ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB"

Transkripsi

1 ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

2 ABV 3.2 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan cara melakukan observasi dan memantapkan hubungan baik 2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar aktif 3. Mempraktikkan ketrampilan bertanya efektif

3 MODEL WAWANCARA : TINGKATAN KETRAMPILAN KONSELING ABV 3.3 MEMBANTU KLIEN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN (Kondisi, Kemungkinan, Konsekuensi, Keputusan) KETRAMPILAN MENDENGAR AKTIF DAN BERTANYA EFEKTIF Menggunakan refleksi isi (parahrasing) Refleksi perasaan dan merangkum serta Menggunakan pertanyaan terbuka, tertutup dan pertanyaan mendalam KETRAMPILAN OBSERVASI DAN MEMANTAPKAN HUBUNGAN BAIK Memberikan perhatian, menggunakan tatapan mata yang sesuai dengan budaya, menyimak Ucapan verbal, kualitas suara dan bahasa tubuh W A W A N C A R A

4 TINGKAH LAKU VERBAL DAN NONVERBAL 1. Tingkah Laku Nonverbal Indikator tingkah laku nonverbal Bahasa tubuh, tatapan mata, nada/ intonasi suara, tempo bicara, reaksi yang terselubung, masa diam saat pembicaraan dan gerakan-gerakan fisik Contoh tingkah laku nonverbal: sentuhan, posisi tubuh, kontak mata, ekspresi wajah. 2. Tingkah Laku Verbal Semua suara-suara bermakna dari provider/ klien, termasuk ungkapan-ungkapan. ABV Kesenjangan Ketidaksesuaian antara tingkah laku verbal dan nonverbal atau antara dua pernyataan.

5 ABV 3.5 PUJIAN DAN DUKUNGAN Memberi Pujian Mengungkapkan persetujuan atau kekaguman sehingga mendorong tingkah laku yang baik, penghargaan terhadap tindakan/usaha yang telah dilakukan klien dengan baik. Contoh : Hari ini ibu kelihatan segar sekali setelah melakukan senam secara rutin

6 ABV 3.5 PUJIAN DAN DUKUNGAN Memberi Dukungan Memberi dukungan, kepercayaan dan harapan. Provider mengungkapkan kata-kata agar klien tahu bahwa provider percaya klien dapat mengatasi masalah dan membantu klien mengatasi masalah. Contoh : Ibu sudah memilih alat kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kondisi ibu.

7 ABV 3.6 MENDENGAR AKTIF Merupakan proses aktif yang membutuhkan partisipasi aktif dari yang mendengarkan Mendengarkan dengan penuh perhatian Mendengarkan dengan usaha untuk memahami sudut pandang orang yang bicara Mendengarkan dengan usaha memahami perasaan yang tersurat maupun tersirat.

8 UNGKAPAN KATA-KATA KLIEN ABV 3.7 Saya bingung dengan sikap suami saya, saya mau ikut KB tidak boleh, anak sudah 4 kok masih ingin anak lagi, ya kalau dia mau membantu pekerjaan rumah atau mengasuh anak, semuanya harus saya, sementara saya juga harus jaga warung untuk tambah-tambah belanja susu anak, makanya saya tetap mau KB saja, entah apa kata suami nanti. Provider A Provider B Provider C : Suami saya juga begitu, memang suami sering tidak pengertian dengan istri ya bu? : Sebaiknya ibu bicarakan dulu sama suami, saya tidak bisa memberikan pelayanan kalau suami ibu tidak setuju : Bisa saya bayangkan betapa sulitnya untuk ibu mengasuh anak 4 dan bekerja sendiri. Ibu tidak mengerti sikap suami yang tidak menyetujui ibu ikut KB

9 ABV 3.8 REFLEKSI PERASAAN Mengungkapkan perasaan klien yang teramati oleh konselor yang berasal dari nada suara, raut wajah dan bahasa tubuh klien maupun dari hal-hal yang tersirat dari kata-kata verbal klien REFLEKSI ISI Menyatakan kembali ucapan pesan klien dengan menggunakan kata-kata lain, dengan cara meringkas dan memperjelas inti ucapan yang baru dikatakan klien.

10 ABV 3.9 TIPS MENDENGAR AKTIF Terima klien apa adanya, hargai klien sebagai individu yang berbeda dari individu lainnya Dengarkan apa yang dikatakan klien dan juga bagaimana ia mengatakan hal itu. Perhatikan intonasi suara, pemilihan kata, ekspresi wajah dan gerakangerakan tubuh Tempatkan diri pada posisi klien selama mendengarkan Beri waktu pada klien untuk berpikir, bertanya dan berbicara, sesuaikan dengan kecepatan klien

11 TIPS MENDENGAR AKTIF ABV 3.9 Dengarkan klien dengan seksama, jangan berpikir apa yang akan Anda katakan selanjutnya Lakukan pengulangan/refleksikan apa yang Anda dengar, sehingga baik Anda maupun klien Anda tahu bahwa Anda telah paham Duduk menghadap klien dengan nyaman, hindari gerakan yang mengganggu, tatap dan perhatikan klien ketika berbicara Tunjukkan tanda perhatian verbal (hmm, yaa, lalu, terus, oh begitu) dan nonverbal (sesekali mengangguk).

12 ABV 3.10 BERTANYA EFEKTIF Studi pelayanan KB menunjukkan bahwa petugas konseling cenderung menanyakan berbagai macam pertanyaan sekaligus sebelum memberi kesempatan kpd klien untuk memberi tanggapan (Kim, et.al; 1997) Hasil studi interaksi klien provider (1997) menunjukkan provider cenderung menggunakan pertanyaan tertutup/mengarahkan pada waktu memberikan konseling

13 Jenis Pertanyaan ABV 3.11 Pertanyaan Tertutup Pertanyaan Terbuka Pertanyaan Mendalam JENIS KEGUNAAN CONTOH Pertanyaan Mengarahkan (bersifat sugestif) Untuk menanyakan riwayat kesehatan, data diri Untuk mempelajari perasaan, kepercayaan dan pengetahuan klien Untuk menanggapi pertanyaan klien Tidak tepat digunakan Berapakah jumlah anak Ibu? Apakah Ibu bekerja? Apakah ibu pernah memakai alat KB sebelumnya? Bagaimana perasaan ibu sekarang? Bagaimana pendapat suami dengan keputusan ibu untuk melakukan tubektomi? Ibu tadi mengatakan bahwa ibu pernah memakai pil, dapat ibu ceritakan lebih lanjut? Apa maksud ibu dengan perdarahan yang menakutkan itu? Tentunya ibu tidak ingin punya anak lagi setelah melahirkan anak ketiga ini, kan?

14 TIPS BERTANYA EFEKTIF ABV 3.12 Gunakan intonasi suara yang menunjukkan perhatian, minat dan keakraban Gunakan kata-kata yang dipahami klien Ajukan pertanyaan satu persatu. Tunggu jawaban dengan penuh minat, jangan memotong Gunakan kata-kata yang mendorong klien tetap berbicara seperti : dan?, apa? bagaimana?, lalu?, maksudnya?

15 ABV 3.12 TIPS BERTANYA EFEKTIF Bila harus menanyakan hal-hal yang sangat pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus ditanyakan Hindari penggunaan kata tanya mengapa. Karena kemungkinan klien dapat merasa disalahkan Ajukan pertanyaan yang sama dengan berbagai cara bila klien belum paham Hindari pertanyaan yang mengarahkan Gunakan pertanyaan terbuka karena lebih efektif dari pada pertanyaan tertutup

SOAL-SOAL TES PELATIHAN KIP/KONSELING MENGGUNAKAN ABPK

SOAL-SOAL TES PELATIHAN KIP/KONSELING MENGGUNAKAN ABPK SOAL-SOAL TES PELATIHAN KIP/KONSELING MENGGUNAKAN ABPK A. Petunjuk Pilihan Berganda Pilih jawaban yang menurut anda paling tepat dan lingkari jawaban tersebut pada lembar jawaban yang telah disediakan.

Lebih terperinci

Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB

Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB ABV 5.1 Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB Alat Bantu Pengambilan Keputusan berkb dan Pedoman bagi Klien dan Bidan Didukung oleh ABV 5.2 TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari modul ini, peserta

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM KIP/KONSELING KB

GAMBARAN UMUM KIP/KONSELING KB Handout 2C GAMBARAN UMUM KIP/KONSELING KB TUJUAN DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat : a. Menjelaskan pengertian, jenis dan bentuk komunikasi b. Membedakan

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KOMUNIKASI DASAR KOMUNIKASI DENGAN PASIEN LANJUT USIA

KETERAMPILAN KOMUNIKASI DASAR KOMUNIKASI DENGAN PASIEN LANJUT USIA KETERAMPILAN KOMUNIKASI DASAR KOMUNIKASI DENGAN PASIEN LANJUT USIA I. PENGANTAR Latihan keterampilan komunikasi dasar ini merupakan kelanjutan dari latihan komunikasi pada semester lalu dengan perbedaan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Semua gagasan besar manajemen hanya akan terhenti di dibelakang meja saja, apabila para pemimpin tidak memiliki kemampuan penyampaian pesan melalui komunikasi. Rencana seorang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian tindakan kelas yang berupa hasil tes dan nontes. Hasil tes meliputi siklus I dan siklus II. Hasil

Lebih terperinci

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN Masrinawatie AS Pendahuluan P endapat yang mengatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan sudah ditinggalkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pergaulan dengan orang lain

BAB I PENDAHULUAN. keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pergaulan dengan orang lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar merupakan salah satu bentuk kegiatan individu dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan dari setiap belajar mengajar adalah untuk memperoleh hasil

Lebih terperinci

Berpusat beragam serta bagaimana membuat anak bermakna untuk semua. Pada Anak. Perangkat 4.1 Memahami Proses Pembelajaran dan Peserta Didik 1

Berpusat beragam serta bagaimana membuat anak bermakna untuk semua. Pada Anak. Perangkat 4.1 Memahami Proses Pembelajaran dan Peserta Didik 1 Panduan Buku ini membantu Anda memahami bagaimana konsep belajar berubah ke kelas yang berpusat pada anak. Buku ini memberikan ide-ide bagaimana menangani anak di kelas Anda dengan latar belakang dan kemampuan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 28 BAB II KAJIAN PUSTAKA 3. Hasil Belajar Matematika 3. Hasil Belajar Kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan belajar semua diperoleh mengingat mula-mula kemampuan itu belum ada. Maka terjadilah proses

Lebih terperinci

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069 i SKRIPSI MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI PADA SISWA KELAS V SDN 8 DAUH PURI

Lebih terperinci

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal.

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal. Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 OLEH SASMIYAH NIM 11410113 JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

UNESCO Bangkok 2006 ISBN 92-9223-095-6

UNESCO Bangkok 2006 ISBN 92-9223-095-6 Versi Bahasa Inggris: Judul: Embracing Diversity: Toolkit for Creating Inclusive, Learning-Friendly Environments Specialized Booklet 2 - Practical Tips for Teaching Large Classes: A Teachers Guide UNESCO

Lebih terperinci

penting dalam pengertian belajar, yaitu sebagai berikut:

penting dalam pengertian belajar, yaitu sebagai berikut: BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hasil Belajar Akuntansi a. Pengertian Hasil Belajar Akuntansi Belajar merupakan suatu kebutuhan mutlak setiap manusia. Tanpa belajar manusia tidak dapat bertahan

Lebih terperinci

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR KETERAMPILAN DASAR PERORANGAN (BASIC INTERPERSONAL SKILL)

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR KETERAMPILAN DASAR PERORANGAN (BASIC INTERPERSONAL SKILL) KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MARKAS BESAR KETERAMPILAN DASAR PERORANGAN (BASIC INTERPERSONAL SKILL) LAMPIRAN PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2008 TANGGAL 30

Lebih terperinci

PRAKTIK YANG BAIK DALAM FASILITASI DAN PENDAMPINGAN

PRAKTIK YANG BAIK DALAM FASILITASI DAN PENDAMPINGAN PRAKTIK YANG BAIK DALAM FASILITASI DAN PENDAMPINGAN Pebruari 2013 Modul Pelatihan Modul pelatihan ini dikembangkan dengan dukungan penuh rakyat Amerika melalui United States Agency for International Development

Lebih terperinci

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah.

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah. Sekalipun Anda memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak Anda komunikasikan kepada orang lain, tidak ada gunanya. Sehebat apa pun ilmu dan jurus-jurus bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung pada

Lebih terperinci

PRESENTASI MEMUKAU BAGAIMANA MENCIPTAKAN PRESENTASI LUAR BIASA MUHAMMAD NOER. Herry Mardian (ed.)

PRESENTASI MEMUKAU BAGAIMANA MENCIPTAKAN PRESENTASI LUAR BIASA MUHAMMAD NOER. Herry Mardian (ed.) PRESENTASI MEMUKAU BAGAIMANA MENCIPTAKAN PRESENTASI LUAR BIASA MUHAMMAD NOER Herry Mardian (ed.) PRESENTASI MEMUKAU: Bagaimana Menciptakan Presentasi Luar Biasa Muhammad Noer www.presentasi.net Penulis:

Lebih terperinci

Sekolah Darurat: Bagi Semua Orang Panduan Saku INEE bagi Pendidikan Inklusif

Sekolah Darurat: Bagi Semua Orang Panduan Saku INEE bagi Pendidikan Inklusif Sekolah Darurat: Bagi Semua Orang Panduan Saku INEE bagi Pendidikan Inklusif Jaringan antar lembaga untuk sekolah dalam tim tugas masa darurat pada pendidikan inklusif dan kecacatan 1 The Inter-Agency

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI BERITA YANG DIBACAKAN MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI BERITA YANG DIBACAKAN MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI BERITA YANG DIBACAKAN MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Penelitian Tindakan Kelas) Oleh RIF ATUL

Lebih terperinci

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 3 Tugasku Sehari-hari Tugasku Sehari-hari Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta

Lebih terperinci

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST BENTUK KOMUNIKASI By : Lastry. P, SST 1. KOMUNIKASI INTRAPERSONAL Komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Berfungsi : 1. Untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, mamahami dan mengendalikan diri,

Lebih terperinci

Mendengar Secara Aktif

Mendengar Secara Aktif Mendengar Secara Aktif Selama kursus ini, anda akan melihat bahwa pertanyaan (bagaimana merumuskan pertanyaan, bagaimana mengajukannya dan jenis pertanyaan apa yang diajukan) akan menjadi tema yang konstan.

Lebih terperinci

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik. : Horale Tua Simanullang, S.Pd

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik. : Horale Tua Simanullang, S.Pd Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Nama Guru Nama Penilai : Horale Tua Simanullang, S.Pd : Drs. H. Edi Sumarto Sebelum Pengamatan Tanggal 15 Mei 013 Daftar nilai, Absensi Siswa, Catatan

Lebih terperinci

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 1 STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 SKRIPSI OLEH: PUTRI ARUMINGTYAS NIM : K 2402529 Skripsi

Lebih terperinci

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG Dalam bagian ini akan disampaikan faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok yang dilihat dari faktor intern yakni: (1) motivasi

Lebih terperinci

Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia

Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia Penilaian Pasar Secara Cepat: Manual untuk Pelatih Telah direvisi untuk Indonesia ditulis oleh: Ira Febriana Banda Aceh, Desember 2006 International Labour Office Hak cipta Kantor Perburuhan Internasional

Lebih terperinci

1. Penelitian Tindakan Kelas untuk Inovasi Pembelajaran

1. Penelitian Tindakan Kelas untuk Inovasi Pembelajaran 1. Penelitian Tindakan Kelas untuk Inovasi Pembelajaran Tidak seorangpun pendidik yang berusaha untuk mempertahankan metode ceramah sebagai metode yang harus digunakannya dalam setiap pembelajaran yang

Lebih terperinci