Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah)"

Transkripsi

1 Tabel 1a APBN 2004 dan 2004 Keterangan APBN (1) (2) (3) (4) (5) A. Pendapatan Negara dan Hibah ,7 17, ,6 20,3 I. Penerimaan Dalam Negeri ,5 17, ,9 20,3 1. Penerimaan Perpajakan ,1 13, ,5 14,0 a. Pajak Dalam Negeri ,9 13, ,4 13,4 i. Pajak penghasilan ,6 6, ,0 6,8 1. Migas ,6 0, ,8 1,2 2. Non-Migas ,0 6, ,2 5,7 ii. Pajak pertambahan nilai ,7 4, ,3 4,4 iii. Pajak bumi dan bangunan 8.030,7 0, ,7 0,5 iv. BPHTB 2.667,9 0, ,2 0,2 v. Cukai ,0 1, ,9 1,4 vi. Pajak lainnya 1.614,0 0, ,3 0,1 b. Pajak Perdagangan Internasional ,2 0, ,1 0,6 i. Bea masuk ,0 0, ,6 0,6 ii. Pajak/pungutan ekspor 315,2 0,0 336,5 0,0 2. Penerimaan Bukan Pajak ,4 3, ,4 6,2 a. Penerimaan SDA ,5 2, ,6 4,6 i. Migas ,2 2, ,4 4,4 ii. Non Migas 3.238,3 0, ,2 0,2 b. Bagian Laba BUMN ,2 0, ,5 0,5 c. PNBP Lainnya ,8 0, ,3 1,1 II. Hibah 634,2 0,0 737,7 0,0 B. Belanja Negara ,3 18, ,2 21,6 I. Belanja Pemerintah Pusat ,0 12, ,2 15,1 1. Pengeluaran Rutin ,8 9, ,4 11,5 a. Belanja Pegawai ,0 2, ,4 2,7 b. Belanja Barang ,8 0, ,8 0,8 c. Pembayaran Bunga Utang ,0 3, ,7 3,2 i. Utang Dalam Negeri ,9 2, ,6 2,0 ii. Utang Luar Negeri ,1 1, ,2 1,2 d. Subsidi ,1 1, ,8 3,5 i. Subsidi BBM ,1 0, ,0 3,0 ii. Subsidi non BBM ,0 0, ,8 0,5 iii. Subsidi/Bantuan dlm rangka Penugasan (PSO) 840,0 0,0 840,0 0,0 e. Pengeluaran Rutin Lainnya ,9 0, ,7 1,2 2. Pengeluaran Pembangunan ,2 3, ,8 3,6 a. Pembiayaan pembangunan rupiah ,0 2, ,8 2,6 b. Pembiayaan proyek ,2 1, ,0 1,0 II. Belanja Daerah ,3 6, ,0 6,5 1. Dana Perimbangan ,9 5, ,6 6,2 a. Dana Bagi Hasil ,9 1, ,4 1,9 b. Dana Alokasi Umum ,9 4, ,9 4,1 c. Dana Alokasi Khusus 3.128,1 0, ,3 0,2 2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian 6.855,4 0, ,4 0,3 C. Keseimbangan Primer ,5 2, ,2 1,9 D. Surplus/Defisit Anggaran (A - B) (24.417,5) (1,2) (26.271,5) (1,3) E. Pembiayaan ,5 1, ,5 1,3 I. Pembiayaan Dalam Negeri ,3 2, ,5 2,5 1. Perbankan dalam negeri ,6 1, ,8 1,2 2. Non-perbankan dalam negeri ,7 1, ,6 1,3 a. Privatisasi & Penjualan aset prog restrukt perbankan ,0 0, ,3 0,3 b. Surat Utang Negara (neto) ,7 0, ,3 0,4 II. Pembiayaan Luar Negeri (neto) (16.138,7) (0,8) (23.778,9) (1,2) 1. Penarikan Pinjaman Luar Negeri ,0 1, ,6 1,1 a. Pinjaman Program 8.500,0 0, ,8 0,2 b. Pinjaman Proyek ,0 1, ,8 0,9 2. Pembayaran Cicilan Pokok Utang LN (44.375,7) (2,2) (45.524,5) (2,3) 1a

2 Table 1b APBN dan 2005 Keterangan (1) (2) (3) (4) (5) (6) A. Pendapatan Negara dan Hibah ,1 17,4 14, ,7 17,1 I. Penerimaan Dalam Negeri ,1 17,3 14, ,9 16,8 1. Penerimaan Perpajakan ,1 13,6 11, ,5 12,3 a. Pajak Dalam Negeri ,4 13,0 11, ,0 11,7 i. Pajak penghasilan ,6 6,5 5, ,2 6,0 1. Migas ,6 0,6 0, ,3 0,8 2. Non Migas ,0 5,9 5, ,9 5,2 ii. Pajak pertambahan nilai ,4 4,5 3, ,4 3,8 iii. Pajak bumi dan bangunan ,2 0,5 0, ,1 0,5 iv. BPHTB 3.214,7 0,1 0, ,4 0,1 v. Cukai ,6 1,3 1, ,6 1,2 vi. Pajak lainnya 2.039,9 0,1 0, ,3 0,1 b. Pajak Perdagangan Internasional ,7 0,6 0, ,5 0,6 i. Bea masuk ,9 0,5 0, ,6 0,5 ii. Pajak/pungutan ekspor 344,8 0,0 0,0 354,9 0,0 2. Penerimaan Bukan Pajak ,0 3,7 3, ,4 4,6 a. Penerimaan SDA ,4 2,3 2, ,8 3,4 i. Migas ,1 2,2 1, ,1 3,2 ii. Non Migas 3.820,3 0,2 0, ,7 0,2 b. Bagian Laba BUMN ,3 0,5 0, ,3 0,3 c. PNBP Lainnya ,3 0,9 0, ,3 0,8 II. Hibah 750,0 0,0 0, ,8 0,2 B. Belanja Negara ,3 18,2 15, ,9 17,8 I. Belanja Pemerintah Pusat ,2 12,2 10, ,0 12,4 1. Belanja Pegawai ,7 2,8 2, ,7 2,3 2. Belanja Barang ,6 1,6 1, ,6 1,3 3. Belanja Modal ,9 2,0 1, ,9 1,7 4. Pembayaran Bunga Utang ,8 2,9 2, ,1 2,3 a. Utang Dalam Negeri ,5 1,8 1, ,1 1,6 b. Utang Luar Negeri ,4 1,1 1, ,0 0,7 5. Subsidi ,7 1,4 1, ,3 2,3 a. Perusahaan Negara ,8 1,4 1, ,5 2,1 i. Lembaga Keuangan 771,8 0,0 0,0 815,0 0,0 ii. Lembaga Non Keuangan ,0 1,4 1, ,5 2,0 b. Perusahaan Swasta 73,9 0,0 0,0 73,9 0,0 c. Subsidi Pajak ,9 0,2 6. Belanja Hibah Bantuan Sosial ,7 0,8 0, ,5 1,1 i. Penanggulangan Bencana 2.000,0 0,1 0, ,0 0,1 ii. Bantuan yang diberikan oleh K/L ,7 0,7 0, ,5 1,0 8. Belanja Lain-lain ,9 0,7 0, ,9 1,4 i. Belanja Lain-lain ,9 0,6 0, ,8 0,8 ii. Belanja Lain-lain (belanja penunjang) 2.781,9 0,1 0, ,9 0,1 iii. Hibah Reguler ,8 0,1 iv. Belanja untuk Aceh ,3 0,4 II. Belanja ke Daerah ,1 6,0 5, ,9 5,4 1. Dana Perimbangan ,5 5,7 4, ,4 5,1 a. Dana Bagi Hasil ,8 1,4 1, ,3 1,5 b. Dana Alokasi Umum ,6 4,1 3, ,6 3,4 c. Dana Alokasi Khusus 4.323,1 0,2 0, ,4 0,2 2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian 7.242,6 0,3 0, ,5 0,3 C. Keseimbangan Primer ,7 2,1 1, ,9 1,5 D. Surplus/Defisit Anggaran (A - B) (17.392,2) (0,8) (0,7) (19.545,2) (0,8) E. Pembiayaan ,2 0,8 0, ,2 0,8 I. Pembiayaan Dalam Negeri ,8 1,7 1, ,5 1,0 1. Perbankan dalam negeri 9.000,0 0,4 0,4 (3.460,2) (0,1) 2. Non-perbankan dalam negeri ,8 1,3 1, ,8 1,1 a. Privatisasi dan Penj Aset Prog Restrukt Perbankan 7.500,0 0,3 0, ,0 0,3 c. Surat Utang Negara (neto) ,8 1,0 0, ,8 0,8 d. Penyertaan Modal Neg. Secondary Mortgage Facility (1.000,0) (0,0) (0,0) (1.000,0) (0,0) II. Pembiayaan Luar negeri (neto) (20.193,6) (0,9) (0,8) (5.580,3) (0,2) 1. Penarikan Pinjaman LN (bruto) ,9 1,2 1, ,6 1,1 a. Pinjaman Program 8.600,0 0,4 0, ,0 0,3 b. Pinjaman Proyek ,9 0,8 0, ,6 0,8 2. Pembyr. Cicilan Pokok Utang LN (46.836,5) (2,1) (1,8) (34.718,9) (1,3) APBN b

3 Tahun Anggaran (%) Nilai (%) Nilai (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) REPELITA V 1989/ ,1 51, ,1 48, ,2 100,0 1990/ ,9 52, ,1 47, ,0 100,0 1991/ ,3 58, ,7 41, ,0 100,0 1992/ ,5 61, ,1 38, ,6 100,0 1993/ ,1 65, ,0 34, ,1 100,0 REPELITA VI Tabel 2 PENERIMAAN DALAM NEGERI, 1989/ Perpajakan Nilai 1) 2) Bukan Pajak Jumlah 1994/ ,1 66, ,9 33, ,0 100,0 1995/ ,3 66, ,6 33, ,9 100,0 1996/ ,9 65, ,4 34, ,3 100,0 1997/ ,2 63, ,3 36, ,5 100,0 1998/ ,4 64, ,0 35, ,5 100,0 1999/ ,0 61, ,6 38, ,6 100,0 4) 3) ,5 56, ,0 43, ,5 100, ,9 61, ,6 38, ,5 100, ,5 70, ,0 29, ,5 100, ,2 71, ,2 29, ,4 100, ,1 77, ,4 22, ,5 100,0 (APBN) ,5 69, ,4 30, ,9 100,0 () ,0 78, ,3 21, ,3 100,0 (RAPBN) ,1 78, ,0 21, ,1 100,0 (APBN) ,5 72, ,4 27, ,9 100,0 () 1) Sejak TA 1998/1999 termasuk BPHTB, sejak TA 1999/2000 termasuk PPh Migas, tetapi tidak termasuk pajak daerah dan retribusi daerah 2) Sejak TA 1999/2000 tidak termasuk PPh Migas dan Privatisasi 3) Disesuaikan dengan klasifikasi baru 4) Periode 1 April sampai dengan 31 Desember

4 Tabel 3 PENERIMAAN PERPAJAKAN, 1989/ Tahun Anggaran PPh Pajak Dalam Negeri 1) 2) PPN PBB Cukai Pajak Lainnya Pajak Perdagangan Internasional Bea Masuk Pajak Ekspor Jumlah P D B 3) Rasio (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) REPELITA V 1989/ , ,1 604, ,2 191, ,2 173, , ,8 10,9 1990/ , ,2 785, ,8 216, ,8 39, , ,3 12,7 1991/ , ,9 944, ,0 298, ,1 17, , ,1 12,4 1992/ , , , ,6 252, ,3 8, , ,4 12,7 1993/ , , , ,8 283, ,3 13, , ,4 11,9 REPELITA VI 1994/ , , , ,3 301, ,1 130, , ,9 12,2 1995/ , , , ,7 452, ,4 186, , ,4 11,2 1996/ , , , ,8 590, ,9 81, , ,4 11,2 1997/ , , , ,2 477, ,7 128, , ,5 11,2 1998/ , , , ,9 413, , , , ,8 10,8 1999/ , , , ,2 610, ,0 858, , ,8 11,1 6) 5) , , , ,6 836, ,1 331, , ,6 11, , , , , , ,8 541, , ,8 12, , , , , , ,4 231, , ,0 13, , , , , , ,6 229, , ,9 13, , , , , , ,0 315, , ,9 13,6 (APBN) , , , , , ,6 336, , ,9 14,0 () , , , , , ,9 344, , ,7 13,6 (RAPBN) , , , , , ,9 344, , ,7 13,6 (APBN) , , , , , ,6 354, , ,0 12,3 () 4) 4) 4) 4) 4) 1) Sejak TA 1999/2000 termasuk PPh Migas, 2) Sejak TA 1998/1999 termasuk BPHTB 3) Sejak TA 1989/ /1999 Non Migas, TA 1999/ Total 4) Angka perkiraan 5) Disesuaikan dengan klasifikasi baru 6) Periode 1 April sampai dengan 31 Desember 2000 (9 bulan) 3

5 Tabel 4 PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, U r a i a n APBN APBN 1) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) A Penerimaan SDA ,5 2, ,6 4, ,4 2, ,8 3,4 1. SDA Migas ,3 2, ,4 4, ,1 1, ,1 3,2 i. Minyak Bumi ,9 1, ,9 3, ,7 1, ,6 2,3 ii. Gas Alam ,4 0, ,5 1, ,4 0, ,5 0,9 2. SDA Non Migas 3.238,2 0, ,2 0, ,3 0, ,7 0,2 i. Pertambangan Umum 1.628,2 0, ,2 0, ,7 0, ,7 0,1 - Iuran tetap 46,7 0,0 40,9 0,0 44,5 0,0 44,5 0,0 - Iuran Eksplorasi dan ekspoloitasi (Royalti) 1.581,5 0, ,3 0, ,2 0, ,2 0,1 ii. Kehutanan 1.010,0 0, ,0 0, ,6 0, ,0 0,1 - Iuran hak pengusahaan hutan (IHPH) 6,0 0,0 6,0 0,0 6,0 0,0 14,8 0,0 - Provisi sumber daya hutan (PSDH) 280,0 0,0 664,4 0,0 322,8 0,0 794,1 0,0 - Dana reboisasi 724,0 0, ,6 0,1 772,8 0, ,1 0,1 iii. Perikanan 600,0 0,0 300,0 0,0 700,0 0,0 700,0 0,0 B Bagian Laba BUMN ,2 0, ,5 0, ,3 0, ,3 0,3 C PNBP lainnya ,8 0, ,3 1, ,3 0, ,3 0,8 T o t a l ,4 3, ,4 6, ,0 3, ,4 4,6 1) harga berlaku dengan menggunakan dasar tahun perhitungan

6 Tabel 5 BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT KLASIFIKASI JENIS, APBN DAN, U R A I A N (1) APBN 2004 APBN (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Belanja Pegawai ,2 2, ,7 2, ,7 2,3 a. Gaji dan Tunjangan ,5 1, ,2 1, ,2 1,3 b. Honorarium dan Vakasi 4.444,7 0, ,9 0, ,9 0,3 c. Kontribusi Sosial ,0 0, ,6 0, ,6 0,7 2. Belanja Barang ,8 1, ,6 1, ,6 1,3 a. Belanja Barang ,1 0, ,5 0, ,5 0,5 b. Belanja Jasa ,1 0, ,3 0, ,3 0,6 c. Belanja Pemeliharaan 2.526,5 0, ,6 0, ,6 0,1 d. Belanja Perjalanan 1.690,1 0, ,1 0, ,1 0,1 3. Belanja Modal ,1 2, ,9 1, ,9 1,7 4. Pembayaran Bunga Utang ,0 3, ,8 2, ,1 2,3 a. Utang Dalam Negeri ,9 2, ,5 1, ,1 1,6 b. Utang Luar Negeri ,1 1, ,4 1, ,0 0,7 5. Subsidi ,2 1, ,7 1, ,3 2,3 a. Perusahaan Negara ,6 1, ,8 1, ,5 2,1 i i Lembaga Keuangan 853,4 0,0 771,8 0,0 815,0 0,0 1 PNM 298,2 0,0 426,2 0,0 469,4 0,0 2 Bank BUMN 538,6 0,0 250,3 0,0 250,3 0,0 3 Bank BPD 16,6 0,0 95,3 0,0 95,3 0,0 ii Lembaga non Keuangan ,1 1, ,0 1, ,5 2,0 1 PT Pertamina ,1 0, ,0 0, ,3 1,5 2 Perum Bulog 5.475,5 0, ,7 0, ,7 0,3 3 PT PLN 3.363,3 0, ,3 0, ,7 0,2 4 Produsen Pupuk 1.353,2 0, ,0 0, ,8 0,1 5 PT Sang Hyang Seri 49,8 0,0 54,4 0,0 54,4 0,0 6 PT Pertani 35,9 0,0 39,3 0,0 39,3 0,0 7 Penangkar Swasta 14,3 0,0 6,3 0,0 6,3 0,0 7 UPT Pusat DKP 21,0 0,0 20,0 0,0 20,0 0,0 8 PT KAI 285,0 0,0 200,0 0,0 200,0 0,0 9 PT Pos Indonesia 115,1 0,0 50,0 0,0 50,0 0,0 10 PT Pelni 220,0 0,0 250,0 0,0 250,0 0,0 11 PT TVRI 275,9 0,0 250,0 0,0 250,0 0,0 b. Perusahaan Swasta 48,6 0,0 73,9 0,0 73,9 0,0 C. Subsidi Pajak ,9 0,2 6. Belanja Hibah Bantuan sosial ,3 0, ,7 0, ,5 1,1 a. Penanggulangan Bencana 2.000,0 0, ,0 0, ,0 0,1 1) b. Bantuan yang diberikan oleh K/L ,3 0, ,7 0, ,5 1,0 8. Belanja Lain-lain ,5 0, ,8 0, ,8 1,4 a. Belanja Lain-lain ,9 0, ,8 0,8 b. Belanja Lain-lain (belanja penunjang) ,9 0, ,9 0,1 c. Dana Kompensasi d. Hibah Reguler ,8 0,1 e. Belaja untuk Aceh ,3 - i. Hibah ,9 - ii. Bunga Moratorium ,4 - iii. Proyek ,0 - Jumlah Belanja Pemerintah Pusat ,0 12, ,3 10, ,0 12,4-1) Termasuk Program kompensasi kenaikan harga BBM 2) harga berlaku dengan menggunakan dasar tahun perhitungan ) 5

7 Tabel 6 BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT FUNGSI, APBN DAN 2005 KODE FUNGSI APBN (1) (2) (3) (4) 01 PELAYANAN UMUM , ,8 02 PERTAHANAN , ,0 03 KETERTIBAN DAN KEAMANAN , ,6 04 EKONOMI , ,1 05 LINGKUNGAN HIDUP 3.104, ,1 06 PERUMAHAN DAN FASILITAS UMUM 2.280, ,4 07 KESEHATAN 7.038, ,8 08 PARIWISATA DAN BUDAYA 920,4 920,4 09 AGAMA 691,3 691,3 10 PENDIDIKAN , ,2 11 PERLINDUNGAN SOSIAL 2.036, ,4 JUMLAH , ,1 6

8 Tabel 7 BELANJA PEMERINTAH PUSAT MENURUT ORGANISASI, TAHUN 2005 KODE KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA APBN 1) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 218,2 0,0 218,2 0,0 2 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 750,2 0,0 750,2 0,0 4 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 226,4 0,0 226,4 0,0 5 MAHKAMAH AGUNG 1.105,4 0, ,7 0,0 6 KEJAKSAAN AGUNG 858,1 0,0 877,6 0,0 7 KEPRESIDENAN 727,2 0,0 727,2 0,0 8 WAKIL PRESIDEN 72,9 0,0 72,9 0,0 10 DEPARTEMEN DALAM NEGERI 883,6 0, ,0 0,0 11 DEPARTEMEN LUAR NEGERI 3.748,5 0, ,5 0,1 12 DEPARTEMEN PERTAHANAN ,6 0, ,6 0,8 13 DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM 1.607,1 0, ,1 0,1 15 DEPARTEMEN KEUANGAN 4.566,0 0, ,6 0,2 18 DEPARTEMEN PERTANIAN 4.024,8 0, ,8 0,2 19 DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 1.415,0 0, ,2 0,1 20 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3.296,6 0, ,2 0,1 22 DEPARTEMEN PERHUBUNGAN 5.826,1 0, ,0 0,2 23 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL ,1 0, ,3 1,0 24 DEPARTEMEN KESEHATAN 7.796,0 0, ,5 0,4 25 DEPARTEMEN AGAMA 6.690,5 0, ,0 0,3 26 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 1.470,2 0, ,2 0,1 27 DEPARTEMEN SOSIAL 2.021,8 0, ,0 0,1 29 DEPARTEMEN KEHUTANAN 1.278,6 0, ,6 0,1 32 DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN 2.028,7 0, ,5 0,1 33 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM ,9 0, ,3 0,7 34 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN 67,8 0,0 98,9 0,0 35 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 64,5 0,0 91,6 0,0 36 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT 40,9 0,0 40,9 0,0 40 KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 510,5 0,0 510,5 0,0 41 KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA 55,5 0,0 55,5 0,0 42 KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI 1.396,8 0, ,8 0,1 43 KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 218,1 0,0 398,3 0,0 44 KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH 1.065,2 0, ,2 0,0 47 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 84,6 0,0 84,6 0,0 48 KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA 822,2 0,0 827,5 0,0 50 BADAN INTELIJEN NEGARA 676,8 0,0 676,8 0,0 51 LEMBAGA SANDI NEGARA 364,7 0,0 364,7 0,0 52 DEWAN KETAHANAN NASIONAL 21,0 0,0 21,0 0,0 54 BADAN PUSAT STATISTIK 346,9 0,0 346,9 0,0 55 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BAPPENAS 180,2 0,0 223,4 0,0 56 BADAN PERTANAHAN NASIONAL 1.006,6 0, ,7 0,0 57 PERPUSTAKAAN NASIONAL 100,3 0,0 100,3 0,0 59 KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI 279,2 0,0 279,2 0,0 60 KEPOLISIAN NEGARA ,9 0, ,9 0,4 63 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 207,0 0,0 207,0 0,0 64 LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL 41,2 0,0 41,2 0,0 65 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 220,6 0,0 220,6 0,0 66 BADAN NARKOTIKA NASIONAL 194,5 0,0 194,5 0,0 67 KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL 77,3 0,0 77,3 0,0 68 BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL 595,5 0,0 695,5 0,0 74 KOMISI NASIONAL HAK AZASI MANUSIA 14,8 0,0 14,8 0,0 75 BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA 179,8 0,0 179,8 0,0 76 KOMISI PEMILIHAN UMUM 11,9 0,0 11,9 0,0 77 MAHKAMAH KONSTITUSI 155,0 0,0 155,0 0,0 JUMLAH KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERHITUNGAN ,4 5, ,8 5,5 61 CICILAN DAN BUNGA UTANG ,8 2, ,9 2,4 62 SUBSIDI DAN TRANSFER LAINNYA ,3 2, ,9 3,5 69 BELANJA LAIN-LAIN ,8 0, ,4 1,0 JUMLAH BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERHITUNGAN JUMLAH 1) harga berlaku dengan menggunakan dasar tahun perhitungan ,8 5, ,2 6, ,3 10, ,0 12,4 7

9 Tabel 8 BELANJA UNTUK DAERAH, U R A I A N (1) APBN APBN (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) I. DANA PERIMBANGAN ,9 5, ,6 6, ,5 4, ,4 5,1 1. Dana Bagi Hasil ,9 1, ,4 1, ,8 1, ,3 1,5 a. Perpajakan ,2 0, ,1 0, ,8 0, ,0 0,8 - Pajak Penghasilan 6.041,8 0, ,3 0, ,6 0, ,5 0,2 - Pajak Bumi dan Bangunan 7.709,5 0, ,6 0, ,5 0, ,1 0,5 - Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan 2.667,9 0, ,2 0, ,7 0, ,4 0,1 b. Sumber Daya Alam ,7 0, ,3 1, ,0 0, ,3 0,7 - Minyak Bumi 3.837,1 0, ,2 0, ,5 0, ,5 0,3 - Gas Alam 4.660,2 0, ,6 0, ,4 0, ,7 0,3 - Pertambangan Umum 1.302,6 0, ,2 0, ,0 0, ,0 0,1 - Kehutanan 228,8 0,0 536,3 0,0 263,0 0,0 647,1 0,0 - Perikanan 480,0 0,0 240,0 0,0 560,0 0,0 560,0 0,0 2. Dana Alokasi Umum ,9 4, ,9 4, ,6 3, ,6 3,4 a. Propinsi 8.213,1 0, ,1 0, ,6 0, ,6 0,3 b. Kabupaten/Kota ,8 3, ,8 3, ,0 3, ,0 3,1 3. Dana Alokasi Khusus 3.128,1 0, ,3 0, ,1 0, ,4 0,2 a. Dana Reboisasi 289,6 0,0 811,8 0,0 309,1 0,0 760,4 0,0 b. Non Dana Reboisasi 2.838,5 0, ,5 0, ,0 0, ,0 0,2 II. DANA OTONOMI KHUSUS DAN PENYESUAIAN 6.855,4 0, ,4 0, ,6 0, ,5 0,3 1. Dana Otonomi Khusus 1.642,6 0, ,6 0, ,3 0, ,3 0,1 2. Dana Penyesuaian 5.212,8 0, ,8 0, ,3 0, ,3 0,2 J U M L A H ,3 6, ,0 6, ,1 5, ,9 5,4 Memorandum Item 1. Produk Domestik Bruto , , , ,0 2. Penerimaan SDA , , , ,8 3. Penerimaan PBB dan BPHTB , , , ,5 4. Penerimaan Dalam Negeri Bruto , , , ,5 8

10 Tabel 9 PEMBIAYAAN DEFISIT 2004 DAN U r a i a n APBN APBN 1) %thd (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Perbankan Dalam Negeri ,6 1, ,8 1, ,0 0,4 (3.460,2) (0,1) a. Rekening Dana Investasi (RDI) ,6 0, ,6 0, ,0 0,4 - - i. Penerimaan RDI ,6 0, ,6 0, ,0 0,4 - - ii. Pemberian Pinjaman (500,0) (0,0) (500,0) (0,0) b. Dana Non-RDI 6.000,0 0, ,2 0, C Saldo Anggaran Lebih (SAL) (3.460,2) (0,1) 2. Privatisasi 5.000,0 0, ,0 0, ,0 0, ,0 0,1 3. Penj. Aset. Prog. Restr. Perbankan 5.000,0 0, ,3 0, ,0 0, ,0 0,2 4. Surat Utang Negara (Neto) ,7 0, ,3 0, ,8 0, ,8 0,8 a. Penerbitan ,0 1, ,8 1, ,0 1, ,0 1,7 b. Pembayaran Pokok & Pembelian Kembali (21.142,3) (1,1) (24.075,5) (1,2) (20.914,2) (0,8) (20.914,2) (0,8) c. Penambahan Modal BI Penyertaan Modal Negara (SMF) (1.000,0) (0,0) (1.000,0) (0,0) 6. Pembiayaan Luar Negeri (Neto) (16.138,7) (0,8) (23.778,9) (1,2) (20.193,6) (0,8) (5.580,3) (0,2) a. Penarikan Pinjaman Luar Negeri (Bruto) ,0 1, ,6 1, ,9 1, ,6 1,1 i. Pinjaman Program 8.500,0 0, ,8 0, ,0 0, ,0 0,3 ii. Pinjaman Proyek ,0 1, ,8 0, ,9 0, ,6 0,8 b.pembayaran Cicilan Pokok Utang LN (44.375,7) (2,2) (45.524,5) (2,3) (46.836,5) (1,8) (34.718,9) (1,3) PEMBIAYAAN BERSIH ,5 1, ,5 1, ,2 0, ,2 0,8 1) harga berlaku dengan menggunakan dasar tahun perhitungan

11 Tabel 10 ASUMSI DASAR 2004 DAN 2005 Indikator Makro APBN APBN 1 Produk Domestik Bruto (triliun Rp) 1.999, , , ,8 1) 2 Pertumbuhan ekonomi tahunan (%) 4,8 4,8 5,4 5,5 2) 3 Inflasi (%) 6,5 7,0 5,5 7,0 2) 4 Nilai tukar Rupiah per US$ ) 5 Suku bunga SBI 3 bulan (%) 8,5 7,6 6,5 8,0 2 6 Harga minyak internasional (US$/barel) 22,0 36,0 24,0 35,0 7 Produksi minyak Indonesia (juta barel/hari) 1,150 1, , ,0 1) harga berlaku dengan menggunakan dasar tahun perhitungan ) Rata-Rata 10

12 Tabel 11 NERACA PEMBAYARAN, 2005 (US$ juta) U r a i a n (1) 2005 APBN (2) (3) A. TRANSAKSI BERJALAN Neraca Perdagangan a. Ekspor, fob b. Impor, fob Neraca Jasa-jasa, neto B. NERACA MODAL Sektor Publik, neto a. Penerimaan pinjaman dan bantuan i. Bantuan program dan lainnya ii. Bantuan proyek dan lainnya ) b. Pelunasan pinjaman Sektor Swasta, neto a. Penanaman modal langsung,neto b. Investasi portofolio c. Lainnya, neto C. TOTAL (A + B) D. SELISIH YANG BELUM DIPERHITUNGKAN 0 0 E. KESEIMBANGAN UMUM F. PEMBIAYAAN Memorandum items: Perubahan cadangan devisa 2) Cadangan devisa Transaksi berjalan/ (%) 1,6 1,0 Keterangan: 1) Untuk tahun 2005 telah memperhitungkan moratorium utang luar negeri 2) Tanda negatif berarti penambahan devisa dan tanda positif berarti pengurangan Sumber : Bank Indonesia 11

DATA POKOK APBN-P 2006 DAN APBN 2007 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2006 DAN APBN 2007 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P DAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : -.......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1989/1990...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan, 1989/1990...... 3 Tabel

Lebih terperinci

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah)

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah) Tabel 1a 2004 dan -P 2004 Keterangan -P ( (3) (4) (5) A. Pendapatan Negara dan Hibah 349.933,7 17,5 403.769,6 20,3 I. Penerimaan Dalam Negeri 349.299,5 17,5 403.031,8 20,3 1. Penerimaan Perpajakan 272.175,1

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN-P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN-P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P 2007 DAN -P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 :, 2007 dan 2008......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995 2008...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan,

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN

DATA POKOK APBN DATA POKOK - DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan...... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995...... 2 Tabel 3 : Penerimaan

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P DAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : dan.......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan, 1994/1995.........

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005. 3 Tabel 4 : Belanja

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005. 3 Tabel

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005. 3 Tabel 4 : Belanja

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2006 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2006... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2006... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara dan Hibah, 2006...

Lebih terperinci

TABEL 2 RINGKASAN APBN, (miliar rupiah)

TABEL 2 RINGKASAN APBN, (miliar rupiah) 2 A. Pendapatan Negara dan Hibah 995.271,5 1.210.599,7 1.338.109,6 1.438.891,1 1.635.378,5 1.762.296,0 I. Pendapatan Dalam Negeri 992.248,5 1.205.345,7 1.332.322,9 1.432.058,6 1.633.053,4 1.758.864,2 1.

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 2010 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005 2010.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005 2010..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2006 2012 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2006 2012... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2006 2012... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN 2007 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN 2007 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2007 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2007... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2007... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara dan Hibah, 2007...

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

REKAPITULASI TARGET PNBP KEMENTERIAN/LEMBAGA TA

REKAPITULASI TARGET PNBP KEMENTERIAN/LEMBAGA TA REKAPITULASI TARGET PNBP KEMENTERIAN/LEMBAGA TA 2009-2012 BA KEMENTERIAN/LEMBAGA APBN TA 2009 APBN-P TA 2009 APBN TA 2010 APBN-P TA 2010 APBN TA 2011 APBN-P TA 2011 APBN 2012 001 Majelis Permusyawaratan

Lebih terperinci

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 UMUM Anggaran

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa Perhitungan Anggaran Negara sebagai tahap akhir

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 I. UMUM Dalam rangka mendukung

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

REALISASI SEMENTARA APBNP

REALISASI SEMENTARA APBNP I. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH REALISASI SEMENTARA 1 Dalam tahun, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp1.014,0 triliun (16,0 persen dari PDB). Pencapaian ini lebih tinggi Rp21,6 triliun (2,2

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 1 TAHUN 2002 (1/2002) TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 31 AGUSTUS 2009

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 31 AGUSTUS 2009 PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 31 AGUSTUS 2009 I. ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 1. Pertumbuhan Ekonomi Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan

Lebih terperinci

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG

PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PENJELASAN A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 UMUM Anggaran

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SEMESTER I 2009

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SEMESTER I 2009 PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SEMESTER I 2009 I. ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 1. Pertumbuhan Ekonomi Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan sebesar 6,0%.

Lebih terperinci

NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002

NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UU 1/2002, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001

UU 1/2002, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001 Copyright (C) 2000 BPHN UU 1/2002, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARATAHUN ANGGARAN 2001 *12925 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR

Lebih terperinci

SIARAN PERS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

SIARAN PERS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN SIARAN PERS Terjadi Peningkatan Kualitas dalam Penyajian Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga LKPP 2009 Wajar Dengan Pengecualian Jakarta, Selasa (1 Juni 2009) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia

Lebih terperinci

I. UMUM. Saldo...

I. UMUM. Saldo... PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2010 I. UMUM Dalam rangka mendukung

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1, 2001 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4167) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 21 TAHUN 2002 (21/2002) TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 21 TAHUN 2002 (21/2002) TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 21 TAHUN 2002 (21/2002) TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 26 TAHUN 2003 (26/2003) TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2009

PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2009 PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2009 I. ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 1. Pertumbuhan Ekonomi Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

UU 14/2003, PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001

UU 14/2003, PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 Copyright (C) 2000 BPHN UU 14/2003, PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 *13950 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 14 TAHUN 2003 (14/2003) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

M E T A D A T A INFORMASI DASAR

M E T A D A T A INFORMASI DASAR M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Operasi Keuangan Pemerintah Pusat 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 4 Contact : Divisi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 110, 2005 APBN. Pendapatan. Pajak. Bantuan. Hibah. Belanja Negara (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 6 TAHUN 2004 (6/2004) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 6 TAHUN 2004 (6/2004) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 6 TAHUN 2004 (6/2004) TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN,

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1999 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 I. UMUM

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2009 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

LAPORAN REALISASI ANGGARAN LAMPIRAN I.A.1 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2006 TANGGAL 3 APRIL 2006 ILUSTRASI FORMAT LAPORAN REALISASI ANGGARAN PEMERINTAH PUSAT LAPORAN REALISASI ANGGARAN PEMERINTAH PUSAT UNTUK

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN R I

MENTERI KEUANGAN R I MENTERI KEUANGAN R I Yth. 1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2. Jaksa Agung RI 3. Kepala Kepolisian RI 4. Para Kepala Lembaga Pemerintahan Non Departemen 5. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 32 TAHUN 1999 (32/1999) Tanggal: 23 AGUSTUS 1999 (JAKARTA)

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 32 TAHUN 1999 (32/1999) Tanggal: 23 AGUSTUS 1999 (JAKARTA) UU 32/1999, PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1998 Oleh:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

Menteri Keuangan RI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI

Menteri Keuangan RI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI 1 01 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 01 01 SEKRETARIAT JENDERAL 01 02 M A J E L I S 02 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 02 01 SEKRETARIAT JENDERAL 02 02 D E W A N 04 BADAN PEMERIKSA

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 5341 KEUANGAN NEGARA. Pertanggungjawaban. APBN 2011. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 178) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 129, 2004 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4441)

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 129, 2004 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4441) LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 129, 2004 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4441) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

Rincian Penerimaan Perpajakan Tahun Anggaran 2008 adalah sebagai berikut

Rincian Penerimaan Perpajakan Tahun Anggaran 2008 adalah sebagai berikut PENJELASAN A T A S RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 45 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH

Lebih terperinci

BAB III PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA INDONESIA DALAM APBN

BAB III PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA INDONESIA DALAM APBN 67 BAB III PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA INDONESIA DALAM APBN 2010-2012 Untuk memperoleh gambaran tentang pengelolaan keuangan Negara dalam APBN Indonesia, maka akan diuraikan sejumlah poin pembahasan menyangkut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk menciptakan kemandirian dalam pembiayaan pembangunan dengan. mengurangi ketergantungan pada sumber dana luar negeri.

BAB I PENDAHULUAN. untuk menciptakan kemandirian dalam pembiayaan pembangunan dengan. mengurangi ketergantungan pada sumber dana luar negeri. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pajak merupakan sumber penerimaan yang sangat penting artinya bagi perekonomian suatu Negara. Demikian juga dengan Indonesia sebagai negara yang sedang membangun,

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 UMUM Berbagai tekanan ekonomi baik internal maupun eksternal, yang

Lebih terperinci

-2- Operasional, (v) Laporan Arus Kas, (vi) Laporan Perubahan Ekuitas, dan (vii) Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Realisasi APBN menggambarkan p

-2- Operasional, (v) Laporan Arus Kas, (vi) Laporan Perubahan Ekuitas, dan (vii) Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Realisasi APBN menggambarkan p TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I KEUANGAN. APBN. Tahun 2016. Pertanggungjawaban. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 191) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 RINCIAN ANGGARAN PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS Halaman : 1 001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 21.106.197 281.961.663 34.630.463 0 337.698.323 10.833.500

Lebih terperinci

B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN (BRUTO)

B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN (BRUTO) B. PENJELASAN ATAS POSPOS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN (NETO)

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 I. UMUM Perhitungan Anggaran Negara Tahun Anggaran 1999/2000 setelah diperiksa

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa

Lebih terperinci

BAGAN AKUN STANDAR - TINGKAT 5

BAGAN AKUN STANDAR - TINGKAT 5 0 1 0 ASET 11 ASET LANCAR 111 KAS DAN SETARA KAS 112 113 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 Rekening Pemerintah di Bank Indonesia dalam Rupiah 11111 Kas di Bank Indonesia Rekening Pemerintah

Lebih terperinci

B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B. PENJELASAN ATAS POSPOS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG Menimbang : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN NEGARA. APBN Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63)

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN NEGARA. APBN Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63) No. 4848 TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN NEGARA. APBN 2008. Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 130, 2004 (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4442)

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 130, 2004 (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4442) LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 130, 2004 (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4442) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 51 BELANJA PEGAWAI 52 BELANJA BARANG 53 BELANJA MODAL 57 BELANJA BANTUAN SOSIAL KEMENTERIAN/LEMBAGA, UNIT PAGU REALISASI PAGU

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi suatu negara di satu sisi memerlukan dana yang relatif besar.

I. PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi suatu negara di satu sisi memerlukan dana yang relatif besar. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan ekonomi suatu negara di satu sisi memerlukan dana yang relatif besar. Sementara di sisi lain, usaha pengerahan dana untuk membiayai pembangunan tersebut

Lebih terperinci

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B. PENJELASAN ATAS POSPOS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN (NETO) pendapatan pada Semester II TA.2 sebesar Rp., yang berasal dari penerimaan PNBP sebesar Rp., dan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN B. PENJELASAN ATAS POSPOS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.91, 2010 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN. Pembagian. Tugas Dan Wewenang. Ketua. Anggota. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MEKANISME PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA NEGARA

MEKANISME PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA NEGARA MEKANISME PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA NEGARA KOMPETENSI DASAR Mamahami pelaksanaan pasal-pasal yang mengatur tentang keuangan negara INDIKATOR Sumber Keuangan Negara Mekanisme Pengelolaan Keuangan Negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1999 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1997/1998 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1999 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1997/1998 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1999 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1997/1998 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2005 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2003 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2004

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2003 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2004 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2003 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2004 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci