DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN-P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN-P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA"

Transkripsi

1 DATA POKOK -P 2007 DAN -P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

2 DAFTAR TABEL Tabel 1 :, 2007 dan Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/ Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan, 1994/ Tabel 4 : Penerimaan Perpajakan, 2007 dan Tabel 5 : Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Hibah, 2007 dan Tabel 6 : Belanja Pemerintah Pusat, 2007 dan Tabel 7 : Belanja Pemerintah Pusat Menurut Organisasi, Tabel 8 : Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi, Tabel 9 : Transfer ke Daerah, 2007 dan Tabel 10 : Pembiayaan Anggaran, 2007 dan Tabel 11 : Asumsi Dasar, 2007 dan

3 Tabel DAN P -P (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) A. Pendapatan Negara dan Hibah ,9 19, ,9 18, ,1 17, ,5 20,0 I. Penerimaan Dalam Negeri ,0 19, ,6 18, ,4 17, ,9 19,9 1. Penerimaan Perpajakan ,0 13, ,9 13, ,4 13, ,5 13,6 a. Pajak Dalam Negeri ,6 13, ,0 12, ,7 12, ,3 12,9 b. Pajak Perdagangan Internasiona ,4 0, ,9 0, ,7 0, ,2 0,6 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak ,0 5, ,7 5, ,0 4, ,4 6,3 a. Penerimaan SDA ,9 3, ,3 3, ,2 2, ,4 4,3 b. Bagian Laba BUMN ,0 0, ,0 0, ,3 0, ,3 0,7 c. Surplus Bank Indonesia 0, ,3 0, d. PNBP Lainnya ,0 1, ,1 1, ,6 0, ,7 1,3 II. Hibah 2.669,0 0, ,3 0, ,7 0, ,6 0,1 B. Belanja Negara ,8 20, ,2 20, ,1 19, ,8 22,1 I. Belanja Pemerintah Pusat ,2 13, ,1 13, ,6 12, ,0 15,5 A. Belanja K/L ,8 6, ,2 6, ,0 7, ,7 6,5 B. Belanja Non K/L, a.l : ,4 6, ,0 1, ,7 5, ,3 9,1 - Pembayaran Bunga Utang ,4 2, ,1 2, ,6 2, ,2 2,1 a. Utang Dalam Negeri ,7 1, ,2 1, ,8 1, ,4 1,5 b. Utang Luar Negeri ,8 0, ,9 0, ,8 0, ,8 0,6 - Subsidi ,3 2, ,4 2, ,6 2, ,0 5,2 a. Subsidi Energi ,1 2, ,3 2, ,6 1, ,8 4,2 b. Subsidi Non Energi ,2 0, ,1 0, ,9 0, ,2 1,1 II. Transfer Ke Daerah ,6 6, ,0 6, ,5 6, ,8 6,5 1. Dana Perimbangan ,8 6, ,8 6, ,1 6, ,1 6,2 a. Dana Bagi Hasil ,3 1, ,3 1, ,8 1, ,8 1,7 b. Dana Alokasi Umum ,4 4, ,4 4, ,1 4, ,1 4,0 c. Dana Alokasi Khusus ,1 0, ,1 0, ,1 0, ,1 0,5 2. Dana Otonomi Khusus dan Peny ,8 0, ,2 0, ,3 0, ,7 0,3 a. Dana Otonomi Khusus 4.045,7 0, ,7 0, ,3 0, ,3 0,2 b. Dana Penyesuaian 4.406,1 0, ,5 0, ,0 0, ,4 0,1 C. Keseimbangan Primer ,6 1, ,9 0, ,6 0,4 291,0 0,0 D. Surplus/Defisit Anggaran (A - B) (40.512,9) (1,1) (58.285,3) (1,5) (73.306,0) (1,6) (94.503,3) (2,1) E. Pembiayaan (I + II) ,9 1, ,3 1, ,0 1, ,3 2,1 I. Pembiayaan Dalam Negeri ,3 1, ,7 1, ,3 2, ,9 2,4 1. Perbankan dalam negeri ,0 0, ,6 0,3 300,0 0,0 (11.700,0) (0,3) 2. Non-perbankan dalam negeri ,3 1, ,0 1, ,3 2, ,9 2,7 a. Privatisasi (neto) 2.000,0 0, ,0 0, ,0 0,0 500,0 0,0 b. Penj aset Program Restr. Perbankan 1.500,0 0, ,7 0,0 600,0 0, ,0 0,1 c. Surat Berharga Negara (neto) ,3 1, ,3 1, ,3 2, ,0 2,6 d. Dana Investasi Pemerintah (2.000,0) (0,1) (2.000,0) (0,1) (4.000,0) (0,1) (2.823,1) (0,1) II. Pembiayaan Luar negeri (neto) (14.555,4) (0,4) (12.540,4) (0,3) (16.669,3) (0,4) (13.113,6) (0,3) 1. Penarikan Pinjaman LN (bruto) ,6 1, ,3 1, ,3 1, ,3 1,1 a. Pinjaman Program ,0 0, ,0 0, ,0 0, ,0 0,6 b. Pinjaman Proyek ,6 0, ,3 0, ,3 0, ,3 0,5 2. Pembyr. Cicilan Pokok Utang LN (54.830,0) (1,5) (54.750,7) (1,5) (59.658,6) (1,3) (61.254,9) (1,4) 1

4 Tabel 2 PENERIMAAN DALAM NEGERI, 1994/ *) Tahun Anggaran Perpajakan Nilai 1) 2) Bukan Pajak Jumlah (%) Nilai (%) Nilai (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1994/ ,1 66, ,9 33, ,0 100,0 1995/ ,3 66, ,6 33, ,9 100,0 1996/ ,9 65, ,4 34, ,3 100,0 1997/ ,2 63, ,3 36, ,5 100,0 1998/ ,4 64, ,0 35, ,5 100,0 1999/2000 3) ,0 61, ,6 38, ,6 100, ) ,5 56, ,0 43, ,5 100, ,9 61, ,6 38, ,5 100, ,5 70, ,0 29, ,5 100, ,1 71, ,2 29, ,3 100, ,8 69, ,8 30, ,6 100, ,1 70, ,3 29, ,4 100, ,0 64, ,1 35, ,1 100,0 (LKPP) ,0 70, ,0 29, ,0 100,0 ( UU.18/2006) ,9 71, ,7 28, ,6 100,0 (-P) ,4 76, ,1 24, ,5 100,0 () ,5 68, ,4 31, ,9 100,0 (-P) 1) Sejak TA 1998/1999 termasuk BPHTB, sejak TA 1999/2000 termasuk PPh Migas, tetapi tidak termasuk pajak daerah dan retribusi daerah. 2) Sejak TA 1999/2000 tidak termasuk PPh Migas dan Privatisasi. 3) Disesuaikan dengan klasifikasi baru. 4) Periode 1 April sampai dengan 31 Desember 2000 (9 bulan). 2

5 Tabel 3 PENERIMAAN PERPAJAKAN, 1994/ *) Pajak Dalam Negeri Pajak Perdagangan Internasional Tahun Anggaran PPh 1) PPN PBB 2) Cukai Pajak Lainnya Bea Masuk Pajak Ekspor / Bea Keluar Jumlah P D B 3) Rasio (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1994/ , , , ,3 301, ,1 130, , ,9 12,2 1995/ , , , ,7 452, ,4 186, , ,4 11,2 1996/ , , , ,8 590, ,9 81, , ,4 11,2 1997/ , , , ,2 477, ,7 128, , ,5 11,2 1998/ , , , ,9 413, , , , ,8 10,8 1999/2000 4) , , , ,2 610, ,0 858, , ,8 11, ) , , , ,6 836, ,1 331, , ,6 11, , , , , , ,8 541, , ,0 6) 11, , , , , , ,4 231, , ,0 11, , , , , , ,6 229, , ,0 11, , , , , , ,0 297, , ,0 12, , , , , , ,9 318, , ,4 12, , , , , , , , , ,7 12,3 (LKPP) , , , , , ,6 452, , ,2 13,5 ( UU.18/2006) , , , , , , , , ,8 13,1 (-P) , , , , , , , , ,8 13,2 () , , , , , , , , ,8 13,6 (-P) 1) Sejak TA 1999/2000 termasuk PPh Migas. 2) Sejak TA 1998/1999 termasuk BPHTB. 3) TA 1989/ /1999 menggunakan Non Migas, sejak TA 1999/2000 menggunakan Total. 4) Disesuaikan dengan klasifikasi baru. 5) Periode 1 April sampai dengan 31 Desember 2000 (9 bulan). 6) Sejak tahun 2001 menggunakan baru dengan cakupan (coverage ) yang lebih luas 3

6 Tabel 4 PENERIMAAN PERPAJAKAN, 2007 DAN 2008 *) U r a i a n UU. 18/2006 -P -P (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) A. Pajak Dalam Negeri ,6 13, ,0 12, ,7 12, ,3 12,9 i. Pajak penghasilan ,3 6, ,3 6, ,4 6, ,9 6,8 1. PPh migas ,7 1, ,6 1, ,8 0, ,9 1,2 2. PPh non-migas ,6 5, ,7 5, ,6 5, ,0 5,6 ii. Pajak pertambahan nilai ,2 4, ,2 4, ,7 4, ,0 4,4 iii. Pajak bumi dan bangunan ,0 0, ,8 0, ,7 0, ,0 0,6 iv. BPHTB 5.389,9 0, ,5 0, ,7 0, ,2 0,1 v. Cukai ,7 1, ,7 1, ,5 1, ,5 1,0 vi. Pajak lainnya 3.157,5 0, ,5 0, ,6 0, ,7 0,1 B. Pajak Perdagangan Internasional ,4 0, ,9 0, ,7 0, ,2 0,6 i. Bea masuk ,6 0, ,6 0, ,8 0, ,9 0,4 ii. Pajak ekspor / bea keluar 452,8 0, ,3 0, ,9 0, ,3 0,2 J U M L A H ,0 13, ,9 13, ,4 13, ,5 13,6 4

7 Tabel 5 PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN HIBAH, 2007 DAN 2008 *) U r a i a n UU. 18/2006 -P -P (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) A. Penerimaan Negara Bukan Pajak ,0 5, ,7 5, ,1 4, ,4 6,3 I. Penerimaan SDA ,9 3, ,3 3, ,2 2, ,4 4,3 i. Migas ,7 3, ,9 2, ,0 2, ,9 4,1 - Minyak bumi ,7 2, ,6 2, ,0 1, ,3 3,3 - Gas alam ,0 1, ,4 0, ,0 0, ,6 0,8 ii. Non Migas 6.364,2 0, ,4 0, ,2 0, ,6 0,2 - Pertambangan umum 3.564,2 0, ,3 0, ,4 0, ,8 0,2 - Iuran tetap 59,2 0,0 59,2 0,0 66,6 0,0 83,0 0,0 - Pendapatan royalti batubara 3.505,0 0, ,0 0, ,8 0, ,8 0,2 - Kehutanan 2.550,0 0, ,1 0, ,8 0, ,8 0,1 - Iuran hak pengusahaan hutan (IHPH) 31,0 0,0 31,0 0,0 4,8 0,0 4,8 0,0 - Provisi sumber daya hutan (PSDH) 1.217,0 0,0 972,1 0, ,7 0, ,7 0,0 - Dana reboisasi 1.302,0 0, ,0 0, ,3 0, ,3 0,0 - Perikanan 250,0 0,0 200,0 0,0 200,0 0,0 200,0 0,0 II. Bagian Laba BUMN ,0 0, ,0 0, ,3 0, ,3 0,7 III. PNBP Lainnya ,0 1, ,1 1, ,6 0, ,6 1,3 1. Pendapatan penjualan 8.284,3 0, ,2 0, ,9 0, ,6 0,1 2. Pendapatan sewa 33,9 0,0 34,8 0,0 54,6 0,0 54,6 0,0 3. Pendapatan jasa ,8 0, ,0 0, ,4 0, ,4 0,4 4. Pendapatan rutin luar negeri 310,2 0,0 364,0 0,0 379,4 0,0 379,4 0,0 5. Pendapatan kejaksaan peradilan 27,6 0,0 27,6 0,0 33,8 0,0 33,8 0,0 6. Pendapatan pendidikan 5.597,8 0, ,5 0, ,5 0, ,5 0,1 7. Pendapatan pelunasan piutang 7.850,0 0, ,0 0, ,0 0, ,0 0,2 8. Pendapatan minyak mentah DMO 7.360,9 0, ,4 0, ,5 0, ,6 0,3 9. Pendapatan lain-lain 4.587,5 0, ,5 0, ,5 0, ,8 0,4 IV. Sisa Surplus BI ,3 0, B. Hibah 2.669,0 0, ,3 0, ,7 0, ,6 0,1 J U M L A H ,9 5, ,0 5, ,8 4, ,0 6,4 5

8 Tabel 6 BELANJA PEMERINTAH PUSAT, TAHUN 2007 DAN 2008 *) P -P (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) A. Belanja K/L ,8 6, ,2 6, ,0 7, ,7 6,5 B. Belanja Non K/L, a.l ,4 6, ,0 1, ,7 5, ,3 9,1 1. Pembayaran Bunga Utang ,4 2, ,1 2, ,6 2, ,2 2,1 a. Utang Dalam Negeri ,7 1, ,2 1, ,8 1, ,4 1,5 b. Utang Luar Negeri ,8 0, ,9 0, ,8 0, ,8 0,6 2. Subsidi ,3 2, ,4 2, ,6 2, ,0 5,2 a. Subsidi Energi ,1 2, ,3 2, ,6 1, ,8 4,2 i. BBM (Pertamina) ,9 1, ,3 1, ,4 1, ,2 2,8 ii. Listrik (PLN) ,2 0, ,0 0, ,3 0, ,6 1,3 b. Subsidi Non Energi ,2 0, ,1 0, ,9 0, ,2 1,1 Total ,2 13, ,1 13, ,6 12, ,0 15,5 6

9 Tabel 7 BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT ORGANISASI, *) (miliar rupiah) KODE ORGANISASI LKPP LKPP -P -P UU. 18/2006 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 153,6 130,5 196,1 176,5 217,1 195,4 002 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 673,7 939, , , , ,9 004 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 269,5 566, , , , ,3 005 MAHKAMAH AGUNG 1.229, , , , , ,7 006 KEJAKSAAN AGUNG 777, , , , , ,7 007 SEKRETARIAT NEGARA 603,1 729, , , , ,3 008 WAKIL PRESIDEN 1) 47,3 157, DEPARTEMEN DALAM NEGERI 637, , , , , ,8 011 DEPARTEMEN LUAR NEGERI 3.160, , , , , ,0 012 DEPARTEMEN PERTAHANAN , , , , , ,1 013 DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM 1.953, , , , , ,1 015 DEPARTEMEN KEUANGAN 3.621, , , , , ,3 018 DEPARTEMEN PERTANIAN 2.659, , , , , ,5 019 DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN 2) 1.204, , , , , ,4 020 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3.117, , , , , ,1 022 DEPARTEMEN PERHUBUNGAN 3.978, , , , , ,9 023 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL , , , , , ,7 024 DEPARTEMEN KESEHATAN 6.508, , , , , ,3 025 DEPARTMEN AGAMA 6.497, , , , , ,6 026 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 1.068, , , , , ,4 027 DEPARTEMEN SOSIAL 1.661, , , , , ,5 029 DEPARTEMEN KEHUTANAN 959, , , , , ,9 032 DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN 1.745, , , , , ,1 033 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM , , , , , ,9 034 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN 67,3 76,3 151,0 180,9 194,5 202,1 035 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 44,0 65,6 143,0 128,8 132,3 119,1 036 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT 64,2 68,1 104,5 94,1 107,3 146,6 040 DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 447,4 609,7 982,3 923, , ,1 041 KEMENTERIAN NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA 25,1 155,1 217,3 316,3 207,6 186,9 042 KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI 1.379,8 342,6 446,2 433,2 498,1 466,0 043 KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP 226,9 300,9 530,2 491,7 460,7 534,0 044 KEMENTERIAN NEGARA KOPERASI DAN UKM 916,7 930, , , , ,7 047 KEMNTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 85,4 116,9 165,1 150,5 204,8 192,6 048 KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA 773,3 169,8 247,5 222,8 140,8 136,7 050 BADAN INTELIJEN NEGARA 668, , ,6 965, ,4 970,0 051 LEMBAGA SANDI NEGARA 437,6 690,3 913,9 966,7 605,5 605,1 052 DEWAN KETAHANAN NASIONAL 19,9 29,6 30,2 27,2 29,5 26,6 054 BADAN PUSAT STATISTIK 351,5 912, , , , ,1 055 KEMENTERIAN NEGARA PPN/BAPPENAS 138,0 198,1 360,5 374,9 435,9 392,5 056 BADAN PERTANAHAN NASIONAL 948, , , , , ,0 057 PERPUSTAKAAN NASIONAL 108,2 138,7 211,3 268,1 340,3 306,4 059 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI 429, , , , , ,9 060 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA , , , , , ,5 063 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 229,7 302,3 456,5 411,0 609,1 638,4 064 LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL 44,1 72,3 151,5 136,4 154,7 184,3 065 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 164,2 183,2 347,1 348,5 398,0 383,3 066 BADAN NARKOTIKA NASIONAL 170,1 285,7 278,2 250,4 328,6 295,9 067 KEMENTERIAAN NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL 73,9 230,2 658,0 628, ,7 922,5 068 BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL 596,0 637, ,6 965, , ,6 7

10 Tabel 7 BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT ORGANISASI, *) (miliar rupiah) KODE ORGANISASI LKPP LKPP -P -P UU. 18/2006 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 074 KOMISI NASIONAL HAK AZASI MANUSIA 12,4 36,6 59,7 53,8 56,7 51,0 075 BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA 220,5 521,8 657,1 597,6 801,1 721,3 076 KOMISI PEMILIHAN UMUM 8,4 318,1 781,5 703,5 793,9 714,8 077 MAHKAMAH KONSTITUSI 110,7 204,6 196,8 177,1 196,8 177,1 078 PUSAT PELAPORAN ANALISIS DAN TRANSAKSI KEUANGAN - 33,0 98,0 88,2 107,0 96,3 079 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 3) - 396,6 545,3 594,1 580,4 522,6 080 BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 3) - 250,9 333,2 300,6 363,3 327,0 081 BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 3) - 413,4 522,5 554,3 569,7 572,9 082 LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL 3) - 162,5 204,4 184,0 213,2 191,9 083 BADAN KOORDINASI SURVEY DAN PEMETAAN NASIONAL 3) - 144,9 252,2 230,9 270,2 243,3 084 BADAN STANDARDISASI NASIONAL 3) - 31,1 66,0 59,4 76,7 69,1 085 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR 3) - 46,9 63,2 56,9 62,2 56,0 086 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 4) - 126,0 201,6 183,5 204,8 188,8 087 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 4) - 83,9 108,7 102,6 125,7 119,1 088 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA 4) - 228,5 374,2 343,2 403,7 401,2 089 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN 4) - 437,1 562,0 505,9 660,1 594,3 090 DEPARTEMEN PERDAGANGAN , , , , ,2 091 KEMENTERIAN NEGARA PERUMAHAN RAKYAT 84,1 369,2 532,7 479,5 749,1 674,5 092 KEMENTERIAN NEGARA PEMUDA DAN OLAH RAGA 120,9 457,4 663,4 606,2 719,7 748,0 093 KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI - 221,7 247,7 311,7 264,2 237,8 094 BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI NAD 414, , , , , ,3 095 DEWAN PERWAKILAN DAERAH - 149,2 281,6 253,5 312,5 281,2 100 KOMISI YUDISIAL RI - 34,9 101,9 101,6 101,9 91,7 103 BADAN KOORDINASI NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ,5 55,4 111,3 111,3 104 BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TKI (BNP2TKI) ,5 246,2 105 BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO 450, , ,0 JUMLAH KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA (I) , , , , , ,7 BAGIAN ANGGARAN PEMBIAYAAN DAN PERHITUNGAN 061 CICILAN BUNGA UTANG 5) , , , , , ,2 062 SUBSIDI 6) , , , , , ,0 069 BELANJA LAIN-LAIN ) 7) , , , , , ,1 JUMLAH BAGIAN ANGGARAN PEMBIAYAAN DAN PERHITUNGAN (II) J U M L A H ( I + II ) , , , , , , , , , , , ,0 *) Perbedaan satu angka di belakang koma dalam angka penjumlahan karena pembulatan 1) Tahun , Bagian Anggaran 006 Wakil Presiden dan Bakornas Penanggulangan Bencana, tahun 2007 Wakil Presiden masuk dalam Bagian Anggaran Sekretariat Negara (BA 007) dan Bakornas Penanggulangan Bencana (BA 103) 2) Tahun 2005, termasuk Departemen Perdagangan (BA 090) 3) Tahun 2005, masuk ke dalam Bagian Anggaran Kementerian Negara Riset dan Teknologi (BA 042) 4) Tahun 2005, masuk ke dalam Bagian Anggaran Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (BA 048) 5) Tahun 2007 Cicilan dan Bunga Utang 6) Tahun 2007 Subsidi dan Transfer Lainnya 7) Tahun 2008 termasuk kontribusi sosial dan cadangan penanggulangan bencana Rp3,0 triliun 8

11 Tabel 8 BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT FUNGSI, *) (miliar rupiah) KODE FUNGSI LKPP LKPP -P UU.18/2006 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 01 PELAYANAN UMUM , , , , ,3 02 PERTAHANAN , , , , ,4 03 KETERTIBAN DAN KEAMANAN , , , , ,5 04 EKONOMI , , , , ,0 05 LINGKUNGAN HIDUP 1.333, , , , ,1 06 PERUMAHAN DAN FASILITAS UMUM 4.216, , , , ,0 07 KESEHATAN 5.836, , , , ,3 08 PARIWISATA DAN BUDAYA 588,6 905, , , ,8 09 AGAMA 1.312, , , ,3 921,6 10 PENDIDIKAN , , , , ,2 11 PERLINDUNGAN SOSIAL 2.272, , , , ,5 JUMLAH , , , , ,7 9

12 Tabel 9 TRANSFER KE DAERAH, 2007 DAN 2008 *) U r a i a n UU. 18/2006 -P -P (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) I. Dana Perimbangan ,8 6, ,8 6, ,1 6, ,1 6,2 1. Dana Bagi Hasil ,3 1, ,3 1, ,8 1, ,8 1,7 a. Perpajakan ,3 0, ,4 0, ,6 0, ,2 0,8 - Pajak Penghasilan 7.475,3 0, ,2 0, ,1 0, ,3 0,2 - Pajak Bumi dan Bangunan ,7 0, ,3 0, ,9 0, ,9 0,5 - Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan 5.391,3 0, ,9 0, ,7 0, ,0 0,1 b. Sumber Daya Alam ,0 0, ,9 0, ,2 0, ,6 0,9 - Minyak Bumi ,1 0, ,9 0, ,7 0, ,3 0,5 - Gas Alam ,2 0, ,4 0, ,2 0, ,5 0,3 - Pertambangan Umum 6.035,5 0, ,0 0, ,1 0, ,5 0,1 - Kehutanan 1.710,3 0, ,7 0, ,3 0, ,3 0,0 - Perikanan 200,0 0,0 160,0 0,0 160,0 0,0 160,0 0,0 2. Dana Alokasi Umum ,4 4, ,4 4, ,1 4, ,1 4,0 3. Dana Alokasi Khusus ,1 0, ,1 0, ,1 0, ,1 0,5 II. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian 8.451,8 0, ,2 0, ,3 0, ,7 0,3 1. Dana Otonomi Khusus 4.045,7 0, ,7 0, ,3 0, ,3 0,2 2. Dana Penyesuaian 4.406,1 0, ,5 0, ,0 0, ,4 0,1 J U M L A H ,6 6, ,0 6, ,5 6, ,8 6,5 10

13 Tabel 10 PEMBIAYAAN ANGGARAN, 2007 DAN 2008 *) U r a i a n UU. 18/2006 -P -P (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) I. Pembiayaan Dalam Negeri ,3 1, ,7 1, ,3 2, ,9 2,4 1. Perbankan Dalam Negeri ,0 0, ,6 0,3 300,0 0, ,0-0,3 a. Rekening Pemerintah Murni 5.233,0 0, ,0 0,1 300,0 0, ,0-0,3 b. Eks Moratorium NAD-Nias 7.729,0 0, ,6 0,2 0,0 0,0 0,0 0,0 2. Non-Perbankan Dalam Negeri ,3 1, ,0 1, ,3 2, ,9 2,7 a. Privatisasi (neto) 2.000,0 0, ,0 0, ,0 0,0 500,0 0,0 b. Penjualan Aset Program Restrukturisasi Perbankan 1.500,0 0, ,7 0,0 600,0 0, ,0 0,1 c. Surat Berharga Negara (neto) ,3 1, ,3 1, ,3 2, ,0 2,6 d. Dana Investasi Pemerintah ,0-0, ,0-0, ,0-0, ,1-0,1 II. Pembiayaan Luar Negeri (neto) ,4-0, ,4-0, ,3-0, ,6-0,3 1. Penarikan Pinjaman LN (bruto) ,6 1, ,3 1, ,3 1, ,3 1,1 a. Pinjaman Program ,0 0, ,0 0, ,0 0, ,0 0,6 b. Pinjaman Proyek ,6 0, ,3 0, ,3 0, ,3 0,5 2. Pembayaran Cicilan Pokok Utang LN ,0-1, ,7-1, ,6-1, ,9-1,4 J U M L A H ,9 1, ,3 1, ,0 1, ,3 2,1 11

14 Tabel 11 ASUMSI DASAR, 2007 DAN Indikator Makro UU.18/2006 -P -P (1) (2) (3) (4) (5) 1 Produk Domestik Bruto (miliar Rp) , , , ,8 2 Pertumbuhan ekonomi tahunan (%) 6,3 6,3 6,8 6,4 3 Inflasi (%) *) 6,5 6,0 6,0 6,5 4 Nilai tukar Rupiah per US$ *) Suku bunga SBI 3 bulan (%) *) 8,5 8,0 7,5 7,5 6 Harga minyak ICP (US$/barel) *) 63,0 60,0 60,0 95,0 7 Lifting minyak Indonesia (juta barel/hari) *) 1,000 0,950 1,034 0,927 *) Rata-Rata 12

DATA POKOK APBN

DATA POKOK APBN DATA POKOK - DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan...... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995...... 2 Tabel 3 : Penerimaan

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P DAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : dan.......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan, 1994/1995.........

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN-P 2006 DAN APBN 2007 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2006 DAN APBN 2007 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P DAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : -.......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1989/1990...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan, 1989/1990...... 3 Tabel

Lebih terperinci

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah)

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah) Tabel 1a APBN 2004 dan 2004 Keterangan APBN (1) (2) (3) (4) (5) A. Pendapatan Negara dan Hibah 349.933,7 17,5 403.769,6 20,3 I. Penerimaan Dalam Negeri 349.299,5 17,5 403.031,9 20,3 1. Penerimaan Perpajakan

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005. 3 Tabel 4 : Belanja

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 2010 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005 2010.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005 2010..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005. 3 Tabel

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005. 3 Tabel 4 : Belanja

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2006 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2006... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2006... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara dan Hibah, 2006...

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2006 2012 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2006 2012... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2006 2012... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara

Lebih terperinci

TABEL 2 RINGKASAN APBN, (miliar rupiah)

TABEL 2 RINGKASAN APBN, (miliar rupiah) 2 A. Pendapatan Negara dan Hibah 995.271,5 1.210.599,7 1.338.109,6 1.438.891,1 1.635.378,5 1.762.296,0 I. Pendapatan Dalam Negeri 992.248,5 1.205.345,7 1.332.322,9 1.432.058,6 1.633.053,4 1.758.864,2 1.

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN 2007 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN 2007 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2007 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2007... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2007... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara dan Hibah, 2007...

Lebih terperinci

REKAPITULASI TARGET PNBP KEMENTERIAN/LEMBAGA TA

REKAPITULASI TARGET PNBP KEMENTERIAN/LEMBAGA TA REKAPITULASI TARGET PNBP KEMENTERIAN/LEMBAGA TA 2009-2012 BA KEMENTERIAN/LEMBAGA APBN TA 2009 APBN-P TA 2009 APBN TA 2010 APBN-P TA 2010 APBN TA 2011 APBN-P TA 2011 APBN 2012 001 Majelis Permusyawaratan

Lebih terperinci

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah)

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah) Tabel 1a 2004 dan -P 2004 Keterangan -P ( (3) (4) (5) A. Pendapatan Negara dan Hibah 349.933,7 17,5 403.769,6 20,3 I. Penerimaan Dalam Negeri 349.299,5 17,5 403.031,8 20,3 1. Penerimaan Perpajakan 272.175,1

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 I. UMUM Dalam rangka mendukung

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

I. UMUM. Saldo...

I. UMUM. Saldo... PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2010 I. UMUM Dalam rangka mendukung

Lebih terperinci

SIARAN PERS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

SIARAN PERS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN SIARAN PERS Terjadi Peningkatan Kualitas dalam Penyajian Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga LKPP 2009 Wajar Dengan Pengecualian Jakarta, Selasa (1 Juni 2009) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 RINCIAN ANGGARAN PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS Halaman : 1 001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 21.106.197 281.961.663 34.630.463 0 337.698.323 10.833.500

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) RINCIAN ANGGARAN PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS Halaman : 1 001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 79.185.200 117.232.724 20.703.396 0 217.121.320 13.993.473

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 5341 KEUANGAN NEGARA. Pertanggungjawaban. APBN 2011. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 178) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Menteri Keuangan RI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI

Menteri Keuangan RI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI 1 01 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 01 01 SEKRETARIAT JENDERAL 01 02 M A J E L I S 02 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 02 01 SEKRETARIAT JENDERAL 02 02 D E W A N 04 BADAN PEMERIKSA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa Perhitungan Anggaran Negara sebagai tahap akhir

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2007 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2007 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) RINCIAN ANGGARAN PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2007 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS Halaman : 1 001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 81.406.623 88.821.300 25.893.402 0 196.121.325 14.349.217

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 RINCIAN ANGGARAN PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS Halaman : 1 001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 21.106.197 305.536.058 24.747.625 0 351.389.880 13.550.500

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 UMUM Anggaran

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG LANGKAH-LANGKAH PENGHEMATAN DAN PEMOTONGAN BELANJA KEMENTERIAN/LEMBAGA DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN

Lebih terperinci

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 51 BELANJA PEGAWAI 52 BELANJA BARANG 53 BELANJA MODAL 57 BELANJA BANTUAN SOSIAL KEMENTERIAN/LEMBAGA, UNIT PAGU REALISASI PAGU

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN R I

MENTERI KEUANGAN R I MENTERI KEUANGAN R I Yth. 1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2. Jaksa Agung RI 3. Kepala Kepolisian RI 4. Para Kepala Lembaga Pemerintahan Non Departemen 5. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga

Lebih terperinci

NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002

NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 31 AGUSTUS 2009

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 31 AGUSTUS 2009 PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 31 AGUSTUS 2009 I. ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 1. Pertumbuhan Ekonomi Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 1 TAHUN 2002 (1/2002) TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 UMUM Anggaran

Lebih terperinci

UU 1/2002, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001

UU 1/2002, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001 Copyright (C) 2000 BPHN UU 1/2002, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001 *12925 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SEMESTER I 2009

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SEMESTER I 2009 PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SEMESTER I 2009 I. ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 1. Pertumbuhan Ekonomi Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan sebesar 6,0%.

Lebih terperinci

-2- Operasional, (v) Laporan Arus Kas, (vi) Laporan Perubahan Ekuitas, dan (vii) Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Realisasi APBN menggambarkan p

-2- Operasional, (v) Laporan Arus Kas, (vi) Laporan Perubahan Ekuitas, dan (vii) Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Realisasi APBN menggambarkan p TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I KEUANGAN. APBN. Tahun 2016. Pertanggungjawaban. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 191) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2009

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2009 PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2009 I. ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 1. Pertumbuhan Ekonomi Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1, 2001 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4167) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

UU 14/2003, PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001

UU 14/2003, PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 Copyright (C) 2000 BPHN UU 14/2003, PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 *13950 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 14 TAHUN 2003 (14/2003) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

TABEL 4 * JUMLAH TENAGA PENGADAAN BERSERTIFIKAT DI PUSAT

TABEL 4 * JUMLAH TENAGA PENGADAAN BERSERTIFIKAT DI PUSAT Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 0 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 0 Kepresidenan 0 Mahkamah Agung 0 Mahkamah Konstitusi 0 Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 0 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 0 0 Dewan

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.91, 2010 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN. Pembagian. Tugas Dan Wewenang. Ketua. Anggota. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 21 TAHUN 2002 (21/2002) TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 21 TAHUN 2002 (21/2002) TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 21 TAHUN 2002 (21/2002) TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

2015, No Mengingat : Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 85,

2015, No Mengingat : Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 85, LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.135, 2015 KEUANGAN. BPK. Organisasi. Tugas. Wewenang. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBAGIAN TUGAS

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 26 TAHUN 2003 (26/2003) TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 6 TAHUN 2004 (6/2004) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 6 TAHUN 2004 (6/2004) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 6 TAHUN 2004 (6/2004) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENGHEMATAN ANGGARAN JILID II

PENGHEMATAN ANGGARAN JILID II PENGHEMATAN ANGGARAN JILID II http://www.republika.co.id Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Langkah-Langkah Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga

Lebih terperinci

Rincian Penerimaan Perpajakan Tahun Anggaran 2008 adalah sebagai berikut

Rincian Penerimaan Perpajakan Tahun Anggaran 2008 adalah sebagai berikut PENJELASAN A T A S RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 45 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008

Lebih terperinci

JADWAL PENAJAMAN INPRES NO. 10 TAHUN 2016

JADWAL PENAJAMAN INPRES NO. 10 TAHUN 2016 JADWAL PENAJAMAN INPRES NO. 10 TAHUN 2016 SELASA, 15 NOVEMBER 2016 RABU, 16 NOVEMBER 2016 KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 JUM AT, 18 NOVEMBER 2016 RUANG RAPAT 3.2 - KSP RUANG RAPAT 3.2 - KSP RUANG RAPAT 3.2 -

Lebih terperinci

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 32 TAHUN 1999 (32/1999) Tanggal: 23 AGUSTUS 1999 (JAKARTA)

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 32 TAHUN 1999 (32/1999) Tanggal: 23 AGUSTUS 1999 (JAKARTA) UU 32/1999, PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1998 Oleh:

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1999 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 I. UMUM

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2006 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG LANGKAH-LANGKAH PENGHEMATAN BELANJA KEMENTERIAN/LEMBAGA DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PERUBAHAN TAHUN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2011 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG www.legalitas.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2006 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN,

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN NEGARA. APBN Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63)

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN NEGARA. APBN Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63) No. 4848 TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN NEGARA. APBN 2008. Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 110, 2005 APBN. Pendapatan. Pajak. Bantuan. Hibah. Belanja Negara (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara

Lebih terperinci

No Pemerintahan (SAP) berbasis akrual dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis ak

No Pemerintahan (SAP) berbasis akrual dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis ak TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I No.5930 KEUANGAN. APBN. 2015. Pertanggungjawaban. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia 2016 Nomor 189). PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2006 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

2 Sehubungan dengan lemahnya perekonomian global, kinerja perekonomian domestik 2015 diharapkan dapat tetap terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi p

2 Sehubungan dengan lemahnya perekonomian global, kinerja perekonomian domestik 2015 diharapkan dapat tetap terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi p TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN. APBN. Tahun 2015. Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 44) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN

Lebih terperinci

REALISASI SEMENTARA APBNP

REALISASI SEMENTARA APBNP I. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH REALISASI SEMENTARA 1 Dalam tahun, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp1.014,0 triliun (16,0 persen dari PDB). Pencapaian ini lebih tinggi Rp21,6 triliun (2,2

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2017 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 I. UMUM Perhitungan Anggaran Negara Tahun Anggaran 1999/2000 setelah diperiksa

Lebih terperinci

: s /PB/2014 : Penting/Segera : 1 (satu) Berkas : Perubahan Akun Belanja Barang Persediaan

: s /PB/2014 : Penting/Segera : 1 (satu) Berkas : Perubahan Akun Belanja Barang Persediaan KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN GEDUNG PRIJADI PRAPTOSUHARDJO I, LANTAII, JALAN LAPANGAN BANTENG TIMUR NOMOR 2-4. JAKARTA 10710 TELEPON 021-3449230 FAKSIMILE

Lebih terperinci