RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA CATERING DI LEMHANNAS RI TAHUN ANGGARAN 2012

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA CATERING DI LEMHANNAS RI TAHUN ANGGARAN 2012"

Transkripsi

1 RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA CATERING DI LEMHANNAS RI TAHUN ANGGARAN 2012 NOMOR : RKS / 21 / XII / 2011/ CTR Tanggal 20 Desember 2011 BAB I SYARAT UMUM Pasal 1 DASAR HUKUM Tatacara Pekerjaan Pengadaan Jasa Catering Peserta PPRA XLVII Lemhannas RI TA ini dilaksanakan berdasarkan peraturan: 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No. 35 tahun Rencana Kerja dan Anggaran Lemhannas RI Tahun Pasal 2 PENGERTIAN 1. PENGADAAN BARANG/JASA Adalah kegiatan pengadaan barang/jasa yaitu Pengadaan Jasa Catering Peserta PPRA XLVII Lemhannas RI TA yang dibiayai dengan APBN Tahun Anggaran 2012 yang dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa. 2. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Adalah Pejabat yang ditunjuk oleh PA/KPA sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam lingkungan Lembaga Ketahanan Nasional RI. 3. PENYEDIA BARANG/JASA Adalah CV./Perseroan Terbatas (PT) yang memiliki bidang usaha : Makanan dan minuman /Catering/ Jasa Boga. 4. KUASA PENGGUNA ANGGARAN Adalah Pejabat yang ditunjuk oleh Pengguna Anggaran untuk menggunakan Anggaran Kementrian/ Lembaga. 5. PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA Adalah Panitia yang diangkat oleh Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran Lemhannas RI untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa Catering berdasarkan Surat Perintah Nomor : Sprin / 2843 / XII / 2011 tanggal 8 Desember SUMBER DANA Pengadaan Jasa Catering Peserta PPRA XLVII Lemhannas RI dibiayai oleh APBN TA

2 7. CALON PESERTA PELELANGAN Adalah Perseroan Terbatas (PT)/CV. yang mempunyai/memiliki Bidang Usaha : Makanan dan minuman / Jasa Boga/Catering dengan syarat telah memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan/usaha. b. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk menyediakan Barang/Jasa. c. Memperoleh paling kurang 1 (satu) pekerjaan sebagai Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir baik dilingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak; d. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf c, di kecualikan bagi Penyedia Barang/Jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. e. Memiliki sumber daya manusia, modal, peralatan dan fasilitas lain yang diperlukan dalam pengadaan barang/jasa; f. Memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil. g. Mempunyai kualifikasi sesuai dengan bidang/sub bidang pekerjaan yang akan dilaksanakan; h. Secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak; i. Sebagai wajib pajak sudah memiliki Nomor Pokok Pajak (NPWP) dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. j. Berpengalaman menyediakan jasa Catering baik di lingkungan Pemerintah/swasta termasuk pengalaman sub kontrak baik di lingkungan Pemerintah/swasta kecuali bagi penyedia barang/jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun; k. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, dan/atau Direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang menjalani sanksi pidana; l. Tidak masuk dalam Daftar Hitam; m. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos; n. Tunduk pada peraturan yang ditentukan oleh panitia pengadaan; 8. PEMENANG PELELANGAN : Adalah peserta lelang yang telah ditunjuk/ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagai pelaksana Pekerjaan Jasa Catering. Pasal 3 MAKSUD DAN TUJUAN Dokumen ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi penyedia barang/jasa dalam mengikuti Pelelangan Pekerjaan Pengadaan Jasa Catering dengan tujuan untuk mempermudah para peserta lelang dalam mempelajari dan mengajukan penawaran harga/biaya yang jelas dan lengkap serta sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasal 4 JADWAL PELELANGAN 1. Pendaftaran dan pengunduhan Dokumen dilaksanakan : Hari : Selasa s/d Kamis Tanggal : 27 Desember 2011 s.d 5 Januari 2012 Tempat : Ruang Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa Lemhannas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10, Jakarta Pusat 2. Penjelasan Pekerjaan dilaksanakan : Hari : Jum at Tanggal : 30 Desember 2011 Waktu : Pukul WIB s.d. selesai Tempat : Ruang Rapat Lemhannas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 2

3 3. Pemasukan Dokumen Penawaran dilaksanakan pada : Hari : Senin s/d Kamis Tanggal : 3 Januari s/d 6 Januari 2012 Waktu : Pukul WIB s.d WIB Tempat : Ruang Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa Lemhannas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 4. Pembukaan Dokumen Penawaran dilaksanakan pada : Hari : Kamis Tanggal : 6 Januari 2012 Waktu : Pukul WIB s.d. selesai Tempat : Ruang Rapat Lemhannas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 5. Paparan Riil/ Test Food dilaksanakan pada : Hari : Selasa Tanggal : 11 Januari 2012 Waktu : Pukul WIB s/d selesai Tempat : Gedung Dwi warna lantai 1 Lemhannas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat Pasal 5 RAPAT PENJELASAN (AANWIJZIING) 1. Yang diperkenankan hadir dalam mengikuti Rapat Penjelasan (Aanwijziing) adalah Direktur Perusahaan/Pimpinan Perusahaan/Penerima Kuasa dan Tenaga Ahli/Inti yang tercantum secara administrasi sebagai tenaga ahli perusahaan dalam rangka mengikuti pelelangan ini (maksimal 3 orang); 2. Hal-hal yang akan dijelaskan kepada peserta lelang pada Rapat Penjelasan (Aanwijziing) diantaranya adalah : a. Syarat Administrasi b. Syarat Teknis c. Cara penyampaian penawaran d. Acara pembukaan dokumen penawaran e. Ketentuan dan tatacara evaluasi f. Besaran, masa berlaku dan penjamin yang dapat mengeluarkan jaminan penawaran 3. Pada Rapat Penjelasan diberikan kesempatan kepada peserta lelang untuk mengajukan pertanyaanpertanyaan dengan cara di diajukan secara lisan atau tertulis dengan menyebutkan nama Perusahaan yang bersangkutan dan ditandatangani; 4. Setelah selesai Rapat Penjelasan dibuat Berita Acara Rapat Penjelasan yang ditandatangani oleh panitia/pejabat pengadaan dan wakil peserta yang hadir, minimal 2 (dua) orang wakil dari peserta lelang. 5. Berita Acara Rapat Penjelasan memuat segala keterangan dan perubahan yang dianggap perlu, serta risalah tanya jawab. Apabila terjadi perubahan atau tambahan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam dokumen pelelangan umum akan dituangkan dalam adendum. Berita Acara dan Adendum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pelelangan umum; 6. Ketidakhadiran peserta dalam rapat penjelasan dan kunjungan lapangan tidak menggugurkan keikutsertaan peserta; 7. Berita Acara Penjelasan Dokumen lelang akan disampaikan kepada seluruh peserta lelang, dapat diambil pada : Hari : Senin Tanggal : 3 Januari 2011 Pukul Tempat : WIB s.d WIB : Ruang Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/jasa Lemhannas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 3

4 Pasal 6 SYARAT-SYARAT PENAWARAN 1. Peserta Lelang wajib membuat Surat Penawaran dengan ketentuan: a. Surat penawaran ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen diketik di atas kertas kop perusahaan, diberi stempel/cap, dan ditandatangani oleh Direktur Perusahaan/Pemimpin Perusahaan yang tercantum dalam Akte Pendirian Perusahaan; b. Surat penawaran asli bermeterai Rp 6.000,- dan diberi tanggal, bulan dan tahun; c. Mencantumkan masa berlaku penawaran yang waktunya sama dengan jaminan penawaran. 2. Dokumen Penawaran di buat 2 (dua) rangkap, yaitu 1 (satu) asli bermeterai dan 1 (satu) copy/tindasan tak bermeterai dengan distempel asli perusahaan; 3. Pemasukan dokumen lelang menggunakan SISTEM 1 (SATU) SAMPUL terdiri dari : Surat Penawaran harga berikut dokumen pendukungnya berupa data adminstrasi dan teknis tersebut dimasukkan kedalam satu sampul dimana pada sampul luar hanya tercantum Dokumen Penawaran, jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, jam batas akhir pemasukan penawaran, tidak mencantumkan nama perusahaan dan ditujukan kepada alamat pengguna barang/jasa yang mengadakan pengadaan barang/jasa. Kepada Yth. Panitia Pengadaan Jasa Catering Lembaga Ketahanan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 1. Data Administrasi dan Teknis: Pasal 7 DOKUMEN DAN METODE PENYAMPAIAN PENAWARAN a. Persyaratan Administrasi : 1) Surat Penawaran Bermaterai Rp ,- 2) Rincian Anggaran Biaya. 3) Surat Jaminan Penawaran Asli 4) Formulir Isian Kualifikasi. 5) Surat Pernyataan Minat. 6) Pakta Integritas. 7) Fotocopy Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 8) Fotocopy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 9) Fotocopy Surat Ketetapan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan SPPKP. 10) Fotocopy Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 11) Fotocopy Surat Keterangan Domisili Perusahaan. 12) Foto copy KTP Pengurus perusahaan. 13) Foto copy bukti Pelunasan pajak 14) Surat Referensi Nomor Rekening Bank 15) Sertifikat Kompetensi dan kualifikasi Perusahaan 16) Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasa Boga dari instansi Terkait 17) Sertifikat Halal dari MUI 16) Surat Pernyataan tidak dalam daftar hitam. 17) Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen. 18) Surat Pernyataan Tunduk Peraturan Presiden No.54 th 2010 beserta perubahannya. 19) Surat Pernyataan Kesanggupan menyiapkan pakaian seragam para Pramusaji / Pelayan. 20) Surat Pernyataan Kesanggupan memelihara kebersihan peralatan & ruangan. 21) Surat Pernyataan Kesanggupan menyesuaikan lokasi/ruangan bila ada perubahan jadwal kegiatan. 22) Surat Pernyataan Kesanggupan menepati waktu penyajian. 23) Surat Pernyataan Kesanggupan menyediakan taplak meja bulat warna ungu + Vas bunga. 4

5 b. Persyaratan Teknis 1) Daftar 10 menu pilihan minim kolesterol, dengan index Rp ,- untuk peserta PPRA XLVII dan index Rp ,- untuk Tar Istri/suami Peserta PPRA XLVII untuk : - Sarapan pagi - Makan siang + buah - 2 x Coffe break - Makan malam 2) Jadwal pelaksanaan Pekerjaan 3) Lokasi workshop/kantor 4) Daftar peralatan yang digunakan. 5) Daftar tenaga ahli dilengkapi foto copy ijazah/sertifikat 6) Daftar Pengalaman pekerjaan sejenis dibuktikan dengan foto copy kontrak 2. Penyampaian Dokumen Penawaran Penawaran dimasukkan dalam 1 sampul tertutup dan dilak pada 5 (lima) bagian belakang, 2 (dua) di kanan, 2 (dua) di kiri dan 1 (satu) di tengah. Dan disampaikan langsung kepada panitia yang selanjutnya dimasukan kedalam kotak pelelangan yang telah disediakan. Pasal 8 PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 1. Pembukaan Dokumen Penawaran adalah : a. Panitia pengadaan barang/jasa menyatakan dihadapan para peserta yang hadir bahwa saat pemasukan dokumen penawaran telah ditutup, dan tidak ada lagi penawaran yang diterima. b. Perubahan atau susulan dokumen tambahan dan penjelasan secara lisan atau tertulis atas dokumen penawaran yang telah disampaikan tidak dapat diterima; c. Panitia pengadaan meminta kesediaan sekurang-kurangnya 2 (dua) wakil dari peserta pelelangan yang hadir sebagai saksi. Apabila tidak terdapat saksi dari peserta pelelangan yang hadir, panitia pengadaan menunda pembukaan kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran sampai dengan waktu tertentu yang telah ditentukan panitia pengadaan sekurang-kurangnya 2 (dua) jam. d. Setelah sampai batas waktu yang telah ditentukan, wakil peserta lelang tetap tidak ada yang hadir, acara pembukaan kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran dilakukan dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi di luar panitia pengadaan yang ditunjuk secara tertulis oleh panitia pengadaan. e. Panitia pengadaan meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran dan menghitung jumlah sampul penawaran yang masuk (tidak dihitung surat pengunduran diri) dan bila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta, pelelangan tidak dapat dilanjutkan dan harus diulang, kemudian mengumumkan kembali dengan mengundang calon peserta lelang yang baru; f. Panitia Pengadaan membuka dokumen penawaran dihadapan peserta pada tanggal yang sama dengan tanggal terakhir pemasukan dokumen penawaran sebagaimana telah ditentukan dalam dokumen pelelangan umum; g. Berita Acara pembukaan Dokumen Penawaran sekurang-kurangnya memuat: 1) Jumlah dokumen penawaran yang masuk; 2) Jumlah dokumen penawaran yang lengkap dan tidak lengkap; 3) Kelainan-kelainan yang dijumpai dalam dokumen penawaran; 4) Keberatan/sanggahan dari peserta; 5) Keterangan lain yang dianggap perlu; 6) Tanggal pembuatan berita acara; 7) Tanda tangan anggota panitia pengadaan dan wakil peserta yang hadir; 5

6 h. Hal-hal yang diperhatikan pada saat pembukaan dokumen penawaran: 1) Pembukaan dokumen penawaran dilakukan oleh panitia pengadaan setelah menyatakan dihadapan para peserta yang hadir bahwa saat pemasukan dokumen penawaran telah ditutup; 2) Dokumen penawaran tidak dapat lagi diterima setelah batas waktu pemasukan dokumen penawaran yang telah ditetapkan; 3) Setelah pemasukan dokumen penawaran ditutup, perubahan atau susulan dokumen tambahan dan penjelasan secara lisan atau tertulis atas dokumen penawaran yang telah disampaikan tidak dapat diterima; 4) Semua dokumen penawaran dan surat keterangan dibacakan dengan jelas sehingga terdengar oleh semua peserta. Pasal 9 METODE EVALUASI PENAWARAN & PEMBOBOTAN NILAI 1. Tahap Penilaian a. Tahap I : Penilaian Administrasi Dilakukan untuk menilai kelengkapan dan kebenaran persyaratan surat penawaran. b. Tahap II: Penilaian Teknis Dilakukan untuk mengetahui kemampuan teknis dari peserta lelang yang dapat dipertanggungjawabkan. c. Tahap III: Penilaian Kewajaran Penawaran Harga Dengan cara membandingkan nilai penawaran terhadap HPS untuk memperoleh harga yang wajar dan menguntungkan Negara. 2. Metoda Evaluasi Penawaran a. Evaluasi menggunakan system nilai (merit point system). b. Bobot penilaian antara teknis dan harga adalah : 30% dan 70%) 3. Urutan penilaian : a. Evaluasi Administrasi, meliputi: 1. Penilaian terhadap kelengkapan data administrasi sesuai yang disyaratkan dalam RKS ini; 2. Meneliti kebenaran dan keabsahan terhadap persyaratan administrasi yang dilampirkan dalam dokumen penawaran. b. Evaluasi Teknis meliputi: 1) Sistem nilai menggunakan pendekatan/metode kuantitatif yaitu dengan memberikan nilai angka terhadap unsur-unsur teknis dan harga yang dinilai sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan; 2) Evaluasi teknis dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dengan memberikan penilaian (skor) terhadap unsur-unsur teknis; 3) Batas lulus Nilai Teknis adalah 25 (dua puluh lima); 6

7 4) Unsur yang dinilai dan pembobotan dalam Evaluasi Teknis adalah sebagai berikut : NO JENIS PENILAIAN SKOR BOBOT 1 Tehnis penyajian / praktek 10 2 Menu 10 3 Cita rasa/ taste 20 4 Tenaga Ahli 10 5 Peralatan / Perlengkapan 10 6 Metode pelaksanaan/jadwal penyiapan 10 7 Lokasi workshop 10 8 Keuangan Perusahaan 10 9 Pengalaman kerja 10 JUMLAH 100 NILAI AKHIR 4. Metode Evaluasi Berdasarkan Kualitas Teknis dan harga adalah perhitungan penilaian kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran biaya yang penjumlahan kombinasinya disebut sebagai NILAI AKHIR; 5. NILAI AKHIR = {Nilai (score) Teknis + {Nilai (score) Harga}; Pasal 10 PENENTUAN DAN PENETAPAN CALON PEMENANG 1. Penilaian penawaran dilakukan dengan urutan penelitian persyaratan administrasi, teknis dan evaluasi usulan harga; 2. Apabila salah satu persyaratan administrasi dokumen penawaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 tidak terpenuhi, dinyatakan gugur; 3. Setelah diadakan penelitian dan evaluasi administrasi, teknis dan harga terhadap surat-surat penawaran, maka Panitia menetapkan usulan calon pemenang atas penawar yang telah memasukan penawaran yang memenuhi syarat dan menguntungkan negara serta yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai calon pemenang dalam pelelangan; 4. Panitia menyusun daftar calon pemenang pelelangan sesuai dengan urutan Nilai tertinggi untuk diusulkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk ditetapkan sebagai pemenang; 5. Apabila calon pemenang pertama mengundurkan diri, maka calon pemenang kedua (jika ada) ditunjuk sebagai pemenang sesuai dengan ranking evaluasi dan apabila calon pemenang kedua mengundurkan diri, maka calon pemenang ketiga (jika ada) ditunjuk sebagai pemenang sesuai dengan ranking evalusi; 6. Apabila calon pemenang ketiga mengundurkan diri, maka akan dilakukan pelelangan ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 7. Usulan Pemenang lelang dibuat oleh Panitia terhadap penyedia barang/jasa yang memiliki Nilai Akhir tertinggi dan selanjutnya diajukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapat persetujuan/penetapan; 8. Pengumuman/Pemberitahuan tentang keputusan/penetapan pemenang lelang disampaikan secara tertulis oleh Panitia langsung kepada peserta lelang; 9. Masa sanggah dihitung selama 5 (lima) hari kerja sejak tanggal pengumuman pemenang; 10. Setelah masa sanggah berlalu, PPK membuat Surat Penunjukan Penyedia Barang /Jasa. Pasal 11 PELELANGAN GAGAL DAN DIULANG 1. Jumlah peserta pelelangan yang memasukkan penawaran kurang dari 3 peserta, atau; 2. Tidak ada penawar yang memenuhi persyaratan administrasi dan teknis, atau; 3. Tidak ada penawaran yang harga penawarannya dibawah atau sama dengan pagu anggaran. 4. Sanggahan dari peserta lelang ternyata benar, atau setelah diadakan pemeriksaan oleh pejabat pengawas fungsional terhadap sanggahan/laporan adanya kolusi antara panitia/anggota panitia dengan rekanan tertentu ternyata benar; 7

8 5. Pelaksanaan pelelangan tidak sesuai/menyimpang dari ketentuan dokumen pelelangan atau prosedur yang berlaku. 6. Calon Pemenang Pelelangan urutan 1, 2 dan 3 mengundurkan diri dan tidak bersedia ditunjuk. Pasal 12 SANGGAHAN 1. Peserta Pelelangan dapat mengajukan sanggahan terhadap pengumuman pemenang hasil pelelangan secara tertulis dialamatkan: Kepada Yth Panitia Pengadaan Jasa Catering Lembaga Ketahanan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 2. PPK akan memberikan jawaban sanggahan selambat-lambatnya 5 hari kerja sejak sanggahan diterima; 3. Sanggahan hanya dapat dilakukan terhadap prosedur pelelangan bukan terhadap hasil penilaian panitia pengadaan, dan apabila sanggahan ternyata benar, maka dapat diadakan pelelangan ulang. Pasal 13 KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI 1. Panitia pengadaan melakukan klarifikasi kualifikasi dan negosiasi teknis kepada penyedia jasa yang akan diusulkan sebagai calon pemenang. 2. Klarifikasi dan negosiasi dilakukan oleh panitia pengadaan dengan pemimpin/direktur utama perusahaan penyedia barang/jasa atau wakil yang memperoleh kuasa penuh dari pemimpin/direktur utama perusahaan (dinyatakan dengan surat kuasa); 3. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kemantapan dan kejelasan teknis dan biaya dengan memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dan tenaga ahli yang ditugaskan dengan mempertimbangkan pula kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal; a. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan/atau dinegosiasi terutama: 1. Lingkup dan sasaran pekerjaan; 2. Cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja; 3. Kualifikasi tenaga ahli; 4. Organisasi pelaksanaan; 5. Jadual pelaksanaan pekerjaan; 6. Jadual penugasan personil; 7. Fasilitas penunjang; b. Klarifikasi dan/atau negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan penyedia barang/jasa; c. Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan/atau dinegosiasi terutama: 1. Kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya; 2. Volume kegiatan dan jenis pengeluaran; 3. Biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran/kewajaran biaya 4. Panitia pengadaan membuat berita acara hasil klarifikasi dan negosiasi, yang ditandatangani panitia pengadaan dan rekanan serta membuat laporan hasil klarifikasi dan negosiasi kepada PPK. 5. Atas Usulan Panitia, PPK menetapkan penyedia barang/jasa berdasarkan hasil klarifikasi dan negosiasi. 8

9 BAB II SYARAT ADMINISTRASI Pasal 14 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan akan ditetapkan dan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan serta disesuaikan dengan jadwal kegiatan Lemhannas RI. Pelaksanaan pekerjaan secara bertahap untuk tiap tiap penyajian, waktu dan tempat penyerahan barang akan ditentukan lebih lanjut oleh Pengguna ; 2. Waktu penyerahan pekerjaan dimaksud ayat 1 (satu) pasal ini sudah termasuk waktu untuk pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan sesuai dengan Perjanjian yang telah disepakati dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Penerimaan Pekerjaan. Pasal 15 JAMINAN PENAWARAN 1. Peserta Pelelangan harus menyerahkan Surat Jaminan Penawaran berupa Jaminan Bank (Garansi Bank) dari Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat) atau oleh Perusahaan Asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang mempunyai dukungan reasuransi sebagaimana persyaratan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebesar 3% (tiga persen) dari Harga Perhitungan Sendiri (HPS) dan memiliki masa berlaku minimal 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal pemasukan penawaran; 2. Surat Jaminan Penawaran tersebut segera dikembalikan apabila yang bersangkutan tidak menjadi pemenang dalam pelelangan setelah ditetapkannya pemenang pelelangan; 3. Besar jaminan penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf; 4. Nama peserta lelang sama dengan nama yang tercantum dalam surat penawaran 5. Paket pekerjaan yang dijaminkan sama dengan paket pekerjaan yang dilelang. 6. Surat jaminan penawaran ada tanggal dan legalitas (materai, tanda tangan dan cap pihak penjamin dan pihak penyedia jasa) 7. Surat jaminan penawaran ditujukan kepada; Panitia Pengadaan Jasa Catering Lembaga Ketahanan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No.10 Jakarta Pusat 8. Bagi rekanan pemenang, jaminan penawaran yang bersangkutan akan ditahan oleh Panitia sampai dengan saat rekanan dimaksud menyerahkan Jaminan Pelaksanaan kepada Pemberi Tugas. Pasal 16 PENGEMBALIAN JAMINAN PENAWARAN 1. Jaminan Penawaran ini akan dikembalikan kepada: a. Semua peserta lelang apabila pelelangan dinyatakan gagal; b. Peserta lelang yang tidak diusulkan sebagai calon pemenang; c. Peserta lelang yang tidak ditunjuk sebagai pemenang; d. Peserta lelang yang dinyatakan gugur pada saat proses pelelangan; e. Peserta lelang yang ditunjuk sebagai pemenang setelah menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. 2. Jaminan Penawaran menjadi milik Pemerintah apabila: a. Peserta lelang mengundurkan diri setelah penyerahan Surat Penawaran Harga; b. Peserta lelang yang ditunjuk sebagai pemenang pertama mengundurkan diri. 9

10 Pasal 17 PEMENANG LELANG MENGUNDURKAN DIRI 1. Peserta lelang dinyatakan mengundurkan diri apabila setelah ditunjuk sebagai pemenang lelang tidak memberikan pernyataan sanggup menerima secara tertulis dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari kalender terhitung sejak tanggal penetapan pemenang diterima; 2. Apabila pemenang lelang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka pemberi tugas dapat menunjuk pemenang kedua. 3. Apabila pemenang urutan kedua tidak sanggup/mengundurkan diri maka pemberi tugas dapat menunjuk pemenang ketiga. 4. Apabila pemenang ketiga tidak sanggup, pelelangan dianggap batal dan diadakan pelelangan ulang. Pasal 18 PEMERIKSAAN DAN PENERIMAAN PEKERJAAN 1. Pemeriksaan dan uji terima pekerjaan dilakukan di Kantor Lemhannas RI di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat; 2. Untuk pelaksanaan pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan rekanan diwajibkan menyediakan tenaga ahli yang memahami pekerjaan yang dikerjakan; 3. Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Penerimaan Pekerjaan merupakan dokumen untuk pembayaran pekerjaan; Pasal 19 TATA CARA PEMBAYARAN 1. Pembayaran dilakukan perbulan setelah semua pekerjaan dalam bulan tersebut diserahterimakan dari Pelaksana Pekerjaan kepada Pemberi Tugas dengan melampirkan berita acara serah terima pekerjaan. 2. Tata cara pembayaran sesuai yang diatur dalam surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak dibayarkan melalui KPPN (Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara); 3. Pengajuan permohonan pembayaran dilakukan setelah Pelaksana Pekerjaan memenuhi persyaratan sesuai yang diatur dalam Surat Perjanjian/Kontrak. Pasal 20 PAJAK DAN MATERAI Jumlah biaya pekerjaan sudah termasuk PPN 10%, pajak-pajak, bea materai dan bea-bea lain menurut peraturan dan ketentuan Pemerintah yang berlaku oleh karenanya menjadi tanggungjawab pemenang lelang untuk melunasinya kepada Pemerintah. Pasal 21 SURAT PERJANJIAN KONTRAK 1. Kontrak ditandatangani selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan Skep Penunjukan sebagai pelaksana, dan rencana Kontrak disetujui bersama; 2. Pemenang lelang harus sudah mulai melaksanakan pekerjaan setelah Surat Perintah Kerja ditandatangani; 3. Pemenang lelang dilarang mengalihkan pekerjaan ke perusahaan lain, apabila ketentuan ini dilanggar maka kontrak menjadi batal dengan sendirinya; Pasal 22 CLAIM Pelaksana dilarang/tidak dibenarkan mengajukan claim kenaikan harga/biaya kecuali terjadi hal-hal yang luar biasa yang ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia atau terjadi Force Majeure. 10

11 Pasal 23 FORCE MAJEURE 1. Apabila keterlambatan pelaksanaan pekerjaan disebabkan karena keadaan force majeur maka pemborong dibebaskan dari pembayaran denda sesuai dengan jumlah hari terjadi force majeur; 2. Keadaan memaksa (Force Majeur) adalah keadaan diluar kemampuan dan kekuasaan para pihak seperti; a. Kebijakan Pemerintah dalam bidang moneter b. Bencana alam c. Pemberontakan/huru-hara/perang d. Kebakaran e. Sabotase f. Pemogokan Umum g. Hal-hal diluar kekuasaan kedua belah pihak yang dinyatakan resmi sebagai force majeur oleh pejabat resmi 3. Dalam hal terjadi force majeur dimaksud ayat 2, maka pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada pemberi kerja paling lambat 3 x 24 jam sejak terjadi force majeur tersebut; 4. Kelalaian atau keterlambatan dalam memenuhi kewajiban pemberitahuan dimaksud ayat 3 mengakibatkan tidak diakui kejadian peristiwa peristiwa dimaksud ayat 2 sebagai force majeur; 5. Semua biaya yang timbul oleh salah satu pihak karena kejadian force majeur tersebut, tidak dapat dibebankan sebagai tanggung jawab pihak lain; 6. Panitia pada kesempatan pertama berkewajiban untuk memberikan tanggapan dan keputusan secepatnya setelah laporan diterima. Pasal 24 JAMINAN PELAKSANAAN (PERFORMANCE BOND) 1. Bagi pemenang yang selanjutnya disebut sebagai Pelaksana Pekerjaan yang telah menerima penunjukkan dan sebelum menandatangani Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak, diwajibkan menyerahkan surat Jaminan Pelaksanaan kepada Pemberi Tugas berupa Jaminan/Garansi Bank yang dikeluarkan oleh Bank Umum sebesar 5% (lima persen) dari harga borongan dan memiliki masa berlaku sampai saat penyerahan hasil akhir pekerjaan; 2. Jaminan Pelaksanaan tersebut harus diserahkan kepada PPK selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak diterbitkannya Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa. 3. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan kepada Pelaksana Pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai dan telah diserahterimakan kepada Pemberi Tugas yang ditetapkan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan; 4. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja karena Pelaksana Pekerjaan tidak melakukan pekerjaan seusai Surat Perjanjian, maka Jaminan Pelaksanaan menjadi milik Negara; Pasal 25 KETERLAMBATAN PENYERAHAN PEKERJAAN DAN SANKSI/DENDA 1. Apabila jangka waktu penyerahan pekerjaan melampaui batas waktu yang telah ditentukan dalam Jadwal penyajian maka kepada pelaksana akan dikenakan denda dengan nilai uang sebesar (satu per mil) untuk setiap kali kelambatan dihitung dari nilai total tagihan perbulan; 2. Jika kelambatan terjadi karena suatu hal di luar kekuasaan (force majeure) maka ketentuan waktu penyerahan hasil pekerjaan dapat diperpanjang dengan seizin Direktur yang akan dituangkan dalam bentuk addendum; 3. Apabila pihak rekanan tidak dapat menyajikan menu dalam keadaan layak saji dan mengakibtkan kerugian bagi Pihak Pengguna, maka pihak pelaksana akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 11

12 Pasal 26 PEMBEBASAN DENDA Pelaksana dibebaskan dari denda atas kelambatan penyerahan pekerjaan dari batas waktu yang telah ditentukan, apabila dapat dibuktikan secara sah akibat adanya force majeure atau perintah/persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas untuk penundaan/penghentian sementara waktu pelaksanaan pekerjaan. Pasal 27 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Segala perselisihan yang timbul dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat antara Pemberi tugas dan Pelaksana; 2. Jika penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah tidak mencapai mufakat, maka akan dimintakan bantuan PIHAK KETIGA (arbiter); 3. Apabila cara seperti ayat 1 (satu) pasal ini tidak dapat diselesaikan masalahnya, maka untuk penyelesaian akhir terletak pada keputusan Pengadilan yang dalam hal ini kedua belah Pihak memilih domisili yang tetap di depan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; Petunjuk-petunjuk untuk peserta lelang : Pasal 28 KETENTUAN LAIN 1. Peserta lelang harus membaca dengan seksama petunjuk-petunjuk baik yang berupa persyaratan administrasi maupun persyaratan teknis yang tersebut dalam dokumen lelang ini. 2. Panitia tidak mempertimbangkan gugatan / sanggahan rekanan yang dikarenakan tidak membaca atau tidak memahami isi dokumen lelang maupun persyaratan lainnya dan kesalah pahaman apapun mengenai dokumen ini 3. Peserta lelang diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada panitia pelelangan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan (Aanwizjing). 4. Hal-hal yang belum diatur dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang /Jasa ini akan ditetapkan lebih lanjut dalam Surat Perjanjian/Kontrak BAB III LAMPIRAN Kelengkapan dokumen Penawaran berupa Contoh-contoh Surat Penawaran dll terlampir dalam RKS ini. Hal-hal yang belum jelas akan dijelaskan pada Rapat Penjelasan. Mengetahui : KEPALA BIRO UMUM LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Jakarta, Desember 2011 KETUA PANITIA PENGADAAN JASA CATERING DR. H.M. SAID SAILE, M.Si BRIGADIR JENDERAL POLISI AGUS PURWO W, SE, MM, MA KOLONEL KES NRP Paraf : Sekretaris :.. 12

13 BENTUK SURAT PENAWARAN DAN LAMPIRAN-AMPIRANNYA MENGGUNAKAN KOP SURAT PERUSAHAAN 13

14 CONTOH FORMULIR 1 FORMULIR PENILAIAN KUALIFIKASI PEPNGADAAN BARANG/ JASA LAINNYA Formulir Isian Penilaian Kualifikasi Pekerjaan Pengadaana barang/jasa Pengadaan Jasa Catering Peserta PPRA XLVII Lemhannas RI Tahun Anggaran

15 Contoh Form 1.a. SURAT PERNYATAAN MINAT UNTUK MENGIKUTI PENGADAAN PENGADAAN JASA CATERING PESERTA PPRA XLVII LEMHANNAS RI TA Yang bertanda tangan dibawah ini Nama Jabatan Bertindak untuk Dan atas nama Alamat Telepon/Fax. . :. :. :. :. :. :. Menyatakan dengan sebenarnya bahwa setelah mengetahui pengadaan yang akan dilaksanakan oleh Kantor Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, tahun anggaran 2012 maka dengan ini saya menyatakan berminat untuk mengikuti proses pengadaan paket Pekerjaan Pengadaan Jasa Catering Peserta PPRA XLVII Lemhannas RI sampai selesai. Demikian pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab. Jakarta, 2012 PT./CV./Firma/Koperasi.. (Nama Jelas) Jabatan 15

16 Contoh Form 1.b.1 [Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Tanpa Kemitraan/KSO] PAKTA INTEGRITAS Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan :...[nama wakil sah badan usaha] :. Bertindak untuk : PT/CV/Firma/Koperasi dan atas nama [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] dalam rangka Pekerjaan Jasa Catering Peserta PPRA XLVII Lembaga Ketahanan Nasional RI dengan ini menyatakan bahwa : 1. Tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN); 2. Akan melaporkan kepada APIP Lembaga Ketahanan Nasional RI yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN di dalam proses pengadaan ini; 3. Akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; 4. Apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana....[tempat],...[tanggal]... [bulan]...[tahun] [Nama Penyedia] [tanda tangan] [nama lengkap] 16

17 [Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO] Contoh Form 1.b.2 PAKTA INTEGRITAS Kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama :...[nama wakil sah badan usaha] Jabatan :... Bertidak untuk : PT/CV/Firma/Koperasi dan atas nama [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] 2. Nama :...[nama wakil sah badan usaha] Jabatan :... Bertindak untuk : PT/CV/Firma/Koperasi dan atas nama [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] 3....[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/kso] dalam rangka Pekerjaan Jasa Catering Peserta PPRA XLVII Lembaga Ketahanan Nasional RI dengan ini menyatakan bahwa : a. Tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN); b. Akan melaporkan kepada APIP Lembaga Ketahanan Nasional RI yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN di dalam proses pengadaan ini; c. Akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; d. Apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana....[tempat],...[tanggal]... [bulan]...[tahun] [Nama Penyedia] [Nama Penyedia] [Nama Penyedia] [tanda tangan] [nama lengkap] [tanda tangan] [nama lengkap] [tanda tangan] [nama lengkap] [cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota Kemitraan/KSO] 17

18 Formulir 1.c. FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI PENGADAAN JASA CATERING PESERTA PPRA XLVII LEMHANNAS RI TAHUN ANGGARAN 2012 Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Jabatan : Bertindak untuk : PT/CV/FIRMA/KOPERASI dan atas nama Alamat : No. Telepon/Fax : Menyatakan dengan sebenarnya bahwa : 1. Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat ; 2. Perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan; 3. Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya; 4. Data-data perusahaan saya adalah sebagai berikut : 18

19 Data Administrasi 1. Umum 1. Nama (PT/CV/Firma/ Koperasi) : 2. Status (PT/CV/Firma/ Koperasi) : Pusat Cabang 3. Alamat (PT/CV/Firma/ Koperasi) No. Telepon No. Fax : : : 4. Alamat Kantor Pusat No. Telepon No. Fax : : : (diisi, dalam hal yang menawar cabang perusahaan / bukan perusahaan pusatnya A. Ijin Usaha No. IUJK /SIUP/SIUI/TDP** : No. tanggal.... Masa berlaku ijin usaha : s.d. tanggal. 200 Instansi pemberi ijin usaha : Pemda Kabupaten/Kota..6) ** Pilih yang sesuai B. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan C. Pengurus Perusahaan 1. Akta Pendirian PT/CV/Firma/ Koperasi a. Nomor Akta : b. Tanggal : c. Nama Notaris : 2. Akta Perubahan Terakhir a. Nomor Akta : b. Tanggal : c. Nama Notaris : 19

20 1. Komisaris (untuk PT) No. Nama No. KTP Jabatan dalam Perusahaan 2. Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No. Nama No. KTP Jabatan dalam Perusahaan D. Data Keuangan 1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Persero (untuk CV/Firma) No. Nama No. KTP Alamat Persentase 20

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Lelang/Seleksi Umum

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Lelang/Seleksi Umum Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Lelang/Seleksi Umum A. TERM OF REFERENCE (TOR) TOR menjadi pedoman dalam setiap pengadaan barang dan jasa dengan metode Lelang / Seleksi Umum yang antara lain memuat

Lebih terperinci

FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA

FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : [nama wakil sah jika badan usaha] Jabatan : [diisi sesuai jabatan dalam akte notaris] Bertindak

Lebih terperinci

Pengadaan Jasa Lainnya

Pengadaan Jasa Lainnya Republik Indonesia Model Dokumen Pengadaan Nasional Pengadaan - dengan Prakualifikasi - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Edisi 2007 3 [kop surat satuan

Lebih terperinci

Pengadaan. Jasa Lainnya. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pengadaan. Jasa Lainnya. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor:

Lebih terperinci

Nomor: 03.2/PPBJ/DP/BAWASLU/I/2015. Tanggal: 5 Januari 2015. untuk PENGADAAN TENAGA KEBERSIHAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM TAHUN 2015

Nomor: 03.2/PPBJ/DP/BAWASLU/I/2015. Tanggal: 5 Januari 2015. untuk PENGADAAN TENAGA KEBERSIHAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM TAHUN 2015 1 Pengadaan Jasa Lainnya Metode Pelelangan Sederhana dengan Pascakualifikasi DOKUMEN PENGADAAN Nomor: 03.2/PPBJ/DP/BAWASLU/I/2015 Tanggal: 5 Januari 2015 untuk PENGADAAN TENAGA KEBERSIHAN BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Pemilihan /Seleksi Langsung

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Pemilihan /Seleksi Langsung Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Pemilihan /Seleksi Langsung A. TERM OF REFERENCE (TOR) TOR menjadi pedoman dalam setiap pengadaan barang dan jasa dengan metode pemilihan langsung atau seleksi langsung

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN

Lebih terperinci

DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN

DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN i DAFTAR ISI BAB I. Undangan... 1 BAB II. Instruksi Kepada Peserta... 2 A. Umum... 2

Lebih terperinci

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN 2 (DUA) UNIT GAS ENGINE CATERPILLAR G3516 DAN COMPRESSOR DRESSER RAND 2HOS DI PONDOK TENGAH PT PERTAMINA GAS WESTERN JAVA

Lebih terperinci

3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS

3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS 3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS a. Pengumuman Prakualifikasi 1) ULP mengumumkan Pelelangan Umum Prakualifikasi

Lebih terperinci

PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN PT. KCJ TAHUN 2014

PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN PT. KCJ TAHUN 2014 DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen: /LL/KCJ/RKS/I/2014 Tanggal : 08 Januari 2014 T 374/LL/KCJ/XI/09 PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG HALAMAN II - 59

LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG HALAMAN II - 59 2. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS a. Pengumuman Prakualifikasi 1) ULP mengumumkan Pelelangan Umum Prakualifikasi

Lebih terperinci

BAB II PROSES PENGADAAN BARANG/JASA YANG MEMERLUKAN PENYEDIA BARANG/JASA

BAB II PROSES PENGADAAN BARANG/JASA YANG MEMERLUKAN PENYEDIA BARANG/JASA BAB II PROSES PENGADAAN BARANG/JASA YANG MEMERLUKAN PENYEDIA BARANG/JASA A. Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lainnya Dalam proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN)

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) BAB I. DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) Pengumuman Pelelangan Umum Pascakualifikasi...1 BAB II. Instruksi

Lebih terperinci

BENTUK FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN BELANJA LANGSUNG DAN PENGADAAN BARANG/JASA

BENTUK FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN BELANJA LANGSUNG DAN PENGADAAN BARANG/JASA 6 BENTUK FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN BELANJA LANGSUNG DAN PENGADAAN BARANG/JASA A. FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA DENGAN NILAI SAMPAI DENGAN

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA

RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI SUMATERA UTARA RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH tentang TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BIDANG AKUNTABILITAS PEMERINTAH DAERAH (APD)

Lebih terperinci

PENGADAAN JASA KONSULTANSI PENGEMBANGAN APLIKASI SOFTWARE PENGOLAHAN DATA SDM DOKUMEN SELEKSI UMUM/ RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT)

PENGADAAN JASA KONSULTANSI PENGEMBANGAN APLIKASI SOFTWARE PENGOLAHAN DATA SDM DOKUMEN SELEKSI UMUM/ RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) DOKUMEN SELEKSI UMUM/ RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN : 1519/ LL / KCJ / RKS / IX /2013 Tanggal, 12 September 2013 PENGADAAN JASA KONSULTANSI PENGEMBANGAN APLIKASI SOFTWARE PENGOLAHAN DATA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Lainnya. Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi

Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Lainnya. Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi 1 Dokumen Pengadaan Pengadaan Jasa Lainnya Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Makassar D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 0002/KS.1.8/PBJ.01.2.c/2012

Lebih terperinci

DOKUMEN LELANG/RKS PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 (RENCANA KERJA DAN SYARAT)

DOKUMEN LELANG/RKS PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 (RENCANA KERJA DAN SYARAT) DOKUMEN LELANG/RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN : 20/ LL/ KCJ/ RKS/ I /2015 Tanggal, 06 Januari 2015 PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DOKUMEN RAHASIA KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DALAM RANGKA PELAKSANAAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) / RIGHTS ISSUE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK JAKARTA,

Lebih terperinci

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DOKUMEN PENGADAAN Nomor: 01/DL-PSPDL/07/2012 Tanggal: 06 Juli 2012 untuk Pengadaan BAHAN LABORATORIUM PASSIVE SAMPLER PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA Pusat Sarana Pengendalian

Lebih terperinci

PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG

PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG 4B4BDOKUMEN LELANG / RKS 5B5B(RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR Dok.: 448 / LL / KCJ / V /2010 Tanggal 25 Mei 2010 PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG PT. KAI Commuter Jabodetabek

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa agar pengadaan barang/jasa pemerintah

Lebih terperinci

Nomor : 517/K3/LK/2012. Tanggal: 28 Juni 2012. untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Nomor : 517/K3/LK/2012. Tanggal: 28 Juni 2012. untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 1 DOKUMEN PENGADAAN Nomor : 517/K3/LK/2012 Tanggal: 28 Juni 2012 untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK DINAS PENDIDIKAN PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA Jln. Arif Rahman hakim No. 2 Telp.(031) 3981315, Fax (031) 3978404 Website : http://dispendik.gresik.go.id, Email : dispendik@gresik.go.id

Lebih terperinci

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci

Bagian I. Persyaratan Umum

Bagian I. Persyaratan Umum RENCANAA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG JL. PLUIT UTARA NO 2A JAKARTA NAMA PENGADAAN NOMOR RKS NOMOR PP TANGGAL : DIGITAL INDICATING CONTROLLER

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk I. Pengertian 1. Aanwijzing adalah pemberian penjelasan kepada Peserta Pengadaan Barang dan Jasa mengenai Rencana Kerja

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL. Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : :..

KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL. Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : :.. KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Alamat No. /HP No. KTP :...... Dan; Dalam hal ini bertindak sebagai

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN SERTIFIKASI REKANAN (PENYEDIA BARANG DAN JASA) DI TOTAL E&P INDONESIE (TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN)

PETUNJUK PELAKSANAAN SERTIFIKASI REKANAN (PENYEDIA BARANG DAN JASA) DI TOTAL E&P INDONESIE (TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN) PETUNJUK PELAKSANAAN SERTIFIKASI REKANAN (PENYEDIA BARANG DAN JASA) DI TOTAL E&P INDONESIE (TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN) Mengacu kepada Pedoman Tata Kerja BP MIGAS No. 007-REVISI-1/PTK/IX/2009 tentang

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32/M-DAG/PER/8/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN USAHA PERDAGANGAN DENGAN SISTEM PENJUALAN LANGSUNG DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PENGADAAN LANGSUNG BOLEH DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN oleh: Abu Sopian, S.H., M.M. Balai Diklat Keuangan Pelembang

PENGADAAN LANGSUNG BOLEH DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN oleh: Abu Sopian, S.H., M.M. Balai Diklat Keuangan Pelembang PENGADAAN LANGSUNG BOLEH DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN oleh: Abu Sopian, S.H., M.M. Balai Diklat Keuangan Pelembang Kata Kunci Perencanaan pengadaan, Pelaksanaan pengadaan,

Lebih terperinci

R I S A L A H L E L A N G D O K U M E N P E N G A D A A N

R I S A L A H L E L A N G D O K U M E N P E N G A D A A N R I S A L A H L E L A N G D O K U M E N P E N G A D A A N Untuk Pengadaan Jasa Konstruksi Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Amurang Tahap II ( Kontrak Harga Satuan ) KELOMPOK KERJA ULP PENGADAAN BARANG

Lebih terperinci

PENGADAAN ALAT UKUR RODA KERETA

PENGADAAN ALAT UKUR RODA KERETA DOKUMEN LELANG/RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN: 2126/LL/SAR/RKS/KCJ/VI/2015 Tanggal, 30 Juni 2015 PENGADAAN ALAT UKUR RODA KERETA PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir.

Lebih terperinci

PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian, S.H., M.M. Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Palembang

PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian, S.H., M.M. Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Palembang PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian, S.H., M.M. Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Palembang Persyaratan kualifikaasi penyedia barang dan jasa pemerintah telah

Lebih terperinci

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DIREKTORAT PENYULUHAN PELAYANAN DAN HUBUNGAN MASYARAKAT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Assalamualaikum

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 33/M-DAG/PER/8/2008 TENTANG PERUSAHAAN PERANTARA PERDAGANGAN PROPERTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

MATRIKS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 4 TAHUN 2015. Oleh : BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN - SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BADUNG

MATRIKS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 4 TAHUN 2015. Oleh : BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN - SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BADUNG MATRIKS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 4 TAHUN 2015 Oleh : BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN - SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BADUNG PENDAHULUAN Latar Belakang dan Tujuan Banyaknya terjadi pelelangan gagal yang

Lebih terperinci

DATA PERSONIL. Jabatan dalam pekerjaan. Pendidikan. 26 Des 85 SMA Jahit 9 tahun. 8 Okt 76 SMK Jahit 11 tahun. 25 Nov 88 SMK Jahit 6 tahun

DATA PERSONIL. Jabatan dalam pekerjaan. Pendidikan. 26 Des 85 SMA Jahit 9 tahun. 8 Okt 76 SMK Jahit 11 tahun. 25 Nov 88 SMK Jahit 6 tahun DATA PERSONIL No Nama Tgl/bln/thn lahir Tingkat Pendidikan Jabatan dalam pekerjaan Pengalaman Kerja (tahun) KTP 1 2 3 4 5 6 7 1 Entu 15 Juli 70 SMK Pola/Cutting 15 tahun 2 Deni Setiawan 26 Des 85 SMA Jahit

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN Nomor: Pada hari Kamis, tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu

Lebih terperinci

Kegiatan : Pengadaan Komputer

Kegiatan : Pengadaan Komputer ADENDUM PENGADAAN Nomor: 027/PAN-SETDA/2011/16 Tanggal: 12 Agustus 2011 UNTUK Kegiatan : Pengadaan Komputer Pekerjaan : Pengadaan Proyektor Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pada Sekretariat daerah Kab. Kuantan

Lebih terperinci

BAB VII SYARAT-SYARAT TEKNIS DAN ADMINISTRASI

BAB VII SYARAT-SYARAT TEKNIS DAN ADMINISTRASI 173 BAB VII SYARAT-SYARAT TEKNIS DAN ADMINISTRASI BAB 1 SYARAT - SYARAT UMUM Pasal 1 PERATURAN UMUM 1. Keppres RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah,

Lebih terperinci

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG

DAFTAR ISI LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG DAFTAR ISI LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG BAGIAN HALAMAN A. PERSIAPAN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG 1 1. Rencana Umum Pengadaan 1 2. Pengkajian Ulang Rencana Umum Pengadaan 1 3. Penyusunan

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN

SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN Nomor : W5-A2/ /PL.01/V/2012 Tanggal : 16 Mei 2011 Pada hari ini, Rabu tanggal enam belas bulan

Lebih terperinci

8. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

8. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL 8. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL a. Seleksi Gagal 1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Seleksi gagal, apabila: a) jumlah peserta yang lulus kualifikasi pada proses prakualifikasi kurang dari

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENENTUAN JUMLAH, PEMBAYARAN, DAN PENYETORAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG TERUTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

TATA CARA PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA DENGAN CARA SWAKELOLA, PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PEMILIHAN LANGSUNG

TATA CARA PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA DENGAN CARA SWAKELOLA, PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PEMILIHAN LANGSUNG LAMPIRAN III : Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I Nomor: PER.11/MEN/2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan TATA CARA PELAKSANAAN

Lebih terperinci

STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK HARGA SATUAN

STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK HARGA SATUAN BUKU PK 01 HS : STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK HARGA SATUAN DAFTAR ISI BAB I............ 1 UMUM............

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB)

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) Pada hari ini ( ) tanggal [( ) ( tanggal dalam huruf )] ( bulan dalam huruf ) tahun [( ) ( tahun dalam huruf )], kami yang bertanda

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL INSTITUT PERTANIAN BOGOR Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Telepon (0251) 8622642 Pes. 154/157, Fax. (0251) 8622713 BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 13/I3.24.4/PanPB/BAPP/ME_PHKI_APBNP/2010

Lebih terperinci

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi : Account Representative Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT

Lebih terperinci

5. PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA MELALUI PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PENGADAAN LANGSUNG

5. PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA MELALUI PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PENGADAAN LANGSUNG 5. PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA MELALUI PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PENGADAAN LANGSUNG a. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui Penunjukan Langsung Untuk Penanganan Darurat 1) Setelah adanya pernyataan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

HARGA SATUAN TIMPANG, APA DAN BAGAIMANA PERLAKUANNYA? Oleh : Fatimah Widyaiswara Muda BDK Malang

HARGA SATUAN TIMPANG, APA DAN BAGAIMANA PERLAKUANNYA? Oleh : Fatimah Widyaiswara Muda BDK Malang HARGA SATUAN TIMPANG, APA DAN BAGAIMANA PERLAKUANNYA? Oleh : Fatimah Widyaiswara Muda BDK Malang Dalam pekerjaan pengadaan barang jasa pemerintah, kita semua pasti pernah mendengar tentang harga satuan

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO

BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Edisi Januari 2009 1 PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Pendaftaran Uji Kompetensi Manajemen Risiko dapat dilakukan secara kolektif dari

Lebih terperinci

6. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

6. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL 6. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL a. Seleksi Gagal 1) ULP menyatakan seleksi gagal, apabila : a) jumlah peserta yang mendaftar pascakualifikasi kurang dari 3 (tiga); b) jumlah peserta yang

Lebih terperinci

PARA PIHAK DALAM PROSES PENGADAAN

PARA PIHAK DALAM PROSES PENGADAAN Hubungan Kerja 2 Menteri/Kepala Daerah PA/KPA membentuk mengangkat ULP/PP PPK PPHP Perangkat organisasi ULP mengacu kepada peraturan perundangundangan di bidang kelembagaan Proses Pemilihan dan Penetapan

Lebih terperinci

Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya 1. Sistem Gugur 2. Sistem Nilai 3. Biaya Selama Umum Ekonomis

Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya 1. Sistem Gugur 2. Sistem Nilai 3. Biaya Selama Umum Ekonomis EVALUASI PENAWARAN DALAM PROSES PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian Balai Diklat Keuangan Palembang Hal yang paling berpengaruh dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa pemerintah

Lebih terperinci

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK LAMPIRAN IV : Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I Nomor PER.11/MEN/2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan TATA CARA PENYUSUNAN

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PENGADAAN BARANG DENGAN LELANG LANGKAH-LANGKAH PENGADAAN BARANG DENGAN LELANG LANGKAH-LANGKAH PENGADAAN BARANG DENGAN LELANG

LANGKAH-LANGKAH PENGADAAN BARANG DENGAN LELANG LANGKAH-LANGKAH PENGADAAN BARANG DENGAN LELANG LANGKAH-LANGKAH PENGADAAN BARANG DENGAN LELANG Pembentukan panitia Penyusunan dan pengesahan HPS/OE Penyusunan RKS/dokumen dan draft iklan Persetujuan draf RKS dan draft iklan Proyek membentuk panitia Panitia/tim ahli menyusun Harga Perkiraan Sendiri

Lebih terperinci

-1- PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 2 /BC/2011 TENTANG PENGELOLAAN JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN

-1- PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 2 /BC/2011 TENTANG PENGELOLAAN JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN -1- PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 2 /BC/2011 TENTANG PENGELOLAAN JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN Menimbang DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut:

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: SYARAT & KETENTUAN Safe Deposit Box A. DEFINISI Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: 1. Anak Kunci

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB 1 KETENTUAN UMUM

BAB 1 KETENTUAN UMUM BAB 1 KETENTUAN UMUM 1.1. Definisi Kecuali diberikan pengertian secara khusus, maka semua kata dan atau istilah dalam peraturan ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang

Lebih terperinci

MANUAL PROCEDURE. Pelelangan Sederhana Pengadaan Barang dan Jasa

MANUAL PROCEDURE. Pelelangan Sederhana Pengadaan Barang dan Jasa MANUAL PROCEDURE Pelelangan Sederhana Pengadaan Barang dan Jasa UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 M Manual Procedure Pelelangan Sederhana Pengadaan Barang dan Jasa Unit Layanan

Lebih terperinci

9. Efektifitas pelaksanaan pengadaan hanya diukur dari kesesuaian hasil pengadaan dengan keperluan (B / S)

9. Efektifitas pelaksanaan pengadaan hanya diukur dari kesesuaian hasil pengadaan dengan keperluan (B / S) 1. Pengadaan pembangunan jembatan darurat yang putus akibat bencana alam dengan nilairp. 250 juta dapat dilakukan penunjukan langsung (B / S) BENAR (B) PL (Penunjukan Langsung) dapat dilaksanakan yang

Lebih terperinci

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011

Lebih terperinci

PERPRES 54/2010, PERPRES 35/2011, DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN I. DEFENISI

PERPRES 54/2010, PERPRES 35/2011, DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN I. DEFENISI Matriks Perbedaan Antara Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010, Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2011, dan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 dengan Peraturan Presiden No. 172 Tahun 2014 dan Peraturan

Lebih terperinci

TIM PEMBINA JASA KONSTRUKSI PROVINSI DKI JAKARTA

TIM PEMBINA JASA KONSTRUKSI PROVINSI DKI JAKARTA TIM PEMBINA JASA KONSTRUKSI PROVINSI DKI JAKARTA 1. Nama Perusahaan 1. Nama Perusahaan : : 2. Alamat 2. Alamat : : TANDA TANDA TERIMA TERIMA PERMOHONAN IUJK PERMOHONAN IUJK 3. Permohonan : 3. Permohonan

Lebih terperinci

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGOLAHAN GAS BUMI

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGOLAHAN GAS BUMI Izin Usaha Pengolahan Gas Bumi PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGOLAHAN GAS BUMI Izin Usaha Pengolahan Gas Bumi PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA Prosedur Memperoleh Izin Usaha

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa jasa konstruksi mempunyai peran strategis dalam pembangunan

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA PT. DWIDA JAVA TAMA DENGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL TENTANG VERIFIKASI PETA CETAK PRODUKSI PT.

PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA PT. DWIDA JAVA TAMA DENGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL TENTANG VERIFIKASI PETA CETAK PRODUKSI PT. BADAN INFORMASt GEOSPASIAL PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA PT. DWIDA JAVA TAMA DENGAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL TENTANG VERIFIKASI PETA CETAK PRODUKSI PT. DWIDA JAVA TAMA NOMOR: 036/DJT/DIR/V/2015 NOMOR:

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan tujuan Pemerintah dalam rangka mendukung perekonomian yang sehat dan efisien,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK Pada hari ini, hari... tanggal... di Jakarta, telah dibuat Perjanjian Pembukaan Rekening Efek, oleh dan antara : 1. PT Primasia Securities, dalam hal ini diwakili oleh Heliodorus Sungguhria, dalam jabatannya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH MODUL DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI (DTSS) PENGADAAN BARANG/JASA MATA PELAJARAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH OLEH Drs. M. Arifin Djasoerah DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Bab 1 : Ketentuan Umum... 1 1.1 Definisi... 1 1.2 Layanan Jasa... 4 1.3 Peraturan dan Prosedur Operasional Layanan Jasa... 5 1.4 Tempat dan Waktu Layanan Jasa...

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang : a. bahwa ketentuan

Lebih terperinci

KETENTUAN BERLANGGANAN

KETENTUAN BERLANGGANAN KETENTUAN BERLANGGANAN Pasal 1 Definisi 1. Ketentuan Berlangganan adalah ketentuan yang wajib dipatuhi baik oleh Mitra maupun D&K sehubungan dengan pelayanan PEMBUKAAN AKSES ONLINE PAYMENT POINT berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/M-DAG/PER/3/2006 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PERWAKILAN PERUSAHAAN PERDAGANGAN ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

A. SYARAT-SYARAT UMUM

A. SYARAT-SYARAT UMUM Lampiran : Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) Pekerjaan Peninggian Lantai Dasar Gedung Kantor dan Perombakan Ketinggian Pintu & Jendela Nomor : ANW.05/PBJ-MTP/V-2011 Tanggal : 26 Mei 2011 A.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERSYARATAN IZIN KLINIK PRATAMA/UTAMA RAWAT JALAN/RAWAT INAP/24 JAM

PERSYARATAN IZIN KLINIK PRATAMA/UTAMA RAWAT JALAN/RAWAT INAP/24 JAM Nama Sarana : No. Telp : Nama Penanggung Jawab : PERSYARATAN IZIN KLINIK PRATAMA/UTAMA RAWAT JALAN/RAWAT INAP/24 JAM No. 1 Surat permohonan kepada Bupati melalui kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo ber 2

Lebih terperinci

bermitra berikut: Nama paket PROJECT (CP-16) 2. Persyaratan a. Bidang (23009) perawatannya Geothermal (23007) atau Rekayasa) Minyak, Gas dan Pemberian

bermitra berikut: Nama paket PROJECT (CP-16) 2. Persyaratan a. Bidang (23009) perawatannya Geothermal (23007) atau Rekayasa) Minyak, Gas dan Pemberian REVISI PENGUMUMAN PELELANGAN No. 007000.Peng/LG.01.00/KP4-PMO/2015 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Program Management Office Infrastruktur (PMO Infrastruktur) dalam rangka Pengadaan Barang/Jasa

Lebih terperinci

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGANGKUTAN MINYAK BUMI, BBM DAN HASIL OLAHAN

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGANGKUTAN MINYAK BUMI, BBM DAN HASIL OLAHAN Izin Usaha Pengangkutan Minyak Bumi, BBM dan Hasil Olahan PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGANGKUTAN MINYAK BUMI, BBM DAN HASIL OLAHAN Izin Usaha Pengangkutan Minyak Bumi, BBM dan Hasil

Lebih terperinci