The Devilish Mr. Danvers

dokumen-dokumen yang mirip
Scandal and the Duchess

Always Proper, Suddenly Scandalous

KISSING THE MAID OF HONOR

No Ordinary. Billionaire

AndaiKita Haldep_AndaiKita.indd 1 6/22/2017 9:22:58 AM

The Elusive Lord Everhart

Say Yes to the Marquess

The Good Girl The Good Girl haldep.indd 1 1/2/2018 4:10:23 PM

Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Buku 37 i i KARIAGEKUN 37.indd 1 4/28/2017 2:52:30 PM _KARIAGE K37(TU)_T indd 1 02/05/ :18:42

dan/atau huruf g untuk Peng gunaan Secara Komer sial di pidana dengan

Membentuk. Akhlak Anak. Cara Mendidik Akhlak Anak Menurut Islam. Roidah

Originally published as Runaway Groom 2014 Fiona Lowe. Translation by PT Elex Media Komputindo as Runaway Groom 2017

MANUSIA MILITAN. Programming Your Mind for Success

Ways To Love WAYS haldep p3.indd i WAYS haldep p3.indd i 17-Feb-17 09:30:47 17-Feb-17 09:30:47

Menyelami. Makna Bacaan. Shalat. Edisi Panduan

Penerbit PT Elex Media Komputindo

BELAJAR MUDAH MEMAHAMI HIKMAH

Peter Swanborn, The Netherlands, Lima Portret Five Portraits

SEPASANG KAUS KAKI HITAM

Diana Palmer THE WINTER SOLDIER SANG PRAJURIT MUSIM DINGIN

Christina Lauren Haldep_Beautiful Boss.indd 5 3/10/2017 4:13:13 PM

Beat The Market Haldep. Beat the Market.indd 1 6/21/ :39:09 AM

The Untamed Mackenzie

Christina Lauren. Penerbit PT Elex Media Komputindo

Mendesain 3 Dimensi Secara Cepat dengan AutoCAD 2008

(3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta. Secara Komer sial di pidana dengan pidana penjara

OVERRULED. Serial The Legal Briefs

Perfect Romance Perfect Romance.indd 1 6/7/2017 8:46:28 AM

The Last Goodbye _CR-THE LAST GOODBY (ADAMSON BROTHERS 1)_RM-1

Fiancé by Friday. Catherine Bybee. Penerbit PT Elex Media Komputindo

Wedding With Converse

Kisahhorror. Fiksi Horror #1: A Midnight Story. Penerbit Dark Tales Inc.

The lost Bone ANNE SPOLLEN

KOPI DI CANGKIR PELANGI..

Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak

Oh tidak, tidak, tidak... Seharusnya Mr. Henry tidak bisa menemukannya di sini. Lemari ini adalah tempat aman Mallory setiap kali Mr.

Bab 1 : Lerodia, Desa Penambang Pharite

1 Curahan Hati Sebatang Pohon Jati

Perubahan Sifat Benda

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto

Seni Berperang Sun Tzu

Sanksi Pelanggaran Pasal 22: Undang Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

All s Fair in Lust & War

AD Rintiwi. El Principe. The Missing Person. Adrintiwi Press

Renjana dalam Bejana. Kumpulan Cerita Pendek. Nabila Budayana

SUTRADARAI DIRI SENDIRI Sukses Karena Networking

Excel Rekening Tagihan

A Borrowed Scot KAREN RANNEY PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO

Leadership and The One Minute Manager.indd 3

Pria itu membungkuk, mengangkat kaki Izzy, dan melontarkan tubuh gadis itu ke atas bahunya dengan mudah seperti pria yang sering memanggul wanita di

KOMUNIKASI CERDAS. Panduan Berkomunikasi di Dunia Kerja (NEW EDITION)

THE DARKEST RAY hal depan.indd 1 8/3/2017 3:53:47 PM

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN [LN 2007/65, TLN 4722]

LIVE SIMPLY GIVE LOVE MAKE HISTORY

Yang Mencinta dalam Diam

Mastering the Marquess

LANGGAR ATURAN SANKSI MENUNGGU TAHAP II

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pancor. Sebuah desa terpencil di sebelah timur pulau Lombok menawarkan kisah nyata yang begitu memotivasi dalam mengarungi dahsyatnya gelombang

Aku, Suamiku, dan Gunpla-nya

Dasar Pertama : Api. Beberapa teknik membuat api tanpa korek/pemantik : 1. Memantik. Teknik Membuat Api

3. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau

Muslimah Keren _MUSLIMAH KEREN_RM pdf 1 5/17/2017 5:29:17 PM

The Law of Attraction THE LAW OF ATTRACTION

Satu hal lagi, mereka tahu apa yang terjadi pada keluarga pemilik rumah ini.

Jiwa yang sukses adalah jiwa yang selalu siap menghadapi semua hal yang akan menghadangnya di dalam belantara kehidupannya.

"Jika saya begitu takut maka biarlah saya mati malam ini". Saya takut, tetapi saya tertantang. Bagaimanapun juga toh akhirnya kita harus mati.

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

A Y U R I A N N A. There s Something Between Us

Super Vision, Super Action!

Perempuan dan Seekor Penyu dalam Senja

László Hankó: Kebahagiaan Marina

Matahari dan Kehidupan Kita

Jangan Jadi Muslimah Dekil. Tips Perawatan Mudah dari Ujung Rambut hingga Kaki

Merancang Aplikasi dengan Metodologi Extreme Programmings

#RainbowProject: ORANGE. A Way To Sunset NULIS BUKU CLUB PALEMBANG NULIS BUKU CLUB UNIVERSITAS SRIWIJAYA

The Inconvenient Duchess

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca

Ditatapnya sebuah batu cukup besar didekat kolam. Air yang tampak jernih hingga pantulan cahaya matahari yang masih remang bisa dengan mudah

UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN [LN 2009/1, TLN 4956] Pasal 402

Bahasa Indonesia. dinolingo.com

Kalau kau mendengar sesuatu, itu akan hanya memudar dan menjadi bagian dari latar belakang.

Fiction. John! Waktunya untuk bangun!

Buku ini adalah persembahan saya untuk Kampus Bisnis Umar Usman, Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha. Kampus dari umat, untuk umat, dan oleh umat yang

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 9. KALOR DAN PERPINDAHANNYALatihan Soal 9.3

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat

Tali Satin RANGKAIAN BUNGA OLGA JUSUF. dari

Sofi Meloni. Penerbit PT Elex Media Komputindo

Kura-kura dan Sepasang Itik

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1997 TENTANG KETENAGAKERJAAN [LN 1997/73, TLN 3702]

(Aku Melihatnya & Dia Melihatku)

Aku Tidak Mengerti Orang Biasa

Sepasang Sayap Malaikat

Serba Otomatis Membuat Laporan Tugas Akhir dan Skripsi di Word 2013

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1

The Power. Digital Marketing

Transkripsi:

The Devilish Mr. Danvers

Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah). (2) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

The Devilish Mr. Danvers Serial The Rakes of Fallow Hall VIVIENNE LORRET Penerbit PT Elex Media Komputindo

THE DEVILISH MR. DANVERS Published by arrangement with Avon Impulse, an imprint of HarperCollins Publishers. Copyright 2015 by Vivienne Lorret All rights reserved. Si Bengis Mr. Danvers Alih bahasa: Debbie Hendrawan Hak Cipta Terjemahan Indonesia Penerbit PT Elex Media Komputindo Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang Diterbitkan pertama kali oleh tahun 2017 oleh Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Anggota IKAPI, Jakarta 717031023 ISBN: 978-602-04-2776-8 Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Dicetak oleh Percetakan PT Gramedia, Jakarta Isi di luar tanggung jawab Percetakan

Untuk teman lama dan baru Kalian memiliki kemampuan yang aneh untuk muncul begitu saja dalam kehidupanku pada momen yang sempurna. Aku sangat menyayangi kalian.

Bab Satu H edley Sinclair menggosok-gosokkan kedua tangannya yang membeku kuat-kuat. Lubanglubang di sarung tangan anak-anaknya yang usang tersangkut, meregang sedikit demi sedikit. Tak tertolong lagi. Sebagian besar baju bekas kakaknya sudah usang saat ini. Gaun tipis merah muda ini dulunya dihiasi sederetan bunga mawar cantik, tapi sudah lama hiasan itu lenyap. Petikotnya kumal karena sudah terlalu sering dicuci dan tipis karena sering diperbaiki. Stokingnya hanya akan terasa hangat kalau dipakai berlapis empat. Di balik dua helai syal wolnya, Hedley menggi gil. Giginya gemeletuk. Sudah enam tahun kakaknya menikah dan berlayar ke Amerika bersama suaminya. Enam tahun sejak terakhir kalinya Hedley menerima baju-baju bekas atau isi lemari pakaian lainnya. Hampir selama enam tahun itu pula ia terkurung di ruangannya di loteng. Bukannya terlupakan, tapi tak terlihat. Kini semua itu menjadi masa lalu. Ia mewarisi Greyson Park. Dinding-dinding yang mengelilinginya ini

2 Vivienne Lorret adalah miliknya, dan tak seorang pun akan mengucilkannya lagi. Lagi pula, mungkin Ibu berharap Hedley akan mati membeku, atau kelaparan. Walaupun sebaliknya, setelah melihat rumah ini untuk pertama kalinya dua hari yang lalu, Hedley menyadari ada kemungkinan besar atap reyot itu yang akan menguburnya hidup-hidup. Berdiri di ruang tamu, Hedley memandang sekilas ke langit-langit. Bongkahan besar plester yang hilang memperlihatkan palang di bawahnya. Di tempat-tempat tertentu, dan dengan sinar matahari pagi yang menyusup lewat kaca-kaca jendela yang kusam, ia dapat melihat ruangan di lantai atas. Sekalipun begitu, Greyson Park adalah milik nya. Pemikiran itu membuat bibirnya yang membeku tersenyum. Pengacara keluarga mereka memberitahukan warisannya itu beberapa minggu setelah kematian Kakek, dan berarti itu hampir dua bulan yang lalu. Dari tanggapan Ibu yang dipenuhi amarah, Hedley tidak seharusnya mengetahui hal itu. Ketika tiba waktunya ia harus pergi, mereka tidak saling mengucapkan kata-kata perpisahan. Akan tetapi, pengacara itu menyampaikan kabar yang kurang menyenangkan bahwa Hedley tidak akan diberi uang saku, tanpa pelayan, dan tanpa pengawalan dalam menempuh perjalanan sejauh tiga puluh dua kilometer dengan berjalan kaki. Itu bukan masalah bagi Hedley. Apa yang dibutuhkannya ada di sini rumahnya sendiri. Dan sekarang karena sudah berada di sini, ia bertekad bulat untuk melakukan yang terbaik.

The Devilish Mr. Danvers 3 Memikirkan itu, Hedley membuka kotak kuningan kusam di dekat perapian. Hanya ada sepotong bundar kecil kain arang, dan potongan batu apinya tidak lebih besar daripada sepotong keratan. Ia berharap itu akan cukup. Sambil berlutut, ia meletakkan kotak itu ke langkan perapian dan membungkuk untuk menghalangi tiupan angin dingin yang masuk lewat cerobong asap. Serangan dahsyat terakhir musim dingin, yang datang pada akhir Maret, memang mengerikan. Dengan besi di tangan, ia menggosokkan batu api ke kain dan Serpihan yang tajam menembus sarung tangannya. Tangannya tersentak ke belakang. Seketika, sebuah garis darah tipis muncul di buku jarinya. Sambil menempelkan luka itu ke bibirnya, matanya menyipit ke arah batu api itu. Benda itu patah menjadi dua. Cakar Lucifer! Makian favorit almarhum kakeknya tidak membantu, tapi dengan mengucapkannya membuat perasaan Hedley menjadi lebih baik. Ia mencoba lagi, menggoreskan batu api itu ke besi. Dan lagi. Kalau tidak mau menyala juga, akan ku... kulemparkan kau ke pispot. Tak ada ucapan terima kasih untukmu. Oh, tidak. Sebaliknya, kau akan berakhir sebagai Sebuah nyala kecil muncul. Tak lebih dari setitik warna jingga. Tapi tetap saja, itu adalah sesuatu. Mengerucutkan bibirnya, Hedley meniup nyala itu sehingga makin besar. Cepat-cepat, ia menyalakan sebatang kayu kecil dan melemparkannya ke bongkahan kayu di perapian. Setelah beberapa saat berusaha

4 Vivienne Lorret membesarkan nyala api, potongan-potongan dahan kering mulai berkobar. Hedley duduk menegakkan tubuh di atas tumitnya sambil menghela napas lega. Api yang baru menyala itu sudah mulai menghangatkan kedua pipinya. Karena itu adalah potongan batu apinya yang terakhir sebelum si pengurus rumah, Mr. Tims, kembali dalam satu hari atau lebih, Hedley harus lebih berhati-hati. Malam ini, ia harus ingat untuk meletakkan pelindung di atas arang di dapur agar arang yang menyala itu tidak mati. Ia berdiri dan bersenandung, menggosok-gosokkan tangannya, dan menaruh alat pengatur api ke atas kotak kuningan. Lalu, ia menuju ke kotak penyimpanan kayu dan langkahnya terhenti seketika. Kotak itu kosong melompong. Kalau ia tidak segera menambahkan kayu ke perapian, ia sama sekali tidak akan punya api. Hanya ada dirinya sendiri yang bisa dipersalahkannya. Ia membakar terlalu banyak kayu kemarin, berusaha agar tetap hangat. Tiupan angin dingin mengembus lewat bebatuan kelabu di bagian depan Greyson Park. Tak lama berselang, kabut pun turun dan menyelimuti. Kalau melihat awan-awan kelabu gelap di luar jendela, hari ini tidaklah lebih baik. Terbiasa mengandalkan dirinya sendiri, Hedley mengangkat salah satu syal dari bahunya dan menutupkannya ke kepala. Setelah mengikatkan kain-kain itu di lehernya seperti seorang wanita tua yang kecil, ia menyeberangi rumah dan keluar dari dapur. Gerimis rintik-rintik menyambutnya. Sesungguhnya, hujan itu terasa lebih seperti serpihan kaca tajam yang membeku. Dan juga, jalur tanah liat keras menu-

The Devilish Mr. Danvers 5 ju tumpukan kayu itu licin, tertutup oleh lembaranlem baran es yang halus dan mengilat. Sol sepatunya tergelincir di tanah yang tidak rata. Kabut yang setebal bantal menghalangi pandangannya ke arah semak-semak, pepohonan, dan garis-garis luar bangunan. Namun ia tidak memedulikannya. Tidak dapat melihat bayangan rumah kereta terasa menenangkan saraf-sarafnya. Malah, hanya dengan membayangkannya saja dirinya bergidik ngeri, membuatnya bersyukur karena hidup terpisah dari orang-orang yang mengetahui rahasianya yang memalukan. Seekor anjing melolong, mengejutkan Hedley dari semua lamunannya. Lolongan muram yang kedengarannya dari jarak dekat itu membuatnya terkesiap. Ia hanya berharap hewan itu bersahabat. Boris! Suara seorang pria segera mengikuti lolongan kedua. Suara itu menggema di sekeliling Hedley, membuatnya tidak bisa memperkirakan dari mana asalnya. Ke sini, dasar anjing bodoh! Walaupun kata-kata itu kasar, nadanya tidaklah demikian. Kata-kata itu bernada geli yang rasanya tidak asing di telinganya. Walaupun dirinya selalu memiliki kepekaan terhadap suara, Hedley cepat-cepat menggeleng tak setuju pada dirinya. Tidak mungkin dia. Sudah enam tahun ia tidak pernah mendengar suara itu. Otaknya jelas telah menipunya. Mungkin bagaimanapun ibunya benar, dan Hedley adalah si gila dalam keluarga. Sebuah bayangan berkelebat di depannya, ramping dan kelabu, diikuti bunyi derap teratur dari kaki bercakar di tanah yang tertutup salju.