DAKWAH DALAM KOMUNIKASI. 1. Apa definisi dakwah yang komprehensif dan aktual menurut Anda?

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DAKWAH DALAM KOMUNIKASI. 1. Apa definisi dakwah yang komprehensif dan aktual menurut Anda?"

Transkripsi

1 DAKWAH DALAM KOMUNIKASI 1. Apa definisi dakwah yang komprehensif dan aktual menurut Anda? Definisi dakwah menurut saya adalah: berusaha mengajak manusia untuk sama-sama membangun dunia ini dengan penuh kedamaian (salam), keadilan, cinta, kasih, etika dan akhlak yang luhur, demi mencapai masyarakat berkeadaban yang hormat menghormati satu sama lain, mengedepankan musyawarah (deliberasi), di atas sunnatullah melalui empat tingkatan (level): 1. Menyampaikan (tabligh) pesan Islam dengan bahasa yang mudah dicerna, sebagaimana firman Allah (QS 36:17): Tiadalah bagi kita kecuali menyampaikan dakwah dengan jelas (Wa maa alayna illa al-balagh al-mubin). Namun, soal pemahaman mengenai apa yang disampaikan terpulang kepada penerima. Islam kan soal hidayah! Dalam ayat lain (QS 88:21): Fadzakkir innama anta mudzakkir, lasta alayhim bi musaitir (Beri ingatlah, karena engkau hanyalah sebagai pemberi ingat, engkau takkan mampu menentukan); ayat lain (QS 87:9): Fadzakkir innafa at al-dzikra, saya al-dzakkaru man yakhsya (beri ingatlah, hanya yang sadar akan manfaat akan peringatan itu yang ingat, dan orang yang takut saja yang sadar). 2. Perubahan (taghyir), yakni pelaku dakwah berusaha untuk mengubah suatu kondisi seseorang atau masyarakat ke kondisi yang lebih baik. Namun, soal perubahan itu juga tergantung pada penerima dakwah, karena ini soal pilihan seseorang, yakni berkaitan dengan diri atau jiwa (nafs), sebagaimana firman Allah (QS 9: Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum kecuali bila kaum itu mengubah apa yang ada pada diri/jiwa mereka (Innallaha la yughayyiru maa biqawmin hatta yughayyiru maa bianfusihim); 3. Peningkatan dan kemajuan (progress) seseorang atau umat, atau lebih tepat lagi soal pembangunan kemanusiaan (human development), kualitas hidup yang cerdas, tercerahkan, dan teremansipasi. Hal ini berkaitan dengan amar ma ruf nahy munkar, sebagaimana firman Allah swt: Kuntum khaira ummat ukhrijat linnas ta muruna bi al-ma ruf wa tanhawna an al-munkar (Kalian adalah umat terbaik yang tampil di depan manusia dengan memerintahkan yang baik dan melarang yang buruk). Atau di ayat lain: waltakun minkum ummatun yad una ila al-khairi wa ya muruna bi al-ma ruf wa yanhawna an al-munkar (Hendaklah kalian menjadi umat yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang ma ruf dan melarang yang mungkar). 4. Etika dan tatasusila. Hal ini berkaitan dengan akhlaq. Pelaku dakwah dan siapa saja tidak boleh melakukan hasutan, cemoohan, ghibah, sebagaimana firman Allah: la tajassasu wala tahassasu, ayuhibbu ahadukum an ya kula lahma akhihi mayitan, fakarihtumuhu (Janganlah kamu mencaci maki dan menghasut orang lain; maukah kamu memakan bangkai saudaramu yang sudah meninggal? Tentu saja kamu jijik). Jadi jangan membuat gosip. Dengan demikian, melihat keempat tingkat ini, dakwah tidak selalu dikatakan sukses hanya apabila berhasil mengubah orang. Untuk tahapan pertama ya cukup dengan menyampaikan. Soal diterima tidaknya sebuah pesan dakwah bukan urusan da i. Tapi seorang da i hendaklah berusaha membuat penyampaiannya terang, jelas, dan mudah dicerna. Ibarat computer, ini baru pentium satu. Pentium empat apabila dakwah itu sudah sampai pada tingkat kemampuan untuk menciptakan umat yang etis, kreatif, inovatif, beradab (civilized), dan berakhlak mulia dalam sebuah komunitas, negara, bangsa, atau masyarakat dunia yang madani (civil society).

2 2. Tiap agama mempunyai syiar dakwah, dengan istilah yang berbeda, apa keistimewaan dakwah Islam? Betul. Dalam Kristen umpamanya ada missionary atau zending. Bahkan dalam bahasa Inggris ada istilah propagation (propaganda), proselytization (bujukrayu agar mengubah agama orang lain), dan bahkan ada menyebutnya sebagai conversion (penggatian agama). Nah, keistimewaan Islam itu ada pada makna dakwah itu sendiri, yaitu mengajak. Sekalipun ada dalam al-qur an yang menyebutkan ajakan (dakwah) syaithan ke neraka, tetapi dakwah dalam konteks ilmu komunikasi Islam adalah dakwah kepada Allah swt, yaitu kepada kebenaran, keadilan, akhlak mulia, menghargai manusia, dengan cinta dan kasih, melalui musyawarah, tidak memaksakan kehendak, termasuk tidak memaksakan agar agama Islam diterima oleh penerima dakwah (mad u). Firman Allah jelas sekali: La ikraha fi al-din (Tidak ada paksaan dalam agama). Tugas da i adalah menyampaikan, namun soal penerimaan, pemahaman, perubahan, pengembangan/pembangunan/peningkatan kualitas hidup dan akhlak, semuanya terpulang pada individu masing-masing (nafs). Dakwah Islam tentunya menginginkan agar syiar Islam itu diterima orang, tetapi ciri khas dakwah Islam adalah tidak bisa dilakukan dengan paksaan (coercion), tetapi penuh dengan kedamaian (peace), stabilitas (stability), keamanan (safety), keselamatan (security), dan kenyamanan (cofort), sebagaimana makna Islam itu sendiri. 3. Dalam Islam, objek dakwah dibedakan antara ummat ad-dakwah dan ummat al-ijabah, bisa jelaskan? Ummat ad-dakwah bermakna objek dakwah yang belum mengenal Islam, bahkan mungkin belum mengenal kalau ada agama yang bernama Islam. Ya, katakanlah seperti sebagian penduduk di Papua, atau di hutan belantara Kalimantan. Bahkan di Amerika Utara sendiri, saya masih ingat sewaktu masih kuliah di S3 ilmu komunikasi di sana, saya heran ternyata ada mahasiswa yang tidak tahu tentang agama Islam. Dia hanya tahu agama Buddha, Hindu, dan tentunya Kristen dan Yahudi, padahal dia adalah mahasiswa program doktor (PhD) ilmu komunikasi. Ini terjadi sebelum peristiwa 9/11. Dia tahu bahwa ada agama Arab, tetapi konotasinya buruk dan jelak sekali, dengan label bengis, kejam, kotor, merendahkan perempuan, kawin mawin, poligami, tunduk tanpa kritis. Jadi, baginya ini bukanlah agama, karena masak sebuah agama mengajarkan keburukan, pembunuhan, dan menakut-nakuti orang lain dengan ancaman-ancaman (teroris). Jadi dia tidak tahu tentang Islam. Lalu saya ceriterakan apa Islam itu: sejarahnya, nabinya, kitabnya, rukun imannya dan rukun agamanya, dll. Nah, umat seperti inilah yang disebut dengan ummat al-dakwah. Artinya tugas da ilah menyampaikan ajaran Islam kepada mereka. Sedangkan ummat al-ijabah artinya umat yang sudah menerima Islam, atau paling tidak sudah mengenal Islam. Namun pemahamannya memerlukan peningkatan. Ini pun bertahap dan bertingkat-tingkat. Karena ada tingkat keimanannya sudah mendalam, dibuktikan dengan pengamalan rukun Islam, dan percaya pada rukun iman, namun masih juga terbatas pengetahuan agamanya, mereka hanya tahu soal garis-garis besarnya saja, seperti halal dan

3 haram. Ada juga yang sudah mendalam ilmunya, karena mungkin dia adalah alumni pondok pesantren, bahkan sudah belajar di lembaga atau perguruan Islam di Indonesia, atau sampai ke negeri Arab, atau minimal autodidak. Inilah yang bisa berfungsi sebagai da i atau mubaligh. Namun mereka juga masih memerlukan diskusi dan sharing dengan santri/sarjana lain, karena ilmu itu kan berlebih dan berkurang antara satu orang dengan orang lain. Kemudian ada juga yang melaksanakan salah satu sisi dari ajaran Islam, seperti tasawuf/mistik atau filsafatnya saja, atau bahkan aliran tertentu, yang kadang-kadang berbeda dari mainstream, sehingga mereka disebut sebagai kurang mengamalkan ajaran Islam. Mereka juga masih tetap dalam ketegori ummat al-ijabah. Namun, tentu saja dalam mendakwahi mereka, seorang da i tetap dengan cara persuasi, hikmah, analogi, dan argumentasi yang terbaik. 4. Lalu, bagaimana menerapkannya dalam konteks ke-indonesiaan? Untuk konteks Indonesia, seorang da i harus melihat objek dakwah itu sendiri. Apakah mereka masuk kategori belum mengenal Islam sama sekali, atau sudah tahu tapi masih perlu penjelasan. Kalau masuk kategori ini, maka seorang da i harus dengan cara penyampaian ajaran Islam yang elementer saja. Ya itu tadi, dakwahnya seharusnya melalui Pentium satu. Jangan langsung Pentium 4, dst. Mulailah dengan soal: siapa Pencipta alam ini? Siapa Pengatur alam ini? Kasih logika: apakah alam ini tercipta dengan sendirinya atau ada yang menciptakan? Kenapa koq demikian teratur ya, dan ada hukum-hukum alamnya masing-masing? Jadi dengan prtanyaanpertanyaan dulu baru jawaban-jawabannya. Kalau di daerah yang belum ada pendidikan formal, ya mulailah dengan contoh dan analogi keteraturan air yang mengalir, tanaman yang tumbuh, api yang menyala, gunung dan hutan nan lebat dan indah, dst. Untuk masyarakat yang sudah beragama, kita tidak boleh mencoba memengaruhinya dengan bujukrayu agar masuk ke agama Islam, kecuali bila mereka bertanya tentang ajaran Islam, maka seorang da i mendapat kesempatan untuk menjelaskan ajaran Islam dengan penuh hikmah dan pengetahuan dengan arif dan bijaksana. Bila mereka meminta nasihat (mau izah), maka berikanlah yang baik, yang rasional, dan masuk akal. Bila mereka mendebat, maka debatlah dengan cara yang terbaik, dengan argumentasi logis, penuh data dan informasi yang lengkap. Apabila berhadapan dengan kaum awam (abangan), maka mulailah menanyakan apa yang diketahuinya tentang Islam. Bisa dengan rukun iman dulu, kalau sudah mantap, barulah rukun Islam. Kalau mereka bisa membaca, tawarilah buku bacaan yang sederhana dulu. Jangan mulai dengan yang berat-berat. Bila berhadapan dengan pengikut aliran mistik, tanyakan apa yang mereka ketahui tentang tasawuf dalam Islam. Dengarkan dulu! Kalau perlu lakukan pendekatan partisipatori dengan mengikuti aliran tarikat itu. Kalau berjumpa dengan aliran sempalan, maka lakukanlah dengan cara mujadalah (argumentasi) yang terbaik, dengan buku-buku rujukan yang standar. Tunjukkan kelemahan buku-buku pegangan mereka dengan santun, dengan kata-kata yang tidak menyakiti hati. Kalau berjumpa dengan aliran keras maka, jelaskanlah makna jihad dari versi yang berbeda, sejarah Nabi SAW yang tidak pernah berperang kecuali bila diperangi lebih dahulu, atau karena dilarang melakukan ibadah, dan dipaksa keluar dari negerinya, dan dakwahnya dihalang-halangi. Untuk konteks Indonesia, semua syarat perang ini tidak ada yang masuk kategori. Orang

4 Indonesia masih bebas beribadah, bahkan difasilitasi dengan rumah ibadah, lembaga zakat, infaq dan shadaqah, sekolah agama, dan manajemen haji, dll. Tidak ada yang dipaksa keluar dari negera Indonesia, semuanya diberikan KTP dan kartu keluarga dan kebutuhan sebagai warga Negara. Setiap muslim tidak dilarang malakukan dakwah internal atau eksternal, sepanjang tidak memengaruhi secara sengaja dengan bujukrayu orang yang sudah memeluk suatu agama tertentu. 5. Menurut Anda, apa saja problematika dakwah masa kini dan faktornya? Problematika dakwah masa kini adalah kurangnya perspektif lokalitas dan globalitas. Media komunikasi belum dioptimalkan. Dai terlalu terfokus pada dakwah nasional yang sentralistik, sehingga aspek lokal dan globalnya missing. Dakwah seharusnya bisa mengembangkan prinsip etnikalitas. Indonesia terdiri atas suku bangsa yang beragam, kita lebih dari 400 bahasa yang berbeda, dan lebih dari 800 logat dan dialek yang berbeda. Unsur kedaerahan tidak boleh kita lupakan dan napikan. Orang Kristen di bawah SIL di Indonesia telah melihat celah ini dalam dakwahnya. Mereka telah melatih 600 misionari untuk menerjemahkan Injil ke dalam bahasa daerah. Seharusnya orang Islam juga melakukan hal yang sama: menerjemahkan al-qur an ke dalam bahsa daerah, tidak bisa serba bahasa Indonesia. Bahasa lokal telah membentuk watak lokalitas Indonesia ratusan bahkan ribuan tahun, sedangkan bahasa Indonesia baru delapan winduan. Berikutnya, dakwah kita kurang flavor globalnya. Bahkan ada kecenderungan sebagian pesan dakwah Islam anti globalisasi. Padahal, Islam sebetulnya adalah agama global. Islam adalah untuk rahmatan lil alamin (wa ma arsalnaka illa rahmatan li al-alamin). Bukanlah dikatakan baik apabila menghadapkan wajah ke timur atau ke barat, tetapi kebaikan adalah percaya kepada Allah dan hari akhir (Laysa al-birra, man tuwallu wujuhakum qibala al-masyriq wa al-maghrib. Walakinna al-birra man amana bi Allah wa al-yawm al-akhir). Jadi perspektif Islam adalah lebih dari pada sekedar timur dan barat tetapi ke seluruh alam ini, langit dan bumi, bahkan sampai akhirat. Dengan demikian dakwah Islam sepeeti ini lebih luas dan lebih kontekstual. Jadi alangkah salahnya bila dakwah itu diarahkan kepada anti Barat. Seharusnya Barat itu ditaklukkan. Dakwah kita bukan hanya internal, tetapi eksternal juga. Kita harus mampu berkompetisi dengan mereka dalam kebaikan, seperti penemuan sains dan teknologi, sehingga merekalah yang membeli produk kita. Ini yang dilakukan oleh Jepang. Barat yang kemudian membeli produk Jepang yang ilmu membuatnya sebelumnya dipelajari dari Barat. Sebagian da i menekankan aspek kebencian kepada agama lain, sehingga ayat: Lan tardha anka al-yahudu wala al-nasara hatta tattabi a,millatahum, yang biasanya diartikan: tidak akan rela orang Yahudi dan Kristen hingga engkau umat Islam mengikuti agama mareka. Saya melihat, bahwa ayat ini sebetulnya kata kuncinya adalah di millah, yang bisa berarti gaya hidup (lifestyle). Artinya, Tuhan memang benar bahwa ke dua golongan ini tidak rela hingga umat Islam mengikuti lifestyle mereka, tapi maksudnya, menurut saya, adalah: bahwa umat Islam ditantang oleh Tuhan agar mereka juga tidak akan rela hingga ke dua golongan ini mengikuti lifestyle umat Islam. Dengan demikian, aspek kompetisinyalah yang ditekankan di sini, bukan aspek

5 kebenciannya. Bila kebenciannya yang diutamakan, maka akibatnya, sebagian umat Islam alergi dengan barat, padahal mereka sangat senang dengan hasil teknologinya: kendaraannya, peralatan rumah tangganya, fasilitas hidupnya, yang semuanya berkaitan dengan gaya hidupnya, termasuk bahasanya. Mereka tidak tergugah untuk menciptakan sains dan teknologi dan media komunikasi baru yang layak pasar, yang pada gilirannya Baratlah yang tertarik membelinya. Alih-alih, umat Islam harus puas menjadi konsumen yang patuh dan tunduk dan terkesima dengan produk Barat. Jadi ada standard ganda juga. Inilah problematika dakwah kita. 6. Al-Maududi menyebutkan seorang da i harus berilmu, sejauh manakah urgensi ilmu dalam berdakwah. Benar kata al-maududi itu. Ilmu itu penting untuk dapat memberikan informasi kepada orang lain (mad u). Memang hadits Nabi saw mengatakan, balighu anni walaw ayah (sampaikanlah daripada ajaran Islam sekalipun hanya satu ayat. Maksudnya, tentunya, bukan hanya tahu satu ayat saja terus menerus. Tetapi maksudnya adalah, kalau berdakwah hendaklah dilakukan secara bertahap. Ya hari ini satu dulu, besok baru dua, lusa tiga, dst. Lebih jauh lagi, seorang da i perlu ilmu pokok dan ilmu bantu. Ilmu pokok adalah materi dakwah, seperti kandungan al- Qur an dan al-hadits, dengan mempelajari maknanya, dan memperkayanya dengan pendapat para ahli baik Timur maupun Barat. Bukan sekedar tilawah belaka, tanpa tahu maknanya. Ilmu bantu adalah ilmu alat seperti ilmu sosial, humaniora, ilmu pendidikan, hukum, filsafat, ilmu komunikasi, psikologi, sosial politik, kedokteran, fisika, matematika, kimia, logika, biologi, astronomi, geologi, dst. Dengan demikian seorang da i tidak mengenal dengan apa yang disebut dengan dikotomi ilmu pengetahuan. Integrasi ilmu-ilmu spiritualitas dengan ilmu-ilmu materialitas sangat diperlukan di dunia yang makin kompleks dan digital ini. Seorang da i perlu belajar teknologi komunikasi, sehinga tidak gatek (gagap teknlogi). Mereka cekatan dalam melakukan dakwah di dunia maya. Mereka harus menguasai ilmu informatika, teknik computer, dan desain grafis. Mereka tahu dunia periklanan, perfilman, penyiaran, strategi komunikasi, komunkasi antar budaya, komunikasi internasional, public relation (humas), dan pendekatan public speaking (khitabah) yang kontekstual. 7. Tanpa kematangan ilmu, apa akibatnya bagi dakwah itu sendiri? Akibatnya adalah adanya ketidakmatangan dalam suguhan dakwah itu sendiri. Bahkan bisa melahirkan arus balik atau boomerang effect. Orang yang didakwahi malah lari terpingkalpingkal, mereka alergi dengan Islam dan Muslim. Apalagi bila dilakukan dengan kebencian, kekerasan, kebengisan, pembunuhan dengan cara masif, seperti bom bunuh diri. Orang akan semakin tidak simpati. Orang akan menghindar jauh. Padahal Al-Qur an sudah mengajarkan bahwa: Apabila kamu melakukan dakwa dengan cara kekerasan, maka niscaya objek dakwah akan lari terbirit-birit (walaw kunta fazzan ghaliza al-qalbi, lan faddlu min hawlika). Selain itu, tanpa kematangan ilmu, hasil dakwah juga kurang lengkap. Apabila dakwahnya tetap di Pentium satu, maka jangan harapkan akan memahami Pentium empat, dst. Di beberapa

6 daerah di Indonesia, ada temuan mengapa ada kelompok umat yang pemahaman dan pengamalan keislamannya hanya parsial saja, tidak lengkap, tidak total. Ternyata ditengarai penyebabnya karena da inya pergi sebelum memasuki tingkatan berikutnya, akibatnya pengikutnya hanya tahu soal ketuhanan saja, tanpa aspek fiqih. Aliran Tolotang dan Ammatoa, mungkin salah satu contoh yang sering diangkat oleh peneliti antropologi di Sul-Sel. Di banyak daerah juga ditemukan hal serupa. Ada di Jawa, ada di Kamboja dan Vietnam. Orang Muslim Champa menyebutnya dengan Islam jaht (zahid), yang hanya shalat sekali seminggu, di hari Juma at saja, itupun hanya golongan tertentu saja yang shalat dengan bacaan dan tatacara yang salah. 8. Beragam aliran dalam Islam, masing-masing mempunyai perspektif dan metode dakwah sesuai ideologinya, positif atau negatifkah menurut Anda? Bila kita berbicara soal kebaragaman atau pluralitas, tentu bisa dikatakan positif. Karena hal ini akan menambah khazanah kekayaan perspektif dan metode dakwah Islam. Mereka akan melahirkan kompetisi sehat dalam berdakwah. Fastabiqu al-khairat (berlomba-lombalah dalam kebaikan!). Namun tergantung dari alirannya. Kalau alirannya masih dalam mainstream Islam, maka hasilnya akan positif. Akan terjadi sinergi yang kuat satu sama lain. Contohnya di negeri kita antara Nahdlatul ulama dengan uhammadiyah, dan al-irsyad, al-wasliyah, dst. Namun, kalau alirannya keluar dari mainstream (arus utama) Islam, tentu akan dipertanyakan oleh yang mainstream, dan melahirkan perdebatan, yang tak jarang sengit dan panas tanpa akhir, bahkan melahirkan percekcokan dan perkelahian fisik dan kerusuhan serta konflik yang berkepanjangan. Kalau Negara kemudian tidak tegas menengahi masalah ini, maka akan melahirkan korban yang banyak. 9. Lantas perlukah semacam standardisasi dakwah berdasarkan pokok-pokok ajaran Islam? Ya, tentu sangat diperlukan. Dan inilah yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI selama ini. Sekolah-sekolah dan perguruan serta lembaga agama juga saya kira pada umunya telah melakukan pendidikan agama dan dakwah yang sifatnya standar mainstream. Sehingga bila ada yang keluar dari mainstream ini, masyarakat sendiri yang segera mengenalinya. Namun, karena pendekatan dari setiap aliran rasional bagi orang tertentu, maka tentu ada saja yang simpatik dan tertarik. Awalnya mungkin reaktif, tetapi lama kelamaan kalau intensif, apalagi dengan pendekatan kekeluargaan, bujukrayu, materi, fasilitas, akhirnya seseorang akan tertarik. Ya di sinilah perlunya kreativitas baru dalam berdakwah, kemasan dakwah harus selalu diperbaharui, sehingga bisa melakukan pencerahan terhadap golongan atau aliran baru yang tidak mainstream. Peran media komunikasi perlu digalakkan. Diskusi dan mujadalah dengan argumentasi rasional didahukukan.

7 10. Dakwah di Indonesia belum tersistematis dan terorganisir. Dakwah masih dilakukukan secara sporadis menurut Anda? Kalau kita lihat di lembaga-lembaga keislaman, seperti di pondok pesantren, sekolah-sekolah dan perguruan Islam, dan majelis taklim, sebenarnya sudah terorganisir. Namun, bila kita tinjau dari segi teknologi informasi dan komunikasi dan telekomunikasi, umat Islam masih ketinggalan. Dunia maya masih belum banyak tersentuh secara proporsional. Sebagian masih belum akrab dengan dunia ini. Masih sibuk dengan dunia konvensional dan tradisional. Kiranya pendekatan Harold Lasswell yang mengatakan: who says what which channel to whom and with what effect yang berarti: siapa mengatakan apa melalui apa, dan kepada siapa serta bagaimana pengaruhnya, belum begitu dijabarkan secara sistematis, dan masih sporadis. Who says artinya siapa yang berdakwah, maksudnya da inya seperti apa? Bagaimana latar belakangnya? Apakah dia seorang ahli agama, atau hanya semacam da i fenomenal belaka, sehingga tidak solid, dan centang perenang. What artinya apa materi dakwahnya? Apakah semata-mata soal fiqih atau rukun Islam dan iman saja, atau sudah mencoba ranah pengembangan kemanusiaan sehingga sudah menyentuh soal sains dan teknologi. Ilmu-ilmu bantu tadi perlu dimanfaatkan. To whom artinya siapa audiensnya? Seorang da i harus tahu siapa objek (mad u) dakwahnya. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, objek dakwah itu bertingkat-tingkat. Jadi perlu pengembangan pendidikan luar sekolah yang akrab dengan teknologi, dan pendidikan non-formal yang berdasarkan kurikulum kontekstual dan strategi mengajar yang berdasarkan teknologi dan komptensi. Di sinilah pentingnya pembinaan majelis taklim dan pengajian agar mempunyai kurikulum. Mungkin satu saat da i dan majelis taklim juga perlu asesor dan sertfikasi. Which channel, atinya salurannya apa, medianya apa? Dalam hal ini, E-learning perlu dikembangkan. Selain itu dakwah melaui media massa tetap harus diteruskan dan dikembangkan. Republika, ayo teruskan model selama ini! Media elektronik dan media baru haruslah menjadi barang jinak dan bukan barang asing di rumah-rumah da i dan mad u. Sering saya katakan, bahwa media baru perkembangannya baru saja 20 tahun terakhir ini, tetapi bagaimana dengan 20 tahun berikutnya dan 20 tahun berikutnya lagi dst? Manusia akan menyaksikan perkembangan yang luar biasa dalam hal channel atau saluran/media komunikasi manusia. Sekarang ini sudah ada media yang bisa menulusuri ke mana seseorang itu pernah berada selama 20 tahun terakhir ini, (phone tracking where you have been). Ke depan orang dapat mengetahui apa yang kita makan di rumah kita, apa yang ada dalam laci dan tempat tidur kita. Oleh karena itu, da i haruslah segera menaklukkan media untuk dakwah. 11. Lantas sejauhmanakah urgensi peta dakwah yang konon perumusannya tak kunjung selesai? Peta dakwah itu memang penting. Kita dapat mengetahui kluster-kluster masyarakat yang bertingkat-tingkat itu. Data tentang kategori satu, dua, tiga, dan empat di atas perlu dimapping (dipetakan), sehingga strategi dakwah lebih jitu, cepat, dan mengenai sasaran. Perumusannya tak kunjung selesai karena kita tidak mengusai teknologi informasi dan komonikasi. 12. Bagaimana prospek dakwah ke depan di tengah arus liberalisasi dan radikalisasi agama?

8 Prosepeknya bisa positif dan negatif. Positif apabila nanti bisa melahirkan filsafat ilmu Islam yang semakin mendalam melebihi Barat, asalkan berdasarkan atas kajian al-qur an dan al- Sunnah, seperti yang telah dilakukan oleh filosof Muslim awal seperti al-kindi, Ibnu Sina, Ibn Thufail, Ibn Bajjah, Al-Razi, Ibn Khaldun, al-ghazali, Ibn Rusyd, dll. Mereka berawal dari kebebasan berfikir untuk menemukan kebenaran. Mereka tidak alergi Barat, bahkan mereka mempelajari ilmu Barat (Yunani) dan Timur (Persia/India). Namun, bisa saja negatif bila tidak tuntas, apalagi bila Negara tidak turut campur menengahi dan memfasilitasi kebebasan berpikir ini. Filosof Muslim di atas mungkin tidak lahir seandainya tidak ada intervensi Negara oleh khalifah Harun al-rasyid dan terutama al-makmun, yang mendirikan Bayt al-hikmah, semacam perpustakaan dan lembaga riset dengan sarana laboratorium yang baik yang didukung oleh dana yang kuat. Bila tidak, maka bisa saja tidak tuntas dan melahirkan percekcokan, perkelahian, dan permusuhan yang berkepanjangan. Begitu juga soal radikalisasi agama. Bisa saja negatif dan positif. Positif apabila bisa melahirkan teologi yang mencerahkan manusia. Ya semacam teologi pembebasan di Amerika Latin. Dalam sejarah Islam, lahirnya teologi yang beragam, yang sekaligus melahirkan kematangan dalam ilmu teologi karena didahului oleh aliran politik radikal seperti Khawarij. Kemudian mereka berbincang soal dosa besar dan kecil, soal surga dan neraka, soal ketuhanan dan ciptaan, dst. Akhirnya lahirlah Murjiah, Asy ariayah, Maturidiyah, Mu tazilah, Sunni dan Syiah. Khawarij dan Murjiah kemudian kurang berkembang, kendati unsur-unsurnya bisa saja muncul, ya barangkali ada hikmah di balik itu: untuk melahirkan penyegaran-penyegaran teologis dalam Islam, sehingga semakin melahirkan pencerahan. Negatifnya adalah, seperti liberalisasi tadi, apabila negara tidak mengawasi dan memfasilitasi diskusi yang mendahukukan hati dan otak yang dingin dan sejuk, akibatnya bisa salah asuhan. Radikalisasi muncul karena banyak faktor: kurang referensi bacaan, kurang fasilitas riset dan pengembangan (R & D), kurang kontrol. Konsekwensinya, bacaan hanya satu versi saja, dialog ilmu pengetahuan mandeg karena hanya monolog internal pada satu guru dan satu lembaga, dan satu referensi bacaan saja. Makna yang diajarkan hanya satu. Pemaknaan agama yang kontekstual kurang berkembang. Andi Faisal Bakti adalah Guru Besar dalam Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta, dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Unversitas Pancasila, Jakarta; Direktur Pusat Pengkajian Media dan Komunikasi (P2KM), Direktur Center for Cross-cultural Communicaltion and Human Relations in Actions (C3 Huria), Jakarta.

!!" #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/" 4./" 56 * % &' &()*+&, " "# $ %! #78*5 9: ;<*% =7" >1?@*5 0 ;A " 4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. "/ 4!

!! #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/ 4./ 56 * % &' &()*+&,  # $ %! #78*5 9: ;<*% =7 >1?@*5 0 ;A  4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. / 4! [ ] E٤٩١ J٤٨٧ W F : : Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu. Sesungguhnya agama mewajibkan kepada para pengikutnya (berbuat baik) dalam segala hal dan tidak ridha dari para pengikutnya

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan Ibnu Hajar al-asqalani, maka dapat disimpulkan

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dalam Islam, pernikahan adalah merupakan bentuk ibadah yang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45 TENTANG ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH MUQADDIMAH Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala puji bagi Allah yang mengasuh

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Masyarakat Merdeka Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah [ Indonesia Indonesian ] Muhammad Ali al-hasyimi Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Muhammad Thalib 2009-1430 ملسلم ملسلم

Lebih terperinci

DI BULAN SUCI RAMADHAN

DI BULAN SUCI RAMADHAN AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN Disusun Oleh: Mohammad Iqbal Ghazali. MA Murajaah : Abu Ziyad ا عمال رمضانية Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memahami, menganalisis, membandingkan, menyimpulkan dan sebagainya

BAB I PENDAHULUAN. memahami, menganalisis, membandingkan, menyimpulkan dan sebagainya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya mempengaruhi jiwa anak didik agar mereka mau melakukan berbagai kegiatan belajar, seperti membaca, memahami, menganalisis,

Lebih terperinci

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN l Edisi 001, Agustus 2011 EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN P r o j e c t i t a i g k a a n D Luthfi Assyaukanie Edisi 001, Agustus 2011 1 Edisi 001, Agustus 2011 Empat Agenda Islam yang Membebaskan

Lebih terperinci

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang memiliki kemampuan. Barangsiapa kafir atau mengingkari

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1 Bersama Dakwah 1 KHUTBAH PERTAMA.. * Hari ini kita telah memasuki bulan Sya'ban. Tidak terasa telah enam hari kita bersamanya. Bulan Sya'ban, yang terletak diantara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU Oleh: Mohammad Fakhrudin Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, Berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan

Lebih terperinci

Apakah Sekolah SBI / RSBI Adalah Solusi Untuk Isu-Isu Ini? Atau RSBI Itu Cuma Proyek Pemerintah!

Apakah Sekolah SBI / RSBI Adalah Solusi Untuk Isu-Isu Ini? Atau RSBI Itu Cuma Proyek Pemerintah! Setelah 18 tahun kerja di lapangan, setelah dua tahun bekerja sebagai konsultan di Depdiknas, dan lebih dari 10 tahun bekerja di beberapa proyek pendidikan saya percaya bahwa 5 isu berikut adalah isu-isu

Lebih terperinci

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama Menimbang: 1) Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama. 2) Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah

Lebih terperinci

Pedoman Seleksi Mahasiswa Baru IAIN Sumatera Utara Jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) TA. 2012-2013

Pedoman Seleksi Mahasiswa Baru IAIN Sumatera Utara Jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) TA. 2012-2013 Pedoman Seleksi Mahasiswa Baru IAIN Sumatera Utara Jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) TA. 2012-2013 IAIN SUMATERA UTARA Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate Telp. (061) 6615683, 6622925, Fax.

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

HAK- HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAK- HAK ASASI MANUSIA (HAM) 26 HAK- HAK ASASI MANUSIA (HAM) FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 6/MUNAS VI/MUI/2000 Tentang HAK-HAK ASASI MANUSIA (HAM) Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang berlangsung

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN نو قض لا سلا ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ عبد لعزيز بن عبد الله بن با Penerjemah: Abu Azka Faridy ترمجة: بو ىك فريد Murajaah: Muh. Mu inudinillah Muhammadun Abdul

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MPENAJAM PASER UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MPENAJAM PASER UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN MPENAJAM PASER UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QUR AN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA, Menimbang : a. bahwa tujuan pendidikan

Lebih terperinci

Daud Sang Raja (Bagian 1)

Daud Sang Raja (Bagian 1) Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Daud Sang Raja (Bagian 1) Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Lazarus Disadur oleh: Ruth Klassen Diterjemahkan oleh:

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS (MUI), setelah : Menimbang : 1. bahwa produk pangan ternak ada yang telah dikembangkan

Lebih terperinci

Jika ditelaah lebih lanjut, orang yang beriman memang tidak lagi merugi tetapi belum. Bijak dalam Memberi Nasihat

Jika ditelaah lebih lanjut, orang yang beriman memang tidak lagi merugi tetapi belum. Bijak dalam Memberi Nasihat Dalam perjalanan hidup, nasehat-menasehati merupakan pilar yang sangat utama, bahkan merupakan kewajiban bagi orang yang beriman setiap waktu Hal ini dapat dilihat dari surah Al Ashr Surah ini merupakan

Lebih terperinci

Asal Usul Alam Semesta

Asal Usul Alam Semesta Kontroversi Islam dan Sains? Asal Usul Alam Semesta Pernahkah Anda merenung tentang asal usul alam semesta, bagaimanakah alam semesta dapat terbentuk. Pertanyaan tersebut yang mendorong ilmuwan di setiap

Lebih terperinci

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Tujuan Pembangunan Karakter Anak : Membangun sikap dan watak seseorang sehingga mempunyai sebuah sikap yang dapat dinilai sebagai sikap yang baik menurut

Lebih terperinci

Gaya Hidup Islami dan Jahili

Gaya Hidup Islami dan Jahili Gaya Hidup Islami dan Jahili Dalam pandangan Islam gaya hidup dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

STRATEGI DAKWAH NU KOTA SEMARANG DALAM UPAYA DERADIKALISASI AGAMA

STRATEGI DAKWAH NU KOTA SEMARANG DALAM UPAYA DERADIKALISASI AGAMA STRATEGI DAKWAH NU KOTA SEMARANG DALAM UPAYA DERADIKALISASI AGAMA (Studi Kasus PCNU Kota Semarang Periode 2006-2011) 2011) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Sosial Islam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan

Lebih terperinci

Kolom Edisi 014, September 2011 1. D i g i t a TENTANG IMAN. l i m D e m o k r a t i s. Ulil Abshar-Abdalla

Kolom Edisi 014, September 2011 1. D i g i t a TENTANG IMAN. l i m D e m o k r a t i s. Ulil Abshar-Abdalla l i m e m o k r a t i s i g i t a TENTANG IMAN m o k r a t i s. c o m l Ulil Abshar-Abdalla Edisi 014, September 2011 1 Tentang Iman Saya rasa akan amat sulit untuk merumuskan bagaimana wujud dan bentuk

Lebih terperinci

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah. Tanjung Redeb. Posisi Agama Islam di Antara Agama-Agama di Dunia Makalah Metodologi Studi Islam

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah. Tanjung Redeb. Posisi Agama Islam di Antara Agama-Agama di Dunia Makalah Metodologi Studi Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Tanjung Redeb Posisi Agama Islam di Antara Agama-Agama di Dunia Makalah Metodologi Studi Islam Hermansyah Jurusan: Pendidikan Agama Islam (Semester 1 Kelas A)

Lebih terperinci

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Khutbah Jumat ini berisi nasihat agar kita tidak terlena dengan kenikmatan yang kita peroleh di dunia. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia

Lebih terperinci

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf I TIKAF Pengertian I'tikaf Secara harfiyah, I tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah

Lebih terperinci

2 Ketika aku mengundang Yesus masuk ke dalam hidupku, Ia menerangi hatiku yang gelap, dingin dan kosong. Keputusanku untuk mengundang Yesus tidak akan pernah kusesali. Karena itu, aku berkata kepada-nya,

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian Mengapa Kita Harus Berdakwah?? [ Indonesia Indonesian ] Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009-1430 ? : : 2009-1430 2 Mengapa Kita Harus Berdakwah? [1] Dakwah merupakan jalan

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu diantara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya

Lebih terperinci

Hari Besar Orang-Orang Kafir

Hari Besar Orang-Orang Kafir Hari Besar Orang-Orang Kafir Disusun Oleh: Munir Fuadi Ridwan MA Murajaah : Abu Ziyad ا عياد الكفار منيرفو اديرضوان Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 Hari Besar Orang-Orang Kafir Dalam

Lebih terperinci

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA Modul IV: MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SUAMI/ISTRI Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA Dr. Agus Sofyan A. JUJUR: Jujur atau terusterang merupakan sifat yang sangat dianjurkan

Lebih terperinci

$! " # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! "#$

$!  # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! #$ [ ] : : : Ikhtilaf Ulama, Sebab dan Sikap Kita Terhadapnya Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan islam serta kesehatan, karunia yang tiada taranya yang telah diberikan-nya

Lebih terperinci

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang MENTERI IIUKUM DAN HAKASASI MANUSIA REPTIBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI PADA ACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS KEPADA NARAPIDANA DAN ANAK PIDANA PADA PERINGATAN HARI RAYA NATAL TANGGAL 25

Lebih terperinci

Mengapa kaum Muslimin mundur dan kenapa kaum selain mereka maju? yang dalam

Mengapa kaum Muslimin mundur dan kenapa kaum selain mereka maju? yang dalam MENGAPA KAUM MUSLIMIN MUNDUR? Oleh: Imam Nasruddin 1 Pendahuluan Tulisan ini sebenarnya merupakan pengadopsian dari buku karya Al-Amier Syakieb Arsalan yang terkenal itu. Buku yang sudah terlalu tua dari

Lebih terperinci

Sesungguhnya Agama Itu Mudah

Sesungguhnya Agama Itu Mudah Sesungguhnya Agama Itu Mudah ] õ µõý û Indonesian [ Indonesia û Ummu Malik Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2013-1435 ßÝõ ÐË Ãßß ÃßÃõ µõýëý ½ Ò ÒÃß ÒÐà : µ Êà ݵ ÕÃÐÃõ µ 2013-1435 Sesungguhnya Agama Itu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat persaingan antara media massa televisi tidak terelakkan lagi. Sebagai media audio visual, televisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Buku memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Buku merupakan salah satu sumber bahan ajar. Ilmu pengetahuan,

Lebih terperinci

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد BARU MASUK ISLAM DAN TIDAK MAMPU MENAMPAKKAN KEISALAMANNYA, BAGAIMANA CARA SHALAT DIANTARA KELUARGANYA YANG HINDU? أسلمت حديثا ولا ستطيع إظهار إسلامها فكيف تص ب أهلها هلندوس ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2007 TENTANG PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN BUPATI PASAMAN BARAT Menimbang : a. Bahwa

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH POKOK MATERI MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KELAS VIIIA MTs ASY-SYARIFIYAH

Lebih terperinci

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah.

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah. Sekalipun Anda memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak Anda komunikasikan kepada orang lain, tidak ada gunanya. Sehebat apa pun ilmu dan jurus-jurus bisnis

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 TAHN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Kej. 15 :1-6; 21:1-3) Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu. Bacaan diambil dari Kitab Kejadian:

Lebih terperinci

Keindahan Nama-nama Allah

Keindahan Nama-nama Allah Keindahan Nama-nama Allah Keindahan Nama-nama Allah Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim al-buthoni, M.A Khotbah Pertama???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 12 Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus Diurapi di Betania Persepakatan untuk Membunuh Lazarus Yesus Dielu-elukan di Yerusalem Beberapa Orang Yunani Mencari Yesus Yesus Memberitakan

Lebih terperinci

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Dalam sejarah ulama salaf, diriwayatkan bahwa khalifah rasyidin ke V Umar bin Abdil Aziz dalam suatu shalat tahajjudnya membaca ayat 22-24 dari surat ashshoffat اح

Lebih terperinci

Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri [An-Naml : 40]

Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri [An-Naml : 40] Apakah Anda sudah puas dengan keadaan hidup saat ini? Apakah keinginan Anda sudah terpenuhi? Apakah anda sudah bisa membahagian semua orang yang pernah berjasa kepada Anda? Apakah anda sudah jadi orang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Etika merupakan refleksi atas moralitas. Akan tetapi, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, etika bukan sekedar refleksi tetapi refleksi ilmiah tentang tingkah

Lebih terperinci

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Arif Surachman 1

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Oleh Arif Surachman 1 MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Oleh Arif Surachman 1 Pendahuluan Perpustakaan berkembang pesat dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan perkembangan pola kehidupan masyarakat, kebutuhan, pengetahuan, dan

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jumat berikut ini menjelaskan tentang hakikat iman beserta tanda-tandanya. bagaimanakah penjelasan lengkapnya dan sudahkah kita termasuk orang-orang

Lebih terperinci

MA NEGERI 19 JAKARTA

MA NEGERI 19 JAKARTA PENDAHULUAN Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat Maha hidup yang telah menciptakan ayat-ayat Qur aniyah dan Kauniyah sebagai pelita yang membimbing kehidupan manusia. Shalawat

Lebih terperinci

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N W A L I K O T A B A N J A R M A S I N PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG WAJIB BACA TULIS AL-QURAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH, SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

[ ] : : : : : Ibnul Qayyim rahimahullah menguraikan wasiat Nabi Yahya bin Zakariya alaihimassalam yang berbunyi : Artinya: Dan aku memerintahkan kamu untuk shalat, jika kamu shalat maka janganlah kamu

Lebih terperinci

BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP. landasan untuk masuk dalam bagian pembahasan yang disajikan dalam Bab IV.

BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP. landasan untuk masuk dalam bagian pembahasan yang disajikan dalam Bab IV. BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP 4.1. PENDAHULUAN Bertolak dari uraian tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penelitian yang terdapat dalam Bab I, yang dilanjutkan dengan pembahasan

Lebih terperinci

BAB 31 PENINGKATAN KUALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA

BAB 31 PENINGKATAN KUALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA BAB 31 PENINGKATAN KUALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA Pembangunan agama merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak memeluk agama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing sebagaimana

Lebih terperinci

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد Seteleh Operasi Kelamin dari Laki-laki Menjadi Perempuan Apakah DiPerbolehkan Dia Berduaan Dengan Wanita? قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syaikh

Lebih terperinci

yang berhubungan dengan aturan agama Islam. Hal yang wajib dilakukan secara tertib adalah melaksanakan shalat. Shalat merupakan tiang agama Islam

yang berhubungan dengan aturan agama Islam. Hal yang wajib dilakukan secara tertib adalah melaksanakan shalat. Shalat merupakan tiang agama Islam 1 NYAI AHMAD DAHLAN Bangsa Indonesia pada umumnya, khususnya keluarga besar Muhammadiyah dan Aisiyah di manapun berada, selayaknyalah menyambut gembira Surat Keputusan Republik Indonesia, Jenderal Soeharto

Lebih terperinci

M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR

M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR www. depag.go.id Oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA Dosa dan maksiat bukan saja perbuatan tercela dan terlarang, melainkan juga membutakan

Lebih terperinci

LITURGI SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua:

LITURGI SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua: Tahun B Minggu Biasa XX - 23 Agustus 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua: Menjelang wafatnya,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan

Lebih terperinci

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Jika saudara tahu bahwa saudara adalah seorang penting maka ini sangat membesarkan hati. Hal itu menimbulkan perasaan senang dalam hati saudara dan juga menolong

Lebih terperinci

BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MEMBINA DIRINYA SENDIRI كيفية تر ية ملسلم لفسه

BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MEMBINA DIRINYA SENDIRI كيفية تر ية ملسلم لفسه BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MEMBINA DIRINYA SENDIRI كيفية تر ية ملسلم لفسه ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syekh Muhammad Shaleh Al-Munajjid الشيخ مد صالح ملنجد Penterjemah: www.islamqa.info Pengaturan:

Lebih terperinci

Karakter Orang-Orang Besar* Oleh Abi Akom**

Karakter Orang-Orang Besar* Oleh Abi Akom** Karakter Orang-Orang Besar* Oleh Abi Akom** Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang yang beriman (Q.S.

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

*** Syarat Amal Diterima

*** Syarat Amal Diterima Syarat Amal Diterima Kita telah mengetahui, bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepada-nya, setelah itu Allah Subhanahu wa Ta ala akan membalas pahala amal ibadah, sesuai dengan tingkatannya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. oleh Allah SWT, yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat. sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing.

BAB I PENDAHULUAN. oleh Allah SWT, yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat. sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dakwah merupakan suatu bentuk proses penyampaian ajaran Islam. Dakwah Islam adalah dakwah ke arah kualitas puncak dari nilai-nilai kemanusiaan, dan peradaban

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 12 TAHUN 2012 TENTANG WAJIB BELAJAR DINIYAH TAKMILIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 12 TAHUN 2012 TENTANG WAJIB BELAJAR DINIYAH TAKMILIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 12 TAHUN 2012 TENTANG WAJIB BELAJAR DINIYAH TAKMILIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU, Menimbang : a. bahwa pendidikan nasional disamping

Lebih terperinci

I PENGEMBANGAN PENGELOLAAN WAKAF TUNAI DI INDONESIA

I PENGEMBANGAN PENGELOLAAN WAKAF TUNAI DI INDONESIA Pengelolaan Wakaf Uang Tunai dalam Perseroan Terbatas I PENGEMBANGAN PENGELOLAAN WAKAF TUNAI DI INDONESIA A. Pengelolaan Wakaf Tunai Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia berlaku pluralisme hukum perdata,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tantangan kehidupan selalu muncul secara alami seiring dengan berputarnya waktu. Berbagai tantangan bebas bermunculan dari beberapa sudut dunia menuntut untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Hari Sabat Hari Perhentian yang Kudus GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150,

Lebih terperinci

WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam)

WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam) WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam) Oleh : Drs. Arpani, S.H. (Hakim Pengadilan Agama Bontang) A. PENDAHULUAN Salah satu hikmah perkawinan adalah untuk menciptakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN BAB II LANDASAN PEMIKIRAN 1. Landasan Filosofis Filosofi ilmu kedokteran Ilmu kedokteran secara bertahap berkembang di berbagai tempat terpisah. Pada umumnya masyarakat mempunyai keyakinan bahwa seorang

Lebih terperinci

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan

Lebih terperinci

PENYAKIT HATI DAN OBATNYA Oleh : Hidayat

PENYAKIT HATI DAN OBATNYA Oleh : Hidayat PENYAKIT HATI DAN OBATNYA Oleh : Hidayat 1 Penyakit hati dapat dikelompokan menjadi 7 macam, yaitu : 1. Marah 2. Hasud 3. Bakhil 4. Senang Kedudukan 5. Takabur 6. Ujub/Congkak 7. Riya/Pamer 1. Marah Marah

Lebih terperinci

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak?

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak? Elly, Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati Sadis! Tingkat kriminalitas sudah sampai kepada tahap yang paling menjijikan dan mengerikan. Sehingga seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, ibu

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S Labib

Oleh: Rokhmat S Labib Oleh: Rokhmat S Labib Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? maka sesungguhnya

Lebih terperinci

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. *

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Makalah Ini Disampaikan Pada Acara Seminar : Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Kabupaten Ogan Ilir Pada Tanggal 9 Februari 2013 *Dosen Pada

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. yang peneliti harapkan, baik dari hasil observasi, interview maupun dokumentasi,

BAB V PEMBAHASAN. yang peneliti harapkan, baik dari hasil observasi, interview maupun dokumentasi, 89 BAB V PEMBAHASAN Sebagaimana telah kita lihat pada bab-bab sebelumnya, telah ditemukan data yang peneliti harapkan, baik dari hasil observasi, interview maupun dokumentasi, pada uraian ini akan peneliti

Lebih terperinci

Bagaimana Menjelaskan Konsep Trinitas Kepada Orang Muslim?

Bagaimana Menjelaskan Konsep Trinitas Kepada Orang Muslim? Bagaimana Menjelaskan Konsep Trinitas Kepada Orang Muslim? Oleh: Georges Houssney Banyak orang yang rindu membagikan Injil pada orang Muslim, menghadapi masalah bagaimana menjelaskan konsep Trinitas kepada

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN

BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN Bagian Satu 11 Kompendium Katekismus Gereja Katolik *************************************************************** BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN 12 Kompendium 14 Kompendium Lukisan ini menggambarkan tindakan

Lebih terperinci

Akhlak Baik, Kejayaan Diraih. Written by Rahman Hidayat Sunday, 11 September 2011 00:00

Akhlak Baik, Kejayaan Diraih. Written by Rahman Hidayat Sunday, 11 September 2011 00:00 Sepintas kaitan antara kebersihan, akhlak dan peradaban tidak begitu erat.namun bila dikaji, kenyataan menunjukkan sebaliknya. Hubungan antara akhlak, kebersihan dan kebersihan sangat dekat. Keduanya bersebab

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi membuat kita bersaing dengan negara-negara lain. Untuk itulah

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi membuat kita bersaing dengan negara-negara lain. Untuk itulah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran yang penting dalam menghadapi perkembangan zaman dalam sebuah negara. Ditambah lagi dengan adanya era globalisasi membuat kita bersaing

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BELUM MEMILIKI HAK PILIH DALAM KEGIATAN KAMPANYE

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BELUM MEMILIKI HAK PILIH DALAM KEGIATAN KAMPANYE PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BELUM MEMILIKI HAK PILIH DALAM KEGIATAN KAMPANYE Disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci