PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION"

Transkripsi

1 OFFICIAL TRANSLATION PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION

2 PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE DAFTAR ISI Halaman Pasal 1. Sasaran Dan Tujuan... 1 Bagian 1.1 Sasaran Perjanjian... 1 Bagian 1.2 Tujuan Proyek... 1 Pasal 2. Pendanaan Dan Sumber Daya... 2 Bagian 2.1 Pendanaan Program... 2 Bagian 2.2 Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian... 2 Bagian 2.3 Pendanaan MCC... 3 Bagian 2.4 Pembayaran... 3 Bagian 2.5 Bunga... 3 Bagian 2.6 Sumber Daya Pemerintah; Anggaran... 3 Bagian 2.7 Pembatasan terhadap Penggunaan Pendanaan MCC... 4 Bagian 2.8 Pajak... 4 Pasal 3. Pelaksanaan... 6 Bagian 3.1 Persetujuan Pelaksanaan Program... 6 Bagian 3.2 Tanggung Jawab Pemerintah... 6 Bagian 3.3 Kinerja Kebijakan... 7 Bagian 3.4 Keakuratan Informasi... 7 Bagian 3.5 Surat Pelaksanaan... 7 Bagian 3.6 Pembelian dan Hibah... 7 Bagian 3.7 Catatan; Akunting; Pemasok Terkover; Akses... 8 Bagian 3.8 Audit, Tinjauan... 9 Pasal 4. Komunikasi... 9 Bagian 4.1 Komunikasi... 9 Bagian 4.2 Wakil-Wakil Bagian 4.3 Tanda Tangan Pasal 5. Pengakhiran; Penghentian; Kadaluwarsa Bagian 5.1 Pengakhiran; Penghentian Bagian 5.2 Konsekuensi Pengakhiran, Penghentian atau Kadaluwarsa Bagian 5.3 Penggantian Uang; Pelanggaran Bagian 5.4 Kelangsungan Pasal 6. Lampiran Perjanjian; Amandemen; Hukum Yang Mengatur Bagian 6.1 Lampiran Bagian 6.2 Amandemen Bagian 6.3 Ketidak Konsistenan Bagian 6.4 Hukum Yang Mengatur... 13

3 Bagian 6.5 Instrumen Tambahan Bagian 6.6 Acuan ke Situs MCC Bagian 6.7 Acuan ke Hukum, Peraturan, Kebijakan dan Pedoman Bagian 6.8 Status MCC Bagian 6.9 Konsultasi Pasal 7. Pemberlakuan Bagian 7.1 Persyaratan Domestik Bagian 7.2 Persyaratan-Persyaratan Sebelum Pemberlakuan Bagian 7.3 Tanggal Pemberlakuan Bagian 7.4 Kurun Waktu Perjanjian Bagian 7.5 Penerapan Sementara Lampiran I: Uraian Program Jadwal 1 Proyek Kemakmuran Hijau Jadwal 2 Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Kekerdilan Anak Jadwal 3 Proyek Modernisasi Pembelian Lampiran II: Ikhtisar Rencana Finansial Multi Tahun Lampiran III: Uraian Rencana Pemantauan dan Evaluasi Lampiran IV: Persyaratan untuk Pembayaran Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian Lampiran V: Definisi-Definisi TOC - ii

4 PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE PENDAHULUAN PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE INI ( PERJANJIAN ini) adalah antara Republik Indonesia, diwakili oleh kementerian dan entitas pemerintah lain sesuai keperluan ( Pemerintah ) dan Amerika Serikat, diwakili Millenium Challenge Corporation, sebuah perusahaan pemerintah Amerika Serikat ( MCC ) (MCC dan Pemerintah diacu dalam Persetujuan ini secara individu sebagai Pihak dan secara kolektif Para Pihak ). Istilah dengan huruf kapital dalam Perjanjian ini akan memiliki makna sebagaimana diuraikan dalam Lampiran V. Menyadari bahwa Para Pihak berkomitmen pada pencapaian sasaran bersama berupa penggalakkan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan ekstrim di Indonesia serta bahwa bantuan MCC berdasarkan Perjanjian ini mendukung komitmen Indonesia yang nyata terhadap penguatan pemerintahan yang baik, kebebasan ekonomi dan investasi dalam sumber daya manusia; Mengingat bahwa Pemerintah berkonsultasi dengan sektor swasta dan masyarakat madani Indonesia untuk menentukan prioritas pemanfaatan bantuan Millenium Challenge Corporation serta mengembangkan dan menyerahkan kepada MCC sebuah usulan bagi bantuan seperti itu guna mencapai pertumbuhan ekonomi berkesinambungan dan pengurangan kemiskinan; serta Menyadari bahwa MCC berniat membantu Indonesia melaksanakan program yang diuraikan disini untuk mencapai sasaran dan tujuan yang diuraikan disini (uraian dan tujuan program bisa diamandemen dari waktu ke waktu sesuai dengan syarat-syaratnya, Program ); Para Pihak dengan ini setuju sebagai berikut: PASAL 1. SASARAN DAN TUJUAN Bagian 1.1 Sasaran Perjanjian. Sasaran dari Perjanjian ini adalah mengurangi kemiskinan di Indonesia lewat pertumbuhan ekonomi di Indonesia ( Sasaran Perjanjian ) Bagian 1.2 Tujuan Proyek. Program terdiri dari proyek-proyek yang diuraikan dalam Lampiran I (masing-masing sebuah Proyek dan secara kolektif, Proyek-Proyek ). Tujuan dari setiap Proyek (masing-masing sebuah Tujuan Proyek dan secara kolektif, Tujuan Proyek-Proyek ) adalah: (a) (i) menaikkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil lewat perluasan energi terbarukan; dan (ii) meningkatkan produktivitas dan mengurangi emisi gas rumah kaca berbasis tanah lewat penyempurnaan praktik-praktik pemanfaatan tanah dan pengelolaan sumber daya alam ( Tujuan GP ); (b) mengurangi dan mencegah berat bayi rendah waktu lahir serta mengurangi kekerdilan anak dan kekurangan gizi anak-anak di daerah proyek, dan menaikkan pendapatan

5 rumah tangga lewat penghematan biaya, pertumbuhan produktivitas dan pendapatan seumur hidup lebih tinggi ( Tujuan Gizi ); dan (c) mencapai penghematan biaya pemerintah yang signifikan dari barang dan jasa yang dibeli, sementara menjamin bahwa kualitasnya memenuhi kebutuhan publik, serta mencapai penyelenggaraan jasa publik sesuai rencana ( Tujuan Modernisasi Pembelian ). PASAL 2. PENDANAAN DAN SUMBER DAYA Bagian 2.1 Pendanaan Program. Saat diberlakukannya Perjanjian ini sesuai dengan Bagian 7.3, MCC akan memberi Pemerintah berdasarkan syarat-syarat Perjanjian ini, dana yang tidak melebihi Limaratus Delapanpuluh Delapan Juta Dolar Amerika (US$588,000,000) ( Pendanaan Program ) untuk dipakai oleh Pemerintah guna melaksanakan Program. Alokasi Pendanaan Program umumnya diuraikan dalam Lampiran II. Bagian 2.2 Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian. (a) Setelah ditandatanganinya Perjanjian ini, MCC akan memberi kepada Pemerintah, berdasarkan syarat-syarat dari Perjanjian ini dan disamping Pendanaan Program sebagaimana diuraikan dalam Bagian 2.1, sebuah dana yang tidak melebihi Duabelas Juta Dolar Amerika (US$12,000,000) ( Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian ) berdasarkan Bagian 609(g) dari Undang-Undang Millenium Challenge 2003, sebagaimana diamandemen ( Undang-Undang MCA ), guna dipakai pemerintah untuk memfasilitasi pelaksanaan Perjanjian, termasuk maksudmaksud berikut: (i) manajemen finansial dan kegiatan pembelian (termasuk biaya terkait standby agents yang diadakan oleh MCC); (ii) kegiatan administratif (termasuk biaya awal seperti gaji staf) dan biaya dukungan administratif seperti sewa, komputer dan peralatan teknologi informasi atau peralatan modal lainnya. (iii) (iv) (v) disetujui oleh MCC. kegiatan pemantauan dan evaluasi studi kelayakan dan penilaian; serta kegiatan lain untuk memfasilitasi pelaksanaan Perjanjian sebagaimana Alokasi Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian pada mumnya diuraikan dalam Lampiran II. (b) Sesuai dengan Bagian 7.5, Bagian 2.2 ini dan peraturan lainnya dari Perjanjian ini yang berlaku untuk Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian ini akan efektif, untuk maksud dari Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian saja, pada tanggal Perjanjian ini ditandatangani oleh MCC dan Pemerintah. 2

6 (c) Setiap Pembayaran Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian akan bergantung pada pemenuhan persyaratan sebelum pembayaran tersebut sebagaimana diuraikan dalam Lampiran IV. (d) Kalau MCC menetapkan bahwa seluruh dana dari Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian yang tersedia berdasarkan Bagian 2.2(a) melampaui jumlah yang secara wajar bisa dimanfaatkan untuk maksud-maksud yang diuraikan dalam Bagian 2.2(a), MCC, lewat pemberitahuan tertulis kepada Pemerintah, bisa menarik jumlah yang berlebih, sehingga mengurangi jumlah Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian yang tersedia berdasarkan Bagian 2.2(a) (kelebihan seperti itu, Jumlah CIF Kelebihan ). Dalam kasus seperti itu, jumlah Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian yang diberikan kepada Pemerintah berdasarkan Bagian 2.2(a) akan dikurangi sebesar Jumlah CIF Kelebihan, dan MCC tidak akan punya kewajiban lebih jauh sehubungan dengan Jumlah CIF Kelebihan seperti itu. (e) MCC, bisa memutuskan, lewat pemberitahuan tertulis kepada Pemerintah, untuk memberi Pemerintah sebuah jumlah yang sama dengan seluruh atau sebagian dari Jumlah CIF Kelebihan sebagai sebuah kenaikan dalam Pendanaan Program, dan tambahan Pendanaan Program seperti itu akan bergantung pada syarat-syarat dan kondisi-kondisi dari Perjanjian ini yang berlaku terhadap Pendanaan Program. Bagian 2.3 Pendanaan MCC. Pendanaan Program dan Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian secara kolektif disebut dalam Perjanjian ini sebagai Pendanaan MCC, dan termasuk setiap pembayaran kembali atau penggantian dari Pendanaan Program atau Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian yang dibayar oleh Pemerintah sesuai dengan Perjanjian ini. Bagian 2.4 Pembayaran. Sesuai dengan Perjanjian ini dan Persetujuan Pelaksanaan Program, MCC akan membayarkan Pendanaan MCC untuk biaya-biaya yang timbul akibat usaha memajukan Program (dalam setiap kasus, sebuah Pembayaran ). Bergantung pada pemenuhan semua persyaratan sebelumnya, dana dari Pembayaran akan disediakan untuk Pemerintah, berdasarkan pilihan MCC semata, lewat (a) deposito di satu atau lebih rekening bank yang dibuat Pemerintah dan disetujui oleh MCC (masing-masing, sebuah Rekening Diijinkan ) atau (b) pembayaran langsung kepada pemasok barang, pekerjaan atau jasa untuk pelaksanaan Program. Pendanaan MCC hanya bisa dipakai untuk biaya-biaya Program. Bagian 2.5 Bunga. Pemerintah akan membayar atau mentransfer ke MCC, sesuai dengan Persetujuan Pelaksanaan Program, setiap bunga atau pendapatan lain yang bertambah pada Pendanaan MCC sebelum pendanaan itu dipergunakan untuk sebuah maksud Program. Bagian 2.6 Sumber Daya Pemerintah; Anggaran. (a) Pemerintah wajib menyediakan semua dana dan sumber daya lain, serta wajib mengambil semua tindakan yang perlu untuk melaksanakan tanggung jawab Pemerintah berdasarkan Perjanjian ini. 3

7 (b) Pemerintah akan mengusahakan sebaik-baiknya untuk menjamin bahwa semua Pendanaan MCC yang diterimanya atau diproyeksikan akan diterima dalam setiap tahun fiskal dipertanggung jawabkan secara penuh dalam anggaran tahunannya berbasis multi-tahun. (c) Pemerintah tidak akan mengurangi sumber daya baik normal maupun diperkirakan yang akan diterimanya atau dianggarkannya dari sumber-sumber bukan MCC untuk kegiatan yang dipertimbangkan berdasarkan Perjanjian dan Program ini. (d) Kecuali Pemerintah memberitahu lain secara tertulis kepada MCC, Pendanaan MCC akan merupakan tambahan pada sumber-sumber daya yang akan diterima atau yang dianggarkan Pemerintah bagi kegiatan yang dipertimbangkan berdasarkan Perjanjian dan Program ini. Bagian 2.7 Pembatasan terhadap Penggunaan Pendanaan MCC. Pemerintah akan menjamin bahwa Pendanaan MCC tidak akan dipakai untuk maksud yang melanggar hukum atau kebijakan Amerika Serikat, sebagaimana diperinci dalam Perjanjian ini atau sebagaimana diberitahukan lebih lanjut kepada Pemerintah secara tertulis atau lewat posting dari waktu ke waktu di Situs MCC, di ( Situs MCC ), termasuk tetapi tidak terbatas pada maksud-maksud berikut: (a) untuk bantuan, atau pelatihan terhadap, militer, polisi, milisi, garda nasional atau organisasi atau unit mirip militer lain; (b) untuk kegiatan yang kemungkinan akan menyebabkan kerugian substantif pada lapangan pekerjaan Amerika Serika atau penghilangan substantif dari produksi Amerika Serikat; (c) untuk menyelenggarakan, mendanai atau mendukung kegiatan yang kemungkinan menyebabkan sebuah ancaman lingkungan, kesehatan atau keselamatan yang signifikan, sebagaimana diuraikan lebih jauh dalam Pedoman Lingkungan MCC dan dokumen pedoman yang diterbitkan berkaitan dengan pedoman-pedoman yang diposting dari waktu ke waktu di Situs MCC atau diberikan kepada Pemerintah (secara kolektif, Pedoman Lingkungan MCC ); atau (d) untuk membayar pelaksanaan pengguguran kandungan sebagai metode keluarga berencana atau membujuk atau memaksa orang mempraktikkan pengguguran kandungan, membayar penyelenggaraan sterilisasi tidak sukarela sebagai metode keluarga berencana atau memaksa atau menyediakan insentif finansial kepada orang untuk disterilisasi atau membayar penelitian bio-medis yang terkait, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk metode, atau penyelenggaraan, pengguguran kandungan atau sterilisasi tidak sukarela sebagai cara keluarga berencana. Bagian 2.8 Pajak. (a) Kecuali Para Pihak secara khusus menyetujui lain dalam bentuk tertulis, Pemerintah akan menjamin bahwa semua Pendanaan MCC bebas dari pembayaran atau pembebanan pajak, cukai, pungutan, sumbangan atau biaya mirip lainnya baik yang sudah ada maupun yang akan dibuat di masa depan (tetapi tidak untuk pungutan atau biaya untuk jasa-jasa yang umumnya berlaku di Indonesia, yang jumlahnya wajar dan diberlakukan secara nondiskriminatif) ( Pajak ) di Indonesia (termasuk Pajak-Pajak yang diberlakukan oleh pemerintahan nasional, regional, lokal atau lainnya atau penguasa perpajakan dari atau di 4

8 Indonesia) sesuai dengan hukum perpajakan dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Disamping itu, kalau Pajak dibebankan dan dibayar dengan Pendanaan MCC sesuai dengan hukum perpajakan dan peraturan yang berlaku di Indnesia, Pajak-Pajak seperti itu akan diganti sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan yang diacu dalam sub-bagian (b) dibawah. Khususnya, dan tanpa membatasi sifat umum dari yang sebelumnya, Pendanaan MCC harus bebas dari pembayaran: (i) tarif, cukai, pajak impor dan pungutan serupa lainnya terhadap barang atau jasa yang dibawa ke Indonesia berkaitan dengan Program; (ii) pajak nilai tambah, pajak penjualan barang mewah, pajak cukai, pajak pengalihan properti dan pungutan mirip lainnya terhadap setiap transaksi yang melibatkan barang, pekerjaan atau jasa berkaitan dengan Program; (iii) pajak dan pembebanan mirip lainnya, kepemilikan, atau pemakaian properti berkaitan dengan Program; dan (iv) pajak dan pungutan mirip lainnya atas pendapatan, keuntungan atau penerimaan kotor berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan sehubungan dengan Program dan terkait pajak social security dan pembebanan mirip lainnya terhadap semua orang naturalisasi atau sah yang melakukan pekerjaan berkaitan dengan Program kecuali: (1) orang-orang naturalisasi yang adalah warganegara atau penduduk tetap Indonesia; dan (2) orang-orang sah berdasarkan hukum Indonesia (tetapi mengecualikan MCA-Indonesia; yang dibentuk dengan maksud melaksanakan kewajiban-kewajiban Pemerintah di bawah ini). (b) (i) Mekanisme yang akan dipakai Pemerintah untuk melaksanakan pengecualian pajak yang diwajibkan oleh Bagian 2.8(a) diuraikan dalam Persetujuan Pelaksanaan Program. Mekanisme seperti itu harus termasuk pengecualian dari pembayaran Pajak yang telah diijinkan sesuai dengan hukum yang berlaku, penggantian atas Pajak oleh Pemerintah kepada MCA- Indonesia atau kepada pembayar Pajak. Dalam kasus penggantian, Menteri Keuangan wajib menerbitkan sebuah peraturan yang mengatur bagaimana penggantian seperti itu akan dilaksanakan. (ii) Untuk Pajak-Pajak yang metode pelaksanaannya akan dibayar kembali, kalau suatu Pajak telah dibayar sesuai dengan hukum dan peraturan Pajak yang berlaku, Pemerintah akan membayar kembali kepada MCA-Indonesia atau kepada yang membayar pajak sejumlah sama dengan Pajak yang dibayar dalam mata uang Indonesia dalam kurun waktu tigapuluh (30) hari kerja (atau kurun waktu lain yang disepakati secara tertulis oleh para Pihak) setelah semua dokumentasi yang perlu dipenuhi oleh MCA-Indonesia. (c) Kalau Pajak telah dibayarkan bertentangan dengan persyaratan Bagian 2.8(a) atau (b) atau Persetujuan Pelaksanaan Program, atau kalau sebuah penggantian belum diterbitkan secara tepat sesuai dengan Bagian 2.8(b)(ii) atau Persetujuan Pelaksanaan Program, Pemerintah wajib segera menggantinya kepada MCC (atau kalau diarahkan oleh MCC, kepada MCA- Indonesia) nilai dari Pajak seperti itu dalam dolar Amerika Serikat atau mata uang Indonesia dalam tigapuluh (30) hari (atau kurun waktu sebagaimana disetujui secara tertulis oleh Para Pihak) setelah Pemerintah diberitahu secara tertulis (baik oleh MCC atau MCA-Indonesia) dengan melampirkan dokumen relevan yang membuktikan bahwa Pajak itu telah dibayarkan. 5

9 (d) Tak ada Pendanaan MCC, hasil dari itu atau Aset Program yang bisa dipakai oleh Pemerintah guna memenuhi kewajibannya berdasarkan Bagian 2.8(c). PASAL 3. PELAKSANAAN Bagian 3.1 Persetujuan Pelaksanaan Program. Para Pihak akan mengadakan sebuah perjanjian yang menyajikan perincian lebih jauh tentang pengaturan pelaksanaan, akuntabilitas fiskal dan pembayaran serta penggunaan Pendanaan MCC, antara lain ( Perjanjian Pelaksanaan Program atau PIA ); dan Pemerintah akan melaksanakan Program sesuai dengan Perjanjian ini, PIA, Perjanjian Pelengkap dan Surat Pelaksanaan lainnya. Bagian 3.2 Tanggung Jawab Pemerintah. (a) Pemerintah punya tanggung jawab utama untuk mengawasi dan mengelola pelaksanaan Program. (b) Dengan ijin sebelumnya dari MCC, Pemerintah boleh menujuk sebuah entitas untuk dibentuk lewat pemberlakuan sebuah dekrit menteri atau instrumen hukum lain yang bisa diterima oleh MCC dan peraturan pelaksanaannya (bersama-sama, Dekrit Pembentukan ), sebagai entitas yang akuntabel untuk melaksanakan Program, serta melaksanakan dan menunjukkan hak dan kewajiban Pemerintah untuk mengawasi, mengelola dan melaksanakan Program, termasuk tanpa pembatasan, pengelolaan pelaksanaan Proyek-Proyek dan Kegiatan- Kegiatannya, alokasi sumber daya dan pengelolaan pembelian. Entitas seperti itu diacu disini sebagai MCA-Indonesia, dan akan punya wewenang untuk mengikat Pemerintah sehubungan dengan semua kegiatan Program. Penunjukan yang dipertimbangkan oleh Bagian 3.2(b) ini tidak akan membebaskan Pemerintah dari kewajiban dan tanggung jawab dibawah ini atau berdasarkan perjanjian terkait, untuk mana Pemerintah tetap bertanggung jawab penuh. MCC dengan ini mengakui dan patuh pada penunjukan dalam Bagian 3.2(b) ini. (c) Pemerintah akan menjamin bahwa setiap Aset Program atau jasa yang didanai secara keseluruhan atau sebagian (langsung atau tidak langsung) oleh Pendanaan MCC dipakai semata-mata untuk memajukan Perjanjian dan Program ini kecuali MCC sepakat lain dalam bentuk tertulis. (d) Pemerintah akan melakukan semua langkah perlu atau tepat untuk mencapai Tujuan Proyek selama Kurun Waktu Perjanjian (termasuk, tanpa membatasi Bagian 2.6(a), pendanaan semua biaya yang melampaui Pendanaan MCC dan wajib melaksanakan syarat-syarat ini dan mencapai tujuan seperti itu, kecuali kalau MCC sepakat lain dalam bentuk tertulis). (e) Pemerintah akan mematuhi sepenuhnya Pedoman Program, sejauh itu berlaku, dalam Pelaksanaan Program. (f) Pemerintah akan mengijinkan MCC sebuah hak dan lisensi abadi, yang tidak dapat ditarik kembali, bebas royalty, berlaku di seluruh dunia, di bayar penuh, bisa diwakilkan untuk mempraktikkan atau telah dipraktikkan mewakilinya (termasuk hak memproduksi, reproduksi, menerbitkan, memperbaharui maksud, memakai, menyimpan, melakukan modifikasi, atau menyediakan) setiap bagian atau bagian-bagian dari Properti Intelektual sebagaimana 6

10 dirasakan tepat oleh MCC dalam media apa saja, yang kini dikenal atau yang dikembangkan sesudahnya, untuk maksud apa saja. Bagian 3.3 Kinerja Kebijakan. Disamping melaksanakan komitmen reformasi hukum dan regulasi terhadap kebijakan tertentu seperti yang diidentifikasi dalam Lampiran I (kalau ada), Pemerintah akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat kinerjanya berdasarkan kriteria kebijakan yang diidentifikasi dalam Bagian 607 dari UU MCA serta pemilihan kriteria dan metodologi yang dipergunakan oleh MCC. Bagian 3.4 Keakuratan Informasi. Pemerintah menjamin kepada MCC bahwa, mulai dari tanggal Perjanjian ini ditandatangani oleh Pemerintah, informasi yang disediakan oleh Pemerintah atau mewakili Pemerintah ketika mencapai persetujuan dengan MCC tentang Perjanjian adalah benar, tepat dan lengkap dari semua segi materinya. Bagian 3.5 Surat Pelaksanaan. Dari waktu ke waktu, MCC bisa menyediakan pedoman kepada Pemerintah secara tertulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan Perjanjian, Pendanaan MCC atau pelaksanaan Program ini (masing-masing, sebuah Surat Pelaksanaan ). Pemerintah wajib memberlakukan pedoman seperti itu dalam pelaksanaan Program. Para Pihak juga bisa menerbitkan sebuah Surat Pelaksanaan yang disepakati bersama untuk memberi konfirmasi dan mencatat pemahaman bersama mereka terhadap aspek-aspek terkait pelaksanaan Perjanjian ini, PIA atau perjanjian terkait lainnya. Bagian 3.6 Pembelian dan Hibah. (a) Meskipun ada komitmen Pemerintah terhadap reformasi pembelian sebagaimana diperagakan oleh hukum Indonesia, Pemerintah akan menjamin bahwa pembelian semua barang, pekerjaan dan jasa oleh Pemerintah atau Pemasok untuk melaksanakan Program akan konsisten dengan Pedoman Pembelian Program MCC yang diposting dari waktu ke waktu di Situs MCC ( Pedoman Pembelian Program MCC ). Pedoman Pembelian Program MCC termasuk persyaratan-persyaratan berikut, antara lain: (i) prosedur terbuka, adil dan bersaing harus dipergunakan secara transparan untuk minta, memberi dan mengelola kontrak-kontrak dan untuk membeli barang, pekerjaan dan jasa; (ii) permintaan akan barang, pekerjaan dan jasa harus didasarkan pada sebuah uraian yang jelas dan akurat tentang barang, pekerjaan dan jasa yang dikehendaki; (iii) kontrak-kontrak harus diberikan hanya kepada kontraktor yang memenuhi syarat, yang memiliki kemampuan dan bersedia menyelenggarakan kontrak sesuai dengan syarat-syaratnya berdasarkan prinsip efektif biaya dan tepat waktu; serta (iv) seharga tidak lebih dari harga komersial yang wajar, sebagaimana ditentukan, misalnya, lewat perbandingan penawaran harga dan harga pasar, akan dibayar untuk membeli barang, pekerjaan dan jasa. (b) Pemerintah akan menjamin bahwa setiap hibah yang diberikan pada entitas nonpemerintah dalam rangka memajukan Program ( Hibah ) dipilih, dilaksanakan dan dikelola lewat prosedur terbuka, adil dan bersaing serta dikelola lewat cara yang transparan. Dalam rangka memenuhi persyaratan ini dan sebelum diterbitkannya Hibah, Pemerintah dan MCC akan 7

11 menyetujui prosedur tertulis untuk mengatur identifikasi, pemilihan penerima dan pemberian Hibah kepada penerima. Prosedur-prosedur seperti itu akan diposting di Situs MCA-Indonesia. Bagian 3.7 Catatan; Akunting; Pemasok Terkover; Akses. (a) Pembukuan dan Catatan Pemerintah. Pemerintah akan memelihara dan mengusahakan sebaik-baiknya untuk menjamin bahwa semua Pemasok Terkover memelihara buku, catatan, dokumen akunting dan bukti-bukti lain terkait dengan Program secara baik untuk memperlihatkan, kepada MCC secara memuaskan, penggunaan semua Pendanaan MCC dan pelaksanaan serta hasil-hasil dari Program ( Catatan Perjanjian ). Selain itu, Pemerintah akan menyiapkan atau mengusahakan disiapkannya untuk MCC, kalau diminta, Catatan Perjanjian seperti itu baik asli maupun fotokopi. (b) Akunting. Pemerintah akan memelihara dan mengusahakan sebaik-baiknya untuk menjamin bahwa semua Pemasok Terkover memelihara Catatan Perjanjian sesuai dengan prinsip-prinsip akunting umum yang berlaku di Amerika Serikat, atau berdasarkan pilihan Pemerintah dan dengan persetujuan tertulis MCC sebelumnya, prinsip-prinsip akunting lain, seperti: (i) yang ditetapkan oleh International Accounting Standard Boards; atau (ii) yang berlaku di Indonesia. Catatan Perjanjian harus dipertahankan selama paling sedikit lima (5) tahun setelah berakhirnya Kurun Waktu Perjanjian atau untuk kurun waktu lebih panjang, kalau diperlukan untuk menyelesaikan penuntutan, klaim atau temuan audit atau persyaratan legal yang berlaku lainnya. (c) Pemasok dan Pemasok Terkover. Kecuali kalau Para Pihak setuju lain secara tertulis, sebuah Pemasok adalah (i) badan Pemerintah yang menerima atau mempergunakan Pendanaan MCC atau Aset Program lain dalam melaksanakan kegiatan untuk memajukan Perjanjian ini atau (ii) Pihak ketiga yang menerima paling sedikit US$50,000 keseluruhannya dari Pendanaan MCC (diluar gaji atau kompensasi sebagai pegawai dari sebuah entitas Pemerintah) selama Kurun Waktu Perjanjian. Sebuah Pemasok Terkover adalah: (i) sebuah Pemasok bukan Amerika Serikat yang menerima (diluar sebuah kontrak atau perjanjian langsung dengan MCC) US$300,000 atau lebih dari Pendanaan MCC dalam tahun fiskal Pemerintah atau orang bukan warganegara atau entitas Amerika Serikat yang menerima, baik langsung maupun tidak langsung US$300,000 atau lebih Pendanaan MCC dari Pemasok dalam tahun fiskal Pemerintah; atau (ii) Pemasok Amerika Serikat yang menerima (diluar kontrak atau persetujuan langsung dengan MCC) US$500,000 atau lebih Pendanaan MCC pada tahun fiskal atau orang atau entitas Amerika Serikat lain yang menerima, langsung atau tidak langsung, US$500,000 atau lebih Pendanaan MCC dari Pemasok untuk tahun fiskal tersebut. (d) Akses. Berdasarkan permintaan MCC, Pemerintah, pada waktu yang wajar, akan mengijinkan wakil-wakil yang berwenang dari MCC, seorang Inspektur Jenderal yang berwenang dari MCC ( Inspektur Jenderal ), Kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika Serikat, auditor yang bertanggung jawab atas audit yang sedang dipertimbangkan disini atau sedang dilakukan untuk memajukan Perjanjian ini, dan setiap agen atau wakil yang dilibatkan oleh MCC atau Pemerintah untuk melakukan penilaian, tinjauan atau evaluasi dari Program, kesempatan untuk melakukan audit, tinjauan, evaluasi atau inspeksi fasilitas, aset dan kegiatan yang didanai baik secara keseluruhan maupun sebagian oleh Pendanaan MCC. 8

12 Bagian 3.8 Audit, Tinjauan. (a) Audit Pemerintah. Kecuali kalau Para Pihak setuju lain secara tertulis, Pemerintah wajib, paling sedikit setiap setengah tahun, melakukan atau menyebabkan dilakukannya, audit finansial dari semua pembayaran Pendanaan MCC meliputi periode mulai ditandatanganinya Perjanjian ini sampai mana yang terlebih dulu antara 31 Desember atau 30 Juni serta meliput setiap periode enam bulan sesudahnya yang berakhir pada 31 Desember dan 30 Juni, sampai akhir dari Kurun Waktu Perjanjian. Disamping itu, berdasarkan permintaan MCC, Pemerintah akan menjamin bahwa audit seperti itu dilaksanakan oleh auditor independen yang disetujui oleh MCC dan masuk dalam daftar auditor lokal yang disetujui oleh Inspektur Jenderal atau sebuah perusahaan akunting publik yang disertifikasi Amerika Serikat yang dipilih sesuai dengan Pedoman untuk Audit Finansial Yang Dikontrak MCA ( Pedoman Audit ) yang diterbitkan dan diperbaharui dari waktu ke waktu oleh Inspektur Jenderal, yang diposting di Situs MCC. Audit harus dilakukan sesuai dengan Pedoman Audit dan dihadapkan pada pengawasan jaminan kualitas oleh Inspektur Jenderal. Setiap audit akan diselesaikan dan laporan audit diserahkan kepada MCC tidak lewat dari 90 hari setelah periode audit pertama dan tidak lebih dari 90 hari setelah setiap 30 Juni dan 31 Desember sesudahnya, atau periode lain yang disepakati Para Pihak dalam bentuk tertulis. (b) Audit terhadap Entitas Lain. Pemerintah wajib memastikan bahwa perjanjian yang didanai MCC antara Pemerintah atau Pemasok, di satu pihak, dan (i) sebuah organisasi nirlaba Amerika Serikat, di pihak lainnya, menyatakan bahwa organisasi nir-laba Amerika Serikat itu dihadapkan pada persyaratan audit yang berlaku yang termuat dalam OMB Circular A-133, Audits of States, Local Governments and Non-Profit Organizations, yang diterbitkan oleh Kantor Manajemen dan Anggaran Amerika Serikat; (ii) sebuah Pemasok Terkover untuk laba Amerika Serikat, dipihak lainnya, menyatakan bahwa organisasi untuk laba Amerika Serikat dihadapkan pada audit yang berlaku untuk badan Pemerintah Amerika Serikat, kecuali kalau Pemerintah dan MCC sepakat lain dalam bentuk tertulis; dan (iii) sebuah Pemasok Terkover bukan Amerika Serikat, dipihak lainnya, menyatakan bahwa Pemasok Terkover bukan Amerika Serikat dihadapkan pada audit sesuai dengan Pedoman Audit. (c) Tindakan Korektif. Pemerintah akan berusaha sebaik-baiknya untuk menjamin bahwa setiap Pemasok Terkover: (i) mengambil, kalau diperlukan, tindakan korektif yang tepat dan tepat waktu sebagai tanggapan terhadap audit; (ii) mempertimbangkan apakah hasil dari audit Pemasok Terkover membutuhkan penyesuaian catatan Pemerintah; dan (iii) mengijinkan auditor independen punya akses ke catatan dan laporan keuangannya sesuai kebutuhan. (d) Audit oleh MCC. MCC akan punya hak untuk mengadakan audit terhadap penggunaan oleh Pemerintah dari Pendanaan MCC. (e) Biaya Audit, Tinjauan atau Evaluasi. Pendanaan MCC bisa dipakai untuk mendanai biaya dari audit, tinjauan atau evaluasi yang disyaratkan berdasarkan Perjanjian ini. PASAL 4. KOMUNIKASI Bagian 4.1 Komunikasi. Setiap dokumen atau komunikasi yang diperlukan atau diserahkan oleh salah satu Pihak kepada Pihak lainnya berdasarkan Perjanjian ini akan berlangsung dalam 9

13 bentuk tertulis dan, kecuali kalau disepakati lain dengan MCC, dalam bahasa Inggris. Untuk maksud ini, alamat dari masing-masing Pihak dituliskan dibawah. Kepada Pemerintah: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Attention: Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Jl. Taman Suropati 2, Jakarta Pusat Republik Indonesia Facsimile: +62(21) Telepon: +62(21) , Kepada MCC: Millennium Challenge Corporation Attention: Vice President, Department of Compact Operations (dengan sebuah kopi kepada Vice President dan General Counsel) 875 Fifteenth Street, N.W. Washington, DC United States of America Facsimile: +1(202) Telephone: +1(202) (Vice President, Compact Operations) (Vice President and General Counsel) Kepada MCA-Indonesia: Setelah pembentukan MCA-Indonesia, MCA-Indonesia akan memberitahu Para Pihak tentang perincian kontaknya. Bagian 4.2 Wakil-Wakil. Untuk semua maksud dari Perjanjian ini, Pemerintah akan diwakili oleh seseorang yang memegang jabatan atau berperan sebagai, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Republik Indonesia, dan MCC akan diwakili oleh seseorang yang memegang jabatan atau berperan sebagai Wakil Presiden, Departemen Operasi Perjanjian (masing-masing, Wakil Utama ). Setiap Pihak, lewat pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya, bisa menunjuk satu atau lebih wakil tambahan (masing-masing, Wakil Tambahan ) untuk semua maksud kecuali penandatanganan amandemen dari Perjanjian ini. Pemerintah dengan ini menunjuk Ketua dari MCA-Indonesia sebagai Wakil Tambahan. MCC dengan ini menunjuk Deputi Wakil Presiden, Departemen Operasi Perjanjian, Eropa, Asia, Pasifik dan Amerika Latin, sebagai Wakil Tambahan. Suatu Pihak bisa mengganti Wakil Utamanya dengan wakil baru yang menduduki jabatan dengan wewenang sama atau lebih tinggi lewat pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya. Bagian 4.3 Tanda Tangan. Tanda tangan untuk Perjanjian ini dan untuk setiap amandemen dari Perjanjian ini akan berupa tanda tangan asli yang muncul pada halaman yang sama atau dalam pertukaran surat atau catatan diplomatik. Sehubungan dengan semua dokumen yang dihasilkan dari Perjanjian ini (selain Perjanjian Pelaksanaan Program) dan amandemen- 10

14 amandemennya, tanda tangan bisa diserahkan lewat fax atau surat elektronik dan secara rekan setara yang berpasangan dan akan mengikat Pihak yang menyerahkan tanda tangan secara sama seperti layaknya sebuah tanda tangan asli. PASAL 5. PENGAKHIRAN; PENGHENTIAN; KADALUWARSA Bagian 5.1 Pengakhiran; Penghentian. (a) Masing-masing Pihak boleh mengakhiri Perjanjian ini tanpa sebab keseluruhan lewat pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya tigapuluh (30) hari sebelumnya. MCC juga bisa mengakhiri Perjanjian ini atau Pendanaan MCC tanpa sebab sebagian lewat pemberitahuan tertulis kepada Pemerintah tigapuluh (30) hari sebelumnya. (b) MCC bisa segera, setelah pemberitahuan tertulis kepada Pemerintah, menghentikan atau mengakhiri Perjanjian atau Pendanaan MCC ini, secara keseluruhan atau sebagian, dan setiap kewajiban yang terkait, kalau MCC memutuskan bahwa situasi yang diidentifikasi MCC yang merupakan alasan bagi penghentian atau pengakhiran (baik secara tertulis kepada Pemerintah atau lewat posting di situs Internet MCC) telah terjadi, dimana situasi itu termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut ini: (i) Pemerintah gagal mematuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini atau perjanjian atau pengaturan lain yang dimasukkan Pemerintah sehubungan dengan Perjanjian ini atau Program; (ii) sebuah kejadian atau serangkaian kejadian terjadi sehingga kemungkinan Tujuan Proyek tidak akan tercapai selama Kurun Waktu Perjanjian atau Pemerintah tidak akan mampu melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini; (iii) sebuah penggunaan Pendanaan MCC atau penerusan pelaksanaan Perjanjian ini atau Program melanggar hukum yang berlaku atau kebijakan Pemerintah Amerika Serikat; (iv) Pemerintah atau orang atau entitas lain menerima Pendanaan MCC atau mempergunakan Aset Program terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat; (v) sebuah tindakan dilakukan atau sebuah kelalaian atau sebuah kejadian telah terjadi yang menyebabkan Indonesia tidak berhak menerima bantuan ekonomi Amerika Serikat berdasarkan Bagian I dari UU Bantuan Luar Negeri 1961, sebagaimana diamandemen (22 U.S.C et seq.), lewat alasan penerapan peraturan dari undang-undang itu atau peraturan hukum lainnya; (vi) Pemerintah terlibat dalam pola tindakan yang tidak konsisten dengan kriteria yang dipakai untuk menentukan terpilihnya Indonesia untuk menerima bantuan berdasarkan UU MCA; dan 11

15 (vii) Pemerintah atau orang atau entitas lain yang menerima Pendanaan MCC atau mempergunakan Aset Program ternyata telah dikenakan hukuman karena pelanggaran narkoba atau terlibat dalam perdagangan narkoba. Bagian 5.2 Konsekuensi Pengakhiran, Penghentian atau Kadaluwarsa. (a) Saat penghentian atau pengakhiran, secara keseluruhan atau sebagian, dari Perjanjian ini atau Pendanaan MCC, atau saat kadaluwarsanya Perjanjian ini, peraturan dari Bagian 4.2 dari Persetujuan Pelaksanaan Program akan mengatur perlakuan Pendanaan MCC, Pembayaran terkait dan Aset Program pasca-penghentian, pasca-pengakhiran atau pascakadaluwarsa. Setiap bagian dari Perjanjian ini, Pendanaan MCC, Persetujuan Pelaksanaan Program atau setiap Perjanjian Pelengkap lain yang tidak dihentikan atau diakhiri akan tetap berlaku dengan kekuatan dan efek penuh. (b) MCC bisa memberlakukan kembali Pendanaan MCC yang dihentikan atau diakhiri berdasarkan Perjanjian ini kalau MCC menetapkan bahwa Pemerintah atau orang atau entitas lain yang relevan telah mengkoreksi setiap kondisi penyebab penghentian dan pengakhiran Pendanaan MCC itu. Bagian 5.3 Penggantian Uang; Pelanggaran. (a) Kalau Pendanaan MCC, bunga dan pendapatan darinya, atau Aset Program dipakai untuk maksud yang melanggar syarat-syarat Perjanjian ini, maka MCC akan mewajibkan Pemerintah membayar kembali MCC dalam Dolar Amerika Serikat nilai dari Pendanaan MCC yang disalah gunakan itu, bunga, pendapatan, atau aset, ditambah bunga dalam waktu tigapuluh (30) hari setelah Pemerintah menerima permintaan MCC bagi penggantian uang itu. Pemerintah tidak akan mempergunakan Pendanaan MCC, penerimaan dari padanya atau Aset Program untuk pembayaran tersebut. (b) Meskipun ada peraturan lain dalam Perjanjian ini atau perjanjian lain yang bertentangan, hak MCC berdasarkan Bagian 5.3(a) untuk memperoleh sebuah pengembalian dana akan terus berlaku selama Kurun Waktu Perjanjian dan untuk sebuah periode (i) lima (5) tahun sesudahnya atau (ii) satu (1) tahun setelah MCC menerima pengetahuan sebenarnya tentang pelanggaran seperti itu, berdasarkan mana yang lebih belakangan. Bagian 5.4 Kelangsungan. Tanggung jawab pemerintah berdasarkan Bagian 2.7, 3.7, 3.8, 5.2, 5.3, dan 6.4 akan tetap berlangsung setelah kadaluwarsa, penghentian atau pengakhiran dari Perjanjian ini. PASAL 6. LAMPIRAN PERJANJIAN; AMANDEMEN; HUKUM YANG MENGATUR Bagian 6.1 Lampiran. Setiap lampiran dari Perjanjian ini merupakan sebuah bagian integral, dan acuan ke Lampiran berarti sebuah lampiran ke Perjanjian ini kecuali kalau dinyatakan lain. Bagian 6.2 Amandemen. (a) Para Pihak bisa melakukan amandemen terhadap Perjanjian ini hanya lewat persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh Wakil-Wakil Utama (atau pejabat pemerintah lain 12

16 yang secara resmi ditunjuk oleh Wakil Utama, asalkan pemberitahuan sebelumnya diberikan kepada Pihak lainnya). (b) Meskipun ada Bagian 6.2(a), Para Pihak bisa sepakat secara tertulis, ditandatangani oleh Wakil Utama (atau pejabat pemerintah lain yang ditunjuk oleh Wakil Utama, asalkan pemberitahuan sebelumnya diberikan kepada Pihak lainnya) atau Wakil Tambahan lain, untuk melakukan modifikasi terhadap Lampiran guna: (i) menghentikan, mengakhiri atau memodifikasi Proyek atau Kegiatan, atau menciptakan sebuah proyek baru; (ii) mengubah alokasi dana sebagaimana diuraikan dalam Lampiran II mulai tanggalnya (termasuk alokasi dana ke sebuah proyek baru); (iii) memodifikasi Kerangka Pelaksanaan yang diuraikan dalam Lampiran I; atau (iv) menambah, menghapus atau membebaskan kondisi sebelumnya sebagaimana diuraikan dalam Lampiran IV; asalkan, dalam setiap kasus, modifikasi seperti itu: (1) konsisten dari semua segi materi dengan Tujuan Proyek; (2) tidak menyebabkan jumlah dana dari Pendanaan Program melampaui nilai keseluruhan sebagaimana diperinci dalam Bagian 2.1 (sebagaimana bisa dimodifikasi oleh operasi dari Bagian 2.2(e)); (3) tidak menyebabkan jumlah dari Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian melampaui jumlah keseluruhan sebagaimana diperinci dalam Bagian 2.2(a); (4) tidak mengurangi tanggung jawab atau sumbangan sumber daya Pemerintah yang disyaratkan berdasarkan Bagian 2.6; dan (5) tidak memperpanjang Kurun Waktu Perjanjian. Bagian 6.3 Ketidak Konsistenan. Kalau terjadi konflik atau ketidak konsistenan antara: (a) Lampiran dan Pasal - Pasal 1 sampai 7, pasal-pasal 1 sampai 7, sebagaimana berlakunya, yang akan berlaku; atau (b) Perjanjian ini dan perjanjian lainnya diantara Para Pihak sehubungan Program maka Perjanjian ini yang akan berlaku. Bagian 6.4 Hukum Yang Mengatur. Perjanjian ini merupakan sebuah persetujuan internasional dan oleh karena itu akan diatur oleh prinsip-prinsip hukum internasional. Bagian 6.5 Instrumen Tambahan. Setiap acuan ke kegiatan, kewajiban atau hak yang dilakukan atau eksis berdasarkan atau dalam rangka memajukan Perjanjian ini atau bahasa yang mirip wajib mengikut sertakan kegiatan, kewajiban dan hak yang dilakukan oleh, atau eksis berdasarkan atau dalam rangka memajukan perjanjian, dokumen atau instrumen terkait dengan Pejanjian dan Program ini. Bagian 6.6 Acuan ke Situs MCC. Setiap acuan dalam Perjanjian ini, PIA atau perjanjian lain yang diberlakukan dalam kaitannya dengan Perjanjian ini, ke sebuah dokumen atau informasi yang tersedia di, atau diberitahu lewat posting pada Situs MCC akan dianggap sebagai acuan ke dokumen atau informasi seperti itu sebagaimana diperbaharui atau digantikan dalam Situs MCC dari waktu ke waktu. Bagian 6.7 Acuan ke Hukum, Peraturan, Kebijakan dan Pedoman. Setiap acuan dalam Perjanjian ini, PIA atau persetujuan lain yang diberlakukan dalam hubungannya dengan Perjanjian ini, ke sebuah hukum, peraturan, kebijakan, pedoman atau dokumen mirip akan dianggap sebagai sebuah acuan ke hukum, peraturan, kebijakan tersebut atau dokumen yang mirip sebagaimana dari waktu ke waktu bisa diamandemen, diubah, digantikan atau diperpanjang dan harus mengikut sertakan hukum, peraturan, kebijakan, pedoman atau dokumen 13

17 yang mirip yang diterbitkan berdasarkan atau berlaku atau terkait ke hukum, peraturan, kebijakan, pedoman demikian atau dokumen yang serupa. Bagian 6.8 Status MCC. MCC adalah sebuah perusahaan pemerintah Amerika Serikat yang bertindak mewakili Pemerintah Amerika Serikat dalam melaksanakan Perjanjian ini. MCC dan Pemerintah Amerika Serikat tidak bertanggung jawab atas klaim atau kerugian yang diakibatkan kegiatan atau kelalaian berdasarkan Perjanjian ini. Pemerintah membebaskan setiap dan semua klaim terhadap MCC atau Pemerintah Amerika Serikat atau setiap pejabat atau karyawan atau mantan pejabat atau mantan karyawan MCC atau Pemerintah Amerika Serikat atas semua kerugian, kerusakan, cedera atau kematian akibat kegiatan atau kelalaian berdasarkan Perjanjian ini, dan setuju bahwa tidak akan mengajukan klaim atau penuntutan hukum dari jenis apa saja terhadap salah satu entitas atau orang diatas atas kerugian, kerusakan, cedera atau kematian. Pemerintah setuju bahwa MCC dan Pemerintah Amerika Serikat atau setiap pejabat atau karyawan atau mantan pejabat atau mantan karyawan MCC atau Pemerintah Amerika Serikat akan kebal dari jurisdiksi semua pengadilan Indonesia atas klaim atau kerugian yang timbul akibat kegiatan atau kelalaian berdasarkan Perjanjian ini. Bagian 6.9 Konsultasi. Setiap Pihak bisa, kapan saja, minta konsultasi sehubungan dengan interpretasi atau pelaksanaan Perjanjian ini. Konsultasi seperti itu akan dimulai pada tanggal yang sedini mungkin. PASAL 7. PEMBERLAKUAN Bagian 7.1 Persyaratan Domestik. Sebelum Perjanjian ini diberlakukan, Pemerintah akan melangkah maju secara tepat waktu untuk menyelesaikan semua persyaratan domestik yang perlu untuk Perjanjian dan PIA ini guna diberlakukan sebagai sebuah perjanjian internasional. Bagian 7.2 diberlakukan: (a) (b) Persyaratan-Persyaratan Sebelum Pemberlakuan. Sebelum Perjanjian ini PIA wajib ditandatangani oleh para pihak; Pemerintah wajib menyerahkan kepada MCC: (i) sebuah surat yang ditandatangani dan diberi tanggal oleh Wakil Utama dari Pemerintah, atau wakil berwenang seperti itu dari Pemerintah yang disetujui MCC, yang mengkonfirmasikan bahwa Pemerintah telah menyelesaikan persyaratan domestik yang perlu bagi pemberlakuan Perjanjian ini dan bahwa kondisi-kondisi lainnya sebelum pemberlakuan dalam Bagian 7.2 telah dipenuhi; (ii) sebuah opini hukum yang ditandatangani oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (atau wakil legal lain dari Pemerintah yang disetujui MCC), dalam bentuk dan isi memuaskan untuk MCC; dan (iii) lengkap, kopi yang disertifikasi dari semua dekrit, undang-undang, regulasi atau dokumen pemerintah lainnya terkait dengan persyaratan domestic Pemerintah yang perlu bagi Perjanjian ini untuk diberlakukan dan memuaskan Bagian 7.1, yang bisa diposting MCC di situsnya atau disebar luaskan kepada publik; 14

18 (c) MCC tidak akan memutuskan bahwa setelah penandatanganan Perjanjian ini, Pemerintah terlibat dalam sebuah pola tindakan yang tidak konsisten dengan kriteria kelayakan untuk Pendanaan MCC; (d) Lampiran III akan dimodifikasi oleh Para Pihak untuk mencerminkan Indikator dan Sasaran akhir (sebagaimana didefinisikan dalam Lampiran III) untuk setiap Proyek; dan (e) Pemerintah akan menjamin salah satu dari berikut ini: (i) bahwa PSF (sebagaimana didefinisikan dalam Jadwal 2 pada Lampiran I) diperpanjang sampai akhir dari Kurun Waktu Perjanjian; atau (ii) Pemerintah menyediakan sebuah struktur pelaksanaan alternatif kepada MCC, bersama dengan sebuah jadwal bagi transisi dari manajemen Proyek Gizi Berbasis Masyarakat. Bagian 7.3 Tanggal Pemberlakuan. Perjanjian ini akan diberlakukan pada tanggal surat dari MCC kepada Pemerintah dalam sebuah pertukaran surat yang mengkonfirmasi bahwa MCC telah menyelesaikan persyaratan domestiknya untuk pembelakuan dari Perjanjian ini dan bahwa kondisi-kondisi sebelum permberlakuan seperti dalam Bagian 7.2 telah dipenuhi. Bagian 7.4 Kurun Waktu Perjanjian. Perjanjian ini akan diberlakukan selama lima (5) tahun setelah pemberlakuannya, kecuali kalau diakhiri sebelumnya berdasarkan Bagian 5.1 ( Kurun Waktu Perjanjian ). Bagian 7.5 Penerapan Sementara. Setelah Perjanjian ini ditandatangani dan sampai Perjanjian ini diberlakukan sesuai dengan Bagian 7.3, Para Pihak untuk sementara wajib memberlakukan persyaratan Perjanjian ini; asalkan, tak ada Pendanaan MCC, selain Pendanaan Pelaksanaan Perjanjian, dibuat tersedia atau disalurkan sebelum Perjanjian ini mulai berlaku. HALAMAN TANDA TANGAN PADA HALAMAN BERIKUT 15

19 SEBAGAI BUKTI, yang bertandatangan di bawah ini, dengan diberikan kuasa oleh pemerintah masing-masing, telah menandatangani Perjanjian ini. saja. Dilaksanakan di Bali, Indonesia, pada hari ini 19 November 2011, dalam Bahasa Inggris UNTUK REPUBLIK INDONESIA UNTUK AMERIKA SERIKAT / s / / s / Nama: Agus D.W. Martowardojo Jabatan: Menteri Keuangan Nama: Jabatan: Hillary Rodham Clinton Menteri Luar Negeri dan Ketua, Dewan Direktur, Millenium Challenge Corporation. HALAMAN TANDA TANGAN PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT YANG DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION

20 LAMPIRAN I URAIAN PROGRAM Lampiran I ini menguraikan Program yang akan didukung oleh Pendanaan MCC di Indonesia selama Kurun Waktu Perjanjian. A. TINJAUAN PROGRAM 1. Latar Belakang dan Proses Konsultatif. (a) Latar Belakang. Indonesia dipilih oleh Dewan Direktur MCC telah memenuhi syarat bagi sebuah compact atau perjanjian pada Desember MCC sadar bahwa meskipun terdapat sebuah lapangan yang sudah padat dengan mitra-mitra pembangunan yang lain, model bisnis MCC menawarkan pada Pemerintah peluang-peluang baru dalam mendekati masalah pembangunan yang laten dengan mempergunakan pendekatan baru. Pemerintah lewat Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( BAPPENAS ), menunjuk seorang koordinator program nasional pada Juni Temuan dari sebuah analisa kendala sementara yang didanai Bank Pembangunan Asia, Organisasi Buruh Internasional dan Bank Pembangunan Islam tersedia pada November 2009, dan laporan akhir diterbitkan pada Agustus Pada pertengahan September 2009, BAPPENAS menerbitkan dua dekrit menteri yang membentuk Tim Pengarah atau Steering Committee ( SC ), terdiri dari pejabat tinggi Indonesia dan anggota masyarakat madani, akademisi dan sektor swasta yang akan mengkoordinir proses pengembangan perjanjian MCC, didukung oleh dua tim koordinasi lainnya. BAPPENAS kemudian merekrut tim keempat, Tim Ahli, untuk melakukan pekerjaan yang menurut MCC mirip dengan tim inti di negara-negara lain, membimbing dan membantu dengan pengembangan makalah konseptual dan due diligence. SC, dengan dukungan Tim Ahli, menghasilkan sebuah dokumen mendasar yang menguraikan bidang-bidang prioritas untuk investasi MCC. (b) Proses Konsultatif. Untuk menyusun proposal konsep proyek awal, BAPPENAS terlibat dalam sebuah proses konsultatif yang partisipatif, dan menyelenggarakan konsultasi di beberapa kawasan di seluruh Indonesia dan menimbulkan pujian dalam masyarakat donor di Indonesia. SC memimpin sebuah proses mengumpulkan dan kemudian memilih dari hampir 400 makalah konsep serta BAPPENAS secara resmi menyerahkan 13 makalah konsep kepada MCC pada Juni Uraian dari Program dan Penerima Manfaat. (a) Uraian. Program terdiri dari tiga Proyek: Kesehatan Berbasis Masyarakat dan Gizi untuk Mengurangi Pengerdilan, Kemakmuran Hijau dan Modernisasi Pembelian. Proyek-proyek ini menanggapi kendala-kendala pertumbuhan ekonomi dan ditekankan sebagai prioritas dalam strategi pembangunan nasional dari Pemerintah.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.437, 2012 KEMENTERIAN NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL. Pembentukan. Lembaga. Wali Amanat. PERATURAN MENTERI NEGARA

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTIKORUPSI

KEBIJAKAN ANTIKORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Maret 2017 Freeport-McMoRan Inc. PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Antikorupsi ini ("Kebijakan") adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan Inc ("FCX")

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.746, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Hibah. Millenium Challenge Corporation. Pengelolaan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 124/PMK.05/2012 TENTANG MEKANISME

Lebih terperinci

Kerangka Acuan. Kegiatan Profesionalisasi Pengadaan. Mentor ULP untuk Manajemen Sumber Daya Manusia

Kerangka Acuan. Kegiatan Profesionalisasi Pengadaan. Mentor ULP untuk Manajemen Sumber Daya Manusia Kerangka Acuan Kegiatan Profesionalisasi Pengadaan Mentor ULP untuk Manajemen Sumber Daya Manusia Pengantar Amerika Serikat yang bertindak melalui Millennium Challenge Corporation ("MCC") dan Pemerintah

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

Infografis Kemakmuran Hijau v5.2 PRINT.pdf PROYEK KEMAKMURAN HIJAU

Infografis Kemakmuran Hijau v5.2 PRINT.pdf PROYEK KEMAKMURAN HIJAU 1 PROYEK KEMAKMURAN HIJAU 2 3 PROYEK KEMAKMURAN HIJAU Proyek Kemakmuran Hijau atau Green Prosperity Project adalah sebuah proyek yang dinaungi Compact Indonesia dengan Millenium Challenge Corporation (MCC)

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN

UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN SA Seksi 317 UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN Sumber: PSA No. 31 PENDAHULUAN 01 Seksi mengatur sifat dan lingkup pertimbangan yang harus dilakukan oleh auditor independen dalam melaksanakan

Lebih terperinci

2 Mengingat d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu mengatur kerjasama Pemerintah dan badan u

2 Mengingat d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu mengatur kerjasama Pemerintah dan badan u No.62, 2015 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA EKONOMI. Kerja Sama. Infrastruktur. Badan Usaha. Pencabutan. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PASAL I Nama dan Lokasi. PASAL II Tujuan

PASAL I Nama dan Lokasi. PASAL II Tujuan ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN SERTIFIKASI KONSULTAN LAKTASI INTERNASIONAL (INTERNATIONAL BOARD OF LACTATION CONSULTANT EXAMINERS) Disetujui 15 September 2017 Nama Perusahaan ini adalah: PASAL I Nama dan

Lebih terperinci

2017, No Indonesia Nomor 3608); 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20

2017, No Indonesia Nomor 3608); 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.36, 2017 KEUANGAN OJK. Investasi Kolektif. Multi Aset. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6024) PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA REVISI-II PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI KEGIATAN PENGELOLAAN HIBAH MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014

KERANGKA ACUAN KERJA REVISI-II PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI KEGIATAN PENGELOLAAN HIBAH MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014 KERANGKA ACUAN KERJA REVISI-II PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI KEGIATAN PENGELOLAAN HIBAH MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014 REPUBLIK INDONESIA SATUAN KERJA PENGELOLA HIBAH BADAN PERENCANAAN

Lebih terperinci

Kode Etik Bisnis Pemasok Smiths

Kode Etik Bisnis Pemasok Smiths Kode Smiths Pengantar dari Philip Bowman, Kepala Eksekutif Sebagai sebuah perusahaan global, Smiths Group berinteraksi dengan pelanggan, pemegang saham, dan pemasok di seluruh dunia. Para pemangku kepentingan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2016 TANGGAL 1 JULI 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2016 TANGGAL 1 JULI 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2016 TANGGAL 1 JULI 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional Negara Kesatuan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional Negara Kesatuan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa paten merupakan Kekayaan Intelektual yang diberikan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

Prasyarat Penerima Hibah

Prasyarat Penerima Hibah Prasyarat Penerima Hibah Prinsip - Prinsip Grants Program Manager ( Pengelola Program Hibah ) atas nama MCA-Indonesia akan menilai dan menyaring semua Kertas Konsep dan / atau Proposal yang masuk dengan

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK.06/2013 TENTANG

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK.06/2013 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK.06/2013 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN ASET PADA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1311, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Biaya Konstruksi. Proyek Kerja Sama. Infrastruktur. Dukungan Kelayakan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 223/PMK.011/2012

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik

Lebih terperinci

Hibah Pengetahuan Hijau

Hibah Pengetahuan Hijau RINGKASAN INFORMASI Hibah Pengetahuan Hijau PROYEK KEMAKMURAN HIJAU COMPACT INDONESIA Versi 01-23 Desember 2014 Dokumen ini diproduksi atas dukungan rakyat Amerika Serikat melalui Millennium Challenge

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

Lebih terperinci

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH. Sumber: PSA No.

SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH. Sumber: PSA No. SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH Sumber: PSA No. 62 PENDAHULUAN KETERTERAPAN 01 Seksi ini berisi standar untuk pengujian

Lebih terperinci

SALINAN TENTANG. Nomor. Dan Pelabuhan Bebas. Batam; Mengingat. Pemerintah

SALINAN TENTANG. Nomor. Dan Pelabuhan Bebas. Batam; Mengingat. Pemerintah MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4/PMK.06/2013 TENTANG TATA CARAA PENGELOLAAN ASET PADAA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGANN BEBAS DAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.131, 2016 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA EKONOMI. Pajak. Pengampunan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5899) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016

Lebih terperinci

Naskah Terjemahan Lampiran Umum International Convention on Simplification and Harmonization of Customs Procedures (Revised Kyoto Convention)

Naskah Terjemahan Lampiran Umum International Convention on Simplification and Harmonization of Customs Procedures (Revised Kyoto Convention) Naskah Terjemahan Lampiran Umum International Convention on Simplification and Harmonization of Customs Procedures (Revised Kyoto Convention) BAB 1 PRINSIP UMUM 1.1. Standar Definisi, Standar, dan Standar

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

1 of 9 21/12/ :39

1 of 9 21/12/ :39 1 of 9 21/12/2015 12:39 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 223/PMK.011/2012 TENTANG PEMBERIAN DUKUNGAN KELAYAKAN ATAS SEBAGIAN BIAYA KONSTRUKSI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa paten merupakan kekayaan intelektual yang diberikan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PERATURAN MEDIASI KLRCA SKEMA UU MEDIASI 2012 PANDUAN PERATURAN MEDIASI KLRCA. Peraturan Mediasi KLRCA. Bagian I. Bagian II.

DAFTAR ISI PERATURAN MEDIASI KLRCA SKEMA UU MEDIASI 2012 PANDUAN PERATURAN MEDIASI KLRCA. Peraturan Mediasi KLRCA. Bagian I. Bagian II. DAFTAR ISI Peraturan Mediasi KLRCA Bagian I PERATURAN MEDIASI KLRCA Bagian II SKEMA Bagian III UU MEDIASI 2012 Bagian IV PANDUAN PERATURAN MEDIASI KLRCA 2 Pusat untuk Arbitrase Regional Kuala Lumpur Bagian

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA

PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA Negara-Negara Pihak pada Protokol ini, Didorong oleh dukungan penuh terhadap Konvensi tentang Hak-Hak Anak, yang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa paten merupakan kekayaan intelektual yang diberikan

Lebih terperinci

Kode etik bisnis Direvisi Februari 2017

Kode etik bisnis Direvisi Februari 2017 Kode etik bisnis Direvisi Februari 2017 Kode etik bisnis Kode etik bisnis ini berlaku pada semua bisnis dan karyawan Smiths Group di seluruh dunia. Kepatuhan kepada Kode ini membantu menjaga dan meningkatkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA. (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA. (Versi Ringkas) LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua

Lebih terperinci

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Desember 2012 Freeport-McMoRan Copper & Gold PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Anti-Korupsi ( Kebijakan ) ini adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan

Lebih terperinci

Kinerja Lingkungan dan Sosial (ESP)

Kinerja Lingkungan dan Sosial (ESP) Millennium Challenge Account - Indonesia Kinerja Lingkungan dan Sosial (ESP) Mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi www.mca-indonesia.go.id Kinerja Lingkungan dan Sosial MCA-I (ESP) Pemerintah

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 8 TAHUN 2009 SERI : E NOMOR : 2

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 8 TAHUN 2009 SERI : E NOMOR : 2 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 8 TAHUN 2009 SERI : E NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 174/PMK.08/2016 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERIAN JAMINAN KEPADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR DALAM RANGKA PENUGASAN PENYEDIAAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.13, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Pengelolaan dan Pertanggungjawaban. Fasilitas Dana. Geothermal. Tata Cara. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03/PMK.011/2012

Lebih terperinci

-1- RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

-1- RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA -1- DRAFT RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional

Lebih terperinci

Kode Etik. .1 "Yang Harus Dilakukan"

Kode Etik. .1 Yang Harus Dilakukan Kode Etik Kode Etik Dokumen ini berisi "Kode Etik" yang harus dipatuhi oleh para Direktur, Auditor, Manajer, karyawan Pirelli Group, serta secara umum siapa saja yang bekerja di Italia dan di luar negeri

Lebih terperinci

2015, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam

2015, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam No. 2024,2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Pemberian. Jaminan. Percepatan. Jalan Tol Sumatera. Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 253/ PMK.08/2015 TENTANG TATA

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK Tbk. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal

Lebih terperinci

Oleh : Arief Setyadi. Persyaratan Gender dalam Program Compact

Oleh : Arief Setyadi. Persyaratan Gender dalam Program Compact Oleh : Arief Setyadi Persyaratan Gender dalam Program Compact Perempuan Bekerja Menyiangi Sawah (Foto: Aji) Program Compact memiliki 5 persyaratan pokok, yakni: 1. Analisis ERR di atas 10%, 2. Analisis

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa paten merupakan hak kekayaan intelektual yang

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 43 /POJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN PERILAKU MANAJER INVESTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR. TAHUN 2016 TENTANG KERJA SAMA DAN INOVASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR. TAHUN 2016 TENTANG KERJA SAMA DAN INOVASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR. TAHUN 2016 TENTANG KERJA SAMA DAN INOVASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : bahwa untuk

Lebih terperinci

Freeport-McMoRan Kode Perilaku Pemasok. Tanggal efektif - Juni 2014 Tanggal terjemahan - Agustus 2014

Freeport-McMoRan Kode Perilaku Pemasok. Tanggal efektif - Juni 2014 Tanggal terjemahan - Agustus 2014 Freeport-McMoRan Kode Perilaku Pemasok Tanggal efektif - Juni 2014 Tanggal terjemahan - Agustus 2014 Daftar Isi Daftar Isi... 2 Kode Perilaku Pemasok... 3 Pendahuluan... 3 Hak Asasi Manusia dan Tenaga

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI SEKRETARIAT PENGELOLA HIBAH MILLENNIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014

KERANGKA ACUAN KERJA PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI SEKRETARIAT PENGELOLA HIBAH MILLENNIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014 KERANGKA ACUAN KERJA PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI SEKRETARIAT PENGELOLA HIBAH MILLENNIUM CHALLENGE CORPORATION (MCC) TAHUN ANGGARAN 2014 REPUBLIK INDONESIA SATUAN KERJA PENGELOLA HIBAH BADAN PERENCANAAN

Lebih terperinci

Etika dan integritas. Kepatuhan: Pedoman bagi pihak ketiga

Etika dan integritas. Kepatuhan: Pedoman bagi pihak ketiga Etika dan integritas Kepatuhan: Pedoman bagi pihak ketiga i Pihak ketiga berarti orang atau perusahaan yang memasok barang atau jasa kepada Syngenta atau atas nama kami. ii pejabat publik dapat mencakup,

Lebih terperinci

PROSEDUR STANDAR NO. PROSEDUR: REVISI: 02 HALAMAN: 1 dari 10 PROSEDUR ANTI-KORUPSI DAN ANTI-SUAP GLOBAL KENNAMETAL INC.

PROSEDUR STANDAR NO. PROSEDUR: REVISI: 02 HALAMAN: 1 dari 10 PROSEDUR ANTI-KORUPSI DAN ANTI-SUAP GLOBAL KENNAMETAL INC. REVISI: 02 HALAMAN: 1 dari 10 Pemberitahuan: Informasi yang tertera dalam prosedur ini merupakan properti Kennametal Inc. dan/atau anak perusahaan Kennametal Inc. dan dapat memuat informasi kepemilikan

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN ' REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 4/PMK.06/2013 TENTANG

MENTERI KEUANGAN ' REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 4/PMK.06/2013 TENTANG ' SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 4/PMK.06/2013 ' TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN ASET PADA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI MAMASA NOMOR: 2 TAHUN 2013

PERATURAN BUPATI MAMASA NOMOR: 2 TAHUN 2013 BUPATI MAMASA PERATURAN BUPATI MAMASA NOMOR: 2 TAHUN 2013 TENTANG FASILITAS PEMBEBASAN PAJAK DAERAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN KEGIATAN YANG DlBIAYAI DARI HIBAH MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan fungsi dan tujuan

Lebih terperinci

15A. Catatan Sementara NASKAH KONVENSI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional

15A. Catatan Sementara NASKAH KONVENSI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional Konferensi Perburuhan Internasional Catatan Sementara 15A Sesi Ke-100, Jenewa, 2011 NASKAH KONVENSI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA 15A/ 1 NASKAH KONVENSI TENTANG PEKERJAAN YANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MEMUTUSKAN :

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MEMUTUSKAN : PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN. Kebijakan Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN. Kebijakan Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN 1 Kebijakan Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah Rp LATAR BELAKANG PINJAMAN DAERAH Kebutuhan pendanaan infrastruktur sangat

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : a. bahwa pembangunan nasional

Lebih terperinci

Ketentuan Dukungan HP Care Pack

Ketentuan Dukungan HP Care Pack Syarat dan Ketentuan Ketentuan Dukungan HP Care Pack PT Hewlett-Packard Indonesia Jika Anda adalah konsumen (yaitu individu yang membeli layanan ini terutama untuk penggunaan non-profesional) klik di sini

Lebih terperinci

PERBEDAAN ANTARA AUDITING DAN AKUNTANSI

PERBEDAAN ANTARA AUDITING DAN AKUNTANSI BAB XI. AUDITING AUDITING ; pengumpulan serta pengevaluasian bukti-bukti atas informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Lebih terperinci

PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam )

PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) DAFTAR ISI I. DASAR HUKUM II. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG III. ATURAN BISNIS IV. JAM KERJA V. RAPAT VI. LAPORAN DAN TANGGUNG JAWAB VII.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2008 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2008 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Per 17 Desember 2008 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2008 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

UU No. 8/1995 : Pasar Modal

UU No. 8/1995 : Pasar Modal UU No. 8/1995 : Pasar Modal BAB1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1 Afiliasi adalah: hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat a. kedua, baik

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 19 /POJK.04/2016 TENTANG PEDOMAN BAGI MANAJER INVESTASI DAN BANK KUSTODIAN YANG MELAKUKAN PENGELOLAAN DANA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/22/PBI/2014 TENTANG PELAPORAN KEGIATAN LALU LINTAS DEVISA DAN PELAPORAN KEGIATAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

Lebih terperinci

KODE ETIK GLOBAL PERFORMANCE OPTICS

KODE ETIK GLOBAL PERFORMANCE OPTICS KODE ETIK GLOBAL PERFORMANCE OPTICS Kode Etik Global Performance Optics adalah rangkuman harapan kami terkait dengan perilaku di tempat kerja. Kode Etik Global ini mencakup beragam jenis praktik bisnis;

Lebih terperinci

PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT

PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT Formulir Nomor IV.PRO.11 PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT Pada hari ini, tanggal.. bulan tahun., bertempat di Kantor Pusat atau

Lebih terperinci

Pedoman untuk Persiapan Pengajuan Proposal Program Pencegahan HIV dan Pengobatan Ketergantungan Napza Terpadu

Pedoman untuk Persiapan Pengajuan Proposal Program Pencegahan HIV dan Pengobatan Ketergantungan Napza Terpadu Lampiran 1 Pedoman untuk Persiapan Pengajuan Proposal Program Pencegahan HIV dan Pengobatan Ketergantungan Napza Terpadu 1. PENDAHULUAN 1.1. Pertimbangan Umum Penggunaan dan ketergantungan napza adalah

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG JARING PENGAMAN SISTEM KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG JARING PENGAMAN SISTEM KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG JARING PENGAMAN SISTEM KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk kepentingan negara

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2008 TENTANG PENGESAHAN MEMORANDUM OF UNDERSTANDING ON THE ASEAN POWER GRID (MEMORANDUM SALING PENGERTIAN MENGENAI JARINGAN TRANSMISI TENAGA LISTRIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN Ditetapkan tanggal 17 Juli 2007 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN Ditetapkan tanggal 17 Juli 2007 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN LAMPIRAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 Ditetapkan tanggal 17 Juli 2007 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. Bahwa dalam rangka untuk

Lebih terperinci

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN 1 (satu) bulan ~ paling lama Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang Industri sebagaimana

Lebih terperinci

K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011

K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011 K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011 2 K-189: Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011 K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi

Lebih terperinci

Memahami Ketentuan Standar bagi Organisasi Nonpemerintah di luar AS. James Banihashemi, Esq. National Academy of Sciences

Memahami Ketentuan Standar bagi Organisasi Nonpemerintah di luar AS. James Banihashemi, Esq. National Academy of Sciences Memahami Ketentuan Standar bagi Organisasi Nonpemerintah di luar AS James Banihashemi, Esq. National Academy of Sciences Memahami Bantuan versus Perolehan Bantuan Perolehan Apa tujuannya Untuk memberi

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-552/BL/2010 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.161, 2010 KEUANGAN NEGARA. Pajak Penghasilan. Penghitungan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5183) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK

Lebih terperinci

STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM*

STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM* STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM* Institut Internasional untuk Demokrasi dan Perbantuan Pemilihan Umum didirikan sebagai organisasi internasional antar pemerintah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KRISIS SISTEM KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KRISIS SISTEM KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KRISIS SISTEM KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144/PMK.011/2012 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144/PMK.011/2012 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144/PMK.011/2012 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS PAJAK PENGHASILAN UNTUK PENANAMAN MODAL DI BIDANG-BIDANG USAHA

Lebih terperinci

Perjanjian Layanan Cloud

Perjanjian Layanan Cloud Perjanjian Layanan Cloud Perjanjian Layanan Cloud (Cloud Services Agreement CSA ) ini serta Lampiran dan Dokumen Transaksi (Transaction Documents TD ) yang berlaku merupakan perjanjian lengkap terkait

Lebih terperinci

Pemantauan & Evaluasi

Pemantauan & Evaluasi Millennium Challenge Account - Indonesia Pemantauan & Evaluasi Buku Saku Mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi www.mca-indonesia.go.id Daftar Isi Proyek 1 Pemantauan & Evaluasi 2 Pemantauan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional bertujuan

Lebih terperinci

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa SA Se k si 3 3 4 PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Sumber: PSA No. 34 PEN DAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang prosedur yang harus dipertimbangkan

Lebih terperinci

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENILAI YANG MELAKUKAN KEGIATAN DI PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENILAI YANG MELAKUKAN KEGIATAN DI PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2017 TENTANG PENILAI YANG MELAKUKAN KEGIATAN DI PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER

Lebih terperinci

Kode Etik Pemasok. Pendahuluan

Kode Etik Pemasok. Pendahuluan KODE ETIK PEMASOK Kode Etik Pemasok Pendahuluan Sebagai peritel busana internasional yang terkemuka dan berkembang, Primark berkomitmen untuk membeli produk berkualitas tinggi dari berbagai negara dengan

Lebih terperinci

2017, No Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara

2017, No Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1035, 2017 OMBUDSMAN. Laporan. Penerimaan, Pemeriksaan, dan Penyelesaian. Pencabutan. PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENERIMAAN,

Lebih terperinci

Kode Etik. .1 "Yang Harus Dilakukan"

Kode Etik. .1 Yang Harus Dilakukan Kode Etik Kode Etik Dokumen ini berisi "Kode Etik" yang harus dipatuhi oleh para Direktur, Auditor, Manajer, karyawan Pirelli Group, serta secara umum siapa saja yang bekerja di Italia dan di luar negeri

Lebih terperinci

Standar Audit SA 402. Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

Standar Audit SA 402. Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa SA 0 Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa SA Paket 00.indb //0 0::0 AM STANDAR AUDIT 0 PERTIMBANGAN AUDIT TERKAIT DENGAN ENTITAS YANG MENGGUNAKAN SUATU ORGANISASI

Lebih terperinci