BAB I PENDAHULUAN. B. Rumusan Masalah Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, penulis berusaha menjawab rumusan masalah, yakni:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. B. Rumusan Masalah Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, penulis berusaha menjawab rumusan masalah, yakni:"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konflik senjata yang terjadi di Libya berawal dari keinginan masyarakat untuk menurunkan rezim kekuasaan Khadafi yang telah berlangsung selama kurang lebih 30 tahun. Banyaknya korban terutama dari warga sipil menimbulkan simpati masyarakat internasional yang meningkat secara signifikan sehingga membuat Dewan keamanan PBB tidak tinggal diam. DK PBB melalui NATO pada akhirnya mengambil tindakan dan ikut turun tangan dalam membantu menurukan rezim Khadafi di Libya. PBB sebagai organisasi internasional memainkan peran yang strategis dalam menanggapi konflik ini. peran PBB dalam isu ini adalah menerapkan resolusi 1973 DK PBB yang mengizinkan DK PPB melalui NATO untuk menjalankan langkah apa pun untuk melindungi warga sipil di libya dari kekerasan pasukan muamar khadafi. Salah satu bentuk campur tangan NATO terhadap Libya yakni adanya kebijakan Humanitarian Intervention. Kebijakan Humanitarian intervention PBB sangat kental dengan kepentingan negaranegara NATO, khususnya Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Berbagai kepentingan politik dan ekonomi dianggap sebagai latar belakang ketiga negara tersebut menerapkan intervensi kemanusiaan. Salah satu kepentingan tersebut yakni keinginan negara-negara tersebut untuk memiliki sumber minyak, mengingat Libya merupakan negara yang kaya akan minyak. Namun kebijakan humanitarian intervention ini dijadikan justifikasi oleh para negara-negara NATO khususnnya, Amerika Serikat, Inggris dan Perancis untuk mencapai kepentingannya. Oleh karenanya, penulis akan menjelaskan lebih lanjut mengenai kepentingan apa saja yang membuat ketiga negara NATO tersebut menerapkan kebijakan humanitarian intervention atas nama PBB terhadap Libya. B. Rumusan Masalah Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, penulis berusaha menjawab rumusan masalah, yakni: 1

2 1. Kepentingan apa saja yang melatar belakangi negara-negara NATO, khususnya Amerika Serikat, Inggris dan Perancis dalam menerapkan kebijakan humanitarian intervention terhadap Libya? C. Landasan Konseptual Landasan konseptual yang akan digunakan dalam paper ini adalah teori Stabilitas Hegemonik. Teori ini menjelaskan bahwa pola pergerakan negara-negara dalam politik internasional pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh distribusi kekuasaan yang ada di dalam sistem internasional, di mana negara yang memiliki pengaruh besar di dalam sistem tersebut dapat lebih mudah mengatur atau mengarahkan pola politik internasional sebagai manifestasi kepentingan nasionalnya. Selain itu, paper ini juga menggunakan teori Geopolitik oleh Karl Haushofer, di mana teori ini mejelaskan mengenai aktivitas suatu negara yang menitikberatkan persoalan strategi menjaga atau menguasai suatu wilayah yang juga digunakan untuk memperjuangkan kelangsungan hidup. D. Argumentasi Utama Kebijakan humanitarian intervention yang dilakukan oleh NATO nyatanya tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki situasi di Libya yang sedang dilanda konflik serta mengehentingkan aksi pembantaian rakyat sipil oleh Khadafi, namun lebih jauh lagi, kebijakan itu ternyata merupakan alih-alih Amerika, Perancis dan Inggris untuk dapat menguasai kekayaan minyak Libya dan menanamkan hegemoni mereka di sana serta menarik simpati internasioal. Kebijakan yang disetujui oleh PBB ini oleh sebagaian pihak dipandang sebagai kebijakan yang terlalu terburu-buru dan justru membuat situasi semakin tindak terkendali karena membuat Khadafi dan pendukungnya bertindak semakin tidak terkendali. Namun Amerika, Perancis dan Inggris menilai kondisi ini justru sangat menguntungkan karena mereka dapat segera menjatuhkan rezim Khadafi sehingga mereka dapat menguasai sumber-sumber minyak Libya 2

3 BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Kasus Libya Krisis Libya mulai terjadi pada bulan Februari Pemicu munculnya demonstrasi dan pemberontakan ini dinilai tidak hanya sekedar karena masalah kebebasan, namun juga karena faktor ekonomi. Kurangnya lapangan kerja, kemiskinan, dan jumlah pengangguran yang semakin tinggi memicu ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan Qadhafi. Qadhafi sendiri dianggap telah melakukan korupsi selama 41 tahun pemerintahannya. Sebagai presiden yang telah menjabat dalam kurun waktu yang lama, Qadhafi dinilai tidak merepresentasikan kepentingan rakyat dalam kebijakannya. Meskipun Libya merupakan salah satu negara Arab yang kaya akan minyak, kekayaan sumber daya alam ini tidak mengalir kepada rakyat. Sebagian besar pendapatan negara dari minyak justru masuk ke dalam pundi-pundi Qadhafi, keluarga Qadhafi, serta para kroninya. 1 Dalam perkembangan krisis politik ini, masyarakat Libya terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu loyalis Qadhafi dan kubu oposisi yang dimobilisasi oleh NTC (National Transition Council). Kedua kubu ini memiliki kepetingan yang kontradiktif. Kubu loyalis Qadhafi memiliki kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan Qadhafi sementara kubu oposisi menginginkan Qadhafi turun dari tahta kekuasaannya. Aksi saling menyerang antara dua kubu ini pun tak terelakkan. Qadhafi mengecam dan menganggap gerakan rakyat oposisi sebagai gerakan pemberontak. Gerakan pemberontak yang menuntut Qadhafi untuk turun ini disebut sebagai gerakan revolusioner. Qadhafi lebih memilih pendekatan represif dalam menangani krisis politik tersebut. Qadhafi mengerahkan tentara sewaan dari Chad dan Korea Utara untuk menembaki demonstran. Jumlah korban tewas pun berjatuhan. 2 Adanya serangan pemerintah Qadhafi terhadap warga sipil yang tidak bersenjata tersebut dinilai sebagai bentuk kejahatan atas kemanusiaan. PBB pun mengeluarkan resolusi 1973 yang mengizinkan anggota PBB untuk menjalankan langkah apapun yang diperlukan dalam upaya 1 A. Azra, Anatomi Krisis Libya, Yaman, Bahrain, 25 Februari 2011, <http://internasional.kompas.com/read/2011/02/25/ /anatomi.krisis.libya.yaman.bahrain>, 13 April A. Azra, Anatomi Krisis Libya, Yaman, Bahrain. 3

4 melindungi warga sipil di Libya dari kekerasan pasukan pemerintah Qadhafi. Resolusi tersebut memberikan kewenangan untuk melanjutkan serangan udara dan rudal melawan Qadhafi. Berdasarkan resolusi tersebut, NATO (North Atlantic Treaty Organization) pun juga ikut melakukan intervensi dengan alasan ingin menjaga perdamaian dan demokrasi di Libya serta melindungi warga Libya dari serangan maupun ancaman serangan. Dengan landasan tersebut, NATO menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan loyalis Qadhafi. 3 Dampak adanya krisis politik ini nyatanya tak hanya dirasakan oleh masyarakat Libya, tapi juga oleh masyarakat dunia. Dampak yang dirasakan terutama dalam hal pasokan energi minyak dan gas dunia. Banyak perusahaan minyak yang berinvestasi di sana menghentikan produksi. Harga minyak di pasaran dunia pun mengalami kenaikan. Libya memang memiliki peran teramat penting bagi keamanan energi dunia, terutama bagi negara-negara Barat (AS dan Eropa) yang sangat tergantung dengan pasokan minyak dari Libya. Adanya krisis politik menyebabkan tidak terjaminnya pasokan minyak bagi kepentingan mereka. Apalagi, minyak yang diekspor Libya dinilai sebagai minyak jenis terbaik dan banyak dibutuhkan perusahaan maupun industri di negara-negara Barat. 4 B. Kebijakan Humanitarian Intervention oleh NATO Tindakan humanitarian intervention di Libya didahului oleh dikeluarkannya beberapa resolusi DK PBB. Yang pertama adalah resolusi DK PBB 1970 yang dikeluarkan pada 26 Februari Resolusi ini mengutuk penggunaan kekuatan senjata oleh Muammar Kadafi dalam menghadapi pemberontak di Libya dan memberlakukan beberapa sanksi internasional terhadap Libya. 5 Resolusi ini diajukan oleh Perancis, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat. 6 Rusia kemudian memastikan lewat salah satu pasal dalam resolusi tersebut bahwa resolusi DK 3 A. Permatasari, Sekjen PBB Desak Semua Pihak Hentikan Kekerasan di Libya (online), 24 Maret 2011, <http://international.okezone.com/read/2011/03/24/414/438249/sekjen-pbb-desak-semua-pihak-hentikan-kekerasan-dilibya>, 13 April Krisis Libya Ancam Ekonomi Global (online), 23 Februari 2011, <http://www.wartanews.com/read/timur-tengah/2c5c9c02- d0f9-8c ca /krisis-libya-ancam-ekonomi-global>, 13 April UNSC, IN SWIFT, DECISIVE ACTION, SECURITY COUNCIL IMPOSES TOUGH MEASURES ON LIBYAN REGIME, ADOPTING RESOLUTION 1970 IN WAKE OF CRACKDOWN ON PROTESTERS (online), 26 Februari 2011, <http://www.un.org/news/press/docs/2011/sc10187.doc.htm>, 14 April UN Security Council slaps sanctions on Libya (online), 27 Februari 2011, <http://timesofindia.indiatimes.com/world/middleeast/un-security-council-slaps-sanctions-on-libya/articleshow/ cms>, 14 April

5 PBB 1970 ini tidak menjadi justifikasi untuk mengintervensi Libya. 7 Kemudian pada 17 Maret 2011 dikeluarkan resolusi DK PBB 1973 yang diajukan oleh Perancis, Lebanon dan Inggris. Resolusi ini memberikan dasar bagi dilaksanakannya humanitarian intervention di Libya, menuntut diberlakukannya gencatan senjata, memberlakukan no-fly zone dan menggunakan sarana apapun untuk menyelamatkan masyarakat sipil. 8 Intervensi militer mulai dilaksanakan pada 19 Maret 2011 di Libya dengan koalisi yang terdiri dari berbagai negara dari Eropa dan Timur Tengah serta diketuai oleh NATO dengan operasi yang dinamakan Operation Unified Protector. 9 Angkatan Laut Inggris dan Amerika Serikat menembakkan lebih dari 110 misil Tomahawk untuk melumpuhkan ketahanan udara Libya sehingga no-fly zone dapat diperluas. Angkatan Udara Perancis dan Inggris juga menghancurkan beberapa kendaraan tentara pro- Kaddafi yang menuju Benghazi (daerah kekuasaan pemberontak Libya). 10 Angkatan Laut Inggris juga memblokade Libya dari jalur laut. Pada 24 Agustus 2011 tentara dari Inggris, Perancis, Yordania, Qatar dan Uni Emirat Arab mulai berperan langsung dalam operasi militer di daerah Libya. 11 Dalam humanitarian intervention ini, Amerika Serikat mengoperaikan dengan sebutan Operation Odyssey Dawn, Inggris dengan Operation Ellamy dan Perancis dengan Operation Harmattan. 12 Angkatan Udara Perancis melaksanakan 35% dari total serangan yang dilakukan oleh NATO. Di akhir Agustus, Perancis telah mengirimkan 4500 misi militer, menembak 2500 target (termasuk 850 pusat logistik), 170 pusat komando dan kontrol, 480 tank, 250 kendaraan dan 160 artileri. Perancis telah menghabiskan sekitar 320 juta untuk humanitarian intervention 7 C. Lynch, U.N. votes to impose sanction on Gaddafi (online), 26 Februari 2011, < 14 April UNNewsCentre, Security Council authorizes all necessary measures to protect civilians in Libya (online), 17 Maret 2011, <http://www.un.org/apps/news/story.asp?newsid=37808&cr=libya&cr1=>, 14 April JFCNaples, Operation UNIFIED PROTECTOR Key Facts and Figures (online), <http://www.jfcnaples.nato.int/resources/24/documents/ placemat-libya.pdf>, 14 April Al Jazeera, Libya Live Blog - March 19 (online), 18 Maret 2011, <http://blogs.aljazeera.net/live/africa/libya-live-blog-march-19>, 14 April B. Starr, Foreign forces in Libya helping rebel forces advance (online), 24 Agustus 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/08/24/libya.foreign.forces/>, 14 April Gunfire, explosions heard in Tripoli (online), 20 Maret 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/03/19/libya.civil.war/index.html?hpt=t1&iref=bn1>, 14 April

6 di Libya. 13 Perancis juga telah menurunkan 4200 tentara angkatan bersenjata dengan 40 pesawat tempur dan 27 kapal tempur. Pada awal mulainya operasi militer, Italia menyumbangkan penggunaan 4 pesawat tempur dari Angkatan Udara Italia. Setelah kendali ada di bawah NATO, Italia juga menyumbangkan 4 kapal tempur dan 8 pesawat tempur. Italia juga berperan dalam patroli udara dan misi pengisian bahan bakar pesawat tempur atau persenjataan udara lainnya. Selama operasi militer berjalan Italia telah menjatuhkan sebanyak 715 bom di Libya. Italia juga berpatroli untuk tujuan defensif di perairan Sisilia. 14 Pihak Inggris telah menyumbangkan penggunaan banyak kapal tempur dan pesawat tempur dalam humanitarian intervention di Libya. 15 Ada 26 anggota Angkatan Udara Inggris/RAF yang awalnya mengoperasikan serangan dari Inggris sebelum akhirnya mulai beroperasi dari Italia. 16 Inggris telah menghabiskan sekitar 260 juta untuk humanitarian intervention di Libya. 17 Amerika Serikat sedikitnya telah menyumbangkan penggunaan 11 kapal tempur, beberapa jenis pesawat tempur dan tentara AU. 18 Anggota CIA yang tidak diketahui jumlahnya juga diberitakan berada di Libya untuk mengatur strategi penyerangan udara dan mengkontak pihak pemberontak Libya. 19 Amerika Serikat telah mengirimkan 5316 misi tempur ke Libya dan menghabiskan sekitar US$ 896 juta dalam humanitarian intervention ini Eye Dr DeLengocky, The war in Libya would have cost 320 million Euros to France (online), 10 September 2011, <http://www.eyedrd.org/2011/09/the-war-in-libya-would-have-cost-320-million-euros-to-france.html>, 14 April Libya Live Blog - March 19 (online). 15 Ministry of Defence, Typhoon joins Tornado in Libya ground attack operations (online), 13 April 2011, <http://www.mod.uk/defenceinternet/defencenews/militaryoperations/typhoonjoinstornadoinlibyagroundattackoperations.htm>, 14 April I. Drury, Mission aborted on orders of SAS: RAF attack is halted after troops spot human shields (online), 22 Maret 2011, <http://www.dailymail.co.uk/news/article /libya-raf-abort-attack-sas-spot-gaddafi-using-human-shields.html>, 14 April UK should be paid for Libya intervention, says Tory MP (online), 10 October 2011, <http://news.bbc.co.uk/democracylive/hi/house_of_commons/newsid_ / stm>, accessed 14 April CNN, Libya live blog: Coalition confirms strike on Gadhafi compound (online), 20 Maret 2011, <http://news.blogs.cnn.com/2011/03/20/libya-live-blog-allied-airstrikes-continue-against-gadhafi-forces/?hpt=t1/>, 14 April M. Mazzetti & E. Schmitt, C.I.A. Agents in Libya Aid Airstrikes and Meet Rebels (online), 30 Maret 2011, <http://www.nytimes.com/2011/03/31/world/africa/31intel.html?_r=1>, 14 April DefenceWeb, War in Libya cost United States US$896 million (online), 24 Agustus 2011, <http://www.defenceweb.co.za/index.php?option=com_content&view=article&id=18323:war-in-libya-cost-united-states-us896-million>, 14 April

7 Amerika Serikat Presiden Barack Obama telah menyusun strategi sedemikian rupa; menggunakan kekuatan militer sebagai last resort, strategi militer dengan prospek yang bagus, menggunakan cara-cara dan alat-alat yang proporsional, berkoalisi dengan pihak yang lebih luas dan mendapat legitimasi dari Dewan Keamanan PBB. 21 Hasilnya cukup memuaskan bagi Amerika Serikat, yaitu tujuan jangka pendek untuk menghentikan kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh Muammar Kaddafi dan tujuan jangka panjangnya untuk melengserkan Kaddafi dari kepemimpinan di Libya; keduanya tercapai. Kebijakan humanitarian intervention yang dilakukan oleh Amerika Serikat dilaksanakan tanpa menghabiskan biaya yang banyak, tanpa tentara Amerika Serikat terjun langsung ke Libya dan tanpa korban jiwa dari pihak Amerika Serikat. Humanitarian intervention yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Libya ini sangat menekankan norma Responsibility to Protect (RtoP). Alasan untuk menerapkan norma RtoP ini dianggap sangat tepat mengingat pelanggaran HAM dan kejahatan-kejahatan yang telah terjadi semasa kepemimpinan Muammar Kaddafi. Kaddafi sendiri berkata have no mercy and pity. Amerika Serikat beranggapan bila humanitarian intervention yang didasarkan pada RtoP ini tidak dilaksanakan maka kejahatan-kejahatan Kaddafi akan terus berlangsung di Libya. Pemerintahan Obama sendiri sangat menekankan dan mendorong RtoP sebagai norma global yang vital. Sebagai tindak lanjut berikutnya, pemerintahan Obama mengeluarkan Presidential Study Directive on Mass Atrocities (PSD-10) pada 4 Agustus PSD-10 mendefinisikan mass atrocities sebagai inti kepentingan akan keamanan nasional dan inti tanggung jawab moral dari Amerika Serikat. 22 PSD-10 ini mencakup beberapa tindakan dalam menghadapi mass atrocities seperti tidak bertindak sama sekali, diplomasi preventif, sanksi ekonomi dan finansial, embargo senjata dan tindakan pemaksaan. 23 Eropa Lokasi Libya yang berada tepat di dekat wilayah Eropa membuat NATO dan Uni Eropa (UE) menjadi lebih termotivasi untuk menyediakan dukungan terhadap dilakukannya 21 S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online), 26 Agustus 2011, <http://www.foreignaffairs.com/articles/68233/stewart-patrick/libya-and-the-future-of-humanitarian-intervention?page=2>, 14 April S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online). 23 S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online). 7

8 humanitarian intervention di Libya. Bila revolusi di Libya gagal maka akan terjadi instabilitas regional dan munculnya gelombang pengungsi yang akan mempengaruhi kawasan Eropa. 24 Menurut Noam Chomsky, alasan yang paling umum ditemui untuk mempertanyakan alasan dibalik dilaksanakannya humanitarian intervention adalah untuk alasan kemanusiaan atau humanitarian (menyelamatkan masyarakat sipil, dan sebagainya). Tetapi ada alasan-alasan lain disamping kepentingan kemanusiaan. Walaupun Amerika Serikat dan Inggris sebelumnya tampak sering memberikan dukungan pada Kaddafi, Kaddafi tetap dianggap sebagai pemimpin yang tidak dapat diandalkan untuk melayani kepentingan Amerika Serikat dan Inggris. Libya merupakan daerah yang kaya minyak dan banyak daerah di Libya yang belum tereksplorasi. Untuk mencapai kepentingan di bidang minyak, Amerika Serikat dan Inggris lebih memilih untuk mendukung pemimpin yang lebih dapat diandalkan dibanding Kaddafi. Menurut Noam Chomsky, resolusi DK PBB 1973 dianggap oleh triumvirat Inggris, Perancis dan Amerika Serikat sebagai izin untuk berpartisipasi langsung untuk memihak pihak pemberontak dalam pertempuran di Libya. Pihak Kaddafi dipaksa untuk gencatan senjata sementara pihak pemberontak dibiarkan terus bergerak untuk mengamankan sumber-sumber minyak di Libya. Italia sendiri sebenarnya agak enggan untuk memberi dukungan penuh karena negaranya terlalu tergantung pada kontrak minyak dengan Kaddafi. Dapat disimpulkan bahwa paling tidak tujuan utama humanitarian intervention bagi Amerika Serikat, Inggris dan Perancis adalah harapan bahwa akan ada rezim klien yang dapat diandalkan di Libya dalam mendukung tujuan negaranegara tersebut dan menyediakan akses-akses istimewa ke sumber minyak untuk investorinvestor dari Barat S. Patrick, Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online). 25 On Libya and the Unfolding Crises (online), 30 Maret 2011, <http://www.chomsky.info/interviews/ htm>, 14 April

9 BAB III ANALISIS Kebijakan PBB yang dilaksanakan oleh NATO berupa humanitarian intervention mengundang pertanyaan apakah misi yang dilakukan untuk menghentikan kejahatan perang Khadafi benar-benar murni berlandaskan kemanusiaan, yang ingin menghentikan lebih banyak lagi jatuhnya korban-korban khususnya masyarakat sipil. Karena apabila dilihat kembali, NATO sebagai organisasi yang melakukan dan bertanggung jawab atas misi kemanusiaan ini, diisi oleh negara-negara dengan kekuatan besar seperti Amerika, Perancis dan Inggris yang pasti memiliki kepentingan yang besar pula. Apakah kepentingan itu ditujukan untuk memunculkan kestabilan dan kedamaian di Timur Tengah yang sedang bergejolak dengan munculnya banyak demonstrasi dari beberapa negara seperti Tunisia, Mesir dan Libya, atau apakah ternyata negara-negara tersebut memiliki kepentingan atau tujuan lain yang dapat mereka peroleh dengan menggunakan alasan humanitarian intervention. Karena menurut pendapat Robert Cooper, aksi humanitarian intervention hanya akan membuat situasi menjadi semakin buruk bukan membuat keadaan membaik. 26 Lebih lanjutnya lagi Cooper menyatakan, aksi humanitarian intervention hanyalah aksi yang dilakukan oleh negara-negara barat agar mereka dianggap sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sehingga mereka dapat diterima dan menjalin hubungan yang baik dengan banyak negara. Amerika Amerika memang dikenal sebagai negara yang selalu mencoba memiliki hubungan baik dengan negara-negara Arab meskipun banyak negara Arab yang sebetulnya sangat kontra dengan Amerika. Kedekatan Amerika dengan Israel membuat beberapa negara Timur Tengah seperti Iran bertindak kontra terhadap barat. Selain kedekatan dengan Israel, Amerika juga sering sekali mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan posisi negara-negara Arab sebagai sarang teroris. Dalam kasus Libya terkait dengan alasan Amerika sangat memaksa akan dilakukannya 26 B. Curtis, Should There Be Western Humanitarian Intervention in Libya?(online), 15 Maret 2011, <http://barrycurtis.suite101.com/should-there-be-western-humanitarian-intervention-in-libya-a359270>, 18 April

10 humanitarian intervention adalah karena Amerika memang tidak memiliki hubungan yang baik dengan negara ini terlebih lagi saat kepemimpinan Khadafi, alasan pertama adalah karena Khadafi memiliki cita-cita pembentukan negara Uni-Afrika yang bertujuan untuk membuat negara-negara Afrika lebih mandiri, dan tidak lagi terlalu bergantung dengan bantuan pihak Asing. Menanggapi ide Khadafi ini, Amerika merasa apabila hal ini terjadi, akan membuat kekuasaan Amerika atas negara-negara Afrika akan berkurang terlebih lagi bila wacana penggantian mata uang dari dolar menjadi sistem emas benar akan berlangsung. 27 Selain itu, Khadafi adalah pemimpin yang sukses membawa Libya pada perkembangan ekonomi dengan membuat sistem pengairan yang sangat besar sehingga mendukung produksi pertanian. Membaiknya hasil produksi pertanian membuat Libya tidak perlu lagi banyak mengimpor bahanbahan makanan dari negara lain salah satunya Amerika. 28 Dan alasan terakhir mengapa Amerika memberikan dukungan sangat besar kepada NATO dalam misi ini adalah karena sumber daya minyak yang dimiliki oleh Libya. Amerika menyadari Libya memegang 70% cadangan minyak dunia, dan akan sangat menguntungkan apabila Amerika dapat menguasai cadangan minyak tersebut. Untuk itu situasi saat krisislah dirasa menjadi waktu yang sangat tepat untuk menyingkirkan Khadafi beserta rezimnya dan lalu menanamkan kekuatan sebesar-besarnya di Libya. 29 Eropa Tidak jauh dengan Amerika, Eropa pun memiliki kepentingan yang tidak sedikit di Libya khususnya di dalam politik minyak. Perusahaan besar miliki Eropa seperti Exxon dan Total sudah berdiri di Libya sejak lama. Perusahaan ini menandatangi kontrak sejak tahun 2003 saat Libya mulai membuka pasarnya dengan menjalankan sistem ekonomi pasar bebas. 30 Sejak saat 27 Perlawanan revolusioner Libya (online), 5 Maret 2011 <http://militanindonesia.org/internasional/afrika/8155-kebenarantentang-perlawanan-revolusioner-saat-ini-di-libya.html>, 16 April Libya and The Future of Humanitarian Intervention (online), 26 Agustus 2012, <http://www.foreignaffairs.com/articles/68233/stewart-patrick/libya-and-the-future-of-humanitarian-intervention>, 16 April A. Nasrum, Politik Kepentingan di Libya (online), 17 Januari 2012, <http://politik.kompasiana.com/2012/01/17/politikkepentingan-dalam-krisis-libya/>, 16 April Pertarungan tiga kutub (online), 16 April 2012, <http://www.prioritasnews.com/2012/01/02/timur-tengah-pertarungan-tigakutub-politik/>, 16 April

11 itulah kepentingan minyak Eropa atas Libya seakan tidak pernah hilang, terlebih saat Eropa dilanda krisis yang membuat Eropa semakin memiliki ketergantungan atas impor minyak Libya. Mereka menginginkan penggantian pemerintahan di Libya yang akan dipimpin di bawah kepimpinan kelompok oposisi Khadafi agar impor minyak dapat kembali berjalan lancar sebelum sempat terhenti. Selain politik minyak, Eropa juga menakutkan akan banyaknya pengungsi atau imigran yang akan masuk ke daerah mereka apabila krisis tidak segera dihentikan karena hal itu akan menimbulkan permasalahan baru bagi Eropa yang harus menampung korbankorban krisis Libya. Dengan melihat pada beberapa alasan dibalik misi humanitarian intervention oleh NATO, dengan menggunakan teori geopolitik dapat dilihat bahwa alasan NATO melakukan intervensi paksa atas Libya lebih dari sekedar alasan kemanusiaan. NATO yang wakili oleh beberapa kekuatan besar seperti Amerika, Perancis dan Inggris memperlihatkan bahwa kepentingan masing-masing negara juga sangat menonjol. Aksi humanitarian yang dilakukan kepada Libya sebagai pemilik cadangan minyak terbesar ketiga di dunia tidak dilakukan di Tunisia maupun Mesir yang sebelumnya juga terjadi pergolakan dan demonstrasi besar-besaran menuntut turunnya pemimpin negra mereka. Selain itu, wilayah terjadinya pemberontakan di Libya tidak hanya terpusat di Ibukota ataupun kota-kota besar seperti Tripoli namun justru di tempat banyaknya cadangan minyak berada. Hal-hal inilah yang menjadi pertimbangan baru untuk menilai apakah sesungguhnya kebijakan humanitarian intervention oleh NATO benar-benar murni dilakukan untuk kebaikan rakyat Libya bukan sekedar memenuhi kepentingan negaranegara barat. 11

12 KESIMPULAN Pergolakan di Libya mengundang NATO untuk melakukan suatu aksi yang dikenal sebagai Humanitarian Intervention. Pada dasarnya, Humanitarian Intervention adalah aksi yang dilakukan oleh suatu negara atau kelompok negara-negara akibat terganggunnya prinsip dasar kemanusiaan di suatu negara. Di mana otoritas setempat dianggap tidak mampu untuk mengatasi masalah kemanusiaan yang terjadi atau bahkan menjadi penyebab utama dari munculnya masalah tersebut. PBB memandang serangan pemerintah Qadhafi terhadap warga sipil yang tidak bersenjata dalam pergolakan di Libya merupakan salah satu bentuk kejahatan atas kemanusiaan. Oleh karena itu, akhirnya PBB menegluarkan Resolusi 1973 yang mengizinkan anggotanya untuk menjalankan langkah apapun yang diperlukan terkait upaya perlindungan warga sipil di Libya dari kekerasan pasukan pemerintah Qadhafi. Resolusi tersebut juga mengizinkan NATO (North Atlantic Treaty Organization) untuk melakukan humanitarian intervention dengan alasan sebagai penjaga perdamaian dan demokrasi di Libya serta melindungi warga Libya dari serangan maupun ancaman serangan. Dengan berlandaskan justifikasi yang dimiliki, NATO pun menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan loyalis Qadhafi. Di balik kepentingan kemanusiaan yang melatarbelakangi humanitarian intervention NATO, terdapat indikasi bahwa tindakan NATO juga dilatarbelakangi oleh kepentingan nasional negara-negaranya (Amerika, Prancis, Inggris). Sebagaimana diketahui, anggota NATO terdiri dari negara-negara maju yang sangat membutuhkan minyak untuk pemenuhan kebutuhan domestik, baik untuk kebutuhan industry ataupun komsumsi masyarakat. Namun, kebutuhan minyak yang terus meningkat di kalangan negara NATO tidak berbanding lurus dengan jumlah minyak yang tersedia. Hingga akhirnya, krisis minyak seringkali melanda negara tersebut. Sementara itu, Libya merupakan negara yang memiliki 70% cadangan minyak di dunia. Apabaila mereka dapat menyingkirkan Khadafi berserta rezimnya,lalu menanamkan kekuatan sebesarbesarnya di Libya maka sudah pasti anggota NATO dapat menguasai cadangan minyak di Libya sepenuhnya yang berdampak pada terpenuhinya kebutuhan mereka akan minyak. Tidak hanya itu, negara-negara itu juga kemudian dapat menjamin kelangsungan aktivitas perusahaan minyak mereka seperti Exxon dan Total untuk menjalankan usahanya di Libya. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa selain kepentingan kemanusiaan, NATO juga memiliki kepentingan prgamatis lain dalam melakukan Humanitarion Intervention di Libya. 12

13 Daftar Pustaka 1. Al Jazeera, Libya Live Blog - March 19 (online), 18 Maret 2011, <http://blogs.aljazeera.net/live/africa/libya-live-blog-march-19> 2. Azra. A, Anatomi Krisis Libya, Yaman, Bahrain, 25 Februari 2011, <http://internasional.kompas.com/read/2011/02/25/ /anatomi.krisis.libya.yaman.bahr ain> 3. Curtis, B. Should There Be Western Humanitarian Intervention in Libya?(online), 15 Maret 2011, <http://barrycurtis.suite101.com/should-there-be-western-humanitarian-intervention-inlibya-a359270> 4. CNN, Libya live blog: Coalition confirms strike on Gadhafi compound (online), 20 Maret 2011, <http://news.blogs.cnn.com/2011/03/20/libya-live-blog-allied-airstrikes-continue-againstgadhafi-forces/?hpt=t1/> 5. DefenceWeb, War in Libya cost United States US$896 million (online), 24 Agustus 2011, <http://www.defenceweb.co.za/index.php?option=com_content&view=article&id=18323:warin-libya-cost-united-states-us896-million> 6. Drury, I. Mission aborted on orders of SAS: RAF attack is halted after troops spot human shields (online), 22 Maret 2011, <http://www.dailymail.co.uk/news/article /libya-rafabort-attack-sas-spot-gaddafi-using-human-shields.html> 7. Eye Dr DeLengocky, The war in Libya would have cost 320 million Euros to France (online), 10 September 2011, <http://www.eyedrd.org/2011/09/the-war-in-libya-would-have-cost-320- million-euros-to-france.html> 8. JFCNaples, Operation UNIFIED PROTECTOR Key Facts and Figures (online), <http://www.jfcnaples.nato.int/resources/24/documents/ placemat-libya.pdf> 13

14 9. Lynch, C. U.N. votes to impose sanction on Gaddafi (online), 26 Februari 2011, < 10. Mazzetti, M. & Schmitt, E. C.I.A. Agents in Libya Aid Airstrikes and Meet Rebels (online), 30 Maret 2011, <http://www.nytimes.com/2011/03/31/world/africa/31intel.html?_r=1> 11. Ministry of Defence, Typhoon joins Tornado in Libya ground attack operations (online), 13 April 2011, <http://www.mod.uk/defenceinternet/defencenews/militaryoperations/typhoonjoinstornadoi nlibyagroundattackoperations.htm> 12.Nasrum, A. Politik Kepentingan di Libya (online), 17 Januari 2012, <http://politik.kompasiana.com/2012/01/17/politik-kepentingan-dalam-krisis-libya/> 13. Patrick, S. Libya and the Future of Humanitarian Intervention (online), 26 Agustus 2011, <http://www.foreignaffairs.com/articles/68233/stewart-patrick/libya-and-the-future-ofhumanitarian-intervention?page=2> 14. Permatasari, A. Sekjen PBB Desak Semua Pihak Hentikan Kekerasan di Libya (online), 24 Maret 2011, <http://international.okezone.com/read/2011/03/24/414/438249/sekjen-pbb-desak-semua-pihakhentikan-kekerasan-di-libya> 15. Starr, B. Foreign forces in Libya helping rebel forces advance (online), 24 Agustus 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/08/24/libya.foreign.forces/> 16. UNNewsCentre, Security Council authorizes all necessary measures to protect civilians in Libya (online), 17 Maret 2011, <http://www.un.org/apps/news/story.asp?newsid=37808&cr=libya&cr1=> 17. UNSC, IN SWIFT, DECISIVE ACTION, SECURITY COUNCIL IMPOSES TOUGH MEASURES ON LIBYAN REGIME, ADOPTING RESOLUTION 1970 IN WAKE OF 14

15 CRACKDOWN ON PROTESTERS (online), 26 Februari 2011, <http://www.un.org/news/press/docs/2011/sc10187.doc.htm> 18. Gunfire, explosions heard in Tripoli (online), 20 Maret 2011, <http://edition.cnn.com/2011/world/africa/03/19/libya.civil.war/index.html?hpt=t1&iref=bn 1> 19. Libya and the Unfolding Crises (online), 30 Maret 2011, <http://www.chomsky.info/interviews/ htm> 20. Perlawanan revolusioner Libya (online), 5 Maret Pertarungan tiga kutub (online), 16 April 2012, <http://www.prioritasnews.com/2012/01/02/timur-tengah-pertarungan-tiga-kutub-politik/> 22. UK should be paid for Libya intervention, says Tory MP (online), 10 October 2011, <http://news.bbc.co.uk/democracylive/hi/house_of_commons/newsid_ / stm> 23. UN Security Council slaps sanctions on Libya (online), 27 Februari 2011, <http://militanindonesia.org/internasional/afrika/8155-kebenaran-tentang-perlawananrevolusioner-saat-ini-di-libya.html> <http://timesofindia.indiatimes.com/world/middle-east/un-security-council-slaps-sanctions-on- Libya/articleshow/ cms> 15

Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat.

Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat. Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat. Detik demi detik perubahan di Mesir tidak lepas dari restu Amerika Serikat. Ketika Jenderal

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PEMERINTAH FILIPINA DALAM MENANGANI GERAKAN SEPARATIS MORO DI MINDANAO RESUME SKRIPSI

KEBIJAKAN PEMERINTAH FILIPINA DALAM MENANGANI GERAKAN SEPARATIS MORO DI MINDANAO RESUME SKRIPSI KEBIJAKAN PEMERINTAH FILIPINA DALAM MENANGANI GERAKAN SEPARATIS MORO DI MINDANAO RESUME SKRIPSI Disusun Oleh: TRI SARWINI 151070012 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya BAB V KESIMPULAN Keamanan energi erat hubungannya dengan kelangkaan energi yang saat ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya industrialisasi dan kepentingan militer. Kelangsungan

Lebih terperinci

Kepentingan Amerika Serikat Membantu Uganda Memerangi LRA Dengan. Recovery Act

Kepentingan Amerika Serikat Membantu Uganda Memerangi LRA Dengan. Recovery Act Kepentingan Amerika Serikat Membantu Uganda Memerangi LRA Dengan Terlibat Dalam Lord's Resistance Army Disarmament and Northern Uganda Recovery Act Lord s Resistance Army (LRA) suatu kelompok pemberontak

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA I. UMUM Dalam kehidupan bernegara, aspek pertahanan merupakan faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan

Lebih terperinci

Kekayaan alam Mali sangat menggiurkan sehingga Prancis tak mau kehilangan cengkeramannya, sementara Amerika ingin mendepat Prancis.

Kekayaan alam Mali sangat menggiurkan sehingga Prancis tak mau kehilangan cengkeramannya, sementara Amerika ingin mendepat Prancis. Kekayaan alam Mali sangat menggiurkan sehingga Prancis tak mau kehilangan cengkeramannya, sementara Amerika ingin mendepat Prancis. Tanpa ada mandat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), tentara Prancis masuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pergolakan politik di Timur Tengah yang dikenal dengan Jasmine

BAB I PENDAHULUAN. Pergolakan politik di Timur Tengah yang dikenal dengan Jasmine BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pergolakan politik di Timur Tengah yang dikenal dengan Jasmine Revolution (Revolusi Melati) mulai timbul di semenanjung Timur Tengah dan Afrika Utara di

Lebih terperinci

BAB I. Pendahuluan. Amsterdam ke Kuala Lumpur pada tanggal 17 Juli 2014 dengan 298 penumpang

BAB I. Pendahuluan. Amsterdam ke Kuala Lumpur pada tanggal 17 Juli 2014 dengan 298 penumpang BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Penerbangan MH-17 Malaysia Airlines merupakan penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada tanggal 17 Juli 2014 dengan 298 penumpang dari berbagai negara, pesawat

Lebih terperinci

Dalam pandangan Ikhwan, mereka mempunyai hubungan bersahabat sejak era pendiri kerajaan, Raja Abdul Aziz al Saud, bahkan sampai saat ini.

Dalam pandangan Ikhwan, mereka mempunyai hubungan bersahabat sejak era pendiri kerajaan, Raja Abdul Aziz al Saud, bahkan sampai saat ini. Pengantar: Kerajaan Arab Saudi mengelompokkan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris, sama dengan Al Qaeda, dan lainnya. Ada apa di balik semua ini? Adakah negara lain punya peran? Simak pembahasannya

Lebih terperinci

JURUSAN SOSIAL YOGYAKARTA

JURUSAN SOSIAL YOGYAKARTA UPAYA JEPANG DALAM MENJAGA STABILITAS KEAMANAN KAWASAN ASIA TENGGARA RESUME SKRIPSI Marsianaa Marnitta Saga 151040008 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN 1. Umum. Pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara merupakan

Lebih terperinci

PERLUASAN NATO DAN PENGATURAN KEAMANAN DI EROPA PADA MASA PASCA PERANG DINGIN

PERLUASAN NATO DAN PENGATURAN KEAMANAN DI EROPA PADA MASA PASCA PERANG DINGIN PERLUASAN NATO DAN PENGATURAN KEAMANAN DI EROPA PADA MASA PASCA PERANG DINGIN (Review Kuliah Umum Bpk Edy Prasetyono, Ph.D.) 2 Desember 2006 Pasca Perang Dunia II, keadaan Eropa mengalami kehancuran yang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL Jakarta, 16 Oktober 2012 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Pada pokoknya Hukum Internasional menghendaki agar sengketa-sengketa antar negara dapat diselesaikan secara damai he Hague Peace

Pada pokoknya Hukum Internasional menghendaki agar sengketa-sengketa antar negara dapat diselesaikan secara damai he Hague Peace Pasal 2 (3) dari Piagam PBB - Semua anggota wajib menyelesaikan perselisihan internasional mereka melalui cara-cara damai sedemikian rupa sehingga perdamaian, keamanan dan keadilan internasional tidak

Lebih terperinci

Signifikasi Kawasan Asia Pasifik. Yesi Marince, S.Ip., M.Si

Signifikasi Kawasan Asia Pasifik. Yesi Marince, S.Ip., M.Si Signifikasi Kawasan Asia Pasifik Yesi Marince, S.Ip., M.Si A NEW WORLD AND ASIA PACIFIC ORDER Bagaimana Berakhirnya Perang Dingin mempengaruhi kawasan Asia Pasifik? 1. Alasan pelaksanaan containment policy

Lebih terperinci

MENEGAKKAN TANGGUNG JAWAB MELINDUNGI: PERAN ANGGOTA PARLEMEN DALAM PENGAMANAN HIDUP WARGA SIPIL

MENEGAKKAN TANGGUNG JAWAB MELINDUNGI: PERAN ANGGOTA PARLEMEN DALAM PENGAMANAN HIDUP WARGA SIPIL MENEGAKKAN TANGGUNG JAWAB MELINDUNGI: PERAN ANGGOTA PARLEMEN DALAM PENGAMANAN HIDUP WARGA SIPIL Resolusi disahkan oleh konsensus* dalam Sidang IPU ke-128 (Quito, 27 Maret 2013) Sidang ke-128 Inter-Parliamentary

Lebih terperinci

UAS ASIA TIMUR OKKY LARAS SAKTI

UAS ASIA TIMUR OKKY LARAS SAKTI UAS ASIA TIMUR OKKY LARAS SAKTI 44312098 1. Perkembangan hubungan luar negeri antara Tiongkok- Korea Selatan semakin hari semakin membaik, hal ini terbukti dengan adanya pertemuan dua petinggi Negara Tiongkok-

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada tahun 1853, dengan kapal perangnya yang besar, Komodor Perry datang ke Jepang. Pada saat itu, Jepang adalah negara feodal yang terisolasi dari negara-negara lainnya

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN. Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dari manusia lainnya,

I PENDAHULUAN. Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dari manusia lainnya, I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dari manusia lainnya, begitu pula halnya dengan negara, negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga dibutuhkannya

Lebih terperinci

Tentara sekali lagi membuktikan mereka adalah kekuatan nyata di negeri itu. Tidak berubah.

Tentara sekali lagi membuktikan mereka adalah kekuatan nyata di negeri itu. Tidak berubah. Tentara sekali lagi membuktikan mereka adalah kekuatan nyata di negeri itu. Tidak berubah. Boleh jadi mantan Presiden Mesir Husni Mubarak tertawa di dalam penjara. Penggantinya Muhammad Mursi tak bisa

Lebih terperinci

Legalitas dan Motivasi NATO (North Atlantic Treaty Organization) dalam Melakukan Intervensi Kemanusiaan di Libya

Legalitas dan Motivasi NATO (North Atlantic Treaty Organization) dalam Melakukan Intervensi Kemanusiaan di Libya Legalitas dan Motivasi NATO 127 Jurnal Kajian Wilayah, Vol. 4, No. 2, 2013, Hal. 127-149 2013 PSDR LIPI ISSN 2087-2119 Legalitas dan Motivasi NATO (North Atlantic Treaty Organization) dalam Melakukan Intervensi

Lebih terperinci

1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME

1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME 1 1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME Dalam sejarahnya, manusia memang sudah ditakdirkan untuk berkompetisi demi bertahan hidup. Namun terkadang kompetisi yang dijalankan manusia itu tidaklah sehat dan menjurus

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Islam masuk ke Rusia tidak lama setelah kemunculannya pada pertengahan kedua

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Islam masuk ke Rusia tidak lama setelah kemunculannya pada pertengahan kedua BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, maka, dapat disimpulkan bahwa, Rusia merupakan negara yang memiliki latar belakang sejarah Islam. Islam masuk

Lebih terperinci

Pengadilan Rakyat Internasional Kasus 1965

Pengadilan Rakyat Internasional Kasus 1965 Sepuluh Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pengadilan Rakyat Internasional Kasus 1965 Banyak kesalahpahaman terjadi terhadap Pengadilan Rakyat Internasional. Berikut sepuluh hal yang belum banyak diketahui

Lebih terperinci

ANCAMAN GLOBALISASI. Ali Hanapiah Muhi Juli, komunikasi. Revolusi informasi mengarahkan kita ke dalam milenium ketiga

ANCAMAN GLOBALISASI. Ali Hanapiah Muhi Juli, komunikasi. Revolusi informasi mengarahkan kita ke dalam milenium ketiga ANCAMAN GLOBALISASI Ali Hanapiah Muhi Juli, 2011 Konsep globalisasi dipahami sebagai kegiatan ekonomi, teknologi serta komunikasi. Revolusi informasi mengarahkan kita ke dalam milenium ketiga yang tidak

Lebih terperinci

dalam membangun kekuatan pertahanan mengedepankan konsep pertahanan berbasis kemampuan anggaran (capability-based defence) dengan tetap

dalam membangun kekuatan pertahanan mengedepankan konsep pertahanan berbasis kemampuan anggaran (capability-based defence) dengan tetap BAB V PENUTUP Sejak reformasi nasional tahun 1998 dan dilanjutkan dengan reformasi pertahanan pada tahun 2000 sistem pertahanan Indonesia mengalami transformasi yang cukup substansial, TNI sebagai kekuatan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME

PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME Dinamika politik internasional pasca berakhirnya Perang

Lebih terperinci

RESUME. bagian selatan yang juga merupakan benua terkecil di dunia. Di sebelah. barat Australia berbatasan dengan Indonesia dan Papua New Guinea,

RESUME. bagian selatan yang juga merupakan benua terkecil di dunia. Di sebelah. barat Australia berbatasan dengan Indonesia dan Papua New Guinea, RESUME Australia adalah sebuah negara yang terdapat di belahan bumi bagian selatan yang juga merupakan benua terkecil di dunia. Di sebelah barat Australia berbatasan dengan Indonesia dan Papua New Guinea,

Lebih terperinci

RESUME SKRIPSI PENINGKATAN PERSAINGAN CINA AS DALAM MEMPEREBUTKAN PASAR DI AFRIKA. Oleh : ELFA FARID SYAILILLAH

RESUME SKRIPSI PENINGKATAN PERSAINGAN CINA AS DALAM MEMPEREBUTKAN PASAR DI AFRIKA. Oleh : ELFA FARID SYAILILLAH RESUME SKRIPSI PENINGKATAN PERSAINGAN CINA AS DALAM MEMPEREBUTKAN PASAR DI AFRIKA Oleh : ELFA FARID SYAILILLAH 151070247 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

jumlah tentara FFL jauh lebih kecil dari jumlah tentara Sekutu dan tidak memadai untuk membebaskan Paris tanpa bantuan Sekutu.

jumlah tentara FFL jauh lebih kecil dari jumlah tentara Sekutu dan tidak memadai untuk membebaskan Paris tanpa bantuan Sekutu. BAB 5 KESIMPULAN Pembebasan Prancis merupakan sebuah proses yang terdiri dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah penyerangan ke Normandie yang memungkinkan Sekutu mendirikan pangkalan untuk mengatur pembebasan

Lebih terperinci

ANATOMI KEAMANAN NASIONAL

ANATOMI KEAMANAN NASIONAL ANATOMI KEAMANAN NASIONAL Wilayah Negara Indonesia Fungsi Negara Miriam Budiardjo menyatakan, bahwa setiap negara, apapun ideologinya, menyeleng garakan beberapa fungsi minimum yaitu: a. Fungsi penertiban

Lebih terperinci

Para filsuf Eropa menyebut istilah akhir sejarah bagi modernisasi yang kemudian diikuti dengan perubahan besar.

Para filsuf Eropa menyebut istilah akhir sejarah bagi modernisasi yang kemudian diikuti dengan perubahan besar. Tiga Gelombang Demokrasi Demokrasi modern ditandai dengan adanya perubahan pada bidang politik (perubahan dalam hubungan kekuasaan) dan bidang ekonomi (perubahan hubungan dalam perdagangan). Ciriciri utama

Lebih terperinci

Tindakan Amerika di negeri-negeri Muslim itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam

Tindakan Amerika di negeri-negeri Muslim itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam Tindakan Amerika di negeri-negeri Muslim itu berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam Presiden Barack Obama kembali menjejakkan kakinya di Indonesia. Tidak ke Jakarta sebagaimana November 2010

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yaitu di daerah Preah Vihear yang terletak di Pegunungan Dangrek. Di

BAB I PENDAHULUAN. yaitu di daerah Preah Vihear yang terletak di Pegunungan Dangrek. Di BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Thailand dan Kamboja merupakan dua negara yang memiliki letak geografis berdekatan dan terletak dalam satu kawasan yakni di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara ini

Lebih terperinci

Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM

Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM Mempersoalkan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu hal yang tidak mudah. Apalagi kita sebagai bangsa Indonesia,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan

Lebih terperinci

Kerja sama ekonomi internasional

Kerja sama ekonomi internasional Meet -12 1 hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatankesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan. Tujuan umum kerja

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pertahanan

Lebih terperinci

Prospek Perekonomian Indonesia dan Regulasi Perpajakan Aviliani 10 Maret 2016

Prospek Perekonomian Indonesia dan Regulasi Perpajakan Aviliani 10 Maret 2016 Prospek Perekonomian Indonesia dan Regulasi Perpajakan 2016 Aviliani 10 Maret 2016 SISTEM PEREKONOMIAN Aliran Barang dan Jasa Gross Domestic Bruto Ekonomi Global Kondisi Global Perekonomian Global masih

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN. Masa Resesi Ekonomi Dunia Tahun 1973 dan Tahun 1978 ini, menggunakan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN. Masa Resesi Ekonomi Dunia Tahun 1973 dan Tahun 1978 ini, menggunakan BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN Pengkajian skripsi yang berjudul Perkembangan Industri Jepang pada Masa Resesi Ekonomi Dunia Tahun 1973 dan Tahun 1978 ini, menggunakan beberapa sumber yang menunjang penyusunan

Lebih terperinci

Pertumbuhan Ekonomi Dunia, (dalam persen)

Pertumbuhan Ekonomi Dunia, (dalam persen) 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan ekonomi dunia mengalami

Lebih terperinci

tersebut selama berpuluh-puluh tahun. Nilai colorblindness sesungguhnya dapat dibaca melalui Amandemen ke-14 yang disahkan pasca perang sipil, yang

tersebut selama berpuluh-puluh tahun. Nilai colorblindness sesungguhnya dapat dibaca melalui Amandemen ke-14 yang disahkan pasca perang sipil, yang BAB IV PENUTUP Perbudakan terhadap orang kulit hitam di Amerika Serikat merupakan suatu bentuk imperialisme yang dilakukan oleh warga berkulit putih. Pada waktu itu, kaum kulit putih bukan hanya mendominasi

Lebih terperinci

OPERASI MILITER SELAIN PERANG. Oleh Hery Darwanto

OPERASI MILITER SELAIN PERANG. Oleh Hery Darwanto OPERASI MILITER SELAIN PERANG Oleh Hery Darwanto Saat ini dunia memang masih harus menyaksikan kejadian perang di beberapa kawasan, seperti di Suriah-Irak, Afrika Tengah dan Ukraina. Namun di kebanyakan

Lebih terperinci

SEJARAH PEPERANGAN ABAD MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

SEJARAH PEPERANGAN ABAD MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI FISIP HI UNJANI CIMAHI 2011 SEJARAH PEAN ABAD MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI Perang 30 Tahun & Perang Napoleon Perang Dunia I & Perang Dunia II Perang Dingin & Perang Global Melawan Terorisme

Lebih terperinci

Pidato Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa Ke-71 New York, 23 September 2016

Pidato Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa Ke-71 New York, 23 September 2016 Pidato Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa Ke-71 New York, 23 September 2016 Bapak Presiden SMU PBB, Saya ingin menyampaikan ucapan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL CONVENTION FOR THE SUPPRESSION OF TERRORIST BOMBINGS, 1997 (KONVENSI INTERNASIONAL PEMBERANTASAN PENGEBOMAN

Lebih terperinci

NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA Menimbang: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah

Lebih terperinci

Bab V. Kesimpulan. Namun hal ini berubah di tahun 2005 saat Mahmoud Ahmadinejad terpilih sebagai Presiden

Bab V. Kesimpulan. Namun hal ini berubah di tahun 2005 saat Mahmoud Ahmadinejad terpilih sebagai Presiden Bab V Kesimpulan Iran merupakan satu dari sekian negara yang memiliki hak untuk mengembangkan tenaga nuklirnya. Tergabung dalam NPT menjadi salah satu alasan kuat mengapa negara para Mullah itu memiliki

Lebih terperinci

BAB 1 PERANG DUNIA I

BAB 1 PERANG DUNIA I Page1 BAB 1 PERANG DUNIA I I. Penyebab Langsung a. 28 Juni 1914: Terbunuhnya Franz Ferdinand (pewaris tahta kerajaan Austria-Hongaria) dan istrinya karena ditembak oleh Gavrilo Princip (anggota teroris

Lebih terperinci

Legitimasi Masyarakat Internasional Terhadap Intervensi Kemanusiaan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tahun 2011.

Legitimasi Masyarakat Internasional Terhadap Intervensi Kemanusiaan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tahun 2011. Legitimasi Masyarakat Internasional Terhadap Intervensi Kemanusiaan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tahun 2011 Lindra Darnela Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syari ah dan Hukum Universitas

Lebih terperinci

: SARJANA/DIPLOMA. PETUNJUK KHUSUS Pilihlah salah satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan yang tersedia

: SARJANA/DIPLOMA. PETUNJUK KHUSUS Pilihlah salah satu jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara 5 pilihan yang tersedia MATA UJIAN BIDANG TINGKAT : P.ENGETAHUAN UMUM : SEJARAH : SARJANA/DIPLOMA PETUNJUK UMUM 1) Dahulukan menulis nama dan nomor peserta pada lembar jawaban 2) Semua jawaban dikerjakan di lembar jawaban yang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.324, 2013 KEMENTERIAN PERTAHANAN. Hukum. Humaniter. Hak Asasi Manusia. Penyelenggaraan Pertahanan Negara. Penerapan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun Konferensi Pers SETARA Institute Temuan Pokok Riset tentang Pemetaan Implikasi Politik Eksekusi Mati pada Hubungan Internasional Indonesia Jakarta, April 2015-04- Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah

Lebih terperinci

PERADABAN AMERIKA MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

PERADABAN AMERIKA MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI FISIP HI UNJANI CIMAHI 2011 PERADABAN MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI Revolusi Amerika 1776 Perang Sipil di Amerika 1861-1845 Perkembangan Amerika Serikat dan Amerika Latin Amerika Serikat Sebagai

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. Bab ini merupakan kesimpulan dari penulisan skripsi yang berjudul Peranan

BAB V KESIMPULAN. Bab ini merupakan kesimpulan dari penulisan skripsi yang berjudul Peranan 138 BAB V KESIMPULAN Bab ini merupakan kesimpulan dari penulisan skripsi yang berjudul Peranan Ideologi Posmarxisme Dalam Perkembangan Gerakan Anti Perang Masyarakat Global. Kesimpulan tersebut merujuk

Lebih terperinci

PENGUASAAN TEKNOLOGI PERTAHANAN MELALUI ALIH TEKNOLOGI

PENGUASAAN TEKNOLOGI PERTAHANAN MELALUI ALIH TEKNOLOGI PENGUASAAN TEKNOLOGI PERTAHANAN MELALUI ALIH TEKNOLOGI Penulis : Kolonel Czi Ir. Imam Soleh Hadi.,M.M 1. Teknologi Militer saat ini berkembang sangat pesat, bahkan beberapa Negara industri tidak mampu

Lebih terperinci

PERAN UNITED NATION SUPPORT MISSION IN LIBYA (UNSMIL) DALAM MENCIPTAKAN STABILITAS POLITIK DI LIBYA PASCA REVOLUSI

PERAN UNITED NATION SUPPORT MISSION IN LIBYA (UNSMIL) DALAM MENCIPTAKAN STABILITAS POLITIK DI LIBYA PASCA REVOLUSI ejournal Ilmu Hubungan Internasional, 2014, 2 (1): 261-274 ISSN 0000-0000, ejournal.hi.fisip-unmul.org Copyright 2014 PERAN UNITED NATION SUPPORT MISSION IN LIBYA (UNSMIL) DALAM MENCIPTAKAN STABILITAS

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG LAMBANG PALANG MERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG LAMBANG PALANG MERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG LAMBANG PALANG MERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan

BAB I PENDAHULUAN. berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemenuhan akan kebutuhan hidup memacu setiap manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, maka setiap individu melakukan berbagai usaha agar kebutuhan

Lebih terperinci

Realitas di balik konflik Amerika Serikat-Irak : analisis terhadap invasi AS ke Irak Azman Ridha Zain

Realitas di balik konflik Amerika Serikat-Irak : analisis terhadap invasi AS ke Irak Azman Ridha Zain Perpustakaan Universitas Indonesia >> UI - Tesis (Membership) Realitas di balik konflik Amerika Serikat-Irak : analisis terhadap invasi AS ke Irak Azman Ridha Zain Deskripsi Dokumen: http://lib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=93120&lokasi=lokal

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. sehingga berada dalam ujung tanduk kehancuran, momentum yang tepat ini

BAB V KESIMPULAN. sehingga berada dalam ujung tanduk kehancuran, momentum yang tepat ini BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Historis Kekalahan Uni Soviet dalam perang dingin membuatnya semakin lemah sehingga berada dalam ujung tanduk kehancuran, momentum yang tepat ini dimanfaatkan oleh negara-negara

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA- SAUDI ARABIA BULAN : JUNI 2015

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA- SAUDI ARABIA BULAN : JUNI 2015 PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA- SAUDI ARABIA BULAN : JUNI 2015 A. Perkembangan Perekonomian Saudi Arabia. 1. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan pertumbuhan ekonomi di Saudi Arabia diatur melambat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tesis ini akan membahas tentang peran Komunitas Internasional dalam menghadirkan dan mendukung Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Bosnia Herzegovina pada proses

Lebih terperinci

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Pengenalan Secara Objektif Memahami perbedaan utama diantara beberapa sistem ekonomi didunia. Cara belajar bagaimana mengelompokan negaranegara dengan

Lebih terperinci

2 Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Neg

2 Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Neg LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.200, 2015 PERTAHANAN. Pertahanan Negara. 2015-2019 Kebijakan Umum. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2015 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG LAHIRNYA DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959

LATAR BELAKANG LAHIRNYA DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959 LATAR BELAKANG LAHIRNYA DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959 A. Latar Belakang 1. Kehidupan politik yang lebih sering dikarenakan sering jatuh bangunnya kabinet dan persaingan partai politik yang semakin menajam.

Lebih terperinci

PEMBEBASAN PRANCIS 6 JUNI 25 AGUSTUS 1944: DARI PENDARATAN DI NORMANDIE HINGGA PEMBEBASAN PARIS SKRIPSI

PEMBEBASAN PRANCIS 6 JUNI 25 AGUSTUS 1944: DARI PENDARATAN DI NORMANDIE HINGGA PEMBEBASAN PARIS SKRIPSI PEMBEBASAN PRANCIS 6 JUNI 25 AGUSTUS 1944: DARI PENDARATAN DI NORMANDIE HINGGA PEMBEBASAN PARIS SKRIPSI Oleh: KARTIKA NPM 0704100265 PROGRAM STUDI PRANCIS FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

Sessi. Dosen Pembina:

Sessi. Dosen Pembina: Sessi Lingkungan Perdagangan Internasional yang Dinamis Dosen Pembina: Mumuh Mulyana Mubarak, SE. http://moebarak.wordpress.com Dengan Ekonomi Global Tercipta Pasar Dunia yang Kompetitif Terbentuk Pasar-pasar

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pertahanan

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

ATURAN PERILAKU BAGI APARAT PENEGAK HUKUM

ATURAN PERILAKU BAGI APARAT PENEGAK HUKUM ATURAN PERILAKU BAGI APARAT PENEGAK HUKUM Diadopsi oleh Resolusi Sidang Umum PBB No. 34/169 Tanggal 17 Desember 1979 Pasal 1 Aparat penegak hukum di setiap saat memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh

Lebih terperinci

SIKAP ISRAEL PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI BENJAMIN NETANYAHU TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN

SIKAP ISRAEL PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI BENJAMIN NETANYAHU TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN SIKAP ISRAEL PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI BENJAMIN NETANYAHU TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN (ISRAEL S RESPONSE IN THE ERA OF PRIME MINISTER BENJAMIN NETANYAHU TO THE IRAN S NUCLEAR PROGRAM) SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Periode perjuangan tahun sering disebut dengan masa

BAB I PENDAHULUAN. Periode perjuangan tahun sering disebut dengan masa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Periode perjuangan tahun 1945-1949 sering disebut dengan masa perjuangan revolusi fisik atau periode perang mempertahankan kemerdekaan. Periode tersebut merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjadi landasan utama pemikiran marxisme. Pemikiran marxisme awal yang

BAB I PENDAHULUAN. menjadi landasan utama pemikiran marxisme. Pemikiran marxisme awal yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ideologi marxisme pada saat ini telah meninggalkan pemahaman-pemahaman pertentangan antar kelas yang dikemukakan oleh Marx, dan menjadi landasan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008 38 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 198-28 Berdasarkan Gambar 4.1, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP pertanian negara-negara

Lebih terperinci

Tabel 1. Potensi Ancaman Perang Asimetris di Indonesia Ditinjau dari Berbagai Aspek Pelaku Sasaran Skala Metode Motif Dampak

Tabel 1. Potensi Ancaman Perang Asimetris di Indonesia Ditinjau dari Berbagai Aspek Pelaku Sasaran Skala Metode Motif Dampak PERANG ASIMETRIS (Disarikan dari Nugraha, A & Loy, N 2013, Pembangunan Kependudukan untuk Memperkuat Ketahanan Nasional dalam Menghadapi Ancaman Asymmetric War, Direktorat Analisis Dampak Kependudukan,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan depresiasi. Ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia juga telah

Lebih terperinci

Indonesia saat ini telah dikepung oleh 13 pangkalan militer Amerika. Ada apa?

Indonesia saat ini telah dikepung oleh 13 pangkalan militer Amerika. Ada apa? Indonesia saat ini telah dikepung oleh 13 pangkalan militer Amerika. Ada apa? Indonesia adalah salah satu wilayah di dunia Islam yang paling berpotensi melahirkan khilafah. Populasi penduduk Muslim terbesar

Lebih terperinci

Budi Mulyana, Pengamat Hubungan Internasional

Budi Mulyana, Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana, Pengamat Hubungan Internasional Pemerintah Indonesia melayangkan nota protes ke Kedubes Amerika Serikat setelah koran terkemuka di Australia Sydney Morning Herald, Selasa (29/10), menyebut

Lebih terperinci

Telah terjadi penembakan terhadap delapan TNI dan empat warga oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Bagaimana tanggapan Anda terkait hal ini?

Telah terjadi penembakan terhadap delapan TNI dan empat warga oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Bagaimana tanggapan Anda terkait hal ini? Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus beraksi dalam beberapa bulan terakhir di Papua. Aparat keamanan dan kepolisian jadi sasaran, termasuk warga sipil. Sudah banyak korban yang tewas karenanya, termasuk

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. negara dalam rangka mencapai tujuan tujuan tertentu telah banyak dipraktekan.

BAB I. PENDAHULUAN. negara dalam rangka mencapai tujuan tujuan tertentu telah banyak dipraktekan. BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam hubungan pergaulan masyarakat internasional, kerjasama antar negara dalam rangka mencapai tujuan tujuan tertentu telah banyak dipraktekan. Namun demikian,

Lebih terperinci

Lingkungan Strategis XXI

Lingkungan Strategis XXI Lingkungan Strategis XXI Balance of Power ARMS Trade Strategic Environment Force Deployment RMA Unipolar Moment-Concert of Power Differentiation of Distribution of Power Imperial Overstretch Limit of Innovation

Lebih terperinci

PIAGAM KERJASAMA PARTAI DEMOKRAT DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TAHUN

PIAGAM KERJASAMA PARTAI DEMOKRAT DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TAHUN PIAGAM KERJASAMA PARTAI DEMOKRAT DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TAHUN 2009-2014 Atas berkat Rahmat Allah SWT, Para penandatangan piagam kerjasama telah sepakat untuk membentuk koalisi berbasis platform

Lebih terperinci

Tabel 1. Perkembangan Jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui Pintu Masuk Makassar menurut Kebangsaan

Tabel 1. Perkembangan Jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui Pintu Masuk Makassar menurut Kebangsaan BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 23/05/73/Th. X, 2 Mei PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu

Lebih terperinci

INDONESIA DAN REFORMASI PBB

INDONESIA DAN REFORMASI PBB INDONESIA DAN REFORMASI PBB Oleh: DR. Yanyan Mochamad Yani, Drs., M.A. Enam puluh satu sudah usia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Suatu usia yang panjang jika dibandingkan dengan organisasi pendahulunya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berakhirnya Perang Dunia II ternyata tidak membuat situasi perpolitikan

BAB I PENDAHULUAN. Berakhirnya Perang Dunia II ternyata tidak membuat situasi perpolitikan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berakhirnya Perang Dunia II ternyata tidak membuat situasi perpolitikan dunia menjadi aman. Justru pada masa itulah situasi politik yang mencekam semakin terasa,

Lebih terperinci

RESUME PERUBAHAN SIKAP CHILE TERHADAP KONFLIK ISRAEL-PALESTINA

RESUME PERUBAHAN SIKAP CHILE TERHADAP KONFLIK ISRAEL-PALESTINA 1 RESUME PERUBAHAN SIKAP CHILE TERHADAP KONFLIK ISRAEL-PALESTINA Konflik di Israel dengan negara-negara Arab di Timur Tengah terjadi karena adanya dua kelompok masyarakat berbeda Israel, dari bangsa Yahudi,

Lebih terperinci

2 2. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara

2 2. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.175, 2015 Pertahanan. Misi Pemeliharaan Perdamaian. Pengiriman. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 2015 TENTANG PENGIRIMAN MISI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN

Lebih terperinci

SIKAP ISRAEL PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI BENJAMIN NETANYAHU TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN

SIKAP ISRAEL PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI BENJAMIN NETANYAHU TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN SIKAP ISRAEL PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI BENJAMIN NETANYAHU TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN (ISRAEL S RESPONSE IN THE ERA OF PRIME MINISTER BENJAMIN NETANYAHU TO THE IRAN S NUCLEAR PROGRAM) SKRIPSI

Lebih terperinci

Pembahasan Latihan Soal UM Unair 2015 IPS MATEMATIKA

Pembahasan Latihan Soal UM Unair 2015 IPS MATEMATIKA Pembahasan Latihan Soal UM Unair 05 IPS ----------------------------------------------------------------- @ujiantulis.com. Jawab: A Jika 9 habis dibagi 5 maka 9 bilangan genap = salah salah = benar MATEMATIKA

Lebih terperinci

SAN REMO MANUAL TENTANG HUKUM PERANG DI LAUT BAB I KETENTUAN UMUM. Bagian I Ruang Lingkup Penerapan Hukum

SAN REMO MANUAL TENTANG HUKUM PERANG DI LAUT BAB I KETENTUAN UMUM. Bagian I Ruang Lingkup Penerapan Hukum Catatan : Naskah ini adalah terjemahan yang dikerjakan oleh Tim TNI AL dan ICRC (Perbanyakan dan penggandaan hanya dapat dilakukan atas ijin team penterjemah) SAN REMO MANUAL TENTANG HUKUM PERANG DI LAUT

Lebih terperinci

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Oleh : Dr. Chairul Anam, SE

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Oleh : Dr. Chairul Anam, SE SISTEM MONETER INTERNASIONAL Oleh : Dr. Chairul Anam, SE PENGERTIAN KURS VALAS VALUTA ASING (FOREX) Valas atau Forex (Foreign Currency) adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada masa kini Hak Asasi Manusia (HAM) telah menjadi issue

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada masa kini Hak Asasi Manusia (HAM) telah menjadi issue 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada masa kini Hak Asasi Manusia (HAM) telah menjadi issue internasional yang sangat penting, bahkan bagi negara-negara maju HAM dijadikan senjata untuk menekan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 merupakan. dampak lemahnya fundamental perekonomian Indonesia.

I. PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 merupakan. dampak lemahnya fundamental perekonomian Indonesia. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 merupakan dampak lemahnya fundamental perekonomian Indonesia. Pada satu sisi Indonesia terlalu cepat melakukan

Lebih terperinci

KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT MENINGKATKAN HUBUNGAN DENGAN NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN BARRACK OBAMA

KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT MENINGKATKAN HUBUNGAN DENGAN NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN BARRACK OBAMA KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT MENINGKATKAN HUBUNGAN DENGAN NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN BARRACK OBAMA (STUDI TERHADAP KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TENTANG ISLAM DAN TERORISME) Dewasa

Lebih terperinci

CHAPTER I INTRODUKSI PENDULUM THE SICK MAN

CHAPTER I INTRODUKSI PENDULUM THE SICK MAN CHAPTER I INTRODUKSI PENDULUM THE SICK MAN SEJAK kekhalifahan Usmaniah runtuh, Turki seperti seorang pemuda yang jatuh bangun, tergopoh-gopoh mencari jati dirinya. Ideologi dan garis-politik sekuler yang

Lebih terperinci