BAB I PENDAHULUAN. B. Rumusan Masalah Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, penulis berusaha menjawab rumusan masalah, yakni:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. B. Rumusan Masalah Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, penulis berusaha menjawab rumusan masalah, yakni:"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konflik senjata yang terjadi di Libya berawal dari keinginan masyarakat untuk menurunkan rezim kekuasaan Khadafi yang telah berlangsung selama kurang lebih 30 tahun. Banyaknya korban terutama dari warga sipil menimbulkan simpati masyarakat internasional yang meningkat secara signifikan sehingga membuat Dewan keamanan PBB tidak tinggal diam. DK PBB melalui NATO pada akhirnya mengambil tindakan dan ikut turun tangan dalam membantu menurukan rezim Khadafi di Libya. PBB sebagai organisasi internasional memainkan peran yang strategis dalam menanggapi konflik ini. peran PBB dalam isu ini adalah menerapkan resolusi 1973 DK PBB yang mengizinkan DK PPB melalui NATO untuk menjalankan langkah apa pun untuk melindungi warga sipil di libya dari kekerasan pasukan muamar khadafi. Salah satu bentuk campur tangan NATO terhadap Libya yakni adanya kebijakan Humanitarian Intervention. Kebijakan Humanitarian intervention PBB sangat kental dengan kepentingan negaranegara NATO, khususnya Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Berbagai kepentingan politik dan ekonomi dianggap sebagai latar belakang ketiga negara tersebut menerapkan intervensi kemanusiaan. Salah satu kepentingan tersebut yakni keinginan negara-negara tersebut untuk memiliki sumber minyak, mengingat Libya merupakan negara yang kaya akan minyak. Namun kebijakan humanitarian intervention ini dijadikan justifikasi oleh para negara-negara NATO khususnnya, Amerika Serikat, Inggris dan Perancis untuk mencapai kepentingannya. Oleh karenanya, penulis akan menjelaskan lebih lanjut mengenai kepentingan apa saja yang membuat ketiga negara NATO tersebut menerapkan kebijakan humanitarian intervention atas nama PBB terhadap Libya. B. Rumusan Masalah Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, penulis berusaha menjawab rumusan masalah, yakni: 1

2 1. Kepentingan apa saja yang melatar belakangi negara-negara NATO, khususnya Amerika Serikat, Inggris dan Perancis dalam menerapkan kebijakan humanitarian intervention terhadap Libya? C. Landasan Konseptual Landasan konseptual yang akan digunakan dalam paper ini adalah teori Stabilitas Hegemonik. Teori ini menjelaskan bahwa pola pergerakan negara-negara dalam politik internasional pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh distribusi kekuasaan yang ada di dalam sistem internasional, di mana negara yang memiliki pengaruh besar di dalam sistem tersebut dapat lebih mudah mengatur atau mengarahkan pola politik internasional sebagai manifestasi kepentingan nasionalnya. Selain itu, paper ini juga menggunakan teori Geopolitik oleh Karl Haushofer, di mana teori ini mejelaskan mengenai aktivitas suatu negara yang menitikberatkan persoalan strategi menjaga atau menguasai suatu wilayah yang juga digunakan untuk memperjuangkan kelangsungan hidup. D. Argumentasi Utama Kebijakan humanitarian intervention yang dilakukan oleh NATO nyatanya tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki situasi di Libya yang sedang dilanda konflik serta mengehentingkan aksi pembantaian rakyat sipil oleh Khadafi, namun lebih jauh lagi, kebijakan itu ternyata merupakan alih-alih Amerika, Perancis dan Inggris untuk dapat menguasai kekayaan minyak Libya dan menanamkan hegemoni mereka di sana serta menarik simpati internasioal. Kebijakan yang disetujui oleh PBB ini oleh sebagaian pihak dipandang sebagai kebijakan yang terlalu terburu-buru dan justru membuat situasi semakin tindak terkendali karena membuat Khadafi dan pendukungnya bertindak semakin tidak terkendali. Namun Amerika, Perancis dan Inggris menilai kondisi ini justru sangat menguntungkan karena mereka dapat segera menjatuhkan rezim Khadafi sehingga mereka dapat menguasai sumber-sumber minyak Libya 2

3 BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Kasus Libya Krisis Libya mulai terjadi pada bulan Februari Pemicu munculnya demonstrasi dan pemberontakan ini dinilai tidak hanya sekedar karena masalah kebebasan, namun juga karena faktor ekonomi. Kurangnya lapangan kerja, kemiskinan, dan jumlah pengangguran yang semakin tinggi memicu ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan Qadhafi. Qadhafi sendiri dianggap telah melakukan korupsi selama 41 tahun pemerintahannya. Sebagai presiden yang telah menjabat dalam kurun waktu yang lama, Qadhafi dinilai tidak merepresentasikan kepentingan rakyat dalam kebijakannya. Meskipun Libya merupakan salah satu negara Arab yang kaya akan minyak, kekayaan sumber daya alam ini tidak mengalir kepada rakyat. Sebagian besar pendapatan negara dari minyak justru masuk ke dalam pundi-pundi Qadhafi, keluarga Qadhafi, serta para kroninya. 1 Dalam perkembangan krisis politik ini, masyarakat Libya terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu loyalis Qadhafi dan kubu oposisi yang dimobilisasi oleh NTC (National Transition Council). Kedua kubu ini memiliki kepetingan yang kontradiktif. Kubu loyalis Qadhafi memiliki kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan Qadhafi sementara kubu oposisi menginginkan Qadhafi turun dari tahta kekuasaannya. Aksi saling menyerang antara dua kubu ini pun tak terelakkan. Qadhafi mengecam dan menganggap gerakan rakyat oposisi sebagai gerakan pemberontak. Gerakan pemberontak yang menuntut Qadhafi untuk turun ini disebut sebagai gerakan revolusioner. Qadhafi lebih memilih pendekatan represif dalam menangani krisis politik tersebut. Qadhafi mengerahkan tentara sewaan dari Chad dan Korea Utara untuk menembaki demonstran. Jumlah korban tewas pun berjatuhan. 2 Adanya serangan pemerintah Qadhafi terhadap warga sipil yang tidak bersenjata tersebut dinilai sebagai bentuk kejahatan atas kemanusiaan. PBB pun mengeluarkan resolusi 1973 yang mengizinkan anggota PBB untuk menjalankan langkah apapun yang diperlukan dalam upaya 1 A. Azra, Anatomi Krisis Libya, Yaman, Bahrain, 25 Februari 2011, <http://internasional.kompas.com/read/2011/02/25/ /anatomi.krisis.libya.yaman.bahrain>, 13 April A. Azra, Anatomi Krisis Libya, Yaman, Bahrain. 3

4 melindungi warga sipil di Libya dari kekerasan pasukan pemerintah Qadhafi. Resolusi tersebut memberikan kewenangan untuk melanjutkan serangan udara dan rudal melawan Qadhafi. Berdasarkan resolusi tersebut, NATO (North Atlantic Treaty Organization) pun juga ikut melakukan intervensi dengan alasan ingin menjaga perdamaian dan demokrasi di Libya serta melindungi warga Libya dari serangan maupun ancaman serangan. Dengan landasan tersebut, NATO menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan loyalis Qadhafi. 3 Dampak adanya krisis politik ini nyatanya tak hanya dirasakan oleh masyarakat Libya, tapi juga oleh masyarakat dunia. Dampak yang dirasakan terutama dalam hal pasokan energi minyak dan gas dunia. Banyak perusahaan minyak yang berinvestasi di sana menghentikan produksi. Harga minyak di pasaran dunia pun mengalami kenaikan. Libya memang memiliki peran teramat penting bagi keamanan energi dunia, terutama bagi negara-negara Barat (AS dan Eropa) yang sangat tergantung dengan pasokan minyak dari Libya. Adanya krisis politik menyebabkan tidak terjaminnya pasokan minyak bagi kepentingan mereka. Apalagi, minyak yang diekspor Libya dinilai sebagai minyak jenis terbaik dan banyak dibutuhkan perusahaan maupun industri di negara-negara Barat. 4 B. Kebijakan Humanitarian Intervention oleh NATO Tindakan humanitarian intervention di Libya didahului oleh dikeluarkannya beberapa resolusi DK PBB. Yang pertama adalah resolusi DK PBB 1970 yang dikeluarkan pada 26 Februari Resolusi ini mengutuk penggunaan kekuatan senjata oleh Muammar Kadafi dalam menghadapi pemberontak di Libya dan memberlakukan beberapa sanksi internasional terhadap Libya. 5 Resolusi ini diajukan oleh Perancis, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat. 6 Rusia kemudian memastikan lewat salah satu pasal dalam resolusi tersebut bahwa resolusi DK 3 A. Permatasari, Sekjen PBB Desak Semua Pihak Hentikan Kekerasan di Libya (online), 24 Maret 2011, <http://international.okezone.com/read/2011/03/24/414/438249/sekjen-pbb-desak-semua-pihak-hentikan-kekerasan-dilibya>, 13 April Krisis Libya Ancam Ekonomi Global (online), 23 Februari 2011, <http://www.wartanews.com/read/timur-tengah/2c5c9c02- d0f9-8c ca /krisis-libya-ancam-ekonomi-global>, 13 April UNSC, IN SWIFT, DECISIVE ACTION, SECURITY COUNCIL IMPOSES TOUGH MEASURES ON LIBYAN REGIME, ADOPTING RESOLUTION 1970 IN WAKE OF CRACKDOWN ON PROTESTERS (online), 26 Februari 2011, <http://www.un.org/news/press/docs/2011/sc10187.doc.htm>, 14 April UN Security Council slaps sanctions on Libya (online), 27 Februari 2011, <http://timesofindia.indiatimes.com/world/middleeast/un-security-council-slaps-sanctions-on-libya/articleshow/ cms>, 14 April

5 PBB 1970 ini tidak menjadi justifikasi untuk mengintervensi Libya. 7 Kemudian pada 17 Maret 2011 dikeluarkan resolusi DK PBB 1973 yang diajukan oleh Perancis, Lebanon dan Inggris. Resolusi ini memberikan dasar bagi dilaksanakannya humanitarian intervention di Libya, menuntut diberlakukannya gencatan senjata, memberlakukan no-fly zone dan menggunakan sarana apapun untuk menyelamatkan masyarakat sipil. 8 Intervensi militer mulai dilaksanakan pada 19 Maret 2011 di Libya dengan koalisi yang terdiri dari berbagai negara dari Eropa dan Timur Tengah serta diketuai oleh NATO dengan operasi yang dinamakan Operation Unified Protector. 9 Angkatan Laut Inggris dan Amerika Serikat menembakkan lebih dari 110 misil Tomahawk untuk melumpuhkan ketahanan udara Libya sehingga no-fly zone dapat diperluas. Angkatan Udara Perancis dan Inggris juga menghancurkan beberapa kendaraan tentara pro- Kaddafi yang menuju Benghazi (daerah kekuasaan pemberontak Libya). 10 Angkatan Laut Inggris juga memblokade Libya dari jalur laut. Pada 24 Agustus 2011 tentara dari Inggris, Perancis, Yordania, Qatar dan Uni Emirat Arab mulai berperan langsung dalam operasi militer di daerah Libya. 11 Dalam humanitarian intervention ini, Amerika Serikat mengoperaikan dengan sebutan Operation Odyssey Dawn, Inggris dengan Operation Ellamy dan Perancis dengan Operation Harmattan. 12 Angkatan Udara Perancis melaksanakan 35% dari total serangan yang dilakukan oleh NATO. Di akhir Agustus, Perancis telah mengirimkan 4500 misi militer, menembak 2500 target (termasuk 850 pusat logistik), 170 pusat komando dan kontrol, 480 tank, 250 kendaraan dan 160 artileri. Perancis telah menghabiskan sekitar 320 juta untuk humanitarian intervention 7 C. Lynch, U.N. votes to impose sanction on Gaddafi (online), 26 Februari 2011, < 14 April UNNewsCentre, Security Council authorizes all necessary measures to protect civilians in Libya (online), 17 Maret 2011, <http://www.un.org/apps/news/story.asp?newsid=37808&cr=libya&cr1=>, 14 April JFCNaples, Operation UNIFIED PROTECTOR Key Facts and Figures (online), <http://www.jfcnaples.nato.int/resources/24/documents/ placemat-libya.pdf>, 14 April Al Jazeera, Libya Live Blog - March 19 (online), 18 Maret 2011, <http://blogs.aljazeera.net/live/africa/libya-live-blog-march-19>, 14 April B. Starr, Foreign forces in Libya helping rebel forces advance (online), 24 Agustus 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/08/24/libya.foreign.forces/>, 14 April Gunfire, explosions heard in Tripoli (online), 20 Maret 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/03/19/libya.civil.war/index.html?hpt=t1&iref=bn1>, 14 April

6 di Libya. 13 Perancis juga telah menurunkan 4200 tentara angkatan bersenjata dengan 40 pesawat tempur dan 27 kapal tempur. Pada awal mulainya operasi militer, Italia menyumbangkan penggunaan 4 pesawat tempur dari Angkatan Udara Italia. Setelah kendali ada di bawah NATO, Italia juga menyumbangkan 4 kapal tempur dan 8 pesawat tempur. Italia juga berperan dalam patroli udara dan misi pengisian bahan bakar pesawat tempur atau persenjataan udara lainnya. Selama operasi militer berjalan Italia telah menjatuhkan sebanyak 715 bom di Libya. Italia juga berpatroli untuk tujuan defensif di perairan Sisilia. 14 Pihak Inggris telah menyumbangkan penggunaan banyak kapal tempur dan pesawat tempur dalam humanitarian intervention di Libya. 15 Ada 26 anggota Angkatan Udara Inggris/RAF yang awalnya mengoperasikan serangan dari Inggris sebelum akhirnya mulai beroperasi dari Italia. 16 Inggris telah menghabiskan sekitar 260 juta untuk humanitarian intervention di Libya. 17 Amerika Serikat sedikitnya telah menyumbangkan penggunaan 11 kapal tempur, beberapa jenis pesawat tempur dan tentara AU. 18 Anggota CIA yang tidak diketahui jumlahnya juga diberitakan berada di Libya untuk mengatur strategi penyerangan udara dan mengkontak pihak pemberontak Libya. 19 Amerika Serikat telah mengirimkan 5316 misi tempur ke Libya dan menghabiskan sekitar US$ 896 juta dalam humanitarian intervention ini Eye Dr DeLengocky, The war in Libya would have cost 320 million Euros to France (online), 10 September 2011, <http://www.eyedrd.org/2011/09/the-war-in-libya-would-have-cost-320-million-euros-to-france.html>, 14 April Libya Live Blog - March 19 (online). 15 Ministry of Defence, Typhoon joins Tornado in Libya ground attack operations (online), 13 April 2011, <http://www.mod.uk/defenceinternet/defencenews/militaryoperations/typhoonjoinstornadoinlibyagroundattackoperations.htm>, 14 April I. Drury, Mission aborted on orders of SAS: RAF attack is halted after troops spot human shields (online), 22 Maret 2011, <http://www.dailymail.co.uk/news/article /libya-raf-abort-attack-sas-spot-gaddafi-using-human-shields.html>, 14 April UK should be paid for Libya intervention, says Tory MP (online), 10 October 2011, <http://news.bbc.co.uk/democracylive/hi/house_of_commons/newsid_ / stm>, accessed 14 April CNN, Libya live blog: Coalition confirms strike on Gadhafi compound (online), 20 Maret 2011, <http://news.blogs.cnn.com/2011/03/20/libya-live-blog-allied-airstrikes-continue-against-gadhafi-forces/?hpt=t1/>, 14 April M. Mazzetti & E. Schmitt, C.I.A. Agents in Libya Aid Airstrikes and Meet Rebels (online), 30 Maret 2011, <http://www.nytimes.com/2011/03/31/world/africa/31intel.html?_r=1>, 14 April DefenceWeb, War in Libya cost United States US$896 million (online), 24 Agustus 2011, <http://www.defenceweb.co.za/index.php?option=com_content&view=article&id=18323:war-in-libya-cost-united-states-us896-million>, 14 April

7 Amerika Serikat Presiden Barack Obama telah menyusun strategi sedemikian rupa; menggunakan kekuatan militer sebagai last resort, strategi militer dengan prospek yang bagus, menggunakan cara-cara dan alat-alat yang proporsional, berkoalisi dengan pihak yang lebih luas dan mendapat legitimasi dari Dewan Keamanan PBB. 21 Hasilnya cukup memuaskan bagi Amerika Serikat, yaitu tujuan jangka pendek untuk menghentikan kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh Muammar Kaddafi dan tujuan jangka panjangnya untuk melengserkan Kaddafi dari kepemimpinan di Libya; keduanya tercapai. Kebijakan humanitarian intervention yang dilakukan oleh Amerika Serikat dilaksanakan tanpa menghabiskan biaya yang banyak, tanpa tentara Amerika Serikat terjun langsung ke Libya dan tanpa korban jiwa dari pihak Amerika Serikat. Humanitarian intervention yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Libya ini sangat menekankan norma Responsibility to Protect (RtoP). Alasan untuk menerapkan norma RtoP ini dianggap sangat tepat mengingat pelanggaran HAM dan kejahatan-kejahatan yang telah terjadi semasa kepemimpinan Muammar Kaddafi. Kaddafi sendiri berkata have no mercy and pity. Amerika Serikat beranggapan bila humanitarian intervention yang didasarkan pada RtoP ini tidak dilaksanakan maka kejahatan-kejahatan Kaddafi akan terus berlangsung di Libya. Pemerintahan Obama sendiri sangat menekankan dan mendorong RtoP sebagai norma global yang vital. Sebagai tindak lanjut berikutnya, pemerintahan Obama mengeluarkan Presidential Study Directive on Mass Atrocities (PSD-10) pada 4 Agustus PSD-10 mendefinisikan mass atrocities sebagai inti kepentingan akan keamanan nasional dan inti tanggung jawab moral dari Amerika Serikat. 22 PSD-10 ini mencakup beberapa tindakan dalam menghadapi mass atrocities seperti tidak bertindak sama sekali, diplomasi preventif, sanksi ekonomi dan finansial, embargo senjata dan tindakan pemaksaan. 23 Eropa Lokasi Libya yang berada tepat di dekat wilayah Eropa membuat NATO dan Uni Eropa (UE) menjadi lebih termotivasi untuk menyediakan dukungan terhadap dilakukannya 21 S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online), 26 Agustus 2011, <http://www.foreignaffairs.com/articles/68233/stewart-patrick/libya-and-the-future-of-humanitarian-intervention?page=2>, 14 April S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online). 23 S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online). 7

8 humanitarian intervention di Libya. Bila revolusi di Libya gagal maka akan terjadi instabilitas regional dan munculnya gelombang pengungsi yang akan mempengaruhi kawasan Eropa. 24 Menurut Noam Chomsky, alasan yang paling umum ditemui untuk mempertanyakan alasan dibalik dilaksanakannya humanitarian intervention adalah untuk alasan kemanusiaan atau humanitarian (menyelamatkan masyarakat sipil, dan sebagainya). Tetapi ada alasan-alasan lain disamping kepentingan kemanusiaan. Walaupun Amerika Serikat dan Inggris sebelumnya tampak sering memberikan dukungan pada Kaddafi, Kaddafi tetap dianggap sebagai pemimpin yang tidak dapat diandalkan untuk melayani kepentingan Amerika Serikat dan Inggris. Libya merupakan daerah yang kaya minyak dan banyak daerah di Libya yang belum tereksplorasi. Untuk mencapai kepentingan di bidang minyak, Amerika Serikat dan Inggris lebih memilih untuk mendukung pemimpin yang lebih dapat diandalkan dibanding Kaddafi. Menurut Noam Chomsky, resolusi DK PBB 1973 dianggap oleh triumvirat Inggris, Perancis dan Amerika Serikat sebagai izin untuk berpartisipasi langsung untuk memihak pihak pemberontak dalam pertempuran di Libya. Pihak Kaddafi dipaksa untuk gencatan senjata sementara pihak pemberontak dibiarkan terus bergerak untuk mengamankan sumber-sumber minyak di Libya. Italia sendiri sebenarnya agak enggan untuk memberi dukungan penuh karena negaranya terlalu tergantung pada kontrak minyak dengan Kaddafi. Dapat disimpulkan bahwa paling tidak tujuan utama humanitarian intervention bagi Amerika Serikat, Inggris dan Perancis adalah harapan bahwa akan ada rezim klien yang dapat diandalkan di Libya dalam mendukung tujuan negaranegara tersebut dan menyediakan akses-akses istimewa ke sumber minyak untuk investorinvestor dari Barat S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online). 25 On Libya and the Unfolding Crises (online), 30 Maret 2011, <http://www.chomsky.info/interviews/ htm>, 14 April

9 BAB III ANALISIS Kebijakan PBB yang dilaksanakan oleh NATO berupa humanitarian intervention mengundang pertanyaan apakah misi yang dilakukan untuk menghentikan kejahatan perang Khadafi benar-benar murni berlandaskan kemanusiaan, yang ingin menghentikan lebih banyak lagi jatuhnya korban-korban khususnya masyarakat sipil. Karena apabila dilihat kembali, NATO sebagai organisasi yang melakukan dan bertanggung jawab atas misi kemanusiaan ini, diisi oleh negara-negara dengan kekuatan besar seperti Amerika, Perancis dan Inggris yang pasti memiliki kepentingan yang besar pula. Apakah kepentingan itu ditujukan untuk memunculkan kestabilan dan kedamaian di Timur Tengah yang sedang bergejolak dengan munculnya banyak demonstrasi dari beberapa negara seperti Tunisia, Mesir dan Libya, atau apakah ternyata negara-negara tersebut memiliki kepentingan atau tujuan lain yang dapat mereka peroleh dengan menggunakan alasan humanitarian intervention. Karena menurut pendapat Robert Cooper, aksi humanitarian intervention hanya akan membuat situasi menjadi semakin buruk bukan membuat keadaan membaik. 26 Lebih lanjutnya lagi Cooper menyatakan, aksi humanitarian intervention hanyalah aksi yang dilakukan oleh negara-negara barat agar mereka dianggap sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sehingga mereka dapat diterima dan menjalin hubungan yang baik dengan banyak negara. Amerika Amerika memang dikenal sebagai negara yang selalu mencoba memiliki hubungan baik dengan negara-negara Arab meskipun banyak negara Arab yang sebetulnya sangat kontra dengan Amerika. Kedekatan Amerika dengan Israel membuat beberapa negara Timur Tengah seperti Iran bertindak kontra terhadap barat. Selain kedekatan dengan Israel, Amerika juga sering sekali mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan posisi negara-negara Arab sebagai sarang teroris. Dalam kasus Libya terkait dengan alasan Amerika sangat memaksa akan dilakukannya 26 B. Curtis, Should There Be Western Humanitarian Intervention in Libya?(online), 15 Maret 2011, <http://barrycurtis.suite101.com/should-there-be-western-humanitarian-intervention-in-libya-a359270>, 18 April

10 humanitarian intervention adalah karena Amerika memang tidak memiliki hubungan yang baik dengan negara ini terlebih lagi saat kepemimpinan Khadafi, alasan pertama adalah karena Khadafi memiliki cita-cita pembentukan negara Uni-Afrika yang bertujuan untuk membuat negara-negara Afrika lebih mandiri, dan tidak lagi terlalu bergantung dengan bantuan pihak Asing. Menanggapi ide Khadafi ini, Amerika merasa apabila hal ini terjadi, akan membuat kekuasaan Amerika atas negara-negara Afrika akan berkurang terlebih lagi bila wacana penggantian mata uang dari dolar menjadi sistem emas benar akan berlangsung. 27 Selain itu, Khadafi adalah pemimpin yang sukses membawa Libya pada perkembangan ekonomi dengan membuat sistem pengairan yang sangat besar sehingga mendukung produksi pertanian. Membaiknya hasil produksi pertanian membuat Libya tidak perlu lagi banyak mengimpor bahanbahan makanan dari negara lain salah satunya Amerika. 28 Dan alasan terakhir mengapa Amerika memberikan dukungan sangat besar kepada NATO dalam misi ini adalah karena sumber daya minyak yang dimiliki oleh Libya. Amerika menyadari Libya memegang 70% cadangan minyak dunia, dan akan sangat menguntungkan apabila Amerika dapat menguasai cadangan minyak tersebut. Untuk itu situasi saat krisislah dirasa menjadi waktu yang sangat tepat untuk menyingkirkan Khadafi beserta rezimnya dan lalu menanamkan kekuatan sebesar-besarnya di Libya. 29 Eropa Tidak jauh dengan Amerika, Eropa pun memiliki kepentingan yang tidak sedikit di Libya khususnya di dalam politik minyak. Perusahaan besar miliki Eropa seperti Exxon dan Total sudah berdiri di Libya sejak lama. Perusahaan ini menandatangi kontrak sejak tahun 2003 saat Libya mulai membuka pasarnya dengan menjalankan sistem ekonomi pasar bebas. 30 Sejak saat 27 Perlawanan revolusioner Libya (online), 5 Maret 2011 <http://militanindonesia.org/internasional/afrika/8155-kebenarantentang-perlawanan-revolusioner-saat-ini-di-libya.html>, 16 April Libya and The Future of Humanitarian Intervention (online), 26 Agustus 2012, <http://www.foreignaffairs.com/articles/68233/stewart-patrick/libya-and-the-future-of-humanitarian-intervention>, 16 April A. Nasrum, Politik Kepentingan di Libya (online), 17 Januari 2012, <http://politik.kompasiana.com/2012/01/17/politikkepentingan-dalam-krisis-libya/>, 16 April Pertarungan tiga kutub (online), 16 April 2012, <http://www.prioritasnews.com/2012/01/02/timur-tengah-pertarungan-tigakutub-politik/>, 16 April

11 itulah kepentingan minyak Eropa atas Libya seakan tidak pernah hilang, terlebih saat Eropa dilanda krisis yang membuat Eropa semakin memiliki ketergantungan atas impor minyak Libya. Mereka menginginkan penggantian pemerintahan di Libya yang akan dipimpin di bawah kepimpinan kelompok oposisi Khadafi agar impor minyak dapat kembali berjalan lancar sebelum sempat terhenti. Selain politik minyak, Eropa juga menakutkan akan banyaknya pengungsi atau imigran yang akan masuk ke daerah mereka apabila krisis tidak segera dihentikan karena hal itu akan menimbulkan permasalahan baru bagi Eropa yang harus menampung korbankorban krisis Libya. Dengan melihat pada beberapa alasan dibalik misi humanitarian intervention oleh NATO, dengan menggunakan teori geopolitik dapat dilihat bahwa alasan NATO melakukan intervensi paksa atas Libya lebih dari sekedar alasan kemanusiaan. NATO yang wakili oleh beberapa kekuatan besar seperti Amerika, Perancis dan Inggris memperlihatkan bahwa kepentingan masing-masing negara juga sangat menonjol. Aksi humanitarian yang dilakukan kepada Libya sebagai pemilik cadangan minyak terbesar ketiga di dunia tidak dilakukan di Tunisia maupun Mesir yang sebelumnya juga terjadi pergolakan dan demonstrasi besar-besaran menuntut turunnya pemimpin negra mereka. Selain itu, wilayah terjadinya pemberontakan di Libya tidak hanya terpusat di Ibukota ataupun kota-kota besar seperti Tripoli namun justru di tempat banyaknya cadangan minyak berada. Hal-hal inilah yang menjadi pertimbangan baru untuk menilai apakah sesungguhnya kebijakan humanitarian intervention oleh NATO benar-benar murni dilakukan untuk kebaikan rakyat Libya bukan sekedar memenuhi kepentingan negaranegara barat. 11

12 KESIMPULAN Pergolakan di Libya mengundang NATO untuk melakukan suatu aksi yang dikenal sebagai Humanitarian Intervention. Pada dasarnya, Humanitarian Intervention adalah aksi yang dilakukan oleh suatu negara atau kelompok negara-negara akibat terganggunnya prinsip dasar kemanusiaan di suatu negara. Di mana otoritas setempat dianggap tidak mampu untuk mengatasi masalah kemanusiaan yang terjadi atau bahkan menjadi penyebab utama dari munculnya masalah tersebut. PBB memandang serangan pemerintah Qadhafi terhadap warga sipil yang tidak bersenjata dalam pergolakan di Libya merupakan salah satu bentuk kejahatan atas kemanusiaan. Oleh karena itu, akhirnya PBB menegluarkan Resolusi 1973 yang mengizinkan anggotanya untuk menjalankan langkah apapun yang diperlukan terkait upaya perlindungan warga sipil di Libya dari kekerasan pasukan pemerintah Qadhafi. Resolusi tersebut juga mengizinkan NATO (North Atlantic Treaty Organization) untuk melakukan humanitarian intervention dengan alasan sebagai penjaga perdamaian dan demokrasi di Libya serta melindungi warga Libya dari serangan maupun ancaman serangan. Dengan berlandaskan justifikasi yang dimiliki, NATO pun menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan loyalis Qadhafi. Di balik kepentingan kemanusiaan yang melatarbelakangi humanitarian intervention NATO, terdapat indikasi bahwa tindakan NATO juga dilatarbelakangi oleh kepentingan nasional negara-negaranya (Amerika, Prancis, Inggris). Sebagaimana diketahui, anggota NATO terdiri dari negara-negara maju yang sangat membutuhkan minyak untuk pemenuhan kebutuhan domestik, baik untuk kebutuhan industry ataupun komsumsi masyarakat. Namun, kebutuhan minyak yang terus meningkat di kalangan negara NATO tidak berbanding lurus dengan jumlah minyak yang tersedia. Hingga akhirnya, krisis minyak seringkali melanda negara tersebut. Sementara itu, Libya merupakan negara yang memiliki 70% cadangan minyak di dunia. Apabaila mereka dapat menyingkirkan Khadafi berserta rezimnya,lalu menanamkan kekuatan sebesarbesarnya di Libya maka sudah pasti anggota NATO dapat menguasai cadangan minyak di Libya sepenuhnya yang berdampak pada terpenuhinya kebutuhan mereka akan minyak. Tidak hanya itu, negara-negara itu juga kemudian dapat menjamin kelangsungan aktivitas perusahaan minyak mereka seperti Exxon dan Total untuk menjalankan usahanya di Libya. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa selain kepentingan kemanusiaan, NATO juga memiliki kepentingan prgamatis lain dalam melakukan Humanitarion Intervention di Libya. 12

13 Daftar Pustaka 1. Al Jazeera, Libya Live Blog - March 19 (online), 18 Maret 2011, <http://blogs.aljazeera.net/live/africa/libya-live-blog-march-19> 2. Azra. A, Anatomi Krisis Libya, Yaman, Bahrain, 25 Februari 2011, <http://internasional.kompas.com/read/2011/02/25/ /anatomi.krisis.libya.yaman.bahr ain> 3. Curtis, B. Should There Be Western Humanitarian Intervention in Libya?(online), 15 Maret 2011, <http://barrycurtis.suite101.com/should-there-be-western-humanitarian-intervention-inlibya-a359270> 4. CNN, Libya live blog: Coalition confirms strike on Gadhafi compound (online), 20 Maret 2011, <http://news.blogs.cnn.com/2011/03/20/libya-live-blog-allied-airstrikes-continue-againstgadhafi-forces/?hpt=t1/> 5. DefenceWeb, War in Libya cost United States US$896 million (online), 24 Agustus 2011, <http://www.defenceweb.co.za/index.php?option=com_content&view=article&id=18323:warin-libya-cost-united-states-us896-million> 6. Drury, I. Mission aborted on orders of SAS: RAF attack is halted after troops spot human shields (online), 22 Maret 2011, <http://www.dailymail.co.uk/news/article /libya-rafabort-attack-sas-spot-gaddafi-using-human-shields.html> 7. Eye Dr DeLengocky, The war in Libya would have cost 320 million Euros to France (online), 10 September 2011, <http://www.eyedrd.org/2011/09/the-war-in-libya-would-have-cost-320- million-euros-to-france.html> 8. JFCNaples, Operation UNIFIED PROTECTOR Key Facts and Figures (online), <http://www.jfcnaples.nato.int/resources/24/documents/ placemat-libya.pdf> 13

14 9. Lynch, C. U.N. votes to impose sanction on Gaddafi (online), 26 Februari 2011, < 10. Mazzetti, M. & Schmitt, E. C.I.A. Agents in Libya Aid Airstrikes and Meet Rebels (online), 30 Maret 2011, <http://www.nytimes.com/2011/03/31/world/africa/31intel.html?_r=1> 11. Ministry of Defence, Typhoon joins Tornado in Libya ground attack operations (online), 13 April 2011, <http://www.mod.uk/defenceinternet/defencenews/militaryoperations/typhoonjoinstornadoi nlibyagroundattackoperations.htm> 12.Nasrum, A. Politik Kepentingan di Libya (online), 17 Januari 2012, <http://politik.kompasiana.com/2012/01/17/politik-kepentingan-dalam-krisis-libya/> 13. Patrick, S. Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online), 26 Agustus 2011, <http://www.foreignaffairs.com/articles/68233/stewart-patrick/libya-and-the-future-ofhumanitarian-intervention?page=2> 14. Permatasari, A. Sekjen PBB Desak Semua Pihak Hentikan Kekerasan di Libya (online), 24 Maret 2011, <http://international.okezone.com/read/2011/03/24/414/438249/sekjen-pbb-desak-semua-pihakhentikan-kekerasan-di-libya> 15. Starr, B. Foreign forces in Libya helping rebel forces advance (online), 24 Agustus 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/08/24/libya.foreign.forces/> 16. UNNewsCentre, Security Council authorizes all necessary measures to protect civilians in Libya (online), 17 Maret 2011, <http://www.un.org/apps/news/story.asp?newsid=37808&cr=libya&cr1=> 17. UNSC, IN SWIFT, DECISIVE ACTION, SECURITY COUNCIL IMPOSES TOUGH MEASURES ON LIBYAN REGIME, ADOPTING RESOLUTION 1970 IN WAKE OF 14

15 CRACKDOWN ON PROTESTERS (online), 26 Februari 2011, <http://www.un.org/news/press/docs/2011/sc10187.doc.htm> 18. Gunfire, explosions heard in Tripoli (online), 20 Maret 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/03/19/libya.civil.war/index.html?hpt=t1&iref=bn 1> 19. Libya and the Unfolding Crises (online), 30 Maret 2011, <http://www.chomsky.info/interviews/ htm> 20. Perlawanan revolusioner Libya (online), 5 Maret Pertarungan tiga kutub (online), 16 April 2012, <http://www.prioritasnews.com/2012/01/02/timur-tengah-pertarungan-tiga-kutub-politik/> 22. UK should be paid for Libya intervention, says Tory MP (online), 10 October 2011, <http://news.bbc.co.uk/democracylive/hi/house_of_commons/newsid_ / stm> 23. UN Security Council slaps sanctions on Libya (online), 27 Februari 2011, <http://militanindonesia.org/internasional/afrika/8155-kebenaran-tentang-perlawananrevolusioner-saat-ini-di-libya.html> <http://timesofindia.indiatimes.com/world/middle-east/un-security-council-slaps-sanctions-on- Libya/articleshow/ cms> 15

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL Jakarta, 16 Oktober 2012 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME

PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME Dinamika politik internasional pasca berakhirnya Perang

Lebih terperinci

OPERASI MILITER SELAIN PERANG. Oleh Hery Darwanto

OPERASI MILITER SELAIN PERANG. Oleh Hery Darwanto OPERASI MILITER SELAIN PERANG Oleh Hery Darwanto Saat ini dunia memang masih harus menyaksikan kejadian perang di beberapa kawasan, seperti di Suriah-Irak, Afrika Tengah dan Ukraina. Namun di kebanyakan

Lebih terperinci

PERADABAN AMERIKA MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

PERADABAN AMERIKA MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI FISIP HI UNJANI CIMAHI 2011 PERADABAN MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI Revolusi Amerika 1776 Perang Sipil di Amerika 1861-1845 Perkembangan Amerika Serikat dan Amerika Latin Amerika Serikat Sebagai

Lebih terperinci

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Pengenalan Secara Objektif Memahami perbedaan utama diantara beberapa sistem ekonomi didunia. Cara belajar bagaimana mengelompokan negaranegara dengan

Lebih terperinci

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun Konferensi Pers SETARA Institute Temuan Pokok Riset tentang Pemetaan Implikasi Politik Eksekusi Mati pada Hubungan Internasional Indonesia Jakarta, April 2015-04- Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008 38 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 198-28 Berdasarkan Gambar 4.1, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP pertanian negara-negara

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

Jadi tanpa pengawalan tim dari Indonesia? Ya. Di perbatasan, kita percaya saja. Obat dijemput oleh representasi pemerintah Palestina.

Jadi tanpa pengawalan tim dari Indonesia? Ya. Di perbatasan, kita percaya saja. Obat dijemput oleh representasi pemerintah Palestina. {mosimage}dr Joserizal Jurnalis Ketua Presidium Mer-C Tanggal 3 Januari 2009 lalu, dr Joserizal Jurnalis bersama beberapa orang dari Mer-C berangkat ke Aman, Yordania. Rencananya, mereka akan masuk ke

Lebih terperinci

Kaji Ulang Pertahanan Negara -Andi Widjajanto * -

Kaji Ulang Pertahanan Negara -Andi Widjajanto * - 1 Kaji Ulang Pertahanan Negara -Andi Widjajanto * - Tulisan ini bertujuan untuk menawarkan suatu model kaji ulang pertahanan negara yang diperlukan untuk membangun suatu angkatan bersenjata yang profesional,

Lebih terperinci

PROBLEMATIKA RUU KEAMANAN NASIONAL. Oleh: Al Araf

PROBLEMATIKA RUU KEAMANAN NASIONAL. Oleh: Al Araf PROBLEMATIKA RUU KEAMANAN NASIONAL Oleh: Al Araf WHAT IS SECURITY? 1. Security = Securus (Latin) = terbebas dari bahaya, terbebas dari ketakutan, terbebas dari ancaman. 2. Dua Pendekatan: a) Traditional

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN

SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN Pertemuan Tingkat Tinggi Tentang Kewirausahaan akan menyoroti peran penting yang dapat dimainkan kewirausahaan dalam memperluas kesempatan

Lebih terperinci

Layanan Manajemen Jasa Angkut

Layanan Manajemen Jasa Angkut Pemimpin Logistik Baru Layanan Manajemen Jasa Angkut Bringing Personal Service to Your Supply Chain Sebuah pabrik harus menyuplai situsnya di Amerika Selatan. Distributor harus mengirimkan suku cadangnya

Lebih terperinci

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999 SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999 Cakupan : Halaman 1. Sekilas Sejarah Bank Indonesia di Bidang Moneter Periode 1997-2 1999 2. Arah Kebijakan 1997-1999 3 3. Langkah-Langkah Strategis 1997-1999

Lebih terperinci

Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading

Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading By admin. Filed in forex online, investasi, marketiva indonesia, trading indeks, trading komoditi, trading valas online Forex atau Foreign Exchange atau biasa

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, MEMUTUSKAN:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, MEMUTUSKAN: PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 146 TAHUN 2000 TENTANG IMPOR DAN ATAU PENYERAHAN BARANG KENA PAJAK TERTENTU DAN ATAU PENYERAHAN

Lebih terperinci

Inilah 10 Pesawat Tempur Tercepat Di Dunia, Indonesia Juga Punya

Inilah 10 Pesawat Tempur Tercepat Di Dunia, Indonesia Juga Punya Inilah 10 Pesawat Tempur Tercepat Di Dunia, Indonesia Juga Punya 1. F-14D Super Tomcat Mach 2.34 Jika Anda pernah menonton Top Gun, Anda pasti melihat Tomcat, meskipun mungkin salah satu dari seri sebelumnya.

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan

Lebih terperinci

Responsibility to Protect: Informasi tentang Prinsip ini dan Langkah-langkah Implementasi

Responsibility to Protect: Informasi tentang Prinsip ini dan Langkah-langkah Implementasi Responsibility to Protect: Informasi tentang Prinsip ini dan Langkah-langkah Implementasi Dokumen ini menyajikan informasi umum tentang Responsibility to Protect, sebuah prinsip yang telah berkembang sejak

Lebih terperinci

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan komitmen mereka untuk penyelesaian konflik Aceh secara

Lebih terperinci

PENGIRIMAN PASUKAN PEMELIHARAAN PERDAMAIAN INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL Oleh: Yeni Handayani *

PENGIRIMAN PASUKAN PEMELIHARAAN PERDAMAIAN INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL Oleh: Yeni Handayani * PENGIRIMAN PASUKAN PEMELIHARAAN PERDAMAIAN INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL Oleh: Yeni Handayani * Dalam pergaulan internasional setiap negara mencoba menunjukkan eksistensinya melalui berbagai diplomasi

Lebih terperinci

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota ITU Council periode 2014-2018 pada sidang ITU Plenipotentiary Conference 2014 (PP-14) yang diselenggarakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada awalnya, metafora muncul sebagai suatu gaya bahasa atau figure of

BAB I PENDAHULUAN. Pada awalnya, metafora muncul sebagai suatu gaya bahasa atau figure of BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awalnya, metafora muncul sebagai suatu gaya bahasa atau figure of speech yang membandingkan satu hal dengan istilah lain yang setara. Pada umumnya, metafora menggunakan

Lebih terperinci

REGULASI NO. 2001/14 TENTANG MATA UANG RESMI DI TIMOR LOROSAE

REGULASI NO. 2001/14 TENTANG MATA UANG RESMI DI TIMOR LOROSAE UNITED NATIONS United Nations Transitional Administration in East Timor NATIONS UNIES Administrasion Transitoire des Nations Unies in au Timor Oriental UNTAET UNTAET/REG/2001/14 20 Juli 2001 REGULASI NO.

Lebih terperinci

Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional

Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional i ii Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional iii iv Politik

Lebih terperinci

Hak Asasi Manusia dan Hubungan Internasional 1

Hak Asasi Manusia dan Hubungan Internasional 1 Hak Asasi Manusia dan Hubungan Internasional 1 Oleh: Yanyan Mochamad Yani, Ph.D. 2 Secara harfiah hak asasi manusia (HAM) dapat dimaknakan sebagai hakhak yang dimiliki seseorang karena keberadaannya sebagai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL CONVENTION FOR THE SUPPRESSION OF ACTS OF NUCLEAR TERRORISM (KONVENSI INTERNASIONAL PENANGGULANGAN TINDAKAN TERORISME

Lebih terperinci

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE)

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) KEBIJAKAN ENERGI HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) Kelompok I : 1. Raghunala Kusuma (28106) 2. Aulia Ullah (28120) 3. Puji Astuti ( 28154) 4. Ilmiyatul Fitriati (28316) 5. Ardi Rahman (28200) 6.

Lebih terperinci

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012 SURAT KEPUTUSAN KONGRES ALIANSI PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA INTERNASIONAL (PPI DUNIA)/ OVERSEAS INDONESIAN STUDENTS ASSOCIATION ALLIANCE (OISAA)TAHUN 2012 Nomor : 04/OISAA/KR/II/2012 TENTANG HASIL REKOMENDASI

Lebih terperinci

Kode Etik. .1 "Yang Harus Dilakukan"

Kode Etik. .1 Yang Harus Dilakukan Kode Etik Kode Etik Dokumen ini berisi "Kode Etik" yang harus dipatuhi oleh para Direktur, Auditor, Manajer, karyawan Pirelli Group, serta secara umum siapa saja yang bekerja di Italia dan di luar negeri

Lebih terperinci

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 1 Amerika Serikat Australia Austria Belanda Belgia Ceko Denmark Finlandia Hongaria Inggris NEGARA-NEGARA ANGGOTA IEA Irlandia Italia Jepang Jerman Kanada Korea

Lebih terperinci

Transparansi dan Akuntabilitas di Industri Migas dan Pertambangan: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK

Transparansi dan Akuntabilitas di Industri Migas dan Pertambangan: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK Briefing October 2014 Transparansi dan Akuntabilitas di Industri Migas dan Pertambangan: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK Patrick Heller dan Poppy Ismalina Universitas Gadjah Mada Pengalaman dari

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, K E T E T A P A N MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR VII/MPR/2000 TENTANG PERAN TENTARA NASIONAL INDONESIA DAN PERAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Copyright 2008, Departemen Pertahanan Republik Indonesia ISBN 978-979-8878-04-6

Copyright 2008, Departemen Pertahanan Republik Indonesia ISBN 978-979-8878-04-6 Copyright 2008, Departemen Pertahanan Republik Indonesia ISBN 978-979-8878-04-6 DEPARTEMEN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR : Per/03/M/II/2008 TENTANG BUKU PUTIH PERTAHANAN

Lebih terperinci

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Pengembangan ekspor tidak hanya dilihat sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga untuk mengembangkan ekonomi nasional. Perkembangan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1960 TENTANG PERMINTAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN MILITER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1960 TENTANG PERMINTAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN MILITER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1960 TENTANG PERMINTAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN MILITER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa perlu menyempurnakan cara permintaan dan pelaksanaan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pendapatan pajak, bea cukai, BUMN, dan Migas, pariwisata juga menjadi andalan. Kayu olahan 3.3% Karet olahan 9.0%

I. PENDAHULUAN. pendapatan pajak, bea cukai, BUMN, dan Migas, pariwisata juga menjadi andalan. Kayu olahan 3.3% Karet olahan 9.0% I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai salah satu sumber penerimaan devisa maupun penciptaan lapangan kerja serta kesempatan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:a. bahwa pertahanan negara

Lebih terperinci

Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Indeks: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA.

Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Indeks: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Bentuk: Oleh: UNDANG-UNDANG (UU) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 30 TAHUN 1954 (30/1954) Tanggal: 14 SEPTEMBER 1954 (JAKARTA) Sumber: LN 1954/85; TLN NO. 657 Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN

Lebih terperinci

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Nomor. 30/AN/B.AN/2010 0 Bagian Analisa Pendapatan Negara dan Belanja Negara Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN SETJEN DPR-RI Analisis Asumsi Makro Ekonomi

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN TATANAN SOSIAL GLOBAL DAN EKONOMI BERORIENTASI PASAR. www.kas.de

SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN TATANAN SOSIAL GLOBAL DAN EKONOMI BERORIENTASI PASAR. www.kas.de SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN TATANAN SOSIAL GLOBAL DAN EKONOMI BERORIENTASI PASAR www.kas.de DAFTAR ISI 3 MUKADIMAH 3 KAIDAH- KAIDAH POKOK 1. Kerangka hukum...3 2. Kepemilikan properti dan lapangan kerja...3

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Pemerintah berhubung dengan keadaan dalam dan luar negeri

Lebih terperinci

amnesti internasional

amnesti internasional [Embargo: 11 Maret 2004] Umum amnesti internasional Indonesia Direktur-direktur Amnesti Internasional seluruh Asia Pacific mendesak partai-partai politik untuk menjadikan HAM sebagai prioritas Maret 2004

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring Iklim Investasi di Indonesia

Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring Iklim Investasi di Indonesia Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring Iklim Investasi di Indonesia Copyright @ 2007 Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM-FEUI) Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: 1. bahwa berdasarkan kenyataan sejarah dan cara pandang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG INDUSTRI PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG INDUSTRI PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG INDUSTRI PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Lebih terperinci

Untung Suropati. Untung Bersekutu Dengan VOC

Untung Suropati. Untung Bersekutu Dengan VOC Untung Suropati Untung Suropati lahir di Bali pada tahun 1660. Ia hidup pada masa Amangkurat II yang pernah memberikan restu kepadanya untuk menaklukan pasuruan. Menurut Babad Tanah Jawi, semasa kecil,

Lebih terperinci

Tahan diguncang gempa

Tahan diguncang gempa Tahan diguncang gempa Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling menakutkan bagi manusia. Ini karena kita selalu mengandalkan tanah tempat kita berpijak di bumi ini sebagai landasan yang paling stabil

Lebih terperinci

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI)

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) tertanggal 16 Desember 1966, dan terbuka untuk penandatangan, ratifikasi, dan aksesi MUKADIMAH

Lebih terperinci

AMNESTY INTERNATIONAL SIARAN PERS

AMNESTY INTERNATIONAL SIARAN PERS AMNESTY INTERNATIONAL SIARAN PERS Tanggal Embargo: 13 April 2004 20:01 GMT Indonesia/Timor-Leste: Keadilan untuk Timor-Leste: PBB Berlambat-lambat sementara para pelaku kejahatan bebas berkeliaran Pernyataan

Lebih terperinci

Harga Sebuah Kebijakan Bahan Bakar Fosil: Subsidi Pemerintah Indonesia di Sektor Hulu Minyak & Gas Bumi

Harga Sebuah Kebijakan Bahan Bakar Fosil: Subsidi Pemerintah Indonesia di Sektor Hulu Minyak & Gas Bumi Harga Sebuah Kebijakan Bahan Bakar Fosil: Subsidi Pemerintah Indonesia di Sektor Hulu Minyak & Gas Bumi OKTOBER 2010 OLEH: PT. Q ENERGY SOUTH EAST ASIA David Braithwaite PT. CAKRAMUSTIKA SWADAYA Soepraptono

Lebih terperinci

Panduan Permohonan Hibah

Panduan Permohonan Hibah Panduan Permohonan Hibah 1. 2. 3. Sebelum memulai proses permohonan hibah, mohon meninjau inisiatif-inisiatif yang didukung Ford Foundation secara cermat. Selain memberikan suatu ikhtisar tentang prioritas

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN REPUBLIK SINGAPURA TENTANG PENETAPAN GARIS BATAS LAUT WILAYAH KEDUA NEGARA DI BAGIAN BARAT

Lebih terperinci

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012 IKLIM ORGANISASI Sebuah mesin memiliki batas kapasitas yang tidak dapat dilampaui berapapun besaran jumlah energi yang diberikan pada alat itu. Mesin hanya dapat menghasilkan produk dalam batas yang telah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bangsa Barat datang ke Indonesia khususnya di Bengkulu sesungguhnya adalah

I. PENDAHULUAN. Bangsa Barat datang ke Indonesia khususnya di Bengkulu sesungguhnya adalah I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Barat datang ke Indonesia khususnya di Bengkulu sesungguhnya adalah usaha untuk memperluas, menjamin lalu lintas perdagangan rempah-rempah hasil hutan yang

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI PROVINSI JAMBI

GUBERNUR JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI PROVINSI JAMBI GUBERNUR JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional.

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional. Definisi Global Profesi Pekerjaan Sosial Pekerjaan sosial adalah sebuah profesi yang berdasar pada praktik dan disiplin akademik yang memfasilitasi perubahan dan pembangunan sosial, kohesi sosial dan pemberdayaan

Lebih terperinci

KETERGANTUNGAN DAN KETERBELAKANGAN. Slamet Widodo

KETERGANTUNGAN DAN KETERBELAKANGAN. Slamet Widodo KETERGANTUNGAN DAN KETERBELAKANGAN Slamet Widodo Teori modernisasi ternyata mempunyai banyak kelemahan sehingga timbul sebuah alternatif teori yang merupakan antitesis dari teori modernisasi. Kegagalan

Lebih terperinci

Perang di Luar Angkasa

Perang di Luar Angkasa Perang di Luar Angkasa Ini bukan seperti perang bintang yang digambarkan dalam film legendaris Star Wars. Perang ini terjadi di luar angkasa dalam upaya mencegah terjadinya perang di bumi ini. Bagaimana

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pemilihan lokasi usaha oleh suatu organisasi (perusahaan) akan mempengaruhi risiko (risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi ini

Lebih terperinci

Hosting dan Domain Website

Hosting dan Domain Website Hosting dan Domain Website Euis Marlina, S.Kom Email : euismarlina@gmail.com http://euismarlina.edublogs.org HP : 08179424319 Pengantar Setelah anda selesai membuat sebuah website atau sistem berbasis

Lebih terperinci

Pasang Iklan. Buku Hasan Tiro. of 5 28.08.2013 01:04. Merawat Ingatan Kolektif. Home About Archive Comments. Labels Search

Pasang Iklan. Buku Hasan Tiro. of 5 28.08.2013 01:04. Merawat Ingatan Kolektif. Home About Archive Comments. Labels Search About Contact Advertise Usage Merawat Ingatan Kolektif Home About Archive Comments Labels Search Pasang Iklan Home» IPS» Nuklir AS-Rusia Mendekap Masa Lalu Buku Hasan Tiro Taufik Al Mubarak on 6:40 AM

Lebih terperinci

Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia

Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia IFAD/R. Grossman Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia Kemiskinan perdesaan di Indonesia Indonesia telah melakukan pemulihan krisis keuangan pada tahun 1997 yang

Lebih terperinci

PERAN MASYARAKAT DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI BIDANG PERTAHANAN Budi Susilo Soepandji

PERAN MASYARAKAT DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI BIDANG PERTAHANAN Budi Susilo Soepandji MAKALAH DIRJEN POTHAN DEPHAN dalam rangka DISKUSI PUBLIK ROLE OF CIVIL SOCIETY IN DEPARTMENT OF DEFENCE D E N G A N T O P I K PERAN MASYARAKAT DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI BIDANG PERTAHANAN Budi

Lebih terperinci

DOMINASI NEGARA DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

DOMINASI NEGARA DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DOMINASI NEGARA DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Hukum Lingkungan Internasional Disusun Oleh : Oktagape Lukas B2A004179 Yoseph Hiskia B2A004266 Bayu Herdianto B2A605289

Lebih terperinci

Aktivis Wanita Indonesia Peroleh Penghargaan dari PBB. Ditulis oleh Mn Selasa, 09 Oktober 2012 11:22

Aktivis Wanita Indonesia Peroleh Penghargaan dari PBB. Ditulis oleh Mn Selasa, 09 Oktober 2012 11:22 Mataharinews.com, Manila Seorang aktivis senior wanita Indonesia, Suraiya Kamaruzzaman, menerima penghargaan N-PEACE pada acara anugerah perdamaian yang disponsori oleh Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP)

Lebih terperinci

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan

Syarat dan Ketentuan Syarat dan Ketentuan Persyaratan Bisnis dan Lisensi Penggunaan aplikasi Legentas dan layanan yang berkaitan (yang selanjutnya disebut sebagai "Layanan Legentas" atau "Layanan") diatur oleh ketentuan kontraktual

Lebih terperinci

SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA ESTONIA LATVIA LITHUANIA DENMARK INGGRIS BELANDA IRLANDIA POLANDIA JERMAN BELGIA REPUBLIK CEKO SLOWAKIA HONGARIA

SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA ESTONIA LATVIA LITHUANIA DENMARK INGGRIS BELANDA IRLANDIA POLANDIA JERMAN BELGIA REPUBLIK CEKO SLOWAKIA HONGARIA SEKILAS UNI EROPA SWEDIA FINLANDIA PORTUGAL IRLANDIA LUKSEMBURG INGGRIS BELGIA SPANYOL BELANDA PERANCIS DENMARK JERMAN SLOVENIA AUSTRIA ITALIA POLANDIA KROASIA RUMANIA BULGARIA YUNANI ESTONIA LATVIA LITHUANIA

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui. Pembukaan

Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui. Pembukaan Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui Pembukaan Hak untuk mengakses informasi bagi badan publik adalah hak asasi manusia yang paling mendasar, seperti tercantum

Lebih terperinci

K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA

K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA 1 K 100 - Upah yang Setara bagi Pekerja Laki-laki dan Perempuan untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya 2 Pengantar

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya. dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan

KATA PENGANTAR. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya. dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan Market Brief perdagangan produk automotive parts di Hungaria. Tulisan

Lebih terperinci

Pedoman Common Ground News Service bagi Para Penulis

Pedoman Common Ground News Service bagi Para Penulis Pedoman Common Ground News Service bagi Para Penulis The Common Ground News Service (CGNews) adalah sumber pemberitaan dan informasi independen. Didirikan dengan tujuan (1) menyebarkan artikel baru berorientasi

Lebih terperinci

Hidup dibawah Masa Paus Terakhir: 12 Fakta Yang Harus Anda Ketahui

Hidup dibawah Masa Paus Terakhir: 12 Fakta Yang Harus Anda Ketahui Hidup dibawah Masa Paus Terakhir: 12 Fakta Yang Harus Anda Ketahui Dunia sedang berada dibawah masa pemerintahan Paus Francis I, raja ke-8 dan yang terakhir, sejak dia dinobatkan menjadi penguasa mutlak

Lebih terperinci

Kecenderungan Ekonomi Internasional diharapkan Dapat Menunjang EMO Hannover 2011

Kecenderungan Ekonomi Internasional diharapkan Dapat Menunjang EMO Hannover 2011 Die Welt der Metallbearbeitung The world of metalworking PERNYATAAN PERS From Sylke Becker Phone +49 69 756081-33 Fax +49 69 756081-11 E-mail s.becker@vdw.de Kecenderungan Ekonomi Internasional diharapkan

Lebih terperinci

Area Global Tanaman Biotek Terus Meningkat di Tahun 2005 Setelah Satu Dekade Komersialisasi

Area Global Tanaman Biotek Terus Meningkat di Tahun 2005 Setelah Satu Dekade Komersialisasi Area Global Tanaman Biotek Terus Meningkat di Tahun 2005 Setelah Satu Dekade Komersialisasi SAO PAULO, Brasil (11 Januari 2006) Permintaan petani akan tanaman biotek telah meningkat sebesar dua digit per

Lebih terperinci

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia =============================================================================== Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia !" #$ %$#&%!!!# &%!! Tujuan nasional yang dinyatakan

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ADVERSITY DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ADVERSITY DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ADVERSITY DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh

Lebih terperinci

Reformasi Sistem Tata Kelola Sektor Migas: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK

Reformasi Sistem Tata Kelola Sektor Migas: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK Briefing October 2014 Reformasi Sistem Tata Kelola Sektor Migas: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK Patrick Heller dan Poppy Ismalina Universitas Gadjah Mada Memaksimalkan keuntungan dari sektor

Lebih terperinci

Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan eksternal Negara Schengen dan daftar negara yang tidak memerlukannya.

Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan eksternal Negara Schengen dan daftar negara yang tidak memerlukannya. Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan eksternal Negara Schengen dan daftar negara yang tidak memerlukannya. A. Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan

Lebih terperinci

Konstitusi penting sekali buat kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Timor Loro Sa e. Konstitusi memutuskan kita rakyat Timor mau ke mana.

Konstitusi penting sekali buat kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Timor Loro Sa e. Konstitusi memutuskan kita rakyat Timor mau ke mana. Konstitusi penting sekali buat kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Timor Loro Sa e. Konstitusi memutuskan kita rakyat Timor mau ke mana. Konstitusi adalah... hukum dasar suatu negara. Konstitusi adalah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG PENGESAHAN ILO CONVENTION NO. 182 CONCERNING THE PROHIBITION AND IMMEDIATE ACTION FOR THE ELIMINATION OF THE WORST FORMS OF CHILD LABOUR ( KONVENSI

Lebih terperinci

MEMORANDUM ANTARA KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG DAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG KERJA SAMA DAN PERTUKARAN DI BIDANG PERTAHANAN

MEMORANDUM ANTARA KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG DAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG KERJA SAMA DAN PERTUKARAN DI BIDANG PERTAHANAN MEMORANDUM ANTARA KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG DAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG KERJA SAMA DAN PERTUKARAN DI BIDANG PERTAHANAN Kementerian Kementerian Pertahanan Jepang dan Pertahanan

Lebih terperinci

DAMPAK EKONOMI GLOBAL TERHADAP GERAKAN BURUH

DAMPAK EKONOMI GLOBAL TERHADAP GERAKAN BURUH DAMPAK EKONOMI GLOBAL TERHADAP GERAKAN BURUH Oleh: Dr. Ir. Nandang Najmulmunir, MS. 1 KRISIS EKONOMI GLOBAL Negara Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1997. Namun krisis itu sendiri ada banyak

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Orde Baru lahir dari tekad untuk melakukan koreksi total atas kekurangan sistem politik yang

I. PENDAHULUAN. Orde Baru lahir dari tekad untuk melakukan koreksi total atas kekurangan sistem politik yang I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Orde Baru lahir dari tekad untuk melakukan koreksi total atas kekurangan sistem politik yang telah dijalankan sebelumnya. Dengan kebulatan tekad atau komitmen

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN. TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA. Jakarta, Agustus 2005 RANCANGAN

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN. TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA. Jakarta, Agustus 2005 RANCANGAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN. TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA Jakarta, Agustus 2005 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.TAHUN.. TENTANG KOMPONEN CADANGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Konflik yang terjadi dalam sebuah negara merupakan hal yang lazim terjadi

BAB I PENDAHULUAN. Konflik yang terjadi dalam sebuah negara merupakan hal yang lazim terjadi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konflik yang terjadi dalam sebuah negara merupakan hal yang lazim terjadi jika berbicara era modern dewasa ini. Berbagai perbedaan antara sebuah kelompok atau lebih,

Lebih terperinci

MISI PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA UNIVERSITAS AIRLANGGA

MISI PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA UNIVERSITAS AIRLANGGA MISI PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA UNIVERSITAS AIRLANGGA 1. Menjadi institusi keilmuan yang unggul dalam pengkajian strategis, terutama di bidang kajian ilmu administrasi negara. 2. Menjadi institusi

Lebih terperinci

KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG PERLINDUNGAN TERHADAP SEMUA ORANG DARI TINDAKAN PENGHILANGAN SECARA PAKSA

KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG PERLINDUNGAN TERHADAP SEMUA ORANG DARI TINDAKAN PENGHILANGAN SECARA PAKSA KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG PERLINDUNGAN TERHADAP SEMUA ORANG DARI TINDAKAN PENGHILANGAN SECARA PAKSA Diadopsi pada 20 Desember 2006 oleh Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/61/177 Mukadimah Negara-negara

Lebih terperinci

DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA

DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui resolusi 217 A (III) Mukadimah Menimbang, bahwa pengakuan atas martabat alamiah

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG LEMBAGA KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG LEMBAGA KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG LEMBAGA KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a bahwa Presiden sebagai Penyelenggara Pemerintahan

Lebih terperinci