Panduan Permohonan Hibah

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Panduan Permohonan Hibah"

Transkripsi

1 Panduan Permohonan Hibah Sebelum memulai proses permohonan hibah, mohon meninjau inisiatif-inisiatif yang didukung Ford Foundation secara cermat. Selain memberikan suatu ikhtisar tentang prioritas pemberian hibah, tiap inisiatif dan juga tiap wilayah memuat informasi yang terperinci Untuk Para Pemohon Hibah, yang merupakan panduan terbaru berkenaan dengan jenis kerja dan organisasi yang kami danai. Kami juga menghimbau anda untuk membaca keseluruhan dokumen ini. Proses peninjauan hibah kami sangat terperinci dan menyeluruh, dan informasi di bawah ini dapat membantu anda untuk memahami dengan lebih baik pendekatan kami dalam pemberian hibah. Setelah anda menyelesaikan dua langkah di atas, anda telah siap untuk memasukkan permohonan hibah anda secara daring (online). Bagaimana Kami Memberikan Hibah Ford Foundation berkomitmen untuk mencapai perubahan berkelanjutan yang mampu mentransformasi kehidupan masyarakat. Melalui pemberian hibah, kami mendukung para pemikir, pemimpin, dan organisasi yang inovatif yang bekerja demi memberantas kemiskinan dan ketidakadilan serta memajukan nilai-nilai demokrasi, kebebasan berekspresi dan pencapaian manusia. Ketika memberikan hibah, kami mengedepankan strategi jangka panjang, karena kami menyadari bahwa perubahan sosial berkelanjutan membutuhkan usaha berpuluh tahun. Menimbang luasnya misi ditengah terbatasnya sumber daya, kami amat selektif dalam memberikan hibah untuk memastikan bahwa dukungan itu digunakan seefektif mungkin dan mampu membuat dampak yang sebesarbesarnya. Guna mencapai tujuan tersebut, tim program yang bekerja untuk tiap inisiatif berkonsultasi dengan para praktisi, peneliti, pembuat kebijakan, penerima hibah, maupun pihak yang berpotensi untuk menerima hibah, serta pihak lain guna mengidentifikasi wilayah-wilayah kerja dimana sumber daya Ford Foundation paling dibutuhkan. Masing-masing tim kemudian menunjukkan pendekatan-pendekatan tertentu yang mungkin dilakukan oleh penerima hibah- diantaranya eksplorasi program, advokasi, litigasi atau peningkatan kapasitas guna membantu pencapaian perubahan sosial yang telah diidentifikasi (lihat pendekatan pemberian hibah kami untuk mengetahui daftar selengkapnya). Tim juga menentukan kunci tolak ukur kemajuan serta jumlah dana yang akan dialokasikan bagi tiap pendekatan. Setelah pendekatan, tolak ukur dan anggaran ditetapkan, tim kemudian merancang hibah sesuai dengan parameter yang telah disepakati. Dalam memberikan hibah, masing-masing tim mencari gagasan-gagasan baru dan organisasi-organisasi yang efektif yang dapat bersama memajukan kerja dari suatu inisiatif tertentu, disertai bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang dan organisasi-organisasi tersebut memiliki peluang besar akan berhasil dalam menjalankan proyeknya. Tim Program secara teratur menyerahkan laporan kepada dewan pengawas Ford Foundation mengenai kemajuan yang telah dicapai tiap inisiatif Hal-Hal yang Tidak Kami Danai Sebagaimana telah dikemukakan di atas, kami memiliki beragam pendekatan dalam menjalankan kerja, namun ada beberapa area yang seringkali ditanyakan yang mana tidak dapat kami dukung. Kami tidak memberikan beasiswa untuk gelar sarjana, atau memberikan hibah untuk pemenuhan kebutuhan pribadi maupun bantuan usaha. Kami tidak mendanai pelayanan kesehatan, pembelian kendaraan, pembayaran pinjaman siswa atau penemuan (invention). Selain hibah terbatas melalui Good Neighbor Committee yang diberikan kepada lembaga-lembaga lokal yang berdomisili di sekitar markas besar Ford di New York dan 10 kantor regional, kami pada umumnya tidak memberikan dukungan bagi program-program kegiatan extra kurikuler, liga olah raga, panti asuhan atau perawatan manula. 1

2 Panduan Permohonan Hibah Permohonan Hibah Anda dapat memohon hibah dengan masuk ke bagian Hibah di situs kami dan menyerahkan permohonan hibah secara daring. Anda akan diminta untuk menyatakan di wilayah mana kerja anda akan dilaksanakan. Bila kerja anda akan memberikan manfaat kepada lebih dari satu wilayah geografis di luar Amerika Serikat, anda perlu untuk mengajukan permohonan hibah global, yang mencakup beberapa wilayah. Anda juga akan diminta untuk memberikan informasi sebagai berikut: Informasi detil kontak diri anda dan organisasi anda Uraian singkat tentang organisasi anda Daftar individu yang akan melaksanakan proyek Gambaran tentang tujuan proyek dan isu/masalah yang hendak ditangani Perkiraan anggaran dan kerangka waktu (time frame) proyek Ford Foundation mendukung kesempatan setara dalam pemberian hibah dan kebijakan internalnya. Ketika mengevaluasi proposal, kami mempertimbangkan kesempatan-kesempatan yang diberikan organisasi calon penerima hibah kepada perempuan dan kelompok lain yang terpinggirkan. Kami tidak memiliki tenggat waktu pengajuan permohonan. Permohonan akan dipertimbangkan sepanjang tahun. Apa yang Terjadi Kemudian Setiap permohonan menerima balasan otomatis yang menandakan diterimanya permohonan tersebut. Bila permohonan anda masuk ke dalam wilayah isu umum kami, permohonan tersebut akan dinomori dan surat konfirmasi akan disurelkan kepada anda. Setiap permohonan yang sudah dinomori akan ditinjau oleh tim program terkait. Bila kerja yang diusulkan sesuai dengan prioritas dan dana kami yang terbatas, seorang program officer akan menghubungi anda untuk memulai proses pengembangan proposal formal. Saat mulai mengembangkan proposal formal, anda dan sang program officer akan bertemu beberapa kali untuk mendiskusikan cakupan serta anggaran proyek yang anda usulkan. Setelah proposal formal diajukan Ford Foundation akan melakukan tinjauan administratif dan hukum; Proses ini akan memakan waktu sekitar tiga bulan terhitung sejak diterimanya proposal formal tersebut. Mohon dipahami bahwa dana kami amat terbatas bila dibandingkan dengan jumlah permohonan yang kami terima. Pada umumnya tiap tahun kami hanya dapat memberikan hibah kepada kurang dari 1 persen pemohon. Dana Hibah Harus Digunakan Hanya untuk Tujuan Sosial Hibah dan investasi yang terkait program yang kami berikan harus ditujukan untuk kegiatan sosial, pendidikan, maupun ilmiah sebagaimana diatur dalam UU Perpajakan dan Peraturan Menteri Keuangan Amerika Serikat. Dalam usaha mewujudkan tujuan-tujuan Ford Foundation, kami mengambil langkah-langkah yang perlu untuk memenuhi tanggungjawab sebagai organisasi hibah yang dikecualikan dari kewajiban perpajakan. Kami ingin memastikan bahwa dana kami digunakan untuk tujuan-tujuan sosial dan tidak mendukung kegiatan yang melanggar UU Perpajakan maupun UU Anti-Terorisme Amerika Serikat. Karena kami menghargai kerja penting yang dilakukan para penerima hibah kami di seluruh dunia, yang beberapa diantaranya bekerja dalam lingkungan yang teramat sulit, kami berusaha memenuhi tanggungjawab pengawasan kami tanpa memberikan beban berlebihan kepada mereka atau menyebabkan terlalu banyak gangguan terhadap kerja mereka. 2

3 Panduan Permohonan Hibah Bagaimana Kami Memantau Hibah Untuk memastikan dana hibah yang kami berikan digunakan secara tepat, dan berkesesuaian dengan ketentuan UU Perpajakan dan UU Anti Terorisme AS, Ford Foundation menjalankan prosedur yang ekstensif dalam pemberian dan pengawasan hibah. Prosedur ini mencakup: 1. Tinjauan Pra-Hibah. Semua organisasi yang berpotensi menerima hibah maka programnya akan dinilai oleh seorang program officer yang mendiskusikan kerja yang diusulkan dengan calon penerima hibah dan menentukan kapasitas organisasi dalam menerapkannya. 2. Tinjauan Hukum. Semua hibah yang diusulkan dan permohonan tertulis dari calon penerima hibah akan ditinjau dari sudut pandang hukum. 3. Tunduk pada Peraturan Anti Pendanaan Teroris AS Sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku, Ford Foundation akan memeriksa semua calon penerima hibah untuk memastikan tidak termasuk dalam daftar kelompok teroris. Pemeriksaan semacam ini juga akan dilakukan sepanjang waktu berjalannya hibah. 4. Surat Hibah yang Ditandatangani Para Pihak. Surat ini menetapkan berbagai persyaratan hibah. Setiap penerima hibah wajib menandatanganinya. 5. Satu atau Lebih Kunjungan Lapangan. Program officer akan mengunjungi penerima hibah selama jangka waktu berjalannya hibah. 6. Laporan keuangan dan Naratif, Selama masa hibah, para penerima hibah diwajibkan untuk menyerahkan laporan yang akan diperiksa oleh program officer dan grant administrator untuk memastikan kepatuhan dengan persyaratan hibah Bila anda percaya bahwa organisasi anda cocok dengan salah satu prioritas pendanaan kami, dan dapat memenuhi semua persyaratan kami, silahkan melanjutkan ke formulir permohonan hibah. 3

PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN

PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN REVISI MATRIKS KOMENTAR DAN TANGGAPAN TENTANG RENCANA INVESTASI KEHUTANAN INDONESIA 11 Februari 2013 Isi 1 PENDAHULUAN ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. 2 KOMENTAR

Lebih terperinci

SISTEM PERIJINAN GANGGUAN

SISTEM PERIJINAN GANGGUAN SISTEM PERIJINAN GANGGUAN SEBUAH LAPORAN TENTANG PENGENDALIAN KEKACAUAN JULI 2008 LAPORAN INI DISUSUN UNTUK DITELAAH OLEH THE UNITED STATES AGENCY FOR INTERNATIONAL DEVELOPMENT. LAPORAN INI DISUSUN OLEH

Lebih terperinci

PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION

PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION OFFICIAL TRANSLATION PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE DAFTAR ISI Halaman Pasal

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Kode Etik Perilaku DuPont. Memastikan Masa Depan yang Berkelanjutan

Kode Etik Perilaku DuPont. Memastikan Masa Depan yang Berkelanjutan Kode Etik Perilaku DuPont Memastikan Masa Depan yang Berkelanjutan MENERAPKAN NILAI-NILAI DASAR KITA Januari 2015 Sambutan dari CEO Yang Terhormat: Rekan-rekan di DuPont, Selama lebih dari dua abad, kita

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

HAKEKAT PERLINDUNGAN ANAK

HAKEKAT PERLINDUNGAN ANAK 1 2 Bab 1 HAKEKAT PERLINDUNGAN ANAK Apakah perlindungan anak itu? Istilah perlindungan anak (child protection) digunakan dengan secara berbeda oleh organisasi yang berbeda di dalam situasi yang berbeda

Lebih terperinci

Piagam Sumber Daya Alam. Edisi Kedua

Piagam Sumber Daya Alam. Edisi Kedua Piagam Sumber Daya Alam Edisi Kedua Piagam Sumber Daya Alam Edisi Kedua Rantai keputusan piagam sumber daya alam LANDASAN DOMESTIK UNTUK TATA KELOLA SUMBER DAYA Penemuan dan keputusan untuk mengekstraksi

Lebih terperinci

Peranam Legislatif dan Pengawasan Mei 8-9, 2003, Dili (Timor-Leste)

Peranam Legislatif dan Pengawasan Mei 8-9, 2003, Dili (Timor-Leste) Parlemen Nasional Timor-Leste dan Proses Keuangan: Peranam Legislatif dan Pengawasan Mei 8-9, 2003, Dili (Timor-Leste) Pendahuluan Timor-Leste dan rakyatnya menjadi saksi yang tidak diragukan lagi dalam

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Mengelola Kesetaraan di Tempat Kerja

Mengelola Kesetaraan di Tempat Kerja Asosiasi Pengusaha Indonesia International Labour Organization Panduan Praktis bagi Pengusaha untuk Mempromosikan dan Mencegah Diskriminasi di Tempat Kerja di Indonesia Buku Mengelola Kesetaraan di Tempat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelestarian

Lebih terperinci

MENGELOLA USAHA PEMASARAN

MENGELOLA USAHA PEMASARAN MENGELOLA USAHA PEMASARAN 2 Kelas X Semester 2 Kontributor Naskah Penelaah : Drs. Yusran, M.M : Erna Soerjandari, S.E, M.M Drs. Ratiman, M.M KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH

Lebih terperinci

Indonesia Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi

Indonesia Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi 1 Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi Manual untuk Peserta 2 Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi Manual Peserta : Bagaimana Pemohon Bisa MemanfaatkanHak Atas Informasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Program "Integritas Premium" Program Kepatuhan Antikorupsi

Program Integritas Premium Program Kepatuhan Antikorupsi Program "Integritas Premium" Program Kepatuhan Antikorupsi Tanggal publikasi: Oktober 2013 Daftar Isi Indeks 1 Pendekatan Pirelli untuk memerangi korupsi...4 2 Konteks regulasi...6 3 Program "Integritas

Lebih terperinci

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia International Labour Organization Jakarta Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Kerjasama dan Usaha yang Sukses Pedoman pelatihan untuk manajer dan pekerja Modul EMPAT SC RE Kesinambungan Daya Saing dan

Lebih terperinci

Pilihan-pilihan Kebijakan untuk Keberlanjutan Keuangan

Pilihan-pilihan Kebijakan untuk Keberlanjutan Keuangan Pilihan-pilihan Kebijakan untuk Keberlanjutan Keuangan Kolaborasi Masyarakat Sipil dan Lembaga ODA di Asia Tenggara Oleh David Winder dan Rustam Ibrahim Pilihan-pilihan Kebijakan untuk Keberlanjutan Keuangan

Lebih terperinci

Standar Transparansi APEC untuk Pengadaan di Indonesia. Dalam Tahap Pengerjaan

Standar Transparansi APEC untuk Pengadaan di Indonesia. Dalam Tahap Pengerjaan Standar Transparansi APEC untuk Pengadaan di Indonesia Dalam Tahap Pengerjaan Transparency International-USA dan Center for International Private Enterprise. Semua Hak Cipta Dilindungi. 2011 Peneliti utama:

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH. BAB I KETENTUAN UMUM

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH. BAB I KETENTUAN UMUM www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

1. PENGANTAR 2. BENTUK UMUM PERSEKONGKOLAN TENDER

1. PENGANTAR 2. BENTUK UMUM PERSEKONGKOLAN TENDER 1. PENGANTAR Persekongkolan tender (atau kolusi tender) terjadi ketika pelaku usaha, yang seharusnya bersaing secara tertutup, bersekongkol untuk menaikkan harga atau menurunkan kualitas barang atau jasa

Lebih terperinci

KETERLIBATAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

KETERLIBATAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN KETERLIBATAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT vi PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN

Lebih terperinci

Standar Kriteria Pemenuhan Tahun Utama Panduan Interpretasi

Standar Kriteria Pemenuhan Tahun Utama Panduan Interpretasi Fair Trade USA Kriteria Pemenuhan untuk Standar Perikanan Tangkap FTUSA_CFS_CC_.v_EN_294 Dalam halaman-halaman berikut ini, setiap standar diikuti oleh tabel yang berisi kriteria terkait yang harus dipenuhi

Lebih terperinci

Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia

Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia ditulis oleh: Ira Febriana Banda Aceh, Desember 2006 International Labour Office Hak cipta Kantor Perburuhan Internasional

Lebih terperinci

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1 Cara Kerja Kita Praktik Usaha BT Bulan Oktober 2013 Halaman 1 Cara Kerja Kita: Praktik Usaha Kita Nilai-Nilai Kita: Cara Kerja Kita menjabarkan praktik usaha dan nilai-nilai kita perilaku yang kita harapkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hakikat

Lebih terperinci

Y.M. Sam Kahamba Kutesa

Y.M. Sam Kahamba Kutesa Presiden sesi ke-69 dari Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Y.M. Sam Kahamba Kutesa Sam Kahamba Kutesa terpilih menjadi Presiden sesi ke-69 Majelis Umum PBB pada tanggal 11 Juni 2014. Pada saat yang

Lebih terperinci

Laporan Penilaian Pelaksanaan Akses Informasi Publik di 5 Komisi Negara

Laporan Penilaian Pelaksanaan Akses Informasi Publik di 5 Komisi Negara Laporan Penilaian Pelaksanaan Akses Informasi Publik di 5 Komisi Negara KONTRAS CLD 1 Kata pengantar KONTRAS dan Centre for law and Democracy (CLD) Kebebasan informasi sebenarnya sudah diatur dalam peraturan

Lebih terperinci

Kebijakan dan Prosedur Indonesia

Kebijakan dan Prosedur Indonesia Kebijakan dan Prosedur Indonesia i H al Daftar Isi Daftar Isi... i BAB 1 KEDISTRIBUTORAN ANDA...8 1 Menjadi Seorang Distributor... 8 1.1 Pendaftaran untuk Menjadi Seorang Distributor... 8 1.2 Satu Individu

Lebih terperinci