor Jl. Letjen Suprapto Kav. 1 Central Jakarta Perdagangan Pupuk / Fertilizer Trading 69,65 22

25 23

26 STRUKTUR ORGANISASI Organization Structure Dewan Komisaris Board of Commissioners Franky O. Widjaja Muktar Widjaja Ichsanto Gunawan Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan H. Agus Tagor Komite Audit Audit Comitee Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan Edward H. Hadidjaja Agus L. Gunawan Presiden Direktur President Director L. Krisnan Cahya Kepala Audit Internal Head of Internal Audit Rodolfo Antonio Jr. Wakil Presiden Direktur & Kepala Bisnis Perdagangan Direktur Akuntansi & Keuangan Direktur & Sekretaris Perusahaan SDM & Kepatuhan Direktur & Kepala Bisnis Energi Direktur Tidak Terafiliasi Kepala Eksekutif Sistem Informasi & Keuangan Proyek Vice President Director & Trading Business Head Director Accounting & Finance Director & Corporate Secretary HR & Compliance Director & Energy Business Head Non-Affiliated Director Executive Head MIS & Project Finance Budi Christanto Lanny Hermawan Tarjono Rudy Halim Susi Susantijo Wahyudi H. Tandianza Keuangan Finance Indrawaty Budiman Kepatuhan Compliance Erwin Santoso Pembangkit Captive Captive Power Awaludin Latif Shaubari Teknologi Informatika Information Technology Ferdinand Wahyu Alvianto Pajak Tax Yunita Saputra Hukum Legal Audia Michael Septian Bisnis IPP IPP Business Budy Kurniawan Proyek SAP SAP Project Santoso Utomo Akuntansi & Pelaporan Accounting & Reporting Dwi Jaya SDM & Umum HR & GA Podang Herwindo Keuangan Perusahaan Corporate Finance Susan Chandra Kontrol Usaha Business Control Paulus Yuniardi 24 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

27 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility LINI BISNIS Business Lines PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA Tbk PEMBANGKIT LISTRIK DAN UAP PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN BATUBARA PERDAGANGAN BAHAN-BAHAN KIMIA INFRASTRUKTUR DAN MULTIMEDIA POWER AND STEAM GENERATION COAL MINING AND TRADING CHEMICAL TRADING INFRASTRUCTURE AND MULTIMEDIA Pembangkit Listrik Captive Pertambangan Pupuk Infrastruktur BTS Captive Power Plants Mining Fertilizer BTS Infrastructure Pembangkit Listrik IPP Perdagangan Pestisida Broadband Multimedia IPP Power Plant Trading Pesticide Broadband Multimedia Bahan-bahan Kimia Chemicals ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 25

28 PERISTIWA PENTING Event Highlights 20 FEBRUARI 2012 / FEBRUARY 20, 2012 Pembelian Obligasi Wajib Konversi PT Smartfren Telecom Tbk oleh Perseroan dengan nilai keseluruhan sebesar Rp ,-. Purchase of Mandatory Convertible Bonds of PT Smartfren Telecom Tbk by the Company with total value of Rp ,-. 21 JUNI 2012 / JUNE 21, 2012 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan, yang diselenggarakan di Plaza BII, Tower II, Lantai 39, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat Annual General Meeting of Shareholders of the Company, held at the Plaza BII, Tower II, 39th Floor, Jl. MH. Thamrin No. 51, Central Jakarta JUNI 2012 / JUNE 29, 2012 Penandatanganan Share Purchase Agreement antara Perseroan, United Fiber System Ltd. dan GMR Coal Resources Pte. Ltd. sehubungan dengan rencana pengambilalihan United Fiber System Ltd. oleh Perseroan dan GMR Coal Resources Pte. Ltd. dan rencana pengambilalihan PT Golden Energy Mines Tbk oleh United Fiber System Ltd. Signing of Share Purchase Agreement between the Company, United Fiber System Ltd. and GMR Coal Resources Pte. Ltd. in relation to the acquisition of United Fiber System Ltd. by the Company and GMR Coal Resources Pte. Ltd. and acquisition of PT Golden Energy Mines Tbk by United Fiber System Ltd. 26 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

29 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility 4 DESEMBER 2012 / DECEMBER 4, 2012 Penandatangan Perjanjian Fasilitas Kredit senilai Dolar Amerika Serikat antara PT DSSP Power Sumsel, anak perusahaan Perseroan, dengan China Development Bank Corporation. Signing of US Dollar Loan Facility Agreement between PT DSSP Power Sumsel, subsidiary of the Company, and China Development Bank Corporation. 26 DESEMBER 2012 / DECEMBER 26, 2012 Pengambilalihan 70% saham PT Mora Quatro Multimedia oleh PT DSSA Mas Sejahtera, anak perusahaan Perseroan. Acquisition of 70% shares of PT Mora Quatro Multimedia by PT DSSA Mas Sejahtera, a subsidiary of the Company. 28 DESEMBER 2012 / DECEMBER 28, 2012 Paparan Publik Tahunan 2012, yang diselenggarakan di Plaza BII, Tower II, Lantai 39, Jl. MH. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat Annual Public Expose 2012, held at the Plaza BII, Tower II, 39th Floor, Jl. MH. Thamrin No. 51, Central Jakarta ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 27

30 28

31 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility LAPORAN PRESIDEN KOMISARIS Report of the President Commissioner PEMEGANG SAHAM YANG KAMI HORMATI, Seiring dengan terbitnya Laporan Tahunan Perseroan ini, atas nama Dewan Komisaris, kami ingin menyampaikan sambutan dan ungkapan terima kasih yang tulus kepada para pemegang saham dan para pemangku kepentingan baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk dukungan dan kepercayaan anda sepanjang tahun DEAR VALUED SHAREHOLDERS, Along with the issuance of the Annual Report of the Company, we, on behalf of the Board of Commissioners, would like to express our greetings and genuine gratitude to all of you and the stakeholders, whether in Indonesia or overseas, for your supports and trust throughout the year EKONOMI MAKRO Di tengah ketidakpastian ekonomi global termasuk situasi perekonomian yang kurang bersahabat di Eropa dan Amerika, perekonomian Indonesia tetap kokoh sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,2% dan laju inflasi yang hanya sebesar 4,3% pada tahun Indonesia memiliki kelas menengah yang bertumbuh pesat. Hal-hal tersebut di atas menjadikan Indonesia sebagai magnet investasi bagi para investor, sehingga arus investasi asing langsung ke Indonesia tetap tinggi pada tahun China berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8% pada tahun 2012, sedangkan India berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada tahun Meskipun kedua negara tersebut yang memiliki populasi yang sangat besar di dunia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, permintaan komoditas, termasuk batubara, dari kedua negara tersebut tetap tinggi. Oleh karena itu, berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk Perseroan, dihadapkan dengan berbagai peluang bisnis. Dewan Komsiaris Perseroan menyambut baik dan mendukung aksi korporasi yang terencana dalam menangkap berbagai peluang tersebut. MACRO ECONOMY Amid the uncertainties in global economy, including the not-so-friendly situation in European and American economies, Indonesia was still strong, as indicated by the 6.2% growth rate in its economy and an inflation rate of 4.3% in Indonesia s middle class grew rapidly. The above factors made Indonesia an investment magnet for investors and, as a result, the flow of foreign investments made directly to Indonesia continued to be high throughout the year. In 2012, China recorded an economic growth of 7.8%, and India made it around 5%. Although these countries, which have very big population in the world, experienced a slowdown in their economic growth, their demands for commodities, including coal, were still high. Therefore, many companies in Indonesia, including the Company, were faced with numerous business opportunities. We welcomed and supported the planned corporate actions in addressing these opportunities. PROSPEK USAHA Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pengakuan internasional terhadap Indonesia sebagai negara layak investasi, Dewan Komisaris memiliki optimisme bahwa Perseroan dapat memanfaatkan BUSINESS PROSPECTS As Indonesia s economy grows and Indonesia is internationally recognized as a country worth investing, we are optimistic that the Company can make good use of the available business opportunities, either in the energy, ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 29

32 berbagai peluang usaha yang ada, baik di sektor energi, pertambangan batubara, perdagangan, maupun infrastruktur dan multimedia dengan sebaik-baiknya. Kami percaya bahwa unit usaha batubara, sebagai kontributor utama bisnis Perseroan, akan tetap berkembang seiring dengan pulihnya pasar batubara global. coal mining, trading, or infrastructure and multimedia sectors. We believe that coal mining sector, as the main contributor to the Company s business, will continue to grow as the global coal market grows. PENGAWASAN DAN PENILAIAN KINERJA DIREKSI Dengan kerja keras dari Direksi dan karyawan Perseroan selama tahun 2012, Perseroan telah membukukan kinerja yang cukup memuaskan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pendapatan Perseroan meningkat 6,6% dari 590 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2011 menjadi 629 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar 23 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun Laba bersih ini memang tidak sebaik laba bersih yang dicetak Perseroan pada tahun 2011, yaitu sebesar 35 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan laba bersih tersebut terutama disebabkan oleh penurunan harga batubara global sepanjang tahun 2012 mengingat kontribusi sektor pertambangan batubara terhadap kinerja Perseroan masih cukup signifikan Selama tahun 2012, Dewan Komisaris telah melaksanakan 4 kali Rapat Dewan Komisaris. Dalam rapat-rapat tersebut, Direksi Perseroan memaparkan kinerja manajemen dan keuangan Perseroan, dan Dewan Komisaris melakukan penelaahan atas kinerja Perseroan dan memberikan saran-saran untuk peningkatan kinerja di masa depan. Dewan Komisaris senantiasa melakukan tugas pengawasan terhadap pengelolaan Perseroan oleh Direksi serta memberikan rekomendasi yang dianggap perlu untuk perbaikan kinerja Perseroan. SUPERVISION AND ASSESSMENT ON THE PERFORMANCE OF THE BOARD OF DIRECTORS With the hard work of the Board of Directors and the employees during 2012, the Company recorded quite satisfactory performance amid the global economy s uncertainty. The Company s revenues increased by 6.6% from 590 million US Dollar in 2011 to 629 million US Dollar in The Company made a net profit of 23 million US Dollar in This net profit is in fact not as good as that the Company recorded in 2011, which was 35 million US Dollar. This decrease was mainly caused by a decrease in the global coal prices during that year, considering that coal mining sector still makes a significant contribution to the Company s performance. In 2012, Board of Commissioners had convened 4 Meeting of the Board Commissioners. At these meetings, the Company s Board of Directors presented financial and management performance of the Company and Board of Commissioners reviewed these reports and gave suggestions for improvement in future performance. The Board of Commissioners constantly perform supervision on the management of the Company by the Board of Directors and provide recommendations considered necessary for improvement of its performance. PERUBAHAN SUSUNAN PENGURUS Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 2012, Perseroan telah menambah jumlah anggota Direksi dengan mengangkat Bapak Rudy Halim sebagai Direktur Perseroan. Pengangkatan Bapak Rudy Halim sebagai Direktur Perseroan diharapkan memperkuat bisnis energi yang digeluti oleh Perseroan. Tidak ada perubahan susunan Dewan Komisaris pada tahun CHANGES IN MANAGEMENT COMPOSITION Based on the resolution passed at the Annual General Meeting of Shareholders held on June 21, 2012, the Company has added the number of Directors with the appointment of Mr. Rudy Halim as a Director of the Company. The appointment of Mr. Rudy Halim is expected to increase synergy in the business carried out by the Company. There was no change in the composition of the Board of Commissioners in ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

33 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility PENUTUP Dewan Komisaris memberikan dukungan kepada Direksi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan usaha yang digeluti oleh Perseroan baik secara organik maupun anorganik. Dewan Komisaris senantiasa memberikan pengarahan kepada Direksi Perseroan agar dalam pengembangan usaha, manajemen Perseroan selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian dan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Akhir kata, atas nama tim manajemen dan karyawan Perseroan, Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih yang tulus kepada pemegang saham dan para pemangku kepentingan untuk dukungan dan kepercayaannya. Dewan Komisaris juga mengucapkan terima kasih kepada Direksi dan semua karyawan untuk pencapaian kinerja dan dedikasi yang telah diberikan. Dengan dukungan dan kepercayaan semua pihak, Perseroan akan terus bertumbuh dan berkembang untuk mencapai kinerja yang lebih baik di masa depan. CLOSING REMARKS Board of Commissioners supports the Company s Board of Directors in continuing the growth of the Company s business, organic or inorganic. We continously give guidance to the Company s Board of Directors to ensure that the principles of due care and Good Corporate Governance are always applied by the management when developing the business. Finally, on behalf of the management team and employees of the Company, the Board of Commissioners would like to expresses a genuine gratitude to all shareholders and stakeholders for support and trust. The Board of Commissioners would also like to expresses gratitude to the Board of Directors and all the employees for the performance they have achieved and the dedication they have given to the Company. With support and trust from all parties, the Company will continue to grow and develop for a better performance in the future. Jakarta, 16 April 2013 FRANKY OESMAN WIDJAJA Presiden Komisaris President Commissioner ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 31

34 DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners 1 FRANKY OESMAN WIDJAJA Presiden Komisaris President Commissioner 2 MUKTAR WIDJAJA Wakil Presiden Komisaris Vice President Commissioner 3 ICHSANTO GUNAWAN Komisaris Commissioner 4 PROF. DR. SUSIYATI B. HIRAWAN Komisaris Independen Independent Commissioner 5 H. AGUS TAGOR Komisaris Independen Independent Commissioner ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

35 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Dewan Komisaris Board of Commissioners FRANKY OESMAN WIDJAJA Presiden Komisaris, President Commissioner Warga Negara Indonesia, 55 tahun. Beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 31 Mei Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT SMART Tbk, Wakil Komisaris Utama PT Duta Pertiwi Tbk dan PT Bumi Serpong Damai Tbk, Presiden Komisaris PT Plaza Indonesia Realty Tbk, dan Komisaris Utama PT DSSA Mas Sejahtera. Beliau terlibat aktif dalam berbagai organisasi dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sektor Agribisinis, Pangan, dan Peternakan, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Penasehat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), anggota Dewan Pengarah Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) serta anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Memperoleh gelar Bachelor of Commerce dari Universitas Aoyama Gakuin, Jepang pada tahun Beliau memiliki berbagai pengalaman manajerial dan operasional yang luas yang diperolehnya dari posisinya di berbagai industri, seperti kertas, properti, kimia, jasa keuangan dan agribisnis, dalam kurun waktu tahun 1982 sampai Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama ( ) dan Wakil Direktur Utama ( ) PT SMART Tbk, Wakil Direktur Utama ( ) dan Komisaris Utama ( ) PT Duta Pertiwi Tbk. Bapak Franky Widjaja mempunyai hubungan afiliasi dengan Bapak Muktar Widjaja, Wakil Presiden Komisaris Perseroan. Indonesian citizen, 55 years old. Mr. Franky Widjaja serves as President Commissioner of the Company based on the resolutions of Annual General Meeting of Shareholders of the Company, which was held on May 31, He also serves as President Commissioner of PT SMART Tbk, Vice President Commissioner of PT Duta Pertiwi Tbk and PT Bumi Serpong Damai Tbk, President Commissioner of PT Plaza Indonesia Realty Tbk, and President Commissioner of PT DSSA Mas Sejahtera. He is actively involved in various organizations and currently serves as Vice Chairman of Indonesia Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Agribusiness, Food, and Livestock sector, Chairman of the Indonesian Palm Oil Board (DMSI), Counsel of Indonesian Palm Oil Association (GAPKI), a member of the Steering Board of Food and Beverage Association of Indonesia (GAPMMI) as well as members of the Honorary Board of the Indonesia Public Listed Companies Association (AEI). He earned his Bachelor of Commerce from Aoyama Gakuin University, Japan in He has extensive managerial and operational experience in various industries, such as paper, property, chemicals, financial services and agribusiness, in the period 1982 to He had served as President Director ( ) and Vice President Director ( ) of PT SMART Tbk, Vice President Director ( ) and President Commissioner ( ) of PT Duta Pertiwi Tbk. Mr. Franky Widjaja has an affiliated relationship with Mr. Muktar Widjaja, Vice President Commissioner of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 33

36 Dewan Komisaris Board of Commissioners MUKTAR WIDJAJA Wakil Presiden Komisaris, Vice President Commissioner Warga Negara Indonesia, 59 tahun. Beliau diangkat sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 31 Mei Beliau juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT SMART Tbk, Komisaris Utama PT Duta Pertiwi Tbk dan PT Bumi Serpong Damai Tbk. Beliau memperoleh gelar Bachelor of Commerce dari Universitas Concordia, Kanada pada tahun Mengawali karirnya dengan bergabung dalam bisnis keluarga kemudian memasuki bidang properti sejak tahun Dalam kurun waktu tahun 1982 sampai 2008, beliau memegang beberapa jabatan penting di berbagai perusahan di industri properti, jasa keuangan, agribisnis, kimia, dan kertas. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur dan Direktur Utama PT Duta Pertiwi Tbk, PT SMART Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Tjiwi Kimia Tbk, Komisaris PT Sinar Mas Multiartha Tbk dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Bapak Muktar Widjaja mempunyai hubungan afiliasi dengan Bapak Franky Widjaja, Presiden Komisaris Perseroan. Indonesian citizen, 59 years old. Mr. Muktar Widjaja was appointed as Vice President Commissioner of the Company based on the resolutions of Annual General Meeting of Shareholders of the Company, which was held on May 31, He also serves as Vice President Commissioner of PT SMART Tbk, President Commissioner of PT Duta Pertiwi Tbk and PT Bumi Serpong Damai Tbk. He earned Bachelor of Commerce degree from Concordia University, Canada in He began his career by joining the family business and then entered the field of property since In the period of 1982 to 2008, he held several important positions in various companies in the property, financial services, agribusiness, chemicals, and paper industries. He had served as a Director and President Director of PT Duta Pertiwi Tbk, PT SMART Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk and PT Tjiwi Kimia Tbk, Commissioner of PT Sinar Mas Multiartha Tbk and PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Mr. Muktar Widjaja has an affiliated relationship with Mr. Franky Widjaja, President Commissioner of the Company. 34 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

37 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Dewan Komisaris Board of Commissioners ICHSANTO GUNAWAN Komisaris, Commissioner Warga Negara Indonesia, 65 tahun. Beliau diangkat sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan keputusan para pemegang saham Perseroan pada tanggal 24 Juli Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Andalan Satria Lestari, Komisaris Utama PT Nusantara Indah Lestari, Komisaris PT Manggala Alam Lestari, Komisaris PT Nusa Indah Permai dan Komisaris PT Wahana Alam Lestari. Beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur PT Borneo Indobara ( ), Direktur Amplus Auto Body Pty. Ltd. ( ), Direktur PT KIA Mobil Indonesia ( ), Direktur Bentala Grup ( ) dan Direktur PT Alfa Goldland ( ). Pada tahun 1980 sampai dengan 1994 berkarir di PT Astra International. Beliau menjalani pendidikan dari Jurusan Teknik Elektro di Universitas Trisakti pada tahun 1968 sampai dengan Bapak Ichsanto Gunawan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 65 years old. Mr. Ichsanto Gunawan was appointed as Commissioner based on the resolution of shareholders of the Company dated July 24, Curently, he also serves as President Commissioner of PT Andalan Satria Lestari, President Commissioner of PT Nusantara Indah Lestari, Commissioner of PT Manggala Alam Lestri, Commissioner of PT Nusa Indah Permai and Commissioner of PT Wahana Alam Lestari. He also served as Director of Borneo Indobara ( ), Director of Amplus Auto Body Pty. Ltd. ( ), Director of PT KIA Mobil Indonesia ( ), Director of Bentala Group ( ) and Director of PT Alfa Goldland ( ). In 1980 up to 1994, he developed his career at PT Astra International. He studied Electrical Engineering at Trisakti University in 1968 until Mr. Ichsanto Gunawan has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 35

38 Dewan Komisaris Board of Commissioners PROF. DR. SUSIYATI B. HIRAWAN Komisaris Independen, Independent Commissioner Warga Negara Indonesia, 66 tahun. Beliau diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan keputusan para pemegang saham Perseroan pada tanggal 24 Juli Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit Perseroan berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris tanggal 22 Maret Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT SMART Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk, serta sebagai Komisaris Independen PT Bumi Serpong Damai Tbk. Beliau adalah pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia program sarjana, magister dan program doktor. Beliau memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia serta memperoleh gelar Master of Social Science dan Doctor of Philosophy dari University of Birmingham, Inggris. Pada tahun 2006, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap pada Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Sebelumnya, beliau pernah menduduki posisi Komisaris di beberapa perusahaan milik negara seperti Perum Perumnas, PT Pupuk Sriwijaya, PT (Persero) ASABRI, PT Danareksa dan PT Rekayasa Industri. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Biro Analisa Keuangan Daerah pada Badan Analisa Keuangan dan Moneter Departemen Keuangan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Lembaga Keuangan pada Departemen Keuangan Republik Indonesia, serta Deputi Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia Bidang Ekonomi. Ibu Susiyati B. Hirawan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 66 years old. Mrs. Susiyati Hirawan was appointed as Independent Commissioner based on the resolution of shareholders of the Company dated July 24, She has also been appointed as the Chairman of Audit Committee of the Company based on Resolutions of Board of Commissioners dated March 22, Currently, she also serves as Independent Commissioner and Chairman of the Audit Committee of PT SMART Tbk and PT Duta Pertiwi Tbk, as well as Independent Commissioner of PT Bumi Serpong Damai Tbk. She is a lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia for undergraduate, master, and doctoral programs. She earned her bachelor degree from the University of Indonesia majoring in Economics and received her Master of Social Science degree and Doctor of Philosophy degree from University of Birmingham, England. In 2006, she was granted as Professor at the Faculty of Economics, University of Indonesia. Previously, she has held the position of Commissioner in several state-owned enterprises such as Perum Perumnas, PT Pupuk Sriwijaya, PT (Persero) ASABRI, PT Danareksa and PT Rekayasa Industri. Formerly, she served as Chief of the Bureau of Local Financial Analysis at Financial Analysis and Monetary Board Ministry of Finance, Director General of Financial Institutions at Ministry of Finance, and Economy Deputy for Secretary of the Vice President of Republic of Indonesia. Mrs. Susiyati B. Hirawan has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. 36 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

39 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Dewan Komisaris Board of Commissioners H. AGUS TAGOR Komisaris Independen, Independent Commissioner Warga Negara Indonesia, 69 tahun. Beliau diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juni Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Golden Energy Mines Tbk sejak Februari 2011, dan Koordinator Evaluasi dan Monitoring Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) sejak tahun Sebelumnya beliau menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia ( ), Anggota Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) ( ), Konsultan Public Relation National Development Information Office (NDIO) ( ), Direktur di PT SKH Indonesian Times ( ), Anggota MPR Republik Indonesia ( ), Anggota DPR Republik Indonesia ( ), Advisor di Radio Kayumanis ( ), Komisaris PT Gunung Batu Farmasi ( ), Direktur Utama PT Radio Kauman Bogor ( ), Direktur PT Bina Patria Indonesia ( ). Beliau pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ( ) dan pendidikan dari Lemhanas, Tarpadnas Kadin II (1984) dan BP7 Pusat (1980). Bapak Agus Tagor tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 69 years old. Mr. Agus Tagor was appointed as Independent Commissioner of the Company based on the resolutions of Annual General Meeting of Shareholders of the Company, which was held on June 24, Currently, he also serves as an Independent Commissioner of PT Golden Energy Mines Tbk since February 2011, and Evaluation and Monitoring Coordinator of the National Agency on Climate Changes since Previously he served as Special Staff to the Minister of Environment Affairs of Republic Indonesia ( ), Member of Commission for the Inspection of State Administrator s Wealth (KPKPN) ( ), Public Relations Consultant of the National Development Information Office (NDIO) ( ), Director of the PT SKH Indonesian Times ( ), Member of Assembly Parliament ( ), Member of Parliament ( ), Advisor on Radio Kayumanis ( ), Commissioner of PT Gunung Batu Farmasi ( ), President Director of PT Radio Kauman Bogor ( ), Director of PT Bina Patria Indonesia ( ). He had studied in the Faculty of Medicine, University of Indonesia ( ) and received training from National Defense Institute (Lemhanas), Tarpadnas Kadin II (1984) and BP7 Central (1980). Mr. Agus Tagor has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 37

40 38

41 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility LAPORAN PRESIDEN DIREKTUR Report of the President Director PEMEGANG SAHAM YANG KAMI HORMATI, Tahun 2012 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Perseroan. Meskipun demikian, Perseroan mampu melalui tahun 2012 dengan baik. Oleh karena itu, dengan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, perkenankan kami mewakili Direksi Perseroan menyajikan Laporan Tahunan Atas nama Dewan Direksi, kami ingin menyampaikan kepada para pemegang saham dan para pemangku kepentingan bahwa kami telah mengerahkan seluruh upaya untuk mengambil keputusan dengan hati-hati dalam menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi global dan penurunan permintaan batubara akibat perlambatan ekonomi negara China dan India. DEAR VALUED SHAREHOLDERS, Year 2012 was a really challenging year to the Company. Even so, the Company went through it well. For this, we thank God Almighty and now allow us representing the Company s Board of Directors to present this 2012 Annual Report. On behalf of the Board of Directors, we would like to say to all of the shareholders and the stakeholders that we have made all efforts necessary to make careful decisions as the global economy was uncertain and coal demands decreased due to economic slowdown in China and India. KINERJA PERSEROAN Perseroan memulai tahun 2012 dengan harapan untuk bisa melejitkan pertumbuhan produksi dan penjualan batubara terutama ke negara China dan India, dua negara yang merupakan konsumen batubara yang signifikan di dunia. Lokasi Indonesia cukup menarik, karena cukup dekat dengan kedua negara tersebut jika dibandingkan dengan Australia atau Afrika Selatan, dua negara pesaing. Perseroan juga memiliki hubungan bisnis yang telah lama terjalin dengan perusahaan-perusahaan di China. Selain itu, aliansi strategis antara Perseroan dengan GMR Coal Resources Pte. Ltd. juga diharapkan dapat membuka peluang pasar batubara yang lebih besar di India. Namun, kita semua menyaksikan ketidakpastian ekonomi global pada tahun 2012, yang ikut menyebabkan penurunan harga batubara yang cukup signifikan pada tahun tersebut. Di tengah ketidakpastian yang dialami oleh berbagai industri, termasuk oleh Perseroan, kami bersyukur bahwa Perseroan masih bisa membukukan peningkatan pendapatan sebesar 6,6% dari 590 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2011 menjadi 629 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun Perseroan juga masih berhasil membukukan laba bersih sebesar 23 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2012, meskipun laba ini tidaklah sebesar laba tahun 2011 yang sebesar 35 juta Dolar Amerika Serikat. COMPANY S PERFORMANCE The Company started the year 2012 with the hope of making a rapid growth in its coal production and sales especially to China and India, which are two significant coal consumers in the world. Indonesia s location is quite unique, because it is closer to these two countries compared to its competitors, Australia or South Africa. The Company also has business relations which have long been established with companies in China. In addition, strategic alliance of the Company with GMR Coal Resources Pte. Ltd. was also expected to open a bigger coal market opportunity in India. But, we all saw such uncertainty in the global economy in 2012, which resulted in a significant decrease in coal prices in that year. Amid such uncertainty faced by industries, including the Company, we are grateful that the Company could still make a 6.6% increase in the revenues from 590 million US Dollar in 2011 to 629 million US Dollar in The Company could also still make a net profit of 23 million US Dollar in 2012, although this is not as big as the profit in 2011, which was 35 million US Dollar. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 39

42 Produksi batubara yang dilakukan oleh anak-anak perusahaan Perseroan mengalami peningkatan dari 4,4 juta ton pada tahun 2011 menjadi 5,3 juta ton pada tahun Penjualan batubara mengalami peningkatan dari 5,7 juta ton pada tahun 2011 menjadi 7,8 juta pada tahun Perseroan juga telah menambah konsesi tambang batubara pada bulan Februari 2012 melalui akuisisi PT Andalan Satria Lestari oleh PT Bumi Kencana Eka Sejahtera, anak perusahaan langsung Perseroan. Pendapatan Perseroan dari penjualan listrik dan uap dari unit usaha captive power mengalami sedikit penurunan pada tahun PT DSSP Power Sumsel, anak perusahaan Perseroan yang menggeluti bisnis IPP, berhasil mendapatkan pinjaman senilai 318 juta Dolar Amerika Serikat dari China Development Bank Corporation pada bulan Desember Pinjaman itu digunakan untuk membiayai pembangunan PLTU Sumsel-5 dengan kapasitas 2 x 150 MW yang diharapkan beroperasi secara komersial pada tahun Kegiatan usaha perdagangan pupuk dan kimia mengalami penurunan sebesar 19% pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun Penurunan pendapatan ini terutama terjadi pada produk pupuk dan bahan kimia, sedangkan penjualan pestisida relatif stabil. Perseroan melalui anak perusahaannya, PT DSSA Mas Sejahtera, mengakuisisi PT Mora Quatro Multimedia yang bergerak dalam bisnis broadband multimedia pada akhir tahun Bisnis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan Perseroan pada tahun-tahun mendatang. Coal production from subsidiaries increased from 4.4 million tons in 2011 to 5.3 million tons in Coal sales increased from 5.7 million tons in 2011 to 7.8 million tons in The Company has also increased its coal mine concession with the acquisition of PT Andalan Satria Lestari in February 2012 by its direct subsidiary, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera. Revenues from the sales of electricity and steam from the captive power business slightly decreased in PT DSSP Power Sumsel, the Company s subsidiary, which engages in IPP business, secured a 318 million US Dollar loan from China Development Bank Corporation in December The purpose of this loan is to finance the construction of the 2 x 150 MW steam-powered generation plant (PLTU) Sumsel-5, which is expected to commence its commercial operation in Fertilizer and chemical trading business experienced a 19% decrease in 2012 compared to This decrease in revenue mainly occurred in fertilizer and chemical products, while pesticide sales were relatively stable. The Company, through its subsidiary, PT DSSA Mas Sejahtera, acquired PT Mora Quatro Multimedia, which engages in broadband multimedia business, at the end of This business is expected to make contribution to the Company s revenues in the upcoming years. PROSPEK USAHA Seiring dengan pemulihan harga batubara di pasar, Direksi optimis bahwa bisnis batubara akan dapat melanjutkan momentum pertumbuhannya pada tahun Direksi meyakini bahwa batubara adalah salah satu sumber energi yang terpenting untuk mendukung pertumbuhan industri global pada tahun-tahun mendatang. Untuk mendukung sinergi dengan bisnis batubara, Perseroan akan melanjutkan proyek pembangunan PLTU Sumsel-5 yang telah dimulai pada tahun 2012 dan Perseroan juga akan bersikap terbuka terhadap berbagai peluang bisnis energi yang ada sehingga Perseroan dapat ikut berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur nasional. Seiring pula dengan pertumbuhan kelas menengah yang cukup pesat di Indonesia, Perseroan juga akan BUSINESS PROSPECTS As the market coal prices recover, we are optimistic that coal business will be able to continue its growth momentum in We believe that coal is one of the most important energy sources in supporting the growth of global industries in the future. To encourage synergy with coal business, the Company will continue the construction of the PLTU Sumsel-5, which has started since 2012, and it will also be open to any energy business opportunities available so that it may make some contributions to the building of national infrastructure. As Indonesia's middle class shows a rapid growth, the Company will also develop its multimedia business, which 40 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

43 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility mengembangkan bisnis multimedia yang telah dimulai pada akhir tahun Perseroan meyakini bahwa bisnis multimedia ini memiliki prospek yang menjanjikan dan akan memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang. is started at the end of The Company believes that the prospects of this business is promising and it will contribute to the Company s performance in the upcoming years. PENERAPAN TATA KELOLA Sebagai perusahaan publik dan seiring dengan pertumbuhan usaha, Perseroan menyadari pentingnya penerapan Tata Kelola Perusahaan. Perseroan telah memiliki Komite Audit, dan Komite Audit ini melakukan fungsinya antara lain dengan mengadakan rapat periodik dengan manajemen Perseroan maupun dengan Unit Audit Internal. Perseroan juga melakukan penambahan dan penyempurnaan Standar Prosedur Operasional untuk berbagai fungsi manajemen. Perseroan juga selalu memperhatikan peraturan yang berlaku di pasar modal sehubungan dengan keterbukaan informasi, transaksi afiliasi, ataupun transaksi material yang dilakukan oleh Perseroan. Perseroan juga telah memiliki kebijakan Whistleblowing System dan melakukan sosialisasi kepada karyawan untuk dapat melaporkan secara rahasia dugaan pelanggaran norma atau dugaan adanya praktek-praktek yang tidak etis ataupun yang melanggar peraturan. Perseroan juga melanjutkan program-program Tanggung Jawab Sosial yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, baik dari aspek lingkungan hidup, ketenagakerjaan, maupun pembangunan sosial kemasyarakatan di lingkungan sekitar pembangkit listrik dan lokasi pertambangan. IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE As a public company and as the business grows, the Company realizes the importance of implementing Corporate Governance. The Company has an Audit Committee and this committee has performs its functions, which among others, holding a periodic meeting with the Company s management and the Internal Audit Unit. The Company also makes addition and improvement to its Standard Operating Procedures for various management functions. The Company also continously observes any applicable capital market regulations in relation to information disclosures, affilated party transactions, or material transactions done by the Company. The Company also now has a Whistleblowing System and encourages its employees to secretly report any alleged violation of norms or alleged unethical or illegal practices. The Company also continues its Corporate Social Responsibility programs which has been done in the previous years, which cover environmental, manpower, and social development aspects in the environments around the power plant and mine sites. PERUBAHAN DIREKSI Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 2012, Perseroan telah menambah jumlah anggota Direksi dengan mengangkat Bapak Rudy Halim sebagai Direktur Perseroan. Mengingat bahwa Bapak Rudy Halim memiliki latar belakang bisnis energi, Pengangkatan Bapak Rudy Halim diharapkan bisa memperkuat bisnis energi yang saat ini digeluti oleh Perseroan, baik bisnis captive power yang telah berlangsung sejak tahun 1998 maupun bisnis IPP yang baru mulai dijalankan oleh Perseroan sejak tahun CHANGES IN THE BOARD OF DIRECTORS Based on the resolution passed at the Annual General Meeting of Shareholders held on June 21, 2012, the Company has added the number of Directors with the appointment of Mr Rudy Halim as a Director of the Company. Considering the background of Mr Rudy Halim is in energy business, his appointment is expected to strengthen both of the energy businesses currently carried out by the Company, either captive power business, which has been going on since 1998, or IPP business, which is started by the Company since ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 41

44 PENUTUP Akhirnya, atas nama Dewan Direksi dan seluruh karyawan Perseroan, kami ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasama, dukungan, dan kepercayaan yang tulus yang telah diberikan kepada Perseroan sepanjang tahun Kerjasama, dukungan, dan kepercayaan tersebut merupakan modal bagi Direksi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan yang berkesinambungan di tahun-tahun mendatang. CLOSING REMARKS Finally, on behalf of the Board of Directors and all employees of the Company, we would like to express our gratitude for the cooperation, supports and genuine trusts that have been given to the Company throughout These are capital for us to make a continuing growth in the upcoming years. Jakarta, 16 April 2013 L. KRISNAN CAHYA Presiden Direktur President Director 42 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

45 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility 43

46 DIREKSI The Board of Directors 1 L. KRISNAN CAHYA Presiden Direktur President Director 2 BUDI CHRISTANTO Wakil Presiden Direktur Vice President Director 3 LANNY Direktur Director 4 HERMAWAN TARJONO Direktur Merangkap Sekretaris Perusahaan Director and Corporate Secretary 5 RUDY HALIM Direktur Director 6 SUSI SUSANTIJO, S.H., LL.M. Direktur Tidak Terafiliasi Non-Affiliated Director ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

47 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility Direksi Board of Directors L. KRISNAN CAHYA Presiden Direktur, President Director Warga Negara Indonesia, 52 tahun. Beliau diangkat sebagai Presiden Direktur Perseroan berdasarkan keputusan para pemegang saham Perseroan pada tanggal 24 Juli Saat ini beliau juga menjabat beberapa posisi penting pada anak perusahaan Perseroan antara lain Presiden Komisaris PT Golden Energy Mines Tbk sejak Januari 2012, Wakil Komisaris Utama PT DSSA Mas Sejahtera sejak tahun 2012, Wakil Komisaris Utama PT DSSP Energi Sejahetra sejak tahun 2012, Wakil Komisaris Utama di PT DSSP Power Sumsel sejak tahun 2011, Komisaris Utama PT Sinarmas Sukses Sejahtera sejak tahun 2012, Komisaris Utama PT Buana Bumi Energi sejak tahun 2011, dan Wakil Komisaris Utama PT Mora Quatro Multimedia sejak tahun Sebelumnya beliau menjabat antara lain sebagai Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Tbk pada tahun 2011, Komisaris Utama PT Roundhill Capital Indonesia ( ), Presiden Komisaris PT Borneo Indobara ( ), Direktur PT Lippo Karawaci Tbk ( ), Komisaris dan Direktur PT Multipolar Tbk ( ), serta menduduki beberapa posisi senior di PT Bank Bali Tbk ( ) dan PT Bank Panin Tbk ( ). Beliau adalah lulusan dari Universitas Tarumanagara pada tahun 1986 dalam bidang Akuntansi dan merupakan anggota dari National Institute of Accountant Australia. Bapak Krisnan Cahya tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 52 years old. Mr. Krisnan Cahya was appointed as a President Director based on the resolution of shareholders of the Company dated July 24, Currently, he also holds several important positions in the subsidiaries of the Company, among others, President Commissioner of PT Golden Energy Mines Tbk since January 2012, Vice President Commissioner of PT DSSA Mas Sejahtera since 2012, Vice President Commissioner of PT DSSP Energi Sejahetra since 2012, Vice President Commissioner of PT DSSP Power Sumsel since 2012, President Commissioner of PT Sinarmas Sukses Sejahtera since 2012, President Commissioner of PT Buana Bumi Energi since 2011, and Vice President Commissioner of PT Mora Quatro Multimedia since Previously he served, among others as the President Director of PT Golden Energy Mines Tbk in 2011, President Commissioner of PT Roundhill Capital Indonesia ( ), President Commissioner of PT Borneo Indobara ( ), Director of PT Lippo Karawaci Tbk ( ), Commissioner and Director of PT Multipolar Tbk ( ), and held several senior positions at PT Bank Bali Tbk ( ) and PT Bank Panin Tbk ( ). He graduated from Tarumanagara University in 1986 in the field of Accounting and is a member of the National Institute of Accountant of Australia. Mr. Krisnan Cahya has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 45

48 Direksi Board of Directors BUDI CHRISTANTO Wakil Presiden Direktur, Vice President Director Warga Negara Indonesia, 60 tahun. Beliau diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 31 Mei Saat ini beliau juga menjabat sebagai Kepala Bisnis Perdagngan Perseroan dan juga sebagai Direktur Utama dan Chief Executive Officer PT Rolimex Kimia Nusamas serta Komisaris Utama PT Rolimex Suburin Hutani Persada. Sebelumnya beliau berkarir di PT Branta Mulia Tbk, dan setelah melalui berbagai penugasan serta posisi, sejak tahun 1999 menjabat sebagai General Manager Tire Cord Fabrics & Yarn Operations, dan pada tahun menjabat sebagai Direktur PT Branta Mulia Tbk dan anak perusahaan. Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Parahyangan pada tahun 1977 dan gelar Magister Manajemen di bidang Manajemen Internasional dari Universitas Indonesia pada tahun Bapak Budi Christanto tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 60 years old. Mr. Budi Christanto appointed as Vice President Director of the Company based on the resolutions of Annual General Meeting of Shareholders of the Company, which was held on May 31, Mr. Budi Christanto currently serves as Trading Business Head of the Company and the President Director and Chief Executive Officer of PT Rolimex Kimia Nusamas, also as the President Commissioner of PT Rolimex Suburin Hutani Persada. His previous career was with PT Branta Mulia Tbk., and after going through various assignments and positions, since 1999 he served as General Manager for Tire Cord Fabrics & Yarn Operations, and in he served as Director of PT Branta Mulia Tbk and its subsidiaries. He earned his Bachelor degree in Civil Engineering from the Parahyangan University in 1977 and Master of Management degree majoring in International Management from University of Indonesia in Mr. Budi Christanto has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. 46 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

49 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Direksi Board of Directors LANNY Direktur, Director Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Beliau diangkat sebagai Direktur Perseroan berdasarkan keputusan para pemegang saham Perseroan pada tanggal 24 Juli Beliau bertanggung jawab atas bidang keuangan dalam Perseroan. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Sinarmas Sukses Sejahetra sejak tahun 2012, Direktur PT Mora Quatro Multimedia sejak tahun 2012, Direktur PT DSSA Mas Sejahtera sejak 2012, Direktur PT DSSP Energi Sejahtera sejak 2012, Wakil Direktur Utama PT DSSP Power Sumsel sejak 2011, dan Direktur Utama PT Buana Bumi Energi sejak tahun Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Chief Financial Officer Perseroan sejak tahun 2003 dan memiliki pengalaman di bidang akuntansi dan keuangan di beberapa perusahaan manufaktur antara lain seperti PT Paramitra Gunakarya Cemerlang, sebuah produsen amplop ( ), PT Putra Duta Anggada, sebuah perusahaan pengembangan dan konstruksi ( ) dan PT Karet Murni Kencana, sebuah produsen sepatu ( ). Beliau adalah lulusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara pada tahun Ibu Lanny tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 42 years old. Mrs. Lanny was appointed as a Commissioner based on the resolution of shareholders of the Company dated July 24, She is responsible for financial aspects the Company. Curently, she also serves as President Director of PT Sinarmas Sukses Sejahtera since 2012, Director of PT Mora Quatro Multimedia since 2012, Director of PT DSSA Mas Sejahtera since 2012, Director of PT DSSP Energi Sejahtera since 2012, Vice President Director of PT DSSP Power Sumsel since 2011, and President Director of PT Buana Bumi Energi since Previously, she served as Chief Financial Officer of the Company since 2003 and has experience in accounting and finance at several manufacturing companies such as PT Paramitra Gunakarya Cemerlang, an envelope manufacturer ( ), PT Duta Putra Anggada, a developer and a construction company ( ) and PT Karet Murni Kencana, a shoe manufacturer ( ). She graduated from the Faculty of Economics majoring in Accounting, Tarumanagara University in Mrs. Lanny has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 47

50 Direksi Board of Directors HERMAWAN TARJONO Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan, Director and Corporate Secretary Warga Negara Indonesia, 46 tahun. Beliau diangkat sebagai Direktur Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 31 Mei Beliau bertanggung jawab atas bidang sumber daya manusia dan kepatuhan. Saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak April Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT DSSA Mas Sejahtera sejak tahun 2012, Direktur PT Sinarmas Sukses Sejahetra sejak tahun 2012, Direktur PT Mora Quatro Multimedia sejak tahun 2012, Komisaris PT DSSP Energi Sejahtera sejak tahun 2012, Komisaris PT DSSP Power Sumsel sejak tahun 2012, dan Direktur PT Buana Bumi Energi sejak tahun Bapak Hermawan Tarjono bergabung dengan Perseroan pada tahun 1998, sebelumnya menjabat sebagai Division Head of Human Resource and Information Technology Perseroan. Beliau pernah menjabat sebagai Assistant Building Manager dan Human Resource Manager di Aspac Property pada tahun , dan sebagai Senior Human Resource Manager di Bank Ciputra pada Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada tahun 1991 dan mendapatkan beasiswa dari Prasetiya Mulya Business School untuk mengikuti program Magister Manajemen di sekolah tersebut hingga lulus pada Pada tahun 2010, beliau memperoleh gelar Doktor dalam Ilmu Ekonomi kekhususan Manajemen Jasa dari Universitas Trisakti. Bapak Hermawan Tarjono tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 46 years old. Mr. Hermawan Tarjono was appointed as Director of the Company based on the resolutions of Annual General Meeting of Shareholders of the Company, which was held on May 31, He is responsible for human recources management and compliance. He has also been the Corporate Secretary of the Company since April He also serves as President Director of PT DSSA Mas Sejahtera since 2012, Director of PT Sinarmas Sukses Sejahtera since 2012, Director of PT Mora Quatro Multimedia since 2012, Commissioner of PT DSSP Energi Sejahtera since 2012, Commissioner of PT DSSP Power Sumsel since 2012, and Director of PT Buana Bumi Energi since Mr. Hermawan Tarjono joined the Company in 1998, previously served as Division Head of Human Resource & Information Technology. He had served as an Assistant Building Manager and Human Resource Manager at Aspac Property in , and as Senior Human Resource Manager in Ciputra Bank in He holds a Bachelor of Electrical Engineering degree from the University of Indonesia in 1991 and received a scholarship from the Prasetiya Mulya Business School to attend the Master in Management program at the school and graduated in In 2010, he obtained his doctoral degree in Economics from the University of Trisakti majoring in Service Management. Mr. Hermawan Tarjono has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and shareholders of the Company. 48 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

51 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Direksi Board of Directors RUDI HALIM Direktur, Director Warga Negara Indonesia, 41 tahun. Beliau diangkat sebagai Direktur Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juni Saat ini beliau juga menjabat sebagai Kepala Bisnis Energi Perseroan dan juga sebagai Direktur Utama dan Chief Executive Officer PT DSSP Power Sumsel, anak perusahaan Perseroan yang sedang mengembangkan proyek IPP berkapasitas 2 x 150 MW di Sumatera Selatan. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT DSSP Energi Sejahtera dan Komisaris PT DSSA Mas Sejahtera. Sebelumnya beliau menduduki posisi sebagai Director dan Managing Director dalam beberapa bisnis investasi dan manajemen aset (Private Equity) yang berkedudukan di London, Malaysia dan Singapura dengan fokus di bisnis energi terutama sektor IPP dan migas di Indonesia, Afrika, dan Amerika Selatan dari tahun Beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur di perusahaan-perusahaan penempatan modal ekuitas yang bertanggung jawab untuk mengembangkan skala bisnis guna mencapai target return on investment termasuk dengan cara merancang dan menerapkan beberapa arahan strategis antara lain upaya peningkatan dan penetrasi pasar dan key performance indicators. Beliau juga mempunyai pengalaman sebagai Partner-Level Advisor untuk beberapa perusahaan multinational terutama dalam bidang Project Development and Finance dan Mergers and Acquisitions. Beliau adalah lulusan dari University of Sydney pada tahun 1996 dengan gelar Bachelor of Commerce dan Bachelor of Law. Bapak Rudy Halim tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 41 years old. Mr. Rudy Halim was appointed as Director of the Company based on the resolutions of Annual General Meeting of Shareholders of the Company, which was held on June 21, Mr. Rudy Halim currently serves as Energy Business Head of the Company and the President Director and Chief Executive Officer of PT DSSP Power Sumsel, a subsidiary of the Company which is developing IPP projects with capacity of 2 x 150 MW in South Sumatera. He also serves as the President Director of PT DSSP Energi Sejahtera and Commissioner of PT DSSA Mas Sejahtera. Previously he held positions as Director and Managing Director in several business investment and asset management (Private Equity) based in London, Malaysia and Singapore with a focus on the energy business, especially IPP and Oil & Gas sector in Indonesia, Africa, and South America during the year He also served as a Director in companies of equity capital placement which is responsible for developing the business scale in order to achieve the return on investment target, including design and implementation of strategic direction among others the efforts to increase market penetration and key performance indicators. He also has experience as a Partner-Level Advisor for several multinational companies, especially in the field of Project Development and Finance and Mergers and Acquisitions. He is a graduate of the University of Sydney in 1996 with the degrees Bachelor of Commerce and Bachelor of Law. Mr. Rudy Halim has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 49

52 Direksi Board of Directors SUSI SUSANTIJO, S.H., LL.M. Direktur Tidak Terafiliasi, Non-Affiliated Director Warga Negara Indonesia, 51 tahun. Beliau diangkat sebagai Direktur Tidak Terafiliasi Perseroan berdasarkan keputusan para pemegang saham Perseroan pada tanggal 27 Agustus Beliau berperan dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan untuk kepentingan pemegang saham minoritas dan pemangku kepentingan lainnya. Di samping itu beliau juga menjabat sebagai Direktur Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan sejak Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Fakultas Kedokteran di Universitas Pelita Harapan ( ), Administrator di SD Lentera Kasih Sunter ( ), Sekretaris Perusahaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry ( ), Head of Legal Department Sinar Mas Group - Pulp, Paper & Stationary Division ( ), dan Head of Legal Department PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ( ). Beliau lulus dari Murdoch University, Australia (2009), Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara (1986) serta pernah menjalani pendidikan pada Program Spesialis Notariat, Universitas Sumatera Utara ( ). Ibu Susi Susantijo tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 51 years old. Mrs. Susi Susantijo was appointed as a Non-Affiliated Director based on the resolution of shareholders of the Company dated August 27, She has a role for the implementation of Good Corporate Governance for the interests of minority shareholders and other stakeholders. In addition, she also serves as Director of the Faculty of Law, University of Pelita Harapan since Previously, she served as Director of the Faculty of Medicine at University of Pelita Harapan ( ), Administrator at Lentera Kasih Sunter Elementary School ( ), Corporate Secretary of PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry ( ), Head of Legal Department Sinar Mas Group - Pulp, Paper & Stationary Division ( ), and the Head of Legal Department PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ( ). She graduated from Murdoch University, Australia (2009), Faculty of Law, University of Sumatera Utara (1986) and has attended Notary Education Program at University of Sumatera Utara ( ). Mrs. Susi Susantijo has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. 50 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

53 Opening Company Business &Operation Management Financial Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports Highlight and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Govenance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility LAPORAN KOMITE AUDIT Report of the Audit Committee PEMEGANG SAHAM DAN DEWAN KOMISARIS YANG KAMI HORMATI, DEAR VALUED SHAREHOLDERS AND BOARD OF COMMISSIONERS, Komite Audit selama tahun buku 2012 mengadakan pertemuan dengan manajemen Perseroan untuk membahas Laporan Keuangan Perseroan. Komite Audit juga ikut serta membahas Anggaran Tahunan Perseroan dengan manajemen. Selain itu, komite Audit telah melakukan pertemuan rutin dengan Audit Internal Perseroan untuk membahas temuannya dalam rangka peningkatan pengawasan internal. Komite Audit juga telah mengadakan pertemuan dengan Auditor Eksternal dan manajemen untuk membahas Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan penelaahan dan pembahasan tersebut diatas, Komite Audit memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris agar Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dapat diterima dan dilaporkan dalam Laporan Tahunan Perseroan. Throughout 2012, the Audit Committee conducted meetings with the Company s management to discuss the Company s Financial Statements. The Audit Committee also discussed the Company s Annual Budget with the management. The Audit Committee has also conducted regular meetings with the Company s Internal Audit to discuss its findings in order to increase internal supervision. The Audit Committee has also conducted meetings with the External Auditors and management to discuss the Company s audited Consolidated Financial Statements for the book year ended December 31, The presentation of the Company s Consolidated Financial Statements for the book year ended December 31, 2012 has been in line with the prevailing provision. Based on the above reviews and discussions, the Audit Committee gave recommendations to the Board of Commissioners that the audited Consolidated Financial Statements for the book year ended December 31, 2012 to be approved and reported in the Company s Annual Report. Jakarta, 16 April 2013 PROF. DR. SUSIYATI B. HIRAWAN Ketua Komite Audit Chairman of Audit Committee EDWARD HERAWAN HADIDJAJA Anggota Komite Audit Member of Audit Committee AGUS LEMAN GUNAWAN Anggota Komite Audit Member of Audit Committee ANNUAL REPORT PT PT Dian Dian Swastatika Sentosa Tbk Tbk 51 51

54 KOMITE AUDIT Audit Committee PROF. DR. SUSIYATI B. HIRAWAN 1 2 Ketua Komite Audit Chairman of Audit Committee EDWARD HERAWAN HADIDJAJA Anggota Komite Audit Member of Audit Committee 3 AGUS LEMAN GUNAWAN Anggota Komite Audit Member of Audit Committee ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

55 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Komite Audit Audit Committee PROF. DR. SUSIYATI B. HIRAWAN Ketua Komite Audit, Chairman of Audit Committee Warga Negara Indonesia, 66 tahun. Beliau diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan keputusan para pemegang saham Perseroan pada tanggal 24 Juli Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit Perseroan berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris tanggal 22 Maret Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT SMART Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk, serta sebagai Komisaris Independen PT Bumi Serpong Damai Tbk. Beliau adalah pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia program sarjana, magister dan program doktor. Beliau memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia serta memperoleh gelar Master of Social Science dan Doctor of Philosophy dari University of Birmingham, Inggris. Pada tahun 2006, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap pada Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Sebelumnya, beliau pernah menduduki posisi Komisaris di beberapa perusahaan milik negara seperti Perum Perumnas, PT Pupuk Sriwijaya, PT (Persero) ASABRI, PT Danareksa dan PT Rekayasa Industri. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Biro Analisa Keuangan Daerah pada Badan Analisa Keuangan dan Moneter Departemen Keuangan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Lembaga Keuangan pada Departemen Keuangan Republik Indonesia, serta Deputi Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia Bidang Ekonomi. Ibu Susiyati B. Hirawan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 66 years old. Mrs. Susiyati Hirawan was appointed as Independent Commissioner based on the resolution of shareholders of the Company dated July 24, She has also been appointed as the Chairman of Audit Committee of the Company based on Resolutions of Board of Commissioners dated March 22, Currently, she also serves as Independent Commissioner and Chairman of the Audit Committee of PT SMART Tbk and PT Duta Pertiwi Tbk, as well as Independent Commissioner of PT Bumi Serpong Damai Tbk. She is a lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia for undergraduate, master, and doctoral programs. She earned her bachelor degree from the University of Indonesia majoring in Economics and received her Master of Social Science degree and Doctor of Philosophy degree from University of Birmingham, England. In 2006, she was granted as Professor at the Faculty of Economics, University of Indonesia. Previously, she has held the position of Commissioner in several state-owned enterprises such as Perum Perumnas, PT Pupuk Sriwijaya, PT (Persero) ASABRI, PT Danareksa and PT Rekayasa Industri. Formerly, she served as Chief of the Bureau of Local Financial Analysis at Financial Analysis and Monetary Board Ministry of Finance, Director General of Financial Institutions at Ministry of Finance, and Economy Deputy for Secretary of the Vice President of Republic of Indonesia. Mrs. Susiyati B. Hirawan has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 53

56 Komite Audit Audit Committee EDWARD HERAWAN HADIDJAJA Anggota Komite Audit, Member of Audit Committee Warga Negara Indonesia, 61 tahun. Beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris tanggal 22 Maret Saat ini, beliau juga menjabat sebagai anggota Komite Audit PT SMART Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk. Beliau memperoleh gelar Bachelor of Mathematics dari University of Waterloo, Ontario, Kanada pada tahun 1975 dan Bachelor of Commerce dari University of Windsor, Ontario, Kanada pada Beliau pernah menjabat sebagai Senior Marketing Officer PT Orient Bina Usaha Leasing, Kepala Bagian Akuntansi dan Asisten Manager Pemasaran PT Laurel Pharmaceutical Industry, Manager Akuntansi Continental Oil Company (CONOCO) Indonesia, Direktur Utama PT Sinar Mas Multiartha Tbk, Komisaris PT Cisco Mas Sekuritama, Komisaris Utama PT Sinar Mas Multifinance dan PT AB Sinar Mas Multifinance. Bapak Edward Hadidjaja tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 61 years old. Mr. Edward Hadidjaja serves as member of the Audit Committee of the Company based on Resolutions of Board of Commissioner dated March 22nd, Currently, he also serves as member of the Audit Committee of PT SMART Tbk and PT Duta Pertwi Tbk. He earned his Bachelor of Mathematics degree from the University of Waterloo, Ontario, Canada in 1975 and Bachelor of Commerce from University of Windsor, Ontario, Canada in He had served as Senior Marketing Officer of PT Orient Bina Usaha Leasing, Head of Accounting and Assistant of Marketing Manager of Laurel Pharmaceutical Industry, Accounting Manager of Continental Oil Company (CONOCO) Indonesia, President Director of PT Sinar Mas Multiartha Tbk, Commissioner of PT Cisco Mas Sekuritama, President Commissioner of PT Sinar Mas Multifinance and PT AB Sinar Mas Multifinance. Mr. Edward Hadidjaja has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. 54 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

57 Company Profile Management Financial Reports Highlight and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Govenance Corporate Social Responsibility Komite Audit Audit Committee AGUS LEMAN GUNAWAN Anggota Komite Audit, Member of Audit Committee Warga Negara Indonesia, 57 tahun. Beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris tanggal 22 Maret Saat ini, beliau juga merupakan anggota Komite Audit PT SMART Tbk, Direktur Tidak Terafiliasi PT Sinar Mas Multiartha Tbk sejak 2012, dan penasehat senior di PT Bank Sinarmas serta Kepala Perwakilan Australia Institute of Management di Indonesia. Beliau memperoleh gelar akademis dari Portland State University, Oregon, AS yaitu Bachelor of Science pada bidang Administrasi Bisnis dan Ekonomi serta Master of Science pada bidang Pendidikan Bisnis selama tahun 1977 sampai Sepanjang tahun 1983 sampai 2008, berkarir di berbagai institusi perbankan antara lain sebagai Senior Vice President Chase Manhattan Bank N.A. Jakarta, Executive Vice President PT Bank Danamon Indonesia, Senior Vice President Rabobank Indonesia dan Penasehat PT Bank Danamon Indonesia. Pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Voksel Cable, dan bertanggung jawab atas restrukturisasi, akuntansi dan keuangan pada tahun 2003 sampai Bapak Agus Gunawan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Indonesian citizen, 56 years old. Mr. Agus Gunawan serves as member of the Audit Committee of the Company based on Resolutions of Board of Commissioner dated March 22nd, Currently, he is also a member of the Audit Committee at PT SMART Tbk, Non-Affiliated Director of PT Sinar Mas Multiartha Tbk since 2012, and Senior Advisor at PT Bank Sinarmas and Chief Representative of Australia Institute of Management in Indonesia. He holds academic degrees from Portland State University, Oregon, USA for the Bachelor of Science in Business Administration and Economics, and Master of Science in Business Education during 1977 to Throughout the years 1983 to 2008, he had career in banking institutions, among others as Senior Vice President of Chase Manhattan Bank N.A. Jakarta, Executive Vice President of PT Bank Danamon Indonesia, Senior Vice President of Rabobank Indonesia and Advisory of PT Bank Danamon Indonesia. He had served as Finance Director of PT Voksel Cable, and was responsible for restructuring, accounting and finance in 2003 until Mr. Agus Gunawan has no affiliated relationship with the members of Board of Commissioners, Board of Directors and main shareholders of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 55

58 ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Di tengah perlambatan laju pertumbuhan ekonomi global dan ketidakpastian situasi ekomoni di Eropa dan Amerika Serikat pada tahun 2012, Indonesia masih tetap mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2%. Indonesia juga berhasil menahan laju inflasi pada tahun 2012 di kisaran 4,3%. Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan tahun 2012 berada pada level 4.316,69 atau naik sebesar 12,94% jika dibandingkan indeks pada tahun Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada tahun 2012 juga meningkat sekitar 10% sehingga mencapai Dolar Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih kokoh dan stabil. Selain itu, kondisi sosial yang kondusif dan pertumbuhan kelas menengah masyarakat Indonesia juga memberikan dampak terhadap peningkatan konsumsi domestik. Situasi ini memberikan dampak positif bagi Perseroan dan anak-anak perusahaan Perseroan. Selama tahun 2012, Perseroan dan anak-anak perusahaan Perseroan menjalankan kegiatan usaha sebagai berikut: 1. Pertambangan dan perdagangan batubara yang dijalankan oleh anak-anak perusahaan Perseroan yaitu PT Golden Energy Mines Tbk dan PT Bumi Kencana Eka Sejatera. 2. Pembangkit listrik dan uap, dimana Perseroan menjalankan 4 unit pembangkit listrik dan uap yang berlokasi di Tangerang, Serang, dan Karawang. Selain itu, PT DSSP Power Sumsel, anak perusahaan Perseroan, juga sedang membangun proyek pembangkit listrik IPP 2 x 150 MW yang berlokasi di Sumatera Selatan. 3. Perdagangan yang dilakukan oleh anak perusahaan Perseroan yaitu PT Rolimex Kimia Nusamas antara lain perdagangan komoditas pupuk, pestisida, dan bahan kimia. 4. Infrastruktur, disamping menjalan kegiatan usaha di bidang infrastruktur BTS, Perseroan juga memulai usaha broadband multimedia melalui PT Mora Quatro Multimedia, anak perusahaan Perseroan. Amid the slowdown in global economic growth and widespread economic uncertainties in Europe and the United States throughout 2012, Indonesia was nonetheless able to record a growth of 6.2%. The country also managed to curb inflation in 2012 at no more than 4.3%. The Jakarta Composite Index closed the year 2012 at 4,316.69, up by 12.94% compared to the end of The Indonesian income per capita in 2012 also increased by about 10%, reaching 3,563 US Dollar. These facts indicate that the Indonesian economy remains remarkably strong and stable. In addition, the conducive social atmosphere and the expansion of the Indonesian middle class also brought the increase in domestic consumption. This situation has given a positive impact on the Company and its subsidiaries. In 2012, the Company and its subsidiaries carried out their business activities as follows: 1. Coal mining and trading, run by the Company's subsidiaries, namely PT Golden Energy Mines Tbk and PT Bumi Kencana Eka Sejatera. 2. Power and steam generation, whereby the Company runs 4 units of power and steam generation plants located in Tangerang, Serang, and Karawang. In addition, PT DSSP Power Sumsel, a subsidiary of the Company, is building 2 x 150 MW IPP power plants located in South Sumatera. 3. Trading, carried out by the Company's subsidiary, PT Rolimex Kimia Nusamas, that includes trading of fertilizers, pesticides, and chemicals. 4. Infrastructure, in addition to business activities in the field of BTS infrastructure, the Company has initiated a broadband multimedia business through PT Mora Quatro Multimedia, a subsidiary of the Company. 56 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

59 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility TINJAUAN KINERJA OPERASI OPERATIONAL REVIEW PRODUKSI PRODUCTION PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN BATUBARA Unit usaha pertambangan dan perdagangan batubara yang dijalankan oleh anak-anak perusahaan mencatatkan pertumbuhan produksi menjadi 5,34 juta ton pada tahun 2012 atau meningkat sebanyak 21,6% dibandingkan dengan produksi batubara tahun 2011 sebesar 4,39 juta ton. Volume penjualan batubara juga meningkat sebesar 36,9% menjadi 7,83 juta ton di tahun 2012 dibandingkan dengan volume penjualan batubara tahun 2011 sebesar 5,72 juta ton. COAL MINING AND TRADING The coal mining and trading business unit run by the Company s subsidiaries recorded a growth in production, reaching 5.34 million tons of coal in 2012, an increase of 21.6% compared to coal production in 2011, which reached 4.39 million tons. Coal sales volume also increased by 36.9% to 7.83 million tons in 2012 compared with coal sales volume of 5.72 million tons in PEMBANGKIT LISTRIK DAN UAP Usaha pembangkit listrik captive yang dijalankan oleh Perseroan melalui 4 unit pembangkit listrik dan uap yang berlokasi di Tangerang, Serang, dan Karawang pada tahun 2012 mencatatkan total produksi sebesar MWh untuk listrik dan GJ untuk uap. Jika dibandingkan dengan tahun 2011, dimana total produksi listrik tercatat sebesar MWh dan uap sebesar GJ, maka kinerja operasional untuk sektor pembangkit listrik dan uap Perseroan relatif stabil. Pembangkit listrik IPP yang sedang dibangun oleh anak perusahaan Perseroan, PT DSSP Power Sumsel, baru akan beroperasi secara komersial pada tahun PT DSSP Power Sumsel telah mendapatkan komitmen pinjaman sebesar 318 juta Dolar Amerika Serikat dari China Development Bank Corporation untuk pembangunan proyek tersebut. POWER AND STEAM GENERATION Captive power plant business is run by the Company through 4 units of power and steam generation plants located in Tangerang, Serang, and Karawang, which in 2012 recorded total capacity of 1,296,001 MWh of electricity and 12,451,508 GJ of steam. Compared to 2011, for which the total production capacity was 1,435,718 MWh of electricity and 13,289,909 GJ of steam, the operational performance of the Company s power and steam generation business was relatively steady. The IPP power plant, currently being built by the Company's subsidiary, PT DSSP Power Sumsel, is slated to be operating commercially in year PT DSSP Power Sumsel has secured a loan amounting to 318 million US Dollar from China Development Bank Corporation for the construction of the project. PERDAGANGAN Perseroan melalui anak perusahaan yaitu PT Rolimex Kimia Nusamas menjalankan unit usaha perdagangan dengan memperdagangkan komoditas pupuk, pestisida, dan bahan kimia. Pada tahun 2012, volume perdagangan pupuk adalah sebesar 274,8 ribu ton, menurun 17,1% dibandingkan volume perdagangan tahun 2011 sebesar 331,6 ribu ton. Volume perdagangan pestisida meningkat 8,1% dari kilo liter pada tahun 2011 menjadi kilo liter di tahun Volume perdagangan bahan kimia meningkat 119,1% dari 26,2 ribu ton menjadi 57,4 ribu ton. TRADING The Company, through its subsidiary, PT Rolimex Kimia Nusamas, engages in the trading of fertilizers, pesticides, and chemicals. In 2012, fertilizer trading volume amounted to thousand tons, down 17.1% compared to the trading volume of thousand tons in Pesticide trading volume increased by 8.1% from 1,813 kiloliters in 2011 to 1,959 kiloliters in Chemicals trading volume increased 119.1% from 26.2 thousand tons to 57.4 thousand tons. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 57

60 Corporate Governance INFRASTRUKTUR Perseroan melalui anak perusahaannya PT DSSA Mas Sejahtera melakukan pengambilalihan PT Mora Quatro Multimedia pada akhir tahun Pada tahun 2012, PT Mora Quatro Multimedia telah membangun homes-passed sebanyak dengan total pelanggan lebih dari yang berada di wilayah Tangerang dan Cibubur. PT Mora Quatro Multimedia menyediakan layanan multimedia berupa TV kabel, akses internet, dan akses telepon. INFRASTRUCTURE The Company, through its subsidiary, PT DSSA Mas Sejahtera, acquired PT Mora Quatro Multimedia in late In 2012, PT Mora Quatro Multimedia built as many as 23,000 homes-passed with a total of more than 7,000 customers located in Tangerang and Cibubur. PT Mora Quatro Multimedia provides multimedia services, such as cable TV, internet access, and telephone access. PENDAPATAN USAHA Pada tahun 2012, kontribusi masing-masing unit usaha terhadap pendapatan usaha Perseroan terjadi perubahan jika dibandingkan dengan tahun Unit usaha pertambangan dan perdagangan batubara tetap menyumbangkan pendapatan terbesar bagi Perseroan jika dibandingkan dengan unit usaha lainnya. Kontribusi unit usaha pertambangan dan perdagangan batubara menyumbangkan pendapatan usaha sebesar 434 juta Dolar Amerika Serikat atau sebesar 68,9% dari keseluruhan pendapatan usaha Perseroan pada tahun 2012, mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2011 yang sebesar 329 juta Dolar Amerika Serikat. Kenaikan pendapatan usaha dari unit usaha batubara disebabkan karena volume penjualan batubara meningkat pada tahun 2012, meskipun harga jual batubara global yang menurun pada tahun Pendapatan usaha dari unit usaha pembangkit listrik dan uap pada tahun 2012 adalah sebesar 43 juta Dolar Amerika Serikat atau sebesar 6,9% dari keseluruhan pendapatan usaha Perseroan. Pendapatan usaha dari unit usaha pembangkit listrik dan uap ini relatif stabil jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencatatkan pendapatan usaha sebesar 45 juta Dolar Amerika Serikat. Pendapatan usaha dari unit usaha perdagangan adalah sebesar 148 juta Dolar Amerika Serikat atau sebesar 23,6% dari keseluruhan pendapatan usaha Perseroan. Jika dibandingkan pada tahun 2011, pendapatan usaha dari unit usaha perdagangan mengalami penurunan sebesar 19,4%. Penurunan ini disebabkan terutama karena penurunan pendapatan usaha dari perdagangan pupuk sebesar 19 juta Dolar Amerika Serikat seiring dengan penurunan volume perdagangan pupuk di tahun OPERATING REVENUES In 2012, the contribution of each business unit to the Company's operating revenue experienced a change compared to Coal mining and trading business unit remained the largest contributor of revenue to the Company when compared to other business units. Coal mining and trading business unit contributed revenues of 434 million US Dollar or 68.9% of the Company's total revenues in 2012, an increase from contribution in 2011, which amounted to 329 million US Dollar. The increase in operating revenues from the coal business unit was due to greater coal sales volume in 2012, notwithstanding the decline in global coal price in Operating revenues from the power and steam generation business unit in 2012 are amounted to 43 million US Dollar or 6.9% of the total operating revenues of the Company. Operating revenues of the power and steam generation business unit were relatively steady compared to 2011, for which its contribution to total revenues was 45 million US Dollar. Operating revenues from the trading business unit are amounted to 148 million US Dollar or 23.6% of total operating revenues of the Company. Compared to 2011, operating revenues from trading business unit experienced a decrease of 19.4%. This decrease was primarily due to lower revenues from fertilizer trading by 19 million US Dollar, consistent with lower fertilizer trading volume in ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

61 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility Pendapatan usaha dari unit usaha infrastruktur pada tahun 2012 adalah sebesar 3,8 juta Dolar Amerika Serikat atau sebesar 0,6% dari keseluruhan pendapatan usaha Perseroan. Pendapatan usaha dari unit usaha infrastruktur ini mengalami penurunan tajam disebabkan karena Perseroan telah menjual infrastruktur BTS yang dimilikinya pada akhir tahun Dengan pengambilalihan PT Mora Quatro Multimedia oleh Perseroan pada akhir tahun 2012, maka diharapkan kontribusi unit usaha infrastruktur akan meningkat bagi pendapatan usaha Perseroan di tahun mendatang. Operating revenues from the infrastructure business unit in 2012 was 3.8 million US Dollar or 0.6% of total operating revenues of the Company. Operating revenues from the infrastructure business unit experienced a sharp decline because the Company has sold its BTS infrastructures in late With the acquisition of PT Mora Quatro Multimedia by the Company in late 2012, it is expected that the infrastructure business unit will post an increase in operating revenues in the coming year. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN FINANCIAL REVIEW ASET Di tahun 2012, total aset Perseroan adalah juta Dolar Amerika Serikat, menurun 5,4% dari juta Dolar Amerika Serikat pada tahun Aset Perseroan terdiri dari 50,8% aset lancar dan 49,2% aset tidak lancar. ASSETS At the end of year 2012, the Company s total assets are amounted to 1,216 million US Dollar, a decrease of 5.4% from 1,285 million US Dollar for year ended The Company s total assets consisted of 50.8% current assets and 49.2% non-current assets. ASET LANCAR Pada tanggal 31 Desember 2012, Perseroan memiliki aset lancar sebesar 618 juta Dolar Amerika Serikat, turun sebesar 22,5% dari tahun 2011 yaitu sebesar 797 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan ini disebabkan karena penurunan kas dan setara kas Perseroan sebesar 230 juta Dolar Amerika Serikat dan juga pencairan dana yang dibatasi pencairan sebesar 57 juta Dolar Amerika Serikat, yang antara lain digunakan terutama untuk pembelian Obligasi Wajib Konversi PT Smartfren Telecom Tbk sebesar 111 juta Dolar Amerika Serikat dan pembayaran beberapa utang bank dan lembaga keuangan jangka pendek dan jangka panjang sebesar 101 juta Dolar Amerika Serikat di tahun Penurunan tersebut di net-off oleh kenaikan investasi jangka pendek sebesar 72 juta Dolar Amerika Serikat sehubungan dengan reklasifikasi atas obligasi konversi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk dari investasi jangka panjang ke investasi jangka pendek dan juga kenaikan uang muka sebesar 25 juta Dolar Amerika Serikat sehubungan dengan peningkatan uang muka infrastruktur dan konstruksi PT DSSP Power Sumsel untuk pembangunan proyek PLTU Sumsel-5 sebesar 32 juta Dolar Amerika Serikat net-off dengan penurunan uang muka kontraktor dan pemasok pertambangan sebesar 7 juta Dolar Amerika Serikat. CURRENT ASSETS On December 31, 2012, the Company had current assets of 618 million US Dollar, a decrease of 22.5% from 2011 which amounted to 797 million US Dollar. The decrease was due to the decline in cash and cash equivalents held by the Company, in the amount of 230 million US Dollar, and the withdrawal of restricted fund amounting to 57 million US Dollar, which among others was mainly used to purchase the Mandatory Convertible Bonds of PT Smartfren Telecom Tbk worth 111 million US Dollar and repayments of several short-term and long-terms loans payable to banks and financial institutions amounting to 101 million US Dollar in The decrease was offset by the increase in short-term investment of 72 million US Dollar associated with the reclassification of the convertible bonds of PT Inti Bangun Sejahtera Tbk from long term investment to short term investment, and also the increase in advances by 25 million US Dollar associated with the increase of advance payments for infrastructure and construction by PT DSSP Power Sumsel for the construction of the PLTU Sumsel-5 project, amounting to 32 million US Dollar, offset by a decrease in advance payments to contractors and mining suppliers of 7 million US Dollar. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 59

62 Corporate Governance ASET TIDAK LANCAR Perseroan memiliki aset tidak lancar sebesar 599 juta Dolar Amerika Serikat pada tanggal 31 Desember 2012 yang meningkat sebesar 22,5% dari nilai aset tidak lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011, yaitu sebesar 489 juta Dolar Amerika Serikat. Peningkatan aset tidak lancar disebabkan oleh kenaikan investasi jangka panjang sebesar 31 juta Dolar Amerika Serikat sehubungan dengan pembelian Obligasi Wajib Konversi PT Smartfren Telecom Tbk sebesar 111 juta Dolar Amerika Serikat net-off dengan reklasifikasi atas obligasi konversi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk dari investasi jangka panjang ke investasi jangka pendek sebesar 71 juta Dolar Amerika Serikat. Kenaikan aset tidak lancar disebabkan juga oleh kenaikan aset pertambangan bersih sebesar 50 juta Dolar Amerika Serikat sehubungan dengan kenaikan biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dan biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan. Selain itu, kenaikan juga disebabkan oleh kenaikan aset tetap bersih sebesar 24 juta Dolar Amerika Serikat sehubungan dengan kenaikan biaya perolehan aset tetap sebesar 47 juta Dolar Amerika Serikat net-off dengan biaya depresiasi sebesar 23 juta Dolar Amerika Serikat. NON-CURRENT ASSETS The Company had non-current assets amounting to 599 million US Dollar as at December 31, 2012, up 22.5% from non-current assets as at December 31, 2011, amounting to 489 million US Dollar. The increase in non-current assets was due to the increase in long term investment of 31 million US Dollar associated with the purchase of Mandatory Convertible Bonds of PT Smartfren Telecom Tbk worth 111 million US Dollar offset by the reclassification of the convertible bonds of PT Inti Bangun Sejahtera Tbk from long term investment to short term investment amounting to 71 million US Dollar. Increase in non-current assets was also due to the increase in mine properties net by 50 million US Dollar, associated with the increase in deferred exploration and development costs and deferred stripping cost. In addition, the increase was also caused by the increase of property, plant and equipment net by 24 million US Dollar, associated with the increase in the acquisition costs of property, plant and equipment by 47 million US Dollar offset by depreciation costs of 23 million US Dollar. LIABILITAS Total liabilitas Perseroan di akhir tahun 2012 sebesar 301 juta Dolar Amerika Serikat, menurun 19,3% dari 373 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun Liabilitas Perseroan terdiri dari 43% liabilitas jangka panjang dan 57% liabilitas jangka pendek. LIABILITIES The Company s total liabilities at the end of year 2012 amounted to 301 million US Dollar, decreased by 19.3% from 373 million US Dollar in The Company s total liabilities consist of non-current liabilities of 43% and current liabilities of 57%. LIABILITAS JANGKA PANJANG Perseroan memiliki liabilitas jangka panjang sebesar 129 juta Dolar Amerika Serikat pada tanggal 31 Desember Nilai liabilitas jangka panjang tersebut menurun sebesar 2,2% dari nilai liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 yaitu sebesar 132 juta Dolar Amerika Serikat, yang disebabkan terutama oleh pembayaran utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 5 juta Dolar Amerika Serikat dan reklasifikasi utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang ke utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 29 juta Dolar Amerika Serikat dan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar 6 juta Dolar Amerika Serikat, net-off dengan tambahan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang dari China Development Bank Corporation sebesar 34 juta Dolar Amerika Serikat dan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar 2 juta Dolar Amerika Serikat. NON-CURRENT LIABILITIES The Company recorded non-current liabilities of 129 million US Dollar as of December 31, 2012, down 2.2% from the amount of non-current liabilities as of December 31, 2011, which was 132 million US Dollar. This was mainly due to the repayment of long-term loans payable to banks and financial institutions amounting to 5 million US Dollar to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and the loan reclassification from the long-term loans payable to banks and financial institutions to current portion of long-term loans payable to banks and financial institutions amounting to 29 million US Dollar for PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and 6 million US Dollar for PT Bank CIMB Niaga Tbk, offset by additional long-term loans payable from banks and financial institutions amounting to 34 million US Dollar from China Development Bank Corporation and 2 million US Dollar from PT Bank CIMB Niaga Tbk. 60 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

63 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility LIABILITAS JANGKA PENDEK Pada tanggal 31 Desember 2012, Perseroan memiliki liabilitas jangka pendek sebesar 172 juta Dolar Amerika Serikat, turun sebesar 28,6% dari liabilitas jangka pendek tahun 2011 sebesar 241 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan liabilitas jangka pendek ini terutama disebabkan karena pembayaran utang bank jangka pendek dalam mata uang Rupiah ke PT Bank Mega Tbk sebesar 14 juta Dolar Amerika Serikat net-off dengan tambahan utang bank jangka pendek dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dari PT Bank Mega Tbk sebesar 3 juta Dolar Amerika Serikat serta pembayaran utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 79 juta Dolar Amerika Serikat dan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar 5 juta Dolar Amerika Serikat net-off dengan kenaikan yang disebabkan oleh reklasifikasi utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang ke utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 29 juta Dolar Amerika Serikat dan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar 6 juta Dolar Amerika Serikat. CURRENT LIABILITIES As at December 31, 2012, the Company recorded current liabilities amounting to 172 million US Dollar, down 28.6% from current liabilities in 2011 of 241 million US Dollar. The decrease in current liabilities was mainly due to the repayment of short term bank loan denominated in Rupiah payable to PT Bank Mega Tbk of 14 million US Dollar, offset by an addition of short term bank loan denominated in US Dollar payable to PT Bank Mega Tbk amounting to 3 million US Dollar, and repayment of current portion of long-term loans payable to banks and financial institutions amounting to 79 million US Dollar to Bank Mandiri (Persero) Tbk and 5 million US Dollar to PT Bank CIMB Niaga Tbk, offset by an increase due to loans reclassification from long-term loans payable to banks and financial institutions to current portion of long-term loans payable to banks and financial institutions amounting to 29 million US Dollar for PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and 6 million US Dollar for PT Bank CIMB Niaga Tbk. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 61

64 Corporate Governance EKUITAS Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 mengalami peningkatan sebesar 0,2% dari 913 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2011 menjadi 915 juta Dolar Amerika Serikat. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya saldo laba ditahan yang merupakan akumulasi dari pencapaian laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. EQUITY The Company s equity as of December 31, 2012 increased by 0.2% from 913 million US Dollar at year end 2011 to 915 million US Dollar. This increase was primarily due to the increase in retained earning, which was accumulated from the achievement of income attributable to the owners of the Company. LABA RUGI PROFIT AND LOSS PENDAPATAN USAHA Pendapatan usaha Perseroan disumbangkan oleh 4 unit usaha yang dijalankan oleh Perseroan dan anak-anak perusahaan Perseroan saat ini yaitu pertambangan dan perdagangan batubara, pembangkit listrik dan uap, perdagangan, dan infrastruktur, dimana pertambangan dan perdagangan batubara menyumbangkan sebesar 68,9% dari keseluruhan pendapatan usaha Perseroan. Secara keseluruhan pendapatan usaha pada tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi 629 juta Dolar Amerika Serikat, atau naik 6,6% jika dibandingkan dengan pendapatan usaha pada tahun 2011 yaitu sebesar 590 juta Dolar Amerika Serikat. REVENUES The Company s revenues are contributed by 4 business units of the Company and its subsidiaries, which are currently engaged in coal mining and trading, power and steam generation, trading, and infrastructure. Coal mining and trading contributed 68.9% of the Company s total revenues. In overall, the revenues in 2012 increase to 629 million US Dollar or increase by 6.6% compared to 2011 s revenues of 590 million US Dollar. BEBAN POKOK PENJUALAN Di tahun 2012, beban pokok penjualan Perseroan mencapai 531 juta Dolar Amerika Serikat, atau meningkat 15,2% dibandingkan beban pokok penjualan Perseroan tahun 2011 sebesar 461 juta Dolar Amerika Serikat. Kenaikan beban pokok penjualan ini disebabkan terutama oleh kenaikan signifikan pada beban pokok penjualan unit usaha pertambangan dan perdagangan batubara dari 232 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2011 menjadi 355 juta Dolar Amerika Serikat di tahun Kenaikan beban pokok penjualan unit usaha pertambangan dan perdagangan di tahun 2012 terjadi sejalan dengan terjadinya lonjakan volume penjualan batubara di tahun Komponen terbesar, dengan kontribusi sebesar 26% atau sebanyak 93 juta Dolar Amerika Serikat terhadap total beban pokok penjualan unit pertambangan dan perdagangan batubara, berasal dari biaya jasa pertambangan batubara. Biaya jasa pertambangan batubara ini di tahun 2012 meningkat sebesar 37% menjadi 93 juta Dolar Amerika Serikat dibandingkan biaya jasa pertambangan dan perdagangan batubara sebesar 68 juta Dolar Amerika Serikat di tahun COST OF REVENUES In 2012, the Company s cost of revenues reached 531 million US Dollar, or increase by 15.2% from the Company s cost of revenues in 2011, which amounted to 461 million US Dollar. The increase in cost of revenues was mainly due to a significant increase in the cost of revenues of coal mining and trading business unit, from 232 million US Dollar in 2011 to 355 million US Dollar in The increase of cost of revenues of coal mining and trading business unit was in line with the increase of the sales volume of coal in The largest component, with a contribution of 26% or 93 million US Dollar of the total cost of revenues of coal mining and trading business unit, was derived from coal mining service fees. In 2012, the coal mining service fees increased by 37% from 68 million US Dollar in 2011 to 93 million US Dollar. 62 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

65 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility LABA BRUTO Perseroan membukukan laba bruto sebesar 98 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2012, menurun 24% jika dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 129 juta Dolar Amerika Serikat. Marjin laba bruto juga mengalami penurunan dari 22% pada tahun 2011 menjadi 16% pada tahun GROSS PROFIT The Company recorded gross profit of 98 million US Dollar in 2012, down 24% if compared to 2011 amounting to 129 million US Dollar. Gross profit margin, accordingly, decreased from 22% in 2011 to 16% in BEBAN USAHA Beban usaha Perseroan terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi, dan beban eksplorasi. Pada tahun 2012, Perseroan mencatat beban usaha sebesar 85 juta Dolar Amerika Serikat, atau meningkat sebesar 14,8% dari beban usaha tahun 2011 sebesar 74 juta Dolar Amerika Serikat. Peningkatan beban usaha pada tahun 2012 disebabkan terutama oleh kenaikan beban penjualan untuk ongkos angkut sebesar 6 juta Dolar Amerika Serikat dan jasa dermaga sebesar 3 juta Dolar Amerika Serikat seiring dengan peningkatan penjualan batubara. OPERATING EXPENSES The Company s operating expenses consist of selling expenses, general and administrative expenses, and exploration costs. In 2012, the Company recorded 85 million US Dollar of operating expenses, or increased by 14.8% from operating expenses in 2011 of 74 million US Dollar. The increase of the operating expenses in 2012 was mainly due to increase of freight charges by 6 million US Dollar and stock pile fees by 3 million US Dollar, which was in line with the increase in coal sales volume. LABA USAHA Laba usaha Perseroan mengalami penurunan sebesar 76,3% dari 55 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2011 menjadi 13 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun Marjin laba usaha juga menurun dari 9,4% di tahun 2011 menjadi 2,0% pada tahun INCOME FROM OPERATIONS The Company s income from operations decreased by 76.3% from 55 million US Dollar in 2011 to 13 million US Dollar in 2012, and accordingly, the margin of the income from operations also decreased from 9.4% in 2011 to 2.0% in PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Selain laba usaha, Perseroan juga mencatat penghasilan dan beban lain-lain. Penghasilan lain-lain berasal dari pendapatan bunga, keuntungan penjualan investasi surat berharga, keuntungan atas peningkatan nilai wajar aset keuangan, laba penjualan properti investasi dan aset tetap, dan lain-lain. Sementara itu, beban lain-lain berasal dari beban bunga dan keuangan lainnya, dan kerugian selisih kurs mata uang asing. Perseroan mencatatkan penghasilan lain-lain - bersih sebesar 12 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2012, atau meningkat 209% jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencatatkan beban lain-lain - bersih sebesar 11 juta Dolar Amerika Serikat. Penghasilan lain-lain Perseroan yang meningkat tajam terutama disebabkan karena peningkatan pendapatan bunga dan keuntungan penjualan investasi surat berharga masing-masing sebesar 10 juta Dolar Amerika Serikat dan 11 juta Dolar Amerika Serikat. OTHER INCOME (EXPENSES) In addition to the income from operations, the Company also recorded other income and expenses. Other income was derived from interest income, gain on sale of investment in securities, gain on increase in fair value of financial assets, gain on sale of investment properties and property, plant and equipment, and others. Meanwhile, other expenses were derived from interest expense and other financial charges, and loss on foreign exchange. The Company recorded other income - net amounting to 12 million US Dollar in 2012, or increased by 209% from 2011 other expenses - net of 11 million US Dollar. The significant increase of the Company s other income was mainly due to the increase in interest income and gain on sale of investment in securities, amounting to 10 million US Dollar and 11 million US Dollar, respectively. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 63

66 Corporate Governance LABA SEBELUM PAJAK Laba sebelum pajak Perseroan pada tahun 2012 adalah sebesar 25 juta Dolar Amerika Serikat, mengalami penurunan sebesar 44,4% dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 45 juta Dolar Amerika Serikat. INCOME BEFORE TAX The Company s income before tax in 2012 was amounting to 25 million US Dollar, decreased by 44.4% from 2011 which recorded 45 million US Dollar. LABA BERSIH TAHUN BERJALAN Laba bersih tahun berjalan pada tahun 2012 adalah sebesar 23 juta Dolar Amerika Serikat, atau mengalami penurunan sekitar 34,3% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan tahun 2011 sebesar 35 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan laba bersih tahun berjalan 2012 terutama disebabkan oleh penurunan harga jual batubara global serta kenaikan beban pokok penjualan dan beban usaha yang disebabkan oleh kenaikan volume penjualan batubara. Selain itu, penurunan juga disebabkan karena Perseroan telah menjual infrastruktur BTS yang dimilikinya pada akhir tahun NET INCOME FOR THE YEAR The Company s net income for the year of 2012 was amounting to 23 million US Dollar, or decrease by 34.3% from the net income for the year of 2011, amounting to 35 million US Dollar. The decline in net income for the year of 2012 was mainly due to the decline in the global coal prices and the increase in cost of revenues and operating expenses associated with the greater sales volume of coal. In addition, the decline was also due to the fact that at the end of 2011, the Company sold its BTS infrastructures. PENDAPATAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAINNYA Perseroan mencatatkan kerugian komprehensif lainnya sebesar 20 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2012, jika dibandingkan dengan tahun 2011, dimana Perseroan mencatatkan pendapatan komprehensif lainnya sebesar 10 juta Dolar Amerika Serikat. Kerugian komprehensif lainnya terutama disebabkan karena pada tahun 2012, perusahaan membukukan kerugian selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar 19 juta Dolar Amerika Serikat. OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) The Company recorded other comprehensive loss of 20 million US Dollar in As a comparison, in 2011 the Company recorded other comprehensive income amounting to 10 million US Dollar. The other comprehensive loss of 2012 was due to the Company recorded the foreign exchange loss arising from financial statements translation, amounting to 19 million US Dollar. 64

67 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Laba komprehensif Perseroan pada tahun 2012 adalah sebesar 3 juta Dolar Amerika Serikat, mengalami penurunan sekitar 93,3% dibandingkan dengan laba komprehensif pada tahun 2011 sebesar 45 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan tajam laba komprehensif tahun berjalan ini sejalan dengan kerugian komprehensif lainnya yang dicatatkan oleh Perseroan pada tahun COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR The Company s comprehensive income for the year of 2012 was amounting to 3 million US Dollar, decreased by 93.3% from the comprehensive income for the year 2011, which amounted to 45 million US Dollar. This significant decline in the comprehensive income for the year 2012 was inline with the other comprehensive loss recorded by the Company in LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2012 adalah sebesar 16 juta Dolar Amerika Serikat, sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali adalah sebesar 7 juta Dolar Amerika Serikat. Laba bersih per saham dasar diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2012 adalah sebesar 0,021 atau turun sebesar 52,3% dari tahun NET INCOME ATTRIBUTABLE The net income attributable to owners of the Company in 2012 was amounting to 16 million US Dollar, while the net income attributable to non-controlling interests was amounting to 7 million US Dollar. Basic earnings per share attributable to owners of the Company in 2012 was 0.021, decreased by 52.3% from 2011 figure. ARUS KAS Perusahaan mencatatkan arus kas negatif sebesar 222 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun Posisi arus kas negatif tersebut disebabkan oleh arus kas negatif yang digunakan untuk aktivitas operasi, investasi dan pendanaan masing-masing sebesar 77 juta Dolar Amerika Serikat, 64 juta Dolar Amerika Serikat, dan 81 juta Dolar Amerika Serikat. CASH FLOWS The Company recorded a negative net cash flows of 222 million US Dollar in This negative cash flows was due to the negative cash flows used in operating, investing, and financing activities, which respectively amounted to 77 million US Dollar, 64 million US Dollar, and 81 million US Dollar. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus kas Perseroan untuk aktivitas operasi adalah sebesar 77 juta Dolar Amerika Serikat, terutama untuk pembayaran kepada kontraktor, pemasok dan lainnya dan pembayaran pajak bersih. Arus kas Perseroan dari aktivitas operasi pada tahun 2012 tersebut menurun 220,7% jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencatatkan arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar 64 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan ini disebabkan terutama karena peningkatan pembayaran kepada kontraktor, pemasok dan karyawan sebesar 198 juta Dolar Amerika Serikat dan peningkatan pembayaran pajak sebesar 23 juta Dolar Amerika Serikat, net-off dengan peningkatan penerimaan dari pelanggan sebesar 81 juta Dolar Amerika Serikat. CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES The Company s cash flows used in operating activities was amounting to 77 million US Dollar, which mainly consisted of payments to contractors, suppliers and others, and payment of tax. The Company s cash flow from operating activities in 2012 was 220.7% lower than that in 2011, which recorded a positive cash flow from operating activities of 64 million US Dollar. This decline was mainly due to the increase in payments to contractors, suppliers and employees of 198 million US Dollar, and the increase in tax payment of 23 million US Dollar, offset by the increase in receipts from customers amounted to 81 million US Dollar. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 65

68 Corporate Governance ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Arus kas Perseroan yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2012 adalah sebesar 64 juta Dolar Amerika Serikat, terutama untuk perolehan aset tetap dan obligasi konversi. Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2012 tersebut menurun 57,1% jika dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 149 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan ini disebabkan terutama karena adanya penempatan investasi jangka pendek sebesar 5 juta Dolar Amerika Serikat di tahun 2011, peningkatan penerimaan bunga sebesar 9 juta Dolar Amerika Serikat di tahun 2012, adanya pencairan dana yang dibatasi pencairannya di tahun 2012 sebesar 65 juta Dolar Amerika Serikat, adanya penempatan dana yang dibatasi pencairannya sebesar 65 juta Dolar Amerika Serikat di tahun 2011, adanya perolehan investasi saham sebesar 13 juta Dolar Amerika Serikat di tahun 2011, adanya penerimaan hasil bersih penjualan investasi surat berharga sebesar 13 juta Dolar Amerika Serikat di tahun 2012, dan adanya perolehan properti investasi sebesar 9 juta Dolar Amerika Serikat di tahun 2011, net-off dengan perolehan obligasi konversi sebesar 112 juta Dolar Amerika Serikat di tahun CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES The Company s cash flows used in investing activities in 2012 was amounting to 64 million US Dollar, mainly for the acquisition of property, plant and equipment, and convertible bonds. The cash flow used in investing activities in 2012 decreased by 57.1% compared to the 2011, which was amounting to 149 million US Dollar. This decline was mainly due to placement of short-term investments of 5 million US Dollar in 2011, increase in interest income by 9 million US Dollar in 2012, withdrawal of restricted fund of 65 million US Dollar in 2012, placement of restricted fund of 65 million US Dollar in 2011, acquisition of investment in shares of stocks of 13 million US Dollar in 2011, net proceeds from sale of investment in securities of 13 million US Dollar in 2012, and acquisition of investment properties of 9 million US Dollar in 2011, offset by the acquisition of convertible bonds of 112 million US Dollar in ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Arus kas Perseroan yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2012 adalah sebesar 81 juta Dolar Amerika Serikat, terutama untuk pembayaran utang bank jangka pendek, utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang, dan pembayaran bunga dan beban keuangan lainnya. Arus kas dari aktivitas pendanaan pada tahun 2012 tersebut menurun 116,2% jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencatatkan arus kas positif dari aktivitas pendanaan sebesar 498 juta Dolar Amerika Serikat. Penurunan ini disebabkan terutama karena pada tahun 2011 terdapat setoran modal saham dari kepentingan non pengendali sebesar 239 juta Dolar Amerika Serikat dan penerimaan atas penjualan investasi saham sebesar 293 juta Dolar Amerika Serikat. CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES The Company s cash flow used in financing activities in 2012 was amounting to 81 million US Dollar, primarily for the repayment of short-term bank loans, long-term loans from banks and financial institutions, and payment of interest and other financial charges. The cash flow from financing activities in 2012 was 116.2% lower compared to that in 2011, which recorded a positive cash flows from financing activities of 498 million US Dollar. This decline was primarily due to the fact that in 2011 there was paid-up capital from non-controlling interest amounting to 239 million US Dollar, and cash receipts from sale of investment in shares of stock amounting to 293 million US Dollar. PROFITABILITAS Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar 2,51% dan 3,81%. Imbal hasil aktiva untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar 1,89% dan 2,71%. Dengan peningkatan biaya produksi yang tidak seiring dengan harga jual batubara dan penjualan infrastruktur PROFITABILITY Return on equity for the year ended December 31, 2012 and 2011 respectively amounted to 2.51% and 3.81%. Return on assets for the year ended December 31, 2012 and 2011 respectively amounted to 1.89% and 2.71%. With the increase of production costs which are not in line with coal price and the sale of BTS infrastructures at the 66 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

69 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility BTS di akhir tahun 2011, rasio profitabilitas Perseroan menurun pada tahun 2012 dibanding dengan tahun Marjin laba bersih menurun menjadi 3,65% pada tahun 2012 dari 5,90% di tahun end of 2011, the ratio of the Company s profitability declined in 2012 compared to Net profit margin decreased to 3.65% in 2012 from 5.90% in KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG Kemampuan membayar utang Perseroan meningkat pada tahun Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan Rasio EBITDA terhadap beban bunga menjadi 582,50% pada tahun 2012 dari 486,18% pada tahun Selain itu juga terjadi penurunan Rasio utang terhadap ekuitas menjadi 32,92% pada tahun 2012 dari 40,82% pada tahun SOLVABILITY The Company s ability to repay debt increased in It was indicated by the increase of EBITDA to interest expense ratio of % in 2012 from % in In addition, there was a decrease of debt to equity ratio of 32.92% in 2012 from 40.82% in TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG Rasio tingkat perputaran piutang Perseroan pada tahun 2012 adalah sebesar 4,8 jika dibandingkan dengan tingkat perputaran piutang Perseroan di tahun 2011 sebesar 5,6. Perseroan tidak mempunyai masalah terkait kolektibilitas piutang usaha, karena sebagian besar dari piutang usaha Perseroan termasuk piutang lancar. Kolektibilitas piutang masing-masing unit usaha Perseroan berbeda-beda. Kolektibilitas piutang unit usaha perdagangan relatif lebih panjang dibandingkan dengan kolektibilitas unit usaha lainnya. Pada tahun 2012, Perseroan mencadangkan Dolar Amerika Serikat sebagai cadangan kerugian penurunan nilai untuk piutang usaha. Berdasarkan evaluasi terhadap kolektibilitas piutang, manajemen Perseroan berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. Manajemen Perseroan juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha dari pihak ketiga. RECEIVABLES COLLECTABILITY Ratio of total receivable turnover of the Company in 2012 is 4.8, as compared to 2011 of 5.6. The Company had no problem related to the collectability of account receivables, as most of its account receivables of the Company are current receivables. The collectability of account receivables of each Company s business unit is different. The collectability of account receivables trading business unit is relatively longer compared to other business units. In 2012, the Company provided 463,598 US Dollar as an allowance for impairment of account receivables. Based on evaluation of the collectability of account receivables, management of the Company believes that the allowance for impairment is adequate to cover possible losses from uncollectible account receivables. Management of the Company also believes that there is no significant concentration of credit risk on trade account receivables from third parties. PERBANDINGAN TARGET DENGAN HASIL YANG DICAPAI PERSEROAN Manajemen Perseroan berupaya untuk dapat meningkatkan kinerja Perseroan guna mendapat hasil yang maksimal. Meskipun kinerja Perseroan belum mencapai target yang ditetapkan, pencapaian Perseroan secara keseluruhan cukup memuaskan mengingat tahun 2012 merupakan tahun yang penuh tantangan yang diakibatkan oleh melemahnya harga komoditas dan depresiasi nilai Rupiah terhadap mata uang asing. COMPARISON OF TARGET AND REALIZATION The Management of the Company seeks to improve its performance in order to get the maximum results. Although the Company s performance has not reached its target, the achievement of the Company as a whole in 2012 was satisfactory in general, considering that 2012 was a year full of challenges, owing to the decline in commodity prices and the depreciation of the Rupiah against various foreign currencies. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 67

70 Corporate Governance Berikut adalah perbandingan antara target dengan hasil yang dicapai oleh Perseroan selama tahun 2012 adalah sebagai berikut: The following is a comparison between the targets and achievements of the Company in 2012: Keterangan / Notes Target / Target Realisasi / Realization Pendapatan Usaha / Revenue EBITDA Rasio Liablitas terhadap Ekuitas / Debt to Equity Ratio Rasio Laba terhadap Ekuitas / Return on Equity 730,000,000 US Dollar 80,000,000 US Dollar 40% 10% 629,229,559 US Dollar 59,809,065 US Dollar 32,92% 2,51% STRUKTUR PERMODALAN CAPITAL STRUCTURE Struktur permodalan Perseroan pada akhir tahun 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: The capital structure of the Company for the year ended 2012 and 2011 are as follows: Keterangan / Notes Nilai / Amounts Persentase Aset / Percentage of Asset Nilai / Amounts Persentase Aset / Percentage of Asset Liabilitas Jangka Panjang / Non-Current Liabilities 129,557,708 US Dollar 10,7% 131,672,293 US Dollar 10,2% Liabilitas Jangka Pendek / Current Liabilities 171,642,058 US Dollar 14,1% 240,947,427 US Dollar 18,8% Total Liabilitas / Total Liabilities 301,199,766 US Dollar 24,8% 372,619,720 US Dollar 29,0% Ekuitas / Equity 915,011,520 US Dollar 75,2% 912,818,505 US Dollar 71,0% Perseroan memiliki kebijakan untuk menjaga tingkat rasio keuangan berikut: 1. Current Ratio sekurang-kurangnya 110%. 2. Leverage Ratio setinggi-tingginya 150%. 3. Debt Service Coverage Ratio sekurang-kurangnya 120%. The Company has a policy to mantain the following financial ratios: 1. Current Ratio at least 110% 2. Leverage Ratio maximum 150% 3. Debt Service Coverage Ratio at least 120%. 68 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

71 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 69

72 Corporate Governance KEBIJAKAN DIVIDEN Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan dapat membagikan dividen kepada pemegang sahan apabila Perseroan mencatat laba bersih yang positif selama tahun buku. Pembagian dividen ini akan dipastikan setelah mempertimbangkan hasil operasi, arus kas, kecukupan modal, kondisi keuangan, rencana investasi, kewajiban pemenuhan pembentukan dana cadangan, prospek Perseroan di masa mendatang, serta ketaatan atas hukum dan peraturan yang berlaku dan persetujuan dari RUPS. Seluruh pemegang saham Perseroan memiliki hak yang sama termasuk hak atas dividen. Perseroan tidak memiliki negative covenant sehubungan dengan pembagian dividen yang dapat membahayakan pemegang saham. Direksi Perseroan mengajukan usulan pembagian dividen kepada para pemegang saham untuk diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran dividen tunai dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Perseroan belum membagikan dividen pada tahun buku 2010 dan tahun buku Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2011 dan 21 Juni 2012, para pemegang saham sepakat dan setuju bahwa Perseroan tidak memberikan dividen kepada para pemegang saham. Hal ini dimaksudkan untuk investasi dan pengembangan usaha jangka panjang Perseroan. DIVIDEND POLICY In accordance with its Articles of Association, the Company may distribute dividend to its shareholders provided its books shows a positive result during the year. The distribution of dividend will be confirmed after considering the results of operations, cash flows, capital adequacy, financial condition, investment plans, establishment of a reserve fund compliance obligation, the Company's outlook, as well as compliance with applicable laws and regulations and approval from the GMS. All shareholders have the same and equal rights in all respects, including the right to dividends. The Company does not have a negative covenant related to the distribution of dividends that can harm any shareholders. The Board of Directors of the Company give the recommendation relating to dividend payment to shareholders for approval in the Annual General Meeting of Shareholders in accordance with the applicable laws and regulations. The payment of dividend will be made after obtaining the approval from the Annual General Meeting of Shareholders. The company has not paid any dividend for the financial years 2010 and At the Annual General Meeting of Shareholders of the Company held on May 31, 2011 and June 21, 2012, the shareholders agreed and approved for the Company not to provide any dividend to the shareholders. The profit is intended for investment and Company s long term business development. ASPEK PEMASARAN MARKETING ASPECT PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN BATUBARA Pelanggan batubara anak-anak perusahaan berasal dari China, India, Thailand serta Indonesia. Permintaan batubara yang diproduksi oleh anak-anak perusahaan diperkirakan akan terus meningkat, mengingat kebutuhan energi yang tinggi untuk populasi penduduk China, India, dan Indonesia. Perseroan juga telah membentuk aliansi strategis jangka panjang dengan GMR Coal Resources Pte. Ltd., terkait dengan batubara yang akan dipasok kepada perusahaan asal India tersebut. Perseroan juga mendorong anak-anak perusahaannya untuk mencari pelanggan baru baik dalam negeri maupun luar negeri. COAL MINING AND TRADING The buyers of the coal produced by the Company s subsidiaries come from China, India, Thailand and Indonesia. Demand for coal produced by the Company s subsidiaries is expected to continue to rise, considering the high demand for energy among the populations of China, India and Indonesia. The Company has also forged a long term strategic alliance with GMR Coal Resources Pte. Ltd., in relation to the coal to be supplied to the India-based company. The Company encourages all of its subsidiaries to acquire new buyers for their coal, both from the domestic and overseas markets. 70 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

73 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility Perseroan dan anak-anak perusahaan juga berfokus untuk mengembangkan dan membangun infrastruktur pendukung seperti pembangunan conveyor, perbaikan akses jalan, pembangunan akses ke pelabuhan, dan pembangunan pelabuhan baru. Dengan sarana dan prasarana infrastruktur yang semakin baik, maka efisiensi biaya produksi akan tercapai seiring dengan peningkatan kapasitas produksi batubara. The Company and its subsidiaries also focused on developing and building supporting infrastructure such as conveyors, repairs of road access, port access, and construction of a new port. With better infrastructure support, a higher level of efficiency of production costs will be achieved in line with the increase in coal production. PEMBANGKIT LISTRIK DAN UAP Untuk 4 unit pembangkit listrik dan uap milik Perseroan yang berlokasi di Tangerang, Serang, dan Karawang, Perseroan telah mempunyai kontrak penjualan listrik jangka panjang selama 25 tahun dengan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills. Untuk pembangkit listrik IPP, PT DSSP Power Sumsel telah menandatangani Power Purchase Agreement dengan PLN untuk jangka waktu 25 tahun. Pada masa mendatang, Perseroan terbuka terhadap kesempatan untuk mengikuti tender-tender proyek PLN lainnya untuk proyek pengadaan listrik. POWER AND STEAM GENERATION For its 4 units of power and steam generation plants and located in Tangerang, Serang, and Karawang, the Company has secured a long term contract to supply power and steam for 25 years to PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk and PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills. For IPP power plant, PT DSSP Power Sumsel has signed a Power Purchase Agreement with PLN for the period of 25 years. In the future, the Company is pursuing new opportunities to participate in the tender for PLN s power projects. PERDAGANGAN PT Rolimex Kimia Nusamas telah memperluas portfolio penjualannya melalui produk baru seperti pupuk majemuk lengkap tablet, specialty fertilizer, dan specialty chemicals serta meningkatkan pangsa pasarnya untuk masing-masing produk melalui rantai pasokan yang lebih efisien. Selain itu, Perseroan juga akan terus berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha dengan mencari produk-produk dan peluang pasar baru untuk menciptakan sinergi usaha perdagangan di masa mendatang. TRADING PT Rolimex Kimia Nusamas has expanded its sales portfolio by the addition of new products, such as slow release fertilizer, specialty fertilizer, and specialty chemicals, and enhanced its market share for each product through a more efficient supply chain. In addition, the Company will also seek to further diversify its businesses by looking for new products and market opportunities to obtain a synergy of its trading business in the future. INFRASTRUKTUR Dengan adanya dukungan modal dari Perseroan dan teknologi serat optik, kegiatan usaha anak perusahaan, PT Mora Quatro Multimedia, diharapkan dapat berkembang lebih pesat untuk tahun-tahun mendatang. Pada tahun 2013, PT Mora Quatro Multimedia akan membangun dan menambah homes-passed dengan target pelanggan minimal sebanyak 1/3 dari total homes-passed. PT Mora Quatro Multimedia juga akan melakukan kerja sama dengan pengembang perumahan untuk penyediaan akses layanan broadband multimedia. INFRASTRUCTURE With the support of capital from the Company and the fiber optic technology, the business activities of the Company s subsidiary, PT Mora Quatro Multimedia, is expected to grow remarkably for the years ahead. In 2013, PT Mora Quatro Multimedia is bent on developing and adding homes-passed with a target of at least 1/3 of the current total homes-passed customers. PT Mora Quatro Multimedia will also engage in new partnerships with residential property developers to provide access to broadband multimedia connection. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 71

74 Corporate Governance PROSPEK USAHA BUSINESS PROSPECT PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN BATUBARA Konsumsi batubara dunia diperkirakan akan meningkat sebesar 1,2 miliar ton per tahun dan akan melampaui konsumsi minyak dunia pada tahun Meskipun harga batubara telah mengalami penurunan yang cukup tajam pada tahun 2012, namun untuk jangka panjang harga batubara diperkirakan akan naik. Tren kenaikan harga batubara diperkirakan akan terjadi seiring dengan pertumbuhan kebutuhan energi di India dan China. India dan China akan terus memerlukan batubara sebagai sumber energi utama untuk pembangkit listriknya. Indonesia sebagai salah satu negara eksportir batubara terbesar dengan letak geografis yang strategis tentunya akan dapat memanfaatkan peluang dalam pasar ekspor batubara dunia. COAL MINING AND TRADING World coal consumption is expected to rise by 1.2 billion tons per year and will exceed world oil consumption in Although coal prices experienced a sharp decline in 2012, for the long term, coal prices are expected to rise. The trend of coal price increase is expected to occur along with the growing energy needs in India and China. India and China will continue to require coal as the primary energy source for their power plants. Indonesia, as one of the world s largest coal exporter with a strategic geographical location, will certainly be able to take advantage of future opportunities in the world coal export market. PEMBANGKIT LISTRIK DAN UAP Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata yang mencapai 6,2%, kebutuhan listrik di Indonesia diyakini akan terus meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan permintaan listrik diperkirakan akan mencapai rata-rata 9% per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut, PLN mengadakan kerja sama dengan pihak swasta melalui proyek listrik swasta (IPP). PLN melakukan pembelian listrik dari pihak swasta sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam Power Purchase Agreement. Dengan adanya dukungan pemerintah dan kontrak jangka panjang tersebut, maka usaha pembangkit listrik mempunyai prospek yang sangat baik, mengingat usaha ini menghasilkan pendapatan yang berulang. POWER AND STEAM GENERATION With Indonesia's economic growth reaching an average of 6.2%, it is believed that electricity demand in Indonesia will continue to increase each year. Growth in electricity demand is expected to reach an average of 9% per year. In order to meet the rising demand for electricity, PLN has cooperated with the private sectors through the independent power producers (IPP). PLN shall purchase electricity from the private sectors in accordance with the provisions set out in the Power Purchase Agreement. With the support of the government and the long term contract, the power plant business has an excellent prospect, given that these projects generate recurring incomes. PERDAGANGAN Industri pupuk merupakan salah satu industri yang memiliki prospek yang sangat menarik di Indonesia. Sebagai negara agraris, Indonesia membutuhkan komoditas pupuk untuk mempertahankan kelangsungan sektor pertanian dan perkebunan yang mewakili tulang punggung ekonomi Indonesia pada umumnya. Permintaan pupuk juga diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan upaya perbaikan kualitas pangan dunia. TRADING Fertilizer industry is an industry that has a very attractive prospect in Indonesia. As an agricultural country, Indonesia needs fertilizers to sustain its agriculture and plantation sectors, which represent the backbone of the Indonesian economy in general. Fertilizer demand is also expected to continue its upward surge in line with the efforts to improve the quality of food crops in the world. 72 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

75 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility INFRASTRUKTUR Perekonomian Indonesia dengan pertumbuhan yang relatif baik dan stabil menghasilkan pertumbuhan kelas menengah yang memiliki daya beli yang baik. Pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia ikut mendukung pertumbuhan pemanfaatan teknologi di Indonesia. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat 10 besar dunia sebagai negara dengan jumlah tertinggi pengguna internet, sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan pengguna internet terbesar. Pada tahun 2015, diperkirakan pengguna internet di Indonesia dapat mencapai lebih dari 70 juta orang. Selain itu, perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang mengarah pada gaya hidup digital akan terus meningkatkan kebutuhan terhadap layanan broadband multimedia di Indonesia. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh PT Mora Quatro Multimedia dalam mengembangkan usahanya. INFRASTRUCTURE The Indonesian economy, with a relatively good and stable growth, has seen a substantial growth in the middle class, who has strong purchasing power. The growth of the middle class in Indonesia also supports the growth of technological usage in Indonesia. Currently, Indonesia is ranked among the world's top 10 countries with the highest number of internet users, while in Southeast Asia, Indonesia has the largest number of internet users. By 2015, the number of internet users in Indonesia is projected to reach more than 70 million. In addition, changes in the Indonesian way of life that lead to the digital lifestyle will continue to boost demand for broadband multimedia services in Indonesia. This opportunity is expediently tapped by PT Mora Quatro Multimedia in the development of its business. INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL Perseroan tidak mengadakan ikatan material untuk investasi barang modal selama tahun Ikatan material yang dilakukan oleh anak perusahaan Perseroan, PT DSSP Power Sumsel, pada tahun 2012 antara lain: 1. Pada tanggal 11 Februari 2012, PT DSSP Power Sumsel (sebagai pembeli) menandatangani Equipment Supply Contract senilai Dolar Amerika Serikat dengan China National Electric Engineering Co., Ltd. (sebagai penjual). Mesin-mesin tersebut akan digunakan oleh PT DSSP Power Sumsel untuk proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel-5 yang berkapasitas 2 x 150 MW, yang terletak di Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. 2. Pada tanggal 11 Februari 2012, PT DSSP Power Sumsel juga menandatangani Design Engineering Construction Contract senilai Dolar Amerika Serikat dengan Harbin Power System Engineering & Research Institute Co., Ltd., yang akan bertindak sebagai sebagai kontraktor untuk proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 5 yang berkapasitas 2 x 150 MW. Harbin Power System Engineering & Research Institute Co., Ltd. akan melakukan desain, teknik, instalasi, dan pembangunan untuk proyek tersebut. MATERIAL COMMITMENTS FOR CAPITAL INVESTMENTS The Company did not undertake any material commitment for capital goods during Material commitments, which was undertaken by PT DSSP Power Sumsel, a subsidiary of the Company, during 2012 were as follows: 1. On February 11, 2012, PT DSSP Power Sumsel (as buyer) signed a Equipment Supply Contract amounting to 208,380,392 US Dollar with China National Electric Engineering Co., Ltd. (as seller). The machineries will be used by PT DSSP Power Sumsel for construction of Mine-mouth Power Plant Sumsel-5 project with capacity of 2 x 150 MW, located at Bayung Lencir, Musi Banyuasin, South Sumatera. 2. On February 11, 2012, PT DSSP Power Sumsel also signed a Design Engineering Construction Contract amounting to 89,305,882 US Dollar with Harbin Power System Engineering & Research Institute Co., Ltd., as contractor for construction of Mine-mouth Power Plant Sumsel-5 project with capacity 2 x 150 MW. Harbin Power System Engineering & Research Institute Co., Ltd. shall design, engineer, install and construct in respect of the project. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 73

76 Corporate Governance 74 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

77 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Fakta material yang terjadi setelah tanggal Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yaitu: Pada tanggal 4 Februari 2013, Perseroan dengan GMR Coal Resources Pte. Ltd. dan United Fiber System Ltd. telah menandatangani Supplemental Agreement atas Share Purchase Agreement untuk perubahan Long Stop Date menjadi tanggal 28 Februari 2013, para pihak kemudian menandatangani 2nd Supplemental Agreement pada tanggal 28 Februari 2013, dan 3rd Supplemental Agreement pada tanggal 28 Maret 2013 untuk memperpanjang Long Stop Date Share Purchase Agreement menjadi tanggal 30 April MATERIAL FACTS AFTER THE DATE OF CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Material facts after the reporting date of Consolidated Financial Statements of the Company ended December 31, 2012: On February 4, 2013, the Company and GMR Coal Resources Pte. Ltd. and United Fiber System Ltd. had signed a Supplemental Agreement to Share Purchase Agreement, to extend the Long Stop Date of the Share Purchase Agreement to be dated February 28, Subsequently the parties had also signed a 2nd Supplemental Agreement and a 3rd Supplemental Agreement on February 28, 2013 and March 28, 2013 respectively, to extend the Long Stop Date of the Share Purchase Agreement to April 30, INFORMASI MATERIAL Informasi material terkait dengan investasi, akuisisi, serta transaksi afiliasi yang dilakukan oleh Perseroan dan anak-anak perusahaan selama tahun 2012 adalah: 1. Pada tanggal 9 Januari 2012, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera telah melakukan konversi terhadap Obligasi yang dimilikinya menjadi saham baru dalam PT Manggala Alam Lestari berdasarkan Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi pada tanggal 25 April Nilai obligasi yang dikonversi menjadi saham adalah senilai Rp ,-. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 2. Pada tanggal 26 Januari 2012, Perseroan menandatangani Heads of Agreement dengan United Fiber System Ltd. mengenai, antara lain, rencana penyertaan dalam United Fiber System Ltd. dan rencana penjualan dan pengalihan saham PT Golden Energy Mines Tbk. Sebagai kelanjutan dari Heads of Agreement tersebut, pada tanggal 29 Juni 2012 Perseroan, GMR Coal Resources Pte. Ltd. dan United Fiber System Ltd. telah menandatangani Share Purchase Agreement untuk mengatur lebih detail mengenai transaksi sebagaimana dimaksud dalam Heads of Agreement di atas termasuk antara lain mengenai syarat-syarat dan kondisi-kondisi yang wajib dipenuhi untuk pelaksanaan transaksi tersebut. 3. Pada tanggal 15 Februari 2012, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera telah melakukan pengambilalihan PT Andalan Satria Lestari, dengan cara mengambil MATERIAL INFORMATION The material informations relating to investment, acquisition, and affiliated transaction by the Company and its subsidiaries, during 2012 are as follows: 1. On January 9, 2012, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera had converted its Bonds into 20,000 shares in PT Manggala Alam Lestari based on the Issuance of Convertible Bonds Agreement dated April 25, The amount of bonds which had been converted to shares is Rp. 20,000,000,000,-. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 2. On January 26, 2012, the Company had signed the Heads of Agreement with United Fiber System Ltd. regarding, among others, the plan to make shares participation in United Fiber System Ltd. and to sell the shares in PT Golden Energy Mines Tbk. As the follow up of the Heads of Agreement as mentioned above, on June 29, 2012, the Company, GMR Coal Resources Pte. Ltd. and United Fiber System Ltd. had signed the Share Purchase Agreement to stipulate the details of the transaction stated in the Heads of Agreement, including, among others, the terms and conditions which have to be fulfilled for the execution of such transaction. 3. On February 15, 2012, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera had acquired PT Andalan Satria Lestari by subscribing 87,000 new shares issued by PT Andalan Satria Lestari ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 75

78 Corporate Governance bagian sebanyak saham baru yang dikeluarkan oleh PT Andalan Satria Lestari atau setara dengan 99,828%, dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp ,-. 4. Pada tanggal 20 Februari 2012, Perseroan melakukan pembelian 9 unit Obligasi Wajib Konversi Seri I dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp ,- dan 1 unit Obligasi Wajib Konversi Seri II dengan nilai nominal Rp ,- yang diterbitkan oleh PT Smartfren Telecom Tbk, dari PT Valencia Persada. 5. Pada tanggal 1 Maret 2012, PT Andalan Satria Lestari telah melakukan restrukturisasi internal sebagai berikut: (i) Perseroan membeli 1 lembar saham dalam PT Andalan Satria Lestari dari PT Persada Bangun Lestari dengan harga pembelian sebesar Rp ,- dan (ii) PT Bumi Kencana Eka Sejahtera telah melakukan pembelian 149 saham dalam PT Andalan Satria Lestari dari PT Cakrawala Dinamika Lestari dengan harga pembelian sebesar Rp ,-. Pada tanggal yang sama, PT Andalan Satria Lestari juga menerbitkan lembar saham baru dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp ,- yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Bumi Kencana Eka Sejahtera. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 6. Pada tanggal 2 Maret 2012, PT Andalan Satria Lestari telah melakukan pengambilalihan PT Manggala Alam Lestari dengan cara membeli saham milik PT Bumi Kencana Eka Sejahtera. Harga pembelian saham tersebut adalah sebesar Rp ,- per saham. Kemudian pada tanggal 7 Maret 2012, PT Manggala Alam Lestari telah mengeluarkan lembar saham Seri B baru yang diambil bagian seluruhnya oleh PT Andalan Satria Lestari. Nilai nominal masing-masing saham Seri B baru adalah sebesar Rp ,- per saham. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 7. Pada tanggal 19 Maret 2012, Perseroan dan PT Sinar Mas Tunggal mendirikan PT DSSP Energi Sejahtera, dengan modal dasar sebesar Rp ,- yang terbagi atas saham, serta modal disetor dan ditempatkan sebesar or equal to % with the nominal value of Rp. 100,000,- per share. 4. On February 20, 2012, the Company acquired 9 units of Mandatory Convertible Bonds series I with the nominal value of each bond amounting to Rp. 100,000,000,000,- and 1 unit of Mandatroy Convertible Bond series II with the nominal value of Rp. 100,000,000,000,- which was issued by PT Smartfren Telecom Tbk, from PT Valencia Persada. 5. On March 1, 2012, PT Andalan Satria Lestari had performed an internal restructuring with detail as follows: (i) the Company acquired 1 share in PT Andalan Satria Lestari from PT Persada Bangun Lestari with the purchase price amounting to Rp. 100,000,- and (ii) PT Bumi Kencana Eka Sejahtera had acquired 149 shares in PT Andalan Satria Lestari from PT Cakrawala Dinamika Lestari with the purchase price amounting to Rp. 14,900,000,-. On the same date, PT Andalan Satria Lestari had also issued 220,000 new shares with the nominal value of Rp. 100,000,- per share, which all of it is subscribed by PT Bumi Kencana Eka Sejahtera. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 6. On March 2, 2012, PT Andalan Satria Lestari had acquired PT Manggala Alam Lestari by purchasing 20,000 shares of PT Bumi Kencana Eka Sejahtera. The purchase price amounted to Rp. 1,000,000,- per share. Then on March 7, 2012, PT Manggala Alam Lestari issued 2,000,000 new Series B shares which all of it was subscribed by PT Andalan Satria Lestari. The nominal value of new Series B shares amounted to Rp. 1,000,- per share. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 7. On March 19, 2012, the Company and PT Sinar Mas Tunggal had established PT DSSP Energi Sejahtera with the authorized capital amounting to Rp. 1,000,000,000,000,- which divided into 1,000,000 shares, and paid-up capital amounting to 76 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

79 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility Rp ,- yang terbagi atas lembar saham. Perseroan dan PT Sinar Mas Tunggal masing-masing memiliki lembar saham atau mewakili 99.9% dan 361 lembar saham atau mewakili 0,1%. PT DSSP Energi Sejahtera bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, industri, dan jasa. 8. Pada tanggal 26 Maret 2012, Perseroan dan PT Sinar Mas Tunggal mendirikan PT DSSA Mas Sejahtera, dengan modal dasar sebesar Rp ,- yang terbagi atas lembar saham, serta modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp ,- atau sejumlah lembar saham. Susunan pemegang saham PT DSSA Mas Sejahtera terdiri dari Perseroan sebagai pemilik lembar saham atau mewakili sebesar 99,9% dan PT Sinar Mas Tunggal sebagai pemilik 525 lembar saham atau mewakili sebesar 0,1%. PT DSSA Mas Sejahtera bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, industri, jasa dan pengangkutan darat. Kemudian pada tanggal 18 April 2012, PT DSSA Mas Sejahtera melakukan peningkatan modal dasar dan perubahan nilai nominal saham dari Rp ,- yang terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp ,- per saham menjadi Rp ,- yang terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp ,- per saham serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp ,- menjadi Rp ,-. Pada tanggal 20 November 2012, PT DSSA Mas Sejahtera kembali melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp ,- menjadi Rp ,-. Susunan pemegang saham PT DSSA Mas Sejahtera terakhir terdiri dari Perseroan sebagai pemilik lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ,- atau mewakili sebesar 99,99% dan PT Sinar Mas Tunggal sebagai pemilik 10 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ,- atau mewakili sebesar 0,01%. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 9. Pada tanggal 29 Maret 2012, Persero melakukan penjualan sebanyak lembar sahamnya dalam PT DSSP Power Sumsel kepada PT DSSP Energi Sejahtera dengan harga penjualan masing-masing saham sebesar Rp ,-. Pada tanggal yang sama, PT DSSP Power Sumsel juga melakukan peningkatan modal dasar dari semula Rp ,- menjadi Rp ,- dan modal ditempatkan dan disetor dari Rp ,- menjadi Rp ,-. Rp. 361,000,000,000,- which divided into 361,000 shares. The Company and PT Sinar Mas Tunggal has 360,639 shares or equivalent to 99.9% and 361 shares or equivalent to 0.1% ownership respectively. PT DSSP Energi Sejahtera engages in the business of trading, construction, industry, and services. 8. On March 26, 2012, the Company and PT Sinar Mas Tunggal established PT DSSA Mas Sejahtera with the authorized capital amounting to Rp. 2,100,000,000,- which is divided into 2,100,000 shares, and paid-up capital amounting to Rp. 525,000,000,- or 525,000 shares. The composisition of shareholders of PT DSSA Mas Sejahtera consist of the Company as the holder of 524,475 shares or equal to 99.9% and PT sinar Mas Tunggal as the holder of 525 shares or equal to 0.1%. PT DSSA Mas Sejahtera is engages in the business of trading, construction, industry, services and land logistics. Then on April 18, 2012, PT DSSA Mas Sejahtera had increased its authorized capital and change the nominal value of its shares from Rp. 2,100,000,000,- which consist of 2,100,000 shares with the nominal value of Rp. 1,000,- per share to be Rp. 200,000,000,000,- which consist of 200,000 shares with the nominal value of Rp. 1,000,000,- per share and the increase of paid-up capital from Rp. 525,000,000,- to be Rp. 52,000,000,000,-. On November 20, 2012, PT DSSA Mas Sejahtera also increased its paid-up capital from Rp. 52,000,000,000,- to be Rp. 100,000,000,000,-. The most recent composition of shareholders of PT DSSA Mas Sejahtera consist of the Company as the holder of 99,990 shares with the nominal value of Rp. 99,990,000,000,- or 99.99% and PT Sinar Mas Tunggal as the holder of 10 shares with the nominal value of Rp. 10,000,000,- or representing 0.01%. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 9. On March 29, 2012, the Company had sold its 2,375 shares in PT DSSP Power Sumsel to PT DSSP Energi Sejahtera with the sales price for each shares amounting to Rp. 1,000,000,-. On the same date, PT DSSP Power Sumsel also increased its authorized capital from Rp. 10,000,000,000,- to be Rp. 1,000,000,000,000,- and paid-up capital from Rp. 2,500,000,000,- to be Rp. 360,000,000,000,-. All increases of paid-up capital of PT DSSP Power Sumsel is subscribed by PT DSSP Energi Sejahtera. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 77

80 Corporate Governance Peningkatan modal ditempatkan dan disetor PT DSSP Power Sumsel tersebut seluruhnya diambil bagian oleh PT DSSP Energi Sejahtera. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 10. Pada tanggal 4 April 2012, Perseroan memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada PT Rolimex Kimia Nusamas dengan plafon pinjaman sebesar Rp ,- dengan jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Desember Pada tanggal 27 Desember 2012, para pihak telah memperpanjang jangka waktu pemberian fasilitas pinjaman pemegang saham tersebut sampai dengan 31 Desember Selain itu Perseroan juga memberikan fasilitas kredit Dolar Amerika Serikat kepada PT Rolimex Kimia Nusamas dengan jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Desember Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 11. Pada tanggal 2 Mei 2012, PT DSSA Mas Sejahtera dan Perseroan mendirikan PT Sinarmas Sukses Sejahtera, dengan modal dasar sebesar Rp ,- yang terbagi atas 400 lembar saham, serta modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp ,- yang terbagi atas 100 lembar saham. Susunan pemegang saham PT Sinarmas Sukses Sejahtera terdiri dari PT DSSA Mas Sejahtera sebagai pemilik dari 99 lembar saham atau mewakili sebesar 99% dan Perseroan sebagai pemilik dari 1 lembar saham atau mewakili sebesar 1%. PT Sinarmas Sukses Sejahtera bergerak di bidang perdagangan, industri, dan jasa. 12. Pada tanggal 3 Mei 2012, Perseroan telah menjual seluruh saham yang dimilikinya dalam PT Buana Bumi Energi sebanyak lembar saham kepada PT DSSA Mas Sejahtera dengan harga penjualan masing-masing saham tersebut adalah sebesar Rp ,-. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 13. Pada tanggal 13 Juli 2012, PT Golden Energy Mines Tbk mendirikan GEMS Coal Resources Pte. Ltd. di Singapura dengan modal ditempatkan dan disetor terdiri dari saham dengan nilai nominal 1 Dolar Amerika Serikat per lembar saham yang diambil seluruhnya oleh PT Golden Energy Mines Tbk. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 10. On April 4, 2012, the Company provided shareholders loan to PT Rolimex Kimia Nusamas amounting to Rp. 125,000,000,000,- with the facility period until December 31, On December 27, 2012, the parties extended the facility period until December 31, In addition, the Company also provided credit facility amounting to 15,000,000 US Dollar to PT Rolimex Kimia Nusamas with the facility period until December 31, This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 11. On May 2, 2012, PT DSSA Mas Sejahtera and the Company had established PT Sinarmas Sukses Sejahtera, with the authorized capital amounting to Rp. 400,000,000,- which divided into 400 shares, and paid-up capital amounting to Rp. 100,000,000,- divided into 100 shares. The composition of shareholders of PT Sinarmas Sukses Sejahtera consists of PT DSSA Mas Sejahtera as the holder of 99 shares or equal to 99% and the Company as the holder of 1 share or equal to 1%. PT Sinarmas Sukses Sejahtera engages in the business of trading, industry, and services. 12. On May 3, 2012, the Company had sold all of its shares in PT Buana Bumi Energi amounting to 7,992 shares to PT DSSA Mas Sejahtera with the sales price from each shares amounting to Rp. 250,000,-. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 13. On July 13, 2012, PT Golden Energy Mines Tbk had established GEMS Coal Resources Pte. Ltd. in Singapore with the issued and paid-up capital amounting to 100,000 shares with the nominal value per share amounting to 1 US Dollar which all of it is fully subscribed by PT Golden Energy Mines Tbk. 78 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

81 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility 14. Pada tanggal 31 Juli 2012, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera telah melakukan peningkatan modal dasar dari semula Rp ,- menjadi Rp ,- dan modal ditempatkan dan disetor dari Rp ,- menjadi Rp ,-. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor PT Bumi Kencana Eka Sejahtera tersebut seluruhnya diambil bagian oleh Perseroan. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 15. Pada tanggal 31 Oktober 2012, Perseroan memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham kepada PT DSSP Power Sumsel dengan plafon pinjaman sebesar Dolar Amerika Serikat dengan jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Desember Pada tanggal 10 Desember 2012, Perseroan dan PT DSSP Power Sumsel melakukan perubahan atas perjanjian pinjaman pemegang saham tersebut dengan plafon pinjaman menjadi Dolar Amerika Serikat. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 16. Pada tanggal 4 Desember 2012, PT DSSP Power Sumsel telah menandatangani Facility Agreement dengan China Development Bank Corporation sehubungan dengan pemberian fasilitas pinjaman sebesar Dolar Amerika Serikat berjangka waktu 120 bulan. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan beberapa jaminan yaitu fiducia mesin dan peralatan, fiducia klaim asuransi, fiducia tagihan seluruhnya oleh PT DSSP Power Sumsel, jaminan perusahaan oleh Perseroan dan PT Manggala Alam Lestari, gadai atas seluruh saham dalam PT DSSP Power Sumsel yang dimiliki oleh PT DSSP Energi Sejahtera dan pengalihan bersyarat hak atas kontrak PT DSSP Power Sumsel dengan pemasok dan pelanggannya. 17. Pada tanggal 7 Desember 2012, PT Andalan Satria Lestari telah meningkatkan modal dasarnya menjadi sebesar Rp ,- dan modal ditempatkan dan disetor menjadi sebesar Rp ,- dengan mengeluarkan saham baru atau sebesar Rp ,- yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Bumi Kencana Eka Sejahtera. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 14. On July 31, 2012, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera had increased its authorized capital from Rp. 180,000,000,000,- to be Rp. 750,000,000,000,- and the paid-up capital from Rp. 47,340,000,000,- to be Rp. 189,540,000,000,-. All increase on the paid-up capital of PT Bumi Kencana Eka Sejahtera is subscribed by the Company. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 15. On October 31, 2012, the Company provided shareholders loan to PT DSSP Power Sumsel with the tenor amounting to 100,000,000 US Dollar and with the facility period until December 31, On December 10, 2012, the Company and PT DSSP Power Sumsel had amended such shareholder loan to be 52,965,000 US Dollar. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 16. On December 4, 2012, PT DSSP Power Sumsel had signed the Facility Agreement with China Development Bank Corporation with regards to the 318,000,000 US Dollar credit facility, with the period of 120 months. This facility is secured with several securities such as fiducia on the machinery and equipment, fiducia on the insurance claim, fiducia on the invoices by PT DSSP Power Sumsel, corporate guarantee from the Company and PT Manggala Alam Lestari, pledge on all shares of PT DSSP Energi Sejahtera in PT DSSP Power Sumsel and conditional assignments of rights over contract of PT DSSP Power Sumsel with its supplier and customer. 17. On December 7, 2012, PT Andalan Satria Lestari had increased its authorized capital to be Rp. 300,000,000,000,- and paid-up capital to be Rp. 85,513,000,000,- by issuing 547,980 new shares in the amount of Rp. 54,798,000,000,- which all of it is subscribed by PT Bumi Kencana Eka Sejahtera. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 79

82 Corporate Governance 18. Pada tanggal 11 Desember 2012, PT Andalan Satria Lestari mengambil bagian atas saham baru Seri B atau sejumlah Rp ,- dalam PT Manggala Alam Lestari. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 19. Pada tanggal 11 Desember 2012, PT Manggala Alam Lestari mengambil bagian atas saham baru atau sejumlah Rp ,- dalam PT Nusa Indah Permai. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 20. Pada tanggal 11 Desember 2012, PT Andalan Satria Lestari telah (i) membeli saham milik PT Bumi Kencana Eka Sejahtera dalam PT Wahana Alam Lestari dan (ii) membeli saham milik PT Bumi Kencana Eka Sejahtera dalam PT Nusantara Indah Lestari. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 21. Pada tanggal 26 Desember 2012, PT DSSA Mas Sejahtera telah melakukan pengambilalihan PT Mora Quatro Multimedia dengan cara mengambil sebanyak lembar saham baru yang dikeluarkan PT Mora Quatro Multimedia, masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp ,- atau setara dengan 70% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor dalam PT Mora Quatro Multimedia. 22. Pada tanggal 27 Desember 2012, Perseroan telah melakukan perpanjangan atas fasilitas pinjaman pemegang saham dengan plafon sebesar Dolar Amerika Serikat yang diberikan kepada PT Bumi Kencana Eka Sakti sampai dengan 31 Desember Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Selama tahun 2012, Perseroan tidak melakukan transaksi benturan kepentingan dengan pihak manapun sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. 18. On December 11, 2012, PT Andalan Satria Lestari had subscribed on the 4,000,000 new Series B shares amounting to Rp. 4,000,000,000,- in PT Manggala Alam Lestari. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 19. On December 11, 2012, PT Manggala Alam Lestari had subscribed on the 1,000 new shares amounting to Rp. 1,000,000,000,- in PT Nusa Indah Permai. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 20. On December 11, 2012, PT Andalan Satria Lestari had (i) acquired 4,999 shares of PT Bumi Kencana Eka Sejahtera in PT Wahana Alam Lestari and (ii) acquired 29,299 shares of PT Bumi Kencana Eka Sejahtera in PT Nusantara Indah Lestari. This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 21. On December 26, 2012, PT DSSA Mas Sejahtera had acquired PT Mora Quatro Multimedia by subscribing to 875,000 new shares issued by PT Mora Quatro Multimedia, with nominal value of each share amounting to Rp. 100,000,- or equal to 70% of all the issued and paid-up capital of PT Mora Quatro Multimedia. 22. On December 27, 2012, the Company extended the shareholders loan amounting to 50,000,000 US Dollar which was given to PT Bumi Kencana Eka Sejahtera until December 31, This transaction is an affiliated transaction in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. During 2012, The Company did not undertake any conflict-of-interest transaction with any party pursuant to Bapepam and LK rule No. IX.E.1 regarding Transaction with Affiliated Parties and Conflict-of-Interest on Certain Transaction. 80 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

83 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN YANG BERPENGARUH Tidak ada perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja operasional dan keuangan Perseroan dan anak-anak perusahaan selama tahun CHANGES IN LAWS AND REGULATIONS There were no changes in laws and regulations with significant impact on the financial and operational aspects of the Company and its subsidiaries during PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Pada tanggal 1 Januari 2012, Perseroan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) baru dan revisi yang wajib diterapkan pada tanggal tersebut sebagai berikut: 1. PSAK No. 10 (Revisi 2010) tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, yang mengatur pengukuran dan penyajian mata uang, di mana pengukuran mata uang harus menggunakan mata uang fungsional sementara penyajian mata uang dapat menggunakan mata uang selain mata uang fungsional. 2. PSAK No. 24 (Revisi 2010) tentang Imbalan Kerja, yang memperkenalkan alternatif metode baru untuk mengakui keuntungan (kerugian) aktuarial, yaitu dengan mengakui seluruh keuntungan (kerugian) pada pendapatan komprehensif lain dan mensyaratkan beberapa pengungkapan tambahan. 3. PSAK No. 60 tentang Instrumen Keuangan: Pengungkapan, yang mensyaratkan pengungkapan yang lebih luas atas manajemen risiko keuangan dibandingkan dengan PSAK No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan. 4. PSAK No. 64 tentang Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral, yang mengatur pelaporan keuangan atas aktivitas eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral, terutama mengenai identifikasi dan pengungkapan asset yang timbul dari aktivitas tersebut untuk memberi pemahaman atas jumlah, waktu dan kepastian atas arus kas masa depan terkait. CHANGES IN ACCOUNTING POLICY On January 1, 2012, the Company adopted the new and revised Statements of Financial Accounting Standards (PSAKs) that are mandatory for application from that date as follows: 1. PSAK No. 10 (revised 2010) regarding The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates, which specifies the measurement and presentation of currency, where the measurement of currency shall be at the functional currency while the presentation of currency can be in currency other than the functional currency. 2. PSAK No. 24 (Revised 2010) regarding Employee Benefits, which introduces a new alternative method to recognize actuarial gains (losses) that is to recognize all actuarial gains (losses) in full through other comprehensive income and requires certain additional disclosures. 3. PSAK No. 60 regarding Financial Instruments: Disclosures, which requires more extensive disclosures of the financial risk management compared to PSAK No. 50 (Revised 2006) regarding Financial Instruments: Presentation and Disclosures. 4. PSAK No. 64 regarding Exploration for and Evaluation of Mineral Resources, which prescribes financial reporting of the exploration and evaluation of mining activities for mineral resources, especially identification and disclosures for assets arising from these activities to give understanding of the related amount, timing and certainty. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 81

84 TATA KELOLA PERUSAHAAN Good Corporate Governance TINJAUAN UMUM Sebagai perusahaan publik, Perseroan sangat menyadari akan arti penting dan manfaat Tata Kelola Perusahaan dalam mengoperasikan roda kegiatan usaha yang terencana dan terukur. Untuk kepentingan itu Perseroan menyusun dan menerapkan suatu konsep Tata Kelola Perusahaan yang komprehensif dan operasional yang bersumber pada prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baku dan standar, mengacu kepada peraturan Bapepam dan LK, peraturan Bursa Efek Indonesia, panduan internasional, praktik-praktik secara universal dan norma atau hukum positif yang berlaku di masyarakat, yang pada intinya adalah pengelolaan Perseroan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kewajaran, dan kesusilaan. Perseroan berkomitmen untuk menerapkan Tata Kelola Perusahaan sebagai upaya menciptakan keberhasilan Perseroan. Manajemen memberikan panduan dan arahan serta mewajibkan agar seluruh individu Perseroan secara konsisten menerapkan dan mempraktekkan Tata Kelola Perusahaan. Perseroan menyadari bahwa Tata Kelola Perusahaan merupakan substansi penting dalam menjalankan operasional perusahaan dan bahkan panduan utama dalam menetapkan target atau tujuan Perseroan dan langkah-langkah untuk mencapai target tersebut. Perseroan memandang bahwa Tata Kelola Perusahaan merupakan instrumen efektif untuk mencapai tujuan Perseroan serta meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan usaha akan terpelihara dengan mendorong kegiatan usaha yang memiliki daya saing dan daya tumbuh di tengah ketatnya kompetisi pasar. Sementara transparansi dan sinergi kinerja akan terwujud bila dilandasi tekad untuk terus berjuang dengan semangat kerja keras dari seluruh elemen internal Perseroan tanpa terkecuali. Setiap personel wajib berkontribusi sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya. Sementara itu, para pemegang saham publik dapat mengikuti gerak tumbuh usaha Perseroan secara transparan. Efisiensi di segala bidang serta melakukan langkah pengawasan terpadu akan membawa Perseroan ke jalur yang tepat sasaran. Pada akhirnya, Perseroan harus mampu menjadi tempat yang OVERVIEW As a public company, the Company is very much aware of the importance of Corporate Governance for a planned and measured operation of business activities. For that purpose, the Company maintains and implements a comprehensive and operational concept of Corporate Governance based on customary and standard principles of Corporate Governance, with reference made to the Indonesia Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam and LK) rules, Indonesia Stock Exchange rules, international guidelines, universal best practices and norms or positive laws prevailing in the society, substantially to ensure that the company is managed in compliance with the principles of transparency, accountability, responsibility, fairness, and decency. The Company is committed to implement Corporate Governance as an effort to gain success. The management will provide guidelines and instructions, and require each individual in the company to consistently implement and apply Corporate Governance. The Company realizes that Corporate Governance is an important element in its operation and even a primary guideline in defining its targets and objectives and a way to achieve its objectives. The Company views that Corporate Governance is an effective instrument to achieve its objectives and to improve long-term values for its shareholders and stakeholders. Stability and sustainability in the growth of the business can be maintained by promoting business activities that have competitive and growing powers amid the tight competition in the market. At the same time, transparency and the synergy of performance can be achieved if founded upon a determination to keep making endeavors with hard-working spirit from all the internal elements of the Company without exception. Each personnel must contribute based on their role and responsibility. While, public shareholders can also monitor the business development of the Company transparently. Efficiency in all lines and carrying out an integrated control measure will bring the Company right to its target. Finally, the Company should be able to become a convenient place for all its 82 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

85 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility nyaman bagi setiap personelnya untuk memaksimalkan potensi dirinya dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan. Perseroan senantiasa meningkatkan penerapan Tata Kelola Perusahaan, secara bertahap melengkapi diri dengan berbagai perangkat pendukung Tata Kelola Perusahaan. Selain visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan yang telah ditetapkan, Perseroan juga memiliki Peraturan Perusahaan dan Standar Prosedur Operasional. Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dilakukan dengan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, praktek-praktek terbaik, dan Budaya Perusahaan. Untuk memastikan penerapan asas-asas Tata Kelola Perusahaan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi memberikan dukungan penuh dan berperan aktif. Hal ini terwujud melalui beberapa aspek seperti pembagian tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi, penerapan fungsi kepatuhan dan manajemen risiko serta penerapan fungsi pengendalian internal Perseroan. Perseroan telah memiliki Komisaris Independen, Direktur Tidak Terafiliasi dan Sekretaris Perusahaan sejak tahun 2009, dan untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris, Perseroan juga telah mengangkat Komite Audit dan membentuk Audit Internal sejak tahun Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan dikembangkan menjadi budaya Perseroan sehingga upaya Perseroan untuk menciptakan daya saing dan kinerja tinggi bagi Perseroan dapat tercapai. Langkah-langkah implementasi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan ditujukan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak, meningkatkan keyakinan pemangku kepentingan lainnya bahwa Perseroan dikelola secara baik sehingga dapat memberikan keuntungan yang maksimal secara berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. personnel so that they can make the most of their potentials and give added values to the Company. The Company will always promote the implementation of Corporate Governance, gradually equipping itself with various supporting instruments of Corporate Governance. In addition to its stated vision, mission, and values, the Company also maintains Company Regulations and Standard Operating Procedures. The implementation of the Corporate Governance is subject to applicable laws and regulations, best practices, and Corporate Culture. To ensure that the principles of Corporate Governance are implemented in each aspect of the business and in all lines of the Company, the Board of Commissioners and Board of Directors will give full support and play active role. This is done through many aspects, such as distributing the job and responsibility of the Board of Commissioners and Board of Directors, maintaining compliance and risk management functions, and implementing internal control function. The Company has Independent Commissioners, Non-Affiliated Director and Corporate Secretary since 2009 and, to optimize the supervisory function of the Board of Commissioners, the Company has also appointed an Audit Committee and formed an Internal Audit since Corporate Governance principles are implemented and developed into the Company s culture so that the Company s effort to create competitive features and produce high performance can be achieved. The efforts to implement the principles of Corporate Governance are made to give added values for all parties and to raise the confidence of the other stakeholders that the Company is managed properly, so it can continuously bring maximum benefits to the shareholders having considered the other stakeholders. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) merupakan organ Perseroan yang menjadi wadah bagi para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan Perseroan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. RUPS memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan peraturan perundangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan pada kepentingan usaha Perseroan dalam jangka panjang secara wajar dan transparan. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS General Meeting of Shareholders ( GMS ) is the organ of the Company that serves as an instrument in which the shareholders make their important decisions relating to the Company, subject to the provisions of the Articles of Association and the applicable laws and regulations. In accordance with the laws and regulations, GMS is vested with the authority that is not vested with the Board of Commissioners or the Board of Directors. Resolutions adopted in a GMS are on the basis of long-term, fair and transparent business interests of the Company. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 83

86 Corporate Governance RUPS Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahuan ( RUPST ) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPSLB ). RUPST Perseroan wajib diselenggarakan selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. RUPSLB dapat diselenggarakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan untuk kepentingan Perseroan. Untuk melindungi kepentingan pemegang saham, Perseroan berkomitmen untuk memastikan agar RUPS diselenggarakan tepat pada waktunya sesuai dengan keperluan Perseroan berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, peraturan Bapepam dan LK, dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku. RUPS mempunyai kekuasaan dan wewenang tertinggi dalam Perseroan. Kewenangan RUPS antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui perubahan Anggaran Dasar, menyetujui Laporan Tahunan dan menetapkan bentuk dan jumlah remunerasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta mengambil keputusan terkait tindakan korporasi atau keputusan strategis lainnya yang diajukan Direksi. Pada tahun 2012, Perseroan telah menyelenggarakan 1 kali RUPST pada tanggal 21 Juni 2012, bertempat di Plaza BII, Tower II, Lantai 39, Ruang Paseo, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat 10350, dengan hasil keputusan sebagai berikut: 1. a. Menyetujui dan menerima dengan baik Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 serta menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Independen Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny. b. Memberikan pembebasan dan pelepasan tanggung jawab sepenuhnya kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas semua tindakan pengurusan dan penggunaan wewenang maupun tindakan pengawasan yang mereka lakukan masing-masing dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang berkenaan dengan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah disetujui di atas (acquit et de charge). 2. Menerima dengan baik dan menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 sebagai berikut: GMS of the Company consist of Annual General Meeting of Shareholders ( AGMS ) and Extraordinary Geneneral Meeting of Shareholders ( EGMS ). AGMS of the Company should be convened no later than 6 months after the end of financial year of the Company. EGMS may be convened any time as deemed necessary for the interest of the Company. To protect the interests of the shareholders, the Company is committed to ensure that GMS is convened in time for the benefit of the Company as specified in the Company s Articles of Association, Bapepam and LK rules, and other prevailing laws and regulations. GMS has the highest power and authority in the Company. GMS authority includes to appoint and dismiss members of the Board of Commissioners and Board of Directors, to evaluate the performance of the Board of Commissioners and Board of Directors, to approve any amendment to the Articles of Association, to approve the Annual Report and to determine the form and amount of remunerations of the members of the Board of Commissioners and Board of Directors and to make decisions relating to corporate action or other strategic decisions proposed by the Board of Directors. In year 2012, the Company convened 1 AGMS, which was on June 21, 2012, taking place at Plaza BII, Tower II, 39th Floor, Paseo Room, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Central Jakarta 10350, with resolutions as follows: 1. a. Approve and duly accept the Company s Annual Report, including Report of the Board of Commissioners Supervisory Duty, for the financial year ending December 31, 2011 and approve and ratify the Company s Consolidated Financial Statements for the financial year ending December 31, 2011 audited by Independent Public Accountant Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny. b. Give full release and discharge and release to the Company s Board of Commissioners and Board of Directors for all the management actions and the use of the authority and the supervisory actions performed by each of them in the financial year ending December 31, 2011 in relation to such approved Consolidated Financial Statements (acquit et de charge). 2. Duly accept and approve the determination of use of procceds of the Company's net profit for the financial year ending December 31, 2011, which was as follows: 84 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

87 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility a. Dari jumlah laba bersih, sebesar Dolar Amerika Serikat untuk disisihkan sebagai cadangan guna memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang akan digunakan sesuai dengan Pasal 20 Anggaran Dasar Perseroan. b. Sisa laba bersih sebesar Dolar Amerika Serikat dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur modal Perseroan. 3. Memberikan kewenangan kepada Presiden Komisaris Perseroan untuk menetapkan besarnya gaji, honorarium dan/atau tunjangan lainnya untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku a. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik Independen untuk mengaudit buku-buku Perseroan untuk tahun buku b. Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium Akuntan Publik Independen yang akan ditunjuk tersebut. 5. Mengangkat Bapak Rudy Halim sebagai anggota Direksi Perseroan yang baru, pengangkatan mana terhitung sejak RUPS ini ditutup sampai dengan berakhirnya masa jabatan anggota Direksi Perseroan lainnya. a. From net profit, amounting to 100,000 US Dollar was set aside for reserve fund in order to comply with the provisions of Article 70 of the Law No. 40 of 2007 regarding Limited Liability Company, to be utilized in accordance with Article 20 of the Company s Articles of Association. b. The remaining net profit of 33,009,275 US Dollar shall be booked as retained earning to strengthen the Company s capital structure. 3. Authorize the Company s President Commissioner to determine the amount of salaries, fees, and/or other allowances for the Directors and Commissioners for the financial year of a. Authorize the Company s Board of Commissioners to appoint an Independent Public Accountant to audit the Company's books for the financial year of b. Authorize the Company s Board of Directors to determine the fees of the proposed Independent Public Accountant. 5. Appoint Mr. Rudy Halim as a new member of the Company s Board of Directors, which appointment shall be effective as of the closing of this AGMS until the end of the tenure of the other members of the Company s Board of Directors. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 85

88 Corporate Governance ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

89 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility DEWAN KOMISARIS Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, Dewan Komisaris adalah organ Perseroan yang melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan kebijakan dan strategi Perseroan yang dilakukan oleh Direksi. Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk mengawasi kebijakan yang dilaksanakan Direksi serta memberikan saran dan masukan kepada Direksi dalam melaksanakan tugas manajemennya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar, RUPS, peraturan serta undang-undang yang berlaku. Dewan Komisaris memantau dan mengevaluasi pelaksanaan seluruh kebijakan strategis Perseroan, termasuk mengenai efektivitas manajemen risiko dan pengendalian internal. Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit yang dibentuk agar penerapan fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara maksimal. Komite Audit yang bertugas membantu Dewan Komisaris terdiri dari seorang ketua yang dijabat oleh salah seorang Komisaris Independen dan 2 orang anggotanya yang berasal dari luar Perseroan. BOARD OF COMMISSIONERS In accordance with the applicable laws and regulations, Board of Commissioners is the organ of the Company that monitors the implementation of the Company s policies and strategies by the Board of Directors. Board of Commissioners is responsible to monitor the policies performed by the Board of Directors and to give advice and inputs to the Board of Directors in the execution of its management duty in accordance with the provisions of the Company s Articles of Association, GMS, and the applicable laws and regulations. Board of Commissioners monitors and evaluates the performance of all strategic policies of the Company, including as to the effectiveness of the risk management and internal control. In performing its duties, the Board of Commissioners is assisted by an Audit Committee in order to ensure effective implementation of the supervisory function. The Audit Committee assigned to assist the Board of Commissioners consists of a chairperson, who is an Independent Commissioner, and 2 members from outside of the Company. KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Dewan Komisaris terdiri dari sedikitnya 3 anggota. Pengangkatan dan pemberhentian masing-masing anggota dilakukan melalui RUPS. Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak RUPS yang mengangkat mereka sampai dengan penutupan RUPST yang kelima setelah tanggal pengangkatan mereka dan dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Saat ini, Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari 5 anggota, dimana 2 diantara anggotanya merupakan Komisaris Independen. Hal ini sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK yang mensyaratkan lebih dari 30% dari jumlah anggota Dewan Komisaris merupakan Komisaris Independen. Per tanggal 31 Desember 2012, komposisi anggota Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris Franky Oesman Widjaja Wakil Presiden Komisaris Muktar Widjaja Komisaris Ichsanto Gunawan COMPOSITION OF THE BOARD OF COMMISSIONERS Based on the Company s Articles of Association, the Board of Commissioners consists of at least 3 members. The appointment and dismissal of each member are done through GMS. Members of the Board of Commissioners are appointed by GMS for a period of 5 years from the date of the GMS appointing them until the closing of the fifth AGMS following the date of their appointment and without prejudice to the rights of the GMS to dismiss them at any time subject to the provisions of the applicable laws and regulations. At present, the Company s Board of Commissioners consists of 5 members, 2 of which are Independent Commissioners. This is in compliance with Bapepam and LK rule which require that more than 30% of the total members of the Board of Commissioners shall be Independent Commissioners. As of December 31, 2012, the composition of the members of the Company s Board of Commissioners is as follow: President Commissioner Franky Oesman Widjaja Vice President Commissioner Muktar Widjaja Commissioner Ichsanto Gunawan 87

90 Corporate Governance Komisaris Independen Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan Komisaris Independen H. Agus Tagor Independent Commissioner Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan Independent Commissioner H. Agus Tagor PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS Dalam implementasi Tata Kelola Perusahaan dan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian internal Perseroan, Dewan Komisaris melaksanakan tugas pengawasannya antara lain sebagai berikut: 1. Melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan usaha dan pengurusan Perseroan. 2. Mengawasi pelaksanaan dan memberikan persetujuan atas rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan. 3. Meneliti dan menelaah Laporan Tahunan Perseroan. 4. Meneliti dan menelaah Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan baik interim maupun tahunan. 5. Memastikan Perseroan melaksanakan secara efektif sistem pengawasan internal dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. Mengawasi efektivitas sistem pengendalian internal dan efektivitas pelaksanaan tugas Auditor Eksternal. 7. Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi kepada Direksi mengenai risiko usaha. 8. Meminta penjelasan dari Direksi dan atau pejabat lainnya mengenai hal-hal penting yang menyangkut Perseroan. Selama tahun 2012, Dewan Komisaris tidak menemukan pelanggaran hukum dan peraturan dalam pengelolaan Perseroan. DUTIES AND RESPONSIBILITIES THE BOARD OF COMMISSIONERS In the implementation of the Corporate Governance and risk management, including internal control system of the Company, the Board of Commissioners carries out its supervisory duties, among others, are as follows: 1. Supervise and give advice to the Board of Directors in relation to the operation of the Company s business and the management of the Company. 2. Oversee the implementation of the Company s annual business plan and budget. 3. Study and review the Company s Annual Report. 4. Study and review interim and annual Consolidated Financial Statements of the Company. 5. Ensure that the Company effectively implements the internal control system and complies with applicable laws and regulations. 6. Monitor the effectiveness of the internal control system and the performance of the External Auditor s duties. 7. Carry out assessment and provide recommendations to the Board of Directors regarding risks associated with the business. 8. Require explanation from the Directors and/or other officers regarding important matters relating to the Company. In the year 2012, the Board of Commissioners found no violation of laws and regulations relating to the management of the Company. RAPAT DEWAN KOMISARIS Rapat Dewan Komisaris dilaksanakan untuk menghasilkan keputusan terbaik dalam rangka pengawasan Perseroan. Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan setiap waktu bilamana dianggap perlu oleh seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis dari Direksi Perseroan. MEETING OF THE BOARD OF COMMISSIONERS The Board of Commissioners holds meetings to make decisions that are best for the supervision of the Company. The Meeting of the Board of Commissioners may be held at any time if one or more of its members deem it necessary or as requested in writing by the Company s Board of Directors. 88

91 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility Panggilan Rapat Dewan Komisaris dilakukan oleh Presiden Komisaris, paling lambat 5 hari kerja sebelum Rapat Dewan Komisaris dilaksanakan dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal Rapat. Setiap anggota Dewan Komisaris memiliki kesempatan dan hak suara yang sama dalam mengemukakan pendapatnya dalam Rapat. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat kegiatan usaha Perseroan. Rapat Dewan Komisaris dianggap sah dan mengikat apabila lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah anggotanya hadir atau diwakili dalam Rapat. Keputusan Rapat Dewan Komisaris diambil atas dasar musyawarah mufakat. Apabila tidak tercapai kesepakatan, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju paling sedikit ½ (satu per dua) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam Rapat Dewan Komisaris. Seorang anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 suara dan tambahan 1 suara untuk anggota Dewan Komisaris lain yang diwakilinya. Dalam setiap Rapat Dewan Komisaris akan dibuat Berita Acara Rapat yang ditandatangani untuk memastikan kelengkapan dan kebenaran Berita Acara Rapat tersebut. Selama tahun 2012, Dewan Komisaris Perseroan menyelenggarakan 4 kali Rapat Dewan Komisaris. Daftar kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Dewan Komisaris selama tahun 2012 adalah sebagai berikut: Invitation of the Meeting of the Board of Commissioners is served by the President Commissioner no later than 5 business days before it is held, excluding the date of the invitation and the date of the Meeting. Members of the Board of Commissioners have equal voting rights in expressing their opinions in the Meeting. Meeting of the Board of Commissioners is held at the Company s place of domicile or place of business. The Meeting of the Board of Commissioners is valid and binding if more than ½ (half) of the members are present or represented in that Meeting. Decisions in the Meeting of the Board of Commissioners are made on the basis of deliberations to reach an agreement. If no agreement is reached, decisions are made based on the number of the votes in favor, which must be at least ½ (half) of the number of the votes validly exercised in that Meeting. A member of the Board of Commissioners is entitled to cast 1 vote and 1 additional vote for the other member he/she represents. At each Meeting of the Board of Commissioners, a Minutes of Meeting is drawn up and signed to confirm its completeness and `accuracy. In 2012, the Company s Board of Commissioners had convened 4 Meetings of the Board of Commissioners. The attendance of the members of the Board of Commissioners in the Meetings of the Board of Commissioners during the year 2012 is as listed below: Dewan Komisaris Board of Commissioners Franky Oesman Widjaja Muktar Widjaja Ichsanto Gunawan Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan H. Agus Tagor Jumlah Rapat yang Dihadiri Attended Meeting Persentase Percentage 100% 100% 100% 100% 100% REMUNERASI DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris menerima remunerasi dalam bentuk gaji dan tunjangan lainnya. Berdasarkan hasil keputusan RUPST Perseroan tahun 2012, pemegang saham telah setuju untuk memberikan kewenangan kepada Presiden Komisaris untuk menetukan besarnya remunerasi yang diterima oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris. Total remunerasi yang diberikan kepada Dewan Komisaris Perseroan pada tahun 2012 adalah sebesar Dolar Amerika Serikat. REMUNERATION OF THE BOARD OF COMMISSIONERS The Board of Commissioners receive remuneration in the form of salary and other allowances. Based on the resolutions of the Company s AGMS for the year 2012, the shareholders have agreed to authorize the President Commissioner to determine the amount of the remuneration to be received by each members of the Board of Commissioners. Total amount of the remunerations paid to the Company s Board of Commissioners in the year 2012 was 132,293 US Dollar. 89

92 Corporate Governance ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

93 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility PELATIHAN DEWAN KOMISARIS Perseroan berkomitmen untuk memberikan kesempatan dan dukungan yang diperlukan bagi anggota Dewan Komisaris untuk mengembangkan kompetensi dan meningkatkan keterampilan dalam pelaksanaan tugasnya. Pada tahun 2012, anggota Dewan Komisaris Perseroan mengikuti beberapa seminar dan pelatihan antara lain OZMINE 2012, World Economic Forum, Food Security Summit, Market Leadership Forum, ASEAN Business Forum. TRAINING FOR THE BOARD OF COMMISSIONERS The Company is committed to provide opportunities and supports as required by the members of Board of Commissioners to develop their competence and improve their skills in performing their duties. In the year 2012, the members of Board of Commissioners attended several seminar or training such as OZMINE 2012, World Economic Forum, Food Security Summit, Market Leadership Forum, ASEAN Business Forum. DIREKSI Direksi adalah organ Perseroan yang bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan dan menjalankan kepengurusan sesuai dengan kepentingan Perseroan. Direksi juga bertindak mewakili Perseroan dan mengikat Perseroan dengan pihak ketiga sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Direksi memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang ditetapkan. Direksi bertanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja Perseroan sesuai dengan rencana kerja tahunan yang telah disampaikan dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris. Direksi bertanggung jawab melakukan pengawasan internal secara efektif dan efisien, memantau risiko dan mengelolanya, menjaga agar iklim kerja tetap kondusif sehingga produktivitas dan profesionalisme menjadi lebih baik. Direksi mengadakan pertemuan rutin dengan manajemen guna membahas strategi dan kegiatan operasional serta kinerja yang dicapai oleh Perseroan. Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is the organ of the Company that is responsible for the management of the Company and performing the management in accordance with the interests of the Company. Board of Directors also acts to represent the Company and bind it with third parties in accordance with the Articles of Association. Board of Directors has duties and responsibilities based on the distribution of duties and responsibilities. Board of Directors is responsible to maintain and improve the Company s performance based on the annual business plan submitted to and approved by the Board of Commissioners. Board of Directors is responsible to perform the internal control effectively and efficiently, identify and manage any risks and ensure that the working environment is always conducive in order to have better productivity and professionalism. Board of Directors meets regularly with the management to discuss strategies and operational activities and the performance achieved by the Company. Board of Directors accounts to the shareholders through a GMS for the duties it has performed. KOMPOSISI DIREKSI Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Direksi terdiri dari sedikitnya 3 anggota. Pengangkatan dan pemberhentian masing-masing anggota dilakukan melalui RUPS. Anggota Direksi diangkat oleh RUPS untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak RUPS yang mengangkat mereka sampai dengan penutupan RUPST yang kelima setelah tanggal pengangkatan mereka dan dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. COMPOSITION OF THE BOARD OF DIRECTORS Based on the Company s Articles of Association, the Board of Directors consists of at least 3 members. The appointment and dismissal of each member are done through GMS. Members of the Board of Directors are appointed by GMS for a period of 5 years from the date of the GMS appointing them until the closing of the fifth AGMS following the date of their appointment and without prejudice to the rights of the GMS to dismiss them at any time subject to the provisions of the applicable laws and regulations. 91

94 Saat ini, Direksi Perseroan terdiri dari 6 anggota, 1 diantara anggotanya merupakan Direktur Tidak Terafiliasi. Komposisi dan keanggotaan Direksi ditetapkan oleh RUPS dengan memperhatikan visi, misi, dan rencana strategis Perseroan, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang efektif dan efisien. Per tanggal 31 Desember 2012, komposisi anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Presiden Direktur L. Krisnan Cahya Wakil Presiden Direktur Budi Christanto Direktur Lanny Direktur Rudy Halim Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan Hermawan Tarjono Direktur Tidak Terafiliasi Susi Susantijo, SH., LL.M. At present, the Company has 6 directors, 1 of them is Non-Affiliated Director. Composition and membership of the Board of Directors are determined by a GMS after taking into account the vision, mission and strategic plans of the Company, to enable them to make decisions effectively and efficiently. As of December 31, 2012, the composition of the Company s Board of Directors is as follow: President Director L. Krisnan Cahya Vice President Director Budi Christanto Director Lanny Director Rudy Halim Director and Corporate Secretary Hermawan Tarjono Non-Affiliated Director Susi Susantijo, SH., LL.M. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Setiap anggota Direksi Perseroan telah mendapat tugas-tugas yang sesuai dengan kompetensi dan pengalaman mereka masing-masing. Secara umum Direksi memiliki tugas dan wewenang antara lain: 1. Memimpin, mengurus dan mengelola Perseroan serta meningkatkan nilai Perseroan. 2. Mengurus harta kekayaan Perseroan. 3. Mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian. 4. Mengikat Perseroan dengan pihak lain. 5. Melakukan upaya dalam pengembangan usaha. 6. Menetapkan kebijakan Perseroan dan Standar Prosedur Operasional. 7. Menyiapkan rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan. 8. Membuat dan memelihara pembukuan Perseroan. DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF THE BOARD OF DIRECTORS Based on the Company s Articles of Association, the Board of Directors has duties to perform all acts that relate to the management of the Company in accordance with the purposes and objectives of the Company. Each director is assigned with duties that conform to his/her competences and experiences. The duties and authority of the Board of Directors are generally as follows: 1. To lead, manage and develop the Company and increase the values of the Company. 2. To manage the assets of the Company. 3. To represent the Company in and out of the court in all respects and in all events. 4. To bind the Company with other party. 5. To make endeavors to develop businesses. 6. To set the Company s policies and Standard Operating Procedures. 7. To prepare the Company s annual business plan and budget. 8. To keep and maintain books of the Company. 92

95 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility 9. Menetapkan kompensansi dan benefit karyawan Perseroan. 10. Menyiapkan Laporan Tahunan Perseroan. 11. Menyiapkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Dua orang anggota Direksi yang secara bersama-sama berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan. Dalam hal Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan pribadi anggota Direksi, maka Perseroan akan diwakili oleh anggota direksi lainnya yang ditunjuk oleh Rapat Direksi dan dalam hal Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan seluruh anggota Direksi, maka Perseroan akan diwakili oleh anggota Dewan Komsaris yang ditunjuk berdasarkan Rapat Dewan Komisaris, dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku. Pembagian tugas dan tangung jawab masing-masing anggota Direksi Perseroan antara lain: 1. Presiden Direktur - Bapak L. Krisnan Cahya a. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh strategi dan program kerja dari masing-masing divisi sehingga dapat tercipta sinergi dan program kerja Perseroan secara menyeluruh dan berkesinambungan. b. Bertugas untuk melakukan koordinasi dengan anggota Direksi lainnya agar seluruh kegiatan Perseroan dapat berjalan sesuai dengan visi, misi, sasaran usaha, strategi, serta kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. c. Mengawasi pelaksanaan seluruh program kerja yang telah ditetapkan. 2. Wakil Presiden Direktur - Bapak Budi Christanto a. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan operasional lini bisnis usaha perdagangan yang dilakukan oleh anak perusahaan Perseroan. b. Membantu Presiden Direktur dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya. 3. Direktur Keuangan - Ibu Lanny a. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan melalui pengelolaan dana dan biaya-biaya operasional secara efektif dan efisien. 9. To determine compensation and benefits for the employees of the Company. 10. To prepare the Company s Annual Report. 11. To prepare the Company s Consolidated Financial Statements in accordance with the applicable accounting standard. Two directors are authorized and empowered to act for and on behalf of the Board of Directors and to represent the Company. If any of the interests of the Company conflicts with the personal interests of a member of the Board of Directors, the Company will be represented by other members appointed by the Meeting of Board of Directors and if any of the interests of the Company conflicts with the interests of all members of the Board of Directors, the Company will be represented by members of the Board of Commissioners appointed by the Meeting of Board of Commissioners, subject to the provisions of applicable laws and regulations. Duties and responsibilities of each member of the Company s Board of Directors are as follows: 1. President Director - Mr. L. Krisnan Cahya a. Responsible to harmonize all strategies and work programs of all divisions to ensure synergy among work programs on a comprehensive and continuing basis. b. Coordinate with the other directors to ensure that all Company s activities are executed in accordance with the stated vision, mission, objectives, strategies, and policies and work programs. c. Monitor the implementation of all the determined work programs. 2. Vice President Director - Mr. Budi Christanto a. Responsible for the operation of the trading business line carried out by the Company s subsidiaries. b. Assist the President Director in performing his duties and responsibilities. 3. Finance Director - Mrs. Lanny a. Responsible to increase the Company s values through an effective and efficient management of funds operating expenses. 93

96 b. Bertanggung jawab atas tumbuh dan kembangnya Perseroan secara jangka panjang melalui berbagai aksi korporasi yang dapat meningkatkan nilai Perseroan. c. Bertanggung jawab atas pengelolaan manajemen risiko. 4. Direktur Sumber Daya Manusia merangkap Sekretaris Perusahaan - Bapak Hermawan Tarjono a. Bertanggung jawab atas kebijakan dan strategi pengelolaan Sumber Daya Manusia. b. Bertanggung jawab atas pemenuhan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan yang berlaku. 5. Direktur dan Kepala Bisnis Energi - Bapak Rudy Halim a. Bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan, mengendalikan, dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan operasional untuk lini bisnis energi. b. Bertanggung jawab atas pengembangan lini bisnis energi Perseroan. 6. Direktur Tidak Terafiliasi - Ibu Susi Susantijo, SH., LL.M. Pengawasan penerapan Tata Kelola Perusahaan untuk kepentingan pemegang saham minoritas dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, Perseroan juga mempunyai satu Kepala Eksekutif setingkat Direktur untuk bidang Sistem Informasi dan Keuangan Proyek yaitu Bapak Wahyudi H. Tandianza yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan, mengendalikan, dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Perseroan di bidang teknik informasi, SAP, anggaran, dan keuangan proyek. b. Responsible for continuing growth and development of the Company through corporate actions that can increase the Company s values. c. Responsible for Company s risk management. 4. Human Resources Director and Corporate Secretary - Mr. Hermawan Tarjono a. Responsible for the policy and strategy of Human Resources management. b. Responsible for the compliance of applicable laws and regulations by the Company. 5. Director and Energy Business Head - Mr. Rudy Halim a. Responsible to coordinate, control and evaluate the operation of the energy business line. b. Responsible for the development of Company s energy business line. 6. Non-Affiliated Director - Mrs. Susi Susantijo, SH., LL.M. Monitoring the implementation of the Corporate Governance for the interests of the minority shareholders and other stakeholders. In addition to the above, the Company also has Chief Executive, equivalent to a Director, for Information System and Corporate Finance division, namely Mr. Wahyudi H. Tandianza, who is responsible to coordinate, control and evaluate Company s information technology, SAP, budget, and project finance. EVALUASI KINERJA DIREKSI Kinerja Direksi dievaluasi dan diawasi oleh Dewan Komisaris Perseroan. Direksi Perseroan juga melaporkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang dilakukan selama tahun buku kepada pemegang Saham melalui mekanisme RUPST. Evaluasi kinerja Direksi ditentukan berdasarkan tugas, wewenang, dan kewajiban masing-masing sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan kebijakan Perseroan. EVALUATION OF THE PERFORMANCE OF THE BOARD OF DIRECTORS The Board of Directors performance is evaluated and monitored by the Company s Board of Commissioners. The Company s Board of Directors also reports the duties and responsibilities it has performed during the financial year to the shareholders through AGMS. The Board of Directors performance is evaluated according to the duties, authority, and obligations of each member as set out in the Company s Articles of Association and policies. 94 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

97 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility Direksi Perseroan bersama-sama dengan Dewan Komisaris Perseroan telah melakukan dan merealisaikan seluruh keputusan yang diambil oleh pemegang saham dalam RUPST Perseroan tahun The Company s Board of Directors together with the Board of Commissioners has implemented and realized all the resolutions adopted by the Company s shareholders in the AGMS for the year RAPAT DIREKSI Rapat Direksi dapat diadakan setiap waktu bilamana dianggap perlu oleh anggota Direksi atau atas permintaan tertulis dari anggota Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis dari 1 atau lebih pemegang saham yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. Panggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Perseroan sesuia dengan ketentuan Anggaran Dasar, paling lambat 14 hari kerja sebelum Rapat Direksi dilaksanakan dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal Rapat. Setiap anggota Direksi memiliki kesempatan dan hak suara yang sama dalam mengemukakan pendapatnya dalam Rapat. Rapat Direksi diselenggarakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat kegiatan usaha Perseroan. Rapat Direksi dianggap sah dan mengikat apabila lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah anggotanya hadir atau diwakili dalam Rapat. Keputusan Rapat Direksi diambil atas dasar musyawarah mufakat. Apabila tidak tercapai kesepakatan, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju paling sedikit ½ (satu per dua) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam Rapat Direksi. Seorang anggota Direksi berhak mengeluarkan 1 suara dan tambahan 1 suara untuk anggota Direksi lain yang diwakilinya. Dalam setiap Rapat Direksi akan dibuat Berita Acara Rapat. Selama tahun 2012, Direksi Perseroan menyelenggarakan 5 kali Rapat Direksi. Daftar kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi selama tahun 2012 adalah sebagai berikut: MEETING OF THE BOARD OF DIRECTORS Meeting of the Board of Directors may be held at any such time as may be deemed necessary by its members or at the written request of the members of the Board of Commissioners or at the written request of 1 or more of the shareholders, who together represent 1/10 (one tenth) of the number of the shares with valid voting rights. Invitation of the Meeting of the Board of Directors is served by its member who is authorized to represent the Company under the Articles of Association, no later than 14 business days before it is held, excluding the date of the invitation and the date of the Meeting. Members of the Board of Directors have equal voting rights in expressing their opinions in the Meeting. The Meeting of Board of Directors is held at the Company s place of domicile or place of business. The Meeting of the Board of Directors is valid and binding if more than ½ (half) of the number of its members are present or represented in the Meeting. Decisions in the Meeting of the Board of Directors are made on the basis of deliberations to reach an agreement. If no agreement is reached, decisions are made based on the number of the votes in favor, which must be at least ½ (half) of the number of votes validly exercised in that Meeting. A member of the Board of Directors is entitled to cast 1 vote and 1 additional vote for the other member he/she represents. At each Meeting of the Board of Directors, a Minutes of Meeting is prepared accordingly. In the year 2012, the Company s Board of Directors had convened 5 Meetings of the Board of Directors. The attendance of the members of the Board of Directors in the Meetings of the Board of Directors during the year 2012 is as listed below: Dewan Direktur Board of Directors L. Krisnan Cahya Budi Christanto Lanny Rudy Halim* Hermawan Tarjono Susi Susantijo, SH., LL.M. Jumlah Rapat yang Dihadiri Attended Meeting *ditunjuk sebagai direktur sejak 21 Juni 2012 appointed as director since June 21, Persentase Percentage 80% 80% 100% 80% 100% 60% ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 95

98 REMUNERASI DIREKSI Direksi menerima remunerasi dalam bentuk gaji, tunjangan atau fasilitas lainnya. Berdasarkan hasil keputusan RUPST Perseroan tahun 2012, pemegang saham telah setuju untuk memberikan kewenangan kepada Presiden Komisaris untuk menetukan besarnya remunerasi yang diterima oleh masing-masing anggota Direksi. Total remunerasi yang diberikan kepada Direksi Perseroan pada tahun 2012 adalah sebesar Dolar Amerika Serikat. REMUNERATIONS OF THE BOARD OF DIRECTORS The Board of Directors receives remuneration in the form of salary, allowances and other facilities. Based on the resolutions of the Company s AGMS for the year 2012, shareholders have agreed to authorize the President Commissioner to determine the amount of the remuneration to be received by each member of Board of Directors. Total amount of the remunerations paid to the Company s Board of Directors in 2012 was 972,856 US Dollar. PELATIHAN DIREKSI Perseroan berkomitmen untuk memberikan kesempatan dan dukungan yang diperlukan bagi anggota Direksi untuk terus menerus mengembangkan kompetensi dan meningkatkan keterampilan dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Direksi Perseroan. Direksi Perseroan berpartisipasi dan mengikuti berbagai program pelatihan, seminar, dan konferensi yang sesuai dan berhubungan dengan tanggung jawab dan keahliannya masing-masing. Beberapa program pelatihan yang diikuti oleh anggota Direksi Perseroan selama tahun 2012 antara lain International Trade Regulation, Project Planning and Controlling, dan Public Private Partnership for Power Plant. TRAINING FOR THE BOARD OF DIRECTORS The Company is committed to provide opportunities and supports as required by the members of the Board of Directors to develop their competence and to improve thier skills in performing their duties as directors of the Company. Directors of the Company take part in and attend training programs, seminars, and conferences in accordance with and relating to their respective responsibilities and skills. Some of the training programs attended by members of the Company s Board of Directors in 2012 are International Trade Regulation, Project Planning and Controlling, and Public Partnership for Power Plant. 96

99 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility KOMITE AUDIT Sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, bahwa setiap perusahaan publik wajib memiliki Komite Audit. Komite Audit adalah komite yang dibentuk dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris. Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat profesional dan independen serta analisis atas kinerja operasional dan kinerja keuangan kepada Dewan Komisaris. Komite Audit mendorong terciptanya Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai, meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan, serta mengkaji ruang lingkup, ketepatan, kemandirian dan objektivitas akuntan publik. Dalam pelaksanaan tugasnya Komite Audit dibantu oleh Audit Internal yang melakukan audit atas kinerja manajemen secara rutin. Komite Audit selalu berpedoman pada rencana kerja yang telah disusun. AUDIT COMMITTEE in accordance with Bapepam and LK rule No. IX.I.5 concerning Formation and Guidelines for Execution of Audit Committee's Work requires that each public company must maintain an Audit Committee. Audit Committee is a committee which is formed by and to help perform the duties and function of, and responsible to the Board of Commissioners. Audit Committee has duty to provide professional and independent opinions and analyzes on operational and financial performances to the Board of Commissioners. Audit Committee promotes the creation of both Good Corporate Governance and an adequate internal control structure, increases the quality of disclosure and reporting of finance, and reviews the scope, accuracy, independency and objectiveness of public accountants. In performing its duties, Audit Committee is assisted by Internal Audit, which performs regular audits on the performance of the management. Audit Committee is always guided by the business plan, which has been determined. KOMPOSISI KOMITE AUDIT Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris. Komite Audit beranggotakan paling sedikit 3 orang, yang berasal dari Komisaris Indepeden dan pihak luar Perseroan, dimana paling sedikit salah seorang anggota memiliki kemampuan di bidang keuangan atau akuntansi. Komite Audit diketuai oleh salah seorang Komisaris Indepeden. Seluruh anggota Komite Audit Perseroan telah memenuhi kriteria independensi, keahlian, pengalaman, dan integritas yang dipersyaratkan dalam berbagai peraturan yang berlaku. Masa tugas anggota Komite Audit Perseroan tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan dapat dipilih hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Saat ini, Komite Audit Perseroan terdiri dari 3 orang, yang terdiri dari 1 orang Ketua yang menjabat juga sebagai Komisaris Independen dan 2 orang anggota independen. Komposisi anggota Komite Audit Perseroan berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Perseroan tanggal 22 Maret 2010 adalah sebagai berikut: Ketua Komite Audit Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan Anggota Edward Herawan Hadidjaja Anggota Agus Leman Gunawan COMPOSITION OF AUDIT COMMITTEE Members of Audit Committee are appointed and dismissed by the Board of Commissioners based on the Board of Commissioners Letter of Decree. Audit Committee consist of at least 3 members, from Independent Commissioner and parties outside the Company. One of them should have finance or accounting competence. Audit Committee is chaired by an Independent Commissioner. All members of the Company s Audit Committee must have met the criteria of independency, expertise, experience, and integrity required by applicable rules. The term of office of members of the Company s Audit Committee should not be longer than such term of office of the Board of Commissioners as set out in the Company s Articles of Association and a member may be re-elected only for another term of office. At present, the Company has 3 members in its Audit Committee, consisting of 1 Chairman, who is an Independent Commissioner, and 2 independent members. Composition of the members of the Company s Audit Committee based on Resolutions of the Board of Commissioner dated March 22, 2010 is as follows: Chairman Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan Member Edward Herawan Hadidjaja Member Agus Leman Gunawan ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 97

100 Corporate Governance INDENPENDENSI KOMITE AUDIT Anggota Komite Audit Perseroan tidak mempunyai saham baik secara langsung maupun tidak langsung pada Perseroan dan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan, anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham utama Perseroan. Anggota Komite Audit Perseroan juga bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai Publik atau pihak lain yang memberi jasa konsultasi lain kepada Perseroan. Kecuali Ibu Susiyati B. Hirawan dalam kapasitasnya Komisaris Independen yang bertugas untuk mengawasi kegiatan Perseroan, anggota Komite Audit Perseroan lainnya bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perseroan. INDEPENDENCY OF THE AUDIT COMMITTEE Neither of the members of the Company s Audit Committee holds any shares, directly or indirectly, in the Company or is affiliate of the Company or of the members of its Board of Commissioners, Boards of Directors or main shareholders, nor are they insiders of Public Accountant Firms, Law Firms, Independent Appraiser Firms or other parties providing consulting services to the Company. Other than Mrs. Susiyati B. Hirawan in her capacity as Independent Commissioner with duties to monitor the activities of the Company, none of the other members of the Company s Audit Committee works for, or is authorized or responsible to plan, lead, control, or monitor the activities of, the Company. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT Tugas utama Komite Audit adalah mendorong diterapkannya Tata Kelola Perusahaan yang Baik, terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai, meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan serta mengkaji ruang lingkup, ketepatan, kemandirian, dan objektivitas Akuntan Publik. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite Audit Perseroan mengacu kepada Piagam Komite Audit Perseroan. Tugas dan tanggung jawab yang dilakukan oleh Komite Audit Perseroan selama tahun buku 2012 antara lain: 1. Melakukan penelaahan atas Laporan Keuangan Konsolidasian baik tahunan maupun interim yang akan dikeluarkan Perseroan. 2. Membantu Dewan Komisaris untuk memastikan efektivitas sistem pengendalian internal dan efektivitas pelaksanaan tugas Audit Internal. 3. Memastikan penegakan hukum dan peraturan perundangan telah diterapkan dalam kegiatan Perseroan. 4. Melakukan penelaahan dan pembahasan atas hasil temuan pemeriksaan oleh Audit Internal. 5. Melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris serta melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang dihadapi Perseroan dan implementasi manajemen risiko oleh Direksi. DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF THE AUDIT COMMITTEE The main duties of the Audit Committee are to promote the implementation of Good Corporate Governance and the creation of an adequate internal control structure, to increase the quality of disclosure and financial reporting, and to review the scope, accuracy, independency, and objectiveness of Public Accountant. When performing their duties and responsibilities, the Audit Committee refers to the Company s Audit Committee Charter. The duties and responsibilities the Company s Audit Committee performed during the financial year of 2012, among others, are as follows: 1. Review the annual and interim Consolidated Financial Statements to be issued by the Company. 2. Assist the Board of Commissioners to ensure the effectiveness of the internal control system and the performance of the Internal Audit s duties. 3. Ensure the enforcement of laws and regulations in the Company s operation. 4. Review and discuss any findings from the audit performed by the Internal Audit. 5. Identify any issues that require the attention of the Board of Commissioners and report to the Board of Commissioners any risks that are faced by the Company and the implementation of the risk management by the Board of Directors. 98 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

101 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 99

102 6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris sepanjang termasuk dalam lingkup tugas dan kewajiban Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. Perform such other duties as instructed by the Board of Commissioners so far as they are within the scope and obligation of the Board of Commissioners under the provisions of applicable laws and regulations. RAPAT KOMITE AUDIT Untuk menjaga efektivitas kerja, Komite Audit melaksanakan Rapat Komite Audit secara berkala baik dengan manajemen Perseroan, Audit Internal, dan Audit Eksternal. Rapat Komite Audit dilaksanakan paling sedikit 1 kali dalam waktu 3 bulan. Rapat Komite Audit dianggap sah dan mengikat apabila lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah anggotanya hadir atau diwakili dalam Rapat. Keputusan Rapat Komite Audit diambil atas dasar musyawarah mufakat. Apabila tidak tercapai kesepakatan, maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju paling sedikit ½ (satu per dua) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam Rapat Komite Audit. Dalam setiap Rapat Komite Audit akan dibuat Berita Acara Rapat yang ditandatangani untuk memastikan kelengkapan dan kebenaran Berita Acara Rapat tersebut. MEETING OF THE AUDIT COMMITTEE To ensure effective performance of their work, Audit Committee meets regularly with the Company s management, Internal Audit, and External Audit. Audit Committee meets at least 1 time in every 3 months. Audit Committee Meeting is valid and binding if more than ½ (half) of the number of its members present or represented in the Meeting. Decisions in the Meeting of Audit Committee are made on the basis of deliberations to reach an agreement. If no agreement is reached, decisions are made based on the number of the votes in favor, which must be at least ½ (half) of the number of the votes validly exercised in that Meeting. At each Meeting of Audit Committee, a Minutes of Meeting is drawn up and signed to confirm its completeness and accuracy. Selama tahun 2012, Komite Audit Perseroan menyelenggarakan 8 kali Rapat Komite Audit. Daftar kehadiran anggota Komite Audit dalam Rapat Komite Audit selama tahun 2012 adalah sebagai berikut: In 2012, the Company s Audit Committee had convened 8 Meetings of Audit Committee. The attendance of the members of Audit Committee in the Meetings of Audit Committee during 2012 is as listed below: Komite Audit Audit Committee Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan Edward Herawan Hadidjaja Agus Leman Gunawan Jumlah Rapat yang Dihadiri Attended Meeting Persentase Percentage 100% 100% 75% REMUNERASI KOMITE AUDIT Komite Audit menerima remunerasi dalam bentuk gaji yang besarnya ditentukan oleh Dewan Komisaris Perseroan. Total remunerasi yang diberikan kepada Komite Audit Perseroan pada tahun 2012 adalah sebesar Dolar Amerika Serikat. REMUNERATION TO THE AUDIT COMMITTEE Audit Committee receives remunerations in the form of salary in such amount as determined by the Company s Board of Commissioners. The total amount of remunerations paid to the Company s Audit Committee in the year 2012 was 67,750 US Dollar. 100 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

103 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility PIAGAM KOMITE AUDIT Komite Audit Perseroan telah memiliki Piagam Komite Audit sejak tahun Piagam Komite Audit antara lain mengatur mengenai keanggotaan, uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit, tata cara dan prosedur kerja, masa tugas Komite Audit serta Rapat Komite Audit. Dewan Komisaris Perseroan bersama-sama dengan Komite Audit dapat memperbaiki Piagam Komite Audit dari waktu ke waktu untuk mengantisipasi perubahan kondisi dan keadaan. AUDIT COMMITTEE CHARTER Since 2011, the Company has maintained an Audit Committee Charter for its Audit Committee. The charter provides for, among others, the membership, description of duties and responsibilities, work methods and procedures, term of office and Meeting of the Audit Committee. The Company s Board of Commissioners may from time to time together with the Audit Committee revise the Audit Committee Charter in anticipation of changes in situations and circumstances. KOMITE LAINNYA Saat ini Perseroan belum memiliki Komite Nominasi maupun Komite Remunerasi. Perseroan akan mempertimbangkan untuk membentuk komite-komite tersebut di masa yang akan datang. OTHER COMMITTEES The Company has not established any Nomination Committee or Remuneration Committee. The Company is to consider establishing these committees in the future. SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan merupakan pihak penghubung yang menjembatani kepentingan antara Perseroan dengan pihak eksternal, terutama dalam menjaga persepsi publik atas citra Perseroan dan pemenuhan tanggung jawab oleh Perseroan. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab untuk membantu Perseroan dalam menjalankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan memastikan kepatuhan Perseroan terhadap aspek pengungkapan dan penyampaian informasi sesuai dengan peraturan pasar modal dan perundang-undangan lainnya yang berlaku, serta mengikuti perkembangan di pasar modal. Selain itu, Sekretaris Perusahaan juga bertugas menangani hubungan investor dan masyarakat dan mengelola hubungan dengan publik. Sekretaris Perusahaan berperan dalam memperlancar koordinasi internal dalam organ Perseroan dan melaksanakan koordinasi eksternal antara Perseroan dengan regulator pasar modal, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya. Sekretaris Perusahaan menjembatani kebutuhan informasi, data, dan komunikasi secara tepat waktu dan akurat. Berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan No. 005/HR254/2011 tanggal 10 April 2011, Perseroan telah menunjuk Bapak Hermawan Tarjono sebagai Sekretaris Perusahaan. Bapak Hermawan Tarjono saat ini juga menjabat sebagai Direktur Perseroan. Profil mengenai Sekretaris Perusahaan dapat dilihat dalam bagian profil Direksi. CORPORATE SECRETARY Corporate Secretary is a contact person who bridges the Company to the external parties, especially in managing the public s perception to the Company s image and the compliance of the Company s responsibilities. Corporate Secretary is responsible to help the Company implement Good Corporate Governance and ensure compliance by the Company of information disclosure and publication requirements as required by capital market regulations and other applicable laws and regulations, and to keep abreast of capital market development. In addition, Corporate Secretary also has duty on investor and public relation. Corporate Secretary has a role to play in facilitating internal coordination within organs of the Company and performing external coordination between the Company and capital market regulators, the public, and the other stakeholders. Corporate Secretary bridges the needs for a timely and accurate information, data, and communication. Based on the Company s Board of Directors Resolution No. 005/HR254/2011 dated April 10, 2011, the Company has appointed Mr. Hermawan Tarjono as its Corporate Secretary. Mr. Hermawan Tarjono currently also serves as a Director of the Company. Profile of the Corporate Secretary is as provided in the profile of Board of Directors. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 101

104 Corporate Governance PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SEKRETARIS PERUSAHAAN Selama tahun buku 2012, tugas dan tanggung jawab dari Sekretaris Perusahaan antara lain meliputi: 1. Mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan perundangan yang berlaku di bidang pasar modal. 2. Memastikan pemenuhan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundangan yang berlaku terutama di bidang pasar modal. 3. Memberikan masukan kepada Direksi Perseroan terkait dengan kepatuhan dan pemenuhan Perseroan terhadap peraturan perundangan yang berlaku terutama di pasar modal. 4. Melakukan korespondensi dengan regulator pasar modal maupun lembaga-lembaga penunjang pasar modal lainnya. 5. Memberikan dan menyediakan informasi mengenai Perseroan bagi keperluan masyarakat dan pemangku kepentingan sesuai dengan kondisi Perseroan. 6. Mengkoordinasikan penyelenggaraan RUPS. 7. Mengkoordinasikan pelaksanaan Paparan Publik tahunan. 8. Memberikan masukan kepada Direksi Perseroan sehubungan denhgan rencana aksi korporasi. 9. Menghadiri setiap pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris dan Direksi serta membuat Berita Acara Rapat Dewan Komisaris dan Direksi. 10. Menangani hubungan investor dan hubungan masyarakat dalam rangka menjaga dan meningkatkan komunikasi antara Perseroan dengan `para pemangku kepentingan. DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF THE CORPORATE SECRETARY The duties and responsibilities of the Corporate Secretary during the financial year of 2012 are, among others: 1. Keep abreast of the developments in capital market, particularly the laws and regulations applicable in capital market. 2. Ensure the compliance by the Company of any applicable laws and regulations particularly in capital market. 3. Give inputs to the Company s Board of Directors in respect of the Company s compliance and observance of the laws and regulations applicable particularly in capital market. 4. Make correspondences with capital market regulators and other capital market supporting agencies. 5. Provide and supply information related to the Company in the interests of both the public and the stakeholders based on the condition of the Company. 6. Coordinate the convening of any GMS. 7. Coordinate the implementation of annual Public Expose. 8. Give inputs to Company s Board of Directors regarding corporate action plan. 9. Attend any Board of Commissioners and Board of Directors Meeting and draw up Minutes of the Meeting. 10. Handle the investor and public relations to maintain and intensify communication between the Company and the stakeholders. AUDIT INTERNAL Audit Internal menjalankan fungsi perencanaan, pengendalian, koordinasi, penilaian atas sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan seluruh kegiatan Perseroan serta memberikan saran-saran perbaikan pada efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian dan Tata Kelola Perusahaan. Audit Internal bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur dan bekerja erat dengan Komite Audit secara Independen. INTERNAL AUDIT Internal Audit plans, controls, coordinates, assesses the management control system and the whole operation of the Company and gives advice to improve effectiveness in the risk management, control, and Corporate Governance processes. Internal Audit is responsible directly to the President Director and closely works independently with the Audit Committee. Internal Audit's role includes assisting the Company management by 102 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

105 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility Audit Internal berperan untuk membantu manajemen Perseroan dengan memberikan saran independen tentang operasi dan kinerja dan memberikan kontribusi terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik dengan menilai efektivitas pengendalian internal. Hal ini bertujuan untuk menambah nilai, meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, pengelolaan risiko, dan sistem pengendalian internal. giving independent advice on operation and performance and contributing to Good Corporate Governance by assessing the effectiveness of the internal control. The purpose is to add values and promote efficiency and effectiveness in the operation, risk management, and internal control system. STRUKTUR AUDIT INTERNAL Audit Internal dipimpin oleh Kepala Audit Internal yang diangkat oleh Presiden Direktur Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris. Kepala Audit Internal bertugas untuk meberikan laporan secara administratif kepada Presiden Direktur dan secara fungsional kepada Komite Audit. Anggota Audit Internal bertanggung jawab dan melapor kepada Kepala Audit Internal. Apabila Kepala Audit Internal tidak memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan oleh peraturan atau gagal untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan kepadanya, Presiden Direktur dapat memberhentikannya setelah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. Perseroan telah mengangkat Bapak Rodolfo Antonio Jr. sebagai Kepala Audit Internal, dengan profil sebagai berikut: INTERNAL AUDIT STRUCTURE Internal Audit is chaired by Head of Internal Audit, who is appointed by President Director of the Company with the approval of the Board of Commissioners. Head of Internal Audit has duty to provide reports administratively to the President Director and functionally to the Audit Committee. Members of Internal Audit are responsible and report to the Head of Internal Audit. In the event that the Head of Internal Audit fails to meet the requirements set by regulations or to perform the duties assigned to him, the President Director may remove him subject to the approval of the Board of Commissioners. The Company has appointed Mr. Rodolfo Antonio Jr. as the Head of Internal Audit, with the following profile: RODOLFO ANTONIO JR. Kepala Audit Internal, Head of Internal Audit Warga Negara Filipina, 41 tahun. Beliau menjabat sebagai Kepala Audit Internal Perseroan berdasarkan Surat Pengangkatan 10 Maret Sebelumnya beliau pernah bekerja pada bagian pengendalian bisnis PT Arara Abadi dan Kepala Audit Internal PT Surya Hutani Jaya. Pada bulan September 2008 beliau bergabung pada Unit Usaha Sinarmas Energy and Mining sebagai Kepala Pengendalian Bisnis dan Internal Audit. Bapak Rodolfo menyelesaikan kuliah dengan gelar Bachelor of Accountancy di Universitas Politeknik Filipina pada tahun Beliau lulus ujian Akuntan Publik Bersertifikat yang diadakan oleh Departemen Keuangan Vietnam pada tahun Bapak Rodolfo adalah anggota The Philippine Institute of Certified Public Accountants, Institute of Internal Auditors, dan The Business Continuity Institute. A Philippine citizen, 41 years old. Mr. Rodolfo was appointed as Head of Internal Audit based on Appointment Letter dated March 10, Previously, he served as a Business Controller of PT Arara Abadi and as the Head of Internal Audit of PT Surya Hutani Jaya. On September 2008, he joined Sinarmas Energy and Mining as the Head of Business Control and Internal Audit. Mr. Rodolfo graduated with Bachelor of Accountancy degree at Polytechnic University of the Philippines in He passed the exam for Certified Public Accountant held by the Ministry of Finance of Vietnam in Mr. Rodolfo is a member of The Philippine Institute of Certified Public Accountants, Institute of Internal Auditors, and The Business Continuity Institute. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 103

106 PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB AUDIT INTERNAL Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Audit Internal Perseroan mengacu kepada Piagam Audit Internal Perseroan. Sesuai dengan ketentuan dalam Piagam Audit Internal, tujuan utama dari Audit Internal adalah untuk memeriksa dan mengevaluasi apakah desain manajemen risiko, pengendalian internal dan proses Tata Kelola Perusahaan Perseroan telah memadai dan berfungsi dengan baik. Selama tahun buku 2012, Audit Internal melaksanakan tugas dan tanggung jawab antara lain meliputi: 1. Melakukan audit internal rutin, verifikasi fisik persediaan dan aset tetap. 2. Melakukan audit tahunan dan audit khusus. 3. Mengevaluasi kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan pengaturan dan kebijaksanaan dan prosedur yang disetujui. 4. Mengevaluasi kepatuhan dan efektivitas dari Standar Prosedur Operasional yang ada dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan. 5. Melaksanakan investigasi khusus yang ditugaskan oleh Dewan Komisaris, Komite Audit atau Presiden Direktur. DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF INTERNAL AUDIT In performing its duties and responsibilities, Internal Audit refers to the Internal Audit Charter of the Company. As provided in the Internal Audit Charter, the main purpose of the Internal Audit is to audit and evaluate whether or not the design of the risk management, internal control and Corporate Governance of the Company has been adequate and working properly. The duties and responsibilities of the Internal Audit for the financial year of 2012 are, among others, as follows: 1. Conduct regular internal audits, and perform physical verification on stocks and fixed assets. 2. Conduct annual and special audits. 3. Evaluate the compliance of legal requirements and the agreed arrangements and policies and procedures. 4. Evaluate the compliance and effectiveness of the Standard Operating Procedures in place and provide recommendations for improvement. 5. Carry out such special investigations as assigned by the Board of Commissioners, Audit Committee or President Director. PIAGAM AUDIT INTERNAL Perseroan telah memiliki Piagam Audit Internal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Piagam Audit Internal menyediakan kerangka kerja bagi pelaksanaan tugas Audit Internal di Perseroan. Piagam Audit Internal telah disetujui oleh Dewan Komisaris, Komite Audit dan Presiden Direktur. Tujuan utama Piagam Audit Internal ini adalah untuk menentukan dan menetapkan: 1. Peran Audit Internal Perseroan. 2. Tujuan dan ruang lingkup Audit Internal untuk Perseroan. 3. Posisi Audit Internal dalam Perseroan, akses ke berbagai dokumen, departemen dan kegiatan, serta tanggung jawab dan akuntabilitas Audit Internal. INTERNAL AUDIT CHARTER The Company maintains Internal Audit Charter as required by the applicable rules. Internal Audit Charter provides a framework for the performance of the Internal Audit duties in the Company. The Internal Audit Charter has been approved by the Board of Commissioners, Audit Committee and President Director. The main purpose of the Internal Audit Charter is to define and determine: 1. The role of the Company s Internal Audit. 2. The purpose and scope of the Internal Audit for the Company. 3. The position of the Internal Audit in the Company, access to documents, departments and activities, as well as responsibilities and accountability of Internal Audit. 104 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

107 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility PROFESI DAN LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING PROFESSIONS AND AGENCIES AKUNTAN PUBLIK Untuk memenuhi ketentuan peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik dan peraturan Bapepam dan LK No. VIII.A.2 tentang Independensi Akuntan yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal, maka Perseroan telah menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny sebagai Audit Eksternal untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku Penunjukan Akuntan Publik dilakukan berdasarkan berdasarkan rekomendasi dari Dewan Komisaris Perseroan dengan kriteria sebagai berikut: 1. Terdaftar di Bapepam dan LK. 2. Mempunyai reputasi international. 3. Kualitas audit optimal. 4. Ketepatan waktu penyelesaian audit. 5. Honor jasa yang wajar. PUBLIC ACCOUNTANT To comply with the provisions of the Indonesian Minister of Finance regulation No. 17/PMK.01/2008 regarding Public Accountant s Services and the Bapepam and LK rule No. VIII.A.2 regarding Independency of the Accountant Providing Audit Services in Capital Market, the Company has appointed the Public Accountant Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny as its External Audit to audit its Consolidated Financial Statements for the financial year The appointment was based on recommendation from the Company s Board of Commissioners with criteria as follows: 1. Registered with Bapepam and LK. 2. Has international reputation. 3. Optimal quality of audit services. 4. Timely completion of audit services. 5. Reasonable fees. Akuntan Publik yang ditunjuk Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi, Dewan Komisaris maupun pemegang saham Perseroan, yang dapat mengindikasikan adanya benturan kepentingan dan mempengaruhi independensi Akuntan Publik serta para auditornya. Akuntan Publik melaksanakan tugasnya secara independen sesuai standar profesional akuntan publik, perjanjian kerja serta ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. Tahun 2012 merupakan tahun kedua bagi KAP Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny menjadi Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan. Total biaya yang dikeluarkan untuk audit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak-anak perusahaan adalah sebesar Dolar Amerika Serikat (tidak termasuk PT Golden Energy Mines Tbk yang diaudit oleh KAP lain). Selain melakukan audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian, Perseroan juga telah menunjuk KAP Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny untuk melakukan review atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian, Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian dan Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 serta melakukan review atas informasi keuangan proforma Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni None of the Public Accountant appointed by the Company is an affiliate of any member of the Company s Board of Directors, Board of Commissioners or shareholders which may indicate conflict of interests and affect the independency of the Public Accountant and their auditors. Public Accountant performs its duties independently in accordance with the public accountant professional standards, the appointment agreement and the specified scope of audit services. Year 2012 is the second year the Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny serves as the Public Accountant of the Company to audit the Company s Consolidated Financial Statements. Total amount of the fees or the audit of the Consolidated Financial Statements of the Company and its subsidiaries were 67,900 US Dollar (excluding PT Golden Energy Mines Tbk, which was audited by other Public Accountant). In addition to audit the Consolidated Financial Statements, the Company also appointed the Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny Public Accountant to review the Consolidated Statements of Financial Position, Consolidated Statements of Comprehensive Income, Consolidated Statements of Changes in Equity, and Consolidated Statements of Cash Flows for the six-month period ending June 30, 2012 and to review the proforma financial information of the Company for the six-month period ending June 30, ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 105

108 Corporate Governance BIRO ADMINISTRASI EFEK Perseroan telah menunjuk PT Sinartama Gunita sebagai Biro Administrasi Efek sejak tahun 2009 untuk melaksanakan pencatatan kepemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek. PT Sinartama Gunita mempunyai tugas untuk menyampaikan laporan komposisi kepemilikan saham kepada Perseroan selambatnya-lambatnya pada tanggal 10 setiap bulannya. PT Sinartama Gunita juga bertugas untuk membuat Daftar Pemegang Saham Perseroan untuk keperluan RUPS, pembayaran dividen ataupun sewaktu-waktu atas permintaan tertulis dari Perseroan. PT Sinartama Gunita merupakan pihak yang mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan. Total biaya yang dikeluarkan Perseroan untuk jasa yang diberikan oleh PT Sinartama Gunita selama tahun buku 2012 adalah sebesar Rp ,-. SHARE ADMINISTRATION BUREAU The Company has appointed PT Sinartama Gunita as its Share Administration Bureau since 2009 to record the ownership of securities and distribution of securities-related entitlements. PT Sinartama Gunita has duty to report shareholding composition to the Company no later than on the tenth day of each month. This company also has duty to keep List of Shareholders of the Company for GMS, payment of dividends, or such other purposes as requested in writing from time to time by the Company. PT Sinartama Gunita is an affiliated party with the Company. Total of the fees paid by the Company for the services provided by PT Sinartama Gunita for financial year of 2012 was Rp. 50,000,000, ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

109 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan memahami akan pentingnya peran dan kedudukan sumber daya manusia dalam menunjang keberhasilan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Sumber daya manusia merupakan aset terpenting bagi Perseroan karena perannya sebagai subyek pelaksana kebijakan dan kegiatan operasional dalam rangka mewujudkan visi dan misi Perseroan. Perseroan meyakini bahwa kinerja Perseroan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat kompetensi karyawan, serta kondisi lingkungan kerja yang dapat menumbuhkan kenyamanan kerja dan produktivitas kerja. Oleh karena itu Perseroan telah melakukan berbagai upaya meningkatkan kualitas karyawan sehingga mampu berkontribusi signifikan terhadap kinerja Perseroan. Perseroan telah membuat dan menyusun program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan serta melakukan upaya peningkatan fasilitas kerja dan kesejahteraan karyawan. Dengan adanya program pengembangan kualitas sumber daya manusia secara konsisten dan terpadu, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan secara berkala dan berjenjang. HUMAN RESOURCES The Company understands the importance of the role and position of human resources in supporting the success and sustainability of a long term business. Human resource is the most important asset for the Company due to its role as the executor of the policy and operational activities in achieving the vision and mission of the Company. The Company believes that the performance of the Company is influenced by a number of factors such as the competency levels of the employees, and the working environmental condition which could contribute to a conducive working environment and improve working productivity. Therefore, the Company has been making various efforts to improve the quality of the employees so as they are able to contribute significantly to the Company performance. The Company designs and formulates training programs to improve the competencies of its employees and makes an endeavor to improve the employees working facility and welfare. With a consistent and integrated human resources quality development program, it is expected that it could enhance the knowledge, skills, and attitude of the employees gradually and in stages. JUMLAH KARYAWAN Jumlah karyawan Perseroan per 31 Desember 2012 adalah 626 orang yang tersebar di kantor pusat dan pabrik-pabrik. Jumlah karyawan Perseroan dan anak-anak perusahaan secara keseluruhan per 31 Desember 2012 adalah sebanyak orang. Ketersediaan sumber daya manusia berkualitas diawali dari sistem penerimaan dan seleksi calon karyawan yang baik. Oleh karena itu, Perseroan telah menerapkan sistem yang efektif untuk mengoptimalkan pemilihan personil yang tepat untuk posisi yang tepat. Perseroan melakukan rekrutmen dan seleksi karyawan secara terukur sesuai dengan fungsi dengan memperhatikan kebutuhan Perseroan. Proses seleksi calon karyawan dilakukan dengan dengan tes tertulis dan wawancara. Setelah menjadi karyawan, Perseroan juga melakukan pengkajian dan evaluasi atas kinerja karyawan tersebut. Perseroan selalu memperhatikan standar kualitas karyawannya agar Perseroan dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Profil karyawan Perseroan per tanggal 31 Desember 2012 ditunjukkan dalam diagram sebagai berikut: TOTAL NUMBER OF EMPLOYEES The total number of Company s employees as of December 31, 2012 was 626 people spread out over the head office and the plants. The total number of all Company and subsidiaries employees as of December 31, 2012 was 1,497 people. The availability of quality human resources starts from a good recruitment and selection system. Therefore, the Company has implemented an effective system to optimize the right personnel selection for the right position. The Company conducts a measurable employees recruitment and selection in accordance with the function subject to the Company s requirements. The selection process for prospective employees is conducted through written test and interview. After the employees have been recruited, the Company also reviews and evaluates the employees performance. The Company always pays attention to the quality of their employees in order that the Company could achieve the targets that have been set out. Employee profiles of the Company as of December 31, 2012 are shown in the following diagram: ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 107

110 Berdasarkan Status Kerja / Based on Work Status 11% 89% Tetap / Permanent Kontrak / Contract : 559 : 67 Total : 626 Berdasarkan Usia / Based on Age 34% 8% < 30 Tahun / Years 35% Tahun / Years Tahun / Years > 50 Tahun / Years : 216 : 146 : 215 : 49 23% Total : 626 Berdasarkan Pendidikan / Based on Education 13%1% 5% 81% < SMU Diploma S1 > S2 : 509 : 28 : 83 : 6 Total : ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

111 Company Profile Management Reports and Profile Management Discussion and Analysis Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility Berdasarkan Posisi / Based on Position 58% 4% 38% Non-Staff : 364 Staff : 238 Manager : 24 Total : 626 Berdasarkan Jenis Kelamin / Based on Gender 4% 94% Laki-laki / Male Perempuan / Female Total : 588 : 38 : 626 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 109

112 Corporate Governance PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menyadari pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia dimana setiap karyawan merupakan aset penting bagi keberhasilan dan kesinambungan kinerja Perseroan. Untuk itu Perseroan melakukan pembinaan secara terencana dan berkesinambungan yang meliputi aspek pengembangan diri, perspektif bisnis dan manajemen, serta pengetahuan teknis. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan untuk meningkatkan motivasi serta mengupayakan profesionalisme, selama tahun 2012 Perseroan telah mengeluarkan biaya sebesar Dolar Amerika Serikat untuk berbagai macam program pelatihan dan pendidikan internal dan eksternal yang disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan Perseroan. Diharapkan setiap karyawan dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap kemajuan dan pertumbuhan Perseroan. Perseroan memberikan kesempatan yang sama kepada para karyawan untuk mengikuti pelatihan. Selama tahun 2012 program pelatihan yang diadakan dan diikuti oleh karyawan Perseroan baik secara internal maupun eksternal antara lain menyangkut: 1. Pengembangan Kepribadian: Characters and Habits. Service Excellence. 2. Perspektif Bisnis dan Manajemen: Local Area Network and Wide Area Network. Inventory and Material Management. International Energy Business. Tax Update. Risk Management. Public Affair Management. Fundementals of HR Management. 3. Pengetahuan Teknis: Occupational Safety and Health. Understanding ISO Boiler Operation. Water Treatment. Safety Inspection and Accident Investigation. Gas Turbine Control and Protection. Steam Engineering. Fundamental of Steam Turbine. Power and Steam Generation. Fundamental of Boiler. Crane Operation. HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT The Company is aware of the importance of human resources competency development where each employee is an important asset for the success and sustainability of Company s performance. For this purpose, the Company conducts well-planned and sustainable enhancement programs covering self-development aspect, business and management perspective, as well as technical knowledge. With the aim of improving the quality of human resources and enhancing the motivation and achieving professionalism, during the year 2012 the Company spent 16,605 US Dollar on various internal and external education and training programs which were carried out in line with the requirements of the employees and the Company. It is expected that each employee could give his/her optimal contributions towards the progress and growth of the Company. The Company provides equal opportunity to the employees to participate in the training. The training programs in year 2012 of which the employees participated covered among others: 1. Personal Development: Characters and Habits. Service Excellence. 2. Business and Management Prespective: Local Area Network and Wide Area Network. Inventory and Material Management. International Energy Business. Tax Update. Risk Management. Public Affairs Management. Fundementals of HR Management. 3. Technical Knowledge: Occupational Safety and Health. Understanding ISO Boiler Operation. Water Treatment. Safety Inspection and Accident Investigation. Gas Turbine Control and Protection. Steam Engineering. Fundamental of Steam Turbine. Power and Steam Generation Fundamental of Boiler. Crane Operation. 110 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

113 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility KESEJAHTERAAN KARYAWAN Perseroan senantiasa memperhatikan kesejahteraan karyawan. Selain pemberian gaji, Perseroan juga memberikan tunjangan kepada karyawan, program Jamsostek, bantuan kesehatan, asuransi kecelakaan, tunjangan pulsa telepon, cuti tahunan dan insidental. Penentuan gaji karyawan dilakukan dengan pertimbangan tanggung jawab dan jabatan, kondisi pasar tenaga kerja, dan kualifikasi individu. Perseroan juga menerapkan sistem manajemen sumber daya manusia berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan, adil dan bebas dari diskriminasi Suku, Agama, dan Ras (SARA). Setiap karyawan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh kompensasi, pendidikan dan promosi sesuai dengan kompetensi dan kontribusi masing-masing. Perseroan juga memiliki Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan Perusahaan untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara manajemen dan karyawan yang secara garis besar mengatur hal-hal berikut: 1. Hubungan kerja seperti tata cara penerimaan karyawan, status karyawan, pengangkatan karyawan tetap, promosi, mutasi atau demosi. 2. Kehadiran, waktu kerja normal, kerja lembur, absensi karyawan, dan cuti tanggungan perusahaan. 3. Pengupahan seperti sistem penggajian, struktur gaji, PPh 21, Jamsostek, dan kenaikan gaji. 4. Benefit karyawan seperti rawat jalan, rawat inap, persalinan, kacamata, pemeriksaan kesehatan berkala, pakaian seragam, peralatan keselamatan kerja, dan bantuan sosial. 5. Tata tertib karyawan baik meliputi tata tertib umum, citra dan rahasia perusahaan, disiplin Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3), disiplin kehadiran, berikut sanksi atas pelanggaran tata tertib tersebut. 6. Pemutusan hubungan kerja, baik mengenai jenis pemutusan hubungan kerja, tata cara pemutusan hubungan kerja, dan kompensasi pemutusan hubungan kerja. EMPLOYEE WELFARE The Company constantly gives attention to employees welfare. In addition to salary, the Company also provides allowances to the employees such as Employees Social Security Program (Jamsostek), health benefit, accident insurance, mobile phone credit allowance, annual leave as well as for incidental leave. Employee salary is determined in consideration of their responsibilities and positions, labor market condition, and individual qualifications. The Company also implements human resources management system based on the principles of transparancy, fairness and free from Ethnicity, Religion, and Race (SARA) discrimination. Each employee has an equal opportunity to obtain compensation, education and promotion according to their respective competency and contribution. The Company also has a Collective Labor Agreement and Company Regulation to create a harmoniuous working relationship between the management and employees which, in summary, covers the following matters: 1. Working relationship such as employee recruitment procedure, employee status, appointment of permanent employee, promotion, transfer or demotion. 2. Attendance, normal working hours, overtime, absenteeism, and leave. 3. Remuneration, such as payroll system, salary structure, Individual Income Tax (PPh 21), Employees Social Security Program (Jamsostek), and salary increase. 4. Employee benefits such as out-patient, in-patient, maternity, glasses, periodical health check-up, uniform, work safety equipment, and social assistance. 5. Employee regulations that include general rules, the Company s image and confidentiality, discipline of Occupational Safety and Health (OSH), attendance discipline, including sanction on the violation of those rules. 6. Termination of employment that includes the type of termination of employment, procedures for termination of employment and compensation for termination of employment. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 111

114 Corporate Governance KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HIDUP Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik dan uap, pertambangan batubara, perdagangan, dan infrastruktur, Perseroan mengutamakan dan memperhatikan akan faktor Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH). Untuk itu, Perseroan menetapkan perlunya seluruh karyawan Perseroan beserta anak-anak perusahaan untuk memahami dan melaksanakan pedoman K3LH secara ketat dan konsisten di seluruh lingkungan kerja. Perseroan selalu berkomitmen menerapkan peraturan K3LH sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia kepada seluruh karyawan, kontraktor, sub kontraktor maupun pemasoknya. Perseroan menganggap bahwa K3LH merupakan salah satu instrumen penting dalam meraih tujuan jangka pendek dan jangka panjang Perseroan. Perseroan berkomitmen menyediakan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan dan pihak ketiga yang terlibat dalam kegiatan usahanya. Perseroan berupaya penuh terhadap K3LH dengan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan menetapkan sasaran K3LH yang terukur dan melakukan manajemen risiko untuk mengidentifikasi setiap kemungkinan bahaya yang timbul di lingkungan kerja Perseroan. Peraturan utama K3LH di Perseroan berfokus kepada pencegahan terhadap kecelakaan berat dengan risiko kematian. Untuk memenuhi komitmen ini, Perseroan memelihara lingkungan kerja dan selalu menerapkan praktek serta kondisi kerja yang aman serta selalu berusaha keras menekan semua kemungkinan yang dapat membahayakan. Penetapan target K3LH ditinjau ulang secara periodik. Perseroan juga mendorong anak-anak perusahaannya untuk meningkatkan manajemen K3LH demi menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi semua pihak. Dalam hal lingkungan hidup, Perseroan mewajibkan setiap anak-anak perusahaannya untuk menjaga dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, hijau, asri, dan nyaman. Perseroan dan anak perusahaannya terus berupaya meminimalisasi setiap dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan usahanya. Hal ini penting untuk mencapai produktivitas dan hasil. OCCUPATIONAL SAFETY, HEALTH AND ENVIRONMENT As the company is engaged in the field of power and steam generation, coal mining, trading, and infrastrcture, the Company gives priority and pays attention to the Occupational Safety, Health and Environment (OSHE) factors. For this purpose, the Company deems it necessary that all employees of the Company together with its subsidiaries understand and implement the OSHE guidance strictly and consistently throughout the working environment. The Company is always committed to implement the OSHE regulation in accordance with the prevailing laws and regulations in Indonesia to all employees, contractors, subcontractors as well as its suppliers. The Company considers that OSHE is one of the important instruments in achieving short term and long term objectives of the Company. The Company is committed to provide a safe and healthy environment to all employees and the third parties involved in its business activities. The Company has made its best endeavour in implementing OSHE by complying with the prevailing laws and regulations. The Company defines a measurable OSHE target and implements risk management to identify any possible hazard occurring within the Company s working environment. The main focus of OSHE Regulation in the Company is to prevent serious accident with the risk of death. To fulfill this commitment, the Company maintains work environment and always implements safe practice and working condition and keeps making its best efforts to minimize any possible hazardous events. The basis in determining OSHE target is reviewed periodically. The Company has also encouraged its subsidiaries to enhance OSHE management in order to create a safe working environment for all parties. In terms of environment, the Company requires each of its subsidiary companies to maintain and create a healthy, green, pleasant and comfortable working environment. The Company and its subsidiaries keep making the efforts to minimize every negative impact which may potentially be caused by its business activities. This is important to achieve productivity and produce results. SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL Perseroan memiliki sistem pengendalian internal yang efektif untuk melindungi investasi pemegang saham dan aset Perseroan. Sistem pengendalian internal Perseroan INTERNAL CONTROL SYSTEM The Company has an effective internal control system to protect the investment of shareholders and assets of Company. The Company s internal control system covers 112 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

115 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility 113

116 Corporate Governance mencakup identifikasi, analisis, dan manajemen risiko. Perseroan menyadari bahwa kerangka tersebut dirancang untuk menanggulangi risiko dan bukan meniadakan risiko. Oleh karena itu, sistem ini tidak memberikan jaminan yang mutlak terhadap kemungkinan tidak terjadinya kesalahan atau kehilangan yang bersifat material. Sistem pengendalian internal Perseroan mencakup risiko finansial, operasional, sosial, dan lingkungan, serta ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Perseroan menyadari bahwa keseluruhan sistem pengendalian internal yang baik dan komprehensif dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kinerja operasional Perseroan. Sistem pengendalian internal Perseroan dapat memberikan jaminan dan pengawasan yang independen serta obyektif untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan kinerja operasional Perseroan secara berkelanjutan. Pengawasan dan pengendalian internal membantu Perseroan dalam mencapai tujuannya dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian internal serta proses Tata Kelola Perusahaan. Sistem pengendalian internal Perseroan mencakup antara lain mengenai: 1. Pengawasan pelaksanakan pengendalian yang efektif melalui evaluasi efektivitas dan efisiensinya. 2. Pengawasan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku. 3. Pengelolan manajemen risiko usaha Perseroan. 4. Pengendalian mutu dan upaya peningkatan secara berkesinambungan. Dengan adanya sistem pengendalian internal maka diharapkan informasi mengenai keuangan dan operasional Perseroan yang akan disampaikan dapat diandalkan dan memiliki integritas, serta oeprasional usaha dilaksanakan secara efisien dan mencapai hasil yang efektif. Selain itu, tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh Perseroan akan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. identification, analysis, and risk management. The Company is aware that the framework is designed to overcome risks and not to eliminate the risks. Therefore, this system does not provide an absolute guarantee against the possibility of material errors or losses. The Company s internal control system includes financial, operational, social, and environmental risks, as well as the prevailing laws and regulations. The Company is aware that a good and comprehensive internal control system may improve the effectiveness and efficiency of the Company s operational performance. The Company s internal control system may provide an independent and objective security and supervision which may provide added values and improve the Company s operational performance in a sustainable manner. The Supervision and internal control would assist the Company in achieveing its objectives by evaluating and improving the effectiveness of risk management, internal control and process of Corporate Governance. The Company s internal control system covers among others the following: 1. Supervision in the implementation of effective control through evaluation on its effectiveness and efficiency. 2. Supervision on the compliance with the prevailing laws and regulations. 3. Company business risk management. 4. Quality control and continuous efforts for the improvement. With internal control system in place, it is hoped that the information provided regarding Company s finance and operation is reliable and has the integrity and business operation is conducted efficiently and effectively. Additionally, any action and decision made by the Company will be in accordance with the provisions of the prevaling laws and regulations. EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL Untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan sistem pengendalian internal, maka Perseroan memiliki Audit Internal, yang bertanggung jawab kepada Presiden Direktur Perseroan dan secara fungsional juga melapor kepada Komite Audit. Audit Internal yang memiliki posisi EVALUATION ON THE EFFECTIVENESS OF INTERNAL CONTROL SYSTEM To supervise and evaluate the implementation of internal control system, the Company has an Internal Audit, which reports to the President Director of the Company and functionally also reports to the Audit Committee. Internal Audit having an independent position conducts a 114 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

117 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility yang independen melakukan peninjauan terhadap kerangka pengendalian internal Perseroan secara berkala dan sistematik serta memberikan keyakinan yang cukup bahwa Perseroan memiliki kerangka pengendalian internal yang memadai dan kerangka tersebut telah diterapkan serta dijalankan secara efektif. Manajemen Perseroan juga merancang dan memelihara sistem pengendalian internal yang memenuhi syarat guna memberikan tingkat keyakinan Direksi bahwa aset Perseroan telah dilindungi, risiko bisnis yang dihadapi dapat diidentifikasi, dievaluasi dan dikelola selayaknya, transaksi penting dilaksanakan sesuai dengan kewenangan manajemen. Hasil evaluasi atas pelaksanaan sistem pengendalian internal Perseroan menjadi acuan Perseroan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan sistem dan kebijakan yang dijalankan oleh manajemen Perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional Perseroan. review on the Company internal control framework periodically and systematically and provides sufficient confidence that the Company has a sufficient internal control framework and the framework has been implemented and undertaken effectively. The Company s management has also designed and maintained an internal control system that meets the requirements to provide a level of confidence for the Directors that the Company s assets have been protected, business risks are able to be identified, evaluated and managed properly, important transactions are implemented in accordance with management authorization. The outcome of the evaluation on the implementation of Company s internal control system will be made as a reference for the Company to improve and enhance the system and policy applied by Company s management in carrying out Company s operational activities. SISTEM MANAJEMEN RISIKO Sistem manajemen risiko adalah serangkaian aktivitas yang terkoordinasi untuk mengarahkan dan melakukan kontrol terhadap risiko perusahaan. Proses manajemen risiko adalah penerapan aktivitas sistematis yang menjadi bagian integral dari manajemen Perseroan sesuai dengan proses bisnis Perseroan. Perseroan menyadari bahwa untuk mengurangi dampak negatif risiko usaha yang timbul dapat bergantung pada bagaimana cara Perseroan mengelola risiko. Upaya meminimalkan dampak risiko terhadap modal dan pendapatannya dilakukan Perseroan dengan melakukan kegiatan pengelolaan risiko melalui serangkaian proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan bisnis. Perseroan menggunakan pendekatan yang proaktif dan sistematis untuk mengelola risiko dan terus meningkatkan kemampuan manajemen Perseroan dari waktu ke waktu. Pengelolaan risiko dilakukan dengan melakukan evaluasi dan mengidentifikasi serta mengurutkan semua risiko yang signifikan, termasuk menentukan pengendalian yang tepat untuk mengatasi risiko secara berkelanjutan. Perseroan melakukan penanganan secara fungsional untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul. Perseroan menganggap bahwa risiko merupakan bentuk ketidakpastian atas berbagai aktivitas usaha dalam bisnis yang melekat pada produk atau jasa. Risiko juga terkait erat dengan kemungkinan munculnya biaya, sebagai bentuk kerugian akibat ketidakpastian suatu peristiwa. RISK MANAGEMENT SYSTEM Risk management system is a series of coordinated activities to direct and control company s risks. The process of risk management is the implementation of systematic activities which is an integral part of Company management according to the Company s business process. The Company is aware that in reducing the negative impacts of business risks that may occur, it would depend on how the Company manages the risks. The efforts to minimize the impacts of the risks against capital and revenues are made by the Company by conducting risk management activities through a series of planning, implementation, supervisory, and control processes on business activities. The company uses a proactive and systematic approach in managing risks and continuously improves the capacity of Company management from time to time. Risk management is conducted by evaluation and identification and by listing all significant risks, including determining the right control to overcome the risks continuously. The company handles the risks functionally to minimize the negative impact that may occur. The Company considers that risk is a form of uncertainty of various business activities in the business attached to the products or services. Risks are also closely related to the possibibility of costs to be incurred, as a form of loss due to the uncertainty of an event. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 115

118 Corporate Governance RISIKO USAHA Risiko usaha adalah bagian tak terpisahkan dalam setiap kegiatan usaha. Risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yang beberapa di antaranya berada di luar kendali Perseroan. Risiko usaha ini dapat mempengaruhi kegiatan operasional Perseroan. Jenis-jenis risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan sebagai berikut: BUSINESS RISKS Business risks are integral parts of any business activity. Business risks faced by the Company may be caused by a number of factors, some of which are beyond the Company s control. Business risks may influence the Company s operational activities. The types of business risks faced by the Company are as follows : A. RISIKO PASAR 1. RISIKO FLUKTUASI HARGA BATUBARA YANG SIGNIFIKAN Pendapatan Perseroan dan anak-anak perusahaan sangat bergantung pada hasil penjualan batubara yang ditentukan oleh harga batubara. Harga batubara yang dijual oleh anak-anak perusahaan ditentukan oleh berbagai faktor di luar kendali Perseroan seperti harga batubara dunia, yang dapat berfluktuasi secara signifikan mengikuti hukum permintaan penawaran batubara, pola konsumsi batubara dari industri-industri yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama, keadaan cuaca, masalah distribusi, ketersediaan pasokan batubara dari produsen batubara lainnya, ketersediaan bahan bakar dan bahan bakar alternatif, perkembangan teknologi, dan faktor ketenagakerjaan. A. MARKET RISKS 1. RISK OF SIGNIFICANT COAL PRICE FLUCTUATION Revenues of the Company and its subsidiaries depend much on the proceeds from coal sales determined by the coal price. The coal price applied by the subsidiaries is determined by a number of factors beyond the control of the Company such as world coal price, which could fluctuate significantly following the law of supply and demand, the pattern of coal consumption of the industries using coal as its main fuel, weather condition, distribution issues, availability of coal supply from other coal producers, availabilty of fuel and alternative fuel, technology development, and employment factors. 2. RISIKO PENURUNAN KUALITAS BATUBARA GLOBAL Anak-anak perusahaan menjual batubara sesuai dengan spesifikasi kualitas tertentu yang ditentukan sesuai dengan perjanjian penjualan dengan pelanggan. Kualitas batubara yang diproduksi anak-anak perusahaan dapat menurun seiring dengan habisnya cadangan di beberapa wilayah operasi pertambangan. Penurunan kualitas batubara tersebut dapat mengakibatkan penurunan harga penjualan batubara. 2. RISK OF DECLINE IN COAL QUALITY The subsidiaries sell coal in accordance with a certain specification on quality which is determined under the sales agreement with the customers. The coal quality produced by the subsidiaries may decline along with the diminishing reserve in some areas of mining operation. The decline of coal quality may cause declining of coal price. 3. RISIKO KELEBIHAN PASOKAN BATUBARA Pertumbuhan pasar batubara dunia dan peningkatan permintaan dunia atas batubara telah menarik pemain-pemain baru dalam industri tersebut serta mendorong perkembangan tambang-tambang baru dan perluasan tambang-tambang yang telah ada di berbagai negara yang kesemuanya mengakibatkan peningkatan 3. RISK ON EXCESS OF COAL SUPPLY The world coal market growth and the increasing world demand in coal has attracted new players in the industry and encouraged the development of new minings and expansion of the existing mining in various countries all of which cause the expansion of global coal production capacity. The growth rate and excessive global coal supply 116 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

119 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility kapasitas produksi batubara global. Peningkatan laju pengembangan dan kelebihan pasokan batubara secara global dimasa depan dapat menurunkan harga batubara global dan harga jual batubara. in the future may reduce global coal price and coal selling price. B. RISIKO OPERASIONAL 1. RISIKO KETERGANTUNGAN PERSEROAN TERHADAP ANAK-ANAK PERUSAHAAN Saat ini, sebagian besar pendapatan Perseroan sebagian besar diperoleh dari kegiatan usaha anak-anak perusahaan. Oleh karena itu, kondisi keuangan Perseroan amat bergantung pada kinerja keuangan dan kebijakan dividen dari anak-anak perusahaan. Gangguan pada kegiatan usaha atau perubahan kebijakan dividen oleh anak-anak perusahaan atau pembatasan kemampuan anak-anak perusahaan untuk mendistribusikan dividen sebagai akibat perjanjian tertentu dapat berpengaruh pada kondisi keuangan Perseroan. B. OPERATIONAL RISKS 1. RISKS ON COMPANY DEPENDENCY ON SUBSIDIARIES At present, most of the Company s revenues are obtained from the activities of subsidiaries. Therefore, the Company s financial condition depends much on the financial performance and the dividend policy of subsidiaries. Interruption on business activities or change of dividend policy by subsidiaries or restriction of subsidiaries capacity to distribute dividends as a result of a certain agreement may affect the Company s financial condition. 2. RISIKO KETERGANTUNGAN PERSEROAN PERUSAHAAN TERHADAP KARYAWAN KUNCI Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan membutuhkan dukungan para karyawan kunci dan/atau manajemen senior tertentu yang memiliki keahlian khusus, termasuk para anggota Direksi. Dalam hal Perseroan kehilangan karyawan kunci dan/atau manajemen senior, dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan. 2. RISKS OF DEPENDENCY OF COMPANY ON KEY EMPLOYEES In undertaking its business activities, the Company requires the support of key employees and/or certain senior management who have special expertise, including the members of Board of Directors. In the event the Company loses its key employees and/or senior management, it may give negative impacts on the financial condition, operational results and business prospect of the Company. 3. RISIKO SISTEM DAN TEKNOLOGI Risiko sistem dan teknologi timbul sebagai akibat adanya proses penyimpangan atau ketidaksesuaian sistem dan teknologi dalam kegiatan operasional. Risiko sistem dan teknologi dapat disebabkan karena ketiadaan suku cadang pengganti, usia mesin yang terus bertambah menyebabkan kemampuan mesin berkurang, dan perkembangan teknologi yang tidak selalu dapat diikuti Perseroan dan anak-anak perusahaan. 3. RISK OF SYSTEM AND TECHNOLOGY Risk of system and technology occurs due to deviation or unsuitability of the system and technology in the operational activities. Risk of system and technology may be due to the non-availability of replacement spare parts, obsolete machinery causing the declining capacity of the machinery, and inability to keep up with the technology development by the Company and its subsidiaries. C. RISIKO HUKUM DAN PERIJINAN 1. RISIKO HUKUM Risiko hukum meliputi adanya ketidakpastian berkenaan dengan penerapan peraturan perundangan yang berlaku. Perseroan tidak dapat memastikan ada atau tidak adanya C. LEGAL AND LICENSE RISKS 1. LEGAL RISKS Legal risks include uncertainty in applying the prevailing laws and regulations. The Company is not sure whether or not there will be changes in the laws and regulations which ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 117

120 Corporate Governance kemungkinan diterbitkan perubahan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dan/atau yang mempengaruhi industri yang dilakukan oleh Perseroan dan anak-anak perusahaan di Indonesia di kemudian hari. are relevant and/or can affect the industries which are engaged by the Company and its subsidiaries in Indonesia in the future. 2. RISIKO PERIJINAN Kegiatan pertambangan batubara di Indonesia secara umum tunduk dan diatur oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Pemerintah Daerah dimana wilayah pertambangan berada. Anak-anak perusahaan merupakan pemegang IUP Eksplorasi dan IUP Pengangkutan dan Penjualan. Anak-anak perusahaan memiliki hak untuk melakukan pertambangan batubara yaitu melalui IUP maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Pengakhiran atau pembatalan atau pembatasan IUP dan/atau PKP2B dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan. Selain itu risiko juga dapat timbul akibat tidak diperolehnya atau tertundanya perolehan perijinan yang mencakup kegiatan usaha yang digeluti oleh Perseroan. 2. LICENSING RISKS Coal mining activities in Indonesia generally are subject to and governed by the Indonesian Government through the Ministry of Energy and Mineral Resources, Ministry of Forestry, Ministry of Environment, Capital Investment Coordinating Board (BKPM) and Regional Government where the mining area is located. Subsidiaries are the holders of Mining Licenses (IUP) in the Exploration, Transportation and Sales. Subsidiaries have the right to exploit the coal mining through IUP or Coal Contracts of Work (CCoW). The termination or cancellation or restriction of IUP and/or CCoW may give a negative impact on business activities, financial condition, operational results, and business prospects of the Company. Additionally, the risk may also occur due to unobtainable license or due to the delay in obtaining licenses for the business activities undertaken by the Company. D. RISIKO FINANSIAL 1. RISIKO PERUBAHAN KONDISI EKONOMI REGIONAL ATAU GLOBAL Krisis ekomoni global dapat menyebabkan penurunan ketersediaan dana pinjaman, penurunan investasi asing secara langsung, kegagalan institusi keuangan global, penurunan nilai pada pasar saham global dan regional, melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi global dan penurunan permintaan terhadap beberapa komoditas. Krisis ekonomi yang terjadi baik secara global, regional, ataupun nasional dapat mempengaruhi permintaan dan harga produk yang pada akhirnya berdampak pada kinerja Perseroan. D. FINANCIAL RISKS 1. RISK ON THE CHANGE OF REGIONAL AND GLOBAL ECONOMIC CONDITION Global economic crisis may cause a decline in the availability of funds for loan, decline in direct foreign investments, failure of global financial institutions, declining value in the global and regional stock markets, the slowing down of global economic growth and reduced demand for several commodities. The economic crisis occuring globally, regionally as well as domestically may affect the demand and price of products which eventually will affect the Company s performance. 2. RISIKO SUKU BUNGA Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko suku bunga terhadap Perseroan terutama terkait dengan hutang kepada bank. 2. RISKS OF INTEREST Risk of interest is the risk where fair value or contractual cash flow in the future of a financial instrument will be affected by a change of market interest. Risks of interest on the Company in particular are those related to bank loan. 118 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

121 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility 3. RISIKO MATA UANG Kinerja keuangan Perseroan dapat dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang lain yang timbul dari transaksi operasionalnya. Risiko tersebut timbul karena transaksi yang bersangkutan dilakukan oleh Perseroan menggunakan mata uang selain mata uang Dolar Amerika Serikat. 3. RISKS OF CURRENCY The Company s financial performance may be affected by the change of US Dollar exchange rate against other currencies arising from its operational transaction. The risk occured due to the relevant transaction made by the Company using currencies other than US Dollar currency. E. RISIKO ALAM Perubahan kondisi alam, curah hujan yang tinggi termasuk bencana alam dapat memperlambat dan menghambat kegiatan operasional Perseroan dan anak-anak perusahaan. Risiko alam dapat menyebabkan keterlambatan pekerjaan pertambangan, kegagalan peralatan pertambangan dan banjir di sekitar lokasi pertambangan maupun di jalur angkutan batubara yang pada akhrinya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan dan anak-anak perusahaan. E. NATURAL RISK Change of natural conditions, high rainfall including natural disasters may slow down the operational activities of the Company and its subsidiaries. Natural risks may delay mining works, failure of mining equipment and flood around the mining sites as well as in coal transportation tracks which eventually may give negative impacts on business activities, financial conditons, and business prospects of the Company and its subsidiaries. CARA PENGELOLAAN RISIKO USAHA Beberapa upaya yang dilakukan oleh Perseroan untuk melakukan pengelolaan terhadap risiko usaha yang dapat dihadapi oleh Perseroan sebagai berikut: METHODS TO MANAGE BUSINESS RISKS Some efforts made by the Company in managing the business risks faced by the Company are as follows: A. RISIKO PASAR Perseroan memiliki portfolio bisnis yang cukup beragam untuk meminimalisasi risiko pasar dari produk atau jasa tertentu. Selain itu, pendapatan usaha Perseroan dan anak-anak perusahaan merupakan kombinasi dari pendapatan yang relatif bersifat tetap dan pendapatan yang bersifat fluktuatif seiring dengan kondisi pasar. A. MARKET RISKS The Company has various business portfolio to minimize market risks from certain products or services. In addition, revenues of the Company and its subsidiries are combination from revenues which relatively fixed and revenues which fluctuates in accordance with the market conditons. B. RISIKO OPERASIONAL Perseroan senatiasa mendorong dan mendukung perkembangan usaha anak-anak perusahaan melalui pengembangan pasar, peningkatan kapasitas produksi dan distribusi sehingga dapat meningkatkan kondisi keuangan anak-anak perusahaan. Perseroan juga terus mengembangkan kompetensi dan mempertahankan karyawan kunci yang mempunyai peran penting dan kemampuan tinggi dalam menunjang keberhasilan kinerja Perseroan. Selain itu, Perseroan mendukung program pengembangan karyawan melalui B. OPERATIONAL RISKS The Company has encouraged and supported the subsidiaries business development through market development, increase of production capacity and distribution so that the subsidiaries could improve their financial condition. The Company has also been developing competencies and retaining key employees who play important roles and are highly competent in supporting the success of Company s performance. Additionally, the Company has supported employee development programs through ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 119

122 Corporate Governance berbagai pelatihan dan pendidikan untuk dapat mingikuti perkembangan sistem dan teknologi. various trainings and educations to be able to keep abreast with the system and technology development. C. RISIKO HUKUM DAN PERIJINAN Perseroan melakukan antisipasi terhadap risiko hukum dan perijinan dengan melakukan upaya koordinasi dan klarifikasi dengan pihak-pihak regulator dan yang berwenang terutama terkait masalah perijinan. Perseroan dan anak-anak perusahaan terus berupaya memastikan mendapatkan seluruh perijinan yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya termasuk dalam memenuhi peraturan perundangan yang berlaku secara penuh agar dapat menghindari permasalahan hukum yang dapat berdampak pada kinerja Perseroan. C. LEGAL AND LICENSING RISKS The Company has anticipated the legal and licensing risks by seeking coordination and clarification with the regulatory parties and the authorities particularly those related to licensing issues. The Company and its subsidiaries are continuously making efforts to ensure that all licenses required to perform its operational activities are obtained including compliance with the prevailing laws and regulations in order to prevent any legal issue that may affect the Company s performance. D. RISIKO FINANSIAL Untuk meminimalkan risiko finansial, Perseroan secara aktif melakukan pemantauan perubahan kondisi pasar keuangan secara global, regional, dan nasional. Selain itu, Perseroan mengelola beban bunga melalui kombinasi hutang dengan suku bunga tetap dan suku bunga variabel. Perseroan juga terus berupaya untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal dengan tingkat bunga yang menguntungkan bagi Perseroan. D. FINANCIAL RISKS To minimize financial risks, the Company has been actively monitoring the changes in global, regional, and national financial markets. In addition, the Company has managed interest expense through a combination of debt with fixed interest rate and variable interest rate. The Company has also been making continued efforts to obtain optimal funding sources with an interest rate profitable to the Company. E. RISIKO ALAM Untuk meminimalkan risiko alam, Perseroan dan anak-anak perusahaan mengasuransikan aset yang dimilikinya. E. NATURAL RISKS To minimalize natural risks, the Company and its subsidiaries insure their assets. EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN RISIKO Audit Internal juga bertanggung jawab melakukan peninjauan terhadap efektivitas sistem manajemen risiko Perseroan. Efektivitas manajemen risiko dapat dinilai dari cara meminimalkan risiko dan faktor-faktor pemicu risiko yang dapat terjadi, dan membangun budaya sadar risiko bagi seluruh manajemen dan karyawan Perseroan. Kebijakan sistem manajemen risiko disosialisasikan kepada semua pihak dalam Perseroan dan menjadi dasar untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan berorientasi kepada pengelolaan risiko secara tepat dan optimal guna menurunkan tingkat risiko Perseroan. Perseroan melakukan tinjauan ulang atas risiko yang teridentifikasi pada tahun-tahun sebelumnya sekaligus EVALUATION ON THE EFFECTIVENESS OF RISK MANAGEMENT SYSTEM Internal Audit is also responsible to review the effectiveness of Company s risk management system. The effectiveness of risk management may be assessed by minimizing the risks and factors triggering the risks that may occur, and developing the culture of risk awareness for all management and employees of the Company. The policy on risk management system is disseminated to all parties in the Company and should become the basis to perform their duties and responsibilities which are oriented to a suitable and optimal risk management to lower the level of risks to the Company. The Company reviews the risks identified in the previous years and at the same time indentify potential risks that 120 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

123 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility melengkapi dengan berbagai risiko yang mungkin timbul akibat perubahan lingkungan internal maupun eksternal. Perseroan juga melakukan analisis terhadap langkah-langkah yang telah diambil dan kecukupan pengendalian internal atas risiko-risiko tersebut. Perseroan berupaya untuk terus mengkaji dan menyempurnakan kemampuan untuk mengelola risiko-risiko baru yang berpotensi timbul di kemudian hari. may occur due to changes in the internal and external environment. The Company also conducts analysis on the measures that have been taken and the adequacy of internal control on such risks. The Company is making efforts to continuously study and improve the capacity to manage new potential risks that may occur in the future. KODE ETIK DAN BUDAYA PERUSAHAAN CODE OF ETHICS AND CORPORATE CULTURE KODE ETIK PERUSAHAAN Kode Etik merupakan bagian dari implementasi Tata Kelola Perusahaan yang dilakukan oleh Perseroan, karena untuk mencapai keberhasilan dalam jangka panjang, pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan perlu dilandasi oleh integritas yang tinggi. Kode Etik Perusahaan merupakan pedoman perilaku yang menjadi acuan bagi seluruh manajemen Perseroan untuk menerapkan nilai-nilai perusahaan dalam melaksanakan kegiatan bisnis. Penerapan Kode Etik juga menjadi bagian dari pengembangan Budaya Perusahaan. Kode Etik Perusahaan mengatur dasar-dasar dan pedoman perilaku setiap bagian Perseroan dalam menegakkan etika dan standar perilaku. Pedoman perilaku tersebut dibagi menjadi 4 bidang hubungan sebagai berikut: COMPANY S CODE OF ETHICS Code of Ethics is part of the implementation of Corporate Governance conducted by the Company, because to achieve a long term success, Corporate Governance should be based on high integrity. The Company s Code of Ethics provides code of conduct which will be the reference for all Company management to apply corporate values in undertaking business activities. The implementation of Code of Ethics will also be part of the development of a Corporate Culture. The Company s Code of Ethics governs the basis and code of conduct for each part of the Company in enforcing ethics and standard of conduct. The code of conduct is divided into 4 areas of relationship as follows: 1. HUBUNGAN PERSEROAN DENGAN PEMERINTAH Perseroan wajib memastikan pemenuhan kepatuhan peraturan perundang yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan. 1. RELATIONSHIP OF THE COMPANY WITH THE GOVERNMENT The Company should ensure compliance with the prevailing laws and regulations in undertaking its business activities. 2. HUBUNGAN PERSEROAN DENGAN KARYAWAN Perseroan wajib memperhatikan serta berupaya meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan memperlakukan karyawan secara adil tanpa membedakan Suku, Agama, dan Ras (SARA). Sebaliknya karyawan wajib menjunjung tinggi nama baik Perseroan, menjaga kepercayaan yang diberikan dan mengutamakan kepentingan Perseroan. 2. RELATIONSHIP OF THE COMPANY WITH THE EMPLOYEES The Company should pay attention and make efforts to improve the welfare of the employees, and treat employees on equal basis without discriminating the Ethnicity, Religion, and Race (SARA). On the other hand, the employees shall uphold the good name of the Company, maintain the trust given and give the priority to the Company s interests. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 121

124 Corporate Governance 3. HUBUNGAN PERSEROAN DENGAN PELANGGAN, PIHAK KETIGA DAN PEMANGKU KEPENTINGAN LAINNYA Perseroan mempunyai komitmen untuk mengembangkan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan, memberikan perlakuan yang sama, dan memastikan pemenuhan hak-hak pemangku kepentingan. 3. RELATIONSHIP OF THE COMPANY WITH THE CUSTOMERS, THIRD PARTIES AND OTHER STAKEHOLDERS The Company is committed to develop its quality service to customers, provide an equal treatment and ensure that the rights of stakeholders are met. 4. HUBUNGAN PERSEROAN DENGAN LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT SEKITAR Perseroan berupaya mengembangkan dan membina komunitas yang sehat dan setara, serta bersama-sama dengan komunitas melaksanakan pemberdayaan. 4. RELATIONSHIP OF THE COMPANY WITH THE ENVIRONMENT AND PEOPLE IN THE SURROUNDING AREAS The Company has been making efforts to develop and nurture a healthy and equal community, and together with the communities carries out the empowerment. Kode Etik Perusahaan berlaku bagi seluruh Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan Perseroan. The Company s Code of Ethics is applicable to all the Board of Commissioners, Board of Directors and employees of the Company. BUDAYA PERUSAHAAN Budaya Perusahaan merupakan sekumpulan nilai dan falsafah yang diyakini oleh Perseroan sebagai landasan dan acuan untuk mencapai maksud dan tujuan Perseroan. Budaya Perusahaan tercermin dalam nilai Perseroan yang diterjemahkan ke dalam perilaku utama Perseroan yang akan menjadi pegangan dalam menjalankan bisnis dan organisasi. Perseroan memiliki dan mempraktekkan nilai-nilai berikut sebagai bagian dari Budaya Perusahaan: 1. Intergritas. 2. Sikap Positif. 3. Komitemen. 4. Pengembangan Berkesinambungan. 5. Inovasi. 6. Loyalitas. Dalam mengevaluasi usulan promosi karyawan, Perseroan mempertimbangkan penerapan nilai-nilai tersebut oleh karyawan yang hendak dipromosikan. CORPORATE CULTURE Corporate culture is a set of values and philosophy believed by the Company as the basis and guidance to achieve the aims and objectives of the Company. The Corporate Culture is reflected in the values of the Company which are translated into the main conduct of the Company which will become the guidance in managing the business and organization. The Company possess and practices these value as part of Corporate Culture: 1. Integrity. 2. Positive Attitude. 3. Commitment. 4. Continuous Development. 5. Innovation. 6. Loyalty. In evaluating the recommendation for employee promotion, the Company considers the implementation of those values by the employess. KEBIJAKAN PELAPORAN PELANGGARAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) Perseroan telah memiliki kebijakan pelaporan pelanggaran yang terjadi di dalam Perseroan serta memberikan POLICIES ON REPORTING VIOLATIONS (WHISTLEBLOWING SYSTEM) The Company has had the policy on reporting the violations in the Company and provides an opportunity for 122 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

125 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility 123

126 Corporate Governance kesempatan kepada karyawan Perseroan untuk melakukan pelaporan terhadap setiap pelanggaran yang terjadi yang berpotensi merugikan Perseroan. Kebijakan pelaporan pelanggaran memberikan kesempatan dan perlindungan kepada karyawan dan pihak ketiga untuk melapor dengan itikad baik, kepada manajemen dalam hal mereka mendapati adanya penggelapan, korupsi dan praktek yang tidak sesuai atau tindakan yang melanggar di dalam Perseroan dan untuk mencegah pihak manajemen dalam mengambil tindakan yang merugikan terhadap karyawan tersebut. Praktek-praktek yang tidak etis dan tidak sesuai meliputi: 1. Tindakan yang melawan atau melanggar hukum. 2. Penggunaan dana yang tidak sah. 3. Kemungkinan tindakan penggelapan dan/atau korupsi. 4. Meminta atau menerima uang suap dari pemasok, kontraktor, pelanggan atau pihak ketiga lainnya. 5. Tindakan yang mengarah kepada praktek bisnis yang tidak etis. 6. Penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan. 7. Pelecehan seksual. Pelapor membuat pelaporan dan dapat menghubungi Audit Internal melalui Selama tahun 2012 tidak ada laporan pengaduan pelanggaran terkait dengan Perseroan. the Company s employees to report any violation which may potentialy harm the Company. The violation reporting policy provides an opportunity and protection for the employees and third parties to report in good faith, to the management in the event of occurence of embezzlement, corruption and improper practice or an offense in the Company and to prevent the management from taking actions which are damaging to the employees. Unethical and improper practices include : 1. Tort. 2. Using illegal funds. 3. Potential action of embezzlement and/or corruption. 4. Asking or receiving bribes from suppliers, contractors, customers or other third parties. 5. Action towards unethcial business practice. 6. Abuse of power or authority. 7. Sexual abuse. The reporter may contact the Internal Audit through [email protected]. During 2012 there was no report on claim of violation related to the Company. SANKSI ADMINISTRATIF Selama tahun buku 2012, Perseroan, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi Perseroan tidak pernah mendapatkan sanksi administratif dari otoritas pasar modal maupun otoritas berwenang lainnya. Perseroan berkomitmen untuk senantiasa mematuhi dan tunduk pada seluruh ketentuan peraturan perundangan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya. ADMNISTRATIVE SANCTION During the financial year 2012, the Company, members of Board of Commissioners and members of the Board of Directors of the Company have never been imposed with administrative sanction from the capital market authorities or other authorities. The Company is committed to always complying with and adhering to the prevailing laws and regulations in performing its business activities. PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH KARYAWAN DAN/ATAU MANAJEMEN (ESOP/MSOP) Saat ini Perseroan belum mempunyai program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau manajemen (ESOP/MSOP). Perseroan akan meninjau dan mempertimbangan pelaksanaan program ESOP/MSOP dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi Perseroan di masa yang akan datang. EMPLOYEES AND/OR MANAGEMENT STOCK OWNERSHIP PLAN (ESOP/MSOP) Currently the Company does not have employees and/or management stock ownership plan (ESOP/MSOP) yet. The Company will review and consider the ESOP/MSOP program implementation subject to the requirement and condition of the Company in the future. 124 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

127 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility PERKARA HUKUM Perkara hukum yang sedang dihadapi oleh Perseroan telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, antara lain: 1. Pada tanggal 7 April 2008, Perseroan sebagai Penggugat, menghadapi perkara gugatan mengenai sengketa kepemilikan atas tanah-tanah milik Perseroan untuk HGB No. 28/Pusaka Rakyat dan HGB No. 29/Pusaka Rakyat dengan PT Green Garden Ltd. sebagai Tergugat dan Badan Pertanahan Nasional Kodya Jakarta Utara sebagai Turut Tergugat. Berdasarkan putusan atas perkara No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memutuskan untuk mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian. Pada tanggal 12 Mei 2009 diketahui bahwa kuasa PT Green Garden Ltd. mengajukan upaya hukum Banding. Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 11/PDT/2010/PT.DKI, Majelis Hakim Tingkat Banding memutuskan untuk memperbaiki putusan perkara No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut dan mengabulkan sebagian gugatan Penggugat. Pada tanggal 14 Juni 2011, PT Green Garden Ltd. mengajukan Kasasi terhadap perkara No. 11/PDT/2010/PT.DKI jo. No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut dan perkara ini masih dalam proses. 2. Pada tanggal 10 Maret 2010, Perseroan (dahulu PT Supra Veritas), PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Smart Telecom (sebagai Tergugat) digugat mengenai hak servitut dan diminta agar dibuatkan jalan pengganti untuk Kisin Miih dkk (sebagai Penggugat) di Desa Lengkong Gudang. Berdasarkan putusan perkara No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan sebagian gugatan Penggugat. Pada tanggal 24 Maret 2010, pihak Kisin Miih dkk mengajukan Banding. Perseroan dan PT Bumi Serpong Damai Tbk juga mengajukan Banding pada tanggal 27 Mei 2010 serta mengajukan Kontra Memori Banding pada tanggal 7 Maret 2010, yang telah diputus pada tanggal 21 November 2011, dengan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST. Perseroan dan PT Bumi Serpong Damai Tbk telah diberitahukan pada tanggal 2 Maret Perkara ini masih dalam proses hukum di tingkat Kasasi. LEGAL CASES The legal cases currently faced by the Company have been disclosed in the Consolidated Financial Statement of the Company, among others: 1. On April 7, 2008, the Company as the Plaintiff, filed lawsuit against PT Green Garden Ltd., as the Defendant and the National Land Affairs Agency of North Jakarta, as the Co-Defendant, relating to land owned by the Company based on Right of Used (HGB) Certificate No. 28/Pusaka Rakyat and HGB Certificate No. 29/Pusaka Rakyat. Based on the decision of case No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut, the District Court of North Jakarta has accepted several claims made by the Plantiff. On the May 12, 2009, PT Green Garden Ltd. requested for an Appeal. Based on decision No. 11/PDT/2010/PT.DKI, Jakarta High Court has decided to revise the decision of case No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut and accepted several claims made by the Plantiff. On the June 14, 2011, PT Green Garden Ltd. filed an Appeal to Supreme Court for the case No. 11/PDT/2010/PT.DKI jo. No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut and this case still in process. 2. On March 10, 2010, the Company (formerly PT Supra Veritas), PT Bumi Serpong Damai Tbk and PT Smart Telecom (as Defendants) were sued a claim concerning the right for new access road for Kisin Miih and partners (as the Plaintiff), located in Lengkong Gudang Village. Based on the decision No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST, the District Court of Central Jakarta has decided to accept several claims made by the Plantiff. On March 24, 2010, Kisin Miih and partners filed an Appeal on above decision to High Court. The Company and PT Bumi Serpong Damai Tbk also filed an Appeal to High Court and submitted the Appeal Contra Memorandum (Kontra Memori Banding) dated March 7, 2010, which have been decided on November 21, 2011 by affirming the District Court of Central Jakarta decision No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST. The Company and PT Bumi Serpong Damai Tbk were notified about decision on March 2, This case is still under legal proceedings at the Supreme Court. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 125

128 Perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan setiap perkara hukum yang dihadapi oleh Perseroan dengan sebaik-baiknya dan dengan memperhatikan peraturan perundang-udangan yang berlaku. Perkara hukum yang sedang dihadapi oleh Perseroan tidak mempengaruhi secara material kegiatan usaha Perseroan dan tidak berdampak secara signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tidak sedang menghadapi suatu perkara material baik perdata, pidana, kepailitan, maupun perkara arbitrase di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) ataupun perkara hubungan industrial di Pengadilan Hubungan serta perkara perpajakan. The Company is commit to settle each legal cases faced by the Company on best effort basis and in observance of the prevailing laws and regulations. The legal cases faced by the Company do not affect Company s business activities materially and do not impact the Company s financial conditions significantly. The Board of Commissioners and the Board of Directors are not facing material case in either civil, criminal, bankruptcy or arbitraction case at the Indonesia National Board of Arbitration (BANI) nor industrial relationship cases at the Industrial Relationship Court or tax cases. INFORMASI PERSEROAN Pemegang saham, pemangku kepentingan atau anggota masyarakat lainnya yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Perseroan dapat menghubungi Sekretaris Perusahaan, pada setiap hari dan jam kerja Perseroan pada alamat tersebut di bawah ini: COMPANY INFORMATION Shareholders, stakeholders or the public who wish to obtain further information regarding the Company may contact the Corporate Secretary during business day and business hours of the Company at the following address: Sekretaris Perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Plaza BII, Tower II, Lantai 27 Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat Telepon: (021) Faksimili: (021) [email protected] Corporate Secretary PT Dian Swastatika SentosaTbk Plaza BII, Tower II, Lantai 27 Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat Telephone: (021) Facsimile: (021) [email protected] 126

129 Opening Company Business &Operation Management Corporate Governace Management Corporate Social Profile Report Reports and Profile Report Discussion and Responsibility Analysis Good Managent Corporate Discussion & Governance Analysis Company Corporate Profile Social Responsibility 127

130 TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Responsibility Sebagai perusahaan publik, Perseroan menjadi bagian langsung dari masyarakat sehingga Perseroan mempunyai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk mengembangkan dan membina hubungan dengan komunitas. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan salah satu bentuk komitmen Perseroan dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dan merupakan wujud kepedulian Perseroan kepada masyarakat. Untuk itu, Perseroan merasa terpanggil untuk melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merujuk pada semua hubungan antara Perseroan dengan pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, pemasok, masyarakat sekitar, dan pemerintah. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan mendorong Perseroan untuk senantiasa membangun komunikasi yang sehat dan setara dengan komunitas, serta bersama-sama komunitas melaksanakan pemberdayaan. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang dilakukan oleh Perseroan dan anak-anak perusahaan mencakup beberapa aspek antara lain lingkungan hidup, ketenagakerjaan, pembangunan sosial dan kemasyrakatan, dan tanggung jawab produk. As a public company, the Company becomes a part of the community, therefore the Company has Corporate Social Responsibility to develop and nurture a good relationship with the community. The Corporate Social Responsibility is one of Company s commitments in the implementation of Good Corporate Governance and becomes the realization of Company s attention to the public. As such, the Company is called to carry out Corporate Social Responsibility programs consistently and continuously. Corporate Social Responsibility refers to all relationships between the Company and all of its stakeholders, including the employees, customers, suppliers, community, and the government. Corporate Social Responsibility encourages the Company to constantly build good communications with the community, and together with the community carry out the empowerment. The Corporate Social Responsibilities carried out by the Company and its subsidiaries include several aspects such as the environment, manpower, social and society development, and product responsibility. TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERKAIT ASPEK LINGKUNGAN HIDUP KEBIJAKAN Perseroan berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dalam setiap aspek kegiatan operasional yang dilakukan. Perseroan melakukan berbagai upaya agar setiap kegiatan yang dilakukan oleh Perseroan berdampak semininal mungkin terhadap lingkungan hidup. Kebijakan Perseroan dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial terkait lingkungan hidup adalah dengan selalu tunduk dan patuh pada peraturan perundangan lingkungan yang berlaku dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Perseroan seperti: 1. Memenuhi ketentuan wajib AMDAL untuk proyek-proyek yang akan dijalankan oleh Perseroan dan anak-anak perusahaan. SOCIAL RESPONSIBILITY RELATED TO THE ENVIRONMENT POLICY The Company is committed to take care and preserve the environment in every aspect of its operational activities. The Company carries out various efforts so as every activity carried out by the Company has minimum impacts on the environment. The Company s policy in implementing its Social Responsibility related to the environment is by full compliance with the prevailing laws and regulations on the environment in every activity carried out by the Company such as: 1. To fulfill the AMDAL (Environmental Impact Analysis) requirements for projects to be carried out by the Company and its subsidiaries. 128 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

131 Company Profile Profile Management Ikhtisar Reports Keuangan and Profile Management Analisis Discussion and Analysis Good Corporate Tata Governance Kelola Corporate Social Responsibility 2. Memenuhi kewajiban pelaporan atas pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan kepada otoritas pemerintah sesuai dengan persyaratan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. Perseroan berkomitmen tinggi terhadap pengelolaan lingkungan hidup guna mewujudkan dan menyelaraskan program pemerintah dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan. Pengolahan limbah dilakukan agar dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan usaha Perseroan. Penanganan limbah padat dilakukan dengan menyerahkan kepada pihak ketiga yang mempunyai izin untuk mengelola limbah tersebut. Salah satu contoh pengelolaannya adalah dengan mengirimkan limbah fly ash ke pabrik semen yang selanjutnya dijadikan bahan canpuran pembuatan semen. Untuk penanganan limbah cair, Perseroan memiliki fasilitas waste water treatment yang akan menetralkan air limbah sehingga memenuhi baku mutu yang dapat dibuang ke sungai. Perseroan juga dapat mengirimkan limbah cair tersebut kepada pihak ketiga untuk dinetralisasi. Untuk penanganan limbah cair berupa minyak atau oli, Perseroan menunjuk pihak ketiga yang memiliki izin penanganan limbah bahan beracun dan berbahaya dari otoritas pemerintah. Perseroan juga melakukan pemantauan emisi udara dan kebisingan secara rutin di lokasi proyek milik Perseroan dan lingkungan sekitarnya menggunakan jasa dari otoritas pemerintah terkait ataupun pihak ketiga yang ditunjuk. Selain itu, untuk memenuhi peraturan perundangan yang berlaku, Perseroan juga melakukan pemantauan emisi cerobong asap secara online dengan menggunakan Continuous Emission Monitoring System (CEMS). 2. To fulfill the reporting requirement on the implementation of Environmental Management Plan and Environmental Monitoring Plan to the government authority in accordance with the requirements of the applicable laws and regulations. The Company is highly committed to managing the environment in order to materialize and align with the government s program in the development based on environmental insight. To minimize the negative impacts caused by the Company s business activities, waste management is crucial. The waste management is carried out through a third party who has a license to manage such waste. An example of waste management is sending fly ash waste to a cement plant which is further used as mixture of material for producing cement. For the management of liquid waste, the Company has a waste water treatment facility which can neutralize waste water to meet the quality standard for disposal of liquid waste to a river. The Company can also send liquid wastes to a third party to be neutralized. For the management of liquid waste such as petroleum or oil, the Company appointed a third party from the government authority who has a license to manage toxic and hazardous waste. The Company also carries out monitoring of air emission and noise regularly at the Company s project locations and the surrounding environments using related government authority s service or an appointed third party. In addition, to fulfill the prevailing laws and regulations, the Company also monitors emissions from chimneys online using Continuous Emission Monitoring System (CEMS). JENIS PROGRAM Perseroan juga mendorong setiap karyawannya untuk mendukung kebijakan Perseroan dalam Tanggung Jawab Sosial terkait lingkungan hidup yang antara lain dilakukan dengan berbagai jenis program dan kegiatan seperti: 1. Reklamasi tanah dan rehabilitasi tanah terhadap tanah yang terkena dampak pertambangan. 2. Replantasi terumbu karang dan menjaga ekosistem lingkungan kelautan di area pelabuhan di Pantai Bunati, Kalimantan Selatan. 3. Pembangunan proyek telescopic chute untuk mereduksi pencemaran lingkungan dari debu barge loading conveyor. TYPES OF PROGRAM The Company also encourages each of its employees to support the Company s policy in the Social Responsibility with regard to environment which, among others, is carried out through various programs and activities such as: 1. Land reclamation and land rehabilitation on the lands which are impacted by the mining. 2. Coral reef replantation and maintenance of maritime environmental ecosystem in the port area of Bunati Coast, South Kalimantan. 3. Development of telescopic chute project to reduce pollution from barge loading conveyor dust. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 129

132 4. Penghematan penggunaan listrik dan air lingkungan kerja Perseroan. 5. Pembuatan sarana pemampungan air hujan. 6. Pengembangan teknologi dan penggunaan mesin yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan. 4. Saving of power consumption and water in the Company s working environment. 5. Construction of rain water reservoir. 6. Development of technology and use of environmental-certified machineries. TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERKAIT ASPEK HUBUNGAN KETENAGAKERJAAN KEBIJAKAN Tenaga kerja merupakan aset yang penting bagi Perseroan. Oleh sebab itu, kualitas dan kesejahteraan karyawan merupakan salah satu aspek utama yang diperhatikan Perseroan dalam kebijakan menjalankan kegiatan usahanya. Perseroan berkomitmen untuk mematuhi seluruh aspek peraturan perundangan yang berlaku di bidang ketenagakerjaan terutama terkait dengan sistem pengupahan. Perseroan juga telah mempunyai Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama yang disahkan oleh otoritas pemerintah. Selain itu, manajemen Perseroan juga senatiasa membina hubungan yang baik dengan Serikat Pekerja yang ada. Perseroan menjamin kesetaraan gender dalam hal pemberian gaji. Perseroan menjunjung tinggi prinsip kewajaran dalam memberikan kesempatan yang setara kepada karyawan dalam mengembangkan karirnya secara profesional tanpa membedakan Suku, Ras, dan Agama (SARA). Perseroan juga memberikan kesempatan yang sama kepada setiap karyawan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam mengembangkan kompetensi dan kemampuannya. Dalam hal tingkat perpindahan kerja (turnover), persentase turnover karyawan Perseroan selama tahun 2012 adalah sebesar 9%, menurun jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencapai 12%. Terkait dengan kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Perseroan telah membuat Standar Operasional Perusahaan yang berlaku untuk seluruh karyawan, kontraktor, sub-kontraktor, pemasok dan mitra usaha lainnya. Standar Operasional Perusahaan terkait K3 ini wajib ditaati selama berada dalam area proyek Perseroan. Pengawasan dan koordinasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja dilakukan oleh bagian HSE (Health, Safety and Environment) Perseroan. Perseroan juga mempunyai hubungan kerjasama untuk pengadaan layanan kesehatan baik rawat jalan maupun rawat inap bagi karyawan Perseroan. Perseroan juga mempunyai program untuk mengikutsertakan SOCIAL RESPONSIBILITY RELATED TO INDUSTRIAL RELATIONS POLICY Manpower is an important asset of the Company. Therefore, employee quality and welfare become one of the main aspects which the Company paid attention to in its policy to run its business. The Company is committed to comply with all aspects of the applicable laws and regulations in manpower sector especially with regards to pay system. The Company has also had a Company Regulation and Collective Labor Agreement legalized by the government authority. In addition, the Company management also continues to build a good relationship with the existing Labor Union. The Company guarantees gender equality in terms of salary. The Company highly respects the principles of reasonableness in giving equal opportunities to the employees in their career development professionally without making any discrimination on Ethnicity, Race, and Religion (SARA). The Company also gives same opportunities to every employee to attend education and training in order to develop their competencies and capabilities. With regards to employee turnover, the percentage during 2012 was 9%, decreasing if compared to 2011 which reached 12%. With regard to the policy in Occupational Safety and Health (OSH), the Company has made a Company Operating Standard applicable to all employees, contractors, sub-contractors, suppliers and other business partners. This Company Operating Standard related to OSH must be observed while in the Company s project area. Supervision and coordination in order to prevent and manage occupational accident is carried out by Health, Safety and Environment department of the Company. The company also has a cooperation for the provision of health care both outpatient and inpatient for the employees. The Company also has a program to include its employees in personal accident insurance for those 130 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

133 Company Profile Profile Management Ikhtisar Reports Keuangan and Profile Management Analisis Discussion and Analysis Good Corporate Tata Governance Kelola Corporate Social Responsibility karyawannya dalam asuransi kecelakaan kerja untuk karyawan yang bekerja pada bagian yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. working in the department with high occupational accident risk. JENIS PROGRAM Perseroan berkomitmen untuk selalu meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan agar mampu melanjutkan pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Selain itu Perseroan juga menitikberatkan pada pembangunan hubungan kerja yang baik dengan karyawannya serta menciptaan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan. Beberapa jenis program dan kegiatan yang dilakukan Perseroan terkait dengan Tanggung Jawab Sosial dalam aspek hubungan ketenagakerjaan antara lain: 1. Pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan baik secara internal maupun eksternal sebanyak 218 kali yang diikuti oleh karyawan. 2. Pelaksanaan kegiatan family gathering untuk mempererat hubungan antara manajemen, karyawan dan, keluarga karyawan. 3. Rapat secara berkala antara manajemen dengan Serikat Pekerja Perseroan. 4. Pelaksanaan sosialisasi program K3 untuk karyawan, kontraktor, sub-kontraktor, pemasok, dan mitra usaha lainnya. 5. Pemasangan rambu-rambu keselamatan dan garis aman untuk pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya. 6. Pengadaan perjanjian kerjasama layanan kesehatan. 7. Pengadaan perlengkapan dan peralatan K3 yang diperlukan serta pengenaan sangsi denda dan administratif atas pelanggaran K3 Perseroan. 8. Pelatihan simulasi gempa bumi dan kebakaran. TYPES OF PROGRAM The Company is committed to constantly improve employee s competency and performance in order to be able to continue the Company's growth in the future. In addition, the Company also emphasizes on building a good industrial relation with its employees and creating a safe and comfortable working environment for all employees. Some programs and activities carried out by the Company related to Social Responsibility in the aspect of manpower include: 1. Education and training programs both internally and externally held 218 times and attended by 1,318 employees. 2. Family gathering activities to bring the management, employees, and their family members closer together. 3. Regular meeting between the management and the Labor Union. 4. Introduction of OSH program to all employees, contractors, sub-contractors, suppliers, and other business partners. 5. Installation of safety signs and safety lines for works which can potentially cause hazards. 6. Conclusion of cooperation agreement for health service. 7. Procurement of the required OSH equipment and tools and imposition of fines and administrative sanction for violation of Company s OSH rules. 8. Training on simulation for earthquake and fires. TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERKAIT ASPEK PENGEMBANGAN SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN KEBIJAKAN Perseroan dan anak-anak perusahaan berupaya menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat dengan membina kebersamaan secara SOCIAL RESPONSIBILITY RELATED TO THE SOCIAL AND SOCIETY DEVELOPMENT POLICY The Company and its subsidiaries make efforts to create a good relationship with the community by building sustainable cooperation. In this way, the presence of ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 131

134 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

135 Company Profile Profile Management Ikhtisar Reports Keuangan and Profile Management Analisis Discussion and Analysis Good Corporate Tata Governance Kelola Corporate Social Responsibility berkesinambungan. Dengan demikian keberadaan Perseroan di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan dampak yang positif. Tanggung Jawab Sosial dalam aspek pengembangan sosial dan kemasyarakatan meliputi peningkatan mutu pendidikan, perbaikan tingkat kesehatan, pengembangan ekonomi, perbaikan infrastruktur dan pengembangan sosial budaya. Kebijakan Perseroan dalam pengembangan sosial dan kemasyarakatan diarahkan untuk mengingkatkan mutu kehidupan dan mengurangi tingkat kemiskinan. Dengan demikian, diharapkan Perseroan dapat mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka Perseroan melakukan penerapan kebijakan dalam bentuk: 1. Penggunaan tenaga kerja lokal di area proyek Perseroan sejauh memungkinkan. 2. Pemberian donasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya. 3. Pemberian bantuan sosial pada hari raya keagamaan. 4. Perbaikan sarana dan prasarana sosial di lingkungan masyarakat sekitar. 5. Pengadaan program pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat sekitar. Company in the community can give positive impacts. The Social Responsibilities in the aspect of social and society development include the improvement of quality of education, improvement of health care, development of economy, improvement of the infrastructure, and development of socio-cultural aspect. The Company s policies in the development of society are aimed at improving the quality of life and reducing the level of poverty. In this way, it is hoped that Company can support the creation of independent and prosperous community life. To achieve this goal, the Company implements the policies in the form of: 1. Utilization of local manpower from the project areas as much as possible. 2. Giving of donation in education, health, social, and cultural sectors. 3. Giving of social aids during religious events. 4. Repair of social structure and infrastructure in the surrounding community. 5. Carrying out education and training programs for the surrounding community. JENIS PROGRAM Di bidang pendidikan, Perseroan dan anak-anak perusahaan melakukan jenis kegiatan yang dilakukan antara lain: 1. Pemberian beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi di wilayah Tangerang, serang, Karawang dan Kalimantan Selatan sebanyak 455 orang. 2. Pembukaan Sanggar Baca di Kalimantan Selatan. 3. Perbaikan dan rehabilitasi gedung sekolah di wilayah Karawang. 4. Pelaksanaan pelatihan bagi guru-guru untuk meningkatkan mutu para pendidik di wilayah Kalimantan Selatan. Di bidang kesehatan, Perseroan dan anak-anak perusahaan melakukan jenis kegiatan yang dilakukan antara lain: TYPES OF PROGRAM In the education sector, the Company and its subsidiaries carried out some activities including: 1. Granting scholarships to students with high achievements in Tangerang, Serang, Karawang and South Kalimantan for 455 students. 2. The opening of a Reading Gallery in South Kalimantan. 3. Repair and rehabilitation of school buildings in Karawang area. 4. Training for the teachers to improve their quality in South Kalimantan area. In the health sector, the Company and its subsidiaries carried out some activities including: ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 133

136 1. Pemberian biaya kesehatan dan kunjungan kepada masyarakat sekitar yang tidak mampu. 2. Pengadaan khitanan massal di wilayah Karawang dan Kalimantan Selatan. 3. Partisipasi dalam kegiatan donor darah. 4. Pelaksanaan kerjasama bantuan kesehatan dengan Puskesmas untuk anak-anak usia 2 tahun sampai dengan 10 tahun di wilayah Sungal Loban, Kalimantan Selatan. Di bidang pengembangan ekonomi, Perseroan dan anak-anak perusahaan melakukan jenis kegiatan yang dilakukan antara lain: 1. Melakukan rekuitmen terhadap masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja Perseroan dan anak-anak perusahaan. 2. Pengadaan latihan dasar menjahit bagi ibu-ibu di Desa Bunati, Kalimantan Selatan. 3. Pembudidayaan bibit perikanan di Desa Banjarsari, Kalimantan Selatan. Di bidang perbaikan infrastruktur, Perseroan dan anak-anak perusahaan melakukan jenis kegiatan yang dilakukan antara lain: 1. Pembuatan lapangan olahraga dari con-blocks bagi masyakat sekitar di wilayah Karawang. 2. Pembuatan tutup saluran air untuk warga Karawang. 3. Pembangunan 22 sarana sumber air bersih di desa Karang Indah, Kalimantan Selatan. 4 Pembangunan dan perbaikan jalan di Desa Teluk Nilau, Jambi. Di bidang pengembangan sosial budaya, Perseroan dan anak-anak perusahaan melakukan jenis kegiatan yang dilakukan antara lain: 1. Pengadaan kompetisi sepakbola untuk masyrakat sekitar di desa-desa wilayah Kalimantan Selatan. 2. Pengadaan pertandingan bulutangkis dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. 3. Pemberian bantuan hewan kurban dan bantuan sosial lainnya pada hari raya keagamaan. 1. Granting of assistance for healthcare and paying visits to the less able surrounding community. 2. Conducting of mass circumcision in Karawang and South Kalimantan areas. 3. Participation in blood donor activities. 4. Cooperation in health assistance with Puskesmas (Community Health Centres) for children of 2 to 10 years old at Sungai Loban area, South Kalimantan. In the economic development sector, the Company and its subsidiaries carried out some activities including: 1. Recruiting the people from the surrounding neighborhood to work for the Company and its subsidiaries. 2. Conducting basic training in sewing for housewives at Bunati Village, South Kalimantan. 3. Cultivition of fish at Banjarsari Village, South Kalimantan. In the infrastructure development sector, the Company and its subsidiaries carried out some activities including: 1. Construction of sports field from con-blocks for the surrounding community at Karawang area. 2. Construction of cover for water channel for Karawang community. 3. Construction of 22 clean water resources facilities at Karang Indah village, South Kalimantan. 4. Construction and renovation of roads at Teluk NIlau Village, Jambi. In the socio-cultural development sector, the Company and its subsidiaries carried out some activities including: 1. Holding a football competition for the people at the villages in South Kalimantan. 2. Holding a badminton competition to celebrate Indonesian Independence Day. 3. Giving of assistance in the form of sacrifice animals and others social aids during religious events. 134 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

137 Company Profile Profile Management Ikhtisar Reports Keuangan and Profile Management Analisis Discussion and Analysis Good Corporate Tata Governance Kelola Corporate Social Responsibility TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERKAIT ASPEK TANGGUNG JAWAB PRODUK Kepuasan konsumen merupakan hal yang menajadi fokus utama Perseroan dan anak-anak perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Oleh sebab itu, Perseroan dan anak-anak perusahaan bertanggung jawab kepada konsumen secara penuh atas produk yang dihasilkan. Perseroan dan anak-anak perusahaan melakukan pengawasan secara penuh dan berkala, sehingga risiko yang dapat merugikan konsumen akan dapat dihindari. KEBIJAKAN Perseroan berkomitmen untuk senatisa memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Kebijakan Perseroan atas tanggung jawab produk dilakukan dengan membuat Standar Prosedur Operasional yang kemudian disosialisasikan dan dibagikan kepada karyawan Perseroan. SOCIAL RESPONSIBILITY RELATED TO THE PRODUCT RESPONSIBILITY ASPECT Customer satisfaction is the main focus of the Company and its subsidiaries in conducting their businesses. Therefore, the Company and its subsidiaries are fully responsible for the products they deliver to the consumers. The Company and its subsidiaries carry out full supervision regularly, so as to prevent potential risks that may harm the customers. POLICIES The Company is committed to constantly providing services that satisfy the customers. Company s policy on the product responsibility is carried out by having a Standard Operating Prosedures in place which is then disseminated and distributed to the Company's employees. JENIS PROGRAM Untuk memenuhi Tanggung Jawab Sosial terkait aspek produk serta untuk menjaga tanggung kepuasan pelanggan, maka jenis program dan kegiatan yang dilakukan oleh Perseroan antara lain dalam bentuk: 1. Pencatatan pertanyaan dan pengaduan dalam data base Perseroan. 2. Pengadaan pertemuan secara berkala dengan pelanggan. 3. Pengadakan kuisioner survei kepuasan pelanggan setiap 6 bulan sekali. TYPES OF PROGRAM To fullfill the Social Responsibility for its product as well as to maintain customer satisfaction, the Company carried out some activities including: 1. Recording of inquiries and complaints in the Company s database. 2. Conducting regular meetings with the customers. 3. Conducting a survey questionnaire on customer satisfaction every 6 months. Sehubungan dengan keperluan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan selama tahun 2012, Perseroan dan anak-anak perusahaan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp ,-. Perseroan dan anak-anak perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kebijakan dan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dari tahun ke tahun sehingga kehadiran Perseroan dan anak-anak perusahaan di tengah masyarakat semakin dapat dirasakan. With respect to the Corporate Social Responsibility activities in 2012, the Company and its subsidiaries had spent Rp. 3,041,000,000,-. The Company and its subsidiaries are committed to increase its Corporate Social Responsibility policy and activities year after year so that our presence in the community can be felt. ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 135

138 136 ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

139 Company Profile Ikhtisar Keuangan Analisis Tata Kelola Corporate Social Responsibility PERNYATAAN PERTANGGUNGJAWABAN STATEMENT OF RESPONSIBILITY Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk tahun 2012 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan perusahaan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Jakarta, 16 April 2013 We, the undersigned below, hereby state that all information in Annual Report 2012 of PT Dian Swastatika Sentosa Tbk has been fully disclosed and we are responsible for the truth of all information contained in it. This Statement has been made truthfully. Jakarta, April 16, 2013 Dewan Komisaris / Board of Commissioners Direksi / Board of Directors Franky Oesman Widjaja Presiden Komisaris / President Commissioner L. Krisnan Cahya Presiden Direktur / President Director Muktar Widjaja Wakil Presiden Komisaris / Vice President Commissioner Budi Christanto Wakil Presiden Direktur / Vice President Director Ichsanto Gunawan Komisaris / Commissioner Lanny Direktur / Director Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan Komisaris Independen / Independent Commissioner Hermawan Tarjono Direktur / Director H. Agus Tagor Komisaris Independen / Independent Commissioner Rudy Halim Direktur / Director Susi Susantijo, SH, LL.M. Direktur Tidak Terafiliasi / Non-Affiliated Director ANNUAL REPORT 2012 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 137

140 HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN This page is intentionally left blank

141 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Consolidated Financial Statements 139

142 HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN This page is intentionally left blank

143

144 / DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS Halaman/ Page Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/ Berakhir 31 Desember 2012 dan 2011/ The Directors Statement on the Responsibility for Consolidated Financial Statements of PT Dian Swastatika Sentosa Tbk and Its Subsidiaries as of, and January 1, 2011/December 31, 2010 and for the Years Ended Laporan Auditor Independen/Independent Auditors Report 1 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/ Berakhir 31 Desember 2012 dan 2011/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS - As of, and January 1, 2011/December 31, 2010 and for the Years Ended Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian/Consolidated Statements of Financial Position 4 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian/Consolidated Statements of Comprehensive Income 6 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian/Consolidated Statements of Changes in Equity 7 Laporan Arus Kas Konsolidasian/Consolidated Statements of Cash Flows 8 / 9

145

146

147

148

149

150 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2010 and January 1, 2011/December 31, 2010 Kecuali Dinyatakan Lain) Unless Otherwise Stated) Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember / December 31 January 1, 2011/ Catatan/Notes December 31, 2010 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 2,5,23,34, Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek 2,6,23,34, Short-term investments Piutang usaha 2,7,16,20,21,23,35 Trade accounts receivable Pihak berelasi - setelah dikurangi cadangan Related parties - net of allowance kerugian penurunan nilai sebesar for impairment of US$ , US$ , dan US$ US$ 41,197, US$ 799,419, and US$ 785,544 masing-masing pada tanggal as of, and 31 Desember 2012 dan 2011, dan January 1, 2011/December 31, 2010, 1 Januari 2011/31 Desember respectively Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan Third parties - net of allowance for impairment kerugian penurunan nilai sebesar of US$ 422,401, US$ 224,849, and US$ 232,663 US$ , US$ , dan US$ as of, and masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012 January 1, 2011/31 December 2010, dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember respectively Piutang lain-lain 2,8,23,35 Other receivables Pihak berelasi Related parties Pihak ketiga Third parties Persediaan - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar US$ pada tanggal Inventories - net of allowance for impairment of 31 Desember ,9,16,21, US$ 134,981 as of December 31, 2012 Uang muka 10, Advances Pajak dibayar dimuka Prepaid taxes Biaya dibayar dimuka 2, Prepaid expenses Dana yang dibatasi pencairannya 2,21, Restricted fund Jumlah Aset Lancar Total Current Assets ASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS Piutang usaha jangka panjang - pihak berelasi 2,21,23,34, Long-term trade accounts receivable - a related party Biaya dibayar dimuka jangka panjang Long-term prepaid expenses Taksiran tagihan pajak 2, Estimated claims for tax refund Investasi jangka panjang 2,11,23,34,35, Long-term investments Goodwill Goodwill Aset pajak tangguhan 2, Deferred tax assets Properti investasi - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Investment properties - net of accumulated depreciation US$ , US$ , dan US$ of US$ 221,246, US$ 172,942, and US$ 11,034,572 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012 as of, and dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember ,12,21,28,30,34, January 1, 2011/December 31, 2010, respectively Aset tetap - setelah dikurangi Property, plant, and equipment - net of akumulasi penyusutan sebesar accumulated depreciation of US$ , US$ , dan US$ 239,535,776, US$ 216,422,814, and US$ masing-masing pada tanggal US$ 200,015,426 as of December 31, 2012 and 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/ 2011, and January 1, 2011/December 31, 2010, 31 Desember ,13,16,21,22,30, respectively Aset pertambangan - bersih 2,14, Mine properties - net Aset tidak lancar lain-lain 2,15,23,30,34,35, Other noncurrent assets Jumlah Aset Tidak Lancar Total Noncurrent Assets JUMLAH ASET TOTAL ASSETS Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. which are an integral part of the consolidated financial statements

151 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2010 and January 1, 2011/December 31, 2010 Kecuali Dinyatakan Lain) Unless Otherwise Stated) Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember Desember / December 31 January 1, 2011/ Catatan/Notes December 31, 2010 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang bank jangka pendek 2,7,9,13,15,16,23, Short-term bank loans Utang usaha 2,17,23,35 Trade accounts payable Pihak berelasi Related parties Pihak ketiga Third parties Utang lain-lain 2,18,23,35 Other accounts payable Pihak berelasi Related parties Pihak ketiga Third parties Uang muka dari pelanggan 2, Advances from customers Pendapatan diterima dimuka Unearned revenues Utang pajak 2,19, Taxes payable Liabilitas anjak piutang 2,7,20,23,34, Factoring payable Beban akrual 2,16,20,21,23,34,35, Accrued expenses Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: 2,23,34,35 Current portion of long-term liabilities: Utang bank dan lembaga keuangan 7,9,12,13, Loans payable to banks and financial institutions Sewa pembiayaan 13, Lease liabilities Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Total Current Liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG NONCURRENT LIABILITIES Liabilitas pajak tangguhan 2, Deferred tax liabilities Uang muka pelanggan Advances from customers Goodwill negatif - bersih Negative goodwill - net Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2,31, Long-term employee benefits liability Liabilitas jangka panjang lainnya 2, Other noncurrent liabilities Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: 2,23,34,35 Long-term liabilities - net of current portion: Utang bank dan lembaga keuangan 7,9,12,13, Loans payable to banks and financial institutions Sewa pembiayaan 13, Lease liabilities Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Total Noncurrent Liabilities JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES EKUITAS EQUITY Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Equity Attributable to Owners Pemilik Entitas Induk of the Company Modal saham - nilai nominal Rp 250 per saham Capital stock - Rp 250 par value per share Modal dasar saham Authorized - 2,400,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor saham Issued and paid-up - 770,552,320 shares Tambahan modal disetor - bersih 2, Additional paid-in capital - net Selisih transaksi perubahan kepemilikan Difference arising from change in ownership pada entitas anak 1c interests in subsidiaries Selisih nilai transaksi restrukturisasi Difference in value of restructuring transactions entitas sepengendali 2 ( ) ( ) ( ) among entities under common control Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi Unrealized gain (loss) on increase (decline) atas kenaikan (penurunan) nilai investasi 2, ( ) in value of investments Selisih kurs penjabaran 2 ( ) ( ) (57.521) Foreign currency translation adjustment Saldo laba Retained earnings Telah ditentukan penggunaannya Appropriated Belum ditentukan penggunaannya Unappropriated Kepentingan Nonpengendali 2, Non-controlling Interests JUMLAH EKUITAS TOTAL EQUITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. which are an integral part of the consolidated financial statements

152 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Consolidated Statements of Comprehensive Income Untuk Tahun-tahun yang For the Years Ended Kecuali Dinyatakan Lain) Unless Otherwise Stated) Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 2012 Catatan/Notes 2011 PENDAPATAN USAHA ,12,28,34, REVENUES BEBAN POKOK PENJUALAN ,12,13,14,29,34, COST OF REVENUES LABA BRUTO GROSS PROFIT BEBAN USAHA 2,30 OPERATING EXPENSES Beban penjualan , Selling expenses Beban umum dan administrasi ,31,34, General and administrative expenses Beban eksplorasi Exploration costs Jumlah Beban Usaha Total Operating Expenses LABA USAHA INCOME FROM OPERATIONS PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan bunga Interest income OTHER INCOME (EXPENSES) Keuntungan penjualan investasi saham ,11 - Gain on sale of investment in shares Keuntungan (kerugian) atas peningkatan Gain (loss) on increase (decline) in fair value of (penurunan) aset keuangan ,11 ( ) financial asset Laba penjualan properti investasi dan Gain on sale of investment properties aset tetap ,12, and property, plant, and equipment Beban bunga dan keuangan lainnya ( ) 2 ( ) Interest expense and other financial charges Kerugian selisih kurs mata uang asing - bersih ( ) 2 ( ) Loss on foreign exchange - net Lain-lain - bersih ,14 ( ) Others - net Penghasilan (beban) lain-lain - bersih ( ) Other income (expenses) - net LABA SEBELUM PAJAK INCOME BEFORE TAX BEBAN (PENGHASILAN) PAJAK 2,32 TAX EXPENSE (BENEFIT) Kini Current Tax Tangguhan ( ) ( ) Deferred Tax Beban Pajak - Bersih Tax Expense - Net LABA BERSIH TAHUN BERJALAN NET INCOME FOR THE YEAR PENDAPATAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) Foreign exchange differences arising from Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan ( ) 2 ( ) financial statements translation Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi Unrealized gain (loss) on increase (decline) atas kenaikan (penurunan) nilai investasi ( ) 2, in value of investments JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada: Net income attributable to: Pemilik entitas induk Owners of the Company Kepentingan nonpengendali , Non-controlling interests Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Comprehensive income attributable to: Pemilik entitas induk Owners of the Company Kepentingan nonpengendali , Non-controlling interests LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DIATRIBUSIKAN BASIC EARNINGS PER SHARE ATTRIBUTABLE KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK 0,021 2,33 0,044 TO OWNERS OF THE COMPANY Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. which are an integral part of the consolidated financial statements

153 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Consolidated Statements of Changes in Equity Untuk Tahun-tahun yang For the Years Ended ` Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk/Equity Attributable to the Owners of the Company Selisih Selisih Keuntungan Transaksi Nilai Transaksi (Kerugian) Perubahan Restrukturisasi yang belum Kepemilikan Entitas Direalisasi atas Pada Sepengendali/ Keuntungan Entitas Anak/ Difference in Value (Penurunan) Nilai Difference Arising of Restructuring Investasi/ Selisih Kurs Tambahan from Change in Transactions Unrealized Gain Penjabaran/ Saldo Laba/Retained Earnings Kepentingan Modal Disetor/ Ownership Among Entities (Loss) on Increase Foreign Currency Telah Ditentukan Belum Ditentukan Nonpengendali/ Catatan/ Modal Saham/ Additional Interests in Under Common (Decline) in Value Translation Penggunaannya/ Penggunaannya/ Jumlah/ Noncontrolling Jumlah Ekuitas/ Notes Capital Stock Paid-in Capital Subisdiaries Control of Investments Adjustment Appropriated Unappropriated Total Interests Total Equity Saldo pada tanggal 1 Januari 2011 sebelum penyajian kembali ( ) ( ) Balance as of January 1, 2011 before restatement Dampak penerapan PSAK 10 (Revisi 2010), Effect of implementation of PSAK No. 10 (Revised 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing ( ) - ( ) ( ) (8.008) ( ) The Effect of Changes in Foreign Exchange Rates Saldo pada tanggal 1 Januari 2011 disajikan kembali ( ) ( ) (57.521) Balance as of January 1, 2011 as restated Penghentian pengakuan goodwill negatif Derecognition of negative goodwill in accordance sesuai ketentuan transisi PSAK No. 22 with transition provision of PSAK No. 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis (Revised 2010), Bussines Combination Saldo pada tanggal 1 Januari 2011 setelah Balance as of January 1, 2011 after effect dampak penerapan PSAK No. 22 (Revisi 2010) ( ) ( ) (57.521) implementation PSAK No. 22 (Revised 2010) Pencadangan saldo laba ( ) Appropriation of retained earnings Akuisisi saham dari Acquisition of shares from kepentingan nonpengendali 1c (111) (111) noncontrolling interest Dividen entitas anak kepada kepentingan nonpengendali ( ) ( ) Dividend of subsidiaries to noncontrolling interests Setoran modal saham dari kepentingan nonpengendali 1c Paid-up capital from noncontrolling interests Selisih transaksi perubahan kepemilikan Difference arising from change in ownership pada entitas anak 1c,2c ( ) interests in subsidiaries Pendapatan komprehensif: Comprehensive income: Laba bersih tahun berjalan Net income for the year Laba (rugi) komprehensif lain ( ) (72.066) Other comprehensive income (loss) Jumlah laba komprehensif ( ) Total comprehensive income Saldo pada tanggal 31 Desember ( ) ( ) Balance as of December 31, 2011 Pencadangan saldo laba ( ) Appropriation of retained earnings Kepentingan nonpengendali dari Noncontrolling interests from Entitas anak baru 1c new subsidiaries Dividen entitas anak kepada kepentingan nonpengendali ( ) ( ) Dividend of subsidiaries to noncontrolling interests Setoran modal saham dari kepentingan nonpengendali 1c Paid-up capital from noncontrolling interests Selisih transaksi restrukturisasi Difference arising from transaction among entitas sepengendali (436) - entities under common control Selisih transaksi perubahan kepemilikan Difference arising from change in ownership pada entitas anak ( ) - interests in subsidiaries Pendapatan komprehensif: Comprehensive income: Laba bersih tahun berjalan Net income for the year Rugi komprehensif lain ( ) ( ) - - ( ) ( ) ( ) Other comprehensive Loss Jumlah laba komprehensif ( ) ( ) Total comprehensive income Saldo pada tanggal 31 Desember ( ) ( ) Balance as of December 31, 2012 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements

154 Laporan Arus Kas Konsolidasian Consolidated Statements of Cash Flows Untuk Tahun-tahun yang For the Years Ended Kecuali Dinyatakan Lain) Unless Otherwise Stated) Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan dari pelanggan Cash receipts from customers Pembayaran kepada kontraktor, pemasok dan lainnya ( ) ( ) Cash paid to contractors, suppliers and others Pembayaran kepada karyawan ( ) Cash paid to employees Kas diperoleh dari operasi ( ) Net cash generated from operations Penerimaan (pembayaran) pajak - bersih ( ) Cash receipt (paid) from tax - net Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ( ) Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Investasi jangka pendek Short-term investments Pencairan Withdrawal Penempatan - ( ) Placement Penerimaan bunga Interest received Dana yang dibatasi pencairannya Restricted fund Pencairan Withdrawal Penempatan - ( ) Placement Aset tetap Property, plant, and equipment Perolehan aset tetap ( ) ( ) Acquisitions Hasil penjualan Proceeds from sale Penerimaan dividen Dividends received Pembayaran untuk akuisisi entitas anak setelah dikurangi Payment for acquisition of subsidiaries net of cash saldo kas pada tanggal akuisisi ( ) - balance at acquisition date Penurunan (kenaikan) aset tidak lancar ( ) Decrease (increase) in noncurrent assets Perolehan obligasi konversi ( ) - Acquisition of convertible bond Perolehan investasi saham - ( ) Acquisition of investment in shares of stock Hasil bersih penjualan investasi saham Net proceeds from sale of investment in shares of stock Penambahan tambang dalam pengembangan ( ) ( ) Addition in mines under construction Perolehan properti investasi - ( ) Acquisition of investment properties Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) Net Cash Used in Investing Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Utang bank jangka pendek Short-terms bank loans Penerimaan Proceeds Pembayaran ( ) - Payments Utang bank dan lembaga keuangan Loans payable to bank and financial institutions Penerimaan Proceeds Pembayaran ( ) ( ) Payments Setoran modal saham dari kepentingan nonpengendali Paid-up capital from noncontrolling interests Penerimaan atas penjualan investasi saham Cash receipts from sale of investment in shares of stock Pembayaran liabilitas anjak piutang ( ) - Payments of factoring payable Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan ( ) ( ) Payments of lease liabilities Dividen entitas anak yang dibayarkan kepada kepentingan nonpengendali ( ) ( ) Dividend of subsidiaries paid to noncontrolling interest Pembayaran bunga dan beban keuangan lainnya ( ) ( ) Payments of interest and other financial charges Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan ( ) Net Cash Provided by (Used in) Financing Activities KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS ( ) NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE BEGINNING KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN OF THE YEAR Pengaruh perubahan kurs mata uang asing ( ) ( ) Effect of foreign exchange rate changes KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF THE YEAR Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements

155 and January 1, 2011/ 1. Umum 1. General a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 6 tanggal 2 Agustus 1996 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, yang kemudian diubah dengan Akta Perubahan No. 35 tanggal 8 Oktober 1996 dari notaris yang sama. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) dalam Surat Keputusan No. C HT TH.96 tanggal 28 Oktober 1996 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46 tanggal 10 Juni 1997, Tambahan No Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, termasuk diantaranya penyesuaian Anggaran Dasar Perusahaan terhadap Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pada tahun 2008, pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) dan perubahan status Perusahaan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka pada tahun 2009, dan perubahan yang terakhir berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham PT Dian Swastatika Sentosa yang didokumentasikan dalam Akta No. 55 tanggal 28 Agustus 2009 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sebagaimana tercantum dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan meliputi penyediaan listrik, perdagangan besar, jasa dan pembangunan perumahan dan infrastruktur. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang terakhir tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 1 September Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun Perusahaan berkantor pusat di Jakarta, sedangkan pembangkit tenaga listrik dan uap berlokasi di Tangerang, Serang dan Karawang. Dalam laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan dan entitas anak secara bersama-sama disebut sebagai Grup. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (the Company) was established on August 2, 1996 based on Notarial Deed No. 6 and was amended by Notarial Deed No. 35 dated October 8, 1996, both of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment and its amendment were approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia (currently the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia) in its Decision Letter No. C HT TH.96 dated October 28, 1996 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 46 dated June 10, 1997, Supplement No The Articles of Association of the Company have been amended several times, including, among others, the revisions in the Company s entire Articles of Association to be in accordance with the Provisions of Republic of Indonesia Law No. 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company in 2008, the Initial Public Offering (IPO) and the change in the Company s status to be a Listed Company in 2009, and the latest based on the Circular Resolution of Shareholders of PT Dian Swastatika Sentosa documented in Notarial Deed No. 55, dated August 28, 2009 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, regarding the revision or purpose and objective and business activities of the Company in article 3 of the Company s Articles of Association, which include supply of electricity, trading, real estate and infrastucture, services and constructions. The latest amendment of the Company s Articles of Association was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2009 dated September 1, The Company started its commercial activities in The Company s head office is in Jakarta, while its power plants are in Tangerang, Serang and Karawang. In the consolidated financial statements, the Company and its subsidiaries are collectively referred to as the Group

156 and January 1, 2011/ Pemegang saham akhir Grup adalah keluarga Widjaja yang berkedudukan di Indonesia. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Sinarmas. The ultimate parent of the Group is Widjaja family, a company incorporated in Indonesia. The Company operates under the Sinarmas group of business. b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. Public Offering of Shares Pada tanggal 30 November 2009, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) melalui surat No. S-10344/BL/2009 untuk penawaran umum perdana atas saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 250 per saham kepada masyarakat dan telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Desember Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. On November 30, 2009, the Company obtained the Notice of Effectivity from the Chairman of the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK) in his Letter No. S-10344/BL/2009 for its offering to the public of 100,000,000 shares at Rp 250 per share. On December 10, 2009, all of these shares were listed in the Indonesia Stock Exchange. As of, all of the Company s shares totaling to 770,552,320 shares are listed in the Indonesia Stock Exchange. c. Entitas anak yang Dikonsolidasikan c. Consolidated Subsidiaries Perusahaan mempunyai penyertaan saham, baik secara langsung maupun tidak langsung pada anak-entitas anak berikut ini: The Company s subsidiaries owned directly or indirectly are as follows: Entitas Anak/Subsidiaries Pemilikan Langsung/Direct Ownership: Tahun Operasi Komersial/ Start of Kepemilikan Efektif/ Effective Ownership Jumlah Aset (Sebelum Eliminasi)/ Total Assets Domisili/ Jenis Usaha/ Commercial Interest (Before Elimination) Domicile Nature of Business Operations % % PT Golden Energy Mines Tbk (GEM) Jakarta Perdagangan batubara/ ,999 66, Coal trading PT Rolimex Kimia Nusamas (RKN) Jakarta Perdagangan/Trading ,504 99, PT Bumi Kencana Eka Sejahtera (BKES) Jakarta Perdagangan batubara/ ,999 99, Coal trading PT DSSP Energi Sejahtera (DSSE) Jakarta Perdagangan, pembangunan, - 99, industri dan jasa/ Trading, construction,, industry and services PT DSSA Mas Sejahtera (DSSM) Jakarta Perdagangan, pembangunan industri, - 99, jasa dan pengangkutan darat/ Trading, construction, industry, services and land logistic Pemilikan Tidak Langsung/Indirect Ownership: PT Roundhill Capital Indonesia (RCI) Jakarta Penyertaan saham/ - 67,325 67, (melalui/through GEM) Holding company PT Kuansing Inti Makmur (KIM) Jambi Pertambangan batubara/ ,998 66, (melalui/through GEM) Coal mining

157 and January 1, 2011/ Entitas Anak/Subsidiaries Pemilikan Tidak Langsung/Indirect Ownership: Tahun Operasi Komersial/ Start of Kepemilikan Efektif/ Effective Ownership Jumlah Aset (Sebelum Eliminasi)/ Total Assets Domisili/ Jenis Usaha/ Commercial Interest (Before Elimination) Domicile Nature of Business Operations % % PT Trisula Kencana Sakti (TKS) Kalimantan Pertambangan batubara/ ,899 46, (melalui/through GEM) Tengah/ Coal mining Central Kalimantan GEMS Coal Resources Pte. Ltd. (GEMSCR) Singapura/ Perdagangan besar/ , (melalui/through GEM) Singapore Trading PT Borneo Indobara (BORNEO) Jakarta Pertambangan batubara/ ,699 66, (melalui/through RCI) Coal mining PT Bara Harmonis Batang Asam (BHBA) Jambi Pertambangan batubara/ ,999 66, (melalui/through KIM) Coal mining PT Karya Cemerlang Persada (KCP) Jakarta Pertambangan batubara/ ,998 66, (melalui/through KIM) Coal mining PT Bungo Bara Utama (BBU) Jambi Pertambangan batubara/ - 66,998 66, (melalui/through KIM) Coal mining PT Berkat Nusantara Permai (BNP) Jakarta Pertambangan batubara/ - 66,998 66, (melalui/through KIM) Coal mining PT Tanjung Belit Bara Utama (TBBU) Jambi Pertambangan batubara/ - 66,998 66, (melalui/through KCP) Coal mining PT Rolimex Suburin Hutani Persada (RSHP) Jakarta Perdagangan pupuk/ , (melalui/through RKN) *) Fertilizer trading PT Citra Alam Indah (CAI) Jakarta Perdagangan besar/ ,998 99, (melalui/through BKES) Trading PT Nusantara Indah Lestari (NIL) Jakarta Perdagangan dan pertambangan ,999 99, (melalui ASL tahun 2012 dan BKES tahun 2011/ batubara/ through ASL in 2012 and BKES in 2011) Trading and coal mining PT Wahana Alam Lestari (WAL) Jakarta Perdagangan dan pertambangan ,998 99, (melalui ASL tahun 2012 dan BKES tahun 2011/ batubara/ through ASL in 2012 and BKES in 2011) Trading and coal mining PT Andalan Satria Lestari (ASL) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through BKES) Coal mining PT Manggala Alam Lestari (MAL) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99,927 67, (melalui ASL tahun 2012 dan GEM tahun 2011/ Coal mining through ASL in 2012 and GEM in 2011) PT Rimba Subur Lestari (RSL) Sumatera Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Selatan/ Coal mining South Sumatera PT Buana Bara Ekapratama (BBEP) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Coal mining PT Duta Alam Ekapratama (DAE) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Coal mining PT Andalan Satria Abadi (ASA) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Coal mining PT Duta Alam Jaya (DAJ) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Coal mining PT Buana Inti Citraprima (BIC) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Coal mining PT Citra Alam Cahaya (CAC) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Coal mining

158 and January 1, 2011/ Entitas Anak/Subsidiaries Pemilikan Tidak Langsung/Indirect Ownership: Tahun Operasi Komersial/ Start of Kepemilikan Efektif/ Effective Ownership Jumlah Aset (Sebelum Eliminasi)/ Total Assets Domisili/ Jenis Usaha/ Commercial Interest (Before Elimination) Domicile Nature of Business Operations % % PT Cahaya Nusa Pratama (CNP) Jakarta Pertambangan batubara/ - 99, (melalui/through ASL) Coal mining PT Nusa Indah Permai (NIP) Sumatera Pertambangan batubara/ - 99,927 67, (melalui/through MAL) Selatan/ Coal mining South Sumatera PT DSSP Power Sumsel (DSSP) Jakarta Penyediaan tenaga listrik/ - 99,888 98, (melalui/through DSSE) Generation of electricity PT Buana Bumi Energi (BBE) Jakarta Penyediaan tenaga listrik/ - 99,800 99, (melalui/through DSSM) Generation of electricity PT Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS) Jakarta Perdagangan, industri, dan - 99, (melalui/through DSSM) jasa/ Trading, industry, and service PT Mora Quatro Multimedia (MQM) Jakarta Internet dan jasa TV berlangganan/ , (melalui/through DSSM) Internet and TV Cable * ) Dicatat dengan metode ekuitas di tahun 2011/Accounted for using equity method in 2011 Pendirian Entitas Anak pada Tahun 2012 Establishment of Subsidiaries in 2012 DSSM Berdasarkan Akta No. 105 tanggal 26 Maret 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M., notaris di Jakarta, Perusahaan dan SMT, pihak berelasi, mendirikan DSSM, yang akan bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, industri, jasa, dan pengangkutan darat, dengan modal dasar sebesar Rp terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp per saham. Modal ditempatkan dan disetor pada DSSM sebesar Rp Perusahaan dan SMT memiliki kepemilikan pada DSSM masing-masing sebesar 99,990% dan 0,010%. Akta pendirian DSSM telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 29 Maret DSSM Based on Deed No. 105 dated March 26, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., M.M., a public notary in Jakarta, the Company and SMT, a related party, established DSSM, which will engage in trading, development, industry, services, and land logistic with authorized capital amounting to Rp 2,100,000,000 consisting of 2,100,000 shares with nominal value of Rp 1,000 per share. Total issued and paid up capital of DSSM amounted to Rp 525,000,000. The Company and SMT have ownership interests in DSSM of % and 0.010%, respectively. The Deed of Establishment of DSSM was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated March 29,

159 and January 1, 2011/ DSSE Berdasarkan Akta No. 73 tanggal 19 Maret 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M., notaris di Jakarta, Perusahaan dan SMT, pihak berelasi, mendirikan DSSE, yang akan bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, industri, dan jasa, dengan modal dasar sebesar Rp terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp per saham. Modal ditempatkan dan disetor pada DSSE sebesar Rp Perusahaan dan SMT memiliki kepemilikan DSSE masing-masing sebesar 99,900% dan 0,100%. Akta pendirian DSSE telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 22 Maret SSS Berdasarkan Akta No. 9 tanggal 2 Mei 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M., notaris di Jakarta, Perusahaan dan DSSM mendirikan SSS, yang akan bergerak di bidang perdagangan, industri dan jasa, dengan modal dasar sebesar Rp terdiri dari 400 saham dengan nilai nominal sebesar Rp per saham. Modal ditempatkan dan disetor pada SSS sebesar Rp terdiri dari 100 saham. Kepemilikan langsung Perusahaan dan DSSM atas saham SSS masing-masing sebesar 0,999% dan 99,001%. Akta pendirian SSS telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 25 Mei GEMSCR Berdasarkan Keputusan Direksi GEM tanggal 10 Juli 2012, Direksi setuju untuk mendirikan GEMSCR dengan modal ditempatkan dan disetor terdiri dari saham dengan nilai nominal US$ 1 per lembar yang diambil seluruhnya oleh GEM. Pada tanggal 13 Juli 2012, telah didirikan GEMSCR yang berdomisili di Singapura dan bergerak di bidang perdagangan batubara. DSSE Based on Deed No. 73 dated March 19, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., M.M., a public notary in Jakarta, the Company and SMT, a related party, established DSSE, which will engage in trading, construction, industry and services, with authorized capital amounting to Rp 1,000,000,000,000 consisting of 1,000,000 shares with nominal value of Rp 1,000,000 per share. Total issued and paid-up capital of DSSE amounting to Rp 361,000,000,000. The Company and SMT have ownership interests in DSSE of % and 0.100%, respectively. The Deed of Establishment of DSSE was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated March 22, SSS Based on Deed No. 9 dated May 2, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., M.M., a public notary in Jakarta, the Company and DSSM established SSS, which will engage in trading, industry, and services, with authorized capital amounting to Rp 400,000,000 consisting of 400 shares with nominal value of Rp 1,000,000 per share. Total issued and paid-up capital of SSS amounting to Rp 100,000,000 consisting of 100 shares. The Company and DSSM have direct ownership interests in SSS of 0.999% and %, respectively. The Deed of Establishment of SSS was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated May 25, GEMSCR Based on Circular Resolution of the Directors of GEM dated July 10, 2012, the Directors agreed to establish GEMSCR with paid up and issued capital of 100,000 shares with a nominal value of US$ 1 per share which is fully owned by GEM. On July 13, 2012, GEMSCR was established in Singapore and is engaging in coal trading business

160 and January 1, 2011/ Akuisisi Entitas Anak pada Tahun 2012 Acquisition of Subsidiaries in 2012 ASL ASL didirikan berdasarkan Akta No. 10 tanggal 11 Maret 2008 dari Heleni Ritliany, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun.2008 tanggal 14 April 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46 tanggal 6 Juni 2008, Tambahan No Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham ASL menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terbagi atas 500 saham menjadi Rp terbagi atas saham dan modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas 150 saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran 350 saham dalam simpanan dan saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh BKES. Perubahan Anggaran Dasar ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 27 Februari RSL RSL didirikan berdasarkan Akta No. 5 tanggal 1 Oktober 2003 dari Yulia, S.H., M.Kn., notaris di Tangerang. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C HT TH.2003 tanggal 13 Oktober 2003 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 12 Desember 2003, Tambahan No ASL ASL was established based on Deed No. 10 dated March 11, 2008 of Heleni Ritliany, S.H., a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2008 dated April 14, 2008 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 46 dated June 6, 2008, Supplement No Based on Deed No. 19 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, shareholders of ASL agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 500 shares to Rp 34,860,000,000 consisting of 348,600 shares and its issued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 150 shares to Rp 8,715,000,000 consisting of 87,150 shares by issuing 350 shares of unissued shares and 86,650 new shares which were all acquired by BKES. The change in the Deed of Establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-0575.AH Tahun 2012 dated February 27, RSL RSL was established based on Deed No. 5 dated October 1, 2003 of Yulia, S.H., a public notary in Tangerang. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C HT TH.2003 dated October 13, 2003 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 99 dated December 12, 2003, Supplement No

161 and January 1, 2011/ Berdasarkan Akta No. 24 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham RSL menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 50 saham menjadi Rp terdiri atas 552 saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas 15 saham menjadi Rp terbagi atas 138 saham dengan pengeluaran 35 saham dalam simpanan dan 88 saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL. Berdasarkan Akta No. 32 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham RSL menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam RSL yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. BBEP BBEP didirikan berdasarkan Akta No. 10 tanggal 30 Juni 2004 dari Yulia, S.H., notaris di Tangerang. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C HT TH.2004 tanggal 30 September 2004 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 2005, Tambahan No Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham BBEP menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 50 saham menjadi Rp terdiri atas saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagai atas 15 saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran 35 saham dalam simpanan dan saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL. Berdasarkan Akta No. 23 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham BBEP menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam BBEP yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. Based on Deed No. 24 dated February15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, shareholders of RSL agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 50 shares to Rp 552,000,000 consisting of 552 shares and its issued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 15 shares to Rp 138,000,000 consisting of 138 shares by issuing 35 shares of unissued shares and 88 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 32 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of RSL agreed to sell to BKES one (1) share in RSL which was owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party. BBEP BBEP was established based on Deed No. 10 dated June 30, 2004 of Yulia, S.H., a public notary in Tangerang. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C HT TH.2004 dated September 30, 2004 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 13 dated February 15, 2005, Supplement No Based on Deed No. 20 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of BBEP agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 50 shares to Rp 7,680,000,000 consisting of 7,680 shares and its issued capital and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 15 shares to Rp 1,920,000,000 consisting of 1,920 shares by issuing 35 shares of unissued shares and 1,870 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 23 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of BBEP agreed to sell to BKES one (1) share in BBEP which was owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party

162 and January 1, 2011/ DAE DAE didirikan berdasarkan Akta No. 4 tanggal 5 September 2008 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun.2008 tanggal 3 November 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14 tanggal 17 Februari 2009, Tambahan No Berdasarkan Akta No. 23 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham DAE menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 50 saham menjadi Rp terdiri atas saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas 15 saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran 35 saham dalam simpanan dan saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL. Berdasarkan Akta No. 29 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham DAE menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam DAE yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. ASA ASA didirikan berdasarkan Akta No. 08 tanggal 11 Maret 2008 dari Heleni Ritliany, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH TH.2008 tanggal 15 April 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46 tanggal 6 Juni 2008, Tambahan No DAE DAE was established based on Deed No. 4 dated September 5, 2008 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH TH.2008 dated November 3, 2008 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 14 dated February 17, 2009, Supplement No Based on Deed No. 23 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of DAE agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 50 shares to Rp 5,400,000,000 consisting of 5,400 shares and its issued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 15 shares to Rp 1,350,000,000 consisting of 1,350 shares by issuing 35 shares of unissued shares and 1,300 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 29 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of DAE agreed to sell to BKES one (1) share in DAE which is owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party. ASA ASA was established based on Deed No. 08 dated March 11, 2008 of Heleni Ritliany, S.H., a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH TH dated April 15, 2008 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 46 dated June 6, 2008, Supplement No

163 and January 1, 2011/ Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham ASA menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 500 saham menjadi Rp terdiri atas saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagai atas 150 saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran 350 saham dalam simpanan dan saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL. Berdasarkan Akta No. 37 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham ASA menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam ASA yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. DAJ DAJ didirikan berdasarkan Akta No. 7 tanggal 5 September 2008 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun.2008 tanggal 16 Oktober 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 13 Februari 2009, Tambahan No Berdasarkan Akta No. 25 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham DAJ menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 50 saham menjadi Rp terdiri atas saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terdiri atas 15 saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran 35 saham dalam simpanan dan saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh menjadi ASL. Berdasarkan Akta No. 33 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham DAJ menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam DAJ yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. Based on Deed No. 27 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of ASA agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 500 shares to Rp 5,072,000,000 consisting of 50,720 shares and its issued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 150 shares to Rp 1,268,000,000 consisting of 12,680 shares by issuing 350 shares of unissued shares and 12,180 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 37 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of ASA agreed to sell to BKES one (1) share in ASA which was owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party. DAJ DAJ was established based on Deed No. 7 dated September 5, 2008 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH TH.2008 dated October 16, 2008 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 13 dated February 13, 2009, Supplement No Based on Deed No. 25 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., public notary in Jakarta, the shareholders of DAJ agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 50 shares to Rp 4,536,000,000 consisting of 4,536 shares and its issued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 15 shares to Rp 1,134,000,000 consisting of 1,134 shares by issuing 35 shares of unissued shares and 1,084 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 33 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of DAJ agreed to sell to BKES one (1) share in DAJ which was owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party

164 and January 1, 2011/ BIC BIC didirikan berdasarkan Akta No. 3 tanggal 19 Agustus 2004 dari Yulia, S.H., notaris di Tangerang. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C HT TH.2004 tanggal 21 Desember 2004 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 19 tanggal 8 Maret 2005, Tambahan No Berdasarkan Akta No. 26 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham BIC menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 50 saham menjadi Rp terdiri atas saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagai atas 15 saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran 35 saham dalam simpanan dan saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL. Berdasarkan Akta No. 35 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham BIC menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam BIC yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. CAC CAC didirikan berdasarkan Akta No. 13 tanggal 8 September 2008 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun.2008 tanggal 20 Oktober 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 tanggal 24 Februari 2009, Tambahan No BIC BIC was established based on Deed No. 03 dated August 19, 2004 of Yulia, S.H., a public notary in Tangerang. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C HT TH.2004 dated December 21, 2004 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 19 dated March 8, 2005, Supplement No Based on Deed No. 26 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of BIC agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 50 shares to Rp 5,444,000,000 consisting of 5,444 shares and its ssued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 15 shares to Rp 1,361,000,000 consisting of 1,361 shares by issuing 35 shares of unissued shares and 1,311 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 35 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of BIC agreed to sell to BKES one (1) share in BIC which is owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party. CAC CAC was established based on Deed No. 13 dated September 8, 2008 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH TH.2008 dated October 20, 2008 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 16 dated February 24, 2009, Supplement No

165 and January 1, 2011/ Berdasarkan Akta No. 22 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham CAC menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 50 saham menjadi Rp terdiri atas saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas 15 saham menjadi Rp terbagi atas 532 saham dengan pengeluaran 35 saham dalam simpanan dan 482 saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL. Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham CAC menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam CAC yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. CNP CNP didirikan berdasarkan Akta No. 3 tanggal 8 Juli 2005 dari Yulia, S.H., notaris di Tangerang. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C HT TH.2006 tanggal 13 Januari Berdasarkan Akta No. 21 tanggal 15 Februari 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham CNP menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terdiri atas 50 saham menjadi Rp terdiri atas saham serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp terdiri dari 15 saham menjadi Rp terbagi atas 967 saham dengan pengeluaran 35 saham dalam simpanan dan 917 saham baru yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL. Berdasarkan Akta No. 25 tanggal 10 April 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham CNP menyetujui antara lain penjualan 1 (satu) saham dalam CNP yang dimiliki oleh PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada BKES. Based on Deed No. 22 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of CAC agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 50 shares to Rp 2,128,000,000 consisting of 2,128 shares and its issued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 15 shares to Rp 532,000,000 consisting of 532 shares by issuing 35 shares of unissued shares and 482 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 27 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of CAC agreed to sell to BKES one (1) share in CAC which is owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party. CNP CNP was established based on Deed No. 3 dated July 8, 2005 of Yulia, S.H., a public notary in Tangerang. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C HT TH.2006 dated January 13, Based on Deed No. 21 dated February 15, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of CNP agreed to increase its authorized capital from Rp 50,000,000 consisting of 50 shares to Rp 3,868,000,000 consisting of 3,868 shares and its issued and paid up capital from Rp 15,000,000 consisting of 15 shares to Rp 967,000,000 consisting of of 967 shares by issuing 35 shares of unissued shares and 917 new shares which were all acquired by ASL. Based on Deed No. 25 dated April 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of CNP agreed to sell to BKES one (1) share in CNP which is owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party

166 and January 1, 2011/ MQM MQM didirikan berdasarkan Akta No. 5 tanggal 8 Januari 2010 dari Tahir Kamli, S.H., MH., Mkn, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH tahun 2010 tanggal 9 April Berdasarkan Akta No. 83 tanggal 26 Desember 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., notaris di Jakarta, pemegang saham MQM menyetujui, antara lain, peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran saham baru dalam simpanan sebesar saham yang diambil seluruhnya oleh DSSM. Arus kas yang timbul sehubungan dengan akuisisi entitas anak pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut: MQM MQM was established based on Notarial Deed No. 5 dated January 8, 2010 of Tahir Kamli, S.H., MH., Mkn, a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment was approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU AH tahun 2010 dated April 9, Based on Deed No. 83 dated December 26, 2012 of Desman, S.H., M.Hum., a public notary in Jakarta, the shareholders of MQM agreed, among others, to increase its issued and paid up capital from Rp 37,500,000,000 consisting of 375,000 shares to Rp 125,000,000,000 consisting of 1,250,000 shares by issuing new shares amounting to 875,000 shares from unissued shares which were all acquired by DSSM. The cash flow from the acquisition of the subsidiaries as of the date of acquisition are as follows: MQM ASL*) Jumlah/Total Aset Assets Liabilitas ( ) ( ) ( ) Liabilities Kepentingan nonpengendali Non-controlling interest Jumlah aset bersih teridentifikasi Total identifiable net assets Kepentingan nonpengendali ( ) (1.462) ( ) Non-controlling interests Goodwill Goodwill Imbalan atas pembelian Purchase consideration Dikurangi saldo kas pada tanggal akuisisi ( ) (52.543) ( ) Less cash balance at the acquisition date Arus kas yang timbul untuk akuisisi Cash flows for acquisition of subsidiaries - entitas anak setelah dikurangi net of cash balance of subsidiaries (net of saldo kas payment for acquisition of subsidiaries) *) Konsolidasian *) Consolidated

167 and January 1, 2011/ Perubahan Modal Entitas Anak pada Tahun 2012 BKES Berdasarkan Akta No. 51 tanggal 31 Juli 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham BKES menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp menjadi Rp serta modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp yang diambil bagian seluruhnya oleh Perusahaan sebanyak saham atau sebesar Rp , sehingga meningkatkan kepemilikan Perusahaan pada BKES menjadi 99,999%. Perubahan Anggaran Dasar ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 15 Agustus DSSM Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 18 April 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M., notaris di Jakarta, para pemegang saham DSSM menyetujui peningkatan modal dasar dan perubahan nilai nominal saham dari Rp terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp per saham menjadi Rp terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp per saham serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp yang diambil bagian oleh Perusahaan dan SMT sehingga kepemilikan Perusahaan dalam DSSM berubah menjadi 99,981%. Perubahan Anggaran Dasar ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 24 April Changes in Capital of Subsidiaries in 2012 BKES Based on Deed No. 51 dated July 31, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of BKES agreed to increase its authorized capital from Rp 180,000,000,000 to Rp 750,000,000,000 and its issued and paid up capital from Rp 47,340,000,000 to Rp 189,540,000,000 which were all acquired by the Company totaling to Rp 142,200,000,000 consisting of 142,200 shares, thus, increasing the Company s ownership in BKES to %. The change in the Deed of Establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated August 15, DSSM Based on Deed No. 59 dated April 18, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., M.M., a public notary in Jakarta, the shareholders of DSSM agreed to increase its authorized capital and nominal value of share from Rp 2,100,000,000 consisting of 2,100,000 shares with nominal value of Rp 1,000 per share to Rp 200,000,000,000 consisting of 200,000 shares with nominal value of Rp 1,000,000 per share and to increase its issued and paid up capital from Rp 525,000,000 to Rp 52,000,000,000 which were acquired by the Company and SMT, thus, the ownership of the Company in DSSM becomes %. The change in the Deed of Establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated April 24,

168 and January 1, 2011/ Berdasarkan Akta No. 80 tanggal 20 November 2012 dari Desman, S.H., M.Hum., notaris di Jakarta, pemegang saham DSSM menyetujui pengeluaran saham baru dalam simpanan sebanyak saham atau sebesar Rp sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor DSSM dari Rp terbagi atas saham menjadi Rp terbagi atas saham yang diambil bagian seluruhnya oleh Perusahaan, sehingga kepemilikan dalam DSSM berubah menjadi 99,990%. DSSP Berdasarkan Akta No. 132 tanggal 29 Maret 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M., notaris di Jakarta, para pemegang saham DSSP menyetujui penjualan seluruh saham yang dimiliki Perusahaan dalam DSSP kepada DSSE serta menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp yang diambil bagian seluruhnya oleh DSSE. ASL Berdasarkan Akta No. 06 tanggal 1 Maret 2012 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham ASL menyetujui, antara lain, penjualan 149 saham dalam ASL yang dimiliki oleh PT Cakrawala Dinamika Lestari, pihak ketiga, kepada BKES dan 1 saham dalam ASL yang dimiliki PT Persada Bangun Lestari, pihak ketiga, kepada Perusahaan, serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran saham dalam simpanan yang diambil bagian seluruhnya oleh BKES. Based on Deed No. 80 dated November 20, 2012 of Desman, S.H., M.Hum., a public notary in Jakarta, shareholders of DSSM approved the issuance of new shares from unissued shares amounting to 48,000 shares or Rp 48,000,000,000 in relation to the increase in issued and paid up capital stock from Rp 52,000,000,000 consisting of 52,000 shares to Rp 100,000,000,000 consisting of 100,000 shares which were all acquired by the Company, thus, the ownership of the Company in DSSM becomes %. DSSP Based on Deed No. 132 dated March 29, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., public notary in Jakarta, the shareholders of DSSP agreed to sell to DSSE all of its shares owned by the Company and to increase its issued and paid up capital from Rp 2,500,000,000 to Rp 360,000,000,000 which all acquired by DSSE. ASL Based on Deed No. 06 dated March 1, 2012 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, shareholders of ASL agreed, among others, to sell 149 shares owned by PT Cakrawala Dinamika Lestari, a third party, to BKES and 1 share owned by PT Persada Bangun Lestari, a third party, to the Company and increase its issued and paid up capital from Rp 8,715,000,000 to Rp 30,715,000,000 consisting of 307,150 shares by issuing 220,000 shares of unissued shares which were all aquired by BKES

169 and January 1, 2011/ Berdasarkan Akta No. 12 tanggal 10 Desember 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham ASL menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp terbagi atas saham menjadi Rp terbagi atas saham dan modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas saham menjadi Rp terbagi atas saham dengan pengeluaran saham dalam simpanan sebesar saham dan saham baru yang diambil seluruhnya oleh BKES. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 14 Desember MAL Berdasarkan Akta No. 68 tanggal 18 Februari 2011 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham MAL menyetujui penjualan saham MAL yang dimiliki BKES kepada GEM. Berdasarkan Akta No. 7 tanggal 9 Januari 2012 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham MAL setuju untuk mengkonversi obligasi konversi yang dikeluarkan kepada BKES menjadi saham pada nilai nominal sebesar Rp per saham sehingga meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp Sehubungan dengan hal tersebut, kepemilikan GEM atas MAL menjadi terdilusi, yang sebelumnya sebesar 99,992% menjadi 39,281%. Berdasarkan Akta No. 23 tanggal 2 Maret 2012 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham MAL menyetujui penjualan lembar saham MAL milik BKES kepada ASL. Based on Deed No. 12 dated December 10, 2012 of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, shareholders of ASL agreed to increase its authorized capital from Rp 34,860,000,000 consisting of 348,600 shares to Rp 300,000,000,000 consisting of 3,000,000 shares and its issued and paid up capital from Rp 30,715,000,000 consisting of 307,150 shares to Rp 85,513,000,000 consisting of 855,130 shares by issuing 41,450 shares from unissued shares and 506,530 new shares which were all acquired by BKES. The Deed was approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated December 14, MAL Based on Deed No. 68 dated February 18, 2011 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, the shareholders of MAL agreed to sell 12,939 shares of MAL owned by BKES to GEM. Based on Deed No. 7 dated January 9, 2012 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, the shareholders of MAL, agreed to convert the convertible bonds issued to BKES into 20,000 shares at Rp 1,000,000 par value per share, thus increased the issued and paid up capital from Rp 12,940,000,000 to Rp 32,940,000,000. In relation to such conversion, the ownership interest of GEM in MAL was diluted from % to %. Based on Deed No. 23 dated March 2, 2012 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, the shareholders of MAL agreed to sell 20,000 shares of MAL owned by BKES to ASL

170 and January 1, 2011/ Berdasarkan Akta No. 45 tanggal 7 Maret 2012 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui, antara lain, perubahan klasifikasi saham MAL menjadi saham Seri A bernilai nominal Rp dan saham seri B bernilai nominal Rp dan perubahan seluruh saham yang telah dikeluarkan menjadi saham Seri A serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas saham menjadi Rp terbagi atas saham Seri A dan saham Seri B yang diambil bagian seluruhnya oleh ASL sebanyak Rp terdiri atas saham Seri B. Berdasarkan akta No. 53 tanggal 11 Desember 2012 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, MAL meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas saham Seri A dan saham Seri B menjadi Rp terbagi atas saham Seri A dan saham Seri B yang diambil seluruhnya oleh ASL sebanyak Rp terbagi atas saham Seri B. Akta tersebut telah didaftarkan dalam database Sistem Administrasi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH tanggal 3 Januari BBE Berdasarkan Akta No. 131 tanggal 29 Maret 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M., notaris di Jakarta, para pemegang saham BBE menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp terdiri dari lembar saham menjadi Rp terdiri dari lembar saham dan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp yang diambil bagian oleh Perusahaan dan SMT secara proporsional, sehingga kepemilikan Perusahaan dan SMT dalam BBE tidak berubah. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 1 Mei Based on Deed No. 45 dated March 7, 2012 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, the shareholders of MAL agreed, among others, to change the classification of MAL s share into Series A shares with nominal value per shares of Rp 1,000,000 and Series B shares with nominal value per share of Rp 1,000 and to change all of the issued shares to Series A shares and increase the issued and paid up capital from Rp 32,940,000,000 consisting of 32,940 shares to Rp 34,940,000,000 consisting of 32,940 Series A shares and 2,000,000 Series B shares which were all acquired by ASL amounting to Rp 2,000,000,000 consisting of 2,000,000 Series B shares. Based on Deed No. 53 dated December 11, 2012 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, MAL increase its issued and paid up capital from Rp 34,940,000,000 consisting of 32,940 Series A shares and 2,000,000 Series B shares to Rp 38,940,000,000 consisting of 32,940 Series A shares and 6,000,000 Series B shares, which were all acquired by ASL amounting to Rp 4,000,000,000 consisting of 4,000,000 Series B shares. The Deed was registered in the database of Administration System of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Letter No. AHU-AH dated January 3, BBE Based on Deed No. 131 dated March 29, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., M.M., public notary in Jakarta, the shareholders of BBE agreed to increase its authorized capital from Rp 1,000,000,000 consisting of 4,000 shares to Rp 8,000,000,000 consisting of 32,000 shares and its issued and paid up capital from Rp 250,000,000 to Rp 2,000,000,000 which were proportionally acquired by the Company and SMT, thus, the ownership interest of the Company and SMT in BBE remained the same. The Deed was approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated May 1,

171 and January 1, 2011/ Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 3 Mei 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M., notaris di Jakarta, para pemegang saham BBE menyetujui penjualan seluruh saham yang dimiliki Perusahaan dalam BBE kepada DSSM sebanyak lembar saham sebesar Rp TBBU Berdasarkan Akta No. 24 tanggal 19 September 2012 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham TBBU menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dari Rp terdiri atas lembar saham menjadi Rp terdiri dari lembar saham dan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp terdiri dari 500 lembar saham menjadi Rp terdiri dari lembar saham atau meningkat Rp terdiri dari lembar saham yang diambil seluruhnya oleh KIM. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 28 September Transaksi diatas menyebabkan kepemilikan KCP di TBBU terdilusi dari 99,800% menjadi 0,825%. Selisih antara harga pelepasan (akuisisi) dengan nilai buku investasi sebesar Rp disajikan di bagian ekuitas sebagai bagian dari akun Tambahan modal disetor pada laporan keuangan KCP dan KIM dan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian GEM dan Entitas Anak. NIP Berdasarkan Akta No. 54 tanggal 11 Desember 2012 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham NIP menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp yang diambil bagian seluruhnya oleh MAL. Based on Deed No. 18 dated May 3, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., public notary in Jakarta, the shareholders of BBE agreed to sell to DSSM all of its shares owned by the Company totaling to 7,992 shares or equivalent to Rp 1,998,000,000. TBBU Based on Deed No. 24 dated September 19, 2012, of Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of TBBU agreed to increase its authorized capital from Rp 1,000,000,000 consisting of 2,000 shares to Rp 120,000,000,000 consisting of 240,000 shares and its issued and paid up capital from Rp 250,000,000 consisting of 500 shares to Rp 30,250,000,000 consisting of 60,500 shares or an increase of Rp 30,000,000,000 consisting of 60,000 shares which all were acquired by KIM. The Deed was approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2012 dated September 28, The above transaction causes KCP s ownership in TBBU diluted from % to 0.825%. The difference between the selling (acquisition) price and the carrying value of investment amounted to Rp 11,588,889,134 was presented in the equity section as part of Paid-in capital in each KCP s and KIM s financial statements and has been eliminated in the consolidated financial statements of the GEM and Subsidiaries. NIP Based on Deed No. 54 dated December 11, 2012 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, the shareholders of NIP agreed to increase its issued and paid up capital from Rp 11,295,000,000 to Rp 12,295,000,000 which were all acquired by MAL

172 and January 1, 2011/ Pendirian Entitas Anak pada Tahun 2011 Establishment of Subsidiaries in 2011 RSHP RSHP didirikan berdasarkan Akta No. 37 tanggal 15 Juli 2011, dari Yulia, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 9 Agustus DSSP Berdasarkan Akta No. 45 tanggal 23 Agustus 2011 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan dan GEM, entitas anak, mendirikan DSSP, yang akan bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik, dengan modal dasar sebesar Rp yang terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp per saham. Modal yang telah ditempatkan pada DSSP sebesar Rp yang terdiri dari saham. Perusahaan dan GEM memiliki kepemilikan pada DSSP masingmasing sebesar 95,000% dan 5,000%. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 9 September BBE Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 Desember 2011 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan dan PT Sinar Mas Tunggal (SMT), pihak berelasi, mendirikan BBE, yang akan bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik, pembangunan dan perdagangan, dengan modal dasar sebesar Rp yang terdiri dari saham dengan nilai nominal sebesar Rp per saham. Modal yang telah ditempatkan pada BBE sebesar Rp yang terdiri dari saham. Perusahaan dan SMT memiliki kepemilikan pada BBE masing-masing sebesar 99,900% dan 0,100%. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 13 Desember RSHP RSHP was established based on Notarial Deed No. 37 dated July 15, 2011 of Yulia S.H., a public notary in Jakarta. The Deed of Establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2011 dated August 9, DSSP Based on Deed No. 45 dated August 23, 2011 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, the Company and GEM, a subsidiary, established DSSP, which will engange in providing electricity, with authorized capital amounting to Rp 10,000,000,000 consisting of 10,000 shares with nominal value or Rp 1,000,000 per share. Total paid-up capital of DSSP amounted to Rp 2,500,000,000 consisting of 2,500 shares. The Company and GEM have ownership interests in DSSP of % and 5.000%, respectively. The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2011 dated September 9, BBE Based on Deed No. 1 dated December 1, 2011 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, the Company and PT Sinar Mas Tunggal (SMT), a related party, established BBE, which will engange in providing electricity, development and trading, with authorized capital amounting to Rp 1,000,000,000 consisting of 4,000 shares with nominal value or Rp 250,000 per share. Total paid-up capital of BBE amounted to Rp 250,000,000 consisting of 1,000 shares. The Company and SMT have ownership interests in BBE of % and 0.100%, respectively. The Deed of Establishment and amendment thereto was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU AH Tahun 2011 dated December 13,

173 and January 1, 2011/ Perubahan Modal Entitas Anak pada Tahun 2011 GEM Pada tanggal 9 November 2011, GEM memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum saham perdana sebanyak saham seharga Rp per saham kepada masyarakat. Kepemilikan Perusahaan pada saham GEM mengalami penurunan dari 99,999% menjadi 84,999%. Dampak atas perubahan kepemilikan tersebut, Perusahaan membukukan selisih lebih nilai tercatat investasi pada saham GEM sebesar US$ , sebagai Selisih transaksi perubahan kepemilikan pada entitas anak bagian dari ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tahun Berdasarkan Akta No. 31 tanggal 9 November 2011 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana penjualan saham GEM kepada GMR Infrastructure Investments (Singapore) Pte. Ltd. (GMR Singapura) sebanyak saham dengan harga sebesar Rp per saham. Pada tanggal 17 November 2011, Perusahaan telah melakukan penjualan saham tersebut melalui bursa dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp (ekuivalen sebesar US$ ). Kepemilikan Perusahaan atas saham GEM setelah transaksi dengan GMR Singapura kemudian mengalami penurunan dari 84,999% menjadi 66,999%. Selisih lebih penerimaan atas nilai tercatat kepemilikan yang dijual sebesar US$ dicatat pada akun Selisih transaksi perubahan kepemilikan pada entitas anak bagian dari ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tahun Changes in Capital of Subsidiaries in 2011 GEM On November 9, 2011, GEM obtained the Notice of Effectivity from the Chairman of Bapepam-LK for its offering to the public of 882,353,000 shares at Rp 2,500 per share. The Company s ownership interest in shares of GEM decreased from % to %. As impact of such change in ownership interest, the such Company recorded the excess of carrying value of investment in shares of GEM amounting to US$ 192,680,125, as Difference arising from change in ownership interests in subsidiaries account as part of equity in the 2011 consolidated statement of financial position. Based on Deed No. 31 dated November 9, 2011 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, the Company s stockholders agreed to the plan to sell the Company s investment in shares of GEM to GMR Infrastructure Investments (Singapore) Pte. Ltd. (GMR Singapore) totaling to 1,058,823,500 shares with selling price of Rp 2,500 per share. On November 17, 2011, the Company had sold such shares through the stock exchange with proceeds amounting to Rp 2,642,082,279,550 (equivalent to US$ 293,401,697). The Company s ownership in shares of GEM after this transaction with GMR Singapore further decreased from % to %. The excess of the proceeds over the carrying value of the ownership interest disposed amounting to US$ 237,472,880 was recorded under Difference arising from change in ownership interests in subsidiaries account as part of other components of equity in the 2011 consolidated statement of financial position

174 and January 1, 2011/ RCI Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 15 April 2011 dari Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn, notaris di Jakarta, para pemegang saham RCI menyetujui, antara lain, perubahan klasifikasi saham RCI menjadi saham Seri A bernilai nominal Rp dan saham Seri B bernilai nominal Rp dan perubahan seluruh saham yang telah dikeluarkan menjadi saham Seri A serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp terbagi atas saham menjadi Rp terbagi atas saham Seri A dan saham Seri B yang diambil bagian seluruhnya oleh GEM sebanyak Rp terbagi atas saham Seri B. Dengan peningkatan modal tersebut, kepemilikan langsung Perusahaan pada RCI turun menjadi 0,984%. CAI Berdasarkan Akta No. 123 tanggal 24 Maret 2011 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham CAI menyetujui penjualan 514 saham CAI yang dimiliki GEM kepada BKES, entitas anak, dan penjualan 1 saham CAI yang dimiliki PT Sinar Mas Cakrawala (SMC) kepada Perusahaan, sehingga kepemilikan efektif Perusahaan dalam CAI menjadi 99,805%. NIP Berdasarkan Akta No. 156 tanggal 25 April 2011 dari Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham NIP menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp yang diambil bagian seluruhnya oleh MAL. RCI Based on Deed No. 59 dated April 15, 2011 of Deni Thanur, S.E., S.H. M.Kn, a public notary in Jakarta, the shareholders of RCI agreed, among others, to change the classification of RCI s share into Series A share with nominal value per share of Rp 1,000,000 and Series B shares with nominal value per share of Rp 1,000 and to change all of the issued shares to Series A shares and increase the issued and paid up capital from Rp 185,064,000,000 consisting of 185,064 shares to Rp 188,564,000,000 consisting of 185,064 Series A shares and 3,500,000 Series B shares which were all acquired by GEM amounting to Rp 3,500,000,000 consisting of 3,500,000 Series B shares. Accordingly, with such an increase in the capital, the Company s direct ownership in RCI decreased to 0.984%. CAI Based on Deed No. 123 dated March 24, 2011 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, the shareholders of CAI agreed to sell 514 shares in CAI owned by GEM to BKES, a subsidiary and 1 share in CAI owned by PT Sinar Mas Cakrawala (SMC) to the Company. Accordingly, the Company s effective ownership interest in CAI became %. NIP Based on Deed No. 156 dated April 25, 2011 of Hannywati Gunawan, S.H., a public notary in Jakarta, the shareholders of NIP agreed to increase its issued and paid up capital from Rp 1,295,000,000 to Rp 11,295,000,000 which were all acquired by MAL

175 and January 1, 2011/ d. Ijin Pertambangan Grup d. The Group s Mining Licenses GEM Pada tanggal 4 Februari 2011, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 206.K/30/DJB/2011, GEM memperoleh Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus untuk Pengangkutan dan Penjualan Batubara untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang. RCI Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 835.K/30/DJB/2012, RCI telah memperoleh Izin Usaha Pertambangan Operasi Khusus Untuk Pengangkutan dan Penjualan Batubara untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. BORNEO BORNEO memperoleh ijin Pengusahaan Pertambangan Batubara dari instansiinstansi berikut: 1. Pemerintah Republik Indonesia diwakili oleh PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) (PTBA) dalam Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) No. 007/PK/PTBA-BI/1994 tanggal 15 Agustus Berdasarkan perubahan PKP2B antara PTBA dan BORNEO tanggal 27 Juni 1997, efektif sejak tanggal 1 Juli 1997 semua hak dan kewajiban PTBA dalam PKP2B beralih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 2. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 10.K/40.00/DJB/2006 tanggal 17 Februari 2006 tentang Permulaan Tahap Kegiatan Produksi PKP2B seluas hektar untuk jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun. GEM On February 4, 2011, based on the Decision of the Ministry of Energy and Mineral Resource No. 206.K./30/DJB/2011, GEM obtained Particular License of IUP Operation Production for Transportation and Trade of Coal which is valid for three (3) years and can be extended. RCI Based on the Decision of the Ministry of Energy and Mineral Resources No. 835.K/30/DJB/2012, RCI obtained Particular License of IUP Operation Production for Transportation and Trade of Coal which is valid for five (5) years. BORNEO BORNEO obtained from the following its license to conduct coal mining activities: 1. The Government of the Republic of Indonesia as represented by PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) (Persero) in Coal Contract of Work (CCoW) No. 007/PK/PTBA- BI/1994 dated August 15, Based on the changes in CCoW between PTBA and BORNEO dated June 27, 1997, effective July 1, 1997, all of the PTBA rights and obligations in CCoW have been transferred back to the Government of the Republic of Indonesia which was represented by the Ministry of Energy and Mineral Resources. 2. Ministry of Energy and Mineral Resources in its Decision Letter No. 10.K/40.00/DJB/2006 dated February 17, 2006 concerning the beginning stage of Production Activity of CCoW for 24,100 hectares for a period of thirty (30) years

176 and January 1, 2011/ KIM Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi dan Kecamatan Jujuhan, 199 Keputusan Bupati Bungo/ 23 April 2010 s.d./up to Perubahan atas IUP tersebut/ Kabupaten Bungo, Decision of Bupati Bungo 22 April 2020 Production Operations and Provinsi/Province Jambi No. 251/DESDM Tahun 2010 the change of the IUP Jo. Keputusan Bupati Bungo/ Jo. Decision of Bupati Bungo No. 166/DESDM Tahun IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Jujuhan, 199 Keputusan Bupati Bungo/ 23 April 2010 s.d./up to Production Operations Kabupaten Bungo, Decision of Bupati Bungo 22 April 2018 Provinsi/Province Jambi No. 252/DESDM Tahun 2010 TKS Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Desa Malateken, Keputusan Bupati Barito Utara/ 26 April 2010 s.d./up to Production Operations Gandring, Panaen, Liang Buah, Decision of Bupati - North Barito 25 April 2026 Kecamatan Teweh Tengah/Central No /207/2010 dan/and Teweh Timur/East, Kabupaten Barito Utara/North, Provinsi/Province Kalimantan Tengah/Central 2. IUP Operasi Produksi/ Desa Malateken Keputusan Bupati Barito Utara/ 26 April 2010 s.d./up to Production Operations Gandring dan/and Panaen, Decision of Bupati - North Barito 25 April 2028 Kecamatan Teweh Tengah/Central No /208/2010 dan/and Teweh Timur/East, Provinsi/Province Kalimantan Tengah/Central 3. IUP Operasi Produksi/ Desa Saing, Patung, Gandrung, Keputusan Bupati Barito Timur/ 31 Desember/December 2009 Production Operations Kecamatan Dusun Tengah/Central Decision of Bupati - North Barito s.d./up to 13 Agustus/ dan/and Paku, No. 570 tahun/year 2009 August 2019 Kabupaten Barito Timur/East, Provinsi/Province Kalimantan Tengah/Central BHBA Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Dusun Tanjung Belit, 172 Keputusan Bupati Bungo/ 23 April 2010 s.d./up to Production Operations Kecamatan Jujuhan, Decision of Bupati Bungo 22 April 2016 Kabupaten Bungo, No. 247/DESDM/Tahun 2010 Provinsi/Province Jambi

177 and January 1, 2011/ KCP Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Dusun Tanjung Belit, 143 Keputusan Bupati Bungo/ 22 Juli/July 2009 s.d/up to Production Operations Kecamatan Jujuhan, Decision of Bupati Bungo 21 Juli/July 2019 Kabupaten Bungo, No. 350/DESDM/Tahun 2009 Provinsi/Province Jambi BBU Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Dusun Tanjung Belit, 199 Keputusan Bupati Bungo/ 23 April 2010 s.d./up to Production Operations Kecamatan Jujuhan, Decision of Bupati Bungo 22 April 2018 Kabupaten Bungo, No. 250/DESDM/Tahun 2010 Provinsi/Province Jambi 2. IUP Operasi Produksi/ Dusun Tanjung Belit, Keputusan Bupati Bungo/ 9 Juli/July 2009 s.d./up to Production Operations Kecamatan Jujuhan, Decision of Bupati Bungo 8 Juli/July 2029 Kabupaten Bungo, No. 341/DESDM/Tahun 2009 Provinsi/Province Jambi BNP Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Dusun Tanjung Belit, 199 Keputusan Bupati Bungo/ Desember/December 2010 Production Operations Kecamatan Jujuhan, Decision of Bupati Bungo s.d./up to Oktober/October 2019 Kabupaten Bungo, No. 545/DESDM/Tahun 2010 Provinsi/Province Jambi TBBU Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Dusun Tanjung Belit, 198 Keputusan Bupati Bungo/ 23 April 2010 s.d./up to Production Operations Kecamatan Jujuhan, Decision of Bupati Bungo 22 April 2018 Kabupaten Bungo, No. 249/DESDM/Tahun 2010 Provinsi/Province Jambi NIL Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Rakit Kulim, 2,000 Keputusan Bupati Indragiri Hulu/ 20 April 2010 s.d./up to Production Operations Kabupaten Indragiri Hulu, Decision of Bupati Indragiri Hulu 5 Juni/June 2013 Provinsi/Province Riau 08/IUP/545-02/IV/

178 and January 1, 2011/ WAL Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Desa Lubuk Mandarsah, 199 Keputusan Bupati Tebo/ 11 Maret/March 2010 s.d./up to Production Kecamatan Tengah Ilir, Decision of Bupati Tebo 10 Maret/March 2013 Operations Kabupaten Tebo, No. 160/ESDM/2010 Provinsi/Province Jambi 2. Perpanjangan IUP Desa Lubuk Mandarsah, Keputusan Bupati Tebo/ 21 April 2010 s.d./up to Eksplorasi/ Kecamatan Tengah Ilir, Decision of Bupati Tebo 20 April 2013 Extension of IUP Kabupaten Tebo, No. 209/ESDM/2010 Exploration Provinsi/Province Jambi 3. Perpanjangan IUP Desa Dusun Mudo, Keputusan Bupati Tanjung Jabung 30 Desember/December 2011 Eksplorasi/ Kecamatan Muara Papalik Decision of Bupati West Tanjung 29 Desember/December 2013 Extension of IUP Kabupaten Tanjung Jabung Barat No. 596 Tahun 2011 Exploration Provinsi/Province Jambi MAL Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Bayung Lencir Keputusan Bupati Musi Banyuasin / 11 September 2009 Production Operations Kabupaten Musi Banyuasin Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d./up to 7 Maret/March 2017 Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun 2009 South Sumatera Province 2. SK Perubahan Masa - - Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 11 September 2009 s.d. Berlaku IUP Operasi Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d./up to 8 Maret/March 2021 Produksi/ No Tahun 2010 Decision Letter on Change in Validity Period of IUP Production Operations RSL Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/License Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Bayung Lencir, 4,902 Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 21 November 2008 s.d/up to Production Operations Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin 20 November 2018 Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun 2009 South Sumatera Province

179 and January 1, 2011/ BBEP Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 12 Desember/December 2008 Production Operations Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun Desember/December 2018 South Sumatera Province DAE Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Eksplorasi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 17 Desember/December 2008 Exploration Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun Desember/December 2014 South Sumatera Province ASA Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Eksplorasi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 17 Desember/December 2008 Exploration Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun Desember/December 2014 South Sumatera Province DAJ Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Eksplorasi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 17 Desember/December 2008 Exploration Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun Desember/December 2014 South Sumatera Province BIC Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 12 December/December 2008 Production Operations Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun December/December 2018 South Sumatera Province

180 and January 1, 2011/ CAC Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Eksplorasi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 17 Desember/December 2008 Exploration Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun Desember/December 2014 South Sumatera Province 2. IUP Eksplorasi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 17 Desember/December 2008 Exploration Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun Desember/December 2014 South Sumatera Province CNP Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Bayung Lencir, Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 12 Desember/December 2008 Production Operations Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun Desember/December 2018 South sumatera Province NIP Luas Area/ No. Surat Keputusan/ Masa Berlaku/ No. Ijin KP/Licenses Daerah/Location Area Decision Letter No. Validity Hektar/Hectare 1. IUP Operasi Produksi/ Kecamatan Bayung Lencir Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ 11 September 2009 Production Operations Kabupaten Musi Banyuasin, Decision of Bupati Musi Banyuasin s.d/up to 7 Maret/March 2017 Provinsi Sumatera Selatan/ No Tahun 2009 South Sumatera Province 2. Persetujuan Perubahan - - Keputusan Bupati Musi Banyuasin/ Perpanjangan ijin sampai dengan Masa Berlaku IUP Decision of Bupati Musi Banyuasin 8 Maret 2021 dan dapat Operasi Produksi/ No Tahun 2010 diperpanjang kembali/ Approval on the Change Extension of the License of the Validity Period of IUP until March 8, 2021 and can be Production Operations further extended

181 and January 1, 2011/ e. Area Eksplorasi dan Eksploitasi e. Exploration and Exploitation Area Grup memiliki area eksplorasi maupun eksploitasi/pengembangan sebagai berikut (tidak diaudit): The details of the Group s exploration and exploitation/development area are as follows (unaudited): Jumlah Aset Pertambangan untuk Tambang dalam Penyesuaian Penambahan Cadangan Pengembangan dan pada Jumlah Cadangan Cadangan Terbukti dan Terduga Jumlah Cadangan Tahap Produksi pada Terbukti dan Terduga Terbukti dan Karena Penambahan Terbukti dan Terduga Tanggal 31 Desember 2012/ pada Tanggal Terduga *****)******)/ Area Pengeboran/ pada Tanggal Total Mine Properties for Mines 31 Desember 2011***)/ Adjustment in Addition in Proven 31 Desember 2012 ***)/ under Construction and Total Proven and Proven and Probable Reserves Total Proven and Pemilik/ Nama Lokasi/ Producing Mines as of Probable Reserves as of and Probable Due to Addition Jumlah Produksi/ Probable Reserves as of License Owner Location December 31, 2012 December 31, 2011***) Reserves *****)******) Drilling Area Total Production ***) December 31, 2012 ***) US$ Jutaan ton/ Jutaan ton/ Jutaan ton/ Jutaan ton/ Jutaan ton/ Million Tons Million Tons Million Tons Million Tons Million Tons BORNEO Blok/Block Batulaki **)****) , ,20 6,58 Blok/Block Sebamban **)****) , ,51 17,21 Blok/Block Kusan *****) ,40 (77,69) - 2,07 255,64 Blok/Block Girimulya *) *****) ,00 (46,00) ,00 KIM Blok/Block - II Muara Bungo *) KCP Blok/Block - Muara Bungo **) TBBU Blok/Block - Muara Bungo *) ,42 (41,09) - 1,51 35,82 BBU Blok/Block - Muara Bungo *) BNP Blok/Block - Muara Bungo *) TKS Blok/Block Muara Teweh **) ,00 (24,67) - 0,05 8,28 Blok/Block Ampah *)****) ,40 0,40 MAL Blok/Block Bayung Lencir *) ****) , NIP Blok/Block Bayung Lencir *) ****) , BIC Blok/Block Bayung Lencir *) ****) BBEP Blok/Block Bayung Lencir *) ****) CAC Blok/Block Bayung Lencir *) ****) CNP Blok/Block Bayung Lencir *) ****) ASA Blok/Block Bayung Lencir *) ****) DAE Blok/Block Bayung Lencir *) ****) DAJ Blok/Block Bayung Lencir *) ****) RSL Blok/Block Bayung Lencir *) ****) NIL Blok/Block Indragiri Hulu WAL Blok/Block Indragiri Tebo Jumlah/Total ,25 (189,45) 0,40 5,34 687,93 Catatan/Notes : *) Pertambangan dalam pengembangan/mines under construction **) Sebagian merupakan Aset pertambangan - tambang dalam pengembangan/part is included in Mine properties - mines under construction ***) Tidak diaudit/unaudited ****) Berdasarkan data internal/based on internal data *****) Berdasarkan JORC Reserve Statement dari PT SMG Consultants, pihak independen per Agustus 2012 setelah memperhitungkan produksi batubara sampai dengan bulan Desember 2012 (jika ada)/ Based on JORC Reserve Statement from PT SMG Consultants, an independent party, as of August 2012, and after considering coal production up to December 2012 (if any) ******) Berdasarkan JORC Reserve Statement dari PT Danmar Explorindo, pihak independen per Agustus 2012 setelah memperhitungkan produksi batubara sampai dengan bulan Desember 2012 (jika ada)/ Based on JORC Reserve Statement from PT Danmar Explorindo, an independent party, as of August 2012, and after considering coal production up to December 2012 (if any)

182 and January 1, 2011/ f. Cadangan Batubara f. Coal Reserves Jumlah cadangan yang dimiliki oleh Grup pada tanggal 31 Desember 2012 (tidak diaudit) adalah sebagai berikut: The details of coal reserves owned by the Group as of December 31, 2012, are as follows (unaudited): Lokasi/Location Cadangan batubara/coal Reserves Terbukti/Proven Terduga/Probable Jumlah/Total Jutaan Ton/ Jutaan Ton/ Jutaan Ton/ Million Tons Million Tons Million Tons Blok/Block Kusan 190,24 65,40 255,64 *) Blok/Block Girimulya 189,00 175,00 364,00 *) Blok/Block KIM 28,92 6,90 35,82 *) Blok/Block Muara Teweh 7,61 0,67 8,28 **) 415,77 247,97 663,74 Blok/Block Batulaki 6,58-6,58 ***) Blok/Block Sebamban 17,21-17,21 ***) Blok/Block Ampah 0,40-0,40 ***) Jumlah/Total 439,96 247,97 687,93 Catatan/Notes : *) Berdasarkan JORC Reserve Statement dari PT SMG Consultants, pihak independen, per Agustus 2012, dan setelah memperhitungkan produksi batubara sampai dengan Desember 2012 (jika ada)/ Based on JORC Reserve Statement from PT SMG Consultants, an independent party, as of August 2012, and after considering coal production up to December 2012 (if any) **) Berdasarkan Laporan Independen Technical Study dari PT Danmar Explorindo, pihak independen, per Agustus 2012, dan setelah memperhitungkan produksi batubara sampai dengan Desember 2012 (jika ada)/ Based on Independent Technical Study Report from PT Danmar Explorindo, an independent party, as of August 2012, and after considering coal production up to December 2012 (if any) ***) Berdasarkan data internal setelah memperhitungkan penjualan batubara yang diproduksi dari cadangan batubara Grup selama tahun 2012 (jika ada)/ Based on internal data after considering coal sales which were produced from the Group's coal reserves during 2012 (if any) Jumlah produksi batubara Grup (tidak diaudit) sebagai berikut: Blok/Block Total Group s coal productions (unaudited) are as follows: Ton/Tons Ton/Tons BIB KIM TKS Jumlah/Total Akumulasi jumlah produksi batubara Grup sejak awal kegiatan eksploitasi sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 sebesar 15,6 juta ton. Accumulated total Group s coal productions since the beginning of exploitation activity until December 31, 2012 is 15.6 million tons

183 and January 1, 2011/ g. Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan g. Board of Commissioners, Directors and Employees Pada tanggal 31 Desember 2012, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan Akta No. 2 tanggal 3 Juli 2012 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: As of December 31, 2012, the members of the Company's Board of Commissioners and Directors based on Notarial Deed No. 2 dated July 3, 2012 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, are as follows: Dewan Komisaris Board of Commissioners Presiden Komisaris : Franky Oesman Widjaja : President Commissioner Wakil Presiden Komisaris : Muktar Widjaja : Vice President Commissioner Komisaris : Ichsanto Gunawan : Commissioner Komisaris Independen : Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan : Independent Commissioners Agus Tagor Direksi Directors Presiden Direktur : Lay Krisnan Cahya : President Director Wakil Presiden Direktur : Budi Christanto : Vice President Director Direktur : Lanny : Directors Rudy Halim Dr. Hermawan Tarjono *) Direktur Tidak Terafiliasi : Susi Susantijo, S.H., LL.M. : Unaffiliated Director *) Merangkap Sekretaris Perusahaan *) Also act as Corporate Secretary Pada tanggal 31 Desember 2011, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan Akta No. 21 tanggal 9 Juni 2011 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: As of December 31, 2011, the members of the Company's Board of Commissioners and Directors based on Notarial Deed No. 21 dated June 9, 2011 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, are as follows: Dewan Komisaris Board of Commissioners Presiden Komisaris : Franky Oesman Widjaja : President Commissioner Wakil Presiden Komisaris : Muktar Widjaja : Vice President Commissioner Komisaris : Ichsanto Gunawan : Commissioner Komisaris Independen : Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan : Independent Commissioners Agus Tagor Direksi Directors Presiden Direktur : Lay Krisnan Cahya : President Director Wakil Presiden Direktur : Budi Christanto : Vice President Director Direktur : Lanny : Directors Dr. Hermawan Tarjono *) Direktur Tidak Terafiliasi : Susi Susantijo, S.H., LL.M. : Unaffiliated Director *) Merangkap Sekretaris Perusahaan *) Also act as Corporate Secretary

184 and January 1, 2011/ Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010 berdasarkan Akta No. 51 tanggal 13 Juli 2010 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: The members of the Company's Board of Commissioners and Directors as of January 1, 2011/December 31, 2010, based on Notarial Deed No. 51 dated July 13, 2010 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, are as follows: Dewan Komisaris Board of Commissioners Presiden Komisaris : Fuganto Widjaja : President Commissioner Wakil Presiden Komisaris : Michael JP Widjaja : Vice President Commissioner Komisaris : Ichsanto Gunawan : Commissioner Komisaris Independen : Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan : Independent Commissioners Agus Tagor Direksi Directors Presiden Direktur : Lay Krisnan Cahya : President Director Direktur : Lanny : Directors Ir. Priono Hari Saptawan Direktur Tidak Terafiliasi : Susi Susantijo, S.H., LL.M. : Unaffiliated Director Susunan Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 berdasarkan Keputusan Sirkular Dewan Komisaris Perusahaan tanggal 22 Maret 2010, adalah sebagai berikut: The members of Audit Committee of the Company as of December 31, 2012 and 2011 based on Circular Resolution of the Company s Board of Commissioners dated March 22, 2010, are as follows: Ketua : Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan : Chairman Anggota : Edward H. Hadidjaja : Members Agus Leman Goenawan Personel manajemen kunci Grup terdiri dari Komisaris dan Direksi. Jumlah karyawan Perusahaan (tidak diaudit) pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah 626 karyawan dan 624 karyawan. Jumlah karyawan tetap Grup (tidak diaudit) pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah karyawan dan karyawan. Laporan keuangan konsolidasian PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 25 Maret Direksi bertanggung jawab atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Key management personnel of the Group consists of Commissioners and Directors. As of, the Company has 626 and 624 employees (unaudited), respectively. As of, the Group has 1,497 and 1,262 permanent employees (unaudited), respectively. The consolidated financial statements of PT Dian Swastatika Sentosa Tbk and its subsidiaries for the year ended December 31, 2012 were completed and authorized for issuance on March 25, 2013 by the Company s Directors who are responsible for the consolidated financial statements

185 and January 1, 2011/ 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan dan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) No. Kep- 347/BL/2012 tanggal 25 Juni Seperti diungkapkan dalam Catatan-catatan terkait, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan. Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies a. Basis of Consolidated Financial Statements Preparation and Measurement The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, which comprise the statements and interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and Regulation No. VIII.G.7. regarding Presentation and Disclosures of Public Companies Financial Statements included in the Appendix of the Decree of the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam LK) No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, As disclosed further in relevant succeeding notes, several amended and published accounting standards were adopted effective January 1, Such consolidated financial statements are an English translation of the Group s statutory report in Indonesia, and are not intended to present the financial position, results of operations, and cashflows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions. The consolidated financial statements are prepared in accordance with the Statement of Financial Accounting Standard ( PSAK ) No. 1 (Revised 2009), Presentation of Financial Statements. The measurement basis used is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies. The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities

186 and January 1, 2011/ Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2011, kecuali dampak penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 seperti yang telah diungkapkan pada Catatan ini. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Dolar Amerika Serikat (US$) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Kecuali dinyatakan secara khusus, angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Dolar Amerika Serikat penuh. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi tertentu. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 4. b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Efektif 1 Januari 2012 Pada tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ( ISAK ) baru dan revisi yang wajib diterapkan pada tanggal tersebut. Kebijakan akuntansi tertentu Grup telah diubah seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masingmasing standar dan interpretasi. The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2012 are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2011, except for the impact of the adoption of several amended PSAK effective January 1, 2012 as disclosed in this Note. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the U.S. Dollar (US$) which is also the functional currency of the Company. Unless otherwise stated, all amounts presented in the consolidated financial statements are stated in full amount of United States Dollar. The preparation of consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of certain critical accounting estimates. It also requires management to exercise its judgement in the process of applying the Group s accounting policies. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the consolidated financial statements are disclosed in Note 4. b. Adoption of Statements of Financial Accounting Standards and Interpretations of Financial Accounting Standards Effective January 1, 2012 On January 1, 2012, the Group adopted new and revised Statements of Financial Accounting Standards (PSAKs) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAKs) that are mandatory for application from that date. Changes to the Group s accounting policies have been as required, in accordance with the transitional provisions in the respective standards and interpretations

187 and January 1, 2011/ (1) PSAK No. 10 (revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, yang mengatur pengukuran dan penyajian mata uang suatu entitas di mana pengukuran mata uang harus menggunakan mata uang fungsional sementara penyajian mata uang dapat menggunakan mata uang selain mata uang fungsional. Dalam menentukan mata uang fungsional, entitas mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: a. mata uang yang paling mempengaruhi harga jual untuk barang dan jasa, atau dari suatu negara yang kekuatan persaingan dan perundang-undangannya sebagian besar menentukan harga jual dari barang dan jasanya; b. mata uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, material dan biaya-biaya lain dari pengadaan barang atau jasa; c. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan (antara lain penerbitan instrumen utang dan ekuitas) dihasilkan; d. mata uang dalam mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan. Sebagai dampak penerapan PSAK No. 10, Grup menyajikan kembali laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010, serta laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, dan laporan perubahan ekuitas konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (Catatan 3). (2) PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja, yang memperkenalkan alternatif metode baru untuk mengakui keuntungan (kerugian) aktuarial, yaitu dengan mengakui seluruh keuntungan (kerugian) pada pendapatan komprehensif lain dan mensyaratkan beberapa pengungkapan tambahan. (1) PSAK No. 10 (revised 2010), The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates, which specifies the measurement and presentation of currency of entity where the measurement of currency shall be at the functional currency while the presentation of currency can be in currency other than the functional currency. In determining the functional currency, an entity considers the following factors: a. the currency that mainly influences sales prices for goods and services and of the country whose competitive forces and that regulations mainly determine the sales prices of its goods and services; b. the currency that mainly influences labour, material and other costs of providing goods or services; c. the currency in which funds from financing activities (i.e. issuing debt and equity instruments) are generated; d. the currency in which receipts from operating activities are usually retained. As a result effect implementation of PSAK No. 10, Group restate the consolidated statements of financial position as of December 31, 2011 and January 1, 2011/ December 31, 2010, and the consolidated statements of comprehensive income and changes in equity for the year ended December 31, 2011 (Note 3). (2) PSAK No. 24 (Revised 2010), Employee Benefits, which introduces a new alternative method to recognize actuarial gains (losses) that is to recognize all actuarial gains (losses) in full through other comprehensive income and requires certain additional disclosures

188 and January 1, 2011/ Grup memilih untuk tetap menggunakan pendekatan koridor dalam pengakuan keuntungan (kerugian) aktuarial. Pengungkapan tambahan terdapat pada Catatan 31. (3) PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan, mensyaratkan pengungkapan yang lebih luas atas manajemen risiko keuangan entitas dibandingkan dengan PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan. Persyaratan tersebut meliputi signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan entitas serta informasi kualitatif dan kuantitatif mengenai eksposur terhadap risiko yang timbul dari instrumen keuangan, termasuk pengungkapan minimum yang spesifik mengenai risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar. Sebagaimana di persyaratkan dalam standar, Grup membuat pengungkapan tambahan pada Catatan 35. (4) PSAK No. 64, Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral PSAK No. 64, Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral, mengatur pelaporan keuangan atas aktivitas eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral, terutama mengenai identifikasi dan pengungkapan aset yang timbul dari aktivitas tersebut untuk memberi pemahaman atas jumlah, waktu dan kepastian atas arus kas masa depan terkait. Adopsi PSAK No. 64 tersebut memberikan pengaruh terhadap pengungkapan dan penyajian bagi pengeluaran atas aktivitas eksplorasi, pengembangan, dan eksploitasi sumber daya mineral dalam laporan keuangan konsolidasian tanpa mempengaruhi pengukurannya. Dengan demikian, laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 telah disajikan kembali untuk merefleksikan reklasifikasi atas akun-akun terkait sehubungan dengan adopsi PSAK No. 64 tersebut (Catatan 3). The Group has elected to continue to use the corridor approach in the recognition of actuarial gains (losses). The Group has additional disclosures in Note 31. (3) PSAK No. 60, Financial Instruments: Disclosures, which requires more extensive disclosures of an entity s financial risk management compared to PSAK No. 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures. The requirements consist of the significance of financial instruments for an entity s financial position and performance, and qualitative and quantitative information about exposure to risks arising from financial instruments, including specified minimum disclosures about credit risk, liquidity risk and market risk. As required by the standard, the Group has made additional disclosure in Note 35. (4) PSAK No. 64, Exploration for and Evaluation of Mineral Resources. PSAK No. 64, Exploration for and Evaluation of Mineral Resources, prescribes financial reporting of the exploration and evaluation of mining activities for mineral resources, especially identification and disclosures for assets arising from these activities to give understanding of the related amount, timing and certainty. Adoption of PSAK No. 64 gave impact to the related presentation and disclosures for the expenditures attributable to the exploration, development and exploitation of mineral resources in the consolidated financial statements without affecting the related measurement. Thus, the consolidated statements of financial position as of December 31, 2011 and January 1, 2011/ December 31, 2010 were restated to reflect the reclassification of the related accounts due to the adoption of the said PSAK No. 64 (Note 3)

189 and January 1, 2011/ Berikut ini PSAK dan ISAK yang relevan dan diterapkan untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2012, namun tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian: PSAK (1) PSAK No. 13 (Revisi 2011), Properti Investasi The following are the PSAKs and ISAKs which are relevant and have been adopted effective January 1, 2012 but do not have material impact to the consolidated financial statements: PSAK (1) PSAK No. 13 (Revised 2011), Investment Property (2) PSAK No. 16 (Revisi 2011), Aset Tetap (2) PSAK No. 16 (Revised 2011), Property, Plant, and Equipment (3) PSAK No. 26 (Revisi 2011), Biaya Pinjaman (3) PSAK No. 26 (Revised 2011), Borrowing Costs (4) PSAK No. 30 (Revisi 2011), Sewa (4) PSAK No. 30 (Revised 2011), Leases (5) PSAK No. 33 (Revisi 2011), Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum (6) PSAK No. 46 (Revisi 2010), Pajak Penghasilan (7) PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian (8) PSAK No. 55 (Revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (5) PSAK No. 33 (Revisi 2011), Accounting of Land Stripping Activities and Environmental Management in General Mining (6) PSAK No. 46 (Revised 2010), Income Taxes (7) PSAK No. 50 (Revised 2010), Financial Instruments: Presentation (8) PSAK No. 55 (Revised 2011), Financial Instruments: Recognition and Measurement (9) PSAK No. 56 (Revisi 2011), Laba Per Saham ISAK (9) PSAK No. 56 (Revised 2011), Earnings per Share ISAK (1) ISAK No. 23, Sewa Operasi - Insentif (1) ISAK No. 23, Operating Leases- Incentives (2) ISAK No. 24, Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa (2) ISAK No. 24, Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal Form of a Lease

190 and January 1, 2011/ c. Prinsip Konsolidasi dan Kombinasi Bisnis Prinsip Konsolidasi Efektif tanggal 1 Januari 2011, Grup secara retrospektif menerapkan PSAK No. 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, kecuali untuk beberapa hal sebagai berikut yang diterapkan secara prospektif, antara lain: (i) kerugian entitas anak yang mengakibatkan akun kepentingan nonpengendali bersaldo defisit; (ii) kehilangan pengendalian atas entitas anak; (iii) perubahan dalam bagian kepemilikan entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian; (iv) hak suara potensial dalam menentukan pengendalian yang ada; dan (v) konsolidasi entitas anak yang dibatasi dalam jangka waktu yang panjang. Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak sebagaimana diungkapkan pada Catatan 1c. Seluruh transaksi, saldo akun dan laba atau rugi yang belum direalisasi dari transaksi antar entitas telah dieliminasi. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Dalam kondisi tertentu, pengendalian juga ada ketika terdapat: kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain; kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi atau dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau c. Principles of Consolidation and Accounting for Business Combination Principles of Consolidation Effective January 1, 2011, the Group retrospectively adopted PSAK No. 4 (Revised 2009), Consolidated and Separate Financial Statements, except for the following items that were applied prospectively: (i) losses of a subsidiary that result in a deficit balance to noncontrolling interests ( NCI ); (ii) loss of control over a subsidiary; (iii) change in the ownership interest in a subsidiary that does not result in a loss of control; (iv) potential voting rights in determining the existence of control; and (v) consolidation of a subsidiary that is subject to long-term restriction. The consolidated financial statements include the accounts of the Company and subsidiaries mentioned in Note 1c. Inter-company transactions, balances and unrealized gains or loss on transactions between Group companies are eliminated. Subsidiaries are fully consolidated from the date of acquisitions, being the date on which the Company obtained control, and continue to be consolidated until the date such control ceases. Control is presumed to exist if the Company owns, directly or indirectly through another subsidiary, more than half of the voting power of an entity unless, in exceptional circumstances, it can be clearly demonstrated that such ownership does not constitute control. Control also exists under certain circumstances when there is: power over more than half of the voting rights by virtue of an agreement with other investors; power to govern the financial and operating policies of the entity under a statute or an agreement; power to appoint or remove the majority of the members of the board directors or equivalent governing body and control of the entity is by that board or body; or

191 and January 1, 2011/ kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi dan dewan komisaris atau organ tersebut. Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada Kepentingan Nonpengendali (KNP) bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit. Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup: menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak; menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP; menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada; mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan mereklasifikasi bagian entitas induk perusahaan atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lain ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba. KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari anak-entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. power to cast the majority of votes at meetings of the board of directors or equivalent governing body and control of the entity is by the board or body. Losses of a non-wholly owned subsidiary are attributed to the Noncontrolling Interest (NCI) even if that results in a deficit balance. In case of loss of control over a subsidiary, the Group: derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary; derecognizes the carrying amount of any NCI; derecognizes the cumulative translation differences, recorded in equity, if any; recognizes the fair value of the consideration received; recognizes the fair value of any investment retained; recognizes any surplus or deficit in profit or loss; and reclassifies the parent s share of components previously recognized in other comprehensive income to profit or loss or retained earnings, as appropriate. NCI represents the portion of the profit or loss and net assets of the subsidiaries attributable to equity interests that are not owned directly or indirectly by the Company, which are presented in the consolidated statement of comprehensive income and under the equity section of the consolidated statement of financial position, respectively, separately from the corresponding portion attributable to the equity holders of the parent company

192 and January 1, 2011/ Transaksi dengan kepentingan nonpengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Laba atau rugi dari pelepasan kepada kepentingan nonpengendali juga dicatat di ekuitas. Kombinasi Bisnis Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau sebesar proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disajikan sebagai beban administrasi. Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pada tanggal akuisisi pihak pengakuisisi mengukur kembali nilai wajar kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam komponen laba rugi. Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk KNP atas aset bersih teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika nilai agregat tersebut lebih kecil dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam komponen laba rugi. Transactions with non-controlling interests that do not result in loss of control are accounted for as equity transactions. The difference between the fair value of any consideration paid and the relevant share acquired of the carrying value of net assets of the subsidiary is recorded in equity. Gains or losses on disposals to non-controlling interests are also recorded in equity. Business Combination Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree s identifiable net assets. Acquisition related costs incurred are directly expensed and included in administrative expenses. When the Group acquires a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date. If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the acquirer s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss. At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in profit or loss

193 and January 1, 2011/ Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas ( UPK ) dari Grup yang diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan. d. Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Entitas sepengendali adalah pihak-pihak (perorangan, perusahaan atau bentuk entitas lainnya) yang, secara langsung atau tidak langsung (melalui satu atau lebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama. Akuisisi atau pelepasan entitas anak dari atau kepada entitas yang merupakan entitas sepengendali yang merupakan reorganisasi perusahaan-perusahaan di bawah pengendali yang sama (pooling of interest) dipertanggungjawabkan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2004), Akuntansi Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Berdasarkan PSAK No. 38 tersebut, transfer aset, liabilitas, saham dan instrumen kepemilikan lainnya di antara entitas sepengendali tidak menghasilkan laba atau rugi bagi grup atau bagi perusahaan individu berada di bawah grup yang sama. Karena transaksi restrukturisasi entitas sepengendali tidak menimbulkan perubahan substansi ekonomi atas kepemilikan aset, liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset dan liabilitas yang ditransfer dicatat pada nilai bukunya seperti kombinasi bisnis yang menggunakan metode penyatuan kepemilikan. After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Group s cashgenerating units ( CGU ) that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquired are assigned to those CGUs. Where goodwill forms part of a CGU and part of the operation within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is included in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained. d. Restructuring Transactions of Entities Under Common Control Entities under common control are parties (individual, company, or other form of entities) which directly or indirectly (through one or more intermediaries) control or are controlled by or are under the same control. Acquisition or disposal of a subsidiary from or to entities under common control which is a reorganization of companies under common control (pooling of interest) accounted for in accordance with PSAK No. 38 (Revised 2004), Accounting for Restructuring Transactions among Entities Under Common Control. Transfer of assets, liabilities, shares and other instruments of ownership among entities under common control does not generate profit or loss for the group or to the individual company within the same group. Since a restructuring transaction among entities under common control does not result in a change of the economic substance of the ownership of assets, liabilities, shares and other instruments of ownership which are exchanged, assets or liabilities transferred are recorded at book values as business combination using the pooling of interest method

194 and January 1, 2011/ Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku setiap transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dibukukan pada akun Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sebagai bagian dari ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Saldo Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasian sebagai laba atau rugi yang direalisasi pada saat (1) hilangnya status substansi sepengendalian antara entitas yang pernah bertransaksi, (2) pelepasan aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang mendasari terjadinya selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali ke pihak lain yang tidak sepengendali. Sebaliknya, jika ada transaksi resiprokal antara entitas sepengendali yang sama maka saling hapus dilakukan antara saldo yang ada dengan yang baru, sehingga menimbulkan saldo baru atas akun ini. Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, komponen laporan keuangan konsolidasian pada periode terjadinya restrukturisasi dan periode perbandingan yang disajikan, untuk tujuan komparatif, harus disajikan sedemikian rupa seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak permulaan periode paling awal yang disajikan. Any difference between the transfer price and book value of each restructuring transaction between entities under common control are recorded in the account Difference in value of restructuring transactions among entities under common control, presented as a component of equity in the consolidated statements of financial position. The balance of Difference in value arising from restructuring transactions among entities on control account is taken to the consolidated statements of income as realized gain or loss as a result of (1) loss of under common control substance, and (2) transfer of the assets, liabilities, equity or other ownership instruments to another party who is not under common control. On the other hand, when there are reciprocal transactions between entities under common control, the existing balance is set - off with the new transaction, hence creating a new balance of this account. In applying the pooling of interest method, the components of the consolidated financial statements for the period of restructuring and comparative periods presented for comparative purposes, should be presented in such a way as if the restructuring has occurred since the beginning of the earliest period presented. e. Penjabaran Mata Uang Asing e. Foreign Currency Translation Mata Uang Fungsional dan Pelaporan Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Transaksi dan Saldo Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Laba atau rugi selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali jika ditangguhkan di ekuitas sebagai arus kas kualifikasian atau lindung nilai investasi neto. Functional and Reporting Currencies Items included in the financial statements of each of the Group s companies are measured using the currency of the primary economic environment in which the entity operates (the functional currency). Transactions and Balances Foreign currency transactions are translated into the functional currency using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. Foreign exchange gains and losses resulting from the settlement of such transactions and from the translation at year end exchange rates of monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are recognized in the consolidated statement of comprehensive income, except when deferred in equity as qualifying cash flow or net investment hedges

195 and January 1, 2011/ Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia, yang digunakan oleh Grup adalah sebagai berikut: As of and January 1, 2011/December 31, 2010, the conversion rates used by the Group were the middle rates of Bank Indonesia as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember 2010 December 31 December 31 January 1, 2011/ Valuta Asing December 31, 2010 Foreign Currency US$ US$ US$ 1 Rupiah 0, , , Rupiah 1 Yen Jepang 0, , , Japan Yen 1 Dolar Singapura 0, , , Singapore Dollar 1 Euro 1, , , Euro 1 Poundsterling 1, , , Great Britain Poundsterling 1 Cina Yuan 0, , , China Yuan Kelompok Usaha Grup Hasil usaha dan posisi keuangan dari kelompok usaha Grup yang memiliki mata uang fungsional yang berbeda dengan mata uang pelaporan, dijabarkan pada mata uang pelaporan sebagai berikut: a. aset dan liabilitas dari setiap laporan posisi keuangan yang disajikan, dijabarkan pada kurs penutup pada tanggal laporan posisi keuangan; b. penghasilan dan beban untuk setiap laporan laba rugi dijabarkan menggunakan kurs rata-rata; dan c. seluruh selisih kurs yang timbul diakui dalam pendapatan komprehensif lain. Group Companies The results and financial position of all the Group companies that have a functional currency different from the reporting currency are translated into the reporting currency as follows: a. assets and liabilities for each statement of financial position presented are translated at the closing rate at the date of that statement of financial position; b. income and expenses for each statement of income are translated at average exchange rates; and c. all resulting exchange differences are recognized as a separate component of equity. f. Transaksi Pihak Berelasi f. Transactions with Related Parties Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup: a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut: A related party is a person or entity that is related to the Group: a. A person or a close member of that person's family is related to the Group if that person: (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup; (i) has control or joint control over the Group; (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau (ii) has significant influence over the Group; or (iii) personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Perusahaan. (iii) is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the Group

196 and January 1, 2011/ b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut: b. An entity is related to the Group if any of the following conditions applies: (i) Entitas dan Grup adalah anggota dari kelompok usaha yang sama. (i) The entity and the Group are members of the same group. (ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). (ii) One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member). (iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. (iii) Both entities are joint ventures of the same third party. (iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. (iv) One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity. (v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang terkait dengan Grup. Jika Grup adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan Grup. (v) The entity is a post-employment defined benefit plan for the benefit of employees of either the Group or an entity related to the Group. If the Group is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the Group. (vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). (vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Semua transaksi dengan pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan, persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. (vi) The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a). (vii) A person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity). All transactions with related parties, whether or not done under similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the consolidated financial statements. g. Kas dan Setara Kas g. Cash and Cash Equivalents Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid yang dapat segera dikonversi menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya. Cash consists of cash on hand and in banks. Cash equivalents are short-term, highly liquid investments that are readily convertible to known amounts of cash with original maturities of three months or less from the date of placements, and which are not used as collateral and are not restricted

197 and January 1, 2011/ h. Deposito Berjangka h. Time Deposits Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan pada saat penempatan disajikan sebagai investasi jangka pendek. Time deposits with maturities of three months or less from the date of placement which are used as collateral or are restricted and time deposits with maturities of more than three months from the date of placement are presented as short-term investments. i. Instrumen Keuangan i. Financial Instruments Efektif 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK No. 55 (Revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, dan PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pembelian atau penjualan yang reguler atas instrumen keuangan diakui pada tanggal transaksi. Instrumen keuangan pada pengakuan awal diukur pada nilai wajarnya, yang merupakan nilai wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset keuangan) atau yang diterima (dalam hal liabilitas keuangan). Nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima ditentukan dengan mengacu pada harga transaksi atau harga pasar yang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima dihitung berdasarkan estimasi jumlah seluruh pembayaran atau penerimaan kas masa depan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan termasuk biaya transaksi, kecuali untuk instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dimana biaya tersebut adalah biaya yang tidak akan terjadi apabila entitas tidak memperoleh atau menerbitkan instrumen keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi sepanjang umur instrumen menggunakan metode suku bunga efektif. Effective January 1, 2012, the Group has applied PSAK No. 50 (Revised 2010), Financial Instruments: Presentation, PSAK No. 55 (Revised 2011), Financial Instruments: Recognition and Measurement, and PSAK No. 60, Financial Instruments: Disclosures. The Group recognizes a financial asset or a financial liability in the consolidated statement of financial position if, and only if, they become a party to the contractual provisions of the instrument. All regular way purchases and sales of financial instruments are recognized on the transaction date. Financial instruments are recognized initially at fair value, which is the fair value of the consideration given (in case of an asset) or received (in case of a liability). The fair value of the consideration given or received is determined by reference to the transaction price or other market prices. If such market prices are not reliably determinable, the fair value of the consideration is estimated as the sum of all future cash payments or receipts, discounted using the prevailing market rates of interest for similar instruments with similar maturities. The initial measurement of financial instruments, except for financial instruments at fair value through profit and loss (FVPL), includes transaction costs. Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or issue of financial liability and they are incremental costs that would not have been incurred if the instrument had not been acquired or issued. Such transaction costs are amortized over the terms of the instruments based on the effective interest rate method

198 and January 1, 2011/ Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan, menggunakan suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tanpa mempertimbangkan kerugian kredit di masa depan namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih. Pengklasifikasian instrumen keuangan dilakukan berdasarkan tujuan perolehan instrumen tersebut dan mempertimbangkan apakah instrumen tersebut memiliki kuotasi harga di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam kategori berikut: aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan liabilitas keuangan lain-lain; dan melakukan evaluasi kembali atas kategori-kategori tersebut pada setiap tanggal pelaporan, apabila diperlukan dan tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan. Effective interest rate method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset or a financial liability and allocating the interest income or expense over the relevant period by using an interest rate that exactly discounts estimated future cash payments or receipts through the expected life of the instruments or, when appropriate, a shorter period to the net carrying amount of the financial instruments. When calculating the effective interest, Group estimates future cash flows considering all contractual terms of the financial instruments excluding future credit losses and includes all fees and points paid or received that are an integral part of the effective interest rate. Amortized cost is the amount at which the financial asset or financial liability is measured at initial recognition, minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest rate method of any difference between the initial amount recognized and the maturity amount, minus any reduction for impairment. The classification of the financial instruments depends on the purpose for which the instruments were acquired and whether they are quoted in an active market. At initial recognition, Group classifies its financial instruments in the following categories: financial assets at FVPL, loans and receivables, held-to-maturity (HTM) investments, available for sale (AFS) financial assets, financial liabilities at FVPL and other financial liabilities; and where allowed and appropriate, re-evaluates such classification at every reporting date

199 and January 1, 2011/ Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian adalah berdasarkan kuotasi harga pasar atau harga kuotasi penjual/dealer (bid price untuk posisi beli dan ask price untuk posisi jual), tanpa memperhitungkan biaya transaksi. Apabila bid price dan ask price yang terkini tidak tersedia, maka harga transaksi terakhir yang digunakan untuk mencerminkan bukti nilai wajar terkini, sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan dalam perekonomian sejak terjadinya transaksi. Untuk seluruh instrumen keuangan yang tidak terdaftar pada suatu pasar aktif, kecuali investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga, maka nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi teknik nilai kini (net present value), perbandingan terhadap instrumen sejenis yang memiliki harga pasar yang dapat diobservasi, model harga opsi (options pricing models), dan model penilaian lainnya. Dalam hal nilai wajar tidak dapat ditentukan dengan andal menggunakan teknik penilaian, maka investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga dinyatakan pada biaya perolehan setelah dikurangi penurunan nilai. Grup mengklasifikasi pengukuran nilai wajar dengan menggunakan hirarki nilai wajar yang mencerminkan signifikansi input yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Hirarki nilai wajar memiliki tingkat sebagai berikut: a. Harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1); b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau secara tidak langsung (Tingkat 2); c. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data yang dapat diobservasi (Tingkat 3). Determination of Fair Value The fair value of financial instruments traded in active markets at the consolidated statements of financial position date is based on their quoted market price or dealer price quotations (bid price for long positions and ask price for short positions), without any deduction for transaction costs. When current bid and asking prices are not available, the price of the most recent transaction is used since it provides evidence of the current fair value as long as there has not been a significant change in economic circumstances since the time of the transaction. For all other financial instruments not listed in an active market, except investment in unquoted equity securities, the fair value is determined by using appropriate valuation techniques. Valuation techniques include net present value techniques, comparison to similar instruments for which market observable prices exist, options pricing models, and other relevant valuation models. In the absence of a reliable basis for determining fair value, investments in unquoted equity securities are carried at cost net of impairment. The Group classifies the measurement of fair value by using fair value hierarchy which reflects significance of inputs used to measure the fair value. The fair value hierarchy is as follows: a. Quoted prices in active market for identical assets or liabilities (Level 1); b. Inputs other than quoted prices which include in Level 1, and are either directly or indirectly observable for assets or liabilities (Level 2); c. Inputs for assets and liabilities which are not derived from observable data (Level 3)

200 and January 1, 2011/ Tingkat pada hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar dikategorikan secara keseluruhan ditentukan berdasarkan input tingkat terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan. Penilaian signifikansi suatu input tertentu dalam pengukuran nilai wajar secara keseluruhan memerlukan pertimbangan dengan memperhatikan faktor-faktor spesifik atas aset atau liabilitas tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, aset keuangan tersedia untuk dijual, dan liabilitas keuangan lain-lain. Oleh karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi tidak diungkapkan. Laba/Rugi Hari ke-1 Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan nilai wajar yang dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang diperoleh dari pasar yang dapat diobservasi, maka Grup mengakui selisih antara harga transaksi dengan nilai wajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-1) dalam laporan laba rugi konsolidasian, kecuali jika selisih tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain. Dalam hal tidak terdapat data yang dapat diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai yang ditentukan berdasarkan teknik penilaian hanya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian apabila data tersebut menjadi dapat diobservasi atau pada saat instrumen tersebut dihentikan pengakuannya. Untuk masing-masing transaksi, Grup menerapkan metode pengakuan Laba/Rugi Hari ke-1 yang sesuai. The level in fair value hierarchy to determine the measurement of fair value as a whole is determined based on the lowest level of input which is significant to the measurement of fair value. Assessment of significance of an input to the measurement of fair value as a whole needs necessary judgments by considering specific factors of the assets or liabilities. As of and January 1, 2011/December 31, 2010, the Group has financial instruments under financial assets at FVPL, loans and receivables, HTM financial assets, AFS financial assets and other liabilities categories. Thus, accounting policies related to financial liabilities at FVPL were not disclosed. Day 1 Profit/Loss Where the transaction price in a non-active market is different from the fair value of other observable current market transactions in the same instrument or based on a valuation technique whose variables include only data from observable market, the Group recognizes the difference between the transaction price and fair value (a Day 1 profit/loss) in the consolidated statements of income unless it qualifies for recognition as some other type of asset. In cases where the data is not observable, the difference between the transaction price and model value is only recognized in the consolidated statements of income when the inputs become observable or when the instrument is derecognized. For each transaction, the Group determines the appropriate method of recognizing the Day 1 profit/loss amount

201 and January 1, 2011/ Aset Keuangan (1) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi meliputi aset keuangan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki untuk diperdagangkan apabila aset keuangan tersebut diperoleh terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat. Aset keuangan ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal jika memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul dari pengukuran aset atau pengakuan keuntungan dan kerugian karena penggunaan dasar-dasar yang berbeda; atau b. Aset tersebut merupakan bagian dari kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan, atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan; atau c. instrumen keuangan tersebut memiliki derivatif melekat, kecuali jika derivatif melekat tersebut tidak memodifikasi secara signifikan arus kas, atau terlihat jelas dengan sedikit atau tanpa analisis, bahwa pemisahan derivatif melekat tidak dapat dilakukan. Financial Assets (1) Financial Assets at FVPL Financial assets at FVPL include financial assets held for trading and financial assets designated upon initial recognition at FVPL. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling in the near term. Financial assets may be designated at initial recognition at FVPL if the following criteria are met: a. The designation eliminates or significantly reduces the inconsistent treatment that would otherwise arise from measuring the financial assets or recognizing gains or losses on them on a different basis; or b. The assets are part of a group of financial assets, financial liabilities or both which are managed and their performance evaluated on a fair value basis, in accordance with a documented risk management or investment strategy; or c. the financial instruments contains an embedded derivative, unless the embedded derivative does not significantly modify the cash flows or it is clear, with little or no analysis, that it would not be separately recorded

202 and January 1, 2011/ Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Grup telah mengklasifikasikan investasi pada unit reksa dana dan investasi obligasi konversi dalam kategori ini. Sedangkan pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, Grup mengklasifikasikan investasi pada unit reksa dana dalam kategori ini. Financial assets at FVPL are recorded in the consolidated statements of financial position at fair value. Changes in fair value are recognized directly in the consolidated statements of income. Interest earned is recorded as interest income, while dividend income is recorded as part of other income according to the terms of the contract, or when the right of payment has been established. As of, the Group has classified the investments in units of mutual fund and convertible bonds in this category. While, as of January 1, 2011/ December 31, 2010, the Group has classified the investments in units of mutual fund in this category. (2) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (2) Loans and Receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo atau aset tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi penyisihan penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Loans and receivables are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. They are not entered into with the intention of immediate or short-term resale and are not classified as financial assets at FVPL, HTM investments or AFS financial assets. After initial measurement, loans and receivables are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method, less allowance for impairment. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees and costs that are an integral part of the effective interest rate. The amortization is included as part of interest income in the consolidated statements of income. The losses arising from impairment are recognized in the consolidated statements of comprehensive income

203 and January 1, 2011/ Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, kategori ini meliputi kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha, piutang lain-lain, dana yang dibatasi pencairannya, piutang usaha jangka panjang, aset lancar lain-lain serta aset tidak lancar lain-lain (setoran jaminan dan dana yang dibatasi pencairannya) yang dimiliki oleh Grup. As of and January 1, 2011/December 31, 2010, the Groups cash and cash equivalents, time deposits, trade accounts receivable, other receivables, restricted fund, long-term trade accounts receivable, other current assets and other non-current assets (security deposits and restricted fund) are included in this category. (3) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (3) AFS Financial Assets Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan aset yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan dalam kategori instrumen keuangan yang lain. Aset keuangan ini diperoleh dan dimiliki untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dan dapat dijual sewaktuwaktu untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau karena perubahan kondisi pasar. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar, dengan laba atau rugi yang belum direalisasi diakui sebagai pendapatan komprehensif lain Laba (rugi) belum direalisasi dari kenaikan (penurunan) nilai aset keuangan tersedia untuk dijual, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau dianggap telah mengalami penurunan nilai, dimana pada saat itu akumulasi laba atau rugi direklasifikasi ke komponen laba rugi dan dikeluarkan dari akun Laba (rugi) belum direalisasi dari kenaikan (penurunan) nilai aset keuangan tersedia untuk dijual. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010, kategori ini meliputi investasi saham Grup sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 11 atas laporan keuangan konsolidasian. Karena nilai wajarnya tidak dapat ditentukan secara andal, maka investasi Grup dalam saham tertentu sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 11 dinyatakan pada biaya perolehan, setelah dikurangi penurunan nilai, jika ada. AFS financial assets are those which are designated as such or not classified in any of the other categories. They are purchased and held indefinitely and may be sold in response to liquidity requirements or changes in market conditions. After initial measurement, AFS financial assets are measured at fair value with unrealized gains or losses recognized as other comprehensive income - Unrealized gain (loss) on increase (decline) in value of AFS financial assets until the investment is sold, or determined to be impaired, at which time the cumulative gain or loss is reclassified to the profit and loss and removed from Unrealized gain (loss) on increase (decline) in value AFS financial assets. As of and January 1, 2011/ December 31, 2010, this category includes the Group s investments in shares of stocks as disclosed in Note 11 to consolidated financial statements. In the absence of a reliable basis for determining the fair value, the Group s investments in certain shares of stock enumerated in Note 11 are carried at cost, net of any impairment

204 and January 1, 2011/ Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini. Instrumen Ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung. Liabilitas Keuangan Liabilitas Keuangan Lain-lain Kategori ini merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Grup untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. Liabilitas keuangan lain-lain pada pengakuan awal diukur pada nilai wajar dan sesudah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak amortisasi (atau akresi) berdasarkan suku bunga bunga efektif atas premi, diskonto, dan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Financial Liabilities and Equity Instruments Financial liabilities and equity instruments of the Group are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and equity instrument. The accounting policies adopted for specific financial instruments are set out below. Equity Instruments An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of an entity after deducting all of its liabilities. Equity instruments are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs. Financial Liabilities Other Financial Liabilities This category pertains to financial liabilities that are not held for trading or not designated at FVPL upon the inception of the liability. Issued financial instruments or their components, which are not classified as financial liabilities at FVPL are classified as other financial liabilities, where the substance of the contractual arrangement results in the Group having an obligation either to deliver cash or another financial asset to the holder, or to satisfy the obligation other than by the exchange of a fixed amount of cash or another financial asset for a fixed number of own equity shares. Other financial liabilities are recognized initially at fair value and are subsequently carried at amortized cost, taking into account the impact of applying the effective interest rate method of amortization (or accretion) for any related premium, discount, and any directly attributable transaction costs

205 and January 1, 2011/ Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, kategori ini meliputi pinjaman bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, liabilitas anjak piutang, beban akrual, utang kepada pihak berelasi, liabilitas jangka panjang lainnya, liabilitas sewa pembiayaan, dan pinjaman bank dan lembaga keuangan jangka panjang yang dimiliki oleh Grup. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, manajemen Grup menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai. (1) Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. As of and January 1, 2011/December 31, 2010, the Group s short-term bank loans, trade accounts payable, other accounts payable, factoring payable, accrual expenses, due to related parties, other non-current liabilities, lease liabilities, and long-term loans payable to bank and financial institutions are included in this category. Offsetting of Financial Instruments Financial assets and liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable right to offset the recognized amounts and there is intention to settle on a net basis, or to realize the asset and settle the liability simultaneously. Impairment of Financial Assets The Group s management assesses at each consolidated statement of financial position date whether a financial asset or group of financial assets is impaired. (1) Assets Carried at Amortized Cost The management first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant. If the management determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and that group of financial assets is collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss, is or continues to be recognized are not included in a collective assessment of impairment

206 and January 1, 2011/ Jika terdapat bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun cadangan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas cadangan kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut. (2) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya Perolehan Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan tidak diukur pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. If there is an objective evidence that an impairment loss has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the financial asset s original effective interest rate (i.e., the effective interest rate computed at initial recognition). The carrying amount of the asset shall be reduced either directly or through the use of an allowance account. The amount of loss is charged to the consolidated statement of comprehensive income. If, in a subsequent year, the amount of the impairment loss decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is reversed. Any subsequent reversal of an impairment loss is recognized in the consolidated statement of comprehensive income, to the extent that the carrying value of the asset does not exceed its amortized cost at the reversal date. (2) Assets Carried at Cost If there is objective evidence that an impairment loss has been incurred on an unquoted equity instrument that is not carried at fair value because its fair value cannot be reliably measured, the amount of the loss is measured as the difference between the asset s carrying amount and the present value of estimated future cash flows discounted at the current market rate of return for a similar financial asset

207 and January 1, 2011/ (3) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (3) AFS Financial Assets Dalam hal instrumen ekuitas dalam kelompok tersedia untuk dijual, penelaahan penurunan nilai ditandai dengan penurunan nilai wajar dibawah biaya perolehannya yang signifikan dan berkelanjutan. Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka kerugian penurunan nilai kumulatif yang dihitung dari selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui dalam komponen laba rugi, dikeluarkan dari ekuitas dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Kerugian penurunan nilai tidak boleh dipulihkan melalui komponen laba rugi. Kenaikan nilai wajar setelah terjadinya penurunan nilai diakui di ekuitas. Dalam hal instrumen utang dalam kelompok tersedia untuk dijual, penurunan nilai ditelaah berdasarkan kriteria yang sama dengan aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Bunga tetap diakru berdasarkan suku bunga efektif asal yang diterapkan pada nilai tercatat aset yang telah diturunkan nilainya, dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Jika, pada tahun berikutnya, nilai wajar instrumen utang meningkat dan peningkatan nilai wajar tersebut karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan melalui komponen laba rugi. In case of equity investments classified as AFS, assessment of any impairment would include a significant or prolonged decline in the fair value of the investments below its cost. Where there is evidence of impairment, the cumulative loss measured as the difference between the acquisition cost and the current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognized in the profit and loss is removed from equity and recognized in the consolidated statement of comprehensive income. Impairment losses on equity investments are not reversed through the profit and loss. Increases in fair value after impairment are recognized directly in equity. In the case of debt instruments classified as AFS, impairment is assessed based on the same criteria as financial assets carried at amortized cost. Interest continues to be accrued at the original effective interest rate on the reduced carrying amount of the asset and is recorded as part of interest income in the consolidated statement of comprehensive income. If, in subsequent year, the fair value of a debt instrument increased and the increase can be objectively related to an event occurring after the impairment loss was recognized in the consolidated statement of comprehensive income, the impairment loss is reversed through the profit and loss

208 and January 1, 2011/ Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan Derecognition of Financial Assets and Liabilities (1) Aset Keuangan (1) Financial Assets Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika: a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. Ketika Grup telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari suatu aset keuangan atau telah menjadi pihak dalam suatu kesepakatan, dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan dan masih memiliki pengendalian atas aset tersebut, maka aset keuangan diakui sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur berdasarkan jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dengan nilai maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali oleh Grup. Financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when: a. The rights to receive cash flows from the asset have expired; b. The Group retains the right to receive cash flows from the asset, but has assumed an obligation to pay them in full without material delay to a third party under a pass-through arrangement; or c. The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset and either (i) has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (ii) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. Where Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, and has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset nor transferred control of the asset, the asset s is recognized to the extent of Group s continuing involvement in the asset. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay

209 and January 1, 2011/ (2) Liabilitas Keuangan (2) Financial Liabilities Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan, atau telah kadaluarsa. Jika liabilitas keuangan tertentu digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama namun dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau terdapat modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang ada saat ini, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dianggap sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal. Pengakuan timbulnya liabilitas keuangan baru serta selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan awal dengan yang baru diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. A financial liability is derecognized when the obligation under the contract is discharged, cancelled or has expired. Where an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability. The recognition of a new liability and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of comprehensive income. j. Persediaan j. Inventories Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). Biaya perolehan persediaan pertambangan ditentukan dengan metode rata-rata bergerak. Harga perolehan persediaan pertambangan terdiri dari bahan baku, tenaga kerja, penyusutan dan alokasi biaya overhead yang terkait dengan aktivitas penambangan. Biaya perolehan persediaan pupuk, pestisida dan bahan kimia ditentukan berdasarkan metode masuk pertama, keluar pertama (FIFO). Cadangan persediaan usang dan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan dibentuk untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. The cost of mining inventories is determined using the moving average method. Cost of mining inventories consist of material, labour, depreciation and overhead cost related to mining activities. The cost of fertilizers, pesticide and chemicals are determined using the First-In, First-Out (FIFO) method. Allowance for inventory obsolescence and impairment of the inventories are provided to reduce the carrying value of inventories to their net realizable values. Net realizable value is an estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale

210 and January 1, 2011/ k. Biaya Dibayar Dimuka k. Prepaid Expenses Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method. l. Properti Investasi l. Investment Properties Properti investasi, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi, setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada. Jumlah tercatat termasuk biaya penggantian untuk bagian tertentu dari properti investasi yang telah ada pada saat beban terjadi, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari properti investasi. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Properti yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah dan bangunan yang disewakan untuk menghasilkan pendapatan sewa dicatat sebagai properti investasi. Properti investasi, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama masa manfaat properti investasi sebagai berikut: Investment properties, except for land, are measured at cost, including transaction costs, less accumulated depreciation and any impairment loss. The carrying amount includes the cost of replacing part of an existing investment property at the time that cost is incurred if the recognition criteria are met; and excludes the costs of day-to-day servicing of an investment property. Land is not depreciated and is stated at cost less any impairment in value. Properties that are integral part of the land or building being leased out to generate rental income are treated as investment properties. Investment properties, except for land, are depreciated on a straight-line basis over the following useful lives: Tahun/Year Prasarana tanah 20 Land improvements Infrastruktur telekomunikasi 20 Tower equipment Peralatan lainnya 5 Miscellaneous equipment Properti investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian) pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut. Investment properties are derecognized when either they have been disposed of or when the investment properties are permanently withdrawn from use and no future economic benefit is expected from their disposal. Any gains or losses on the retirement or disposal of an investment property are recognized in the consolidated statements of income in the year of retirement or disposal

211 and January 1, 2011/ Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau berakhirnya konstruksi atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual. Transfers are made to investment properties when, and only when, there is a change in use, evidenced by ending of owneroccupation, commencement of an operating lease to another party or ending of construction or development. Transfers are made from investment properties when, and only when, there is a change in use, evidenced by commencement of owneroccupation or commencement of development with a view to sale. m. Aset Tetap m. Property, Plant, and Equipment Pemilikan Langsung Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Direct Acquisition Property, plant, and equipment, except for land, are carried at cost, excluding day-today servicing, less accumulated depreciation and any impairment in value, if any. Land is not depreciated and is stated at cost less any impairment in value. The initial cost of property, plant, and equipment consists of its purchase price, including import duties and taxes and any directly attributable costs in bringing the property, plant and equipment to its working condition and location for its intended use. Expenditures incurred after the property, plant, and equipment have been put into operations, such as repairs and maintenance costs, are normally charged to operations in the year such costs are incurred. In situations where it can be clearly demonstrated that the expenditures have resulted in an increase in the future economic benefits expected to be obtained from the use of the property, plant, and equipment beyond its originally assessed standard of performance, the expenditures are capitalized as additional costs of property, plant and equipment

212 and January 1, 2011/ Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Depreciation are computed on a straight-line basis over the property, plant and equipment s useful lives as follows: Tahun/ Year Prasarana tanah 20 Land improvements Bangunan 5-20 Building Mesin dan peralatan berat 4-25 Machinery and heavy equipment Peralatan transportasi 4-8 Transportation equipment Peralatan pabrik, kantor, dan lainnya 4-5 Factory, office, and miscellaneous equipment Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan amortisasi serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun terjadinya penghentian pengakuan. Nilai residu (jika ada), umur manfaat, serta metode penyusutan dan amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya. The carrying values of property, plant, and equipment are reviewed for impairment when events or changes in circumstances indicate that the carrying values may not be recoverable. When each major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the item of property, plant, and equipment as a replacement if the recognition criteria are satisfied. Such major inspection is capitalized and amortized over the next major inspection activity. An item of property, plant, and equipment is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. When assets are sold or retired, the cost and related accumulated depreciation and any impairment loss are eliminated from the accounts. Any gains or loss arising from de-recognition of property, plant, and equipment (calculated as the difference between the net disposal proceeds, if any, and the carrying amount of the item) is included in the consolidated statement of comprehensive income in the year the item is derecognized. The asset s residual values (if any), useful lives and depreciation method are reviewed and adjusted if appropriate, at each financial year end

213 and January 1, 2011/ Aset Tetap dalam Pembangunan Aset tetap dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi, yang dinyatakan pada biaya perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan dan akan disusutkan pada saat konstruksi selesai secara substansial dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai tujuannya. Construction in Progress Construction in progress represents property, plant and equipment under construction which is stated at cost and is not depreciated. The accumulated costs will be reclassified to the respective property, plant and equipment account and will be depreciated when the construction is substantially complete and the asset is ready for its intended use. n. Transaksi Sewa n. Lease Transactions Penentuan apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung unsur sewa adalah berdasarkan substansi kontrak pada tanggal awal sewa, yakni apakah pemenuhan syarat kontrak tergantung pada penggunaan aset tertentu dan kontrak tersebut berisi hak untuk menggunakan aset tersebut. Evaluasi ulang atas perjanjian sewa dilakukan setelah tanggal awal sewa hanya jika salah satu kondisi berikut terpenuhi: a. Terdapat perubahan dalam persyaratan perjanjian kontraktual, kecuali jika perubahan tersebut hanya memperbarui atau memperpanjang perjanjian yang ada; b. Opsi pembaruan dilakukan atau perpanjangan disetujui oleh pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian, kecuali ketentuan pembaruan atau perpanjangan pada awalnya telah termasuk dalam masa sewa; c. Terdapat perubahan dalam penentuan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada suatu aset tertentu; atau d. Terdapat perubahan subtansial atas aset yang disewa. Apabila evaluasi ulang telah dilakukan, maka akuntansi sewa harus diterapkan atau dihentikan penerapannya pada tanggal dimana terjadi perubahan kondisi pada skenario a, c, atau d dan pada tanggal pembaharuan atau perpanjangan sewa pada skenario b. The determination of whether an arrangement is, or contains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date of whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets and the arrangement conveys a right to use the asset. A reassessment is made after inception of the lease only if one of the following applies: a. There is a change in contractual terms, other than a renewal or extension of the agreement; b. A renewal option is exercised or extension granted, unless the term of the renewal or extension was initially included in the lease term; c. There is a change in the determination of whether the fulfillment is dependent on a specified asset; or d. There is a substantial change to the asset. Where a reassessment is made, lease accounting shall commence or cease from the date when the change in circumstances gave rise to the reassessment for scenarios a, c, or d and the date of renewal or extension period for scenario b

214 and January 1, 2011/ 1. Perlakuan Akuntansi untuk Lessee 1. Accounting Treatment as a Lessee Sewa pembiayaan, yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset kepada Grup, dikapitalisasi pada awal sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan. Aset sewaan disusutkan sepanjang estimasi umur manfaatnya. Apabila tidak terdapat keyakinan memadai bahwa Grup akan memperoleh hak kepemilikan atas aset tersebut pada akhir masa sewa, maka aset sewaan disusutkan sepanjang estimasi umur manfaat aset atau masa sewa, mana yang lebih pendek. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. Leases which transfer to the Group substantially all the risks and benefits incidental to ownership of the leased item, are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased property or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. Lease payments are apportioned between the finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest in the remaining balance of the liability. Finance charges are charged directly against consolidated statement of comprehensive income. Capitalized leased assets are depreciated over the estimated useful life of the assets except if there is no reasonable certainty that the Group will obtain ownership by the end of the lease term, in which case the lease assets are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the assets and the lease term. Operating lease payments are recognized as an expense in the consolidated statements of income on a straight-line basis over the lease term. 2. Perlakuan Akuntansi sebagai Lessor 2. Accounting Treatment as a Lessor Sewa dimana Grup tetap mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Biaya langsung awal yang dapat diatribusikan secara langsung dengan negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat aset sewaan dan diakui ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan selama masa sewa sesuai dengan dasar pengakuan pendapatan sewa. Leases where the Group retains substantially all the risks and benefits of ownership of the asset are classified as operating leases. Initial direct costs incurred in negotiating an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized over the lease term on the same basis as rental income

215 and January 1, 2011/ o. Aset Pertambangan o. Mine Properties Pengeluaran Sebelum Perolehan Izin Pengeluaran yang dilakukan sebelum perolehan izin penambangan dibebankan pada saat terjadinya. Pengeluaran untuk Eksplorasi dan Evaluasi Pengeluaran untuk eksplorasi dan evaluasi dikapitalisasi dan diakui sebagai Aset eksplorasi dan evaluasi untuk setiap daerah pengembangan (area of interest) apabila izin pertambangan telah diperoleh dan masih berlaku dan: (i) biaya tersebut diharapkan dapat diperoleh kembali melalui keberhasilan pengembangan dan eksploitasi daerah pengembangan, atau (ii) apabila kegiatan tersebut belum mencapai tahap yang memungkinkan untuk menentukan adanya cadangan terbukti yang secara ekonomis dapat diperoleh, serta kegiatan yang aktif dan signifikan, dalam daerah pengembangan (area of interest) terkait masih berlangsung. Pengeluaran ini meliputi penggunaan bahan pembantu dan bahan bakar, biaya survei, biaya pengeboran, dan pengupasan tanah sebelum dimulainya tahap produksi dan pembayaran kepada kontraktor. Setelah pengakuan awal, aset eksplorasi dan evaluasi dicatat menggunakan model biaya dan diklasifikasikan sebagai aset berwujud, kecuali memenuhi syarat untuk diakui sebagai aset takberwujud. Pemulihan aset eksplorasi dan evaluasi tergantung pada keberhasilan pengembangan dan eksploitasi komersial daerah pengembangan (area of interest) tersebut. Aset eksplorasi dan evaluasi diuji untuk penurunan nilai bila fakta dan kondisi mengindikasikan bahwa jumlah tercatatnya mungkin melebihi jumlah terpulihkannya. Dalam keadaan tersebut, maka entitas harus mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan rugi penurunan nilai terkait sesuai dengan PSAK No. 48 (Revisi 2009). Aset eksplorasi dan evaluasi ditransfer ke Tambang dalam pengembangan pada akun Aset pertambangan setelah ditetapkan bahwa tambang memiliki nilai ekonomis untuk dikembangkan. Pre-license Costs Pre-license costs are expensed in the period in which they are incurred. Exploration and Evaluation Expenditures Exploration and evaluation expenditures are capitalized and recognized as Exploration and evaluation assets for each area of interest when mining rights are obtained and still valid and: (i) the costs are expected to be recouped through successful development and exploitation of the area of interest, or (ii) where activities in the area of interest have not reached the stage that allow a reasonable assessment of the existence of economically recoverable reserves, and active and significant operations in, or in relation to, the area of interest are continuing. These expenditures include materials and fuel used, surveying costs, drilling, and stripping costs before the commencement of production stage and payments made to contractors. Exploration and evaluation assets are subsequently measured using cost model and classified as tangible assets, unless they are qualified to be recognized as intangibles. The ultimate recoupment of deferred exploration expenditure is dependent upon successful development and commercial exploitation of the related area of interest. Exploration and evaluation assets shall be assessed for impairment when facts and circumstances suggest that the carrying amount of an exploration and evaluation asset may exceed its recoverable amount. In such a case, an entity shall measure, present, and disclose any resulting impairment loss in accordance with PSAK No. 48 (Revised 2009). Exploration and evaluation assets are transferred to Mines under construction in the Mine properties account after the mines are determined to be economically viable to be developed

216 and January 1, 2011/ Pengeluaran untuk Tambang dalam Pengembangan Pengeluaran untuk tambang dalam pengembangan dan biaya-biaya lain yang terkait dengan pengembangan suatu area of interest setelah transfer dari aset eksplorasi dan evaluasi namun sebelum dimulainya tahap produksi pada area yang bersangkutan, dikapitalisasi ke Tambang dalam Pengembangan sepanjang memenuhi kriteria kapitalisasi. Tambang pada Tahap Produksi Pada saat tambang dalam pengembangan diselesaikan dan tahap produksi dimulai, tambang dalam pengembangan ditransfer ke Tambang pada Tahap Produksi pada akun Aset Pertambangan, yang dicatat pada nilai perolehan, dikurangi deplesi dan akumulasi penurunan nilai. Deplesi tambang pada tahap produksi adalah berdasarkan metode unit produksi sejak daerah pengembangan (area of interest) tersebut telah berproduksi secara komersial, selama periode waktu yang lebih pendek antara umur tambang dan sisa berlakunya PKP2B atau IUP. Aktivitas Pengupasan Tanah Biaya pengupasan tanah dibebankan sebagai biaya produksi berdasarkan rasio rata-rata pengupasan tanah selama umur tambang. Jika rasio pengupasan tanah aktual melebihi rasio rata-rata, kelebihan biaya pengupasan tanah tersebut dikapitalisasi sebagai pengupasan tanah ditangguhkan sebagai bagian dari aset pertambangan, secara kolektif, aset-aset ini merefleksikan investasi gabungan pada unit penghasil kas yang relevan, yang diuji untuk penurunan nilai bila kejadian dan kondisi mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya tidak dapat dipulihkan. Perubahan atas rasio rata-rata pengupasan tanah merupakan perubahan estimasi dan diterapkan secara prospektif. Saldo dari pengupasan tanah tangguhan dibebankan sebagai biaya produksi pada periode/tahun dengan rasio aktual jauh lebih kecil dari estimasi rasio rata-rata pengupasan tanah. Expenditures for Mine under Construction Expenditures for mines under construction and incorporated costs in developing an area of interest subsequent to the transfer from exploration and evaluation assets but prior to the commencement of production stage in the respective area, are capitalized to Mines under Construction as long as they meet the capitalization criteria. Producing Mines Upon completion of mine construction and the production stage is commenced, the mines under construction are transferred into Producing Mines in the Mine Properties account, which are stated at cost, less depletion and accumulated impairment losses. Depletion of producing mines are based on using unit-of-production method from the date of commercial production of the respective area of interest over the lesser of the life of the mine and the remaining terms of the PKP2B or IUP. Stripping Activities Stripping costs are recognized as production costs based on the average stripping ratio during the life of the mine. If the actual stripping ratio exceeds the average stripping ratio, the excess stripping costs are recorded as deferred stripping as part of mine properties. These form part of the total investment in the relevant cash generating units, which are reviewed for impairment if events or changes of circumstances indicate that the carrying value may not be recoverable. Changes in the average stripping ratio are considered as changes in estimates and are accounted for on a prospective basis. The balance of deferred stripping costs are charged to expense as production costs in the period/year where the actual ratio is significantly lower than the estimated average stripping ratio

217 and January 1, 2011/ Aset Pertambangan dari Kombinasi Bisnis Aset pertambangan merupakan penyesuaian nilai wajar aset pertambangan yang diperoleh pada tanggal akuisisi dan dinyatakan sebesar harga perolehan. Aset pertambangan diamortisasi selama umur manfaat properti menggunakan metode unit produksi, mulai sejak tanggal akuisisi dengan menggunakan basis estimasi cadangan. Umur manfaat aset pertambangan yang timbul dari hak kontraktual tidak lebih lama dari masa hak kontraktual tersebut, kecuali jika hak kontraktual dapat diperbarui dengan tidak menimbulkan biaya yang signifikan. Perubahan dalam estimasi cadangan dilakukan secara prospektif, dimulai sejak awal periode terjadinya perubahan. Aset tak berwujud diperoleh dari kombinasi bisnis dan diakui terpisah dari goodwill dicatat sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Grup mengakui pajak tangguhan yang timbul dari aset pertambangan. Mine Properties from Business Combination Mine properties represent the fair value adjustment of mine properties acquired at the date of acquisition and are stated at cost. Mine properties are amortized over the life of the property using the units of production method from the date of the acquisition based on estimated reserves. The useful life of mine properties pertaining to contractual rights is not longer than the validity period of such rights, except if the contractual rights can be renewed upon expiration without incurring significant costs for such renewal. Changes in estimated reserves are accounted for on a prospective basis, from the beginning of the period in which the change occurs. Intangible assets acquired in a business combination and recognized separately from goodwill are initially recognized at their fair value at the acquisition date. The Group recognizes the deferred tax arising from mine properties. p. Aset Takberwujud p. Intangible Assets Biaya yang dibayarkan atas layanan piranti lunak komputer ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama periode perjanjian. Costs incurred from the acquisition of computer software and software service fee are deferred and are amortized using the straight-line method over the term of the agreement. q. Biaya Emisi Saham q. Stock Issuance Costs Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi. Stock issuance costs are deducted from the additional paid-in capital portion of the related proceeds from issuance of shares and are not amortized. r. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan r. Impairment of Non-Financial Assets Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. The Group assesses at each annual reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required, the Group makes an estimate of the asset s recoverable amount

218 and January 1, 2011/ Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang secara signifikan independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai Rugi penurunan nilai. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menghitung nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, transaksi pasar kini juga diperhitungkan, jika tersedia. Jika transaksi pasar kini tidak tersedia, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini harus didukung oleh metode penilaian tertentu (valuation multiples) atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. An asset s recoverable amount is the higher of an asset s or CGU s fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment losses of continuing operations are recognized in the consolidated statement of comprehensive income as Impairment losses. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the assets. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment losses are recognized in the consolidated statements of income under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets

219 and January 1, 2011/ Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya dipulihkan hanya jika terdapat perubahan asumsiasumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pemulihan tersebut dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. An assessment is made at each annual reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset may not longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the assets does not exceed its recoverable amount nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in the consolidated statement of comprehensive income. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life. s. Pengakuan Pendapatan dan Beban s. Revenue and Expense Recognition Pendapatan diakui ketika kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke Grup dan manfaat ini dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan spesifik juga harus terpenuhi sebelum pendapatan diakui: Pendapatan dari penyediaan tenaga listrik dan uap diakui pada saat didistribusikan kepada pelanggan sesuai dengan Master Operating Agreement. Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Group and the revenue can be reliably measured. The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized: Revenues from electricity and steam are recognized when earned in accordance with the terms of Master Operating Agreements with its customers. Pendapatan dari perdagangan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari sewa diakui berdasarkan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktu sewa. Sewa diterima di muka ditangguhkan pengakuannya dan akan dibukukan sebagai pendapatan sesuai dengan masa manfaat pendapatan tersebut. Revenues from trading are recognized when the goods are delivered to the customers. Revenues from rental are recognized on a straight line basis over the lease term. Unearned rent are deferred and recognized as income based on the lease term

220 and January 1, 2011/ Pendapatan atas penjualan ekspor diakui sesuai dengan syarat penjualan, pada saat barang dikapalkan (FOB Shipping Point). Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dari penjualan barang dan jasa dalam kegiatan usaha normal Grup. Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis), kecuali biaya pinjaman yang memenuhi persyaratan kapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. Biaya transaksi yang terjadi dan dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan atau penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diamortisasi sepanjang umur instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi terkait aset keuangan, dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi terkait liabilitas keuangan. Revenues from export sales is recognized when the goods are shipped (FOB Shipping Point), in accordance with the terms of sale. Revenue is measured as the fair value of the consideration received or receivable for the sale of goods and services in the ordinary course of the Group s activities. Interest income and interest expense for all financial instruments are recognized in the consolidated statement of comprehensive income on accrual basis using the effective interest rate method. Expenses are recognized when incurred (accrual basis), except for certain borrowing costs that qualify for capitalization as part of cost of a qualifying asset. Transaction costs incurred and are directly attributable to the acquisition or issuance of financial instruments not measured at FVPL are amortized over the life of financial instruments using the effective interest rate method and recorded as part of interest income for financial assets directly attributable transaction costs, and as part of interest expense for transaction costs related to financial liabilities. t. Biaya Pinjaman t. Borrowing Costs Biaya pinjaman merupakan bunga dan selisih kurs pinjaman yang diterima dalam mata uang asing dan biaya lainnya (amortisasi diskonto/premi dari pinjaman diterima) yang terjadi sehubungan dengan peminjaman dana. Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Borrowing costs are interest and exchange difference on foreign currency denominated borrowings and other costs (amortization of discounts/premiums on borrowings, etc.) incurred in connection with the borrowing of funds. Borrowing costs which are directly attributable to the acquisition, construction, or production of qualifying assets should be capitalized as part of the acquisition cost of the qualifying assets. Other borrowing costs are recognized as expense in the period in which they are incurred

221 and January 1, 2011/ Jika Grup meminjam dana secara khusus untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, maka entitas menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasikan sebesar biaya pinjaman aktual yang terjadi selama tahun berjalan dikurangi penghasilan investasi atas investasi sementara dari pinjaman tersebut. Jika pengembangan aktif atas aset kualifikasian dihentikan, Grup menghentikan kapitalisasi biaya pinjaman selama periode yang diperpanjang tersebut. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan saat selesainya secara subtansi seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya. To the extent that the Group borrows funds specifically for the purpose of obtaining a qualifying asset, the entity determines the amount of borrowing costs eligible for capitalization as the actual borrowing costs incurred on that borrowing during the year less any investment income on the temporary investment of those borrowings. The Group suspends capitalization of borrowing costs during extended periods in which it suspends active development of a qualifying asset. The Group ceases capitalizing borrowing costs when substantially all the activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use or sale are complete. u. Imbalan Kerja u. Employee Benefits Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, dan iuran jaminan sosial. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun. Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait, dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan, dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan. Beban jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan dan keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian atau perubahan asumsi aktuarial yang melebihi batas koridor atau lebih besar daripada 10% dari nilai wajar aset program atau 10% dari nilai kini imbalan pasti dibebankan atau dikreditkan ke komponen laba rugi selama jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan, sampai imbalan tersebut menjadi hak karyawan (vested). Short-term Employee Benefits Liability Short-term employee benefits are in the form of wages, salaries, and social security (Jamsostek). Short-term employee benefits are recognized at its undiscounted amount as a liability after deducting any amount already paid in the consolidated statement of financial position and as an expense in the consolidated statement of comprehensive income. Long-term Employment Benefits Liability Long-term employment benefits liability repesents post-employment benefits, unfunded defined-benefit plans which amounts are determined based on years of service and salaries of the employees at the time of pension. The actuarial valuation method used to determine the present value of defined-benefit liability, related current service costs, and past service costs is the Projected Unit Credit. Current service costs, interest costs, vested past service costs, and effects of curtailments and settlements (if any) are charged directly to current operations. Past service costs which are not yet vested and actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions in excess of the corridor or greater of 10% of the fair value of plan assets or 10% of the present value of the defined benefit obligation are charged or credited to profit or loss over the employees expected average remaining working lives, until the benefits become vested

222 and January 1, 2011/ v. Pajak Penghasilan v. Income Tax Pajak Penghasilan Final Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan. Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan. Beban pajak atas pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan yang diakui menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final terutang dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada laporan laba rugi konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak yang masih harus dibayar. Pajak Penghasilan Tidak Final Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan serta rugi fiskal yang dapat dikompensasikan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Final Income Tax In accordance with the tax laws and regulations, income subject to final income tax is not to be reported as taxable income and all expenses related to income subject to final income tax are not deductible. However, such income and expenses are included in the profit and loss calculation for accounting purposes. Accordingly, no temporary difference, deferred tax asset and liability are recognized. If the recorded value of an asset or liability related to final income tax differs from its taxable base, the difference is not recognized as either deferred tax asset or liability. The current tax expense on income subject to final income tax is recognized in proportion to the total income recognized during the year for accounting purposes. The difference between the amount of final income tax payable and the amount charged as current tax in the consolidated statements of income is recognized as either prepaid taxes or taxes payable, accordingly. Non Final Income Tax Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to the differences between the financial statements carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and carryforward of fiscal loss to the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the deductible temporary differences can be utilized

223 and January 1, 2011/ Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian, atas dasar kompensasi, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. Perubahan terhadap liabilitas pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau, jika banding diajukan oleh Grup, ketika hasil banding telah ditentukan. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at the consolidated statement of financial position date. Deferred tax is charged or credited in the consolidated statement of comprehensive income, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity. Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated statement of financial position, except if these are for different legal entities, in the same manner the current tax assets and liabilities are presented. Amendments to tax obligations are recorded when an assesment is received or, if appealed against by the Group, when the result of the appeal is determined. w. Laba per Saham w. Earnings per Share Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat di distribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Basic earnings per share are computed by dividing net income attributable to owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding during the year. x. Provisi x. Provisions Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibalik. Pengeluaran yang terkait dengan pemulihan, rehabilitasi, dan lingkungan hidup yang terjadi pada tahap produksi dibebankan sebagai bagian dari biaya produksi. Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation. Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. Restoration, rehabilitation, and environmental expenditure incurred during the production phase of operations are charged as part of the cost of production

224 and January 1, 2011/ Grup memiliki kewajiban tertentu untuk merestorasi dan merehabilitasi daerah pertambangan sesudah produksi selesai. Dalam menentukan keberadaan liabilitas tersebut, Grup mengacu kepada kriteria pengakuan liabilitas sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Perubahan taksiran biaya restorasi dan lingkungan hidup yang akan terjadi dihitung secara prospektif berdasarkan sisa umur tambang. The Group has certain obligations for restoration and rehabilitation of mining areas following the completion of production. In determining whether a liability exists in respect of such requirements, the Group refers to the criteria for such liability recognition under the applicable accounting standards. Changes in estimated restoration and environmental expenditure to be incurred are accounted for on a prospective basis over the remaining life of the mine. y. Informasi Segmen y. Segment Information Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Efektif 1 Januari 2011, PSAK No. 5 (Revisi 2009) mensyaratkan identifikasi segmen operasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Grup. Sebaliknya, standar terdahulu mengharuskan Grup untuk mengidentifikasi dua jenis segmen (usaha dan geografis), menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a) Yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); b) Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c) Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan alokasi sumber daya dan penilaian kinerjanya lebih difokuskan pada kategori masing-masing produk, yang mana serupa dengan segmen usaha yang dilaporkan pada periode-periode terdahulu. Segment information is prepared using the accounting policies adopted for preparing and presenting the consolidated financial statements. Effective January 1, 2011, PSAK No. 5 (Revised 2009) requires operating segments to be identified on the basis of internal reports about components of the Group that are regularly reviewed by the chief operating decision maker in order to allocate resources to the segments and to assess their performances. In contrast, the predecessor standard required the Group to identify two sets of segments (business and geographical), using a risks and returns approach. An operating segment is a component of an entity: a) That engages in business activities which it may earn revenue and incur expenses (including revenue and expenses relating to the transaction with other components of the same entity); b) Whose operating results are reviewed regularly by the entity s chief operating decision maker to make decision about resources to be allocated to the segments and assess its performance; and c) For which discrete financial information is available. Information reported to the chief operating decision maker for the purpose of resources allocation and assessment of its performance is more specifically focused on the category of each product, which is similar to the business segment information reported in the prior period

225 and January 1, 2011/ z. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan z. Events after the Reporting Period Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian (peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa nonpenyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Post year-end events that provide additional information about the consolidated statement of financial position at the reporting date (adjusting events), if any, are reflected in the consolidated financial statements. Post yearend events that are not adjusting events are disclosed in the notes to consolidated financial statements when material. 3. Penyajian Kembali Laporan Keuangan Konsolidasian Sebelum 1 Januari 2012, mata uang fungsional yang digunakan untuk penyajian laporan keuangan BORNEO, CAI, RKN, dan DSSP, entitas anak, adalah mata uang Rupiah. Sejak 1 Januari 2012, mata uang Dollar Amerika Serikat diidentifikasi sebagai mata uang fungsional BORNEO, CAI, RKN, dan DSSP berdasarkan lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi. Untuk tujuan pelaporan laporan keuangan, saldo awal laporan diukur kembali seolah-olah mata uang fungsional telah digunakan di tahun-tahun sebelumnya, sesuai dengan PSAK No. 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. Pengukuran dilakukan sesuai dengan cara berikut: Aset dan liabilitas moneter diukur kembali dengan menggunakan kurs tanggal pelaporan; Aset dan liabilitas non-moneter serta modal saham diukur kembali dengan menggunakan kurs historis; Pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan; Pendapatan dan beban diukur kembali dengan menggunakan kurs rata-rata, kecuali untuk beban penyusutan aset tetap dan amortisasi aset non-moneter yang diukur kembali dengan menggunakan kurs historis aset yang bersangkutan; dan Perbedaan yang timbul dari pengukuran kembali di atas dicatat dalam saldo awal dari saldo laba. 3. Restatement of the Consolidated Financial Statements Prior to January 1, 2012, the reporting currency used in the preparation of the financial statements of BORNEO, CAI, RKN, and DSSP, subsidiaries was the Rupiah. Starting on January 1, 2012, the U.S. Dollar which was identified to be BORNEO, CAI, RKN, and DSSP functional currency based on the primary economic environment where it operates. For reporting purposes the balances of the accounts were remeasured as if the functional currency has been used in prior years, in accordance with PSAK No. 10 (Revised 2010), The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates, The measurement are based on the following: Monetary assets and liabilities were translated using the prevailing rates at reporting date; Non-monetary assets and liabilities and capital stock were measured using the historical rates; Non-monetary items that are measured at fair value in a foreign currency were translated using the exchange rates at the date when the fair value was determined; Income and expenses were remeasured using the average exchange rate, except for depreciation of fixed assets and amortization of non-monetary assets, which were remeasured using the historical exchange rates of the underlying assets; and The remeasurement differences arising from the application of the above procedures were recorded in the beginning retained earnings

226 and January 1, 2011/ Penyajian kembali Laporan Keuangan Konsolidasian karena penerapan PSAK No. 10 (Revisi 2010) adalah sebagai berikut: Restatement of the Consolidated Financial Statements due to adoption of PSAK No. 10 (Revised 2010) are as follows: ASET 31 Desember 2011/December 31, 2011 Sesudah Sebelum Penyajian Kembali/ Penyajian Kembali/ After Restatement Before Restatement ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivables Persediaan Inventories Uang muka Advances Pajak dibayar dimuka Prepaid taxes Biaya dibayar dimuka Prepaid expenses Dana yang dibatasi pencairannya Restricted fund JUMLAH ASET LANCAR TOTAL CURRENT ASSETS ASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS Piutang usaha jangka panjang - Long-term trade accounts receivable - pihak berelasi a related party Biaya dibayar dimuka jangka panjang Long-term prepaid expenses Taksiran tagihan pajak Estimated claims for tax refund Investasi jangka panjang Long-term investments Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Properti investasi - bersih Investment properties - net Aset tetap - bersih Property, plant, and equipment - net Aset pertambangan - bersih Mine properties - net Properti pertambangan - bersih Mining properties - net Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan Deferred stripping cost Biaya eksplorasi dan pengembangan Deferred exploration and development yang ditangguhkan - bersih costs - net Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets JUMLAH ASET TIDAK LANCAR TOTAL NONCURRENT ASSETS JUMLAH ASET TOTAL ASSETS

227 and January 1, 2011/ 31 Desember 2011/December 31, 2011 Sesudah Sebelum Penyajian Kembali/ Penyajian Kembali/ After Restatement Before Restatement LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang bank jangka pendek Short-term bank loans Utang usaha Trade accounts payable Utang lain-lain Other accounts payable Uang muka dari pelanggan Advances from customers Utang pajak Taxes payable Liabilitas anjak piutang Factoring payable Beban akrual Accrued expenses Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Current portion of long-term liabilities: Utang bank dan lembaga keuangan Loans payable to banks and financial institutions Sewa pembiayaan Lease liabilities JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK TOTAL CURRENT LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PANJANG NONCURRENT LIABILITIES Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits liability Liabilitas jangka panjang lainnya Other noncurrent liabilities Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo Long-term liabilities - net of current dalam waktu satu tahun: portion: Utang bank dan lembaga keuangan Loans payable to banks and financial institutions Sewa pembiayaan Lease liabilities JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG TOTAL NONCURRENT LIABILITIES JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES EKUITAS EQUITY Modal saham Capital stock Modal ditempatkan dan disetor Issued and paid-up capital stock Tambahan modal disetor - bersih Additional paid-in capital - net Selisih transaksi perubahan kepemilikan Difference arising from change in ownership pada entitas anak interests in subsidiaries Selisih nilai transaksi restrukturisasi Difference in value of restructuring transactions entitas sepengendali ( ) ( ) among entities under common control Selisih kurs penjabaran ( ) ( ) Foreign currency translation adjustment Keuntungan yang belum direalisasi atas Unrealized gain on increase in value kenaikan nilai investasi of investments Saldo laba Retained earnings Telah ditentukan penggunaannya Appropriated Belum ditentukan penggunaannya Unappropriated Kepentingan Nonpengendali Noncontrolling Interests JUMLAH EKUITAS TOTAL EQUITY JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

228 and January 1, 2011/ ASET 1 Januari 2011/31 Desember 2010 January 1, 2011/December 31, 2010 Sesudah Sebelum Penyajian Kembali/ Penyajian Kembali/ After Restatement Before Restatement ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivables Persediaan Inventories Uang muka Advances Pajak dibayar dimuka Prepaid taxes Biaya dibayar dimuka Prepaid expenses JUMLAH ASET LANCAR TOTAL CURRENT ASSETS ASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS Piutang usaha jangka panjang - Long-term trade accounts receivable - pihak berelasi a related party Biaya dibayar dimuka jangka panjang Long-term prepaid expenses Taksiran tagihan pajak Estimated claims for tax refund Investasi jangka panjang Long-term investments Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Properti investasi - bersih Investment properties - net Aset tetap - bersih Property, plant, and equipment - net Aset pertambangan - bersih Mine properties - net Properti pertambangan - bersih Mining properties - net Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan Deferred stripping cost Biaya eksplorasi dan pengembangan Deferred exploration and development yang ditangguhkan - bersih costs - net Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets JUMLAH ASET TIDAK LANCAR TOTAL NONCURRENT ASSETS JUMLAH ASET TOTAL ASSETS

229 and January 1, 2011/ 1 Januari 2011/31 Desember 2010 January 1, 2011/December 31, 2010 Sesudah Sebelum Penyajian Kembali/ Penyajian Kembali/ After Restatement Before Restatement LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang bank jangka pendek Short-term bank loans Utang usaha Trade accounts payable Utang lain-lain Other accounts payable Uang muka dari pelanggan Advances from customers Pendapatan diterima dimuka Unearned revenues Utang pajak Taxes payable Liabilitas anjak piutang Factoring payable Beban akrual Accrued expenses Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Current portion of long-term liabilities: Utang bank dan lembaga keuangan Loans payable to banks and financial institutions Sewa pembiayaan Lease liabilities JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK TOTAL CURRENT LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PANJANG NONCURRENT LIABILITIES Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities Goodwill negatif - bersih Negative goodwill - net Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits liability Liabilitas jangka panjang lainnya Other noncurrent liabilities Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Long-term liabilities - net of current portion: Utang bank dan lembaga keuangan Loans payable to banks and financial institutions Sewa pembiayaan Lease liabilities JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG TOTAL NONCURRENT LIABILITIES JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES EKUITAS EQUITY Modal saham Capital stock Modal ditempatkan dan disetor Issued and paid-up capital stock Tambahan modal disetor - bersih Additional paid-in capital - net Selisih nilai transaksi restrukturisasi Difference in value of restructuring transactions entitas sepengendali ( ) ( ) among entities under common control Selisih kurs penjabaran (57.521) Foreign currency translation adjustment Kerugian yang belum direalisasi atas Unrealized loss on decline in value penurunan nilai investasi ( ) ( ) of investments Saldo laba Retained earnings Telah ditentukan penggunaannya Appropriated Belum ditentukan penggunaannya Unappropriated Kepentingan Nonpengendali Noncontrolling Interests JUMLAH EKUITAS TOTAL EQUITY JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

230 and January 1, 2011/ 31 Desember 2011/December 31, 2011 Sesudah Sebelum Penyajian Kembali/ Penyajian Kembali/ After Restatement Before Restatement PENDAPATAN USAHA REVENUES BEBAN POKOK PENJUALAN COST OF REVENUES LABA BRUTO GROSS PROFIT BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES Beban penjualan Selling expenses Beban umum dan administrasi General and administrative expenses Beban eksplorasi Exploration costs Jumlah Beban Usaha Total Operating Expenses LABA USAHA OPERATING INCOME PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSES) Laba penjualan properti investasi Gain on sale of investment properties dan aset tetap and equipment Pendapatan bunga Interest income Kerugian penurunan nilai wajar dari aset keuangan ( ) ( ) Loss on decline in fair value of financial asset Kerugian selisih kurs mata uang asing - bersih ( ) ( ) Loss on foreign exchange - net Beban bunga dan keuangan lainnya ( ) ( ) Interest expense and other financial charges Lain-lain - bersih ( ) ( ) Others - net Beban lain-lain - bersih ( ) ( ) Other expenses - net LABA SEBELUM PAJAK INCOME BEFORE TAX BEBAN (PENGHASILAN) PAJAK TAX EXPENSE (BENEFIT) Kini Current Tax Tangguhan ( ) ( ) Deferred Tax Beban Pajak - Bersih Tax Expense - Net LABA BERSIH TAHUN BERJALAN NET INCOME FOR THE YEAR PENDAPATAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) Selisih kurs karena penjabaran Foreign exchange differences arising from laporan keuangan ( ) ( ) financial statement translation Keuntungan yang belum direalisasi Unrealized gain on increase in value atas kenaikan nilai investasi of investments JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME TAHUN BERJALAN FOR THE YEAR Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada: Net income attributable to: Pemilik entitas induk Owners of the Company Kepentingan nonpengendali ( ) Noncontrolling interests Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Comprehensive income attributable to: Pemilik entitas induk Owners of the Company Kepentingan nonpengendali ( ) Noncontrolling interests LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DIATRIBUSIKAN KEPADA BASIC EARNINGS PER SHARE ATTRIBUTABLE PEMILIK ENTITAS INDUK 0,044 0,043 TO OWNERS OF THE COMPANY

231 and January 1, 2011/ 4. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan, dan Asumsi Manajemen Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan. Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan, dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian. Pertimbangan Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian: 4. Management Use of Estimates, Judgments, and Assumptions In the application of the Group s accounting policies, which are described in Note 2 to the consolidated financial statements, management is required to make estimates, judgments, and assumptions about the carrying amounts of assets and liabilities that are not readily apparent from other sources. The estimates and assumptions are based on historical experience and other factors that are considered to be relevant. Management believes that the following represent a summary of the significant estimates, judgments, and assumptions made that affected reported amounts of and disclosures on financial instruments in the consolidated financial statements. Judgments The following judgments are made by management in the process of applying the Group s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements: a. Mata Uang fungsional a. Functional Currency Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan. b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2i. The functional currency of the Company and its subsidiaries is the currency of the primary economic environment in which each of them operates. It is the currency, among others, that mainly influences sales prices for goods and services, and of the country whose competitive forces and regulations mainly determine the sales prices of its goods and services, and the currency in which funds from financing activities are generated. b. Classification of Financial Assets and Financial Liabilities The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55. Accordingly, the financial assets and liabilities are accounted for in accordance with the Group s accounting policies disclosed in Note 2i

232 and January 1, 2011/ c. Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar Aktif Grup mengklasifikasikan aset keuangan dengan mengevaluasi, antara lain, apakah aset tersebut memiliki atau tidak memiliki kuotasi harga di pasar yang aktif. Evaluasi tersebut juga mencakup apakah kuotasi harga suatu aset keuangan di pasar yang aktif, merupakan kuotasi harga yang tersedia secara reguler, dan kuotasi harga tersebut mencerminkan transaksi di pasar yang aktual dan terjadi secara reguler dalam suatu transaksi wajar. d. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan Cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang dipelihara pada jumlah yang menurut manajemen adalah memadai untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya aset keuangan. Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Grup secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti obyektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai (tidak tertagih). Cadangan yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktor-faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi kolektibilitas, antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan yang dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan. Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasi secara spesifik telah mengalami penurunan nilai. Akun pinjaman yang diberikan dan piutang dihapusbukukan berdasarkan keputusan manajemen bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih atau direalisasi meskipun segala cara dan tindakan telah dilaksanakan. Suatu evaluasi atas piutang, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah penyisihan yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan dan estimasi yang digunakan. c. Financial Assets Not Quoted in Active Market The Group classifies financial assets by evaluating, among others, whether the asset is quoted or not in an active market. Included in the evaluation on whether a financial asset is quoted in an active market is the determination on whether quoted prices are readily and regularly available, and whether those prices represent actual and regularly occurring market transactions on an arm s length basis. d. Allowance for Impairment of Financial Assets Allowance for impairment losses is maintained at a level considered adequate to provide for potentially uncollectible receivables. The Group assesses specifically at each consolidated statement of financial position date whether there is an objective evidence that a financial asset is impaired (uncollectible). The level of allowance is based on past collection experience and other factors that may affect collectability such as the probability of insolvency or significant financial difficulties of the debtors or significant delay in payments. If there is an objective evidence of impairment, timing and collectible amounts are estimated based on historical loss data. Provision for impairment is provided on accounts specifically identified as impaired. Written off loans and receivables are based on management s decisions that the financial assets are uncollectible or cannot be realized in whatsoever actions have been taken. Evaluation of receivables to determine the total allowance to be provided is performed periodically during the year. Therefore, the timing and amount of provision for impairment recorded at each period might differ based on the judgments and estimates that have been used

233 and January 1, 2011/ Nilai tercatat pinjaman diberikan dan piutang Grup tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: The carrying value of the Group s loans and receivables as of December 31, 2012 and 2011 and January 1, 2011/ December 31, 2010 are as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek - deposito Short-term investments - time deposits Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivables Dana yang dibatasi pencairannya Restricted fund Piutang usaha jangka panjang Long-term trade account receivables Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah Total e. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Investasi Tersedia untuk Dijual Grup berpedoman pada PSAK No. 55 (Revisi 2011) untuk menentukan apakah terjadi penurunan nilai atas investasi tersedia untuk dijual. Penentuan tersebut mensyaratkan pertimbangan yang signifikan. Dalam membuat pertimbangan tersebut, Grup mengevaluasi, antara lain, lamanya dan sejauh mana nilai wajar investasi tersebut berada di bawah biaya perolehannya; tingkat kesehatan keuangan serta gambaran bisnis jangka pendek dari investee, termasuk faktor-faktor seperti kinerja industri dan sektor industri, perubahan teknologi serta arus kas operasi serta pendanaan. e. Allowance for Impairment of AFS Equity Investments The Group follows the guidance of PSAK No. 55 (Revised 2011) to determine when an AFS equity investment is impaired. This determination requires significant judgment. In making this judgment, the Group evaluates, among other factors, the duration and extent to which the fair value of an investment is less than its cost; and the financial health of and short-term business outlook for the investee, including factors such as industry and sector performance, changes in technology and operational and financing cash flow. f. Komitmen Sewa f. Lease Commitments Komitmen Sewa Operasi - Grup sebagai Lessee Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa operasi karena Grup tidak menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dan kepemilikan aset-aset tersebut. Operating Lease Commitments - Group as Lessee The Group has entered into various lease agreements for commercial spaces. The Group has determined that these are an operating leases since the Group does not bear substantially all the significant risks and rewards of ownership of the related assets

234 and January 1, 2011/ Komitmen Sewa Operasi - Grup sebagai Lessor Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa tanah pada tahun 2012 dan sewa tanah dan Base Transceiver Station (BTS) pada tahun Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset tersebut. Komitmen Sewa Pembiayaan - Grup sebagai Lessee Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa kendaraan dan mesin. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa pembiayaan, karena sewa tersebut memberikan opsi beli pada akhir masa sewa dan Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset tersebut. Operating Lease Commitments - Group as Lessor The Group has entered into various lease agreements for land lease in 2012 and Based Transceiver Station (BTS) leases in The Group has determined that these are operating leases since the Group bears substantially all the significant risks and rewards of ownership of the related assets. Finance Lease Commitments - Group as Lessee The Group has entered into commercial vehicles and machineries leases. The Group has determined that these are finance leases since it has granted options to purchase at the end of the lease term and it bears substantially all the significant risks and benefits incidental to the ownership of these properties. g. Pajak Penghasilan g. Income Taxes Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat banyak transaksi dan perhitungan yang mengakibatkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan. Grup telah membukukan liabilitas untuk mengantisipasi hasil pemeriksaan pajak berdasarkan estimasi timbulnya tambahan pajak. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi. Significant judgment is required in determining the provision for income taxes. There are many transactions and calculations for which the ultimate tax determination is uncertain. The Group recognizes liabilities for anticipated tax audit issues based on estimates of whether additional taxes will be due. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recorded, such differences will have an impact on the current and deferred income tax assets and liabilities in the period in which such determination is made

235 and January 1, 2011/ Estimasi dan Asumsi Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi: a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 23. b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Persediaan dan Cadangan Persediaan Usang Grup membentuk cadangan kerugian penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi bahwa tidak terdapat penggunaan masa depan dari persediaan tersebut, atau terdapat kemungkinan persediaan tersebut menjadi usang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan dalam estimasi cadangan kerugian penurunan nilai persediaan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah tepat dan wajar, namun demikian, perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan terhadap nilai tercatat persediaan dan jumlah beban penyisihan penurunan nilai persediaan, yang akhirnya akan berdampak pada hasil operasi Grup. Estimates and Assumptions The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial period are disclosed below. The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes on circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur: a. Fair Value of Financial Assets and Financial Liabilities Indonesian Financial Accounting Standards require measurement of certain financial assets and liabilities at fair values, and the disclosure requires the use of estimates. Significant component of fair value measurement is determined based on verifiable evidence derived from diversification (i.e. foreign exchange, interest rate), while timing and amount of changes in fair value might differ due to different valuation method used. The fair value of financial assets and financial liabilities are set out in Note 23. b. Allowance for impairment and Inventory Obsolescence The Group makes allowance for impairment of inventories based on its estimation that there will be no future usage of such inventories or such inventories will be slow moving in the future. While it is believed that the assumptions used in the estimation of the allowance for decline in the value of inventories reflected in the consolidated financial statements are appropriate and reasonable, significant changes in these assumptions may materially affect the assessment of the carrying value of the inventories and provision for impairment of inventories expense, which ultimately impact the result of the Group s operation

236 and January 1, 2011/ Berdasarkan penelaahan manajemen, jumlah cadangan penurunan nilai persediaan dan cadangan persediaan usang sebesar US$ , adalah memadai. c. Estimasi Masa Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap Masa manfaat dari masing-masing properti investasi dan aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap. Tidak terdapat perubahan dalam estimasi masa manfaat properti investasi dan aset tetap selama tahun berjalan. Based on the assessment of management, the allowance for impairment of US$ 134,981, is adequate. c. Estimated Useful Lives of Investment Properties and Property, Plant, and Equipment The useful lives of each of the item of the Group s investment properties and property, plant and equipment are estimated based on the period over which the asset is expected to be available for use. Such estimation is based on a collective assessment of similar business, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful life of each asset is reviewed periodically and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence, and legal or other limits on the use of the asset. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the amounts and timing of recorded expenses brought about by changes in the factors mentioned above. A reduction in the estimated useful life of any item of investment properties and property, plant and equipment would increase the recorded depreciation and decrease the carrying values of these assets. There is no change in the estimated useful lives of investment properties and property, plant and equipment during the year

237 and January 1, 2011/ Nilai tercatat properti investasi dan aset tetap konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: The carrying value of these assets as of and January 1, 2011/December 31, 2010 are as follows: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Properti investasi Investment properties Aset tetap Property, plant, and equipment Jumlah Total d. Penurunan Nilai Goodwill dan Aset Takberwujud Lainnya Aset takberwujud, selain goodwill, diuji penurunan nilai apabila indikasi penurunan nilai telah terjadi. Untuk goodwill, uji penurunan nilai wajib dilakukan sedikitnya setahun sekali tanpa memperhatikan apakah telah terjadi indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai pakai aset takberwujud membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut (UPK) serta tingkat diskonto yang tepat untuk menghitung nilai kini. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsiasumsi yang digunakan dalam estimasi nilai pakai dalam laporan keuangan konsolidasian adalah tepat dan wajar, namun demikian, perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup. d. Impairment of Goodwill and Other Intangibles Intangible assets, other than goodwill, are reviewed for impairment whenever impairment indicators are present. While for goodwill, impairment testing is required to be performed at least annually irrespective of whether or not there are indications of impairment. Determining the value in use of assets requires the estimation of cash flows expected to be generated from the continued use and ultimate disposition of such assets (CGU) and a suitable discount rate in order to calculate the present value. While it is believed that the assumptions used in the estimation of the value in use of assets reflected in the consolidated financial statements are appropriate and reasonable, significant changes in this assumptions may materially affect the assessment of recoverable values and any resulting impairment loss could have a material adverse impact on the the results of Group s operation

238 and January 1, 2011/ e. Imbalan Pasca Kerja e. Post-employment Benefits Penentuan liabilitas dan imbalan pasca-kerja dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 31 dan mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, liabilitas imbalan kerja jangka panjang konsolidasian masing-masing sebesar US$ , US$ dan US$ (Catatan 31). The determination of the obligation and postemployment benefits is dependent on the selection of certain assumptions used by actuary in calculating such amounts. Those assumptions are described in Note 31 and include, among others, discount rate and rate of salary increase. Actual results that differ from the Group s assumptions are accumulated and amortized over future periods and therefore, generally affect the recognized expense and recorded obligation in such future periods. While it is believed that the Group s assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in actual experience or significant changes in assumptions may materially affect the amount of long-term employee benefits liability. As of and January 1, 2011/December 31, 2010, consolidated long-term employee benefits liability amounted to US$ 7,233,922, US$ 6,051,476, and US$ 5,034,432, respectively (Note 31). f. Aset Pajak Tangguhan f. Deferred Tax Assets Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan. Pada tanggal 31 Desember 2012, dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, saldo aset pajak tangguhan konsolidasian masing-masing sebesar US$ , US$ dan US$ Deferred tax assets are recognized for all temporary differences between the financial statement s carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective taxes bases to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the temporary differences can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. As of and January 1, 2011/ December 31, 2010, consolidated deferred tax assets amounted to US$ 10,178,523, US$ 5,329,119 and US$ 3,547,568, respectively

239 and January 1, 2011/ g. Aset Pertambangan - Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan Biaya pengupasan tanah ditangguhkan pada situasi dimana Rasio Aktual Tanah Penutup (yaitu rasio antara kuantitas tanah/batuan yang dikupas pada periode tertentu terhadap kuantitas cadangan yang diproduksi untuk periode yang sama) jauh lebih besar dari rasio rata-ratanya. Rasio Rata-rata Tanah Penutup yaitu perbandingan antara taksiran kuantitas lapisan batuan/tanah penutup terhadap taksiran ketebalan bahan galian batubara dan dinyatakan dalam satuan unit kuantitas. Bila terjadi perubahan atas Rasio Rata-rata Tanah Penutup, dapat bertampak material terhadap jumlah jumlah biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan, perubahan ini merupakan perubahan estimasi. Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 masing-masing sebesar US$ , US$ dan US$ (Catatan 14). h. Estimasi Cadangan dan Sumber Daya Batubara Cadangan batubara diestimasi berdasarkan nilai batubara yang secara ekonomis dan legal dapat dihasilkan dari pertambangan Grup. Grup melakukan estimasi atas cadangan batubara dan sumber daya mineral berdasarkan informasi tentang data geologis, kedalaman dan bentuk batubara, dan pertimbangan geologis yang komplek yang dikumpulkan oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi yang layak. Perubahan pada estimasi cadangan dan sumber daya akan mempengaruhi nilai tercatat dari biaya eksplorasi ditangguhkan serta besarnya amortisasi. g. Mine Properties - Stripping Costs Stripping costs are deferred in situations where the Actual Stripping Ratio (which is the ratio between the quantity of land/rock which has been stripped for a certain period and the quantity of reserve produced for the same period) is significantly higher than the average stripping ratio. The average stripping ratio is the ratio of the estimated rock/land cover layer to the estimated amount of coal stated in unit quantity. Any change in average stripping ratio may materially affect the amount of deferred stripping costs, it is considered changes in estimate. The balances of deferred stripping costs as of, and January 1, 2011/December 31, 2010 amounted to US$ 54,504,072, US$ 10,286,034 and US$ 4,449,735, respectively (Note 14). h. Coal Reserve and Resources Estimates Coal reserves are estimates of the amount of coal that can be economically and legally extracted from the Group s mining properties. The Group estimates its coal reserves and mineral resources based on information compiled by appropriately qualified persons relating to the geological data on the size, depth and shape of the coal body, and requires complex geological judgments to interpret the data. Changes in the reserve or resource estimates may have impact on the carrying value of deferred exploration and development costs and amortization charges. i. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan i. Impairment of Non-Financial Assets Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup. Impairment review is performed when certain impairment indicators are present. Determining the fair value of assets requires the estimation of cash flows expected to be generated from the continued use and ultimate disposition of such assets. Any significant changes in the assumptions used in determining the fair value may materially affect the assessment of recoverable values and any resulting impairment loss could have a material impact on results of operations

240 and January 1, 2011/ Nilai tercatat aset non-keuangan tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: The carrying value of these assets as of and January 1, 2011/December 31, 2010 are as follows: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Properti investasi - bersih Investment properties - net Aset tetap - bersih Property, plant, and equipment - net Investasi jangka panjang Long-term investments Jumlah Total 5. Kas dan Setara Kas 5. Cash and Cash Equivalents 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kas Cash on hand Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar Jumlah Kas Total Cash on hand Bank Cash in banks Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) Pihak berelasi (Catatan 34) Related party (Note 34) PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank Sinarmas Tbk Pihak ketiga Third parties PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank ICBC Indonesia PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk Citibank, N.A. Indonesia Citibank, N.A. Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Index Selindo PT Bank Index Selindo PT Bank Jasa Jakarta PT Bank Jasa Jakarta Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) Others (less than US$ 10,000 each) Jumlah Subtotal

241 and January 1, 2011/ 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Bank Cash in banks Dolar Amerika Serikat U.S Dollar Pihak berelasi (Catatan 34) Related party (Note 34) PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank Sinarmas Tbk Pihak ketiga Third parties PT Bank ICBC Indonesia PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk Citibank, N.A. Indonesia Citibank, N.A. Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) Others (less than US$ 10,000 each) Jumlah Subtotal Yuan (Catatan 35) Yuan (Note 35) Pihak ketiga Third party PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jumlah Bank Total Cash in banks Deposito berjangka Time deposits Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) Pihak berelasi (Catatan 34) Related party (Note 34) PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank Sinarmas Tbk - Unit Usaha Syariah PT Bank Sinarmas Tbk - Sharia Business Unit Pihak ketiga Third parties PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Permata Tbk - Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk - Sharia Business Unit PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank ICBC Indonesia PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jumlah Subtotal Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar Pihak berelasi (Catatan 34) Related party (Catatan 34) PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank Sinarmas Tbk Pihak ketiga Third party PT Bank Permata Tbk - Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk - Sharia Business Unit PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk Jumlah Subtotal Jumlah Deposito Berjangka Total Time Deposits Jumlah Total Suku bunga deposito per tahun: Time deposits interest rates per annum Rupiah 5,50% - 8,00% 3,58% - 8,25% 6,25% - 8,75% Rupiah Dolar Amerika Serikat 3,00% - 3,10% 1,87% 2,25% U.S. Dollar

242 and January 1, 2011/ 6. Investasi Jangka Pendek 6. Short-term Investments 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31,2011 December 31, 2010 Pihak berelasi (Catatan 34) Related parties (Note 34) Unit reksa dana Units of mutual fund Deposito berjangka Time deposits Jumlah Subtotal Pihak ketiga Third parties Obligasi konversi Convertible bond PT Inti Bangun Sejahtera Tbk PT Inti Bangun Sejahtera Tbk PT Mitra Kurnia Bartim PT Mitra Kurnia Bartim PT Batubara Bandung Pratama PT Batubara Bandung Pratama Deposito berjangka Time deposits Jumlah Subtotal Jumlah Total a. Unit Reksa Dana - Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi Perusahaan melakukan investasi pada unit Reksa Dana Danamas Stabil yang dikelola oleh PT Sinarmas Sekuritas, pihak berelasi (Catatan 34), sebagai manajer investasi. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 investasi ini masing - masing terdiri dari unit, unit dan unit dengan nilai aset bersih masing-masing sebesar Rp (setara US$ ), Rp (setara US$ ), dan Rp (setara US$ ). a. Units of Mutual Fund - at Fair Value through Profit and Loss The Company has investments in units of Reksa Dana Danamas Stabil which are being managed by PT Sinarmas Sekuritas, a related party (Note 34), as the investment manager. As of December 31, 2012 and 2011, and January 1, 2011/ December 31, 2010, this investment consists of 20,971,188 units, 16,043,699 units, and 16,043,699 units, with net assets value of Rp 45,969,829,390 (equivalent to US$ 4,753,893), Rp 32,759,891,000 (equivalent to US$ 3,612,692), and Rp 30,007,564,604, (equivalent to US$ 3,337,511), respectively. b. Deposito Berjangka b. Time Deposits Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan memiliki deposito berjangka di PT Bank Internasional Indonesia Tbk, pihak ketiga, sebesar US$ Pada tanggal 31 Desember 2011, BKES, entitas anak, memiliki deposito berjangka di PT Bank Permata Tbk - unit usaha Syariah, pihak ketiga, sebesar Rp (setara US $ ). Pada tanggal 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010, GEM, entitas anak, memiliki deposito berjangka di PT Bank Sinarmas Tbk, pihak berelasi (Catatan 34), sebesar Rp (setara US$ ). As of December 31, 2012, the Company has placement in time deposits with PT Bank Internasional Indonesia Tbk, a third party, amounting to US$ 1,700,000. As of December 31, 2011, BKES, a subsidiary, has placement in time deposits with PT Bank Permata Tbk - Sharia business unit, a third party, amounting to Rp 21,250,000,000 (equivalent to US$ 2,343,406). As of January 1, 2011/December 31, 2010, GEM, a subsidiary, has placement in time deposits with PT Bank Sinarmas Tbk, a related party (Note 34), amounting to Rp 16,657,500,000 (equivalent to US$ 1,852,686)

243 and January 1, 2011/ c. Obligasi Konversi - Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi Obligasi konversi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, pihak ketiga, merupakan obligasi konversi jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun sehingga pada tanggal 31 Desember 2012 dicatat sebagai bagian investasi jangka pendek (Catatan 11). Berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Transfer Obligasi Konversi tanggal 20 April 2011, BKES membeli obligasi konversi yang diterbitkan PT Mitra Kurnia Bartim (MKB) dari PT Andalan Satria Cemerlang (ASC), pihak ketiga. BKES membeli obligasi konversi tersebut sebesar Rp atau sebesar nilai nominal obligasi, dengan tingkat bunga 12% per tahun yang akan mulai dihitung sejak Maret 2011 hingga Februari 2012, dan akan jatuh tempo tanggal 28 Februari MKB setuju dan sepakat untuk membayar kembali obligasi pada tanggal jatuh tempo dan BKES berhak untuk mengkonversikan obligasi menjadi saham hasil konversi sebesar nilai nominal obligasi sebelum tanggal jatuh tempo. Pada tanggal 13 Juni 2011, BKES mengambil bagian dalam obligasi konversi yang dikeluarkan MKB sebesar Rp Pada tanggal 1 Februari 2012, BKES dan MKB sepakat untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo seluruh obligasi konversi menjadi 31 Desember Berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Transfer Obligasi Konversi tanggal 20 April 2011, BKES membeli obligasi konversi yang diterbitkan PT Batubara Bandung Pratama (BBP) dari ASC. BKES membeli obligasi konversi tersebut sebesar Rp atau sebesar nilai nominal obligasi, dengan tingkat bunga 12% per tahun sejak Maret 2011 hingga Februari 2012, dan akan jatuh tempo tanggal 28 Februari BBP setuju dan sepakat untuk membayar kembali obligasi pada tanggal jatuh tempo dan BKES berhak untuk mengkonversikan obligasi menjadi saham hasil konversi sebesar nilai nominal obligasi sebelum tanggal jatuh tempo. Pada tanggal 1 Februari 2012, BKES dan BBP sepakat untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo seluruh obligasi konversi menjadi 31 Desember c. Convertible bonds - at Fair Value through Profit and Loss Convertible bond of PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, a third party, represents longterm convertible bond which will due within one year, thus as of December 31, 2012 is recorded as part of short-term investment (Note11). Based on Sale, Purchase and Transfer of Convertible Bond Agreement dated April 20, 2011, BKES purchased convertible bond which was issued by PT Mitra Kurnia Bartim (MKB) from PT Andalan Satria Cemerlang (ASC), a third party, for Rp 29,000,000,000 or at nominal value of bond with interest at 12% per annum which will be computed starting March 2011 until February 2012, and will mature on February 28, MKB agreed to buyback such bond on maturity date and BKES is entitled to convert such bond into shares at nominal value of bond before maturity date. On June 13, 2011, BKES participated in convertible bond issued by MKB amounting to Rp 3,000,000,000. On February 1, 2012, BKES and MKB agreed to extend the maturity date of the entire convertible bonds up to December 31, Based on Sale, Purchase and Transfer of Convertible Bond Agreement dated April 20, 2011, BKES purchased convertible bond which was issued by PT Batubara Bandung Pratama (BBP) from ASC for Rp 8,000,000,000 or at nominal value of bond with interest at 12% per annum which will start in March 2011 until February 2012, and will mature on February 28, BBP agreed to buyback such bond on maturity date and BKES is entitled to convert such bond into shares at nominal value of bond before maturity date. On February 1, 2012, BKES and BBP agreed to extend the maturity date of the entire convertible bonds up to December 31,

244 and January 1, 2011/ 7. Piutang Usaha 7. Trade Accounts Receivable a. Berdasarkan Pelanggan a. By Customer 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31,2011 December 31, 2010 Pihak berelasi (Catatan 34) Related parties (Note 34) PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills PT Tapian Nadenggan PT Tapian Nadenggan PT Sinar Mas Agro Resources PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk and Technology Tbk PT Lontar Papyrus Pulp And PT Lontar Papyrus Pulp And Paper Industry Paper Industry PT Binasawit Abadipratama PT Binasawit Abadipratama PT Mitrakarya Agroindo PT Mitrakarya Agroindo PT Forestalestari Dwikarya PT Forestalestari Dwikarya PT Kresna Duta Agroindo PT Kresna Duta Agroindo PT Ivo Mas Tunggal PT Ivo Mas Tunggal PT Buana Wiralestari Mas PT Buana Wiralestari Mas PT Sinar Kencana Inti Perkasa PT Sinar Kencana Inti Perkasa PT Ramajaya Pramukti PT Ramajaya Pramukti PT Sumber Indahperkasa PT Sumber Indahperkasa PT Satya Kisma Usaha PT Satya Kisma Usaha PT Bumi Sawit Permai PT Bumi Sawit Permai PT Sinar Syno Kimia PT Sinar Syno Kimia PT Maskapai Perkebunan Leidong PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia West Indonesia PT Sawitakarya Manunggul PT Sawitakarya Manunggul PT Aditunggal Mahajaya PT Aditunggal Mahajaya PT Meganusa Intisawit PT Meganusa Intisawit PT Djuandasawit Lestari PT Djuandasawit Lestari PT Agrokarya Primalestari PT Agrokarya Primalestari PT Sawit Mas Sejahtera PT Sawit Mas Sejahtera PT Bumipalma Lestaripersada PT Bumipalma Lestaripersada PT Persada Graha Mandiri PT Persada Graha Mandiri PT Buana Adhitama PT Buana Adhitama PT Satrindo Jaya Agropalma PT Satrindo Jaya Agropalma PT Arara Abadi PT Arara Abadi PT Buana Artha Sejahtera PT Buana Artha Sejahtera PT Agrolestari Sentosa PT Agrolestari Sentosa PT Agrolestari Mandiri PT Agrolestari Mandiri PT Kencana Graha Permai PT Kencana Graha Permai PT Paramitra Internusa Pratama PT Paramitra Internusa Pratama PT Kartika Prima Cipta PT Kartika Prima Cipta PT Cahayanusa Gemilang PT Cahayanusa Gemilang PT Bumipermai Lestari PT Bumipermai Lestari PT Smart Telecom PT Smart Telecom PT Satria Perkasa Agung PT Satria Perkasa Agung PT Wirakarya Sakti PT Wirakarya Sakti Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) Others (less than US$ 100,000 each) Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai (41.197) ( ) ( ) Allowance for impairment Jumlah - bersih Net

245 and January 1, 2011/ 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31,2011 December 31, 2010 Pihak ketiga Third parties Freeland Universal Limited Freeland Universal Limited PT Andalan Nusantara Sejahtera PT Andalan Nusantara Sejahtera Oleander Financial Pte. Ltd Oleander Financial Pte. Ltd Koperasi Unit Desa Krida Sejahtera Koperasi Unit Desa Krida Sejahtera PT Arthamulia Tatapratama PT Arthamulia Tatapratama Zhongdian Resources (H.K.) Co., Ltd Zhongdian Resources (H.K.) Co., Ltd PT Mulia Keramik Indahraya PT Mulia Keramik Indahraya Novo Commodities Pte.Ltd Novo Commodities Pte.Ltd PT Mahkota Indosakti Prima PT Mahkota Indosakti Prima PT Dexter Timber Perkasa Indonesia PT Dexter Timber Perkasa Indonesia PT Graha Dinamika Sejahtera PT Graha Dinamika Sejahtera PT Mapala Rabda PT Mapala Rabda Homelinks CBS Homelinks CBS PT Hanim Setia Cemerlang PT Hanim Setia Cemerlang PT Tanjung Batang Asam PT Tanjung Batang Asam PT Agro Afiat Nusantara PT Agro Afiat Nusantara PT Dupan Anugerah Lestari PT Dupan Anugerah Lestari Koperasi Unit Desa Sadar Sejahtera Koperasi Unit Desa Sadar Sejahtera PT Persada Enam Utama PT Persada Enam Utama PT Buana Tunas Sejahtera PT Buana Tunas Sejahtera PT Inti Bara Nusalima PT Inti Bara Nusalima PT Sentrakarya Manunggal PT Sentrakarya Manunggal PT Tuah Sepakat Batang Uleh PT Tuah Sepakat Batang Uleh PT Dutanusa Lestari PT Dutanusa Lestari PT Sawit Milik Bersama PT Sawit Milik Bersama PT Sentana Adidaya Pratama PT Sentana Adidaya Pratama PT Mora Telematika Indonesia PT Mora Telematika Indonesia Arrow Capital Investment Pte Ltd Arrow Capital Investment Pte Ltd Hunan Xiangzhong Mining Group Ltd Hunan Xiangzhong Mining Group Ltd Cargill International Trading Cargill International Trading PT Transindo Makmur Sejahtera PT Transindo Makmur Sejahtera LG International Corp LG International Corp PT Bakrie Telecom Tbk PT Bakrie Telecom Tbk Koperasi Unit Desa Gajah Mada Koperasi Unit Desa Gajah Mada PT Garuda Emas Niaga Internusac PT Garuda Emas Niaga Internusac PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Axis Telekom Indonesia PT Axis Telekom Indonesia PT Victor Dua Tiga Mega PT Victor Dua Tiga Mega PT Kapuasindo Palm Industry PT Kapuasindo Palm Industry PT Nusamas Kimia Persada PT Nusamas Kimia Persada Glencore International AG Glencore International AG PT Bumi Langgeng Perdanatrada PT Bumi Langgeng Perdanatrada PT Tunas Inti Abadi PT Tunas Inti Abadi PT REA Kaltim Plantations PT REA Kaltim Plantations PT Bumi Andalas Permai PT Bumi Andalas Permai PT Surya Hutani Jaya PT Surya Hutani Jaya PT Ruas Utama Jaya PT Ruas Utama Jaya SBA Wood Industries SBA Wood Industries PT Sawit Sukses Sejahtera PT Sawit Sukses Sejahtera Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) Others (less than US$ 200,000 each) Jumlah Subotal Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) Allowance for impairment Jumlah - bersih Net Jumlah Total

246 and January 1, 2011/ Pada tanggal 25 Mei 2009, Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP), pihak berelasi sehubungan dengan perpanjangan jangka waktu pembayaran piutang dari IKPP. Piutang ini akan dibayar secara bertahap sampai dengan akhir tahun Pada tanggal 31 Desember 2012, piutang ini dicatat sebagai bagian piutang usaha lancar - pihak berelasi. Bagian piutang yang akan jatuh tempo setelah 1 (satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 masingmasing sebesar US$ , dan US$ , dan disajikan sebagai Piutang usaha jangka panjang - pihak berelasi (Catatan 34). On May 25, 2009, the Company has signed an agreement with PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) a related party, in relation to the extension in term of payment of trade accounts receivable from IKPP. These receivables will be paid by installments until the end of As of December 31, 2012, these receivables are recorded as part of current trade accounts receivable - related party. Longterm portion of such receivables as of December 31, 2011 and January 1, 2011/ December 31, 2010 amounted to US$ 15,904,028, and US$ 17,656,296, respectively, and are presented as Longterm trade accounts receivable - a related party (Note 34). b. Berdasarkan Umur Piutang b. By Age 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai Neither past due nor impaired Jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai Past due but not impaired Kurang dari 1 bulan Less than 1 month 1 bulan - 2 bulan month - 2 months 2 bulan - 3 bulan months - 3 months Lebih dari 3 bulan More than 3 months Jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai Past due and impaired Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) Allowance for impairment Bersih Net c. Berdasarkan Mata Uang c. By Currency 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) Allowance for impairment Bersih Net

247 and January 1, 2011/ Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: The changes in allowance for impairment are as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Balance at the beginning of Saldo awal tahun the year Penambahan (pemulihan) Provision (reversal) during tahun berjalan - bersih ( ) the year - net Foreign currency translation Selisih kurs penjabaran (11.968) (1.784) adjustment Saldo akhir tahun Balance at the end of the year Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha dari pihak ketiga. Pada tanggal 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, piutang usaha RKN, entitas anak, masing-masing sebesar US$ , dan US$ telah dialihkan kepada PT Sinar Mas Multifinance, pihak berelasi, sehubungan dengan Perjanjian Anjak Piutang seperti diungkapkan pada Catatan 20. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, piutang usaha masing-masing sebesar US$ , US$ , dan US$ digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh Grup (Catatan 16 dan 21). Based on management s evaluation of the collectibility of the individual receivable account as of, and January 1, 2011/December 31, 2010, they believe that the allowance for impairment is adequate to cover possible losses from uncollectible accounts. Management believes that there is no significant concentration of credit risk on trade accounts receivable from third parties. As of December 31, 2011, and January 1, 2011/December 31, 2010, trade accounts receivable of RKN, a subsidiary, totaling to US$ 1,322,714, and US$ 1,299,289, respectively, were assigned to PT Sinar Mas Multifinance, a related party, in relation to Factoring Receivable Agreement as disclosed in Note 20. As, and January 1, 2011/December 31, 2010, accounts receivable amounting to US$ 77,206,603, US$ 79,748,416, and US$ 31,674,109, respectively, are used as collateral on the credit facilities obtained by the Group (Notes 16 and 21)

248 and January 1, 2011/ 8. Piutang Lain-lain 8. Other Receivables 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak berelasi (Catatan 34) Related parties (Note 34) PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) Others (less than US$ 100,000 each) Jumlah Subtotal Pihak ketiga Third parties PT Inti Bangun Sejahtera Tbk PT Inti Bangun Sejahtera Tbk PT Transindo Makmur Sejahtera PT Transindo Makmur Sejahtera PT Intan Sari Prakarsa PT Intan Sari Prakarsa PT Arthamulia Tatapratama PT Arthamulia Tatapratama PT Mitra Kurnia Bartim PT Mitra Kurnia Bartim PT Andalan Satria Cemerlang PT Andalan Satria Cemerlang PT Inti Bara Nusalima PT Inti Bara Nusalima PT Berkat Satria Jaya PT Berkat Satria Jaya PT Persada Bangun Lestari PT Persada Bangun Lestari PT Asuransi Jaya Proteksi PT Asuransi Jaya Proteksi Lain-lain (masing-masing kurang Others (less than dari US$ ) US$ 200,000 each) Jumlah Subtotal Jumlah Total Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, piutang dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk merupakan piutang terkait dengan penjualan infrastruktur telekomunikasi. Pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, piutang dari PT Asuransi Jaya Proteksi merupakan klaim asuransi divisi power plant. Pada tahun 2011, klaim asuransi ini telah dilunasi oleh PT Asuransi Jaya Proteksi. Piutang lain-lain dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp (setara US$ ), Rp (setara US$ ), dan Rp (setara US$ ) (Catatan 35). As of, receivable from PT Inti Bangun Sejahtera Tbk represents receivable related to sales of telecomunication infrastructure. As of January 1, 2011/December 31, 2010, receivable from PT Asuransi Jaya Proteksi represents insurance claims for power plant division. In 2011, this claim was fully paid by PT Asuransi Jaya Proteksi. Other receivables in foreign currencies as of, and January 1, 2011/December 31, 2010 amounted to Rp 190,276,378,127 (equivalent to US$ 19,677,132), Rp 179,980,077,233 (equivalent to US$ 19,847,825), and Rp 11,116,686,840 (equivalent to US$ 1,236,424), respectively (Note 35)

249 and January 1, 2011/ 9. Persediaan 9. Inventories Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pupuk Fertilizers Batubara Coal Peralatan listrik dan mekanikal Electrical and mechanical Bahan kimia Chemicals Pestisida Pesticide Lainnya Others Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) - - Allowance for impairment Jumlah - Bersih Net Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, persediaan masing-masing sebesar US$ , US$ , and US$ digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh Grup (Catatan 16 dan 21). Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Sinar Mas (ASM) dan PT Kali Besar Raya Utama (KBRU), pihak berelasi (Catatan 34) dengan nilai pertanggungan pada tanggal 31 Desember 2012 masing-masing sebesar US$ dan US$ Pada tanggal 31 Desember 2011 persediaan diasuransikan kepada ASM dan KBRU, pihak berelasi masing-masing sebesar US$ dan US$ , sedangkan pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010 persediaan diasuransikan kepada ASM sebesar US$ Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan. Manajemen berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai persediaan memadai untuk menutup kemungkinan kerugian penurunan nilai persediaan dan nilai tercatat persediaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 telah mencerminkan nilai realisasi bersihnya. As of, and January 1, 2011/December 31, 2010, inventories totaling to US$ 13,867,503, US$ 25,207,989, and US$ 21,435,432, respectively, are used as collaterals on the credit facilities obtained by the Group (Notes 16 and 21). As of December 31, 2012, inventories are insured with PT Asuransi Sinar Mas (ASM) and PT Kali Besar Raya Utama (KBRU), a related party (Note 34) against losses from fire and other risks with insurance coverage to US$ 19,449,311 and US$ 13,450,000, respectively. As of December 31, 2011 inventories are insured with ASM and KBRU, amounting to US$ 9,843,076 and US$ 19,903,900, respectively, and as of January 1, 2011/ December 31, 2010 inventories are insured with ASM amounting to US$ 23,649,764. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured. Management believes that the allowance for impairment of inventory is adequate to cover possible losses on decline in value of inventory and the carrying value of inventories as of and January 1, 2011/December 31, 2010 has reflected the net realizable value of those inventories

250 and January 1, 2011/ 10. Uang Muka 10. Advances Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Infrastruktur & konstruksi Infrastructure & construction Kontraktor dan pemasok Contractors and suppliers Ganti rugi lahan Land compensation Pembelian solar Purchase of gasoline Karyawan Employees Ongkos angkut Freight Lain-lain Others Jumlah Total 11. Investasi Jangka Panjang 11. Long-term Investments Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Obligasi wajib konversi Mandatory convertible bond PT Smartfren Telecom Tbk PT Smartfren Telecom Tbk Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Financial assets at FVPL PT Inti Bangun Sejahtera Tbk PT Inti Bangun Sejahtera Tbk PT Trinity Mine Resources PT Trinity Mine Resources PT Masla Pita PT Masla Pita Jumlah Total Tersedia untuk dijual Available for sale Nilai pasar At market value PT Atlas Resources Tbk PT Atlas Resources Tbk PT Sinar Mas Multiartha Tbk PT Sinar Mas Multiartha Tbk PT Bumi Serpong Damai Tbk PT Bumi Serpong Damai Tbk Keuntungan (kerugian) yang belum Net unrealized (loss) gain on direalisasi atas kenaikan (decrease) increase in (penurunan) nilai - bersih ( ) fair value Jumlah - bersih Net Harga perolehan At cost PT Ferro Mas Dinamika PT Ferro Mas Dinamika PT Sinar Culindo Perkasa PT Sinar Culindo Perkasa Jumlah Total Metode ekuitas Equity method PT Rolimex Suburin Hutani Persada PT Rolimex Suburin Hutani Persada Harga perolehan At cost Akumulasi bagian atas rugi bersih - (13.022) - Accumulated share in net loss Jumlah - bersih Net Jumlah Total

251 and January 1, 2011/ Obligasi Wajib Konversi Pada tanggal 20 Februari 2012, Perusahaan membeli Obligasi Wajib Konversi (OWK) Seri I dan Seri II yang diterbitkan oleh PT Smartfren Telecom Tbk, pihak berelasi, dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp dan Rp yang dimiliki oleh PT Valensia Persada, pihak ketiga. OWK ini tanpa bunga dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Januari OWK akan dikonversi menjadi saham Seri C dengan harga konversi Rp 100 per saham dan dapat dilakukan setiap saat oleh pemegang OWK sampai jatuh tempo. Aset Keuangan Diukur Pada Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi Pada tanggal 27 Desember 2011, Perusahaan (sebagai Pemegang obligasi), menandatangani Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi dengan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, pihak ketiga, (sebagai Penerbit), sebesar Rp yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Desember 2013 dengan tingkat bunga 3% per tahun. Nilai wajar investasi obligasi konversi pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp (setara US$ ) disajikan sebagai bagian dari Investasi jangka pendek (Catatan 6) dan pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp (setara US$ ). Perusahaan mempunyai hak opsi untuk mengkonversi obligasi konversi tersebut menjadi saham pada saat tanggal jatuh tempo atau opsi untuk mendapatkan pembayaran kas sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam perjanjian. Pada tanggal 25 Juli 2012, BKES, entitas anak dan PT Trinity Mine Resources (TMR), pihak ketiga, menandatangani Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi, dimana TMR akan menerbitkan Obligasi Konversi dengan bunga 6% per tahun dan nilai total penerbitan sebesar US$ , yang akan diambil bagian dan dibayar oleh BKES secara bertahap. Semua Obligasi konversi akan jatuh tempo tanggal 24 Juli Sebelum tanggal jatuh tempo, BKES dapat mengkonversikan sertifikat obligasi yang dimiliki dengan bagian dari Saham Hasil Konversi. Mandatory Convertible Bond On February 20, 2012, the Company purchased Mandatory Convertible Bonds (MCB) Series I and Series II issued by PT Smartfren Telekom Tbk, a related party, with nominal value of Rp 900,000,000,000 and Rp 100,000,000,000, respectively, from PT Valensia Persada, a third party. These MCBs is non-interest bearing and will be due on January 10, MCB will be converted into Series C share with par value of Rp 100 and could be converted by the bondholders until the maturity date of MCB. Financial Asset at FVPL On December 27, 2011, the Company (as Bond holder), signed an Agreement for Issuance of Convertible Bond with PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, a third party, (as Issuer), amounting to Rp 690,380,000,000 which will due on December 27, 2013 at 3% interest per annum. The fair value of investment in convertible bond as of December 31, 2012 amounted to Rp 689,294,281,366 (equivalent to US$ 71,281,979) and is recorded as part of Short-term investment (Note 6) and as of December 31, 2011 amounted to Rp 662,999,780,855 (equivalent to US$ 73,114,224). The Company has the option to convert the convertible bond into shares of stock on due date or option for cash settlement in accordance with the provision stipulated in the agreement. On July 25, 2012, BKES, a subsidiary, and PT Trinity Mine Resources (TMR), a third party, signed an Agreement for Issuance of Convertible Bond, wherein TMR will issue convertible bond with an interest at 6% per annum and totaling to US$ 2,500,000 which will be acquired and paid by BKES gradually. All of the bonds will mature on July 24, Before maturity date BKES can convert the bond into converted shares

252 and January 1, 2011/ Pada tanggal 31 Oktober 2012, BKES dan PT Masla Pita (MP), pihak ketiga, menandatangani Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi dimana MP akan menerbitkan obligasi konversi dengan total nilai penerbitan sebesar Rp dengan tingkat bunga 2,5% per tahun dan jatuh tempo pada 31 Desember 2015 yang diambil bagian oleh BKES. Pada tanggal jatuh tempo MP setuju dan sepakat untuk membayar kembali obligasi dari BKES dan BKES berhak meminta MP untuk mengkonversikan obligasi menjadi saham hasil konversi sebelum tanggal jatuh tempo. Saldo pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp (setara US$ , dengan kurs yang diperjanjikan sebesar Rp 9.500/US$ 1). Tersedia untuk Dijual Pada bulan Oktober 2011, Perusahaan melakukan pembelian lembar saham PT Atlas Resources Tbk dengan harga sebesar Rp per saham atau sebesar Rp (setara US$ ). Pada bulan Desember 2011, Perusahaan membeli tambahan penyertaan saham pada PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebanyak saham dengan harga beli sebesar Rp 500 per saham atau sebesar Rp (setara US$ ). Pada bulan Desember 2011, Perusahaan menjual seluruh penyertaan sahamnya pada PT Sinar Culindo Perkasa kepada PT Sinar Bumi Indah Lestari, pihak ketiga. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember On October 31, 2012, BKES and PT Masla Pita (MP), a third party, signed an Agreement for Issuance of Convertible Bond, wherein MP will issue convertible bond totaling to Rp 1,045,000,000 with an interest at 2.5% per annum and due on December 31, 2015 which will be acquired and paid by BKES. On maturity date, MP agreed to pay such convertible bond from BKES and BKES has the right to convert the bonds into shares before the maturity date. Balance of the convertible bond as of December 31, 2012 amounted to Rp 1,045,000,000 (equivalent to US$ 110,000 using contractual rate of Rp 9,500/US$ 1). Available for Sale In October 2011, the Company purchased 123,333,000 shares of PT Atlas Resources Tbk at Rp 1,500 per share or totaling to Rp 184,999,500,000 (equivalent to US$ 20,642,657). In December 2011, the Company purchased additional shares of stock of PT Sinar Mas Multiartha Tbk totaling to 7,900,440 shares at a purchase price of Rp 500 per share or totaling to Rp 3,950,220,000 (equivalent to US$ 433,947). In December 2011, the Company sold all of its investment in shares of PT Sinar Culindo Perkasa to PT Sinar Bumi Indah Lestari, a third party. Management believes that there is no impairment in value of the aforementioned assets as of and January 1, 2011/December 31,

253 and January 1, 2011/ 12. Properti Investasi 12. Investment Properties Akun ini merupakan tanah dan pengembangannya, infrastruktur telekomunikasi, dan peralatan lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan dan disewakan untuk menghasilkan pendapatan sewa. This account represents land and its improvements, telecommunication infrastructures, and miscellaneous equipment owned by the Company and are being leased out to generate rental income. Perubahan selama tahun 2012/ Changes during Januari 2012/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember 2012/ January 1, 2012 Additions Deductions Reclassifications December 31, 2012 Biaya perolehan: At cost: Tanah Land Prasarana tanah Land improvements Jumlah Total Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Prasarana tanah Land improvements Jumlah Total Nilai Tercatat Net Book Value Perubahan selama tahun 2011/ Changes during Januari 2011/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011 Additions Deductions Reclassifications December 31, 2011 Biaya perolehan: At cost: Tanah (20.811) Land Prasarana tanah Land improvements Infrastruktur telekomunikasi ( ) - - Tower equipment Peralatan lainnya ( ) - - Miscellaneous equipment Jumlah ( ) Total Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Prasarana tanah Land improvements Infrastruktur telekomunikasi ( ) - - Tower equipment Peralatan lainnya ( ) - - Miscellaneous equipment Jumlah ( ) Total Nilai Tercatat Net Book Value Pendapatan sewa properti investasi yang diakui pada tahun 2012 dan 2011 masing-masing sebesar nihil dan US$ dilaporkan sebagai bagian dari Pendapatan usaha dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (Catatan 28). Beban penyusutan properti investasi pada tahun 2012 sebesar US$ disajikan sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 30) dan tahun 2011 sebesar US$ , disajikan sebagai bagian dari Beban pokok penjualan (Catatan 29) dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Rental income from investment properties recognized in 2012 and 2011 amounted to nil and US$ 28,441,170, respectively, which was reported as part of Revenues in the consolidated statements of comprehensive income (Note 28). Depreciation of investment properties in 2012 amounted to US$ 48,304 and recorded as part of General and Administration Expenses (Note 30) and in 2011 amounted to US$ 4,651,813, and, was recorded as part of Cost of revenues (Note 29) in the consolidated statements of comprehensive income

254 and January 1, 2011/ Pada tanggal 27 Desember 2011, Perusahaan menjual infrastruktur telekomunikasi beserta sarana - sarana penunjangnya dan 93 unit infrastruktur telekomunikasi yang masih dalam tahap konstruksi (dicatat dalam akun Aset tetap - aset dalam konstruksi (Catatan 13)) kepada PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBS) dengan harga jual sebesar Rp Pembayaran atas transaksi ini dilakukan IBS dengan menerbitkan obligasi konversi kepada Perusahaan (Catatan 6 dan 11). Nilai wajar dari site BTS pada tanggal 15 Juni 2009 adalah sebesar Rp yang ditentukan berdasarkan laporan PT Mega Appraisindo, penilai independen, tertanggal 13 Agustus Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan atas nilai wajar tersebut sejak tanggal laporan penilai independen sampai dengan 1 Januari 2011/31 Desember Pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, properti investasi dengan nilai tercatat sebesar US$ digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 21). Pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, properti investasi diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas, pihak berelasi (Catatan 34) berupa Property all risk insurance dengan nilai pertanggungan sebesar Rp Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas properti investasi yang dipertanggungkan. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas properti investasi. On December 27, 2011, the Company sold 1,211 units of telecommunication infrastructure and its supporting facilities and 93 units of telecomunication infrastructure which were still under construction in progress (recorded under Property, plant, and equipment - construction in progress account (Note 13)) to PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBS) with selling price of Rp 690,380,000,000. IBS has issued convertible bond to the Company as payment of this transaction (Notes 6 dan 11). The fair value of BTS sites (1,105 stations) as of June 15, 2009 amounted to Rp 704,270,000,000, which was determined based on report of PT Mega Appraisindo, independent appraiser, dated August 13, Management believes that there is no significant change in fair value of the investment properties from the date of independent appraiser s report until January 1, 2011/December 31, As of January 1, 2011/December 31, 2010, investment properties with carrying amount of US$ 65,022,030 are used as collateral on loans obtained by the Company from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Note 21). As of January 1, 2011/December 31, 2010, investment properties are insured with PT Asuransi Sinar Mas, a related party, (Note 34) on Property all risk insurance for Rp 611,607,894,010. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses from the investment properties insured. Management believes that there is no impairment in value of the aforementioned investment properties

255 and January 1, 2011/ 13. Aset Tetap 13. Property, Plant, and Equipment Perubahan selama tahun 2012/Changes during 2012 Selisih Kurs Penjabaran/ Foreign Currency 1 Januari 2012/ Entitas Anak/ Translation Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember 2012/ January 1, 2012 Subsidiaries Adjustment Additions Deductions Reclassifications December 31, 2012 Harga perolehan: At cost: Pemilikan langsung Direct acquisitions Tanah (3.172) Land Prasarana tanah Land improvements Bangunan Buildings Infrastruktur (74.466) Infrastructure Mesin dan peralatan berat Machinery and heavy equipment Peralatan transportasi (5.928) (34.781) Transportation equipment Peralatan pabrik, kantor, Factory, office, and dan lainnya (89.935) miscellaneous equipment Prasarana Leasehold improvement Aset sewaan Leased assets Kendaraan (6.755) - (19.131) ( ) Vehicle Mesin ( ) Machinery Aset dalam konstruksi ( ) ( ) Construction in progress Jumlah (53.912) Total Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Pemilikan langsung Direct acquisitions Prasarana tanah Land improvements Bangunan (17.761) Buildings Infrastruktur (42.250) Infrastructure Mesin dan peralatan berat (26.314) Machinery and heavy equipment Peralatan transportasi (1.638) (34.781) Transportation equipment Peralatan pabrik, kantor, Factory, office, and dan lainnya (53.223) miscellaneous equipment Prasarana - - (940) Leasehold improvement Aset sewaan Leased assets Kendaraan (5.706) (19.131) ( ) Vehicle Mesin ( ) Machinery Jumlah ( ) (53.912) Total Nilai Tercatat Net Book Value Disajikan Kembali (Catatan 3)/As Restated (Note 3) Perubahan selama tahun 2011/Changes during 2011 Selisih Kurs Penjabaran/ Foreign Currency 1 Januari 2011/ Translation Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011 Adjustment Additions Deductions Reclassifications December 31, 2011 Harga perolehan: At cost: Pemilikan langsung Direct acquisitions Tanah (190) ( ) Land Prasarana tanah Land improvements Bangunan (2.686) ( ) Buildings Infrastruktur Infrastructure Mesin dan peralatan berat (3.489) Machinery and heavy equipment Peralatan transportasi (80) (90.778) Transportation equipment Peralatan pabrik, kantor, Factory, office, and dan lainnya (7.263) (29.773) miscellaneous equipment Aset sewaan Leased assets Kendaraan (930) Vehicle Mesin Machinery Aset dalam konstruksi (9.211) ( ) ( ) Construction in progress Jumlah (23.849) ( ) Total Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Pemilikan langsung Direct acquisitions Prasarana tanah Land improvements Bangunan (4.194) ( ) Buildings Infrastruktur - (2.621) Infrastructure Mesin dan peralatan berat (6.022) Machinery and heavy equipment Peralatan transportasi (153) (65.391) Transportation equipment Peralatan pabrik, kantor, Factory, office, and dan lainnya (12.580) (8.567) miscellaneous equipment Aset sewaan Leased assets Kendaraan (1.230) (89.406) Vehicle Mesin Machinery Jumlah (26.800) ( ) Total Nilai Tercatat Net Book Value

256 and January 1, 2011/ Reklasifikasi tanah pada tahun 2011 sebesar US$ merupakan reklasifikasi perolehan tanah di port Bunati dan kantor Angsana milik BORNEO, entitas anak, yang sebelumnya dicatat sebagai bagian dari Aset tidak lancar lain-lain. Aset tetap Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp dan US$ pada tanggal 31 Desember 2012, sebesar US$ dan EUR pada tanggal 31 Desember 2011 dan sebesar US$ pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh Grup (Catatan 16 dan 21). Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, aset sewaan berupa kendaraan dan mesin digunakan sebagai jaminan atas liabilitas sewa pembiayaan (Catatan 22). Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Reclasification of land in 2011 amounting to US$ 140,126 represents reclassification of land acquired in Bunati port and Angsana office owned by BORNEO, a subsidiary, which was previously recorded as part of Other noncurrent assets. Property, plant and equipment of the Group with carrying value of Rp 16,898,956,000 and US$ 343,979,521 as of December 31, 2012, US$ 362,998,686 and EUR 114,000 as of December 31, 2011, and US$ 203,758,834 as of January 1, 2011/December 31, 2010, are used as collateral on loans obtained by the Group (Notes 16 and 21). As of and January 1, 2011/December 31, 2010, leased vehicles and machineries are used as collateral on lease liabilities (Note 22). Depreciation expense was allocated as follows: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Beban pokok penjualan (Catatan 29) Cost of revenues (Note 29) Beban usaha (Catatan 30) Operating expenses (Note 30) Jumlah Total Aset tetap Grup diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas, pihak berelasi (Catatan 34), dengan nilai pertanggungan sebesar US$ , Rp , dan EUR pada tanggal 31 Desember 2012, sebesar US$ , Rp , dan EUR pada tanggal 31 Desember 2011, dan sebesar US$ dan Rp pada tanggal 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010, dan kepada pihak ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar US$ dan Rp pada tanggal 31 Desember 2012, sebesar US$ , Rp , dan EUR pada tanggal 31 Desember 2011, dan sebesar Rp pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. The Group s property, plant, and equipment are insured with PT Asuransi Sinar Mas, a related party (Note 34), with insurance coverage totaling to US$ 322,282,400, Rp 36,566,056,000, and EUR 270,000 as of December 31, 2012, amounting to US$ 318,973,000, Rp 1,477,500,000, and EUR 125,400 as of December 31, 2011, and amounting to US$ 425,014,000 and Rp 43,726,391,000 as of January 1, 2011/December 31, 2010, and with third parties with insurance coverage totaling to US$ 6,715,165 and Rp 330,000,000 as of December 31, 2012, amounting to US$ 137,604,665, Rp 388,000,000, and EUR 145,200 as of December 31, 2011, and amounting to Rp 765,735,825 as of January 1, 2011/December 31, Management believes that the insurance coverages are adequate to cover possible losses from the assets insured

257 and January 1, 2011/ Pengurangan aset dalam konstruksi pada tahun 2011, merupakan penjualan infrastruktur telekomunikasi dalam konstruksi kepada IBS (Catatan 12). Pengurangan aset tetap dan properti investasi yang merupakan penjualan dengan rincian sebagai berikut: Deductions in construction in progress in 2011 represents sale of telecomunication infrastructure to IBS (Note 12). Deductions in property, plant and equipment and investment properties pertain to sales with details as follows: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Harga jual Selling price Nilai tercatat Net book value Aset tetap - ( ) Property, plant, and equipment Properti investasi (Catatan 12) - ( ) Investment properties (Note 12) Jumlah - ( ) Total Laba penjualan aset tetap dan Gain on sale of property, plant, and properti investasi equipment and investment properties Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap. Management believes that there is no impairment in value of the aforementioned property, plant, and equipment. 14. Aset Pertambangan 14. Mine Properties Biaya Aset Pertambangan Pengupasan dari Kombinasi Tambang dalam Tanah yang Bisnis/ Pengembangan/ Tambang pada Ditangguhkan/ Mine Properties Mines Under Tahap Produksi/ Deferred from Business Jumlah/ Construction Producing Mines Stripping Cost Combination Total Nilai tercatat pada tanggal 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010 *) Cost as of January 1, 2011/December 31, 2010 *) Penambahan tahun berjalan Addition Dampak penurunan kepemilikan pada entitas anak ( ) ( ) Effect of decline in ownership in a subsidiary Ditransfer ke tambang pada tahap produksi ( ) Transfer to producing mines Reklasifikasi - - ( ) - ( ) Reclassification Selisih kurs karena penjabaran Exchange difference due to laporan keuangan (87.184) (40.039) (12.464) (61.305) ( ) financial statement translation Nilai tercatat pada tanggal 31 Desember 2011 *) Cost as of December 31, 2011 *) Penambahan tahun berjalan Addition Akuisisi entitas anak Acquisition of subsidiaries Selisih kurs karena penjabaran Exchange d difference due to laporan keuangan ( ) ( ) (3.062) ( ) ( ) financial statement translation Nilai tercatat pada tanggal 31 Desember Cost as of December 31,

258 and January 1, 2011/ Biaya Aset Pertambangan Pengupasan dari Kombinasi Tambang dalam Tanah yang Bisnis/ Pengembangan/ Tambang pada Ditangguhkan/ Mine Properties Mines Under Tahap Produksi/ Deferred from Business Jumlah/ Construction Producing Mines Stripping Cost Combination Total Akumulasi amortisasi pada tanggal Accumulated amortization as of 1 Januari 2011/31 Desember 2010 *) - ( ) ( ) ( ) ( ) January 1, 2011/December3l *) Amortisasi tahun berjalan (Catatan 29) - ( ) ( ) ( ) ( ) Amortization during the year (Note 29) Dampak penurunan kepemilikan pada entitas anak Effect of decline in ownership in a subsidiary Sellsih kurs karena penjabaran Exchange difference due to financial laporan keuangan statement translation Akumulasi amortisasi pada tanggal Accumulated amortization as of 31 Desember 2011 *) - ( ) ( ) ( ) ( ) December 31, 2011 *) Amortisasi tahun berjalan (Catatan 29) - ( ) ( ) ( ) ( ) Amortization during the year (Note 29) Sellsih kurs karena penjabaran Exchange difference due to financial laporan keuangan statement translation Akumulasi amortisasi pada tanggal Accumulated amortization as of 31 Desember ( ) ( ) ( ) ( ) December 31, 2012 Nilai buku pada tanggal 1 Januari 2011/ Net book value as of January 1, 2011/ 31 Desember 2010 *) December 31, 2010 *) Nilai buku pada tanggal 31 Desember 2011 *) Net book value as of December 31, 2011 *) Nilai buku pada tanggal 31 December Net book value as of December *) Disajikan Kembali (Catatan 3)/As Restated (Note 3) Amortisasi aset pertambangan - tambang pada tahap produksi diakui sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (Catatan 29). Amortisasi aset pertambangan - aset pertambangan dari kombinasi bisnis diakui sebagai bagian dari Beban Lain-Lain - Bersih dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan akan dibebankan sebagai biaya produksi pada saat rasio pengupasan aktual secara signifikan lebih rendah dibandingkan estimasi rasio pengupasan rata-rata. Rasio pengupasan rata-rata aktual pada area konsesi entitas anak adalah sebagai berikut: Amortization of mine properties - producing mines is presented as part of "Cost of revenues" in the consolidated statements of comprehensive income (Note 29). Amortization of mine properties - mine properties from business combination presented as part of Other Expense - net is in the consolidated statements of comprehensive income. Deferred stripping costs will be charged to production costs when the actual stripping ratio is significantly lower than estimated average stripping cost. The actual average stripping ratio on concession area of the subsidiaries are as follows: Area 31 Desember 2012/ December 31, Desember 2011/ December 31, Januari 2011/ 31 Desember 2010/ January 1, 2011/ December 31, 2010 BIB 3,00 : 1 sampai dengan/ up to 5,41 : 1 3,00 : 1 sampai dengan/ up to 5,41 : 1 3,00 : 1 sampai dengan/ up to 4 : 1 TKS 5,30 : 1 sampai dengan/ up to 14,00 : 1 8,77 : 1 - KCP BHBA 7,00 : 1 6,00 :

259 and January 1, 2011/ 15. Aset Tidak Lancar Lain-lain 15. Other Noncurrent Assets Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Uang muka pembelian batubara Advances for purchase of coal (Catatan 36h) (Note 36h) Uang jaminan Security deposits (Catatan 36g dan 36i) (Notes 36g and 36i) Piranti lunak Software Piutang lain-lain - jangka panjang Other receivables - long-term PT Trinity Mine Resources PT Trinity Mine Resources PT Kirana Chatulistiwa (Catatan 36g) PT Kirana Chatulistiwa (Catatan 36g) PT Transindo Makmur Sejahtera PT Transindo Makmur Sejahtera PT Arthamulia Tatapratama PT Arthamulia Tatapratama PT Masla Pita PT Masla Pita PT Inti Bara Nusalima PT Inti Bara Nusalima Uang muka karyawan Advances to employees Dana yang dibatasi pencairannya Restricted funds Advances for purchase of property, Uang muka pembelian aset tetap plant, and equipment Uang muka konstruksi dan Advances for construction and infrastruktur infrastructure Lain-lain Others Jumlah Total Uang muka karyawan merupakan uang muka yang diberikan entitas anak kepada karyawannya dalam rangka kegiatan pengeboran, penyelidikan umum, dan aktivitas pertambangan lainnya. Uang muka akan dipertanggungjawabkan oleh karyawan. Mutasi piranti lunak sebagai berikut: Advances to employees represent funds given by the subsidiaries to their employees for drilling, general investigation, and other mining activities related expenses. These advances will be accounted for and liquidated by the employees. Movements of software is as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Harga perolehan Costs Saldo awal Beginning balance Selisih kurs penjabaran (87.278) (8.149) Translation adjustments Penambahan tahun berjalan Additions during the year Jumlah Total Akumulasi amortisasi Accumulated amortization Saldo awal Beginning balance Selisih kurs penjabaran (24.365) (6.516) Translation adjustments Amortisasi tahun berjalan Amortization during the year Jumlah Total Jumlah - bersih Net

260 and January 1, 2011/ Beban amortisasi piranti lunak dicatat sebagai bagian Beban pokok penjualan dan Beban umum dan administrasi (Catatan 29 dan 30). Amortization expense is recorded as part of Cost of revenues and General and administrative expense (Notes 29 and 30) 16. Utang Bank Jangka Pendek 16. Short-term Bank Loans 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak ketiga Third parties Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank ICBC Indonesia PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Jasa Jakarta PT Bank Jasa Jakarta PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk Jumlah Subtotal Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk Jumlah Total PT Bank Mega Tbk Pada tanggal 21 November 2003, RKN, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mega Tbk (Mega). Fasilitas pinjaman tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan dan perpanjangan, terakhir tertanggal 20 November Fasilitas pinjaman yang diterima RKN pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: PT Bank Mega Tbk On November 21, 2003, RKN, a subsidiary, obtained loan facilities from PT Bank Mega Tbk (Mega). These loan facilities have been amended and extended several times, most recently on November 20, The loan facilities obtained by RKN as of and January 1, 2011/December 31, 2010 are as follows: Jumlah Fasilitas/Facility Amount 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ Mata Uang/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ Currency December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Jumlah/Total Jumlah/Total Jumlah/Total Fasilitas Pinjaman/ Loan Facility Pinjaman Rekening Koran/Overdraft Rupiah Demand Loan (DL 1) Rupiah Demand Loan (DL 2) Rupiah Dolar Amerika Serikat/ Demand Loan (DL 3) U.S. Dollar

261 and January 1, 2011/ Saldo utang RKN pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Balance of the RKN s loans as of and January 1, 2011/December 31, 2010 are as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) Pinjaman Rekening Koran Overdraft Demand Loan (DL 1) Demand Loan (DL 1) Demand Loan (DL 2) Demand Loan (DL 2) Jumlah Total Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar Demand Loan (DL 3) Demand Loan (DL 3) Jumlah Total RKN juga memiliki fasilitas Letter of Credit, SKBDN, dan Bank Garansi dengan jumlah keseluruhan sebesar US$ yang merupakan bagian (sub-limit) dari fasilitas kredit di atas. Pada tanggal 31 December 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, fasilitas yang telah digunakan masing-masing sebesar US$ , US$ 2.780, dan US$ Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 13,5% per tahun untuk fasilitas utang dalam mata uang Rupiah dan 8,5% per tahun untuk fasilitas utang dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 7), persediaan (Catatan 9) dan aset tetap (Catatan 13). Fasilitas pinjaman tersebut jatuh tempo pada tanggal 21 November 2012 dan telah diperpanjang sampai dengan 21 November PT Bank ICBC Indonesia (ICBC) Pada tanggal 22 Oktober 2009, MAL, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari ICBC dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp dan dikenakan bunga sebesar 6,5% per tahun serta jatuh tempo 22 Oktober Pinjaman ini dijamin oleh jaminan perusahaan dari GEM, entitas anak. Pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 22 Oktober 2011 dan dikenakan bunga 6,85% per tahun. Pada tanggal 28 April 2011, pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya. RKN also has Letter of Credit, SKBDN, and bank guarantee facilities totaling to US$ 15,000,000 which are sub limit of the above credit facilities. As of, and January 1, 2011/December 31, 2010, RKN has used the facilities amounting to US$ 15,000,000, US$ 2,780, and US$ 6,535,858, respectively. These loan facilities bear interest rate at 13.5% per annum for loan facilities denominated in Rupiah and 8.5% per annum for loan facilities denominated in U.S. Dollar. These loan facilities are collateralized by trade accounts receivable (Note 7), inventories (Note 9) and property, plant, and equipment (Note 13). These loan facililities matured on November 21, 2012 and have been extended up to November 21, PT Bank ICBC Indonesia (ICBC) On October 22, 2009, MAL, a subsidiary, obtained a working capital loan facility from ICBC for a maximum facility of Rp 10,000,000,000, bears interest rate at 6.5% per annum and due on October 22, This facility is collateralized by a corporate guarantee from GEM, a subsidiary. This loaan facility has been extended until October 22, 2011 and bears interest rate at 6.85% per annum. On April 28, 2011, this loan has been fully paid

262 and January 1, 2011/ Pada tanggal 28 Oktober 2009, NIP, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari ICBC dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp dan dikenakan bunga 6,5% per tahun serta jatuh tempo tanggal 27 Oktober Pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 28 Oktober Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari MAL, entitas anak. Pada tanggal 28 April 2011, pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya. Pada tanggal 3 Maret 2010, KCP, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari ICBC dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp dan dikenakan bunga 6,5% - 6,85% per tahun, serta jatuh tempo tanggal 4 Maret Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari GEM. Pada tanggal 3 Maret 2011, pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya. Pada tanggal 12 Maret 2010, TBBU, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari ICBC dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp dan dikenakan bunga 6,5% - 6,85% per tahun serta jatuh tempo tanggal 12 Maret Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari GEM. Pada tanggal 11 Maret 2011, pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya. PT Bank Jasa Jakarta Pada tanggal 10 Desember 2009, TKS, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank Jasa Jakarta dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp , dikenakan bunga 7,5% - 8,75% per tahun dan jatuh tempo tanggal 10 Desember 2010 dan telah diperpanjang sampai dengan 10 Desember Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari GEM. Pada tanggal 25 Maret 2011, pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya. PT Bank CIMB Niaga Tbk Pada tanggal 23 November 2009, KCP, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk, dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp dan dikenakan bunga 7,5% per tahun, serta jatuh tempo tanggal 25 November Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari GEM. Pada tanggal 29 Maret 2011, pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya. On October 28, 2009, NIP, a subsidiary, obtained a working capital loan facility from ICBC for a maximum facility of Rp 10,000,000,000, bears interest rate at 6.5% per annum and matured on October 27, 2010 and has been extended up to October 28, This loan is collateralized by corporate guarantee from MAL, a subsidiary. On April 28, 2011, this loan has been fully paid. On March 3, 2010, KCP, a subsidiary, obtained a credit facility from ICBC for a maximum facility of Rp 2,000,000,000, bears interest rate at 6.5% % per annum and due on March 4, This loan is collateralized by a corporate guarantee from GEM. On March 3, 2011, this loan has been fully paid. On March 12, 2010, TBBU, a subsidiary, obtained a credit facility from ICBC for a maximum facility of Rp 3,000,000,000, bears interest rate at 6.5% % per annum and due on March 12, This loan is collateralized by a corporate guarantee from GEM. On March 11, 2011, this loan has been fully paid. PT Bank Jasa Jakarta On December 10, 2009, TKS, a subsidiary, obtained from PT Bank Jasa Jakarta a working capital facility with maximum amount of Rp 20,000,000,000, bears interest rate at 7.5% % per annum and matured on December 10, 2010 and has been extended up to December 10, This loan is collateralized by a corporate guarantee from GEM. On March 25, 2011, this loan has been fully paid. PT Bank CIMB Niaga Tbk On November 23, 2009, KCP, a subsidiary, obtained a loan facility from PT Bank CIMB Niaga Tbk for a maximum facility of Rp 5,000,000,000, bears interest rate at 7.5% per annum and due on November 25, This loan is collateralized by a corporate guarantee from GEM. On March 29, 2011, this loan has been fully paid

263 and January 1, 2011/ 17. Utang Usaha 17. Trade Accounts Payable Akun ini merupakan utang Grup kepada pemasok dan kontraktor sehubungan dengan kegiatan operasional Grup, dengan rincian sebagai berikut: This account consists of the Group s payable to suppliers and contractors in relation to Group s operations, with details as follows: a. Berdasarkan Pemasok/Kontraktor a. By Supplier/Contractor 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak berelasi (Catatan 34) Related parties (Note 34) PT Cakrawala Mega Indah PT Cakrawala Mega Indah PT Ferro Mas Dinamika PT Ferro Mas Dinamika PT SOCI MAS PT SOCI MAS PT Bina Sinar Amity PT Bina Sinar Amity PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Ekamas Fortuna PT Ekamas Fortuna PT Sinar Syno Kimia PT Sinar Syno Kimia PT Konverta Mitra Abadi PT Konverta Mitra Abadi PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills PT Smart Telecom PT Smart Telecom Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) Others (less than US$ 100,000 each) Jumlah Subtotal Pihak ketiga Third parties PT Sentana Adidaya Pratama PT Sentana Adidaya Pratama PT Sapta Indra Sejati PT Sapta Indra Sejati PT Polytech Trading Limited PT Polytech Trading Limited PT Mora Telematika Indonesia PT Mora Telematika Indonesia PT Jembayan Muarabara PT Jembayan Muarabara PT Intan Sari Prakarsa PT Intan Sari Prakarsa Golden Eagle Inter Trade Pte.Ltd Golden Eagle Inter Trade Pte.Ltd. Maxima Mitra Mandiri Maxima Mitra Mandiri PT Mitra Integrasi Informatika PT Mitra Integrasi Informatika PT Semesta Andalan Energy PT Semesta Andalan Energy PT Mitra Bahtera Sagara Sejati Tbk PT Mitra Bahtera Sagara Sejati Tbk PT Wira Bumi Sejati PT Wira Bumi Sejati PT Artamulia Tatapratama PT Artamulia Tatapratama PT Inti Bangun Sejahtera Tbk PT Inti Bangun Sejahtera Tbk CV Miyor CV Miyor PT Total Oil Indonesia PT Total Oil Indonesia PT Bumi Riau Cemerlang PT Bumi Riau Cemerlang PT Bangun Artha Hutama PT Bangun Artha Hutama Perusahaan Pelayaran Perusahaan Pelayaran Rusianto Bersaudara Rusianto Bersaudara PT Transindo Makmur Sejahtera PT Transindo Makmur Sejahtera CV X Dareh CV X Dareh Wilmar Nabati Indonesia Wilmar Nabati Indonesia PT Henkel PT Henkel PT Catur Mitra Adhikara PT Catur Mitra Adhikara PT Tunas Inti Abadi PT Tunas Inti Abadi KSU Bersujud KSU Bersujud PT Geoservices PT Geoservices PT Surya Persada Erasindo PT Surya Persada Erasindo PT Siemens Indonesia PT Siemens Indonesia CV Bangun Arta CV Bangun Arta Jumlah dipindahkan Amount carried forward

264 and January 1, 2011/ 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Jumlah pindahan Amount forwarded CV Erlianti CV Erlianti Sulzer Turbo Services Sulzer Turbo Services PT Dahana PT Dahana CV Jaya Luhur Abadi CV Jaya Luhur Abadi PT Andalan Satria Cemerlang PT Andalan Satria Cemerlang CV Waletindo Setia Perkasa CV Waletindo Setia Perkasa CV Rasita Mulia CV Rasita Mulia PT Gemilang Eka Dharma PT Gemilang Eka Dharma PT Indobara Bahana PT Indobara Bahana Sichuan Tongya Industrial Co. Ltd Sichuan Tongya Industrial Co. Ltd. PT Yuan Wira Perdana PT Yuan Wira Perdana PT Golden Eagle Chemical PT Golden Eagle Chemical PT Intibara Nusa Lima PT Intibara Nusa Lima PT Borneo Bandar Segara PT Borneo Bandar Segara PT Lasung Indah Lestari PT Lasung Indah Lestari Ladiono Ladiono PT Mitrada Sinergy PT Mitrada Sinergy CV Riski Pratama Putra CV Riski Pratama Putra PT Wira Bumi Sakti PT Wira Bumi Sakti PT Bara Pagmer Jaya PT Bara Pagmer Jaya PT Asia Pupuk Guna Lestari PT Asia Pupuk Guna Lestari PT Asia Pacific Coalindo PT Asia Pacific Coalindo PT Tanjung Bara Asam PT Tanjung Bara Asam PT Kiel Jaya Abadi PT Kiel Jaya Abadi PT Bukit Hijau Subur PT Bukit Hijau Subur Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) Others (less than US$ 200,000 each) Jumlah Subtotal Jumlah Total b. Berdasarkan Umur b. By Age Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade accounts payable from the date of invoice is as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kurang dari 1 bulan Less than 1 month 1 bulan - 2 bulan month - 2 months 2 bulan - 3 bulan months - 3 months Lebih dari 3 bulan More than 3 months Jumlah Total

265 and January 1, 2011/ c. Berdasarkan Mata Uang c. By Currency 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) Mata uang lainnya (Catatan 35) Other currencies (Note 35) Jumlah Total 18. Utang Lain-lain 18. Other Accounts Payable 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak berelasi (Catatan 34) Related parties (Note 34) Pihak ketiga Third parties Utang SKBDN SKBDN payable Utang retensi Retention payable Uang muka penjualan Sales advances Pemasok Supplier Lain-lain Others Jumlah Total Uang muka penjualan pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010 merupakan uang muka yang diterima Perusahaan dari pihak ketiga sehubungan dengan penjualan material fasilitas pendukung telekomunikasi. Sales advances as of January 1, 2011/ December 31, 2010 represent advances received by the Company from third parties in relation to sales of materials for supporting telecommunication infrastructures. 19. Utang Pajak 19. Taxes Payable Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pajak penghasilan badan Corporate income tax Pajak Penghasilan Income Taxes Pasal 4 ayat (2) Article 4 (2) Pasal Article 15 Pasal Article 21 Pasal Article 23 Pasal Article 25 Pasal Article 26 Pajak Ekspor Export Tax Pajak Pertambahan Nilai Value Added Tax Jumlah Total

266 and January 1, 2011/ Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh Perusahaan dan entitas anak yang bersangkutan (self assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak tersebut sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. The filing of tax returns is based on the Company and its subsidiaries own calculation of tax liabilities (self assessment). The tax authorities may conduct a tax audit on the Company and its subsidiaries within a certain period based on Law of General Provision and Administration of Taxation. 20. Liabilitas Anjak Piutang 20. Factoring Payable 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Total amount of receivables Jumlah piutang yang dialihkan (Catatan 7) transferred (Note 7) Piutang retensi - ( ) ( ) Retention Liabilitas anjak piutang Factoring payable Berdasarkan Perjanjian Anjak Piutang tanggal 17 April 2008 dan 27 April 2008, RKN, entitas anak, memperoleh fasilitas anjak piutang dengan recourse dari PT Sinar Mas Multifinance, pihak berelasi, (Catatan 34), dengan jumlah fasilitas keseluruhan sebesar US$ dan jatuh tempo pada bulan April Fasilitas anjak piutang tersebut telah mengalami beberapa kali perpanjangan, terakhir pada bulan April 2012, dimana jangka waktu fasilitas anjak piutang diperpanjang sampai dengan bulan April Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, jumlah piutang yang dialihkan sehubungan dengan perjanjian anjak piutang tersebut masing-masing sebesar US$ dan US$ Based on Factoring Receivable Agreements dated April 17, 2008 and April 27, 2008, RKN, a subsidiary, obtained factoring facilities with recourse totaling to US$ 1,000,000 from PT Sinar Mas Multifinance, a related party, (Note 34). These factoring facilities matured in April 2009 and have been extended several times, the latest in April 2012, wherein the term of factoring facility was extended up to April As of December 31, 2011 and January 1, 2011/ December 31, 2010, total assigned trade accounts receivable amounted to US$ 1,322,714 and US$ 1,299,289, respectively

267 and January 1, 2011/ 21. Utang Bank dan Lembaga Keuangan 21. Loans Payable to Bank and Financial Institutions 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak ketiga Third parties Rupiah (Catatan 35) Rupiah (Note 35) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Index Selindo PT Bank Index Selindo Jumlah Subtotal Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk China Development Bank Corporation China Development Bank Corporation PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Tifa Finance Tbk PT Tifa Finance Tbk Jumlah Subtotal Jumlah Total Biaya transaksi yang belum diamortisasi ( ) ( ) ( ) Unamortized transaction costs Jumlah - bersih Net Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Less current portion PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Index Selindo PT Bank Index Selindo PT Tifa Finance Tbk PT Tifa Finance Tbk Jumlah Total Biaya transaksi yang belum diamortisasi ( ) ( ) ( ) Unamortized transaction costs Jumlah bersih Net Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun Long-term portion PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) Pada tanggal 18 Desember 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Investasi (KI) dari Mandiri dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar US$ (KI I) dan US$ (KI II). Fasilitas KI I digunakan untuk membiayai pembangunan pembangkit tenaga listrik dan uap (power plant) dengan kapasitas 30 MW (Mega Watt) yang berlokasi di Karawang sedangkan fasilitas KI II digunakan untuk membiayai pembangunan unit menara Base Transceiver Station (BTS) dan fasilitas pendukungnya. Jadwal pembayaran pokok pinjaman setiap triwulan mulai 2008 sampai dengan Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 7), persediaan (Catatan 9), properti investasi (Catatan 12), aset tetap (Catatan 13), dan jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari PT Intrapersada Purimakmur, pihak berelasi, (Catatan 34c). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) On December 18, 2006, the Company obtained investment loan facilities (KI) from Mandiri with a maximum credit facility of US$ 40,000,000 (KI I) and US$ 90,000,000 (KI II). KI I s facility was used to finance the construction of the Power Plant with maximum capacity of 30 MW (Mega Watt) in Karawang plant while KI II s facility was used to finance the construction of 1,105 units of Base Transceiver Station (BTS) tower and its supporting facilities. These loans will be repaid on a quarterly basis from 2008 until These loans are collateralized with trade accounts receivable (Note 7), inventories (Note 9), investment properties (Note 12), property, plant, and equipment (Note 13), and corporate guarantee from PT Intrapersada Purimakmur, a related party, (Note 34c)

268 and January 1, 2011/ Fasilitas KI I dikenakan bunga berkisar antara 4,75% - 5,50% per tahun. Jumlah pembayaran pokok pinjaman selama tahun 2012 dan 2011 masing-masing sebesar US$ dan US$ Saldo pinjaman atas fasilitas KI I pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 masing-masing sebesar US$ , US$ , dan US$ Fasilitas KI II telah mengalami beberapa kali perubahan. Pada bulan Januari 2009, seluruh pokok pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat telah dikonversi seluruhnya ke dalam mata uang Rupiah. Saldo pinjaman atas fasilitas KI II setelah konversi sebesar Rp dan dikenakan bunga sebesar 9% per tahun. Jumlah pembayaran pokok pinjaman selama tahun 2011 sebesar Rp Saldo pinjaman atas fasilitas KI II pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp (setara US$ ), dan Rp (setara US$ ). Berdasarkan Adendum Perjanjian Kredit tanggal 27 Desember 2011, Mandiri menyetujui perubahan jaminan atas kredit KI II yaitu berupa dana Perusahaan pada Mandiri sebesar Rp Pada tanggal 4 April 2012, Perusahaan telah melunasi seluruh saldo pinjaman atas fasilitas KI II dan Mandiri telah mencairkan jaminan atas pinjaman. Pada tanggal 29 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas KI III dari Mandiri dengan jumlah maksimum sebesar US$ Fasilitas KI III dikenakan bunga berkisar antara 4,75% - 5,50% per tahun dengan jadwal pembayaran pokok pinjaman setiap triwulan mulai 2011 sampai dengan Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 7), persediaan (Catatan 9), aset tetap (Catatan 13), dan jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari PT Intrapersada Purimakmur, pihak berelasi, (Catatan 34c). Jumlah pembayaran pokok pinjaman selama tahun 2012 dan 2011 masingmasing sebesar US$ dan US$ Saldo pinjaman atas fasilitas KI III pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 masing-masing sebesar US$ , US$ , dan US$ KI I s facility bears interest ranging from 4.75% % per annum. Total principal payment during 2012 and 2011 amounted to US$ 8,000,000 and US$ 6,000,000, respectively. The outstanding loan as, and January 1, 2011/December 31, 2010 amounted to US$ 14,000,000, US$ 22,000,000, and US$ 28,000,000, respectively. KI II s facility has been amended several times. In January 2009, the outstanding loan in U.S. Dollar has been fully converted into Rupiah. The outstanding loan under KI II s facility after the conversion amounted to Rp 979,355,811,855 and bears interest at 9% per annum. Total principal payment during 2011 amounted to Rp 159,894,826,425. The outstanding loan as of December 31, 2011 and January 1, 2011/ December 31, 2010 amounted to Rp 519,658,185,882 (equivalent to US$ 57,306,814), and Rp 679,553,012,633 (equivalent to US$ 75,581,472), respectively. Based on Amended Credit Agreement dated December 27, 2011, Mandiri approved the change in collaterals of KI II to be the Company s fund at Mandiri totaling to Rp 520,000,000,000. On April 4, 2012, the Company settled the outstanding loan of KI II and Mandiri has released the collaterals. On June 29, 2010, the Company obtained KI III facilities from Mandiri with a maximum credit facility of US$ 100,000,000. KI III s facility bear interest ranging from 4.75% % per annum and to be repaid on a quarterly basis from 2011 until These loans are collateralized with trade accounts receivable (Note 7), inventories (Note 9), property, plant, and equipment (Note 13), and corporate guarantee from PT Intrapersada Purimakmur, a related party, (Note 34c). Total principal payment in 2012 and 2011 amounted to US$ 19,000,000 and US$ 7,000,000, respectively. The outstanding loan as of, and January 1, 2011/December 31, 2010 amounted to US$ 74,000,000, US$ 93,000,000, and US$ 100,000,000, respectively

269 and January 1, 2011/ China Development Bank Corporation (CDBC) Pada tanggal 4 Desember 2012, DSSP, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman berjangka (term loan facility) maksimum sebesar US$ dari CDBC untuk membiayai proyek pembangunan dan konstruksi power plant dan fasilitas penunjangnya di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga 5,2% + LIBOR 6 (enam) bulan, dan dibayar dalam 15 (lima belas) kali cicilan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak pinjaman diterima. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari Perusahaan dan MAL, entitas anak, dan jaminan secara fidusia atas klaim asuransi, piutang yang timbul sehubungan dengan Power Purchase Agreement antara DSSP dan PT PLN (Persero), dan atas aset bergerak dan tanah DSSP, serta gadai saham DSSP yang dimiliki oleh DSSE, entitas anak. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Pada tanggal 12 Juli 2011, CAI, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari CIMB Niaga, dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar US$ (Tranche A) dan US$ (Tranche B) masing-masing untuk pembiayaan kembali (refinancing) dan pembiayaan (financing) pembelian alat berat. Pinjaman tersebut dikenakan bunga 4,5% - 5,5% per tahun dan berjangka waktu tiga (3) tahun terhitung sejak tanggal penarikan. Pinjaman ini dijaminkan dengan jaminan perusahaan dari BKES, entitas anak, dan alat berat yang dimiliki CAI dengan nilai jaminan sebesar 125% dari outstanding fasilitas kredit. China Development Bank Corporation (CDBC) On December 4, 2012, DSSP, a subsidiary, obtained a term loan facility with a maximum amount of US$ 318,000,000 from CDBC to financing the project relating to the development and construction of power plant and its related facilities located in Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, South Sumatera Province. The facility bears interest at 5.2% + LIBOR in a period of six (6) months, and will be repaid in fifteen (15) installments within (10) ten years since the loan is made. The loan is collateralized by corporate guarantees from the Company and MAL, a subsidiary, and fiduciary securities on insurance claims, receivables incurred in relation to Power Purchase Agreement between DSSP and PT PLN (Persero), DSSP s movable assets and land, and pledge of DSSP shares owned by DSSE, a subsidiary. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) On July 12, 2011, CAI, a subsidiary, obtained loan facilities from CIMB Niaga, with maximum credit facility of US$ 18,000,000 (Tranche A) and US$ 7,500,000 (Tranche B) for refinancing and financing the purchase of new heavy equipment, respectively. The loan facilities bear interest at 4.5% - 5.5% per annum with term of three (3) year since the withdrawal date. These loan facilities are collateralized with corporate guarantee from BKES, a subsidiary, and heavy equipment owned by CAI with collateral value for 125% of outstanding loan facilities

270 and January 1, 2011/ PT Bank Index Selindo KIM, entitas anak, menandatangani perjanjian Kredit Multi Guna dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp dan Rp dengan PT Bank Index Selindo, dengan jangka waktu kredit selama tiga (3) dan lima (5) tahun. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp (setara dengan US$ ) dan Rp (setara dengan US$ ). Pada tanggal 5 Maret 2012, pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya. PT Tifa Finance Tbk (TIFA) Pinjaman dari TIFA merupakan pinjaman BORNEO, entitas anak, untuk port sebesar US$ pada tanggal 1 Januari 2011/ 31 Desember Pinjaman ini dikenakan bunga berkisar antara 8,5% - 11% per tahun dan diangsur setiap bulan sejak Juli 2010 hingga jatuh tempo pada tanggal 30 Juni Pada tanggal 11 Februari 2011, pinjaman dari TIFA telah dilunasi seluruhnya. Jadwal pembayaran pinjaman bank dan lembaga keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: PT Bank Index Selindo KIM, a subsidiary, entered into a Kredit Multi Guna agreements with PT Bank Index Selindo, for a maximum facilities amounting to Rp 3,000,000,000 and Rp 510,000,000, with terms of three (3) and five (5) years, respectively. The outstanding loan as of December 31, 2011 and January 1, 2011/December 31, 2010 amounted to Rp 1,475,996,317 (equivalent to US$ 162,770), and Rp 1,552,212,936 (equivalent to US$ 172,641), respectively. On March 5, 2012, the loans have been fully settled. PT Tifa Finance Tbk (TIFA) Loans payable to TIFA represent loan of BORNEO, a subsidiary, for port amounting to US$ 2,239,760 as of Januari 1, 2011/ December 31, These loans bear annual interest rate ranging from 8.5% - 11% and payable in monthly installments starting July 2010 until marturity date on June 30, On February 11, 2011, all loans payable to TIFA were settled. The payment schedule for the loans payable to bank and financial institutions as of, and January 1, 2011/December 31, 2010 are as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31,2011 December 31, 2010 Jatuh tempo dalam: Due within: Satu tahun One year Dua tahun Two years Tiga tahun Three years Empat tahun Four years Lima tahun Five years Lebih dari lima tahun More than five years Jumlah Total Biaya transaksi yang belum diamortisasi ( ) ( ) ( ) Unamortized transaction cost Jumlah - bersih Net

271 and January 1, 2011/ 22. Liabilitas Sewa Pembiayaan 22. Lease Liabilities Entitas anak menandatangani perjanjian pembiayaan dengan PT AB Sinar Mas Multifinance, pihak berelasi, (Catatan 34), PT BCA Finance dan PT Tifa Finance Tbk, pihak ketiga, berupa sewa pembiayaan kendaraan dan mesin sebagai berikut: Subsidiaries entered into finance lease agreements with PT AB Sinar Mas Multifinance, a related party, (Note 34), PT BCA Finance and PT Tifa Finance Tbk, third parties, for lease of vehicles and machinery as follows: PT Tifa Finance Tbk Entitas Tanggal/ Anak/ Mata Uang/ Nilai Sewa/ Jangka Waktu/ Berakhir/ Tingkat Bunga/ Date Subsidiaries Currency Lease Amount Lease Period Expiration Interest Rate 21 Maret 2011/March 21, 2011 CAI US$ tahun/years % per tahun/annum PT AB Sinar Mas Multifinance 4 Juni 2009/June 4, 2009 WAL Rp tahun/years % per tahun/annum 12 Mei 2008/May 12, 2008 NIL Rp tahun/years % per tahun/annum 2008 RKN Rp tahun/years ,50% per tahun/annum 14 Juni 2007/June 14, 2007 KIM Rp tahun/years % per tahun/annum PT BCA Finance 2008 RKN Rp tahun/years ,70% per tahun/annum 10 Oktober 2008/October 10, 2008 KIM Rp tahun/years ,27% per tahun/annum Jadwal pembayaran liabilitas sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: The schedule of lease payments as of and January 1, 2011/December 31, 2010 as are follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 Jumlah pembayaran liabilitas sewa pembiayaan minimum Total minimum lease payments Dikurangi: bunga atas pembayaran liabilitas sewa pembiayaan minimum Less: minimum interest payments Nilai sekarang pembayaran liabilitas Present value of minimum lease sewa pembiayaan minimum payments Dikurangi: bagian liabilitas sewa pembiayaan yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Less: current portion Liabilitas sewa pembiayaan yang akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun Long-term portion

272 and January 1, 2011/ 23. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset dan liabilitas keuangan Grup pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011: 23. Fair Value of Financial Assets and Liabilities Fair value is defined as the amount at which the financial instruments could be exchanged in a current transaction between knowledgeable, willing parties in an arm s length transaction, other than in a forced sale or liquidation. The following table sets forth the carrying amounts and estimated fair values of the Group s financial assets and liabilities as of December 31, 2012 and 2011: 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ December 31, 2012 December 31, Januari 2011/ 31 Desember 2010/ January 1, 2011/ December 31, 2010 Estimasi Estimasi Estimasi Nilai Wajar/ Nilai Wajar/ Nilai Wajar/ Nilai Tercatat/ Estimated Nilai Tercatat/ Estimated Nilai Tercatat/ Estimated Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value Aset Keuangan Lancar Current Financial Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivables Dana yang dibatasi pencairannya Restricted fund Jumlah Aset Keuangan Lancar Total Current Financial Assets Aset Keuangan Tidak Lancar Non-current Financial Assets Piutang usaha jangka panjang - Long-term trade accounts receivable - pihak berelasi a related party Investasi jangka panjang Long-term investments Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah Aset Keuangan Tidak lancar Total Noncurrent Financial Assets Jumlah Aset Keuangan Total Financial Assets Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Current Financial Liabilities Utang bank jangka pendek Short-term bank loans Utang usaha Trade accounts payable Utang lain-lain Other accounts payable Liabilitas anjak piutang Factoring payable Beban akrual Accrued expenses Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Total Current Financial Liabilities Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Noncurrent Financial Liabilities Utang bank dan lembaga keuangan Loans payable to bank and financial jangka panjang (termasuk jangka pendek institutions (including current dan panjang) and noncurrent) Sewa pembiayaan (termasuk jangka pendek Lease liabilities dan panjang) (including current and noncurrent) Jumlah Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Total Noncurrent Financial Liabilities Jumlah Liabilitas Keuangan Total Financial Liabilities

273 and January 1, 2011/ Hirarki Nilai Wajar Tabel berikut mengungkapkan hirarki nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan: Fair Value Hierarchy The following table discloses the fair value hierarchy of financial assets and liabilities: 31 Desember 2012/December 31, 2012 Level 1 Level 2 Level 3 Jumlah/Total Aset Keuangan Financial assets Aset keuangan yang diukur pada Financial assets at FVPL nilai wajar melalui laporan laba rugi Investasi jangka pendek: Short-term investments - Unit reksa dana (Catatan 6) Units of mutual fund (Note 6) Obligasi konversi (Catatan 6) Convertible bonds (Note 6) Investasi jangka panjang - Long-term investments - Obligasi konversi (Catatan 11) Convertible bonds (Note 11) Aset keuangan tersedia untuk dijual AFS financial assets Long-term investments - Investasi jangka panjang - Investments in shares of Investasi saham (Catatan 11) stocks (Note 11) Jumlah Aset Keuangan Total Financial assets 31 Desember 2011/December 31, 2011 Level 1 Level 2 Level 3 Jumlah/Total Aset Keuangan Financial assets Aset keuangan yang diukur pada Financial assets at FVPL nilai wajar melalui laporan laba rugi Investasi jangka pendek: Short-term investments : Unit reksa dana (Catatan 6) Units of mutual fund (Note 6) Obligasi konversi (Catatan 6) Convertible bonds (Note 6) Investasi jangka panjang - Long-term investments - Obligasi konversi (Catatan 11) Convertible bonds (Note 11) Aset keuangan tersedia untuk dijual AFS financial assets Long-term investments - Investasi jangka panjang - Investments in shares of Investasi saham (Catatan 11) stocks (Note 11) Jumlah Aset Keuangan Total Financial assets 1 Januari 2011/31 Desember 2010 January 1, 2011/December 31, 2010 Level 1 Level 2 Level 3 Jumlah/Total Aset Keuangan Financial assets Aset keuangan yang diukur pada Financial assets at FVPL nilai wajar melalui laporan laba rugi Investasi jangka pendek - Short-term investments - Unit reksa dana (Catatan 6) Units of mutual fund (Note 6) Aset keuangan tersedia untuk dijual AFS financial assets Long-term investments - Investasi jangka panjang - Investments in ahares of Investasi saham (Catatan 11) stocks (Note 11) Jumlah Aset Keuangan Total Financial assets Metode dan asumsi berikut ini digunakan oleh Grup untuk melakukan estimasi atas nilai wajar setiap kelompok instrumen keuangan: Aset dan liabilitas keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek Karena instrumen keuangan tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek, maka nilai tercatat aset keuangan lancar, termasuk investasi dalam unit reksa dana dan liabilitas keuangan lancar telah mendekati estimasi nilai wajarnya. The following methods and assumptions were used by the Group to estimate the fair value of each class of financial instrument: Current financial assets and current financial liabilities Due to the short term nature of the transactions, the carrying amounts of the current financial assets, including investments in units of mutual fund, and current financial liabilities approximate the estimated fair market values

274 and January 1, 2011/ Nilai wajar investasi pada unit reksa dana (bagian dari investasi jangka pendek) ditentukan berdasarkan nilai aset bersih yang dipublikasikan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/30 Desember Aset dan liabilitas keuangan tidak lancar dan liabilitas keuangan jangka panjang (1) Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel Terdiri dari sewa pembiayaan dan utang kepada bank dan lembaga keuangan. Nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama. (2) Aset keuangan dengan kuotasi harga di pasar aktif Terdiri dari investasi dalam saham. Nilai wajarnya ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar terakhir yang dipublikasikan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/30 Desember The fair value of investments in in units of mutual fund (included in short-term investments) is determined by using the net asset value published as of and January 1, 2011/December 31, Noncurrent financial assets and noncurrent financial liabilities (1) Long-term fixed-rate and variable rate financial liabilities Consist of lease liabilities and long-term bank loans and loans payable to financial institution. The fair value of the financial liabilities is determined by discounting future cash flows using applicable rates from observable current market transactions for instruments with similar terms, credit risk and remaining maturities. (2) Financial assets quoted in active market Consist of investments in shares. The fair values are determined based on the latest published quoted price as of, December 31, 2011 and January 1, 2011/ December 31, (3) Aset keuangan tidak lancar lainnya (3) Other long-term financial assets Terdiri dari investasi obligasi konversi, dana yang dibatasi pencairannya dan aset tidak lancar lainnya. Nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang yang disesuaikan untuk mencerminkan risiko pihak lawan menggunakan suku bunga pasar terkini untuk instrumen serupa. Aset keuangan tanpa kuotasi harga di pasar aktif Instrumen keuangan berupa investasi dalam saham yang diklasifikasikan sebagai instrumen tersedia untuk dijual, nilai wajarnya tidak dapat ditentukan dengan andal, dicatat pada biaya perolehan. Consist of investment in convertible bond, restricted funds and other non-current assets. Fair value is based on discounted future cash flows adjusted to reflect counterparty risk using current market rates for similar instruments. Financial assets without quoted price in an active market Investment in shares of stock classified as available for sale (AFS), the fair value cannot be reliably determinable, are carried at cost

275 and January 1, 2011/ 24. Modal Saham 24. Capital Stock Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Sinartama Gunita, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut: As of December 31, 2012 dan 2011, and January 1, 2011/December 31, 2010, the share ownership in the Company, based on the record of PT Sinartama Gunita, share s registrar, is as follows: Nama Pemegang Saham Jumlah Persentase Jumlah Saham/ Kepemilikan/ Modal Disetor/ Number of Percentage of Total Paid-up Shares Ownership Capital Stock % Name of Stockholders PT Sinar Mas Tunggal , PT Sinar Mas Tunggal Masyarakat lainnya (kepemilikan masing-masing kurang dari 5%) , Public (each less than 5%) Jumlah , Total Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia. Manajemen Permodalan Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup mengelola permodalan untuk menjaga kelangsungan usahanya dalam rangka memaksimumkan kekayaan para pemegang saham dan manfaat kepada pihak lain yang berkepentingan terhadap Grup dan untuk menjaga struktur optimal permodalan untuk mengurangi biaya permodalan. Struktur permodalan Grup terdiri dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (terdiri dari modal saham, tambahan modal disetor - bersih, selisih transaksi perubahan kepemilikan pada entitas anak, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas kenaikan (penurunan) nilai investasi, selisih kurs penjabaran dan saldo laba) dan pinjaman serta utang (terdiri dari utang bank jangka pendek, liabilitas anjak piutang, sewa pembiayaan serta pinjaman bank dan lembaga keuangan). Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 masing-masing adalah 0,18, 0,27, dan 0,68. All of the shares of the Company are listed in the Indonesia Stock Exchange. Capital Management The primary objective of the Group s capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value. The Group manages its capital to safeguard the Group s ability to continue as a going concern in order to maximize the return to shareholders and benefits for other stakeholders, and to maintain optimal capital structure to reduce the cost of capital. The capital structure of the Group consists of equity attributable to owners of the Company (consists of share capital, additional paid in capital - net, difference arising from change in ownership interests in subsidiaries, difference in value of restructuring transactions among entities under common control, unrealized gain (loss) on increase (decline) in value of investments, foreign currency translation adjustment and retained earnings) and loans and payables (consists of short-term bank loans, factoring payable, lease liabilities, and loans payable to banks and financial institutions). Ratio of debt to equity as of December 31, 2012 and 2011, and January 1, 2011/ December 31, 2010 are 0.18, 0.27, and 0.68, respectively

276 and January 1, 2011/ 25. Tambahan Modal Disetor 25. Additional Paid-in Capital Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan: This account represents additional paid-in capital in connection with the following: Jumlah/Total Tambahan modal disetor Additional paid-in capital dari penebitan modal saham from capital stock issuance Biaya emisi saham ( ) Share issuance costs Jumlah - bersih Net 26. Cadangan Umum 26. General Reserve a. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 21 Juni 2012, 3 Juni 2011, dan 28 Juni 2010 Perusahaan membentuk cadangan umum, yang telah disetujui oleh para pemegang saham, masing-masing sebesar US$ b. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 saldo cadangan umum masing-masing sebesar US$ , US$ , dan US$ Cadangan umum tersebut dibentuk sehubungan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas, yang mewajibkan perusahaan untuk membentuk cadangan umum sedikitnya 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor. Tidak terdapat batas waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. a. Based on the Annual General Stockholders Meeting dated June 21, 2012, June 3, 2011, and June 28, 2010 the Company provided general reserve, which was approved by the stockholders, each amounting to US$ 100,000. b. As of, and January 1, 2011/December 31, 2010, the balance of general reserve amounted to US$ 300,000, US$ 200,000, and US$ 100,000 respectively. This general reserve was provided in relation with the Law of Republic of Indonesia No. 40/2007 regarding Limited Liability Company, which requires companies to set up general reserve equivalent to at least 20% of the total issued and paid up capital. There is no timeline over which this amount should be appropriated

277 and January 1, 2011/ 27. Kepentingan Nonpengendali 27. Noncontrolling Interests a. Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak: a. Noncontrolling interests in net assets of subsidiaries: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31,2011 December 31, 2010 PT Golden Energy Mines Tbk PT Golden Energy Mines Tbk PT Mora Quatro Multimedia PT Mora Quatro Multimedia PT Borneo Indobara PT Borneo Indobara PT Rolimex Suburin Hutani Persada PT Rolimex Suburin Hutani Persada PT DSSP Energi Sejahtera PT DSSP Energi Sejahtera PT Kuansing Inti Makmur PT Kuansing Inti Makmur PT Rolimex Kimia Nusamas PT Rolimex Kimia Nusamas PT DSSA Mas Sejahtera PT DSSA Mas Sejahtera PT Buana Bumi Energi PT Buana Bumi Energi PT Bumi Kencana Eka Sejahtera PT Bumi Kencana Eka Sejahtera PT Citra Alam Indah PT Citra Alam Indah Jumlah Total b. Kepentingan nonpengendali atas jumlah rugi (laba) komprehensif entitas anak: b. Noncontrolling interests in total comprehensive loss (income) of subsidiaries: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) PT Golden Energy Mines Tbk ( ) ( ) PT Golden Energy Mines Tbk PT Borneo Indobara (72.964) ( ) PT Borneo Indobara PT Buana Bumi Energi 7 3 PT Buana Bumi Energi PT DSSA Mas Sejahtera 9 - PT DSSA Mas Sejahtera PT DSSP Energi Sejahtera PT DSSP Energi Sejahtera PT Kuansing Inti Makmur (41.064) PT Kuansing Inti Makmur PT Rolimex Kimia Nusamas PT Rolimex Kimia Nusamas PT Rolimex Suburin Hutani Lestari PT Rolimex Suburin Hutani Lestari Jumlah ( ) ( ) Total

278 and January 1, 2011/ 28. Pendapatan Usaha 28. Revenues Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Pertambangan dan perdagangan batubara Coal mining and trading Perdagangan - bersih Trading operations - net Pupuk Fertilizer Bahan kimia Chemicals Pestisida Pesticide Penyediaan tenaga Power generation Uap dan listrik Steam and electricity Sewa Rental Alat berat Heavy equipment Infrastruktur untuk telekomunikasi Infrastructure for telecommunication (Catatan 12 dan 36p) (Notes 12 and 36p) Jumlah Total Jumlah pendapatan usaha bersih yang diperoleh dari pihak berelasi sebesar US$ tahun 2012 dan US$ tahun 2011 atau sebesar 52,56% tahun 2012 dan 44,31% tahun 2011 dari jumlah pendapatan usaha bersih (Catatan 34). Pendapatan usaha yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut: Total net revenues from transactions with related parties amounted to US$ 330,699,642 in 2012 and US$ 261,488,201 in 2011 or 52.56% in 2012 and 44.31% in 2011 of the total net revenues (Note 34). Revenue which represent more than 10% of the total revenues were generated from the following customers: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Jumlah Persentase dari jumlah Jumlah Persentase dari jumlah Pendapatan Usaha/ Pendapatan Usaha/ Pendapatan Usaha/ Pendapatan Usaha/ Total Percentage to Total Percentage to Revenues Total Revenues Revenues Total Revenues % % PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk , ,77 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Oleander Financial Pte. Ltd ,06 Oleander Financial Pte. Ltd Jumlah , ,83 Total Penjualan kepada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk diatas dilaporkan sebagai bagian dari segmen operasi untuk penyediaan tenaga listrik dan uap, pertambangan dan perdagangan batubara, dan perdagangan bahan kimia pada tahun 2012 dan Penjualan kepada Oleander Financial Pte. Ltd diatas dilaporkan sebagai bagian dari segmen operasi pertambangan dan batubara pada tahun 2012 dan The above sales to PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk are recorded as part of operating segment for supply of steam and electricity, coal mining and trading, and chemical trading in 2012 and The above sales to Oleander Financial Pte. Ltd were recorded as part of operating segment coal mining and trading in 2012 and

279 and January 1, 2011/ 29. Beban Pokok Penjualan 29. Cost of Revenues Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Pertambangan dan perdagangan batubara Coal mining and trading Perdagangan - bersih Trading operations - net Pupuk Fertilizer Bahan kimia Chemical Pestisida Pesticide Pulp dan kertas - Pulp and paper Penyediaan tenaga Power generation Uap dan listrik Steam and electricity BTS BTS Penyusutan (Catatan 12 dan 13) Depreciation (Notes 12 and 13) Lain - lain Others Jumlah Total Jumlah beban pokok penjualan yang merupakan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebesar US$ tahun 2012 dan US$ tahun 2011 atau sebesar 2,18 % tahun 2012 dan 8,62 % tahun 2011 dari jumlah pendapatan usaha bersih (Catatan 34). Total cost of revenues from transactions with related parties amounted to US$ 13,699,377 in 2012 and US$ 39,785,593 in 2011 or 2.18% in 2012 and 8.62% in 2011 of the total net revenues (Note 34). 30. Beban Usaha 30. Operating Expenses Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Beban Penjualan Selling Expenses Ongkos angkut Freight Charges Jasa dermaga Stock pile Gaji dan tunjangan karyawan Salaries and allowances Penyusutan (Catatan 13) Depreciation (Note 13) Sewa Rental Asuransi Insurance Lain-lain Others Jumlah Total Beban Umum dan Administrasi General and Administrative Expenses Gaji dan tunjangan karyawan Salaries and allowances Jasa profesional Professional fees Sewa Rental Pemeliharaan dan perbaikan Repairs and maintenance Asuransi Insurance Beban imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits expense (Catatan 31) (Note 31) Penyusutan (Catatan 12 dan 13) Depreciation (Notes 12 and 13) Lain-lain Others Jumlah Total Beban eksplorasi Exploration costs Jumlah Total

280 and January 1, 2011/ 31. Imbalan Pasca-Kerja 31. Post-Employment Benefits Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13 Tahun Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca-kerja tersebut. Perhitungan aktuaria terakhir Perusahaan atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh PT Padma Radya Aktuaria, aktuaris independen, tertanggal 19 Maret Sedangkan perhitungan aktuaria entitas anak atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh PT Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen, tertanggal 15 Januari 2013 dan 1 Februari Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut (tidak diaudit) sebanyak karyawan pada tahun 2012 dan karyawan pada tahun 2011, sedangkan pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010 sebanyak karyawan. Rekonsiliasi nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang tidak didanai dengan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The amount of post-employment benefits is determined based on the outstanding regulation Law No. 13 Year No funding of the benefits has been made to date. The latest actuarial valuation report of the Company on the long-term employee benefits liability was from PT Padma Radya Aktuaria an independent actuary, dated March 19, While actuarial valuation report of subsidiaries on the long-term employee benefits was from PT Eldridge Gunaprima Solution, an independent actuary, dated January 15, 2013 and February 1, Number of eligible employees (unaudited) of the Group in 2012 is 1,444 employees and in 2011 is 1,222 employees, and as of January 1, 2011/31 December 31, 2010 is 1,164 employees. Reconciliation of the value of long-term employee benefits liabilities with the amount of long-term employee benefits liabilities presented in the consolidated statements of financial position is as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Nilai liabilitas imbalan kerja jangka Present value of unfunded long-term panjang yang tidak didanai employee benefits liability Beban jasa lalu yang belum diakui (74.641) (94.566) Unrecognized past service costs Kerugian aktuarial yang belum diakui ( ) ( ) ( ) Unrecognized actuarial loss Liabilitas imbalan kerja Long-term employee benefits jangka panjang liability Nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang tidak didanai untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 masingmasing sebesar US$ dan US$ Present value of unfunded long-term employee benefits liability for the years ended December 31, 2009 and 2008 amounting to US$ 3,158,327 dan US$ 1,879,693, respectively

281 and January 1, 2011/ Rincian dari beban imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut: Long-term employee benefits expense consists of the following: Beban jasa kini Current service costs Beban bunga Interest costs Beban jasa lalu Pas service costs Net actuarial gains or losses Kerugian aktuarial recognized in current year Efek mutasi karyawan - bersih (10.644) - Effect of transferred employees - net Kerugian atas penyelesaian Settlement loss Keuntungan atas kurtailmen (66.020) - Curtailment gain Jumlah beban imbalan kerja jangka panjang Total long-term employee benefits expense Beban imbalan kerja jangka panjang disajikan sebagai bagian dari Beban umum dan administrasi (Catatan 30). Mutasi liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut: Long-term employee benefits expense is presented as part of "General and administrative expenses" (Note 30). The movements of long-term employee benefits liability are as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits liability awal tahun at the beginning of the year Beban imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits tahun berjalan expense during the year Pembayaran selama tahun berjalan ( ) ( ) (84.397) Payments made during the year Liabilitas imbalan jangka panjang Transferred liability for transferred karyawan yang ditransfer employees Penyesuaian selisih kurs mata uang asing ( ) (64.512) Foreign exchange adjustment Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits liability akhir tahun at the end of the year Asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan jangka panjang: The principal assumptions used in the valuation of the long-term employee benefits liability are as follows: Tingkat bunga diskonto 5,75% - 7% 6,5% - 8% Annual discount rate Tingkat kenaikan gaji per tahun 6% - 10% 7% - 10% Annual salary increase rate Usia pensiun normal (tahun) Normal retirement age (years) Tabel mortalita TMI-III TMI-II 1999 Mortality table

282 and January 1, 2011/ 32. Pajak Penghasilan 32. Income Tax a. Beban (penghasilan) pajak Grup terdiri dari: a. The Group s tax expense (benefit) consists of the following: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Pajak kini Current tax Pajak tangguhan ( ) ( ) Deferred tax Jumlah Total b. Pajak Kini b. Current Tax Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi komprehens0if konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut: A reconciliation between income before tax per consolidated statements of comprehensive income and taxable income of the Company is as follows: Disajikan kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Laba sebelum pajak menurut laporan Income before tax per consolidated laba (rugi) komprehensif konsolidasian statement of comprehensive income Rugi (laba) sebelum pajak entitas anak Loss (income) before tax of perusahaan ( ) ( ) subsidiaries Laba sebelum pajak Perusahaan Income before tax of the Company Perbedaan temporer: Temporary differences: Laba fiskal penjualan BTS Fiscal gain on sale of BTS Penyisihan (pemulihan) Provision (reversal) of allowance piutang ragu-ragu ( ) for impairment Beban imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits expense Penyusutan dan amortisasi ( ) ( ) Depreciation and amortization Lain-lain Others Jumlah - bersih ( ) Net Perbedaan tetap: Permanent differences: Penghasilan yang tidak dikenakan pajak ( ) ( ) Non-taxable income Biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan Non-deductible expenses Jumlah - bersih ( ) ( ) Net Laba kena pajak (rugi fiskal) ( ) Taxable income (fiscal loss) Beban pajak kini Perusahaan Current tax expense the Company Beban pajak kini anak perusahaan Current tax expense of the subsidiaries Jumlah Total

283 and January 1, 2011/ Perhitungan beban dan utang pajak kini (pajak dibayar dimuka) Perusahaan adalah sebagai berikut: The current tax expense and payable (prepaid taxes) of the Company are computed as follows: Beban pajak kini Current tax Perusahaan The Company 20% x US$ tahun % x US$ 14,094,234 year 2011 Dikurangi pembayaran pajak dimuka ( ) Less prepaid income taxes Utang pajak (pajak dibayar dimuka) ( ) Taxes payable (prepaid taxes) Kelebihan pembayaran pajak Perusahaan disajikan dalam akun Pajak dibayar dimuka dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. The overpayment of the Company s income tax were recorded as Prepaid taxes in the consolidated statements of financial position. c. Pajak Tangguhan c. Deferred Tax Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut: The details of the Group s deferred tax assets (liabilities) are as follows: Dikreditkan Liabilitas Selisih kurs ke laporan laba rugi pajak tangguhan penjabaran/ komprehensif aset pertambangan/ Foreign konsolidasian/credited Deferred tax currency Entitas to consolidated 1 Januari 2012/ liabilities translation Anak/ statement of 31 Desember 2012/ January 1, 2012 for mine properties adjustment Subsidiary comprehensive income December 31, 2012 Liabilitas Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities Entitas Induk Parent Company Aset (liabilitas) pajak tangguhan Deferred tax assets (liabilities) Rugi fiskal Fiscal loss Long-term employee benefits Liabilitas imbalan kerja jangka panjang liability Utang bank (64.759) (40.093) Bank loans Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) Allowance for impairment Penyusutan dan amortisasi ( ) ( ) ( ) Depreciation and amortization Liabilitas pajak tangguhan - bersih ( ) ( ) Deferred tax liabilities - net Entitas Anak (3.862) (3.862) Subsidiaries Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih ( ) ( ) Total Deferred Tax Liabilities - Net Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets Entitas Anak ( ) ( ) Subsidiaries Jumlah - Bersih ( ) ( ) ( ) ( ) Net

284 and January 1, 2011/ Disajikan Kembali (Catatan 3)/As Restated (Note 3) Dikreditkan Selisih kurs ke laporan laba rugi penjabaran/ komprehensif Foreign konsolidasian/credited currency to consolidated 1 Januari 2011/ translation statement of 31 Desember 2011/ January 1, 2011 adjustment comprehensive income December 31, 2011 Liabilitas Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities Entitas Induk Parent Company Liabilitas imbalan kerja Long-term employee benefits jangka panjang liability Utang bank ( ) (64.759) Bank loans Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment Penyusutan dan amortisasi ( ) ( ) Depreciation and amortization Liabilitas pajak tangguhan - bersih ( ) ( ) Deferred tax liabilities - net Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets Entitas Anak (37.678) Subsidiaries Bersih ( ) (37.678) ( ) Net Pada bulan Desember 2007, Pemerintah mengeluarkan aturan penurunan tarif pajak penghasilan sebesar 5% dari tarif pajak penghasilan untuk Perseroan Terbuka yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2008, apabila syarat-syarat tertentu mengenai komposisi pemegang saham terpenuhi. Perusahaan telah memenuhi persyaratanpersyaratan tersebut dan karenanya telah mengaplikasikan penurunan tarif pajak dalam perhitungan pendapatan pajak tangguhan. Selanjutnya liabilitas pajak tangguhan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 telah dihitung dengan menggunakan tarif tersebut karena Perusahaan tetap akan memenuhi persyaratan komposisi pemegang saham pada saat pajak tangguhan ini terealisasi. Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan di atas dapat terpulihkan seluruhnya dengan penghasilan kena pajak di masa yang akan datang sebelum manfaat pajak tersebut berakhir. In September 2007, the Government issued a regulation to a further tax rate reduction of 5% from the applicable tax rates for publicily listed entities effective January 1, 2008, if they comply with certain requirements relating to shareholding composition. The Company has complied with these requirements and therefore has applied the reduced tax rate in determining its deferred tax expense (benefits). Further, the deferred tax liabilities as of December 31, 2012 and 2011, and January 1, 2011/December 31, 2010 have been calculated using these enacted rates since the Company still expects to comply with the required shareholding composition at the time that these deferred tax will be settled. Management believes that the above deferred tax assets can be fully recovered through future taxable income before the tax benefits expire

285 and January 1, 2011/ Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: A reconciliation between the total tax expense and the amounts computed by applying the effective tax rate to income before tax of the Company is as follows: Disajikan kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Laba sebelum pajak menurut laporan Income before tax per consolidated laba rugi komprehensif konsolidasian statements of comprehensive income Rugi (laba) sebelum pajak Loss (income) before tax entitas anak ( ) ( ) of subsidiaries Laba sebelum pajak Perusahaan Income before tax of the Company Beban pajak dengan tarif yang berlaku Tax expense at effective tax rates Pengaruh pajak atas perbedaan tetap: Tax effect of permanent differences: Penghasilan yang tidak dikenakan pajak ( ) ( ) Non-taxable income Biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan Non-deductible expenses Jumlah - bersih ( ) ( ) Net Penyesuaian atas pajak tangguhan (6.589) Adjustment on deferred tax Jumlah penghasilan pajak Perusahaan ( ) ( ) Total tax benefit of the Company Beban pajak entitas anak Tax expense of the subsidiaries Jumlah beban pajak Total tax expense d. Pemeriksaan Pajak d. Tax Assessments Taksiran tagihan pajak Grup terdiri dari: The Group s estimated claims for tax refund consists of: Disajikan Kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31, 2012 December 31,2011 December 31, 2010 Perusahaan The Company Kelebihan pembayaran The overpayment of corporate pajak badan income tax Tahun Year 2006 Tahun Year 2008 Tahun Year 2009 Tahun Year 2010 Lain-lain Others Jumlah Total Entitas anak Subsidiaries Jumlah Total

286 and January 1, 2011/ 1) Pajak Penghasilan Pasal 23 1) Income Tax Article 23 Pada tahun 2009, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) untuk pajak penghasilan pasal 23 tahun fiskal 2007 sebesar Rp Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut. Pada tahun 2010, Perusahaan menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak (SKDJP) yang menolak keberatan yang diajukan Perusahaan atas SKPKB tersebut. Perusahaan mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Pengadilan Pajak. In 2009, the Company received Assessment Letter of Tax Underpayment (SKPKB) for income tax article 23 for fiscal year 2007 amounting to Rp 5,452,754,781. The Company filed an objection letter to the Tax Office on the SKPKB. In 2010, the Company received Decision Letter of Directorate General of Taxation (SKDJP), rejecting the objection filed on the SKPKB. The Company has filed an appeal against the SKDJP. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Tax Court. 2) Pajak Penghasilan Pasal 26 2) Income Tax Article 26 Pada tahun 2009, Perusahaan menerima 3 (tiga) SKPKB untuk pajak penghasilan pasal 26 tahun fiskal 2007 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut. Pada tahun 2010 dan 2011, Perusahaan menerima SKDJP yang menolak keberatan yang diajukan Perusahaan. Perusahaan mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Pada tahun 2012, Perusahaan menerima Putusan Pengadilan Pajak, yang memutuskan mengabulkan seluruh permohonan banding Perusahaan. In 2009, the Company received three (3) SKPKBs for income tax article 26 for fiscal year 2007 totaling to Rp 5,007,421,529. The Company filed an objection letter to the Tax Office on the SKPKBs. In 2010 and 2011, the Company received SKDJPs, rejecting the objection filed on SKPKBs. The Company has filed an appeal against the SKDJPs. In 2012, the Company received the Decision Letter from Tax Court, accepting all appeals made by the Company. 3) Pajak Pertambahan Nilai 3) Value Added Tax Pada tahun 2010, Perusahaan menerima Putusan Pengadilan Pajak yang memutuskan mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan Perusahaan atas Surat Tagihan Pajak (STP) (a.n. SV) untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun fiskal 2004 sebesar Rp Direktur Jendral Pajak (DJP) mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas Putusan Pengadilan Pajak tersebut. Atas Memori PK yang diajukan oleh DJP, Perusahaan telah menyampaikan Kontra Memori PK. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia. In 2010, the Company received Decision Letter from Tax Court, accepting all claims made by the Company on the Tax Collection Letter (STP) (cq SV) for VAT for fiscal year 2004 amounting to Rp 2,037,351,805. Directorate General of Taxation (DJP) filed a request for reconsideration (PK) on the Decision Letter from Tax Court. On Memori PK filed by DJP, the Company has filed a Kontra Memori PK. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Supreme Court of Indonesia

287 and January 1, 2011/ Pada tahun 2009, Perusahaan menerima SKPKB untuk PPN tahun fiskal 2007 sebesar Rp Pada tahun 2010, Perusahaan menerima SKDJP yang menerima sebagian keberatan yang diajukan Perusahaan atas SKPKB tersebut, sehingga SKPKB diturunkan menjadi sebesar Rp Perusahaan mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Pada tahun 2012, Perusahaan menerima putusan pengadilan pajak yang memutuskan mengabulkan sebagian permohonan banding Perusahaan, sehingga SKDJP dihitung kembali menjadi sebesar Rp Direktur Jendral Pajak (DJP) mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas Putusan Pengadilan Pajak tersebut. Atas Memori PK yang diajukan oleh DJP, Perusahaan telah menyampaikan Kontra Memori PK. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pada tahun 2010, Perusahaan menerima SKPKB dan STP untuk PPN tahun fiskal 2008 masing-masing sebesar Rp dan Rp Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut. Pada tahun 2011, Perusahaan menerima SKDJP yang menolak keberatan atas SKPKB tersebut dan kemudian mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Pengadilan Pajak. In 2009, the Company received SKPKB for VAT for fiscal year 2007 amounting to Rp 7,027,399,104. In 2010, the Company received SKDJP, accepting partially, the objection filed on the SKPKB, wherein SKPKB was reduced to be Rp 6,497,477,972. The Company has filed an appeal against the SKDJP. In 2012, the Company received a decision from the Tax Court, accepting part of appeals made by the Company., thus SKDJP was recalculated to Rp 199,318,166. Directorate General of Taxation (DJP) filed a request for reconsideration (PK) on the Decision Letter from Tax Court. On Memori PK filed by DJP, the Company has filed a Kontra Memori PK. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Supreme Court of Indonesia. In 2010, the Company received SKPKB and STP for VAT for fiscal year 2008 amounting to Rp 63,747,256,066 and Rp 7,365,674,524, respectively. The Company has filed objection letters against the SKPKB. In 2011, the Company received SKDJP, rejecting the objection filed on the SKPKB and has filed an appeal against the SKDJP. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Tax Court. 4) Pajak Penghasilan Badan ) Corporate Income Tax 2006 Pada tahun 2010, Perusahaan mengajukan permohonan pembetulan SKPKB untuk pajak penghasilan badan tahun fiskal 2006 sebesar US$ DJP menolak permohonan yang diajukan Perusahaan dan Perusahaan mengajukan gugatan ke Pengadilan Pajak. Pada tahun 2011, Perusahaan menerima Putusan Pengadilan Pajak, yang memutuskan mengabulkan seluruh gugatan Perusahaan dan menerima kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan tahun fiskal 2006 tersebut di atas. In 2010, the Company filed a rectification letter on SKPKB for corporate income tax for fiscal year 2006 amounting to US$ 2,803,354. DJP rejected the Company s request and the Company has filed a claim to the Tax Court. In 2011, the Company received the Decision Letter from Tax Court, accepting all claims made by the Company and received the abovementioned overpayment of corporate income tax for fiscal year

288 and January 1, 2011/ 5) Pajak Penghasilan Badan ) Corporate Income Tax Pada tahun 2010, Perusahaan menerima SKPKB untuk pajak penghasilan badan tahun fiskal 2008 sebesar US$ Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut. Pada tahun 2011, Perusahaan menerima SKDJP yang menolak keberatan atas SKPKB tersebut dan kemudian mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Pengadilan Pajak. In 2010, the Company received SKPKB for corporate income tax for fiscal year 2008 amounting to US$ 3,794,526. The Company has filed an objection letter against the SKPKB. In 2011, the Company received SKDJP, rejecting the objection filed on the SKPKB and has filed an appeal against the SKDJP. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Tax Court. 6) Pajak Penghasilan Badan ) Corporate Income Tax Pada tahun 2011, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) untuk pajak penghasilan badan tahun fiskal 2009 sebesar US$ In 2011, the Company received Assesment Letter of Tax Overpayment (SKPLB) for corporate income tax for fiscal year 2009 amounting to US$ 338,887. 7) Pajak Penghasilan Badan ) Corporate Income Tax Pada tahun 2012, Perusahaan menerima SKPLB untuk pajak penghasilan badan tahun fiskal 2010 sebesar US$ Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPLB tersebut. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Kantor Pajak. In 2012, the Company received SKPLB for corporate income tax for fiscal year 2010 amounting to US$ 251,576. The Company has filed an objection letter against the SKPLB. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Tax Office. 33. Laba per Saham 33. Earnings per Share Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut: The calculation of basic earnings per share is as follows: Disajikan kembali (Catatan 3)/ As Restated (Note 3) Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada Net income attributable to owners of pemilik entitas induk (dalam US$) the Company (in US$) Rata-rata tertimbang jumlah saham beredar Weighted average number of shares selama tahun berjalan outstanding during the year Laba per saham dasar (dalam US$) 0,021 0,044 Basic earnings per share (in US$)

289 and January 1, 2011/ 34. Transaksi dengan Pihak Berelasi 34. Transactions with Related Parties Sifat Pihak Berelasi Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: Nature of Relationship The nature of related party relationship is as follows: a) merupakan pemegang saham a) as the stockholder b) perusahaan yang berada dibawah Grup Sinar Mas Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi baik yang langsung atau tidak langsung berhubungan dengan kegiatan usaha utama Grup, yang didefinisikan sebagai transaksi benturan kepentingan berdasarkan peraturan BAPEPAM- LK No. IX.E.1 Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Transaksi dengan pihak berelasi a. Akun-akun terkait transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: b) the companies under the Sinar Mas Group There are no transactions with related parties that directly or indirectly related with main business of the Group and identified as conflict of interest based on BAPEPAM-LK Regulation No. IX.E.1 Affiliated Transactions and Conflict of Interest on Certain Transactions. Transactions with Related Parties a. The accounts involving transactions with related parties are as follows: Aset lancar Persentase terhadap Jumlah Aset/Liabilitas/ Percentage to Total Assets/Liabilities 1 Januari 2011/ 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 % % % Current Assets Kas dan setara kas (Catatan 5) Cash and cash equivalents (Note 5) PT Bank Sinarmas Tbk ,70 6,18 8,01 PT Bank Sinarmas Tbk Investasi jangka pendek (Catatan 6) Short-term investment (Note 6) PT Sinarmas Sekuritas - unit reksadana ,39 0,28 0,50 PT Sinarmas Sekuritas - units of mutual fund PT Bank Sinarmas Tbk - deposito berjangka ,28 PT Bank Sinarmas Tbk - time deposits Jumlah ,39 0,28 0,78 Total Piutang usaha (Catatan 7) ,38 6,15 4,50 Trade accounts receivable (Note 7) Piutang lain - lain (Catatan 8) ,04 0,04 0,06 Other receivables (Note 8) Biaya dibayar dimuka Prepaid expenses PT Asuransi Sinar Mas ,05 0,20 0,12 PT Asuransi Sinar Mas PT Royal Oriental ,05 0,02 0,02 PT Royal Oriental Lain-lain ,01 Others Jumlah ,10 0,22 0,15 Total Aset tidak lancar Noncurrent Assets Piutang usaha jangka panjang Long-term trade account receivable PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ,24 1,38 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Investasi saham Investments in shares of stocks PT Sinar Mas Multiartha Tbk ,56 1,45 0,49 PT Sinar Mas Multiartha Tbk PT Bumi Sepong Damai Tbk ,67 0,59 0,55 PT Bumi Sepong Damai Tbk PT Rolimex Suburin Hutani Persada ,01 - PT Rolimex Suburin Hutani Persada PT Ferromas Dinamika ,01 0,01 0,01 PT Ferromas Dinamika Jumlah ,24 2,06 1,05 Total Aset tidak lancar lain - lain Other Noncurrent assets PT Royal Oriental ,03 0,02 0,00 PT Royal Oriental PT Bumi Serpong Damai Tbk ,00 0,00 - PT Bumi Serpong Damai Tbk PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ,00 - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Bank Sinarmas Tbk ,00 0,21 0,00 PT Bank Sinarmas Tbk Lain-lain ,00 - Other Jumlah ,03 0,23 0,00 Total

290 and January 1, 2011/ Liabilitas Jangka Pendek Persentase terhadap Jumlah Aset/Liabilitas/ Percentage to Total Assets/Liabilities 1 Januari 2011/ 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 % % % Current Liabilities Utang usaha (Catatan 17) ,30 1,99 3,34 Trade accounts payable (Note 17) Utang lain-lain Other payables PT Royal Oriental , PT Royal Oriental PT Sinar Mas Tunggal ,02 0,02 - PT Sinar Mas Tunggal PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ,00 0,09 0,08 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills ,00 0,00 0,01 PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Lain-lain ,00 0,00 0,01 Others Jumlah ,11 0,11 0,10 Total Uang muka pelanggan Advances from customers PT Tapian Nadenggan , PT Tapian Nadenggan PT Bumi Permai Lestari , PT Bumi Permai Lestari PT Forestalestari Dwikarya , PT Forestalestari Dwikarya PT Agrokarya Primalestari , PT Agrokarya Primalestari PT Sinar Mas Agro Resources And PT Sinar Mas Agro Resources And Technology Tbk. (PT SMART Tbk) , Technology Tbk. (PT SMART Tbk) PT Mitrakarya Agroindo , PT Mitrakarya Agroindo PT Sinar Kencana Inti Perkasa , PT Sinar Kencana Inti Perkasa PT Kresna Duta Agroindo , PT Kresna Duta Agroindo PT Binasawit Abadipratama , PT Binasawit Abadipratama PT Paramitra Internusa Pratama , PT Paramitra Internusa Pratama PT Sawitakarya Manunggul , PT Sawitakarya Manunggul PT Aditunggal Mahajaya , PT Aditunggal Mahajaya PT Satya Kisma Usaha , PT Satya Kisma Usaha PT Finnantara Intiga ,29 0,33 PT Finnantara Intiga PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ,26 0,04 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Lain-lain , Others Jumlah ,52 0,55 0,37 Total Liabilitas anjak piutang Factoring payable PT Sinar Mas Multifinance ,27 0,30 PT Sinar Mas Multifinance Beban akrual Accrued expenses PT Asuransi Sinarmas , PT Asuransi Sinarmas PT Bina Sinar Amity ,02 PT Bina Sinar Amity PT Paramitra Agung Cemerlang ,02 PT Paramitra Agung Cemerlang PT Sinar Kencana Intermoda ,01 PT Sinar Kencana Intermoda PT Kali Besar Raya Utama PT Kali Besar Raya Utama Jumlah ,00-0,05 Total Sewa pembiayaan Lease liabilities PT AB Sinar Mas Multifinance ,00 0,01 PT AB Sinar Mas Multifinance Liabilitas Jangka Panjang Liabilitas sewa pembiayaan Noncurrent Liabilities Obligations under capital lease

291 and January 1, 2011/ Persentase terhadap Jumlah Pendapatan/Beban yang Bersangkutan/ Percentage to Total Respective Revenues/Expenses % % Pendapatan usaha Revenues PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ,01 19,77 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk ,22 1,78 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills ,16 3,53 PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills PT Lontar Papyrus Pulp and Paper PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry ,85 0,40 Industry PT Tapian Nadenggan ,36 2,34 PT Tapian Nadenggan Guangxi Jingui Pulp And Paper Co., Ltd ,86 - Guangxi Jingui Pulp And Paper Co., Ltd PT Sinar Mas Agro Resources and PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk ,68 1,53 Technology Tbk Gold East Paper (Jiangsu) Co., Ltd ,67 - Gold East Paper (Jiangsu) Co., Ltd PT Binasawit Abadipratama ,22 1,18 PT Binasawit Abadipratama PT Kresna Duta Agroindo ,19 0,79 PT Kresna Duta Agroindo Ningbo Asia Pulp And Paper Co., Ltd ,66 - Ningbo Asia Pulp And Paper Co., Ltd PT Sinar Kencana Inti Perkasa ,66 1,40 PT Sinar Kencana Inti Perkasa PT Mitrakarya Agroindo ,63 0,36 PT Mitrakarya Agroindo Gold Hua Sheng Gold Hua Sheng (Suzhou Industrial Park) Co., Ltd ,54 - (Suzhou Industrial Park) Co., Ltd PT Ivo Mas Tunggal ,50 0,64 PT Ivo Mas Tunggal PT Buana Wiralestari Mas ,50 0,88 PT Buana Wiralestari Mas Hainan Jinhai Pulp & Paper ,49 - Hainan Jinhai Pulp & Paper PT Buana Artha Sejahtera ,46 0,26 PT Buana Artha Sejahtera PT Forestalestari Dwikarya ,42 0,29 PT Forestalestari Dwikarya PT Sumber Indahperkasa ,41 0,55 PT Sumber Indahperkasa PT Ramajaya Pramukti ,41 0,63 PT Ramajaya Pramukti PT Satya Kisma Usaha ,35 0,49 PT Satya Kisma Usaha PT Meganusa Intisawit ,34 0,47 PT Meganusa Intisawit PT Sawitakarya Manunggul ,34 0,34 PT Sawitakarya Manunggul PT Agrokarya Primalestari ,32 0,39 PT Agrokarya Primalestari PT Bumipermai Lestari ,31 0,38 PT Bumipermai Lestari PT Sinar Syno Kimia ,24 0,22 PT Sinar Syno Kimia PT Agrolestari Mandiri ,22 0,08 PT Agrolestari Mandiri PT Maskapai Perkebunan Leidong PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia ,19 0,18 West Indonesia PT Djuandasawit Lestari ,16 0,38 PT Djuandasawit Lestari PT Kencana Graha Permai ,16 0,10 PT Kencana Graha Permai PT Aditunggal Mahajaya ,16 0,10 PT Aditunggal Mahajaya PT Bumi Sawit Permai ,14 0,17 PT Bumi Sawit Permai PT Bumipalma Lestaripersada ,13 0,23 PT Bumipalma Lestaripersada PT Persada Graha Mandiri ,10 0,12 PT Persada Graha Mandiri PT Sawit Mas Sejahtera ,10 0,12 PT Sawit Mas Sejahtera PT Cahayanusa Gemilang ,08 0,08 PT Cahayanusa Gemilang PT Paramitra Internusa Pratama ,08 0,08 PT Paramitra Internusa Pratama PT Satrindo Jaya Agropalma ,07 0,05 PT Satrindo Jaya Agropalma PT Kartika Prima Cipta ,05 0,11 PT Kartika Prima Cipta PT Arara Abadi ,05 0,07 PT Arara Abadi PT Buana Adhitama ,05 0,09 PT Buana Adhitama PT Smart Telecom ,47 PT Smart Telecom PT Agrolestari Sentosa ,12 PT Agrolestari Sentosa PT Bangun Nusa Mandiri ,08 PT Bangun Nusa Mandiri Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) ,02 0,05 Others (less than US$ 100,000 each) Jumlah ,54 44,29 Total

292 and January 1, 2011/ Persentase terhadap Jumlah Pendapatan/Beban yang Bersangkutan/ Percentage to Total Respective Revenues/Expenses Beban pokok penjualan Cost of revenues PT SOCI MAS ,86 1,08 PT SOCI MAS PT Ferromas Dinamika ,80 1,21 PT Ferromas Dinamika PT Cakrawala Mega Indah ,67 0,57 PT Cakrawala Mega Indah PT Wirakarya Sakti ,20 - PT Wirakarya Sakti PT Bina Sinar Amity ,05 - PT Bina Sinar Amity PT Sinar Syno Kimia ,25 PT Sinar Syno Kimia PT Smart Telecom ,85 PT Smart Telecom PT Asuransi Sinar Mas ,44 PT Asuransi Sinar Mas PT Konverta Mitra Abadi ,18 PT Konverta Mitra Abadi Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) ,04 Others (less than US$ 100,000 each) Jumlah ,58 8,62 Total Beban penjualan Selling expenses Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) ,05 0,03 Others (less than US$ 100,000 each) Beban umum dan administrasi General and administrative expenses PT Sinar Mas Multifinance ,42 PT Sinar Mas Multifinance Lain-lain (masing-masing kurang dari US$ ) ,45 0,35 Others (less than US$ 100,000 each) Jumlah ,45 0,77 Total b. Grup mengasuransikan persediaan, properti investasi, dan aset tetap kecuali tanah, kepada PT Asuransi Sinar Mas (Catatan 9, 12, dan 13). Grup juga mengasuransikan persediaannya kepada PT Kalibesar Raya Utama. c. Utang bank Perusahaan dijamin oleh jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari PT Intrapersada Purimakmur (Catatan 21). d. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Smart Telecom sehubungan dengan sewa menyewa infrastruktur telekomunikasi (Catatan 36p). Pada Desember 2011 perjanjian ini telah dialihkan kepada PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. e. Grup mengadakan perjanjian jual beli batubara dengan pihak berelasi (Catatan 36h). f. Pada tanggal 18 Oktober 2011, Perusahaan (sebagai penjual) dan PT Sinar Mas Teladan (sebagai pembeli) menandatangani perjanjian jual beli tanah dan bangunan, yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda Raya dengan harga jual sebesar Rp (Catatan 12). b. The Group has insured its inventories, investment properties, and property, plant, and equipment (except landrights) with PT Asuransi Sinar Mas (Notes 9, 12, and 13). Group also has insured its inventories with PT Kalibesar Raya Utama. c. The Company s bank loans were secured by corporate guarantee from PT Intrapersada Purimakmur (Note 21). d. The Company has entered into an agreement with PT Smart Telecom covering the lease and telecommunication infrastructures (Note 36p). In December 2011, this agreement was transferred to PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. e. The Group entered into coal sales and purchase agreement with related parties (Note 36h). f. On October 18, 2011, the Company (as seller) and PT Sinar Mas Teladan (of buyer) signed sale purchase agreement land and building, located in Jl. Ir. H. Juanda Raya with sales price amounted Rp 129,039,435,000 (Note 12)

293 and January 1, 2011/ g. Kompensasi yang diberikan kepada dewan komisaris dan direksi Perusahaan sebagai berikut: g. Compensation provided to the Company s board of commissioners and directors is as follows: Dewan Direksi/ Dewan Komisaris/ Dewan Direksi/ Dewan Komisaris/ Board of Directors Board of Commissioners Board of Directors Board of Commissioners % % % % Gaji dan imbalan kerja Salary and other short-term jangka pendek employee benefits Imbalan pasca-kerja Post-employment benefits Jumlah Total 35. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Manajemen Risiko Keuangan Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Grup adalah risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko kredit, dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Grup dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Grup. Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko mata uang asing, risiko suku bunga, risiko kredit dan investasi atas kelebihan likuiditas. Risiko Pasar Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Grup dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing. Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan pinjaman kepada bank dan lembaga keuangan, liabilitas anjak piutang, dan liabilitas sewa pembiayaan. 35. Financial Risk Management Objectives and Policies Financial Risk Management The main risks arising from the Group s financial instruments are interest rate risk, foreign exchange risk, credit risk, and liquidity risk. The operational activities of the Group are managed in a prudential manner by managing those risks to minimize potential losses. Risk management is the responsibility of the Board of Directors (BOD). The BOD has the responsibility to determine the basic principles of the Group s risk management as well as principles covering specific areas, such as foreign exchange risk, interest rate risk, credit risk and the investment of excess liquidity. Market Risk Market risk is the risk that the fair value of future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market prices. The Group is exposed to market risks, in particular, interest rate risks and foreign currency exchange risk. Interest Rate Risk Interest rate risk is the risk that the fair value or contractual future cash flows of a financial instrument will be affected due to changes in market interest rates. The Group s exposure to interest rate risk relates primarily to loans payable to bank and financial institutions, factoring payable, and lease liabilities

294 and January 1, 2011/ Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi utang dengan suku bunga tetap dan suku bunga variabel. Manajemen Grup juga melakukan penelaahan atas suku bunga yang telah ditetapkan, apabila suku bunga pasar turun secara signifikan, Manajemen Grup akan melakukan negosiasi untuk menurunkan suku bunga tersebut. Manajemen Grup juga secara terus-menerus melakukan penelahaan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal dengan tingkat bunga yang menguntungkan bagi Grup. Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh temponya, atas aset dan liabilitas keuangan Grup yang terkait risiko suku bunga pada tanggal 31 Desember 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010: To minimize interest rate risk, the Group manages interest cost through a mix of fixed-rate and variable-rate debts. Management of the Group also conducts assessments on such rates and if market interest rate decreases significantly, management of the Group would negotiate with creditors for reduction in interest rates. Management also continuously assess conditions in the financial markets for opportunities to obtain optimal funding sources in terms of the interest rate for the Group s benefit. The following table sets out the carrying amount, by maturity, of the Group s financial assets and liabilities that are exposed to interest rate risk as of December 31,2012 and 2011, and January 1, 2011/December 31, 2010: 31 Desember 2012/December 31, 2012 Suku bunga mengambang/ Suku bunga tetap/ Floating interest rate Fixed interest rate Kurang dari Lebih dari Kurang dari Lebih dari atau sama dengan 1 tahun/ atau sama dengan 1 tahun/ 1 tahun/ More than 1 tahun/ More than Jumlah/ Within 1 year 1 year Within 1 year 1 year Total Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Investasi jangka panjang Long-term investments Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah aset keuangan Total financial assets Liabilitas Liabilities Utang bank dan Loans payable to banks and lembaga keuangan financial institutions Liabilitas sewa pembiayaan Lease liabilities Jumlah liabilitas keuangan Total financial liabilities

295 and January 1, 2011/ 31 Desember 2011/December 31, 2011 Suku bunga mengambang/ Suku bunga tetap/ Floating interest rate Fixed interest rate Kurang dari Lebih dari Kurang dari Lebih dari atau sama dengan 1 tahun/ atau sama dengan 1 tahun/ 1 tahun/ More than 1 tahun/ More than Jumlah/ Within 1 year 1 year Within 1 year 1 year Total Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Dana yang dibatasi pencairannya Restricted fund Investasi jangka panjang Long-term Investment Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah aset keuangan Total financial assets Liabilitas Liabilities Utang bank dan Loans payable to banks and lembaga keuangan financial institutions Liabilitas anjak piutang Factoring payable Liabilitas sewa pembiayaan Lease liabilities Jumlah liabilitas keuangan Total financial liabilities 1 Januari 2011/31 Desember 2010/January 1, 2011/December 31, 2010 Suku bunga mengambang/ Suku bunga tetap/ Floating interest rate Fixed interest rate Kurang dari Lebih dari Kurang dari Lebih dari atau sama dengan 1 tahun/ atau sama dengan 1 tahun/ 1 tahun/ More than 1 tahun/ More than Jumlah/ Within 1 year 1 year Within 1 year 1 year Total Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah aset keuangan Total financial assets Liabilitas Liabilities Utang kepada bank dan Loans payable to banks and lembaga keuangan financial institutions Liabilitas anjak piutang Factoring payable Liabilitas sewa pembiayaan Lease liabilities Jumlah liabilitas keuangan Total financial liabilities Pada tanggal 31 Desember 2012, jika suku bunga atas pinjaman lebih tinggi/rendah 1% dan variabel lain dianggap tetap, laba sebelum pajak untuk tahun berjalan akan lebih rendah/tinggi sebesar US$ , terutama sebagai akibat tingginya/rendahnya beban bunga dari pinjaman dengan suku bunga mengambang. Risiko Nilai Tukar Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko nilai tukar terutama terkait dengan utang bank dan lembaga keuangan. As of December 31, 2012, if interest rates on borrowings had been 1% higher/lower with all other variables held constant, income before tax for the year would have been US$ 1,335,063 lower/higher, mainly as a result of higher/lower interest expense on floating rate borrowings. Foreign Exchange Risk Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value or future contractual cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Group s exposure to the foreign exchange risk relates primarily to loans payable to banks and financial institution

296 and January 1, 2011/ Selain yang tersebut diatas, Grup memiliki eksposur dalam mata uang asing yang timbul dari transaksi operasionalnya. Eksposur tersebut timbul karena transaksi yang bersangkutan dilakukan dalam mata uang selain mata uang fungsional unit operasional atau pihak lawan. Saat ini, Grup tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata uang asing. Namun, sebagian dari risiko ini dikelola menggunakan lindung nilai natural yang berasal dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing yang sama. Selain itu, Grup juga meyakinkan bahwa eksposur bersih ditekan pada tingkat yang dapat diterima dengan cara membeli atau menjual mata uang asing pada harga pada saat dibutuhkan untuk mengatasi ketidak seimbangan jangka pendek. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut: Other than as mentioned above, the Group has transactional currency exposures. Such exposure arises when the transaction is denominated in currencies other than the functional currency of the operating unit or the counterparty. Currently, the Group does not have a formal hedging policy for foreign currency exposures. However, these exposures are managed partly by using natural hedges that arise from monetary assets and liabilities in the same foreign currency. Furthermore,the Group also ensures that the net exposure is kept to an acceptable level by buying or selling foreign currencies at spot rates where necessary to address short-term imbalances. As of, and January 1, 2011/December 31, 2010, the Group has monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as follows: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 Saldo dalam Saldo dalam Saldo dalam Mata mata uang mata uang mata uang uang asal/ Ekuivalen asal/ Ekuivalen asal/ Ekuivalen asal/ Balance in dalam US$/ Balance in dalam US$/ Balance in dalam US$/ Original original Equivalent in original Equivalent in original Equivalent in currency currency US$ currency US$ currency US$ Aset Assets Kas dan setara kas IDR Cash and cash equivalents CNY Investasi jangka pendek IDR Short-term investments Piutang usaha IDR Trade accounts receivable Piutang lain-lain IDR Other receivables Dana yang dibatasi pencairannya IDR Restricted fund Piutang usaha jangka panjang IDR Long-term trade accounts receivable Investasi jangka panjang IDR Long-term investments Aset tidak lancar lain-lain IDR Other noncurrent asset Jumlah Aset Total Assets Liabilitas Liabilities Utang bank jangka pendek IDR Short-term bank loans Utang usaha IDR Trade accounts payable SGD JP EUR GBP Utang lain-lain IDR Other accounts payable SGD EUR Beban akrual IDR Accrued expenses SGD JP GBP EUR Liabilitas jangka panjang lainnya IDR Other noncurrent liabilities Liabilitas imbalan kerja Long-term employee jangka panjang IDR benefits liability Utang bank dan Loans payable to banks and lembaga keuangan IDR financial institutions Liabilitas sewa pembiayaan IDR Lease liabilities Jumlah Liabilitas Total Liabilities Jumlah Aset (Liabilitas) - bersih ( ) Net Aset (Liabilities)

297 and January 1, 2011/ Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kurs konversi yang digunakan Grup diungkapkan pada Catatan 2e atas laporan keuangan konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2012, jika mata uang Rupiah melemah/menguat sebesar 7% terhadap Dolar Amerika Serikat (US$) dengan variabel lain konstan, laba sebelum pajak untuk tahun berjalan akan lebih tinggi/rendah sebesar US$ , terutama diakibatkan keuntungan/(kerugian) selisih kurs yang dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Risiko Harga Pasar Perusahaan rentan terhadap pada perubahan dalam harga pasar ekuitas terkait penyertaan tersedia untuk dijual yang dicatat pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar penyertaan tersedia untuk dijual diakui pada ekuitas. Kinerja penyertaan tersedia untuk dijual Perusahaan dimonitor secara berkala, bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana strategis jangka panjang Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2012, apabila tingkat imbal hasil secara umum yang diharapkan oleh pasar bergerak naik/turun 1%, maka komponen ekuitas lainnya akan naik naik/turun sebesar US$ sebagai akibat keuntungan/(kerugian) atas investasi yang tersedia untuk dijual. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan. Grup mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih. As of, the conversion rates used by the Group were disclosed in Note 2e to the consolidated financial statements. As of December 31, 2012, if the Rupiah currency had weakened/strengthened by 7%, against the U.S. Dollar (US$) with all other variables held constant, income before tax for the year would have been US$ 22,971,769 higher/lower, mainly as a result of foreign exchange gains (losses) charged to consolidated statements of comprehensive income. Market Price Risk The Company is exposed to changes in debt and equity market prices related to available-for-sale investments that carried at fair value. Gain and losses arising from changes in the fair value of available-for-sale investments are recognized in equity. The performance of the Company available-forsale investments are monitored periodically, together with a regular assesment of their relevance to the Company long term strategic plans. As of December 31, 2012, if market required rate of return increase/decrease for 1%, other equity component would increase/decrease by US$ 507,752 as a result of gains (losses) on investments classified as available-for-sale. Credit Risk Credit risk is the risk that the Group will incur a loss arising from the customers or counterparties which fail to fulfill their contractual obligations. Management believes that there are no significant concentrations of credit risk. The Group manages and controls the credit risk by dealing only with recognized and credit worthy parties, setting internal policies on verifications and authorizations of credit, and regularly monitoring the collectibility of receivables to reduce the exposure to bad debts

298 and January 1, 2011/ Berikut adalah eksposur laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010: The table below shows consolidated statements of financial position exposures related to credit risk as of, and January 1, 2011/December 31, 2010: 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010/ 31 Desember 2012/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011/ December 31,2012 December 31,2011 December 31, 2010 Jumlah Bruto/ Jumlah Neto/ Jumlah Bruto/ Jumlah Neto/ Jumlah Bruto/ Jumlah Neto/ Gross Amounts Net Amounts Gross Amounts Net Amounts Gross Amounts Net Amounts Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi At FVPL Investasi jangka pendek - unit reksa dana Short-term investment - units of mutual fund Investasi jangka pendek - obligasi konversi Short-term investment - convertible bonds Investasi obligasi konversi Investment in convertible bond Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek - deposito berjangka Short-term investment - time deposits Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivables Dana yang dibatasi pencairannya Restricted fund Piutang usaha jangka panjang Long-term trade accounts receivable Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Tersedia untuk dijual AFS Investasi Investments Jumlah Total Risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitas. Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang. Manajemen tidak mengharapkan bahwa arus kas yang dimasukkan ke dalam analisa jatuh tempo tersebut terjadi jauh lebih awal, atau dalam jumlah yang berbeda signifikan. Liquidity Risk Liquidity risk is a risk arising when the cash flow position of the Group is not enough to cover the liabilities which become due. In the management of liquidity risk, management monitors and maintains a level of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Group s operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. Management also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including loan maturity profiles. It is not expected that the cash flows included in the maturity analysis could occur significantly earlier, or at significantly different amounts

299 and January 1, 2011/ Berikut adalah jadwal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan konsolidasian berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, serta 1 Januari 2011/31 Desember The table below summarizes the maturity profile of consolidated financial assets and liabilities based on contractual undiscounted payments as of, and January 1, 2011/December 31, Desember 2012/December 31, 2012 <= 1 tahun/ >1 tahun-2 tahun/ >2 tahun-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Biaya transaksi/ Nilai Tercatat/ <= 1 year >1-2 years >2-5 years > 5 years Total Transaction costs As Reported Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivables Piutang usaha jangka panjang Long-term trade accounts receivable Investasi jangka panjang*) Long-term Investments *) Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah Total Liabilitas Liabilities Utang bank dan lembaga Loans payable to banks and financial keuangan ( ) institutions Utang usaha Trade accounts payable Utang lain-lain Other accounts payable Liabilitas anjak piutang Factoring payable Beban akrual Accrued expenses Liabilitas sewa pembiayaan Lease liabilities Jumlah ( ) Total Selisih aset dengan liabilitas ( ) ( ) Maturity gap of assets and liabilities 31 Desember 2011/December 31,2011 <= 1 tahun/ >1 tahun-2 tahun/ >2 tahun-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Biaya transaksi/ Nilai Tercatat/ <= 1 year >1-2 years >2-5 years > 5 years Total Transaction costs As Reported Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivable Dana yang dibatasi pencairannya Restricted fund Piutang usaha jangka panjang Long-term trade accounts receivable Investasi jangka panjang*) Long-term Investments *) Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah Total Liabilitas Liabilities Utang bank dan lembaga Loans payable to banks and financial keuangan ( ) institutions Utang usaha Trade accounts payable Utang lain-lain Other accounts payable Liabilitas anjak piutang Factoring payable Beban akrual Accrued expenses Liabilitas sewa pembiayaan Lease liabilities Jumlah ( ) Total Selisih aset dengan liabilitas ( ) Maturity gap of assets and liabilities

300 and January 1, 2011/ 1 Januari 2011/31 Desember 2010/January 1, 2011/December 31, 2010 <= 1 tahun/ >1 tahun-2 tahun/ >2 tahun-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Biaya transaksi/ Nilai Tercatat/ <= 1 year >1-2 years >2-5 years > 5 years Total Transaction costs As Reported Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net Piutang lain-lain Other receivable Piutang usaha jangka panjang Long-term trade accounts receivable Investasi jangka panjang *) Long-term Investments *) Aset tidak lancar lain-lain Other noncurrent assets Jumlah Total Liabilitas Liabilities Utang bank dan lembaga Loans payable to banks and financial keuangan ( ) institutions Utang usaha Trade accounts payable Utang lain-lain Other accounts payable Liabilitas anjak piutang Factoring payable Beban akrual Accrued expenses Liabilitas sewa pembiayaan Lease liabilities Jumlah ( ) Total Selisih aset dengan liabilitas ( ) ( ) ( ) ( ) Maturity gap of assets and liabilities *) tidak termasuk investasi dengan metode ekuitas *) excluding investments accounted using equity method 36. Perjanjian Penting, Komitmen, dan Kontijensi 36. Significant Agreements, Commitments, and Contingencies a. Pada tanggal 16 Januari 1991, PT Supra Veritas (SV) yang merupakan salah satu pemegang saham pendiri (Pendiri) PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD City) dan pemegang ijin lokasi beserta para Pendiri BSD City lainnya telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan BSD City. Perjanjian kerjasama tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan yaitu berdasarkan perjanjian tanggal 20 Maret 1997 dan 25 November Perjanjian kerjasama dan perubahannya tersebut mengatur antara lain: 1. Pemberian kuasa dengan hak substitusi kepada BSD City untuk membebaskan tanah yang terletak dalam wilayah ijin lokasi dari masingmasing pemegang ijin lokasi, mengembangkan proyek serta menjual/mengalihkan dan/atau menyewakan tanah dan bangunan proyek. a. On January 16, 1991, PT Supra Veritas (SV) as one of founder stockholders (Founders) of PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD City) and location rightholders and the other Founders of BSD City have signed a cooperation agreement with BSD City. The cooperation agreement has been amended for several times which were based on agreement dated March 20, 1997 and November 25, The cooperation agreement and its amendments consisted of the following: 1. Granting the authority with substitution right to BSD City to acquire land which are located in area of location rights of each location rightholders, to develop projects and sell/transfer and/or lease the land and building s project

301 and January 1, 2011/ 2. BSD City akan mengusahakan dana untuk mengembangkan proyek, namun pemegang ijin lokasi dan Pendiri BSD City akan bertindak sebagai penjamin utang. 3. Para Pendiri tidak akan menjual, menggadaikan atau membebani dengan cara apapun saham mereka dalam BSD City, walaupun BSD City nantinya akan menjadi perseroan terbuka, kecuali disepakati lain oleh para Pendiri. 4. Para Pendiri mengakui bahwa meskipun semua tanah tersebut terdaftar atas nama Pendiri sebagai pemegang ijin lokasi, tanah tersebut sesungguhnya merupakan milik/aset/ persediaan BSD City, karena pembebasan tanah tersebut menggunakan biaya BSD City dan para Pendiri tidak akan mengakui dan membukukan tanah tersebut sebagai aset mereka. 5. Para Pendiri akan menanggung segala biaya sehubungan dengan kerugian yang mungkin diderita oleh BSD City dikarenakan adanya tuntutan dari kreditor para Pendiri. Perjanjian ini berlaku surut mulai tanggal 1 Desember Masing-masing pihak mengikat diri untuk tidak membatalkan perjanjian kerjasama ini selama BSD City belum dibubarkan. Sejak SV menggabungkan diri dengan Perusahaan, perjanjian kerjasama tersebut di atas ditegaskan kembali oleh Perusahaan dan BSD City berdasarkan Penegasan Perjanjian Kerjasama tanggal 19 Januari 2009, dibuat di hadapan Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta. 2. BSD City will arrange the fund for developing the project, wherein the location rightholders and the Founders of BSD City will act as the guarantors. 3. The Founders will not sell, secure or transfer their stocks in BSD City in any way, even though BSD City becomes a publicly listed company, except as otherwise agreed by the Founders. 4. The Founders have stated and confirmed that even though the land is registered under their names as the location rightholders, the land belongs to the BSD City because the acquisition of land using BSD City s account. The Founders bind themselves not to record the land as their assets. 5. The Founders guarantee the Company against all costs or losses that might be incurred by BSD City due to any prosecution from the Founders creditors. The agreement is valid retroactively from December 1, All parties involved bind themselves not to cancel the agreement until the BSD City is liquidated. Since SV has been merged to the Company, the above cooperation agreement was reaffirmed by the Company and BSD City based on Reaffirmation of Cooperation Agreement dated January 19, 2009 from Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H., a public notary in Jakarta

302 and January 1, 2011/ b. Pada tanggal 29 Desember 1997, Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills (PDPP), pihak berelasi, yang berlaku selama dua puluh lima (25) tahun, sebagai berikut: Asset Purchase Agreements Perjanjian ini mengatur tentang harga dan ketentuan lainnya sehubungan dengan pembelian seluruh aset yang terletak di dalam komplek pembangkit tenaga listrik dan uap (power assets) antara Perusahaan, IKPP dan PDPP. Berdasarkan perjanjian ini, hanya power assets yang dijual kepada Perusahaan sedangkan tanah dimana power assets berada tetap menjadi milik IKPP dan PDPP. Tanah tersebut akan disewakan oleh IKPP dan PDPP kepada Perusahaan berdasarkan Lease Agreements. Master Operating Agreements Perjanjian ini berikut dengan perubahan-perubahannya memuat ketentuan-ketentuan dan prosedur operasional dari komplek pembangkit tenaga listrik dan uap (power plants). Perjanjian ini berlaku selama dua puluh lima (25) tahun dan dapat diperpanjang. Perusahaan akan tetap mengoperasikan power plants meskipun IKPP dan PDPP telah melakukan pembelian kembali power assets setelah berakhirnya Energy Services Agreements. Energy Service Agreements Perjanjian ini berikut dengan perubahan-perubahannya mengatur antara lain tentang tarif jasa penyediaan tenaga listrik dan uap. IKPP dan PDPP memiliki opsi untuk membeli kembali power assets pada saat berakhirnya perjanjian ini berdasarkan harga pasar. b. On December 29, 1997, the Company and PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) and PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills (PDPP), related parties, entered into the following agreements which are valid for a period of twenty five (25) years: Asset Purchase Agreements These agreements provide for price and other provisions in relation to the purchase of all assets which were located in complex of power assets between the Company, IKPP and PDPP. Based on the agreements, only power assets were sold to the Company while land wherein the power assets are located remain the properties of IKPP and PDPP. The land will be leased by the Company from IKPP and PDPP in accordance with the provisions of the Lease Agreements. Master Operating Agreements These agreements and the amendments therein provide for certain provisions and operational procedures of power plants. These agreements are valid for a period of twenty five (25) years and can be extended. The Company will remain the operator of the power plants, even though IKPP and PDPP have repurchased the power assets after the Energy Services Agreements have expired. Energy Service Agreements These agreements and the amendments therein provide certain provisions among others for tariff on steam and power processing services. IKPP and PDPP have options to repurchase the power assets at market price at the end of the term of these agreements

303 and January 1, 2011/ Lease Agreements Berdasarkan perjanjian ini berikut dengan perubahan dan tambahannya, IKPP dan PDPP akan menyewakan bagian tanah mereka kepada Perusahaan. Jangka waktu perjanjian akan diperpanjang mengikuti perpanjangan jangka waktu dari Energy Service Agreements. Perusahaan mencatat beban sewa selama tahun 2012 dan 2011 masing-masing sebesar US$ Pada tanggal 18 Desember 2006, Perusahaan mengadakan perjanjian Power and Steam Processing Service Agreement dengan PDPP. Perjanjian ini memuat antara lain tentang ketentuan-ketentuan, prosedur operasional dan tarif penyediaan tenaga listrik dan uap. Perjanjian ini berlaku selama dua puluh lima (25) tahun dan dapat diperpanjang. c. Pada tanggal 11 Agustus 2011, GEM dan GMR Coal Resources Pte. Ltd. (dahulu GMR Infrastructure Investments (Singapore) Pte. Ltd.) (GMR) mengadakan perjanjian yang berlaku untuk jangka waktu dua puluh lima (25) tahun sebagai berikut: Perjanjian Jual Beli Batubara (CSA) untuk jangka waktu dua puluh lima (25) tahun sejak pengiriman batubara pertama kali. Perjanjian Penunjang Jual Beli Batubara (CSSA) yang mengatur dukungan ketersediaan batubara dari entitas anak (BBU, BORNEO, BHBA, BNP, KCP, KIM, TBBU, dan TKS) kepada GEM sehingga GEM dapat memenuhi kewajibannya dalam CSA. Perjanjian ini berjangka waktu dua puluh lima (25) tahun terhitung sejak tanggal pengiriman batubara pertama kali. Lease Agreements Based on these agreements and the amendments therein, IKPP and PDPP will lease to the Company a portion of their land. The terms of the lease agreements will be extended pursuant to extension in the term of the Energy Services Agreements. The Company recognized rental expense in 2012 and 2011 both amounting to US$ 29,000. On December 18, 2006, the Company entered into a Power and Steam Processing Service Agreement with PDPP. This agreement provides certain provisions on operational procedures, among others, and for tariff on steam and power processing services. This agreement is valid for twenty five (25) years and can be extended. c. On August 11, 2011, GEM and GMR Coal Resources Pte. Ltd. (formerly GMR Infrastructure Investments (Singapore) Pte. Ltd.) (GMR) entered into agreements for a period of twenty five (25) as folows: Coal Sales Agreement (CSA) for a period of twenty five (25) years since the date of first shipment of coal. Coal Sales Support Agreement (CSSA) which stipulates the support for coal availability from the subsidiaries (BBU, BORNEO, BHBA, BNP, KCP, KIM, TBBU, and TKS) to GEM so that GEM can fulfill its obligations in the CSA. The agreement is valid for twenty five (25) years since the date of first shipment of coal

304 and January 1, 2011/ Perjanjian Support Manajemen dan Teknis (MTSA) dalam rangka pemberian jasa konsultasi di bidang teknis terkait teknik persiapan dan pembakaran batubara, jasa pengelolaan dan penasehat teknis, termasuk perencanaan infrastruktur, jasa pengawasan pelaksanaan proyek infrastruktur dan penelaahan sistem, maupun pemusatan sistem pengadaan oleh GMR sebagai penyedia jasa. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu delapan (8) tahun sejak tanggal pencatatan saham GEM di Bursa Efek Management and Technical Support Agreement (MTSA) relating to consultation service in technical preparation and incineration of coal, technical management and advisory services including infrastructure planning, infrastructure project monitoring service and system analysis, and procurement centralization provided by GMR as service supplier. The agreement is valid for eight (8) years since the date of GEM s share registration at the stock exchange. d. Perjanjian Distribusi d. Distribution Agreement Pada tanggal 17 Juni 2005, Perusahaan mengadakan Perjanjian Distributor (Distributor Agreement) dengan PT Ekamas Fortuna (Ekamas). Ekamas menunjuk Perusahaan sebagai penyalur produknya. Perjanjian ini telah diakhiri pada tahun On June 17, 2005, the Company entered into a Distributor Agreement with PT Ekamas Fortuna (Ekamas). Ekamas has appointed the Company as a distributor of its products. This agreement was terminated in e. Iuran Dana Hasil Produksi Batubara (DHPB) e. Royalty Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 129/KMK.01/1997 tanggal 31 Maret 1997, perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara berkewajiban untuk menyetor DHPB sebesar 13,5% dari produksi batubara. Sehubungan dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 129/KMK.01/1997, BORNEO, entitas anak, dan Pemerintah Republik Indonesia mengadakan Perjanjian Kerjasama Penjualan Batubara No. 32.KS/05/DJB/2009 tanggal 12 November 2009 yang berlaku sejak 1 Juli 2009 sampai dengan 31 Desember 2010 dan No. 49.BA/05/DJB/2011 tanggal 28 Maret 2011 yang berlaku sejak 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember Berdasarkan perjanjian tersebut BORNEO wajib menyetor hasil penjualan batubara bagian Pemerintah sebesar 13,5% dari penjualan yang diterima BORNEO. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45/2003, seluruh perusahaan yang memiliki kuasa pertambangan diwajibkan untuk membayar iuran eksploitasi sebesar 3% - 5% dari nilai penjualan, setelah dikurangi beban penjualan. Based on the Decision Letter No. 129/KMK.01/1997 dated March 31, 1997 of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, all companies engaged in coal mining activities are required to pay royalty fee equivalent to 13.5% of coal produced from its activities. In accordance with the Decision Letter No. 129/KMK.01/1997 of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, BORNEO, a subsidiary, and the Government of the Republic of Indonesia entered into Coal Sale agreement No. 32.KS/05/DJB/2009 dated November 12, 2009, which was valid starting July 1, 2009 until December 31, 2010 and No. 49.BA/05/DJB/2011 dated March 28, 2011 which was valid starting January 1, 2011 until December 31, As stated in the agreement, BORNEO is required to pay to Indonesian Government an amount equivalent to 13.5% of proceeds from sale of BORNEO s coal. Further, based on Government regulation No. 45/2003, all companies holding mining rights have an obligation to pay an exploitation fee equivalent to certain percentage, ranging from 3% - 5% of sales, net of selling expenses

305 and January 1, 2011/ Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, iuran DHPB yang masih harus dibayar masing-masing sebesar Rp (setara US$ ) dan Rp (setara US$ ) disajikan sebagai bagian dari Beban akrual pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Beban DHPB untuk tahun 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp (setara US$ ) dan Rp (setara US$ ) disajikan dalam Beban pokok penjualan (Catatan 30). As of, accrued royalty fee amounted to Rp 19,648,483,201 (equivalent to US$ 2,031,901) and Rp 25,368,277,802 (equivalent to US$ 2,797,560), respectively, and is presented as part of Accrued expenses in the consolidated statements of financial position. The royalty fee in 2012 and 2011, amounted to Rp 212,588,958,005 (equivalent to US$ 22,703,120) and Rp 162,804,577,572 (equivalent to US$ 18,543,740), respectively, and was presented as part of Cost of revenues (Note 30). f. Iuran Tetap f. Deadrent Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), BORNEO, entitas anak, diwajibkan untuk membayar iuran tetap kepada Pemerintah berdasarkan jumlah hektar yang termasuk dalam area PKP2B yaitu hektar sesuai dengan tarif yang di tetapkan dalam PKP2B. Beban deadrent untuk tahun 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp (setara US$ ) dan Rp (setara sebesar US$ ), disajikan sebagai bagian dari Beban umum dan administrasi - Lain-lain. In accordance with the Coal, BORNEO, a subsidiary, Cooperation Agreement (CCA) is required to pay fixed payment (deadrent) to the Government based on total area of land of 24,100 hectares area and the rates stipulated therein. Deadrent expense in 2012 and 2011 amounted to Rp 901,525,338 (equivalent to US$ 97,640) and Rp 845,311,796 (equivalent to US$ 96,283), respectively, and was presented as part of General and administrative expenses - Others. g. Perjanjian Penggarapan Lahan g. Land Exploitation Agreement BORNEO, entitas anak, mengadakan perjanjian penggarapan/eksploitasi lahan tambang batubara dengan beberapa pihak ketiga. Sesuai dengan perjanjian tersebut, BORNEO akan membayar pemilik lahan sejumlah nilai tertentu berdasarkan hasil produksi setiap bulan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Surat Perjanjian Kerjasama. BORNEO, a subsidiary, had agreements with third parties relating to usage/exploitation of a certain parcel of land in relation to its mining activities. Based on the aforementioned agreement, BORNEO will pay the land owner a certain sum of money calculated based on the production output for each month in accordance with the terms and conditions stipulated in the Agreement

306 and January 1, 2011/ Berdasarkan Perjanjian Pemakaian Lahan tanggal 4 Juli 2008 antara PT Kirana Chatulistiwa (KIRANA), pihak ketiga, dengan BORNEO, KIRANA selaku pemilik hak atas Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) mengijinkan BORNEO melakukan kegiatan penambangan batubara didalam area HTI milik KIRANA, dimana sebagian areal PKP2B BORNEO berada di dalam areal HTI milik KIRANA. Perjanjian ini akan berakhir setelah BORNEO selesai melakukan penambangan di areal HTI tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo uang jaminan masingmasing sebesar Rp (setara US$ ) dan Rp (setara US$ ) disajikan sebagai bagian dalam Aset tidak lancar lain-lain pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 16). Pada tanggal 23 Maret 2009, BORNEO memberikan pinjaman tanpa bunga kepada KIRANA, sehubungan dengan pembiayaan kembali Dana Reboisasi Proyek HTI KIRANA sebesar Rp (Catatan 20). Pinjaman ini berjangka waktu sampai dengan 5 (lima) tahun. Pada tanggal 19 Juli 2011, BORNEO mengadakan perjanjian dengan PT Gerak Bangun Utama, pihak ketiga. Perjanjian ini dibuat sehubungan dengan kegiatan penambangan BORNEO di areal yang terdapat Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik pihak ketiga lainnya. Perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani dan berakhir sampai dengan BORNEO selesai melakukan kegiatan penambangan di area tersebut. Pada tanggal 5 Oktober 2011, BORNEO dan PT Buana Karya Bhakti (BKB), pihak ketiga, telah menandatangani Perjanjian Pemakaian Lahan Perkebunan BKB seluas 183,11 hektar di Batulaki Utara untuk keperluan eksploitasi/penambangan batubara BORNEO, dengan periode kegiatan penambangan selama 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal 5 Oktober 2011 dan dapat diperpanjang selama 1 (satu) tahun. Sehubungan dengan perjanjian ini, BORNEO memberikan ganti rugi lahan pada tahun 2011, uang jaminan atas ganti rugi lahan yang belum digunakan dan uang jaminan atas perbaikan sarana dan prasarana. Based on Land Exploitation Agreement dated July 4, 2008 between PT Kirana Chatulistiwa (KIRANA), a third party, and BORNEO, KIRANA as the owner of the Industrial Forest Concession Rights ( Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) ) allowed BORNEO to use a certain parcel of land in relation to its mining activities inside HTI s area owned by KIRANA. The agreement shall be in force until BORNEO completed its mining activities. As of December 31, 2012 and 2011, guarantee deposits amounted to Rp 5,393,195,722 (equivalent to US$ 557,724) and Rp 5,057,445,585 (equivalent to US$ 557,724), respectively, was presented as part of Other non-current assets in the consolidated statements of financial position (Note 16). On March 23, 2009, BORNEO granted a non-interest bearing loan to KIRANA, to pay KIRANA s Industrial Forest Reforestation Fund amounting to Rp 5,425,530,807 (Note 20). The loan has a term for five (5) years. On July 19, 2011, BORNEO entered into an agreement with PT Gerak Bangun Utama, a third party. This agreement has been made in a relation with BORNEO s mining activities in the area which Industrial Forest Concession Rights (HTI) is owned by other third party. This agreement is valid since the signing date of the agreement until BORNEO s mining activities in the area are completed. On October 5, 2011, BORNEO and PT Buana Karya Bhakti (BKB), a third party, signed a Plantation Land Usage Agreement for an area of hectares owned by BKB in North Batulaki for BORNEO s coal exploitation/mining acitivities for a period of four (4) years since October 5, 2011 and can be extended for one (1) year. In relation to this agreement, BORNEO pays compensation for the land used in 2011, guarantee for unused land area, and guarantee for infrastructure maintenance

307 and January 1, 2011/ Pada tanggal 5 Oktober 2011, BORNEO, mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Gagah Putera Satria (GPS), pihak ketiga, sehubungan dengan kegiatan penambangan BORNEO di areal lahan perkebunan milik BKB, uang jasa pengelolaan lahan dibayarkan oleh BORNEO kepada GPS berkisar antara US$ 1/ton sampai dengan US$ 4,75/ton berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam perjanjian. Perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani sampai dengan BORNEO selesai melakukan kegiatan penambangan di areal tersebut. On October 5, 2011, BORNEO, entered into a Cooperation Agreement with PT Gagah Putera Satria (GPS), a third party, relating to BORNEO s mining activities in BKB s plantation land area. Management fee paid by BORNEO to GPS ranges from US$ 1/ton up to US$ 4.75/ton based on the provision stated in the agreement. The agreement is valid since the signing date until BORNEO s mining activities in the area are completed. h. Perjanjian Jual Beli Batubara h. Coal Sale and Purchase Agreement Ringkasan perjanjian jual beli batubara yang penting adalah sebagai berikut: The summary of significant coal sale and purchase agreement is as follows: Penjual/ Pembeli/ Periode Perjanjian/ No. Seller Buyer Agreement Period 1. PT Andalan Satria Cemerlang, GEM 1 Mei Desember 2013/ pihak ketiga/third party May 1, December PT Intan Sari Prakarsa, GEM 27 Juni Juni 2013/ pihak ketiga/third party June 27, June PT Transindo Makmur Sejahtera, GEM 1 Juli Juni 2013/ pihak ketiga/third party July 1, June 30, PT Bara Global Energy, KIM, entitas anak/ a subsidiary 25 Agustus Januari 2013/ pihak ketiga/third party August 25, January 23, GEM dan entitas anak/ PT Purinusa Ekapersada dan entitas Sampai dengan 30 September 2015/ and subsidiaries anak (pihak berelasi)/ Up to September 30, 2015 and subsidiaries (related parties) 6. PT Barasentosa Lestari, GEM 16 April Juni 2013/ pihak ketiga/third party April 16, June 30, PT Berkat Satria Jaya BKES 1 November Cadangan pihak ketiga/third party batubara yang ditambang dan dijual dari area konsesi habis/ November 1, the coal reserve in the area is completely consumed 8. PT Mitra Kurnia Bartim/ BKES 10 Juni Juni 2014/ pihak ketiga/third party June 10, June 10, PT Persada Bangun Cemerlang Abadi BKES Sampai dengan cadangan batubara pihak ketiga/third party habis/until the coal reserve TS completely consumed

308 and January 1, 2011/ i. Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Jalan i. Road Management Cooperation Agreement BORNEO Pada tanggal 8 Juni 2007, BORNEO mengadakan Perjanjian Kerjasama Operasional Pengelolaan Jalan eks PT Alam Unda sepanjang 21 km di Kecamatan Satui, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dengan pihak ketiga. Perjanjian tersebut meliputi pengelolaan dan perawatan jalan, penyempurnaan jalan, pengendalian pemakaian jalan serta perawatan jalan untuk kepentingan pengangkutan hasil alam disekitar jalan. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 25 (dua puluh lima) tahun sejak tanggal perjanjian. Saldo jaminan sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 disajikan sebagai bagian dalam Aset tidak lancar lain-lain pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 16). Pada tanggal 26 November 2010, BORNEO menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemeliharaan Jalan Hauling Batubara dengan PT Tunas Inti Abadi (Tunas), pihak ketiga. Perjanjian tersebut meliputi perawatan jalan sehingga dapat dilintasi BORNEO. Perjanjian ini berlaku sampai tercapainya volume jumlah metrik ton atau untuk jangka waktu 5 tahun mana yang tercapai lebih dulu terhitung sejak ditandatanganinya berita acara dimulainya kegiatan sesuai perjanjian. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Pada tanggal 5 Mei 2011, BORNEO, menandatangani Perjanjian untuk Melintasi Jalan Hauling dengan PT Berlian Indo Bara (BERLIAN), pihak ketiga. BORNEO mengizinkan BERLIAN untuk melintasi jalan hauling dengan maksimum volume sebesar metrik ton per bulan atau 300 metrik ton per hari dan BERLIAN wajib membayar biaya pemeliharaan jalan hauling sebesar Rp per metrik ton. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal perjanjian ditandatangani sampai dengan 4 Mei Perjanjian ini tidak diperpanjang. BORNEO On June 8, 2007, BORNEO entered into a Road Maintenance Agreement ex PT Alam Unda covering a land road for 21 km at Kecamatan Satui, Kabupaten Kotabaru, South Kalimantan with third parties. The said agreement includes provision for continuous road management and maintenance, completion of road construction, control of road usage with respect to transportation of natural resources products along the road. This agreement is valid for twenty five (25) years from the agreement date. Balance of guarantee amounted to Rp 2,434,435,168 and Rp 2,282,880,879 as of, respectively, was presented as part of Other noncurrent assets in the consolidated statements of financial position (Note 16). On November 26, 2010, BORNEO entered into Maintenance Road for Coal Hauling Cooperation Agreement with PT Tunas Inti Abadi (Tunas), a third party. This agreement includes road maintenance so that BORNEO can pass by. This agreement is valid until total volume achieved 15,000,000 metric tons or for 5 years period, whichever comes first, starting the date the memorandum of activity was signed. Other terms and conditions are stated in the agreement. On May 5, 2011, BORNEO, entered into an Agreement to Pass Hauling Road with PT Berlian Indo Bara (BERLIAN), a third party. BORNEO allowed BERLIAN to pass by hauling road with maximum total volume of 10,000 metric tons per month or 300 metric tons per day and BERLIAN have to pay hauling road maintenance of Rp 5,000 per metric ton. This agreement is effective starting the date of this agreement was signed until May 4, This agreement was not extended

309 and January 1, 2011/ Pada tanggal 6 Oktober 2011, BORNEO, menandatangani Perjanjian Pengerasan, dan Pemeliharaan Jalan dengan PT Emhaindo Usaha Mandiri, pihak ketiga, di Batulaki Utara, Kalimantan Selatan, dengan nilai kontrak sebesar Rp Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Perjanjian berlaku sejak ditandatangani sampai dengan akhir September Perjanjian ini tidak diperpanjang. KIM Pada tanggal 9 Agustus 2011 (sebagaimana telah diubah dengan addendum tanggal 26 Oktober 2011 dan 20 April 2012), KIM dan entitas anak (KCP, BBU, BHBA, BNP dan TBBU) mengadakan Perjanjian Penggunaan dan Perawatan Jalan Akses untuk Kegiatan Pengangkutan Batubara dengan PT Wirakarya Sakti (WKS), pihak berelasi, pengelola kawasan HTI, serta PT Andalan Nusantara Sejahtera (ANS), pihak ketiga, perusahaan yang ditunjuk WKS untuk melakukan perawatan jalan akses sepanjang 126,61 km (Jalan Akses). WKS mengizinkan KIM dan entitas anak menggunakan Jalan Akses terhitung mulai 1 Agustus 2011 sampai selama KIM dan entitas anak melakukan kegiatan penambangan batubara dan selama izin Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) WKS masih berlaku, mana yang berakhir lebih dahulu. Selama jangka waktu penggunaan jalan akses, maka KIM dan entitas anak wajib membayar biaya perawatan kepada ANS sebesar US$1,3 per ton batubara. Berdasarkan Adendum tanggal 20 April 2012, mulai 1 Januari 2012, biaya perawatan dibayar kepada WKS. Berdasarkan adendum tanggal 7 Januari 2013, efektif per tanggal 1 Januari 2013, seluruh kewajiban dan hak KIM dan entitas anak dialihkan kepada GEM. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. On October 6, 2011, BORNEO, entered into a Road Upgrading, Pavement, and Maintenance Agreement with PT Emhaindo Usaha Mandiri, a third party, at North Batulaki, South Kalimantan, with contract value of Rp 39,860,000,000. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. This agreement is valid since the signing date of the agreement until end of September This agreement was not extended. KIM On August 9, 2011 (as amended by the addendum dated October 26, 2011 and April 20, 2012), KIM and its subsidiaries (KCP, BBU, BHBA, BNP, and TBBU) entered into a Use and Maintenance of Access Road for Coal Hauling Agreement with PT Wirakarya Sakti (WKS), a related party, management of an Industrial Forest Concession (HTI), and PT Andalan Nusantara Sejahtera (ANS), a third party. ANS has been appointed by WKS to conduct maintenance of access road of km (Access Road). WKS permits KIM and its subsidiaries to use the access road starting August 1, 2011 as long as KIM and its subsidiaries conduct coal mining activities and as long as WKS Industrial Forest Concession Rights (HPHTI) is still valid, whichever comes first. During the use of the access road, KIM and its subsidiaries have to pay maintenance fee to ANS amounting to US$1.3 per ton of coal. Other terms and conditions are stated in the agreement. Based on Addendum dated April 20, 2012, starting from January 1, 2012, the maintenance fee will be paid to WKS. Based on Addendum dated January 7, 2013, starting January 1, 2013 all obligation and right of KIM and its subsidiaries transferred to GEM. Other terms and conditions are stipulated in the agreement

310 and January 1, 2011/ Pada tanggal 7 Oktober 2011, KIM dan entitas anak (KCP, BBU, BHBA, BNP dan TBBU) mengadakan Perjanjian Penggunaan dan Perawatan Jalan Akses untuk Kegiatan Pengangkutan Batubara dengan WKS, pengelola kawasan HTI, serta ANS, perusahaan yang ditunjuk WKS untuk melakukan perawatan jalan akses sepanjang 102,59 Km. WKS mengijinkan KIM dan entitas anak menggunakan Jalan Akses terhitung sejak tanggal rencana penggunaan jalan akses sesuai surat pemberitahuan resmi tertulis dari KIM dan entitas anaknya kepada WKS, sampai selama KIM dan entitas anak melakukan kegiatan penambangan batubara dan selama HPHTI WKS masih berlaku, mana yang berakhir lebih dahulu. Selama jangka waktu penggunaan jalan akses, maka KIM dan entitas anak wajib menanggung dan membayar biaya perawatan setiap bulan yang ditanggung ANS ditambah 15% jumlah biaya perawatan, biaya perbaikan (jika ada), biaya penanganan dan kebersihan sehubungan dengan kegiatan penambangan KIM dan entitas anak sepanjang jalan akses (jika ada). Berdasarkan Adendum I tanggal 26 Oktober 2011, KIM dan entitas anak juga diharuskan untuk membayar jasa konsultasi teknis kepada ANS sebesar Rp setiap tahun dan melaksanakan perawatan dan keamanan jalan akses. Berdasarkan Adendum II tanggal 7 November 2011, selama penggunaan jalan akses, KIM dan entitas anak bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pemeiharaan jalan akses. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. j. Perjanjian Penambangan dan Pengangkutan Batubara GEM Pada tanggal 30 April 2010, GEM mengadakan Perjanjian Kerjasama Pengawasan Penambangan dengan PT Andalan Satria Cemerlang (ASC), pihak ketiga. Berdasarkan perjanjian, GEM berhak untuk mengawasi kegiatan penambangan yang dilakukan ASC di area tambang PT Tanjung Batang Asam dan memberikan bantuan kepada ASC (apabila diperlukan) agar ASC dapat memenuhi kewajiban kepada GEM berdasarkan perjanjian Jual Beli Batubara. On October 7, 2011, KIM and its subsidiaries (KCP, BBU, BHBA, BNP, and TBBU) entered into a Use and Maintenance of Access Road for Coal Hauling Agreement with WKS, management of an Industrial Forest Concession (HTI), and ANS. ANS has been appointed by WKS to conduct maintenance of access road of Km. WKS permits KIM and its subsidiaries to use the access road starting from the date of the access road from the intended date of usage of the access road as stated in the formal notice letter from KIM and its subsidiaries to WKS, as long as KIM and its subsidiaries conduct coal mining activities and as long as WKS Industrial Forest Concession Rifghts (HPHTI) is still valid, whichever comes first. During the use of the access road, KIM and its subsidiaries have to pay maintenance fee to ANS for monthly costs incurred by ANS plus 15% of the total maintenance costs, (if any) and handling and cleaning costs due to coal mining activities conducted by KIM and its subsidiaries along the access road (if any). Based on Addendum I dated October 26, 2011, KIM and its subsidiaries also have to pay technical consultant fee to ANS amounting to Rp 5,129,500,000 per year and conduct maintenance and security of the access road. Based on Addendum II dated November 7, 2011, during the use of the access road, KIM and its subsidiaries are fully responsible for all access road maintenance costs. Other terms and conditions are stated in the agreement. j. Coal Mining and Hauling Agreements GEM On April 30, 2010, GEM entered into a Mining Supervision Cooperation Agreement with PT Andalan Satria Cemerlang (ASC), a third party. Based on the agreement, GEM has the right to supervise mining activities conducted by ASC in PT Tanjung Batang Asam mining area and to provide assistance to ASC (if needed), so that ASC is able to meet its obligations to GEM based on Coal Sale and Purchase Agreement

311 and January 1, 2011/ Pada tanggal 8 Oktober 2012, GEM dengan PT Maritim Sinar Utama (MSU), pihak berelasi, menandatangani Perjanjian Pembongkaran dan Pengangkutan Batubara yang berlaku sampai dengan 30 September 2013 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. Berdasarkan Amandemen tanggal 11 Desember 2012, para pihak antara lain menyetujui untuk menunjuk PT Bina Sinar Amity (BSA), pihak berelasi, untuk melakukan pekerjaan pengangkutan batubara. BORNEO Pada tanggal 17 Oktober 2006, BORNEO, entitas anak, telah menandatangani Perjanjian Penambangan dan Pengangkutan Batubara dengan PT Saptaindra Sejati (SIS), pihak ketiga, untuk jangka waktu 5 (lima) tahun atau telah tercapainya produksi batubara sebanyak metrik ton, mana yang tercapai terlebih dahulu, kemudian Perjanjian untuk pertama kalinya telah diubah pada tanggal 14 Agustus 2009 untuk mengubah harga kontrak. Berdasarkan Amandemen kedua tanggal 19 Agustus 2009, kedua belah pihak sepakat antara lain untuk menambah proyek Batulaki dan meningkatkan kuantitas menjadi sebanyak metrik ton atau dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal Amandemen kedua pada tanggal 1 September 2009, mana yang tercapai lebih dulu. Berdasarkan Amandemen ketiga tanggal 1 September 2010, kedua belah pihak sepakat untuk mengubah harga yang berlaku di pit Batulaki. Berdasarkan Amandemen keempat tanggal 2 November 2010, kedua belah pihak sepakat untuk menambahkan harga sewa alat di Area Batulaki (untuk selanjutnya disebut Perjanjian ). Berdasarkan Amandemen kelima tanggal 31 Juli 2012, kedua belah pihak setuju untuk menyesuaikan Perjanjian dengan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dimana SIS hanya melakukan kegiatan pengupasan Tanah Penutup sebanyak bcm dan kegiatan hauling. Perjanjian akan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2014 atau telah tercapainya Kontrak BCM sebanyak bcm, mana yang tercapai terlebih dahulu. On October 8, 2012 GEM and PT Maritim Sinar Utama (MSU), a related party, entered into Discharging and Coal Transportation Agreement which is valid until September 30, 2013 and can be extended upon agreement of both parties. Pursuant to the Amendment dated December 11, 2012, the parties among others agreed to appoint PT Bina Sinar Amity (BSA), a related party, to conduct the coal transportation. BORNEO On October 17, 2006, BORNEO, a subsidiary, entered into a Coal Mining and Hauling Agreement with PT Saptaindra Sejati (SIS), a third party, which is valid for period of five (5) years or applies to 7,000,000 metric tons of coal, whichever comes first, then the Agreement has amend for the first time dated August 14, 2009 to change the price of the contract. Based on second Amendment dated August 19, 2009, both parties agreed, among others, to add Batulaki projects and to increase the quantity to 10,000,000 metric tons or within 5 (five) years since the commencement date of the second Amendment on September 1, 2009, whichever comes first. Based on the third Amendment dated September 1, 2010, both parties agreed to change the prices prevailing in Batulaki pit. Based on fourth Amendment dated November 2, 2010, both parties agreed to add equipment hire rate in Batulaki Area (hereinafter jointly referred to as the Contract ). Based on fifth Amendment dated July 31, 2012, both parties agreed to adjust Contract with the Law of the Republic of Indonesia No. 4 of 2009 on Mineral and Coal Mining, where SIS only undertake overburden removal total 28,000,000 bcm and hauling activity. The Contract shall be terminated on August 31, 2014 or upon the completion of Contract BCM of 28,000,000 bcm, whichever comes first

312 and January 1, 2011/ Pada tanggal 1 September 2010, BORNEO menandatangani Perjanjian Penambangan dan Pengangkutan Batubara dengan PT Wira Bhumi Sejati (WBS), pihak ketiga, sebagai kontraktor, untuk produksi metrik ton atau untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun, mana yang tercapai terlebih dahulu. Berdasarkan Amandemen Kesatu tanggal 28 Januari 2013, kedua belah pihak setuju untuk menyesuaikan Perjanjian dengan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dimana WBS melakukan kegiatan pemindahan Overburden sebanyak BCM dan kegiatan hauling. Perjanjian akan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2013 atau telah tercapainya Kontrak BCM sebanyak bcm, mana yang tercapai terlebih dahulu. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Pada tanggal 23 Februari 2012, BORNEO menandatangani Perjanjian Pekerjaan Jasa Pengupasan Tanah Penutup dan Pengangkutan Batubara dengan PT Saptaindra Sejati, pihak ketiga, sebagai kontraktor jasa pertambangan di Proyek Kusan untuk jangka waktu sampai dengan 31 Desember 2016 atau sampai dengan tanggal dimana kontraktor telah memenuhi kewajiban untuk melaksanakan Pengupasan Tanah Penutup sebanyak bcm dan pengangkutan batubara dari pit ke stockpile sebanyak ton dari Pit Tahap I dan Pengupasan Tanah Penutup sebanyak bcm dan pengangkutan batubara dari pit ke stockpile sebanyak ton dari area Pit Tahap II apabila sungai dapat dialihkan dan perijinan telah diperoleh BORNEO, mana yang tercapai terlebih dahulu. Pada tanggal 18 Maret 2011, BORNEO, menandatangani Perjanjian Coal Transhipment dengan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MITRABAHTERA), pihak ketiga. MITRABAHTERA memberikan jasa transhipment batubara dengan menggunakan Barge dari loading point (Bunati Jetty dan Abidin Jetty) di Satui, Kalimantan Selatan ke mother vessel dan syarat serta ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 1 April 2011 sampai dengan tanggal 31 Maret Berdasarkan Adendum I tanggal 6 Desember 2011, keduabelah pihak setuju untuk, antara lain, mengubah loading point ke Bunati Jetty dan jangka waktu perjanjian menjadi sejak 1 Januari 2012 sampai 31 Desember On September 1, 2010, BORNEO entered into a Coal Mining and Hauling Agreement with PT Wira Bhumi Sejati (WBS), a third party, as the contractor, for a production of 4,000,000 metric tons of coal or for a period of three (3) years, whichever comes first. Based on first Amendment dated January 28, 2013, both parties agreed to adjust Contract with the Law of the Republic of Indonesia No. 4 of 2009 on Mineral and Coal Mining. WBS shall undertake overburden removal activity of 2,950,000 bcm and hauling activity. The Contract shall be terminated on August 31, 2013 or upon the completion of Contract BCM of 2,950,000 bcm, whichever come first. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. On February 23, 2012, BORNEO, entered into a Overburden Removal and Coal Hauling Contract with PT Saptaindra Sejati, a third party, as a mining service contractor for Kusan Project for a period until December 31, 2016 or the date on which the contractor has fulfilled the obligation to carry out Overburden Removal of 47,550,000 bcm and Coal Hauling from Pit to Stockpile of 17,370,000 tons from Pit Phase I and Overburden Removal of 12,320,100 bcm and Coal Hauling from Pit to Stockpile of 3,070,000 tons from Pit Phase II when the river can be diverted and licensing acquired by BORNEO, whichever comes first. On March 18, 2011, BORNEO, entered into Coal Transhipment Agreement with PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MITRABAHTERA), a third party, wherein MITRABAHTERA provides coal transhipment service using barge from loading point (Bunati Jetty and Abidin Jetty) in Satui, South Kalimantan to mother vessel. Other terms and conditions are stipulated in the agreement, which is valid since April 1, 2011 until March 31, Based on Addendum I dated December 6, 2011, both parties agreed to change, among others, loading point to Bunati Jetty and the term of the agreement will be commencing from January 1, 2012 until December 31,

313 and January 1, 2011/ Pada tanggal 6 Desember 2011, BORNEO, menandatangani Perjanjian Coal Transhipment dengan MITRABAHTERA. MITRABAHTERA memberikan jasa transhipment batubara dengan menggunakan Barge dari loading point (Abidin Jetty) di Satui, Kalimantan Selatan ke mother vessel dan syarat serta ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2012 sampai dengan tanggal 31 Desember KIM Pada tanggal 1 Februari 2010, KIM, entitas anak, mengadakan kontrak jasa penambangan dengan PT Inti Bara Nusalima (IBN), pihak ketiga. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Januari 2010 sampai dengan 30 April 2015 atau sampai tercapainya jumlah produksi sebesar metrik ton batubara yang dikirim ke stockpile, mana yang lebih dahulu terjadi. Berdasarkan Adendum tanggal 2 November 2010, KIM telah memberikan uang muka untuk pelaksanaan pekerjaan yang akan diperhitungkan dengan tagihan jasa penambangan. Berdasarkan Addendum Kedua Kontrak Jasa Penambangan tanggal 13 Mei 2011, keduabelah pihak sepakat antara lain menambah jumlah-jumlah produksi batubara dari semula sebesar metrik ton menjadi metrik ton. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Saldo uang muka pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp (setara US$ ) disajikan sebagai bagian dari Uang muka jasa penambangan. Pada tanggal 29 Februari 2012, kedua belah pihak menandatangani pengakhiran kontrak jasa Penambangan yang antara lain mengatur mengenai pembayaran kompensasi pengakhiran dan pengembalian uang muka pelaksanaan pekerjaan. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal penandatanganan tersebut. Pada tanggal 1 Maret 2012, KIM mengadakan kontrak Jasa Penambangan dengan PT Artamulia Tatapratama, pihak ketiga, untuk jangka waktu sampai dengan selesainya kegiatan penambangan dan reklamasi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Pada tanggal 31 Desember 2012, uang muka sebesar Rp (setara US$ ) dicatat sebagai bagian Uang muka. On December 6, 2011, BORNEO entered into Coal Transhipment Agreement with MITRABAHTERA, wherein MITRABAHTERA provides coal transhipment service using barge from loading point (Abidin Jetty) in Satui, South Kalimantan to mother vessel. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. The agreement is valid from January 1, 2012 until December 31, KIM On February 1, 2010, KIM, a subsidiary, entered into a Coal Mining Agreement with PT Inti Bara Nusalima (IBN), a third party. The agreement is valid starting January 1, 2010 until April 30, 2015 or up to production of 2,980,000 metric tons of coal transported to stockpile, whichever comes first. Based on Addendum dated November 2, 2010, KIM has given advances for the work which will be calculated with the mining service charge by IBN. Based on Second Addendum to the Coal Mining Agreement dated May 13, 2011, both parties agreed to, among others, increase total coal production from 2,980,000 metric tons to 7,500,000 metric tons. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. As of December 31, 2011, advances amounted to Rp 21,344,129,688 (equivalent to US$ 2,353,786), was presented as part of Advances - mining service fee. On February 29, 2012, both parties entered into Coal Mining Termination Agreement, which among others, relating to payment as termination compensation and refund of advances for the work. This agreement is effective from the date of the agreement. On March 1, 2012, KIM entered into a coal Mining Agreement with PT Artamulia Tatapratama, a third party, which shall be valid until the end of the mining and reclamation activities. Other terms and conditions are stipulated in the Agreement. As of December 31, 2012, advance amounted to Rp (equivalent to US$ 421,187) was recorded as part of Advances

314 and January 1, 2011/ TKS Pada tanggal 9 Desember 2009, TKS, entitas anak, mengadakan kontrak penambangan dengan PT Trinity Mine Resources, pihak ketiga. Jangka waktu kontrak adalah 5 (lima) tahun sejak dimulainya pekerjaan sesuai Surat Perintah Kerja atau sampai tercapainya jumlah produksi sebesar metrik ton, mana yang lebih dahulu terjadi. Berdasarkan adendum terakhir tanggal 24 Oktober 2011, kedua belah pihak sepakat untuk mengubah ketentuan Satuan Nilai Jasa Penambangan dari single rate menjadi double rate dengan perhitungan harga penyesuaian sesuai harga BBM solar industri di Depo Banjarmasin. TKS telah memberikan uang muka untuk pelaksanaan pekerjaan yang akan diperhitungkan dengan tagihan jasa penambangan. Saldo uang muka pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp (setara US$ ) dan Rp (setara US$ ) disajikan sebagai bagian dari Uang muka. BHBA Pada tanggal 23 Februari 2010, BHBA, entitas anak, mengadakan kontrak jasa penambangan dengan PT Artamulia Tatapratama, pihak ketiga, yang berlaku terhitung sejak tanggal 1 Maret 2010 sampai dengan 1 Maret 2015 atau sampai habisnya cadangan batubara di area penambangan, mana yang lebih dulu terjadi. Perjanjian tersebut telah diubah berdasarkan addendum tanggal 2 November 2010 tentang uang muka yang telah dibayar. Pada tanggal 31 Desember 2011, saldo uang muka sebesar Rp (setara US$ ) dicatat sebagai bagian dari Uang muka. Berdasarkan addendum tanggal 1 Maret 2012, kedua belah pihak sepakat untuk mengubah ruang lingkup pekerjaan, harga kontrak, sanksi serta tata cara pembayaran. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. TKS On December 9, 2009, TKS, a subsidiary, entered into Coal Mining Agreement with PT Trinity Mine Resources, a third party. The term of the contract is five (5) years starting at the time the work begins based on Work Instruction Letter or up to production of 1,800,000 metric tons, whichever comes first. Based on the latest addendum dated October 24, 2011, both parties agreed to change the basis of mining service fee from single rate to double rate using the adjusted industrial gasoline Banjarmasin depot. TKS has given an advance for the work which will be rekoned with the mining service. As of, advances amounting to Rp 16,347,284,241 (equivalent to US$ 1,690,515) and Rp 15,462,804,607 (equivalent to US$ 1,705,206), respectively, was recorded as part of Advances. BHBA On February 23, 2010, BHBA, a subsidiary, entered into a Coal Mining Agreement with PT Artamulia Tatapratama, a third party, which is valid from March 1, 2010 until March 1, 2015 or until the coal reserve in the area is completely consumed, whichever comes first. The agreement was amended based on addendum dated November 2, 2010 regarding the paid advance. As of December 31, 2011, advance amounted to Rp 83,468,096,307 (equivalent to US$ 9,204,686) was recorded as part of Advance. Based on Addendum dated March 1, 2012, both parties agreed to amend the scope of work, printing, penalty and payment system. Other terms and conditions are stipulated in the agreement

315 and January 1, 2011/ TBBU Pada tanggal 3 Mei 2011, TBBU, entitas anak, menandatangani kontrak jasa penambangan dengan PT Artamulia Tatapratama untuk jangka waktu sejak 1 Februari 2011 sampai dengan 1 Maret 2015 atau sampai tercapainya produksi ton cadangan batubara, mana yang lebih dulu terjadi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Berdasarkan Adendum tanggal 4 Juli 2011, kedua belah pihak sepakat untuk menambah peralatan kontraktor sebagaimana tercantum dalam addendum tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2011, uang muka sebesar Rp (ekuivalen sebesar US$ ) dicatat sebagai bagian Uang muka. Berdasarkan Adendum tanggal 1 Maret 2012, kedua belah pihak sepakat untuk mengubah ruang lingkup pekerjaan, harga kontrak, sanksi serta tata cara pembayaran syarat dan ketentuan diakur dalam perjanjian. KCP Pada tanggal 14 Juni 2011, KCP, entitas anak, mengadakan kontrak jasa penambangan dengan PT Inti Bara Nusalima (IBN), pihak ketiga, untuk jangka waktu sejak tanggal 1 Februari 2011 sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 atau sampai tercapainya jumlah produksi sebesar metrik ton batubara yang dikirim ke stockpile, mana yang lebih dulu terjadi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Berdasarkan Adendum tanggal 4 Juli 2011, kedua belah pihak sepakat untuk menambah ketentuan mengenai peralatan kontraktor sebagaimana tercantum dalam adendum tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2011, uang muka sebesar Rp (ekuivalen sebesar US$ ) dicatat sebagai bagian Uang muka. Pada tanggal 29 Februari 2012, keduabelah pihak menandatangani Pengakhiran Kontrak Jasa Penambangan yang antara lain mengatur mengenai pembayaran kompensasi pengakhiran dan pengembalian uang muka pelaksanaan pekerjaan. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal penandatangan tersebut. TBBU On May 3, 2011, TBBU, a subsidiary, entered into mining service contract with PT Artamulia Tatapratama for a period starting from February 1, 2011 until March 1, 2015 or up to production volume of 10,000,000 tons coal reserve, whichever comes first. Other terms and conditions are stated in the agreement. Based on Addendum dated July 4, 2011, both parties agreed to add provision on contractor equipment as stated in the addendum. As of December 31, 2011, advance amounted to Rp 600,725,818 (equivalent to US$ 66,247) was recorded as part of Advances. Based on Addendum dated March 1, 2012, both parties agreed to amend the scope of work, pricing, penalty and payment system. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. KCP On June 14, 2011, KCP, a subsidiary, entered into mining service contract with PT Inti Bara Nusalima (IBN), a third party, for a period starting from February 1, 2011 until December 31, 2015 or up to production of 4,000,000 metric tons coal hauled to the stockpile, whichever comes first. Other terms and conditions are stated in the agreement. Based on Addendum dated July 4, 2011, both parties agreed to add provision on contractor equipment as stated in the addendum. As of December 31, 2011, advance amounted to Rp 10,263,897,516 (equivalent to US$ 1,131,881) was recorded as part of Advances. On February 29, 2012, both parties entered into Coal Mining Termination Agreement, which among others, stated terms on payment of termination compensation and refund of advances of the work. This agreement is effective from the signing date of the agreement

316 and January 1, 2011/ Pada tanggal 1 Maret 2012, KCP mengadakan Kontrak Jasa Penambangan dengan PT Artamulia Tatapratama, pihak ketiga, untuk jangka waktu sampai dengan selesainya kegiatan penambangan dan reklamasi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. BNP Pada tanggal 9 Agustus 2012, BNP menandatangani kontrak jasa penambangan dengan PT Artamulia Tatapratama untuk jangka waktu sejak tanggal 1 Maret 2012 sampai dengan selesainya kegiatan penambangan dan reklamasi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur di dalam perjanjian. On March 1, 2012, KCP entered into a Coal Mining Agreement with PT Artamulia Tatapratama, a third party, which shall be valid until the end of the mining and reclamation activities. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. BNP On August 9, 2012, BNP entered into a Coal Mining Agreement with PT Artamulia Tatapratama for the period since March 1, 2012 until the end of the mining and reclamation activities. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. k. Ekspor Batubara k. Coal Export Pada tanggal 25 Maret 2009, BORNEO, entitas anak, menerima Salinan Surat Paksa No. SP-1435/PUPNC.10/2008 dari Panitia Urusan Piutang Negara cabang DKI Jakarta sebesar Rp Sehubungan dengan hal tersebut pada tanggal 2 April 2009, BORNEO mengajukan Surat Tanggapan dan Penjelasan kepada Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara Jakarta V. Menurut BORNEO, jumlah Piutang Negara tersebut berasal dari Pungutan Ekspor Batubara sebagaimana diatur dalam PMK No. 95/PMK.02/2005 dan No. 131/PMK.10/2005, yang telah dinyatakan batal oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam Putusannya No. 07P/HUM/2006 tanggal 21 Juli Berdasarkan Surat Tugas No. ST-208/D101/I/2011 tanggal 7 Maret 2011, Direktorat Pengawasan Fiskal dan Investasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan melaksanakan pemeriksaan atas pemenuhan kewajiban pungutan ekspor BORNEO untuk periode 11 Oktober 2005 sampai dengan 12 September Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, proses pemeriksaan masih berlangsung. On March 25, 2009, BORNEO received a copy of Distress Warrant No. SP-1435/PUPNC.10/2008 from the Committee for State Claim Affair Jakarta branch amounting to Rp 5,071,289,634. In this regard, BORNEO has responded to the State Receivable and Auction Service Office Jakarta V on April 2, As represented by BORNEO, such receivables pertain to Coal Export Levy in accordance with PMK No. 95/PMK.02/2005 and No. 131/PMK.10/2005, which have been cancelled by the Supreme Court of the Republic Indonesia in its Decision No. 07P/HUM/2006 dated July 21, Based on letter No. ST-208/D101/I/2011 dated March 7, 2011, the Directorate of Fiscal and Investment Monitoring, Monitoring Unit of Finance and Development conducted an audit on BORNEO s export tax levy for a period since October 11, 2005 until September 12, Until the date of the completion of the consolidated financial statements, the audit process is still in progress

317 and January 1, 2011/ l. Jaminan Reklamasi l. Reclamation Guarantee Pada tanggal 23 Maret 2009, BORNEO menerima surat dari Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi No. 1046/87/DJB/2009, yang menetapkan Jaminan Reklamasi BORNEO sejumlah Rp untuk 5 (lima) tahun sejak tahun 2009 sampai dengan Pada tanggal 21 Juni 2012, BORNEO menerima surat dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara No. 2086/37.06/DJB/2012, yang mengubah Jaminan Reklamasi BORNEO menjadi sebesar Rp dan Rp masing-masing untuk tahun 2012 dan Kemudian berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara No. 3430/37.07/DJB/2012 tanggal 10 Oktober 2012, BORNEO diminta untuk memperpanjang sisa Jaminan Reklamasi tahun 2009 sebesar Rp , Jaminan Reklamasi tahun 2010 sebesar Rp dan Jaminan Reklamasi tahun 2011 sebesar Rp , ketiganya untuk periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Mei Sehubungan dengan hal tersebut BORNEO telah menempatkan deposito berjangka pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp (setara US$ ) dan Rp (setara US$ ) pada tahun 2012 dan 2011, sebagai jaminan reklamasi dan dicatat sebagai bagian dari Aset lain-lain - Dana yang dibatasi pencairannya pada laporan posisi keuangan konsolidasian. On March 23, 2009, BORNEO received a letter from the Directorate General of Mineral, Coal and Geothermal No. 1046/87/DJB/2009, stating that BORNEO s Reclamation Guarantee amounting to Rp 3,625,704,666 can be in the form of insurance for five (5) years from 2009 until On June 21, 2012, BORNEO received a letter from the Directorate General of Mineral and Coal No. 2086/37.06/DJB/2012, which amend BORNEO s Reclamation Guarantee to be Rp 4,521,899,000 and Rp 5,274,116,000 for 2012 and 2013, respectively. Furthermore, based on Letter No. 3430/37.07/DJB/2012 dated October 10, 2012, BORNEO was required to extend the remaining of Reclamation Guarantee for 2009 amounting to Rp 42,832,260, Reclamation Guarantee for 2010 amounting to Rp 264,744,050 and Reclamation Guarantee for 2011 amounting to Rp 810,600,760, all for the period from January 1, 2012 until May 31, As such, BORNEO has placed time deposits at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounting to Rp 5,640,076,010 (equivalent to US$ 583,255) and Rp 1,828,740,245 (equivalent to US$ 201,670), as of 2012 and 2011 as a reclamation guarantee which is included as part of Other assets - Restricted funds in the consolidated statement of financial position. m. Perjanjian Jasa Pelabuhan m. Port Service Agreement GEM Pada tanggal 1 Juli 2011, GEM menandatangani Perjanjian Jasa Penggunaan Dermaga dan Fasilitas Pengapalan Pelabuhan Telang Baru dengan PT Aman Kokoh Mandiri (AKM), pihak ketiga, dimana GEM akan menyewa dermaga dan fasilitas pengapalan pelabuhan dari AKM di pelabuhan PT Gunung Emas Abadi, di Telang Baru, Kalimantan Tengah. Perjanjian berlaku sejak 1 Juli 2011 sampai dengan 30 Juni Syarat dan ketentuan lain diatur dalam perjanjian. GEM On July 1, 2011, GEM entered into an Agreement of Dock Service Usage and Shipping Facilities of Telang Baru Port with PT Aman Kokoh Mandiri (AKM), a third party, wherein GEM shall rent dock and port shipping facilities from AKM at PT Gunung Emas Abadi Port, in Telang Baru, Central Kalimantan. This agreement is valid from July 1, 2011 until June 30, Other terms and conditions are stipulated in the agreement

318 and January 1, 2011/ BORNEO Pada tanggal 20 September 2007, BORNEO menandatangani Surat Perjanjian Penyerahan Penggunaan Bagian Perairan Pelabuhan Kotabaru dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Kotabaru (Pelindo III), pihak ketiga, dimana Pelindo III menyerahkan kepada BORNEO penggunaan bagian perairan pelabuhan seluas ± m2 yang terletak di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan untuk mendirikan dermaga untuk kepentingan sendiri. Perjanjian berlaku sejak 1 Juli 2007 sampai dengan 30 Juni Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Pada tanggal 9 Agustus 2010, BORNEO mengadakan Perjanjian Jasa Pelabuhan dengan PT Tunas Inti Abadi (TUNAS), pihak ketiga. Perjanjian tersebut meliputi jasa Pelabuhan yang diberikan oleh BORNEO untuk keperluan pemuatan dan pengangkutan batubara milik TUNAS dengan harga, syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal perjanjian dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu dan syarat-syarat yang disetujui kedua belah pihak. Perjanjian ini tidak diperpanjang. Pada tanggal 24 September 2007, BORNEO menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama Pelayanan Jasa Kepelabuhanan Pada Dermaga BORNEO, dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Kotabaru (Pelindo III), pihak ketiga. Perjanjian ini mengatur penyelenggaraan pelayanan jasa kepelabuhanan yang dilaksanakan untuk kegiatan di dermaga dan fasilitas-fasilitas pelabuhan milik BORNEO di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Juli 2007 sampai dengan 30 Juni 2017 dan dapat diperpanjang atas kesepakatan keduabelah pihak. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. BORNEO On September 20, 2007, BORNEO signed Letter of Delivery to Use Port Kotabaru Water Area with PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Kotabaru Branch (Pelindo III), a third party, wherein Pelindo III handed over the utilization of ±200,000 square meters port water area located in Bunati Village, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan, to BORNEO to build dock for its private use. The agreement is valid starting July 1, 2007 until June 30, Other terms and conditions are stipulated in the agreement. On August 9, 2010, BORNEO entered into a Port Services Agreement with PT Tunas Inti Abadi (TUNAS), a third party. The said agreement includes port services rendered by BORNEO for loading and hauling of TUNAS s coal, with price, terms and conditions as set forth in the agreement. This agreement is valid for one (1) year from the agreement date and can be extended for terms and conditions as agreed by both parties. This agreement was not extended. On September 24, 2007, BORNEO signed Letter of Cooperation Agreement for Port Service at BORNEO Dock with PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Kotabaru Branch (Pelindo III), a third party. The agreement stipulates port service activities conducted in dock and BORNEO port facilities in Bunati Village, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan. The agreement is valid starting July 1, 2007 until June 30, 2017 and can be extended upon agreement of both parties. Other terms and conditions are stipulated in the agreement

319 and January 1, 2011/ Pada tanggal 18 Juli 2011, BORNEO mengadakan Perjanjian Penggunaan Jasa Pelabuhan dengan PT Transindo Makmur Sejahtera (TRANSINDO), pihak ketiga. Perjanjian tersebut meliputi penggunaan jasa pelabuhan BORNEO untuk keperluan pemuatan batubara milik TRANSINDO dengan harga, syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal perjanjian dan dapat di perpanjang berdasarkan kesepakatan bersama keduabelah pihak. Perjanjian ini tidak diperpanjang. Pendapatan jasa pelabuhan yang diterima BORNEO untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 meliputi sewa pemakaian mesin loading conveyor dan crashing plant masing-masing sebesar Rp (setara US$ ) dan Rp (setara US$ ) yang disajikan sebagai Penghasilan jasa pelabuhan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pada tanggal 9 Agustus 2010, BORNEO menandatangani Perjanjian Jasa Operator Pelabuhan pada Pelabuhan Bunati dengan PT Bangun Arta Hutama (BAH), dimana BORNEO menunjuk BAH sebagai operator pelabuhan untuk melakukan kegiatan operasional di pelabuhan BORNEO, antara lain melakukan pengoperasian crushing plant dan stockpile management termasuk pemeliharaan dan perbaikan alat tersebut di areal pelabuhan (Pekerjaan 1) dan membangun satu (1) set fasilitas loading conveyor tambahan dan pemuatan batubara termasuk pemeliharaan dan perbaikan alat dan fasilitas tersebut (Pekerjaan 2). Rincian kegiatan dan syarat-syarat lainnya diatur dalam perjanjian. Perjanjian Pekerjaan 1 berlaku selama tiga (3) tahun setelah masa percobaan selama enam (6) bulan terhitung sejak 9 Agustus 2010 dan untuk Pekerjaan 2 berlaku selama satu (1) tahun sejak 9 November On July 18, 2011, BORNEO entered into a Port Service Agreement with PT Transindo Makmur Sejahtera (TRANSINDO), a third party. This agreement includes the use of BORNEO s port service for TRANSINDO s coal loading, with price, terms and conditions stated in the agreement. This agreement is valid for one (1) year since the date of the agreement and can be extended based on agreement of both parties. This agreement was not extended. Income from port service received by BORNEO in 2012 and 2011 include rental using loading conveyor and crushing plant amounting to Rp 7,408,128,700 (equivalent to US$ 795,314) and Rp 47,918,439,572 (equivalent to US$ 5,510,043), was presented as Port income in the consolidated statements of comprehensive income. On August 9, 2010, BORNEO entered into Port Service Operator at BUNATI Port Agreement with PT Bangun Arta Hutama (BAH), wherein BORNEO appointed BAH as a port operator to conduct operational activities in BORNEO port, among others, to operate crushing plant and stockpile management including repair and maintenance of those equipment in the port area (Work 1) and to build one (1) set of loading conveyor facility and coal loading including repair and maintenance of such equipment and facility (Work 2). Details and other prerequisites are stipulated in the agreement. For Work 1, the agreement is valid for three (3) years after six (6) months trial period starting August 9, 2010 and for Work 2 the agreement is valid for one (1) year since November 9,

320 and January 1, 2011/ n. Perjanjian Pengelolaan Stockpile dan Stevedoring Pada tanggal 6 September 2010, TKS, entitas anak, menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Pengelolaan stockpile dan stevedoring dengan PT Kencana Andalan Bersama (KAB), pihak ketiga, yang berlaku sampai dengan tanggal 30 September Berdasarkan Adendum I dan II masingmasing tertanggal 20 September 2010 dan 29 Desember 2010, TKS telah memberikan uang muka untuk pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp yang akan diperhitungkan dengan tagihan KAB kepada TKS atau TKS berhak meminta KAB untuk melakukan pembayaran kembali kepada TKS atas uang muka tersebut. Berdasarkan Adendum III tertanggal 19 Agustus 2011, kedua belah pihak sepakat untuk mengubah nilai uang muka yang akan dibayarkan menjadi sebesar Rp Berdasarkan Adendum IV tanggal 28 September 2012, jangka waktu perjanjian diperpanjang sampai dengan 30 September Uang muka tersebut disajikan sebagai bagian dari Aset tidak lancar lain-lain pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 16). n. Stockpile and Stevedoring Management Agreement On September 6, 2010, TKS, a subsidiary, entered into Stockpile and Stevedoring Management Agreement with PT Kencana Andalan Bersama (KAB), a third party, which shall be valid until September 30, Based on Addendum I and II each dated September 20, 2010 and December 29, 2010, respectively, TKS has given an advance payment amounting to Rp 2,135,000,000 which will be reckoned with KAB invoice to TKS or TKS has the right to require KAB to return the advance. Based on Addendum III dated August 19, 2011, both parties agreed to change the advance payment amount into Rp 2,000,000,000. Based on Addendum IV dated September 28, 2012, the agreement was extended until September 30, The advance was presented as part of Other Noncurrent Assets in the consolidated statements of financial position (Note 16). o. Perjanjian Pembangunan Infrastruktur o. Infrastructure Development Agreement DSSP Pada tanggal 11 Februari 2012, DSSP, anak perusahaan (sebagai pembeli) menandatangani Equipment Supply Contract dengan China National Electric Engineering Co., Ltd. (CNEEC) (sebagai penjual) dengan nilai kontrak sebesar US$ Mesin-mesin tersebut digunakan untuk proyek pembangunan dua (2) unit pembangkit listrik dengan kapasitas masingmasing 150 MW, yang terletak di Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Proyek). Pada tanggal 11 Februari 2012, DSSP, anak perusahaan (sebagai Pemilik) menandatangani Design Engineering Construction Contract dengan Harbin Power System Engineering & Research Institute Co., Ltd. (HPI) (sebagai kontraktor) dengan nilai kontrak sebesar US$ Dalam kontrak ini, HPI akan melakukan desain, teknik, menginstal dan membangun sehubungan dengan Proyek. DSSP On Febuary 11, 2012, DSSP, a subsidiary (as buyer) signed Equipment Supply Contract with China National Electric Engineering Co., Ltd. (CNEEC) (as seller) with contract prices amounting to US$ 208,380,392. The machineries will be used for construction project of two (2) units Coal fired power plant with a capacity of 150 MW each located Bayung Lencir, Musi Banyuasin, South Sumatera (Project). On February 11, 2012, DSSP, a subsidiary (as Owner) signed Design Engineering Construction Contract with Harbin Power System Engineering & Research Institute Co., Ltd. (HPI) (as contractor) with contract prices amounting to US$ 89,305,882. Under this contact, HPI shall perform design, engineering, install and construct in respect of the Project

321 and January 1, 2011/ BORNEO 11 Mei 2011, BORNEO, entitas anak, menandatangani Perjanjian Kerja dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, pihak ketiga, untuk pembangunan underpass di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan nilai pekerjaan Rp Berdasarkan Adendum I tanggal 19 September 2011 dan Adendum II tanggal 27 Oktober 2011, keduabelah pihak setuju mengubah jangka waktu perjanjian menjadi sampai dengan 15 Desember 2011 dan nilai pekerjaan menjadi Rp Pekerjaan ini sudah selesai dan perjanjian ini tidak diperpanjang. Pada tanggal 6 Januari 2012, BORNEO, anak perusahaan, mengadakan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) New Line Loading Conveyor Agreement dengan PT Bangun Arta Hutama, pihak ketiga, untuk pembangunan lajur loading conveyor baru di port Bunati, Kecamatan Angsana, Kalimantan Selatan dengan nilai kontrak sebesar Rp Perjanjian ini berlaku sampai 13 November Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. BORNEO BORNEO, a subsidiary, entered into a Work Agreement with PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, a third party, to construct underpass in Desa Mekar Jaya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan, value of the contract is Rp 12,683,181,818. Based on Addendum I dated September 19, 2011 and Addendum II dated October 27, 2011, both parties agreed to change the term of the agreement until December 15, 2011 and the contract value amounting to Rp 13,257,802,386. This construction work has been completed and the agreement was not extended. On January 6, 2012, BORNEO, a subsidiary, entered into an Engineering, Procurement, and Construction (EPC) New Line Loading Conveyor Agreement with PT Bangun Arta Hutama, a third party, to build new line loading conveyor at Bunati Port, Kecamatan Angsana, South Kalimantan, with contract value of Rp 71,750,000,000. This agreement is valid until November 13, Other terms and conditions are stipulated in the agreement. p. Perjanjian Sewa p. Rent Agreement BORNEO Pada tanggal 25 April 2007, BORNEO menandatangani Perjanjian Kerjasama Sewa Alat Berat dan Jasa Pemuatan Batubara dengan CV Bangun Arta (BA), pihak ketiga, dengan Adendum tertanggal 9 Desember 2008, dimana BORNEO menyewa alat crusher dan conveyor milik BA serta menggunakan jasa BA untuk melakukan pemuatan batubara. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Mei 2007 sampai dengan 30 April 2012, atau apabila jumlah pemuatan batubara telah mencapai metrik ton, dan dapat diperpanjang atas kesepakatan keduabelah pihak. Berdasarkan Adendum II tanggal 19 Januari 2012, perjanjian telah diperpanjang sampai 30 April Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. BORNEO On April 25, 2007, BORNEO entered into Cooperation Agreement for Heavy Equipment Rental and Coal Loading with CV Bangun Arta (BA), a third party, with Addendum dated December 9, 2008, wherein BORNEO rents crusher and conveyor owned by BA and uses loading service provided by BA. This agreement is valid starting May 1, 2007 until April 30, 2012, or up to minimum 3,000,000 metric tons coal loaded, and can be extended upon agreement of both parties. Based on Addendum II dated January 19, 2012, the agreement has been extended until April 30, Other terms and conditions are stipulated in the agreement

322 and January 1, 2011/ Pada tanggal 23 Februari 2012, BORNEO, menandatangani Perjanjian Sewa Alat dengan PT Saptaindra Sejati (SIS), pihak ketiga. BORNEO menyewa peralatan dari SIS untuk melakukan kegiatan pertambangan yang secara khusus tidak dilakukan oleh perusahaan jasa pertambangan di Proyek Kusan. Pada tanggal 31 Juli 2012, BORNEO, menandatangani Perjanjian Sewa Alat dengan SIS, pihak ketiga. BORNEO menyewa peralatan dari SIS untuk melakukan kegiatan pertambangan yang secara khusus tidak dilakukan oleh perusahaan jasa pertambangan di Proyek Batulaki. Pada tanggal 10 November 2009 dan 11 Agustus 2010, PT Royal Oriental (RO - pihak yang menyewakan), pihak berelasi, menandatangani perjanjian sewa menyewa ruang kantor masing-masing dengan BORNEO dan KIM, (penyewa), entitas anak. Perjanjian sewa berlaku masing-masing selama tiga (3) tahun sejak tanggal perjanjian. Pada tanggal 10 Agustus 2012, KIM mengakhiri perjanjian sewa. Pada tanggal 1 November 2012, BORNEO memperpanjang perjanjian sewa selama tiga (3) tahun. KIM Pada tanggal 2 Desember 2011, RO (sebagai pihak yang menyewakan) menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa Basement dengan KIM, entitas anak. Perjanjian sewa berlaku selama tiga (3) tahun sejak 5 Desember GEM Pada tanggal 23 Mei 2012 dan 27 Agustus 2012, RO (sebagai pihak yang menyewakan) menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa ruang kantor dengan GEM. Perjanjian sewa berlaku selama tiga (3) tahun masing-masing sejak 15 Juni 2012 dan 2 September On February 23, 2012, BORNEO, entered into a Rental Agreement with PT Saptaindra Sejati (SIS), a third party. BORNEO rent the equipment from SIS to conduct mining activitiy specifically that is not implemented by mining service company in Kusan Project. On July 31, 2012, BORNEO, entered into a Rental Agreement with SIS, a third party. BORNEO rent the equipment from SIS to conduct mining activitiy specifically that is not implemented by mining service company in Batulaki Project. On November 10, 2009 and August 11, 2010, PT Royal Oriental (RO - as a lessor), a related party, entered into an office space rental with BORNEO and KIM, subsidiaries, respectively, (as lessee). The agreement is valid for three (3) years, from the date of the agreement. As of August 10, 2012, KIM has terminated the agreement. As of November 1, 2012, BORNEO extended the agreement for three (3) years. KIM On December 2, 2011, RO (as a lessor) entered into a Basement Space Rental Agreement with KIM, a subsidiary. The agreement is valid for three (3) years from December 5, GEM On May 23, 2012 and August 27, 2012, RO (as a lessor) entered into an office Space Rental with the Company. The agreement is valid for three (3) years from June 15, 2012 and September 2, 2012, respectively

323 and January 1, 2011/ Perusahaan Perusahaan (sebagai lessor) mengadakan perjanjian dengan beberapa perusahaan operator telepon seluler sehubungan dengan kegiatan sewa menyewa infrastruktur telekomunikasi dengan jangka waktu antara lima (5) sampai dengan dua belas (12) tahun. Pada tanggal 11 September 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian sewa dengan PT Royal Oriental, pihak berelasi. Masa sewa adalah selama 2 tahun terhitung sejak 11 Agustus 2009 sampai dengan 10 Agustus 2011 dengan opsi tiga (3) tahun. Perjanjian sewa ini telah diperpanjang sampai dengan 10 Februari Beban sewa disajikan sebagai bagian dari Beban umum dan administrasi (Catatan 36) dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. The Company The Company (as a lessor) has entered into agreements with certain cell phone operator companies in relation to lease of telecommunication infrastructures with terms ranging from five (5) to twelve (12) years. On September 11, 2009, the Company signed a rental agreement with PT Royal Oriental, a related party. The agreement is valid from August 11, 2009 up to August 10, 2011 with the renewal option of three (3) years. The agreement has been extended on up to February 10, The rent expense was presented as part of the General and administrative expenses (Note 36) in the consolidated statements of comprehensive income. q. Perjanjian Pinjaman BKES q. Loan Agreement BKES Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 9 Mei 2011, BKES memberikan fasilitas pinjaman kepada PT Transindo Makmur Sejahtera (TMS) untuk kebutuhan pengembangan usaha pengangkutan batubara sebesar US$ dan dikenakan bunga 8% per tahun. Jangka waktu pinjaman sampai dengan 31 Mei 2012 dan dapat diperpanjang atau diubah berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak. Berdasarkan Adendum tanggal 1 Juni 2012 jangka waktu pinjaman diperpanjang hingga 31 Mei Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo piutang sebesar US$ dan US$ Pada tanggal 24 Januari 2012, BKES, entitas anak, menandatangani Perjanjian Kredit dengan TMS untuk memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp dengan tingkat bunga 12% per tahun dan jangka waktu sampai dengan 31 Desember 2012 atau dapat diperpanjang atau diubah berdasarkan kesepakatan tertulis keduabelah pihak. Efektif 1 Januari 2013, perjanjian ini diperpanjang hingga 31 Desember Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Pada tanggal 31 Desember 2012, saldo piutang sebesar Rp (setara US$ ). Based on Credit Agreement dated May 9, 2011, BKES, granted a loan facility to PT Transindo Makmur Sejahtera (TMS) amounting to US$ 2,900,000 for development of coal transportation business. This loan bears interest at 8% per annum, valid until May 31, 2012 and can be extended or amended by written approval of both parties. Based on Addendum dated June 1, 2012, the term of the loan is extended until May 31, As of, oustanding receivable amounted to US$ 3,036,254 and US$ 2,844,063. On January 24, 2012, BKES, a subsidiary, entered into a Credit Agreement with TMS to provide a loan facility of Rp 5,000,000,000, this loan bears interest at 12% per annum and valid until December 31, 2012 or may be extended or amended by written agreement both parties. Effective January 1, 2013, this agreement has been extended until December 31, Other terms and conditions stipulated in the agreement. As of December 31, 2012, the oustanding receivable amounted to Rp 1,525,925,000 (equivalent to US$ 157,800)

324 and January 1, 2011/ Pada tanggal 25 Juli 2012, BKES, anak perusahaan, menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Intan Sari Perkasa (ISP) untuk memberikan fasilitas pinjaman sebesar USD dengan tingkat bunga 7% per tahun dan jangka waktu sampai dengan 24 Oktober 2012 atau dapat diperpanjang atau diubah berdasarkan kesepakatan tertulis keduabelah pihak. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Perjanjian Kredit tersebut telah diperpanjang sampai dengan Maret KIM Berdasarkan Perjanjian Pinjam Meminjam Uang tanggal 14 April 2008, KIM, entitas anak, bersedia memberikan pinjaman kepada PT Transindo Makmur Sejahtera, pihak ketiga, sampai dengan jumlah sebesar Rp dengan bunga 12% per tahun dan tenggang waktu (grace period) untuk membayar bunga selama tiga (3) tahun. Pembayaran kembali dilakukan dalam jangka waktu lima (5) tahun dan perjanjian ini dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak. Berdasarkan Amandemen Perjanjian Pinjam Meminjam Uang tanggal 30 Maret 2011, tenggang waktu untuk membayar bunga diubah dari tiga (3) tahun menjadi empat (4) tahun. Saldo pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp and Rp disajikan sebagai bagian dari Piutang lain-lain - pihak ketiga - lancar di tahun 2012 dan sebagai bagian dari Piutang lain-lain - pihak ketiga - tidak lancar di tahun 2011 pada laporan posisi keuangan konsolidasian. On July 25, 2012, BKES, a subsidiary, entered into a Credit Agreement with PT Intan Sari Perkasa (ISP) to provide a loan facility of USD 950,000 with an interest rate of 7% per year and the period up to October 24, 2012 or may be extended or amended by written agreement both parties. Other terms and conditions stipulated in the agreement. The Credit agreement has been extended up to March KIM Based on Loan Agreement dated April 14, 2008, KIM, a subsidiary, agreed to provide a loan to PT Transindo Makmur Sejahtera, a third party, up to an amount of Rp 3,500,000,000 with interest rate at 12% per year and grace period for interest payment for three (3) years. Payment of the principal shall be within five (5) years and can be extended upon written consent of both parties. Based on Amendment to the Loan Agreement dated March 30, 2011, the grace period was changed from three (3) years to four (4) years. Balance of the receivable as of December 31, 2012 and 2011 amounting to Rp 3,653,644,478 and Rp 3,362,694,757, respectively, was presented as part of Current other accounts receivable - third parties in the 2012 and as part of Noncurrent other accounts receivable - third parties in the 2011 consolidated statements of financial position

325 and January 1, 2011/ r. Perjanjian sehubungan dengan Power Plant r. Agreement related to Power Plant Berdasarkan Akta No. 45 tanggal 23 Agustus 2011 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan dan GEM mendirikan PT DSSP Power Sumsel (DSSP) yang bergerak dalam pembangkit tenaga listrik. Perusahaan memiliki kepemilikan sebesar 95% dalam DSSP. Berdasarkan Sponsors Agreement tanggal 3 November 2011 antara PT PLN (Persero) dan DSSP (sebagai penjual), Perusahaan dan GEM (keduanya sebagai sponsor), Perusahaan sebagai sponsor memiliki kewajiban untuk mengambil bagian atas saham dalam DSSP, memberikan subordinated loan kepada DSSP. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham DSSP No. 132 tanggal 29 Maret 2012 dari Desman, S.H., M. Hum., M.M, notaris di Jakarta, antara lain mengenai penjualan saham milik Perusahaan kepada PT DSSP Energy Sejahtera (DSSE), pihak berelasi, dan pengeluaran saham baru dengan nilai nominal Rp , yang diambil seluruhnya oleh DSSE. Pada tanggal 3 November 2011, DSSP, entitas anak, (sebagai Penjual) menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero), pihak ketiga. DSSP akan memasok listrik kepada PLN yang dihasilkan oleh 2 unit pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas masing-masing sebesar 150 MW yang terletak di Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pada tanggal 18 Desember 2012, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memberikan persetujuan fasilitas bank garansi atas nama Perusahaan dengan limit sebesar Rp yang diterbitkan kepada PT PLN (Persero) (PLN) untuk menjamin pelaksanaan pembangunan proyek DSSP sehubungan dengan PPA. Bank garansi diterbitkan dalam 3 (tiga) warkat masing-masing sebesar Rp dan seluruhnya berlaku efektif sejak tanggal 21 Desember 2012 sampai dengan masing-masing tanggal 21 Maret 2016, 21 April 2016, dan 21 Mei Based on Deed No. 45 dated August 23, 2011 of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta, the Company and GEM established PT DSSP Power Sumsel (DSSP) which engages in electricity power supply. The Company has ownership interest of 95% in DSSP. Based on Sponsors Agreement dated November 3, 2011 by and between PT PLN (Persero), DSSP (as seller) and the Company GEM (both as sponsors), the Company as the sponsor has obligations to subscribe and pay for shares of DSSP, make subordinated loans to DSSP. Based on DSSP s Memorandum of Stockholders Meeting No. 132 dated March 29, 2012 of Desman, S.H., M. Hum., M.M, a public notary in Jakarta, among others, relating to the sales of 2,375 shares owned by the Company to PT DSSP Energy Sejahtera (DSSE), a related party, and issuance of 357,500 new shares with nominal value of Rp1,000,000 which fully subscribed by DSSE. On November 3, 2011, DSSP, a subsidiary, (as Seller) signed Power Purchase Agreement (PPA) with PT PLN (Persero), a third party. DSSP will supply electricy power to PLN which generated from 2 units coal fired power plant with capacity of 150 MW each located at Bayung Lencir, Musi Banyuasin, South Sumatera. On December 18, 2012, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk granted an approval on the bank guarantee facility under the name of the Company with total limit of Rp 60,000,000,000 which is issued to PT PLN (Persero) (PLN) to guarantee DSSP project development relating to PPA. The bank guarantee is issued in three (3) letters each with nominal vaue of Rp 20,000,000,000 and all are effective since December 21, 2012 until March 21, 2016, April 21, 2016, and May 21, 2016, respectively

326 and January 1, 2011/ s. Perjanjian Bantuan Manajemen s. Management Assistance Agreement Pada tanggal 13 April 2012, TKS menandatangani Perjanjian Bantuan Manajemen dengan PT Samudera Bahtera Kencana Sakti, pihak ketiga, dimana TKS setuju untuk memberikan uang muka jasa bantuan manajemen sebesar Rp (ekuivalen sebesar US$ ) yang dicatat sebagai bagian dari Biaya dibayar dimuka dan aset lancer lainnya - jasa bantuan manajemen pada tanggal 31 Desember Perjanjian ini berlaku terhitung sejak tanggal perjanjian ditandatangani sampai dengan habisnya kandungan batubara yang dapat ditambang dan dijual secara ekonomis di Area Tambang, atau sampai dengan berakhirnya IUP TKS, mana yang lebih dulu terjadi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Pada tanggal 13 April 2012, TKS menandatangani Perjanjian Bantuan Manajemen dengan PT Alam Karunia Mineral, pihak ketiga, dimana TKS setuju untuk memberikan uang muka jasa bantuan manajemen sebesar Rp (setara US$ ) yang dicatat sebagai Biaya dibayar dimuka dan aset lancar lainnya - jasa bantuan manajemen pada tanggal 31 Desember Perjanjian ini berlaku terhitung sejak tanggal perjanjian ditandatangani sampai dengan habisnya kandungan batubara yang dapat ditambang dan dijual secara ekonomis di Area Tambang, atau sampai dengan berakhirnya IUP TKS, mana yang lebih dulu terjadi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian On April 13, 2012, TKS entered into a Management Assistance Agreement with PT Samudera Bahtera Kencana Sakti, a third party, whereas TKS agreed to pay a management assistance service advance amounting to Rp 500,000,000 (equivalent to US$ 52,743) which was recorded as part of Prepaid expenses and other current assets - management assistance service as of December 31, This agreement is valid since the date of the signed agreement until the economical mineable and saleable coal reserve in the area is completely consumed or until the validity of TKS, Mining License (IUP) is over, whichever comes first. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. On April 13, 2012, TKS entered into a Management Assistance Agreement with PT Alam Karunia Mineral, a third party, whereas TKS agreed to pay a management assistance service advance amounting to Rp 5,000,000,000 (equivalent to US$ 527,426) wich was recorded as part of Prepaid expenses and other current assets management assistance service as of December 31, This agreement is valid since the date of the signed agreement until theeconomical mineable and saleable coal reserve in the area is completely consumed or until the validity of TKS, Mining License (IUP) is over, whichever comes first. Other terms and conditions are stipulated in the agreement

327 and January 1, 2011/ t. Lain-lain t. Others BNP dan TBBU Pada tanggal 16 November 2011, BNP dan TBBU mengadakan Perjanjian Jasa Pengeboran dan Peledakan dengan PT Dahana (Persero), pihak ketiga, untuk periode selama 24 bulan sejak Surat Perintah Kerja ditandatangani keduabelah pihak. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Berdasarkan Adendum Perjanjian Jasa Pengeboran dan Peledakan, para pihak menyetujui untuk mengikutsertakan BHBA sebagai pengguna jasa dalam perjanjian ini. Adendum ini ditandatangani pada tanggal 13 Maret 2012 dan berlaku efektif sejak tanggal tersebut. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. Perusahaan Pada tanggal 26 Januari 2012, Perusahaan dan United Fiber System Ltd. (UFS) menandatangani Head of Agreement terkait dengan rencana Perusahaan untuk melakukan penjualan saham GEM yang dimilikinya kepada UFS. Sebaliknya, UFS akan menerbitkan saham baru kepada DSS sebagai pembayaran atas pembelian saham GEM tersebut. Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Head of Agreement tersebut di atas, pada tanggal 29 Juni 2012, Perusahaan bersama dengan GMR Coal Resources Pte. Ltd. menandatangani Share Purchase Agreement dengan UFS, untuk mengatur lebih detail mengenai transaksi sebagaimana dimaksud dalam Head of Agreement di atas termasuk antara lain mengenai syarat-syarat dan kondisi-kondisi yang wajib dipenuhi untuk pelaksanaan transaksi tersebut. Penyelesaian transaksi tersebut harus diselesaikan oleh Para Pihak selambatlambatnya tanggal 31 Januari 2013 ( Long Stop Date ). GEM Pada tanggal 22 Maret 2012, GEM menandatangani Perjanjian untuk Membayar Imbalan Perangkat Lunak dan Pemeliharaan dengan PT SAP Indonesia untuk periode kuartal kedua tahun 2012 hingga kuartal satu tahun BNP and TBBU On November 16, 2011, BNP and TBBU entered into Drilling and Blasting Service Agreement with PT Dahana (Persero), a third party, for a period of 24 months from the signing date of the Work Order by both parties. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. Based on Addendum Drilling and Blasting Service Agreement, the parties agreed to include BHBA as the service user in this agreement. This Addendum was signed on March 13, 2012 and effective from the date. The Company On January 26, 2012, the Company and United Fiber System Ltd. (UFS) entered into a Head of Agreement in relation to the Company s plan to sell its shares in GEM to UFS. On the other hand, UFS will issue new shares to DSS as payment for the purchase of shares in GEM. As the follow up of the Head of Agreement as mentioned above, on June 29, 2012, the Company together with GMR Coal Resources Pte.Ltd. had signed the Share Purchase Agreement with UFS, to stipulate the details of the transaction including, among others, the terms and conditions which have to be fulfilled for the execution of such transaction. The execution of such transaction has to be done by the parties by the latest on January 31, GEM On March 22, 2012, GEM entered into an Agreement to Pay Software and Maintenance Fees with PT SAP Indonesia for 2nd quarter 2012 until 1st quarter

328 and January 1, 2011/ Pada tahun berjalan yang berakhir 31 Desember 2012, GEM mendiskontokan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) sebesar US$ ,82 kepada BCA atas piutang usaha penjualan batubara kepada PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (Tjiwi Kimia), pihak berelasi. Saldo SKBDN yang telah didiskontokan Perusahaan namun belum jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar US$ (Rp ), yang disajikan sebagai bagian dari akun Utang Lain-Lain - Pihak Ketiga. SKBDN tersebut memiliki masa jatuh tempo rata-rata selama 180 hari. MQM Pada tahun 2012, MQM melakukan perjanjian kerjasama dengan Cisco Systems Capital Asia Pte, Ltd untuk pembiayaan peralatan telekomunikasi MQM dengan PT Dimension Data Indonesia sebesar US$ Pembayaran cicilan dilakukan setiap triwulanan selama 5 tahun dengan bunga 4% setahun. During the year ended December 31, 2012, GEM has discounted Local L/C (SKBDN) amounting to US$ 33,519, with BCA for trade receivables from coal sales to PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (Tjiwi Kimia), a related party. The SKBDN which have been discounted by the Company but which have not yet matured as of December 31, 2012 amounted to US$ 11,146,113 (Rp 107,782,913,000), which are recorded as part of Other Payables - Third Parties account. Those SKBDNs have average maturity period of 180 days. MQM In 2012, MQM entered into a cooperation agreement with Cisco Systems Capital Asia Pte, Ltd to finance MQM s telecommunication equipment with PT Dimension Data Indonesia amounting to US$ 524,332. The payment is in quarterly installments for five (5) years with interest rate at 4% per annum. 37. Perkara Hukum 37. Legal Matters a. Pada tanggal 27 Mei 2002, Perusahaan (dahulu bernama PT Supra Veritas) dan PT Simas Tunggal Centre mengajukan gugatan mengenai eksekusi pemulihan hak secara yuridis formal terhadap bidang tanah seluas kurang lebih 2,5 hektar yang terletak di Lengkong Gudang atas nama PT Simas Tunggal Centre dan Perusahaan dengan Rusli Wahyudi sebagai Tergugat. Tanah-tanah sengketa dalam perkara No. 112/Pts.Pdt.G/1993/PN.TNG jo. No. 396/Pdt/1994/PT.Bdg masih berstatus tanah milik adat, sedangkan tanah yang dilaksanakan eksekusi pengosongan dan penyerahan kepada tergugat sudah bersertifikat atas nama Perusahaan dan PT Simas Tunggal Centre. a. On May 27, 2002, the Company (formerly PT Supra Veritas) and PT Simas Tunggal Centre filed a claim concerning the formal and juridical execution of the recovery of right on approximately 2.5 hectares of land located in Lengkong Gudang under the name of PT Simas Tunggal Centre and the Company against Rusli Wahyudi as the Defendant. The parcels of land in dispute in case No. 112/Pts.Pdt.G/1993/PN.TNG jo. No. 396/Pdt/1994/PT.Bdg still have no certificates, while the executed, cleared, and handed-over parcels of land already have certificates under the name of the Company and PT Simas Tunggal Centre

329 and January 1, 2011/ Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang atas perkara No. 097/Pdt.G/2002/PN.Tng Majelis Hakim memutuskan telah menolak gugatan Perusahaan dan PT Simas Tunggal Centre Perkara No. 097/Pdt.G/2002/ON.Tng. Perusahaan mengajukan banding No. 494/Pdt/2004/PT.Bdg yang diputus tanggal 12 Januari 2005 yang hasilnya adalah menolak banding Perusahaan dan PT Simas Tunggal Center, kemudian Perusahaan dan PT Simas Tunggal Centre mengajukan Kasasi Perkara No. 2100/K/Pdt/2005 dan diputus tanggal 14 Juni 2005 dengan dikabulkan/ dimenangkan oleh Perusahaan dan PT Simas Tunggal Centre. Pihak lawan kemudian mengajukan Peninjauan Kembali Perkara No. 401 PK/PDT/2009, yang mana perkara sudah diputus dengan menolak Permohonan Peninjauan Kembali tersebut. Pada tanggal 10 Februari 2011, Pengadilan Negeri Tangerang telah melakukan pengecekan dan penyerahan atas lokasi tanah yang dimaksud sebagaimana yang tertuang dalam Berita Acara Pengecekan dan Penyerahan No. 10/PEN.EKS/2008/PN.TNG, tertanggal 10 Februari b. Pada tanggal 7 April 2008, Perusahaan sebagai Penggugat, menghadapi perkara gugatan mengenai sengketa kepemilikan atas tanah-tanah milik Perusahaan untuk HGB No. 28/Pusaka Rakyat dan HGB No. 29/Pusaka Rakyat dengan PT Green Garden Ltd. sebagai Tergugat dan Badan Pertanahan Nasional Kodya Jakarta Utara sebagai Turut Tergugat. Berdasarkan Putusan atas Perkara No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memutuskan untuk mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian. Dan pada tanggal 12 Mei 2009 diketahui bahwa kuasa PT Green Garden Ltd. mengajukan upaya hukum banding. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta No. 11/PDT/2010/PT.DKI, Majelis Hakim Tingkat Banding memutuskan untuk memperbaiki Putusan Perkara No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut dan mengabulkan sebagian gugatan Penggugat. Based on the Decision of Tangerang District Court on Case No. 097/Pdt.G/2002/PN.Tng, the claim of the Company and PT Simas Tunggal Centre was rejected. The Company filed an appeal No. 494/Pdt/2004/PT.Bdg which has been decided on January 12, 2005 which result is the appeal from the Company and PT Simas Tunggal Center was rejected, thus the Company and PT Simas Tunggal Centre filed an appeal to the Supreme Court Case No. 2100/K/Pdt/2005, which had been decided on June 14, 2005, which result is the appeal of the Company and PT Simas Tunggal Centre was accepted. The Defendant filed a request for reconsideration (PK), Case No. 401 PK/PDT/2009, which such request for reconsideration (PK) has been rejected. On February 10, 2011 Tangerang Distrct Court has checked and handed-over the intended land, as stated in the Minutes of Checking and Handed-Over No. 10/PEN.EKS/2008/PN.TNG, dated February 10, b. On April 7, 2008, the Company as the Plaintiff, filed lawsuit against PT Green Garden Ltd., as the Defendant and the National Board of Land Affairs North Jakarta sector relating to land owned by the Company based on HGB Certificate No. 28/Pusaka Rakyat and HGB Certificate No. 29/Pusaka Rakyat. Based on the Decision on Case No. 95/Pdt/G/2008PN.Jkt.Ut, District Court of North Jakarta has accepted several claims made by the Plaintiff. On May 12, 2009, PT Green Garden Ltd. requested for an appeal. Based on Decision No. 11/PDT/2010/PT.DKI, Jakarta High Court has decided to revise the Decision on Case No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut and accepted several claims made by the Plaintiff

330 and January 1, 2011/ Pada tanggal 14 Juni 2011, PT Green Garden Ltd. Mengajukan Kasasi terhadap Perkara No. 11/PDT/2010/PT.DKI jo. No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut. dan perkara ini sedang dalam proses. c. Perusahaan sebagai Pengugat, mendaftarkan perkara di Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal 29 November 2010, mengenai masalah gugatan cidera janji (wanprestasi), atas kewajiban PT Mitra Nelsy Abadi (sebagai Tergugat) kepada Perusahaan. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bekasi No. 148/Pdt.G/2011/PN.Bks, tanggal 22 September 2011 Majelis Hakim mengabulkan gugatan Penggugat sebagian, dimana diantaranya Pengugat dihukum untuk membayar gugatan kepada Pengugat sebesar Rp secara tunai dan seketika. Panitera Pengadilan telah memberitahukan keputusan pengadilan ini kepada Tergugat pada tanggal 17 Oktober d. Pada tanggal 10 Maret 2010 Perusahaan (dahulu PT Supra Veritas), PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Smart Telecom (sebagai Tergugat) digugat mengenai hak servitut dan minta agar dibuatkan jalan pengganti untuk Kisin Miih dkk sebagai Penggugat, lokasi di Desa Lengkong Gudang. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri atas perkara No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST, Majelis Hakim mengabulkan gugatan Penggugat sebagian. Pihak Kisin Miih dkk mengajukan Banding tanggal 24 Maret Perusahaan dan PT Bumi Serpong Damai Tbk juga mengajukan Banding tanggal 27 Mei 2010 serta mengajukan Kontra Memori Banding tanggal 7 Maret 2010, yang telah diputus pada tanggal 21 November 2011, dengan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST. Perusahaan dan PT Bumi Serpong Damai Tbk diberitahukan pada tanggal 2 Maret Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, perkara ini masih dalam proses hukum di tingkat kasasi. On June 14, 2011, PT Green Garden Ltd. filed an appeal to the Supreme Court Case No. 11/PDT/2010/PT.DKI jo. No. 95/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut. and the case is still in process. c. The Company as the Plaintiff, filed lawsuit against PT Mitra Nelsy Abadi as the Defendant, on November 29, 2010, to Bekasi State Court, regarding breach of contract by PT Mitra Nelsy Abadi (as Defendant). Based on the Decision No. 148/Pdt.G/2011/PN.Bks dated September 22, 2011 the District Court of Bekasi has already decided to accept several claims made by the Plaintiff, in which the Defendant have to immediately pay the claim to Plaintiff in cash in the amount of Rp. 886,992,640. The clerk of court notified the Defendant about the decision on October 17, d. On March 10, 2010 the Company (formerly PT Supra Veritas), PT Bumi Serpong Damai Tbk and PT Smart Telecom (as Defendants) were sued a claim concerning the rights for new access road for Kisin Miih dkk, as Plantiff. Located in Lengkong Gudang Village. Based on the Decision No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST dated March 10, 2010, the District Court of Central Jakarta has already decided to accept several claims made by the Plaintiff. Kisin Miih dkk filled an appeal on the above decision to High Court. The Company and PT Bumi Serpong Damai Tbk also filled an appeal to High Court and submit the Kontra Memori Banding, dated March 7, 2010, which have been decided on November 21, 2011 by affirming the District Court of Central Jakarta Decision No. 191/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST. The Company and PT Bumi Serpong Damai Tbk were notified about decision on March 2, As of date of completion of the consolidated financial statements, this case is still in process at the Supreme Court

331 and January 1, 2011/ 38. Informasi Segmen 38. Segment Information Informasi segmen Grup disusun berdasarkan jenis usaha, yakni penyediaan tenaga listrik dan uap, perdagangan pupuk dan bahan kimia, sewa, dan pertambangan dan perdagangan batubara. The Group s segment information is presented based on their business, namely supply of steam and electricity, fertilizer and chemicals trading, rent, and coal mining and trading. 31 Desember/December 31, 2012 Penyediaan Tenaga Perdagangan Pupuk Pertambangan dan Listrik dan Uap/ dengan bahan Perdagangan Supply of Kimia/ Batubara/ Steam and Trading fertlizer Sewa/ Coal mining Eliminasi/ Jumlah/ Electricity and chemicals Rental and trading Elimination Total US$ US$ US$ US$ US$ US$ Pendapatan usaha ( ) Revenues Hasil segmen Segment results Laba usaha ( ) ( ) Income from operations Pendapatan bunga Interest income Interest expense and other Beban bunga dan keuangan lainnya ( ) financial charges Kerugian selisih kurs mata uang asing - bersih ( ) Loss on foreign exchange - net Lain-lain - bersih Others - net Laba sebelum pajak Income before tax Beban pajak - bersih ( ) Tax expense - net Laba bersih Net income Aset segmen ( ) Segment assets Investasi saham Investment in shares of stock Aset yang tidak dialokasikan Unalocated assets Jumlah aset Total assets Liabilitas segmen ( ) Segment liabilities Liabilitas yang tidak dialokasikan Unalocated liabilities Jumlah Liabilitas Total liabilities Pengungkapan tambahan Additional disclosures Penjualan berdasarkan lokasi geografis Sales based on geographical location Indonesia ( ) Indonesia Cina China Thailand Thailand India India Jumlah ( ) Total

332 and January 1, 2011/ Disajikan Kembali (Catatan 3)/As Restated (Note 3) 31 Desember 2011/December 31, 2011 Penyediaan Tenaga Perdagangan Pupuk Pertambangan dan Listrik dan Uap/ Pestisida, dan Perdagangan Supply of Bahan Kimia/ Batubara/ Steam and Fertlizer and Sewa/ Coal Mining Eliminasi/ Jumlah/ Electricity Chemicals Trading Rental and Trading Elimination Total US$ US$ US$ US$ US$ US$ Pendapatan usaha ( ) Revenues Hasil segmen Segment results Laba usaha ( ) Income from operations Pendapatan bunga Interest income ` Interest expense and other Beban bunga dan keuangan lainnya ( ) financial charges Kerugian selisih kurs mata uang asing - bersih ( ) Loss on foreign exchange - net Lain-lain - bersih Others - net Laba sebelum pajak Income before tax Beban pajak - bersih ( ) Tax expense - net Laba bersih Net income Aset segmen ( ) Segment assets Investasi Investments Aset yang tidak dialokasikan Unalocated assets Jumlah aset Total assets Liabilitas segmen ( ) Segment liabilities Liabilitas yang tidak dialokasikan Unalocated liabilities Jumlah Liabilitas Total liabilities Pengungkapan tambahan Additional disclosures Penjualan berdasarkan lokasi geografis Sales based on geographical location Indonesia ( ) Indonesia Thailand Thailand India India Malaysia Malaysia Cina Cina Jumlah ( ) Total 39. Informasi Lainnya 39. Other Information Analisis Dampak Lingkungan Hidup BORNEO, entitas anak, telah memiliki persetujuan AMDAL pada kegiatan penambangan batubara yang dijalankannya berdasarkan Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 29 Tahun 2005 tentang Persetujuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Andal), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) PT Borneo Indobara pada Kegiatan Penambangan Batubara Di Kecamatan Satui, Kecamatan Sei Loban dan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Propinsi Kalimantan Selatan ( SK 29/2005 ) yang berlaku sejak tanggal ditetapkannya. SK 29/2005, antara lain, mengatur bahwa BORNEO dapat melaksanakan kegiatan penambangan batubara dan wajib mentaati ketentuan yang tersirat dalam dokumen Andal, RKL dan RPL yang telah disetujui. Environmental Impact Assessment BORNEO, a subsidiary, has an Environmental Impact Assessment (EIA) approval for its coal mining activities based on Decision of Bupati Tanah Bumbu No. 29 Tahun 2005 regarding Approval on Environmental Impact Assessment (Andal), Environment Management Plan (RKL) and Environment Monitoring Plan (RKL) of PT Borneo Indobara for Coal Mining Activities in Kecamatan Satui, Kecamatan Sei Loban and Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan Province ( SK 29/2005 ) which is valid starting from date of the Decision. SK 29/2005, among others, stated that BORNEO can conduct coal mining activities and should comply with the terms stipulated in the approved Andal, RKL, and RPL documents

333 and January 1, 2011/ Pada tanggal 6 Mei 2010, Bupati Tanah Bumbu telah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Nomor 261 Tahun 2010 atas Kelayakan Lingkungan Kegiatan Tambang Batubara PT Borneo Indobara Kecamatan Satui, Di Kecamatan Angsana, Kecamatan Sungai Loban, Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Propinsi Kalimantan Selatan ( SK 261/2010 ). SK 261/2010, antara lain mengatur, bahwa Andal, RKL dan RPL BORNEO dapat disetujui dan dapat melakukan kegiatan tambang batubara. Sehubungan dengan kegiatan pelabuhan khusus stockpile batubara yang berlokasi di desa Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, BORNEO telah memiliki UKL dan UPL yang telah memperoleh persetujuan dari Bupati Tanah Bumbu sebagaimana ternyata dari Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 169 Tahun 2006 ( SK 169/2006 ). Selanjutnya, pada tanggal 20 Juli 2010, Bupati Tanah Bumbu mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 379 Tahun 2010 atas Kelayakan Lingkungan Kegiatan Pembangunan dan Operasional Terminal Khusus Batubara PT Borneo Indobara di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan ( SK 379/2010 ). SK 379/2010 dimaksud mengatur, antara lain bahwa Andal, RKL, dan RPL BORNEO dapat disetujui dan dapat melakukan kegiatan terminal khusus. Pada tanggal 7 September 2011, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu ( Bapedalda ) mengeluarkan Surat Nomor 660/75/ BAPEDALDA/2011 yang pada intinya mencabut SK 261/2010 ( SK 660/75/2011 ) dan Surat Nomor 660/76/BAPEDALDA/2011, yang mencabut SK 379/2010 ( SK 660/76/2011 ). Berdasarkan Surat dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. B-8894/Dep.I/LH/09/2011 tanggal 30 September 2011 (Surat KLH No. 8894) dan surat dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2251/37.03/DBT/2011 tanggal 5 Oktober 2011 (Surat ESDM No. 2251), dijelaskan hal-hal sebagai berikut: (1) Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu No. 29 Tahun 2005 tanggal 25 Februari 2005 atas BORNEO pada prinsipnya masih relevan dan dapat mengakomodir kegiatan operasi produksi pertambangan batubara BORNEO; dan On May 6, 2010, Bupati of Tanah Bumbu issued Decision Letter No. 261 Tahun 2010 on the Environment Feasibility for Mining Activities of PT Borneo Indobara in Kecamatan Satui, Kecamatan Angsana, Kecamatan Sungai Loban, Kecamatan Kuranji and Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan Province ( SK 261/2010 ). SK 261/2010, among others, stated that Andal, RKL and RPL of BORNEO could be approved and BORNEO could start coal mining activities. In relation to the port activities specifically for coal stockpile located in Angsana Village, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan, BORNEO already obtained UKL and UPL which was approved by Bupati Tanah Bumbu as documented in his Decision Letter No. 169 Tahun 2006 ( SK 169/2006 ). Furthermore, on July 20, 2010, Bupati Tanah Bumbu issued Decision Letter No. 379 Tahun 2010 on Environment Feasibility for Development and Operation of Specific Coal Terminal Activities of PT Borneo Indobara in Bunati Village, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan Province ( SK 379/2010 ). SK 379/2010 stated, among others, that Andal, RKL, and RPL of BORNEO could be approved and BORNEO could start specific terminal activities. On September 7, 2011, Control of Environmental Impact Body Kabupaten Tanah Bumbu Area ( Bapedalda ) issued Letter No. 660/75/BAPEDALDA/2011 which principally annulled SK 261/2010 ( SK 660/75/2011 ) and Letter No. 660/76/ BAPEDALDA/2011, which annulled SK 379/2010 ( SK 660/76/2011 ). Based on Letter from the Ministry of Environment of the Republic of Indonesia No. B-8894/Dep.I/LH/09/2011 dated September 30, 2011 (Surat KLH No. 8894) and a letter from the Directorate General of Mineral and Coal of the Ministry of Energy and Mineral Resources No. 2251/37.03/DBT/2011 dated October 5, 2011 (Surat ESDM No. 2251): (1) Decision Letter of Bupati Tanah Bumbu No. 29 Tahun 2005 dated February 25, 2005 for BORNEO is principally still relevant and can accommodate BORNEO s production operational activities; and

334 and January 1, 2011/ (2) Kegiatan pelabuhan khusus BORNEO telah memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) yang telah disetujui melalui Surat Keputusan Bupati No.169 Tahun 2006 tentang Persetujuan UPL dan UKL. Apabila kegiatan pelabuhan khusus batubara BORNEO masih sesuai dengan lingkup kajian dokumen UKL dan UPL tersebut, maka lingkup kegiatan pada pelabuhan khusus masih relevan. Namun apabila terjadi perubahan-perubahan yang tidak termasuk dalam cakupan kajian dokumen UKL dan UPL tersebut, maka terhadap kegiatan pelabuhan khusus tersebut perlu dilakukan Audit Lingkungan, dimana Audit Lingkungan dilakukan pada kegiatan yang sedang beroperasi. Pada tanggal 25 November 2011, Bapedalda mengeluarkan surat No /878/APDL/Bapedalda/2011 ( Surat Bapedalda No /878 ) perihal Amdal Rencana Peningkatan Produksi yang intinya menerangkan bahwa untuk kelancaran proses AMDAL peningkatan kapasitas produksi BORNEO dapat diproses dan dilakukan pembahasan pada Komisi AMDAL Provinsi Kalimantan Selatan dengan sekretariat pada BLHD Provinsi Kalimantan Selatan sambil menunggu adanya rekomendasi lisensi Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor /0283/KUM/2012 tertanggal 11 Juni 2012, BORNEO telah memperoleh Izin Kelayakan Lingkungan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauaan Lingkungan Hidup (RPL) pada kegiatan peningkatan kapasitas produksi batubara dari produksi 5 juta ton/tahun menjadi produksi maksimal 13 juta ton/tahun di wilayah PKP2B BORNEO Wilayah KW 99PB0399 di Kecamatan Satui, Angsana, Sungai Loban dan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor /0285/KUM/2012 tertanggal 12 Juni 2012, BORNEO telah memperoleh Izin Lingkungan atas kegiatan Peningkatan Kapasitas Produksi Batubara dari produksi 5 juta ton/tahun menjadi produksi maksimal 13 juta ton/tahun di wilayah PKP2B BORNEO Wilayah KW 99PB0399 di Kecamatan Satui, Angsana, Sungai Loban dan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. (2) BORNEO s specific port activities has Environment Management Effort (UKL) and Enviroment Monitoring Effort (UPL) which were approved by the Decision Letter of Bupati No. 169 Tahun 2006 regarding the Approval of UPL and UKL. If BORNEO s specific port activities are relevant to the study regarding UKL and UPL documentations, then the scope of activities in the specific port is still relevant. However, if there were changes that were not included in the scope of the study on UKL and UPL documentations, then Environment Audit shall be conducted for the operational activities on the specific port. On November 25, 2011, Bapedalda issued letter No /878/APDL/Bapedalda/2011 (Surat Bapedalda No /878) regarding EIA Plan on Increase Production which describes that for processing the increase in production EIA of BORNEO can be consulted with EIA Commission of South Kalimantan Province with its official at BLHD South Kalimantan Province while waiting for the license recommendation from Kabupaten Tanah Bumbu. Based on Decision of Governor South Kalimantan No /0283/KUM/2012 dated June 11, 2012, BORNEO already obtained Environment Feasibility License for Environmental Impact Assessment (ANDAL), Environment Management Plan (RKL) and Environment Monitoring Plan (RPL) on increasing coal production capacity activities from production of 5 million tons/year to maximum 13 million tons/year in BORNEO PKP2B area KW99PB0399 in Kecamatan Satui, Angsana, Sungai Loban, and Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan Province. Based on Decision of Governor South Kalimantan No /0285/KUM/2012 dated June 12, 2012, BORNEO already obtained Environment License for Increasing Coal Production Capacity Activities from production of 5 million tons/year to maximum 13 million tons/year in BORNEO PKP2B area KW99PB0399 in Kecamatan Satui, Angsana, Sungai Loban, and Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, South Kalimantan Province

335 and January 1, 2011/ Berdasarkan Surat dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. B-12694/MENLH/ PDAL/12/2012 tanggal 28 Desember 2012, dokumen Audit Lingkungan Hidup atas Kegiatan Pengoperasian Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Propinsi Kalimantan Selatan, telah diverifikasi dan disetujui dari aspek teknis dan untuk tahap selanjutnya BORNEO wajib menyusun dokumen UKL-UPL. Selanjutnya, terkait dengan UKL dan UPL pelabuhan khusus BORNEO, sampai dengan tanggal laporan keuangan, Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat hal-hal yang dapat mengakibatkan SK 169/2006 menjadi dicabut ataupun hal-hal material yang dapat mengakibatkan perluasan daripada UKL dan UPL pelabuhan khusus BORNEO dimaksud menjadi tidak dapat dilaksanakan. Based on the letter from the Minister of Environment of the Republic of Indonesia Number B-12694/MENLH/PDAL/12/2012 dated December 28, 2012, Environmental Audit Document of the Operasional activities of Terminal for Self Interest (TUKS) at Bunati Village, District of Angsana, Regency Tanah Bumbu, the Province South Kalimantan, has been verified and approved of the technical aspects and for the next stage BORNEO is requested to prepare UKL-UPL document. Furthermore, in relation to UKL and UPL for BORNEO s specific port, until the date of consolidated financial statements, the Company believes that there are no events that will result in annulment of SK 169/2006 or other material events that resulted in the extension of UKL and UPL for BORNEO s specific port to be cancelled. 40. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas: 40. Supplemental Disclosures for Consolidated Statements Of Cash Flows The following are the noncash investing and financing activities of the Group: PENGUNGKAPAN TAMBAHAN SUPPLEMENTAL DISCLOSURES Aktivitas investasi dan pendanaan yang Noncash investing and financing activities: tidak mempengaruhi kas dan setara kas Acquisition of investment in convertible Perolehan investasi obligasi konversi bond through sale of investment melalui penjualan properti investasi properties and property, plant, dan aset tetap and equipment Perolehan aset tetap melalui Acquisition of property, plant, and sewa pembiayaan equipment through finance leases Reklasifikasi aset tidak lancar lainnya Reclassification of other noncurrent ke aset tetap assets to property, plant, and equipment 41. Informasi Peraturan Baru 41. Information on New Regulations Peralihan Fungsi Pengaturan dan Pengawasan Jasa Keuangan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Transfer of Regulating and Monitoring Functions on Financial Services Activities to the Financial Services Authority (OJK) Starting December 31, 2012, the functions, duties and authorities of regulating and monitoring on financial service activities in capital market sector, insurance, pension fund, multi-finance, and other financial services were transferred from the Minister of Finance and the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) to the Financial Services Authority (OJK)

336 and January 1, 2011/ Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Standar-standar akuntansi keuangan tersebut akan diterapkan untuk laporan keuangan konsolidasian efektif pada periode yang dimulai 1 Januari 2013 sebagai berikut: PSAK PSAK No. 38 (Revisi 2011), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali PPSAK PPSAK No. 10, Pencabutan PSAK 51: Akuntansi Kuasi-Reorganiasi Grup memperkirakan bahwa PSAK dan ISAK di atas tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Peraturan Pertambangan Pada tanggal 6 Januari 2012, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah mengenai penerimaan negara bukan pajak yang berlaku di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 9/2012 yang menggantikan Peraturan Pemerintah No. 45/2003. Peraturan ini memberikan penjelasan mengenai iuran eksploitasi dari bisnis mineral logam dan komoditas batubara yang sebelumnya tidak diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 45/2003. Peraturan ini juga memberikan arahan untuk imbalan tetap lainnya terkait dengan aktivitas mineral logam dan komoditas batubara dan imbalan lainnya yang tidak terkait dengan komoditas seperti kompensasi untuk informasi terkait dengan IUP dan IUPK area eksplorasi, biaya penggantian untuk penambangan batubara tertutup dan porsi bagian Pemerintah (4%) dari pemegang IUPK-Operasi Produksi berdasarkan pendapatan bersihnya. Tidak ada perubahan dari tarif iuran eksploitasi yang akan dikenakan kepada Grup sebagai pemegang IUP sebagai dampak dari penerapan regulasi ini. Prospective Accounting Pronouncements The Indonesian Institute of Accountants has issued the following revised Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations (ISAK). These standards will be applicable to consolidated financial statements effective for annual period beginning January 1, 2013 as follows: PSAK PSAK No. 38 (Revised 2011), Business Combination Entities Under Common Control PPSAK PPSAK No. 10, Withdrawal of PSAK 51: Accounting for Quasi-Reorganization The Group does not expect that the above PSAK and ISAK will have significant impact on the consolidated financial statements. Mining Regulation On January 6, 2012, the Government of Indonesia released a regulation for non-tax state revenue applied in Ministry of Energy and Mineral Resources GR No.9/2012 which replaced previous regulation GR No.45/2003. This regulation provides clarification for obligation fees on metal mineral and coal commodities business which previously has not been set in GR No.45/2003. It also provides guidelines on other fixed fees related to metal mineral and coal mines activities and other fees which are not related to commodities such as compensation for information related to IUP and IUPK exploration areas, replacement costs for closed coal mines and portion of the Government s share (4%) from IUPK-Production Operation holders based on its net income. There is no change in exploitation fee rate for the Group as an IUP holder based on the new regulation

337 and January 1, 2011/ 42. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan 42. Events After the Reporting Period a. Berdasarkan Adendum Penegasan Kembali Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi, BKES, entitas anak, dengan PT Mitra Kurnia Bartim tanggal 2 Januari 2013, kedua belah pihak setuju untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo menjadi 31 Desember 2014 dan setuju untuk mengkonversi seluruh bunga obligasi terhitung sejak 1 Februari 2012 sampai dengan 31 Desember 2012 menjadi nilai pokok obligasi tersebut. b. Berdasarkan Adendum Penegasan Kembali Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi antara BKES, entitas anak, dengan PT Batubara Bandung Pratama tanggal 2 Januari 2013, kedua belah pihak setuju untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo menjadi 31 Desember 2014 dan setuju untuk mengkonversi seluruh bunga obligasi terhitung sejak 1 Februari 2012 sampai dengan 31 Desember 2012 menjadi nilai pokok obligasi tersebut. c. Pada tanggal 23 Januari 2013, GEMSCR, entitas anak (sebagai pembeli), menandatangani Perjanjian Jual Beli Batubara dengan PT Barasentosa Lestari (BSL), pihak berelasi (sebagai penjual), dimana BSL sanggup menjual dan mengirimkan batubara dalam 4 kali pengiriman dengan kuantitas masing-masing metrik ton. Perjanjian ini berlaku sampai dengan Desember 2013 atau sampai dengan terpenuhinya seluruh kewajiban para pihak berdasarkan perjanjian, mana yang lebih dulu terjadi. Syarat dan ketentuan lainnya dinyatakan dalam perjanjian tersebut. d. Berdasarkan Keputusan Rapat Direksi GEM, entitas anak, tanggal 25 Januari 2013, Direksi GEM setuju untuk menambah modal ditempatkan dan disetor kepada GEMSCR sebesar US$ sehingga modal ditempatkan dan disetor GEMSCR berubah menjadi US$ terbagi sebanyak lembar saham dengan nilai nominal US$ 1 per lembar saham dan seluruhnya dimiliki penuh oleh GEM. e. Pada tanggal 28 Januari 2013, BORNEO, entitas anak, menandatangani Perjanjian Sewa Alat untuk Proyek Sebamban dengan PT Wira Bhumi Sejati (WBS), pihak ketiga. BORNEO menyewa peralatan dari WBS untuk melakukan kegiatan penambangan yang secara khusus tidak dilakukan oleh perusahaan jasa pertambangan di Proyek Sebamban. a. Based on Addendum of Reaffirmation of Convertible Bond Issuance Agreement, BKES, a subsidiary, with PT Mitra Kurnia Bartim dated January 2, 2013, both parties agreed to extend the maturity date of the entire convertible bonds up to December 31, 2014 and agreed to convert the interest of convertible bonds since February 1, 2012 until December 31, 2012 to be the principal amount of the bonds. b. Based on Addendum of Reaffirmation of Convertible Bond Issuance Agreement, BKES, a subsidiary, with PT Batubara Bandung Pratama dated January 2, 2013, both parties agreed to extend the maturity date of the entire convertible bonds up to December 31, 2014 and agreed to convert the interest of convertible bonds since February 1, 2012 until December 31, 2012 to be the principal amount of the bonds. c. On January 23, 2013, GEMSCR, a subsidiary (as a buyer), entered into a Coal Sale and Purchase Agreement with PT Barasentosa Lestari (BSL), a related party (as a seller), whereas BSL could sell and deliver the coal in 4 shipment of 50,000 metric ton each. This agreement is valid until December 2013 or until satisfactory fulfillment of the Parties obligations hereunder, whichever comes first. Other terms and conditions are stated in the agreement. d. Based on Circular Resolution of the Board of Directors of GEM, a subsidiary, dated January 25, 2013, the Board of Directors GEM agree to increase the paid up and issued capital of GEMSCR amounting to US$ 4,900,000 therefore the paid up and issued capital of GEMSCR increase to US$ 5,000,000 consisting of 5,000,000 shares with a nominal value of US$ 1 per share which fully owned by GEM. e. On January 28, 2013, BORNEO, a subsidiary, entered into a Rental Agreement for Sebamban project with PT Wira Bhumi Sejati (WBS), a third party, BORNEO rent the equipment from WBS to conduct mining activity specifically that is not implemented by mining service company in Sebamban Project

338 and January 1, 2011/ f. Pada tanggal 6 Maret 2013, BORNEO mangadakan Perjanjian Jaminan Reklamasi Tambang dengan PT Kirana Chatulistiwa, pihak ketiga, untuk jangka waktu sampai dengan BORNEO selesai melakukan kegiatan penambangan dan kewajiban reklamasi. Syarat dan ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian. g. Sehubungan dengan Share Purchase Agreement antara Perusahaan dengan GMR Coal Resources Pte. Ltd. ( GMR Singapura ) dan United Fiber System Ltd. ( UFS ), Perusahaan bersama dengan GMR Singapura dan UFS telah menandatangani Supplemental Agreement pada tanggal 4 Februari 2013 dan 2 nd Supplemental Agreement pada tanggal 28 Februari 2013, mengenai perubahan Long Stop Date Share Purchase Agreement menjadi tanggal 31 Maret f. On March 6, 2013, BORNEO entered into a Mine Reclamation Guarantee Agreement with PT Kirana Chatulistiwa, a third party, which shall be valid until BORNEO ended the mining and reclamation activities. Other terms and conditions are stipulated in the agreement. g. In connection with the Share Purchase Agreement between the Company and GMR Coal Resources Pte. Ltd. ( GMR Singapore ) and United Fiber System Ltd. ( UFS ), the Company, GMR Singapore, and UFS had signed Supplemental Agreement on February 4, 2013, 2 nd Supplemental Agreement on 28 February 2013, for extending the Long Stop Date of the Share Purchase Agreement to be March 31, ********

339 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Plaza BII, Tower II, Lantai 27 Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat Telepon : Faksimili :

PAPARAN PUBLIK PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

PAPARAN PUBLIK PT Dian Swastatika Sentosa Tbk PAPARAN PUBLIK PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Rabu, 24 Juni 2015 Sinar Mas Land Plaza, Menara 2, Lantai 39 AGENDA 1 2 3 4 5 6 1 AGENDA 1 2 3 4 5 6 2 JEJAK LANGKAH PERSEROAN 1996 Perseroan didirikan 1998

Lebih terperinci

PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA TBK

PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA TBK PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA TBK PAPARAN PUBLIK TAHUNAN Jumat, 28 Desember 2012 Plaza BII, Tower II Lantai 39 0 AGENDA Tinjauan Umum Perusahaan Tinjauan Keuangan 3Q12 Kejadian Penting Prospek Usaha 1 AGENDA

Lebih terperinci

PAPARAN PUBLIK TAHUNAN PT Golden Energy Mines Tbk

PAPARAN PUBLIK TAHUNAN PT Golden Energy Mines Tbk PAPARAN PUBLIK TAHUNAN PT Golden Energy Mines Tbk Jakarta, 19 Juni 2015 Ruang Paseo, Sinar Mas Land Plaza, Menara II, Lantai 39 Jln. MH Thamrin No. 51 Jakarta Pusat DAFTAR ISI TINJAUAN UMUM PERSEROAN PENCAPAIAN

Lebih terperinci

Laporan Tahunan 2015 Annual Repor t

Laporan Tahunan 2015 Annual Repor t Laporan Tahunan Annual Repor t Data Keuangan Penting Financial Highlights Profil Perusahaan Company Profile Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners Laporan Direksi Report of the Board

Lebih terperinci

Tinjauan Umum Perseroan. Tinjauan Keuangan Q3. Pencapaian Signifikan

Tinjauan Umum Perseroan. Tinjauan Keuangan Q3. Pencapaian Signifikan DAFTAR ISI Tinjauan Umum Perseroan Tinjauan Keuangan Q3 Pencapaian Signifikan Tanya Jawab TINJAUAN UMUM PERSEROAN STRUKTUR PEMEGANG SAHAM PT Dian Swastatika Sentosa Tbk GMR Coal Resources Pte Ltd Publik

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN 2014 A N N UA L R E P O R T

LAPORAN TAHUNAN 2014 A N N UA L R E P O R T Analisa dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility Laporan Keuangan Tahun

Lebih terperinci

Maintaining Performance in a Year of Challenges

Maintaining Performance in a Year of Challenges Maintaining Performance in a Year of Challenges Daftar Isi Halaman Ikhtisar Utama Main Overview 6 Sekilas Bank Ina Bank Ina At A Glance 7 Piagam & Sertifikat Awards & Certificates 8 Kaleidoskop 2015 2015

Lebih terperinci

14,87% 17,43% 17,97% 13,69%

14,87% 17,43% 17,97% 13,69% Laporan Tahunan 2013 BANK KALBAR Pembukaan Opening Ikhtisar Data Keuangan Penting Financial Highlights Laporan Dewan Komisaris dan Direksi Report from the Board of Commissioners and Directors Profil Perusahaan

Lebih terperinci

31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015

31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015 ASET ASET LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1.219.104.170.177

Lebih terperinci

PT Golden Energy Mines Tbk

PT Golden Energy Mines Tbk PAPARAN PUBLIK TAHUNAN PT Golden Energy Mines Tbk Jakarta, Jln. MH Thamrin No. 51, Jakarta Pusat DAFTAR ISI TINJAUAN UMUM PERSEROAN PENCAPAIAN SIGNIFIKAN TINJAUAN KEUANGAN KUARTAL 1 TANYA JAWAB TINJAUAN

Lebih terperinci

30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014

30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 30 Juni/ June 30, 2015 31 Desember/ Catatan/ (Tidak

Lebih terperinci

OPTIMISM FOR A BRIGHTER FUTURE OPTIMISME UNTUK MASA DEPAN LEBIH CERAH

OPTIMISM FOR A BRIGHTER FUTURE OPTIMISME UNTUK MASA DEPAN LEBIH CERAH OPTIMISM FOR A BRIGHTER FUTURE OPTIMISME UNTUK MASA DEPAN LEBIH CERAH 2015 Laporan Tahunan Annual Report Daftar Isi Table of Content PENDAHULUAN INTRODUCTION Kilas Kinerja 2 Performance Highlight Ikhtisar

Lebih terperinci

31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016

31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016 31 Maret/ March 31, 2017 31 Desember/ (Tidak

Lebih terperinci

(Tidak Diaudit)/ Catatan/ December 31, (unaudited) Notes 2015

(Tidak Diaudit)/ Catatan/ December 31, (unaudited) Notes 2015 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015 31 Maret/ March 31, 2016 31 Desember/ (Tidak

Lebih terperinci

2008 Annual Report. 25th Anniversary

2008 Annual Report. 25th Anniversary Annual Report 25th Anniversary Daftar Isi Table of Contents 04 06 08 10 12 14 15 16 18 20 22 24 26 32 42 52 Perjalanan UIC Ikhtisar Keuangan Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham Laporan Dewan

Lebih terperinci

Lapor an Tahuna n 2013 Annual Report

Lapor an Tahuna n 2013 Annual Report Laporan Tahunan 2013 A n n ua l Re port Laporan Tahunan 2013 Annual Report 1 Kinerja Perusahaan Company s Performances 2 Laporan Tahunan 2013 Annual Report DAFTAR ISI CONTENTS Profil Perusahaan Company

Lebih terperinci

SURAT KUASA UNTUK MENGHADIRI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BUMI RESOURCES Tbk.

SURAT KUASA UNTUK MENGHADIRI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BUMI RESOURCES Tbk. SURAT KUASA UNTUK MENGHADIRI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BUMI RESOURCES Tbk. Saya/Kami (nama), (alamat) (1), dalam hal ini bertindak selaku pemegang (2) saham PT Bumi Resources Tbk. ( Perseroan

Lebih terperinci

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk PAPARAN PUBLIK TAHUNAN 5 Desember 2011 To become a leading energy and infrastructure company in Indonesia DAFTAR ISI 1 Tinjauan Umum Perusahaan 2 4 3 Tinjauan Keuangan 3Q11

Lebih terperinci

Paparan Publik Tahunan PT Golden Energy Mines Tbk

Paparan Publik Tahunan PT Golden Energy Mines Tbk Paparan Publik Tahunan PT Golden Energy Mines Tbk Jakarta, 29 Mei 2017 Ruang Grand on Thamrin 1, Hotel Pullman Jl. MH Thamrin No. 59 Jakarta Pusat, Indonesia DAFTAR ISI TINJAUAN UMUM PERSEROAN PENCAPAIAN

Lebih terperinci

30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, (Tidak diaudit/ Catatan/ December 31, 2016 Unaudited) Notes ( Diaudit/Audited)

30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, (Tidak diaudit/ Catatan/ December 31, 2016 Unaudited) Notes ( Diaudit/Audited) Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, 2016 30 Juni/ June 30, 2017 31 Desember/ (Tidak diaudit/

Lebih terperinci

30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016

30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016 30 September/ September 30, 2017 31 Desember/

Lebih terperinci

31 Desember 2016 December 31, 2016 ( Tidak diaudit/ Catatan/ (Diaudit/ Unaudited) Notes Audited) m,2r,4,29.

31 Desember 2016 December 31, 2016 ( Tidak diaudit/ Catatan/ (Diaudit/ Unaudited) Notes Audited) m,2r,4,29. DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 31 DESEMBER 2016 (Disajikan dalam Rupiah) The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language

Lebih terperinci

Laporan Tahunan Annual Report

Laporan Tahunan Annual Report Laporan Tahunan Annual Report Annual Report PT. Century Textile Indonesia Tbk 1 Data Keuangan Penting Financial Highlights Profil Perusahaan Company Profile Laporan Dewan Komisaris Report of the Board

Lebih terperinci

SEKRETARIS PERUSAHAAN

SEKRETARIS PERUSAHAAN 141 SEKRETARIS PERUSAHAAN OJK No. 35/POJK.04/2014, tanggal 8 Desember atau Perusahaan Publik ( Peraturan No. 35/2014 ), Perusahaan disesuaikan dengan Peraturan No. 35/2014 yang terdiri dari: a publicly

Lebih terperinci

DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS

DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS Halaman / Pages PERNYATAAN DIREKSI / DIRECTOR STATEMENT LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN / INDEPENDENT AUDITOR'S REPORT... 1 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN / FINANCIAL STATEMENTS

Lebih terperinci

Bahan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. PT Petrosea Tbk. 21 April 2017

Bahan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. PT Petrosea Tbk. 21 April 2017 Bahan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Petrosea Tbk. 21 April 2017 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( Rapat ) yang akan diselenggarakan pada: Hari/tanggal

Lebih terperinci

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement / Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement 31 Maret 2013/ March 31, 2013 TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Pernyataan Direksi Director s Statement

Lebih terperinci

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement / Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement 31 Maret 2015/ March, 31, 2015 TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Pernyataan Direksi Director s Statement

Lebih terperinci

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement / Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement 30 Juni 2014/ June 30, 2014 TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Pernyataan Direksi Director s Statement

Lebih terperinci

Profil Perusahaan Company Profile. Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalents

Profil Perusahaan Company Profile. Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalents Ikhtisar Keuangan Financial Highlights ASET ASET LANCAR assets CURRENT ASSETS Kas dan Setara Kas 1.820.904 2.618.040 4.247.027 1.759.522 1.827.132 Cash and Cash Equivalents Kas yang Dibatasi Penggunaannya

Lebih terperinci

Domiciled in West Jakarta. Berdomisili di Jakarta Barat REVISION INVITATION OF ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS

Domiciled in West Jakarta. Berdomisili di Jakarta Barat REVISION INVITATION OF ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS Berdomisili di Jakarta Barat RALAT PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN Merujuk pada Iklan Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan( RUPST ) PT Erajaya Swasembada Tbk ( Perseroan ) yang telah

Lebih terperinci

Kamis, 5 Desember 2013 Ruang Narwastu, Sinar Mas Land Plaza Tower III Lantai Basement I

Kamis, 5 Desember 2013 Ruang Narwastu, Sinar Mas Land Plaza Tower III Lantai Basement I DAFTAR ISI Tinjauan Umum Perseroan Tinjauan Keuangan Periode 9 Bulan Pencapaian Signifikan Corporate Social Responsibility (CSR) Tanya Jawab TINJAUAN UMUM PERSEROAN STRUKTUR PEMEGANG SAHAM PT Dian Swastatika

Lebih terperinci

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/ and Subsidiaries

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/ and Subsidiaries PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/ and Subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011

Lebih terperinci

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Saya menyampaikan apresiasi kepada Direksi atas konsistensinya terhadap penerapan strategi bisnis Perseroan, sehingga berhasil mencapai

Lebih terperinci

Bahan Mata Acara. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan. PT Petrosea Tbk.

Bahan Mata Acara. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan. PT Petrosea Tbk. Bahan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan PT Petrosea Tbk. 20 April 2016 1 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan ( Rapat )

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 September 2015 31 Desember 2014

Lebih terperinci

31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 March 31, 2014 and December 31, Maret / 31 Desember / March 31, December 31, Catatan / Notes

31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 March 31, 2014 and December 31, Maret / 31 Desember / March 31, December 31, Catatan / Notes Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 March 31, 2014 and December 31, 2013 31 Maret / 31 Desember / March 31, December 31,

Lebih terperinci

BAHAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN & RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT MODERNLAND REALTY TBK 21 JUNI 2017

BAHAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN & RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT MODERNLAND REALTY TBK 21 JUNI 2017 BAHAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN & RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT MODERNLAND REALTY TBK 21 JUNI 2017 Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (

Lebih terperinci

31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015

31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015 Catatan/ 2016 Notes 2015 ASET ASET LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 Juni 2015 31 Desember 2014 Tidak Audit

Lebih terperinci

31 Maret 2018/ March 31, 2018

31 Maret 2018/ March 31, 2018 LAPORAN POSISI KEUANGAN FINANCIAL POSITION As of 31 Maret 2018/ 31 Desember 2017/ December 31, 2017 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 2,4,33,34,36 9.447.735 8.796.690 Cash and cash

Lebih terperinci

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 30 Juni 2015/ 31 Desember 2014/ June 30, 2015 December

Lebih terperinci

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasi enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2010 (diaudit)

Lebih terperinci

KEPEMILIKAN EFEK YANG MENCAPAI 5% ATAU LEBIH DARI SAHAM YANG DITEMPATKAN DAN DISETOR PENUH PER TANGGAL 31 JANUARI 2016

KEPEMILIKAN EFEK YANG MENCAPAI 5% ATAU LEBIH DARI SAHAM YANG DITEMPATKAN DAN DISETOR PENUH PER TANGGAL 31 JANUARI 2016 PT LINK NET Tbk KEPEMILIKAN SAHAM OLEH DIREKSI/KOMISARIS PER 31/01/2016 HALAMAN: 1 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit)

Lebih terperinci

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement

PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement / Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement / September 30, 2014 TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Pernyataan Direksi Director s Statement LAPORAN

Lebih terperinci

SIARAN PERS / PRESS RELEASE No.056/HO-ASR/III/17 Tangerang, 31 Maret 2017

SIARAN PERS / PRESS RELEASE No.056/HO-ASR/III/17 Tangerang, 31 Maret 2017 ALAM SUTERA REALTY LAPORKAN KINERJA KEUANGAN TAHUN 2016 *** ALAM SUTERA REALTY REPORTS 2016 FINANCIAL PERFORMANCE *** PT Alam Sutera Realty Tbk ( ASRI ), hari ini 31 Maret 2017 mengumumkan hasil kinerja

Lebih terperinci

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Desember 2014 dan 2013 December 31, 2014 and 2013

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Desember 2014 dan 2013 December 31, 2014 and 2013 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2014 dan 2013 December 31, 2014 and 2013 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1,617,503

Lebih terperinci

PT STAR PACIFIC Tbk AND SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF KONSOLIDASIAN

PT STAR PACIFIC Tbk AND SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF KONSOLIDASIAN 121 DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF KONSOLIDASIAN FINANCIAL POSITION Tanggal 31 Desember dan 2014, dan As of December 31, and 2014,and 1 Januari 2014/

Lebih terperinci

PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK GEDUNG ITC LT 7,8 JL MANGGA DUA RAYA JAKARTA TELP : (021) (HUNTING) FAX : (021)

PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK GEDUNG ITC LT 7,8 JL MANGGA DUA RAYA JAKARTA TELP : (021) (HUNTING) FAX : (021) ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 1.356.251 1.020.730 Investasi jangka pendek 43.143 38.656 Investasi mudharabah - 352.512 Piutang usaha Pihak berelasi 20.413 30.670 Pihak ketiga 23.998 29.701 Piutang

Lebih terperinci

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 March 31, 2015 and December 31, 2014

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 March 31, 2015 and December 31, 2014 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 March 31, 2015 and December 31, 2014 31 Maret 2015/ 31 Desember 2014/ March 31, 2015

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 September 2016 31 Desember 2015

Lebih terperinci

DSS ANNUAL REPORT 2011 BUILDING A BETTER TOMORROW. PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA Tbk. energy and infrastructure

DSS ANNUAL REPORT 2011 BUILDING A BETTER TOMORROW. PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA Tbk. energy and infrastructure DSS energy and infrastructure ANNUAL REPORT 2011 BUILDING A BETTER TOMORROW PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA Tbk daftar isi table of content SEKILAS PT DIAN SWASTATIKA SENTOSA Tbk INFORMASI PERUSAHAAN VISI,

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31 Desember 2015 31 Desember 2014 1 Januari 2014 Audit Audit

Lebih terperinci

RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI MEETINGS OF THE BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS RAPAT DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris secara berkala melaksanakan rapat, baik rapat internal maupun rapat

Lebih terperinci

IKHTISAR KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PENTING

IKHTISAR KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PENTING IKHTISAR KINERJA KEUANGAN DAN IKHTISAR BISNIS DAN OPERASIONAL Berikut adalah cakupan layanan Perseroan sampai dengan akhir tahun 2016: HOMES PASSED COAXIAL CABLE FIBER OPTIC CABLE DATACOMM FASTNET HOMECABLE

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2017

PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2017 PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2017 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) June 30, 2017 December 31, 2016 Audited ASSETS Cash and

Lebih terperinci

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 September 30, 2015 and December 31, 2014

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 September 30, 2015 and December 31, 2014 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 September 30, 2015 and December 31, 2014 30 September 2015/ 31 Desember 2014/

Lebih terperinci

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Jumat, 25 Mei 2018

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Jumat, 25 Mei 2018 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Jumat, 25 Mei 2018 Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta Pusat 10350 Tata Tertib PERTAMA Rapat akan diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia. KEDUA Ketua Rapat berhak untuk meminta

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Audit Kas

Lebih terperinci

PT SIWANI MAKMUR Tbk

PT SIWANI MAKMUR Tbk Laporan Keuangan Interim Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal dan 31 Desember 2013 Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal (Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Sembilan Bulan yang

Lebih terperinci

PT. INDO-RAMA SYNTHETICS Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES

PT. INDO-RAMA SYNTHETICS Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES PT. INDO-RAMA SYNTHETICS Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN

Lebih terperinci

PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31,

Lebih terperinci

PT SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY Tbk LAPORAN TAHUNAN 2013 ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT. PT SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY Tbk

PT SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY Tbk LAPORAN TAHUNAN 2013 ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT. PT SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY Tbk PT SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY Tbk LAPORAN TAHUNAN 2013 ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT PT SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY Tbk Laporan Tahunan - 2013 - Annual Report 1 Dalam jutaan Rupiah 2013

Lebih terperinci

No Surat : AE/142/09/AM/dr Jakarta, 16 Okt 2009 Lampiran : 4 halaman Kode Saham : ADRO Papan Pencatatan : Utama

No Surat : AE/142/09/AM/dr Jakarta, 16 Okt 2009 Lampiran : 4 halaman Kode Saham : ADRO Papan Pencatatan : Utama No Surat : AE/142/09/AM/dr Jakarta, 16 Okt 2009 Lampiran : 4 halaman Kode Saham : ADRO Papan Pencatatan : Utama Kepada Yth, Ketua Bapepam dan LK Gedung Baru 16 Lantai, Departemen Keuangan Jl.Dr.Wahidin,

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Keterbukaan Informasi ini dibuat dan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan

Lebih terperinci

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016 31 Maret 2017/ 31 Desember 2016/ March 31, 2017

Lebih terperinci

PT Hanson International Tbk dan Entitas Anaknya/and its Subsidiaries

PT Hanson International Tbk dan Entitas Anaknya/and its Subsidiaries PT Hanson International Tbk dan Entitas Anaknya/and its Subsidiaries Laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor

Lebih terperinci

PT Petrosea Tbk Analyst Presentation. Paparan Publik Maret 2012

PT Petrosea Tbk Analyst Presentation. Paparan Publik Maret 2012 PT Petrosea Tbk Analyst Presentation Anggota July 2011 Paparan Publik Maret 2012 Perhatian Informasi dalam presentasi ini adalah informasi umum mengenai PT Petrosea Tbk ("Perseroan") yang disiapkan oleh

Lebih terperinci

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (diaudit)

Lebih terperinci

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015 31 Maret 2016/ 31 Desember 2015/ March 31, 2016

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 Juni 2016 31 Desember 2015 Tidak Diaudit

Lebih terperinci

2 REKSA PUSPITA KARYA,PT LEMBAGA 550,167, ,167, BERITASATU PLAZA LT.7 JL. GATOT SUBROTO INDONESIA KAV 35-36, SETIABUDI

2 REKSA PUSPITA KARYA,PT LEMBAGA 550,167, ,167, BERITASATU PLAZA LT.7 JL. GATOT SUBROTO INDONESIA KAV 35-36, SETIABUDI LAMPIRAN : 1 KEPEMILIKAN EFEK YANG MENCAPAI 5% ATAU LEBIH DARI SAHAM YANG DITEMPATKAN DAN DISETOR PENUH EMITEN : PT FIRST MEDIA TBK B A E : PT SHARESTAR INDONESIA MODAL DISETOR : 1,742,167,907 SAHAM PER

Lebih terperinci

Per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 As of March 31, 2016 and December 31, 2015

Per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 As of March 31, 2016 and December 31, 2015 546.419 LAPORAN POSISI KEUANGAN THE STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION Per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 As of March 31, 2016 and December 31, 2015 Catatan/ 31 Maret 2016/ 31 Desember 2015/ Notes March

Lebih terperinci

PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK GEDUNG ITC LT 7,8 JL MANGGA DUA RAYA JAKARTA TELP : (021) (HUNTING) FAX : (021)

PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK GEDUNG ITC LT 7,8 JL MANGGA DUA RAYA JAKARTA TELP : (021) (HUNTING) FAX : (021) PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK GEDUNG ITC LT 7,8 JL MANGGA DUA RAYA JAKARTA 14430 TELP : (021) 6019788 (HUNTING) FAX : (021) 6018555 ASET LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI DAN 31 DESEMBER

Lebih terperinci

PT Asuransi Eka Lloyd Jaya

PT Asuransi Eka Lloyd Jaya PT Asuransi Eka Lloyd Jaya Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2016 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen/ Financial statements as of December 31, 2016

Lebih terperinci

PERUM PERCETAKAN UANG INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PERUM PERCETAKAN UANG INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN REPUBLIK REPUBLIK INDONESIA AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION PER 31 DESEMBER 2016 DAN 2015 AS OF DECEMBER 31, 2016 AND 2015 (Disajikan

Lebih terperinci

AuOl. $suzurr \/loirltzlo. ,u""d")*,0'o,o. -l-santiaqo Soriano Navarro Direktur Utama j, Direktur Lamp.

AuOl. $suzurr \/loirltzlo. ,ud)*,0'o,o. -l-santiaqo Soriano Navarro Direktur Utama j, Direktur Lamp. PT IND@MOBII SUKSES INTERNASIONAT TbK WISMA INDOMOBIL 6th Floor, Jl. lvlt Haryono Kav 8, Jakarta 13330 Phone: 62-21 8564850, 8564860, 8564870 (hunting) Facsimile: 62-21 8564833 Web site: htto://www.indomobil.com

Lebih terperinci

Agenda. Profil Perseroan. Kinerja Keuangan. Struktur Penawaran. Indikasi Jadwal. Lembaga dan Profesi Penunjang

Agenda. Profil Perseroan. Kinerja Keuangan. Struktur Penawaran. Indikasi Jadwal. Lembaga dan Profesi Penunjang Agenda 1 2 3 4 5 Profil Perseroan Kinerja Keuangan Struktur Penawaran Indikasi Jadwal Lembaga dan Profesi Penunjang 1. Profil Perseroan 2012 2006 IBS didirikan 2007 Mulai mengoperasi kan usaha inbuilding

Lebih terperinci

PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 31 MARCH 2017

PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 31 MARCH 2017 PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 31 MARCH 2017 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) March 31, 2017 December 31, 2016 Audited ASSETS Cash and

Lebih terperinci

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN AND SUBSIDIARY

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN AND SUBSIDIARY LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2010 DAN 2009 ( Tidak diaudit ) CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS ( Unaudited ) PT MULTI INDOCITRA Tbk

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND SUBSIDIARIES. Per 31 Desember 2014 and 2013 As of December 31, 2014 and 2013

REPUBLIK INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND SUBSIDIARIES. Per 31 Desember 2014 and 2013 As of December 31, 2014 and 2013 LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL KONSOLIDASIAN POSITION Per 31 Desember 2014 and 2013 As of December 31, 2014 and 2013 Catatan/ 2014 2013 *) ASET ASSETS Aset Lancar Current

Lebih terperinci

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. Financial Statements Nine Months Ended September 30, 2005 And 2004

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. Financial Statements Nine Months Ended September 30, 2005 And 2004 Laporan Keuangan Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 30 September 2005 Dan 2004 PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk Financial Statements Nine Months Ended September 30, 2005 And 2004 PT WAHANA

Lebih terperinci

MENGUTAMAKAN KEPUASAN PELANGGAN

MENGUTAMAKAN KEPUASAN PELANGGAN Prakata Preface Sekilas Perseroan Company At A Glance Mengutamakan Kepuasan Pelanggan Customer Satisfaction Laporan Kepada Pemegang Saham Report To Shareholders Analisis Dan Pembahasan Manajemen Management

Lebih terperinci

PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA TENTANG

PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA TENTANG Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 05/KPPU/PDPT/III/2013 TENTANG PENILAIAN TERHADAP PENGAMBILALIHAN (AKUISISI) SAHAM PERUSAHAAN PT ANDALAN

Lebih terperinci

30 September 2016 dan Desember 2015 September 30, 2016 and December 31, 2015

30 September 2016 dan Desember 2015 September 30, 2016 and December 31, 2015 PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK PT DUTA PERTIWI Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2016 dan Desember 2015 September

Lebih terperinci

Memperkuat Landasan Menetapkan Haluan

Memperkuat Landasan Menetapkan Haluan Paparan Publik Tahunan PT Samindo Resurces Tbk ( Perseroan ) Memperkuat Landasan Menetapkan Haluan 4 Mei 2018, Gran Melia Jakarta Daftar Isi 01 Profil Perseroan Informasi Umum Layanan & Kompetensi Struktur

Lebih terperinci

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries

PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit)

Lebih terperinci

Bahan Mata Acara Meeting Material. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Annual General Meeting of Shareholder. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk

Bahan Mata Acara Meeting Material. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Annual General Meeting of Shareholder. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk Bahan Mata Acara Meeting Material Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Annual General Meeting of Shareholder PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk 20 April 2017 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa

Lebih terperinci

PT CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk

PT CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS PERIODE SEMBILAN BULAN BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2012 DAN 2011(TIDAK DIAUDIT)/ NINE MONTHS PERIOD ENDED 30 SEPTEMBER 2012 AND 2011(UN AUDITED) ISI/CONTENTS Halaman/Page

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND SUBSIDIARIES. Per 31 Desember 2013 dan 2012 As of December 31, 2013 and 2012

REPUBLIK INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND SUBSIDIARIES. Per 31 Desember 2013 dan 2012 As of December 31, 2013 and 2012 LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL KONSOLIDASIAN POSITIONS Per 31 Desember 2013 dan 2012 As of December 31, 2013 and 2012 ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Catatan/ 2013 2012

Lebih terperinci

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk Laporan Keuangan Beserta Laporan Auditor Independen Periode Yang Berakhir Pada Tanggaltanggal 30 September 2006 Dan 2005 Financial Statements With Independent Auditors Report September 30, 2006 And 2005

Lebih terperinci

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT INDONESIA TRANSPORT & INFRASTRUCTURE Tbk

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT INDONESIA TRANSPORT & INFRASTRUCTURE Tbk PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT INDONESIA TRANSPORT & INFRASTRUCTURE Tbk Direksi PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk ( Perseroan ), dengan ini memberitahukan

Lebih terperinci