Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan. laut menjadi tinta, ditambahkan tujuh laut lagi

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan. laut menjadi tinta, ditambahkan tujuh laut lagi"

Transkripsi

1 Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalima t Allah. Sesungguhnya 911ah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana... (Luqman:27) Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kanu atas sebahagian yang lain beberapa derajat, untuk mengu jimu tentang apa yang diberikan-iqya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-nya dan sesungguhnya Dia Kaha Pengampun lagi Maha Penya- yang (A1 Antam:165)

2 PEHGARUH BlhlTlK PUTlH PADA BUAH, KADAR AIR AWAL DAN KONDISI SIMPAN TERHADAP VlABlllTAS BEWlH MAHONI ( Sutietenia rnacrophylla Ring Oleh MATTOBII A JURUSAW BUDIDAYA PERTANIAN, FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 1987

3 MATTQBII. Pengaruh Bintik Putih pada Buah, Kadar Air Awal dan Kondisi Simpan terhadap Viabilitas Benih I4ahoni (Swie- tenia macrophylla Ring). Di bawah Bimbingan Prof Dr Ir Sjamsoeloed Sadjad, MA dan Ir Dayanto Indro Utomo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh tingkat cernbentukan bintik putih pada buah, kadar air anal dan Bondisi simpan terhadap viabilitas benih mahoni serta menpelajari sifat fisiologisnya dalam penyimpanan. Peneli- tian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Teknologi Perbe- nihan Kehutanan Bogor. Penelitian dimulai pada bulan Agus- tus 1986 sampai bulan Pebruari Bahan yang digunakan adalah buah mahoni dengan dua tingkat pembentukan bintik putih pada buah yaitu buah dengan bintik putih kurang dari 50 persen (A1) dan lebih dari 50 persen (A2) luas permukaan buah. Eenih dari masing-masing kelompok buah tersebut dikeringkan untuk mendapatkan tiga taraf kadar air (B1 = tanpa dikeringkan; B2 = dikeringkan sampai lcadar air (9-12) persen; B3 = dikeringkan sampai kadar air (3-5) persen). Selanjutnya benih disirnpan pada dua kondisi sirnpan yaitu kondisi karnzr (suhu 25'- 28'~ dan RE persen) dan kondisi ruang ber-ac (suhu 18' - 20 C dan Eiii persen). Wadah simpan yang digunakan adalah kain blacu. Pengamatan dilakukan pada akhir periods simpan 0, 1, 2, 3, dan 4 bulan dengan parameter Daya berkecambah, kecepatan

4 tumbuh, keserempakan tumbuh benih, bobot kering kecambah dan kadar air benih. Tingkat pembentukan bintik putih pada buah berpengaruh nyata terhadap viabilitas dengan parameter kecepatan tumbuh periode simpan 4 bulan. Eenih yang berasal dari buah dengan bintik putih lebih dari 50 persen permukaan buah memiliki nilai kecepatan tumbuh yang lebih tinggi. Kadar air avial sinpan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter daya berkecambah benih, tetapi berpengaruh nyata terhadap parameter kecepatan tmbuh dan bobot kering kecam- bah. Kadar air awal simpan juga berpengaruh terhadap kadar air keseimbangan benih sampai periode simpan tiga bulan. Benih dengan kader air acal simpan yang tinggi memiliki nilai kecepatan tumbuh, bobot kering kecambah dan kadar air benih yang lebih tinggi. Kondisi simpan memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, bobot kering kecambah dan kadar air benih. Pada pe- riode simpan satu bulan, kondisi kamzr memberikan nilai via- bilitas yang lebih tinggi dari kondisi ruang her-ac. Sete- lah periode simpan tiga dan empat bulan, kondisi ruang ber- kc lebih baik dari kondisi kamar dalam mempertahankan viabi- litas benih.

5 RIWAYAT HIDUP PeDulis dilahirkan pada tanggal 5 September 1964 di desa Kotanegara, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan dan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dari ayah bernama Anwar dan ibu bernama Maimunah. Penulis memperoleh pendidikan dasar di SD Negeri I Kc tane%ara, kemudian melan jutkan pendidikan di Sl4P Negeri VII Palembang dan SMA Negeri I Pelembang. Pada tahun 1982 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor nelalui Proyek Perintis 11. Selanjutnya penulis diterima di Jurusan Budidaya Pertanian, Pakultas Pertanian dan menperdalam bidang keakhlian pada Program Studi Ilmu dan Teknologi Benih. Beberapa pengalaman yang penulis peroleh diantaranya menjadi Asisten pada mata ajaran Dasar-dasar Ilmu dan Teknologi Benih dan mata ajaran Fisiologi Tumbuhan.

6 PENGARUE BINTIK PUTIH PADA BUAH, KADAR AIR AWAL DAN KONDISI SIB'AN TERHADAP VIABILITAS ~ENIH MAHONI (Swietenia.macrophyl1a King) oleh MATTOBI ' I A Laporan Karya Ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pa da Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor JUEIUSAIf BUDIDAYA PERTANIAM, FAKULTAS PERTANIBN INSTITUT PEZTANIAN BOGOR 1987

7 INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS PERTmIAN, JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN Kami inenyatakan bahwa Laporan Karya Ilmiah yang disusun oleh Nama : Mattobiti Nomor Pokok : A Judul : Pengaruh Bintik Putih pada Suah, Kadar Air A- wal dan Kondisi Simpan terhadap Viabilitas Benih Mahoni (Swietenia macrophylla King) diterima sebagai salah satu syarat untuk mernperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. A Prof. Dr Ir Pembirnbing I Ir ~aybto Indro Utomo pembimbing I1 4 Ir Sugeng Sudiatso MS Panitia Karya Ilmiah

8 KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah penulis pan jatkan kehadirat Allah SWT yang atas karunia-nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, dan digunakan sebagai salah satri syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian gada Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr Ir Sjamsoeloed Sadjad, ]*:A dan Bapak Ir Dayanto Indro Utomo sebagai Dosen Pembimbing; kepada, Ibu Ir Tetty Suhaeti sebagai Kepala Balai Teknologi Perbenihan Kehutanan Bogor, beserta Stafnya; kepada rekan-rekan seperjuangan mahasiswa Ilmu dan Teknologi Benih IPB; serta semua pihak yang telah membantu dalam perencanaan, pelaksanaan dan penulisan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Karena itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran demi perbaikan selan jutnya. Akhirnya penulis berharap laporan ini dapat memberikan man faat bagi yang membutuhkznnya. Bogor, Mei 1987 Penulis

9 DAFTAR IS1 Halaman KATA PENGABTAR... vi2 DAFTAR IS1... viii DAFTAR TAEEL... x D-4FTAR GAMSAR... xi7 PEIVDAHULUAN Latar Belakang... 1 Tujuan Penelitian... 4 Hipotesa... 4 TINJAUAN PUSTAK.4 Botani Kahoni... Kemasakan Benih... Penyimpanan dan Viabilitas Benih... Sifat Fisiologis Benih dalam Penyimpanan... Klasifikasi Benih Mahoni... Kemunduran Benih... Pengujian Viabilitas... BAHAN DAN METODA Tempat dan Waktu Penelitian Bahan dan Alat Percobaan Perlakuan Percobaan Rancangan Percobaan Pelaksanaan Penelitian Pengamatan dan Parameter yang Diamati

10 HASIL DAN PEMBAHASAN Halaman Hasil Penelitian Pembahasan KESIt4PULBN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LO91 RAN... 63

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52

53

54

55

56

57

58

59

60

61

62

63

64

65

66

67

68

69

70

71

72

73

74

75

76

77

78

79

80

81

82

83

84

85

86

87

88

89

90

91