dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah."

Transkripsi

1 Sekalipun Anda memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak Anda komunikasikan kepada orang lain, tidak ada gunanya. Sehebat apa pun ilmu dan jurus-jurus bisnis Anda namun jika tidak Anda bagikan, tidak Anda komunikasikan, tidak Anda amalkan, tidak ada manfaatnya! Jadi ilmu itu harus diamalkan. Produk unggulan kita harus kita tawarkan pada orang lain. Artinya kita perlu berkomunikasi. Supaya komunikasi kita itu efektif dan mengena yang selanjutnya memberikan dampak keuntungan bagi kita, maka kita perlu tahu bagaimana kiat-kiat berkomunikasi dengan baik dan benar. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa komunikasi itu adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan / audiens) melalui berbagai cara. Tujuan komunkasi itu untuk memberitahukan, mempengaruhi dan meyakinkan. Komunikasi dikatakan efektif bila orang berhasil menyampaikan pesan, serta dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah. Dalam berkomunikasi diperlukan kemauan dan kemampuan seseorang dalam melihat dunia dari sudut pandang orang lain, sebab, arti bukan terletak pada kata-kata melainkan terletak pada manusia, dan bahwa manusia itu berbeda satu sama lain. Oleh karena itu dalam berkomunikasi kita perlu memahami prinsip-prinsipnya yaitu: Jelas, singkat dan dapat dimengerti Dua arah, aksi dan reaksi Pemilihan media yang efektif 1 / 6

2 Bila perlu dilakukan berulang-ulang Umpan balik sangat penting Ada beberapa sikap orang dalam berkomunikasi Agresif. Orang yang memiliki sikap agresif, memandang kepentingan sendiri lebih dominan daripada kepentingan orang lain. Menghadapi orang semacam ini memang diperlukan penghargaan lebih. Artinya kita perlu memberikan penghargaan lebih banyak atau lebih sering. Caranya? Dengarkan baik-baik, tidak perlu kita membantah. Bila dalam keadaan emosi, katakan bahwa Anda akan diskusikan dengan atasan dan kembalilah pada saat yang lebih baik. Ajak orang yang lebih senior untuk meningkatkan relasi Anda. Jelaskan situasi yang Anda hadapi dan minta orang tersebut untuk membantu, dengan mengatakan bantuannya sangat Anda hargai. Jangan lupa pula untuk menjelaskan keuntungan yang akan didapatkannya. Kemudian jangan lupa ucapkan terima kasih atas waktu dan kerjasamanya Asertif. Orang yang memiliki sikap asertif, memandang kepentingan sendiri dan orang lain sama-sama penting. Jika kita menghadapi orang yang bersikap asertif kita perlu bersikap terbuka. Kita perlu bersikap sama-sama dewasa, dengan menanyakan apa yang kiranya dapat kita lakukan untuknya. Kita perlu menghargai kepentingannya, dan mendengarkan apa yang dikemukakan. Perlu juga kita jelaskan situasi kita, sambil minta maaf jika belum dapat memenuhi semua permintaannya. Kita juga perlu meminta kerjasamanya dan mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan bantuannya. Submisif atau Mengalah. Orang yang bersikap submisif memandang kepentingan orang lain lebih dominan dari kepentingan sendiri. Jika kita menghadapi orang macam ini, 2 / 6

3 apalagi orang itu adalah pelanggan kita, m pelanggan sudah setuju dengan kita, jangan kecewakan dia dengan hal-hal yang tidak benar. Jangan pula memanfaatkan situasinya untuk kepentingan kita sehingga merugikan pelanggan. eskipun Ada kalanya kita menghadapi orang-orang yang memiliki sikap defensif, tertutup, yang sering menggunakan kata-kata klise begitulah kira-kira terserahlah dll. Ada juga orang yang bersikap absolut yang sering memaksakan kehendaknya dengan kata-kata klise: Pokoknya harus. Kemudian kita mungkin juga pernah menghadapi orang-orang yang bersikap konfrontatif, yang mengarah pada menang-kalah, duel argumentasi. K ata-kata k lise nya : menurut saya betul nggak? Dan masih ada juga orang yang berbaik hati dengan sikap sinergis, mencari penyesuaian. K ata-kata k lise yang sering digunakan adalah, Bagaimana sebaiknya - kalau begini bagaimana? Terhadap orang-orang semacam itu kita perlu menanggapi secara bijaksana sehingga komunikasi yang kita lakukan tetap lancar. Prinsip yang kita gunakan adalah: Pahami dulu orang lain, barulah orang lain akan memahami kita. Di samping sikap dalam berkomunikasi kita juga mengenal istilah status ego dalam berkomunikasi. Ada kalanya kita menjumpai orang yang memiliki status ego sebagai ORANGTUA, yang cenderung ingin didengarkan, menasihati, dan juga mengalah. Ada yang memiliki status ego DEWASA yang cenderung rasional, mengajak diskusi dan memilih yang benar-benar menguntungkan. Ada juga status ego 3 / 6

4 ANAK-ANAK yang cenderung emosional dan menuntut, namun juga mudah dibujuk. Supaya komunikasi kita lancar, kita perlu menyesuaikan keadaan ego kita dengan lawan bicara. Dalam organisasi ketika kita berkomunikasi dengan sesama anggota organisasi, kita mengenal adanya komunikasi Vertikal, yaitu komunikasi antara atasan dan bawahan; dan komunikasi Horisontal, yaitu komunikasi antara sesama anggota sederajat. Komunikasi internal yang kita lakukan dalam organisasi itu sebaiknya kita lakukan dengan menganggap semua pihak adalah pelanggan, bukan sekedar rekan, atasan atau bawahan. Jika terjadi komunikasi dari atasan kepada bawahan atau sebaliknya, biasanya komunikasi itu bertujuan : menjual ide, memotivasi atau mendorong, memberitahukan atau mengkonfirmasikan, memberikan penghargaan, berterima kasih, berkonsultasi, dan mengajukan permohonan. Jika komunikasi horisontal terjadi, biasanya bertujuan memberitahukan / mengkonfirmasikan, bekerjasama, meminta bantuan dan sosialisasi antaranggota. Sedangkan jika terjadi komunikasi eksternal biasanya bertujuan: menjual ide, negosiasi, membina hubungan, dan mengakrabkan. Supaya Komunikasi kita efektif ada beberapa pedoman yang perlu kita pahami dan lakukan yaitu: Tangibility artinya komunikasi yang kita lakukan itu dapat dirasakan, dilihat secara kasat mata Emphaty artinya bersikap memahami, bahkan tidak hanya memahami, tetapi juga kita dapat merasakan seperti yang dirasakan orang lain. Responsiveness bersikap tanggap, memberikan reaksi yang tepat dan mengena 4 / 6

5 sasaran. Reliability dapat dipercaya, jujur, terbuka. Assurance memberikan kepastian, bahkan ada jaminan. Supaya komunikasi kita lancar dan berkualitas, maka kita perlu memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, kita perlu bersikap asertif, yaitu mengerti sebelum dimengerti, mendengar sebelum berbicara, memberi sebelum menerima, memiliki data akurat, memiliki kemampuan menganalisis dan memiliki kemampuan persuasif. Seringkali terjadi adanya kesenjangan komunikasi atau communication gap. Hal itu terjadi bila : Penerima dan pengirim punya persepsi beda Penerima cenderung berharap apa yang sebenarnya ia harapkan Penerima sering membuat batasan sendiri Penerima cenderung menilai sumber berita Tidak menghiraukan kunci-kunci nonverbal 5 / 6

6 Penerima sedang emosional / tidak tenang Gaya bahasa yang berbeda Munculnya kesimpulan dini, dsb. Sebagai komunikator yang baik kita berusaha meminimalisir kesenjangan itu sehingga kita tetap dapat berkomunikasi secara efektif, saling menguntungkan dan mengarah kepada kualitas unggul. Nah, kita sudah memahami berbagai hal tentang komunikasi. Biasanya kalau kita bertemu seseorang sering kita menyapa, Halo, apa kabar? Dan jawab yang sering kita dengar adalah Baik! Nah, apakah kabar baik itu sudah Anda kabarkan kepada orang lain? 6 / 6

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Semua gagasan besar manajemen hanya akan terhenti di dibelakang meja saja, apabila para pemimpin tidak memiliki kemampuan penyampaian pesan melalui komunikasi. Rencana seorang

Lebih terperinci

PRESENTASI MEMUKAU BAGAIMANA MENCIPTAKAN PRESENTASI LUAR BIASA MUHAMMAD NOER. Herry Mardian (ed.)

PRESENTASI MEMUKAU BAGAIMANA MENCIPTAKAN PRESENTASI LUAR BIASA MUHAMMAD NOER. Herry Mardian (ed.) PRESENTASI MEMUKAU BAGAIMANA MENCIPTAKAN PRESENTASI LUAR BIASA MUHAMMAD NOER Herry Mardian (ed.) PRESENTASI MEMUKAU: Bagaimana Menciptakan Presentasi Luar Biasa Muhammad Noer www.presentasi.net Penulis:

Lebih terperinci

POLA PIKIR APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI PELAYAN MASYARAKAT. Hak Cipta Pada: Lembaga Administrasi Negara EdisiTahun 2014

POLA PIKIR APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI PELAYAN MASYARAKAT. Hak Cipta Pada: Lembaga Administrasi Negara EdisiTahun 2014 POLA PIKIR APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI PELAYAN MASYARAKAT Hak Cipta Pada: Lembaga Administrasi Negara EdisiTahun 2014 Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Jl. Veteran No. 10 Jakarta 10110 Telp.

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III 3. LANDASAN TEORI 3.1 Hubungan Masyarakat Hubungan masyarakat merupakan bagian yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Tugas penting bagian HUMAS adalah mampu menjembatani hubungan antara karyawan

Lebih terperinci

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN Masrinawatie AS Pendahuluan P endapat yang mengatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan sudah ditinggalkan

Lebih terperinci

Menghubungkan Bisnis dengan Manajemen Hutan Bertanggung jawab. 'Kayu Baik, Bisnis Baik'

Menghubungkan Bisnis dengan Manajemen Hutan Bertanggung jawab. 'Kayu Baik, Bisnis Baik' Menghubungkan Bisnis dengan Manajemen Hutan Bertanggung jawab 'Kayu Baik, Bisnis Baik' Panduan praktis berorientasi industri untuk menghilangkan kayu yang tidak sah dan yang tidak diinginkan lainnya dari

Lebih terperinci

Berpusat beragam serta bagaimana membuat anak bermakna untuk semua. Pada Anak. Perangkat 4.1 Memahami Proses Pembelajaran dan Peserta Didik 1

Berpusat beragam serta bagaimana membuat anak bermakna untuk semua. Pada Anak. Perangkat 4.1 Memahami Proses Pembelajaran dan Peserta Didik 1 Panduan Buku ini membantu Anda memahami bagaimana konsep belajar berubah ke kelas yang berpusat pada anak. Buku ini memberikan ide-ide bagaimana menangani anak di kelas Anda dengan latar belakang dan kemampuan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Periklanan Periklanan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Menurut Lee dan Johnson yang dialih

Lebih terperinci

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.2 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan cara melakukan observasi dan memantapkan hubungan baik 2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar aktif

Lebih terperinci

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST BENTUK KOMUNIKASI By : Lastry. P, SST 1. KOMUNIKASI INTRAPERSONAL Komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Berfungsi : 1. Untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, mamahami dan mengendalikan diri,

Lebih terperinci

Fungsi dan Peranan Iklan pada televisi

Fungsi dan Peranan Iklan pada televisi Fungsi dan Peranan Iklan pada televisi Definisi Iklan Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk atau jasa,

Lebih terperinci

Surat dari Direktur Utama dan Pejabat Eksekutif Tertinggi

Surat dari Direktur Utama dan Pejabat Eksekutif Tertinggi Pedoman Perilaku 2 Surat dari Direktur dan Pejabat Eksekutif Tertinggi Rekan-rekan kerja yang kami hormati: Dresser-Rand ( Pedoman ) berisi gabungan berbagai nilai dan standar perilaku yang membuat Dresser-Rand

Lebih terperinci

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 7 Bagian Kedua KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK II.1. Kebijakan GCG ANTARA ANTARA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pergaulan dengan orang lain

BAB I PENDAHULUAN. keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pergaulan dengan orang lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar merupakan salah satu bentuk kegiatan individu dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan dari setiap belajar mengajar adalah untuk memperoleh hasil

Lebih terperinci

penting dalam pengertian belajar, yaitu sebagai berikut:

penting dalam pengertian belajar, yaitu sebagai berikut: BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hasil Belajar Akuntansi a. Pengertian Hasil Belajar Akuntansi Belajar merupakan suatu kebutuhan mutlak setiap manusia. Tanpa belajar manusia tidak dapat bertahan

Lebih terperinci

MELIPUT TRAUMA. Panduan Dart Centre. Untuk Para Wartawan, Redaktur dan Manajer

MELIPUT TRAUMA. Panduan Dart Centre. Untuk Para Wartawan, Redaktur dan Manajer MELIPUT TRAUMA Panduan Dart Centre Untuk Para Wartawan, Redaktur dan Manajer 2 Daftar Isi Korban dan Mereka yang Selamat:... 3 Komunitas umum:...3 Wartawan:...3 Jurnalisme dari Respon Pertama...4 Persepsi

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI

BAB II KERANGKA TEORI 10 BAB II KERANGKA TEORI A. Kajian Pustaka 1. Strategi Secara etimologi adalah turunan dari kata dalam bahasa Yunani, strategos. Adapun strategos dapat diterjemahkan sebagai komandan militer pada zaman

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam OLEH

Lebih terperinci

Prosedur dan Kebijakan Hukum Persaingan Usaha

Prosedur dan Kebijakan Hukum Persaingan Usaha Prosedur dan Kebijakan Hukum Persaingan Usaha Tujuan dan Aplikasi Pedoman Perilaku Bisnis menyatakan, CEVA berkomitmen untuk usaha bebas dan persaingan yang sehat. Sebagai perusahaan rantai pasokan global,

Lebih terperinci

Bukan hanya laba. Prinsip-prinsip bagi perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial

Bukan hanya laba. Prinsip-prinsip bagi perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial Bukan hanya laba Prinsip-prinsip bagi perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial Penulis Godwin Limberg Ramses Iwan Moira Moeliono Yayan Indriatmoko Agus Mulyana Nugroho Adi Utomo Bukan hanya

Lebih terperinci

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tinjauan umum kebijakan dan pengarahan etika, memandu hubungan kerja di antara kita, dan hubungan bisnis dengan Pemangku Kepentingan. Edisi 2 10 Februari 2011 Daftar Isi 2 Sambutan Komisaris Utama 4 Sambutan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beberapa peneliti sebelumnya. Maka peneliti juga diharuskan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beberapa peneliti sebelumnya. Maka peneliti juga diharuskan untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hasil-hasil Penelitian Terdahulu Penelitian ini juga pernah di angkat sebagai topik penelitian oleh beberapa peneliti sebelumnya. Maka peneliti juga diharuskan untuk mempelajari

Lebih terperinci

Menembus Batas Online Marketing

Menembus Batas Online Marketing FORMULABISNIS.COM SPECIAL REPORT Menembus Batas Online Marketing Oleh: Joko Susilo, ST. Menembus Batas Online Marketing Daftar Isi Bab 1. Memahami Internet: Dunia Tanpa Batas...3 Bab 2. Tiga Hal Utama

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis Internasional

Tata Laku Bisnis Internasional Tata Laku Bisnis Internasional Etika, Integritas, Kepercayaan Prinsip Kita dalam Pekerjaan Memimpin dengan menjadi teladan melalui Tata Laku Bisnis kita yang kuat sangat penting bagi kesuksesan kita. Orang

Lebih terperinci

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1 Cara Kerja Kita Praktik Usaha BT Bulan Oktober 2013 Halaman 1 Cara Kerja Kita: Praktik Usaha Kita Nilai-Nilai Kita: Cara Kerja Kita menjabarkan praktik usaha dan nilai-nilai kita perilaku yang kita harapkan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian belajar secara komprehensif diberikan oleh Bell-Gredler (dalam

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian belajar secara komprehensif diberikan oleh Bell-Gredler (dalam BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran Pengertian belajar secara komprehensif diberikan oleh Bell-Gredler (dalam Winataputra, 2008:1.5) yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan

Lebih terperinci

TOLERAN HORMAT JUJUR. Membentuk ERDAS RBAIK JUJUR PERCAYA D KEDAMAIAN SANTUN ERANSI SANTUN KEPEMIMPINAN CERDA GOTONG-RO TANGGUNG JAWAB

TOLERAN HORMAT JUJUR. Membentuk ERDAS RBAIK JUJUR PERCAYA D KEDAMAIAN SANTUN ERANSI SANTUN KEPEMIMPINAN CERDA GOTONG-RO TANGGUNG JAWAB Rahasia Sukses Pendidikan Karakter: 7 Hari Membentuk Karakter Anak Timothy Wibowo ERDAS RBAIK OLERANSI IS S DIRIAN AWAN ERANSI TANGGUNG JAWAB SANTUN KEPEMIMPINAN SANTUN DERMAWAN KEMANDIRI HORMAT TOLERAN

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Tingkah Laku Menyimpang. Tingkah laku menyimpang adalah tingkah laku tercela, yang dilakukan

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Tingkah Laku Menyimpang. Tingkah laku menyimpang adalah tingkah laku tercela, yang dilakukan 10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tingkah Laku Menyimpang 1. Pengertian Tingkah Laku Menyimpang Tingkah laku menyimpang adalah tingkah laku tercela, yang dilakukan oleh individu yang timbul akibat adannya faktor-faktor

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES TESIS Untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan Pada Universitas

Lebih terperinci