PDF Compressor Pro. Kata Pengantar
|
|
|
- Farida Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2
3 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Kata Pengantar Alhamdulillahi robbil alamin, puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena Jurnal Tekinfo (Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi) edisi bulan November 2015 telah selesai diproduksi dan dapat publikasi sesuai dengan jadwal. Redaksi sangat gembira karena animo para peneliti dan penulis yang sangat besar untuk mempublikasikan artikel di jurnal Tekinfo. Hal ini sangat membantu tim redaksi untuk dapat memproduksi jurnal edisi bulan November 2015 sesuai jadwal dan tepat waktu. Untuk itu, tim redaksi menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada para penulis yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk mempublikasikan artikelnya. Dari enam (6) artikel yang diterbitkan pada edisi kali ini, lima (5) naskah merupakan kontribusi peneliti/ dosen eksternal, yaitu dari Program Studi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Surakarta, Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Program Studi Teknik Industri Universitas Mulawarman Samarinda, Program Studi Teknik Industri Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Sementara satu naskah merupakan kontribusi dosen program studi Teknik Industri Universitas Setia Budi. Akhir kata, tim redaksi memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penerbitan jurnal Tekinfo edisi kali ini, khususnya kepada Mitra Bestari yang telah memberikan bantuan koreksi dan arahan kepada tim redaksi. Kepada para pembaca dan pemerhati jurnal Tekinfo, kritik dan saran selalu kami harapkan demi kemajuan dan penyempurnaan jurnal tercinta ini. Semoga visi terakreditasinya jurnal Tekinfo ini dapat segera kami realisasikan. Aamiin. Mohon doa restu dan dukungan. Salam publikasi, Tim Redaksi
4 2 --- Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Daftar Isi Kata Pengantar... 1 Daftar Isi... 2 Perbaikan Metode Kerja Dengan Pendekatan Metode Rappid Upper Limb Assessment Dan Biomekanika Operator Pemindah Peti Buah Di Pasar Tradisional... 3 Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Pada Proses Pembuatan Kawat Perak Menggunakan Metode Heuristik Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Parfume Laundry Dengan Menggunakan ANP dan TOPSIS Perancangan Tempat Sampah Yang Ergonomis Sebagai Media Ajar Anak Usia Dini Dengan Menggunakan Metode REBA Analisis Potensi Bahaya dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) sebagai Upaya Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium X Perancangan Ulang Stasiun Pencucian Dan Pemarutan Ubi Kayu Pada UKM Bahan Baku Mireng... 56
5 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Perbaikan Metode Kerja Dengan Pendekatan Metode Rappid Upper Limb Assessment Dan Biomekanika Operator Pemindah Peti Buah Di Pasar Tradisional Taufiq Rochman *1), Zulmi Apriyadi *2) Rahmaniyah Dwi Astuti *3) 1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Industri UNS, Surakarta, [email protected] 2) Alumni Jurusan Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia 3) Staf Pengajar Jurusan Teknik Industri UNS, Surakarta, Jawa Tengah. Abstrak Pada aktivitas pengangkutan peti buah yang ada di Pasar Gede masih menggunakan tenaga manusia. Salah satu kegiatan MMH yang diduga beresiko tinggi terhadap tulang belakang adalah aktivitas pengangkutan yang terdapat dilokasi Pasar Gede. Aktivitas pengangkutan ini terdiri dari tiga fase gerakan yaitu mengangkat, membawa, dan meletakan dilakukan secara manual. Aktivitas yang dilakukan ini dikenal dengan nama Manual Material Handling (MMH). Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi aktivitas kerja yang dilakukan pekerja, tubuh pekerja beresiko terjadi keluhan musculoskeletal. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan segmen punggung, pinggul, lengan atas, dan paha pekerja mengalami persentase keluhan yang tinggi. Berdasarkan analisis biomekanika dengan mendasarkan ketentuan batas angkat NIOSH, pinggul pekerja rawan terjadi keluhan musculoskeletal karena mendapatkan gaya tekan lebih besar dari 3500 N. Berdasarkan assessment posisi postur kerja dengan menggunakan metode RULA didapatkan skor level resiko yang tinggi. Berdasarkan masalah keluhan musculoskeletal yang dialami pekerja, maka dilakukan rekomendasi perbaikan metode kerja. Menurut hasil analisis dengan biomekanik masih berada dalam kondisi tidak aman karena berat peti 50 kg merupakan berat yang berada ambang batas ijin untuk diangkat secara manual. Oleh karena itu perlu dilakukan penurunan berat peti dari 50 kg menjadi 30 kg, dimana resiko terjadinya gangguan musculoskeletal kerja menjadi lebih rendah. Hasil analisis dengan biomekanika dan metode RULA setelah dilakukan perbaikan metode kerja didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa segmen pinggul, dan punggung, berada dalam kondisi yang aman. Kata kunci: Manual Material Handling, biomekanika, metode RULA, Perbaikan Metode Kerja. PENDAHULUAN Salah satu bentuk peranan manusia adalah aktivitas pemindahan material secara manual yang disebut Manual Material Handling (MMH). Menurut OSHA kegiatan MMH dibagi menjadi lima bagian yaitu mengangkat/menurunkan (lifting/lowering), mendorong/menarik (pushing/pulling), memutar (twisting), membawa (carrying) dan menahan (holding). Aktifitas MMH dalam pekerjaan industri banyak diidentifikasi beresiko besar sebagai penyebab penyakit tulang belakang akibat dari penanganan material secara manual yang berat dan posisi tubuh
6 4 --- Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi yang salah dalam bekerja. Aktivitas tersebut meliputi aktivitas dengan beban kerja yang berat, postur kerja yang salah dan pengulangan pekerjaan yang tinggi, serta adanya getaran terhadap keseluruhan tubuh. Salah satu kegiatan MMH yang diduga beresiko tinggi terhadap tulang belakang adalah aktivitas pengangkatan yang terdapat dilokasi Pasar Gede. Variasi berat peti yang ada dilokasi Pasar Gede yaitu 70 kg, 50 kg, 30 kg, 20 kg, dan 10 kg. Diantara variasi berat peti tersebut, berat peti 50 kg (45 kg muatan dan 5 kg berat peti) merupakan berat yang berada di ambang batas ijin untuk diangkat secara manual sejalan dengan aturan dari NIOSH (National Occupational Health and Safety Commission) batas normal pengangkutan yang dianjurkan sebesar kg dalam keadaan postur kerja yang normal tanpa menggunakan alat bantu, dan pengangkutan beban diatas 50 kg dianjurkan menggunakan alat bantu. Kondisi diatas menunjukkan sistem kerja operator dapat menyebabkan kondisi kerja yang tidak sehat. Helander (2006) menyatakan kondisi sistem yang sehat dapat diukur dengan membandingkan kebutuhan performansi kerja dengan batasan kemampuan operator. Untuk memperkuat dugaan besarnya resiko terhadap MMH di Pasar Gede dilakukan observasi penyebaran quisioner Nordic Body Map. Terdapat enam keluhan pada segmen tubuh pekerja, yaitu 68,75% pekerja merasakan keluhan pada bagian bahu kiri dan bahu kanan, 25% pekerja merasakan keluhan pada bagian betis kiri, 31,25% lengan bawah sebelah kiri, dan betis kanan, sedangkan 87,50% pekerja merasakan keluhan pada bagian pinggul. Hal ini menunjukkan bahwa diantara keluhan musculoskeletal pada bagian tubuh, bagian pinggul merupakan segmen yang paling banyak dialami pekerja. Hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan Waters dan Putz-Anderson (1996) bahwa di antara keluhan musculoskeletal yang paling sering dialami pekerja adalah pada bagian pinggul (Low Back Pain; LBP). LBP dapat terjadi karena segmen tulang belakang pada pinggul (L5/S1) menerima pembebanan yang berlebihan ketika melakukan aktivitas MMH. Cedera yang terjadi pada L5/S1 di sebabkan karena lempengan (disk) berupa tulang rawan yang terletak di antara ruas-ruas tulang belakang mengalami gaya tekan dan gaya geser yang melebihi daya tahan lempeng. Chaffin dan Anderson (1999) menyatakan bahwa batasan gaya angkat maksimal yang diizinkan oleh National Institute For Occupational Safety And Health (NIOSH) adalah sebesar 3500 Newton pada L5/S1. Untuk menentukan seberapa jauh efek dari MMH pengankatan peti 50 kg di Pasar Gede terhadap L5/S1 perhitunganperhitungan khusus secara biomekanik perlu dilakukan. Hasil pembebanan di L5/S1 tersebut tidak boleh melebihi batas kemampuan dari L5/S1 tersebut. Metode RULA merupakan metode untuk menginvestigasi lingkungan kerja yang tidak ergonomi menggunakan gangguan kerja pada bagian atas manusia (Corlett dan McAtamney, 1993). Penggunaan pendekatan biomekanika statis ini bertujuan untuk mengetahui nilai gaya dan momen yang diterima oleh L5/S1 pada metode RULA, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis sikap kerja pada keadaan awal dan sesudah merancang metode kerja yang baru. Dari kedua metode diharapkan memberikan rekomendasi perancangan sikap kerja yang aman pada saat melakukan aktivitas MMH.
7 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi METODOLOGI PENELITIAN 1. Penentuan Pola Aktivitas Manual Material Handling Langkah ini dilakukan dengan menentukan elemen gerakan kerja operator pada saat melakukan pengangkatan peti buah melalui perekaman dengan kamera digital. 2. Pengukuran Sikap Kerja Operator dengan Metoda RULA Dilakukan dengan merekam elemen gerakan kerja operator dengan kamera digital kemudian digambarkan sudut-sudut pada tiap elemen gerakan. Kemudian dilakukan penskoran melalui tabel RULA untuk menghasilkan nilai skor akhir yang menggambarkan adanya penyimpangan aktivitas kerja operator. 3. Pengukuran Gaya, Momen dan Tekanan Kompresi pada segmen L5/S1 Pengukuran dilakukan dengan merekam aktivitas kerja operator melalui elemen gerakan kerja sehingga dihasilkan gerakan-gerakan kritis yang dijadikan dasar penentuan nilai gaya tekan dan momen pada segmen L5/S1. Hasil pengukuran sudut anggota tubuh didapatkan hasil garis horisontal pada jarak L5/S1 ke pusat masa badan. 4. Usulan Perbaikan Sikap kerja Operator Dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan standar yang dikeluarkan oleh NIOSH berkaitan dengan gaya kompresi pada L5/S1. Apabila tidak sesuai standar (penyimpangan) dilakukan perbaikan dengan perubahan pola angkut, penjadwalan pengangkatan dan perubahan sikap kerja operator. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Penentuan Pola Aktivitas Manual Material Handling Dokumentasi sikap kerja yang dilakukan oleh pekerja buruh angkut pada aktivitas manual material handling dengan pengambilan gambar pada saat pekerja memanggul beban pada bagian punggung tanpa menggunakan landasan tubuh yang memadai. Pola aktivitas manual material handling yang dilakukan oleh pekerja buruh angkut dapat dilihat pada gambar berikut ini. Gambar 1. Aktivitas Manual Material Handling Pada tahap ini data yang diperoleh berupa gambar aktivitas kerja yang digunakan pekerja buruh angkut di Pasar Gede dilakukan identifikasi setiap elemen kerja dan fase gerakan yang kritis pada gambar aktivitas kerja.
8 6 --- Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Mengangkat Beban Pada aktivitas mengangkat teridentifikasi elemen kerja yaitu pada saat melakukan pengangkatan beban. Sebab pada saat melakukan pengangkatan pekerja mendapatkan tekanan pada segmen L5/S1 dari beban yang akan diangkat, dan posisi tubuh membungkuk sejauh 46 derajat. Setelah identifikasi kerja dan fase gerakan kemudian menghitung gaya dan momen yang diterima oleh tulang belakang pada saat pekerja melakukan pengangkatan. Membawa Beban Aktivitas membawa teridentifikasi elemen kerja pada saat membawa beban dari truk mengalami perbedaan jarak antara tinggi truk dan tinggi tulang belakang. sebab pada aktivitas membawa pekerja mendapatkan tekanan pada segmen L5/S1, dan posisi tubuh membungkuk sejauh 56 derajat. Setelah identifikasi kerja dan fase gerakan kemudian menghitung gaya dan momen yang diterima oleh tulang belakang pada saat pekerja melakukan pengangkatan. Meletakan Beban Aktivitas meletakan teridentifikasi elemen kerja pada saat pekerja akan meletakan beban ke gudang karena saat meletakan beban posisi kaki ditekuk dengan sudut 122 derajat. Sebab pada aktivitas meletakan pekerja melakukan perubahan sudut tubuh dan menahan beban. Setelah identifikasi kerja dan fase gerakan kemudian menghitung gaya dan momen yang diterima oleh tulang belakang pada saat pekerja melakukan pengangkatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan pekerja buruh angkut pasar diketahui bahwa waktu rata-rata yang diperlukan untuk melakukan satu kali aktivitas pengangkutan peti secara keseluruhan selama 1,5 s/d 2 jam, (tergantung besarnya muatan). Dari keseluruhan aktivitas yang dilakukan keluhan rasa sakit pada bagian tubuh muncul antara 10 s/d 15 menit menjelang berakhirnya aktivitas. Berdasarkan hasil dari wawancara juga dapat diketahui bahwa keluhan (ketidaknyamanan), kesulitan yang dialami pekerja dan keinginan pekerja terhadap alat bantu kerja yang dapat membantu aktivitas pengangkutan. Berdasarkan biodata pekerja diperoleh data umur pekerja dari usia minimal 20 tahun s/d 46 dengan masa kerja 1 s/d 10 tahun. Usia rata-rata pekerja buruh angkut adalah 30 tahun dengan rata-rata masa kerja 4 tahun. 2. Pengukuran Sikap Kerja Operator dengan Metoda RULA Pencatatan sikap kerja pada pekerja pengangkut peti buah di Pasar Gede dilakukan dengan merekam aktivitas pekerja menggunakan kamera digital. Sikap kerja dimulai dengan mengagkat peti yang berisi buah seberat 50 kg yang diletakkan diatas punggug dan membawanya menuju gudang. Pada proses mengangkat peti buah, pekerja tidak menggunakan alat yang mendukung seperti busa yang di letakan di punggung agar pekerja tidak merrasakan sakit saat pengangkatan peti buah. Dilihat dari sikap kerja dengan, proses pengangkatan peti buah seberat 50 kg sudah sangat bahaya dengan posisi badan yang membungkuk dan beban di letakan di atas punggung. Kegiatan pengangkutan peti buah dari muatan truck sampai ke gudang ini terjadi berulang-ulang. Proses penilaian atau coding postures untuk metode RULA dilakukan dengan menggunakan software RULA. Pengukuran sudut tubuh dilakukan dengan menggunakan Goniometer. Berikut ini adalah proses coding postures untuk pekerja buruh angkut pada fase gerakan mengangkat.
9 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Gambar 2. Sikap kerja buruh angkut pada fase gerakan mengangkat Seorang pekerja buruh angkut yang memiliki sikap kerja seperti ditunjukkan pada gambar 2, maka besarnya sudut segmen tubuh pekerja buruh angkut diukur dan hasil pengukuran sudut dikonversi ke dalam tabel RULA dengan mekanisme penghitungan sebagai berikut: RULA Score Sheet A Posture score A 3 Muscle Force = Score A 6 1 Grand Score 7 B 3 3 Posture score B 3 Muscle Force 3 = Score B 6 1 Gambar 3. Tabel Perhitungan Skor RULA.
10 8 --- Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Tabel 1. Hubungan Nilai Skor, Level Resiko dan Tindakan Perbaikan Kategori Tindakan Level Resiko Tindakan 1-2 Minimum Aman 3-4 Kecil Diperlukan beberapa waktu ke depan 5-6 Sedang Tindakan dalam waktu dekat 7 Tinggi Tindakan sekarang juga Skor akhir yang diperoleh dari postur tersebut adalah 7 dimana level resikonya tinggi. Untuk postur ini harus dilakukan tindakan perbaikan sekarang juga. Berikut hasil perhitungan dengan metode REBA untuk keseluruhan aktivitas pemindahan peti buah pada kondisi kerja awal. Tabel 2. Hasil Perhitungan Skor REBA Pada Kondisi Kerja Awal No Fase Gerakan REBA score Risk level Action (including further assessment) 1 Aktivitas Pengangkatan Peti 7 tinggi Necessary soon 2 Aktivitas Pengangkutan Peti 7 tinggi Necessary soon 3 Aktivitas Penurunan Peti 7 tinggi Necessary now 3. Pengukuran Gaya, Momen dan Tekanan Kompresi pada segmen L5/S1 Tubuh yang diasumsikan terbagi menjadi beberapa segmen ini memperkirakan besarnya tekanan pada sambungan tulang belakang khususnya bagian yang menghubungkan antara pinggul dengan tulang belakang (L5/S1) dan bagian tangan. Perhitungan gaya dan momen pada segmen L5/S1 menggunakan model penampang statis Chaffin. Model tersebut melibatkan pengaruh dari tekanan perut yang berfungsi untuk membantu kestabilan badan dari pengaruh momen dan gaya yang ada. Gaya dan momen pada segmen tangan ini mempunyai tiga fase, yaitu mengangkat, membawa dan meletakkan peti buah. Mekanisme penentuan gaya tekan L5/S1 pada proses pengangkatan ditunjukkan pada gambar 4 berikut: Gambar 4. Tubuh statis pada fase gerakan mengangkat
11 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Berdasarkan pengukuran yang dilakukan pada fase gerakan mendorong diperoleh data sebagai berikut: 1. Berat badan 65 kg, dan berat badan untuk segmen diatas L5/S1 (m) adalah 54% dari total berat tubuh (berasal dari penjumlahan berat head, neck and both arm + thorax and abdomen sesuai dengan proporsi pada tabel 2 atau sebanding dengan 35.1 kg. 2. Sudut gaya tekan pada segmen L5/S1 terhadap garis horisontal atau α = º 3. Sudut inklinasi kaki relatif terhadap horisontal, θ T = 84º 4. Sudut inklinasi badan relatif terhadap horisontal, θ H = 44º 5. Jarak antara L5/S1 ke pusat masa badan, b = 18 cm 6. Jarak sumbu pikul ke pusat masa beban, h = 30 cm 7. Luas diafragma perut diasumsikan 465 cm 2 8. Jarak gaya perut F A ke L5/S1 diasumsikan d = 11 cm 9. Jarak otot spinal erector ke L5/S1 diasumsikan E = 5 cm Gaya - gaya yang terjadi saat gerakan mengangkat ditunjukkan pada gambar 5 berikut: Gambar 5. Gaya pada tubuh statis fase gerakan mengangkat Pada gambar diatas, saat pekerja buruh angkut mengangkat peti, momen yang dihasilkan pada pinggul sebesar: M H = b.w + h. W = ((0.33).(35.1).(9,8m/s 2 ))+((0.18).( 50).( 9,8m/s 2 )) = Nm Sehingga diperoleh besar tekanan dalam perut: P A = 10-4 [43-0,36(θ H + θ T )] (M H ) 1,8 mm Hg = 10-4 [43-0,36(47º + 87º)]( ) 1,8 mm Hg = mm Hg karena 1N/cm 2 = 75 mm Hg, maka nilai P A adalah: P A = (1/75) x (-7.377) mm Hg = N/cm 2
12 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Besar gaya yang dihasilkan dari tekanan perut tersebut adalah: F A = P A x Luas diafragma perut = N/cm 2 x 465 cm 2 = N Besarnya gaya otot tulang belakang pada daerah L5/S1 adalah: bw hw D. FA F M = E 2 2 ((0.33).(35.1).(9,8m/s )) ((0.18).( 50).( 9,8m/s )) (0.11).( ) = (0.11).( ) = 0.05 = N Perhitungan besarnya gaya tekan pada L5/S1, terlebih dahulu dihitung sudut alfa ( ) dan sudut beta ( ) dengan mengukur sudut Torso (T=43 0 ) dan Knee (K=174 0 ), sehingga besarnya sudut, sebagai berikut: = T K TK T K 2 = (0.12 x 43º ) + (0.23 x 174º )+ ( x 43º x 174º )+ (0.005 x (43º ) 2 ) ( x (174º) 2 ) = Besarnya sudut, sebagai berikut: = 40º + = 40º º =54.596º Sehingga besarnya gaya tekan pada segmen L5/S1 adalah: F C = (w + W) sin α F A + F M = ((35.1x9,8)+50x9.8) sin º - ( ) = N Nilai F C > nilai F angkat (3500N) yang diijinkan maka fase gerakan mengangkat ini menyebabkan cidera punggung. Untuk nilai Fc perhitungan pada fase membawa dan meletakan didapat hasil pada fase membawa yaitu sebesar N dan fase meletakan yaitu sebesar N. Tabel 3. Hubungan Fase Gerakan Dengan besarnya gaya tekan L5/S1 No Fase Gerakan Gaya tekan L5/S1 1 Fase mengangkat 4.837,025 N 2 Fase membawa 5.420,025 N 3 Fase meletakkan 5.309,461 N 4. Usulan Perbaikan Sikap kerja Operator Keluhan WMSDs diakibatkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah postur kerja yang tidak alamiah. Postur kerja yang tidak alamiah merupakan pergerakan tubuh pekerja yang menjauhi postur alamiah misalnya pergerakan tangan terangkat, punggung terlalu membungkuk, kepala terangkat dan sebagainya. Semakin jauh posisi bagian tubuh jauh dari pusat gravitasi tubuh maka semakin tinggi pula resiko terjadinya keluhan otot skeletal. Kondisi ini muncul karena tuntutan pekerjaan, alat
13 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi kerja maupun stasiun kerja yang tidak sesuai. Berdasar penilaian yang dilakukan dengan kedua metode, maka akan dilakukan perancangan sikap kerja yang lebih baik untuk mengurangi terjadinya WMSDs. Perbaikan Penilaian Metode RULA Berikut ini adalah proses coding postures untuk pekerja angkut setelah kondisi perbaikan pada fase gerakan mengangkat. Gambar 6. Sikap kerja buruh angkut pada fase gerakan mengangkat Seorang pekerja buruh angkut yang memiliki sikap kerja seperti gambar diatas, maka besarnya sudut segmen tubuh pekerja butuh angkut dapat diukur dan kemudian dikonversi ke dalam tabel RULA. Penentuan nilai sikap dengan Tabel RULA untuk fase pengangkatan pada kondisi setelah perbaikan diperoleh nilai sckor sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Perhitungan Skor REBA Pada Kondisi Kerja Awal No Fase Gerakan REBA score Risk level Action (including further assessment) 1 Aktivitas Pengangkatan Peti 5 sedang Necessary 2 Aktivitas Pengangkutan Peti 6 sedang Necessary 3 Aktivitas Penurunan Peti 5 sedang Necessary Hasil penilaian dengan metode RULA menunjukkan bahwa sikap kerja MMH pekerja termasuk ke dalam level tindakan 4 (berbahaya bagi system muskuloskeletal dan perlu perbaikan sekarang juga). Berbeda dengan metode OWAS, metode RULA tidak dilengkapi dengan rekomendasi tindakan untuk perbaikan, oleh karena itu perbaikan akan dilakukan berdasarkan pada sikap kerja yang menyebabkan cedera pada sistem muskuloskeletal. Sikap kerja yang tidak alamiah merupakan sikap kerja yang menjauhi postur alamiah misalnya pergerakan tangan terangkat, punggung terlalu membungkuk, kepala terangkat dan sebagainya. Semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat gravitasi tubuh maka semakin tinggi pula resiko terjadinya keluhan otot skeletal. Pada pekerjaan MMH bagian pengangkut peti buah di Pasar Gede, dapat dilakukan perbaikan kecuali dari segi beban. Beban tidak mungkin dibuat kurang dari 10 kg, karena peti ditetapkan oleh penjual hanya dalam kemasan ±55 kg. Dari sikap kerja awal dimana sikap tubuh terlalu membungkuk dan beban kerja di letakan di
14 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi punggung. Hal ini berarti untuk sikap kerja pada punggung sangat diperlukan perbaikan sikap kerja secepatnya dan sikap kerja pada kaki tidak terlalu diperlukan. Pada segmen tubuh lengan atas, lengan bawah, leher dan punggung yang menunjukkan sikap berbahaya bagi sistem muskuloskeletal. Dari data tersebut, perancangan akan difokuskan pada segmen tubuh lengan atas, lengan bawah, leher, dan punggung. Gaya Tekan pada Segmen L5/S1 Untuk mengetahui pengaruh metode kerja dan beban yang dihadapi oleh tubuh maka ditampilkan analisa berdasarkan gaya dan momen pada beberapa titik tubuh yang rawan terkena cidera. Tubuh yang diasumsikan terbagi menjadi beberapa segmen ini memperkirakan besarnya tekanan pada sambungan tulang belakang khususnya bagian yang menghubungkan antara pinggul dengan tulang belakang (L5/S1) dan bagian tangan. Perhitungan gaya dan momen pada segmen L5/S1 menggunakan model penampang statis Chaffin. Model tersebut melibatkan pengaruh dari tekanan perut yang berfungsi untuk membantu kestabilan badan dari pengaruh momen dan gaya yang ada. Gaya-gaya yang terjadi saat gerakan mengangkat ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Gambar 7. Gaya pada tubuh statis fase gerakan mengangkat Pada gambar diatas, saat pekerja buruh angkut mengangkat peti, momen yang dihadapi pinggul sebesar: M H = b.w + h. W = ((0.10).(35.1).(9,8m/s 2 ))+((0.29).( 50).( 9,8m/s 2 )) = Nm Sehingga diperoleh besar tekanan dalam perut, P A = mm Hg karena 1N/cm 2 = 75 mm Hg, maka nilai P A adalah N/cm 2, Tanda negatif menunjukkan bahwa arah tekanan PA ke bawah. Besar gaya yang dihasilkan dari tekanan perut tersebut adalah, F A = N, Besarnya gaya otot tulang belakang pada daerah L5/S1 adalah, F M = N. Perhitungan besarnya gaya tekan pada L5/S1, terlebih dahulu dihitung sudut alfa ( ) dan sudut beta ( )
15 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi dengan mengukur sudut Torso (T=21º) dan Knee (K=171º), sehingga gaya tekan pada segmen L5/S1 adalah F C = N Nilai F C < nilai F angkat (3500N) yang diijinkan maka fase gerakan mengankat ini tidak menyebabkan cidera punggung. Untuk nilai F C perhitungan pada fase membawa dan meletakan didapat hasil pada fase membawa yaitu sebesar N dan fase meletakan yaitu sebesar N. Perbaikan sikap kerja untuk pekerja MMH di pasar Gede berdasar metode Biomekanik dan RULA adalah sebagai berikut : a. Pengangkatan dilakukan oleh pekerja dalam posisi beban kerja berada didepan perut dimana lutut ditekuk dengan sudut senyaman mungkin. b. Pengangkatan dilakukan dengan punggung dalam sikap kerja lurus ( flexion), lengan bawah dalam sikap flexion, dan lengan atas dalam sikap flexion. c. Beban diletakan tepat didepan perut. Selain itu beban harus berdekatan dengan pusat tubuh pekerja. d. Pekerja berjalan kedepan untuk memindahkan beban ke gudang. Dan peletakkan beban dapat dilakukan dengan kedua kaki ditekuk dengan sudut senyaman mungkin dan beban kemudian diletakan. e. Posisi kaki akan menghasilkan gaya tekan yang besar pada sudut sekitar 20 0 dari horizontal pinggul. KESIMPULAN Analisis terhadap permasalahan pada operator pemindah peti buah ketika melakukan aktivitas kerja dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil analisis dengan biomekanika terhadap segmen tulang belakang, lengan, dan kaki, ketika melakukan aktivitas kerja dalam kondisi awal didapatkan besarnya gaya yang melebihi ambang batas angkat NIOSH, sedangkan setelah dilakukan perbaikan, masih melebihi ambang batas angkat NIOSH. 2. Berdasarkan hasil analisis dengan metode RULA terhadap posisi postur kerja pada kondisi awal, tubuh operator berada dalam keadaan beresiko tinggi (high) untuk mengalami keluhan musculoskeletal, sedangkan setelah dilakukan perbaikan terhadap metode kerja, potensi keluhan musculoskeletal berkurang. 3. Perbaikan sikap kerja dengan cara pengangkatan dengan baban di letakan didepan perut dengan berat beban 50 kg masih melebihi ambang batas. Karena itu perlu adanya penurunan berat beban sebesar 30 kg. semula pekerja melakukan pengangkatan dengan cara di panggul dan beban diletakan diatas punggung, maka dengan adanya perancangan ulang dan penurunan berat beban ketika melakukan aktivitas MMH dapat mengurangi tingkat resiko cidera pada tulang belakang (L5/S1).
16 Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi DAFTAR PUSTAKA Bernard, B.P. and Fine, L.J Musculoskeletal Disorders and Workplace Factors. A Critical Review of Epidemiologic Evidence for Work-Related Musculoskeletal Disorders of the Neck, Upper extremity, and Low Back. NIOSH US Department of Health and Human Services. Bridger, R.S., 2003, Introduction to Ergonomics, Taylor & Francis Inc., London. Chaffin, D.B. and Andersson, G.B Occupational Biomechanics. Second Edition, John Willey & Sons, Inc., New York, USA. Helander, M., 2006, A Guide to Human Factors and Ergonomics, Second Edition, Taylor & Francis Inc., London. OSHA, Introduction to the Ergonomics of Manual Material Handling. Public Education Section, Department of Bussines and Consumer Bussines, Oregon OSHA. Sanders, M. S., and Cornic, E. J., Physical Works end Human Factor Engineering, McGraw Hill Inc, USA. Waters, T. S., and Putz-Anderson, V., Manual Material Handling. Occupational Theory and Applications, Marcell Dekker Inc., New Yor, USA.. Wignjosoebroto, S., Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu., Penerbit : PT Guna Widya, Jakarta.
PDF Compressor Pro. Kata Pengantar
Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi --- 1 Kata Pengantar Alhamdulillahi robbil alamin, puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena Jurnal Tekinfo (Jurnal Ilmiah Teknik Industri
PERANCANGAN ULANG ALAT BANTU MANUAL MATERIAL HANDLING OPERATOR PEMINDAH TABUNG GAS LPG 3 KG UNTUK MEREDUKSI TINGKAT BEBAN KERJA
PERANCANGAN ULANG ALAT BANTU MANUAL MATERIAL HANDLING OPERATOR PEMINDAH TABUNG GAS LPG 3 KG UNTUK MEREDUKSI TINGKAT BEBAN KERJA (Studi Kasus: Agen Gas LPG Rutin Makmur Grogol, Sukoharjo) Taufiq Rochman,
C.6. Perancangan Alat Bantu Kerja Pada Pekerjaan Manual Material Handling...
PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA PADA PEKERJAAN MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) UNTUK MEMPERBAIKI SIKAP KERJA DAN BEBAN KERJA BURUH ANGKUT (Studi Kasus di Pasar Gede Surakarta) Taufiq Rochman, Irwan Iftadi,
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Penelitian merupakan serangkaian aktivitas merumuskan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menarik suatu kesimpulan dari suatu permasalahan yang dijadikan objek
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL Bab ini berisi analisis dan interpretasi hasil berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya. Analisis dan interpretasi hasil bertujuan untuk menjelaskan hasil dari
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK
TUGAS AKHIR ANALISA POSTUR KERJA DAN PERANCANGAN ALAT BANTU UNTUK AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING INDUSTRI KECIL (Studi kasus: Industri Kecil Pembuatan Tahu di Kartasuro) Diajukan sebagai salah satu
ANALISA POSTUR KERJA TERHADAP AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING MENGGUNAKAN METODE OWAS
ANALISA POSTUR KERJA TERHADAP AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING MENGGUNAKAN METODE OWAS Dian Palupi Restuputri *1, Erry Septya Primadi 2, M. Lukman 3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Malang Kontak person:
Penilaian Resiko Musculoskeletal Disorders Pekerja Harian Lepas PDAM Tirta Lawu Karanganyar
Performa (2014) Vol. 13, No.1: 53-60 Penilaian Resiko Musculoskeletal Disorders Pekerja Harian Lepas PDAM Tirta Lawu Karanganyar Fiko Erisa Fatq *1), Irwan Iftadi 2), dan Yuniaristanto 2) 1) Mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Salah satu bentuk peranan manusia
ANALISIS POSTUR KERJA MANUAL MATERIAL HANDLING DENGAN METODE OVAKO WORKING ANALISIS SYSTEM (OWAS) PADA HOME INDUSTRI MAWAR
ANALISIS POSTUR KERJA MANUAL MATERIAL HANDLING DENGAN METODE OVAKO WORKING ANALISIS SYSTEM (OWAS) PADA HOME INDUSTRI MAWAR Dewi Mulyati 1 Vera Viena 2 Irhamni 3 dan Baharuddinsyah 4 1 Jurusan Teknik Industri,
PDF Compressor Pro. Kata Pengantar
Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi --- 1 Kata Pengantar Alhamdulillahi robbil alamin, puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena Jurnal Tekinfo (Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III ISSN: X Yogyakarta, 3 November 2012
USULAN PERBAIKAN TERHADAP AKTIVITAS PENURUNAN PASIR DI DEPO PASIR MAKMUR MENGGUNAKAN PENDEKATAN POSTUR KERJA DAN ASSESSMENT TERHADAP FISIOLOGI KERJA (Studi Kasus: Depo Pasir Makmur, Surakarta). Taufiq
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR ANALISIS RESIKO BEBAN KERJA BERDASARKAN BIOMEKANIKA DAN (Studi kasus Angkat Beban Karung Beras di Gudang Bulog Kartasura) Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
kekuatan fisik manusia kekuatan atau daya fisik
BIOMEKANIKA Definisi Biomekanika Biomekanika merupakan salah satu dari empat bidang penelitian informasi ergonomi, yakni penelitian tentang kekuatan fisik manusia yang mencakup kekuatan atau daya fisik
BAB I PENDAHULUAN. manual (Manual Material Handling/MMH). Kelebihan MMH bila
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Salah satu bentuk peranan
ANALISIS POSTUR KERJA PERAJIN SAPU RAYUNG DENGAN METODE QUICK EXPOSURE CHECK (QEC)
ANALISIS POSTUR KERJA PERAJIN SAPU RAYUNG DENGAN METODE QUICK EXPOSURE CHECK (QEC) Dita Saraswati 1*, Choirul Bariyah 2 1,2 Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan
Analisis Postur Kerja dengan Rapid Entire Body Assesment (REBA) di Industri Pengolahan Tempe
Analisis Postur Kerja dengan Rapid Entire Body Assesment (REBA) di Industri Pengolahan Tempe Farida Ariani 1), Ikhsan Siregar 2), Indah Rizkya Tarigan 3), dan Anizar 4) 1) Departemen Teknik Mesin, Fakultas
Analisis Postur Kerja dengan Metode REBA untuk Mengurangi Resiko Cedera pada Operator Mesin Binding di PT. Solo Murni Boyolali
Analisis Postur Kerja dengan Metode REBA untuk Mengurangi Resiko Cedera pada Operator Mesin Binding di PT. Solo Murni Boyolali Alfian Destha Joanda *1) dan Bambang Suhardi *2) 1,2) Program Pascasarjana
kekuatan fisik manusia kekuatan atau daya fisik
BIOMEKANIKA Definisi Biomekanika Biomekanika merupakan salah satu dari empat bidang penelitian informasi ergonomi, yakni penelitian tentang kekuatan fisik manusia yang mencakup kekuatan atau daya fisik
Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya Abstrak
Analisis Tingkat Risiko Cedera MSDs pada Pekerjaan Manual Material Handling dengan Metode REBA dan RULA pada Pekerjaan Area Produksi Butiran PT. Petrokimia Kayaku Reza Rashad Ardiliansyah 1*, Lukman Handoko
Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: DESAIN ALAT BANTU PADA AKTIVITAS PENUANGAN MATERIAL KEDALAM MESIN PENCAMPUR DI PT ABC DENGAN METODE REBA
DESAIN ALAT BANTU PADA AKTIVITAS PENUANGAN MATERIAL KEDALAM MESIN PENCAMPUR DI PT ABC DENGAN METODE REBA Etika Muslimah 1*, Dwi Ari Wibowo 2 1,2 Jurusan Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Surakarta
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Untuk mendapatkan gambaran tentang langkah-langkah pendekatan yang dilakukan untuk memcahkan masalah dalam penelitian ini, maka dalam bab ini akan dijelaskan secara terperinci
ANALISIS PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI PADA HOME INDUSTRY JKS SNACK & CATERING DI SERANG-BANTEN
Journal Industrial Manufacturing Vol. 3, No. 1, Januari 2018, pp. 51-56 P-ISSN: 2502-4582, E-ISSN: 2580-3794 ANALISIS PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI PADA HOME INDUSTRY JKS SNACK & CATERING
RANCANGAN SISTEM PENANGANAN MATERIAL UNTUK MEMINIMASI RISIKO GANGGUAN SISTEM TULANG DAN OTOT
Rancangan Sistem Penanganan Material untuk Meminimasi Risiko Gangguan (Yanti Helianty, dkk) RANCANGAN SISTEM PENANGANAN MATERIAL UNTUK MEMINIMASI RISIKO GANGGUAN SISTEM TULANG DAN OTOT Yanti Helianty 1,
Analisis Risiko Manual Handling pada Pekerja PT. XYZ
Analisis Risiko Manual Handling pada Pekerja PT. XYZ Cita Anugrah Adi Prakosa 1), Pringgo Widyo Laksono 2) 1,2) Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta 2) Laboratorium
ANALISA ERGONOMI PADA POSTUR KERJA OPERATOR PAKAN AYAM MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESMENT (RULA) DI PT. X. Abstrak
ANALISA ERGONOMI PADA POSTUR KERJA OPERATOR PAKAN AYAM MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESMENT (RULA) DI PT. X Krishna Tri Sanjaya 1 Staf Pengajar, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban [email protected]
PERBANDINGAN METODE-METODE BIOMEKANIKA UNTUK MENGANALISIS POSTUR PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) KAJIAN PUSTAKA
PERBANDINGAN METODE-METODE BIOMEKANIKA UNTUK MENGANALISIS POSTUR PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) KAJIAN PUSTAKA Edi Budiman, ST., Ratih Setyaningrum, ST. Program Studi Teknik Industri Sekolah
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BULOG adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan. Ruang lingkup bisnis perusahaan meliputi usaha logistik/pergudangan, survei
BIOMEKANIKA. Ergonomi Teknik Industri Universitas Brawijaya
BIOMEKANIKA Ergonomi Teknik Industri Universitas Brawijaya Biomekanika Biomekanika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari interaksi fisik antara pekerja dengan mesin, material dan peralatan dengan tujuan
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini terfokus pada lingkungan kerja saat ini dan data antropometri yang dibutuhkan untuk perancangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ergonomi Aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, teknik, manajemen dan desain / perancangan yang berkenaan pula dengan optimasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Masalah utama dalam aktivitas produksi ditinjau dari segi kegiatan / proses produksi adalah bergeraknya material dari satu proses ke proses produksi berikutnya. Untuk
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Meja dan Kursi yang dirancang terbukti menurunkan keluhan kedua operator
BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Postur tubuh yang tidak seimbang dan berlangsung dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan stress pada bagian tubuh tertentu, yang biasa disebut dengan postural
MODUL 10 REBA. 1. Video postur kerja operator perakitan
MODUL 10 REBA 1. Deskripsi Rapid Entire Body Assessment (REBA) merupakan metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomic dan dapat digunakan secara cepat untuk menilai postur kerja seorang operator. Berdasarkan
ANALISIS POSTUR KERJA PADA AKTIVITAS PENGANGKUTAN BUAH KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA)
ANALISIS POSTUR KERJA PADA AKTIVITAS PENGANGKUTAN BUAH KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) Muhammad wakhid Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik
Perbandingan Metode-Metode Evaluasi Postur Kerja
Petunjuk Sitasi: Jumeno, D. (2017). Perbandingan Metode-Metode Postur Kerja. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. B112-117). Malang: Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya. Perbandingan Metode-Metode
BAB I PENDAHULUAN. Unit kerja menengah CV. Raya Sport merupakan usaha yang. memproduksi pakaian (konveksi). Pada kegiatan proses produksi ditemukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1.1. Latar Belakang Masalah Unit kerja menengah CV. Raya Sport merupakan usaha yang memproduksi pakaian (konveksi). Pada kegiatan proses produksi ditemukan adanya aktivitas manual yaitu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aktivitas manual material handling atau penanganan material secara manual masih menjadi sebagian besar aktivitas yang ada di dunia industri seperti aktivitas pengangkatan,
Perbaikan Metode Kerja Pada Stasiun Truss And Roof Dengan Pendekatan Biomekanika Di PT.XYZ
Perbaikan Metode Kerja Pada Stasiun Truss And Roof Dengan Pendekatan Biomekanika Di PT.XYZ Erdi Hermawan 1, Lovely Lady 2, Ade Sri Mariawati 3 1, 2, 3 Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
ANALISIS AKTIFITAS ANGKAT BEBAN DITINJAU DARI ASPEK BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI
ANALISIS AKTIFITAS ANGKAT BEBAN DITINJAU DARI ASPEK BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI Etika Muslimah 1, Muchlison Anis 2, Rina Asri Mulyaningrum 3 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL Bab ini berisi mengenai analisis dan interpretasi hasil berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya. Analisis dan interpretasi hasil bertujuan untuk menjelaskan
POSTUR KERJA. 1. Video postur kerja operator perakitan 2. Foto hasil screencapture postur kerja
A. Deskripsi POSTUR KERJA Rapid Entire Body Assessment (REBA) merupakan metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomi dan dapat digunakan secara cepat untuk menilai postur kerja seorang operator. Rapid
RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA)
RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) A. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mampu merancang metode kerja berdasarkan pada prinsip-prinsip biomekanika. 2. Mengetahui postur kerja yang baik menurut prinsip-prinsip RULA. 3.
Seminar Nasional IENACO ISSN: ANALISIS POSISI DAN POSTUR PEKERJA LANTAI PRODUKSI DI PT. SERENA HARSA UTAMA
ANALISIS POSISI DAN POSTUR PEKERJA LANTAI PRODUKSI DI PT. SERENA HARSA UTAMA Henny *, Iyan Andriana dan Jazim Alkhamidi 1,2 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer
BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagian besar pekerjaan dan aktivitas dalam dunia industri tidak lepas dari penanganan material secara manual (Manual Material Handling). Manual Material Handling
Disusun Oleh: Roni Kurniawan ( ) Pembimbing: Dr. Ina Siti Hasanah, ST., MT.
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESMENT PADA OPERATOR DALAM PEMBUATAN PEMBERSIH AIR LIMBAH DI PT. KAMIADA LESTARI INDONESIA Disusun Oleh: Roni Kurniawan (36411450) Pembimbing:
Metode dan Pengukuran Kerja
Metode dan Pengukuran Kerja Mengadaptasi pekerjaan, stasiun kerja, peralatan dan mesin agar cocok dengan pekerja mengurangi stress fisik pada badan pekerja dan mengurangi resiko cacat kerja yang berhubungan
Evaluasi Postur Kerja Operator Pengangkatan Pada Distributor Minuman Kemasan ABSTRAK
Evaluasi Postur Kerja Operator Pengangkatan Pada Distributor Minuman Kemasan Ery Suhendri¹, Ade Sri Mariawati²,Ani Umiyati³ ¹ ² ³ Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected]¹,[email protected]²,
PROGRAM STUDI TEKNIK MANAJEMEN PABRIK P R O G R A M D I P L O M A IV F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010
ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE RULA PADA STASIUN PEREBUSAN DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. PP. LONDON SUMATERA INDONESIA, Tbk KARYA AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Mendapatkan
PERANCANGAN FASILITAS KERJA DAN PERBAIKAN POSTUR KERJA PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING KARYAWAN TOKO MEGA MAS ELEKTRONIK MAKASSAR.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA DAN PERBAIKAN POSTUR KERJA PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING KARYAWAN TOKO MEGA MAS ELEKTRONIK MAKASSAR. Arminas 1 Jurusan Teknik Industri Agro, Politeknik ATI Makassar
I. PENDAHULUAN. Kata Kunci Biomekanika, Loading, Low Back Pain, L5/S1 Disc Compression, Manual Material Handling
USULAN PERANCANGAN METODE PEMINDAHAN MATERIAL PADA PROSES LOADING SAYURAN BUNCIS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BIOMEKANIKA (STUDI KASUS DI PT ABO FARM) 1 Ni Made Yunita Sari Dewi; 2 Rino Andias Anugraha;
PERBANDINGAN PENILAIAN RISIKO ERGONOMI DENGAN METODE REBA DAN QEC (Studi Kasus Pada Kuli Angkut Terigu)
PERBANDINGAN PENILAIAN RISIKO ERGONOMI DENGAN METODE REBA DAN QEC (Studi Kasus Pada Kuli Angkut Terigu) Meity Martaleo Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan
Analisa Postur Kerja Menggunakan Metode OWAS dan RULA
https://doi.org/10.22219/jtiumm.vol18.no1.43-54 Analisa Postur Kerja Menggunakan Metode OWAS dan RULA Alfin Nur Bintang *, Shanty Kusuma Dewi Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah
USULAN PERBAIKA STASIUN KERJA MENCANTING DENGAN ANALISIS KELUHAN MUSKULOSCELETAL (Studi Kasus: Industri Batik Gress Tenan)
USULAN PERBAIKA STASIUN KERJA MENCANTING DENGAN ANALISIS KELUHAN MUSKULOSCELETAL (Studi Kasus: Industri Batik Gress Tenan) Diajukan Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri
Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN ALAT BANTU PENGAMBILAN SAMPEL PADA ROAD TANK PT PERTAMINA EP CEPU
PERANCANGAN ALAT BANTU PENGAMBILAN SAMPEL PADA ROAD TANK PT PERTAMINA EP CEPU Ratnanto Fitriadi 1*, Dini Hapsari 2 1,2 Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta 1 PUSLOGIN (Pusat Studi
Rancangan Alat Bantu untuk Meminimasi Gaya Tekan (F comp ) pada Lempeng Tulang Belakang Bagian Bawah (L5/S1)
Jurnal Itenas Rekayasa LPPM Itenas No.1 Vol. XVI Institut Teknologi Nasional Januari 2012 Rancangan Alat Bantu untuk Meminimasi Gaya Tekan (F comp ) pada Lempeng Tulang Belakang Bagian Bawah (L5/S1) YANTI
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri yang semakin pesat saat ini memunculkan berbagai jenis usaha. Semua kegiatan perindustrian tersebut tidak terlepas dari peran manusia, mesin dan
Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) (Studi Kasus: PT Sanggar Sarana Baja Transporter)
Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) (Studi Kasus: PT Sanggar Sarana Baja Transporter) Sriyanto, ST., MT., Widhi Adwitya S. P. Program Studi Teknik Industri,
PERANCANGAN STASIUN KERJA PEMBUATAN KULIT MOCHI DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI
PERANCANGAN STASIUN KERJA PEMBUATAN KULIT MOCHI DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI Silvi Ariyanti 1 1 Program Studi Teknik Industri Universitas Mercubuana Email: [email protected] ABSTRAK Pada industri
ANALISIS POSTUR KERJA PADA TENAGA KERJA DENGAN METODE REBA AREA WORKSHOP PT X JAKARTA TIMUR
ANALISIS POSTUR KERJA PADA TENAGA KERJA DENGAN METODE REBA AREA WORKSHOP PT X JAKARTA TIMUR Iwan Suryadi 1, Siti Rachmawati 2 1,2 Program Studi D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas
Cut Ita Erliana dan Ruchmana Romauli Rajagukguk. Lhokseumawe Aceh Abstrak
ANALISA POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) PADA PEKERJA BAGIAN MOTHER PLANT DEPARTEMEN NURSERY PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA Cut Ita Erliana dan Ruchmana Romauli
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Obyek penelitian ini dilaksanakan pada UD. Raina Kota Gorontalo. Jln.
12 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini dilaksanakan pada UD. Raina Kota Gorontalo. Jln. Jend Katamso No. 22. Kelurahan Biau. Kecamatan Kota Selatan. 3.2. Waktu dan
perusahaan lupa untuk memperhatikan akibat dari pengangkutan material secara manual tersebut bagi kenyamanan dan kesehatan pekerja atau operator. Pabr
ANALISIS PEMINDAHAN MATERIAL SECARA MANUAL PEKERJA PENGANGKUT GENTENG UD. SINAR MAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) Dian Herdiana Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi
ANALISIS PERBAIKAN POSTUR KERJA OPERATOR MENGGUNAKAN METODE RULA UNTUK MENGURANGI RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS
ANALISIS PERBAIKAN POSTUR KERJA OPERATOR MENGGUNAKAN METODE RULA UNTUK MENGURANGI RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (Studi Kasus pada Bagian Bad Stock Warehouse PT. X Surabaya) ANALYSIS IMPROVEMENT OF OPERATOR
ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORKING ANALYSIS SYSTEM
ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORKING ANALYSIS SYSTEM (OWAS) PADA STASIUN PENGEPAKAN BANDELA KARET (STUDI KASUS DI PT. RIAU CRUMB RUBBER FACTORY PEKANBARU) Wresni Anggraini ) dan
Kata Kunci: metode QEC, pekerja gerabah, sepuluh postur duduk
EVALUASI RESIKO POSTUR KERJA DI UMKM GERABAH MENGGUNAKAN METODE QUICK EXPOSURE CHECKLIST Indah Pratiwi 1*, Purnomo 2, Rini Dharmastiti 3, Lientje Setyowati 4 1 Mahasiswi Program Doktor Teknik Mesin Universitas
BIOMEKANIKA PERTEMUAN #14 TKT TAUFIQUR RACHMAN ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA
BIOMEKANIKA PERTEMUAN #14 TKT207 ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA 6623 TAUFIQUR RACHMAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mampu merancang
ANALISIS POSTUR KERJA PEKERJA PROSES PENGESAHAN BATU AKIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA
ANALISIS POSTUR KERJA PEKERJA PROSES PENGESAHAN BATU AKIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA Fahmi Sulaiman 1 * & Yossi Purnama Sari 2 1,2 Program Studi Teknik Industri, Politeknik LP3I Medan Tel: 061-7867311
Sem inar N asional W aluyo Jatm iko II F TI U P N V eteran Jaw a Tim ur ANALISIS PEMINDAHAN MATERIAL DENGAN PENDEKATAN RECOMMENDED WEIGHT LIMIT
ANALISIS PEMINDAHAN MATERIAL DENGAN PENDEKATAN RECOMMENDED WEIGHT LIMIT Tri Wibawa Teknik Industri UPN Veteran Yogyakarta Jl. Babarsari 2 Tambakbayan Yogyakarta, 55281 Telp. 0274-485363 Fax. 0274-486256
IMPLEMENTASI KONSEP ERGONOMI PADA PEMBUATAN ALAT TENUN TRADISIONAL MENGGUNAKAN PRINSIP PERANCANGAN YANG DAPAT DISESUAIKAN
IMPLEMENTASI KONSEP ERGONOMI PADA PEMBUATAN ALAT TENUN TRADISIONAL MENGGUNAKAN PRINSIP PERANCANGAN YANG DAPAT DISESUAIKAN (Studi Kasus Industri Tenun Pandai Sikek Sumatera Barat) Nilda Tri Putri, Ichwan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: 1. Hasil penilaian REBA nilai action level tertinggi dengan kriteria
Analisa Postur Tubuh Pekerja Penjemuran Batako di Batam ( Studi Kasus UKM Batako Pak Sirom) Abstrak
Analisa Postur Tubuh Pekerja Penjemuran Batako di Batam ( Studi Kasus UKM Batako Pak Sirom) Benedikta Anna Haulian Siboro Universitas Riau Kepulauan, Batam * Email: [email protected] Abstrak Pekerjaan
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA DI CV. A CLASS SURAKARTA
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA DI CV. A CLASS SURAKARTA Yudha Rahadian 1*, Giusti Arcibal 1, Irwan Iftadi 1,2 1 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Jln. Ir. Sutami 36A,
BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Hasil Perhitungan Seluruh Tahapan Menggunakan Metode REBA, REBA, OWAS & QEC
BAB V ANALISA HASIL 5.1 Hasil Perhitungan Seluruh Tahapan Menggunakan Metode REBA, OWAS & QEC Berdasarkan bab sebelumnya, maka pada bab ini akan dilakukan analisis hasil pengolahan data terhadap pengukuran
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perusahaan industri di negara Indonesia sedang mengalami peningkatan yang cukup pesat, baik itu dalam bidang jasa atau manufaktur. Persaingan antara
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cuci jet stream motor Al-Hidayah adalah suatu bidang jasa mencuci motor dengan menggunakan engine spray. Kelebihan dari cuci jet stream motor adalah bisa membersihkan
ISBN:
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA PENANGANAN MATERIAL SECARA MANUAL DENGAN MENGGUNAKAN MANNEQUIN PRO 7.1 (Studi Kasus di PT. Hidup Baru Garment & Printing) Thedy Yogasara, Daniel Siswanto, dan Indra
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu pekerjaan yang sering dilakukan oleh tenaga kerja yang bekerja di industri atau pabrik adalah pekerjaan mengangkat beban atau sering disebut dengan manual
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Terdahulu Terdapat beberapa penelitian terdahulu menggunakan analsisi biomekanika dapat dikaitkan dengan penulisan Tugas Akhir ini. Diantaranya Budiman (2006), Theresia (2008), Dwijayanto
ANALISIS ERGONOMI PADA PEKERJA LAUNDRI
ANALISIS ERGONOMI PADA PEKERJA LAUNDRI Peneliti : Anita Dewi Prahastuti Sujoso 1 Mahasiswa : Melisa Fani 2, Alifatul Fitria 3, Rsikita Ikmala 4 Sumber dana : 1, Dosen Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan
BAB 9. 2D BIOMECHANICS
BAB 9. 2D BIOMECHANICS Tool ini digunakan untuk memperkirakan kompresi pada low back spinal (jajaran tulang belakang), shear force (gaya geser), momen pada lengan, bahu, L5/ S1, lutut, pergelangan kaki,
BAB I PENDAHULUAN. dengan program pengembangan dan pendayagunaan SDM tersebut, pemerintah juga memberikan jaminan kesejahteraan, kesehatan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang maksimal, pembangunan bangsa Indonesia dewasa ini lebih dikonsentrasikan pada pengembangan dan pendayagunaan Sumber
ANALISA RESIKO MANUAL MATERIAL HANDLING PADA PEKERJA PENGGILINGAN PADI DI UD. CITRA TANI
ANALISA RESIKO MANUAL MATERIAL HANDLING PADA PEKERJA PENGGILINGAN PADI DI UD. CITRA TANI Ade Putri Kinanthi 1, Nur Azizah Rahmadani 2, Rahmaniyah Dwi Astuti 3 1,2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas
Novena Ayu Parasti, Chandra Dewi K., DM. Ratna Tungga Dewa
ANALISIS POSTUR KERJA PADA INDUSTRI GERABAH Novena Ayu Parasti, Chandra Dewi K., DM. Ratna Tungga Dewa PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA, Jln.
PENGEMBANGAN ALAT PEMOTONG TAHU YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA
PENGEMBANGAN ALAT PEMOTONG TAHU YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA Dwi Nurul Izzhati Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik UDINUS Jl. Nakula I, No.5-11, Semarang E-mail: [email protected]
Program Studi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Jurusan Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya 60111
ANALISIS FAKTOR PEKERJA, KELUHAN PEKERJA, DAN FAKTOR PSIKOSOSIAL TERHADAP TINGKAT RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA BAGIAN PENULANGAN DI PERUSAHAAN BETON Mega Rahayu Hardiyanti 1*, Wiediartini
SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Yang bertanda tangan di bawah ini, saya : Nama : Umur/Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan Dengan ini menyatakan bersedia untuk menjadi responden penelitian.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan pendahuluan dari laporan penelitian. Bagian yang akan dibahas adalah latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan yang akan dicapai pada penelitian, batasan masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam bidang industri secara nasional maupun internasional saat ini semakin tinggi. Persaingan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas
PERANCANGAN FASILITAS GRINDING UNTUK LABORATORIUM ABSTRAK
Prosiding Konferensi Nasional Inovasi dalam Desain dan Teknologi IDeaTech 011 ISSN: 089 111 PERANCANGAN FASILITAS GRINDING UNTUK LABORATORIUM Pram Eliyah Y., Sri Rahayu Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik
USULAN RANCANGAN FASILITAS KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN DAUN PANDAN UNTUK MENGURANGI RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI CV XYZ
USULAN RANCANGAN FASILITAS KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN DAUN PANDAN UNTUK MENGURANGI RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI CV XYZ Muhammad Zein Anwar 1, Abdul Rahim Matondang 2, Anizar 3 Departemen Teknik
BAB I PENDAHULUAN. Pencapaian keselamatan dan kesehatan kerja tidak lepas dari peran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pencapaian keselamatan dan kesehatan kerja tidak lepas dari peran ergonomi, karena ergonomi berkaitan dengan orang yang bekerja, selain dalam rangka efektivitas, efisiensi
19/03/2013. Apa Itu RULA? Contoh RULA Worksheet. Klasifikasi Skor RULA. Penghitungan Skor RULA. Contoh Kasus
Winda Halim, ST., MT IE-402 Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 Jurusan Teknik Industri Fakutas Teknik Universitas Kristen Maranatha Apa Itu RULA? Contoh RULA Worksheet Klasifikasi Skor RULA Penghitungan
Analisis Resiko Cidera Kerja pada Kegiatan Proses Produksi dengan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) di PT. XYZ
Analisis Resiko Cidera Kerja pada Kegiatan Proses Produksi dengan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) di PT. XYZ Fauzzi Amrulloh 1, Lovely Lady 2, Ade Sri Mariawati 3 1,2, 3 JurusanTeknik Industri Universitas
KAJIAN PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN METODE OWAS (OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM) (Studi Kasus di Pabrik Roti Cimpago Putih)
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17 no 2, Desember 2017 KAJIAN PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN METODE OWAS (OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM) (Studi Kasus di Pabrik Roti Cimpago Putih) Meldia Fitri 1,
EVALUASI FASILITAS KERJA BAGIAN FINISHING PERUSAHAAN MEUBEL DENGAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA)
EVALUASI FASILITAS KERJA BAGIAN FINISHING PERUSAHAAN MEUBEL DENGAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) Indah Pratiwi Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani Tromol
PERANCANGAN ULANG STASIUN KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN BIOMEKANIK PADA AKTIFITAS LOUNDRY DI PT X
PERANCANGAN ULANG STASIUN KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN BIOMEKANIK PADA AKTIFITAS LOUNDRY DI PT X I Wayan Sukania, Lamto Widodo, David Gunawan Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Mesin Fakultas
