FISIOLOGI SEL & OTOT OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "FISIOLOGI SEL & OTOT OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK"

Transkripsi

1 FISIOLOGI SEL & OTOT OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK

2 SEL-SEL SEBAGAI SATUAN HIDUP TUBUH Dasar satuan hidup tubuh adalah sel, dan tiap-tiap organ sebenarnya merupakan kumpulan banyak sel yang tidak sama, yang bersama-sama digabungkan oleh struktur penyokong intersel. Misalnya sel darah merah jumlahnya 25 trilyun, dan masih ada 50 trilyun sel lain dalam tubuh yang seluruhnya mengandung sekitar 75 trilyun sel.

3 CAIRAN EKSTRASEL LINGKUNGAN INTERNA 56% tubuh manusia dewasa adalah cairan. Sebagian besar cairan terdapat di dalam sel yang disebut cairan intrasel. 1/3 cairan terletak di luar sel yang disebut cairan ekstrasel. Semua kehidupan sel pada hakekatnya mempunyai lingkungan yang sama, cairan ekstrasel sering disebut lingkungan interna tubuh. Sel tubuh mampu untuk hidup, tumbuh, dan melakukan fungsi-fungsi khususnya selama tersedia konsentrasi oksigen, glukosa, berbagai ion, asam amino, dan asam lemak yang sesuai dalam lingkungan interna.

4 Perbedaan Antara Cairan Ekstrasel dan Intrasel Cairan ekstrasel mengandung ion natrium, klorida, dan bikarbonat dalam jumlah besar, serta zat gizi untuk sel seperti oksigen, glukosa, asam lemak, asam amino. Cairan ekstrasel juga mengandung karbondioksida yang ditranspor dari sel ke paru-paru untuk diekskresikan, dan produk sel lain yang ditranspor ke ginjal untuk dieksresikan. Cairan intrasel mengandung ion kalium, magnesium, dan fosfat dalam jumlah besar sebagai ganti ion natrium dan klorida yang ditemukan dalam cairan ekstrasel.

5 HOMEOSTASIS Homeostasis: memperlihatkan keadaan statik atau konstan dalam lingkungan interna. Pada hakekatnya semua organ dan jaringan tubuh melakukan fungsi yang membantu mempertahankan keadaan konstan. Misalnya paru-paru menyediakan oksigen ke cairan ekstrasel untuk mengganti secara kontinyu oksigen yang digunakan sel; ginjal mempertahankan konsentrasi ion yang konstan; usus menyediakan zat gizi.

6 Pengaturan Fungsi Tubuh Sistem Saraf - Sistem saraf terdiri dari tiga bagian besar: bagian sensoris, susunan saraf pusat (bagian integrasi) dan bagian motoris. - Reseptor sensoris mengenali keadaan tubuh atau keadaan sekitarnya. - Misalnya reseptor yang terdapat di seluruh kulit memberitahu seseorang setiap kali suatu obyek menyertainya pada satu titik. Mata adalah organ sensoris yang memberikan bayangan visual daerah sekitarnya. Telinga juga merupakan organ sensoris.

7 Pengaturan Fungsi Tubuh - Susunan saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis. - Otak dapat menyimpan keterangan, membentuk pemikiran, menciptakan keinginan, dan menentukan reaksi-reaksi yang harus dilakukan tubuh sebagai respon atau penginderaan. - Isyarat-isyarat yang sesuai kemudian disalurkan ke bagian motoris sistem saraf untuk melaksanakan keinginan seseorang. - Sebagian besar sistem saraf adalah sistem otonom. Sistem ini bekerja di bawah kesadaran dan mengendalikan banyak fungsi organ-organ dalam, termasuk kerja jantung, pergerakan saluran pencernaan, dan sekresi berbagai kelenjar.

8 Pengaturan Fungsi Tubuh Sistem Pengaturan Hormon - Tubuh terdapat 8 kelenjar endokrin utama yang mensekresi zat kimia yang dinamakan hormon. - Hormon ditranspor dalam cairan ekstrasel ke seluruh bagian tubuh untuk membantu mengatur fungsi. - Misalnya hormon tiroid meningkatkan kecepatan hampir semua reaksi-reaksi kimia dalam semua sel. Dengan cara ini hormon tiroid membantu mengatur aktivitas tubuh. Juga insulin mengendalikan metabolisme glukosa, hormon korteks adrenal mengendalikan metabolisme ion dan protein, dan hormon paratiroid mengendalikan metabolisme tulang.

9 Pengaturan Fungsi Tubuh Hormon adalah suatu sistem pengaturan yang melengkapi sistem saraf. Sistem saraf pada umumnya mengatur kecepatan aktivitas otot dan sekresi dalam tubuh. Sistem hormon terutama mengatur fungsi metabolisme.

10 SEL DAN FUNGSINYA Dua bagian utama sel adalah inti dan sitoplasma. Inti dipisahkan dari sitoplasma oleh membran inti, dan sitoplasma dipisahkan dari cairan sekitarnya oleh membran sel. Berbagai zat yang membentuk sel secara keseluruhan dinamakan protoplasma. Protoplasma terdiri atas lima senyawa dasar: air, elektrolit, protein, lipid, dan karbohidrat.

11 Struktur Fisik Sel Sel bukan hanya merupakan suatu kantong cairan, enzim dan zat kimia, namun juga mengandung struktur fisik yang sangat terorganisasi yang disebut organel. Misalnya tanpa salah satu organel mitokondria >95% energi yang disediakan sel akan terhenti dengan segera. Beberapa organel sel yang penting adalah membran sel, membran inti, retikulum endoplasma, mitokondria, dan lisosom.

12 Gambar Struktur Sel

13 Struktur Membran Sel Pada hakekatnya semua struktur fisik sel dibatasi oleh membran yang terutama terdiri dari lipid dan protein. Lipid merupakan suatu sawar yang mencegah gerakan bebas air dan senyawa larut air dari satu ruangan sel ke lainnya. Sedangkan molekul protein memotong kontinuitas sawar lipid sehingga memberikan jalan untuk lewatnya berbagai senyawa melalui membran inti. Berbagai membran meliputi: membran sel, membran inti, membran retikulum endoplasma, dan membran mitokondria, lisosom, kompleks Golgi, dsb.

14 Struktur Membran Sel Membran Sel - Membran sel yang meliputi seluruh sel, merupakan struktur elastis yang sangat tipis. - Membran sel seluruhnya terdiri dari protein dan lipid (55% protein, 25% fosfolipid, 13% kolesterol, 4% lipid lain, dan 3% karbohidrat). Sawar Lipid Membran Sel - Struktur dasar membran sel adalah lipid berlapis ganda yang merupakan selaput tipis lipid.lipid berlapis ganda adalah lipid cairan, bukan padat yang terdiri dari fosfolipid dan kolesterol.

15 Gambar Struktur Membran Sel

16 Struktur Membran Sel Protein Membran Sel - Massa globulin yang terapung pada lipid berlapis ganda merupakan protein sel yang sebagian besar adalah glikoprotein. - Terdapat dua jenis protein: protein integral yang menonjol ke dalam sel dan protein perifer yang hanya melekat pada permukaan membran dan tidak menembus membran. - Sebagian dari protein integral bekerja sebagai enzim, sedangkan protein perifer hampir seluruhnya berfungsi sebagai enzim.

17 Struktur Membran Sel Karbohidrat Membran - Terdapat pada bagian luar membran, merupakan bagian gliko dari glikoprotein yang menonjol. - Berfungsi sebagai reseptor untuk mengikat hormon seperti insulin yang merangsang aktivitas spesifik dalam sel. Membran Inti - Merupakan dua membran yang satu mengelilingi lainnya dan diantaranya terdapat ruangan lebar. - Tiap membran hampir identik dengan membran sel, mempunyai struktur dasar lipid berlapis ganda dengan protein globular terapung pada cairan lipid.

18 Struktur Membran Sel Retikulum Endoplasma - Sitoplasma mengandung struktur berupa jala-jala kontinyu yang membentuk membran lipid berlapis ganda protein yang dinamakan retikulum endoplasma. Ribosom dan Retikulum Granular - Banyak partikel granular kecil yang melekat pada permukaan luar retikulum endoplasma yang disebut ribosom. Bila terdapat ribosom retikulum sering disebut retikulum endoplasma granular. Ribosom terdiri dari asam ribonukleat yang berfungsi dalam sintesis protein dalam sel.

19 Struktur Membran Sel Retikulum Endoplasma Agranular - Bagian retikulum endoplasma yang tidak berkaitan dengan ribosom dinamakan retikulum endoplasma agranular atau halus; yang berfungsi untuk sintesis zat lipid dan pada banyak proses enzimatik sel. Kompleks Golgi - Mempunyai membran yang sama dengan retikulum endoplasma agranular, biasanya terdiri dari empat atau lebih tumpukan lapisan vesikel yang tipis dan rata dan terletak dekat nukleus. Kompleks ini lebih menonjol dalam sel sekresi yang terletak pada sisi sel tempat senyawa sekresi yang akan didorong keluar.

20 Sitoplasma dan Organelnya Sitoplasma terisi oleh partikel dan organel kecil dan besar yang tersebar. Bagian cairan yang jernih dari sitoplasma disebut hialoplasma yang mengandung protein yang terlarut, elektrolit, glukosa, dan dalam jumlah sedikit fosfolipid, kolesterol, dan asam lemak teresterifikasi. Diantara partikel-partikel besar yang tersebar dalam sitoplasma adalah butir-butir lemak netral, granula glikogen, ribosom, granula sekresi, dan dua organel yang sangat penting yaitu mitokondria dan lisosom

21 Sitoplasma dan Organelnya Mitokondria - Mitokondria dinamakan pusat tenaga bagi sel karena menyaring energi dari zat gizi dan oksigen dan selanjutnya menyediakan sebagian besar energi yang diperlukan semua bagian sel untuk melakukan fungsi sel. - Jumlah mitokondria dalam setiap sel berbeda dari beberapa puluh sampai beribu-ribu tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel. - Mitokondria dikonsentrasikan pada bagian sel yang bertanggungjawab atas sebagian besar metabolisme energinya.

22 Sitoplasma dan Organelnya - Mitokondria terdiri dari dua lapisan membran lipid dua lapis-protein: membran luar dan membran dalam. - Banyak lipatan ke dalam pada membran dalam membentuk rak tempat melekat enzim-enzim oksidatik sel. - Rongga dalam mitokondria terisi oleh matriks agaragar yang mengandung banyak enzim terlarut yang penting untuk menyaring energi dari zat gizi. - Enzim ini bekerja dalam hubungannya dengan rak untuk menyebabkan oksidasi zat gizi, karena itu membentuk karbondioksida dan air.

23 Sitoplasma dan Organelnya - Energi yang dilepaskan digunakan untuk sintesis zatzat berenergi tinggi yang dinamakan adenosin trifosfat (ATP) yang kemudian ditranspor ke luar mitokondria dan berdifusi ke seluruh sel untuk melepaskan energinya bilamana diperlukan untuk melakukan fungsi sel. - Mitokondria mengadakan replikasi sendiri, berarti bahwa satu mitokondria dapat membentuk mitokondria kedua, ketiga dst bilamana dibutuhkan dalam sel untuk menambah jumlah ATP.

24 SERABUT OTOT RANGKA 40% tubuh terdiri atas otot rangka dan 5-10% lainnya otot polos atau otot jantung. Serabut otot rangka dalam tubuh dibentuk dari sejumlah serabut-serabut otot dengan diameter mikron. Sebaliknya masing-masing serat ini terdiri dari banyak sub unit yang lebih kecil.

25 SARKOLEMA Sarkolema adalah membran sel serabut otot, akan tetapi sarkolema terdiri atas membran sel yang asli yaitu membran plasma dan satu lapisan tipis polisakarida yang sama dengan lapisan membran basalis di sekitar kapiler-kapiler darah, fibril kolagen yang tipis juga terdapat pada lapisan luar sarkolema. Pada ujung-ujung serabut otot, lapisan permukaan sarkolema ini bersatu dengan serabut-serabut tendo, yang selanjutnya terkumpul dalam berkas yang membentuk tendo otot, dan kemudian melekat pada tulang.

26 Miofibril; Filamen Aktin dan Miosin Tiap-tiap serabut otot mengandung beratus-ratus dan beberapa ribu miofibril. Tiap miofibril terletak berdampingan sekitar 1500 filamen miosin dan 3000 filamen aktin yang merupakan molekul protein polimer besar yang bertanggung jawab untuk kontraksi otot. Filamen yang tebal adalah miosin dan filamen tipis adalah aktin. Filamen aktin dan miosin sebagian saling bertautan dan menyebabkan miofibril secara bergantian mempunyai pita terang dan gelap.

27 Miofibril; Filamen Aktin dan Miosin Pita-pita terang yang hanya mengandung filamen aktin disebut Pita I. Pita-pita gelap yang mengandung filamen miosin serta ujung-ujung filamen aktin tempat ujung-ujung ini tumpang tindih dengan miosin disebut Pita A. Penonjolan kecil dari sisi filamen miosin disebut jembatan penyeberang, yang menonjol dari permukaan sepanjang filamen miosin kecuali bagian tengahnya. Terdapat interaksi antara jembatan penyeberang dan filamen aktin yang menyebabkan kontraksi.

28 Miofibril; Filamen Aktin dan Miosin Filamen aktin melekat pada garis yang disebut membran Zat atau cakram Z, dan filamen meluas pada sisi-sisi membran Z untuk saling bertautan dengan filamen miosin. Membran Z juga berjalan dari miofibril ke miofibril, melekatkan miofibril satu sama lainnya melalui serabut otot. Bagian miofibril (seluruh serabut otot) yang terletak antara dua membran Z yang berurutan disebut sarkomer, yang dapat menimbulkan daya kontraksi yang terbesar.

29 SARKOPLASMA Miofibril dalam serabut otot terpendam dalam matriks yang disebut sarkoplasma, terdiri atas unsur-unsur umum intrasel. Cairan sarkoplasma mengandung kalium, magnesium, fosfat, enzim protein dalam jumlah besar. Juga terdapat mitokondria dalam jumlah banyak yang terletak antara dan sejajar dengan miofribril, suatu keadaan yang menunjukkan kebutuhan besar miofibril yang kontraktil akan ATP yang banyak sekali dibentuk oleh mitokondria.

30

31 Retikulum Sarkoplasma Dalam sarkoplasma juga terdapat banyak retikulum endoplasma, yang dalam serabut otot disebut retikulum sarkoplasma. Jenis otot yang yang mempunyai kontraksi lebih cepat mempunyai retikulum sarkoplasma yang banyak, menunjukkan bahwa struktur ini penting dalam menyebabkan kontraksi otot yang cepat.

32 Mekanisme Molekular Kontraksi Otot Mekanisme Sliding pada Kontraksi. Keadaan sarkomer yang relaksasi (atas) dan keadaan kontraksi (bawah). Pada keadaan relaksasi, ujung-ujung filamen aktin yang berasal dari dua membran Z yang berurutan satu sama lain hampir tidak tumpang tindih, sedangkan pada saat yang sama filamen miosin mengadakan tumpang tindih sempurna.

33 Mekanisme Molekular Kontraksi Otot Sebaliknya pada keadaan kontraksi, filamen-filamen aktin ini tertarik ke dalam di antara filamen miosin sehingga satu sama lain tumpang tindih. Membran Z juga tertarik oleh filamen aktin sampai ke ujung-ujung filamen miosin. Filamen aktin dapat ditarik bersama-sama demikian kuatnya sehingga ujung-ujung filamen miosin sebenarnya melengkung waktu kontraksi yang sangat kuat. Jadi kontraksi oto terjadi karena mekanisme Sliding Filamen

34 Sifat Molekular Filamen-Filamen Kontraktil Filamen Miosin - Filamen miosin terdiri dari 200 molekul miosin dengan berat masing-masing molekul Bagian A melukiskan masingmasing molekul. - Bagian B melukiskan susunan susunan molekulmolekul untuk membentuk filamen miosin serta interaksinya dengan dua filamen aktin.

35 Filamen Miosin Molekul misoin terdiri atas dua bagian: meromiosin ringan dan meromiosin berat. Meromiosin ringan terdiri atas dua utas peptida yang satu sama lainnya saling melilit dalam suatu heliks. Meromisoin berat terdiri atas dua bagian yaitu heliks kembar yang sama seperti pada meromiosin ringan dan, kepala yang terletak pada ujung heliks kembar. Kepala itu sendiri terdiri atas dua massa protein globular.

36 Filamen Miosin Molekul miosin sangat fleksibel pada dua tempat, perbatasan antara meromiosin ringan dan meromiosin berat serta antara bedan meromiosin berat dan kepala. Kedua daerah tersebut dinamakan engsel. Badan filamen miosin terdiri dari utas meromiosin ringan yang sejajar. Bagian meromiosin berat dari molekul miosin menonjol dari semua sisi filamen miosin. Penonjolan tersebut membentuk jembatanpenyeberang.

37 Filamen Miosin Kepala jembatan-penyeberang terletak aposisi dengan filamen aktin, sedangkan bagian batang jembatan-penyeberang bertindak sebagai lengan yang memungkinkan kepala meluas jauh ke luar dari badan filamen miosin atau terletak dekat dengan badan. Lengan jembatan-penyeberang menyebar ke arah kedua ujung filamen dan menjauhi pusat filamen. Panjang total filamen miosin 1,6 mikron, dan 200 molekul miosin memungkinkan pembentukan 100 pasang jembatan-penyeberang; 50 pasang pada tiap ujung filamen miosin.

38 Filamen Aktin Terdiri atas tiga unsur: aktin, tropomiosin, dan troponin. Tulang punggung filamen aktin adalah molekul protein F-aktin berutas ganda. Kedua utas melilit dalam suatu heliks seperti molekul miosin tetapi dengan putaran lengkap tiap 70 nanometer. Tiap utas heliks ganda F-aktin terdiri atas polimerisasi molekul G-aktin, masing-masing mempunyai berat molekul Terdapat 13 molekul dalam tiap putaran tiap utas heliks.

39 Filamen Aktin Tiap molekul G-aktin melekat satu molekul ADP, yang diduga merupakan active site filamen aktin dimana jembatan-penyeberang filamen miosin saling mengadakan interaksi untuk menyebabkan kontraksi otot. Active site pada dua utas heliks ganda F-aktin berurutan, mengakibatkan jarak setiap active site yang terdapat pada semua filamen aktin kira-kira 2,7 nanometer.

40 Karakteristik Filamen Aktin-Miosin Filamen aktin dan miosin sangat mirip satu dengan lainnya dan memiliki karakteristik tertentu yaitu: - Dipengaruhi oleh jenis stimuli yang sama. - Menimbulkan potensi aksi segera setelah distimuli. - Memiliki kemampuan untuk mempertahankan tonus otot. - Akan atrofi apabila kurang aktif. - Akan hipertrofi sebagai akibat dari kerja atau latihan yang ditingkatkan.

41 Utas Tropomiosin Filamen aktin juga mengandung utas protein tambahan yang merupakan polimer molekul tropomiosin, tiap-tiap molekul mempunyai berat molekul Tiap utas tropomiosin terikat longgar ke utas F-aktin, dalam keadaan istirahat secara fisik menutupi active site utas aktin, sehingga tidak terjadi interaksi antara aktin dan miosin untuk menimbulkan kontraksi.

42 Troponin dan Peranannya Dalam Kontraksi Otot Yang melekat tiap molekul tropomiosin kira-kira di dua pertiga panjang filamen aktin merupakan kompleks tiga molekul protein globular yang disebut troponin. Salah satu dari protein globular mempunyai afinitas kuat terhadap aktin, yang lain terhadap tropomiosin dan yang ketiga terhadap ion kalsium. Kompleks ini melekatkan tropomiosin ke aktin. Afinitas kuat troponin terhadap ion kalsium dianggap sebagai pemulai proses kontraksi.

43 Fungsi Otot Otot mempunyai tiga fungsi utama: - Fungsi gerak - Fungsi dalam pemeliharaan postur tubuh - Fungsi sebagai penghasil panas tubuh Otot merupakan alat atau mesin bagi tubuh, energi yang tersimpan secara kimiawi diubah menjadi kerja mekanik. Dalam kaitan ini jumlah kerja mekanik yang dilakukan, menentukan sejumlah energi yang harus dirubah dari yang tersimpan secara kimiawi.

44 Morfologi Otot Skelet Komposisi bahan kimia dalam otot skelet terdiri atas 75% air, 20% protein, dan sisanya yang 5% terdiri dari garam inorganik, dan zat lainnya termasuk fosfat berenergi tinggi, asam laktat, mineral-mineral seperti kalsium, magnesium dan pospor, bermacam-macam enzim dan pigmen, ion-ion sodium, potassium, khlorida, asam amino, lemak dan karbohidrat. Sebagian besar kandungan protein terdiri atas filamen miosin, filamen aktin dan troponin dengan perbandingan 52:23:15, dan sekitar 700 miligram mioglobin pada 100 gram jaringan otot.

45 Morfologi Otot Skelet Fungsi utama otot skelet adalah melakukan kontraksi sebagai dasar gerakan tubuh. Aktivitas kurang lebih 600 otot skelet terdapat diberbagai bagian tubuh dan dikoordinasi oleh susunan saraf sehingga membentuk gerakan posisi tubuh yang tepat dan harmonis. Di dalam sistem neuromuskuler, kerja otot-otot selama kontraksi menghasilkan perubahanperubahan kimiawi disatu sisi, disisi yang lain energi, kerja dan panas yang dihasilkan harus seimbang.

46 Struktur Komposisi Jaringan Otot Skelet Setiap serabut otot dikelilingi oleh sarkolema yang merupakan membran sel serabut otot. Pada ujung serabut, sarkolema akan bersatu dengan serabut tendo yang akan membentuk tendo otot yang melekat pada tulang. Setiap serabut otot terdiri atas beberapa miofibril, dan setiap miofibril terdiri atas filamen miosin dan filamen aktin. Mekanisme kerja otot tergantung dari interaksi kedua protein kontraktil ini. Filamen miosin dengan berat molekul Kilo Dalton dan filamen aktin dengan berat molekul Kilo Dalton.

47 Struktur Komposisi Jaringan Otot Skelet Bila dilihat dengan mikroskop elektron masingmasing terlihat sebagai filamen tebal (thick filament) dan filamen tipis (thin filament). Posisi filamen miosin dan aktin berselang seling satu sama lainnya sehingga memberikan gambaran pita terang dan gelap bila dilihat di bawah mikroskop. Pita terang merupakan filamen aktin disebut Pita I (I band) karena memberi gambaran isotropik dengan pemberian cahaya. Pita gelap adalah filamen miosin disebut Pita A (A band) karena memberi gambaran anisotropik pada pemberian cahaya.

48 Struktur Komposisi Jaringan Otot Skelet Pada bagian tengah filamen aktin terdapat Garis Z (Z line) yang merupakan protein filamentous yang berbeda dengan aktin dan miosin. Antara dua Garis Z terdapat sarkomer yang merupakan unit fungsional dari miofibril. Dalam keadaan normal, panjang maksimal sarkomer adalah 2 µm. Pada panjang ini, filamen aktin dan miosin akan tumpang tindih (overlapping) satu sama lainnya. Di bagian tengah Pita A terdapat Pita H (H band) yang merupakan daerah dimana pada keadaan relaksasi aktin tidak tumpang tindih dengan miosin.

49 Struktur Komposisi Jaringan Otot Skelet Jadi pada keadaan kontraksi Pita H tidak tampak. Di bagian tengah Pita H terdapat Garis M (M line) yang dibentuk oleh miosin pd bagian tengah Pita H. Miofibril berada di dalam sarkoplasma yang komposisinya sama dengan komposisi cairan intrasel. Sarkoplasma mengandung banyak ion K, Mg, Fosfat, dan enzim-enzim. Juga terdapat mitokondria dalam jumlah besar yang terletak diantara miofibril. Pada mitokondria inilah dibentuk ATP sebagai sumber energi kontraksi otot.

50 Mekanisme Kontraksi Otot Teori Sliding Filament dikemukakan oleh H.E.Huxley yang kemudian dikembangkan menjadi teori Cross-bridges, kepala dari miosin membentuk cross bridges dengan aktin monomer. Pada saat kontraksi cross bridges pertama-tama akan menempel pada filamen aktin dan menariknya ke arah tengah dari Pita A, kemudian terlepas dari filamen aktin sebelum kembali bergerak ke posisi semula. Mekanismenya seperti roda bergigi yang bergerak ke satu arah maka disebut Ratchet Theory.

51 Mekanisme Kontraksi Otot Cross bridges terdiri atas kepala globular dari miosin dan disokong oleh ekor alfa-helikal (alpha-helical tail) yang terletak rata-rata dalam posisi sejajar disepanjang punggung dari filamen miosin dimana mereka melekat. Semua cross bidges yang terletak pada bagian setengah dari Pita A mempunyai polaritas atau orientasi yang sama dan berlawanan dengan polaritas cross bridges yang terletak pada setengah dari Pita A bagian lainnya. Sehingga pada saat kontraksi cross bridges pada kedua bagian ini akan menarik filamen aktin ke arah tengah dari Pita A.

52 Model Filamen Tipis dan Filamen Tebal

53 Mekanisme Kontraksi Otot Menurut Teori Sliding Filament

SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK

SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK DEFINISI Sel adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari tubuh. Sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung dalam sel. Sel

Lebih terperinci

A. Pengertian Sel. B. Bagian-bagian Penyusun sel

A. Pengertian Sel. B. Bagian-bagian Penyusun sel A. Pengertian Sel Sel adalah unit strukural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup. Sel berasal dari bahasa latin yaitu cella yang berarti ruangan kecil. Seluruh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh

Lebih terperinci

Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ

Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ STRUKTUR TUBUH MANUSIA SEL (UNSUR DASAR JARINGAN TUBUH YANG TERDIRI ATAS INTI SEL/ NUCLEUS DAN PROTOPLASMA) JARINGAN (KUMPULAN SEL KHUSUS DENGAN BENTUK & FUNGSI

Lebih terperinci

HISTOLOGI JARINGAN OTOT

HISTOLOGI JARINGAN OTOT Judul Mata Kuliah : Biomedik 1 (7 SKS) Standar Kompetensi : Area Kompetensi 5 : Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran Kompetensi Dasar : Menerapkan ilmu kedokteran dasar pada blok biomedik 1 Indikator : Mampu

Lebih terperinci

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel ORGANISASI KEHIDUPAN Sel Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Ukuran sangat kecil untuk melihat harus dibantu dengan mikroskop. Kata sel berasal dari bahasa latin cellulae, yang berarti bilik kecil.

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN 21 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada setiap sediaan otot gastrocnemius dilakukan tiga kali perekaman mekanomiogram. Perekaman yang pertama adalah ketika otot direndam dalam ringer laktat, kemudian dilanjutkan

Lebih terperinci

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN JARINGAN DASAR HEWAN Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi

Lebih terperinci

PENGANTAR STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN

PENGANTAR STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN PENGANTAR STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN Tingkat-tingkat tingkat Organisasi Struktural Pada jaringan hewan, fungsi berkorelasi dengan struktur Sistem-sistem organ hewan saling bergantung satu sama lain Pengantar

Lebih terperinci

MEKANISME KERJA OTOT LURIK

MEKANISME KERJA OTOT LURIK MEKANISME KERJA OTOT LURIK Otot rangka adalah masa otot yang bertaut pada tulang yang berperan dalam menggerakkan tulang-tulang tubuh. MEKANISME OTOT LURIK/OTOT RANGKA Mekanisme kerja otot pada dasarnya

Lebih terperinci

Pengertian Mitokondria

Pengertian Mitokondria Home» Pelajaran» Pengertian Mitokondria, Struktur, dan Fungsi Mitokondria Pengertian Mitokondria, Struktur, dan Fungsi Mitokondria Pengertian Mitokondria Mitokondria adalah salah satu organel sel dan berfungsi

Lebih terperinci

S E L. Suhardi, S.Pt.,MP

S E L. Suhardi, S.Pt.,MP S E L Suhardi, S.Pt.,MP Foreword Struktur sel, jaringan, organ, tubuh Bagian terkecil dan terbesar didalam sel Aktivitas metabolisme sel Perbedaan sel hewan dan tumbuhan Metabolisme sel Fisiologi Ternak.

Lebih terperinci

SEL DAN JARINGAN MATERI BAHAN PELATIHAN UNTUK GURU-GURU SMA / MA OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPD UPI BANDUNG

SEL DAN JARINGAN MATERI BAHAN PELATIHAN UNTUK GURU-GURU SMA / MA OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPD UPI BANDUNG SEL DAN JARINGAN MATERI BAHAN PELATIHAN UNTUK GURU-GURU SMA / MA OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPD UPI BANDUNG NANGRO ACEH DARUSSALAM 5-10 JULI 2007 1 SOAL TES SEL DAN JARINGAN Petunjuk: 1. Jawablah pertanyaan

Lebih terperinci

BIOLOGI SEL. Pokok Bahasan. 1. Teori sel 2. Alat bantu mempelajari sel 3. Sel prokariot dan eukariot 4. Ultrastruktur Sel

BIOLOGI SEL. Pokok Bahasan. 1. Teori sel 2. Alat bantu mempelajari sel 3. Sel prokariot dan eukariot 4. Ultrastruktur Sel BIOLOGI SEL Pokok Bahasan 1. Teori sel 2. Alat bantu mempelajari sel 3. Sel prokariot dan eukariot 4. Ultrastruktur Sel Disusun oleh Achmad Farajallah berdasarkan Campbell et al. 2000 dan diedit oleh D.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Praktikum Manfaat Praktikum

I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Praktikum Manfaat Praktikum I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk bergerak. Salah satu bagian tubuh yang berfungsi sebagai alat gerak adalah otot. Otot merupakan jaringan yang terbentuk dari

Lebih terperinci

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S. (FIK-UI)

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S. (FIK-UI) Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) RETIKULUM ENDOPLASMA Ada dua jenis retikum endoplasma (ER) yang melakukan fungsi yang berbeda di dalam sel: Retikulum Endoplasma kasar (rough ER), yang ditutupi oleh

Lebih terperinci

BIOLOGI SEL OLEH : CRISTIN NATALIA. P ILMU KELAUTAN B UNIVERSITAS DIPONEGORO. cristinnatalia.hol.es

BIOLOGI SEL OLEH : CRISTIN NATALIA. P ILMU KELAUTAN B UNIVERSITAS DIPONEGORO. cristinnatalia.hol.es BIOLOGI SEL OLEH : CRISTIN NATALIA. P ILMU KELAUTAN B 26020113120041 UNIVERSITAS DIPONEGORO SEL Apa itu SEL??.. Sel merupakan unit struktural dan fungsional, yang menyusun tubuh organisme KARAKTERISTIK

Lebih terperinci

ASPEK BiokimiaWI Tulang dan Otot. Wiryatun Lestariana Bagian Biokimia Fak. Kedokteran UGM

ASPEK BiokimiaWI Tulang dan Otot. Wiryatun Lestariana Bagian Biokimia Fak. Kedokteran UGM ASPEK BiokimiaWI Tulang dan Otot Wiryatun Lestariana Bagian Biokimia Fak. Kedokteran UGM Biokimia TULANG A. Kimiawi - Kandungan air dalam tulang bervariasi: 14 44% - 30 35% material organik, ± 25% mrpk.

Lebih terperinci

Tinjauan Umum Jaringan Otot. Tipe Otot

Tinjauan Umum Jaringan Otot. Tipe Otot Tinjauan Umum Jaringan Otot Tipe Otot Otot rangka menempel pada kerangka, lurik, dapat dikontrol secara sadar Otot jantung menyusun jantung, lurik, dikontrol secara tidak sadar Otot polos, berada terutama

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Struktur Anatomi Otot Rangka

TINJAUAN PUSTAKA Struktur Anatomi Otot Rangka 3 TINJAUAN PUSTAKA Struktur Anatomi Otot Rangka Otot rangka (skeletal muscle) bertanggung jawab atas pergerakan tubuh secara sadar. Otot rangka disebut juga otot lurik (striated muscle) karena pengaturan

Lebih terperinci

Keanekaragaman Organisme Kehidupan

Keanekaragaman Organisme Kehidupan Keanekaragaman Organisme Kehidupan Salah satu ciri makhluk hidup adalah tubuhnya tersusun atas sel. Sel merupakan satuan atau unit terkecil dari makhluk hidup, seperti pencernaan makanan, bernafas, ekskresi,

Lebih terperinci

Jaringan Hewan. Compiled by Hari Prasetyo

Jaringan Hewan. Compiled by Hari Prasetyo Jaringan Hewan Compiled by Hari Prasetyo Tingkatan Organisasi Kehidupan SEL JARINGAN ORGAN SISTEM ORGAN ORGANISME Definisi Jaringan Kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk

Lebih terperinci

THE TOUR CYTOL CYT OGY OGY T : he Study of Cells V sualisasi sualisasi sel sel : :mikroskop meningkatkan n resolusi (jarak (jarak an tar obyek

THE TOUR CYTOL CYT OGY OGY T : he Study of Cells V sualisasi sualisasi sel sel : :mikroskop meningkatkan n resolusi (jarak (jarak an tar obyek THE TOUR Pendahuluan Tubuh manusia 100 trilyun sel 70% berat sel = air 2/3 dari seluruh air tubuh terdapat dalam sel 1/3 di rongga antar sel 67% berat tubuh = air manusia = air yang hidup CYTOLOGY : The

Lebih terperinci

FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP

FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP TUGAS MATA KULIAH NUTRISI TANAMAN FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP Oleh : Dewi Ma rufah H0106006 Lamria Silitonga H 0106076 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2008 Pendahuluan Fosfor

Lebih terperinci

SEL: Prokariotik Eukariotik

SEL: Prokariotik Eukariotik SEL: Prokariotik Eukariotik Dinding sel Plasmid Kapsul DNA Sirkuler (nukleoid) Membran sel Flagelum Ribososm Sitoplasma Sel tumbuhan Badan Golgi Vesikel Vakuoloa Dinding sel Kloroplas Mitokondria RE kasar

Lebih terperinci

MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL

MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL MEKANISME TRANSPOR PADA MEMBRAN SEL Berbagai organel yang terdapat di dalam sitoplasma memiliki membran yang strukturnya sama dengan membran plasma. Walaupun tebal membran plasma hanya ± 0,1 μm, membran

Lebih terperinci

JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA

JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan pengertian dan fungsi jaringan embrional 2. Menjelaskan ciri dan fungsi jaringan epitelium 3. Menjelaskan ciri dan fungsi jaringanjaringan

Lebih terperinci

Jaringan tulang keras di bagi menjadi... a.1 b.2 = c.3 d.4 e.5

Jaringan tulang keras di bagi menjadi... a.1 b.2 = c.3 d.4 e.5 Jaringan tulang keras di bagi menjadi... a.1 b.2 = c.3 d.4 e.5 Dengan lingkaran tahun dapat diketahui. A. Besar pohon B. Tinggi pohon C. Umur pohon = D. Banyaknya hujan di tempat tumbuh E. Lamanya musin

Lebih terperinci

Tujuan Instruksional. Umum. Khusus

Tujuan Instruksional. Umum. Khusus MEMBRAN SEL Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa FK USU semester 1 akan dapat menjelaskan struktur dan fungsi membran serta protein membran dan hubungannya dengan reseptor. Khusus Mahasiswa akan dapat :

Lebih terperinci

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.1

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.1 1. Perhatikan nama-nama bagian sel berikut ini! dinding sel inti sel kloroplas Lisosom sentriol Bagian sel yang tidak dimiliki oleh sel hewan adalah... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan

Lebih terperinci

KULIAH 5 SS SISTEM OTOT

KULIAH 5 SS SISTEM OTOT KULIAH 5 SS SISTEM OTOT O SISTEM OTOT Pustaka acuan: Gartner & Hiatt (1997). Color Text of Histology Bab Junquiera (1980). Basic Histology. Bab McFadden & Keeton (1995) Biology, an exploration of life.

Lebih terperinci

HIRARKI ORGANISASI MATERI BENDA HIDUP

HIRARKI ORGANISASI MATERI BENDA HIDUP HIRARKI ORGANISASI MATERI BENDA HIDUP Unsur Biosfer Biomolekul Komunitas Biomembran dan organel Populasi Sel Jaringan Organ Individu Atom (proton, neutron dan elektron) molekul sederhana makro molekul

Lebih terperinci

dr. AL-MUQSITH, M.Si

dr. AL-MUQSITH, M.Si SEL dr. AL-MUQSITH, M.Si Ultra Struktur MULAI DIPELAJARI DENGAN DITEMUKANNYA MIKROSKOP ELEKTRON. PEMBESARAN YANG DIPEROLEH MENCAPAI PULUHAN RIBU KALI. GAMBAR YANG DIPELAJARI UMUMNYA DARI: - MIKROSKOP ELEKTRON

Lebih terperinci

Sel sebagai unit dasar kehidupan

Sel sebagai unit dasar kehidupan Sel sebagai unit dasar kehidupan 2.1 Kimia kehidupan (Book 1A, p. 2-3) A Apa unsur-unsur kimia anorganik penyusun organisme? (Book 1A, p. 2-3) 1 Air (Book 1A, p. 2-3) Fungsi Sebagai pelarut Sebagai agen

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING

KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING ILMU PASCA PANEN PETERNAKAN KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING KELAS B Juni Sumarmono, PhD Ir. Kusuma Widayaka, MS SEMESTER GASAL 207/2018 Kuliah TM 4 Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan

Lebih terperinci

PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2017) JARINGAN IKAT SYUBBANUL WATHON, S.SI., M.SI.

PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2017) JARINGAN IKAT SYUBBANUL WATHON, S.SI., M.SI. PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2017) JARINGAN IKAT SYUBBANUL WATHON, S.SI., M.SI. Kompetensi Dasar 1. Mengetahui penyusun jaringan ikat 2. Memahami klasifikasi jaringan ikat 3. Mengetahui komponen

Lebih terperinci

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. JARINGAN HEWAN Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. A. JARINGAN EPITEL Jaringan epitel merupakan jaringan penutup yang melapisi

Lebih terperinci

POKOK BAHASAN I PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan pendahuluan mahasiswa dapat: 1. Memahami ruang lingkup

POKOK BAHASAN I PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan pendahuluan mahasiswa dapat: 1. Memahami ruang lingkup POKOK BAHASAN I PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan pendahuluan mahasiswa dapat: 1. Memahami ruang lingkup biokimia, sejarah perkembangan ilmu biokimia, bidangbidang

Lebih terperinci

MEMBRAN BIOLOGIS DAN MEKANISME ABSORPSINYA. Tim Teaching MK Biofarmasetika

MEMBRAN BIOLOGIS DAN MEKANISME ABSORPSINYA. Tim Teaching MK Biofarmasetika 1 MEMBRAN BIOLOGIS DAN MEKANISME ABSORPSINYA Tim Teaching MK Biofarmasetika 2 Pendahuluan Membran sel adalah lapisan yang memisahkan satu sel dengan sel lainnya serta memisahkan berbagai organel di dalam

Lebih terperinci

FISIOLOGI SEL. TIM PENGAJAR FISIOLOGI MANUSIA Departemen Gizi Masyarakat,FEMA, IPB 2015 Dr. Katrin Roosita_sel 2015

FISIOLOGI SEL. TIM PENGAJAR FISIOLOGI MANUSIA Departemen Gizi Masyarakat,FEMA, IPB 2015 Dr. Katrin Roosita_sel 2015 FISIOLOGI SEL TIM PENGAJAR FISIOLOGI MANUSIA Departemen Gizi Masyarakat,FEMA, IPB 2015 Dr. Katrin Roosita_sel 2015 Sel: unit dasar struktur dan fungsi tubuh. Fungsi organ dan sistem tubuh ditentukan oleh

Lebih terperinci

dan mengeluarkan CO 2 Sistem kemih (urinari) untuk membuang zat sisa Sistem kardiovaskular untuk mendistribusikan makanan, O 2

dan mengeluarkan CO 2 Sistem kemih (urinari) untuk membuang zat sisa Sistem kardiovaskular untuk mendistribusikan makanan, O 2 Organisme bersel tunggal :semua proses vital berlangsung dalam satu sel. Organisme bersel banyak (multisel), fungsi-fungsi tertentu diambil alih oleh kelompok-kelompok sel. Pada manusia dan hewan bertulang

Lebih terperinci

BIOLOGI UMUM (MIP612112) Priyambodo, M.Sc. staff.unila.ac.id/priyambodo

BIOLOGI UMUM (MIP612112) Priyambodo, M.Sc. staff.unila.ac.id/priyambodo BIOLOGI UMUM (MIP612112) Priyambodo, M.Sc. Overview Penemuan sel Sel dan homeostasis Ukuran sel Kategori sel Bagian sel Tokoh penemu sel Robert Hooke A. v. Leeuwenhoek M. Schleiden T. Schwann R. Virchow

Lebih terperinci

A. Bagian-bagian dalam sel tersusun atas sebagai berikut:

A. Bagian-bagian dalam sel tersusun atas sebagai berikut: A. Bagian-bagian dalam sel tersusun atas sebagai berikut: 1. Membran sel Membran sel sering disebut juga membran plasma yang bersifat semipermeabel. Artinya, membran sel hanya dpat dilewati oleh zat tertentu,

Lebih terperinci

KUNCI JAWABAN BIOLOGI SOAL BIOLOGI KELAS : XI IPA

KUNCI JAWABAN BIOLOGI SOAL BIOLOGI KELAS : XI IPA KUNCI JAWABAN BIOLOGI SOAL BIOLOGI KELAS : XI IPA SOAL BIOLOGI KELAS : XI IPA 1. Perhatikan bagian-bagian sel berikut: 1) Plastida 2) Lisosom 3) Vakuola 4) Sentrosom 5) Dinding sel 6) Mitokondria Yang

Lebih terperinci

Jaringan Otot Pada Hewan

Jaringan Otot Pada Hewan Jaringan Otot Pada Hewan # Jaringan adalah kumpulan dari beberapa sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh.

Lebih terperinci

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) 1 RETIKULUM ENDOPLASMA Ada dua jenis retikum endoplasma (ER) yang melakukan fungsi yang berbeda di dalam sel: Retikulum Endoplasma kasar (rough ER), yang ditutupi oleh

Lebih terperinci

Dr. Halinda Sari Lubis, MKKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Dr. Halinda Sari Lubis, MKKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Dr. Halinda Sari Lubis, MKKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Suatu massa protoplasma yan dibatasi oleh sel membran serta mempunyai nukleus Mempunyai membran plasma Mengandung bahan-bahan

Lebih terperinci

PERBEDAAN SEL HEWAN & TUMBUHAN BAGIAN SEL & ORGANEL SEL TRANSPORT MELALUI MEMBRAN

PERBEDAAN SEL HEWAN & TUMBUHAN BAGIAN SEL & ORGANEL SEL TRANSPORT MELALUI MEMBRAN PERBEDAAN SEL HEWAN & TUMBUHAN BAGIAN SEL & ORGANEL SEL TRANSPORT MELALUI MEMBRAN SEL PROKARIOTIK & EUKARIOTIK SEL HEWAN & SEL TUMBUHAN SEL HEWAN SEL TUMBUHAN Sejarah Penemuan Sel 1500-an Ditemukan lensa

Lebih terperinci

Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72)

Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72) Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72) Rumus Umum Asam Amino (Campbell, 1999: 73) H H O N C C H R OH GUGUS AMINO GUGUS KARBOKSIL Tabel 5.1 Gambaran Umum Fungsi Protein (Campbell, 1999: 74) JENIS

Lebih terperinci

BAB IX SISTEM ENDOMEMBRAN

BAB IX SISTEM ENDOMEMBRAN BAB IX SISTEM ENDOMEMBRAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu 1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi system selaput sitoplasmik dan menyebutkan organela-organela

Lebih terperinci

organel yang tersebar dalam sitosol organisme

organel yang tersebar dalam sitosol organisme STRUKTUR DAN FUNGSI MITOKONDRIA Mitokondria Mitokondria merupakan organel yang tersebar dalam sitosol organisme eukariot. STRUKTUR MITOKONDRIA Ukuran : diameter 0.2 1.0 μm panjang 1-4 μm mitokondria dalam

Lebih terperinci

Ciri-Ciri Organisme/ Mahkluk Hidup

Ciri-Ciri Organisme/ Mahkluk Hidup DASAR-DASAR KEHIDUPAN Ciri-Ciri Organisme/ Mahkluk Hidup 1.Reproduksi/Keturunan 2.Pertumbuhan dan perkembangan 3.Pemanfaatan energi 4.Respon terhadap lingkungan 5.Beradaptasi dengan lingkungan 6.Mampu

Lebih terperinci

Sistem Ekskresi Manusia

Sistem Ekskresi Manusia Sistem Ekskresi Manusia Sistem ekskresi merupakan sistem dalam tubuh kita yang berfungsi mengeluarkan zatzat yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dan zat yang keberadaannya dalam tubuh akan mengganggu

Lebih terperinci

Makalah Biokimia Komponen Penyusun Sel Tumbuhan NUKLEUS. Oleh :

Makalah Biokimia Komponen Penyusun Sel Tumbuhan NUKLEUS. Oleh : Makalah Biokimia Komponen Penyusun Sel Tumbuhan NUKLEUS Oleh : Nama : Sherly Febrianty Surya Nim : G111 16 016 Kelas : Biokimia Tanaman C Dosen Pembimbing : DR. Ir. Muh. Riadi, MP. PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Metabolisme Energi Otot Rangka Kreatin fosfat merupakan sumber energi pertama yang digunakan pada awal aktivitas kontraktil. Suatu karakteristik khusus dari energi yang dihantarkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyusun jaringan tumbuhan dan hewan. Lipid merupakan golongan senyawa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyusun jaringan tumbuhan dan hewan. Lipid merupakan golongan senyawa BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lipid 2.1.1 Pengertian lipid Lipid adalah golongan senyawa organik yang sangat heterogen yang menyusun jaringan tumbuhan dan hewan. Lipid merupakan golongan senyawa organik

Lebih terperinci

KULIAH I FISIOLOGI DAN SEL TUMBUHAN

KULIAH I FISIOLOGI DAN SEL TUMBUHAN KULIAH I FISIOLOGI DAN SEL TUMBUHAN Tumbuhan banyak manfaat dan nilai ekonomi Cakupan tumbuhan tinggi (Spermatofita) Fisiologi Proses Fungsi Aspek praktis dari fisiologi tumbuhan Faktor keturunan Proses

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Orang yang mampu mempertahankan agar tubuhnya tetap bugar dapat memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa cara untuk mempertahankan kebugaran adalah dengan menjaga

Lebih terperinci

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL Oleh: Heru Nurcahyo

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL Oleh: Heru Nurcahyo STRUKTUR DAN FUNGSI SEL Oleh: Heru Nurcahyo A. Sel sebagai Struktur Fungsional Terkecil dari Makhluk Hidup Struktur fungsional terkecil dari makhluk hidup (organisme) adalah sel. Sel merupakan suatu bangunan

Lebih terperinci

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGANEL SEL. Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed. Sri Sugiwati, SSi., MSi.

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGANEL SEL. Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed. Sri Sugiwati, SSi., MSi. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGANEL SEL Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed. Sri Sugiwati, SSi., MSi. 1 SEL Semua mahluk hidup terdiri dari sel-sel yaitu ruangruang kecil berdinding membran berisi cairan kimia pekat

Lebih terperinci

Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri

Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri Kompetensi Dasar : Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri Indikator : 1. Menyebutkan organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia.

Lebih terperinci

Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru

Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru O R G A N P E N Y U S U N S I S T E M E K S K R E S I K U L I T G I N J A L H A T I P A R U - P A R U kulit K ULIT K U L I T A D A L A H O R G A

Lebih terperinci

Kuntarti, SKp, MBiomed. motorik. Sistem saraf. PDF Created with deskpdf PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com

Kuntarti, SKp, MBiomed. motorik. Sistem saraf. PDF Created with deskpdf PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com Sistem saraf motorik Kuntarti, SKp, MBiomed PDF Created with deskpdf PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com Bagian Aferen Somatik SISTEM SARAF PUSAT (Otak & Med.Spinalis) SISTEM SARAF TEPI Viseral

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hemoglobin 1. Pengertian Hemoglobin merupakan pigmen yang mengandung zat besi terdapat dalam sel darah merah dan berfungsi terutama dalam pengangkutan oksigen dari paru- paru

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLATIHAN SOAL BAB 1

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLATIHAN SOAL BAB 1 1. Perhatikan gambar nefron di bawah ini! SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLATIHAN SOAL BAB 1 Urin sesungguhnya dihasilkan di bagian nomor... A. B. C. D. 1 2 3 4 E. Kunci Jawaban : D

Lebih terperinci

3.1 Membran Sel (Book 1A, p. 3-3)

3.1 Membran Sel (Book 1A, p. 3-3) Riswanto, S. Pd, M. Si SMA Negeri 3 Rantau Utara 3 Gerakan zat melintasi membran sel 3.1 Membran Sel (Book 1A, p. 3-3) A Bagaimana struktur dari membran sel? (Book 1A, p. 3-3) Struktur membran sel dapat

Lebih terperinci

Sel : Unit Kehidupan Terkecil. Konsep Kunci

Sel : Unit Kehidupan Terkecil. Konsep Kunci Sel : Unit Kehidupan Terkecil Konsep Kunci Cara pengamatan sel: Mikroskop, Teknik Biokimia Jenis sel di alam: Prokariot Eukariot Eukariot: Mikroorganisme, Tumbuhan, Hewan Membran Sel Organel Sel Mitokondria

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal dan 4. 1 dan 3. 3 dan 5. 4 dan 5. Tebal, tersusun dari selulosa

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal dan 4. 1 dan 3. 3 dan 5. 4 dan 5. Tebal, tersusun dari selulosa 1. Perhatikan nama-nama bagian sel berikut ini! dinding sel inti sel kloroplas Lisosom sentriol SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.2 Bagian sel yang tidak dimiliki

Lebih terperinci

Metabolisme karbohidrat

Metabolisme karbohidrat Metabolisme karbohidrat Dr. Syazili Mustofa, M.Biomed Lektor mata kuliah ilmu biomedik Departemen Biokimia, Biologi Molekuler, dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Unila PENCERNAAN KARBOHIDRAT Rongga mulut

Lebih terperinci

DISKUSI BIOKIMIA DIMULAI DENGAN SEL KARENA SEL MERUPAKAN KERANGKA ALAMIAH DARI HAMPIR SEMUA REAKSI BIOKIMIA

DISKUSI BIOKIMIA DIMULAI DENGAN SEL KARENA SEL MERUPAKAN KERANGKA ALAMIAH DARI HAMPIR SEMUA REAKSI BIOKIMIA DISKUSI BIOKIMIA DIMULAI DENGAN SEL KARENA SEL MERUPAKAN KERANGKA ALAMIAH DARI HAMPIR SEMUA REAKSI BIOKIMIA PERBEDAAN UTAMA ANTARA BIOKIMIA DAN KIMIA ADALAH BAHWA REAKSI BIOKIMIA BERLANGSUNG DI DALAM BATASAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Selama proses pencernaan, karbohidrat akan dipecah dan diserap di dinding

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Selama proses pencernaan, karbohidrat akan dipecah dan diserap di dinding BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Glukosa Karbohidrat merupakan salah satu senyawa yang penting dalam tubuh manusia. Senyawa ini memiliki peran struktural dan metabolik yang penting. 10 Selama proses pencernaan,

Lebih terperinci

Jaringan Otot dan Saraf Sebuah Karya Presentasi Kelompok 4

Jaringan Otot dan Saraf Sebuah Karya Presentasi Kelompok 4 Jaringan Otot dan Saraf Sebuah Karya Presentasi Kelompok 4 DOSEN Pengampu : Eva Tyas Utami,S.Si,M.Si Disusun Oleh : Laili Nur Azizah Lutfi (131810401004) Novita Nur Kumala (161810401003) Desy Lutfianasari

Lebih terperinci

LAPORAN KELOMPOK PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA OTOT

LAPORAN KELOMPOK PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA OTOT LAPORAN KELOMPOK PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA OTOT KELOMPOK/GELOMBANG : II/I KELAS : II C ANGGOTA : CIPTO SURIANTIKA (1204015080) FAJAR ADE KURNIAWAN (1204015163) KUDRAT RAHARDITAMA (1204015223)

Lebih terperinci

SEL. SMA Regina Pacis Jakarta. Ms. Evy Anggraeny

SEL. SMA Regina Pacis Jakarta. Ms. Evy Anggraeny SEL SMA Regina Pacis Jakarta Ms. Evy Anggraeny 1 Sejarah Sel Anthonie van Leeuwenhoek (1665) : Penemu mikroskop dan menyebutkan sel sebagai satuan kehidupan Robert Hooke (1665) : Menemukan istilah Cellula

Lebih terperinci

SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA MANUS. Regita Tanara / B1

SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA MANUS. Regita Tanara / B1 SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA MANUS Regita Tanara 102015121 / B1 SKENARIO Seorang anak 5 tahun dibawa ibunya ke UGD rumah sakit dengan keluhan jari telunjuknya memar akibat terjepit daun pintu IDENTIFIKASI

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Struktur Hewan dengan judul Jaringan Otot yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : Kel

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Struktur Hewan dengan judul Jaringan Otot yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : Kel LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN (JARINGAN OTOT) Disusun oleh: NAMA : LASINRANG ADITIA NIM : 60300112034 KELAS : BIOLOGI B KELOMPOK : I (Satu) LABORATORIUM BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk akhir metabolisme kreatin.keratin sebagai besar dijumpai di otot rangka, tempat zat terlibat dalam penyimpanan energy sebagai keratin fosfat.dalam

Lebih terperinci

SISTEM DIGESTIVA (PENCERNAAN) FISIOLOGI PENCERNAAN

SISTEM DIGESTIVA (PENCERNAAN) FISIOLOGI PENCERNAAN SISTEM DIGESTIVA (PENCERNAAN) FISIOLOGI PENCERNAAN Secara sederhana, sistem pencernaan adalah portal untuk Secara sederhana, sistem pencernaan adalah portal untuk nutrisi untuk mendapatkan akses ke sistem

Lebih terperinci

Skeletal: Otot: Sendi: Fasia Hubungan sistem muskuloskeletal dengan reproduksi wanita

Skeletal: Otot: Sendi: Fasia Hubungan sistem muskuloskeletal dengan reproduksi wanita Skeletal: Struktur jaringan tulang Klasifikasi tulang Tulang tengkorak, rangka dada, tulang belakang, panggul, ekstremitas atas dan bawah Sendi: Klasifikasi berdasarkan gerakan Klasifikasi berdasarkan

Lebih terperinci

BIOKIMIA NUTRISI. : PENDAHULUAN (Haryati)

BIOKIMIA NUTRISI. : PENDAHULUAN (Haryati) BIOKIMIA NUTRISI Minggu I : PENDAHULUAN (Haryati) - Informasi kontrak dan rencana pembelajaran - Pengertian ilmu biokimia dan biokimia nutrisi -Tujuan mempelajari ilmu biokimia - Keterkaitan tentang mata

Lebih terperinci

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11 SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11 1. Bagian sel yang berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel adalah http://www.primemobile.co.id/assets/uploads/materi/bio-7-11a.png

Lebih terperinci

PROSES PEMANFAATAN PAKAN PADA TUBUH IKAN

PROSES PEMANFAATAN PAKAN PADA TUBUH IKAN 3. PROSES PEMANFAATAN PAKAN PADA TUBUH IKAN Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya bahwa pakan merupakan sumber energi dan materi bagi ikan. Di dalam proses pemanfaatannya, pakan akan mengalami beberapa

Lebih terperinci

SILABUS OLIMPIADE KEDOKTERAN DASAR CARDION 2018 Science and Primary Medical Competition HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS

SILABUS OLIMPIADE KEDOKTERAN DASAR CARDION 2018 Science and Primary Medical Competition HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS SILABUS OLIMPIADE KEDOKTERAN DASAR CARDION 2018 Science and Primary Medical Competition HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM

Lebih terperinci

BAB III KOMPOSISI KIMIA DALAM SEL. A. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa diharapkan Mampu Memahami Komposisi Kimia Sel.

BAB III KOMPOSISI KIMIA DALAM SEL. A. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa diharapkan Mampu Memahami Komposisi Kimia Sel. BAB III KOMPOSISI KIMIA DALAM SEL A. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa diharapkan Mampu Memahami Komposisi Kimia Sel. B. KOMPETENSI DASAR 1. Mahasiswa dapat membedakan komposisi kimia anorganik dan organik

Lebih terperinci

Tulang Rawan. Struktur Dasar, Tipe dan Lokasi

Tulang Rawan. Struktur Dasar, Tipe dan Lokasi Tulang Rawan Struktur Dasar, Tipe dan Lokasi Suatu tulang rawan memiliki khondrosit yang tersimpan di dalam ruangan (lacunae) dalam matriks ekstraselular. Tulang rawan mengandung banyak air (menyebabkannya

Lebih terperinci

mustofa Tujuan Pembelajaran :

mustofa Tujuan Pembelajaran : Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat mendiskribsikan keragaman dan system organisme kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme Struktur organisasi kehidupan dimulai

Lebih terperinci

1. Menjelaskan struktur inti sel eukariot hubungannya dengan fungsi 2. Menjelaskan struktur organel-organel sel dan fungsinya

1. Menjelaskan struktur inti sel eukariot hubungannya dengan fungsi 2. Menjelaskan struktur organel-organel sel dan fungsinya 1. Menjelaskan struktur inti sel eukariot hubungannya dengan fungsi 2. Menjelaskan struktur organel-organel sel dan fungsinya struktur inti sel eukariot Fungsi inti atau nukleus sebagai pusat pengatur

Lebih terperinci

Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si LOGO

Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si LOGO Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si darma_erick77@yahoo.com LOGO Proses Pengeluaran Berdasarkan zat yang dibuang, proses pengeluaran pada manusia dibedakan menjadi: Defekasi: pengeluaran zat sisa hasil ( feses

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING

KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING ILMU PASCA PANEN PETERNAKAN (Kuliah TM 4; 23 Sept 2014) PROSES MENGHASILKAN DAGING TERNAK HIDUP KARKAS POTONGAN BESAR READY TO COOK Red meat White meat NAMP Meat Buyer

Lebih terperinci

MEMBRAN PLASMA. Selaput sel : Bagian dari protoplasma terluar yang membatasi sel dari lingkungan

MEMBRAN PLASMA. Selaput sel : Bagian dari protoplasma terluar yang membatasi sel dari lingkungan 1. SELAPUT SEL MEMBRAN PLASMA 2. SELAPUT SITOPLASMIK Selaput sel : Bagian dari protoplasma terluar yang membatasi sel dari lingkungan Selaput sitoplasmik : Semua selaput yang terdapat dalam sitoplasma,

Lebih terperinci

Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran

Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran yang menonjol ke luar sel Melalui permukaan sel ini,

Lebih terperinci

BIOMEKANIKA SISTEM MUSKULOSKELETAL & FISIOLOGI OTOT

BIOMEKANIKA SISTEM MUSKULOSKELETAL & FISIOLOGI OTOT BIOMEKANIKA SISTEM MUSKULOSKELETAL & FISIOLOGI OTOT dr. Aditya Candra Fakultas Kedokteran Abulyatama PENDAHULUAN Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rokok merupakan gulungan tembakau yang dirajang dan diberi cengkeh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rokok merupakan gulungan tembakau yang dirajang dan diberi cengkeh BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rokok 1. Pengertian Rokok Rokok merupakan gulungan tembakau yang dirajang dan diberi cengkeh kemudian dibungkus dengan kertas rokok berukuran panjang 70 120 mm dengan diameter

Lebih terperinci

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA A. GINJAL SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA Sebagian besar produk sisa metabolisme sel berasal dari perombakan protein, misalnya amonia dan urea. Kedua senyawa tersebut beracun bagi tubuh dan harus dikeluarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Biologi merupakan ilmu tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek yang dipelajari dalam Biologi adalah makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Makhluk

Lebih terperinci

Definisi fisiologi / ilmu faal Manusia sistem organ organ sel Sistem organ

Definisi fisiologi / ilmu faal Manusia sistem organ organ sel Sistem organ Definisi fisiologi / ilmu faal Manusia sistem organ organ sel Sistem organ Membran sel Membran nukleus Retikulum endoplasma Aparatus golgi Mitokondria lisosom Kurnia Eka Wijayanti 60 % dari berat tubuh

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.1

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.1 1. Perhatikan gambar struktur sel hewan berikut! SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.1 Organel sel X berfungsi untuk.... metabolisme pembelahan sel sintesis protein

Lebih terperinci

FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar Endokrin Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan mikroskopis sangat

Lebih terperinci

LEMBARAN SOAL. Sat. Pendidikan

LEMBARAN SOAL. Sat. Pendidikan LEMBARAN SOAL Mata Pelajaran Sat. Pendidikan Kelas / Program : BIOLOGI : SMA : XI IPA PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti

Lebih terperinci

PENGATURAN JANGKA PENDEK. perannya sebagian besar dilakukan oleh pembuluh darah itu sendiri dan hanya berpengaruh di daerah sekitarnya

PENGATURAN JANGKA PENDEK. perannya sebagian besar dilakukan oleh pembuluh darah itu sendiri dan hanya berpengaruh di daerah sekitarnya MAPPING CONCEPT PENGATURAN SIRKULASI Salah satu prinsip paling mendasar dari sirkulasi adalah kemampuan setiap jaringan untuk mengatur alirannya sesuai dengan kebutuhan metaboliknya. Terbagi ke dalam pengaturan

Lebih terperinci