PROFIL GAPOKTAN PELAKSANA KEGIATAN P-LDPM PROVINSI GORONTALO

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROFIL GAPOKTAN PELAKSANA KEGIATAN P-LDPM PROVINSI GORONTALO"

Transkripsi

1 BAB III PROFIL GAPOKTAN PELAKSANA KEGIATAN P-LDPM PROVINSI GORONTALO Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan : 37 (Tiga Puluh Tujuh) Gapoktan Kabupaten Gorontalo : 7 (Tujuh) Gapoktan Kabupaten Bone Bolango : 6 (Enam) Gapoktan Kabupaten Boalemo : 8 (Delapan) Gapoktan Kabupaten Pohuwato : 10 (Sepuluh) Gapoktan Kabupaten Gorontalo Utara : 6 (Enam) Gapoktan 1

2 PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN GORONTALO Jumlah Gapoktan Yang di Berdayakan: 7 (Tujuh) Gapoktan Tahun 2009 : 4 (Empat) Gapoktan Tahun 2011 : 2 (Dua) Gapoktan Tahun 2012 : 1 (Satu) Gapoktan 2

3 PROFIL GAPOKTAN MAJU BERSAMA Nama Gapoktan : Maju Bersama Alamat : Desa Polohungo Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Husin Daulina Jumlah Kelompok : 14 Kelompok Tani (Poktan) Jumlah Anggota : 350 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan : Gapoktan Maju Bersama adalah gabungan dảri kelompok-kelompok tani yang ada di desa polohungo yang terbentuk atas dasar inisiatif dải anggota Poktan dengan tujuan mempersatukan dan memfasilitasi kelompokkelompok pertanian. pembentukan Gapoktan ini dilaksanakan pada tanggal 16 maret Kepemilikan Aset : (1) Kantor Gapoktan; (2) Gudang Penyimpanan (BANSOS); (3) Lantai Jemur (4) Alat dan Mesin Pertanian, seperti Hand Traktor, Hand Sprayer, Selep Jagung, Alat jahit, Timbangan dan pemipil jagung. Modal yang dimiliki Gapoktan untuk kegiatan Distribusi sebesar Rp ,- uang di rekening Rp ,- dan stok digudang sebanyak Kg, untuk kegiatan cadangan pangan Jumlah beras yang tersalur kepada anggota sebesar Kg dan uang yang ada di tangan bendahara sejumlah Rp ,-. 3

4 Aspek Kinerja Unit Distribusi Kinerja yang dicapai dari unit distribusi : Jual beli jagung ke tingkat petani anggota mengurangi adanya kebiasaan petani dengan menjual jagung ke tengkulak dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani pada saat panen raya yang cenderung mengalami penurunan dibawah HPP. melakukan aktivitas pembangunan sarana prasarana, pengembangan usaha dan penyediaan pangan. Memperluas jejaring kerjasama dengan mitra usaha yang saling menguntungkan di dalam maupun diluar wilayahnya. meningkatkan pendapatan hasil pertanian masyarakat dan mempermudah pendistribusian hasil pertanian. Nilai tambah dilakukan dengan kegiatan jual beli jagung pipilan dari petani anggota seharga Rp /Kg kemudian dilakukan penjemuran untuk menurunkan kadar air jagung guna memperoleh harga jual lebih. jagung yang sudah dikeringkan dikemas kedalam karung ukuran 50 Kg dan siap untuk dijual ke mitra usaha yang ada diwilayahnya seharga Rp /Kg dilokasi mitra usaha. Gapoktan Polohungo merupakan sentra produksi jagung. dengan luas areal lahan kering untuk pertanaman jagung Ha dan lahan basah/sawah 52 Ha. Modal awal yang di terima senilai Rp. 160 Juta dan sampai dengan saat ini telah berkembang menjadi Rp. 225 Juta jadi keuntungan yang diperoleh sampai dengan saat ini sejumlah Rp. 65 Juta. 4

5 Aspek Kinerja Cadangan Pangan Kegiatan unit Cadangan pangan dengan permodalan awal Rp ,- yang disusun dalam RUG digunakan untuk pengisian stok gudang berupa beras. stok beras saat ini yang tersalur keanggota kg. kegiatan Unit cadangan pangan selama ini hanya sebatas sebagai cadangan pangan untuk menghadapi musim paceklik atau dipinjamkan ke anggota yang membutuhkan. Akan tetapi dengan kondisi wilayah yang aman sehingga dari unit cadangan pangan hanya memperbarui stok barang tiap 3 bulan sekali, agar stok yang ada terjamin mutunya dan masih bernilai minimal dapat di kembalikan sesuai jumlah yang di belanjakan. 5

6 PROFIL GAPOKTAN PANDAN WANGI Nama Gapoktan : Pandan Wangi Alamat : Desa Dumati dan Desa Tuladenggi Kec. Telaga Biru Kab. Gorontalo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Sri Sulastri Modjo Jumlah Kelompok : 12 Kelompok tani (Poktan) Jumlah Anggota : 367 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan : Pembentukan Gapoktan Pandan Wangi dilaksanakan pada Tanggal 17 April 2007 melalui beberapa usulan yang disepakati bersama. Kepemilikan Aset : (1) Kantor Gapoktan; (2) Gudang Penyimpanan (BANSOS); (3) Alat dan Mesin Pertanian, seperti lantai jemur, hand tractor dan mesin perontok padi. Modal yang dimiliki Gapoktan sebesar Rp 208 juta terdiri atas Rp 186 juta untuk kegiatan Unit Distribusi Pangan dan Rp 22 juta untuk kegiatan pengelolaan cadangan pangan, Selain itu masih memiliki stock beras sejumlah kg, Gabah Kg dan jagung Kg. Aspek Kinerja Unit Distribusi Kinerja yang dicapai dari unit distribusi : Jual beli gabah, beras, dan jagung ke tingkat petani anggota mengurangi adanya kebiasaan petani dengan menjual gabah, beras dan jagung kepada tengkulak, menjaga stabilitas 6

7 harga di tingkat petani pada saat panen raya yang cenderung mengalami penurunan dibawah HPP. Kerjasama dengan merangkul petani atau buru tani dimasukkan dalam kepengurusan gapoktan. Memperluas jejaring kerjasama dengan mitra usaha yang saling menguntungkan di dalam maupun diluar wilayah (Bolangmongondow, manado, dan palu) Nilai tambah dilakukan dengan kegiatan jual beli Gabah dari petani anggota kemudian diproses menjadi beras yang kemudian dikemas kedalam karung 50 Kg, dan menjual sekam yang dikemas dengan karung. Selain jual beli gabah/beras juga melakukan kegiatan jual beli jagung. Jagung tersebut dibeli Rp 2.700/Kg yang diambil dari anggota petani jagung, dan mengambil sedikit keuntungan dari mesin pemipil jagung yang dimiliki Gapoktan untuk dipinjamkan ke anggota melalui jasa peminjaman yang telah disepakati bersama. Pelaksanaan kegiatan jual beli jagung dilakukan dengan memanfaatkan potensi wilayah berupa lahan kering 40 Ha dengan produktivitas 4-5 ton/ha. Jagung yang dibeli diproses menjadi jagung pipil kering yang dijual Rp /Kg ke Gudang Perusahan Penampung Jagung dan sebagian permintaan dari mitra diproses menjadi beras jagung, Pemasaran berkembang ke luar wilayah untuk memenuhi permintaan konsumsi masyarakat dan untuk pakan ternak oleh peternak ayam dengan harga Rp /Kg. selain itu jagung tersebut sebagian dijadikan sebagai bahan makanan olahan dari jagung seperti pia jagung, kue donat yang terbuat dari tepung jagung hasil olahan Gapoktan dan dikemas di dalam toples atau plastik 7

8 makanan untuk kemudian dipasarkan guna memperoleh nilai tambah. Aspek Kinerja Cadangan Pangan Kegiatan unit Cadangan pangan dengan permodalan awal Rp ,- yang disusun dalam RUG digunakan untuk pengisian stok gudang berupa Beras. Jumlah stok beras saat ini kg dan Kg masih tersalur ke anggota dengan pengembalian setip pinjaman 50 Kg beras ddikembalikan menjadi 55 Kg beras dikenakan jasa 5 Kg setiap pinjaman 50 Kg. sesuai dengan kesepakatan anggota. kegiatan Unit cadangan pangan selama ini hanya sebatas sebagai cadangan untuk menghadapi musim paceklik atau dipinjamkan ke anggota yang membutuhkan. Tetapi dengan kondisi iklim mendukung untuk melakukan budidaya sehingga stok yang berada aman sehingga dari unit cadangan pangan hanya memperbarui stok barang tiap 3 bulan sekali. 8

9 PROFIL GAPOKTAN HUYULA Nama Gapoktan : Huyula Alamat : Desa Tabongo Barat Kec. Tabongo, Kab. Gorontalo Tahun Bansos : 2011 Ketua : Drs. Idris Ahmad Jumlah Kelompok : 10 (Poktan) Jumlah Anggota : 250 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan : Gapoktan Huyula merupakan Gapoktan yang mendapatkan dana Bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Tahun Kepemilikan Aset Gapoktan yaitu Gudang penyimpanan cadangan pangan. Pada Tahun 2011 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Huyula menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2012 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha sejumlah Rp ,-, akan tetapi dana tersebut belum dapat dicairkan karena tidak dimanfaatkannya gudang oleh Gapoktan dan lambatnya 9

10 perputaran modal awal Tahap Penumbuhan khususnya pada kegiatan Cadangan Pangan. Aspek Distribusi Pangan: Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi terdapat Stok Beras sebanyak Kg dan uang di Kas sejumlah Rp ,- sebagian Beras disalurkan dengan cara dititipkan ke pedagang kecil (Kios) sebanyak Kg, sebagian disalurkan ke Wilayah Kec. Batudaa Pantai sebanyak 2000 Kg, dan wilayah Kec. Bone Pantai sebanyak Kg melalui pembayaran tunda sampai dengan stok beras habis terjual, terdapat pula beras yang dipinjamkan ke anggota Gapoktan sebanyak 2020 Kg. Aspek Cadangan Pangan: Untuk Kegiatan Cadangan Pangan, stok cadangan pangan yang ada di Gapoktan sebanyak 320 Kg dan jumlah cadangan pangan yang disalurkan ke anggota sebanyak Kg sehingga total beras yang saat ini dikelola unit cadangan pangan sebanyak 2020 Kg. 10

11 PROFIL GAPOKTAN HELUMO Nama Gapoktan : Helumo Alamat : Desa Dulohupa Kec. Telaga Biru, Kab. Gorontalo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Harsono Said Jumlah Kelompok : 6 (Poktan) Jumlah Anggota : 197 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Helumo merupakan penerima dana Bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Tahun Kepemilikan aset Gapoktan 1) Gudang Penyimpanan Cadangan pangan, 2) Lantai jemur, 3) Sekretariat Gapoktan, dan, 4) Timbangan. Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Helumo menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2010 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp ,-, Aspek Kinerja Distribusi Pangan: 11

12 Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi tidak terdapat Stok di gudang, uang di Kas sejumlah Rp ,-. Masih aktif melakukan pembelian dan penjualan di unit distribusi. Aspek Kinerja Cadangan Pangan: Untuk Kegiatan Cadangan Pangan, tidak ada stok di gudang, jumlah beras cadangan pangan yang disalurkan ke anggota sebanyak Kg. Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: Terdapat permasalahan antara pengurus Gapoktan yang lama dan pengurus Gapoktan yang baru, dalam hal ini ketua Gapoktan lama dan Ketua Gapoktan yang baru. Pada Tahun 2009 terdapat beras Gapoktan yang disalurkan ke anggota dan dipakai oleh Ketua Gapoktan lama sebanyak Kg, dan sampai dengan saat ini belum ada pengembalian serta pertanggungjawabannya. Tim Pembina Provinsi pada saat itu telah meminta pertanggung jawaban dari ketua Gapoktan lama akan tetapi ketua Gapoktan tersebut beberapa kali dikunjungi oleh Tim Pembina Provinsi tidak berada di tempat, dan kabarnya telah berpindah tempat diluar wilayah Provinsi Gorontalo (Manado). Untuk keberlanjutan kegiatan tersebut melalui arahan Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis kabupaten, Gapoktan mengadakan pergantian pengurus dalam hal ini ketua Gapoktan, dengan diadakannya pergantian ketua yang baru kegiatan P-LDPM pada Gapoktan Helumo berjalan lancar sebagaimana mestinya. Pada saat ini (2015), ketua Gapoktan yang lama telah kembali menetap di Desa tersebut, dan mencoba memprovokasi pengurus Gapoktan yang baru dengan anggota Gapoktan mengenai pemanfaatan dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pembelian dan penjualan beras anggota Gapoktan, bukan untuk di bagi habis ke anggota seperti yang disampaikan oleh Ketua Gapoktan yang lama. 12

13 Menindaklanjuti permasalahan tersebut pengurus Gapoktan Helumo yang baru, merencanakan pertemuan bersama anggota dengan menghadirkan Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten untuk dapat meluruskan arah dan tujuan dari Kegiatan Penguatan-LDPM, serta dapat bertindak tegas kepada Ketua Gapoktan yang lama untuk dimintai pertanggung jawaban terhadap permasalahan di atas. 13

14 PROFIL GAPOKTAN MAJU BERSAMA Nama Gapoktan : Maju Bersama Alamat : Desa Pone Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Adnan Luneto Jumlah Kelompok : 10 (Poktan) Jumlah Anggota : 382 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Maju Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan (tidak digunakan). Aspek Kinerja Unit Distribusi: Kondisi saat ini pengelolaan Kegiatan Distribusi dan Cadangan Pangan pada Gapoktan Maju Bersama yakni, tidak terdapat stok baik Distribusi maupun Cadangan Pangan, terdapat pinjaman beras oleh pedagang/mitra usaha senilai Rp dan uang di Rekening sejumlah Rp ,- merupakan dana tahap pengembangan yang belum sempat dicairkan. Tedapat pula uang sejumlah Rp yang dikelola oleh Ketua Gapoktan tapi tidak ada kejelasan dari pengelolaan dana tersebut, dan 14

15 pinjaman uang sejumlah Rp oleh ketua beserta pinjaman pendamping sejumlah Rp yang sampai dengan saat ini (2015) belum dikembalikan sepenuhnya. Aspek Kinerja Unit Cadangan Pangan: Kegiatan Cadangan Pangan Gapoktan Maju Bersama macet, pengelolaan Cadangan Pangan diambil alih oleh Ketua Gapoktan, terdapat beras Cadangan Pangan sebanyak Kg yang dikelola oleh ketua Gapoktan dan sampai dengan saat ini tidak jelas keberadaannya. Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: Jika dilihat dari keberadaan pengelolaan kegiatan di masing-masing unit, pelaksanaannya tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan. Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten saat melakukan monitoring Gapoktan, ketua Gapoktan tidak bersedia untuk ditemui. Menurut keterangan dari pengurus Gapoktan yakni sekretaris dan bendahara, terdapat masalah intern antara pengurus Gapoktan dimana Ketua Gapoktan tidak mengijinkan pengurus menggunakan gudang, pengelolaan unit cadangan pangan sepenuhnya diambil alih oleh Ketua dan sudah tidak jelas lagi keberadaannya. Mengatasi permasalahan tersebut Tim Pembina Provinsi bersama Tim Teknis Kabupaten telah berulang kali mengunjungi Ketua Gapoktan tetapi tidak pernah ditemui. Selain itu Tim Teknis Kabupaten telah menyurati Ketua Gapoktan tersebut tapi tidak ada respon dari Ketua Gapoktan. 15

16 PROFIL GAPOKTAN MENTARI JAYA Nama Gapoktan : Mentari Jaya Alamat : Desa Bandung Rejo Kec. Boliyohuto Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2011 Ketua : Darson Rivai Jumlah Kelompok : 6 (Poktan) Jumlah Anggota : 101 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Mentari Jaya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2011 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2012 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Kantor Sekretariat Gapoktan 2) Gudang Penyimpanan, 3) Lantai Jemur, dan 4) Alsintan. Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: 16

17 Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Mentari Jaya telah berkembang. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik. Terdapat uang di kas Unit Distribusi sejumlah Rp dan unit Cadangan Pangan Rp PROFIL GAPOKTAN HARAPAN TANI Nama Gapoktan : Harapan Tani Alamat : Desa Molowahu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2012 Ketua : Rusdin Paus Jumlah Kelompok : 6 (Poktan) Jumlah Anggota : 60 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Harapan Tani merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2012 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2013 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan (Gilingan Padi, Timbangan, hand Traktor dll). Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: 17

18 Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Harapan Tani telah berkembang. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik. Terdapat uang di kas unit Distribusi sejumlah Rp dan unit Cadangan Pangan sejumlah Rp dana Tahap Pengembangan belum dicairkan karena Gapoktan belum melaksanakan RAT dan terdapat masalah tentang hibah tanah. Permasalahan dan Upaya Tidak Lanjut: Terdapat permasalahan intern antara Ketua Gapoktan dan pengurus masing-masing unit, dimana seluruh pengelolaan dana ditangani oleh Ketua Gapoktan. pada saat RAT yang dilaksanakan pada bulan November 2014 terjadi pergantian pengurus dalam hal ini Ketua Gapoktan. pada saat Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten mengadakan monitoring, kegiatan Gapoktan belum stabil karena mantan ketua Gapoktan belum sepenuhnya mengembalikan aset Gapoktan ke pengurus yang baru, dan ketua Gapoktan meminta waktu 1 bulan ke pengurus yang baru sejak tanggal 30 Januari untuk dapat merampungkan administrasi Gapoktan dan menyerahkan segala kepemilikan aset Gapoktan. 18

19 PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN BONE BOLANGO Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan: 6 (Enam) Gapoktan Tahun 2009 : 3 (Tiga) Gapoktan Tahun 2011 : 1 (Satu) Gapoktan Tahun 2012 : 2 (Dua) Gapoktan 19

20 PROFIL GAPOKTAN LESTARI JAYA Nama Gapoktan : Lestari Jaya Alamat : Desa Meranti Kec. Tapa, Kab. Bone Bolango Tahun Bansos : 2009 Ketua : Yudin Deluku Jumlah Kelompok : 4 (Poktan) Jumlah Anggota : 110 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Lestari Jaya menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2010 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp ,-. Aset yang dimiliki yaitu Gudang penyimpanan cadangan pangan. Kegiatan Unit Distribusi Pangan dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: Kondisi saat ini kegiatan Distribusi maupun Cadangan Pangan pada Gapoktan Lestari Jaya tidak aktif lagi karena bermasalah. Ketua Gapoktan menyalahgunakan dana Bansos P-LDPM, dan Tim Pembina Provinsi telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan menyampaikan kepada ketua Gapoktan untuk dapat mengembalikan dana 20

21 Bansos P-LDPM sejumlah Rp ,- yang dipergunakan tidak sesuai dengan peruntukannya dan membuat surat pernyataan pengembalian sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh Tim Pembina Provinsi. Akan tetapi hingga saat ini dana Bansos tersebut belum sepenuhnya dikembalikan, dan Ketua gapoktan sulit ditemui oleh Tim Pembina Provinsi. Untuk mengatasi hal tersebut Tim Pembina Provinsi bersama-sama dengan Tim Teknis kabupaten akan bertindak tegas kepada ketua Gapoktan tersebut dan merencanakan untuk membuatkan surat panggilan kepada Ketua Gapoktan Lestari Jaya ke Provinsi untuk dimintakan pertanggung jawabannya. 21

22 PROFIL GAPOKTAN USAHA BERSAMA Nama Gapoktan : Usaha Bersama Alamat : Desa Talulobutu Selatan Kec. Tapa, Kab. Bone Bolango Tahun Bansos : 2009 Ketua : Rahman Ui Jumlah Kelompok : 4 (Poktan) Jumlah Anggota : 71 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Usaha Bersama menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2010 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp ,-,. Aset yang dimiliki yaitu;1) Gudang penyimpanan cadangan pangan, 2) Sekretariat, dan 3) timbangan. Aspek Kinerja Distribusi Pangan: Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi, Stok yang ada di Gudang sebanyak 600 Kg, terdapat beras yang dipinjamkan ke anggota sebanyak Kg, hal ini tentunya tidak sesuai dengan Pedum Kegiatan P-LDPM akan tetapi untuk 22

23 mengatasi kerusakan beras yang disebabkan oleh penyimpanan beras yang terlalu lama akibat dari lambannya pemasaran dan harga jual yang rendah maka Tim Pembina Provinsi memperbolehkan hal tersebut. Aspek Kinerja Cadangan Pangan: Untuk kegiatan Cadangan Pangan mengalami kendala yakni banyak beras yang dipinjamkan ke anggota belum dikembalikan sampai dengan waktu yang telah ditentukan sehingga lambat perputarannya. Sebagian telah dikembalikan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan jasa yang telah ditetapkan. Jumlah beras Cadangan Pangan yang tersalur di anggota sebanyak Kg dan yang macet di anggota/ belum dikembalikan sebanyak 300 Kg. stok Cadangan Pangan yang tersedia di Gudang saat ini sebanyak 250 Kg. Upaya Tindak Lanjut Permasalahan: Untuk mengatasi hal ini Tim Pembina Provinsi mengarahkan pengurus Gapoktan agar bersikap aktif dalam pengelolaan kegiatan distribusi dan cadangan pangan, serta bertindak tegas kepada anggota Gapoktan khususnya bagi anggota yang menungga/belum mengembalikan cadangan pangan. 23

24 PROFIL GAPOKTAN BOTULO Nama Gapoktan : Botulo Alamat : Desa Lomaya Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango Tahun Bansos : 2009 Ketua : Piter Mohamad Jumlah Kelompok : 10 Kelompok tani (Poktan): Jumlah Anggota : 80 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan : Gapoktan Botulo merupakan uasulan dảri kelompok tani Luyu II dan Kelompok Tani Hidayah yang berada di Desa Boidu, sehingga pada tanggal 12 September 2006 terbentuklah Gapoktan Botulo dan pada tahun 2007 terjadi pemekaran menjadi Desa Lomaya dan Desa Boidu letak Gapoktan Botulo berada di wilayah Desa Lomaya. Kepemilikan Aset : (1) Kantor Gapoktan; (2) Gudang Penyimpanan (BANSOS); (3) Alat dan Mesin Pertanian, seperti Hand Tracktor, Hand Sprayer, Pompa Air, dan Pemipil Jagung. Modal yang dimiliki Gapoktan Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Botulo menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2010 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp ,-, 24

25 Aspek Kinerja Unit Distribusi Kinerja yang dicapai dari unit distribusi : Stabilnya harga pangan di tingkat petani, baik di musim paceklik maupun di musim panen raya, sehingga kebutuhan akan pangan dapat selalu tersedia Pengurus Gapoktan lebih memahami cara manajemen pengelolaan dana administrasi dan pembukuan. Memperluas jejaring kerjasama dengan mitra usaha yang saling menguntungkan di dalam maupun diluar wilayah (Kotamobagu-Sulawesi Utara) Pengurus Gapoktan memiliki peluang dalam pengembangan usaha kedepan baik untuk kegiatan usaha tani Distribusi dan Pemasaran sampai kegiatan selanjutnya yang dapat memberikan dampak pada kesejahteraan petani. Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi, Stok yang ada di Gudang sebanyak 450 Kg, dan uang di kas unit distribusi sejumlah Rp ,-. Pengurus Gapoktan menggunakan sebagian dana yang diambil dari keuntungan kegiatan pembelian dan penjualan beras pada unit usaha distribusi untuk pengadaan Saprodi dengan total biaya Rp ,- hal ini telah menyalahi ketentuan karena perputaran modal yang digunakan untuk kegiatan pembelian dan penjualan beras pada unit distribusi kurang dari modal awal senilai Rp ,- dan di khawatirkan pada awalnya program kegiatan Penguatan-LDPM akan beralih menjadi kegiatan Saprodi Gapoktan. untuk Kegiatan Cadangan Pangan terdapat Stok beras di Gudang sebanyak 150 Kg dan beras yang tersalur ke anggota sebanyak Kg. Aspek Kinerja Cadangan Pangan: pemanfaatan dana untuk kegiatan unit cadangan pangan sejak bergulirnya dana bantuan sosial P-LDPM awal tahun 2010, dimana bendahara unit cadangan pangan menerima dari 25

26 bendahara umum untuk pengelolaan cadangan pangan yang akan disalurkan kepada anggota dengan sistem peminjaman oleh anggota sebesar Rp ,- sampai dengan saat ini yang tesalurkan di anggota sebanyak 1800 Kg, jika diuangkan sejumlah Rp ,- dan stok yang berada di gudang sebanyak 200 Kg. Stock diwilayah Gapoktan terjaga sehingga tidak terjadi kelangkaan hasil produksi. Tersedianya cadangan pangan, sehingga anggota lebih mudah mendapatkan pinjaman beras ketika terjadi paceklik atau menjelang panen raya berikutnya. Upaya Tindak Lanjut Permasalahan: Tim Pembina Provinsi memperbolehkan hal tersebut karena merupakan suatu bentuk pengembangan dari usaha Gapoktan, asalkan tidak mengabaikan kegiatan utama dari pelaksanaan program Penguatan-LDPM, dengan cara mengambil keuntungan dari kegiatan Distribusi untuk dikembangkan ke usaha lainnya. 26

27 PROFIL GAPOKTAN IDAMAN Nama Gapoktan : Idaman Alamat : Desa Bongopini Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun Bansos : 2011 Ketua : Ismail Hadjarati Jumlah Kelompok : 11 (Poktan): Jumlah Anggota : 210 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Pada Tahun 2011 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Idaman menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2012 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp ,-, tetapi dana tersebut belum dicairkan karena pengelolaan kegiatannya bermasalah. Aset yang dimiliki yaitu; 1) Kantor Gapoktan, 2) Gudang Penyimpanan, dan 3) Alat mesin pertanian Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Posisi uang di Rekening Gapoktan saat ini sejumlah Rp ,- masih terdapat beras yang dipinjamkan ke anggota dan 27

28 belum di kembalikan senilai Rp ,-. Dan stok beras di gudang sebanyak 565 Kg. Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: kekurangan dana sejumlah Rp ,- pada kegiatan unit usaha distribusi tahun 2013 dan ketua tidak dapat membuktikan penggunaan dana tersebut sehingga Tim Pembina Provinsi meminta pertanggung jawaban Ketua Gapoktan dengan membuat surat pernyataan bersedia untuk mengembalikan dana Gapoktan yang terpakai sesuai dengan waktu yang telah disepakati, dan sampai dengan saat ini dana yang telah dikembalikan ke Rekening Gapoktan sejumlah Rp ,- masih kurang Rp ,- lagi yang harus dikembalikan. Posisi uang di Rekening Gapoktan saat ini sejumlah Rp ,- masih terdapat beras yang dipinjamkan ke anggota dan belum di kembalikan senilai Rp ,-. Dan stok beras di gudang sebanyak 565 Kg. 28

29 PROFIL GAPOKTAN HUYULA Nama Gapoktan : Huyula Alamat : Desa Huntu Selatan Kec. Bulango Selatan Kab. Bone Bolango Tahun Bansos : 2012 Ketua : Parid Harun Jumlah Kelompok : 4 (Poktan): Jumlah Anggota : 145 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Pada tahun 2012 Gapoktan Huyula menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2013 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha sejumlah Rp ,-, tetapi dana tersebut belum dicairkan karena mengalami kendala pada kegiatan Unit Usaha Distribusi dalam hal pemasaran beras dan belum melaksanakan RAT. Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Pengelolaan kegiatan pembelian dan penjualan sempat mengalami kendala karena pengurus Gapoktan pada tahun 2013, membeli beras dengan harga yang tinggi dan 29

30 ketika menjualnya, harga beras turun dari harga pembelian sebelumnya, Upaya Tindak Lanjut Permasalahan: untuk mengantisipasi hal tersebut pengurus Gapoktan berinisiatif untuk menyimpan berasnya sampai dengan harga beras stabil atau naik sehingga Gapoktan tidak akan mengalami kerugian, akan tetapi selang beberapa bulan beras disimpan harga di pasaran tidak mengalami perubahan dan kondisi beras saat itu sudah mulai mengalami kerusakan, pada saat Tim Pembina Provinsi melakukan kunjungan lapangan pada Gapoktan Huyula terdapat stok beras yang kondisinya sudah mulai rusak karena permasalahan diatas, melihat hal tersebut Tim Pembina memberikan arahan kepada pengurus Gapoktan agar segera menjual berasnya dengan harga dibawah karena di khawatirkan Gapoktan akan mengalami kerugian yang lebih besar apabila tidak segera dijual setidaknya masih ada dana Gapoktan yang bisa diselamatkan. Dan untuk menghindari kerugian Pengurus Gapoktan meminjamkan beras tersebut ke anggotanya. Pada Tahun 2014 Gapoktan Huyula telah melaksanakan RAT atas arahan dari Tim Pembina Provinsi sebagai salah satu syarat untuk pencairan dana Tahap Pengembangan. Dalam RAT yang telah dilaksanakn Gapoktan sempat mengganti kepengurusannya pada bulan Desember 2014, dan pengurus yang lama telah menyerahkan aset Gapoktan ke Pengurus yang baru melalui Berita Acara Serah Terima dengan posisi saat ini untuk kegiatan Distribusi terdapat uang di kas sejumlah Rp , beras yang dipinjamkan ke anggota tetapi belum ada pengembalian sebanyak Kg, dan stok beras di gudang sebanyak Kg. untuk kegiatan Cadangan Pangan jumlah cadangan pangan yang tersalur ke anggota sebanyak Kg. posisi uang di rekening Gapoktan saat ini sejumlah Rp ,-. Sampai dengan saat ini belum ada kegiatan yang dilaksanakn oleh pengurus yang baru karena masih menunggu SK Penetapan Pengurus Gapoktan Baru dari pihak Desa setempat, dan Tim Pembina Provinsi menyarankan agar Pengurus Gapoktan baik yang lama maupun yang baru segera menyelesaikan proses penggantian 30

31 pengurus khusunya menyangkut administrasi kepengurusan Gapoktan, agar kegiatan Gapoktan tidak terbengkalai. PROFIL GAPOKTAN MAWAR JAYA LESTARI Nama Gapoktan : Mawar Jaya Lestari Alamat : Desa Iloheluma Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun Bansos : 2012 Ketua : Agussalim R. Ladjo Jumlah Kelompok : 5 (Poktan): Jumlah Anggota : Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Pada tahun 2012 Gapoktan Mawar Jaya Lestari menerima modal awal sejumlah Rp ,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp ,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp ,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp ,-. Pada Tahun 2013 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha sejumlah Rp ,-, tetapi dana tersebut belum dicairkan karena pada tahun 2013 Gapoktan mengalami kendala pada kegiatan Unit Usaha Distribusi dalam hal pemasaran beras dan belum melaksanakan RAT. Terdapat beras Gapoktan yang rusak akibat lama tersimpan di gudang dan untuk mengantisipasi hal tersebut pengurus meminjamkan beras tersebut ke anggota. 31

32 Pada bulan Desember tahun 2014 pengurus Gapoktan telah melaksanakan RAT sesuai dengan arahan dari Tim Pembina Provinsi pada saat pembinaan teknis sebagai salah satu syarat untuk memanfaatkan dana Tahap Pengembangan, dan sebagian besar beras yang dipinjamkan ke anggota pada kegiatan unit usaha distribusi telah dikembalikan, sehingga kegiatan pembelian dan penjualan beras Gapoktan telah berjalan dengan baik bahkan Gapoktan sudah mampu bermitra usaha sampai ke luar wilayah Provinsi Gorontalo (Sulut). Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Posisi saat ini terdapat stok beras di gudang sebanyak Kg dan uang di kas untuk unit distribusi sejumlah Rp ,- dan pada kegiatan cadangan pangan beras cadangan pangan yang telah dikembalikan anggota sebnyak Kg dan saat ini beras yang masih tersalur ke anggota sebanyak Kg. Untuk mencairkan dana Bansos Tahap Pengembangan Gapoktan harus mengajukan RUG ke Tim Teknis Kabupaten untuk dimintakan Rekomendasi Pencairan dan selanjutnya Tim Teknis Kabupaten meminta persetujuan Tim Pembina Provinsi untuk mencairkan dana tersebut, dan saat ini pengurus Gapoktan sementara membuat RUG yang akan diajukan kepada Tim Teknis Kabupaten dan Tim Pembina Provinsi. - 32

33 PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN BOALEMO Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan : Tahun 2009 : 8 (Delapan) Gapoktan 33

34 PROFIL GAPOKTAN JAYA KARYA Nama Gapoktan : Jaya Karya Alamat : Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Anton MS. Naki Jumlah Kelompok : 5 (Poktan): Jumlah Anggota : 177 Anggota Kegiatan Distribusi dan Cadanga Pangan Tidak Aktif. Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: Tim Pembina Provinsi sebelumnya telah memberi informasi kepada pengurus Gapoktan Jaya Karya untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan kegiatan Gapoktan, pada saat Tim Pembina tiba di lokasi sempat bertemu dengan Ketua Gapoktan, tapi ketua Gapoktan malah pergi dan tidak merespon kedatangan Tim Pembina Provinsi. Melihat hal tersebut Tim Pembina Provinsi bertemu langsung dengan Kepala Desa Diloato Kec. Paguyaman sekaligus sebagai mantan sekretaris Gapoktan Jaya Karya. Menurut keterangan dari Kepala Desa, sejak tahun 2009 pengelolaan dana Bansos kegiatan P-LDPM Gapoktan Jaya Karya baru mencapai 2 kali putaran dan 34

35 sampai dengan saat ini tidak ada lagi kegiatan. Keberadaan dana bansos P- LDPM sudah tidak diketahui lagi dalam hal ini pengelolaannya. dilaksanakan oleh ketua Gapoktan dan Kepala Desa/mantan sekretaris Gapoktan pada saat pencairan dana tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana bansos tersebut, Ketua Gapoktan beserta pengurusnya belum memberikan laporan pertanggung jawabannya tentang pengelolaan bansos kegiatan Penguatan-LDPM. Kepala Desa telah berupaya mengundang pengurus Gapoktan Jaya Karya untuk dimintakan pertanggung jawabannya akan tetapi sampai dengan 2 kali diundang pengurus Gapoktan tidak pernah datang bahkan permasalahan tersebut telah dilimpahkan ke Camat Paguyaman tetapi tidak di respon oleh pengurus Gapoktan. Menindaklanjuti permasalahan diatas Tim Pembina Kegiatan P-LDPM Provinsi Gorontalo meminta Kepala Desa Diloato untuk dapat memfasilitasi pemulihan Gapoktan Jaya Karya dalam hal tugas dan fungsi serta modal yang dikelola oleh ketua Gapoktan a.n. Anton MS. Naki dan Kepala Desa telah membuat Surat Pernyataan untuk bersedia memfasilitasi hal tersebut. 35

36 PROFIL GAPOKTAN SUKMA JAYA Nama Gapoktan : Sukma Jaya Alamat : Desa Suka Maju Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Abubakar Asuna Jumlah Kelompok : 10 (Poktan): Jumlah Anggota : 255 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Sukma Jaya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan (hand tracktor, Gillingan padi, pemipil jagung, dll) Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Kondisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Sukma Jaya pada saat evaluasi yakni: - Stok Beras Distribusi : Rp Stok Beras CP : Rp

37 - Beras CP Yang Tersalur : Rp Uang Kas Distribusi : Rp Uang di Rekening : Rp Jumlah : Rp Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM pada Gapoktan Sukma Jaya jika dilihat dari jumlah dana yang ada saat ini, telah cukup berkembang. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik hanya saja masih terdapat kelemahan khususnya dalam melakukan transaksi pembelian dan penjualan beras, Gapoktan tidak menggunakan nota atau kwitansi. Untuk itu Tim Pembina mengingatkan kembali kepada pengurus Gapoktan agar setiap melakukan transaksi pembelian dan penjualan harus menggunakan kwitansi sebagai bukti transaksi yang dilakukan oleh Gapoktan, sehingga tidak lemah dalam pengadministrasian. 37

38 PROFIL GAPOKTAN KARYA BERSAMA Nama Gapoktan : Karya Bersama Alamat : Desa Raharja Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Imade Padet Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 159 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Karya Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan (mobil operasional/truk, hand tracktor, Gillingan padi, pemipil jagung, dll). 38

39 Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Posisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Karya Bersama pada saat evaluasi yakni: - Stok Beras Distribusi : Rp Beras CP Yang Tersalur : Rp Uang Kas Distribusi : Rp Uang di Rekening : Rp Jumlah : Rp Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Karya Bersama jika dilihat dari jumlah dana yang ada saat ini telah berkembang dengan baik. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik. Terdapat uang di kas Gapoktan dalam jumlah yang banyak tidak tersimpan di Rekening Gapoktan, hal ini tentu saja sangat rawan, pengurus Gapoktan memberi alasan bahwa apabila uang tersebut disimpan direkening perputarannya akan sangat lambat karena bila disimpan di rekening pada saat akan digunakan dalam proses pencairan dana di rekening Bank harus ada rekomendasi dari Tim Teknis Kabupaten dan Tim Pembina Provinsi. Tim Pembina Provinsi menerangkan bahwa untuk tertib administrasi pengurus Gapoktan Minimal setahun sekali menyimpan uangnya di Rekening Gapoktan atau pada saat uang tersebut belum akan digunakan, agar dana Gapoktan tetap aman. 39

40 PROFIL GAPOKTAN RUKUN BERKARYA Nama Gapoktan : Rukun Berkarya Alamat : Desa Tri Rukun Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : I nyoman Suarsono Jumlah Kelompok : 9 (Poktan) Jumlah Anggota : 236 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Rukun Berkarya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu Gudang Penyimpanan, Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Posisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Rukun Berkarya pada saat evaluasi yakni; - Stok Beras Distribusi : Rp Rp Uang di Rekening : Rp Jumlah : Rp

41 Permasalahan dan Upaya Tindak lanjut: Pengelolaan bansos kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Rukun Berkaraya jika dilihat dari jumlah dana yang ada kurang dari modal awal sebelumnya, hal ini disebabkan karena pengurus Gapoktan mengalami beberapa kendala dilapangan, diantaranya; - pada kegiatan unit usaha distribusi petani/anggota cenderung menjual hasil panennya ke gilingan karena pihak gilingan sebelumnya telah memfasilitasi petani dengan suntikan dana untuk biaya produksi; pengolahan lahan, penyediaan benih dan pupuk sehingga petani terikat dan wajib menjual hasil produksinya ke pihak gilingan. - Pada kegiatan unit cadangan pangan Gapoktan sempat mengalami kerugian, terjadi kesalahan teknis dalam pengelolaan cadangan pangan dimana sebelumnya pengurus telah memanfaatkan seluruh modal awal cadangan pangan untuk membeli beras cadangan pangan tapi tidak ada anggota yang mau meminjam beras sehingga tidak ada beras yang tersalur dan lama tersimpan di gudang. Pengurus Gapoktan tidak melakukan peremajaan beras cadangan pangan akibatnya banyak beras yang rusak dan terjadi penyusutan. untuk memperkecil kerugian beras tersebut di poles dan dijual kembali dengan harga rendah, hasil dari penjualan dikembalikan ke rekening Gapoktan. Menindaklanjuti permasalahan di atas Tim Pembina Provinsi menyampaikan kepada pengurus Gapoktan Rukun Berkarya agar segera memanfaatkan dana yang ada di rekening dan Tim Pembina Provinsi akan segera memberikan Rekomendasi pencairan dana setelah pengurus mengajukan Rencana Usaha Gapoktan (RUG). Tim Pembina P-LDPM Provinsi memberikan saran kepada Gapoktan agar anggota/petani dapat menjual hasil panennya ke Gapoktan pengurus diperbolehkan menggunakan dana Gapoktan untuk memfasilitasi proses pengolahan lahan penyediaan benih dan pupuk para petani sehingga Gapoktan dapat mengambil beras hasil panen anggota/petani dengan harga yang wajar. 41

42 PROFIL GAPOKTAN GOWALI Nama Gapoktan : Gowali Alamat : Desa Bongo III Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Sutikno Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 186 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Gowali merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan. Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: 42

43 Kondisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Gowali pada saat evaluasi tidak ada kegiatan pembelian dan penjualan, pengurus Gapoktan salah dalam pemanfaatan dana Bansos P-LDPM. Dana yang ada, digunakan untuk kegiatan simpan pinjam dalam bentuk uang. Pelaksanaan kegiatan distribusi Gapoktan hanya sampai pada bulan januari 2013 dengan posisi uang di kas unit distribusi pada saat itu sejumlah Rp dan pada saat evaluasi dana tersebut masih dalam pinjaman anggota. Posisi dana bansos yang ada saat ini yaitu: - Uang Kas Distribusi : Rp ,- - Uang di Rekening : Rp ,- - Pinjaman Anggota : Rp ,- - Pinjaman Beras CP : Rp ,- Jumlah : Rp ,- Menindaklanjuti hal tersebut Tim Pembina Provinsi menyampaikan kepada pengurus bahwa kegiatan tersebut telah menyalahi aturan karena tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan kegiatan Penguatan-LDPM dan selanjutnya pengurus Gapoktan harus memberikan pertanggungjawabannya ke Badan Ketahanan Pangan Provinsi sekaligus mendapatkan bimbingan dan arahan dari Tim Pembina P-LDPM Provinsi tentang pelaksanaan kegiatan Penguatan-LDPM. \ 43

44 PROFIL GAPOKTAN TANI MANDIRI Nama Gapoktan : Tani Mandiri Alamat : Desa Sari Tani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Muhtar Fahrudin Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 200 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Mega Tani merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu Gudang Penyimpanan. Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Tani Mandiri telah cukup berkembang. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik. Terdapat uang di kas unit Distribusi sejumlah Rp , dan unit Cadangan Pangan sejumlah Rp

45 PROFIL GAPOKTAN PANCA MANUNGGAL SEJATI Nama Gapoktan : Panca Manunggal Sejati Alamat : Desa Jatimulya Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Dwi Mefta Hulhudi Jumlah Kelompok : 5 (Poktan) Jumlah Anggota : 114 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Panca Manunggal Sejati merupakan Gapoktan penerima Bansos P- LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp aset Gapoktan berupa gudang penyimpanan. Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Panca Manunggal Sejati mengalami beberapa kendala diantaranya masih terdapat pinjaman beras anggota pada unit Distribusi. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, tidak sempat bertemu dengan pengurus Gapoktan sehingga Tim Pembina Mengundang pengurus untuk dapat bertemu di kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi. Kodisi saat evaluasi 45

46 terdapat uang kas Unit Distribusi sejumlah Rp dan unit Cadangan Pangan sejumlah Rp dan uang di rekening sejumlah Rp PROFIL GAPOKTAN MAJU BERSAMA Nama Gapoktan : Maju Bersama Alamat : Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009 Ketua : Iwan Hasan Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 229 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Maju Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan berupa mesin pemipil jagung dll. Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut Dana unit distribusi dan cadangan pangan seluruhnya telah dipinjamkan ke anggota dan belum ada pengembalian. Mengantisipasi permasalahan tersebut, Tim Pembina Provinsi bersama dengan Tim Teknis kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi ke Gapoktan mengarahkan pengurus Gapoktan agar melakukan penagihan ke anggota, 46

47 dana yang ada di anggota seharusnya digunakan untuk kegiatan distribusi/pemasaran Gabah/Beras/Jagung milik anggota bukan untuk dipinjamkan atau dibagi habis, pengurus Gapoktan telah memberikan pernyataan tertulis untuk melakukan penagihan dana tersebut, akan tetapi sampai dengan saat ini (2015) belum dilaksanakan. 47

48 PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN POHUWATO Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan : Tahun 2009 : 10 (Sepuluh) Gapoktan 48

49 PROFIL GAPOKTAN HULAWA JAYA Nama Gapoktan : Hulawa Jaya Alamat : Desa Hulawa Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009 Ketua : Risman Monggalo Jumlah Kelompok : 10 (Poktan) Jumlah Anggota : 222 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Hulawa Jaya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan. Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: Pada saat Tim Pembina melakukan monitoring dan pembinaan dilokasi Gapoktan, tidak ada satupun pengurus yang ditemui. Selanjutnya Tim Pembina bertemu dengan Pemerintah Desa, yang dijumpai yaitu Kepala Desa Hulawa Kec. Buntulia. Menurut keterangan dari Kepala Desa, pengelolaan dana Bansos Kegiatan Penguatan-LDPM yang ada di Gapoktan Hulawa Jaya sejak tahun 2013 sampai dengan saat ini sudah tidak aktif lagi. Pada Tahun 2013 Tim Pembina Provinsi 49

50 bersama dengan Pemerintah Desa di dampingi pihak Polda Gorontalo telah melakukan audit administrasi pembukuan Gapoktan dan meminta pertanggungjawaban pengembalian dana yang telah di salah gunakan oleh ketua Gapoktan Hulawa Jaya a.n. Risman Monggalo dan Ketua Gapoktan telah membuat surat pernyataan untuk mengembalikan dana tersebut, tetapi sampai dengan saat ini dana tersebut belum dikembalikan bahkan Ketua Gapoktan telah pindah tempat tinggal di wilayah mamuju (Sulbar), dan seluruh pembukuan administrasi Gapoktan ada di tangan ketua. Pemerintah Desa juga telah berupaya melakukan pendekatan kepihak keluarga untuk mengetahui keberadaan ketua Gapoktan tetapi tidak ada respon dari pihak keluarga. Menindaklanjuti permasalahan diatas Tim Pembina Kegiatan P-LDPM Provinsi Gorontalo meminta Kepala Desa Hulawa untuk dapat memberi tindakan kepada ketua Gapoktan tersebut apabila tidak jelas keberadaannya dan ketua Gapoktan tidak mengembalian dana tersebut maka segera konsultasi dengan pihak Polda untuk di tindaklanjuti. 50

51 PROFIL GAPOKTAN IKHLAS BERSAMA Nama Gapoktan : Ikhlas Bersama Alamat : Desa Taluduyunu Utara Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009 Ketua : Idris Dama Jumlah Kelompok : 11 (Poktan) Jumlah Anggota : 275 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan: Gapoktan Ikhlas Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp , untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp , dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan. Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan: Kondisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Ikhlas Bersama saat ini: - Beras CP Yang Tersalur : Rp Uang Kas Distribusi : Rp Pinjaman Uang : Rp Uang di Rekening : Rp Jumlah : Rp Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut: 51

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT, GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG DUKUNGAN DANA PERKUATAN MODAL KEPADA LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (LUEP) DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 26 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 607 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 26 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 607 TAHUN 2011 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 26 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 607 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DANA PINJAMAN MODAL USAHA KEGIATAN PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

Gubernur Jawa Barat. PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 84 Tahun 2009 TENTANG PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2009

Gubernur Jawa Barat. PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 84 Tahun 2009 TENTANG PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2009 Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 84 Tahun 2009 TENTANG PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2009 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengendalian

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2010 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang :

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2010 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2010 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengendalian harga guna tercapainya

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 11/KPTS/KN.110/K/02/2016 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 11/KPTS/KN.110/K/02/2016 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 11/KPTS/KN.110/K/02/2016 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (Penguatan-LDPM)

PEDOMAN TEKNIS PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (Penguatan-LDPM) PEDOMAN TEKNIS PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (Penguatan-LDPM) BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2016 DAFTAR ISI Halaman Keputusan Menteri Pertanian Nomor 11/KPTS/KN.110/K/02/2016...

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 07/KPTS/RC.110/J/01/2017 TANGGAL : 23 JANUARI 2017

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 07/KPTS/RC.110/J/01/2017 TANGGAL : 23 JANUARI 2017 LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 07/KPTS/RC.110/J/01/2017 TANGGAL : 23 JANUARI 2017 PEDOMAN TEKNIS PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (PENGUATAN-LDPM) TAHUN 2017

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 16/Permetan/HK.140/4/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 16/Permetan/HK.140/4/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 16/Permetan/HK.140/4/2015 TENTANG PEDOMAN PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 15/Permentan/OT.140/2/2013 TANGGAL : 11 Februari 2013 PEDOMAN PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ketahanan

Lebih terperinci

INSTRUMEN PENILAIAN GAPOKTAN BERPRESTASI

INSTRUMEN PENILAIAN GAPOKTAN BERPRESTASI FORM 6 NO INSTRUMEN PEAN GAPOKTAN BERPRESTASI A. ASPEK ADMINISTRASI KELEMBAGAAN 2 1 Identitas calon Gapoktan berprestasi Form 1 a. Lengkap sesuai persyaratan b. Kurang lengkap sesuai persyaratan 15 c.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara agraris di dunia, dimana sektor

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara agraris di dunia, dimana sektor BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara agraris di dunia, dimana sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian umum dari masyarakat Indonesia. Baik di sektor hulu seperti

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia sangat menentukan kelangsungan

I. PENDAHULUAN. Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia sangat menentukan kelangsungan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia sangat menentukan kelangsungan hidup rakyat. Ketidakcukupan pangan berpotensi menguncang stabilitas sosial juga ketahanan nasional.

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 6 TAHUN 2010

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 6 TAHUN 2010 BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS DANA TALANGAN PENGADAAN PANGAN UNTUK PEMBELIAN GABAH/BERAS PETANI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEMITRAAN PT. MEDCO INTIDINAMIKA DENGAN PETANI PADI SEHAT

PELAKSANAAN KEMITRAAN PT. MEDCO INTIDINAMIKA DENGAN PETANI PADI SEHAT VI PELAKSANAAN KEMITRAAN PT. MEDCO INTIDINAMIKA DENGAN PETANI PADI SEHAT 6.1. Gambaran Umum Kemitraan Kemitraan antara petani padi sehat di Kecamatan Kebon Pedes dengan PT. Medco Intidinamika berawal pada

Lebih terperinci

BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGALOKASIAN BAGIAN DARI HASIL PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH KEPADA DESA Menimbang : a. DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR : 15 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR : 15 TAHUN 2015 TENTANG BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR : 15 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN CADANGAN PANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Akses pangan merupakan salah satu sub sistem ketahanan pangan yang menghubungkan antara ketersediaan pangan dengan konsumsi/pemanfaatan pangan. Akses pangan baik apabila

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia untuk kelanjutanhidupnya, oleh karena itu terpenuhinya pangan menjadi hak asasi bagisetiap orang.berdasarkan hal itu

Lebih terperinci

KEBIJAKAN MENYANGGA ANJLOKNYA HARGA GABAH PADA PANEN RAYA BULAN FEBRUARI S/D APRIL 2007

KEBIJAKAN MENYANGGA ANJLOKNYA HARGA GABAH PADA PANEN RAYA BULAN FEBRUARI S/D APRIL 2007 KEBIJAKAN MENYANGGA ANJLOKNYA HARGA GABAH PADA PANEN RAYA BULAN FEBRUARI S/D APRIL 2007 Pendahuluan 1. Produksi padi di Indonesia mengikuti siklus musim, dimana panen raya dimulai pada bulan Februari sampai

Lebih terperinci

Lampiran 1. Sebaran Bulanan Kebutuhan dan Ketersediaan Beras Tahun 2011 (ARAM II) Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2011

Lampiran 1. Sebaran Bulanan Kebutuhan dan Ketersediaan Beras Tahun 2011 (ARAM II) Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2011 LAMPIRAN Lampiran 1. Sebaran Bulanan Kebutuhan dan Ketersediaan Beras Tahun 2011 (ARAM II) Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2011 Lampiran 2. Rincian Luas Lahan dan Komponen Nilai Input Petani

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN

EVALUASI PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN EVALUASI PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN Program peningkatan produksi perikanan adalah program intensifikasi budidaya perikanan melalui pemeliharaan komoditas perikanan di wilayah Tebo dengan teknik

Lebih terperinci

BUPATI PAKPAK BHARAT

BUPATI PAKPAK BHARAT BUPATI PAKPAK BHARAT PERATURAN BUPATI PAKPAK BHARAT NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PERKUATAN PERMODALAN USAHA BAGI MASYARAKAT MELALUI KREDIT NDUMA PAKPAK BHARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Abstrak. Kata kunci: Evaluasi, Pemberdayaan, Efektivitas, Kesejahteraan

Abstrak. Kata kunci: Evaluasi, Pemberdayaan, Efektivitas, Kesejahteraan Judul : Evaluasi Pelaksanaan Program Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) Pada Gapoktan Di Kabupaten Tabanan : Studi Gapoktan Aseman III di Desa Megati. Nama : Gede Crisna Wijaya NIM : 1306105100

Lebih terperinci

TERCAPAINYA SWASEMBADA BENIH PADI UNGGUL BERSERITIFIKAT SEBAGAI SALAH SATU PENCIRI KABUPATEN BOGOR TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2015

TERCAPAINYA SWASEMBADA BENIH PADI UNGGUL BERSERITIFIKAT SEBAGAI SALAH SATU PENCIRI KABUPATEN BOGOR TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2015 TERCAPAINYA SWASEMBADA BENIH PADI UNGGUL BERSERITIFIKAT SEBAGAI SALAH SATU PENCIRI KABUPATEN BOGOR TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2015 Ir. Siti Nurianty, MM Kadistanhut Kab.Bogor Pemerintah Kabupaten Bogor

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Purbolinggo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Timur.

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Purbolinggo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Timur. 57 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Luas dan Tata Guna Lahan Berdasarkan Purbolinggo dalam Angka (2011), diketahui bahwa Kecamatan Purbolinggo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung

Lebih terperinci

Perkembangan Produksi dan Kebijakan dalam Peningkatan Produksi Jagung

Perkembangan Produksi dan Kebijakan dalam Peningkatan Produksi Jagung Perkembangan Produksi dan Kebijakan dalam Peningkatan Produksi Jagung Siwi Purwanto Direktorat Budi Daya Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan PENDAHULUAN Jagung (Zea mays) merupakan salah satu

Lebih terperinci

GUBERNUR LAMPUNG PERATURAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR 23 TAHUN 2007

GUBERNUR LAMPUNG PERATURAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR 23 TAHUN 2007 GUBERNUR LAMPUNG PERATURAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN DAN PENGEMBALIAN DANA PERKUATAN MODAL USAHA KELOMPOK (PMUK) BERGULIR SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang PENDAHULUAN Latar Belakang Pangan merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar, sehingga memiliki sifat strategis dalam pembangunan baik tingkat wilayah maupun nasional. Untuk mewujudkan ketersediaan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI (RDK) DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI (RDKK)

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI (RDK) DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI (RDKK) MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 273/Kpts/OT.160/4/2007 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN KELEMBAGAAN PETANI LAMPIRAN 2 PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI

Lebih terperinci

RENCANA KEGIATAN SUBID DISTRIBUSI DAN PEMASARAN PANGAN TAHUN 2016

RENCANA KEGIATAN SUBID DISTRIBUSI DAN PEMASARAN PANGAN TAHUN 2016 RENCANA KEGIATAN SUBID DISTRIBUSI DAN PEMASARAN PANGAN TAHUN 2016 Kegiatan Subid Distribusi dan Pemasaran Pangan Tahun 2016 (APBD) Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Penguatan Lembaga Distribusi Pangan

Lebih terperinci

VI KAJIAN KEMITRAAN PETANI PADI SEHAT DESA CIBURUY DENGAN LEMBAGA PERTANIAN SEHAT DOMPET DHUAFA REPLUBIKA

VI KAJIAN KEMITRAAN PETANI PADI SEHAT DESA CIBURUY DENGAN LEMBAGA PERTANIAN SEHAT DOMPET DHUAFA REPLUBIKA VI KAJIAN KEMITRAAN PETANI PADI SEHAT DESA CIBURUY DENGAN LEMBAGA PERTANIAN SEHAT DOMPET DHUAFA REPLUBIKA 6.1 Motif Dasar Kemitraan dan Peran Pelaku Kemitraan Lembaga Petanian Sehat Dompet Dhuafa Replubika

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor dengan penyerapan tenaga kerja paling banyak di Indonesia dibandingkan dengan sektor lainnya. Badan Pusat Statistik (2009) melaporkan

Lebih terperinci

M E N G A D I L I MENGADILI SENDIRI

M E N G A D I L I MENGADILI SENDIRI M E N G A D I L I Menerima permintaan banding dari Penuntut Umum ; Membatalkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Gorontalo Nomor 19/Pid.Sus.TPK/2014/PN.Gto, tanggal 8 Januari

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Bangun Rejo merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Bangun Rejo merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak Geografis dan Luas Wilayah Kecamatan Bangun Rejo merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Lampung Tengah. Kecamatan Bangun Rejo merupakan pemekaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sektor pertanian dan agribisnis di pedesaan merupakan sumber pertumbuhan perekonomian nasional. Agribisnis pedesaan berkembang melalui partisipasi aktif petani

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan nasional dewasa ini salah satunya diprioritaskan pada bidang ketahanan pangan, sehingga pemerintah selalu berusaha untuk menerapkan kebijakan dalam peningkatan

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebijakan pembangunan pertanian yang menjadi dasar pelaksanaan program dan kegiatan pada periode tahun 2015-2019 adalah Rencana Pembangunan Pertanian Jangka Menengah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... I. PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Pengertian dan Definisi...

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... I. PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Pengertian dan Definisi... KATA PENGANTAR Dalam rangka mencapai kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani perlu upaya khusus, terutama dukungan kebijakan pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan pembangunan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 109/PMK. 02/2006 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 109/PMK. 02/2006 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 109/PMK. 02/2006 TENTANG TATA CARA PENYEDIAAN, PENCAIRAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN CADANGAN BENIH NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2006

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN, PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 019 TAHUN 2017 TENTANG PENYEDIAAN DAN PENYALURAN CADANGAN PANGAN POKOK PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI WADAH KOPERASI UNTUK MENCAPAI KETAHANAN PANGAN. Menteri Pertanian RI Pada : Jakarta Food Security Summit (JFSS)

PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI WADAH KOPERASI UNTUK MENCAPAI KETAHANAN PANGAN. Menteri Pertanian RI Pada : Jakarta Food Security Summit (JFSS) PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI WADAH KOPERASI UNTUK MENCAPAI KETAHANAN PANGAN Menteri Pertanian RI Pada : Jakarta Food Security Summit (JFSS) JAKARTA, 12 13 FEBRUARI 2015 KEMENTERIAN PERTANIAN KOPERASI UU

Lebih terperinci

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 43 TAHUN TAHUN 2011 TENTANG OPERASI PASAR MURAH KEBUTUHAN POKOK MASYARAKAT

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 43 TAHUN TAHUN 2011 TENTANG OPERASI PASAR MURAH KEBUTUHAN POKOK MASYARAKAT Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 43 TAHUN 2011 33 TAHUN 2011 TENTANG OPERASI PASAR MURAH KEBUTUHAN POKOK MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

Kebijakan PSO/Subidi Benih Untuk Padi, Kedelai dan Jagung

Kebijakan PSO/Subidi Benih Untuk Padi, Kedelai dan Jagung 12 Kebijakan PSO/Subidi Benih Untuk Padi, Kedelai dan Jagung I. Pendahuluan Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul dapat memberikan berbagai keuntungan, karena dapat meningkatkan produktivitas dan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PINJAMAN DANA TANPA BUNGA UNTUK PENGADAAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN BARITO KUALA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 32 SERI E

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 32 SERI E BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 32 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 618 TAHUN 2010 T E N T A N G PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DANA INVESTASI DAERAH NON PERMANEN UNTUK

Lebih terperinci

BUPATI BONDOWOSO PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI BONDOWOSO PROVINSI JAWA TIMUR BUPATI BONDOWOSO PROVINSI JAWA TIMUR Rancangan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BONDOWOSO, Menimbang

Lebih terperinci

V. KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PROGRAM

V. KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PROGRAM V. KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PROGRAM Hingga tahun 2010, berdasarkan ketersediaan teknologi produksi yang telah ada (varietas unggul dan budidaya), upaya mempertahankan laju peningkatan produksi sebesar

Lebih terperinci

DUKUNGAN KEGIATAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2017 TERHADAP INDIKATOR KINERJA KEMENTERIAN PERTANIAN

DUKUNGAN KEGIATAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2017 TERHADAP INDIKATOR KINERJA KEMENTERIAN PERTANIAN DUKUNGAN KEGIATAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2017 TERHADAP INDIKATOR KINERJA KEMENTERIAN PERTANIAN No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KEMENTAN REALISASI KEGIATAN BKP REALISASI (Rp) KETERANGAN FISIK Januari

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota di

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota di 72 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan 1. Keadaan Geografis Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Daerah Kabupaten

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PASAR DAN MONITORING HARGA BERAS DI INDONESIA

SISTEM INFORMASI PASAR DAN MONITORING HARGA BERAS DI INDONESIA SISTEM INFORMASI PASAR DAN MONITORING HARGA BERAS DI INDONESIA Iin Mu minah 1), Wahyu W. Pamungkas 2), Wahdat Kurdi 3) 1) LOGIC (Logistic and Supply Chain Center) Universitas Widyatama E-mail: iin.muminah@widyatama.ac.id

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pendapatan petani, peningkatan ketahanan

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pendapatan petani, peningkatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi pedesaan,

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM 5.1. Wilayah dan Topografi 5.2. Jumlah Kepala Keluarga (KK) Tani dan Status Penguasaan Lahan di Kelurahan Situmekar

V. GAMBARAN UMUM 5.1. Wilayah dan Topografi 5.2. Jumlah Kepala Keluarga (KK) Tani dan Status Penguasaan Lahan di Kelurahan Situmekar V. GAMBARAN UMUM 5.1. Wilayah dan Topografi Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106 0 45 50 Bujur Timur dan 106 0 45 10 Bujur Timur, 6 0 49 29 Lintang Selatan dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 17/Permentan/OT.140/3/2011

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 17/Permentan/OT.140/3/2011 MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 17/Permentan/OT.140/3/2011 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN GABUNGAN KELOMPOK TANI BERPRESTASI MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN

Lebih terperinci

KEMAJUAN PELAKSANAAN (%) - Sosialisasi Pedum - Kawasan di Papua belum dapat dilaksanakan karena PPK harus koordinasi dan gubernur

KEMAJUAN PELAKSANAAN (%) - Sosialisasi Pedum - Kawasan di Papua belum dapat dilaksanakan karena PPK harus koordinasi dan gubernur A Penurunan Penduduk Rawan Pangan Per Tahun 1 % 10 % - Rakor/pertemuan dengan instansi terkait Mengingat capaian penurunan penduduk rawan pangan per tahun, sangat tergantung dengan instansi terkait, maka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bulat, beruas-ruas dan tingginya antara cm. Jagung merupakan

BAB I PENDAHULUAN. bulat, beruas-ruas dan tingginya antara cm. Jagung merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang mempunyai batang bebentuk bulat, beruas-ruas dan tingginya antara 60 300 cm. Jagung merupakan komoditas vital dalam

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. yang keduanya tidak bisa dilepaskan, bahkan yang saling melengkapi.

I. PENDAHULUAN. yang keduanya tidak bisa dilepaskan, bahkan yang saling melengkapi. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pertanian dan peternakan merupakan satu kesatuan terintegrasi yang keduanya tidak bisa dilepaskan, bahkan yang saling melengkapi. Pembangunan kedua sektor ini bertujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian memegang peranan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian memegang peranan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian memegang peranan penting pada perekonomian nasional. Untuk mengimbangi semakin pesatnya laju pertumbuhan

Lebih terperinci

Oleh Ir. Hi. FENNY MONOARFA, MSi Kepala Dinas Pangan

Oleh Ir. Hi. FENNY MONOARFA, MSi Kepala Dinas Pangan Oleh Ir. Hi. FENNY MONOARFA, MSi Kepala Dinas Pangan Disampaikan pada Bimbingan Teknis Eksekutif Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bone Bolango Hotel Dumhill Gorontalo, 05 Mei 2017 1 GAMBARAN UMUM

Lebih terperinci

PERLUNYA RESI GUDANG UNTUK MENSTABILKAN HARGA BERAS DI PROVINSI BANTEN

PERLUNYA RESI GUDANG UNTUK MENSTABILKAN HARGA BERAS DI PROVINSI BANTEN PERLUNYA RESI GUDANG UNTUK MENSTABILKAN HARGA BERAS DI PROVINSI BANTEN Dewi Haryani, Viktor Siagian dan Tian Mulyaqin Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten Jln.Ciptayasa KM.01 Ciruas Serang (42182)

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS BANTUAN SARANA PRODUKSI DALAM RANGKA ANTISIPASI DAMPAK KEKERINGAN

PEDOMAN TEKNIS BANTUAN SARANA PRODUKSI DALAM RANGKA ANTISIPASI DAMPAK KEKERINGAN PEDOMAN TEKNIS BANTUAN SARANA PRODUKSI DALAM RANGKA ANTISIPASI DAMPAK KEKERINGAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2015 KATA PENGANTAR Kejadian El Nino Tahun 2015

Lebih terperinci

BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DANA TALANGAN KEPADA KOPERASI KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

Lebih terperinci

ANALISIS KEBIJAKAN PENENTUAN HARGA PEMBELIAN GABAH 1)

ANALISIS KEBIJAKAN PENENTUAN HARGA PEMBELIAN GABAH 1) 74 Pengembangan Inovasi Pertanian 1(1), 2008: 74-81 Erizal Jamal et al. ANALISIS KEBIJAKAN PENENTUAN HARGA PEMBELIAN GABAH 1) Erizal Jamal, Hendiarto, dan Ening Ariningsih Pusat Analisis Sosial Ekonomi

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Permasalahan

PETUNJUK TEKNIS I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Permasalahan PETUNJUK TEKNIS BANTUAN KEUANGAN KEPADA PEMERINTAH DESA UNTUK PENINGKATAN KETAHANAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN EKOMONI MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) PROVINSI JAWA TENGAH

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM DAERAH. mempunyai luas wilayah sebesar Ha. Secara administratif Kecamatan

GAMBARAN UMUM DAERAH. mempunyai luas wilayah sebesar Ha. Secara administratif Kecamatan IV. GAMBARAN UMUM DAERAH A. Keadaan Alam Kecamatan Pandak merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecamatan Pandak mempunyai luas wilayah

Lebih terperinci

memberikan multiple effect terhadap usaha agribisnis lainnya terutama peternakan. Kenaikan harga pakan ternak akibat bahan baku jagung yang harus

memberikan multiple effect terhadap usaha agribisnis lainnya terutama peternakan. Kenaikan harga pakan ternak akibat bahan baku jagung yang harus I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan agribisnis nasional diarahkan untuk meningkatkan kemandirian perekonomian dan pemantapan struktur industri nasional terutama untuk mendukung berkembangnya

Lebih terperinci

PENCAPAIAN TARGET SWASEMBADA JAGUNG BERKELANJUTAN PADA 2014 DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS

PENCAPAIAN TARGET SWASEMBADA JAGUNG BERKELANJUTAN PADA 2014 DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS BAB III PENCAPAIAN TARGET SWASEMBADA JAGUNG BERKELANJUTAN PADA 2014 DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Uning Budiharti, Putu Wigena I.G, Hendriadi A, Yulistiana E.Ui, Sri Nuryanti, dan Puji Astuti Abstrak

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN

PEMERINTAH KABUPATEN POTENSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Lahan Pertanian (Sawah) Luas (km 2 ) Lahan Pertanian (Bukan Sawah) Luas (km 2 ) 1. Irigasi Teknis 15.250 1. Tegal / Kebun 30.735 2. Irigasi Setengah Teknis

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR 17 TAHUN 2016

PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR 17 TAHUN 2016 PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG BANTUAN HIBAH PEMBANGUNAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DAN/ATAU LANTAI JEMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG, Menimbang

Lebih terperinci

VI ALOKASI PRODUK. Tabel 23. Sebaran Petani Berdasarkan Cara Panen di Kabupaten Karawang Tahun Petani Padi Ladang Cara Panen

VI ALOKASI PRODUK. Tabel 23. Sebaran Petani Berdasarkan Cara Panen di Kabupaten Karawang Tahun Petani Padi Ladang Cara Panen 6.1 Alokasi Produk (Hasil Panen) VI ALOKASI PRODUK Dari hasil pengamatan di lapangan, alokasi produk atau hasil panen baik petani padi sawah maupun petani padi ladang antara lain di antaranya: natura panen,

Lebih terperinci

SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIK

SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIK SOSIALISASI POLA TANAM PADI SRI ORGANIK tanggung jawab sosial untuk masyarakat petani Mengangkat Harkat dan Martabat Petani Dengan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Pertanian Padi Melalui Pengembangan

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan pendapatan petani, peningkatan ketahanan pangan,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Tanaman pangan yang antara lain terdiri atas padi, jagung, kedelai, kacang tanah,

I. PENDAHULUAN. Tanaman pangan yang antara lain terdiri atas padi, jagung, kedelai, kacang tanah, 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Tanaman pangan yang antara lain terdiri atas padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar merupakan komoditas pertanian yang paling

Lebih terperinci

PROGRAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PAD1 DAN PERLUASAN AREAL TANAM DAN PENGEMBANGAN UBI KAYU (P3PATPU) DI LONG MIDANG

PROGRAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PAD1 DAN PERLUASAN AREAL TANAM DAN PENGEMBANGAN UBI KAYU (P3PATPU) DI LONG MIDANG PROGRAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PAD1 DAN PERLUASAN AREAL TANAM DAN PENGEMBANGAN UBI KAYU (P3PATPU) DI LONG MIDANG Salah satu kegiatan penting dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat adalah

Lebih terperinci

PELUANG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAGUNG DENGAN INTRODUKSI VARIETAS SUKMARAGA DI LAHAN KERING MASAM KALIMANTAN SELATAN

PELUANG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAGUNG DENGAN INTRODUKSI VARIETAS SUKMARAGA DI LAHAN KERING MASAM KALIMANTAN SELATAN PELUANG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAGUNG DENGAN INTRODUKSI VARIETAS SUKMARAGA DI LAHAN KERING MASAM KALIMANTAN SELATAN Rosita Galib dan Sumanto Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan Abstrak.

Lebih terperinci

Boks 1 PROFIL PETANI PADI DI MALUKU

Boks 1 PROFIL PETANI PADI DI MALUKU Boks 1 PROFIL PETANI PADI DI MALUKU Daerah sentra beras di Maluku terletak di Buru, Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat. Beras yang dihasilkan merupakan beras dari padi sawah. Selain itu, terdapat juga

Lebih terperinci

V. HASIL DANPEMBAHASAN. A. Karakteristik Petani Penangkar Benih Padi. benih padi. Karakteristik petani penangkar benih padi untuk melihat sejauh mana

V. HASIL DANPEMBAHASAN. A. Karakteristik Petani Penangkar Benih Padi. benih padi. Karakteristik petani penangkar benih padi untuk melihat sejauh mana V. HASIL DANPEMBAHASAN A. Karakteristik Petani Penangkar Benih Padi Petani yang dijadikan responden dalam penelitian ini yaitu petani penangkar benih padi yang bermitra dengan UPT Balai Benih Pertanian

Lebih terperinci

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PEMBERIAN, PENYALURAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN KEUANGAN KHUSUS KEPADA PEMERINTAH DESA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG BUPATI PANDEGLANG,

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG BUPATI PANDEGLANG, PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN CADANGAN PANGAN KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG, Menimbang : Mengingat : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi profil sekolah a. Akreditasi sekolah Dari keseluruhan sampel sekolah menengah atas (SMA) yang diteliti, terdapat sebanyak 11

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN, PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 079 TAHUN 2014 TENTANG PENYEDIAAN DAN PENYALURAN CADANGAN PANGAN POKOK DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

1 % 1,73% Data capaian penduduk rawan pangan tergambar pada akhir tahun dan capaian tersebut tergantung pada instansi lain.

1 % 1,73% Data capaian penduduk rawan pangan tergambar pada akhir tahun dan capaian tersebut tergantung pada instansi lain. Matrik Pemantauan Capaian Kinerja Berdasarkan PK Triwulan III Tahun 2015 A PENETAPAN KINERJA Penurunan Penduduk Rawan Pangan Per Tahun 1 % 1,73% Data capaian penduduk rawan pangan tergambar pada akhir

Lebih terperinci

Pengembangan Jagung Nasional Mengantisipasi Krisis Pangan, Pakan dan Energi Dunia: Prospek dan Tantangan

Pengembangan Jagung Nasional Mengantisipasi Krisis Pangan, Pakan dan Energi Dunia: Prospek dan Tantangan Pengembangan Jagung Nasional Mengantisipasi Krisis Pangan, Pakan dan Energi Dunia: Prospek dan Tantangan Anton J. Supit Dewan Jagung Nasional Pendahuluan Kemajuan teknologi dalam budidaya jagung semakin

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PENGADAAN, PENGELOLAAN, DAN PENYALURAN CADANGAN PANGAN

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PENGADAAN, PENGELOLAAN, DAN PENYALURAN CADANGAN PANGAN SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PENGADAAN, PENGELOLAAN, DAN PENYALURAN CADANGAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : WALIKOTA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.214, 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN. Prosedur. Dana Cadangan. Benih Nasional. Benih Unggul.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.214, 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN. Prosedur. Dana Cadangan. Benih Nasional. Benih Unggul. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.214, 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN. Prosedur. Dana Cadangan. Benih Nasional. Benih Unggul. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 124/PMK.02/2009 TENTANG TATA

Lebih terperinci

ANALISIS TATANIAGA BERAS

ANALISIS TATANIAGA BERAS VI ANALISIS TATANIAGA BERAS Tataniaga beras yang ada di Indonesia melibatkan beberapa lembaga tataniaga yang saling berhubungan. Berdasarkan hasil pengamatan, lembagalembaga tataniaga yang ditemui di lokasi

Lebih terperinci

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PERKUATAN PERMODALAN KOPERASI, USAHA MIKRO DAN USAHA KECIL DENGAN PENYEDIAAN DANA BERGULIR PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN

BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Gambar 1 Proyeksi kebutuhan jagung nasional (Sumber : Deptan 2009, diolah)

I. PENDAHULUAN. Gambar 1 Proyeksi kebutuhan jagung nasional (Sumber : Deptan 2009, diolah) I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jagung (Zea mays L) merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting yaitu sebagai makanan manusia dan ternak. Indonesia merupakan salah satu penghasil

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Beras adalah salah satu sumber makanan pokok masyarakat Indonesia khususnya dan bangsa-bangsa di Asia pada umumnya. Tingkat komsumsi beras nasional relatif lebih tinggi

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG KEBIJAKAN PENGADAAN GABAH/BERAS DAN PENYALURAN BERAS OLEH PEMERINTAH

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG KEBIJAKAN PENGADAAN GABAH/BERAS DAN PENYALURAN BERAS OLEH PEMERINTAH INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG KEBIJAKAN PENGADAAN GABAH/BERAS DAN PENYALURAN BERAS OLEH PEMERINTAH PRESIDEN, Dalam rangka stabilisasi ekonomi nasional, melindungi tingkat pendapatan petani,

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN PERBERASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan pendapatan

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN. Tabel 1. Data Kandungan Nutrisi Serealia per 100 Gram

I PENDAHULUAN. Tabel 1. Data Kandungan Nutrisi Serealia per 100 Gram I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kekayaan sumber daya alam dalam bidang pertanian merupakan keunggulan yang dimiliki Indonesia dan perlu dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat. Pertanian merupakan aset

Lebih terperinci

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TAPIN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DAERAH PENELITIAN IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DAERAH PENELITIAN 4.. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten PPU secara geografis terletak pada posisi 6 o 9 3-6 o 56 35 Bujur Timur dan o 48 9 - o 36 37 Lintang

Lebih terperinci

VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARKETED SURPLUS PADI

VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARKETED SURPLUS PADI VII FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARKETED SURPLUS PADI 7.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Marketed Surplus Model regresi linear disajikan pada Tabel 39 adalah model terbaik yang dapat dibuat berdasarkan

Lebih terperinci

KEGIATAN ANALIS KETAHANAN PANGAN BIDANG CADANGAN PANGAN. Oleh: Dr. Ardi Jayawinata,MA.Sc Kepala Bidang Cadangan Pangan

KEGIATAN ANALIS KETAHANAN PANGAN BIDANG CADANGAN PANGAN. Oleh: Dr. Ardi Jayawinata,MA.Sc Kepala Bidang Cadangan Pangan KEGIATAN ANALIS KETAHANAN PANGAN BIDANG CADANGAN PANGAN Oleh: Dr. Ardi Jayawinata,MA.Sc Kepala Bidang Cadangan Pangan 1 Outline 1. Pendahuluan 2. Kegiatan Cadangan Pangan Masyarakat 3. Kegiatan Cadangan

Lebih terperinci

429 Desa 80% - Sosialisasi Pedum - Di Prov Banten ada perubahan lokasi dari kab pandeglang ke kota serang

429 Desa 80% - Sosialisasi Pedum - Di Prov Banten ada perubahan lokasi dari kab pandeglang ke kota serang A PENETAPAN KINERJA Penurunan Penduduk Rawan Pangan Per Tahun 1 % 10 % - Rakor/pertemuan dengan instansi terkait Mengingat capaian penurunan penduduk rawan pangan per tahun, sangat tergantung dengan instansi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertanian merupakan salah satu sektor utama yang menopang kehidupan masyarakat, karena sektor pertanian menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk Indonesia. Sehingga

Lebih terperinci