MENTERI KEUANGAN MEMUTUSKAN :

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MENTERI KEUANGAN MEMUTUSKAN :"

Transkripsi

1 JENIS : KEPUTUSAN NOMOR : 50/KM.11/2014 TANGGAL : 25 NOPEMBER NOPEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 02 DESEMBER 2014 UNTUK TANGGAL 26 NOPEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 02 DESEMBER 2014 Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 26 Nopember 2014 sampai dengan 02 Desember 2014 ditetapkan sebagai 1. Rp ,00 Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp ,37 dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp ,30 dolar Canada (CAD) 1,- 4. Rp 2.037,33 kroner Denmark (DKK) 1,- 5. Rp 1.567,36 dolar Hongkong (HKD) 1,- 6. Rp 3.621,66 ringgit Malaysia (MYR) 1,- 7. Rp 9.556,53 dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 8. Rp 1.790,88 kroner Norwegia (NOK) 1,- 9. Rp ,87 poundsterling Inggris (GBP) 1,- 10. Rp 9.335,61 dolar Singapura (SGD) 1,- 11. Rp 1.636,65 kroner Swedia (SEK) 1,- 12. Rp ,25 franc Swiss (CHF) 1,- 13. Rp ,43 yen Jepang (JPY) 100,- 14. Rp 11,64 Untuk kyat Myanmar (MMK) 1,- 15. Rp 196,38 rupee India (INR) 1,- 16. Rp ,81 dinar Kuwait (KWD) 1,- 17. Rp 119,59 rupee Pakistan (PKR) 1,- 18. Rp 269,98 peso Philipina (PHP) 1,- 19. Rp 3.240,21 riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 20. Rp 92,75 rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 21. Rp 370,50 baht Thailand (THB) 1,- 22. Rp 9.337,76 dollar Brunei Darussalam (BND) 1,- 23. Rp ,27 Euro (EUR) 1,- 24. Rp 1.982,87 Renminbi Tiongkok (CNY) 1,- 25. Rp 10,93 Won Korea (KRW) 1,- Keputusan Menteri Keuangan ini berlaku untuk tanggal 26 Nopember 2014 sampai dengan 02 Desember pada tanggal : 25 Nopember 2014 An. MATA UANG USD TANGGAL 24 NOPEMBER 2014 s/d 28 NOPEMBER , Nopember , Nopember , Nopember , Nopember , Nopember 2014 Halaman 1

2 JENIS : KEPUTUSAN NOMOR : 51/KM.11/2014 TANGGAL : 02 DESEMBER DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 09 DESEMBER 2014 UNTUK TANGGAL 03 DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 09 DESEMBER 2014 Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 03 Desember 2014 sampai dengan 09 Desember 2014 ditetapkan sebagai 1. Rp ,00 Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp ,57 dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp ,40 dolar Canada (CAD) 1,- 4. Rp 2.045,37 kroner Denmark (DKK) 1,- 5. Rp 1.573,38 dolar Hongkong (HKD) 1,- 6. Rp 3.616,55 ringgit Malaysia (MYR) 1,- 7. Rp 9.575,05 dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 8. Rp 1.762,97 kroner Norwegia (NOK) 1,- 9. Rp ,40 poundsterling Inggris (GBP) 1,- 10. Rp 9.371,64 dolar Singapura (SGD) 1,- 11. Rp 1.642,24 kroner Swedia (SEK) 1,- 12. Rp ,97 franc Swiss (CHF) 1,- 13. Rp ,15 yen Jepang (JPY) 100,- 14. Rp 11,81 Untuk kyat Myanmar (MMK) 1,- 15. Rp 196,94 rupee India (INR) 1,- 16. Rp ,14 dinar Kuwait (KWD) 1,- 17. Rp 119,82 rupee Pakistan (PKR) 1,- 18. Rp 271,66 peso Philipina (PHP) 1,- 19. Rp 3.251,17 riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 20. Rp 93,05 rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 21. Rp 371,82 baht Thailand (THB) 1,- 22. Rp 9.372,50 dollar Brunei Darussalam (BND) 1,- 23. Rp ,79 Euro (EUR) 1,- 24. Rp 1.986,32 Renminbi Tiongkok (CNY) 1,- 25. Rp 11,02 Won Korea (KRW) 1,- Keputusan Menteri Keuangan ini berlaku untuk tanggal 03 Desember 2014 sampai dengan 09 Desember pada tanggal : 02 Desember 2014 An. MATA UANG USD TANGGAL 01 DESEMBER 2014 s/d 05 DESEMBER , Desember , Desember , Desember , Desember , Desember 2014 Halaman 2

3 JENIS : KEPUTUSAN NOMOR : 52/KM.11/2014 TANGGAL : 09 DESEMBER DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 16 DESEMBER 2014 UNTUK TANGGAL 10 DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 16 DESEMBER 2014 Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 10 Desember 2014 sampai dengan 16 Desember 2014 ditetapkan sebagai 1. Rp ,00 Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp ,30 dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp ,53 dolar Canada (CAD) 1,- 4. Rp 2.039,29 kroner Denmark (DKK) 1,- 5. Rp 1.587,31 dolar Hongkong (HKD) 1,- 6. Rp 3.561,04 ringgit Malaysia (MYR) 1,- 7. Rp 9.534,22 dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 8. Rp 1.736,76 kroner Norwegia (NOK) 1,- 9. Rp ,08 poundsterling Inggris (GBP) 1,- 10. Rp 9.349,19 dolar Singapura (SGD) 1,- 11. Rp 1.634,04 kroner Swedia (SEK) 1,- 12. Rp ,68 franc Swiss (CHF) 1,- 13. Rp ,17 yen Jepang (JPY) 100,- 14. Rp 11,93 Untuk kyat Myanmar (MMK) 1,- 15. Rp 198,86 rupee India (INR) 1,- 16. Rp ,65 dinar Kuwait (KWD) 1,- 17. Rp 121,15 rupee Pakistan (PKR) 1,- 18. Rp 275,71 peso Philipina (PHP) 1,- 19. Rp 3.278,53 riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 20. Rp 93,84 rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 21. Rp 373,51 baht Thailand (THB) 1,- 22. Rp 9.346,20 dollar Brunei Darussalam (BND) 1,- 23. Rp ,80 Euro (EUR) 1,- 24. Rp 2.000,46 Renminbi Tiongkok (CNY) 1,- 25. Rp 11,05 Won Korea (KRW) 1,- Keputusan Menteri Keuangan ini berlaku untuk tanggal 10 Desember 2014 sampai dengan 16 Desember pada tanggal : 09 Desember 2014 An. MATA UANG USD TANGGAL 08 DESEMBER 2014 s/d 12 DESEMBER , Desember , Desember , Desember , Desember , Desember 2014 Halaman 3

4 JENIS : KEPUTUSAN NOMOR : 56/KM.11/2014 TANGGAL : 16 DESEMBER DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 23 DESEMBER 2014 UNTUK TANGGAL 17 DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 23 DESEMBER 2014 Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 17 Desember 2014 sampai dengan 23 Desember 2014 ditetapkan sebagai 1. Rp ,00 Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp ,42 dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp ,53 dolar Canada (CAD) 1,- 4. Rp 2.075,61 kroner Denmark (DKK) 1,- 5. Rp 1.602,46 dolar Hongkong (HKD) 1,- 6. Rp 3.560,04 ringgit Malaysia (MYR) 1,- 7. Rp 9.650,31 dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 8. Rp 1.710,92 kroner Norwegia (NOK) 1,- 9. Rp ,79 poundsterling Inggris (GBP) 1,- 10. Rp 9.457,04 dolar Singapura (SGD) 1,- 11. Rp 1.648,29 kroner Swedia (SEK) 1,- 12. Rp ,25 franc Swiss (CHF) 1,- 13. Rp ,56 yen Jepang (JPY) 100,- 14. Rp 12,06 Untuk kyat Myanmar (MMK) 1,- 15. Rp 199,92 rupee India (INR) 1,- 16. Rp ,78 dinar Kuwait (KWD) 1,- 17. Rp 123,30 rupee Pakistan (PKR) 1,- 18. Rp 278,69 peso Philipina (PHP) 1,- 19. Rp 3.310,07 riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 20. Rp 94,70 rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 21. Rp 378,53 baht Thailand (THB) 1,- 22. Rp 9.458,48 dollar Brunei Darussalam (BND) 1,- 23. Rp ,80 Euro (EUR) 1,- 24. Rp 2.007,84 Renminbi Tiongkok (CNY) 1,- 25. Rp 11,26 Won Korea (KRW) 1,- Keputusan Menteri Keuangan ini berlaku untuk tanggal 17 Desember 2014 sampai dengan 23 Desember pada tanggal : 16 Desember 2014 An. MATA UANG USD TANGGAL 15 DESEMBER 2014 s/d 19 DESEMBER , Desember , Desember , Desember , Desember , Desember 2014 Halaman 4

5 JENIS : KEPUTUSAN NOMOR : 58/KM.11/2014 TANGGAL : 23 DESEMBER DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 30 DESEMBER 2014 UNTUK TANGGAL 24 DESEMBER 2014 SAMPAI DENGAN 30 DESEMBER 2014 Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 24 Desember 2014 sampai dengan 30 Desember 2014 ditetapkan sebagai 1. Rp ,00 Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp ,45 dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp ,19 dolar Canada (CAD) 1,- 4. Rp 2.083,45 kroner Denmark (DKK) 1,- 5. Rp 1.621,84 dolar Hongkong (HKD) 1,- 6. Rp 3.613,75 ringgit Malaysia (MYR) 1,- 7. Rp 9.752,83 dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 8. Rp 1.701,66 kroner Norwegia (NOK) 1,- 9. Rp ,76 poundsterling Inggris (GBP) 1,- 10. Rp 9.583,82 dolar Singapura (SGD) 1,- 11. Rp 1.635,04 kroner Swedia (SEK) 1,- 12. Rp ,47 franc Swiss (CHF) 1,- 13. Rp ,40 yen Jepang (JPY) 100,- 14. Rp 12,22 Untuk kyat Myanmar (MMK) 1,- 15. Rp 198,50 rupee India (INR) 1,- 16. Rp ,44 dinar Kuwait (KWD) 1,- 17. Rp 125,14 rupee Pakistan (PKR) 1,- 18. Rp 281,29 peso Philipina (PHP) 1,- 19. Rp 3.350,65 riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 20. Rp 95,85 rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 21. Rp 382,26 baht Thailand (THB) 1,- 22. Rp 9.583,38 dollar Brunei Darussalam (BND) 1,- 23. Rp ,14 Euro (EUR) 1,- 24. Rp 2.025,59 Renminbi Tiongkok (CNY) 1,- 25. Rp 11,47 Won Korea (KRW) 1,- Keputusan Menteri Keuangan ini berlaku untuk tanggal 24 Desember 2014 sampai dengan 30 Desember pada tanggal : 23 Desember 2014 An. MATA UANG USD TANGGAL 22 DESEMBER 2014 s/d 26 DESEMBER , Desember , Desember , Desember 2014 Halaman 5

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. perdagangan valuta asing atau yang biasa disebut money changer. PT. Narasindo

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. perdagangan valuta asing atau yang biasa disebut money changer. PT. Narasindo 22 BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Narasindo Mitra Perdana adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan valuta asing atau yang biasa disebut money changer. PT. Narasindo

Lebih terperinci

STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA

STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA KARYA ILMIAH VOREX Di Susun Oleh : Ifan Candra Kusuma (10.11.4433) S1-TI-L STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010/2011 Apa sebenarnya Forex itu? Vorex Adalah Bursa valuta asing (Inggris: Foreign exchange market

Lebih terperinci

Transaksi Mata Uang Asing. Bab 13

Transaksi Mata Uang Asing. Bab 13 Transaksi Mata Uang Asing Bab 13 Mengenal Valuta Asing Valuta asing atau biasa disebut juga dengan kata lain seperti valas, foreign exchange, forex atau juga fx adalah mata uang yang di keluarkan sebagai

Lebih terperinci

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Pasar Valuta Asing/Devisa The Foreign Exchange Market By : Pedro Ximenes ST,MM Pengertian Pasar Devisa/Valas Pasar Valuta Asing/Devisa. Pengertian : Pasar valuta

Lebih terperinci

REGULASI NO. 2001/14 TENTANG MATA UANG RESMI DI TIMOR LOROSAE

REGULASI NO. 2001/14 TENTANG MATA UANG RESMI DI TIMOR LOROSAE UNITED NATIONS United Nations Transitional Administration in East Timor NATIONS UNIES Administrasion Transitoire des Nations Unies in au Timor Oriental UNTAET UNTAET/REG/2001/14 20 Juli 2001 REGULASI NO.

Lebih terperinci

PASAR VALUTA ASING (FOREIGN EXCHANGE MARKET)

PASAR VALUTA ASING (FOREIGN EXCHANGE MARKET) Hafis Mu addab PASAR VALUTA ASING (FOREIGN EXCHANGE MARKET) Penerbit ElHaf Publishing PASAR VALUTA ASING (FOREIGN EXCHANGE MARKET) Oleh: Hafis Mu addab Copyright 2011 by Hafis Mu addab Penerbit ElHaf Publishing

Lebih terperinci

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 No Sektor Ekonomi (Ribu Rp ) Kerja (Org) (Ribu Rp ) Kerja (Org) 1 Petanian Tanaman Pangan 1 40.000.000 200

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x ABSTRAK Kegiatan ekonomi tidak akan pernah lepas dari aktivitas investasi. Keputusan investasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal serta resiko-resiko yang menyertainya. Faktor eksternal inilah

Lebih terperinci

Catatan Kuliah Manajemen Keuangan International Priyo Purwanto. MANAJEMEN KEUANGAN INTERNATIONAL Catatan/Latihan Kuliah Priyo Purwanto Bab 1 SPOT RATE

Catatan Kuliah Manajemen Keuangan International Priyo Purwanto. MANAJEMEN KEUANGAN INTERNATIONAL Catatan/Latihan Kuliah Priyo Purwanto Bab 1 SPOT RATE MANAJEMEN KEUANGAN INTERNATIONAL Catatan/Latihan Kuliah Priyo Purwanto Bab 1 SPOT RATE Spot = Titik, Rate = Tingkat Tingkat nilai Tukar suatu nilai Curency ( mata uang suatu negara ) terhadap Curency negara

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI 2015

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI 2015 No. 19/03/51/Th. IX, 2 Maret PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan mencapai 301.748 orang, dengan wisman yang datang melalui bandara sebanyak

Lebih terperinci

Time for Trading. Sesi Trading

Time for Trading. Sesi Trading Time for Trading Sebagai sebuah pasar yang buka selama 24 jam, mungkin sebagian dari kita akan bertanya-tanya sebenarnya bagaimana pergerakan pasar tersebut? Online trading adalah sebuah kegiatan di pasar

Lebih terperinci

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Pengembangan ekspor tidak hanya dilihat sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga untuk mengembangkan ekonomi nasional. Perkembangan

Lebih terperinci

Market Review : Dolar dipangkas keuntungan terhadap sekeranjang. EMAS Emas sedikit naik menjelang KTT Brussels, setelah Drama Yunani mengintensifkan

Market Review : Dolar dipangkas keuntungan terhadap sekeranjang. EMAS Emas sedikit naik menjelang KTT Brussels, setelah Drama Yunani mengintensifkan BULETIN FOREX Selasa 7 Juli 2015 Market Review : Dolar dipangkas keuntungan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada Senin, setelah data menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa AS tumbuh pada

Lebih terperinci

Hosting dan Domain Website

Hosting dan Domain Website Hosting dan Domain Website Euis Marlina, S.Kom Email : euismarlina@gmail.com http://euismarlina.edublogs.org HP : 08179424319 Pengantar Setelah anda selesai membuat sebuah website atau sistem berbasis

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008 38 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 198-28 Berdasarkan Gambar 4.1, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP pertanian negara-negara

Lebih terperinci

MARKET OUTLOOK. Asian Market. European Market. USA Market ECONOMIC ANALYSIS. Inbox Daily Report. 26 Maret 2015

MARKET OUTLOOK. Asian Market. European Market. USA Market ECONOMIC ANALYSIS. Inbox Daily Report. 26 Maret 2015 ECONOMIC ANALYSIS Tjahjo Dewanto cahyo@investingbox.co.id Sri Wahyudi Market strategist and Analyst yudi@investingbox.co.id 26 Maret 2015 Inbox Daily Report MARKET OUTLOOK Asian Market Indeks saham Asia

Lebih terperinci

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Pengenalan Secara Objektif Memahami perbedaan utama diantara beberapa sistem ekonomi didunia. Cara belajar bagaimana mengelompokan negaranegara dengan

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 TENTANG PEMASUKAN ANJING, KUCING, KERA DAN HEWAN SEBANGSANYA KE WILAYAH/DAERAH BEBAS RABIES DI INDONESIA

Lebih terperinci

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di 2. Login ke Business Internet Banking.

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di  2. Login ke Business Internet Banking. Petunjuk GetRate 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. 3. Masukkan data data yang diminta pada halaman Security Logon. 4. Anda akan masuk ke halaman Internet

Lebih terperinci

Petunjuk Penggunaan SMS Banking Mandiri Dengan navigator 64 Telkomsel

Petunjuk Penggunaan SMS Banking Mandiri Dengan navigator 64 Telkomsel Petunjuk Penggunaan SMS Banking Mandiri Dengan navigator 64 Telkomsel A. Keuntungan yang Anda dapatkan: 1. Bebas bertransaksi bagai ATM di saku Anda 2. Lebih efisien, biaya transaksi sebesar Rp250 (kirim)

Lebih terperinci

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012 SURAT KEPUTUSAN KONGRES ALIANSI PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA INTERNASIONAL (PPI DUNIA)/ OVERSEAS INDONESIAN STUDENTS ASSOCIATION ALLIANCE (OISAA)TAHUN 2012 Nomor : 04/OISAA/KR/II/2012 TENTANG HASIL REKOMENDASI

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan. No.12, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.HH-01-GR.01.06

Lebih terperinci

the role of asean EXCHANGE rate unit (aeru) for asean-5 monetary integration: an optimum currency area criteria

the role of asean EXCHANGE rate unit (aeru) for asean-5 monetary integration: an optimum currency area criteria The Role Of Asean Exchange Rate Unit (Aeru) For Asean-5 Monetary Integration : An Optimum Currency Area Criteria 59 the role of asean EXCHANGE rate unit (aeru) for asean-5 monetary integration: an optimum

Lebih terperinci

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun Konferensi Pers SETARA Institute Temuan Pokok Riset tentang Pemetaan Implikasi Politik Eksekusi Mati pada Hubungan Internasional Indonesia Jakarta, April 2015-04- Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2014

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2014 PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2014 35/06/51/Th. VIII, 2 Juni 2014 Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan 2014 mencapai 280.096 orang, dengan wisman yang datang melalui bandara

Lebih terperinci

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12

Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 Sistem Tanggap KELANGKAAN PASOKAN MINYAK 2O12 1 Amerika Serikat Australia Austria Belanda Belgia Ceko Denmark Finlandia Hongaria Inggris NEGARA-NEGARA ANGGOTA IEA Irlandia Italia Jepang Jerman Kanada Korea

Lebih terperinci

10 Juni 2015. Market Review

10 Juni 2015. Market Review 10 Juni 2015 Market Review Penyempitan Defisit Perdagangan Angkat Poundsterling. Poundsterling menguat terhadap Dollar AS seiring defisit perdagangan Inggris yang menyempit di bulan April. Namun, tingkat

Lebih terperinci

EF EPI. EF English Proficiency Index.

EF EPI. EF English Proficiency Index. EF EPI EF English Proficiency Index www.ef.com/epi 2014 www.ef.edu/epi P.10 BRIC P.18 EROPA P.22 AMERIKA LATIN 2 www.ef.com/epi DAFTAR ISI 04 Tentang EF EPI Edisi Keempat 06 Ringkasan Eksekutif 08 Peringkat

Lebih terperinci

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar

Lebih terperinci

BNP2TKI BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA. Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi

BNP2TKI BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA. Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi DATA PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA TAHUN 214 (PERIODE 1 JANUARI S.D 31 DESEMBER) POSISI CETAK DATA TANGGAL 6 JANUARI 215 BNP2TKI BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA

Lebih terperinci

SYARAT VISA. CHINA Alamat : Jl Lingkar Mega Kuningan KAV E3 2 No.1 Gedung The East 2 nd Floor, Jakarta Selatan 12950

SYARAT VISA. CHINA Alamat : Jl Lingkar Mega Kuningan KAV E3 2 No.1 Gedung The East 2 nd Floor, Jakarta Selatan 12950 SYARAT VISA CHINA Alamat : Jl Lingkar Mega Kuningan KAV E3 2 No.1 Gedung The East 2 nd Floor, Jakarta Selatan 12950 1. Paspor asli 2. Pas foto 4 x 6 = 1 lembar, berwarna dengan latar belakang putih 3.

Lebih terperinci

REVALUASI AKTIVA TETAP

REVALUASI AKTIVA TETAP www.pajak.asia / www.tcg.co.id Editorial REVALUASI AKTIVA TETAP Salam Jumpa Pembaca, Alhamdulillah, puji syukur senantiasa Redaksi panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena hingga saat ini masih bisa

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA G E O G R A F I PROGRAM STUDI IPS PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

Update Pasar Tenaga Kerja Asia - Pasifik Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik

Update Pasar Tenaga Kerja Asia - Pasifik Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik Bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang serta dampak dari pergolakan sosial di Timur Tengah pada pekerja migran Asia dan remitansi mereka merupakan sebuah peringatan bahwa ketidakpastian perekonomian

Lebih terperinci

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013 KESEMPATAN KERJA MENGHADAPI LIBERALISASI PERDAGANGAN Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Jakarta, 5 Juli 2013 1 MATERI PEMAPARAN Sekilas mengenai Liberalisasi Perdagangan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 188/PMK.04/2010 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 188/PMK.04/2010 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 188/PMK.04/2010 TENTANG IMPOR BARANG YANG DIBAWA OLEH PENUMPANG, AWAK SARANA PENGANGKUT, PELINTAS BATAS, DAN BARANG KIRIMAN

Lebih terperinci

Stabilisasi Nilai Tukar : Suatu Pendekatan Non-Konvensional

Stabilisasi Nilai Tukar : Suatu Pendekatan Non-Konvensional Konferensi Pers : Tempat : Café Bebek Bali Senayan, 29 Agustus 2005 Stabilisasi Nilai Tukar : Suatu Pendekatan Non-Konvensional Iman Sugema, Nur Azam Achsani, Reza Y. Siregar, Hermanto Siregar, Rina Oktaviani

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi September 2010 Dasar-Dasar Pasar obligasi dikenal juga sebagai pasar surat utang dan merupakan bagian dari pasar efek yang memungkinkan pemerintah dan perusahaan meningkatkan modalnya. Sama seperti orang

Lebih terperinci

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE)

HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) KEBIJAKAN ENERGI HARGA MINYAK DUNIA ( CRUDE OIL EXCHANGE) Kelompok I : 1. Raghunala Kusuma (28106) 2. Aulia Ullah (28120) 3. Puji Astuti ( 28154) 4. Ilmiyatul Fitriati (28316) 5. Ardi Rahman (28200) 6.

Lebih terperinci

BAB V TEKNIK MENGELOLA ASSET VALUTA ASING

BAB V TEKNIK MENGELOLA ASSET VALUTA ASING BAB V TEKNIK MENGELOLA ASSET VALUTA ASING Dalam kegiatan operasional usaha khususnya perusahaan internasional termasuk juga Multinational Enterprise (MNE) akan menghadapi risiko baik risiko premium maupun

Lebih terperinci

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council

Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota ITU Council Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota ITU Council periode 2014-2018 pada sidang ITU Plenipotentiary Conference 2014 (PP-14) yang diselenggarakan

Lebih terperinci

PENDIDIKAN GRATIS ATAU BEBAS PUNGUTAN DAN PERMASALAHANNYA

PENDIDIKAN GRATIS ATAU BEBAS PUNGUTAN DAN PERMASALAHANNYA PENDIDIKAN GRATIS ATAU BEBAS PUNGUTAN DAN PERMASALAHANNYA Oleh: Saparuddin Widyaiswara Madya LPMP Sulawesi Selatan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

Lebih terperinci

MIGRASI TENAGA KERJA DARI INDONESIA

MIGRASI TENAGA KERJA DARI INDONESIA MIGRASI TENAGA KERJA DARI INDONESIA Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mempunyai komitmen terhadap tegaknya prinsip migrasi secara manusiawi dan tertib yang mendatangkan kesejahteraan bagi komunitas

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK

SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK Istilah-istilah berikut mengandung arti seperti tertera dibawah ini kecuali konteks menyatakan lain:

Lebih terperinci

Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan eksternal Negara Schengen dan daftar negara yang tidak memerlukannya.

Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan eksternal Negara Schengen dan daftar negara yang tidak memerlukannya. Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan eksternal Negara Schengen dan daftar negara yang tidak memerlukannya. A. Daftar negara yang warganya perlu visa untuk melewati perbatasan

Lebih terperinci

07 Juli 2014. Market Review. Greenback Membukukan Kenaikan Mingguan. Greenback bertengger di sekitar level

07 Juli 2014. Market Review. Greenback Membukukan Kenaikan Mingguan. Greenback bertengger di sekitar level 07 Juli 2014 Market Review Greenback Membukukan Kenaikan Mingguan. Greenback bertengger di sekitar level puncak 2-minggu terhadap Yen, dan mencatat kenaikan mingguan pertama dalam 4 pekan, seiring tanda-tanda

Lebih terperinci

Perikanan Non Konsumsi Indonesia, Punya Potensi Besar

Perikanan Non Konsumsi Indonesia, Punya Potensi Besar www.politikindonesia.com Perikanan Non Konsumsi Indonesia, Punya Potensi Besar Politikindonesia - Produksi kelautan dan perikanan konsumsi saat ini masih jauh lebih banyak dimanfaatkan daripada produk

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN SEMENTARA TERHADAP IMPOR TEPUNG GANDUM

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN SEMENTARA TERHADAP IMPOR TEPUNG GANDUM MENTERIKEUANGAN REPUBlIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 193/PMKOll/2012 TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN SEMENTARA TERHADAP IMPOR TEPUNG GANDUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN IKHTISAR 2014 adalah tahun di mana Perseroan kembali mencapai rekor pertumbuhan dan proitabilitas. Perseroan mempertahankan posisinya sebagai Operator berskala terkemuka

Lebih terperinci

Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015

Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015 Perdagangan Nilai Tambah (Trade in Value Added) Kementerian Perdagangan 28 April 2015 Nilai tambah - konsep Nilai tambah : tambahan nilai terhadap barang antara setelah berubah menjadi barang baru (misal

Lebih terperinci

BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2006

BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2006 BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 26 Kondisi ekonomi makro pada tahun 26 dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, memasuki tahun 26, stabilitas moneter di dalam negeri membaik tercermin dari stabilnya

Lebih terperinci

PERSYARATAN VISA TURKY

PERSYARATAN VISA TURKY PERSYARATAN VISA TURKY 1) SURAT SPONSOR ( asli ) 2) REK KORAN 3 BULAN TERAKHIR ( copy ) 3) KARTU KELUARGA DAN KTP ( copy ) 4) FOTO 4 x 6 = 2 LBR BERWARNA & TERBARU (back ground putih) ( asli ) 5) BUKTI

Lebih terperinci

Konferensi Dunia Maya Seoul 2013. (Seoul Conference on Cyberspace 2013)

Konferensi Dunia Maya Seoul 2013. (Seoul Conference on Cyberspace 2013) Konferensi Dunia Maya Seoul 2013 (Seoul Conference on Cyberspace 2013) Jumlah Negara Peserta Sekitar 1.600 orang dari 87 negara, 18 organisasi internasional serta regional, berbagai lembaga riset dan perusahaan

Lebih terperinci

No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA

No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA No.16/24/DKEM Jakarta, 30 Desember 2014 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA KORPORASI NONBANK DI INDONESIA Perihal : Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank.

Lebih terperinci

ESTIMASI MCMC UNTUK RETURN VOLATILITY DALAM MODEL ARCH DENGAN RETURN ERROR BERDISTRIBUSI T-STUDENT

ESTIMASI MCMC UNTUK RETURN VOLATILITY DALAM MODEL ARCH DENGAN RETURN ERROR BERDISTRIBUSI T-STUDENT ESTIMASI MCMC UNTUK RETURN VOLATILITY DALAM MODEL ARCH DENGAN RETURN ERROR BERDISTRIBUSI T-STUDENT Imam Malik Safrudin. 1), Didit Budi Nugroho 2) dan Adi Setiawan 2) 1),2), 3) Program Studi Matematika

Lebih terperinci

BAB 13 KONSEP MATA UANG ASING DAN TRANSAKSI

BAB 13 KONSEP MATA UANG ASING DAN TRANSAKSI BAB 13 KONSEP MATA UANG ASING DAN TRANSAKSI Jurusan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia 2007 BAB 13 KONSEP MATA UANG ASING DAN TRANSAKSI SEJAK 1981, PERNYATAAN

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL oleh : Sungkana Pendahuluan Seiring dengan semakin menigkatnya industri Pasar Modal, peran penting perusahaan Pemeringkat Efek

Lebih terperinci

Produk Keuangan ADB Tentang Asian Development Bank Produk Keuangan ADB

Produk Keuangan ADB Tentang Asian Development Bank Produk Keuangan ADB Produk Keuangan ADB Produk Keuangan ADB Daftar Isi 1 3 9 13 16 19 21 23 Pendahuluan Produk Pinjaman Berbasis LIBOR Produk Pinjaman Mata Uang Lokal Produk Manajemen Utang Lembar Ketentuan: Pinjaman Berbasis

Lebih terperinci

SAMBUTAN KETUA SENAT AKADEMIK ITB Dies Natalis ke-56 Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Senin 2 Maret 2015

SAMBUTAN KETUA SENAT AKADEMIK ITB Dies Natalis ke-56 Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Senin 2 Maret 2015 1 SAMBUTAN KETUA SENAT AKADEMIK ITB Dies Natalis ke-56 Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Senin 2 Maret 2015 Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rakhmat dan hidayah-nya,

Lebih terperinci

Condotel ini awal mulanya popular di Amerika. Disana condotel biasanya berbentuk bangunan tinggi dan mewah. Sama halnya dengan condominium, unit

Condotel ini awal mulanya popular di Amerika. Disana condotel biasanya berbentuk bangunan tinggi dan mewah. Sama halnya dengan condominium, unit Condotel/Service Apartment, belakangan ini makin menarik saja untuk di bicarakan. Sebab, di beberapa tempat, ternyata cukup banyak pengembang yang menawarkan proyek Condotel/Service Apartmentnya kepada

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya. dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan

KATA PENGANTAR. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya. dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan YME, karena hanya dengan berkat dan rahmatnya, kami dapat melaksanakan penulisan Market Brief perdagangan produk automotive parts di Hungaria. Tulisan

Lebih terperinci

PPh Pasal 24. Pengertian. Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si

PPh Pasal 24. Pengertian. Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si PPh Pasal 24 Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si Pengertian Pajak penghasilan pasal 24 mengatur tentang perhitungan besarnya Pajak atas penghasilan yang terutang atau dibayarkan di luar negeri yang dapat dikreditkan

Lebih terperinci

BAB III PT INDOSUKSES FUTURES DAN SISTEM PERDAGANGAN DUA ARAH PADA FOREX TRADING

BAB III PT INDOSUKSES FUTURES DAN SISTEM PERDAGANGAN DUA ARAH PADA FOREX TRADING 49 BAB III PT INDOSUKSES FUTURES DAN SISTEM PERDAGANGAN DUA ARAH PADA FOREX TRADING A. Gambaran Umum Forex Trading 1. Pengertian Forex Trading dan Perdagangan Berjangka (Future Trading) a. Pengertian Forex

Lebih terperinci

DAFTAR HARGA DOOR TO DOOR AIR FREIGHT

DAFTAR HARGA DOOR TO DOOR AIR FREIGHT DAFTAR HARGA DOOR TO DOOR FROM TO AIR FREIGHT SEA FREIGHT MINIMUM DELIVERY TIME JAKARTA 60.000,00-10kg 1-5 days JAKARTA 40.000,00-10kg 5-10 days SINGAPORE JAKARTA 3.700.000,00 3m' 10-14 days JAKARTA 85.000.000,00

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT PEMBUATAN VISA

SYARAT-SYARAT PEMBUATAN VISA SYARAT-SYARAT PEMBUATAN VISA ** syarat visa ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan permintaan kedutaan 1. ARGENTINA (Pax harus datang ke kedutaan / Interview) Pas foto 4x4 cm ( 2 lembar ) terbaru

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Kinerja Perekonomian 2010 dan Proyeksi 2011... 1 B. Tantangan dan Sasaran Pembangunan Tahun 2012... 4 C. Asumsi

Lebih terperinci

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera Ironi Sebuah Negara Kaya & Tumbuh Perekonomiannya, namun Kesejahteraan Rakyatnya masih Rendah KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA Jl Condet Raya no 9, Al

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/PMK.010/2015 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/PMK.010/2015 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/PMK.010/2015 TENTANG PENGENAAN BEA MASUK ANTI DUMPING TERHADAP IMPOR PRODUK PARTIALLY ORIENTED YARN (POY)

Lebih terperinci

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS FREQUENTLY ASKED QUESTIONS Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik adalah gerakan nasional yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik. Diet memiliki makna BIJAK dalam mengonsumsi.

Lebih terperinci

BAGIAN PEREKONOMIAN GLOBAL

BAGIAN PEREKONOMIAN GLOBAL BAGIAN I PEREKONOMIAN GLOBAL Bagian I PEREKONOMIAN GLOBAL Berangkat dengan optimisme perbaikan di awal tahun, kinerja perekonomian global pada tahun 2013 berlangsung tidak sesuai harapan dan melemah dibandingkan

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI KEUANGAN DAN KERJA SAMA INTERNASIONAL TRIWULAN I 2002

PERKEMBANGAN EKONOMI KEUANGAN DAN KERJA SAMA INTERNASIONAL TRIWULAN I 2002 PERKEMBANGAN EKONOMI KEUANGAN DAN KERJA SAMA INTERNASIONAL TRIWULAN I 2002 Perkembangan Ekonomi Dunia Pasar Keuangan dan Pasar Komoditas Perkembangan Kerja Sama Internasional Artikel DIREKTORAT RISET EKONOMI

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN 20 JANUARI 2011

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN 20 JANUARI 2011 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN JANUARI BAMBANG PRIJAMBODO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BAPPENAS TOPIK EKONOMI DUNIA Pertumbuhan Ekonomi di Beberapa Kawasan Dunia Ekonomi AS, Jepang,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

amnesti internasional

amnesti internasional [Embargo: 11 Maret 2004] Umum amnesti internasional Indonesia Direktur-direktur Amnesti Internasional seluruh Asia Pacific mendesak partai-partai politik untuk menjadikan HAM sebagai prioritas Maret 2004

Lebih terperinci

yang terus membengkak?

yang terus membengkak? Compa ny Hello. Bingung dengan tagihan telepon yang terus membengkak? ny Situational Background Telepon merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis maupun komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih terperinci

LAPORAN TENTANG INDONESIA. Dipersiapkan oleh the World Justice Project

LAPORAN TENTANG INDONESIA. Dipersiapkan oleh the World Justice Project LAPORAN TENTANG INDONESIA Dipersiapkan oleh the World Justice Project 19-21 JANUARI 2015 Daftar Isi Dokumen ini disiapkan oleh World Justice Project. Dokumen ini didasarkan pada laporan Indeks Negara Hukum

Lebih terperinci

PASAR BUKU TULIS DI ARAB SAUDI. 1. Pendahuluan

PASAR BUKU TULIS DI ARAB SAUDI. 1. Pendahuluan PASAR BUKU TULIS DI ARAB SAUDI 1. Pendahuluan Pasar buku tulis Arab Saudi berkembang pesat sejalan perkembangan sektor pendidikan dan bisnis. Sektor pendidikan dan bisnis memperoleh perhatian besar dari

Lebih terperinci

REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA

REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA Oleh: Dr. Sri Adiningsih I. Latar Belakang REGULASI DALAM REVITALISASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Dl INDONESIA Oleh: DR. Sri Adiningsih Peranan

Lebih terperinci

DAMPAK EKONOMI GLOBAL TERHADAP GERAKAN BURUH

DAMPAK EKONOMI GLOBAL TERHADAP GERAKAN BURUH DAMPAK EKONOMI GLOBAL TERHADAP GERAKAN BURUH Oleh: Dr. Ir. Nandang Najmulmunir, MS. 1 KRISIS EKONOMI GLOBAL Negara Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1997. Namun krisis itu sendiri ada banyak

Lebih terperinci

Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar

Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar Seri Kebanksentralan No. 12 BANK INDONESIA Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar Iskandar Simorangkir Suseno PUSAT PENDIDIKAN DAN STUDI KEBANKSENTRALAN (PPSK) BANK INDONESIA Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PENGESAHAN TREATY ON MUTUAL LEGAL ASSISTANCE IN CRIMINAL MATTERS (PERJANJIAN TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA) Menimbang :

Lebih terperinci

http://www.mb.ipb.ac.id

http://www.mb.ipb.ac.id 1.1 Latar Belakang 1. PENDAHULUAN Secara umum sumber daya perusahaan seperti man, machine, money dan, material yang merupakan faktor-faktor internal perusahaan sudah selayaknya dikelola secara efisien

Lebih terperinci

Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis

Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis DBS Treasures merupakan layanan perbankan prioritas yang tidak hanya menyediakan pilihan produk perbankan tetapi juga produk investasi

Lebih terperinci

Evaluasi Efektifitas Studi Banding terhadap Peningkatan Kualitas Legislasi oleh: Ronald Rofiandri *

Evaluasi Efektifitas Studi Banding terhadap Peningkatan Kualitas Legislasi oleh: Ronald Rofiandri * Evaluasi Efektifitas Studi Banding terhadap Peningkatan Kualitas Legislasi oleh: Ronald Rofiandri * Pengantar Sebanyak 560 orang anggota DPR hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 telah menjalani 1 (satu)

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK TRANSAKSI PENUKARAN MATA UANG ASING DI PT VALASINDO SURABAYA

BAB III PRAKTIK TRANSAKSI PENUKARAN MATA UANG ASING DI PT VALASINDO SURABAYA 37 BAB III PRAKTIK TRANSAKSI PENUKARAN MATA UANG ASING DI PT VALASINDO SURABAYA A. Gambaran Umum PT Valasindo 1. Letak Lokasi PT Valsindo adalah sebuah perusahaaan yang terletak di pinggir jalan raya,

Lebih terperinci

Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi.

Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi. Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi. Berinvestasi selama 5 tahun dengan akses ketujuh pasar Asia dengan perlindungan modal 100% pada saat jatuh tempo. Setelah tiga

Lebih terperinci

SBY$dan$Twi+ernya$ Analisis'Twi*er'SBY'dan'Pemberitaan'Media'Seputar' Twi*er'SBY'(14'April';'14'Mei'2013)' ' INDONESIAINDICATOR!

SBY$dan$Twi+ernya$ Analisis'Twi*er'SBY'dan'Pemberitaan'Media'Seputar' Twi*er'SBY'(14'April';'14'Mei'2013)' ' INDONESIAINDICATOR! SBY$dan$Twi+ernya$ Analisis'Twi*er'SBY'dan'Pemberitaan'Media'Seputar' Twi*er'SBY'(14'April';'14'Mei'2013)' ' Background$ Media'social'memiliki'pengaruh'dalam'pembentukan'opini'public.'Salah' satunya'melalui'twi*er.'dengan'kata'lain,'twi*er'membentuk'sebuah'

Lebih terperinci

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat.

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. Kinerja Kami Laba ANZ setelah dikurangi pajak sampai tahun

Lebih terperinci

KAJIAN KEBIJAKAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS PENYERAHAN JASA KEPELABUHANAN TERTENTU KEPADA PERUSAHAAN ANGKUTAN LAUT YANG MELAKUKAN KEGIATAN ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI Angkutan Laut Luar Negeri memiliki

Lebih terperinci

2.0. Laporan Realisasi Impor INATRADE

2.0. Laporan Realisasi Impor INATRADE 2.0 Laporan Realisasi Impor INATRADE User Manual @copyright 2015 Daftar Isi APLIKASI LAPORAN REALISASI IMPOR INATRADE... 1 Alamat Akses... 1 WEB FORM PENDAFTARAN REALISASI... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

Lebih terperinci

KERJA SAMA INTERNASIONAL DALAM PERPINDAHAN NARAPIDANA (TRANSFER OF SENTENCED PERSON)

KERJA SAMA INTERNASIONAL DALAM PERPINDAHAN NARAPIDANA (TRANSFER OF SENTENCED PERSON) KERJA SAMA INTERNASIONAL DALAM PERPINDAHAN NARAPIDANA (TRANSFER OF SENTENCED PERSON) Oleh: Eka Martiana Wulansari Naskah diterima : 1 September 2014; disetujui : 23 September 2014 Kebebasan dasar dan hak

Lebih terperinci

Perempuan di Parlemen:

Perempuan di Parlemen: Perempuan di Parlemen: Bukan Sekedar Jumlah International IDEA Bersama Gehan Abu-Zayd, Wan Azizah, Julie Ballington, Cecilia Bylesjö, Drude Dahlerup, Frene Ginwala, Sakuntala Kadirgamar-Rajasingham, Azza

Lebih terperinci

INVESTASI ENERGI UNTUK MASA DEPAN

INVESTASI ENERGI UNTUK MASA DEPAN INVESTASI ENERGI UNTUK MASA DEPAN Kutipan dari Laporan Tahunan 2005 KEGIATAN USAHA DI SELURUH DUNIA Di ConocoPhillips, tujuan kami adalah menggunakan semangat kepeloporan kami untuk secara bertanggung

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

PERANAN PENGUSAHA DAERAH DALAM MENGHADAPI MEA 2015. Ir. Eddy Kuntadi Ketua Umum KADIN DKI Jakarta

PERANAN PENGUSAHA DAERAH DALAM MENGHADAPI MEA 2015. Ir. Eddy Kuntadi Ketua Umum KADIN DKI Jakarta PERANAN PENGUSAHA DAERAH DALAM MENGHADAPI MEA 2015 Ir. Eddy Kuntadi Ketua Umum KADIN DKI Jakarta KADIN : Wadah bagi Pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian, Wadah Persatuan dan Kesatuan,Wadah

Lebih terperinci

No.16/ 14 /DPM Jakarta, 17 September 2014. Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

No.16/ 14 /DPM Jakarta, 17 September 2014. Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA No.16/ 14 /DPM Jakarta, 17 September 2014 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA Perihal : Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah antara Bank dengan Pihak Domestik Sehubungan

Lebih terperinci