Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan Indonesia
|
|
|
- Liani Tedjo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 p-issn e-issn Jurnal EDUCATIO Volume 3 Nomor 1, 2016, Hlm Akses Online : Dipublikasikan oleh : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Info Artikel: Diterima: 1/04/2017 Direvisi: 11/04/2017 Dipublikasikan: 30/04/2017 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA OPERASI HITUNG DI KELAS I SD UNGGUL TERPADU PADANG PARIAMAN Januarti Dinas Pendidikan Padang Pariaman Abstratc At grade I SD Unggul Terpadu Padang Pariaman, teacher used to teach mathematics traditionally. This study is aimed to improve students learning achievement by implementing Realistic Mathematics Education approach. This is a classroom action research consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observation, interview, and test. In cycle, average score of students learning achievement is 77.2 and become 88.2 in cycle II. Hence, Realistic Mathematics Education can improve students learning achievement. Keyword: realistic mathematics education, learning achievement Copyright 2017 IICET - All Rights Reserved Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) PENDAHULUAN Pendidikan di Sekolah Dasar (SD) merupakan pondasi yang pertama untuk mencapai suksesnya pendidikan selanjutnya, salah satunya pada mata pelajaran Matematika. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai sifat yang abstrak, ini menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajar Matematika. Hal lain yang menyebabkan sulitnya matematika bagi siswa adalah karena pembelajaran matematika kurang bermakna, jadi pemahaman konsep yang benar sangatlah penting. Untuk memahami konsep yang baru, diperlukan prasyarat konsep sebelumnya agar pembelajaran matematika dimengerti oleh siswa, maka perlu penanaman konsep awal yang benar dari guru terutama guru SD. Penerapam konsep matematika terutama materi operasi perkalian bilangan cacah dalam kehidupan seharinyata sebagai titik tolak dalam hari dapat dilakukan dengan strategi pembelajaran yang mengaitkan dengan dunia belajar matematika, yang dikenal dengan pendekatan matematika realistik. Pembelajaran operasi perkalian 19
2 bilangan cacah dengan pendekatan matematika realistik, akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mengkonstruksi kembali konsep-konsep matematika sehingga siswa mempunyai konsep pengertian yang kuat. Pembelajaran matematika haruslah bermakna bagi siswa, supaya siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika dalam situasi kehidupan nyata siswa. Guru dalam mengajar matematika di kelas harus mengaitkan pembelajarannya dengan skema yang telah dimiliki oleh siswa dan siswa harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika tersebut. Namun dalam penyampaian pembelajaran matematika umumnya guru tidak mengaitkan dengan skema yang telah dimiliki oleh siswa dan siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika, sehingga menyebabkan siswa belajar secara pasif. Dari hasil observasi dan wawancara yang penulis laksanakan di SD Unggul Terpadu Padang Pariaman di kelas I, siswa kesulitan dalam pembelajaran operasi perkalian bilangan cacah, karena guru masih belum menggunakan pendekatan realistik. Guru dalam menyampaikan materi pelajaran operasi perkalian bilangan cacah dengan menggunakan metode ceramah dan guru terfokus pada buku paket yang ada. Seperti pada saat guru menjelaskan pembelajaran tentang perkalian siswa mengerti, tetapi setelah guru membuat sosal operasi perkalian bilangan cacah siswa mulai bingung. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil pembelajaran siswa, untuk meningkatkan hasil pembelajaran matematika tergantung dari bagaimana guru melaksanakan pembelajaran. Guru harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Salah satu cara yaitu dengan menerapkan pendekatan matematika realistik. Dari hasil pengamatan tersebut, hal ini adalah merupakan masalah yang perlu diatasi. Oleh sebab itu perlu dikembangkan suatu pembelajaran yang tidak membosankan dan membuat siswa lebih tertarik, dengan cara menciptakan lingkungan belajar yang dekat dengan dunia nyata. Kegiatan pembelajaran pendekatan matematika realistik dapat mengarahkan siswa mengaplikasikan teori matematika secara bermakna. Pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik, akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mengkonstruksi kembali konsep matematika sehingga siswa mempunyai konsep pengertian yang kuat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengupayakan berbagai kondisi dan situasi serta permasalahan-permasalahan yang realistik, sehingga pembelajaran bermakna dan membuat siswa tertarik untuk belajar matematika serta dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Pendekatan Realistik yang lebih dikenal dengan Realistic Mathematics Education (RME) pertama kali dikenalkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. RME pada dasarnya adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik daripada masa yang lalu Soedjadi (2001:2). Dengan kata lain pembelajaran matematika dengan RME menuntut siswa untuk aktif membangun sendiri pengetahuannya dengan menggunakan dunia nyata untuk pengembangan ide dan konsep matematika. RME adalah suatu pendekatan pendidikan matematika yang dikembangkan di Netherland (Belanda) oleh Hans Freudental. Di dalam RME dunia nyata digunakan sebagai titik awal untuk pengembangan ide dan konsep matematika (Sutarto, 2005:19). Sutarto (dalam Sugiman, 2000:168) mengemukakan tahap-tahap pembelajaran Matematika dengan pendekatan matematika realistik terdiri dari 4 tahap yaitu: (a) Tahap pendahuluan. Pada tahap ini pembelajaran dimulai dengan pemberian masalah real bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan siswa agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Hal ini dimaksudkan supaya siswa terlibat dalam pembelajaran secara bermakna; (b) Tahap pengembangan model simbolik. Dalam tahap ini siswa masih dihadapkan pada masalah real. Siswa mengembangkan model sendiri dalam menyelesaikan masalah dari bentuk konkret ke abstrak; (c) Tahap penjelasan dan alasan. Pada tahap ini siswa diminta untuk memberikan alasan atas jawaban yang diberikan, jika jawaban yang diberikan siswa salah, maka guru dapat melemparkan pertanyaan pada siswa lain sehingga terjadi interaksi yang efektif dan guru berperan sebagai fasilitator dan motivator; dan (d) Tahap penutup. Pada tahap ini guru memberikan arahan pada siswa untuk mengumpulkan atau merangkum dari masalah dalam kehidupan sehari-hari yang telah dikerjakan siswa. METODOLOGI Penelitian ini dilaksanakan di kelas I SD Unggul Terpadu Padang Pariaman. Lokasi ini dipilih sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut: Pertama, guru cenderung menggunakan pembelajaran yang konvensional seperti metode ceramah dan tanya jawab. Kedua, belum pernah dilaksanakan pembelajaran pendekatan matematika realistik dalam pembelajaran matematika. Ketiga, siswa mengganggap matematika pelajaran yang membosankan dan sulit untuk dimengerti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I, yang 20
3 terdaftar pada semester II tahun ajaran 2014/2015, dengan jumlah siswanya 25 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yaitu proses yang dilakukan perorangan atau kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu. Menurut Wardhani (2007:1.4) Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri malalui refleksi diri, dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Penelitian ini di awali dengan adanya observasi awal/studi pendahuluan terhadap proses pembelajaran di SD Unggul Terpadu Padang Pariaman. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru dan siswa yang berkaitan dengan proses pembelajaran matematika di kelas I SD Unggul Terpadu Padang Pariaman. Studi pendahuluan dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran di kelas, diskusi dengan guru dan siswa tentang proses pembelajaran yang dilaksanakan selama ini. Kemudian peneliti dan guru merumuskan permasahan yang akan diangkat sebagai permasalahan penelitian yakni, peningkatan pembelajaran matematika melalui pendekatan matematika realistik pada siswa kelas I SD Unggul Terpadu Padang Pariaman. Data penelitian berupa observasi, hasil tes, diskusi dan dokumentasi dari setiap tindakan perbaikan pembelajaran matematika melalui pendekatan matematika realistik siswa kelas I SD yang diteliti. Data tersebut berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran yang berupa informasi berikut: (a) Pelaksanaan pembelajaran yang berhubungan dengan perilaku guru dan siswa yang meliputi intereksi belajarmengajar antara guru dan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan guru dalam proses pembelajaran matematika; (b) Evaluasi pembelajaran matematika yang berupa evaluasi proses maupun evaluasi hasil; (c) Hasil tes siswa dilaksanakan sesudah pelaksanaan tindakan pembelajaran matematika HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 1. Deskripsi Siklus I a. Perencanaan Penggunaan pendekatan realistik dalam perencanaan pembelajaran matematika disusun dan diwujudkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Perencanaan ini disusun berdasarkan program semester kedua sesuai dengan penelitian berlangsung. Perencanaan pembelajaran disusun untuk alokasi waktu 2 x pertemuan yaitu 5 x 35 menit. Materi diambil dari kurikulum SD 2006, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran matematika kelas I semester II. b. Pelaksanaan Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri atas tahap pendahuluan, tahap pengembangan model simbolik, tahap penjelasan dan alasan, dan tahap penutup. c. Pengamatan Pembelajaran pada pertemuan I siklus I ini diamati oleh kepala sekolah. Sedangkan proses pembelajarannya dilaksanakan oleh peneliti sendiri sebagai guru. Di mana kepala sekolah tersebut mengamati jalannya pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi guru dan siswa. Pengamatan ini dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tindakan awal pada petemuan I sampai tindakan akhir pada petemuan II. Hal ini dikarenakan oleh pengamatan terhadap satu tindakan akan berpengaruh pada tindakan yang lainnya. Hasil pengamatan ini kemudian direfleksi untuk perencanaan pada siklus II. Observasi keberhasilan tindakan diamati selama dan sesudah tindakan dilaksanakan. Hal ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi dari observer terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I baik pelaksanaan, evaluasi dan hasil yang diperoleh oleh siswa. Berdasarkan pengamatan observer hasil diskusi dengan peneliti, pada tindakan siklus I ditemukan masih ada siswa yang belum ikut secara aktif menyelesaikan masalah realistik yang diberikan. Selain itu juga ditemukan adanya beberapa siswa yang belum berani mengemukakan pendapatnya, siswa lebih suka mendengar dan memperhatikan temannya berdiskusi. Keadaan kelas memang agak ribut dan waktu banyak terbuang untuk mengatur siswa dan siswa masih ada yang belum aktif mengikuti kegiatan pembelajaran secara individual dan pada kelompoknya. Namun demikian secara umum ditemukan bahwa siswa secara klasikal senang belajar dengan pendekatan realistik. Siswa lebih cepat memahami masalah dengan adanya kegiatan dan kebebasan dalam bekerja. Apalagi siswa diberi kesempatan bertanya dan memperhatikan kelompok lain untuk menyampaikan hasil evaluasi dan LKSnya. Dalam pembelajaran siswa terlihat senang jadi tidak mengantuk dan waktupun terasa cepat 21
4 berlalu, sehingga tidak menimbulkan kejenuhan. Evaluasi hasil yang diperoleh pada siklus I mencapai 77,2%. Hal ini disebabkan ada sebagian yang siswa masih mengalami kesulitan dalam menjawab soal mengenai perkalian dan pembagian dan mengenai operasi hitung campuran dalam pembelajaran melalui pendekatan matematika realistik. d. Refleksi Refleksi dilihat dari hasil paparan siklus I diketahui bahwa perencanaan pembelajaran terlaksana dengan cukup baik. Sebahagian dari langkah pada perencanaan terlaksana sesuai dengan yang diinginkan. Tapi terdapat beberapa langkah yang tidak berjalan baik. Contohnya, pada awal pembelajaran pertemuan II pembentukan kelompok menghabiskan waktu yang lama, peneliti kurang memberikan pengarahan tentang memindahkan masalah dalam bentuk matematika. Dari hasil diskusi dengan guru kelas, maka diperoleh hal-hal sebagai berikut: (1) Secara umum pelaksanaan pembelajaran telah berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun karena telah mencerminkan model pendekatan realistik; (2) Belum semua siswa aktif, maka aktifitas siswa selama proses pembelajaran perlu ditingkatkan; (3) Guru perlu meningkatkan cara memotivasi siswa dalam mengeluarkan pendapat karena masih banyak siswa yang belum berani menanggapi hasil diskusi kelompok temannya; (4) Guru perlu membimbing siswa dalam menyimpulkan materi pembelajaran karena siswa banyak yang tidak membuat kesimpulan materi pelajaran; (5) Pembelajaran siklus I memerlukan waktu lebih dari waktu yang direncanakan, karena waktu banyak terpakai oleh pengaturan kelompok; (6) Pelaksanaan pembelajaran masih belum optimal, karena masih ada siswa yang belum paham memindahkan permasalahan kebentuk matematika; (7) Hasil tes akhir dan ketuntasan belajar siswa menunjukan lebih dari separoh siswa yang belum tuntas belajarnya. Masih ada beberapa siswa yang masih mendapatkan nilai di bawah rata-rata. Pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam langkah melakukan operasi hitung campuran. Setelah ditanyakan kepada siswa ternyata banyak yang menjawab tidak paham yang mana yang dikerjakan terlebih dahulu. Berdasarkan refleksi di atas dan hasil diskusi dengan teman sejawat, pembelajaran yang diharapkan pada pembelajaran siklus I belum tercapai dengan baik. Upaya menggunakan pendekatan realistik dapat menentukan langkah-langkah proses pembelajaran yang akan ditargetkan pada siklus II. Untuk peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa agar sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dirumuskan tindakan pada siklus II antara lain: (1) Memotivasi siswa agar aktif berdiskusi dalam kelompok; (2) Untuk menghemat waktu, siswa dikelompokan dengan teman sebangkunya dan ini juga bertujuan supaya siswa lebih aktif dalam melakukan kegiatan; (3) Lebih membimbing siswa untuk paham memindahkan permasalahan ke bentuk matematika; (4) Memotivasi siswa untuk menanggapi hasil diskusi kelompok temannya; (5) Membimbing siswa menyimpulkan materi pelajaran; (6) Siswa mampu mengerjakan evaluasi yang diberikan guru dengan baik dan benar. Bersama observer peneliti mendiskusikan perencanaan untuk siklus berikutnya. Berdasarkan pengamatan, dan hasil tes maka tujuan yang diharapkan pada pembelajaran siklus I belum tercapai. Dengan demikian upaya menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat direncanakan langkah-langkah proses pembelajaran yang akan ditargetkan pada siklus II. Dengan demikian rencana perbaikan ditargetkan pada kendala yang ditemui pada siklus I, dan akan dilaksanakan pada siklus II. 2. Deskripsi Siklus II a. Perencanaan Berdasarkan hasil tindakan dari siklus I yang telah diuraikan di atas maka pada siklus II ini tindakan yang akan dilaksanakan yakni: 1) memperjelas penyampaian tujuan pembelajaran agar siswa lebih memahami materi yang akan di ajarkan. 2) Memperbanyak media dan diberikan kepada semua anggota kelompok sehingga masing-masing anggota kelompok dapat membaca dan memahami isi LKS dengan baik. 3) Masing-masing siswa dalam kelompok melakukan percobaan untuk penyelidikan. 4) Berusaha memaksimalkan pemakaian waktu dalam pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. 5) lebih memotivasi siswa agar dapat ikut aktif berdiskusi dalam kelompok. b. Pelaksanaan Siklus II juga dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri atas tahap pendahuluan, tahap pengembangan model simbolik, tahap penjelasan dan alasan, dan tahap penutup. 22
5 c. Pengamatan Evaluasi hasil yang diperoleh pada siklus II mencapai rata-rata 88% dengan perincian sebagai berikut: 8 siswa (32%) yang memperoleh nilai 100, 6 siswa (24%) yang meperoleh nilai 90, 5 siswa (20%) yang memperoleh nilai 85, 3 pserta didik (12%) yang memperoleh nilai 80, 2 siswa (8%) yang mendapat nilai 70, 1 siswa (4%) yang memperoleh nilai 60. Ini berarti lebih dari 85% dari jumlah siswa yang mendapat nilai diatas 75 (88% dari jumlah siswa). Data hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada lampiran 26. Evaluasi hasil yang diperoleh pada siklus II (88,2) mengalami peningkatan dibandingkan dengan tes pada siklus I (77,2). d. Refleksi Kegiatan refleksi dilakukan secara kolaboratif antara peneliti, kepala sekolah setiap pembelajaran berakhir. Pada kesempatan ini temuan dan hasil pengamatan peneliti dibahas bersama. Refleksi tindakan siklus II ini mencakup refleksi terhadap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan hasil yang diperoleh oleh siswa. Refleksi terhadap perencanaan yakni sebagai berikut: dilihat dari paparan siklus II diketahui bahwa perencanaan pembelajaran sudah lebih baik dari siklus I, serta dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang tertulis dalam perencanaan. Dari hasil belajar siswa yang meningkat, karena tidak ditemukan lagi siswa yang memperoleh nilai dalam < 70. Nilai anak hanya berkisar di atas dengan nilai rata-rata siswa 88. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian dalam pembelajaran siklus II telah melaksanakan tugas dengan baik. Dengan demikian penelitian ini berhenti pada siklus II dan tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. PEMBAHASAN 1. Siklus I Dari hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran pendekatan matematika realistik pada pembelajaran melakukan operasi hitung campuran perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka pada mata pelajaran matematika kelas I Sekolah Dasar Unggul Terpadu Padang Pariaman. Dan terlihat dalam proses pembelajaran bahwa guru membuat rancangan pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan rencana operasional pembelajaran yang memuat beberapa indikator yang terkait untuk dilaksanakan dalam satu atau beberapa kali pertemuan. Berdasarkan perencanaan yang disusun pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, yang mana pada siklus I pembelajaran disajikan dalam dua kali pertemuan (5x35menit). Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sesuai dengan tahap-tahap pembelajaran matematika realistik yaitu: 1) tahap pendahuluan, 2) tahap pengembangan model simbolik, 3) tahap penjelasan dan alasan, dan 4) tahap penutup. Berdasarkan catatan pada lembar observasi dan diskusi peneliti dengan pengamat penyebab dari masih rendahnya hasil belajar siswa pada siklus I secara garis besar adalah masih banyak siswa yang belum aktif dalam pembelajaran. Setelah diperhatikan data hasil penelitian yang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran, evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses pada setiap siklus dilakukan guru pada saat siswa berdiskusi. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan siswa dan diskusi peneliti dengan teman sejawat dan observer di atas, penyebab dari adanya siswa yang belum dapat menyelesaikan operasi hitung campuran disebabkan karena pembelajaran yang kurang menyenangkan dan guru kurang mengkonkretkan pembelajaran serta kurang melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran operasi hitung campuran. Adapun belajar dengan kolaboratif secara langsung, dapat mendekatkan siswa pada situasi belajar yang diinginkan, membantu siswa kearah perkembangan kognitifnya. Dengan kegiatan ini, siswa mampu berlatih dan berbagi pengalaman, melatih keberanian mengeluarkan pendapat, dan bersedia mendengarkan. Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas guru, guru kurang memberikan motivasi kepada siswa untuk menyampaikan ide/gagasan yang ditemukannya. Guru juga kurang membimbing siswa dalam menyimpulkan materi pelajaran. Oleh sebab itu sebaiknya gurulah lebih memotivasi dan membimbing siswa untuk menyampaikan ide/gagasan yang mereka temukan dalam melakukan operasi hitung campuran. Guru harus membimbing siswa untuk membuat simpulan pembelajaran dan membimbing siswa untuk dapat memindahkan permasalahan dalam matematika. Hal ini karena siswa baru pertama kali melaksanakan pembelajaran seperti ini. 23
6 2. Siklus II Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus II ini hampir sama dengan siklus I, namun dalam tahap penyelidikan, pengembangan materi, media yang digunakan dalam penyelidikan lebih dimaksimalkan. Pembelajaran melakukan operasi hitung campuran perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka dengan menggunakan pendekatan matematika realistik pada siklus II ini sudah berjalan dengan baik. Pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti motivasi, kematangan, hubungan siswa dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman, dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Oleh karena itu guru harus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran disamping perbaikan pada RPP. Guru harus dapat memberikan motivasi kepada siswa dalam pembelajaran. Dari hasil analisis penelitian siklus II sudah mencapai 88% dan nilai rata-rata kelas 88,2. Berdasarkan hasil pengamatan siklus II yang diperoleh maka pelaksanaan siklus II sudah baik dan guru sudah berhasil dalam usaha peningkatan hasil belajar matematika tentang operasi hitung campuran melalui pendekatan realistik bagi kelas I SD Unggul Terpadu Padang Pariaman. Pembelajaran yang disajikan guru dalam memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswa sangat bagus. Apalagi dengan guru menggunakan model pembelajaran realistik dimana model ini membuat siswa merasa senang, karena masalah yang mereka kerjakan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan siswa dilibatkan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Di samping itu, guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan ide-ide yang telah mereka temukan dalam menyelesaikan permasalahan yanng diberikan. Untuk itu guru harus mampu menciptakan situasi yang menyenangkan untuk belajar. Pada dasarnya, matematika adalah pemecahan masalah (problem solving ), oleh sebab itu matematika sebaiknya diajarkan melalui berbagai masalah yang ada di lingkungan sekitar siswa. Dengan begitu siswa dapat terlatih berfikir dan berargumentasi. Melalui matematika, siswa dapat pula dibiasakan bekerja efisien, selalu berusaha mencari jalan yang lebih sederhana dan lebih mudah dipahaminya tanpa mengurangi keefektifannya. Untuk mencapai hal tersebut sudah seharusnya guru mampu menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu guru juga harus memperhatikan keberhasilan siswa dalam memahami sesuatu dengan cara sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Guru bertugas membelajarkan siswa, maka guru haruslah menggunakan berbagai macam cara agar pembelajaran dapat bermakna bagi siswa, seperti menggunakan pendekatan realistik, dimana siswa terlibat dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan siswa menemukan sendiri konsep matematika. Pendekatan realistik dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pada paparan data, hasil penelitian dan pembahasan tentang pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistik, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pembelajaran matematika melalui pendekatan realistik terdiri dari 4 tahap. Pembelajaran menggunakan pendekatan realistik dibagi atas tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir. Pada kegiatan awal dilaksanakan kegiatan tahap pendahuluan dan membagi kelompok. Pada kegiatan inti dilaksanakan tahap pengembangan model simbolik dan tahap penjelasan dan alasan. Pada kegiatan akhir dilaksanakan tahap penutup dimana siswa diarahkan untuk menyimpulkan pembelajaran dan memberikan tes akhir; (2) Pendekatan realistik dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan gembira, bebas, aktif, dan produktif, sehingga kendala psikologis yang sering menghambat siswa seperti rasa enggan, segan, takut, dan malu dapat teratasi; (3) Siswa terlatih berbagi pengalaman, aktif dalam belajar, berani menyampaikan ide/gagasan yang ditemukannya, dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain, serta mau menerima perbedaan pendapat; (4) Fungsi guru berubah dari seorang penyampai pengetahuan atau pemberi informasi menjadi fasilitator. Hal ini terlihat dalam penyajian pembelajaran guru yang semula selalu memberi penjelasan berubah menjadi fasilitator; dan (5) Bentuk pembelajaran dengan pendekatan realistik terhadap operasi hitung campuran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Meningkatnya hasil belajar siswa tersebut dapat dilihat dari rata-rata yang diperoleh pada siklus I yakni 77,2 dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu menjadi 88,2. Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh dalam penelitian ini, diajukan beberapa saran untuk dipertimbangkan: (1) Bentuk pembelajaran matematika melalui pendekatan realistik layak dipertimbangkan oleh guru untuk menjadi pembelajaran alternatif yang dapat digunakan sebagai referensi dalam memilih pendekatan pembelajaran; (2) Bagi guru yang ingin menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik, 24
7 disarankan memperhatikan hal-hal seperti materi pembelajaran yang kontekstual, kreatifitas dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan situasi dunia nyata, memberikan bimbingan dan motivasi belajar secara sungguh-sungguh kepada siswa yang berkemampuan kurang dan pasif dalam kelompok; (3) Guru perlu menyiapkan sarana dan prasarana yang dikenali siswa, karena akan mempermudah siswa memahami masalah; (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan kajian mendalam tentang penerapan model pembelajaran dengan pendekatan realistik pada materi lain dalam matematika; dan (5) Kepada kepala Sekolah Dasar dan pejabat terkait kiranya dapat memberikan perhatian kepada guru terutama dalam meningkatkan hasil belajar dalam proses pembelajaran. DAFTAR RUJUKAN Arjuna, Abang. (2007). Matematika Realistik. (Online) ( di akses 5 Maret 2009). Buyung. (2006). Peningkatan Pemahaman Terhadap Konsep Volume Balok Melalui Pendekatan matematika realistik Bagi Siswa Kelas V SD. PGSD.UNP. Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar. Jakarta: Depdikan. Gravemeijer. (1994). Developing Realitics Mathematics Education. Freudenthal institute. Utrecht. Sardiman, A, M. (2006). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Suharsimi, Arikunto, dkk. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Sutarto, Hadi. (2007). Pendidikan Matematika Realistik. Banjarmasin: Tulip. Zainure. (2007). Pembelajaran Matematika Realistik (RME). (Online) ( diakses tgl 2 Maret 2009). 25
PROBLEM BASED LEARNING UNTUK PENINGKATAN
p-issn 2476-9886 e-issn 2477-0302 Jurnal EDUCATIO, Hlm 10-18 Akses Online : http://jurnal.iicet.org Dipublikasikan oleh : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Info Artikel:
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
ISSN Cetak 2476-9886 ISSN Online 2477-0302 Jurnal EDUCATIO, Hlm 52-58 Akses Online : http://jurnal.iicet.org Dipublikasikan oleh : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Info
MODEL KOOPERATIF MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR IPS SISWA KELAS IV
ISSN Cetak 2476-9886 ISSN Online 2477-0302 Jurnal EDUCATIO, Hlm 80-85 Akses Online : http://jurnal.iicet.org Dipublikasikan oleh : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Info
UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR DAN BELAJAR IPS SISWA KELAS VI
ISSN Cetak 2476-9886 ISSN Online 2477-0302 Jurnal EDUCATIO, Hlm 38-44 Akses Online : http://jurnal.iicet.org Dipublikasikan oleh : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Info
Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Menggunakan Pendekatan PMR pada Siswa Kelas IV SDN 19 Kampung Baru Kecamatan Batang Kapas
Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Menggunakan Pendekatan PMR pada Siswa Kelas IV SDN 19 Kampung Baru Kecamatan Batang Kapas Fitri Jumita 1, Zulfa Amrina 1, Niniwati 1 1 Jurusan Pendidikan Guru
PENERAPAN MODEL RME DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V
PENERAPAN MODEL RME DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V Ikhwan Pamuji 1, Imam Suyanto 2, Ngatman 3 PGSD FKIP, Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang 67 A
Konseling dan Pendidikan
Jurnal Konseling dan Pendidikan ISSN Cetak: 2337-6740 - ISSN Online: 2337-6880 Volume 4 Nomor 1, Februari 2016, Hlm 67-73 Info Artikel: Diterima 02/02/2016 Direvisi 14/02/2016 Dipublikasikan 28/02/2016
Key Word : Students Math Achievement, Realistic Mathematics Education, Cooperative Learning Model of STAD, Classroom Action Research.
1 PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VIII 6 SMP NEGERI 20 PEKANBARU Andita
Konseling dan Pendidikan
Jurnal Konseling dan Pendidikan ISSN Cetak: 2337-6740 - ISSN Online: 2337-6880 http://jurnal.konselingindonesia.com Volume 4 Nomor 2, Juni 2016, Hlm 85-91 Info Artikel: Diterima 23/04/2016 Direvisi 25/05/2016
IG.A.K. Wardani (2009: 10.7), yang menyatakan bahwa: Pemerintah telah berupaya keras meningkatkan profesionalitas
PENGGUNAAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 KALISARI TAHUN AJARAN 2013/2014 Sri Endahwahyuningsih
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION Eka Puji Lestari 1), Kuswadi 2), Karsono 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi
Model Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PKN
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) ISSN Cetak: 2477-8524-ISSN Online: 2502-8103 http://jurnal.iicet.org DOI : https://doi.org/10.29210/ Volume 1 Nomor 3, 2017, hlm 19-26 /02017105 Info Artikel:
Model Cooperative Learning Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) ISSN Cetak: 2477-8524-ISSN Online: 2502-8103 http://jurnal.iicet.org Volume 1 Nomor 3, 2017, hlm 41-49 Info Artikel: Diterima: 12/04/2017 Direvisi: 26/05/2017
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 13 PEKANBARU
71 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 13 PEKANBARU [email protected] SMP Negeri 13 Pekanbaru,
PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 15 LUBUK ALUNG MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME)
PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 15 LUBUK ALUNG MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) Yelda Regesti 1, Fazri Zuzano 1, Arlina Yuza 1 1 Program Studi
PENERAPAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SEGITIGA KELAS VII-H SMP NEGERI 7 MALANG
PENERAPAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SEGITIGA KELAS VII-H SMP NEGERI 7 MALANG Sarismah ([email protected]) Pembimbing (I) Santi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS DAN RESITASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL SISWA KELAS VII
Konseling dan Pendidikan
Jurnal Konseling dan Pendidikan ISSN Cetak: 2337-6740 - ISSN Online: 2337-6880 Volume 4 Nomor 1, Februari 2016, Hlm 39-45 Info Artikel: Diterima 20/01/2016 Direvisi 29/01/2016 Dipublikasikan 28/02/2016
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR Oleh: Venny Eka Putri [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK. Sri Suwarni
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK Sri Suwarni Guru SDN Mlirip1 Kec. Jetis Kabupaten Mojokerto [email protected] Tersedia Online di http://www.jurnal.unublitar.ac.id/
Aminudin 1. SDN Sukorejo 01, Kota Blitar 1
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Question Student Have (QSH) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pengukuran pada Siswa Kelas IV Aminudin 1 1 SDN Sukorejo 01, Kota Blitar Email:
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN 13 V KOTO KAMPUNG DALAM MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK
1 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN 13 V KOTO KAMPUNG DALAM MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK Surya Nengsih 1, Dra. Hj. Zulfa Amrina 1 Ashabul Khairi 1 Pendidikan
PENERAPAN TEKNIK KUPANG LIGITARANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 4 B SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER
PENERAPAN TEKNIK KUPANG LIGITARANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 4 B SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER Suprapto 27 Abstrak. Matematika merupakan ilmu terstruktur yang
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 3 LINGSAR PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 3 LINGSAR PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING TAHUN AJARAN 2016/2017 ARTIKEL SKRIPSI BAIQ HIDAYAH E1R113012 PROGRAM
Kata Kunci: Pendidikan Matematika Realistik, Hasil Belajar Matematis
Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Sungguminasa melalui pembelajaran matematika melalui
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN.
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 3, Juli 2016 ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS II SDN 02 V KOTO KAMPUNG DALAM KAB
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS II SDN 02 V KOTO KAMPUNG DALAM KAB. PADANG PARIAMAN Animar 1 Email: E-mail : [email protected] Program
PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD
PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD Oleh: Ika Yuliastuti 1, Suhartono. 2, Imam Suyanto 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret.
Deztyra Nur Imamah 25, Hobri 26 dan Arika Indah K 27
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM CENTERED LEARNING (PCL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR KELAS VII A SEMESTER GANJIL DI SMP NEGERI 14 JEMBER TAHUN
Jurnal Santiaji Pendidikan, Volume 7, Nomor 1, Januari 2017ISSN
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TANDUR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJARSISWA KELAS II SD NEGERI 1 SINGAPADU TENGAH PADA PEMBELAJARAN BANGUN DATAR Ni Wayan Suardiati Putri, I
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP ARTIKEL PENELITIAN Oleh : ULLY FAKHRUNI NIM : F15111023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBAGIAN BILANGAN SISWA KELAS II SD DENGAN PEDEKATAN REALISTIC MATHEMATICSS EDUCATION
2.802 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 29 Tahun ke-5 2016 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBAGIAN BILANGAN SISWA KELAS II SD DENGAN PEDEKATAN REALISTIC MATHEMATICSS EDUCATION THE EFFORT TO
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015 Ary Wardani 1, Triyono 2, Ngatman 3 1 Mahasiswa, 2
PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA MATA PELAJARAN PKn
ISSN Cetak 2476-9886 ISSN Online 2477-0302 Jurnal EDUCATIO, Hlm 21-28 Akses Online : http://jurnal.iicet.org Dipublikasikan oleh : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Info
PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING DENGAN BENDA NYATA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING DENGAN BENDA NYATA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Sutarmi 1,Triyono 2, Harun Setya Budi 3 PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret,
PEMBELAJARAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR
Pembelajaran Sistem Persamaan Linier (Muhamad Ilham Rosyadi) 9 PEMBELAJARAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR Muhamad Ilham
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Okmi Muji Rahayu 1, Suhartono 2, M. Chamdani 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas
UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI
UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI Harlis Guru SMP Negeri 8 Tebing Tinggi Email: [email protected] ABSTRAK
PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET
PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 1 KARANGSARI TAHUN AJARAN 2014/2015 Masrukhin 1, Triyono 2,
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL Muryatin SDN Pakunden 1, Jalan Bogowonto 48A Kota Blitar E-mail: [email protected] Abstract: Improvement Efforts of Learning
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION Adek Hanna Tri Hartati SD Negeri 200515 Padangsidimpuan, kota Padangsidimpuan Abstract:
PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ulfatun Rohmah 1, Suhartono 2, Ngatman 3 PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret, Jalan Kepodang 67A Panjer Kebumen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58)
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58) mengemukakan penelitian
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC Lais Handayani 1), Riyadi 2), Djaelani 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret,
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE Kamaliah SD Negeri 056614 Sidorejo, kab. Langkat Abstract: This study aims to improve learning outcomes Civics Elementary
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK Suzana 1), Gusmaweti 2), Erwinsyah Satria 1) 1) Program Studi Pendidikan
PENGGUNAAN MODEL ROLE PLAYING UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS IV SDN 1 LUNDONG
PENGGUNAAN MODEL ROLE PLAYING UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS IV SDN 1 LUNDONG Rustiana Primasari 1, Wahyudi 2, Joharman 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang 67A
Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan
1 PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SUB POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK SISWA KELAS VIII-7 SMP NEGERI 1 KREMBUNG SIDOARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN
PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ulfatun Rohmah 1, Suhartono 2, Ngatman 3 PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret, Jalan Kepodang 67A Panjer Kebumen
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN GUMILIR 04 TAHUN AJARAN
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN GUMILIR 04 TAHUN AJARAN 2015/2016 Atsani Rohmatun Nisa 1, Triyono 2, Joharman 3
ARTIKEL PENELITIAN OLEH: REPSA YUNITA NPM
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING DI SDN 09 IV KOTO AUR MALINTANG OLEH: REPSA YUNITA NPM. 1110013411250 PROGRAM
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 349 TANJUNG KAPA MANDAILING NATAL
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 349 TANJUNG KAPA MANDAILING NATAL Heddi Dongoran Guru di SD Negeri 349 Tanjung Kapa Mandailing Natal Surel
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING. Rochimah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 4, Juli 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP SD Negeri
Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau ABSTRACT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 1 BANGKINANG BARAT TAHUN AJARAN 2011/2012
Syifa ur Rokhmah. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Malang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS XI IPS 2 MAN MOJOKERTO KABUPATEN MOJOKERTO Syifa ur Rokhmah Jurusan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Ahmad Bukhari SMP Negeri 3 Tanjung Pura, kab. Langkat Abstract: This study aims to improve student learning
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS IV SDN 01 PAYAKUMBUH BALAI GADANG.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS IV SDN 01 PAYAKUMBUH BALAI GADANG Oleh Kurniawan Ade Eka Saputra Email : [email protected]
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI UPW SMK NEGERI 1 JEMBER MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI UPW SMK NEGERI 1 JEMBER MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) MATERI PROGRAM LINEAR SEMESTER II TAHUN PELAJARAN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN Emi Susanti 1), Wince Hendri 2), Erwinsyah Satria 3) 1) Program Studi Pendidikan
APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE THINK PAIR SQUARE (TPS) TO IMPROVE MATHEMATICS ACHIEVEMENT GRADE X AP 1 SMK PGRI PEKANBARU
1 APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE THINK PAIR SQUARE (TPS) TO IMPROVE MATHEMATICS ACHIEVEMENT GRADE X AP 1 SMK PGRI PEKANBARU Syuhada Novriana 1, Sakur 2, Zuhri D. 3 [email protected],
Keywords: Audiovisual media, writing skills, folklore
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KEMBALI ISI DONGENG DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL BAGI SISWA KELAS III SDN 2 MRANTI KABUPATEN PURWOREJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016 Khoirum Radityawati 1, Suripto
Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok.
1 Pendahuluan Penerapan Teori Bruner dalam Metode Diskusi Kelompok untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pokok Bahasan Keliling dan Luas Persegi dan Persegi Panjang Siswa Kelas III SDN Kemuningsari
Nur Khasananah 1, Triyono 2, Joharman 3 FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret
PENGGUNAAN METODE INQUIRI DENGAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR SISWA KELAS III SDN JEMUR TAHUN AJARAN 2012/ 2013 Nur Khasananah 1, Triyono 2, Joharman 3 FKIP,
PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU
PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU Hanifli [email protected] SMAN 9 Pekanbaru ABSTRACT This research is motivated by
PENINGKATAN MENGHITUNG OPERASI BILANGAN BULAT DENGAN METODE EKSPOSITORY BERBANTUAN MEDIA GARIS BILANGAN. Sri Eti Ermawati
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, Mei 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN MENGHITUNG OPERASI BILANGAN BULAT DENGAN METODE EKSPOSITORY BERBANTUAN MEDIA GARIS BILANGAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL KELAS VII A SEMESTER GANJIL
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH MELALUI PENDEKATAN RME DI KELAS I
Upaya Meningkatkan Hasil... (Wahyu Marfungah Maharini) 1.771 PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH MELALUI PENDEKATAN RME DI KELAS I THE IMPROVEMENT OF LEARNING ACHIEVEMENT
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
OPEN ACCESS MES (Journal of Mathematics Education and Science) ISSN: 2579-6550 (online) 2528-4363 (print) Vol. 2, No. 2. April 2017 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW)
PENGGUNAAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME)
PENGGUNAAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2015/2016 Wahyu Lestari
ARTIKEL PENELITIAN. Oleh ADE ISLAMIATI NPM:
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIK REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SDN 25 KOTO ALAM KECAMATAN PALEMBAYAN KABUPATEN
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM SOLVING LEARNING BERBASIS DISCOVERY PADA KELAS VII
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM SOLVING LEARNING BERBASIS DISCOVERY PADA KELAS VII Puji Sumiati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Email:
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME)
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) Rully or Halimah 1), Usada 2), Lies Lestari 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret,
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP Nuria, Edy Tandililing, Hamdani Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untan Pontianak Email:
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENALAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENALAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 01 BANDAR BUAT KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG OLEH
BAB I PENDAHULUAN. berdampak positif dalam pencapaian prestasi belajar yang optimal. Hasil
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk menciptakan proses pembelajaran yang baik maka perlu adanya suatu tujuan yang jelas. Tujuan dalam kegiatan pembelajaran yaitu menciptakan suasana belajar yang
HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN
HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL KEPALA BERNOMOR STRUKTUR DI SDN 03 BATUNG Disusun Oleh: RENI FIRMASARI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SDN KEBUN BUNGA 6 BANJARMASIN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SDN KEBUN BUNGA 6 BANJARMASIN Raihanah Sari Universitas Lambung Mangkurat Email: [email protected]
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Dengan Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Di Kelas III Sekolah Dasar
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Dengan Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Di Kelas III Sekolah Dasar Sri Amerta PGSD FIP UNP Abstract Learning science is supposed
Joyful Learning Journal
JLJ 2 (1) (2013) Joyful Learning Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ani Indriawati, Moch.
Oleh: Asih Pressilia Resy Armis Zuhri D ABSTRACT
1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI TEKNIK KOMPUTER JARINGAN (TKJ) 2 SMK NEGERI 2 PEKANBARU
Syafwan SMPN 2 Poso Pesisir Kab. Poso ABSTRAK
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Tutor Sebaya Untuk Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Poso Pesisir Syafwan SMPN 2 Poso Pesisir Kab. Poso ABSTRAK Penelitian
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN Muncarno FKIP Universitas Lampung Email: [email protected]
PEMBELAJARAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN REALISTIK DI KELAS V SEKOLAH DASAR
PEMBELAJARAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN REALISTIK DI KELAS V SEKOLAH DASAR Martianty Nalole Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo Abstract : Study of reduction through approach
