PT Voksel Electric Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Auditor Independen Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
PT VOKSEL ELECTRIC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.. 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian.. 4 Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.. 6-57 Lampiran I - V 58-62
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Rupiah) ASET Catatan *) ASET LANCAR Kas dan setara kas 2d,2e,5 156.850.174.509 132.922.679.125 Dana yang terbatas penggunaannya 2e,6 162.364.043 206.803.784.203 Piutang usaha 2e,2s,7 Pihak ketiga (setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai 2012: Rp8.536.342.417 dan 2011: Rp8.473.537.816) 763.562.463.001 540.308.121.442 Pihak berelasi 11.244.795.715 45.716.157.954 Piutang lain-lain 2e,8 100.188.001.023 59.992.367.012 Piutang derivatif 2e,9 12.678.543.456 23.793.980.731 Persediaan 2g,10 321.885.974.691 316.069.391.959 Pajak dibayar di muka 2m,20a 25.984.723.146 13.766.157.891 Aset lancar lainnya 11 38.060.313.256 18.004.014.956 Total Aset Lancar 1.430.617.352.840 1.357.376.655.273 ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan 2m,20d 6.466.872.807 7.668.130.845 Penyertaan saham 2f,13 5.000.000.000 - Proyek dalam pelaksanaan 2u,12 11.133.269.918 3.035.350.813 Aset tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar 2012: Rp326.676.235.364 dan 2011: Rp293.354.415.005) 2i,14 232.745.037.636 193.288.855.939 Aset tetap yang tidak digunakan dari operasi yang dihentikan (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar 2012: Rp3.093.144.686 dan 2011: Rp3.060.525.854) 2j,15 83.603.398 116.222.230 Aset tidak lancar lainnya 16 12.032.218.872 11.553.947.137 Total Aset Tidak Lancar 267.461.002.631 215.662.506.964 TOTAL ASET 1.698.078.355.471 1.573.039.162.237 *) Setelah direklasifikasikan Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 1
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Rupiah) LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan *) LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank 2e,17 127.060.385.578 278.283.205.689 Utang usaha 2e,2s,18 Pihak ketiga 760.181.363.300 546.951.902.491 Pihak berelasi 30.196.074.310 119.986.619.269 Utang lain-lain 2e,19 67.779.218.899 43.986.127.180 Utang pajak 2m,20b 8.943.568.259 7.608.088.058 Biaya masih harus dibayar 2e,21 4.732.267.289 8.151.101.086 Uang muka pelanggan 22 71.958.000.540 46.980.433.580 Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 2e,2t,23,39 1.378.794.475 2.425.916.559 - Utang pembiayaan konsumen 2e,24,39 248.160.359 179.678.667 Total Liabilitas Jangka Pendek 1.072.477.833.009 1.054.553.072.579 LIABILITAS JANGKA PANJANG Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 2e,2t,23,39 1.410.751.427 1.632.463.173 - Utang pembiayaan konsumen 2e,24,39 167.142.151 243.080.288 Liabilitas imbalan kerja 2q,25 20.956.576.137 19.965.043.707 Total Liabilitas Jangka Panjang 22.534.469.715 21.840.587.167 TOTAL LIABILITAS 1.095.012.302.724 1.076.393.659.746 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham - nilai nominal Rp500 per saham Modal dasar - 2.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 831.120.519 saham 26 415.560.259.500 415.560.259.500 Agio saham 940.000.000 940.000.000 Saldo laba 185.409.605.837 78.413.771.168 Cadangan lainnya 30 1.153.198.004 1.153.198.004 Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada : Pemilik entitas induk 603.063.063.341 496.067.228.672 Kepentingan non pengendali 2.989.406 578.273.819 Total Ekuitas 603.066.052.747 496.645.502.491 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.698.078.355.471 1.573.039.162.237 *) Setelah direklasifikasikan Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 2
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN (Disajikan dalam Rupiah) Catatan PENJUALAN BERSIH 2k,31 2.484.172.510.398 2.014.608.187.195 BEBAN POKOK PENJUALAN 2k,32 (2.112.066.541.490) (1.711.066.779.583) LABA KOTOR 372.105.968.908 303.541.407.613 BEBAN USAHA Beban penjualan 2k,33 (87.177.882.872) (78.691.845.882) Beban umum dan administrasi 2k,34 (67.689.230.985) (49.540.254.521) Beban bunga (19.048.656.469) (20.296.966.622) Rugi selisih kurs - bersih 2l (26.122.026.758) (5.990.939.556) Laba atas penjualan aset tetap 8.969.964.752 8.391.285.745 Keuntungan (kerugian) atas transaksi kontrak derivatif 6.775.840.074 (8.955.468.830) Beban lain-lain, bersih (3.870.051.087) (7.868.954.912) Penghasilan bunga 711.303.565 415.865.351 Beban kerugian penurunan nilai piutang 7 - (107.777.574) Total beban usaha (187.450.739.780) (162.645.056.800) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 184.655.229.128 140.896.350.813 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak kini 2m,20c (36.433.396.800) (31.381.327.289) Pajak tangguhan 2m,20d (1.201.258.037) 1.106.004.523 Total beban pajak penghasilan (37.634.654.837) (30.275.322.765) LABA BERSIH 147.020.574.291 110.621.028.048 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - - LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 147.020.574.291 110.621.028.048 Laba Komprehensif yang Dapat Diatribusikan Kepada: Pemilik entitas induk 146.894.619.622 110.546.891.727 Kepentingan non pengendali 125.954.669 74.136.321 LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 147.020.574.291 110.621.028.048 LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK PER SAHAM, DASAR 176,74 133,01 Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 3
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (Disajikan dalam Rupiah) Kepentingan Saldo Laba Cadangan Non Jumlah Modal Saham Agio Saham (Rugi) Lainnya Jumlah Pengendali Ekuitas Saldo per 31 Desember 2010 415.560.259.500 940.000.000 (32.133.120.559) 1.153.198.004 385.520.336.945 504.137.498 386.024.474.443 Laba komprehensif tahun berjalan - - 110.546.891.727-110.546.891.727 74.136.321 110.621.028.048 Saldo per 31 Desember 2011 415.560.259.500 940.000.000 78.413.771.168 1.153.198.004 496.067.228.672 578.273.819 496.645.502.491 Laba komprehensif tahun berjalan - - 146.894.619.622-146.894.619.622 125.954.669 147.020.574.291 Tambahan setoran modal anak - - - - - 97.000.000 97.000.000 Pengaruh perubahan ekuitas anak perusahaan - - - - - (803.239.082) (803.239.082) Penyesuaian kepentingan non pengendali - - (5.000.000) - (5.000.000) 5.000.000 - Pembayaran dividen - - (39.893.784.953) - (39.893.784.953) - (39.893.784.953) Saldo per 31 Desember 2012 415.560.259.500 940.000.000 185.409.605.837 1.153.198.004 603.063.063.341 2.989.406 603.066.052.747 Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 4
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (Disajikan dalam Rupiah) Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan dan lainnya 3.042.312.053.493 1.859.392.342.628 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan lainnya (2.704.862.941.639) (1.577.557.807.755) Kas dihasilkan dari aktivitas operasi 337.449.111.854 281.834.534.872 Penerimaan dari pendapatan bunga 705.163.512 280.428.226 Penerimaan dari restitusi pajak 6.731.362.350 14.742.199.251 Pembayaran pajak - bersih (69.418.852.034) (41.168.814.606) Pembayaran beban bunga (18.618.034.971) (20.129.710.362) Pembayaran untuk kegiatan operasi lainnya - bersih (152.065.239.413) (97.544.318.956) Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 104.783.511.298 138.014.318.424 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan aset tetap 12.292.995.000 23.299.595.455 Penerimaan (penempatan) deposito berjangka - bersih 70.000.000.000 (69.895.500.000) Pembelian aset tetap (72.888.141.724) (9.786.545.597) Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi 9.404.853.276 (56.382.450.142) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan (pembayaran) utang bank - bersih (151.222.820.111) 121.253.969.508 Kenaikan (penurunan) dana yang terbatas penggunaannya 136.641.420.160 (119.474.660.383) Pembayaran utang sewa guna usaha dan pembiayaan konsumen (3.210.703.213) (2.141.907.647) Pembayaran dividen (39.626.427.449) - Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan (57.418.530.613) (362.598.522) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 56.769.833.961 81.269.269.760 Pengaruh selisih kurs kas dan setara kas (32.842.338.577) 14.443.286.281 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 132.922.679.125 37.210.123.084 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 156.850.174.509 132.922.679.125 Saldo kas dan setara kas pada akhir tahun terdiri dari: 6 Kas 694.577.998 701.586.470 Bank 156.155.596.511 132.221.092.655 Total 156.850.174.509 132.922.679.125 Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 5
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Voksel Electric Tbk ( Perusahaan ) didirikan di Jakarta berdasarkan akta notaris Rachmat Santoso, S.H., No. 58 tanggal 19 April 1971, pengganti notaris Ridwan Suselo, S.H. Akta pendirian tersebut telah diubah dengan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 46 dan 85 masingmasing tanggal 16 Oktober dan 20 Desember 1971. Akta pendirian dan perubahannya tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. JA 5/219/17 tanggal 24 Desember 1971 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 99, Tambahan No. 893 tanggal 11 Desember 1973. Pada tahun 1989, Badan Koordinasi Penanaman Modal menyetujui perubahan status Perusahaan dari Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN) menjadi Penanaman Modal Asing (PMA). Berdasarkan akta notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 21, tanggal 17 Maret 2006, Perusahaan mengajukan perubahan anggaran dasar antara lain sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-11987.HT.01.04.TH.2006 tanggal 27 April 2006. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir adalah perubahan anggaran dasar yang disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Bapepam No : IX.J.1 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Perubahan ini telah termaktub dalam akta notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 31, tanggal 8 Agustus 2008 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-88902.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 21 Nopember 2008. Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain meliputi bidang usaha produksi dan distribusi kabel listrik, kabel telekomunikasi, dan kawat enamel serta peralatan listrik dan telekomunikasi. Saat ini, Perusahaan terutama bergerak dalam industri pembuatan kabel listrik, kabel telekomunikasi serta kabel fiber optik. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1973 dan berkedudukan di Jakarta dengan lokasi Pabrik di Cileungsi. Pada tanggal 14 Januari 2008, Perusahaan resmi berpindah kantor pusat dari Jalan Gajah Mada No. 199, Jakarta Barat ke Gedung Menara Karya Lantai 3 unit D, Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav.1-2, Jakarta 12950. b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Kebijakan/tindakan Perusahaan yang dapat mempengaruhi efek yang diterbitkan sejak tanggal penawaran umum perdana sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, adalah sebagai berikut : Saham yang Nilai nominal Tanggal Kebijakan Perusahaan dicatatkan per saham 20 Desember 1990 Penawaran umum perdana dan pencatatan terbatas 4.580.000 1.000 13 Agustus 1991 Pencatatan terbatas II (1.500.000 saham) 6.080.000 1.000 3 Juli 1992 Pencatatan perusahaan (13.920.000 saham) 20.000.000 1.000 18 Pebruari 1994 Penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (6.000.000 saham) 26.000.000 1.000 22 Pebruari 1994 Saham bonus (16.000.000 saham) 2.000.000 1.000 12 Juli 1996 Saham bonus (21.000.000 saham) 63.000.000 1.000 22 Agustus 1997 Pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per saham menjadi Rp 500 per saham 126.000.000 500 24 Mei 2006 Penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (705.120.519 saham) 831.120.519 500 Seluruh saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. 6
1. UMUM (lanjutan) c. Struktur Entitas Anak Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan mempunyai pemilikan langsung pada Entitas Anak sebagai berikut : Persentase Jumlah Aset Sebelum Kepemilikan Eliminasi Kegiatan Operasi Entitas Anak Domisili Usaha Komersial PT Prima Mitra Jakarta Perdagangan umum, 2004 99% 99% 91.806.917.798 75.335.440.210 Elektrindo (PT PME) pembangunan dan jasa PT Bangun Prima Semesta Jakarta Kontraktor 2007 98% 98% 107.090.202.918 72.035.863.854 (PT BPS) umum dan perdagangan PT Cendikia Global Solusi Jakarta Perdagangan 2010 99% 99% 17.668.218.581 11.277.363.401 (PT CGS) umum dan jasa PT Anugrah Bakti Nusa Jakarta Perdagangan umum - - - - (PT ABN) * dan jasa *) Belum beroperasi komersial Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS PT PME pada tanggal 16 Oktober 2012 No. 11 yang di setujui oleh KEMENKUMHAM No. AHU-56182.AH.01.02 Tahun 2012 pada tanggal 1 November 2012, Perusahaan melakukan penambahan setoran modal di PT PME sebesar Rp9.603.000.000, di mana setelah penyetoran tersebut, tidak mengubah persentase kepemilikan Perusahaan di PT PME. d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris : Presiden Komisaris : Kumhal Djamil Kumhal Djamil Komisaris : Michael Tjandrawinata Michael Tjandrawinata Akihisa Takizawa Akihisa Takizawa Hardi Sasmita Hardi Sasmita Komisaris Independen : Christianto Wibisono Christianto Wibisono Dewan Direksi : Presiden Direktur : Heru Gondokusumo Heru Gondokusumo Direktur : Linda Lius Linda Lius Fumiaki Nakajima Fumiaki Nakajima Muliany Anwar Tan Yong Han Muliany Anwar Masahiko Saegusa Tan Yong Han Paket imbalan bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp11,88 milyar dan Rp5,15 milyar. Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebanyak 857 dan 692 karyawan (tidak diaudit). 7
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI Kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan Laporan Keuangan untuk tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut : a. Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak ( Grup ) telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ( SAK ) yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia serta peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPPEPAM-LK) dan otoritas jasa keuangan. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep harga historis, kecuali laporan arus kas konsolidasian dan beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain. Transaksi transaksi termasuk dalam laporan keuangan pada tiap entitas Perseroan diukur dengan mata uang lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi ( mata uang fungsional ). c. Prinsip-prinsip Konsolidasian Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali dinyatakan lain. Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Entitas Anak seperti yang disebutkan pada Catatan 1c, dimana Perusahaan secara langsung, memiliki lebih dari 50% kepemilikan saham. Semua saldo dan transaksi antar entitas yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi Perusahaan dan Entitas Anak sebagai satu kesatuan usaha. Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Entitas Induk kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas. Rugi Entitas Anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada Kepentingan Non Pengendali (KNP) bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit. 8
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan) Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak, maka Perusahaan : menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak; menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP; menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada; mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif; dan mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai laba komprehensif ke laporan laba rugi komprehensif, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba. KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk. d. Setara Kas Setara kas meliputi deposito yang jangka waktunya sama atau kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijaminkan, kecuali setara kas yang dibatasi penggunaannya. e. Aset dan Liabilitas Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK No. 55 (Revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan. PSAK No. 50 direvisi sehingga hanya mengatur penyajian instrumen keuangan, sedangkan prinsip pengungkapan instrumen keuangan dipindahkan ke PSAK No. 60. Revisi PSAK No. 55 tersebut tidak memberikan pengaruh bagi laporan keuangan konsolidasian pada saat penerapan awal, sedangkan penerapan PSAK No. 50 dan PSAK No. 60 yang direvisi tersebut memberikan pengaruh bagi pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian. (i) Aset Keuangan Pengakuan awal Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga tanggal jatuh tempo dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim/regular) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut. 9
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) (i) Aset Keuangan (lanjutan) Pengakuan awal (lanjutan) Grup mengklasifikasikan aset keuangannya menjadi asset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya dan jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan. Pengukuran setelah pengakuan awal Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi adalah aset keuangan yang diperoleh untuk tujuan diperdagangkan. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai yang ditetapkan efektif. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dari aset keuangan ini disajikan didalam laporan laba-rugi konsolidasian sebagai keuntungan/(kerugian) lain-lain - bersih di dalam periode terjadinya. Pendapatan dividen dari aset keuangan ini diakui didalam laporan laba-rugi konsolidasian sebagai bagian dari pendapatan lain-lain pada saat ditetapkannya hak Grup untuk menerima pembayaran tersebut. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan biaya transaksi dibebankan pada laporan laba-rugi konsolidasian, dan kemudian diukur pada nilai wajarnya. Aset dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan dapat direalisasikan dalam 12 bulan; sebaliknya, diklasifikasikan sebagai tidak lancar. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan ini diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya dinyatakan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok ini disajikan sebagai pendapatan keuangan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. 10
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) (i) Aset Keuangan (lanjutan) Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan ke dalam dua kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar dengan laba atau rugi yang belum direalisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, laba atau rugi kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus direklasifikasi ke dalam laba atau rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. Investasi yang diklasifikasi sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut : - Investasi pada saham yang tidak tersedia nilai wajarnya dengan kepemilikan kurang dari 20% dan investasi jangka panjang lainnya dicatat pada biaya perolehannya. Aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan) dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk menentukan adanya bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan, Grup mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan adanya insolvabilitas atau kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur dan kelalaian atau penundaan signifikan pembayaran. Grup pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang secara individual signifikan atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. (ii) Penurunan Nilai dari Aset Keuangan Grup melakukan penilaian pada setiap tanggal laporan posisi keuangan apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Grup memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau terus diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. 11
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) (ii) Penurunan Nilai dari Aset Keuangan (lanjutan) Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui akun cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah suku bunga efektif yang berlaku yang ditetapkan dalam kontrak. Perhitungan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan dengan agunan (collateralized financial asset) mencerminkan arus kas yang dapat dihasilkan dari utilisasi dari jaminan deposit yang diberikan oleh pelanggan kepada Grup. Estimasi tahun antara terjadinya peristiwa dan teridentifikasinya kerugian ditentukan oleh manajemen untuk setiap portofolio yang diidentifikasi. Untuk tujuan evaluasi penurunan nilai secara kolektif, aset keuangan dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik risiko kredit yaitu berdasarkan jenis pelanggan. Arus kas masa datang dari aset keuangan Grup yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan arus kas kontraktual atas aset-aset di dalam kelompok tersebut dan kerugian historis yang pernah dialami atas aset-aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan karakteristik risiko kredit kelompok tersebut. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada tahun terjadinya kerugian historis tersebut, dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada tahun historis namun sudah tidak ada lagi saat ini. Ketika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapusbukukan dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Beban penurunan nilai yang terkait dengan piutang diklasifikasikan ke dalam Cadangan Kerugian Penurunan Nilai. Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan, dengan menyesuaikan cadangan kerugian penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan sebelumnya, jika pada tahun berjalan, dikreditkan pada cadangan kerugian penurunan nilai, sedangkan jika setelah tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya. (iii) Liabilitas Keuangan Pengakuan awal Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, utang dan pinjaman. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Grup hanya memiliki jenis liabilitas keuangan utang dan pinjaman. Grup menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. 12
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) (iii) Liabilitas Keuangan (lanjutan) Pengakuan awal (lanjutan) Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang telah ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Setelah pengakuan awal, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. (iv) Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Termasuk di dalamnya adalah nilai pasar dari IDMA (Interdealer Market Association) atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) dari Bloomberg dan Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan. Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi tersedia sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing service or regulatory agency) dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat selisih yang besar antara harga penawaran dan permintaan atau kenaikan signifikan dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi terkini. Grup menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan secara umum untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan, seperti opsi suku bunga dan swap mata uang asing. Input yang digunakan dalam teknik penilaian untuk instrumen keuangan di atas adalah data pasar yang dapat diobservasi. Untuk instrumen yang lebih kompleks, Grup menggunakan model penilaian internal, yang pada umumnya berdasarkan teknik dan metode penilaian yang umumnya diakui sebagai standar industri. Beberapa input dari model ini tidak berasal dari data yang dapat diobservasi di pasar dan demikian merupakan hasil estimasi berdasarkan asumsi tertentu. Structured interest rate derivatives ditentukan menggunakan option pricing models (sebagai contoh, the Black-Scholes model) atau prosedur lainnya seperti Monte Carlo Simulation. 13
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) (v) Penghentian Pengakuan Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah dialihkan dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset telah ditransfer (jika, secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Grup melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kontrol yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang telah ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. (vi) Penyesuaian Risiko Kredit Grup menyesuaikan harga di pasar yang lebih menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak lawan antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam menentukan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Grup terkait dengan instrumen harus diperhitungkan. (vii) Klasifikasi atas Instrumen Keuangan Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Instrumen Keuangan Aset keuangan Liabilitas keuangan Kategori yang didefinisikan oleh PSAK No. 55 (Revisi 2011) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Pinjaman yang diberikan dan piutang Aset keuangan tersedia dijual Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Golongan Piutang derivatif Kas dan setara kas Dana yang terbatas penggunaannya Piutang usaha Piutang lain-lain 1) 2) Investasi jangka panjang Subgolongan Utang bank Utang usaha Utang lain-lain Biaya yang masih harus dibayar Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun Catatan: 1) Perusahaan memiliki investasi saham pada PT Alcarindo Prima sebesar Rp2.600.000.000 dengan persentase kepemilikan sebesar 12,85%. Perusahaan mencatat investasi tersebut dengan nilai nihil karena pengakuan penurunan nilai investasi dan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Manajemen belum mengevaluasi kembali nilai wajar investasi tersebut. 2) Kepemilikan saham pada PT Alcas Dharma Property dicatat nihil karena Perusahaan tersebut telah menghentikan aktivitas usahanya. 14
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) (viii) Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus buku dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. f. Penyertaan saham Penyertaan saham pada entitas dimana Grup tidak memiliki pengaruh yang signifikan dicatat sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2011). Investasi Grup pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas di mana Grup mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui sebesar biaya perolehan pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan yang selanjutnya disesuaikan dengan perubahan pasca perolehan dalam bagian Grup atas aset neto dari entitas asosiasi tersebut. Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini jika dapat dipakai, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas asosiasi. Laporan Keuangan entitas asosiasi disusun atas tahun pelaporan yang sama dengan Grup. Grup menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Grup dalam entitas asosiasi. Grup menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. g. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan persediaan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Biaya perolehan meliputi biaya-biaya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut serta membawanya ke lokasi dan kondisi yang sekarang. 15
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) g. Persediaan (lanjutan) Cadangan keusangan/kerugian ditetapkan untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya. Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. h. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaatnya. i. Aset tetap dan Penyusutan Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), Aset Tetap. Revisi PSAK No. 16 ini juga mengatur akuntansi tanah sehingga PSAK ini juga mencabut PSAK No. 47, Akuntansi Tanah. ISAK No. 25 yang juga berlaku efektif pada tanggal yang sama, memberikan pedoman lebih lanjut mengenai perlakuan beberapa hak atas tanah di Indonesia beserta biaya terkait. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk pajak impor yang berlaku, bea masuk, biaya pengangkutan, biaya penanganan, biaya penyimpanan, biaya penyediaan lokasi, biaya pemasangan, biaya upah tenaga kerja internal, estimasi awal biaya pembongkaran, pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dimulai sejak aset mulai atau siap digunakan, dengan menggunakan metode saldo menurun (declining balance method) kecuali bangunan, berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis yang menghasilkan persentase penyusutan tahunan dari harga perolehan sebagai berikut : Tahun Hak atas tanah 20 Bangunan dan prasarana 20 Mesin 15-16 Instalasi listrik, peralatan dan pengangkutan 8 Perabotan dan peralatan 4-5 Hak atas tanah, termasuk biaya pengurusan legal hak yang timbul pada awal perolehan hak atas tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembaharuan atau perpanjangan hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau taksiran masa manfaat ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. 16
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) i. Aset tetap dan Penyusutan (lanjutan) Penerapan ISAK No 25 (2011) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan/diamortisasi. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Biaya-biaya setelah perolehan awal dimasukkan di dalam jumlah tercatat aset dan diakui secara terpisah, hanya jika terdapat kemungkinan besar biaya yang dikapitalisasi tersebut akan memberikan manfaat ekonomis bagi Grup dan dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat dari komponen yang diganti dihapuskan. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan lainnya diakui sebagai beban pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. j. Aset Tetap yang Tidak Digunakan dari Operasi yang dihentikan Sesuai dengan PSAK No. 58 (Revisi 2009), aset tidak lancar dan kelompok lepasan yang diklasifikan sebagai dimiliki untuk dijual diukur pada nilai terendah antara nilai tercatat aset dan nilai wajar dikurangi dengan biaya untuk menjual. Aset tidak lancar dan kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual jika nilai tercatatnya akan dipulihkan melalui penjualan daripada melalui penggunaan aset berkelanjutan. Kondisi ini dianggap terpenuhi hanya jika transaksi penjualan dianggap sangat mungkin terjadi dan aset atau kelompok lepasan tersedia untuk segera dijual dalam kondisi sekarang. Manajemen harus berkomitmen untuk penjualan tersebut, yang diharapkan akan diakui sebagai penjualan dalam jangka waktu satu tahun sejak tanggal pengklasifikasian. Aset tetap dan aset tak terwujud pada saat diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual tidak didepresiasi atau diamortisasi. Aset tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha karena penutupan divisi dicatat sebesar nilai buku pada saat penutupan divisi tersebut terjadi. Penyusutan aset tetap yang tidak digunakan dari operasi dalam penghentian diakui pada laporan laba rugi sebagai akun Beban Lain-lain. k. Pengakuan Pendapatan dan Beban Grup menerapkan PSAK No. 23 (Revisi 2010), Pendapatan. PSAK revisi ini mengidentifikasi terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan, sehingga pendapatan dapat diakui, dan mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu, serta memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan pendapatan. 17
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) k. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan. Beban diakui pada saat terjadinya. l. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing, yang menggambarkan bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri dalam laporan keuangan entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Grup mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya. Jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas, manajemen menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasarinya. Penerapan PSAK No. 10 (Revisi 2010) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs tengah yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam rupiah berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode yang bersangkutan. Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kurs mata uang asing (dalam jumlah rupiah penuh) yang digunakan adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Poundsterling Inggris 15.578,86 13.969,27 Euro 12.809,86 11.738,99 Dolar Amerika Serikat 9.670,00 9.068,00 Yen Jepang 111,96 11.680,32 Dolar Singapura 7.907,12 6.974,33 Transaksi dalam mata uang lainnya tidak signifikan. m. Pajak Penghasilan Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010) Pajak Penghasilan, yang menetapkan perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan transaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. PSAK revisi ini juga mensyaratkan entitas untuk mencatat kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan beserta bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari Beban Pajak Kini dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. 18
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Pajak Penghasilan (lanjutan) Sebelum tanggal 1 Januari 2012, Grup mencatat tambahan pajak penghasilan yang berasal dari periode yang lalu yang ditetapkan dengan SKP, jika ada, dalam Beban Operasi Lain dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Penerapan PSAK No. 46 (Revisi 2010) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Pajak penghasilan kini Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini yang berasal dari periode berjalan dan periode sebelumnya dicatat sebesar jumlah ekspektasi direstitusi dari atau dibayarkan kepada Kantor Pajak yang besarnya ditentukan berdasarkan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substansial telah berlaku. Pajak penghasilan kini yang terkait dengan transaksi yang dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas diakui pada ekuitas. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang diambil Perusahaan sehubungan dengan situasi dimana relevan pajak terkait memerlukan interpretasi dan melakukan pencadangan jika diperlukan. Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam operasi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset. Pajak tangguhan Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang belum dikompensasi. Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan direviu pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan. Pajak tangguhan yang terkait dengan pos-pos yang diakui diluar laba rugi diakui diluar laba rugi. Pos pajak tangguhan diakui terkait dengan transaksi yang mendasarinya baik dalam pendapatan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama. 19
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) n. Laba Per Saham Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011), Laba per Saham. Penerapan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasian tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang dari jumlah saham yang beredar dalam tahun berjalan. o. Informasi Segmen Grup menerapkan PSAK 5 (Revisi 2009): Segmen Operasi. Standar mengharuskan entitas untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis. Standar juga menyempurnakan definisi segmen operasi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melaporkan segmen operasi. Standar mengharuskan pendekatan manajemen dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal. Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Direksi. Untuk tujuan manajemen, grup dibagi menjadi enam segmen operasi berdasarkan produk dan jasa yang dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada manajemen yang secara teratur mengkaji hasil operasi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen untuk menilai kinerja segmen. Pengungkapan tambahan masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 37, termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi segmen. Aset dan liabilitas yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen terebut. p. Penurunan Nilai dari Aset Non-Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup melakukan pengujian untuk menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai aset. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Grup akan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Dalam rangka menguji penurunan nilai, aset-aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. Aset non-keuangan berupa aset tetap dan aset tidak lancar lainnya diuji untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali secara penuh. Jika jumlah terpulihkan (recoverable amounts) aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan kerugian akibat penurunan nilai diakui segera pada laporan laba rugi berjalan. Jumlah terpulihkan adalah jumlah mana yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai aset. 20
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) q. Imbalan Kerja Efektif 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja. Revisi PSAK ini antara lain memperbolehkan entitas untuk menerapkan metode sistematis atas pengakuan yang lebih cepat dari keuntungan/kerugian aktuaria yang timbul dari imbalan pasti, antara lain pengakuan langsung keuntungan/kerugian yang terjadi pada periode berjalan ke dalam pendapatan komprehensif lain. Grup memilih mempertahankan metode yang dipakai sebelumnya yaitu metode 10% koridor sehubungan dengan pengakuan keuntungan/kerugian aktuaria yang timbul. Grup memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini. Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada awal periode pelaporan diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui. r. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. s. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan BAPEPAM-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik yang terdapat dalam lampiran keputusan ketua BAPEPAM-LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 35 atas laporan keuangan konsolidasian. t. Sewa Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), Sewa. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. 21
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) t. Sewa (lanjutan) Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa, atau perjanjian yang mengandung sewa, didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Dalam sewa pembiayaan, dari sudut pandang Grup sebagai lessee, Grup mengakui aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewa pembiayaan, atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa. Beban keuangan dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa. Beban keuangan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewa pembiayaan disusutkan konsisten dengan metode yang sama yang digunakan untuk aset yang dimiliki sendiri, atau disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat aset sewa pembiayaan, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Grup akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Suatu sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. u. Proyek Dalam Pelaksanaan Proyek dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan proyek tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing proyek yang bersangkutan pada saat selesai dan siap dipasarkan dan akan disusutkan sesuai dengan masa manfaat pola bagi hasil. v. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjen pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama tahun pelaporan. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi. w. Penerapan standar akuntansi revisi lain Selain standar akuntansi revisi yang telah disebutkan sebelumnya, Grup juga telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2012 yang dianggap relevan terhadap laporan keuangan konsolidasian namun tidak menimbulkan dampak yang signifikan kecuali bagi pengungkapan terkait : 22
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) w. Penerapan standar akuntansi revisi lain (lanjutan) 1. PSAK No. 13 (Revisi 2011): Properti Investasi 2. PSAK No. 18 (Revisi 2010): Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya 3. PSAK No. 26 (Revisi 2011): Biaya Pinjaman 4. PSAK No. 30 (Revisi 2011): Sewa 5. PSAK No. 34 (Revisi 2010): Kontrak Konstruksi 6. PSAK No. 53 (Revisi 2010): Pembayaran Berbasis Saham Manajemen berpendapat penerapan standar ini tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Grup. PPSAK Pencabutan standar dan interpretasi standar berikut yang penerapannya efektif untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2012 tidak berdampak material terhadap kinerja dan posisi keuangan Grup : 1. PSAK No. 11, Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing. 2. PSAK No. 27, Akuntansi Koperasi. 3. PSAK No. 29, Akuntansi Minyak dan Gas Bumi. 4. PSAK No. 39, Akuntansi Kerja Sama Operasi. 5. PSAK No. 44, Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate. 6. PSAK No. 52, Mata Uang Pelaporan. 7. ISAK No. 4, Alternatif Perlakuan yang Diizinkan atas Selisih Kurs. 8. ISAK No. 5, Intepretasi atas Paragraf 14 PSAK 50 (1998) tentang Pelaporan Perubahan Nilai Wajar Investasi Efek dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual. Grup sedang mengevaluasi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh pencabutan standar tersebut. Pernyataan yang telah dikeluarkan tapi belum berlaku efektif Standar akuntansi revisi yang relevan terhadap kegiatan operasi Grup, telah dipublikasikan dan akan efektif pada tahun 2013 adalah PSAK No. 38 - Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali. Grup masih mempelajari dampak yang mungkin timbul atas penerbitan standar akuntansi keuangan tersebut. 3. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN PERMODALAN a. Manajemen Risiko Keuangan Berbagai aktivitas Grup menyebabkan Grup memiliki risiko potensial terhadap berbagai macam risiko-risiko keuangan yaitu: risiko pasar (termasuk risiko nilai tukar mata uang asing, risiko harga dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit dan risiko likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup berfokus pada ketidakpastian pasar keuangan dan untuk meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak buruk pada kinerja keuangan Grup. Grup menggunakan instrumen keuangan derivatif seperti kontrak swap mata uang asing dan kontrak swap komoditas untuk mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Manajemen Grup berpendapat transaksi derivatif Grup digunakan untuk aktivitas lindung nilai (hedging) dan tidak sebagai instrumen yang diperdagangkan atau untuk spekulasi. Direksi Grup menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang dirangkum di bawah ini. 23
3. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN PERMODALAN (lanjutan) a. Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan) (i) Risiko pasar Risiko nilai tukar mata uang asing Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Eksposur Grup terhadap fluktuasi nilai tukar terutama berasal dari utang usaha Grup yang sebagian besar dalam Dolar Amerika Serikat. Sebagai bagian dari usaha Grup untuk mengelola eksposur atas mata uang asing, Grup memasuki kontrak swap nilai tukar mata uang asing dengan lembaga-lembaga keuangan internasional. Sebagai hasil dari kontrak tersebut, Grup yakin bahwa Grup telah mengurangi beberapa risiko nilai tukar mata uang asing, meskipun aktivitas lindung nilai yang dilakukan oleh Grup tidak mencakup seluruh eksposur mata uang asing. Aset dan liabilitas moneter Grup dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 disajikan pada Catatan 38. Risiko harga Risiko harga adalah risiko kerugian finansial yang disebabkan pergerakan harga komoditas bahan baku produksi Grup. Grup menghadapi risiko harga akibat perubahan harga dimasa yang akan datang untuk rencana pembelian aluminium dan tembaga dengan kandungan tinggi (High Concentrate Aluminum and Copper). Oleh karena itu, Grup menggunakan kontrak komoditas berjangka (jual-beli) dengan lembaga-lembaga keuangan internasional sehubungan dengan adanya risiko perubahan harga bahan baku tersebut. Grup yakin bahwa Grup telah mengurangi beberapa risiko perubahan harga komoditas di masa yang akan datang. Risiko tingkat suku bunga Risiko tingkat suku bunga adalah risiko nilai wajar atau arus kas masa depan dari instrumen keuangan yang berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar. Eksposur Grup terhadap perubahan tingkat bunga pasar berhubungan dengan utang bank dan utang pembiayaan jangka pendek dan panjang. Pada saat ini Grup memiliki eksposur terutama pada utang bank dan utang pembiayaan jangka pendek dan panjang, yang berpengaruh pada pengembalian pinjaman tersebut pada saat jatuh tempo. Tabel berikut menampilkan nilai tercatat, serta masa jatuh tempo dari aset dan liabilitas keuangan Grup yang terkena risiko suku bunga : Suku bunga Kurang dari Lebih dari efektif satu tahun Satu tahun Total Aset Kas dan setara kas 2-3 156.850.174.509-156.850.174.509 Dana yang terbatas penggunaannya 5,75 162.364.043-162.364.043 24
3. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN PERMODALAN (lanjutan) a. Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan) (i) Risiko pasar (lanjutan) Risiko tingkat suku bunga (lanjutan) Suku bunga Kurang dari Lebih dari efektif satu tahun satu tahun Total Liabilitas Utang bank 11 127.060.385.578-127.060.385.578 Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 9,85-15,70 1.378.794.475-1.378.794.475 - Utang pembiayaan konsumen 4,99-6 248.160.359-248.160.359 Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 9,85-15,70-1.410.751.427 1.4110.751.427 - Utang pembiayaan konsumen 4,99-6 - 167.142.151 167.142.151 (ii) Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan kepada Grup jika pelanggan gagal untuk memenuhi liabilitas sesuai kontrak, tidak ada konsentrasi atas risiko kredit yang signifikan. Grup mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batas-batas risiko yang dapat diterima bagi setiap pelanggannya dan memantau eksposur yang terkait dengan pembatasan ini. Grup melakukan hubungan bisnis hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibel. Grup juga mempunyai kebijakan yang mengharuskan setiap pelanggannya untuk melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko kerugian penurunan nilai. Tabel berikut menampilkan eksposur atas aset keuangan Grup yang berhubungan dengan risiko kredit dari Grup : 2012 Konsentrasi Risiko Kredit Eksposur Institusi Lainnya Maksimum Piutang usaha, bersih 774.807.258.716-774.807.258.716 Piutang lain-lain 100.188.001.023-100.188.001.023 874.995.259.739-874.995.259.739 Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh aset keuangan di atas tidak ada yang mengalami penurunan nilai aset atau telah lewat dari masa jatuh tempo dalam setiap tanggal pelaporannya dan selalu memiliki kualitas kredit yang baik. (iii) Risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kesulitan dalam pencairan dana untuk memenuhi komitmen terkait dengan instrumen keuangan. Kebijakan Grup adalah untuk secara teratur memantau kebutuhan likuiditas saat ini dan masa depan untuk memastikan bahwa Grup mempunyai cadangan uang tunai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dalam jangka pendek serta jangka panjang. 25
3. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN PERMODALAN (lanjutan) a. Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan) (iii) Risiko likuiditas (lanjutan) Liabilitas keuangan Grup pada tanggal pelaporan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun berdasarkan nilai tercatat yang disajikan dalam laporan keuangan Grup. Tabel di bawah ini menampilkan masa jatuh tempo dari aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup berdasarkan pada kontrak pembayaran yang tidak terdiskonto. 1 Tahun 1-2 Tahun 3-5 Tahun Total Aset Kas dan setara kas 156.850.174.509 - - 156.850.174.509 Dana yang terbatas penggunaannya 162.364.043 - - 162.364.043 Piutang usaha 774.807.258.716 - - 774.807.258.716 Piutang lain-lain 100.188.001.023 - - 100.188.001.023 Piutang derivatif 12.678.543.456 - - 12.678.543.456 Jumlah aset 1.044.686.341.747 - - 1.044.686.341.747 Liabilitas Utang bank 127.060.385.578 - - 127.060.385.578 Utang usaha 790.377.437.610 - - 790.377.437.610 Utang lain-lain 67.779.218.899 - - 67.779.218.899 Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 1.378.794.475 - - 1.378.794.475 - Utang pembiayaan konsumen 248.160.359 - - 248.160.359 Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha - 1.128.616.140 282.135.287 1.410.751.427 - Utang pembiayaan konsumen - 149.919.929 17.222.222 167.142.151 Jumlah liabilitas 986.843.996.921 1.278.536.069 299.357.509 988.421.890.499 Aset bersih 57.842.344.826 1.278.536.069 299.357.509 56.264.451.248 b. Manajemen Permodalan Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Beberapa instrumen utang Grup memiliki rasio keuangan yang mensyaratkan rasio leverage maksimum. Grup telah memenuhi semua persyaratan modal yang ditetapkan oleh pihak luar. Manajemen memantau modal dengan menggunakan beberapa ukuran leverage keuangan seperti rasio utang terhadap ekuitas dan debt service ratio. Tujuan Grup adalah mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas sebesar maksimum 2,5 pada tanggal 31 Desember 2012. Pada tanggal 31 Desember 2012, akun-akun Grup yang membentuk rasio utang terhadap ekuitas adalah sebagai berikut : 2012 Utang bank 127.060.385.578 Total ekuitas 603.066.052.747 Rasio utang terhadap ekuitas 0,21 26
4. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir tahun pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Pertimbangan Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian : Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 2e. Cadangan atas Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan, untuk mencatat provisi yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi yang spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha. Nilai tercatat dari piutang usaha Grup sebelum penyisihan kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp783.343.601.133 (31 Desember 2011: Rp594.497.817.212). Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 7. Penentuan Mata Uang Fungsional Mata uang fungsional dari setiap entitas dalam Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya dari masing-masing entitas. Penentuan mata uang fungsional bisa membutuhkan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, suatu entitas dapat bertransaksi dalam lebih dari satu mata uang dalam aktivitas usahanya sehari-hari. Estimasi dan Asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan dibawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. 27
4. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Pensiun dan Imbalan Kerja Penentutan kewajiban dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi atas imbalan kerja Grup pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp20.956.576.137 (31 Desember 2011: Rp19.965.043.707). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 25. Penyusutan Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun, kecuali bangunan, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajeman mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Grup pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp232.745.037.636 (31 Desember 2011: Rp193.288.855.939). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14. Pajak penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Instrumen keuangan Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup. Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp1.044.686.341.747 (31 Desember 2011: Rp1.573.039.162.237), sedangkan nilai tercatat liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp988.421.890.499 (31 Desember 2011: Rp465.775.218.889) (Catatan 3a). 28
5. KAS DAN SETARA KAS Kas Rupiah 588.716.401 313.617.160 Dolar Amerika Serikat 105.861.597 387.969.310 694.577.998 701.586.470 Bank PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rupiah 20.427.956.412 37.006.511.951 Dolar Amerika Serikat 83.811.698.594 35.953.156.202 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rupiah 701.738.659 22.564.605.113 Dolar Amerika Serikat 18.493.665.159 8.155.643.744 PT Bank Central Asia Tbk Rupiah 28.254.843.358 21.888.715.787 Dolar Amerika Serikat 553.108.248 1.431.121.925 Yen Jepang 6.841.489 - PT Bank Mega Tbk Rupiah 24.509.521 24.620.445 Dolar Amerika Serikat 8.486.547 8.502.389 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Rupiah 93.798.901 760.000 Dolar Amerika Serikat 24.648.830 22.533.980 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rupiah 1.148.289.178 2.427.043 Dolar Amerika Serikat 53.763.556 - PT Bank CIMB Niaga Tbk Rupiah 284.051.124 422.149.033 PT Bank Mizuho Indonesia Rupiah 30.960.337 49.050.163 Dolar Amerika Serikat 414.725.896 30.578.928 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. Rupiah 23.438.622 25.944.622 Dolar Amerika Serikat 642.247.457 1.449.077.554 Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Rupiah 454.617.921 150.511.138 Citibank, N.A Rupiah 20.139.308 20.086.308 Dolar Amerika Serikat 24.503.490 1.113.718.158 The Bank of Tokyo Mitsubishi Ufj Ltd Dollar Amerika Serikat 331.534.693 462.461.924 PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk Rupiah 498.569 1.048.569 PT Bank Jabar Banten Tbk Rupiah 266.439.250 842.954.284 Dolar Amerika Serikat 58.439.098 594.913.394 PT Bank Pan Indonesia Tbk Rupiah 652.294-156.155.596.511 132.221.092.655 Total 156.850.174.509 132.922.679.125 29
6. DANA YANG TERBATAS PENGGUNAANNYA Bank PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rupiah 83.409.824 394.795.369 Euro 74.022.519 390.187.452 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rupiah - 9.304.493.621 Dolar Amerika Serikat - 126.714.307.761 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dolar Amerika Serikat 4.931.700-162.364.043 136.803.784.203 Deposito Berjangka PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rupiah, dengan tingkat bunga deposito 3,75% - 6,10% di 2011-70.000.000.000 Total 162.364.043 206.803.784.203 Penyelesaian saldo atas rekening giro BNI yang dibatasi penggunaannya merupakan pencairan dana atas penyelesaian pinjaman kredit modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atas take over pinjaman non cash loan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 17). 7. PIUTANG USAHA Pihak ketiga 772.098.805.418 548.781.659.258 Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai (8.536.342.417) (8.473.537.816) Total 763.562.463.001 540.308.121.442 Pihak berelasi PT Alcarindo Prima 11.228.694.778 45.098.591.063 SWCC Showa Holdings Co., Ltd. 16.100.937 559.145.140 Lain-Lain - 58.421.751 Total 11.244.795.715 45.716.157.954 Rincian umur piutang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut : Belum jatuh tempo 436.474.457.653 331.284.110.277 Telah jatuh tempo 1-30 hari 87.952.947.651 96.383.445.698 31-60 hari 52.732.662.627 21.186.052.558 Lebih dari 60 hari 206.183.533.202 145.644.208.678 783.343.601.133 594.497.817.211 Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai (8.536.342.417) (8.473.537.816) Total 774.807.258.716 586.024.279.395 30
7. PIUTANG USAHA (lanjutan) Analisis perubahan cadangan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut : Saldo awal 8.473.537.816 8.365.760.242 Penambahan cadangan kerugian penurunan nilai 170.582.175 107.777.574 Penghapusan cadangan kerugian penurunan nilai (107.777.574) - Saldo akhir tahun 8.536.342.417 8.473.537.816 Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut : Rupiah 658.338.792.720 397.359.556.207 Mata Uang Asing (2012:USD12.927.074,29; dan 2011:USD21.696.925,06) 125.004.808.413 197.138.261.004 783.343.601.133 594.497.817.211 Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai (8.536.342.417) (8.473.537.816) Total 774.807.258.716 586.024.279.395 Berdasarkan hasil penelaahan atas kolektibilitas akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang telah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, sejumlah piutang usaha senilai minimal 100% dari limit kredit modal kerja dan non-cash loan yang diterima dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dijadikan sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 17). 8. PIUTANG LAIN-LAIN Pihak ketiga : Deposito jaminan 97.208.308.040 48.432.635.142 Lain-lain 1.231.999.435 10.968.465.572 98.440.307.475 59.401.100.714 Pihak berelasi : PT Alcarindo Prima 337.187.774 337.187.774 SWCC Showa Holdings Co., Ltd. 93.993.602 93.993.602 Lain-Lain 1.316.512.172 160.084.922 1.747.693.548 591.266.298 Total 100.188.001.023 59.992.367.012 31
8. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan) Berdasarkan hasil penelaahan kolektibilitas akun piutang lain-lain masing-masing pelanggan pada akhir tahun, Manajemen berpendapat tidak perlu membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai karena berkeyakinan seluruh piutang dapat tertagih. 9. PIUTANG DERIVATIF Ong First Pte., Ltd. 6.975.366.298 2.266.718.192 MF Global Pte., Ltd. 5.622.185.779 21.362.435.366 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 80.991.379 164.827.173 Total 12.678.543.456 23.793.980.731 a. Transaksi Swap dan Forward Komoditas Perusahaan menghadapi risiko harga akibat perubahan harga dimasa yang akan datang untuk rencana pembelian Aluminium dan Tembaga dengan Kandungan Tinggi (High Concentrate Aluminum and Copper). Oleh karena itu, Perusahaan menggunakan kontrak komoditas berjangka (jual-beli) sehubungan dengan adanya risiko perubahan harga bahan baku tersebut. Menurut kontrak tersebut, Perusahaan harus menempatkan sejumlah uang sebagai nilai awal kontrak, untuk kemudian dikelola oleh Perusahaan broker. Keuntungan atau kerugian dari setiap transaksi penyelesaian derivatif akan secara otomatis dibukukan dan akan menambah atau mengurangi jumlah nilai awal kontrak yang ada. Nilai kontrak Perusahaan dihitung berdasarkan harga forward maupun swap di London Metal Exchange. Ong First Pte. Ltd.(2012:USD721.340,88; 2011:USD104.246,31) 6.975.366.297 944.992.800 MF Global Pte. Ltd. (2012:USD107.404,94; 2011: USD107.405,00) 1.038.605.770 966.185.366 PT Bank Mandiri (persero) Tbk. (2012:USD8.375,53) 80.991.379 - Total 8.094.963.446 1.911.178.166 b. Transaksi Swap dan Forward mata uang asing Perusahaan melakukan transaksi swap maupun forward mata uang asing dengan MF Global Pte. Ltd., Ong First Tradition Pte. Ltd, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, atas jual - beli mata uang asing (Dolar Amerika Serikat) pada tanggal tertentu. Kontrak ini merupakan langkah untuk memperkecil eksposur akan perubahan nilai tukar mata uang asing khususnya atas sejumlah utang dan piutang yang dilaporkan sebagian besar dalam mata uang asing. Menurut kontrak tersebut, Perusahaan harus menempatkan sejumlah uang sebagai nilai awal kontrak, untuk kemudian dikelola oleh Perusahaan broker. Keuntungan atau kerugian dari setiap transaksi penyelesaian derivatif akan secara otomatis dibukukan dan akan menambah atau mengurangi jumlah nilai awal kontrak yang ada. 32
9. PIUTANG DERIVATIF (lanjutan) b. Transaksi Swap dan Forward mata uang asing (lanjutan) MF Global Pte. Ltd. (2012:USD474.000,00; 2011:USD 2.249.255,62) 4.583.580.010 20.396.250.000 Ong First Pte. Ltd. (2012: Nihil; 2011: USD 145.757,10) - 1.321.725.392 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2012: Nihil; 2011: USD 18.176,79) - 164.827.173 Total 4.583.580.010 21.882.802.565 Transaksi-transaksi derivatif diatas tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pada tanggal 1 November 2011, MF Global Singapore Pte. Ltd.( MF Global ) telah menunjuk Provisional Liquidators dari KPMG Singapura untuk membantu proses likuidasi MF Global. Likuidasi dilakukan berkaitan dengan kebangkrutan MF Global, dari MF Global yang berlokasi di Amerika Serikat. Sejak tanggal 1 November 2011, Perusahaan tidak lagi melakukan transaksi derivatif dengan MF Global. Perusahaan telah menerima bagian pembayaran atas piutang derivatif MF Global sebesar USD1.766.715 pada tahun 2012. Manajemen memiliki keyakinan bahwa sisa piutang ke MF Global dapat tertagih, sehingga Manajemen tidak membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai per 31 Desember 2012. 10. PERSEDIAAN Barang jadi 134.170.871.795 162.311.293.798 Bahan baku 75.634.855.173 79.634.417.732 Barang dalam proses 92.440.988.893 63.934.139.704 Bahan pembantu 16.701.881.074 7.298.017.034 Suku cadang 2.937.377.756 3.359.983.430 Jumlah 321.885.974.691 316.537.851.699 Cadangan penurunan nilai - (468.459.740) Neto 321.885.974.691 316.069.391.959 Pada tahun 2012 dan 2011 persediaan diasuransikan pada PT Asuransi Wahana Tata, terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp397 milyar dan Rp311 milyar. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas risiko-risiko yang dipertanggungkan tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, seluruh persediaan dijadikan sebagai jaminan atas utang bank. 33
10. PERSEDIAAN (lanjutan) Mutasi cadangan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut : Saldo awal 468.459.740 - Penambahan - 468.459.740 Penghapusan (468.459.740) - Saldo akhir - 468.459.740 Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan tersebut adalah cukup pada tanggal-tanggal pelaporan. 11. ASET LANCAR LAINNYA Uang muka pembelian import 20.076.249.677 9.326.159.501 Uang muka pembelian lokal 16.484.551.426 6.355.661.888 Provisi bank 475.000.000 943.643.067 Asuransi dibayar dimuka 351.406.268 - Pinjaman karyawan - 1.059.058.590 Lain-lain 673.105.885 319.491.911 Total 38.060.313.256 18.004.014.956 12. PROYEK DALAM PELAKSANAAN Merupakan proyek dalam pelaksanaan atas jasa kontraktor Entitas Anak PT Bangun Prima Semesta dengan rincian sebagai berikut : Senipah SS 3.305.344.489 - Suar Galang-Negeri Dolok-1 (Paket - 13) 1.905.786.487 - Suralaya 1.029.149.961 - Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 milyar) 4.892.988.981 3.035.350.813 Total 11.133.269.918 3.035.350.813 34
13. PENYERTAAN SAHAM 31 Desember 2012 Persentase Nilai tercatat Bagian laba Nilai tercatat kepemilikan 1 Jan. 2012 Penambahan (rugi) 31 Des. 2012 Entitas Anak PT BPS Metode ekuitas PT Maju Bersama Gemilang 50% - 2.500.000.000-2.500.000.000 Entitas Anak PT PME Metode ekuitas PT Maju Bersama Gemilang 50% - 2.500.000.000-2.500.000.000-5.000.000.000-5.000.000.000 Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Maju Bersama Gemilang pada tanggal 18 Mei 2011 No. 025 yang di setujui oleh KEMENKUMHAM No. AHU-31952.AH.01.01. Tahun 2011 pada tanggl 24 Juni 2011, untuk pertama kalinya telah diambil bagian dan di setor penuh dengan uang tunai melalui kas masing-masing Entitas Anak sejumlah 5.000 (lima ribu) saham atau seluruhnya dengan nilai nominal Rp5.000.000.000 oleh para pendiri PT Maju Bersama Gemilang, PT BPS sejumlah 2.500 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp2.500.000.000 dan PT PME sejumlah 2.500 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp2.500.000.000. Sehingga seluruhnya berjumlah 5.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp5.000.000.000. Nilai tercatat dari investasi pada Entitas Asosiasi masing-masing Entitas Anak mendekati nilai perolehannya karena PT Maju Bersama Gemilang belum beroperasi. 14. ASET TETAP 2012 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir Harga perolehan Pemilikan langsung Tanah 33.993.487.879 12.904.921.730 3.323.030.248-43.575.379.361 Hak atas tanah 83.398.900 - - (83.398.900) - Bangunan dan prasarana 60.346.919.398 9.204.365.170 - - 69.551.284.568 Mesin 274.125.777.006 31.464.314.696 - - 305.590.091.702 Instalasi listrik, peralatan dan pengangkutan 94.471.222.975 19.987.961.715-527.270.000 114.986.454.690 Perabotan dan peralatan 8.281.759.392 1.757.901.076 - - 10.039.660.468 471.302.565.550 75.319.464.387 3.323.030.248 443.871.100 543.742.870.789 Aset dalam penyelesaian 28.500.000-28.500.000 - - Sewa pembiayaan Mesin 12.793.735.394 - - - 12.793.735.394 Kendaraan 2.518.470.000 893.466.817 - (527.270.000) 2.884.666.817 Total harga perolehan 486.643.270.944 76.212.931.204 3.351.530.248 (83.398.900) 559.421.273.000 Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Hak atas tanah 83.398.900 - - (83.398.900) - Bangunan dan prasarana 18.855.601.990 2.946.147.309 - - 21.801.749.299 Mesin 203.205.001.510 17.141.427.531 - - 220.346.429.041 Instalasi listrik, peralatan dan pengangkutan 60.605.572.901 10.609.805.376-408.097.913 71.623.476.190 Perabotan dan peralatan 7.347.386.406 762.091.029 - - 8.109.477.435 290.096.961.707 31.459.471.245-324.699.013 321.881.131.965 Aset sewa pembiayaan Mesin 2.793.693.761 1.291.641.001 - - 4.085.334.763 Kendaraan 463.759.536 654.107.013 - (408.097.913) 709.768.636 Total akumulasi penyusutan 293.354.415.005 33.405.219.259 - (83.398.900) 326.676.235.364 Nilai buku 193.288.855.939 232.745.037.636 35
14. ASET TETAP (lanjutan) Harga perolehan Pemilikan langsung 2011 Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Tanah 46.896.487.879-12.903.000.000 33.993.487.879 Hak atas tanah 83.398.900 - - 83.398.900 Bangunan dan prasarana 58.538.133.097 2.783.786.301 975.000.000 60.346.919.398 Mesin 270.932.917.033 3.192.859.973-274.125.777.006 Instalasi listrik, peralatan dan pengangkutan 87.271.379.584 7.199.843.391-94.471.222.975 Perabotan dan peralatan 8.274.407.833 58.661.560 51.310.001 8.281.759.392 471.996.724.326 13.235.151.225 13.929.310.001 471.302.565.550 Aset dalam penyelesaian - 28.500.000-28.500.000 Sewa pembiayaan Mesin 9.240.814.040 3.552.921.354-12.793.735.394 Kendaraan 414.750.000 2.103.720.000-2.518.470.000 Total harga perolehan 481.652.288.366 18.920.292.579 13.929.310.001 486.643.270.944 Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Hak atas tanah 83.398.900 - - 83.398.900 Bangunan dan prasarana 16.351.616.683 2.674.610.307 170.625.000 18.855.601.990 Mesin 194.333.751.288 8.871.250.222-203.205.001.510 Instalasi listrik, peralatan dan pengangkutan 51.455.001.836 9.150.571.065-60.605.572.901 Perabotan dan peralatan 6.921.538.425 425.847.981-7.347.386.406 269.145.307.132 21.122.279.575 170.625.000 290.096.961.707 Aset sewa pembiayaan Mesin 1.492.006.433 1.301.687.328-2.793.693.761 Kendaraan 116.648.438 347.111.098-463.759.536 Total akumulasi penyusutan 270.753.962.003 22.771.078.002 170.625.000 293.354.415.005 Nilai buku 210.898.326.363 193.288.855.939 Pembebanan penyusutan adalah sebagai berikut : Perusahaan Beban pokok penjualan 27.585.542.616 19.036.535.736 Beban usaha - umum dan administrasi 2.698.590.180 1.989.970.896 Entitas Anak Beban pokok penjualan - - Beban usaha - umum dan administrasi 3.121.086.463 1,744,571,370 Total 33.405.219.259 22.771.078.002 36
14. ASET TETAP (lanjutan) Berdasarkan Akta Jual Beli No. 296/2012 tanggal 27 Desember 2012, Perusahaan menjual sebidang tanah seluas 27.353 m2 kepada PT Alcarindo, pihak berelasi, dengan mengadakan perjanjian jual beli atas Hak Guna Bangunan Nomor 4759/Limusnunggal dengan total keseluruhan biaya senilai Rp12.904.921.730. Bersamaan dengan ini, Perusahaan juga membeli sebidang tanah seluas 7.815 m 2 dari PT Alcarindo dengan mengadakan perjanjian jual beli atas Hak Guna Bangunan Nomor 8487/Sukapura senilai Rp12,292,995,000 yang di aktakan dengan Akta Jual Beli No. 488/2012. Aset ini merupakan jaminan atas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 17). Perusahaan belum memperoleh surat persetujuan atas perjanjian jual beli atas aset yang dijaminkan. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, sebagian lain aset tetap Perusahaan juga dijadikan sebagai jaminan atas utang Bank (Catatan 17). Pada tahun 2012, aset tetap kecuali tanah diasuransikan pada PT Asuransi Wahana Tata terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah nilai pertanggungan sebesar Rp550 milyar. Pada tahun 2011, aset tetap kecuali tanah diasuransikan pada PT Asuransi Wahana Tata dan PT Asuransi Alianz Utama Indonesia dan PT Asuransi Tri Pakarta terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah nilai pertanggungan sebesar Rp523 milyar. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas risikorisiko yang dipertanggungkan tersebut. 15. ASET TETAP YANG TIDAK DIGUNAKAN DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN 2012 Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir Harga perolehan gedung 3.176.748.084 3.176.748.084 Akumulasi penyusutan gedung 3.060.525.854 32.618.832-3.093.144.686 Nilai buku 116.222.230 83.603.398 2011 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Harga perolehan gedung 3.176.748.084 - - 3.176.748.084 Akumulasi penyusutan gedung 3.027.907.022 32.618.832-3.060.525.854 Nilai buku 148.841.062 116.222.230 Penyusutan aset tetap yang tidak digunakan dari operasi dalam penghentian diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian masing-masing sebesar Rp32.618.832 pada tahun 2012 dan 2011, dicatat pada akun Beban lain-lain. 16. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Pihak ketiga : Jaminan bea cukai 8.550.993.000 8.192.217.000 Asuransi manulife 1.261.643.555 1.159.553.966 Ruko 541.667.333 541.667.333 Jaminan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 539.628.000 539.628.000 Piutang pengurus dan karyawan 154.175.243 458.408.938 Lain-lain 984.111.741 662.471.900 Total 12.032.218.872 11.553.947.137 37
17. UTANG BANK PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 127.060.385.578 251.696.962.979 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. - 26.586.242.710 Total 127.060.385.578 278.283.205.689 a. Kredit Modal Kerja - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ( Bank Mandiri ) Tahun 2012 Pada tanggal 16 Juni 2012, Perusahaan menerima surat perpanjangan kredit No.CBC.JPM/703/2012 sebagai amandemen dari akta No.15 tanggal 16 September 2011 dari Bank Mandiri. Surat tersebut mengenai persetujuan perpanjangan dan perubahan limit fasilitas kredit dengan ketentuan dan syarat sebagai berikut : Tranche 1 Limit Kredit Semula : Rp 85.000.000.000 Limit Baru : Rp 75.000.000.000 Sifat Kredit : Revolving Jangka Waktu : tanggal penandatanganan addendum s/d 15-09 - 2012 Bunga Kredit : 11% per tahun Pada tanggal 11 September 2012 perusahaan menerima Surat Perpanjangan Kedit dan Perubahan Agunan Kredit dari Bank Mandiri dengan No. CBC.JPM/1022/2012. Surat tersebut berisi sebagai berikut : 1. Perpanjangan Kredit : Tranche 1 Limit Kredit : Rp 75.000.000.000 Sifat Kredit : Revolving Jangka Waktu : 16-09 - 2012 s/d 15-09 - 2013 Bunga Kredit : 11% per tahun 2. Perubahan/penukaran agunan kredit : Agunan Kredit Semula Agunan Kredit Baru : SHGB No.1546 atas nama PT Voksel Electric, Tbk : SHGB No. 4759 atas nama PT Alcarindo Prima Pada tanggal 12 September 2012 Perusahaan melakukan addendum III atas perjanjian perpanjangan jangka waktu fasilitas kredit sampai dengan tanggal 15 September 2013 dengan limit kredit sebesar Rp94.500.000.000 yang bersumber pada Perjanjian Pemberian Fasilitas Non Cash Loan No. CRO.KP/254/NCL/2011 No. 16 tertanggal 16 September 2011. Sehubungan dengan hal tersebut terdapat beberapa perubahan sebagai berikut : 1. Perubahan ketentuan dan syarat-syarat perjanjian : Mengubah ketentuan tentang Pasal 2 butir B tentang Limit, sifat, tujuan penggunaan, jangka waktu, setoran jaminan dan provisi fasilitas non cash loan sebagai berikut : Jenis : Tanah kosong seluas 34.725 m2. Bukti kepemilikan : SHGB No. 1546 a/n PT Voksel Electric Tbk. jatuh tempo 20 Januari 2023. Lokasi : Jl. Tipar Cakung km 3,3 Kel. Sukapura, Kec. Cilincing, Jakarta Utara. Nilai pasar : Rp36.150.000.000. 38
17. UTANG BANK (lanjutan) a. Kredit Modal Kerja - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ( Bank Mandiri ) (lanjutan) 2. Perubahan limit kredit dan jadwal angsuran atas KMK Tranche 2 : Limit Kredit Semula : Rp51.546.460.000 Limit Baru : Rp32.546.460.000 Sifat Kredit : Non revolving 3. Ketentuan dan syarat lainnya tetap sesuai dengan perjanjian KMK No. CRO-KP/253/PK- KMK/2011 Akta No 15 dan Perjanjian Pemberian Fasilitas Non Cash Loan No. CRO.KP/254/NCL/2011 Akta No. 16. Seluruhnya tertanggal 16 September 2011. Tahun 2011 Pada tanggal 16 September 2011, Perusahaan menerima pinjaman Kredit Modal Kerja dari Bank Mandiri berdasarkan Akta No. 15 tanggal 16 September 2011 dengan fasilitas sebagai berikut : Tranche 1 Limit Kredit : Rp 85.000.000.000 Sifat Kredit : Revolving Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan Tranche 2 Limit Kredit : Rp 51.546.460.000 Sifat Kredit : Non Revolving Jangka Waktu : 36 (tiga puluh enam) bulan Tingkat bunga pinjaman adalah 11% per tahun dan dapat berubah sesuai dengan ketentuan Bank. Pinjaman ini digunakan untuk take over fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Agunan pinjaman ini adalah sebagai berikut : Piutang usaha dan persediaan barang yang masing-masing diikat dengan Akta Jaminan Fidusia minimal 100% dari limit Kredit Modal Kerja dan Non Cash Loan yang juga diikat dengan Akta Jaminan Fidusia tersendiri. Tanah berikut bangunan di Jalan Raya Narogong KM 16, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang diikat dengan Akta Hak Tanggungan senilai Rp131,12 milyar. Bangunan kantor yang terletak di Gedung Menara Karya Lantai 3 Jalan HR Rasuna Said yang diikat dengan Akta Hak Tanggungan senilai Rp3,713 milyar. Tanah di Jalan Tipar Cakung, Jakarta Utara yang diikat dengan Akta Hak Tanggungan senilai Rp36,15 milyar. Mesin dan peralatan yang diikat dengan Akta Jaminan Fidusia senilai Rp153,056 milyar. Pada tanggal 29 Desember 2011, Perusahaan telah menjual sebagian agunannya berupa tanah di Jalan Perintis Kemerdekaan senilai Rp19,995 milyar dan menggunakan hasil penjualan tersebut sebesar Rp19 milyar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit KMK tranche 2. Saldo pinjaman Kredit Modal Kerja ke Bank Mandiri pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp51.546.460.000 dan Rp31.606.124.560. 39
17. UTANG BANK (lanjutan) b. Fasilitas Non Cash Loan - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ( Bank Mandiri ) Pada tanggal 16 September 2011 Perusahaan menerima pinjaman fasilitas non cash loan dari Bank Mandiri berdasarkan Akta No. 16 tanggal 16 September 2011 dengan total limit sebesar USD83 juta yang dipergunakan untuk take over fasilitas dari BNI sebesar USD63 juta dan sisanya USD20 juta untuk tambahan fasilitas non cash loan. Agunan fasilitas ini adalah barang yang diimpor atau yang dibeli dan agunan tambahan bersifat paripasu dengan agunan fasilitas Kredit Modal Kerja. Fasilitas Non Cash Loan sebagai berikut : Fasilitas SBLC Limit Sifat Tujuan Jangka Waktu : USD63 juta : Non Revolving : Pembayaran fasilitas Non Cash Loan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang belum jatuh tempo. : Jangka waktu terlama dari L/C, SKBDN, TR, dan Bank Garansi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas Bank Garansi Limit : USD5 juta dengan nilai maksimum Rp43 milyar Sifat : Revolving Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan Fasilitas LC/SKBDN Limit : USD83 juta Sifat : Revolving Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan Fasilitas Trust Receipt Limit : USD83 juta Sifat : Uncommitted dan Advice Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan Fasilitas Bill Purchasing Line Limit : USD2 juta Sifat : Uncommitted dan Advice Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan c. Fasilitas Non Cash Loan - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ( BNI ) Pada tanggal 21 September 2007, Perusahaan mendapatkan fasilitas Letter of Credit (L/C) dari BNI dengan jumlah maksimum fasilitas yang diberikan adalah sebesar USD13.000.000. Pada tanggal 29 Mei 2008, Perusahaan mendapatkan tambahan fasilitas L/C sebesar USD50.000.000 sehingga jumlah fasilitas L/C yang diterima menjadi USD63.000.000. Jumlah fasilitas L/C yang telah digunakan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp26.586.242.710. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2012 telah nihil sejalan dengan take over fasilitas dari Bank Mandiri. Atas pembukaan fasilitas L/C tersebut, Perusahaan diwajibkan membayar setoran jaminan sebesar 10% kepada Bank dari setiap L/C yang dibuka dan akan dikembalikan kembali kepada Perusahaan setelah L/C dilunasi. Pada tanggal 31 Desember 2012 sejumlah sisa setoran jaminan masih dicatat pada bagian Piutang lain-lain (Catatan 8). 40
18. UTANG USAHA Pihak ketiga 760.181.363.300 546.951.902.491 Pihak berelasi SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. 24.113.397.033 52.990.032.088 PT Alcarindo Prima 6.082.677.277 66.996.587.181 30.196.074.310 119.986.619.269 Total 790.377.437.610 666.938.521.760 Rincian utang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut : Rupiah 105.516.590.701 48.241.298.707 Mata Uang Asing USD (2012: USD70.792.515,27; 2011: USD68.361.722,94) 684.563.622.700 618.514.335.937 EUR (2012: EUR21.821,11; 2011: EUR10.724,30) 279.525.364 125.892.514 SGD (2012: SGD2.129,98 16.842.007 - GBP (2012: GBP55,00; 2011: GBP4.080,00) 856.838 56.994.601 684.860.846.909 618.697.223.052 Total 790.377.437.610 666.938.521.760 Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut : Belum jatuh tempo 466.271.149.590 305.519.115.733 Telah jatuh tempo 1-30 hari 120.506.152.456 42.956.093.474 31-60 hari 86.872.806.882 50.419.859.975 Lebih dari 60 hari 116.727.328.682 268.043.452.577 Total 790.377.437.610 666.938.521.760 19. UTANG LAIN-LAIN Akun ini merupakan utang lain-lain kepada pihak ketiga pada tahun 2012 dan 2011, masing-masing sebesar Rp67.779.218.899 dan Rp43.986.127.180 yang merupakan pinjaman atas barang jadi, bahan baku, dan konsorsium. 41
20. PERPAJAKAN a. Pajak Dibayar di Muka Perusahaan Estimasi Tagihan Pajak - Pajak Penghasilan Badan 2010-9.942.989.566 Pajak Pertambahan Nilai 22.311.408.955 - Entitas Anak Pajak Pertambahan Nilai 3.659.810.931 3.823.168.325 Pajak Penghasilan Pasal 21 13.503.260 - Total 25.984.723.146 13.766.157.891 b. Utang Pajak Perusahaan Pajak Penghasilan Pasal 21 552.166.922 352.194.258 Pajak Penghasilan Pasal 23 92.831.198 121.063.748 Pajak Penghasilan Pasal 25 488.339.707 3.359.286.599 Pajak Penghasilan Pasal 26 2.278.079.275 2.465.566.240 Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 41.814.630 47.791.365 Pajak Penghasilan Pasal 29 3.920.728.689 577.380.082 Pajak Pertambahan Nilai - 492.602.253 Entitas Anak Pajak Penghasilan Pasal 21 108.655.706 22.662.574 Pajak Penghasilan Pasal 23 12.999.966 21.141.948 Pajak Penghasilan Pasal 25 75.203.000 57.162.000 Pajak Penghasilan Pasal 29 1.339.233.707 91.236.991 Pajak Pertambahan Nilai 33.515.459 - Total 8.943.568.259 7.608.088.058 c. Beban Pajak Beban (manfaat) pajak Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari : Pajak Kini : Perusahaan (33.518.025.800) (29.683.556.539) Entitas Anak (2.915.371.000) (1.697.770.750) (36.433.396.800) (31.318.327.289) Pajak Tangguhan : Perusahaan (1.096.955.293) 696.207.246 Entitas Anak (104.302.744) 409.797.277 (1.201.258.037) 1.106.104.523 Beban pajak konsolidasian neto (37.634.654.837) (30.275.322.765) 42
20. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Beban Pajak (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan taksiran laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut : Laba sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 184.655.229.128 140.896.350.813 Laba Entitas Anak sebelum taksiran pajak penghasilan (9.270.960.237) (5.179.409.862) Penyesuaian atas : Penghasilan yang dikenakan pajak final Entitas Anak (16.367.463.303) (7.092.500.000) Beban yang dikenakan pajak final Entitas Anak 13.331.518.307 - Laba Perusahaan sebelum pajak penghasilan tidak final 172.348.323.895 128.624.440.950 Penyesuaian fiskal terdiri dari : Beda tetap : Beban yang tidak diperkenankan 238.241.867 20.666.487.899 Pendapatan bunga (608.616.035) (280.067.701) (370.374.168) 20.386.420.197 Beda temporer : Imbalan kerja karyawan (3.766.288.398) 972.591.878 Kerugian penurunan nilai persediaan (468.459.740) 468.459.740 Penghapusan penurunan nilai piutang (107.777.574) 107.777.574 Penyusutan aset tetap (7.158.097.388) - Sewa pembiayaan 7.112.801.926 (2.141.907.647) (4.387.821.174) (593.078.455) Penghasilan kena pajak Perusahaan 167.590.128.553 148.417.782.693 Taksiran beban pajak penghasilan badan 20% x Rp 167.590.129.000 *) 33.518.025.800-20% x Rp 148.417.782.000 *) - 29.683.556.539 *) setelah pembulatan Taksiran beban pajak kini Perusahaan 33.518.025.800 29.683.556.539 Dikurangi : Pajak penghasilan dibayar dimuka Pajak penghasilan pasal 22 (18.931.447.893) (19.043.833.194) Pajak penghasilan pasal 23 (248.495.440) (180.170.027) Pajak penghasilan pasal 25 (10.417.353.778) (9.882.173.235) Jumlah pajak dibayar di muka (29.597.297.111) (29.106.176.456) Estimasi pajak penghasilan kurang bayar Perusahaan 3.920.728.689 577.380.082 43
20. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Beban Pajak (lanjutan) Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, jumlah penghasilan kena pajak didasarkan atas perhitungan sementara, karena Perusahaan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan pajak penghasilan badan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 2007 ( PP 81/2007 ), tanggal 28 Desember 2007, tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 238/PMK.03/2008 tanggal 30 Desember 2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan dan Pengawasan Pemberian Penurunan Tarif Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka, Perseroan Terbuka Dalam Negeri di Indonesia dapat memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan sebesar 5% lebih rendah dari tarif tertinggi Pajak Penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat 1b Undang-undang Pajak Penghasilan, dengan memenuhi kriteria-kriteria yang ditentukan, yaitu perseroan yang saham atau efek bersifat ekuitas lainnya tercatat di Bursa Efek Indonesia yang jumlah kepemilikan saham publiknya 40% atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor dan saham tersebut dimiliki paling sedikit oleh 300 pihak, masing-masing pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari 5% dari keseluruhan saham yang disetor. Ketentuan sebagaimana dimaksud harus dipenuhi oleh perseroan terbuka dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu 1 tahun pajak. Wajib pajak harus melampirkan Surat Keterangan dari Biro Administrasi Efek pada Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dengan melampirkan formulir X.H.1-6 sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. X.H.1 untuk setiap tahun pajak terkait. Rekonsiliasi antara estimasi pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku sebesar 25% dari laba akuntansi sebelum estimasi beban (manfaat) pajak penghasilan dan beban pajak seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut : Laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 184.655.229.128 140.896.350.813 Eliminasi laba rugi - - Laba sebelum manfaat (beban) pajak konsolidasian sebelum eliminasi 184.655.229.128 140.896.350.813 Beban pajak tarif 25% 46.163.807.282 35.224.087.703 Pengaruh pajak atas beda tetap Perusahaan dan Entitas Anak (152.289.037) 5.089.726.325 Pengaruh penurunan tarif pajak penghasilan dalam perhitungan pajak kini Perusahaan (8.376.863.408) (10.038.491.263) Taksiran beban pajak neto menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 37.634.654.837 30.275.322.765 44
20. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Pajak Tangguhan Rincian dari aset pajak tangguhan Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut : 2011 2012 Dibebankan Dibebankan (dikreditkan) (dikreditkan) 1 Jan 2011/ ke laporan ke laporan 31 Des 2010 laba rugi 31 Des 2011 laba rugi 31 Des 2012 Perusahaan Aset Pajak Tangguhan : Imbalan kerja karyawan 4.895.276.827 1.087.624.830 5.982.901.657 (941.572.099) 5.041.329.558 Kerugian penurunan nilai piutang 2.091.440.060 26.944.393 2.118.384.453 (26.944.393) 2.091.440.060 Penyusutan aset tetap - - - (1.789.524.347) (1.789.524.347) Kerugian penurunan nilai persediaan - 117.114.935 117.114.935 (117.114.935) - Sewa pembiayaan (414.660.216) (535.476.912) (950.137.128) 1.778.200.481 828.063.353 Aset Pajak Tangguhan 6.572.056.671 696.207.246 7.268.263.918 (1.096.955.293) 6.171.308.624 Entitas Anak Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan : Imbalan kerja karyawan - - - 197.814.477 197.814.477 Penyusutan aset tetap (9.930.350) 361.184.757 351.254.407 (155.573.600) 195.680.807 Angsuran sewa pembiayaan - (34.659.074) (34.659.074) (149.875.823) (184.534.897) Penyusutan sewa pembiayaan - 83.271.594 83.271.594 111.028.792 194.300.386 Rugi fiskal - - - (107.696.590) (107.696.590) Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan (9.930.350) 409.797.277 399.866.927 (104.302.744) 295.564.183 Aset Pajak Tangguhan Konsolidasian-neto 6.562.126.321 7.668.130.845 6.466.872.807 e. Surat Ketetapan Pajak Perusahaan Pada tahun 2012, Perusahaan telah menerima sejumlah Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ( SKPKB ) dan Surat Tagihan Pajak ( STP ) atas pemeriksaan pajak untuk tahun buku 2010 dari Direktorat Jendral Pajak. Perusahaan juga menerima surat ketetapan pajak lebih bayar ( SKPLB ) untuk pemeriksaan pajak tahun yang sama. Rincian Surat Ketetapan Pajak dan Surat Tagihan Pajak yang diterima Perusahaan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut : Tanggal No. Jenis surat Nomor surat Periode surat Nilai pokok Bunga Jumlah 1 SKPKB PPH 21 00033/201/10/436/12 Jan - Des 2010 6/4/2012 74.517.120 25.335.821 99.852.941 2 SKPKB PPH 23 00023/203/10/436/12 Jan - Des 2010 6/4/2012 290.405.068 98.737.723 389.142.791 3 SKPKB PPH 4(2) 00002/240/10/436/12 Jan - Des 2010 6/4/2012 17.636.322 6.179.097 23.815.419 4 SKPKB PPH 21 FINAL 00001/243/10/436/12 Jan - Des 2010 5/29/2012 9.461.558 4.541.548 14.003.106 5 SKPLB PPH 28.a 00094/406/10/054/12 2010 5/21/2012 (7.770.484.570) - (7.770.484.570) 6 SKPKB PPH 21 00040/201/10/054/12 Jan - Des 2010 5/21/2012 2.363.251 1.134.360 3.497.611 7 SKPKB PPN 00187/207/10/054/12 Desember - 2010 5/21/2012 1.251.619.218 425.550.534 1.677.169.752 8 SKPKB PPN 00185/207/10/054/12 Februari - 2010 5/21/2012 162.381.992 162.381.992 324.763.984 9 SKPKB PPN 00186/207/10/054/12 Agustus - 2010 5/21/2012 4.500.000 4.500.000 9.000.000 10 STP PPN 00042/107/10/054/12 Februari - 2010 5/21/2012 32.476.399-32.476.399 11 STP PPN 00043/107/10/054/12 Desember - 2010 5/21/2012 250.323.830-250.323.830 12 SKPKB PPN 00017/277/10/054/12 Jan - Des 2010 5/21/2012 37.594.208 12.782.031 50.376.239 45
20. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) Perusahaan telah menerima bagian dari restitusi SKPLB PPh badan tahun 2010 senilai Rp6.731.362.350 setelah dikompensasi dengan pembayaran atas kurang bayar beberapa STP dan SKPKB PPN senilai RP1.039.122.219. Sisa penerimaan restitusi tersebut telah diterima pada tanggal 15 Juni 2012. Perusahaan telah menerima surat keputusan diatas dan memutuskan tidak mengajukan keberatan. Pada tahun 2011, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan SKPLB untuk tahun pajak 2009 dengan rincian sebagai berikut : No. Jenis Surat Nomor Surat Periode Surat Nilai Pokok Bunga Jumlah 1 SKPKB PPH 4 (2) 00044/240/09/054/11 Desember 2009 4/27/2011 6.297.006 2.015.042 8.312.048 2 SKPKB PPH 21 00031/201/09/436/11 Jan - Des 2009 5/27/2011 288.066.752 92.181.361 380.248.113 3 SKPKB PPH 23 00033/203/09/436/11 Jan - Des 2009 5/27/2011 107.942.607 34.541.634 142.484.241 4 SKPLB PPH 28. a 00118/406/09/054/11 Jan - Des 2009 4/27/2011 (205.813.857) - (205.813.857) 5 SKPKB PPN 00191/207/09/054/11 Desember 2009 4/27/2011 629.127.308 629.127.308 1.258.254.616 6 STP PPN 00121/107/09/054/11 Jan - Des 2009 4/27/2011 1.341.946.886-1.341.946.886 2.925.432.047 Atas kurang bayar Rp2.925.432.047 telah dilunasi oleh Perusahaan pada tanggal 10 Mei 2011, 26 Mei 2011, dan 7 Juni 2011. Sisa lebih bayar pajak badan tahun 2009 yang telah dibukukan diakui sebagai beban pajak pada tahun berjalan sebesar Rp5.250.370.596. f. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung, menetapkan dan membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jendral Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 10 tahun sejak tanggal terutang pajak. Menurut perubahan ketiga atas ketentuan umum pajak dan tata cara perpajakan, batas waktu tersebut berkurang menjadi 5 tahun sejak tanggal terutang pajak dan untuk tahun pajak 2008 dan sebelumnya, batas waktu tersebut berakhir paling lama pada akhir tahun pajak 2013. 21. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR Listrik, telepon, air dan gas 2.348.449.623 1.538.633.134 Beban ekspor, tender, pengadaan dan pengangkutan 725.525.077 433.937.992 Gaji upah, bonus dan kesejahteraan karyawan 245.627.544 287.816.385 Lain-lain 1.412.665.045 5.890.713.575 Total 4.732.267.289 8.151.101.086 22. UANG MUKA PELANGGAN Pihak ketiga 71.958.000.540 46.980.433.580 Total 71.958.000.540 46.980.433.580 Uang muka pelanggan adalah penerimaan atas sejumlah uang dari pelanggan atas penjualan yang belum terealisasi. 46
23. UTANG SEWA GUNA USAHA Perusahaan memiliki perjanjian sewa guna usaha dengan PT Dipo Star Finance, PT Tunas Mandiri, PT Astra International dan PT Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ-Bank Rakyat Indonesia Finance untuk pembelian kendaraan dan mesin. *) Dalam satu tahun 1.593.071.613 2.487.412.231 Antara satu dan dua tahun 1.212.933.784 1.586.896.103 Antara tiga dan empat tahun 268.105.002 91.757.396 Antara empat dan lima tahun 31.560.000-3.105.670.399 4.166.065.730 Dikurangi: Biaya pembiayaan masa datang (316.124.497) (107.685.998) Nilai kini sewa 2.789.545.902 4.058.379.732 Dikurangi: Bagian jangka pendek (1.378.794.475) (2.425.916.559) Bagian Jangka panjang 1.410.751.427 1.632.463.173 *) setelah direklasifikasikan Aset sewa berupa mesin dan kendaraan semua transaksi pembiayaan mensyaratkan jaminan deposit sejumlah tertentu sebagai jaminan sehubungan dengan kewajiban sewa pembiayaan. 24. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN *) Dalam satu tahun 287.988.016 221.969.316 Antara satu dan dua tahun 164.522.601 204.825.916 Antara tiga dan empat tahun 19.800.500 69.480.201 472.311.117 496.275.433 Dikurangi: Biaya pembiayaan masa datang (57.008.607) (73.516.478) Nilai kini sewa 415.302.510 422.758.955 Dikurangi: Bagian jangka pendek (248.160.359) (179.678.667) Bagian Jangka panjang 167.142.151 243.080.288 Pada tahun 2009, 2011 dan 2012 Perusahaan memperoleh fasilitas investasi dari PT BCA Finance sebesar Rp890.600.000 untuk perolehan kendaraan yang jatuh temponya akan berakhir pada tahun 2013, 2014 dan 2015. Tingkat bunga yang dikenakan sebesar 4,99-6% per tahun. Fasilitas-fasilitas diatas dijamin dengan aset kendaraan yang bersangkutan (Catatan 14) *) setelah direklasifikasikan 47
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA Perhitungan liabilitas imbalan kerja karyawan pada Perusahaan dan Entitas Anak yang masingmasing dihitung oleh aktuaris PT Sienco Aktuarindo Utama pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 serta beban imbalan kerja karyawan yang tercatat dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal tersebut adalah sebagai berikut : Perusahaan a. Liabilitas penyisihan atas imbalan kerja Nilai kini liabilitas imbalan pasti seluruhnya tidak didanai 25.456.033.068 23.193.765.217 Biaya jasa masa lalu yang belum diamortisasi (668.474.224) (713.825.257) Kerugian aktuarial yang belum diakui (4.622.240.614) (2.514.896.253) Nilai bersih liabilitas yang diakui 20.165.318.230 19.965.043.707 Penyesuaian program untuk periode lima tahun adalah sebagai berikut : 2010 2009 2008 Nilai kini kewajiban (25.456.033.068) (23.193.765.217) (25.769.045.159) (22.842.394.429) (21.116.584.035) Nilai wajar aset program - - - - - Surplus (defisit) (25.456.033.068) (23.193.765.217) (25.769.045.159) (22.842.394.429) (21.116.584.035 ) Penyesuaian liabilitas program (834.542.708) 2.131.533.995 3.723.070.682 (4.898.985.485) 1.545.805.577 Penyesuaian aset program - - - - - b. Beban imbalan kerja karyawan Beban bunga 1.458.326.244 2.070.887.864 Beban jasa kini 1.539.579.160 2.164.836.477 Amortisasi biaya masa lalu 45.351.033 419.843.088 Amortisasi kerugian aktuarial 12.421.838 196.556.588 Biaya pesangon - 2.818.279.840 Pembayaran imbalan kerja - (3.293.290.939) Beban yang diakui pada tahun berjalan 3.055.678.275 4.377.112.918 Rekonsiliasi liabilitas yang diakui Liabilitas yang diakui awal tahun 19.965.043.707 19.581.107.313 Penyesuaian saldo awal - (615.269.084) Biaya tahun berjalan 3.055.678.275 4.377.112.918 Manfaat untuk pekerja yang keluar (2.855.403.752) (3.377.907.440) Liabilitas yang diakui akhir tahun 20.165.318.230 19.965.043.707 48
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) Perusahaan (lanjutan) b. Beban imbalan kerja karyawan (lanjutan) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut : Umur pensiun normal 55 Tahun 55 Tahun Suku bunga diskonto 6% pertahun 9% pertahun Tingkat kenaikan gaji 8% pertahun 8% pertahun Tingkat mortalita TMI'2011 TMI'99 Ekspektasi hasil aset program 8% pertahun 8% pertahun Perubahan satu poin persentase asumsi tingkat diskonto akan memiliki efek sebagai berikut : Kenaikan Penurunan Pengaruh keseluruhan biaya jasa (158.618.761) 185.802.111 Pengaruh kewajiban imbalan kerja (2.204.747.169) 2.521.771.833 Entitas Anak a. Liabilitas penyisihan atas imbalan kerja Nilai kini liabilitas imbalan pasti seluruhnya tidak didanai 791.257.907 - Biaya jasa masa lalu yang belum diamortisasi - - Kerugian aktuarial yang belum diakui - - Nilai bersih liabilitas yang diakui 791.257.907 - b. Beban imbalan kerja karyawan Beban jasa kini 413.022.842 - Amortisasi biaya masa lalu 378.235.065 - Beban yang diakui pada tahun berjalan 791.257.907 - Rekonsiliasi liabilitas yang diakui Liabilitas yang diakui awal tahun - - Biaya tahun berjalan 791.257.907 - Manfaat untuk pekerja yang keluar - - Liabilitas yang diakui akhir tahun 791.257.907-49
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) Entitas Anak (lanjutan) b. Beban imbalan kerja karyawan (lanjutan) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun pada tanggal tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut : 2012 Umur pensiun normal 55 Tahun Suku bunga diskonto 6,3% pertahun Tingkat kenaikan gaji 10% pertahun Tingkat mortalita TMI 2011 Ekspektasi hasil aset program 8% pertahun 26. MODAL SAHAM Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT EDI Indonesia, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut : Jumlah Persentase Jumlah Nama pemegang saham saham kepemilikan modal disetor Standard Chartered Bank (Hongkong) Ltd. 230.141.312 27,69 115.070.656.000 Triwise Group Limited 90.933.697 10,94 45.466.848.500 SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. 83.302.033 10,02 41.651.016.500 Lain-Lain (masing-masing di bawah 5%) 426.743.477 51,35 213.371.738.500 Total 831.120.519 100,00 415.560.259.500 2012 Jumlah Persentase Jumlah Nama pemegang saham Saham Kepemilikan modal disetor Standard Chartered Bank (Hongkong) Ltd. 230.141.312 27,69 115.070.656.000 Triwise Group Limited 90.933.697 10,94 45.466.848.500 SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. 83.302.033 10,02 41.651.016.500 Lain-Lain (masing-masing di bawah 5%) 426.743.477 51,35 213.371.738.500 Total 831.120.519 100,00 415.560.259.500 2011 27. PEMBAGIAN LABA Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 14 Mei 2012, para Pemegang saham menyetujui keputusan pembagian dividen tunai sebesar Rp39.893.784.953 dari laba Perusahaan tahun 2011 yang akan dibagikan kepada Pemegang saham atas 831.120.519 saham, sehingga memperoleh dividen Rp48 per lembar saham. Pada tanggal 15 Juni 2012, Perusahaan mengumumkan dividen kas kemudian tersebut dan telah dibayarkan pada tanggal 29 Juni 2012 sebesar Rp39.893.784.953 sedangkan sisanya Rp267.357.504 tercatat di beban yang masih harus dibayar Perusahaan. 50
28. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI Kepentingan non-pengendali atas aset neto Entitas Anak adalah sebagai berikut : Tn Ferry Tjandrawinata 2.989.406 (2.754.814) Linda Lius - 144.939.902 Tn Michael Tjandrawinata - 436.088.731 Total 2.989.406 578.273.819 29. CADANGAN UMUM Undang-undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas mengharuskan perusahaanperusahaan untuk membuat penyisihan cadangan umum sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan belum membentuk cadangan umum sebagaimana dinyatakan oleh Undang-undang. 30. CADANGAN LAINNYA Akun ini berhubungan dengan selisih transaksi perubahan ekuitas pada pihak berelasi, yaitu PT Alcarindo Prima. 31. PENJUALAN BERSIH Penjualan lokal 2.150.881.421.911 1.776.334.252.546 Penjualan ekspor 248.586.548.947 153.112.606.956 Jasa kontraktor 84.704.539.540 85.161.327.693 Total 2.484.172.510.398 2.014.608.187.195 Pada tahun 2012 dan 2011, tidak ada penjualan kepada satu pelanggan, selain pihak berelasi, dengan jumlah akumulasi nilai penjualan melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih 2012 dan 2011. Penjualan bersih kepada pihak berelasi adalah sebesar Rp159.509.187.205 dan Rp229.404.034.754 atau setara dengan masing-masing 6,42% dan 11,91% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian. Rincian penjualan kepada pihak berelasi adalah sebagai berikut : PT Alcarindo Prima 136.941.477.192 225.903.156.240 SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. 20.894.871.627 - Total 157.436.348.819 225.903.156.240 51
32. BEBAN POKOK PENJUALAN Bahan baku yang digunakan 1.716.220.218.842 1.400.823.346.940 Beban pabrikasi 176.954.655.573 145.851.490.972 Upah langsung 16.576.969.651 13.621.644.917 Beban produksi 1.909.751.844.066 1.560.296.482.829 Persediaan barang dalam proses Awal tahun 63.934.139.704 44.632.209.448 Akhir tahun (92.440.988.893) (63.934.139.704) Beban pokok produksi 1.881.244.994.877 1.540.994.552.573 Persediaan barang jadi Awal tahun 162.311.293.798 121.242.030.305 Pembelian 202.681.124.610 211.141.490.503 Akhir tahun (134.170.871.795) (162.311.293.798) Beban pokok penjualan 2.112.066.541.490 1.711.066.779.583 Dalam tahun 2012 dan 2011, tidak ada pembelian dari satu pemasok, selain pihak berelasi, dengan jumlah akumulasi nilai pembelian tahunan melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih tahun 2012 dan 2011. Pembelian bersih dari pihak berelasi adalah sebesar Rp153.250.522.664 dan Rp222.253.947.447 atau setara dengan masing-masing 8,95% dan 11,03% dari jumlah pembelian bersih konsolidasian. 33. BEBAN PENJUALAN Pemasaran 36.610.769.480 20.081.822.043 Distribusi 22.207.304.293 25.952.648.743 Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 8.390.683.655 6.536.721.725 Ekspor 8.021.328.542 7.816.890.805 Perjalanan 2.709.707.795 2.303.449.533 Representasi dan jamuan 2.626.829.244 3.310.667.071 Tender dan inspeksi 2.065.341.505 4.374.935.668 Honorarium tenaga ahli 44.105.000 2.947.230.888 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 milyar) 4.501.813.358 5.367.479.407 Total 87.177.882.872 78.691.845.882 34. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 30.400.899.926 16.672.529.901 Administrasi bank 10.813.635.408 7.244.616.309 Penyusutan 6.517.500.643 3.734.542.266 Keperluan kantor 3.046.566.764 2.724.769.749 Honorarium tenaga ahli 1.538.950.470 1.704.234.897 Imbalan kerja karyawan 1.143.478.668 4.377.112.918 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 milyar) 14.228.199.106 13.082.448.481 Total 67.689.230.985 49.540.254.521 52
35. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI a. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi : Piutang usaha PT Alcarindo Prima 11.228.694.778 45.098.591.063 1,45% 7,70% SWCC Showa Holdings Co., Ltd. 16.100.937 559.145.140 0,00% 0,10% Lain-lain - 58.421.751 0,00% 0,01% 11.244.795.715 45.716.157.954 1,43% 7,81% Piutang lain-lain Alcarindo Prima 337.187.774 337.187.774 0,34% 0,56% SWCC Showa Holdings Co., Ltd. 93.993.602 93.993.602 0,09% 0,16% PT Maju Bersama Gemilang 1.336.647.172 20.135.000 1,33% 0,03% 1.767.828.548 451.316.377 1,76% 0,75% Utang usaha PT Alcarindo Prima 6.082.677.277 66.996.587.181 0,77% 10,05% SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. 24.113.397.033 52.990.032.088 3,04% 7,95% 30.196.074.310 119.986.619.269 3,81% 18,00% Penjualan bersih PT Alcarindo Prima 136.941.477.192 225.903.156.240 5,51% 11,21% SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. 20.894.871.627-0,84% 0,00% 157.436.348.819 225.903.156.240 6,34% 11,21% Pembelian PT Alcarindo Prima 153.250.522.664 222.253.947.447 8,95% 11,03% 153.250.522.664 222.253.947.447 8,95% 11,03% SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. ( Showa Cable ) Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 24 Mei 2011, Perusahaan dan Entitas Anak telah melakukan perjanjian pinjaman kepada Showa Cable sebesar USD6.715.834,19. Tingkat suku bunga yang diberikan oleh Showa Cable adalah sebesar 2,1% per tahun, dan jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun dan 3 bulan. b. Sifat Hubungan Pihak Berelasi Sifat Relasi Sifat Saldo Akun/Transaksi SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd. Pemegang saham Pembelian bahan baku, penjualan dan penyertaan saham PT Alcarindo Prima Penyertaan saham Pembelian bahan baku, penjualan dan penyertaan saham 53
36. LABA BERSIH PER SAHAM Berikut adalah perhitungan laba per saham dasar per 31 Desember 2012 dan 2011: Jumlah lembar saham Nilai laba Laba bersih yang beredar per saham 2012 Laba bersih per saham dasar Laba saham bersih tersedia untuk pemegang saham biasa 146.894.619.622 831.120.519 176,74 2011 Laba bersih per saham dasar Laba saham bersih tersedia untuk pemegang saham biasa 110.546.891.727 831.120.519 133,01 37. INFORMASI SEGMEN USAHA Informasi kegiatan usaha Grup ke dalam segmen primer dan sekunder adalah sebagai berikut: 31 Desember 2012 (Dalam Ribuan Rupiah) Kabel Kabel Kabel Fiber Kabel Kawat Jasa listrik Telekomunikasi Optik Tembaga Kontraktor Perdagangan Eliminasi Total INFORMASI SEGMEN USAHA (PRIMER) Penjualan segmen Penjualan eksternal 1.645.041.329 17.136.593 214.752.556 485.357.485 84.623.031 225.525.069 (188.263.553 ) 2.484.172.510 Hasil segmen Hasil segmen 248.784.664 1.987.128 45.529.027 39.116.374 10.019.398 26.669.377-372.105.969 Beban usaha - - - - - (24.663.084 ) - (24.663.084 ) Beban usaha yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - (130.204.030 ) Laba usaha - - - - - - - 217.238.855 (Beban) pendapatan lain-lain - - - - - (688.433 ) - (688.433 ) (Beban) pendapatan lain-lain yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - (31.895.193 ) Beban pajak - - - - - (3.019.674 ) - (3.019.674 ) Beban pajak yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - (34.614.981 ) Laba bersih - - - - - - - 147.020.574 Laporan Posisi Keuangan Aset segmen Kas dan setara kas - - - - - 34.937.741-34.937.741 Piutang usaha - - - - - 102.075.298 102.075.298 Persediaan 117.340.712-17.910.188 77.286.256-14.074.706-226.611.861 Pajak dibayar dimuka - - - - - 3.673.314-3.673.314 Aset tetap. bersih 76.564.413-26.550.532 35.230.988-19.760.487-158.106.421 Aset yang tidak dapat dialokasikan - - - - - 2.939.442-1.172.673.721 Jumlah Aset 193.905.125-44.460.720 112.517.244-177.460.987-1.698.078.356 Liabilitas segmen - 162.860.745 (113.887.542 ) 48.973.203 Liabilitas segmen yang tidak dapat dialokasikan - 1.046.039.100 Jumlah kewajiban 1.095.012.303 54
37. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) 31 Desember 2012 (Dalam Ribuan Rupiah) Kabel Kabel Kabel Fiber Kabel Kawat Jasa listrik Telekomunikasi Optik Tembaga Kontraktor Perdagangan Eliminasi Total Informasi lain Pengeluaran modal 28.460.115-2.008.649 13.054.745-11.370.997-54.894.506 Pengeluaran modal yang yang tidak dapat dialokasikan 17.883.496 Jumlah pengeluaran modal 72.778.002 Penyusutan 13.227.187-6.139.533 8.188.839-3.121.087-30.676.646 Penyusutan tidak dapat dialokasikan 5.738.319 Jumlah penyusutan 36.414.965 Dalam Luar negeri negeri Total INFORMASI SEGMEN GEOGRAFIS (SEKUNDER) Penjualan segmen 2.235.585.961 248.586.549 2.484.172.510 Aset segmen 1.620.084.610 77.993.745 1.698.078.355 Liabilitas segmen 857.916.264 237.096.039 1.095.012.303 Pengeluaran modal 44.625.212 28.152.790 72.778.002 31 Desember 2011 (Dalam Ribuan Rupiah) Kabel Kabel Kabel Fiber Kabel Kawat Jasa listrik Telekomunikasi Optik Tembaga Kontraktor Perdagangan Eliminasi Total INFORMASI SEGMEN USAHA (PRIMER) Penjualan segmen Penjualan eksternal 1.410.138.211 25.623.623 188.866.938 299.958.073 85.161.328 157.741.280 (152.881.266) 2.014.608.187 Hasil segmen Hasil segmen 208.135.269 3.063.097 40.417.626 28.266.489 8.888.757 14.770.169-303.541.407 Beban usaha - - - - - (16.341.070) - (16.341.070 ) Beban usaha yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - (111.891.030 ) Laba usaha 175.309.307 (Beban) pendapatan lain-lain - - - - - (1.127.870) - (1.127.870 ) (Beban) pendapatan lain-lain yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - (33.285.086 ) Beban pajak - - - - - (1.287.973) - (1.287.973 ) Beban pajak yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - (28.987.349 ) Laba bersih 110.621.028 Laporan Posisi Keuangan Aset segmen Kas dan setara kas - - - - 24.645.394 - (24.645.394) - Piutang usaha - - - - - 79.778.540-79.778.540 Persediaan 139.294.884-18.015.959 57.281.145-11.514.476-226.106.463 Pajak dibayar dimuka - - - - - 3.825.619-3.825.619 Aset tetap. bersih 60.343.521-30.681.417 30.659.191-8.290.741-129.974.870 Aset yang tidak dapat Dialokasikan - - - - - 27.075.747-1.108.708.276 Jumlah Aset 199.638.405-48.697.376 87.940.336 24.645.394 130.485.123 (24.645.394 ) 1.548.393.768 Liabilitas segmen - - - - - 91.162.168 (89.366.758) 1.795.410 Liabilitas segmen yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - 1.030.917.075 Jumlah kewajiban 1.032.712.485 55
37. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) 31 Desember 2011 (Dalam Ribuan Rupiah) Kabel Kabel Kabel Fiber Kabel Kawat Jasa listrik Telekomunikasi Optik Tembaga Kontraktor Perdagangan Eliminasi Total Informasi lain Pengeluaran modal 5.007.659-862.487 1.234.666-8.822.767-5.927.579 Pengeluaran modal yang yang tidak dapat dialokasikan - - - - - - - 1.989.217 Jumlah pengeluaran modal 17.916.796 Penyusutan 11.245.764-4.495.149 4.896.378-1.744.571-22.381.863 Penyusutan tidak dapat dialokasikan - - - - - - - 218.590 Jumlah penyusutan 22.600.453 Dalam Luar negeri negeri Total INFORMASI SEGMEN GEOGRAFIS (SEKUNDER) Penjualan segmen 1.861.495.580 153.112.607 2.014.608.187 Aset segmen 1.519.652.565 53.386.506 1.573.039.071 Liabilitas segmen 795.034.285 237.678.200 1.032.712.485 Pengeluaran modal 16.682.130 1.234.666 17.916.796 38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing yang signifikan, sebagai berikut : 2012 Dalam Setara USD EUR CHF GBP SGD JPY Rupiah Aset Aset lancar Kas dan setara kas 10.804.964 - - - - 61.103 104.529.524.654 Dana yang terbatas penggunaannya 510 5.779 - - - - 78.954.219 Piutang usaha 12.927.074 - - - - - 125.004.808.413 Piutang derivatif 1.311.121 12.678.543.456 Aset lancar lainnya 2.866.915 29.284 - - 4.900-28.136.936.399 Total aset 27.910.584 35.063 - - 4.900 61.103 270.428.767.141 Liabilitas Liabilitas jangka pendek Utang usaha 70.792.515 21.821-55 2.130-684.860.846.909 Biaya yang masih harus dibayar 67.008 - - - - - 652.525.073 Total liabilitas 70.859.523 21.821-55 2.130-685.513.371.982 Liabilitas bersih 415.084.604.841 2011 Dalam Setara USD EUR CHF GBP SGD JPY Rupiah Aset Aset lancar Kas dan setara kas 19.350.855 - - - - - 175.821.869.427 Dana yang terbatas penggunaannya 13.973.788 33.239 - - - - 126.965.835.942 Piutang usaha 21.696.925 - - - - - 197.138.261.041 Piutang lain-lain 7.132.382 - - - - - 64.804.821.632 Aset lancar lainnya - - - - - - - Total aset 62.153.950 33.239 - - - - 564.730.788.041 56
38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) 2011 Dalam Setara USD EUR CHF GBP SGD JPY Rupiah Liabilitas Liabilitas jangka pendek Utang usaha 68.376.527 - - - - - 621.269.124.322 Biaya yang masih harus dibayar - - - - - - - Total liabilitas 68.376.527 - - - - - 621.269.124.322 Liabilitas bersih 56.538.336.281 39. REKLASIFIKASI AKUN Angka komparatif pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 telah diubah untuk menyesuaikan dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. LIABILITAS JANGKA PENDEK Sebelum Setelah reklasifikasi Reklasifikasi reklasifikasi Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 2.605.595.226 (179.678.667) 2.425.916.559 - Utang pembiayaan konsumen - 179.678.667 179.678.667 LIABILITAS JANGKA PANJANG Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 1.875.543.461 (243.080.288) 1.632.463.173 - Utang pembiayaan konsumen - 243.080.288 243.080.288 40. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 20 Maret 2013. 57
PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (ENTITAS INDUK SAJA) LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Rupiah) Lampiran I ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 121.912.433.219 108.277.284.755 Dana yang terbatas penggunaannya 162.364.043 206.803.784.203 Piutang usaha Pihak ketiga (setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai 2012: Rp8.365.760.242; 2011 Rp8.473.537.815) 674.111.115.376 460.529.581.537 Pihak berelasi 73.857.211.151 101.880.721.933 Piutang lain-lain 116.980.544.737 75.784.890.118 Piutang derivatif 12.678.543.456 23.793.980.731 Persediaan 307.811.269.143 304.415.946.178 Pajak dibayar di muka 22.311.408.955 9.942.989.566 Aset lancar lainnya 37.219.017.822 16.548.076.117 Total Aset Lancar 1.367.043.907.902 1.307.977.255.138 ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan 6.171.308.624 7.268.263.917 Penyertaan saham 15.043.000.000 5.440.000.001 Aset tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar 2012: Rp321.317.822.736; 2011: Rp290.217.889.447) 212.984.550.947 181.778.280.020 Aset tetap yang tidak digunakan (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar 2012: Rp3.093.144.685; 2011: Rp 3.060.525.854) 83.603.399 116.222.230 Aset tidak lancar lainnya 10.669.439.800 10.272.404.030 Total Aset Tidak Lancar 244.951.902.770 204.875.170.198 TOTAL ASET 1.611.995.810.672 1.512.852.425.336 58
PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (ENTITAS INDUK SAJA) LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Rupiah) Lampiran II LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank 127.060.385.578 278.283.205.689 Utang usaha Pihak ketiga 723.090.146.651 526.897.749.001 Pihak berelasi 32.506.550.740 123.830.222.497 Utang lain-lain 75.791.546.992 48.924.393.016 Utang pajak 7.373.960.421 7.415.884.545 Biaya masih harus dibayar 3.606.948.440 6.559.253.688 Uang muka pelanggan 54.769.879.722 30.193.883.440 Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 632.605.144 1.830.281.836 - Utang pembiayaan konsumen 248.160.359 179.678.667 Total Liabilitas Jangka Pendek 1.025.080.184.047 1.024.114.552.379 LIABILITAS JANGKA PANJANG Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang sewa guna usaha 626.455.263 412.595.743 - Utang pembiayaan konsumen 167.142.151 243.080.288 Liabilitas imbalan kerja 20.165.318.230 19.965.043.707 Total Liabilitas Jangka Panjang 20.958.915.644 20.620.719.737 TOTAL LIABILITAS 1.046.039.099.691 1.044.735.272.116 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham - nilai nominal Rp500 per saham Modal dasar - 2.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 831.120.519 saham 415.560.259.500 415.560.259.500 Agio saham 940.000.000 940.000.000 Saldo laba 148.303.253.477 50.463.695.716 Cadangan lainnya 1.153.198.004 1.153.198.004 Total Ekuitas 565.956.710.981 468.117.153.220 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.611.995.810.672 1.512.852.425.336 59
Lampiran III PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (ENTITAS INDUK SAJA) LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF (Disajikan dalam Rupiah) PENJUALAN BERSIH 2.366.762.716.908 1.925.821.816.960 BEBAN POKOK PENJUALAN (2.032.315.169.819) (1.644.928.759.625) LABA KOTOR 334.447.547.089 280.893.057.335 BEBAN USAHA Penjualan (76.354.910.486) (71.465.180.623) Beban umum dan administrasi (53.849.119.722) (40.425.849.695) Beban bunga (18.849.410.144) (20.242.534.706) Rugi selisih kurs - bersih (25.359.487.665) (6.091.598.832) Laba atas penjualan aset tetap 8.969.964.752 8.250.642.745 Keuntungan atas transaksi kontrak derivatif 6.775.840.074 (8.955.468.830) Beban kerugian penurunan nilai piutang - (107.777.574) Penghasilan bunga 438.057.131 280.067.701 beban lain-lain, bersih (3.870.157.134) (6.354.363.692) Total beban usaha (162.099.223.194) (145.112.063.505) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 172.348.323.895 135.780.993.830 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak kini (33.518.025.800) (29.683.556.539) Pajak tangguhan (1.096.955.293) 696.207.246 Total Beban Pajak Penghasilan (34.614.981.093) (28.987.349.292) LABA BERSIH 137.733.342.802 106.793.644.537 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - - LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 137.733.342.802 106.793.644.537 LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 166 128 60
PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (ENTITAS INDUK SAJA) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (Disajikan dalam Rupiah) Lampiran IV Cadangan Modal Saham Agio Saham Saldo Laba (Rugi) Lainnya Jumlah Ekuitas Saldo per 31 Desember 2010 415.560.259.500 940.000.000 (56.329.948.909 ) 1.153.198.004 361.323.508.595 Laba komprehensif tahun berjalan - - 106.793.644.537-106.793.644.537 Saldo per 31 Desember 2011 415.560.259.500 940.000.000 50.463.695.628 1.153.198.004 468.117.153.132 Laba komprehensif tahun berjalan - - 137.733.342.802-137.733.342.802 Pembayaran dividen - - (39.893.784.953 ) - (39.893.784.953 ) Saldo per 31 Desember 2012 415.560.259.500 940.000.000 148.303.253.477 1.153.198.004 565.956.710.981 61
PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (ENTITAS INDUK SAJA) LAPORAN ARUS KAS (Disajikan dalam Rupiah) Lampiran V ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan dan lainnya 2.738.459.035.142 1.859.392.342.628 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan lainnya (2.438.691.020.691) (1.577.557.807.755) Kas dihasilkan dari aktivitas operasi 299.768.014.451 281.834.534.872 Penerimaan dari pendapatan bunga 608.616.035 280.428.226 Penerimaan dari restitusi pajak 6.731.362.350 14.742.199.251 Pembayaran pajak - bersih (67.065.595.761) (41.168.814.606) Pembayaran beban bunga (18.618.034.971) (20.129.710.362) Pembayaran untuk kegiatan operasi lainnya - bersih (136.673.238.054) (97.544.318.956) Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 84.751.124.050 138.014.318.424 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan aset tetap 12.292.995.000 23.299.595.455 Penempatan deposito berjangka - bersih (64.062.490.901) 104.500.000 Penerimaan (penempatan) deposito -berjangka bersih 70.000.000.000 (9.786.545.597) Kas bersih diperoleh dari aktivitas investasi 18.230.504.099 13.617.549.857 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penurunan kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya 136.641.420.161 (206.332.696.249) Penambahan (pembayaran) hutang bank - bersih (151.222.820.111) 121.253.969.508 Pembayaran hutang sewa pembiayaan (2.296.313.709) (2.141.907.647) Pembayaran dividen (39.626.427.449) - Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan (56.504.141.108) (87.220.634.387) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 46.477.487.041 64.411.233.895 DAMPAK PERUBAHAN KURS VALUTA TERHADAP KAS DAN SETARA KAS (32.842.338.577) 14.443.286.281 KAS DAN BANK AWAL TAHUN 108.277.284.755 29.422.764.579 KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 121.912.433.219 108.277.284.755 Mengetahui, 62