METODE ALAMI PENCEGAHAN GASTRITIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "METODE ALAMI PENCEGAHAN GASTRITIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.)"

Transkripsi

1 METODE ALAMI PENCEGAHAN GASTRITIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) Filu Marwati Santoso Putri STIKes Madani Yogyakarta ABSTRAK Gastritis merupakan suatu gangguan kesehatan yang sering muncul berupa luka atau lecet pada mukosa lambung. Di Indonesia, daun Pepaya secara tradisional digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit lambung. Daun pepaya mengandung enzim papain, alkaloid karpain, pseudo karpain, glikosida, karposid, dan saponin. Daun, akar, dan kulit batang Carica papaya L. mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid, disamping itu daun dan akar juga mengandung polifenol dan bijinya mengandung saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun Pepaya dalam melindungi lambung. Mencit dibuat gastritis dengan diinduksi alkohol 70%. Selain itu dilakukan uji histologi jaringan lambung dan hati untuk melihat perbandingan kerusakan jaringan antar kelompok kontrol dan perlakuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, dengan menggunakan 5 mencit pada masing-masing kelompok. Kelompok terdiri atas kontrol (CMC Na 0,5 %) dan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pepaya (carica papaya. L). Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dari kerusakan lambung pada hewan uji yang telah dilakukan uji histologi dengan menyertakan gambar organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun pepaya mengandung senyawa flavonoid yang dimungkinkan bisa digunakan sebagai pelindungan mukosa lambung. Ekstrak etanol daun pepaya (Carica Papaya. L) bisa melindungi mukosa lambung secara sempurna pada mencit yang mengalami gastritis dengan induksi etanol 70 %. Kata Kunci : Pencegahan, gastrtitis dan Daun Pepaya ABSTRACT Gastritis is a health disorder that often appears in the form of injuries or abrasions in the gastric mucosa. In Indonesia, Papaya leaves are traditionally used as a remedy for gastric disease. Papaya leaves contain papain enzymes, carpainal alkaloids, pseudo carpain, glycosides, carposides, and saponins. Leaves, roots, and bark of Carica papaya L. contain alkaloids, saponins and flavonoids, in addition leaves and roots also contain polyphenols and seeds containing saponins. This study aims to determine the activity of papaya leaf extract in protecting the stomach. Mice made gastritis with alcohol induced 70%. In addition, histologic tests of gastric and hepatic tissue were performed to see the ratio of tissue damage between control and treatment groups. The method used in this study was experimental, using 5 mice in each group. The group consisted of control (CMC Na 0.5%) and treatment group of papaya leaf ethanol extract (carica papaya L). Data analysis used was descriptive analysis of gastric damage in animal test that has been done histology test by including picture organ. The results showed that papaya leaves contain flavonoid compounds that may be used as a protection of the gastric mucosa. The papaya leaf ethanol extract (Carica Papaya L) can protect the gastric mucosa perfectly in mice with gastritis by 70% ethanol induction. Keyword : prevention, gastritis and leaf papaya PENDAHULUAN Gastritis merupakan suatu gangguan kesehatan yang sering muncul berupa luka atau lecet pada mukosa lambung (Turner, 2010). Seseorang penderita gastritis akan mengalami keluhan nyeri pada lambung, mual, muntah, kembung, nyeri pada ulu hati, tidak ada nafsu makan, keringat dingin, pusing atau bersendawa serta dapat juga terjadi perdarahan saluran cerna (Mansyur, 2005). Bahaya penyakit gastritis jika dibiarkan terus menerus akan merusak fungsi lambung dan dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker lambung hingga menyebabkan kematian (Saydam, 2011). Pemicu dari gastritis adalah kebiasaan

2 makan yang tidak teratur atau mengkonsumsi obat yang meberikan efek samping iritasi pada lambung dan makanan tertentu yang bersifat iritatif, seperti alkohol yang dapat merusak sawar mukosa pelindung lambung (Guyton, 2008). Pengobatan gastritis dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan terapi obat sintetis dan obat tradisional. Golongan obat sintetis terdiri dari antasida, H2 blocker, dan Pompa Proton Inhibitor (PPI) (Tjay dan Rahardja, 2007). Terapi obat tradisional yang dapat digunakan untuk penyakit gastritis yaitu tanaman herbal yang mengandung senyawa flavonoid (Zayachkivska et al., 2005). Daun, akar, dan kulit batang Carica papaya mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid, disamping itu daun dan akar juga mengandung polifenol dan bijinya mengandung saponin (Hutapea, 2000). Hasil analisis fitokimia pada daun pepaya (Carica papaya L.) yang telah dilakukan menunjukkan bahwa daun pepaya (Carica papaya L.) positif mengandung alkaloid, triterpenoid, steroid, flavonoid, saponin, dan tannin. Penelitian ini berusaha untuk mendapatkan informasi bahwa ekstrak etanol daun Pepaya (Carica papaya L.) mampu menjadi agen gastroprotektor sehingga hasil dari penelitian ini dapat membantu dalam pemilihan terapi gastrirtis yang lebih baik lagi. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum bahwa daun pepaya dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan gastritis dan dapat memberikan referensi untuk penelitian selanjutnya dalam mengembangkan obat tradisional menjadi sediaan praktis. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksperimental dengan menggunakan mencit sebagai hewan uji dengan kriteria umur 2-3 bulan dan berat badan gram. Kelompok sampel pengujian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Bahan yang digunakan adalah daun pepaya (Carica papaya L.) yang diambil pada pagi hari. Bahan lain yang digunakan adalah aquades, etanol 70 % dan CMC-Na 0,5%. Alat yang digunakan untuk membuat ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) adalah blender (Nasional), dan timbangan elektrik. Alat-alat lain yang digunakan adalah seperangkat alat bedah, papan bedah, jarum peroral, gelas ukur10,0 ml (Pyrex), pinset, labu takar dan timbangan hewan uji (Acis), alat maserasi, lemari pengering, corong pisah dan rotavapor. Langkah penelitian dimulai dari identifikasi dan determinasi tanaman Pepaya (Carica papaya L), pembuatan ekstrak daun pepaya (carica papaya. L), pengujian kadar flavonoid, pemeriksaan karakteristik ekstrak etanol daun pepaya, pembuatan sediaan, adaptasi mencit, perlakuan dan pengujian

3 histologi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dari kerusakan lambung pada hewan uji yang telah dilakukan uji histologi dengan menyertakan gambar organ. HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tanaman Pepaya (Carica papaya L.) Identifikasi tanaman dilakukan di Laboratorium Sistematika tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Hasil identifikasi tanaman sebagai berikut : Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Dilleniidae Ordo : Violales Familia : Caricaceae Genus : Carica Spesies : Carica papaya L. Sinonim : Papaya carica Gaertn. Nama Lokal: Pepaya, Kates Determinasi dilakukan untuk mengetahui kebenaran bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan demikian kesalahan dalam pengumpulan bahan yang diteliti dapat dihindari. Berdasarkan hasil determinasi di atas dapat diperoleh kepastian bahwa tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah Carica papaya L. Pembuatan Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Metode ekstraksi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah maserasi. Pertimbangan pemilihan metode maserasi dikarenakan metode tersebut murah dan mudah dilakukan. Pelarut yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah etanol 70 %. Etanol dipilih karena pelarut tersebut mampu menarik keseluruhan jenis zat aktif, yang terkandung di dalam daun. Pembuatan ekstrak etanol daun Pepaya dilakukan dengan cara sampel yang telah kering dihaluskan lalu diserbuk dan telah ditimbang sebanyak 100 g. Serbuk dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 ml lalu ditambahkan etanol 70% sebanyak 200 ml dengan gelas ukur 200 ml, kemudian dikocok hingga merata dan didiamkan selamat tiga hari. Setelah tiga hari, bahan uji di saring dengan menggunakan kertas saring. Filtrat yang diperoleh kemudian dimasukkan dalam botol vial dan disimpan dalam kulkas selama satu hari. Filtrat tersebut selanjutnya dipekatkan dengan menggunakan penangas air (waterbath) sambil dikipas-kipas ringan sampai diperoleh ekstrak yang kental. Ekstrak yang diperoleh kemudian disimpan dalam wadah yang sesuai dan ditutup rapat. Pengujian Kadar Flavonoid Esktrak pekat sebanyak 10 teteas dicairkan dengan etanol 70 % kemudian diteteskan ke dalam kertas saring dan

4 dikeringkan. Kertas saring yang telah kering akan tampak berwarna kuning gelap. Kemudian kertas saring diuapkan di atas amonia di dalam almari asam selama 20 menit. Hasil dari penguapan tersebut menunjukkan perbedaan warna kuning yakni kuning terang yang berada di tengah. Keadaan tersebut menandakan bahwa terdapat senyawa flavonoid di dalam daun pepaya (Carica Papaya. L). Berikut adalah gambar hasil uji pendahuluan kadar flavonoid pada daun pepaya : Gambar Hasil Uji Pendahuluan Kadar Flavonoid Pada Daun Pepaya sinar UV 366 nm. Hasil uji senyawa flavonoid disajikan pada gambar berikut ini : Sesuai gambar diatas diketahui bahwa ekstrak etanol daun pepaya memiliki Rf yang hampir sama dengan pembanding kuersetin yaitu 0,79 dan 0,74. Pengujian bercak di bawah sinar UV 366 nm menunjukkan fluoresensi kuning kehijauan setelah disemprot dengan pereaksi FeCl3. Warna kuning kehijauan terbentuk akibat adanya ikatan senyawa komplek khelat antara senyawa flavonoid dengan pereaksi FeCl3. Jadi disimpulkan bahwa daun pepaya positif mengandung flavonoid. Pada pengujian kadar senyawa flavonoid yang lebih mendalam maka dilakukan pengujian lanjutan dengan mencairkan ekstrak pekat sebanyak 10 tetes dan dicairkan dengan menggunakan etanol 70 %. Ekstrak cair ditotolkan di atas kertas Whattman yang telah disediakan. Penotolan dilakukan sebanyak 5 kali. Kertas Whattman kemudian dilihat di bawah sinar UV 366 nm apabila bercak telah berfluoresensi maka kertas Whattman dapat digunakan untuk elusi. Setelah dilakukan elusi, kertas Whattman dikeringkan dan dilihat di bawah Pemeriksaan Karakteristik Ekstrak Etanol Daun Pepaya Pemeriksaan organoleptis meliputi pemeriksaan bentuk, warna, dan bau dapat terlihat dalam tabel berikut ini : Dari tabel diatas diketahui bahwa bentuk ekstrak adalah kental lengket, warna hitam dan berbau khas daun pepaya. Selanjutnya perhitungan rendemen antara ekstrak yang diperoleh dengan simplisia awal diperoleh

5 rendemen (220 gram/1000 gram) x 100% = 22 % turut untuk melihat efek gastroprotektor pada lambung mencit. Pembuatan sediaan Pembuatan sediaan yang akan diberikan peroral kepada mencit dilakukan dengan menggunakan Na CMC 0,5%. Pembuatan larutan Na CMC 0,5% dengan cara Na CMC ditimbang sebanyak 500mg dan larutkan dalam air panas ad 100mL selama 15 menit. Lakukan pengadukan sampai terbentuk masa yang homogen. Ekstrak daun Pepaya digerus dalam lumpang yang bersama dengan suspensi Na CMC sampai homogen. Adaptasi mencit Mencit berumur 2-3 bulan dengan berat 25-30g dipelihara dalam kandang kawat dengan suhu ruangan dan mengalami siklus 12 jam siang-malam. Hewan diberi makan pelet dan diberi minum secukupnya. Uji Histologi Pada Mukosa Lambung Mencit Pada hari ke-14 mencit kelompok kontrol dan perlakuan dengan ekstrak daun pepaya dikorbankan dengan cara dibius total (tidak ada gerakan dan reflek kornea) dengan menggunakan diethyl ether yang dihirup. Lambung dari masing-masing kelompok mencit diambil dengan cara dibedah dan dibersihkan kemudian disimpan dalam toples yang berisi cairan formaldehyde 10%. Hati diambil dari masing-masing mencit. Dilanjutkan dengan pembuatan preparat histopatologik sesuai metode standart yang dilakukan. Hasil histologi lambung kelompok kontrol (CMC Na 0,5%) disajikan pada gambar berikut ini : Perlakuan Total mencit yang digunakan adalah 10 ekor dan dibagi menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 mencit. Kelompok I adalah kontrol (CMC Na 0,5%) dan kelompok II adalah kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol daun pepaya (300 mg/kg) kemudian 1 jam setelahnya disuntikkan larutan etanol 70 % sebanyak 0,5 ml secara peroral. Perlakuan ini dilakukan selama 7 hari secara berturut - Gambar Uji Histologi Lambung Kelompok Kontrol (CMC Na 0,5%)

6 Pada gambar mikroskopik lambung mencit pada kelompok kontrol menggunakan CMC Na 0,5% menunjukkan adanya gastritis. Pengamatan tersebut terlihat dari adanya erosi pada epitel lambung yang menyebabkan epitel lambung terkikis. Disisi lain, dari gambar diatas juga terlihat adanya peradangan infiltrasi limfosit yang terletak pada tunika mukosa sampai sub mukosa. Keadaan gastritis yang terjadi pada lambung mencit kelompok kontrol menunjukkan bahwa larutan CMC Na 0,5% tidak memiliki senyawa aktif yang mampu melindungi mukosa lambung akibat induksi etanol 70 %. Selanjutnya untuk hasil uji histologi lambung mencit kelompok ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 300 mg/kg BB disajikan pada gambar berikut ini : Gambar Uji Histologi Lambung Kelompok Perlakuan Ekstrak Etanol Daun Pepaya Pengamatan yang terlihat pada gambar mikroskopik lambung mencit pada kelompok perlakuan menggunakan ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 300 mg/kg BB menunjukkan jaringan normal. Hal tersebut tergambar dari lapisan mukosa, submukosa, muskula lamina propia, dan jaringan limfosit dalam keadaan normal dan tidak terdapat kerusakan. Dari hasil pemeriksaan tersebut makan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 300 mg/kg BB mampu melindungi mukosa lambung secara sempurna. Perlindungan yang sempurna tersebut diperoleh dari senyawa flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etanol daun pepaya dapat meregenerasi sel mukosa, menstimulasi pembuluh darah, dan menurunkan aktivitas mieloperoksidase sehingga tidak terbentuk lesi pada mukosa lambung. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Daun pepaya mengandung senyawa flavonoid yang dimungkinkan bisa digunakan sebagai pelindungan mukosa lambung. Ekstrak etanol daun pepaya (Carica Papaya. L) bisa melindungi mukosa lambung secara sempurna pada mencit yang mengalami gastritis dengan induksi etanol 70 %. SARAN Perlu dilakukan penelitian dengan menyertakan beberapa kontrol positif (obat gastrtitis kimia) sebagai pembanding tingkat perlindungan mukosa lambung

7 Perlunya dilakukan pengukuran ph lambung untuk mengetahui tingkat keasaman lambung setelah diberikan ekstrak etanol daun pepaya (carica papaya. L) UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih peneliti ucapkan kepada Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Indonesia yang telah memberikan kesempatan dan bantuan materi bagi peneliti untuk melakukan penelitian ini. Ucapan yang sama juga penulis tujukan kepada STIKes Madani Yogyakarta yang elah memberika ijin dan fasilitas tempat penelitian kepada peneliti untuk menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Guyton, A and Hall, J Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-11. Jakarta: EGC Mansyur Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: EGC Saydam Memahami Berbagai Penyakit (Penyakit Pernapasan dan Gangguan Pencernaan). Bandung : Alfabeta Turner, J.R The Gastrointestinal Tract. In Robbins and Cotran. Pathologic Basis of Disease. Philadelphia: Saunders Elsever. Zayachkivska, O.S., Konturek, S.J., Drozdowicz, D., Konturek, P.C., Brzozowski, T., Ghegotsky, M.R., Gastroprotective effects of flavonoids in plant extracts. J. Physiol. Pharmacol. Suppl. 56, Tjay, T.H. dan Rahadja, K Obat Obat Penting Khasiat, Penggunaan, Dan Efek Efek Sampingya. Edisi ke- 6 Cetakan Pertama. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

8