PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1"

Transkripsi

1 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1 Meningkatkan kepedulian dan rasa tanggungjawab sosial terhadap masyarakat. Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan pihak terkait dan stakeholders. PIMPINAN RIWAYAT SINGKAT Ketua Program Studi : Mulyati, ST, MT Dasar penyusunan kurikulum Kurikulum Program Studi Teknik Sipil S1 Institut Teknologi Padang tetap mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil belajar mahasiswa. Sesuai Kepmendiknas No. 232/U/2000 menyatakan bahwa cakupan kurikulum setidaknya harus mengandung : kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lain. Berdasarkan Kepmendiknas RI Nomor 232/U/2000 tersebut, cakupan minimal 3 (tiga) kompetensi tersebut yang harus terkandung dalam mata kuliah dikelompokan ke dalam lima kelompok, terdiri dari : 1. Kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). 2. Kelompok mata kuliah keilmuan dan keterampilan (MKK). 3. Kelompok mata kuliah keahlian berkarya (MKB). 4. Kelompok mata kuliah perilaku berkarya (MPB). 5. Kelompok mata kuliah berkehidupan bersama (MBB). Program Studi S1 Teknik Sipil adalah salah satu program studi dibawah jurusan teknik sipil dan perencanaan Institut Teknologi Padang, dibuka sejak tahun 1987 dengan status izin operasionaloleh kompertis Wilayah 1 Medan, pada tahun 1991 program studi teknik sipil S1 Berstatus terdaftar pada Kopertis Wilayah 1 Medan, dan pada tahun 2000 berstatus terakreditasi dengan peringkat C oleh Dirjen Dikti, dan pada tahun 2003 berstatus terakreditasi peringkat B Oleh Dirjen Dikti. VISI Menjadi salah satu program studi yang unggul di Indonesia dalam penerapan ilmu rekayasa sipil pada tahun MISI Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu dibidang teknik sipil. Mengembangkan penelitian yang kompetitif, dinamis, dan inovatif sejalan dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang teknik sipil. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat dalam bidang teknik sipil, serta memperkaya dan menambah kepekaan civitas akademika terhadap permasalahan kemasyarakatan. Melaksanakan kerjasama kemitraan dengan pihak prodi sejenis dan stakeholders. TUJUAN Adapun tujuan yang ingin dicapai program studi Teknil Sipil S1 adalah : Menghasilkan lulusan bermutu, mampu menciptakan lapangan kerja, dan siap bersaing di pasar kerja. Menghasilkan penelitian di bidang ilmu teknik sipil yang inovatif serta berdaya guna. Hasil Rumusan Program Studi Teknik Sipil Strata Satu menyelenggarakan pendidikan menggunakan sistem satuan kredit semester (sks), yaitu : takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu, sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. Jumlah SKS yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa pada program studi teknik sipil S1 adalah : 150 SKS, yang terdiri dari 124 sks proses belajar dalam bentuk teori dan 26 sks dalam bentuk praktek/aplikasi. 1. Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian terdiri dari : Agama, Metode Penelitian, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan, Pancasila, dan Kewirausahaan. 2. Kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan terdiri dari : Fisika Teknik, Matematika Teknik I, II, dan III, Kimia Teknik, Material Konstruksi, Menggambar Dasar, Bahasa & Pemrograman Komputer, Mekanika Rekayasa I, II, III, IV, V, Survei & Pemetaan I,II, Konstruksi Bangunan I,II, Geologi Teknik, Statistik dan Probalitas, Analisa Numerik, Mekanika Fluida, Hidrolika, Mekanika Tanah I dan II. 3. Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya terdiri dari : Rekayasa Hidrologi, Struktur Baja I dan II, Struktur Beton I dan II, Rekayasa Hidrologi, Teknik Pondasi I dan II, Geometrik Jalan Raya, Struktur Kayu, Jaringan Irigasi, Bangunan Irigasi, Perkerasan Jalan Raya, Material Jalan Raya, Rekayasa LaluLintas, Alat-Alat Berat & PTM, Dinamika Struktur, Struktur Beton Pratekan, Perencanaan Dermaga, Perencanaan Jalan Rel, Perencanaan Biaya dan Jadwal Proyek, Sistem Transportasi, Perencanaan Struktur Jembatan, Rekayasa Gempa, Pengembangan Sumber Daya Air, Perencanaan Drainase Perkotaan, Ekonomi

2 Teknik, Perencanaan Bandar Udara, Manajemen Konstruksi, Struktur Bangunan Pantai, Perencanaan Struktur Gedung, Perencanaan Bangunan Air. 4. Kelompok Mata Kuliah Perilaku Berkarya terdiri dari : Aplikasi Komputer /CAD, dan Tugas Akhir. 5. Kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bersama terdiri dari : Praktek Lapangan, Hukum Konstruksi & Etika Profesi, Rekayasa Lingkungan. Selanjutnya, rincian kurikulum program studi teknik sipil S1 hasil Lokakarya dapat dilihat dalam tabel dibawah ini. CES Hidrolika / P CES Mekanika Tanah II / P CES Survei dan Pemetaan II / P CES Rekayasa Hidrologi 2 2 CES Geometrik Jalan Raya CES Mekanika Rekayasa III 3 3 CES Pengaturan Rawa dan Sungai 2 2 CES Jaringan Irigasi 2 2 CES Perkerasan Jalan Raya 2 2 Semester Kode MK Mata Kuliah SKS I ITP Bahasa Indonesia 2 2 ITP Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 CES Bahasa Inggris Teknik 2 2 CES Geologi Teknik 2 2 CES Fisika Teknik 2 2 Keterangan Teori Praktek CES Praktikum Fisika 1 1 CES Matematika Teknik I 3 3 CES Kimia Teknik 2 2 CES Material Konstruksi 2 2 CES Menggambar Dasar 2 2 Semester Kode MK Mata Kuliah SKS II III ITP Agama 2 2 CES Matematika Teknik II 3 3 CES Mekanika Rekayasa I 3 3 Keterangan Teori Praktek CES Konstruksi Bangunan I / P CES Survei dan Pemetaan I / P CES Mekanika Fluida 2 2 CES Statistik dan Probabilitas 2 2 CES Mekanika Tanah I 2 2 Bahasa & Pemograman Komputer / CES P CES Matematika Teknik III 2 2 CES Mekanika Rekayasa II 3 3 CES Analisis Numerik 2 2 CES Konstruksi Bangunan II / P IV CES Struktur Baja I / P CES Struktur Beton I / P CES Teknik Pondasi I 2 2 CES Menggambar Aplikasi /CAD CES Kewirausahaan CES Mekanika Rekayasa IV 2 2 CES Struktur Baja II 2 2 CES Struktur Beton II 2 2 CES Teknik Pondasi II 2 2 CES Bangunan Irigasi 2 2 V CES Struktur Kayu 2 2 CES Rekayasa Lalu Lintas / P CES Alat-Alat Berat & PTM 2 2 CES Material Jalan Raya / P 2 2 CES Rekayasa Lingkungan Semester Kode MK Mata Kuliah SKS Keterangan Teori Praktek CES Mekanika Rekayasa V 3 3 CES Struktur Beton Pratekan 2 2 CES Perencanaan Drainase Perkotaan 2 2 VI CES Perencanaan Dermaga 2 2 CES Perencanaan Jalan Rel 2 2 CES Sistem Transportasi 2 2 CES Perencanaan Biaya dan Jadwal 2 2

3 VII VIII Catatan : TB = Tugas Besar Kode Mata Kuliah : Proyek CES Dinamika Struktur 2 2 CES Pengembangan Sumber Daya Air 2 2 CES Struktur Bangunan Pantai CES Metode Penelitian 2 2 CES Perencanaan Bandar Udara* 2 2 CES Rekayasa Gempa 2 2 CES Manajemen Konstruksi 2 2 CES Perencanaan Struktur Gedung / TB CES Perencanaan Struktur Jembatan / TB CES Perencanaan Bangunan Air /TB CES Ekonomi Teknik 1 1 CES Hukum Konstruksi & Etika Profesi CES Praktek Lapangan 2 2 CES Tugas Akhir / Skripsi 4 4 A. Silabus dan Referensi Jumlah Digit ke-1, menunjukkan semester; Digit ke-2, menunjukkan nomor urut kelompok mata kuliah; Digit ke-3, menunjukkan nomor urut mata kuliah; Digit ke-4, menunjukkan jumlah sks. ITP 0112 Agama, 2 sks Materi : Konsep Ketuhanan, Hakikat manusia menurut Agama, Hukum, HAM, dan Demokrasi, Etika, Moral, dan Akhlak, IPTEKS dalam perspektif agama, Kerukunan antar umat beragama, Masyarakat madani dan kesejahteraan umat, Kebudayaan dalam perspektif agama, Sistem Politik menurut agama. ITP 0132 Pendidikan Kewarganegaraan, 2 sks Materi : Hak Asasi Manusia, Hak dan Kewajiban Warga Negara, Demokrasi, Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Politik Nasional dan Strategi Nasional. ITP 0122 Pancasila, 2 sks Materi : Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila, Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Sistim Filsafat. Pancasila sebagai Sistim Etika Politik. Pancasila sebagai Ideologi Nasional. Pancasila dalam konteks ketatanegaraan RI. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam bermasyarakat, Berbangsa dan bernegara. CES 1112 Bahasa Inggris Teknik, 2 sks Tujuan : memberikan kemampuan untuk membaca teks, menulis, presentasi dalam bahasa Inggris sehingga mampu memahami isi buku teks dan berkomunikasi dalam bidang teknik sipil. Materi : Article : a, an, the; Nouns and pronouns; Tenses; Sentence structure; Paragraph construction; Reading skills; Writing Skills; Communication skills; Introduction into TOEFL; Introduction into IELTS. 1. Walker, E. Elsworth; Grammar Practices for intermediate Students; Longman group; Martin, Anne V., McChesney; Guide to Language and study Skills; Englewood Cliffs; Prentice Hall; Keller, eric and Sylvia T. Warner; Conversation Gambits; Language Teaching Publication; CES 1222 Geologi Teknik, 2 sks Tujuan : Mahasiswa memahami proses geologi tentang pembentukan, jenis, kondisi, sifat dan kekuatan batuan yang menyelimuti bumi. Materi : Pengertian geologi, geologi teknik, geomorfologi, susunan kulit bumi, topografi, peta, struktur geologi, bencana geologi, batuan beku, sedimen, metamorf, penentuan umur batuan, karakterisasi material geologi, denudasi, peranan air pada batuan, erosi, sifat fisis dan sifat geologi teknik dari batuan, kekuatan, deformasi, kondisi fisik batuan dari log bor, kwalitas batuan RQD. Bowles JE. Sifat-sifat fisis dan geoteknis tanah, Erlangga Jakarta. Goodman RE., Engineering Geology, John Wiley & Sons, Inc., New York. Shirley LH. Investigasi Rekayasa Geoteknik untuk perencanaan bangunan sipil, Polban, Bandung. Suharyadi, MS., Pengantar Geologi Teknik, Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil, UGM. Yogyakarta. Verhoef, Geologi Untuk Teknik Sipil, Erlangga Jakarta. CES 1233 Fisika Teknik/P, 3 sks ( 2 sks teori, 1 sks praktikum) Tujuan : mahasiswa paham dan menguasai tentang mekanika dan fluida. Materi : Sistem satuan dan vektor, keseimbangan partikel, gesekan, gerak pada garis lurus, gravitasi, massa, berat, gaya, gerak pada bidang datar, gerak dengan percepatan/perlambatan, gerakan peluru, Hukum Newton, usaha dan energi, daya, impuls, momentum, tumbukan, keseimbangan momen suatu gaya, rotasi, kecepatan dan percepatan sudut, momen inertia, kerapatan, elastisitas, plastisitas, tegangan, regangan, gerak periodic, gerak harmonic sederhana dan pegas, statika fluida, dinamika fluida, pemuaian, teori kinetic, gerak gelombang, bunyi. Praktikum : Materi : Praktikum tentang berbagai fenomena yang dipelajari dalam mata pelajaran teori, antara lain terdiri dari praktikum pengukuran; massa jenis, berat jenis, tekanan, dan gaya/reaksi. David Halliday, Fisika, Erlangga Jakarta. Francis W. Sears dkk, Fisika Universitas, Erlangga Jakarta. Frederick J. Bueche, Seri Buku Schaum, Fisika, Erlangga Jakarta.

4 Sutrisno, Fisika Dasar, ITB, Bandung. CES 1243 Matematika Teknik I, 3 sks Tujuan : Memberikan dasar-dasar tentang matematika teknik dan geometri, terutama tentang operasi-operasi matematika, grafik persamaan, fungsi-fungsi, limit, turunan serta harga ekstrim dari fungsi. Materi : Bilangan riil dan ketaksamaan, nilai mutlak, bidang bilangan, grafik persamaan, jarak, lingkaran, garis, fungsi, fungsi komposisi, fungsi genap, fungsi ganjil, fungsi trigonometri, fungsi tangent, limit fungsi, limit sepihak, limit tak hingga, kekontinuan fungsi, turunan fungsi, turunan fungsi trigonometri, turunan fungsi komposisi, aturan rantai, turunan fungsi pangkat, diferensiasi implisit, nilai ekstrim maksimum / minimum fungsi, fungsi naik, fungsi turun, kecekungan, titik belok, dan asimtot fungsi. Leithhold, Kalkulus dan Ilmu Ukur Analitik I, Erlangga Jakarta. Purcell, Kalkulus dan Geometri Analitis I, Erlangga Jakarta. CES 1252 Kimia Teknik/P, 2 sks ( 1 sks teori, 1 sks praktikum) Tujuan : Memberikan dasar-dasar ilmu kimia dan peranannya dalam pengembangan ilmu rekayasa sipil. Materi : Stoikiometri, hukum thermodinamika I & II, spektrum dan struktur atom, potensial ionisasi, affinitas elektron, jari-jari atom, struktur molekul, elektromagnetik, teori biokimia, asam basa, konfigurasi elektron dan susunan berkala, sifat periodik, sifat zat, zat padat dan sisi kristal cairan sifat, larutan elektrolit dan non elektrolit, hantaran keseimbangan ion, sistem koloid, redoks potensial elektroda, sel galvanic, elektroanalisis, korosi, orde reaksi, hukum laju mekanisme, reaksi kimia inti, senyawa karbon. Tugas : disesuaikan. 1. Addison Weley (19 ). Kimia Untuk Universitas. Erlangga. 2. Susanto (1976). Diktat Kimia Dasar. Departemen Kimia ITB. 3. Sienko (1974). Plane Chemistry Principle and Properties 2 nd. McGraw-Hill. 4. Keenan, Kleifelter and Wood; Kimia untuk Universitas; PT. Gelora Aksara Pratama; CES 1262 Material Konstruksi, 2 sks Tujuan : Mahasiswa dapat mengenal bahan bangunan dan mengetahui bahan bangunan. Materi : Bahan bangunan jadi, kayu, beton, baja, bata, dinding, plastik, Semen, proses pembuatan Agregat, beton, dan aspal. Tugas : 1. Mahasiswa mengumpulkan material kontruksi yang di pabrikasi. 2. Mahasiswa melaporkan proses pembuatan agregat, dan bahan beton. 1. ACI 1995, ACI Manual of Concrit Practice Part , penerbit 2. American Concrete Institut, Detrolt Michigan. 3. ASTM 1994, A Manual Books of ASTM Standards Volume Concrete and Aggregate, Penerbit American standard for materials testing, Philadelphia. 4. Dailis Amran,1996, Teknologi Semen, MRC,Fakultas Teknik UNP Padang, Kampus UNP Padang. 5. Dailis Amran, 1996, Teknologi Beton, MRC, Fakultas Teknik, Padang, Kampus UNP Padang. 6. Departemen PU 1982, Standar, DU , Pusat Perencanaan dan Pengembangan Pembangunan, PU Jakarta. CES 1272 Menggambar Dasar, 2 sks Tujuan : Memberikan pemahaman tentang dasar dasar menggambar secara baik dan benar yang berhubungan dengan gambar teknik sipil, serta keterampilan menggambar dan membaca gambar teknik. Materi : pengenalan alat gambar, standarisasi dan aturan-aturan menggambar dasar teknik, pengenalan notasi, macam - macam garis, ukuran, skala gambar, dan gambar dasar bentuk -bentuk geometris secara tepat. teknik membaca gambar, Gambar Multiview (proyeksi) Eropa & Amerika. rencana tapak, gambar tampak dan potongan, tata letak dan gambar detail teknik sipil. Tugas : Responsi dan Tugas 1. Jude (1971). Civil Engineering Drawing. Mc Graw-Hill. 2. Verma (1972). Civil Engineering Drawing and house planning. Khana Publishers CES 2213 Matematika Teknik II, 3 sks Tujuan : Memberikan dasar-dasar tentang matematika teknik dan geometri, terutama dasardasar integrasi dan teknik integrasi. Materi : Integral tak tentu, integral tertentu, teknik integrasi, luas daerah pada bidang datar, isi benda putar, panjang busur, pusat massa batang, sentroid bidang, fungsi inversi, fungsi logaritma asli, fungsi eksponen asli, inverse fungsi trigonometri, fungsi hiperbolik, integrasi parsial, integrasi fungsi trigonometri pangkat, integrasi dengan substitusi trigonometri, pengintegralan fungsi rasional dengan pecahan parsial, integral tak wajar, koordinat kutub, grafik persamaan dalam koordinat kutub, luas daerah dalam koordinat kutub, parabol, ellips, dan hiperbol. Leithhold, Kalkulus dan Ilmu Ukur Analitik I dan II, Erlangga Jakarta. Purcell, Kalkulus dan Geometri Analitis I dan II, Erlangga Jakarta. CES 2223 Mekanika Rekayasa I, 3 sks Tujuan : Menetapkan reaksi perletakan dan gaya-gaya dalam struktur statis tertentu balok, portal dan rangka batang. Materi : Konsep dasar gaya, momen, keseimbangan beban terpusat, beban merata, bangunan statis tertentu, vektor, skalar, jenis-jenis tumpuan. Keseimbangan gaya : gaya kolinier, gaya kongkuren, gaya koplanar. Keseimbangan struktural : reaksi perletakan, gaya-gaya dalam pada irisan/free body, momen lentur, gaya lintang, gaya normal, rangka batang dan balok, cara grafis dan analitis. Jenis-jenis struktur, rangka batang, balok dan tumpuan, balok terjepit, balok dengan

5 overstek, balok dengan tumpuan batang-batang pendel, pelengkung dua dan tiga sendi, melukis bidang gaya-gaya dalam, persamaan-persamaan bidang gaya dalam dan menghitung gaya maksimum. Tugas : Responsi dan Tugas. Prasyarat : Sudah mengambil Kalkukus 1 dan Fisika Dasar. 1. Beer, F.R, and Johnston, E.R (1984). Vector Mechanic for Engineer, McGraw-Hill. 2. Daniel, L. Schodek (1991). Struktur. PT. Erglo. 3. Timoshenko & Young (1990). Theory of Structures. Prentice-Hall. 4. West (1980). Analysis of Structures. John Wiley. CES 2232 Konstruksi Bangunan I / P, 2 sks (1 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang konstruksi, antar lain konstruksi hubungan batu alam / buatan, konstruksi lengkung batu bata. Konstruksi sambungan-sambungan kayu, kusen pintu dan jendela, Perencanaan ruang, utilitas bangunan dan mampu mengimplementasikan kedalam bentuk gambar bangunan sederhana ( mampu menggambar dan membaca gambar konstruksi) Materi : Pengenalan dan penggunaan konstruksi batu alam dan batu buatan serta konstruksi lengkung batu bata yang digunakan untuk pondasi dan konstruksi dinding bangunan. Konstruksi hubungan kayu rangka batang, hubungan kayu arah memanjang, arah melebar, yang digunakan untuk tiang dan balok kayu, rangka plafond, jurai, gording dan kuda-kuda, list plank dan talang, konsol dan sambungan-sambungan kayu: kusen, daun pintu dan jendela, Sloof, kolom dan balok Praktis, Perencanaan ruang, dan teori keseimbangan, Konstruksi septictank, saluran pembuangan air kotor, air bersih dan riolering, Instalasi air bersih, Instalasi air kotor. Tugas : Membuat gambar rencana bangunan (rumah tinggal), gambar detail konstruksi (disesuaikan dengan materi kuliah) Prasyarat: Menggambar Dasar 1. Edward Allen (2003) Fundamentals Of Building Construction. 2. Ernst Neufer (19.) The hand Book Of Bilding Types, Archtecs Data. 3. Heinz Frick ( 2001 Ilmu Konstruksi struktur bangunan. 4. Hendarsin (!9.) Ringkasan ilmu bangunan a dan b. 5. Sugiharjo ( 19.) Gambar-gambar dasar ilmu bangunan. CES 2242 Survei dan Pemetaan I / P, 2 sks (1 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Memberikan pengetahuan cara pembacaan peta serta pembuatannya sehingga mahasiswa mengetahui kondisi kontur daerah dan mengetahui cara pelaksanaan dilapangan. Materi : Pengantar ilmu ukur tanah, fungsi dan jenis-jenis peta, titik kerangka dasar dalam survei dan pemetaan. Sistem koordinat mendatar, metode triangulasi, metoda triterasi, cara perpotongan ke muka dan kebelakang. Penentuan azimuth, pengamatan tinggi matahari, poligon, penentuan koordinat ketinggian, teori kesalahan. Praktikum pengenalan alat, pelaksanaan pengukuran, penentuan posisi pemetaan planimeter. Tugas : Tugas dan Responsi Praktikum : 1. Briker/Wlf (19 ). Dasar-dasar pengukuran tanah. 2. Ilmu Ukur Tanah seri A, B, C (1986). Jurusan Teknik Geodesi ITB. 3. Soetomo (1980). Ilmu Ukur Tanah, Swadaya. 4. Wilton Wahab (2000). Diktat Ilmu Ukur Tanah I dan II. CES 2252 Mekanika Fluida, 2 sks Tujuan : Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat menyelesaikan masalah-masalah teknik kaitanya dengan perilaku fluida baik dalam kondisi diam maupun bergerak. Mahasiswa mampu memberdayakan potensi energi fluida dalam desain dan analisis teknik, serta melakukan antisipasi atas efek positip maupun efek negatip perilaku fluida baik cair maupun gas. Materi Kuliah : Pendahuluan; definisi dan ruang lingkup satuan, Sifat-sifat fluida gas dan cair (rapat massa, Bj, rprl, kemampatan, kekentalan), Kapilaritas, tekanan uap, kompresibilitas dan tegangan permukaan, Konsep Tek anan; (head tekanan pada suatu titik, distribusi tekanan pada zat cair diam, tekanan atmosfir, tekanan absolut dan tekanan terukur/relatip), Kompresi gas - gas, prinsip thermodinamika, Gaya Hidrostatika pada permukaan, Pengapungan dan pengambangan (Hukum Archimedes, kestabilan benda -benda terapung), Translasi dan rotasi massa fluida, Analisa dimensional dan keserupaan Hydraulic, Kinematika zat cair (macammacam aliran, garis arus, tabung arus, percepatan partikel zat cair, debit dan persamaan kontinuitas), Dasar Persamaan energy dan Dasar Aliran Fluida dalam pipa. 1. Irving H. Shames Mechanics of Fluids, McGraw Hill, White, F.M., Open Channel Flow, Prentice Hall, Streeter, Mekanika Fluida dan Hidrolika, Penerbit Air Langga, 1998 CES 2262 Statistik dan Probabilitas, 2 sks Tujuan : Mahasiswa mampu menganalisis kejadian acak di bidang engineering, serta mampu mengaplikasikan metode statistik dan probabilitas. Materi : Peranan statistik dan teori kemungkinan dalam perencanaan, konsep-konsep dasar teori kemungkinan, model analitik variable acak, fungsi dari variable acak, teori sample, distribusi normal, analisis regresi dan korelasi, uji korelasi, uji t, uji X 2 (chi-square), uji-f. 1. Ang (1975). Probability Concept in Engineering Planing and Design. John Wiley. 2. Benyamin and Cornell (1970). Probability Statistic, and Decision for Civil Engineering. MCGraw-Hill. 3. Perzen (1962). Stachastic Process. Holden Day. 4. Ang, A.H. and Tang, W. H.; Probability Concepts in Engineering Planning and Design; John Wiley & Sons; Kennedy, J and Neville, A.M.; Basic Statical Method for Engineers & Scientists, harper & Row Publisher, CES 2272 Mekanika Tanah I, 2 sks Tujuan : Mengetahui, mengerti dan memahami susunan dan perilaku tanah ditinjau dari segi teknik dan dapat menentukan parameter-parameternya. Materi : tanah dan sejarahnya, bagian-bagian tanah, diagram fase, parameter-parameter dan hubungan antar parameter tanah, analisis ukuran butir, batas-batas Atterberg, klasifikasi tanah, pemadatan, uji pemadatan, control kepadatan dilapangan, permeabilitas, rembesan dalam tanah, rembesan dalam tanah berlapis, tegangan efektif, tegangan-tegangan pada suatu massa tanah, kuat geser tanah Braja M. Das, Mekanika Tanah I, Erlangga Jakarta. Hary Christady Hardiyatmo, Mekanika Tanah I, Gadjah Mada University Press, Yokyakarta.

6 Robert D. Holtz, William D. Kovacs, An Introduction to Geotechnical Engineering, Prentice Hall, New Yersey. CES 2282 Bahasa & Pemograman Komputer / P, 2 sks (1 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Memahami komputer dan bahasa pemograman pada komputer. Materi : Pengenalan komputer, sistem bilangan dan organisasi data, algoritma dan bagan alir program. Pengenalan bahasa Fortran. Pernyataan masukan dan keluaran, Stop and If dan Goto, Eksekusi program, periapan, eksekusi komputer mikro, eksekusi bagi main frame, kesalahan dan diagnostik, aritmatik, persyaratan pilihan GOTO, If, Operator, Gaya memprogram, persyaratan DO, Array, Sub program data/karakter. Tugas : disesuaikan. 1. Amrinsyah Nasution (1987). Fortran 77 Pengenalan, Program dan Terapannya. Erlangga. 2. Fortran IV (1987). Control data. 3. Merchant (1979). The ABC s of Fortran Programming. Wadsowrth. 4. Yogianto HM (1988). Teori dan Aplikasi Program Komputer, Bahasa Fortran, Andi Offset. CES 3212 Matematika Teknik III, 2 sks Tujuan : Memberikan pemahaman tentang Sistem Persamaan Linier, dasar-dasar Matriks dan Vektor. Materi : Matriks, operasi matriks, determinan, matriks invers, persamaan linier homogen / non homogen, eigenvalue, eigenvector, vector, perkalian titik, fungsi bernilai vector, vector singgung, vector normal, kelengkungan, gerakan dibidang, vektor di ruang dimensi tiga, bola, bidang, garis di ruang, perkalian silang, turunan rantai, turunan parsial orde tinggi, turunan berarah / gradient dan pengali Lagrange. Anton, Rorres, Aljabar Linier Elementer I, Erlangga, Jakarta D. Suryadi HS, S.Harini Machmudi, Aljabar Linier, Ghalia Indonesia, Jakarta. Leithhold, Kalkulus dan Ilmu Ukur Analitik III, Erlangga Jakarta. CES Mekanika Rekayasa II, 3 sks Tujuan : Menetapkan tegangan dan regangan pada suatu penampang batang yang dibebani momen lentur, normal dan kombinasinya. Menetapkan deformasi pada balok statis tertentu dan tak tentu sederhana. Materi : Menghitung tegangan dan regangan pada suatu penampang dari batang yang dibebani momen, nomal, lentur, dan kombinasi. Sifat-sifat penampang, tegangan dan regangan puntir, kombinasi tegangan, tegangan utama, garis elatis, struktur statis tak tentu, kolom, pengenalan tensor. Praktek Labor struktur (sesuai lab sheet). Tugas : Tugas dan responsi. Labor Mekanika Rekayasa / Struktur Experiments and sample results : Bending moment variation at the point of loading, Bending moment variation away from the point of loading, Shear force variation with an increasing point load, Shear force variation for various loading conditions, Plastic collapse of aportal subjected to vertical or horizontal loading, Collapse of a portal frame under combined loading, Analysis of a no-sway portal frame, Analysis of sway portal frames, A point load moving across a fixed arch, Deflection of a cantilever, Deflection of a sipmly supported beam, The shape of a deflected beam, Circular bending. Prasyarat : Statika. 1. Beer F. R and Johnston. E. R (19 ). Mechanics of Matarial. 2. EP. Popov (1991). Mekanika Teknik. Erlangga. 3. Timoshenko (1986). Teori Elastis. Erlangga. 4. Timoshenko SP and Young DH (19 ). Strenght of material. Erlangga. MCGraw-Hill. 5. Popov, EP. (1979). Introduction to Mechanics of Solids. Prentice Hall. 6. Lab sheet. CES Analisis Numerik, 2 sks Tujuan : Penggunaan analisis numerik untuk memecahkan masalah-masalah dalam rekayasa sipil. Materi : Metoda numerik, interpolasi, integrasi, penyelesaian persamaan simultan linier, eliminasi Gauss Jordan, Integrasi, Dekomposisi, persamaan simultan non linier, pendalaman lanjut pemograman komputer. Tugas : Tugas dan Responsi. Prasyarat : Komputer dan Bahasa Pemograman 1. Conte an de Boor (1983). Elementary Numerical Analysis. Mc Graw-Hill. 2. Searborough (1958). Numerical Mathematical Analys. Oxfor University Press CES Konstruksi Bangunan II / P, 2 sks (1 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Memberikan pengetahuan dasar tentang pemahaman dan penguasaan Konstruksi bangunan dalam menggambar rekayasa dan membaca gambar rekayasa sehingga mampu menggambar dan membaca gambar bangunan sederhana, bangunan bertingkat, Utilitas bangunan dan menggambar elektrikal dan mekanikal. Materi : Pengenalan dan konsep dasar penyusunan komponen konstruksi bangunan gedung sesuai kaidah konstruksi sehingga terpenuhi kekuatan dan kenyamanan serta efektifitas penggunaannya. yang meliputi konstruksi pondasi dangkal dan pondasi dalam, struktur rangka bangunan, tangga, dinding, lantai, dan plafond, Konstruksi rangka pendukung atap, macam-macam penutup atap konstruksi talang air, dan utilitas bangunan. Tugas : Membuat gambar rencana bangunan bertingkat, gambar detail konstruksi dan spesifikasi teknik (bestek) sebuah bangunan. Prasyarat: Konstruksi Bangunan I 1. Edward Allen (2003) Fundamentals Of Building Construction. 2. Ernst Neufer (19.) The hand Book Of Bilding Types, Archtecs Data. 3. Heinz Frick ( 2001) Ilmu Konstrusi struktur bangunan. 4. Hendarsin (19.) Ringkasan ilmu bangunan a dan b. 5. Sugiharjo (19.) Gambar-gambar dasar ilmu bangunan. CES Hidrolika / P, 3 sks (2 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Memberikan pengetahuan mengenai aliran terbuka dan mampu menerapkannya untuk memecahkan persoalan persoalan yang dihadapi dalam perancangan saluran dan fenomena hidraulis.

7 Materi Kuliah : Klarifikasi aliran, parameter penampang, persamaan kontinuitas, momentum dan energi, aliran seragam (sub kritis, kritis, super kritis), perencanaan saluran, aliran berubah lambat laun, aliran berubah cepat. Praktikum : - Aliran pada saluran terbuka. - Ambang lebar dan ambang tajam. - Air loncat. - Pintu sorong. Bahan 1. Chow, Open Channel Hydraulics, McGraw Hill, French, Open Channel Hydraulics, McGraw Hill Chaudhry, Open Channel Flow, Prentice-Hall, 1993 CES Mekanika Tanah II / P, 3 sks (2 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Mengerti, memahami, dan dapat menghitung hal-hal yang berkaitan dengan sifatsifat fisis maupun sifat mekanis tanah, menguasai secara filosofi tegangan-tegangan, daya dukung, konsolidasi, penurunan, dan keamanan terhadap kelongsoran Materi : Distribusi tegangan dalam tanah, Teori Boussinesq, Newmark, Westergaard, konsolidasi, uji konsolidasi, indeks pemampatan, koefisien konsolidasi, penurunan dan kecepatan penurunan konsolidasi, penurunan segera, penurunan konsolidasi primer, penurunan konsolidasi sekunder, stabilitas lereng. Abraham LW., Slope Stability and Stabilization Methods, John Wiley & Sons, Inc., New York. Braja M. Das, Mekanika Tanah II, Erlangga Jakarta. Cernica JN., Soil Mechanics, Department of Civil Engineering Youngstown State Univercity. Hary Christady Hardiyatmo, Mekanika Tanah II, Beta Offset, Yogyakarta. CES Survei dan Pemetaan II / P, 3 sks (1 sks teori + 2 sks praktek) Tujuan : Memahami konsep dasar penentuan beda tinggi dan mahasiswa mampu melakukan pemetaan topografi serta aplikasinya pada teknik sipil. Materi : Pengukuran beda tinggi, metode penentuan beda tinggi dan pembuatan kantor, pemetaan titeksi topografi, teknik pematokan. Menghitung luas, photogrametry, potret udara, peralatan dan teknik pemotretan udara. Pembuatan busur lingkaran, pembuatan busur peralihan, penggunakaan ilmu ukur tanah dalam pekerjaan teknik sipil. Tugas : disesuaikan. Praktek : Pengukuran beda tinggi, pemetaan, cross and long section, penggambaran hasil pengukuran. 1. Briker/Wlf (19 ). Dasar-dasar pengukuran tanah. 2. Mayer/Gibson (19 ). Survay dan perencanaan Lintas Jalur. 3. Purwohardjo (1986). Ilmu Ukur Tanah Sei A, B, C. Jurusan Teknik Geodesi ITB. 4. Soetomo W (1980). Ilmu Ukur Tanah. 5. Wilton Wahab (2000). Diktat Ilmu Ukur Tanah 1 & 2. ITP. CES Rekayasa Hidrologi, 2 sks Tujuan : Memberikan pengetahuan tentang cara pengukuran curah hujan, memproses data menjadi curah hujan wilayah; Memberikan pengetahuan tentang penentuan intensitas hujan dengan cara empiris; Memberikan pengetahuan cara menguji data curah hujan. Materi Kuliah : Arti dan daur hidrologi; Presipitasi; Evaporasi; Infiltrasi dan perkolasi; Sekilas tentang air tanah; Limpasan (Run Off); Pengukuran debit sungai; Hidrograf; Penelusuran banjir; Penerapan statistika dalam hidrologi. Bahan acuan : 1. Anonim, Buku Ajar Hidrologi. 2. Linsley, R.K et al Hidrology for Engineers. New York : Mc Graw Hill. 3. Nemec, J Engineering Hydrology. New Delhi : Tata Mc Graw Hill. 4. Soemarto, CD Hidrologi Teknik. Surabaya : Usaha Nasional. 5. Sosrodarsono, S Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta : Pradnya Paramita. 6. Sri Harto, Br Hidrologi Terapan. Yogyakarta : Biro Penerbit KMTS FTUGM. 7. Sri Harto, Br Analisis Hidrologi. Jakarta : Gramedia. CES Geometrik Jalan Raya, 2 sks Tujuan : Dapat merencanakan geometrik jalan raya yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan raya serta sesuai dengan kondisi lapangan. Materi : Klasifikasi jalan, kriteria perencanaan, alinemen horizontal, Super Elevasi Jalan, Alinemen vertikal, Potongan melintang, koordinasi antara alinemen serta staking out, perencanaan Drainase Jalan. Tugas : Perencanaan geometrik jalan raya lengkap. 1. Hendarsin dan Sherley, (2000), Teknik Perencanaan Jalan Raya, Politeknik Negeri Bandung. 2. Direktorat Jenderal Bina Marga, (1997), Tata cara perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota. 3. Undang Undang No 38 tahun 2004 tentang Jalan. 4. Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 tentang jalan. 5. Direktorat Jenderal Bina Marga, (2004), Perencanaan Median (Rancangan). 6. AASTHO, Silvia Sukirman ( 2001), Tata cara Perencanaan Geomertik Jalan. CES Mekanika Rekayasa III, 3 sks Tujuan : Menetapkan deformasi struktur statis tertentu dan tak tentu balok, portal dan rangka batang dengan metoda energi. Menganalisa struktur statis tak tentu sederhana dan menetapkan garis pengaruh. Materi : Menghitung gaya-gaya dalam, simpangan dari struktur statis tak tentu yang dibebani oleh gaya statis dan dinamis. Defleksi dengan cara momen area, conjugated beam, metoda energi, metoda kerja maya, teori Castigliano, metoda Newan, diagram welhof-mohr, beban impact. Garis pengaruh untuk balok dan rangka batang, penurunan, geser dan momen maksimum, rangka batang 2 dan 3 dimensi, pelengkung tiga sendi. Tugas : Responsi dan tugas. Prasyarat : Statika dan Mekanika Bahan. 1. Ghali. A and Neville, AM (1990). Strctural Analysis Chapman A Hall atau terjemahan Analisis. Erlangga. 2. Laursen. HI (19 ). Structural Analysis. McGraw-Hill. 3. Wang. CK (1992). Indenterminate Structural Analysis. McGraw-Hill. Atau terjemahan atau Struktur statis tak tentu. Erlangga.

8 CES Pengaturan Rawa dan Sungai, 2 sks Tujuan : Mahasiswa diharapkan dapat mengerti tentang karakteristik hidrolika sungai, morfologi sungai, potensi dan kendala sungai serta bangunan-bangunan yang tersedia di sungai. Materi Kuliah : Karakteristik hidrolika sungai, debit aliran sungai, angkutan sedimen di sungai, potensi dan kendala sungai serta potensi sumber daya air dan pemanfaatan sungai, sistem pengaturan debit dan muka air sungai, pengaturan dan perbaikan alur sungai, manajemen wilayah sungai, teknik pelaksanaan, monitoring, operasi dan pemeliharaan sungai. 1. Jansen P.Ph. and Van Bendegom L, and Van Den Berg J., and De Vries M., Zanen A., Principles of River Engineering. Pitman Publishing Ltd. London, Overbeek H.J., River Engineering and Flood Protection, AIT Bangkok, Sri Eko Wahyuni, Sugiyanto, Teknik Sungai, Fak. Teknik Univ. Diponegoro, 1996 CES Jaringan Irigasi, 2 sks Tujuan : Mampu memahami prinsip irigasi, sistem pemberian air, jaringan saluran irigasi, pintu pembagi dan bangunan utama pada bendung serta bangunan-bangunan persilangan. Materi Kuliah : Dimensi saluran, skema bangunan dan jaringan, kebutuhan air untuk irigasi, menentukan tinggi muka air; pintu pengambilan, kantong lumpur; bangunan pengukur debit, pintu pembilas, bendung pelimpah, mercu bending, peredam energy, stabilitas bendung; bangunan persilangan, konstruksi pelindung. 1. Anonimous KP. 01 Jaringan Irigasi, Dir. Irigasi, Dirjen. Pengairan. Bandung : Galang Persada. 2. Anonimous KP. 02 Bangunan Utama, Dir. Irigasi, Dirjen. Pengairan. Bandung : Galang Persada. 3. Anonimous KP. 03 Saluran, Dir. Irigasi, Dirjen. Pengairan. Bandung : Galang Persada. 4. Anonimous KP. 04 Bangunan, Dir. Irigasi, Dirjen. Pengairan. Bandung : Galang Persada. 5. Drs. Erman Mawardi, Dipl.AIT, Ir. Moch Memed, Dipl.HE.APU Desain Hidroulik Bendung Tetap Untuk Irigasi Teknis. Bandung : Alfabeta. 6. Ir. Suhardjono. Kebutuhan Air Tanaman. Buku Ajar Mandiri Mata Kuliah : Irigasi. CES Perkerasan Jalan Raya, 2 sks Tujuan :.Mahasiswa mampu merencanakan perkerasan lentur dan kaku untuk jalan raya dan bandar udara sesuai peraturan yang berlaku. Materi : Perencanaan tebal perkerasan dengan cara empiris dan cara analisis. Perencanaan praktis tebal perkerasan untuk kondisi di Indonesia (flexible pavement dan rigid). Cara penaksiran service ability perkerasan jalan. Prosedur untuk melakukan survei dan identifikasi kerusakan jalan (IRI, Lendutan Balik, dll). Perencanaan tebal lapisan tambahan dengan metode AASHTO, Analisa komponen, dan lendutan balik. Aplikasi program SDPJL (Software Disain Perkerasan Jalan Lentur), serta metode pelaksanaan. Tugas : Membuat desain perkerasan jalan baru, widening, over lay dan bangunan pelengkap. 1. E. J Yoder & MW. Wirezak (1975) Principle of Pavement Design. 2. Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen SKBI (1989). PU. 3. Peraturan Pelaksanaan Pembangunan Jalan Raya No. 01/ST/MB/1972 Dept. PU ICAO, Aerodrome Manual, Krebs and Walker, Highway Materials, McGraw-Hill, Lab-sheet. 7. Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur No. Pt.T B Tahun Perencanaan Jalan Beton Semen No. Pd.T Tahun Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan Metode Lendutan No. Pd.T B Tahun CES Struktur Baja I / P, 3 sks (2 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Mendesain elemen-elemen struktur baja terhadap gaya-gaya dalam aksial tekan, aksial tarik, lentur, geser dan kombinasi; mendisain komponen sambungan. Menerapkan disain pada struktur rangka kuda-kuda atap, atau jenis struktur lain. Materi : Sifat dan Karakteristik baja, profil baja, persyaratan beban dan tegangan baja, metode analisis dan perencanaan konstruksi baja (Pengenalan Metode ASD dan LRFD). Analisis dan perencanaan batang tarik, batang tekan dan batang lentur. Sambungan baut, dan las, plat kopel, plat simpul. Perencanaan konstruksi baja statis tertentu. Tugas : Merencanakan kap dan kuda-kuda baja. Praktikum : Sambungan baja ; baut dan las Prasyarat : Statika (Mekanika Teknik I) dan Mekanika Bahan (Mekanika Teknik II) 1. Agus Setiawan (2008). Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD. Jakarta. Erlangga 2. Gunawan T. (2000).Teori, Soal dan penyelesaian Konstruksi baja I dan II. Delta Teknik Group.Jakarta. 3. Bowless (1996). Design Struktur Baja. Erlangga. 4. Mc. Cormack.- Nelson JK (2003). Steel Structures Design, LRFD Method, 3 rd. New Jersey. Prentice Hall. 5. Badan Standarisasi Nasional. Tata cara Perencanaan Struktur baja Untuk bangunan Fedung SNI Salmon C & Johnson (1996). Struktur Baja- Desain dan Prilaku. Erlangga. 7. Tabel Konstruksi Baja. CES Struktur Beton I / P, 3 sks Dosen Pengampu :Tujuan : Mahasiswa memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan penulangan penampang balok beton bertulang akibat beban lentur, geser, gaya aksial, torsi dan kombinasinya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Materi : Aggregat, gradasi, bahan dan susunan semen, macam-macam semen, air, proses hidrasi, mix design, perawatan beton, bahan tambahan untuk adukan beton. Sifat-sifat karakteristik beton dan baja tulangan. Beton bertulang sebagai material komposit, pengaruh gaya aksial, konsep tegangan batas, perencanaan daerah elastis, konsep tegangan izin, perencanaan cara kekuatan batas. Angka keamanan dan factor beban, momen lentur, geser, kombinasi momen dan normal. Perencanaan beban maksimum dan penulangan pada balok dan kolom. Perhitungan balok tulangan tunggal, tulang rangkap, empat persegi. Balok ditekan sentries/exsentris, torsi dan tulangan begel. Tugas : Tugas dan responsi Pratikum Labor Beton Materi : Melaksanakan pengujian material pembentuk beton, beton segar dan beton keras, terdiri dari pengujian aggregate kasar, aggregate halus, rancangan campuran, slump tes, kuat tekan (silinder dan kubus), kuat belahan, hummer test, pengambilan sampel dengan cor drill.

9 Prasarat : Mekanika Rekayasa 1 dan 2 1. Ir. Wiratman (19 ). Konstruksi Beton. 2. Park & Paulay (1983). Reinforced Concrete Structures. John Wiley. 3. PBI, SKSNI, ACI Code. 4. Wang, Salmon (1987). Desain Beton Bertulang. Erlangga. 5. Winter G and Nielson (1993). Perencanaan Beton Bertulang. Pradnya Paramitha. 6. Gunawan, 1990 Delta teknik. 7. Lab-Sheet. CES Teknik Pondasi I, 2 sks Tujuan : mengerti, memahami dan dapat menghitung daya dukung tanah, tekanan tanah lateral, sehingga dapat merencanakan pondasi dangkal, dinding penahan tanah Materi : Macam-macam type pondasi, type keruntuhan, teori kapasitas dukung tanah, analisis Terzaghi, Meyerhof, Brinch Hansen, Vesic, beban sentris, beban eksentris, beban miring, analisa tegangan pada tapak pondasi, perancangan pondasi dangkal, dinding penahan tanah, tekanan tanah lateral, diam, aktif, pasif, teori Rankine, teori Coulomb, stabilitas dinding terhadap geser, guling, kapasitas dukung, perancangan dinding penahan. Das BM., Principles of Foundation Engineering, PWS-KENT Publishing Company Boston. Cernica JN., Foundation Design, John Wiley & Sons, Inc., New York. Hary Christady Hardiyatmo, Teknik Pondasi I, Beta Offset, Yogyakarta. CES Menggambar Aplikasi /CAD, 2 sks (1 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Mahasiswa dapat mengoperasikan program Autocad sehingga dapat melakukan penggambaran rekayasa sipil secara digital dengan cepat, cermat dan sistimatis. Materi : Pengenalan umum Aplikasi gambar dalam Komputer, konsep dasar (Termininologi Auto CAD, Manajemen Perencanan Gambar, Konsep konsep utama penggambaran Auto CAD). Penggambaran Object ( Drawing Command, Editing Command) Penyajian Gambar (plotting), aplikasi gambar rekayasa sipil. Tugas : Memberikan latihan tentang gambar-gambar rekayasa teknik sipil yang mencakup struktur gedung (penulangan plat, kolom, balok dan pondasi), sambungan-sambungan baja (kuda-kuda baja & jembatan baja) yang menggunakan paku keling, baut dan las, gambar bangunan air seperti bendung, saluran-saluran irigasi dan gambar jalan dan jembatan. 1. Jude (1971). Civil Enggineering Drawing, MCGraw-Hill. 2. Verma (1972). Civil Enggineering Drawing and House Planning, Khana Publisshers. 3. AutoCad 2002 dst. CES 4191 Kewirausahaan, 1 sks Tujuan : Mampu membuat ide, mengembangkan semangat dan menumbuhkan minat berwirausaha yang didasarkan atas ciri-ciri SDM, jiwa Entrepreneur, pemahaman akan Cashflow Quadran yang didukung oleh motivasi dan komunikasi interpersonal (berpikir positif, kreatifitas, inisiatif, dan inovasi), kepemimpinan, marketing plan dan analisa SWOT serta menyusun proposal usaha dalam pelayanan Jasa Konstruksi baik dalam bentuk produk dan jasa Materi : Mahasiswa mampu membuat 1) ide dan mengembangkan semangat wirausaha sebagai tenaga profesi konstruksi 2) atas ciri-ciri SDM, 3) Entrepreneur 4) Cashflow Quadran 5) Motivasi, kreativitas dan komunikasi interpersonal dalam menumbuhkan minat berwirausaha, 6) faktorfaktor internal yang mendukung untuk tumbuhnya sikap berwirausaha (berpikir positif, kreatifitas, inisiatif, inovasi), 7) kepemimpinan, marketing plan dan analisa SWOT, bentuk produk dan jasa, 8) mengadakan riset serta bentuk usaha, prosedur dan tipe usaha 9) Menyusun proposal usaha, meningkatkan produktivitas usaha, meningkatkan pertumbuhan usaha. Tugas : 1. Membuat Proposal Usaha 1. Asri, M. Marketing. Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN. Yogyakarta DeGarmo, E.P. dkk. Ekonomi Teknik Jilid 1. PT Prenhallindo. Jakarta Gitosudarmo, I. Manajemen Operasi edisi pertama. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta Soekartawi. Pengantar Agroindustri. PT RajaFrafindo Persada. Jakarta Wiratmo, M. Pengantar Kewirausahaan Kerangka Dasar Memasuki Dunia Bisnis edisi pertama. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta Inwood, D dan Jean Hammond, Pengembangan produk. PT Pustaka Binaman Pressindo, 1995 CES Mekanika Rekayasa IV, 2 sks Tujuan : Mampu menganalisis struktur statis tak tentu. Materi : Analisa statis tak tentu. Metoda tiga momen, slope deflection, cross, perpindahan. Menetukan garis pengaruh struktur statis tak tentu. Menggabar bidang gaya dalam dan jenis garis elastis, Metoda Takabeya, Kani, metoda fleksibilitas. Tugas : Tugas dan responsi 1. Amenakas. AE. (19 ). Classical Structural Analysis. McGraw-Hill. 2. Chu Kia Wang (1992). Analysis Struktur Lanjutan. Erlangga. 3. Ghali. A and Neville, AM (1990). Structural Analysis Chapman A Hall atau terjemahan Analisis. Erlangga. 4. Laursen HI (19 ). Structural Analysis. McGraw-Hill. CES Struktur Baja II, 2 sks Tujuan : Mendisain elemen-elemen struktur baja : balok gelagar, balok komposit, pelat dek, kolom komposit, base plate, sambungan. Menerapkan disain pada struktur jembatan, bangunan portal gedung, atau jenis struktur lain. Materi : Pengenalan jembatan komposit, analisis material komposit. Prinsip perencanaan balok dan jembatan komposit, peraturan pembebanan, persyaratan tegangan, perencanaan jembatan rangka baja, analisis kekuatan dan kekakuan, detail sambungan pada konstruksi bangunan baja. Tugas : Tugas dan responsi Prasyarat : Struktur Baja I. 1. Agus Setiawan. (2008). Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD. Erlangga 2. Gunawan T. (2000).Teori, Soal dan penyelesaian Konstruksi baja I dan II. Delta Teknik Group.Jakarta. 3. Bowless (1996). Design Struktur Baja. Erlangga. 4. Mc. Cormack.- Nelson JK (2003). Steel Structures Design, LRFD Method, 3 rd. New Jersey. Prentice Hall. 5. Badan Standarisasi Nasional. Tata cara Perencanaan Struktur baja Untuk bangunan Fedung SNI Salmon C & Johnson (1996). Struktur Baja- Desain dan Prilaku. Erlangga. 7. Dep. PU. (1987). Peraturan Muatan Jembatan dan Jalan Raya. 8. Tabel Konstruksi Baja CES Struktur Beton II, 2 sks

10 Tujuan : Mahasiswa memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan penulangan kolom, sistem pelat lantai serta sistem rangka beton, pondasi beton dangkal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Materi : Beton bertulang sebagai material komposit, pengaruh gaya aksial tekan dan tarik, konsep tegangan izin. Struktur pelat dan beton bertulang, konsep dasar, analisa pelat dengan teori elastis, metode garis leleh, kriteria leleh, prinsip dasar kerja virtual, desain bagan, pola garis leleh. Perencanaan cara elastis, konsep regangan batas, perencanaan cara kekuatan batas, angka keamanan dan factor batas, pengaruh momen lentur, geser dan teganan tarik. Pelaksanaan detail penulangan untuk lentur dan geser, normal dan lentur. Perhitungan kolom dengan pembebanan lentur dan normal, perhitungan pondasi untuk bangunan/portal bertingkat banyak akibat pembebanan tetap, pembebanan sementara. Perencanaan pelat dan portal, direct design metoda, metoda portal ekivalen, serta penulangannya. Sambungan balok, kolom dan perencanaan penulangan pondasi. Tugas : Merencanakan bangunan bertingkat Prasyarat : struktur beton I. 1. A C I Code 2. Wiratman (19 ). Konstruksi Beton. 3. Park & Paulay (1983). Reinforced Concrete Structures. John Wiley. 4. PBI (1971). 5. Wang, Salmon (1987). Desain Beton Bertulang. Erlangga. 6. Nielson, W.U (19 ). Design of Structure. CES Teknik Pondasi II, 2 sks Tujuan : Mahasiswa mengerti, memahami dan dapat merancang turap dan pondasi dalam untuk mendukung struktur yang ada diatasnya Materi : turap, turap kantilever, turap diangker, perancangan blok angker, konstruksi perancah, pondasi tiang, tiang pada tanah gtranuler, tiang pada tanah kohesif, tiang pada tanah C Q, tiang dengan data sondir, tiang dengan data SPT, kapasitas kelompok tiang, kelompok tiang dengan beban sentris, dan eksentris. Braja M.Das., Principles of Foundation Engineering, PWS-KENT Publishing Company Boston. Cernica JN., Foundation Design, John Wiley & Sons, Inc., New York. Hary Christady, Teknik Fondasi II, Gadjah Mada University Press, Yokyakarta. Suhardjito Pradoto, Teknik Pondasi, ITB. Bandung. Teng WC., Foundation Design, Prentice Hall of India, New Delhi. CES Bangunan Irigasi, 2 sks Tujuan : Mengetahui dan memahami bilamana, dimana dan bagaimana bendungan dibuat. Materi Kuliah : Volume waduk dan hubungannya dengan tinggi bendungan; Morfologi sungai dan penentuan lokasi bendungan; Survei dan investigasi dalam perencanaan bendungan; Perencanaan pondasi dan perbaikan pondasi; Tipe-tipe bendungan; Bendungan urugan; Dam Break; Bangunan pelengkap; Bendungan beton gravitasi dan bendungan beton berpenyangga; Bendungan beton busur dan multi busur. 1. Anonim. Bendungan-bendungan di Indonesia. 2. Bowles, J.E. Mekanika Tanah. 3. Dominy, F. Design of Small Dam. USBR. 4. Linsley, R.K, et al. Teknik Sumber Daya Air. 5. Soedibyo Teknik Bendungan. Jakarta : Pradnya Paramita. 6. Soemarto, CD Hidrologi Teknik. Surabaya : Usaha Nasional. 7. Sosrodarsono, S Bendungan Tipe Urugan. Jakarta : Pradnya Paramita. 8. Varsney, R.K. Theory and Design Irrigation Structure Vol. II. New Delhi. CES Struktur Kayu dan Bambu, 2 sks Tujuan : Dapat merencanakan struktur kuda-kuda, jembatan kayu dan bekisting yang ekonomis dan memenuhi syarat kekuatan, syarat kekakuan dan syarat kestabilan. Materi : Pengetahuan dasar konstruksi kayu, sambungan-sambungan dan bagian bangunan. Mutu kayu dan sifat mekanis. Macam-macam tegangan. Sambungan dan alat-alat penyambung. Konstruksi Balok, tumpuan dan bentangan teoritis. Hantaran tunggal dan double. Batang tarik, tekan dan tekuk. Batang dengan gaya bertukar. Kombinasi pembebanan. Bekisting, kolom profil tersusun, rumus Engesener dan perhitungan klos. Konstruksi kuda-kuda. Konstruksi rangka batang. Konstruksi badan papan miring. Konstruksi kayu lapis majemuk dengan perekat. Konstruksi portal (gawang). Jembatan kayu. Tugas : 1. Merencanakan kuda-kuda kayu 2. Merencanakan jembatan kayu Prasyarat : statika dan mekanika bahan. 1. Breye (1988). Design of Word Structures. Mc Graw-Hill. 2. Felik Yap (1965). Konstruksi kayu. Bina Cipta 3. Gurfnikel (1981). Wood Engieering. Kendal-hunt Publishing Co. 4. Henis Frick (1991). Ilmu Konstruksi Bangunan Kayu. Penerbit Kanisisus. 5. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (1987) Dirjen Cipta Marga. PU. CES Rekayasa Lalu Lintas / P, 3 sks (1 sks teori + 1 sks praktek) Tujuan : Mahasiswa dapat memahami tentang tujuan ilmu rekayasa lalu lintas dan cakupannya secara umum, serta dapat memberikan solusi bagi penyelesaian permasalahan lalu lintas terutama yang berkaitan dengan kinerja/tingkat pelayanan ruas jalan, perencanaan dan pengaturan persimpangan (pulau lalulintas, bundaran, traffic light), perencanaan ruang parkir, terminal, rambu dan marka jalan, serta manajemen lalulintas. Materi : defenisi ilmu rekayasa lalulintas, studi-studi lalulintas, sifat kendaraan, sifat-sifat arus lalu lintas dan pengemudi, satuan mobil penumpang. Survei arus lalu lintas (kecepatan kendaraan, volume lalulintas, komposisi lalulintas). Hubungan antara kecepatan-aruskepadatan lalulintas, jarak kepala, celah, kapasitas dan tingkat pelayanan ruas jalan, persimpangan prioritas, pulau lalulintas, persimpangan dengan bundaran, persimpangan dengan lampu pengatur lalulintas (traffic light), perparkiran, terminal, marka dan rambu, serta manajemen lalulintas. Lab. Transportasi Kecepatan setempat, kapasitas ruang jalan, kapasitas persimpangan dengan bundaran, Persimpangan tak bersinyal, Perencanaan traffic light dan Perencanaan ruang parkir. Tugas : disesuaikan. 1. Highway Traffic Analysis and Design 2 nd Edition, Oleh : RJ. Salter; 2. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) No. 036/T/BM/1997 tahun 1997; 3. Panduan Penentuan Klasifikasi Fungsi Jalan No ; 4. Pedoman Penentuan Klasifikasi Fungsi Jalan di Kawasan Perkotaan No. Pd.T B Tahun 2004; 5. Pedoman Survei Pencatatan Lalulintas dengan Cara Manual Pd.T B tahun 2004; 6. Pedoman Survei Perhitungan Waktu Perjalanan Lalulintas No. 001/T/BNKT/1990 tahun 1990;

11 7. Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 tentang jalan; 8. Perencanaan dan Teknik Lalu Lintas, oleh : F.D. Hobbs (Alih Bahasa : Ir. Suprapto TM, M.Sc dan Ir. Waldijono); 9. Perencanaan Bundaran Untuk Persimpangan Sebidang No. Pd.T B Tahun 2004; 10. Produk Standar Untuk Jalan Perkotaan, oleh : Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum, Tahun Rekayasa Lalu Lintas, oleh : G.R Wells (Terjemahan Ir. Suwarjoko Warpani); 12. Rekayasa Lalu Lintas, oleh : Ditjen Perhubungan Darat, 1999; 13. Roundabouts : Capacity Jalan Raya, oleh : C.H Oglesby and R. Gary Hicks; 14. Traffic Planning and Engineering, oleh : C.A Oflaherty; 15. Traffic Engineering : Worked Examples and Problem, oleh : R.J. Salter; 16. Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan. 17. Materi materi dari Internet. 18. Lab-sheet. CES Alat-Alat Berat & PTM, 2 sks Tujuan : Memberikan pengetahuan tentang alat berat serta biaya pemilikan dan operasional. Materi : Pendahuluan, biaya peralatan dan pengendalian, peralatan umum, peralatan pekerjaan tanah dan peralatan transport, peralatan pengangkat, peralatan pondasi, peralatan beton, peralatan pemadatan (compaction equipment), peralatan pengaspalan, pengelolaan konstruksi (studi kasus), Analisa Kepemilikan alat. manajemen peralatan, keselamatan kerja dalam penggunaan peralatan konstruksi. Tugas : Disesuaikan 1. Cristian (1981). Management. Machines and Methods in Civil Engineering, John Wiley. 2. Day (1973). Construction Equipment Guide. John Wiley. 3. Peurifoy (1985). Construction Planning Equipment & Methods. McGraw-Hill. CES Material Jalan Raya / P, 2 sks (Praktikum) Tujuan : Mahasiswa mengetahui dan menguasai karakteristik bahan perkerasan. Mahasiswa mampu membuat Job Mix Formula untuk perencanaan perkerasan Perencanaan dan pelaksanaan jalan. Job mix formula untuk perencanaan perkerasan jalan, pondasi jalan berupa : sub grade, sub base, dan base coarse, klas A, klas B, klas C, dan Klas S. Materi : Aspal : Berat jenis aspal (BJ), Duktilitas aspal, Titik lembek, Penetrasi aspal, Marshall test, Titik nyala; Agregat, Berat jenis agregat, Abrasi (Los Angeles), Ekstraksi. Uji Marshaal dan Analisis. Tugas : 1. Pratikum Bahan Pengikat 2. Pratikum Lanjutan campuran panas aspal - agregat. 3. Presentasi Tugas 1. ACI 1995, ACI Manual of Concrit Practice Part , penerbit 2. American Concrete Institut, Detrolt Michigan. 3. ASTM 1994, A Manual Books of ASTM Standards Volume Concrete and Aggregate, Penerbit American standard for materials testing, Philadelphia. 4. Departemen PU 1982, Standar, DU , Pusat Perencanaan dan Pengembangan Pembangunan, PU Jakarta. CES Rekayasa Lingkungan, 2 sks Tujuan : Memahami tentang pembangunan di bidang teknik sipil yang berwawasan lingkungan; Mengetahui sumber dan pengolahan air bersih dan air buangan/limbah; Merencanakan sistem penyaluran air bersih dan air buangan/limbah pada suatu daerah Materi Kuliah : Definisi teknik lingkungan; Pembangunan bidang teknik sipil yang berwawasan lingkungan; Penentuan studi area dan target waktu, periode desain, proyeksi penduduk dan fasilitas umum; Faktor-faktor penentu kebutuhan air bersih; Kebutuhan domestik, non domestik, kebocoran air, faktor hari maksimum, faktor jam maksimum, kebutuhan pemadam kebakaran; Pelayanan air perpipaan dan non perpipaan; Sumber air bersih dan syarat kualitas, kuantitas, kontinyuitas; Metode pengolahan air bersih berdasarkan sumbernya: pengolahan lengkap dan tak lengkap; Sistem pengaliran airbersih gravitasi dan pompa; Waktu pengaliran; Sistem distribusi: cabang dan grid; Pipa, komponen pipa, detail junction, resernoir, pompa, fire hidran; Perhitungan dimensi pipa air bersih; Pengertian air buangan/limbah; Sumber dan karakteristik air buangan; Metode pengolahan air buangan: pengolahan primer, sekunder, tersier dan pengolahan lumpur; Metode penyaluran air buangan; Perhitungan debit air buangan; Perhitungan dimensi air buangan. 1. Anonim, Buku Ajar Teknik Lingkungan 2. Anonim, 1998, UU RI no. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, BAPEDAL, Jakarta. 3. Al Layla, M.A., S. Ahmad., E.J Middlebrooks, Water Supply Engineering DeSIGn. Edisi II, Ann Arbor Science Publisher, USA 4. Mangkoedihardjo, S., 1985, Penyediaan Air Bersih., Jilid I, Teknik Penyehatan, ITS, Surabaya. CES Mekanika Rekayasa V, 3 sks Tujuan : Menganalisa struktur rangka batang statis tak tentu dan pengenalan metode finite elemen. Materi : Rangka batang bidang, rangka batang ruang dan rangka kaku. Statis tak tentu luar, statis tak tentu dalam, Pengenalan finite elemen. Tugas : Tugas dan responsi. 1. Chu Kia Wang (1992). Analysis Struktur Lanjutan. Erlangga. 2. Ghali. A and Neville, AM (1990). Structural Analysis Chapman A Hall atau terjemahan Analisis. Erlangga. 3. Meek Jl. (19 ). Matrix Structural Analysis. McGraw-Hill. CES Struktur Beton Pratekan, 2 sks Tujuan : Mahasiswa memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan dan desain elemen beton prategang, serta desain struktur beton prategang. Materi : Konsep dasar, studi kekuatan, perilaku, desain elemen dan struktur beton prategang, sistem penegangan awal dan akhir, metode pengimbangan beban. Konstruksi beton prategang beban batas dan keadaan batas. Beban Equipment/Load Balancing, gaya lintang dan tegangan geser, balok pratekan penampang T.I, dll. Kombinasi tegangan geser dan lekatan pada pengangkeran, kehilangan tegangan, balok pratekan statis tak tentu, perletakan kabel dan daerah aman, serta metode pelaksanaan. Tugas : Perencanaan struktur jembatan prategang.

12 Prasyarat : Struktur beton II. 1. B. Park & Panlay (1983). Reinforced Concrete Structures. John Wiley. 2. Ferguson Reinforced Concrete Structure (19 ). 3. Gurfincel (19 ). Prestressed Concrete. 4. Lin. T. Y (1981) Design Struktur Beton Prategang. Erlangga. 5. Luinter Urguhant, Nielson (19 ). Design of Structur. 6. Naman A,e (1982). Prestressed Concrete Analysis and Design Fundamental. McGraw-Hill. 7. PBI W. H Mosley (19 ). Reinforced Concrete Design. 9. SKSNI CES Perencanaan Drainase Perkotaan, 2 sks Tujuan : Memberikan pengetahuan mengenai berbagai metode dalam penanganan drainase dan mampu menerapkannya dalam perencanaan drainase kota : Pengumpulan Data, Analisa data, Perencanaan. Materi Kuliah : Aspek teknis perencanaan drainase meliputi hubungan hujan dan aliran, intensitas hujan, hujan rancangan, debit rancangan, criteria perancangan dan konstruksi bangunan fasilitas drainase. Sistem drainase meliputi drainase alam dan buatan, drainase permukaan tanah dan bawah tanah, arganisasi sistem jaringan drainase. Perancangan dan perhitungan drainase perkotaan meliputi drainase pemukiman, jalan raya, penyehatan lingkungan, lapangan tebang, kawasan industri, lapangan olah raga, kota dan pantai. 1. Luthin J.N Drainase Engineering, Willey Easten Private Limited Publisher, New Delhi. 2. Castel D.A et all, 1984, Field Drainage Principal and Practices Batsvord Academic and Education, ondon, England. 3. Anonim, 1974, Drainase Peinciples and Aplikations, International Institute for Line Reclamation and Improvement, Wageningen, The Nederland. CES Perencanaan Dermaga, 2 sks Tujuan : Mahasiswa dapat memahami dan merencanakan pelabuhan laut sesuai peraturan yang berlaku. Materi : Aspek umum perencanaan pelabuhan, analisa pasang surut, analisa gelombang, defraksi gelombang, shoaling (pendangkalan), survey penyelidikan tanah survei hidrografi/hidrometri, analisis angin, kolam labuh, reklamasi dan pengerukan, alur pelayaran. Tugas : Perencanaan pelabuhan lengkap Aners Choun dkk (1983). Planning & Design of Port and Marine Terminal. John Wiley. 2. Per Bruun (1981). Port Engineering Guef Publlshing. 3. Quin ( Design & Construction of Port & Marine Structures. Mc Graw-Hill. 4. Sujono Kramdibrata (1985). Perencanaan Pelabuhan. Ganexa Exact Bandung. 5. Bambang Triatmojo, 200, Pelabuhan, Beta Ofset, Yogyakarta,. 6. Soejono Kramadinata, Perencanaan Pelabuhan, Ganesha Exact Bandung. CES Perencanaan Jalan Rel, 2 sks Tujuan : Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang cakupan ilmu jalan kereta api/jalan rel, emplasemen, konstruksi jalan kereta api, rel dan perencanaannya, wesel dan perencanaannya, bantalan dan perencanaannya, balas dan perencanaannya, perencanaan geometrik jalan rel (berupa tikungan dan tanjakan). Disisi lain dalam mata kuliah ini juga akan diberikan pengetahuan dan pemahaman materi secara aplikatif dengan melakukan kunjungan lapangan (field of study). Materi : Sejarah perkembangan jalan kereta api di Indonesia, manajemen perusahan kereta api, penampang dan bagian-bagian jalan rel, jenis-jenis rel, sambungan rel/sepur, wesel, bantalan, balas dan alas balas, daya angkut, pengatur lalulintas, jenis-jenis kereta rel, emplasemen dan stasiun, geometrik jalan rel (tikungan, tanjakan, dan turunan), penahan dan gaya tarik. Tugas : Merencanakan jalan rel lengkap dan presentasi makalah hasil kunjungan lapangan. 1. Allen, Frank (1952). Raul Road Curves and Eartwork. Mc Graw-Hill. 2. Ingles (1953). An Introduction to Railway Engineering. Chapman & Hall Ltd. 3. Soebianto (19 ). Ilmu Banguan Jalan Kereta Api I, II, III, IV. Diktat Kuliah Jurusan Teknik Sipil. ITB. 4. Perencanaan Konstruksi Jalan Rel (Peraturan Dinas No. 10 tahun 1986); 5. Standar perencanaan jalan rel. CES Sistem Transportasi, 2 sks Tujuan : Mahasiswa dapat memahami tentang tujuan ilmu sistem transportasi dan cakupannya secara umum, proses perencanaan transportasi, serta dapat memberikan solusi bagi penyelesaian permasalahan transpotasi perkotaan masa depan. Materi : Sejarah perkembangan transportasi dalam kehidupan, permasalahan transportasi, factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan transportasi dan komponen-komponennya, karakteristik teknologi sarana transportasi, dasar perencanaan transportasi, survei asal tujuan (O-D), traffic counting (TC), model-model bangkitan perjalanan, model-model distribusi perjalanan, model pemilihan moda angkutan (model modal split), model-model pengelompokkan perjalanan, serta ekonomi transportasi. Tugas : Tugas dan Responsi 1. Perencanaan dan Teknik Lalu Lintas, by F.D. Hobbs (terjemahan Ir. Suprapto); 2. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, by Prof. Ofyar Z. Tamin (1997); 3. Introduction Transportation Planning, by Michael J. Bruton, 1985; 4. Highway Traffic Analysis and Design 2 nd Edition, by : RJ. Salter, 1989; 5. Traffic Planning and Engineering, by : C.A Oflaherty, 1990; 6. Model Pengangkutan Perkotaan, by H. Riza Atiq Abdullah OK Rahmad, 1994; 7. Teknik Sistem Lalu Lintas dan Pengangkutan, by Prof. Ibrahim Wahab, P.hD; 8. An Introduction Transportation Engineering and Planning, by Morlock, 1978; 9. An Introduction Transportation Engineering, by Hoy, 1977; CES Perencanaan Biaya dan Jadwal Proyek, 2 sks Tujuan : Memberikan pengetahuan mengenai perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek, Pengertian proyek, hubungan dan kegunaan komponen-komponennya, sebagai alat bantu yang dapat digunakan dalam perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek. Materi: Pengenalan konsep - konsep perencanaan dan penjadwalan proyek, Macam - macam (tahapan) Estimasi biaya Proyek, Unsur perencanaan Proyek, Organisasi proyek, Work Breakdown Structure (WBS). Langkah-langkah dalam estimasi biaya proyek, Elemen-elemen biaya proyek, Menghitung biaya proyek, Pembengkakan biaya proyek, Perencanaan dan Penyusunan Jadwal Proyek, Pendefinisian pekerjaan, Diagram perencanaan dan penjadwalan (Bart Chart dan Network, Kurva- S. Perhitungan waktu penyelesaian proyek Critical Path Method (CPM) dan penyusunan peta jadwal dasar, Mempercepat waktu penyelesaian proyek dan Alokasi sumber daya manusia. Dokumentasi dan sistem Pelaporan.

13 Tugas : Merancang anggaran biaya sebuah Proyek. Prasyarat : Konstruksi Bangunan I & II. Rujukan: 1. Asiyanto ( 2005). Construction Project Cost Management. Pradnya. 2. Barriem, Paulson Jr (1978). Profesional Construction Management.MC Graw-Hill. 3. Gray Clifford(2006), Project Management : The Managerial Process MC Graw-Hill. 4. Calvert ( 1981). Introduction to Building Management. Butterworth Scientitic. 5. Cooke ( 1981). Contract Planning and Contractual Procedure. Macmillan Press. 6. Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. CES Dinamika Struktur, 2 sks Tujuan :.Dapat menganalisis struktur akibat gempa dinamis dengan cara respon spektra dan respon riwayat waktu. Materi : Sistem SDOF, persamaan gerak, getaran bebas, getaran harmonis, getaran tanah akibat gempa. MDOF, Analisisis modal, analisis dinamis, sistim satu derajad kebebasan, respon struktur terhadap beban harmonik, dan impulsif, beban gempa, duhamel integral, shock spectra, responce spectra, analisis respon struktur 2 dan 3 dimensi. dan peraturan bangunan. Tugas : Disesuaikan. Prasyarat : Telah mengukuti analisis struktur. 1. Cloh R.W. an Penzie (19 ). Dinamika Struktur. Erlangga. 2. Kyoshi Moto (19 ). Perencanaan Bangunan Tahan Gempa. Erlangga. 3. Peraturan Gempa Indonesia. 4. Paz. M (19 ). Dinamika Struktur, Teori dan Perhitungan. Erlangga. 5. Earthquake Resistance analysis, John Willy and Son, CES Pengembangan Sumber Daya Air, 2 sks Tujuan : Memberikan dasar pengetahuan tentang rekayasa sumber daya air, dalam kaitannya dengan pekerjaan rekayasa sipil Materi Kuliah : 1. Kerangka pemikiran sumberdaya air (SDA) 2. Perangkat Teknologi untuk pengelolaan SDA 3. Prinsip Teknik Irigasi, Pengendalian banjir, Konservasi SDA, penyediaan air baku. 4. Sistem sungai ; Waduk, persoalan kekeringan, mendapatkan suplai air, persoalan kwalitas air 5. Perencanaan pengembangan SDA, pengenalan optimasi dibidang SDA 1. Linsey, RK and Franzini, J.B. 1972, Water Resource Engineering, Mc. Graw Hill, Inc. Tokyo 2. Mather J.R. 1990, Water resource : Distribution, Use and anagement, John Willey & Son, New York 3. Ristek-DRN, Kebutuhan Riset dan Pengelolaan Sumber Daya Air di indonesia, Jakarta, CES Struktur Bangunan Pantai, 2 Sks Tujuan : Mahasiswa menguasai tentang dasar-dasar perencanaan bangunan pantai, terutama dalam mendesain bangunan pemecah gelombangdan bangunan pengaman pantai lainya. Materi : Analisis pembangkitan gelombang gelombang akibat angin, perencanaan struktur pelindung dari abrasi yang diakibatkan oleh arus dan gelombang, struktur pemecah gelombang, groin, jenis bangunan pantai untuk menahan angkutan sedimen/pasir. Tugas : Perencanaan dan responsi Prasyarat : Telah mengikuti Hidrolika dan Mekanika Tanah. 1. Bambang Triatmojo, 200, Teknik Pantai, Beta Ofset, Yogyakarta. 2. Nur Yuwono, , Dasar-dasar Perencanaan bangunan Pantai, 3. Shore Protection Manual, Vol. I&II, CoastalEng. Research. CES Metode Penelitian, 2 sks Tujuan : Memberikan kemampuan penulisan skripsi, karya ilmiah dan metode presentasi yang tepat. Materi : Pengorganisasian kalimat dan paragraph, Penentuan permasalahan, tujuan dan manfaat, Penentuan metodologi, Metode analisis penelitian, Metode analisis Pembahasan, Metode presentasi, Metode penyusunan bahan presentasi Metode presentasi Teknik berargumentasi, Presentasi. Tugas : disesuaikaan disesuaikan CES Perencanaan Bandar Udara, 2 sks Materi : Peranan lapangan terbang dalam sistem transportasi udara, karakteristik pesawat terbang dalam hubungannya dengan perencanaan lapangan terbang. Whoel Configuration, jarak terbang, penentuan luas apron, panjang run way, taxiway, stop way dan clear way, perkerasan lapangan terbang, sistem perkerasan lentur, sistem perkerasan kaku (rigid), Grounding, sistem drainase, kejenuhan suatu run way, heliport. Tugas : tugas dan responsi 1. Air Craft Data and Runway Length Requirements For Airport Design (1965). 2. Horonjeff (1983). Planning and Design Airport. Mc Graw-Hill. 3. Laporan Tahunan Angkasa Pura. CES Rekayasa Gempa, 2 sks Tujuan : Pengenalan pada konsep gaya gempa dan pengaruhnya pada struktur rekayasa sipil. Materi : Mengenal dan memahami pengaruh beban gempa pada bangunan, beban gempa statis ekivalen dan beberapa alternatif penyelesaian. Bangunan-bangunan penahan geser, sheerwall. Pengaruh gempa pada kostruksi, gerakan dan mekanisme tanah akibat gempa, respons struktur terhadap gempa. Menerapkan peraturan gempa di Indonesia. Tugas : Sebuah analisis beban gempa statis dan dinamis bangunan bertingkat Prasyarat : Menguasai analisis struktur dan Dinamik Struktur. 1. Cloh R.W. an Penzie (19 ). Dinamika Struktur. Erlangga. 2. Kyoshi Moto (19 ). Perencanaan Bangunan Tahan Gempa. Erlangga. 3. Peraturan Gempa Indonesia. 4. Paz. M (19 ). Dinamika Struktur, Teori dan Perhitungan. Erlangga. CES Manajemen Konstruksi, 2 sks Tujuan : Memberikan pengetahuan cara pelaksanaan organisasi dalam pelaksanaan proyek, merencanakan proyek, menjadwal proyek dan mengontrol proyek. Materi : Pemahahaman tentang pelelangan, kontrak konstruksi, sasaran, kegiatan dan kendala pada proyek konstruksi, teori manajemen dan administrasi, dan organisasi proyek konstruksi, Rencana pelaksanaan Proyek, rencana manajemen sumber daya, pengendalian biaya dan mutu. Konsep teknik manajemen Proyek, Cristical Part method (CPM), Precedence Network. Control( Yes- No control. Pas action control, stering control), Prosedure diagram sistim

14 perencanan, analisa kebutuhan sumber daya (Cash flow), Klasifikasi dan distribusi biaya, manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, komunikasi, kepemimpinan, motivasi, produktivitas. Tugas : Merencanakan network planning dan schedule sebuah proyek lengkap. 1. Ahuja (1976) Construction management.mc Graw-Hill. 2. Antill,Woodshead (1982). Critical Paet Meethods in Constructiov Practice. John Wiley. 3. Meyer/Gibson, Survey dan perencanaan Lintas Jalur. 4. Barrie and Paulson (1987) Manajemen Konstruksi Profesional,alih bahasa Sudinar Erlangga. 5. O Brien (1984) CPM in Contruction Management,Mc.Graw-Hill. 6. Peraturan Presiden No. 54 / 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 7. Pulver ( 1969 ) Construction Estimates ang cost. Mc.Graw-Hill. 8. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. 9. Ward thorndike (1980) Cost control in Design and cost Construction Mc.Graw-Hill CES Perencanaan Struktur Gedung / TB, 3 sks (1 sks teori + 2 sks praktek) Tujuan : Menerapkan prinsip-prinsip analisis struktur dan menetapkan kriteria perencanaan pada bangunan tinggi. Materi : Metoda analisis dan kriteria desain dari bangunan tinggi terhadap beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa statis dan dinamis. Sistem rangka penahan momen, dinding geser, sistem rangka penahan momen pada bangunan beton dan baja dinding geser; sistem rangka dengan pengaku (braced frames), pengaruh P-delta dan instabilitas; bangunan dinding bata dengan dan tanpa penguat; bangunan sangat tinggi dengan penekanan pada sistem rangka-tube; sistem topi rangka batang.. Merancang dan membebani secara lengkap bangunan berlantai banyak termasuk fasilitas-fasilitas yang diperlukan, penulangan, dimensi bangunan atas, bawah dan metode pelaksanaan. Tugas : Mendesain bangunan bertingkat banyak. Prasyarat : Analisis Struktur, Aplikasi Komputer Dalam Rekayasa Sipil, Rekayasa Gempa dan Rekayasa Pondasi. 1. Ghosh, SK and Domed, JR, AW (1992). Design of Concrete Buildings for Earthquache Wind Forces, PCA & ICBO. 2. Planning and Design of Tall Building, ASCE (1981). 3. Planning and Design of Tall Buildings, ASCE, N.Y, Development in Tall Buildins, Van Nostrand Reinhold, Advances in Tall Buildings, Van Nostrand Reinhold, Cost-in-Place Concrete in Tall Buildings Design and Construction, McGraw-Hill, Naeim, F., The Seismic Design Handbook, Van Nostrand Reinhold, Ghosh, S.K., and Domel, Jr., A.W., Design of Concrete Buildings and Wind Forces, PCA and ICBO, CES Perencanaan Struktur Jembatan / TB, 3 sks (1 sks teori + 2 sks praktek) Tujuan : Memberikan pemahaman tentang perencanaan dan pembuatan tentang jembatan. Materi : Merencanakan dan merancang jembatan jalan raya. Pengenalan jenis-jenis jembatan, penentuan lokasi jembatan. Bangunan atas, bangunan bawah, perencanaan jembatan beton, jembatan standar, jembatan komposit, jembatan rangka baja. Metode pelaksanaan, pemeliharaan jembatan. Tugas Besar : Merencanakan jembatan jalan raya lengkap. 1. Beberapa Publikasi Dari Ditjen Bina Marga, Mengenai Peraturan Muatan Jembatan, Peraturan Pelaksanaan, dll. 2. Jila (1978). Bridge Engineering. 3. Standar Binamarga, BMS, CES Perencanaan Bangunan Air /TB, 3 sks (1 sks teori + 2 sks praktek) Tujuan : Memberikan pengetahuan secara rinci tentang penggunaan tenaga air untuk dijadikan energi dan daya listrik dengan sarana bangunan-bangunan dan pengaturan pengoperasiannya untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik, industri maupun non domestik. Materi Kuliah : Pendahuluan dan pengantar Bangunan Tenaga Air; Prinsip teknik listrik tenaga air; Pembangkit tenaga air dan tenaga alternatif; Kapasitas pembangkit dan faktor beban; Pengaturan waduk harian dan tahunan; Pengaturan debit pembangkit berdasar Rule Curve; Sistem perancangan; Fasilitas konstruksi pusat listrik tenaga air; Perencanaan turbin; Perencanaan pipa pesat (a), surge tank (b); Perencanaan sistem transmisi dan tegangan; Perencanaan bangunan sentral; Pelaksanaan pembagunan; Kajian proyek PLTA di Indonesia Tugas Besar : Perencanaan bangunan tenaga air lengkap. 1. Anonim, Buku Ajar Teknik Listrik Tenaga Air 2. Dadenkar dan Sharma. Pembangkit Listrik Tenaga Air (terjemahan).kuiper. Water Resource Development. 3. Patty, O.F. Tenaga Air. Sasongko, Djoko. Teknik Sumber Daya Air (terjemahan). CES Ekonomi Teknik, 2 sks Tujuan : Mahasiswa dapat mengambil keputusan dalam hal pembiayaan pembangunan suatu proyek serta dapat menghitung nilai-nilai ekonomi suatu proyek. Materi : Pengertian ekonomi, konsep biaya dan harga (cost & price), konsep bunga dan nilai mata uang, cara evaluasi alternatif, cara evaluasi perbandingan keuntungan/biaya (B/C Ratio), dan menghitung Internal Rate of Return (IRR}. Model depresiasi, konsep perpajakan, estimasi biaya rekayasa (Engineering Cost Estimate), resiko dan ketidak pastian, analisis kepekaan (Sensitivity Analysis). Studi kelayakan. Tugas : Merencanakan biaya suatu proyek berdasarkan nilai ekonomisnya. 1. Blank, Tarquin (1983). Engineering Economy. Mc Graw Hill. 2. Barish, Kaplan (1978). Economic Analysis for Engineering and Managerial Decision Making. Mc Graw-Hill. 3. Jelen Black (1983). Cost and Optimization Engineering. Mc Graw-Hill. 4. Marsudi Joywiyono (1983). Ekonomi Teknik. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. CES Hukum Konstruksi & Etika Profesi, 2 sks Tujuan Hukum Konstruksi : Memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep legal dan kontraktual, serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung pada praktek rekayasa khususnya proyek konstruksi. Tujuan Etika Profesi : Memahami hubungan antar sesama (etika pergaulan, etika professional, kode etik, dll). Materi Hukum Konstruksi : Hukum pembanguan/pemborongan, hukum perburuhan, hukum agraria, ganti rugi, jaminan bank, jaminan pelaksanaan, perizinan, peraturan pemerintah, keselamatan kerja, perpajakan, asuransi, kontrak kerja. Materi Etika Profesi : Kepribadian muslim, muamallah, dinamika islam dan arus globalisasi, amar ma ruf nahi mungkar, kewajiban menuntut ilmu, konsep ilmu menurut islam. Rujukan Hukum Konstruksi :

15 1. Mark, Grant, Nielson (1978). Aspect of Civil Engineering Contract Procedure, Pergampon Press. CES Praktek Lapangan, 2 sks Materi : Mengikuti kegiatan pelaksanaan konstruksi, proses perencanaan, pelelangan, proses pengawasan, mempelajari dokumen proyek perencanaan, pelelangan, pengawasan pekerjaan (mutu, biaya, waktu dan pengendalian). Laporan kerja praktek. Tugas : Membuat laporan hasil praktek lapangan. Prasarat : sesuai Buku Pedoman PL/KP ITP 2005 Buku pedoman Kerja praktek, ITP, Drs. Zainal Asri, MA S2, IKIP Ilmu Agama Bandung 2 Drs. Syamsu ZA S1, UIB Administrasi Negara CES Tugas Akhir / Skripsi, 4 sks Tujuan : Memberikan pendalaman salah satu bidang keahlian. Materi : Dapat berupa Tugas Akhir/Skripsi. Tugas perencanaan lengkap atau berupa penelitian dibidang teknik sipil yang akan diseminarkan, dipresentasikan serta dipertahankan dalam sidang tugas akhir/skripsi. Tugas : Membuat laporan hasil TA/skripsi lengkap. Prasarat : sesuai Buku Pedoman TA/Sikripsi ITP Buku pedoman Tugas Akhir/skripsi, ITP Daftar Nama Dosen Tetap Jurusan Teknik Sipil No Nama Pendidikan Bidang Keahlian 1 Hendri Nofrianto S2, UGM Transportasi 2 Wilton Wahab S2, UTM Transportasi 3 Agus S2, UKM Struktur 4 Maizir S2, ITP Sumber Daya Air 5 Mulyati S2, UGM Struktur 6 M. Ridwan S2, UGM Struktur 7 Syofyan Z S2, UGM Sumber Daya Air 8 Ahmad Refi S2, UGM Teknik Pantai 9 Herman S2, UGM Geoteknik 10 Idzurnida S2, UBH Manajemen Konstruksi 11 Maidiawati S3, Toyohashi - Jepang Struktur 12 Wenda Nofera S2, Univ. Birmingham, UK Manajemen Konstruksi 13 Misbah S2, Unand Transportasi 14 Arman, A S2, Unand Struktur 15 Armeyn S2, USU Struktur 16 Nofrizal S2, ITB Sumber Daya Air 17 Leli Honesti S2. UBH Manajemen Konstruksi 18 Nasrul S2, UBH Manajemen Konstruksi 19 Nursidin S2, UTM Struktur 20 Noverma S2, UGM Struktur 21 Hamdeni Medriosa S2, Unand Struktur 22 Fajar Nugroho S2, Unand Struktur 23 Agri Ameriinco Agamudin S1, UNP Struktur 24 Syafri Wardi S1, ITP Geoteknik Daftar Nama dosen Luar Biasa No Nama Pendidikan Bidang Keahlian

PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA

PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA TUGAS AKHIR PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Tingkat Strata 1 (S-1) DISUSUN OLEH: NAMA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jembatan Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Teknologi Bahan Konstruksi Kode Mata Kuliah : MKT 1106 SKS : 2(2-0) Waktu Pertemuan : 100 Menit A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan pembelajaran umum mata kuliah

Lebih terperinci

KONSEP DAN METODE PERENCANAAN

KONSEP DAN METODE PERENCANAAN 24 2 KONSEP DAN METODE PERENCANAAN A. Perkembangan Metode Perencanaan Beton Bertulang Beberapa kajian awal yang dilakukan pada perilaku elemen struktur beton bertulang telah mengacu pada teori kekuatan

Lebih terperinci

SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA

SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA MODUL 1 1 SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA 1. Sifat Mekanik Material Baja Secara Umum Adanya beban pada elemen struktur selalu menyebabkan terjadinya perubahan dimensional pada elemen struktur tersebut. Struktur

Lebih terperinci

Semarang, Februari 2007 Penulis

Semarang, Februari 2007 Penulis KATA PENGANTAR Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-nya, kami telah dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul Analisa Keretakan

Lebih terperinci

HALAMAN PENGESAHAN PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG TUGU SOEHARTO KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG

HALAMAN PENGESAHAN PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG TUGU SOEHARTO KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG TUGU SOEHARTO KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Disusun Oleh: ADITYO BUDI UTOMO TOSAN KUNTO SURYOAJI L2A004005 L2A004124 Semarang,

Lebih terperinci

PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan PENDAHULUAN

PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan PENDAHULUAN PENGARUH DAN FUNGSI BATANG NOL TERHADAP DEFLEKSI TITIK BUHUL STRUKTUR RANGKA Iwan-Indra Gunawan INTISARI Konstruksi rangka batang adalah konstruksi yang hanya menerima gaya tekan dan gaya tarik. Bentuk

Lebih terperinci

Modul 4 PRINSIP DASAR

Modul 4 PRINSIP DASAR Modul 4 PRINSIP DASAR 4.1 Pendahuluan Ilmu statika pada dasarnya merupakan pengembangan dari ilmu fisika, yang menjelaskan kejadian alam sehari-hari, yang berkaitan dengan gaya-gaya yang bekerja. Insinyur

Lebih terperinci

Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method

Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method Mata Kuliah : Analisis Struktur Kode : TSP 202 SKS : 3 SKS Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method Pertemuan - 7 TIU : Mahasiswa dapat menghitung reaksi perletakan pada struktur statis tak

Lebih terperinci

4.6 Perhitungan Debit Perhitungan hidrograf debit banjir periode ulang 100 tahun dengan metode Nakayasu, ditabelkan dalam tabel 4.

4.6 Perhitungan Debit Perhitungan hidrograf debit banjir periode ulang 100 tahun dengan metode Nakayasu, ditabelkan dalam tabel 4. Sebelumnya perlu Dari perhitungan tabel.1 di atas, curah hujan periode ulang yang akan digunakan dalam perhitungan distribusi curah hujan daerah adalah curah hujan dengan periode ulang 100 tahunan yaitu

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KAJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN PERBANDINGAN VOLUME DAN PERBANDINGAN BERAT UNTUK PRODUKSI BETON MASSA MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PECAH MERAPI (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN SABO DAM) Oleh : Yudi

Lebih terperinci

MODUL 7 TAHANAN FONDASI TERHADAP GAYA ANGKAT KE ATAS

MODUL 7 TAHANAN FONDASI TERHADAP GAYA ANGKAT KE ATAS Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana 7 MODUL 7 TAHANAN FONDASI TERHADAP GAYA ANGKAT KE ATAS Fondasi menara (tower) sering menerima gaya angkat ke atas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Daya Dukung Pondasi Tiang Pondasi tiang adalah pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat menjadi satu

Lebih terperinci

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Mata Kuliah : Struktur Beton Lanjutan Kode : TSP 407 SKS : 3 SKS Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Pertemuan - 11 TIU : Mahasiswa dapat mendesain berbagai elemen struktur beton bertulang TIK

Lebih terperinci

DAYA DUKUNG TIANG TERHADAP BEBAN LATERAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL UJI PADA TANAH PASIR

DAYA DUKUNG TIANG TERHADAP BEBAN LATERAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL UJI PADA TANAH PASIR DAYA DUKUNG TIANG TERHADAP BEBAN LATERAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL UJI PADA TANAH PASIR Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang... I-1 1.2. Permasalahan... I-2 1.3. Maksud dan tujuan... I-2 1.4. Lokasi studi... I-2 1.5. Sistematika penulisan... I-4 BAB II DASAR TEORI 2.1. Tinjauan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Perancangan Perkerasan Jalan Kode Mata Kuliah : MKT 1218 SKS : 3(3-0) Waktu Pertemuan : 0 Menit A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan pembelajaran umum mata kuliah

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Beton bertulang Kode Mata Kuliah : MKT 1303 SKS : 3(3-0) Waktu Pertemuan : 150 Menit SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan umum mata kuliah Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

Gaya. Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam.

Gaya. Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam. Gaya Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam. Dalam mekanika teknik, gaya dapat diartikan sebagai muatan yang bekerja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jalan merupakan infrastruktur yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain yang sangat penting dalam sistem pelayanan masyarakat (Wirahadikusumah, 2007). Lapisan

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PENANGANAN

BAB V RENCANA PENANGANAN BAB V RENCANA PENANGANAN 5.. UMUM Strategi pengelolaan muara sungai ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya adalah pemanfaatan muara sungai, biaya pekerjaan, dampak bangunan terhadap

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun KATA PENGANTAR Modul dengan judul Memasang Pondasi Batu Kali merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu

Lebih terperinci

PENGARUH KEDALAMAN GEOTEKSTIL TERHADAP KAPASITAS DUKUNG MODEL PONDASI TELAPAK BUJURSANGKAR DI ATAS TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RELATIF (Dr) = ± 23%

PENGARUH KEDALAMAN GEOTEKSTIL TERHADAP KAPASITAS DUKUNG MODEL PONDASI TELAPAK BUJURSANGKAR DI ATAS TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RELATIF (Dr) = ± 23% PENGARUH KEDALAMAN GEOTEKSTIL TERHADAP KAPASITAS DUKUNG MODEL PONDASI TELAPAK BUJURSANGKAR DI ATAS TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RELATIF (Dr) = ± 23% Jemmy NRP : 0021122 Pembimbing : Herianto Wibowo, Ir,

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

BAB III STRUKTUR JALAN REL

BAB III STRUKTUR JALAN REL BAB III STRUKTUR JALAN REL 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mempelajari pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Mengetahui definisi, fungsi, letak dan klasifikasi struktur jalan rel dan

Lebih terperinci

PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE

PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE Rifki Zamzam Staf Perencanaan dan Sistem Informasi Politeknik Negeri Bengkalis E-mail : rifkizamzam@polbeng.ac.id

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Seismic Column Demand Pada Rangka Bresing Konsentrik Khusus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Seismic Column Demand Pada Rangka Bresing Konsentrik Khusus BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Seismic Column Demand Pada Rangka Bresing Konsentrik Khusus Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus merupakan sistem struktur yang efisien dalam menahan gaya gempa lateral.

Lebih terperinci

BAB III METODE & DATA PENELITIAN

BAB III METODE & DATA PENELITIAN BAB III METODE & DATA PENELITIAN 3.1 Distribusi Jaringan Tegangan Rendah Pada dasarnya memilih kontruksi jaringan diharapkan memiliki harga yang efisien dan handal. Distribusi jaringan tegangan rendah

Lebih terperinci

BAB 2 PENAMPANG MELINTANG JALAN

BAB 2 PENAMPANG MELINTANG JALAN BAB 2 PENAMPANG MELINTANG JALAN Penampang melintang jalan adalah potongan melintang tegak lurus sumbu jalan, yang memperlihatkan bagian bagian jalan. Penampang melintang jalan yang akan digunakan harus

Lebih terperinci

Jenis Jenis Beban. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT

Jenis Jenis Beban. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT Jenis Jenis Beban Apabila suatu beban bekerja pada area yang sangat kecil, maka beban tersebut dapat diidealisasikan sebagai beban terpusat, yang merupakan gaya tunggal. Beban ini dinyatakan dengan intensitasnya

Lebih terperinci

BAB I VEKTOR DALAM BIDANG

BAB I VEKTOR DALAM BIDANG BAB I VEKTOR DALAM BIDANG I. KURVA BIDANG : Penyajian secara parameter Suatu kurva bidang ditentukan oleh sepasang persamaan parameter. ; dalam I dan kontinue pada selang I, yang pada umumnya sebuah selang

Lebih terperinci

Materi #2 TIN107 Material Teknik 2013 SIFAT MATERIAL

Materi #2 TIN107 Material Teknik 2013 SIFAT MATERIAL #2 SIFAT MATERIAL Material yang digunakan dalam industri sangat banyak. Masing-masing material memiki ciri-ciri yang berbeda, yang sering disebut dengan sifat material. Pemilihan dan penggunaan material

Lebih terperinci

Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On Pile di Pulau Kalukalukuang Provinsi Sulawesi Selatan

Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On Pile di Pulau Kalukalukuang Provinsi Sulawesi Selatan Bab 7 DAYA DUKUNG TANAH Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On ile di ulau Kalukalukuang rovinsi Sulawesi Selatan 7.1 Daya Dukung Tanah 7.1.1 Dasar Teori erhitungan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Istilah segitiga siku siku telah kita kenal sejak kecil. Jenis segitiga ini memang pantas untuk dipelajari, sebab bangun datar ini memiliki banyak terapan. Segitiga siku siku

Lebih terperinci

1. TURBIN AIR. 1.1 Jenis Turbin Air. 1.1.1 Turbin Impuls

1. TURBIN AIR. 1.1 Jenis Turbin Air. 1.1.1 Turbin Impuls 1. TURBIN AIR Dalam suatu sistim PLTA, turbin air merupakan salah satu peralatan utama selain generator. Turbin air adalah alat untuk mengubah energi air menjadi energi puntir. Energi puntir ini kemudian

Lebih terperinci

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA. Laporan Tugas Akhir. Atma Jaya Yogyakarta. Oleh :

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA. Laporan Tugas Akhir. Atma Jaya Yogyakarta. Oleh : PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Oleh : ERWIN OLIVER

Lebih terperinci

BAB III KOMPILASI DATA

BAB III KOMPILASI DATA BAB III KOMPILASI DATA 3.1 TINJAUAN UMUM Tanah memiliki sifat fisik (Soil Properties) dan sifat mekanik (Index Properties). Sifat - sifat fisik tanah meliputi ukuran butiran tanah, warnanya, bentuk butiran,

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI LAMPIRAN 2a DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI A. KLASIFIKASI USAHA BERSIFAT UMUM KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 02 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013

Lebih terperinci

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan 3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan talang. a. Gording Gording membagi bentangan atap dalam jarak-jarak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bendung atau pelimpah adalah bangunan yang melintang sungai yang berfungsi untuk menaikkan elevasi muka air untuk keperluan irigasi, PLTA, dan air bersih dan keperluan

Lebih terperinci

MENGUBAH BENCANA MENJADI BERKAH (Studi Kasus Pengendalian dan Pemanfaatan Banjir di Ambon)

MENGUBAH BENCANA MENJADI BERKAH (Studi Kasus Pengendalian dan Pemanfaatan Banjir di Ambon) MENGUBAH BENCANA MENJADI BERKAH (Studi Kasus Pengendalian dan Pemanfaatan Banjir di Ambon) Happy Mulya Balai Wilayah Sungai Maluku dan Maluku Utara Dinas PU Propinsi Maluku Maggi_iwm@yahoo.com Tiny Mananoma

Lebih terperinci

PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP HASIL PENGELASAN TIG PADA BAJA KARBON RENDAH

PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP HASIL PENGELASAN TIG PADA BAJA KARBON RENDAH Pengaruh Media.. Baja Karbon Rendah PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP HASIL PENGELASAN TIG PADA BAJA KARBON RENDAH Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Janabadra INTISARI Las TIG adalah

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07 MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG BUKU PENILAIAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 BAB I KONSEP PENILAIAN... 2 1.1. Metode

Lebih terperinci

MODUL 5 DAYA DUKUNG TIANG TUNGGAL

MODUL 5 DAYA DUKUNG TIANG TUNGGAL MODUL 5 DAYA DUKUNG TIANG TUNGGAL DAFTAR ISI Bab 1 Pengantar... 1 1.1. Umum... 1 1.2. Tujuan Instruksional Umum... 1 1.3. Tujuan Instruksional Khusus... 1 Bab 2 Mekanisme Transfer Beban... 2 Bab 3 Persamaan

Lebih terperinci

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG STRUKTUR PORTAL GEDUNG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan untuk Memperoleh Derajat Strata

Lebih terperinci

B U K U A J A R. Mata Kuliah : Rekayasa Jalan 2 (Perkerasan Jalan) SKS : 1 Semester : 4 Program Studi : Diploma III Jurusan Teknik Sipil

B U K U A J A R. Mata Kuliah : Rekayasa Jalan 2 (Perkerasan Jalan) SKS : 1 Semester : 4 Program Studi : Diploma III Jurusan Teknik Sipil 0 B U K U A J A R Mata Kuliah : Rekayasa Jalan 2 (Perkerasan Jalan) SKS : 1 Semester : 4 Program Studi : Diploma III Jurusan Teknik Sipil Oleh: Ir. Didik Purwadi, MT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Lebih terperinci

I. DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

I. DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN I. DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN SEMESTER 1 NO. LAMA BARU MATA KULIAH K R P sks 1 PUM.301 PUM.306 Matematika I 3 2 3 2 IFI.401 IFI.301 Fisika Dasar I 3 2 3 3 MKI.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.247/MEN/X/2011 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.247/MEN/X/2011 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.247/MEN/X/2011 TENTANG JABATAN YANG DAPAT DIDUDUKI OLEH TENAGA KERJA

Lebih terperinci

PETUNJUK TERTIB PEMANFAATAN JALAN NO. 004/T/BNKT/1990

PETUNJUK TERTIB PEMANFAATAN JALAN NO. 004/T/BNKT/1990 PETUNJUK TERTIB PEMANFAATAN JALAN NO. 004/T/BNKT/1990 DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA DIREKTORAT PEMBINAAN JALAN KOTA PRAKATA Dalam rangka mewujudkan peranan penting jalan dalam mendorong perkembangan kehidupan

Lebih terperinci

Buku Pegangan Disain dan Konstruksi Bangunan Rumah Sederhana yang Baik di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias

Buku Pegangan Disain dan Konstruksi Bangunan Rumah Sederhana yang Baik di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias Manfaat Buku Buku pegangan ini berisi informasi sederhana tentang prinsip-prinsip rancangan dan konstruksi yang baik. Informasi tersebut ditujukan kepada pemilik rumah, perancang, kontraktor dan pengawas

Lebih terperinci

TM. IV : STRUKTUR RANGKA BATANG

TM. IV : STRUKTUR RANGKA BATANG TKS 4008 Analisis Struktur I TM. IV : STRUKTUR RANGKA BATANG Dr.Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Pendahuluan Rangka batang adalah suatu struktur rangka

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung MODUL PELATIHAN KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung Pendahuluan Konsep rumah bambu plester merupakan konsep rumah murah

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE DOF

RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE DOF RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE DOF LATAR BELAKANG Penyebab gerakan adalah gaya. Gaya merupakan pembangkit gerakan. Objek bergerak karena adanya gaya yang bekerja padanya.

Lebih terperinci

Zufialdi Zakaria. Laboratorium Geologi Teknik Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran

Zufialdi Zakaria. Laboratorium Geologi Teknik Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Seri Mata Kuliah 1 Zufialdi Zakaria Laboratorium Geologi Teknik Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran 2006 1 DAYADUKUNG TANAH FONDASI DANGKAL (1) Zufialdi

Lebih terperinci

PENGARUH KINERJA JEMBATAN TIMBANG KATONSARI TERHADAP KONDISI RUAS JALAN DEMAK KUDUS (Km 29 Km 36)

PENGARUH KINERJA JEMBATAN TIMBANG KATONSARI TERHADAP KONDISI RUAS JALAN DEMAK KUDUS (Km 29 Km 36) LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR PENGARUH KINERJA JEMBATAN TIMBANG KATONSARI TERHADAP KONDISI RUAS JALAN DEMAK KUDUS (Km 29 Km 36) Disusun Oleh : Lenny Ita Carolina Lucia Citrananda P L.2A0.02.093

Lebih terperinci

ANALISA PERBANDINGAN BEBAN BATAS DAN BEBAN LAYAN (LOAD FACTOR) DALAM TAHAPAN PEMBENTUKAN SENDI SENDI PLASTIS PADA STRUKTUR GELAGAR MENERUS

ANALISA PERBANDINGAN BEBAN BATAS DAN BEBAN LAYAN (LOAD FACTOR) DALAM TAHAPAN PEMBENTUKAN SENDI SENDI PLASTIS PADA STRUKTUR GELAGAR MENERUS ANALISA PERBANDINGAN BEBAN BATAS DAN BEBAN LAYAN (LOAD FACTOR) DALAM TAHAPAN PEMBENTUKAN SENDI SENDI PLASTIS PADA STRUKTUR GELAGAR MENERUS Tugas Akhir Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN RANGKA BAJA SEBAGAI PENGGANTI SHEAR WALL EXSISTINGPADA CORE BUMIMINANG PLAZA HOTEL PADANG SUMATERA BARAT SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN RANGKA BAJA SEBAGAI PENGGANTI SHEAR WALL EXSISTINGPADA CORE BUMIMINANG PLAZA HOTEL PADANG SUMATERA BARAT SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN RANGKA BAJA SEBAGAI PENGGANTI SHEAR WALL EXSISTINGPADA CORE BUMIMINANG PLAZA HOTEL PADANG SUMATERA BARAT SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Program Strata-1

Lebih terperinci

Struktur Rangka Batang Statis Tertentu

Struktur Rangka Batang Statis Tertentu Mata Kuliah : Statika Kode : TSP 106 SKS : 3 SKS Struktur Rangka Batang Statis Tertentu Pertemuan 10, 11, 12 TIU : Mahasiswa dapat menghitung reaksi perletakan pada struktur statis tertentu Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

OPTIMASI DAYA DUKUNG TANAH PADA STRUKTUR PONDASI TELAPAK DENGAN METODE SUB-SOIL IMPROVEMENT PADA PROYEK AUDITORIUM UNSYIAH BANDA ACEH

OPTIMASI DAYA DUKUNG TANAH PADA STRUKTUR PONDASI TELAPAK DENGAN METODE SUB-SOIL IMPROVEMENT PADA PROYEK AUDITORIUM UNSYIAH BANDA ACEH OPTIMASI DAYA DUKUNG TANAH PADA STRUKTUR PONDASI TELAPAK DENGAN METODE SUB-SOIL IMPROVEMENT PADA PROYEK AUDITORIUM UNSYIAH BANDA ACEH Iskandar Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda

Lebih terperinci

BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN

BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN 8.1 Umum Dalam bab pelaksanaan ini akan diuraikan mengenai itemitem pekerjaan konstruksi dan pembahasan mengenai pelaksanaan yang berkaitan dengan penggunaan material-material

Lebih terperinci

Bahan Ajar IPA Terpadu

Bahan Ajar IPA Terpadu Setelah mempelajari materi gerak lurus diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan gaya 2. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengidentifikasi gaya gesekan yang menguntungkan

Lebih terperinci

TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN

TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN J A L A N NO.: 011/T/Bt/1995 TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN DER P A R T E M EN PEKERJAAN UMUM DIRE KTORAT JENDERAL BINA MARGA D I R E K T O R A T B I N A T E K N I K

Lebih terperinci

Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan

Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan SNI 7392:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ICS 91.080.10 Badan Standardisasi

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PRATEGANG PADA KONSTRUKSI PELAT LANTAI DITINJAU DARI ASPEK DAYA LAYAN DAN PERILAKU DINAMIK SKRIPSI

ANALISA PENGARUH PRATEGANG PADA KONSTRUKSI PELAT LANTAI DITINJAU DARI ASPEK DAYA LAYAN DAN PERILAKU DINAMIK SKRIPSI ANALISA PENGARUH PRATEGANG PADA KONSTRUKSI PELAT LANTAI DITINJAU DARI ASPEK DAYA LAYAN DAN PERILAKU DINAMIK SKRIPSI Oleh LUNGGUK PARLUHUTAN 1000860394 BINUS UNIVERSITY JAKARTA 2010 ANALISA PENGARUH PRATEGANG

Lebih terperinci

SIFAT MEKANIK KAYU. Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu :

SIFAT MEKANIK KAYU. Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu : SIFAT MEKANIK KAYU Angka rapat dan kekuatan tiap kayu tidak sama Kayu mempunyai 3 sumbu arah sumbu : Sumbu axial (sejajar arah serat ) Sumbu radial ( menuju arah pusat ) Sumbu tangensial (menurut arah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I - 1

BAB I PENDAHULUAN I - 1 I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM Ketersediaan jembatan sebagai salah satu prasarana transportasi sangat menunjang kelancaran pergerakan lalu lintas pada daerah-daerah dan berpengaruh terhadap

Lebih terperinci

METODA CONSISTENT DEFORMATION

METODA CONSISTENT DEFORMATION Modul ke: 01 Analisa Struktur I METODA CONSISTENT Fakultas FTPD Acep Hidayat,ST,MT Program Studi Teknik Sipil Struktur Statis Tidak Tertentu Analisis Struktur Analisis struktur adalah proses untuk menentukan

Lebih terperinci

Sifat Sifat Material

Sifat Sifat Material Sifat Sifat Material Secara garis besar material mempunyai sifat-sifat yang mencirikannya, pada bidang teknik mesin umumnya sifat tersebut dibagi menjadi tiga sifat. Sifat sifat itu akan mendasari dalam

Lebih terperinci

DINAMIKA GERAK FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) Mirza Satriawan. menu. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac.

DINAMIKA GERAK FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) Mirza Satriawan. menu. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac. 1/30 FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) DINAMIKA GERAK Mirza Satriawan Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac.id Definisi Dinamika Cabang dari ilmu mekanika yang meninjau

Lebih terperinci

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG TATACARA REGISTRASI

Lebih terperinci

SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG

SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG SKRIPSI Diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata-I pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. sampah. Karena suhu yang diperoleh dengan pembakaran tadi sangat rendah maka

I. PENDAHULUAN. sampah. Karena suhu yang diperoleh dengan pembakaran tadi sangat rendah maka I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknik penyambungan logam telah diketahui sejak dahulu kala. Sumber energi yang digunakan pada zaman dahulu diduga dihasilkan dari pembakaran kayu atau sampah. Karena suhu

Lebih terperinci

Stabilitas lereng (lanjutan)

Stabilitas lereng (lanjutan) Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana 12 MODUL 12 Stabilitas lereng (lanjutan) 6. Penanggulangan Longsor Yang dimaksud dengan penanggulangan longsoran

Lebih terperinci

PERENCANAAN JEMBATAN BUSUR MENGGUNAKAN DINDING PENUH PADA SUNGAI BRANTAS KOTA KEDIRI. Oleh : GALIH AGENG DWIATMAJA 3107 100 616

PERENCANAAN JEMBATAN BUSUR MENGGUNAKAN DINDING PENUH PADA SUNGAI BRANTAS KOTA KEDIRI. Oleh : GALIH AGENG DWIATMAJA 3107 100 616 PERENCANAAN JEMBATAN BUSUR MENGGUNAKAN DINDING PENUH PADA SUNGAI BRANTAS KOTA KEDIRI Oleh : GALIH AGENG DWIATMAJA 3107 100 616 LATAR BELAKANG Kondisi jembatan yang lama yang mempunyai lebar 6 meter, sedangkan

Lebih terperinci

Teliti dalam menerap kan sistem satuan dalam mengukur suatu besaran fisis.

Teliti dalam menerap kan sistem satuan dalam mengukur suatu besaran fisis. DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT TUJUAN : FISIKA : 1. Mengembangkan pengetahuan,pemahaman dan kemampuan analisis peserta didik terhadap lingkungan alam dan sekitarnya. 2. Memberikan pemahaman dan kemampuan

Lebih terperinci

Analisis Kecepatan Terminal Benda Jatuh Bebas

Analisis Kecepatan Terminal Benda Jatuh Bebas Analisis Kecepatan Terminal Benda Jatuh Bebas Ahmad Dien Warits 1206240101 Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia Depok Abstrak : Selama ini kita melakukan analisis kecepatan benda

Lebih terperinci

MODUL STRUKTUR BAJA II 4 BATANG TEKAN METODE ASD

MODUL STRUKTUR BAJA II 4 BATANG TEKAN METODE ASD MODUL 4 BATANG TEKAN METODE ASD 4.1 MATERI KULIAH Panjang tekuk batang tekan Angka kelangsingan batang tekan Faktor Tekuk dan Tegangan tekuk batang tekan Desain luas penampang batang tekan Syarat kekakuan

Lebih terperinci

STUDI PERKUATAN LERENG DENGAN SOFTWARE GEO SLOPE PADA TANAH LEMPUNG

STUDI PERKUATAN LERENG DENGAN SOFTWARE GEO SLOPE PADA TANAH LEMPUNG JURNAL TUGAS AKHIR STUDI PERKUATAN LERENG DENGAN SOFTWARE GEO SLOPE PADA TANAH LEMPUNG Disusun Oleh: SUBRIADI SUBRI D111 08 914 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

Lebih terperinci

PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ABSTRACT

PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ABSTRACT Pengaruh Kadar Air.. Kuat Tekan Beton Arusmalem Ginting PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON Arusmalem Ginting 1, Wawan Gunawan 2, Ismirrozi 3 1 Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI LAMPIRAN 24 DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 2 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013 Kode Subbid Sub-bidang, bagian Sub-bidang kode

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS BANGUNAN SEKOLAH TAHAN GEMPA

PEDOMAN TEKNIS BANGUNAN SEKOLAH TAHAN GEMPA PEDOMAN TEKNIS BANGUNAN SEKOLAH TAHAN GEMPA FKTGMVQTCV"RGODKPCCP"UGMQNCJ"OGPGPICJ"CVCU FKTGMVQTCV"LGPFGTCN"RGPFKFKMCP"OGPGPICJ MGOGPVGTKCP"RGPFKFKMCP"PCUKQPCN i ii KATA PENGANTAR Pedoman Teknis Bangunan

Lebih terperinci

ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S.

ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S. ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S.TUBUN) TUGAS AKHIR Diajukan utuk melengkapi tugas tugas dan Melengkapi

Lebih terperinci

BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP TEMBALANG. sirkulasi/flow, sirkulasi dibuat berdasarkan tingkat kenyamanan sbb :

BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP TEMBALANG. sirkulasi/flow, sirkulasi dibuat berdasarkan tingkat kenyamanan sbb : BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP TEMBALANG 4.1. Program Ruang Besaran ruang dan kapasitas di dalam dan luar GOR Basket di kampus Undip Semarang diperoleh dari studi

Lebih terperinci

Spesifikasi Program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Lingkungan

Spesifikasi Program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Lingkungan Spesifikasi Program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Lingkungan Program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Lingkungan Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga 2009 UNIVERSITAS AIRLANGGA

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI LAPORAN TUGAS AKHIR

BAB III METODOLOGI LAPORAN TUGAS AKHIR BAB III METODOLOGI III.1 Persiapan Tahap persiapan merupakan rangkaian kegiatan sebelum memulai pengumpulan dan pengolahan data. Dalam tahap awal ini disusun hal-hal penting yang harus segera dilakukan

Lebih terperinci

SIMULASI MANAJEMEN LALULINTAS UNTUK MENGURANGI KEMACETAN DI JALAN JEMURSARI DAN RAYA KENDANGSARI

SIMULASI MANAJEMEN LALULINTAS UNTUK MENGURANGI KEMACETAN DI JALAN JEMURSARI DAN RAYA KENDANGSARI SIMULASI MANAJEMEN LALULINTAS UNTUK MENGURANGI KEMACETAN DI JALAN JEMURSARI DAN RAYA KENDANGSARI Rudy Setiawan Jurusan Teknik Sipil,Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya Email: rudy@petra.ac.id

Lebih terperinci

GAMBAR KERJA RUMAH TINGGAL TYPE 36

GAMBAR KERJA RUMAH TINGGAL TYPE 36 GAMBAR KERJA GAMBAR ARSITEKTUR DENAH... ARS 01 TAMPAK... ARS 02 TAMPAK ATAS... ARS 03 POTONGAN A - A... POTONGAN B - B... ARS 04 ARS 05 DENAH POLA LANTAI... ARS 06 DENAH POLA PLAFOND... ARS 07 DENAH KUSEN...

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Dari hasil penyelesaian tugas akhir dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

BAB V PENUTUP. Dari hasil penyelesaian tugas akhir dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Dari hasil penyelesaian tugas akhir dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a. Cooling tower yang dibuat dapat disirkulasikan dengan lancer dan layak untuk dilakukan pengujian

Lebih terperinci

XI. BALOK ELASTIS STATIS TAK TENTU

XI. BALOK ELASTIS STATIS TAK TENTU XI. OK ESTIS STTIS TK TENTU.. alok Statis Tak Tentu Dalam semua persoalan statis tak tentu persamaan-persamaan keseimbangan statika masih tetap berlaku. ersamaan-persamaan ini adalah penting, tetapi tidak

Lebih terperinci

SILABUS INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN KHARAKTER

SILABUS INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN KHARAKTER SILABUS NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 1 Surabaya MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (Kelompok Teknologi Informasi) KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK KODE PROGRAM PELATIHAN C 11 20 0 1 1 1 II 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl.

Lebih terperinci

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN PERTEMUAN 13 PERENCANAAN TATA RUANG BERBASIS MITIGASI BENCANA GEOLOGI 1. Pendahuluan Perencanaan tataguna lahan berbasis mitigasi bencana geologi dimaksudkan untuk mengantisipasi

Lebih terperinci

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Dalam merencanakan suatu proyek, adanya rencana anggaran biaya merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Rencana anggaran biaya disusun berdasarkan dimensi dari bangunan

Lebih terperinci

NO KODE A R S I T E K T U R 1 Arsitek 101 2 Ahli Desain Interior 102 3 Ahli Arsitekur Lansekap 103 4 Teknik Iluminasi 104

NO KODE A R S I T E K T U R 1 Arsitek 101 2 Ahli Desain Interior 102 3 Ahli Arsitekur Lansekap 103 4 Teknik Iluminasi 104 www.sertifikasi.biz DAFTAR KLASIFIKASI/SUB-KLASIFIKASI TENAGA KERJA AHLI KONSTRUKSI No. A R S I T E K T U R 1 Arsitek 101 2 Ahli Desain Interior 102 3 Ahli Arsitekur Lansekap 103 4 Teknik Iluminasi 104

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun KATA PENGANTAR Modul dengan judul Menguji Kuat Dukung Tanah merpuakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM) PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM) TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas tugas dan memenuhi syarat

Lebih terperinci

PENGARUH KEMIRINGAN CANGKANG PONDASI HYPAR TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNANNYA DI ATAS TANAH KOHESIF JENUH

PENGARUH KEMIRINGAN CANGKANG PONDASI HYPAR TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNANNYA DI ATAS TANAH KOHESIF JENUH PENGARUH KEMIRINGAN CANGKANG PONDASI HYPAR TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNANNYA DI ATAS TANAH KOHESIF JENUH Edy Purnomo ; Sunarto ; HE.Meiyanto Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMANFAATAN AIR HUJAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan

Lebih terperinci

Volume 1, Nomor 1, Agustus 2011 ISSN. 2089-2950

Volume 1, Nomor 1, Agustus 2011 ISSN. 2089-2950 Volume 1, Nomor 1, Agustus 2011 ISSN. 2089-2950 DAFTAR ISI : Pengaruh Penambahan Kapur dan Abu Layang Terhadap 1-15 Mortar Dengan Uji Kuat Tekan Serta Serapan Air Pada Bata Beton Berlobang (Asri Mulyadi)

Lebih terperinci