BAB II PROFIL PERUSAHAAN. perdagangan valuta asing atau yang biasa disebut money changer. PT. Narasindo

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II PROFIL PERUSAHAAN. perdagangan valuta asing atau yang biasa disebut money changer. PT. Narasindo"

Transkripsi

1 22 BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Narasindo Mitra Perdana adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan valuta asing atau yang biasa disebut money changer. PT. Narasindo Mitra Perdana didikan pada akhir tahun 1998 tepatnya tanggal 23 September Awal sejarah berdirinya perusahaan didirikan oleh tiga orang pemegang saham, yaitu Tuan Abdul Hadi Nasution, Tuan Batubara dan Tuan Muhammad Zaim Lubis. Namun salah seorang pemegang saham mundur, yaitu Tuan Batubara dan digantikan oleh Tuan Dian Surianto. Berhadapan dengan Notaris H. Syamsuddin Lana SH, sebagai pengganti sementara Ny. Pagit Maria Tarigan. Menurut surat Penetapan dari ketua Pengadilan Negeri Medan tertanggal 19 Agustus 1998 nomor 39/Not/1998/PN. Medan. Pendirian perusahaan disyahkan oleh pemerintah dalam SK Menteri Kehakiman RI Nomor C HT.01-4 TH. 99. Terbentuknya nama perusahaan Narasindo terdiri dari kata Naras dan Indo yang dilatar belakangi oleh adanya tiga Marga dari ketiga pendiri perusahaan yaitu Nasution, Batubara dan Lubis kata Indo berarti singkatan dari Indonesia. Untuk selanjutnya perusahaan ini bernama PT. Narasindo Mitra Perdana (dalam anggaran dasar disingkat dengan perseroan) yang berkedudukan di Medan,

2 23 berkantor dijalan Ir. Juanda No. 55 E Medan. Maksud dan tujuan utama dari perseroan adalah perdagangan valuta asing dan untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut perusahaan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut : - Menjalankan usaha jual beli Uang Kerta Asing (UKA)/Bank Notes. - Pembelian Travellers Chequa. Adapun modal dasar dari PT. Narasindo Mitra Perdana Medan pada awal berdirinya adalah berjumlah RP , yang terbagi atas 500 lembar saham dan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp Dari modal tersebut dasar tersebut telah ditempatkan oleh para pendiri, yaitu : 1. Tn. Abdul Hadi Nasution memiliki 375 lembar saham bernilai nominal seluruhnya Rp Tn. Dian Surianto memiliki 75 lembar saham bernilai nominal seluruhnya Rp Tn. Muhammad Zaini Lubis memiliki 50 lembar saham bernilai nominal seluruhnya Rp Dan hingga tahun 2007 modal dasar meningkat berjumlah Rp yang terbagi atas 800 lembar saham dan masing-masing lembar saham bernilai nominal Rp Dimana Tn. Abdul Hadi Nasution tetap memiliki jumlah saham besar, yaitu 580 lembar saham. Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa pemegang saham terbesar adalah Tn. Abdul Hadi Nasution yang memiliki jabatan tertinggi sebagai Direktur Utama. Selain itu terbentuknya perusahaan ini juga dengna adanya keinginan Tn. Abdul Hadi Nasution untuk mendirikan perusahaan perdagangan valuta asing. Hal

3 24 ini dilatar belakangi oleh, sebelum berdirinya perusahaan ini Tn. Abdul Hadi Nasution adalah seorang karyawan pada perusahaan yang bergerak dibidang Tours and Travel, dimana beliau pada saat itu memiliki jabatan sebagai manager pemasaran yang bertugas dan bertanggung jawab dalam pengadaan tamu dan pelayanan tamu-tamu asing diantaranya dalam melayani tamu asing untuk melakukan penukaran mata uang asing. Karena tamu yang ada sebagian besarnya adalah berkebangsaan asing sehingga beliau bertugas mengantarkan tourist tersebut ke tempat penukaran mata uang asing sedangkan perusahaan money changerr itu bukan merupakan bagian dari perusahaan tersebut. Daripada itu maka terpikirlah olehnya untuk mendirikan perusahaan menukarkan uang diperusahaan sendiri. Maka beliaupun berencana mendirikan perusahaan ini, namum saat itu modal beliau belum memiliki modal yang cukup, karena untuk mendirikan perusahaan ini tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit. Maka beliaupun melakukan negosiasi dengan temannya untuk mendirikan perusahaan ini. Dan hingga kini PT. Narasindo Mitra Perdana masih melakukan kegiatan usahanya. B. Jenis Usaha PT. Narasindo Mitra Perdana adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan valuta asing yang biasa disebut juga money changer. Pada hari-hari tertentu terdapat banyak penunjang/tamu yang berdatangan ke perusahaan, terutama pada tanggal merah atau libur panjang untuk dapat menukarkan mata uang. Tamu-tamu yang datang bukan hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga

4 25 berasal dari luar negeri, tentunya baik dalam rangka tugas kerja ataupun sekalian untuk liburan. Adapun nama-nama valuta asing sekarang yang dapat dijual dan dibeli pada perusahaan adalah sebagai berikut : Tabel 2.1 Daftar Nama Valuta Asing dan Asal Negara No Nama Valuta Asing Nama Negara 1 AUD Australia 2 BND Brunai Darussalam Dollar 3 CAD Canada Dollar 4 CHF Swis Fran 5 EURO Uni Eropa 6 GBP Pounds Terling 7 HKD Hongkong Dollar 8 JPY Japan/Yen 9 MYR Ringgit Malaysia 10 NTS Taiwan 11 NZD New Zealand 12 REAL Saudi Arapia 13 SGD Singapure Dollar 14 THR Thailand Bath 15 USD Amerika Dollar 16 Won Korea Selatan 17 Yuan China

5 26 Dengan melihat tabel penjualan mata uang asing yang sekarang telah mengalami banyak kemajuan dan peningkatan karena yang sebelumnya perusahaan hanya menjual beberapa valuta asing/mata uang saja kini telah bertambah menjadi 17 negara, ini menunjukkan kalau perusahaan sudah dapat dikatakan berhasil dalam menjalankan penjualan mata uang asingnya kepada para tamu yang datang. Hal mengembirakan tersebut tidak hanya berhenti sampai disitu saja, karena perusahaan akan terus meningkatkan penjualan mata uang asingnya baik pada tahun sekarang ataupun pada tahun yang berikutnya. Perusahaan akan terus menambah daftar nama mata uang asingnya kepada negara negara yang lainnya. Agar apabila ada tamu dari negara yang belum tercantum pada daftar penjualan mata uang asing dapat juga menukarkan mata uang asing tersebut dan tidak mengecewakan para tamu yang datang ke perusahaan. Adapun harga-harga pokok penjualan, biaya-biaya operasional dan beban pajak penghasilan dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Harga pokok penjualan valuta asing ditentukan dari jumlah persediaan awal valuta asing ditambah pembelian valuta asing pada periode ini dan dikurangi jumlah persediaan akhir valuta asing. b. Biaya-biaya operasi Biaya-biaya operasi merupakan biaya-biaya yang timbul dalam pelaksanaan aktiva perusahaan selama periode berjalan. c. Beban pajak penghasilan

6 27 Beban pajak penghasilan ditentukan dengan tarif ketetapan pajak yaitu 10%, 15% dan 30% dari laba sebelum pajak. Dengan ketentuan sebagai berikut : Rp. 0 s/d Rp ,- tarif 10% Rp ,- s/d Rp ,- tarif 15% Diatas Rp ,- tarif 30% C. Struktur Organisasi Perusahaan Suatu perusahaan yang ingin sukses dalam mencapai tujuannya akan membutuhkan suatu sistem hubungan kerja yang harmonis diantara anggotanya dengan kesatuan kerja yang menjadi bagian-bagian dalam perusahaan, dengan kata lain sebelum menjalankan suatu aktivitas di dalam perusahaan sangatlah penting untuk membuat tata hubungan dari wewenang dan tanggung jawab atau yang lazim disebut struktur organisasi. Struktur organisasi adalah pola tata hubungan antara komponen-komponen organisasi. Baik tidaknya struktur organisasi perusahaan akan mempengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi setiap anggota dalam perusahaan tersebut. Secara keseluruhan di dalam pencapaian suatu tujuan perusahaan dengan adanya struktur organisasi yang tepat agar kegiatan operasi perusahaan dapat dijalankan dengan teratur, sistematis dan terkoordinir. Struktur Organisasi diperlihatkan pada Gambar 2.1. dibawah ini :

7 28 Direktur Utama Direktur operasional Sekretaris Direksi Manager accounting Manager Personalia Manager Administrasi Satpam Transportasi Kasir Sumber PT. Narasindo Mitra Perdana Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Narasindo Mitra Perdana

8 29 D. Job Descripsion Adapun fungsi dan tanggung jawab struktur organisasi pada PT. Narasindo Mitra Perdana adalah sebagai berikut : 1. Direktur utama bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Menetapkan kebjiakan strategis perusahaan b. Merencanakan, membina dan mengembangkan efektifitas dan efisiensi organisasi sesuai dengan kebutuhan. c. Memelihara dan mengelola kekayaan perusahaan. d. Bertindak sebagai pimpinan umum perusahaan, mengkoordinir kegiatan anggota direksi dalam mengendalikan kegiatan operasional perusahaan. e. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. f. Berhak mewakili perseroan di dalam dan diluar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan perseroan, serta menjalankan segala tindakan baik yang mengenai kepengurusan. 2. Direktur operasional bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Bertanggung jawab kepada direktur utama atas tugasnya. b. Melakukan kontrol/pengawasan atas laporan yang dibuat oleh bagian pembukuan. 3. Administrasi pembukuan bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Mempunyai tanggung jawab kepada direktur operasional atas tugasnya.

9 30 b. Menghitung transaksi pembelian dan penjualan valuta asing serta pengeluaran-pengeluaran. c. Mencatat segala transaksi yang terjadi dan mencatatnya dalam jurnal. d. Menyiapkan laporan keuangan. 4. Manager Accounting bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Melakukan investasi dan pendanaan b. Melakukan keputusan investasi perusahaan c. Melakukan keputusan pembelanjaan d. Netto 5. Manager personalia bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Mengatur /Memanajemen sumber daya manusia, yaitu karyawan. b. Menyusun rencana arus kas. c. Membuat usulan rencana pembinaan bawahan yang menjadi tanggung jawab sesuai dengan arah perkembangan perusahaan. d. Membuat rencana anggran biaya usaha. e. Membuat rencana arus kas dan meninjau secara berkala. 6. Kasir bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Bertanggung jawab kepada bagian administrasi pembukuan atas tugasnya. b. Menghitung jumlah valuta asing yang dijual/dibeli dari konsumen dan menyerahkan dalam mata uang rupiah. 7. Teller bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Bertanggung jawab kepada bagian kasir terhadap tugasnya

10 31 b. Melayani konsumen langsung, maksudnya melayani konsumen yang datang untuk menjual/membeli valuta asing. 8. Marketing bertugas dan bertanggung jawab atas : a. Bertanggung jawab kepada bagian kasir atas tugasnya. b. Mengambil valuta asing yang ada pada stock. c. Menjual valuta asing kepada konsumen yang memesan valuta asing tersebut. E. Usaha Kinerja Terkini Seperti yang sudah dijelaskan pada sejarah singkat perusahaan, kalau PT. Narasindo Mitra Perdana Medan adalah perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan yaitu bergerak dibidang Tours and Travel yaitu seperti menyewakan mobil-mobil rental kepada para tamu yang datang baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. Seperti para tamu yang datang dari luar negeri akan lebih baik menggunakan Tours and Travel yang berasal dari perusahaan sendiri, seandainya ada tamu yang datang ke Indonesia atau tepatnya kota Medan maka perusahaan sendiri yang akan membawa para tamu untuk jalanjalan ke daerah wisata Medan yang sudah dianggap mempunyai nama baik di daerah Medan. Maka daripada itu Tuan Abdul Hadi Nasution selaku menjabat Direktur utama pada PT. Narasindo Mitra Perdana Medan mempunyai ide/gagasan untuk dapat mendirikan tempat penukaran mata uang asing atau yang biasa disebut sebagai money changer, karena dengan mendirikan tempat penukaran mata uang

11 32 asing akan lebih mempermudah bagi para tamu yang datang dari luar negeri dan juga akan lebih menguntungkan bagi perusahaan sendiri karena tamu yang datang dapat langsung bisa menukarkan mata uang asingnya dengan mata uang rupiah. Adapun nama-nama mata uang asing di jual pada awalnya diperusahaan hanya mata uang dari beberapa negara saja karena mengingat minimnya modal yang masih terkumpul yaitu seperti : - AUD untuk Australia Dollar. - BND untuk Brunai Darussalam Dollar. - MYR untuk Ringgit Malaysia. - REAL untuk Saudi Arabia. - SGD untuk Singapure Dollar. - USD untuk Amerika Dollar. Hingga saat ini penjualan mata uang asing sudha dapat memberikan arah yang positif dan memberikan kemajuan bagi perusahaan. Mengingat bawa laporan laba rugi disusun dengan maksud memberikan gambaran mengenai hasil usaha yang diperoleh dan biaya yang berkaitan dengan hasil usaha tersebut serta laba/rugi dari hasil operasi penjualan mata uang asing diperusahaan. Laporan laba rugi merupakan gambaran sumber-sumber penghasilan dan jenis-jenis dari beban pada suatu periode tertentu yang dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan penghasilan atau mengurangi beban sehingga beban laba dapat ditingkatkan untuk periode mendatang. Data ini dapat dijadikan dasar oleh penganalisaan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan apa yang akan terjadi pada kemudian hari.

12 33 Melihat laporan laba rugi PT. Narasindo Mitra Perdana Medan disusun dalam bentuk multiple step yaitu bentuk laporan laba rugi dimana dilakukan beberapa pengelompokkan terhadap pendaptan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urutan tertentu. Perkiraan terhadap penjualan valuta asing berasal dari hasil penjualan valuta asing yang diperoleh perusahaan selama (satu) periode. Dimana penjualan vlauta asing merupakan kegiatan daripada perusahaan. Penentuan nilai jugal valuta asing berdasarkan kurs valuta asing yang berlaku saat itu juga atua saat terjadinya transaksi, dimana kurs valuta asing setiap harinya dapat saja mengalami perubahan. Nilai kurs yang digunakan oleh perusahaan untuk menetapkan harga jual saat terjadinya transaksi didasarkan atas nilai kurs yang berlaku dipasaran yang diperoleh dengan pengamatan melalui media, khususnya media alektronik pada setiap harinya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa nilai jual valuta asing disetiap perusahaan yang sama agar tidak terjadi perbedaan nilai jual pada perusahaan lain. Dan bukan berdasarkan pada kurs Bank Indonesia. Namun setiap bulannya disusun laporan untuk menyesuaikan dengan kurs yang berlaku di Bank Indonesia. Setelah kita melihat pembelian dan penjualan yang dilakukan PT. Narasindo Mitra Perdana pada laporan kegiatan usaha terkini dapat kita lihat dengan jelas bahwasanya kegiatan didalam perusahaan mengalami kenaikan yang cukup baik. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil atau saldo awal UKA/Uang Kertas Asing yaitu berjumlah Rp dan pada saldo Akhir UKA / uang Kertas Asing mengalami kenaikan menjadi Rp Kenaikan tersebut

13 34 tentu akan membuat perusahaan mengalami profit/keuntungan sebesar Rp Pendapatan yang paling besar dapat kita lihat pada penjualan mata uang asing USD (Amerika Dollar). Hal ini berarti kalau pada tahun tersebut tamu yang berasal dari Amerika lebih banyak yang datang dan menukarkan mata uang asing kepada perusahaan. F. Rencana Kegiatan PT.Narasindo Mitra Perdana adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan valuta asing atau yang biasa di sebut dengan money changer pada awal tahun 2009 pimpinan perusahaan baru saja membicarakan dan membahas tentang rencana kegiatan yang akan di lakukan oleh pihak perusahaan di tahun yang akan datang. Pihak perusahaan rencananya akan membuka cabang yang sama seperti perusahaan yang sama di medan pada tahun 2011, ada pun kota yang di pilih perusahaan untuk di dirikan cabang perusahaan yaitu kota padang. Tentunya perusahaan telah memikirkan dengan baik terhadap kota tersebut dengan melihat berbagai faktor, yaitu seperti: - Begitu banyaknya peminat tamu yang datang dari luar negeri untuk tujuan kota tersebut - Keindahan yang dapat atau banyak di tawarkan pada kota tersebut - Agar kalau tamu atau karyawan yang hendak ke kota tersebut kalau mengalami kesulitan dapat meminta bantuan pada perusahaan cabang

14 35 Oleh karna itu, perusahaan sudah harus memikirkan biaya-biaya yang akan di keluarkan untuk dapat membangun perushaan cabang tersbut. Tentunya perusahaan akan mengeluarkan dana yang lebih besar dari pada dana yang dibangun dikota medan. Kalau perusahaan yang dibangun dikota medan mengeluarkan biaya ± Rp ,- mungkin kalau biaya yang dikeluarkan untuk membangun perusahaan dikota cabang tersebut bisa lebih besar dari Rp ,- dan diperkirakan perusahaan akan mengeluarkan biaya sebesar ± Rp ,- tentunya dengan menyewa bangunan untuk tempat perusahaan, merekrut para karyawan baru untuk ditempatkan pada posisi yang disediakan dan menyediakan mata uang asing yang seperti ada pada perusahaan dikota medan, misalnya seperti: - AUD AUSTRALIAN DOLLAR - BND BRUNAI DARUSSALAM DOLLAR - EURO UNI EROPA - GBP POUNDSTERLING - SGD SINGAPURE DOLLAR

MENTERI KEUANGAN MEMUTUSKAN :

MENTERI KEUANGAN MEMUTUSKAN : JENIS : KEPUTUSAN NOMOR : 50/KM.11/2014 TANGGAL : 25 NOPEMBER 2014 26 NOPEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 02 DESEMBER 2014 UNTUK TANGGAL 26 NOPEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 02 DESEMBER 2014 Mewah, Bea Keluar, dan Pajak

Lebih terperinci

MMStax-Info Februari 2012 Edisi Bahasa Indonesia

MMStax-Info Februari 2012 Edisi Bahasa Indonesia MMStax-Info Februari Edisi Bahasa Indonesia Peraturan Perpajakan Terbaru KETENTUAN UMUM PERPAJAKAN Nomor Tanggal Tentang Tanggal Efektif 24/PMK.011/ 2 Februari perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan

Lebih terperinci

MMStax-Info Juli 2011 Edisi Bahasa Indonesia

MMStax-Info Juli 2011 Edisi Bahasa Indonesia MMStax-Info Juli 2011 Edisi Bahasa Indonesia Peraturan Perpajakan Terbaru PAJAK DAERAH Perpres Nomor 36 Tahun 2011 4 Juli 2011 Perubahan atas tarif pajak bahan bakar kendaraan bermotor 7 September 2010

Lebih terperinci

MMStax-Info Agustus 2011 Edisi Bahasa Indonesia

MMStax-Info Agustus 2011 Edisi Bahasa Indonesia MMStax-Info Agustus Edisi Bahasa Indonesia Peraturan Perpajakan Terbaru PAJAK PENGHASILAN Nomor Tanggal Tentang Tanggal Efektif 130/PMK.011/ 15 Agustus Pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak

Lebih terperinci

MMStax-Info Januari 2012 Edisi Bahasa Indonesia

MMStax-Info Januari 2012 Edisi Bahasa Indonesia MMStax-Info Januari 2012 Edisi Bahasa Indonesia Peraturan Perpajakan Terbaru PAJAK PERTAMBAHAN NILAI Nomor Tanggal Tentang Tanggal Efektif PP Nomor 1 Tahun 2012 3 Januari 2012 Pelaksanaan UU Nomor 8 Tahun

Lebih terperinci

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PEDAGANG VALUTA ASING

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PEDAGANG VALUTA ASING RAHASIA REPUBLIK INDONESIA SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PEDAGANG VALUTA ASING 2011-2012 PERHATIAN 1. Daftar isian ini digunakan untuk mencatat Keterangan dan Laporan Keuangan Perusahaan Pedagang Valuta Asing

Lebih terperinci

Wednesday, November 16, 2011 IPS SMP. S. Efiaty, S.Pd. SMP Negeri 5 Yogyakarta S. Efiaty, S.Pd.

Wednesday, November 16, 2011 IPS SMP. S. Efiaty, S.Pd. SMP Negeri 5 Yogyakarta S. Efiaty, S.Pd. Wednesday, November IPS SMP S. Efiaty, S.Pd SMP Negeri 5 Yogyakarta. Bab VIII Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional Perdagangan internasional adalah proses tukar menukar barang atau jasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pramuwisata atau Pemandu Wisata (Tour Guide), karena sebuah perjalanan wisata

BAB I PENDAHULUAN. Pramuwisata atau Pemandu Wisata (Tour Guide), karena sebuah perjalanan wisata 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu sektor penentu suksesnya sebuah perjalanan wisata adalah Pramuwisata atau Pemandu Wisata (Tour Guide), karena sebuah perjalanan wisata tidak akan lengkap

Lebih terperinci

Transaksi Mata Uang Asing. Bab 13

Transaksi Mata Uang Asing. Bab 13 Transaksi Mata Uang Asing Bab 13 Mengenal Valuta Asing Valuta asing atau biasa disebut juga dengan kata lain seperti valas, foreign exchange, forex atau juga fx adalah mata uang yang di keluarkan sebagai

Lebih terperinci

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/53/DPbS tanggal 22 November 2005 Lampiran I. KOMPONEN

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/53/DPbS tanggal 22 November 2005 Lampiran I. KOMPONEN Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/53/DPbS tanggal 22 November 2005 Lampiran I. KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM DAN AKTIVA TERTIMBANG MENURUT RISIKO PT. BANK XYZ Bulan :. (dalam jutaan Rp) No.

Lebih terperinci

FORMULIR LAPORAN PERHITUNGAN ATMR RISIKO PASAR MENGGUNAKAN METODE STANDAR

FORMULIR LAPORAN PERHITUNGAN ATMR RISIKO PASAR MENGGUNAKAN METODE STANDAR FORMULIR LAPORAN PERHITUNGAN ATMR RISIKO PASAR MENGGUNAKAN METODE STANDAR NAMA BANK BULAN LAPORAN CONTACT PERSON DIVISI/BAGIAN TELP./E-MAIL - 2 - Formulir I.A Benchmark Suku Bunga - Spesifik*) No. Surat

Lebih terperinci

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PEDAGANG VALUTA ASING

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PEDAGANG VALUTA ASING RAHASIA REPUBLIK INDONESIA SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PEDAGANG VALUTA ASING 2010-2011 PERHATIAN 1. Daftar isian ini digunakan untuk mencatat Keterangan dan Laporan Keuangan Perusahaan Pedagang Valuta Asing

Lebih terperinci

7. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/7/2010 MEMUTUSKAN:

7. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/7/2010 MEMUTUSKAN: Peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 120/BAPPEBTI/PER/03/2015 7. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/7/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan

Lebih terperinci

MMStax-Info Desember 2011 Edisi Bahasa Indonesia

MMStax-Info Desember 2011 Edisi Bahasa Indonesia MMStax-Info Desember Edisi Bahasa Indonesia Peraturan Perpajakan Terbaru PAJAK PENGHASILAN Nomor Tanggal Tentang Tanggal Efektif PER-45/PJ/ 29 Desember Tata cara penetapan saat dimulainya berproduksi secara

Lebih terperinci

TAX INFO PENGEMBALIAN KELEBIHAN PPN PKP BERESIKO RENDAH I NSIDE T HIS I SSUE

TAX INFO PENGEMBALIAN KELEBIHAN PPN PKP BERESIKO RENDAH I NSIDE T HIS I SSUE TAX INFO Volume 2-TI/MBC Desember 2010 PENGEMBALIAN KELEBIHAN PPN PKP BERESIKO RENDAH DJP menerbitkan PER-63/PJ/2010 tanggal 22 Desember 2010 tentang tata cara pengembalian kelebihan PPN PKP beresiko rendah.

Lebih terperinci

STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA

STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA KARYA ILMIAH VOREX Di Susun Oleh : Ifan Candra Kusuma (10.11.4433) S1-TI-L STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010/2011 Apa sebenarnya Forex itu? Vorex Adalah Bursa valuta asing (Inggris: Foreign exchange market

Lebih terperinci

MMStax-Info November 2011 Edisi Bahasa Indonesia

MMStax-Info November 2011 Edisi Bahasa Indonesia MMStax-Info November Edisi Bahasa Indonesia Peraturan Perpajakan Terbaru PAJAK PENGHASILAN Nomor Tanggal Tentang Tanggal Efektif PER-32/PJ/ 11 November Perubahan atas PER-43/PJ/2010 tentang penerapan prinsip

Lebih terperinci

MENTER!KEUANGAN REPUBLIK!NDONESIA SALIN AN

MENTER!KEUANGAN REPUBLIK!NDONESIA SALIN AN MENTER!KEUANGAN REPUBLIK!NDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 151 /PMK. 08/2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 122/PMK. 08/.2016 TENTANG TATA CARA

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI ANALISIS

BAB III METODOLOGI ANALISIS 59 BAB III METODOLOGI ANALISIS 3.1 Kerangka Pemikiran Pembahasan tesis ini, didasarkan pada langkah-langkah pemikiran sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi objek pajak perusahaan dan menganalisis proses

Lebih terperinci

3 Sejarah Uang telah ada sejak SM Ditemukan pertama kali di daratan Cina dan beberapa negara di sekitar Laut Tengah

3 Sejarah Uang telah ada sejak SM Ditemukan pertama kali di daratan Cina dan beberapa negara di sekitar Laut Tengah UANG 1 Definisi Uang segala sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat tukar dan alat pembayaran. 1.1 Robertson segala sesuatu yang diterima umum sebagai alat pembayaran barang - barang. 1.2

Lebih terperinci

BAB II PT IRA WIDYA UTAMA MEDAN

BAB II PT IRA WIDYA UTAMA MEDAN BAB II PT IRA WIDYA UTAMA MEDAN A. Sejarah Singkat PT. IRA WIDYA UTAMA pada awal berdiri adalah perusahaan yang berbentuk perseroan komanditer dengan nama CV. IRA CORPORATION, yang berdiri pada tanggal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jones (2008: 4) di dalam bukunya yang berjudul Investment Analysis

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jones (2008: 4) di dalam bukunya yang berjudul Investment Analysis BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jones (2008: 4) di dalam bukunya yang berjudul Investment Analysis and Management mengatakan we invest to make money. Dari kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa

Lebih terperinci

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/38/DPBPR tanggal 28 Desember 2007

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/38/DPBPR tanggal 28 Desember 2007 Nomor Lampiran :. :. Lampiran 1., Perihal : Permohonan Persetujuan Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Pedagang Valuta Asing. Menunjuk Peraturan No.9/11/PBI/ tanggal 5 September dan sesuai dengan Rencana

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI. Bank Perkreditan Rakyat merupakan bank yang didirikan berdasarkan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI. Bank Perkreditan Rakyat merupakan bank yang didirikan berdasarkan BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI A. Sejarah Ringkas Bank Perkreditan Rakyat merupakan bank yang didirikan berdasarkan Syari ah. Bank ini didirikan karena masih banyak terdapat umat islam yang belum

Lebih terperinci

TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN RASIO KECUKUPAN MODAL LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN RASIO KECUKUPAN MODAL LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN RASIO KECUKUPAN MODAL LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA Tata cara penyusunan dan penyampaian laporan Rasio Kecukupan Modal disusun dengan berpedoman pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seperti yang kita ketahui di setiap negara memiliki mata uang yang berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lain, sehingga dalam melakukan suatu

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk

LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan 2007 PT Asahimas Flat Glass Tbk Rusli Pranadi Manager Corporate Finance Samuel Rumbajan Direktur Keuangan NERACA (Tidak diaudit) 30 September 2008

Lebih terperinci

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Aktifitas internasional dilakukan oleh berbagai masyarakat sekarang ini, seperti pembayaran transaksi yang dilakukan dengan pihak luar negeri, biaya pendidikan anak

Lebih terperinci

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Bank 2.b, 4 7.079.491 4.389.630 Investasi Jangka Pendek 2.d, 5 6.150 6.150 Piutang Usaha 2.b,

Lebih terperinci

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

Premium Saving Merupakan produk tabungan dengan suku bunga optimal setara deposito Deskripsi Produk

Premium Saving Merupakan produk tabungan dengan suku bunga optimal setara deposito Deskripsi Produk Tabungan Tinjauan Standard Chartered Bank ( SCB ) menyediakan beragam tabungan dalam bentuk mata uang Rupiah maupun Asing yang memberikan kemudahan dan kenyamanan sesuai dengan kebutuhan perbankan nasabah.

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun

BAB II BAHAN RUJUKAN. Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Anggaran Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Anggaran (budget) merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu

Lebih terperinci

dan Nyonya Sulistiowati Rudyono berdasarkan Akte Notaris Rachman Umar, SH HT TH'95 tertanggal 10 Agustus 1995 dan mendapatkan persetujuan dari

dan Nyonya Sulistiowati Rudyono berdasarkan Akte Notaris Rachman Umar, SH HT TH'95 tertanggal 10 Agustus 1995 dan mendapatkan persetujuan dari BAB JII METODOLOGI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Perusahaan PT. HILLCON JAYA SAKTI didirikan pada tahun 1995 oleh Tuan Ir. Hersan, dan Nyonya Sulistiowati Rudyono berdasarkan Akte Notaris Rachman Umar,

Lebih terperinci

PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008

PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008 Halaman 8 PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008 1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN a. Pendirian Perusahaan PT. Intanwijaya Internasional Tbk. (Perusahaan) didirikan

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK TRANSAKSI PENUKARAN MATA UANG ASING DI PT VALASINDO SURABAYA

BAB III PRAKTIK TRANSAKSI PENUKARAN MATA UANG ASING DI PT VALASINDO SURABAYA 37 BAB III PRAKTIK TRANSAKSI PENUKARAN MATA UANG ASING DI PT VALASINDO SURABAYA A. Gambaran Umum PT Valasindo 1. Letak Lokasi PT Valsindo adalah sebuah perusahaaan yang terletak di pinggir jalan raya,

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN PADA PT.RIZKI ADHIBUANA PERKASA. pendirian perseroan terbatas No. 19 oleh Notaris Miranti Tresnining Timur SH

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN PADA PT.RIZKI ADHIBUANA PERKASA. pendirian perseroan terbatas No. 19 oleh Notaris Miranti Tresnining Timur SH BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN PADA PT.RIZKI ADHIBUANA PERKASA 3.1 Sejarah Perusahaan Perusahaan ini didirikan untuk pertama kalinya berdasarkan akta pendirian perseroan terbatas No. 19 oleh Notaris

Lebih terperinci

PT BANK JASA JAKARTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2007 DAN 2006

PT BANK JASA JAKARTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 2 LAPORAN KEUANGAN Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus

Lebih terperinci

No. 18/42/DKSP Jakarta, 30 Desember 2016 S U R A T E D A R A N. Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank

No. 18/42/DKSP Jakarta, 30 Desember 2016 S U R A T E D A R A N. Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank No. 18/42/DKSP Jakarta, 30 Desember 2016 S U R A T E D A R A N Perihal : Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank Sehubungan dengan berlakunya Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/20/PBI/2016 tentang

Lebih terperinci

BAB 4 KURS DAN BURSA VALAS SPOT RATE, CROSS RATE DAN FORWARD RATE

BAB 4 KURS DAN BURSA VALAS SPOT RATE, CROSS RATE DAN FORWARD RATE BAB 4 KURS DAN BURSA VALAS SPOT RATE, CROSS RATE DAN FORWARD RATE I. SPOT RATE DAN MARKET SPOT Spot Rate adalah tingkat nilai tukar (kurs) suatu nilai currency (mata uang suatu negara) terhadap currency

Lebih terperinci

No. 1/ 9 /DSM Jakarta, 28 Desember 1999 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No. 1/ 9 /DSM Jakarta, 28 Desember 1999 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No. 1/ 9 /DSM Jakarta, 28 Desember 1999 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal: Pelaporan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Oleh Bank. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 1/9/PBI/1999

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN 6 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Salah satu fungsi akuntansi adalah mencatat transaksi-transaksi yang terjadi serta pengaruhnya terhadap aktiva, utang modal,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pasar uang merupakan salah satu instrumen ekonomi yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pasar uang merupakan salah satu instrumen ekonomi yang sangat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar uang merupakan salah satu instrumen ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang memberikan informasi bagi investor. Informasi merupakan

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN. Pelaku Kegiatan Ekonomi (Konsumen dan Produsen)

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN. Pelaku Kegiatan Ekonomi (Konsumen dan Produsen) Jenis Sekolah : SMA Mata Pelajaran : Ekonomi Kurikulum : 2013 Alokasi Waktu : 120 menit Jumlah Soal : : 35 Essay : 5 KISI-KISI PENULISAN USBN 1. Memahami dan menguasai biaya peluang Biaya Peluang Disajikan

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. pembahasan mengenai perbandingan dan perhitungan PPh pasal 21 Metode

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. pembahasan mengenai perbandingan dan perhitungan PPh pasal 21 Metode BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah perusahaan, struktur organisasi, serta tujuan perusahaan. Dalam bab ini dilakukan juga pembahasan

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 STMIK GI MDP Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT SISTEM PENGELOLAAN PERSEDIAAN PADA PT. RICKY KENCANA SUKSES MANDIRI PALEMBANG

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN UMUM PADA PT SUMBER SUKSES MOBILINDO SEJAHTERA

BAB III TINJAUAN UMUM PADA PT SUMBER SUKSES MOBILINDO SEJAHTERA BAB III TINJAUAN UMUM PADA PT SUMBER SUKSES MOBILINDO SEJAHTERA III.1 Tinjauan Umum Perusahaan. III.1.1 Sejarah singkat dan kegiatan operasional Perusahaan. Perusahaan ini didirikan oleh Tuan Cokro Adinata

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH APRIL 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH APRIL 2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 50/05/Th. XVIII, 15 Mei 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH APRIL 2015 APRIL 2015 RUPIAH TERAPRESIASI 0,23 PERSEN TERHADAP DOLAR AMERIKA Rupiah mencatat apresiasi 0,23

Lebih terperinci

MMStax-Info October 2011

MMStax-Info October 2011 MMStax-Info October 2011 English Edition IN THIS ISSUE INCOME TAX PENG-11/PJ.09/2011 28 October 2011 The implementation of national tax census 28 October 2011 The Directorate General of Taxation has released

Lebih terperinci

P A S A R U A N G. Resiko yang mungkin dihadapi dalam kegiatan investasi di pasar uang antara lain :

P A S A R U A N G. Resiko yang mungkin dihadapi dalam kegiatan investasi di pasar uang antara lain : P A S A R U A N G Sekelompok pasar dimana instrumen kredit jangka pendek (biasanya jatuh tempo dalam waktu 1 tahun atau kurang), yang umumnya berkualitas tinggi diperjual-belikan. Fungsi Pasar Uang : Merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam upaya turut memelihara dan mendukung pencapaian stabilisasi nilai rupiah,

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Terdapat ratusan jenis mata uang di dunia. Setiap mata uang dapat digunakan untuk bertransaksi di satu atau lebih negara. Jika ingin bertransaksi di suatu negara,

Lebih terperinci

PT Asuransi Ramayana Tbk

PT Asuransi Ramayana Tbk PT Asuransi Ramayana Tbk Laporan Keuangan dan Informasi Tambahan Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 30 Juni 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED CABANG INDONESIA

THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED CABANG INDONESIA LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN I S I LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ----------------------------------------------------------------- Halaman 1 NERACA GABUNGAN 31 DESEMBER 2005 DAN 2004 ---------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

Manajemen Investasi. SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA

Manajemen Investasi.  SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA Manajemen Investasi SUTIA BUDI sutia_budy@yahoo.com sutiabudi19@gmail.com STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA INVESTMENT MANAGEMENT Session 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times Chapter Introduction

Lebih terperinci

JUMLAH AKTIVA

JUMLAH AKTIVA NERACA 31 DESEMBER 2007 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3 866.121.482 3.038.748.917 Piutang usaha - bersih Hubungan istimewa 2b, 2c, 4, 5, 8 2.635.991.416 328.548.410 Pihak ketiga - setelah dikurangi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang berperanan dalam menyalurkan dana dari pihak yang memiliki dana berlebih kepada pihak yang membutuhkan dana. Dalam

Lebih terperinci

PT COLORPAK INDONESIA Tbk. Laporan Keuangan (Tidak Diaudit) Untuk periode tiga bulan yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008

PT COLORPAK INDONESIA Tbk. Laporan Keuangan (Tidak Diaudit) Untuk periode tiga bulan yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 Laporan Keuangan (Tidak Diaudit) Untuk periode tiga bulan yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret

Lebih terperinci

Catatan 31 Maret Maret 2010

Catatan 31 Maret Maret 2010 NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang

Lebih terperinci

Monitoring Valuta Asing, 2014

Monitoring Valuta Asing, 2014 BADAN PUSAT STATISTIK Monitoring Valuta Asing, 2014 ABSTRAKSI Melihat begitu pentingnya informasi mengenai kurs valas, maka ketersediaan data mengenai nilai tukar valuta asing menjadi semakin diperlukan.

Lebih terperinci

SURAT PERNYATAAN. Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Lastari Maryani Sutiono NRP :

SURAT PERNYATAAN. Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Lastari Maryani Sutiono NRP : SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Lastari Maryani Sutiono NRP : 0251234 Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir/Skripsi ini adalah hasil karya sendiri dan bukan duplikasi

Lebih terperinci

Monitoring Valuta Asing, 2015

Monitoring Valuta Asing, 2015 BADAN PUSAT STATISTIK Monitoring Valuta Asing, 2015 ABSTRAKSI Melihat begitu pentingnya informasi mengenai kurs valas, maka ketersediaan data mengenai nilai tukar valuta asing menjadi semakin diperlukan.

Lebih terperinci

analisis perbandingan dan pertimbangan terhadap indikator-indikator

analisis perbandingan dan pertimbangan terhadap indikator-indikator BABV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil analisis penentuan kebijakan mata uang fungsional dan pengukuran kembali Laporan Keuangan PT SI ke dalam mata uang fungsionalnya (Dollar Amerika Serikat)

Lebih terperinci

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Pasar Valuta Asing/Devisa The Foreign Exchange Market By : Pedro Ximenes ST,MM Pengertian Pasar Devisa/Valas Pasar Valuta Asing/Devisa. Pengertian : Pasar valuta

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah 34 BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah perusahaan, struktur organisasi, serta tujuan perusahaan. Dalam bab ini dilakukan juga pembahasan

Lebih terperinci

A. CONTOH FORMAT LAPORAN PEMBUKAAN REKENING KHUSUS PADA BANK PERSEPSI YANG DITUNJUK SEBAGAI GATEWAY DAN PENGALIHAN DANA

A. CONTOH FORMAT LAPORAN PEMBUKAAN REKENING KHUSUS PADA BANK PERSEPSI YANG DITUNJUK SEBAGAI GATEWAY DAN PENGALIHAN DANA LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 123/PMK.08/2016 TENTANG : PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 119/PMK.08/2016 TENTANG TATA CARA PENGALIHAN HARTA WAJIB PAJAK KE

Lebih terperinci

ABSTRAKSI Pergerakan kurs valuta asing (valas) mengalami pergerakan yang cukup signifikan sehingga menarik beberapa kalangan tertentu untuk memasuki p

ABSTRAKSI Pergerakan kurs valuta asing (valas) mengalami pergerakan yang cukup signifikan sehingga menarik beberapa kalangan tertentu untuk memasuki p NON DELIVERABLE FORWARD TRANSACTION ANALYSIS METHOD IN THE CASH SETTLEMENT ACCOUNT OF INCOME- OUTCOME INVESTORS ON STANDARD CHARTERED BANK Sisca Ayu Wulandari Undergraduate Program, Economy Faculty, 2010

Lebih terperinci

No. 5/2/DPM Jakarta, 3 Februari 2003 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA

No. 5/2/DPM Jakarta, 3 Februari 2003 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA No. 5/2/DPM Jakarta, 3 Februari 2003 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA Perihal : Tata Cara Perizinan dan Pengawasan Pedagang Valuta Asing Bukan Bank Sehubungan

Lebih terperinci

BAB IV. Analisis Hasil dan Pembahasan

BAB IV. Analisis Hasil dan Pembahasan BAB IV Analisis Hasil dan Pembahasan A. Penyajian dan Analisis Data Pada bagian ini, penulis akan melakukan analisa atas perlakuan selisih kurs serta pengungkapannya menurut Pedoman Akuntansi Keuangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak

BAB II LANDASAN TEORI. pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak BAB II LANDASAN TEORI A. Pajak 1. Pengertian Pajak Pajak dalam undang undang nomor 28 tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan (UU KUP) adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang

Lebih terperinci

BAB II PT. MITRA JAYA BAHARI BELAWAN

BAB II PT. MITRA JAYA BAHARI BELAWAN BAB II PT. MITRA JAYA BAHARI BELAWAN A. Sejarah Ringkas Perusahaan PT. Mitra Jaya Bahari Belawan berdiri pada tahun 1997 bergerak dalam bidang jasa pengangkutan cargo dan container dengan pimpinan Bapak

Lebih terperinci

THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED CABANG INDONESIA

THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED CABANG INDONESIA LAPORAN KEUANGAN GABUNGAN I S I LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ------------------------------------------------------------ Halaman 1 NERACA GABUNGAN 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 ----------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Ekshibit A NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) A S E T ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2p,3,25 1,349,564,406,813 1,205,030,845,882 Investasi jangka

Lebih terperinci

menggunakan asumsi bahwa penghitungan jumlah laba rugi

menggunakan asumsi bahwa penghitungan jumlah laba rugi BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penentuan Kebijakan Mata Uang Fungsional Dan Pengukuran Kembali Laporan Keuangan 1. Asumsi-asumsi Sebelum dilakukan analisis faktor penentu mata uang fungsional

Lebih terperinci

1. Sampul muka, samping, dan belakang 2. Setiap halaman. 2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi.

1. Sampul muka, samping, dan belakang 2. Setiap halaman. 2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi. I. Umum KRITERIA 1. Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, dianjurkan menyajikan juga dalam Bahasa Inggris. 2. Dicetak pada kertas yang berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas PENJELASAN 3. Mencantumkan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 1998 TENTANG INFORMASI KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN (Materi 2)

LAPORAN KEUANGAN (Materi 2) LAPORAN KEUANGAN (Materi 2) Laporan keuangan terdiri dari dua laporan utama dan beberapa laporan yang sifatnya sebagai pelengkap. Laporan utama tersebut adalah : 1. Laporan Perhitungan Rugi-Laba 2. Neraca

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pendirian perusahaan nomor 11 tanggal 21 Februari 2003 dihadapan notaris

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pendirian perusahaan nomor 11 tanggal 21 Februari 2003 dihadapan notaris BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Harapan Indah Sentosa berdiri pada tahun 2003 beralamat di Jalan Tegal Sari Komplek Villa Mas Permai Blok A No. 15 Pekanbaru berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Lokasi Penelitian Penelitian untuk skripsi ini dilakukan di PT. Esstar Indorim yang beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 1 Tegal Jawa Tengah

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. 1.1 Data Responden. : Irwan Syafrudin. : Tax Accounting Manager. 1.2 Hasil Wawancara

LAMPIRAN A. 1.1 Data Responden. : Irwan Syafrudin. : Tax Accounting Manager. 1.2 Hasil Wawancara LAMPIRAN 80 81 LAMPIRAN A WAWANCARA EVALUASI KETEPATAN PELAPORAN KEUANGAN TERHADAP STANDAR AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM SEBAGAI DASAR PENGUNGKAPAN KECURANGAN PELAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus Pada PT Jasa

Lebih terperinci

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah ) 1 UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Surya Toto Indonesia Tbk. ("Perusahaan") didirikan tanggal 11 Juli 1977 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1, tahun 1967 berdasarkan akte yang dibuat

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. akte pendirian Nomor 110 dari Notaris Chairani Bustami S.H. akte ini disyahkan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. akte pendirian Nomor 110 dari Notaris Chairani Bustami S.H. akte ini disyahkan BAB II PROFIL PERUSAHAAN A.Sejarah Ringkas PT. Semen Andalas Medan didirikan pada tanggal 17 Januari 1982 dengan akte pendirian Nomor 110 dari Notaris Chairani Bustami S.H. akte ini disyahkan dengan penetapan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI NOMOR 8 TAHUN 2003 SERI E NOMOR 4

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI NOMOR 8 TAHUN 2003 SERI E NOMOR 4 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI NOMOR 8 TAHUN 2003 SERI E NOMOR 4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KERINCI NOMOR 3 TAHUN 2003 T E N T A N G PENYERTAAN MODAL DAERAH DALAM PEMBENTUKAN PERSEROAN TERBATAS DENGAN

Lebih terperinci

PT PANCA WIRATAMA SAKTI Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PT PANCA WIRATAMA SAKTI Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Halaman : 32 20. Modal Saham (lanjutan) Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham pada tanggal 6 Desember 1995 yang diaktekan dengan akte notaris Miryam Magdalena Indrani Wiardi SH tanggal 6 Desember

Lebih terperinci

30 Juni 31 Desember

30 Juni 31 Desember LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah

Lebih terperinci

KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5 %.

KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5 %. KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD 2007 Kriteria penilaian ini dibagi menjadi 8 klasifikasi: 1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5 %. 2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan

Lebih terperinci

PT Asuransi Ramayana Tbk dan Entitas Anak. Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014

PT Asuransi Ramayana Tbk dan Entitas Anak. Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 PT Asuransi Ramayana Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Untuk Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2011 Dan PT SUGIH ENERGY Tbk TIDAK DIAUDIT

Laporan Keuangan Untuk Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2011 Dan PT SUGIH ENERGY Tbk TIDAK DIAUDIT Laporan Keuangan Untuk Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2011 Dan 2010 PT SUGIH ENERGY Tbk TIDAK DIAUDIT PT SUGIH ENERGY Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR Juni 2011 DAN 2010 Daftar Isi

Lebih terperinci

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali) LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009 1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember 2009 2011 2010 (Disajikan kembali) ASET ASET LANCAR

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. PT. Interindo Wisata Pekanbaru yang beralamat di Jln. SM. Amin No 134,

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. PT. Interindo Wisata Pekanbaru yang beralamat di Jln. SM. Amin No 134, BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Sejarah Umum Perusahaan PT. Interindo Wisata Pekanbaru yang beralamat di Jln. SM. Amin No 134, Arengka II Pekanbaru adalah salah satu perusahaan jasa perjalanan

Lebih terperinci

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI P.T. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 AKTIVA 2004 2003 (Disajikan Rental' - Catatan 38) AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 161.020.965.269 41.211.323.789

Lebih terperinci

pt sejahteraraya anugrahjaya, tbk 2

pt sejahteraraya anugrahjaya, tbk 2 pt sejahteraraya anugrahjaya, tbk 2 pt sejahteraraya anugrahjaya, tbk 3 pt sejahteraraya anugrahjaya, tbk 4 pt sejahteraraya anugrahjaya, tbk 5 pt sejahteraraya anugrahjaya, tbk 6 1. Persetujuan Laporan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 1998 TENTANG INFORMASI KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 1998 TENTANG INFORMASI KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 1998 TENTANG INFORMASI KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka lebih meningkatkan efisiensi dan

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. PT. Masa Manunggal Mandiri yang menjadi subjek dalam penelitian

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. PT. Masa Manunggal Mandiri yang menjadi subjek dalam penelitian BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan PT. Masa Manunggal Mandiri yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah salah satu perusahaan yang bergerak

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL KEPADA BUMD PT PERDANA MULTIGUNA SARANA BANDUNG BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL KEPADA BUMD PT PERDANA MULTIGUNA SARANA BANDUNG BARAT 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL KEPADA BUMD PT PERDANA MULTIGUNA SARANA BANDUNG BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 94 TAHUN 2010 TENTANG PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK DAN PELUNASAN PAJAK PENGHASILAN DALAM TAHUN BERJALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO.

PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Jalan Raya Cimareme No. 131 Padalarang 40552 Kabupaten Bandung PO BOX 1230 Bandung 40012 Indonesia Telp. 022.86700700, Fax. 022.86700777

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1. Penyajian Data 4.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Fajar Lestari Abadi Surabaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha distribusi consumer goods, khususnya

Lebih terperinci

BAB IV. GAMBARAN UMUM. A. Sejarah Berdirinya PT Indogrow Internasional Services

BAB IV. GAMBARAN UMUM. A. Sejarah Berdirinya PT Indogrow Internasional Services BAB IV. GAMBARAN UMUM A. Sejarah Berdirinya PT Indogrow Internasional Services PT Indogrow Internasional Services didirikan berdasarkan akta notaris Imran Ma aruf, Sarjana Hukum No 7 tanggal 31 Januari

Lebih terperinci