Konseling dan Pendidikan

dokumen-dokumen yang mirip
Konseling dan Pendidikan

MODEL KOOPERATIF MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR IPS SISWA KELAS IV

PROBLEM BASED LEARNING UNTUK PENINGKATAN

Model Cooperative Learning Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INDEX CARD MATCH SD NEGERI 04 PUNGGUANG KASIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VA SD NEGERI 058 BALAI MAKAM DURI

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN STRATEGI THE LEARNING CELL DI SDN 12 MONGAN POULA SIBERUT UTARA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SDN INTI OLAYA KECAMATAN PARIGI. Oleh. Sartin

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TRUE OR FALSE

Konseling dan Pendidikan

PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWAMELALUI METODE BERMAIN JAWABAN DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SDN 10 KOTO JUA KECAMATAN BAYANG

Model Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PKN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGGUNAAN PENDEKATAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 26 LUBUK ALUNG

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh: RAHMA DONA NPM

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PEMBENTUKAN TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SDN 08 SURAU GADANG SITEBA PADANG

ARIE WANGI CHANDRA NPM.

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA MATA PELAJARAN PKn

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 045 Muara Jalai

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWAKELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE EKSPERIMEN DI SD NEGERI 27 SUNGAI LIMAU

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 018

Universitas Bung Hatta Abstract

Novia Wijayanti Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action

Rizky Ridlo Rahmanda Putri. Kata kunci: model GI, aktivitas siswa, prestasi belajar fisika

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL THINK-PAIR-SHARE. Erly Pujianingsih

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN PKn DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DI SD NEGERI 32 LUBUK ALUNG. Erni, Nurharmi, Yulfia Nora

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI METODE DISCOVERY

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DENGAN GIVING REWARD AND PUNISHMENT

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL INTERAKTIF DI SD NEGERI 14 LUBUK ALUNG

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN 07 TUIK BATANG KAPAS

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK. Sri Suwarni

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN PKN DENGAN STRATEGI TRUE OR FALSE DI SD NEGERI 13 SURAU GADANG PADANG

PENINGKATAN PARTISIPASI BERBICARA SISWA KELAS V MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK SDN 10 SINTOGA KABUPATEN PADANG PARIAMAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Oleh sebab

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP

Penggunaan Metode Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatakan Hasil Belajar IPA

ARTIKEL PENELITIAN OLEH: REPSA YUNITA NPM

Kata Kunci: model STAD, pembelajaran, IPA

Model Pembelajaran Koperatif Tipe Listening Team dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ekologi Hewan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 3 ISSN X. Ni Ketut Mirniati

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN NO MEDAN DELI

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL WORD SQUARE DI SDN 26 PELANGAI KECIL KABUPATEN PESISIR SELATAN

Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan Indonesia

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI INFORMATION SEARCH

Agusnoto. SD Negeri Ketitangkidul, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah

Rukmia. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

ARTIKEL. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. oleh : Nur Aeni Ratna Dewi

BAB III METODE PENELITIAN

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GIMPUBIA. Oleh.

Ewisahrani Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta,

PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL BERTUKAR PASANGAN DI SDN 02 ULAK KARANG SELATAN

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA SISWA KELAS V SDN 20 KURAO PAGANG PADANG

Joyful Learning Journal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V tahun pelajaran 2012-

METODOLOGI PENELITIAN

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SEKOLAH DASAR

PENERAPAN PENDEKATAN TEMATIK UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS 1 PADA PEMBELAJARAN IPS DI SDN 15 SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN

Aminudin 1. SDN Sukorejo 01, Kota Blitar 1

Hasmiati, Baharuddin, dan Sukayasa. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI Tulungagung

Transkripsi:

Jurnal Konseling dan Pendidikan ISSN Cetak: 2337-6740 - ISSN Online: 2337-6880 Volume 4 Nomor 1, Februari 2016, Hlm 39-45 Info Artikel: Diterima 20/01/2016 Direvisi 29/01/2016 Dipublikasikan 28/02/2016 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DI SDN 07 BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Nuraini Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI dalam pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigationn (GI) di SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru dan lembar tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rata persentase dari observer yang mengamati sebanyak 2 kali pertemuan adalah siswa meningkatkan aktivitas yaitu dalam kegiatan berdiskusi adalah 49,15%, siswa mempresentasikan hasil diskusi adalah 49,19%, siswa mengerjakan tes adalah 55,30%. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata persentase 37,93%. Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata persentase dari observer yang mengamati sebanyak 2 kali pertemuan adalah siswa dalam kegiatan berdiskusi adalah 81,08%, siswa mempresentasikan hasil diskusi adalah 82,43%, siswa mengerjakan tes adalah 85,13%. Hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata persentase 82,35%. Ini berarti proses pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation berlangsung dengan baik. Hasil penelitian yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa melalui melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigationn dapat meningkatkan aktivitas, hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Keyword: Aktivitas, Hasil Belajar, Kooperatif Tipe Group Investigation Copyright 2016 IICET (Padang - Indonesia) - All Rights Reserved Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET) PENDAHULUAN Salah satu lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah ialah kualitas pengajaran, seperti dikemukakan oleh Caroll bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh 5 faktor, yakni a) bakat belajar b) waktu yang tersedia untuk belajar, c) waktu yang diperlukan siswa untuk menjelaskan pelajaran, d) kualitas pengajaran d) kemampuan individu. Menurut Hamalik (2011:33) Guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar-mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil-tidaknya proses belajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar di samping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain: guru harus mampu menciptakan suatu situasi belajar yang sebaik-baiknya. Ilmu pengetahuan alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di Sekolah Dasar yang memiliki peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan khususnya menghasilkan peserta didik yang berkualitas yaitu yang mampu berfikir kritis, kreatif dan logis. Guru merupakan faktor utama yang bertugas sebagai pendidik. Berdasarkan wawancara peneliti dengan kepala SD Negeri 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariamang pada tanggal 16 Oktober 2014. Diperoleh informasi bahwa 1) Ketika mengajarkan materi IPA pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam belajar, siswa lebih banyak mengobrol dengan teman sebangkunya. 2) Kurangnya pemahaman siswa terhadapap pembelajaran IPA yang mengakibatkan hasil belajar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), 3) Selama Proses pembelajaran Siswa- 39

kurang melakukan aktivitas, siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru sehingga konsep-konsep yang diberikan guru tidak dapat bertahan lama dibenak siswa, hal ini terbukti ketika guru mengajukan pertanyaan saat proses belajar hanya beberapa orang yang bisa menjawab. 3) Dalam pembelajaran IPA yang seharusnya menitik beratkan pada keterampilan bersosial belum begitu nampak dalam praktek keseharian siswa terutama ketika dalam proses pembelajaran dalam kelompok (lingkup sosial kecil). tidak secara heterogen sehingga di antara siswa yang satu dengan yang lainnya tidak dapat bersosialisasi dengan baik sesamanya. Berdasarkan hal di atas salah satu cara yang dapat ditempuh untuk melihat proses dan hasil belajar yang baik adalah dengan melihat aktivitas siswa dalam pembelajaran ini adalah dengan menerapkan berbagai pendekatan mengajar dalam setiap proses pembelajaran. Salah satunya melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Group Investigation (GI) adalah sebuah bentuk pembelajaran kooperatif yang berasal dari zamannya John Dewey (1970). Kelas adalah sebuah tempat kreatifitas kooperatif dimana guru dan murid membangun proses pembelajaran yang didasarkan pada perencanaan mutual dari berbagai pengalaman, kapasitas, dan kebutuhan mereka masing-masing. Pihak yang belajar adalah partisipan aktif dalam segala aspek kehidupan sekolah, membuat keputusan yang menentukan tujuan terhadap apa yang mereka kerjakan. Kelompok dijadikan sebagai sarana sosial dalam proses ini. Dalam Group Investigation ini, komunikasi dan interaksi kooperatif diantara sesama teman sekelas akan mencapai hasil terbaik apabila dilakukan dalam kelompok kecil, dimana pertukaran teman sekelas dan sikap-sikap kooperatif bisa terus bertahan. Aspek rasa sosial dari kelompok, pertukaran intelektualnya, dan maksud dari subjek yang berkaitan dengannya dapat bertindak sebagai sumber-sumber penting tersebut bagi usaha paraa siswa untuk belajar. METODELOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Wardani (2003:1:4) menjelaskan bahwa PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai seorang guru sehingga hasil belajar meningkat. Penelitian ini termasuk kepada penelitian tindakan kelas ( classroom action research). Penelitian tindakan kelas ( classroom action research) adalah jenis penelitian yang mengacu kepada tindakan-tindakan apa saja yang dilakukan guru secara langsung dalam usahanya memperbaiki proses pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Penelitian ini dilaksanakann di kelas VI SD Negeri 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, dengan pertimbangan karena SD ini mau melakukan perubahan dan SD ini tempat peneliti bertugas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, yang berjumlah 33 orang, terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester I. Tahun ajaran 2015/2016 dengan materi pembelajaran sejalan dengan silabus dan Kurikulum IPA. Penelitian ini dilakukan selama 1 (satu) bulan. Penelitian dilakukan dengan mengacu pada disain Suhardjono (2010:74) yang terdiri dari rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pelaksanakan penelitian dimulai dengan siklus pertama yang terdiri dari empat kegiatan. Apabila sudah diketahui letak keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilaksanakan padaa siklus pertama tersebut, peneliti bersama observer, menentukan rancangan untuk siklus kedua. Kegiatan pada siklus kedua dapat berupa kegiatan yang sama dengan kegiatan sebelumya apabila ditujukan untuk mengulangi kesuksesan atau untuk meyakinkan/menguatkan hasil. Akan tetapi, umumnya kegiatan yang dilakukan pada siklus kedua mempunyai berbagai tambahan perbaikan dari tindakan terdahulu yang tentu saja ditujukan untuk memperbaiki berbagai hambatan atau kesulitan yang ditemukan dalam siklus pertama. Dengan menyusun rancangan untuk siklus kedua, maka guru dapat melanjutkann dengan siklus kedua dan guru belum merasa puas, dapat melanjutkan dengan siklus ketiga, yang cara dan tahapannya sama dengan siklus sebelumnya. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa instrumen Penelitian untuk mengumpulkan data, yaitu: a) Lembar observasi aktivitas siswa dilakukan untuk mengamati berlangsungnya proses pembelajaran IPA. Dengan berpedoman pada indikator untuk keberhasilan PTK yang mengamati bagaimana proses pembelajaran yang terjadi, yaitu kegiatan-kegiatan lisan yaitu a) Siswa mengajukan pertanyaan, b) Siswa menjawab pertanyaan, c) Siswa menanggapi pertanyaan. b) Lembar observasi aktivitas guru, Dilakukan untuk mengamati berlangsungnya proses pembelajaran. 40

c) Tes digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi dalam kelas terutama pada butir penguasaan materi pelajaran siswa. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat atas kemampuan siswa menguasai materi pelajaran IPA berbentuk tes objektif, isian dan tes uraian. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ; 1. Lembar Observasi Aktivitas Guru Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui kesesuaian tindakan guru dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Dengan lembaran ini observer melakukan pengamatan terhadap penampilan guru dalam mengajar. Beberapa hal yang diamati adalah ; a) Penyampaian tujuan pembelajaran b) Kemampuan dalam melihat aktivitas belajar siswa c) Tindakan apersepsi d) Penyajian materi e) Cara penyampaian aturan dan ketentuan belajar kelompok f) Kemampuan mengontrol siswa saat belajar kelompok g) Membimbing siswa saat presentasi kelompok h) Kemampuan untuk menciptakan suasana aktif i) Kemampuan menyimpulkan hasil diskusi j) Mengontrol siswa menjawab pertanyaan k) Cara pemberian penghargaan kelompok l) Cara pemberian tugas m) Menutup pelajaran Setiap aspek ini menjadi item-item yang akan dinilai oleh observer padaa lembar observer tersebut. Tiap item dinilai oleh observer pada lembar observer tersebut. Tiap item dinilai dengan salah satu kategori baik, cukup atau kurang dengan cara menberi ceklis. Setiap kategori diberi poin yang berbeda- beda, kategori sangat baik diberi poin 4, baik 3, cukup diberi poin 2, kurang diberi poin 1. Selanjutnya jumlah poin dihitung dan dikalkulasikan untuk mendapatkan persentase aktivitas guru. 2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan yaitu pembelajaran tipe Group Investigation(GI). Didalam lembar observasi aktivitas siswa terdapat item-item berupa pernyataan yang dirumuskan dari indikator proses belajar, yaitu bagaimana aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran berlangsung, cara dan aktivitas dalam belajar, serta ganjaran sebagai akhir dari belajar. Masing-masing indikator dikelompokkan menjadi pertanyaan positif dan negatif. Untuk lembar observasi siswa ini siswa diminta memberi keterangan selalu, sering, jarang atau tidak. Sumber data tentang proses dan hasil pembelajaran IPA pada penelitian nantinya yang akan terlihat yaitu: a. Siswa kelas VI SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman untuk mendapatkan data tentang siswa dalam proses pembelajaran IPA b. Guru, untuk melihat tingkat keberhasilan pembelajaran IPA c. Satu orang observer untuk melihat implementasi penelitian secara komprehensif baik dari sisi siswa maupun guruu. 3. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar digunakan untuk mendapatkan hasil belajar siswa pada setiap siklus tindakan. Tes berisi soal-soal tentang materi yang telah dipelajari. Soal-soal ini dirumuskan berdasarkan indikator pembelajaran. Adapun untuk menentukan validitas instrumen didiskusikan dengan kepala sekolah. Setelah ditetapkan bahwa tes hasil belajar yang dibuat sudah valid barulah digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa. Untuk mendapatkan persentase proses pelaksanaan pembelajaran guru dalam mengelola pembelajaran, skor dari semua aspek dalam proses pembelajaran dihitung dengan rumus persentase proses pelaksanaan pembelajaran guru dalam mengelola pembelajaran dengan total skor maksimal 84. Skor guru = 100% 41

Proses pelaksanaan pembelajaran guru dalam mengelola proses pembelajaran dikatakan baik jika guru melakukan aspek yang diamati pada proses pembelajaran diperoleh persentase 80%. Setelah didapat persentase proses pelaksanaann pembelajaran guru dalam mengelola pembelajaran pada setiap pertemuan, persentase tersebut dihitung rata-ratanya persiklus sehingga penilaian kegiatan guru dalam mengelola kelas dilihat dari rata-rata persentase persiklus jika mencapai 70%, maka proses pelaksanaan pembelajaran guru mengelola pembelajaran dianggap baik. a) Analisis Lembar Observasi Siswa Model analisis data kuantitatif terhadap aktivitas siswa dengan menggunakan persentase yang didapat melalui lembar observasi aktivitas siswa, untuk melihat proses dan perkembangan aktivitas yang terjadi selama pembelajaranan berlangsung. P = 100% Penilaian aktivitas siswa menurut Dimyati dan Mudjono (2006:125) menggunakan pedoman sebagai berikut: 1% - 25% = sedikit sekali 26% - 50% = sedikit 51% - 75% = banyak 76% - 100% = banyak sekali HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN HASIL PENELITIAN 1. Siklus I Data hasil observasi ini didapat melalui lembar observasi aktivitas siswa, dan digunakan untuk melihat proses dan perkembangan aktivitas yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Dapat dikemukakan persentase aktivitas siswa padaa bagian yang diamati dan penjelasan sebagai berikut: a) Persentase rata-rata aktivitas siswa dalam kegiatan berdiskusi adalah 49,15%, berarti siswa sudah mulai membiasakan diri untuk berdiskusi walaupun masih sedikit. b) Persentase rata-rata aktivitas siswa mempresentasikan hasil diskusi adalah 49,19%, berarti siswa bisa mempresentasikan hasil diskusi walaupun masih sedikit. c) Persentase rata-rata aktivitas siswa mengerjakan tes adalah 55,30%, berarti masih sedikit siswa yang mampu mengerjakan tes dengan baik. Pada siklus I ini terlihat masih banyak siswa yang belum menunjukkan aktivitas dalam belajar dengan baik. Hal ini disebabkan oleh penggunaan pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) masih dianggap baru oleh siswa, sehingga banyak siswa yang belum mengerti dengan pembelajaran tersebut. 1) Data hasil observasi aktivitas Guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran Berdasarkan lembar observasi aktivitas peneliti dalam proses pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, maka jumlah skor dan persentase aktivitas peneliti dalam mengelola pembelajaran pada siklus I, analisis pada persentase aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran memiliki rata-rata persentase 82,74% sehingga sudah dapat dikatakan baik tetapi belum semua deskriptor yang ada pada lembar observasi dapat dilaksanakan oleh guru. 2) Data hasil belajar pada Ulangan Harian (UH) Berdasarkan hasil tes siklus I terkait ulangan harian (UH), persentase siswa yang tuntas UH dan rata-rata skor tesnya bahwa persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada UH secara keseluruhan tergolong rendah dan rata-rata nilai UH secara keseluruhan belum mencapai KKM yang ditetapkan. Dapat dijelaskan pada masing-masing data hasil belajar siswa yaitu: Nilai UH yang terendah adalah 40 dan nilai UH tertinggi adalah 85. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ada sebanyak 11 orang, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM ada sebanyak 18 orang dan siswa yang tidak hadir dalam mengikuti ulangan harian I ada 4 orang siswa. Kegiatan refleksi dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan observer disetiap akhir proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil kolaborasi menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) secara umum belum terlaksana dengan baik. Hal tersebut dapat di lihat pada rincian di bawah ini: 42

1) Pembelajaran yang dilaksanakan telah mencerminkan model belajar GI, karena secara umum prosess pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. 2) Hasil pengamatan yang dilakukan kepala sekolah selaku observer peneliti dalam kegiatan pembelajaran siklus I ini telah mencapai kriteria keberhasilan 80%. 3) Siswa belum terbiasa melakukan pembelajaran berkelompok model GI. 4) Masih banyak siswa yang belum aktif dalam kelompok. 5) Masih sedikit siswa yang menanggapi hasil diskusi yang dilaporkan temannya/ /kelompok lain. 6) Hasil belajar siswa yang dicapai belum baik, dimana hasil tes akhir yang dilakukan pada siklus I didapatkan nilai rata-rata siswa adalah 63,02 dan secara klasikal siswa belum mencapai KKM yang ditetapkan. Berdasarkan pengamatan, wawancara, tes dan catatan lapangan maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa belum mencapai kategori keberhasilan yang ditetapkan, dengan demikian upaya meningkatkan hasil belajar IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) akan peneliti lanjutkan pada siklus II dengan lebih baik sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, dapat di lihat bahwa aktifitas siswa dalam kelompok kurang terlihat, sedangkan aktifitas guru dalam pembelajaran meningkat seperti yang terlihat pada tabel 02 dan 03. Dari kekurangan pembelajaran tipe Group Investigation (GI) ini, yang terkait t dengan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat berjalan dengan baik sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat. 2. Siklus II Data hasil observasi ini didapat melalui lembar observasi aktivitas siswa, dan digunakan untuk melihat proses dan perkembangan aktivitas yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Pada siklus II ini terlihat sudah banyak siswa yang menunjukkan aktivitas untuk belajar. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran IPA yang dilaksanakan melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Berdasarkan lembar observasi aktivitas peneliti dalam proses pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, Hasil analisis pada persentase aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran memiliki rata-rata persentase 93,45% sehingga sudah dapat dikatakan sangat baik dan hampir semua deskriptor yang ada pada lembar observasi dapat dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan hasil tes siklus II terkait ulangan harian (UH), persentase siswa yang tuntas UH dan rata-rata skor tesnya terlihat bahwa persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada UH secara keseluruhan tergolong tinggi dan rata-rata nilai UH secara keseluruhan sudah mencapai KKM yang ditetapkan. Dapat dijelaskan pada masing-masing data hasil belajar siswa yaitu: Nilai UH yang terendah adalah 60 dan nilai UH tertinggi adalah 100. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ada sebanyak 28 orang, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 5 orang dan siswa yang tidak hadir dalam mengikuti ulangan harian II tidan ada. Hasil observasi didiskusikan dengan observer, tujuannya untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan tindakan pada siklus II. Berdasarkan gambaran yang diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa hampir pada semua indikator mengalami peningkatan. Gambaran yang diperoleh dari aktivitas siswa dalam proses pelaksanaan pembelajaran sudah sangat baik dari sebelumnya. Melihat analisis tes hasil belajar siswa pada siklus II, dapat disimpulkan bahwa hasil UH sudah tercapai target hasil belajar yang diinginkan, baik persentase ketuntasan belajar maupun rata-rata skor tes. Persentase tersebut dapat dilihat dari jumlah siswa yang sudah tuntas belajar, yaitu di atas 70%, dan rata-rata skor tes sudah di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan dan 1 kali tes hasil belajar pada akhir siklus. Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) di SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, dan tes hasil belajar siswa berupa UH. Persentase rata-rata aktivitas siswa pada umumnya mengalami peningkatan. Pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa ke arah yang lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation(GI) yang dilaksanakan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pelaksanaan 43

pembelajaran. Hal ini terlihat adanya peningkatan rata-rata persentase untuk masing-masing indikator aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II yaitu: indikator kemampuan siswa berdiskusi meningkat dari (49,15%) ke (81,08%), kemampuan siswa mempresentasikan hasil diskusi meningkat dari (49,19%) ke (82,43%), kemampuan siswa mengerjakan tes meningkat dari (55,30%) ke (85,13%). Peningkatan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI). Pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) ini membuat siswa akan lebih aktif dan membangkitkan aktivitas siswa dalam memecahkan permasalahan dengan berdiskusi secara berkelompok. Persentase rata-rata aktivitas guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran terjadi peningkatan melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI). Hal ini terlihat adanya peningkatan persentase aktivitas guru dalam proses pelaksanaann pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dari 82,74% ke 93,45%. Peningkatan aktivitas guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran disebabkan peneliti sudah bisa melaksanakan pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI). Berdasarkan hasil analisiss data di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa karena peneliti memberikan suatu penerapan dalam pembelajaran yang sangat menarik aktivitas belajar IPA siswa, yaitu pada siklus II guru menggunakan media gambar terkait dengan materi yang akan di pelajari, sehingga pada silkus II ini aktifitas belajar siswa dan aktifitas belajar guru meningkat. Jadi, melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) ini siswa dibuat dalam beberapa kelompok dan dari kelompok tersebut siswa belajar bersama-sama dengan teman-temannya, dari cara belajar siswa yang berkelompok tersebut akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan analisis hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a) Pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) yang telah terlaksana dengan baik dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA siswa kelas VI SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini terlihat dari terlihat adanya peningkatan rata-rata persentase untuk masing- siswa berdiskusi masing indikator aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II yaitu: indikator kemampuan meningkat dari (49,15%) ke (81,08%), kemampuan siswa mempresentasikan hasil diskusi meningkat dari (49,19%) ke (82,43%), kemampuan siswa mengerjakan tes meningkat dari (55,30%) ke (85,13%). b) Melalui pembelajaran kooperatif Kooperatif Tipe Group Investigation(GI) dapat meningkatkan hasil belajar IPA dari (37,93%) ke (82,35 % ) siswa kelas VI SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini terlihat pada persentase ketuntasan hasil belajar dan rata-rata hasil belajar secara klasikal. SARAN Sehubungan dengan hasil penelitian yang diperoleh, maka peneliti memberikan saran dalam pelaksanaan pembelajaran melalui pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation(GI) sebagai berikut: a) Bagi guru yang melaksanakan pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat dijadikan salah satu pendekatan alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran IPA. b) Guru sebaiknya membiasakan siswa untuk belajar secara diskusi kelompok agar siswa bisa bisa berkomunikasi dengan baik serta secara aktif dan terpantau oleh guru. c) Bagi siswa, agar bisa membiasakan diri untuk dapat belajar secara diskusi kelompok, sehingga pemahaman siswa terhadap pembelajaran dapat meningkat pula. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Jenjang Pendidikan Dasar. Jakarta: Depdiknas Dimyati, Mujiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Cetakan ke-6. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2011. Prosess Belajar Mengajar. Cetakan ke-12. Jakarta: Bumi Aksara. Maslichah, Asyari. 2006. Penerapan Pendekatan Sains- Teknologi- Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di SD. Yogya : Universitass Sanata Dharma. 44

Asma, Nur. 2008. Model Pembelajaran Kooperatif. Padang: UNP Press. Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana PrenadaMedia Grup Sudjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algasindo. Suharsimi, Arikunto, 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Rineka Cipta Suprijono, Agus.2009. Contectstual Learning Teori Dan Aplikasi.Surabaya Wardani, Wihardit, Kuswaya, Nasoetion, Noehi. 2003. Penelitian Tindakan Kelas.. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. 45