DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN



dokumen-dokumen yang mirip
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEHUTANAN. Penyelenggaraan. Sistem Informasi.

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.7/Menhut-II/2010P. /Menhut-II/2009 TENTANG

GUBERNUR BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 14 TAHUN 2013

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.9/Menhut-II/2011P. /Menhut-II/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

DUKUNGAN PASCAPANEN DAN PEMBINAAN USAHA

Oleh : Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEHUTANAN. Dekonsentrasi. Pemerintah. Provinsi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.42/Menhut-II/2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.6/Menhut-II/2010 TENTANG

2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional.

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.46/Menhut-II/2013 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 7/Menhut-II/2011 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN

Eksekutif DATA STRATEGIS KEHUTANAN

PENINGKATAN PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN TAHUNAN PEDOMAN TEKNIS KOORDINASI KEGIATAN PENGEMBANGAN TANAMAN TAHUNAN TAHUN 2015 (REVISI)

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.6/Menhut-II/2012 TENTANG

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA KEHUTANAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 71 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS KEHUTANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DUKUNGAN PASCAPANEN DAN PEMBINAAN USAHA

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: P.36/MENHUT-II/2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA KEHUTANAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM INFORMASI LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN KPH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM INFORMASI LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

TENTANG HUTAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN,

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM INFORMASI LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENGENDALIAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN HUTAN LINDUNG,

PEMERINTAH PROVINSI JAMBI DINAS KEHUTANAN Jl. Arief Rahman Hakim No. 10 Jambi

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK

I. PENDAHULUAN. kerja dan mendorong pengembangan wilayah dan petumbuhan ekonomi.

DUKUNGAN PASCAPANEN DAN PEMBINAAN USAHA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 77/Permentan/OT.140/12/2012

RUMUSAN RAPAT REGIONAL DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2016 Yogyakarta, Juni 2015

Desa Hijau. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.47/MENHUT-II/2013

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.18/MEN/2008 TENTANG AKREDITASI TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KEHUTANAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN

I. PENDAHULUAN A. Urgensi Rencana Makro Pemantapan Kawasan Hutan.

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 18/MEN/2008 TENTANG AKREDITASI TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

tertuang dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Kementerian Kehutanan Tahun , implementasi kebijakan prioritas pembangunan yang

ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

PROGRAM/KEGIATAN DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN DIY KHUSUS URUSAN KEHUTANAN TAHUN 2016

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN

PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

Perkembangan Penelitian Terpadu Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan dalam Revisi RTRWP

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

SISTEMATIKA PENYAJIAN :

2011, No.68 2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Ind

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.29/Menhut-II/2013 TENTANG PEDOMAN PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN

TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENETAPAN RENCANA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB II. PERENCANAAN KINERJA

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 1/MENHUT-II/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA KEHUTANAN TINGKAT PROVINSI

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 62 TAHUN 2014 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN

RENCANA KERJA USAHA PEMANFAATAN PENYERAPAN DAN/ATAU PENYIMPANAN KARBON PADA HUTAN PRODUKSI

HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) Oleh Agus Budhi Prasetyo

DUKUNGAN PASCAPANEN DAN PEMBINAAN USAHA

Memperhatikan pokok-pokok dalam pengelolaan (pengurusan) hutan tersebut, maka telah ditetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kehutanan Sumatera Selatan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DEPARTEMEN KEHUTANAN November, 2009

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR 26 TAHUN 2005 TENTANG PEDOMAN PEMANFAATAN HUTAN HAK MENTERI KEHUTANAN,

2017, No dalam rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2018; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 61 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P.26/Menhut-II/2005

Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG TATA HUTAN DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN HUTAN, SERTA PEMANFAATAN HUTAN

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.48/Menhut-II/2013 TENTANG PEDOMAN REKLAMASI HUTAN PADA AREAL BENCANA ALAM

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 95 TAHUN 2008

Kajian Tinjauan Kritis Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

2014, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik I

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014

TA 2014 DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

LAPORAN TRIWULAN-III AKTIVITAS APBD PROVINSI

Gambaran Pembentukan Wilayah KPH

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM INFORMASI LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 66 /Menhut-II/2014 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Transkripsi:

DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN Pangkal Pinang 16-17 April 2014 BAGIAN DATA DAN INFORMASI BIRO PERENCANAAN KEMENHUT email: datin_rocan@dephut.go.id

PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan pelaksanaan pembangunan kehutanan, memerlukan data dan informasi yang berkualitas baik Adanya perbedaan data kehutanan daerah dengan pusat Belum sinkronnya metodologi dan dasar pengambilan data kehutanan daerah dan pusat Belum lengkapnya beberapa data kehutanan baik di daerah maupun propinsi Tujuan Untuk menghimpun data pembangunan kehutanan dari seluruh Provinsi di Indonesia secara berjenjang Sikronisasi data pembangunan antara pusat dan daerah Diskusi permasalahan perbedaan data kehutanan antara pusat dan daerah untuk kemudian rekomendasi tertulis

HASIL DAN MANFAAT Mendorong ketersediaan data di Provinsi dan Pusat berdasarkan skema Permenhut P.02 Tahun 2010, Tentang Sistem Informasi Kehutanan Memperkuat dan melengkapi data pembangunan kehutanan daerah dan pusat Sinkronisasi metode pengambilan data kehutanan

DASAR HUKUM UU No. 22/1999 Tentang Pemerintahan Daerah UU No. 41/1999 Tentang Kehutanan UU No. 14/2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik PP RI No. 61/2010 Tentang Pelaksanaan UU No. 14/2008 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota Peraturan Menteri Kehutanan No. P02/ Menhut-II/2010 Tentang Sistem Informasi Kehutanan Peraturan Menteri Kehutanan No P.40/Menhut-II/2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemenhut Peraturan Menteri Kehutanan No P.06/Menhut-II/2012 tentang Statistik Kehutanan

PENGERTIAN Istilah Pengertian Data Basis Data Sistem Informasi Kehutanan (SIK) Statistik Rancangan Umum Sistem Informasi Kehutanan (SIK) Sistem statistik kehutanan Statistik Kehutanan Monitoring Evaluasi Gambaran dari sekumpulan fakta, konsep atau instruksi yang tersusun dalam suatu cara atau bentuk yang formal sehingga sesuai untuk komunikasi, interpretasi atau pemrosesan secara manual atau otomasi. Koleksi dari sekumpulan data yang berhubungan atau terkait satu sama lain, disimpan dan dikontrol bersama dengan suatu skema atau aturan yang spesifik sesuai dengan struktur yang dibuat. kegiatan pengelolaan data kehutanan yang meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penyajian serta tata caranya secara digital. data yg diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis serta sebagai sistem, yang mengatur keterkaitan antar unsurnya. Rancangan sistem informasi kehutanan yang bersifat makro dan menyeluruh dan menjadi acuan dalam penyusunan rancangan sistem informasi kehutanan yang lebih detail. Tatanan unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik kehutanan. data dan informasi yang disajikan secara tahunan dan atau berkala (timeseries). kegiatan pemantauan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian penyelenggaraan sistem informasi kehutanan. kegiatan penilaian terhadap penyelenggaraan sistem informasi kehutanan.

Pengelola Basis Data Metodologi Pengelolaan Data Kehutanan Instansi pemerintah, Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mengurusi kehutanan serta KPH Pengelolaan Data Cara Pengumpulan Data Cara Pengolahan dan Analisis Penyimpanan/Pemeliharaan Data Pemutakhiran Data Penyajian Data Pengguna Data Format Penyediaan Pengumpulan, pengolahan, analisis, penyimpanan/pemeliharaan, pemutakhiran dan penyajian Survey, penelitian, dokumen administrasi kehutanan, pemanfaatan teknologi dan sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Digital dan/atau manual sesuai dengan ketersediaan data dan kemajuan teknologi Dalam media elektronik (digital) dan media cetak Setiap diperoleh data baru Media elektronik dan media cetak Instansi pemerintah, Pemda, Lembaga legislatif dan yudikatif, dunia usaha dan masyarakat. Lampiran I, II, III, dan IV

Informasi Kehutanan Diperoleh dari pengolahan dan analisis data kehutanan sesuai dengan kebutuhannya. Jenis Informasi kehutanan antara lain meliputi: Potensi dan Kondisi sumberdaya hutan, Hasil-hasil pencapaian target pembangunan kehutanan serta Informasi lain sesuai kebutuhan. Data pendukung (SDM, Peraturan)

Penyelenggaraan Sistem Informasi Kehutanan Jenjang Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, KPH Kegiatan Penyusunan rancangan umum (grand design) Pengembangan basis data kehutanan Pengembangan SDM di bidang Sistem Informasi Kehutanan Pengelolaan perangkat Penentuan transparansi data dan informasi kehutanan Pengaturan/ Prosedur Tata Waktu Penyampaian Data/Informasi Pembinaan, Monev Penganggaran untuk peningkatan pelayanan bagi instansi pemerintah, publik dan dunia usaha secara nasional yang dilaksanakan secara digital; KPH Instansi Kehutanan Kab/Kota Instansi Kehutanan Prov. Tingkat Nasional Dari Kepada Waktu dilakukan secara berjenjang Pada setiap tingkatan Instansi Kehutanan Kab/Kota Instansi Kehutanan Prov. Menteri Kehutanan Penyelenggara Menteri Kehutanan Tingkat Nasional Gubernur Bupati/Walikota KKPH/Kepala Unit Pengelola Tingkat Provinsi Kabupaten/Kotamadya KPH/Unit Pengelola Maret tahun berikutnya April tahun berikutnya Mei tahun berikutnya Juli tahun berikutnya

Anggaran Anggaran Anggaran Anggaran Alur Penyelenggaraan Sistem Informasi Kehutanan Penyelenggara Anggaran di setiap Tingkatan Tata Waktu Penyampaian Data/Informasi Pusat/Nasional MONEV MONEV MONEV Propinsi Kabupaten/Kota Tapak/KPH Pusat Data dan Informasi Pusat/Nasional (Kementerian) Pusat Data dan Informasi Propinsi Pusat Data dan Informasi Kabupaten/Kota KPH KPH Pusat Data dan Informasi Kabupaten/Kota KPH Pusat Data dan Informasi Propinsi Pusat Data dan Informasi Kabupaten/Kota KPH KPH Juli tahun berikutnya Mei tahun berikutnya April tahun berikutnya Maret tahun berikutnya

DATA KEHUTANAN 6 kategori 47 jenis (Permenhut Nomor : P.02/Menhut-II/2010) Kategori Data Jumlah Jenis Kawasan dan potensi hutan 13 Industri kehutanan 9 Perdagangan hasil hutan 6 Rehabilitasi lahan kritis 5 Pemberdayaan masyarakat 8 Tata kelola kehutanan. 6

SIFAT, TIPE, FORMAT DAN SKALA DATA DAN INFORMASI Sifat Tipe Format Norma Skala Data Spasial Tingkat Nasional Kriteria Lengkap, Akurat, Terkini Data Spasial dan Data Numerik Digital dan Non Digital Nasional 1 : 250.000 Provinsi 1 : 100.000 Kabupaten/Kota 1 : 50.000 KPH 1 : 50.000

Jenis data kehutanan yang diperlukan I. Data kawasan dan potensi Hutan antara lain meliputi : a. Luas kawasan hutan dan perairan; b. Tata batas kawasan hutan; c. Luas kawasan hutan yang telah ditetapkan; d. Luas dan letak perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan; e. Luas dan letak kesatuan pengelolaan hutan; f. Potensi hasil hutan kayu; g. Potensi hasil hutan bukan kayu; h. Luas areal yang tertutup dan tidak tertutup hutan; i. Luas dan letak areal penggunaan kawasan hutan; j. Jenis flora dan fauna yang dilindungi; k. Gangguan keamanan hutan; l. Lokasi dan luas areal kebakaran hutan; m. Perlindungan hutan.

lanjutan... II. Data industri kehutanan antara lain meliputi : a. Jumlah dan luas ijin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu; b. Jumlah dan luas ijin usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu; c. Jumlah dan luas ijin usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam; d. Jumlah ijin pengusahaan tumbuhan dan satwa liar; e. Produksi kayu bulat dan kayu olahan; f. Produksi hasil hutan bukan kayu; g. Pelaksanaan sistem silvikultur intensif; h. Jumlah dan kapasitas industri primer kehutanan; i. Sertifikasi pengelolaan hutan.

lanjutan... III. Data perdagangan hasil hutan antara lain meliputi: a. Volume dan nilai ekspor hasil hutan kayu dan bukan kayu; b. Volume dan nilai impor kayu bulat dan kayu olahan; c. Nilai perdagangan tumbuhan dan satwa liar; d. Potensi penyerapan dan perdagangan karbon; e. Nilai PNBP dari penggunaan kawasan hutan; f. Kontribusi sektor kehutanan terhadap Produk Domestik Bruto. IV. Data rehabilitasi lahan kritis antara lain meliputi: a. Lokasi dan luas lahan kritis berdasarkan DAS; b. Laju deforestasi dan degradasi; c. Hasil kegiatan rehablitasi hutan dan lahan; d. Luas dan lokasi kegiatan reklamasi kawasan hutan; e. Pengembangan kegiatan perbenihan.

lanjutan... V. Data pemberdayaan masyarakat antara lain meliputi: a. Lokasi dan luas hutan desa; b. Jumlah, letak dan luas areal hutan tanaman rakyat; c. Letak dan luas areal hutan rakyat; d. Letak dan luas areal hutan kemasyarakatan; e. Pengelolaan Hutan Bersama masyarakat (PHBM); f. Pembangunan masyarakat desa hutan (PMDH); g. Peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan konservasi; h. Peningkatan usaha masyarakat di sekitar hutan produksi. VI. Data tata kelola kehutanan antara lain meliputi: a. Jumlah dan sebaran PNS instansi kehutanan; b. Alokasi dan realisasi anggaran; c. Sarana dan prasarana instansi kehutanan; d. Realisasi audit reguler dan khusus; e. Penyuluhan kehutanan; dan f. Teknologi produk dan informasi ilmiah.

Tantangan dan Tindak lanjut Data & Informasi Kemenhut Tantangan a. Data dan Informasi sulit diintegrasikan, dikarenakan perbedaan wewenang dan kekuasaan pembangunan kehutanan b. Penggunaan Sumberdaya data dan informasi tidak optimal c. Pengendalian sistem informasi sulit dilakukan d. Terlalu banyak pintu informasi e. Sistem penganggaran tidak efektif Tindak Lanjut a. Pengembangan Sistem Informasi Kehutanan yang terintegrasi

Resume Rapat Rekonsiliasi Data dan Informasi Rapat di selenggarakan di Jakarta, 26-27 Agustus 2013, dihadiri perwakilan dari 31 Propinsi Se-Indonesia kecuali Propinsi Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur Beberapa hasil Rapat: 1. Masih teradapat perbedaan kategorisasi/nomenklatur data antara data Dinas Propinsi dengan Data Kementerian Kehutanan baik tingkat UPT maupun eselon I 2. Berdedanya satuan ukur untuk satu jenis data yang sama 3. Data yang terdapat di Pusat namun tidak ada di Propinsi, data yang terdapat di Propinsi namun di Pusat tidak ada, dan data yang tidak terdapat baik di Pusat maupun di Propinsi 4. Perbedaan Format tabel Pelaporan (dalam lampiran) dalam Permenhut P.02 antara Data pada Bagian dengan data yang harus dilaporkan. 5. Sulitnya mendapatkan data pembangunan kehutanan dari Kabupaten 6. Belum semua Propinsi menyediakan dana untuk proses dukungan dana untuk proses koordinasi dan sikronisasi data pembangunan kehuatanan dengan Kabupaten/Kota.

Rekomendasi Rapat Rekonsiliasi Data dan Informasi 1. Melakukan revisi Permenhut No. P.02 Taun 2010, untuk menyeragamkan kategorisasi data dan format tabel sehingga dapat diaplikasikan secara berjenjang dari tingkat tapak, Kabupaten/kota/Propinsi dengan memperhatikan juga format data sesuai Perda masing-masing Propinsi. 2. Pertemuan membahas sinkronisasi data agar dilaksasnakan paling tidak 6 bulan sekali setiap tahun 3. Sosialisasi Permenhut P.02 Tahun 2010 dilakukan sehingga proses pengumpulan data dapat secara optimal direspon oleh Kabupaten. 4. Pelaporan Data pembangunan kehutanan dari UPT Kementerian di tembuskan ke Dinas Propinsi Kehutanan guna menunjang siknronisasi data 5. Proses pengumpulan data dan Informasi pembangunan kehutanan perlu didukung dana baik dari APBD maupun APBN (Dekonsentrasi) bila memungkinkan 6. Perlu ditunjuk koordinator untuk setiap Regional Propinsi yang mengkoordinasikan informasi pembangunan kehutanan.

Kesepakatan Rapat Rekonsiliasi Data dan Informasi Semua Propinsi mendukung Mekanisme Sistem Informasi Kehutanan Berdasarkan Permenhut P.02 Tahun 2010 dan rencana revisinya guna menunjang ketersediaan data pembangunan kehutanan secara berkelanjutan Perlunya pertemuan Rekonsialiasi Data membahas Data-Data pembangunan Kehutanan setiap Tahun antara Kementerian Kehutanan dengan Dinas Propinsi minimal 1 tahun sekali Dibentuknya Forum Komunikasi Data dan Informasi antara Dinas Propinsi dengan Kementerian Kehutanan dengan sususnan sebagai berikut: a. Regional I terdiri dari Propinsi pulau se-sumatera, dan diketuai oleh Propinsi Jambi b. Regional II terdiri dari Propinsi Pulau se-jawa, Bali, NTT, dan NTB, dan diketuai oleh Propinsi DIY c. Regional III terdiri dari Propinsi Pulau se-kalimantan dan diketuai oleh Propinsi Kalimantan Tengah d. Regional IV terdiri dari Propinsi pulau se-sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Regional IV diketuai oleh Propinsi Papua

Data dan Informasi Biro Perencanaan email: datin_rocan@dephut.go.id