Rancang Bangun Aplikasi Php Generator Berbasis Web 1 Anie Rose Irawati, 2 Dwi Sakethi, 3 Ayu Izaddarwazah 1 Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila 2 Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila 3 Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila Abstract In this research was developed a web-based application PHP Generator. The development aims to produce an application which can minimize the time in making of web-based information systems. This application was built using PHP programming language integrated with MySQL database and supported by javascript and jquery. The research method which is used in this research is action research and prototyping as its software development method. This application can generate php files to add, view, edit, delete, and search data that has been stored in the database,either the entire data of a table or only the filtered data. It can display the form input elements that user wants to be generated file such as textfields, textarea, password, radio button, select option, or checkbox. In addition, this application was also completed with data validation functions for file to be generated. Keywords: data validation, javascript, jquery, MySQL, PHP generator, web-based. 1 Pendahuluan Aplikasi berbasis web telah menjadi primadona dalam beberapa waktu terakhir [6]. Hal tersebut yang membuat pengembang tertarik untuk mengembangkan sistem informasi berbasis web. Namun dalam pembuatan sistem berbasis web tersebut masih terdapat beberapa masalah yang umumnya dihadapi oleh pengembang yaitu sering ditemukannya penulisan query yang sama dan berulang sehingga menghabiskan waktu yang cukup lama untuk membuatnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini akan dikembangkan Aplikasi PHP Generator berbasis web. Pertimbangan dalam memilih PHP sebagai output hasil generate adalah karena banyaknya aplikasi berbasis web yang dikembangkan menggunakan PHP, selain itu bahasa pemrograman PHP lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari. Pada penelitian sebelumnya, Rahmawyanet (2012) membangun suatu aplikasi form builder berbasis web [5]. Aplikasi form builder dibangun dengan menggunakan teknologi web seperti Jquery, Ajax dan Javascript serta menggunakan bahasa pemrograman PHP. Aplikasi tersebut menghasilkan suatu form dan report sesuai dengan database yang telah dibuat. Form dan report tersebut nantinya dapat dimasukkan ke dalam aplikasi web yang dibuat oleh pengguna. Dalam aplikasi form builder tersebut sudah menggunakan komponen HTML berupa string, password, text area, combo box, radio button, date picker, date time picker, time picker, dan upload namun masih belum menggunakan komponen atau fungsi checkbox. Selain itu, aplikasi tersebut juga tidak menggunakan tipe data serial, binary, varbinary, tinyblob, mediumblob, blob, longblob, enum, set, geometry, point, linestring, polygon, multipoint, multilinestring, multipolygon, geometrycollection. Aplikasi PHP Generator berbasis web yang akan dibangun ini dapat memfasilitasi pengguna dalam membuat halaman tambah data, tampil data, edit data dan hapus data, serta cari data yang sudah tersimpan di dalam database secara otomatis. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk dapat memilih untuk membangkitkan keseluruhan data dari suatu tabel atau memilih terlebih dahulu fieldfield yang akan dibangkitkan. Selain itu pengguna juga dapat memilih elemen input form yang akan ditampilkan pada output. Elemen input form yang akan tersedia yaitu text, textarea, password, radio button, select option, dan checkbox. Output yang dihasilkan disajikan dengan alur dan struktur yang http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 26 dari 130
mudah dipahami oleh pengguna sehingga dapat dikembangkan lagi oleh pengguna menjadi satu kesatuan sistem atau aplikasi web yang diinginkan. Manfaat dari penelitian ini adalah memudahkan pengguna dalam membuat form tambah data, tampil data, edit data, hapus data, dan cari data untuk sebuah sistem informasi yang berbasis web, mempersingkat waktu pengguna dalam membuat sistem informasi yang berbasis web, serta dapat dijadikan sebagai bahan studi dan tambahan ilmu pengetahuan bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis. 2 Metode Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode action research yang terdiri dari lima tahapan yaitu [1] : 2.1 Diagnosis Untuk pengembangan aplikasi PHP Generator, pada tahap diagnosis ini dilakukan pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian melalui buku atau jurnal penelitian sebelumnya, selain itu juga dilakukan pengidentifikasian kebutuhan pengguna, yaitu dengan cara melakukan diskusi dengan pengembang aplikasi berbasis web. 2.2 Perencanaan Tindakan (Action Planning) Pada tahap ini dilakukan analisa terhadap aplikasi yang akan dibuat yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembang web dan analisa data yang akan diolah yaitu data-data pengembang web yang telah tersimpan di dalam database sebelumnya. Selain itu juga mulai dibuat sketsa awal dan ditentukan isi yang akan ditampilkan pada aplikasi dengan memperhatikan kebutuhan pengembang web. Sketsa awal tersebut digambarkan melalui flowchart pada Gambar 1. Gambar 1 Flowchart Aplikasi PHP Generator http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 27 dari 130
2.3 Intervensi (Action Taking) Dengan menerapkan action planning yang telah disusun kemudian dilakukan intervensi atau action taking yaitu pengembangan aplikasi. Dalam pengembangan aplikasi ini digunakan metode prototyping dengan membangun aplikasi dalam sebuah model yang tahapannya dapat dilakukan dengan iterasi (berulang). Jenis prototype yang digunakan pada pengembangan aplikasi ini adalah prototype evolusioner yang akan terus menerus disempurnakan sampai memenuhi seluruh fungsionalitas yang dibutuhkan pengembang web. Tahapan metode prototyping yang diterapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut [3]: 2.3.1 Identifikasi Kebutuhan Pengembang Web Seperti yang telah dijelaskan pada tahapan metode penelitian sebelumnya yaitu tahapan diagnosis, identifikasi kebutuhan pengembang web dilakukan dengan melakukan diskusi dengan responden yang dalam hal ini merupakan praktisi pengembang web yang sudah cukup profesional dalam bidang pengembangan sistem informasi berbasis web. Hasil dari tahap tersebut adalah sebagai berikut : a. Kebutuhan Pengembang Web Kebutuhan pengembang web dijelaskan dalam bentuk aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan pengembang web terhadap aplikasi yang akan dikembangkan yang dapat dilihat pada Gambar 2. b. Kebutuhan Sistem Gambar 2 Use Case Pengembang Web Kebutuhan sistem ini meliputi kebutuhan hardware, tools dan data yang harus dimiliki oleh pengembang web untuk menjalankan aplikasi PHP Generator. 2.3.2 Membuat Prototype Dalam tahap pembuatan prototype ini juga mencakup perancangan desain aplikasi dan pengodean di dalamnya karena jenis prototype yang digunakan sudah berupa coding program yang merupakan bagian dari aplikasi sesungguhnya. Perancangan desain proses dan desain data pada aplikasi PHP Generator digambarkan dalam Diagram Konteks pada Gambar 3 dan ERD pada Gambar 4. http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 28 dari 130
Gambar 3 Diagram Konteks Proses Generate Gambar 4 Entity Relational Diagram (ERD) Pada Menu Memilih Elemen Input Form Aplikasi PHP Generator Pembuatan prototype yang pertama menghasilkan aplikasi yang sudah dapat membangkitkan file php. Namun file php yang dihasilkan hanya file php untuk tampil data, edit data, hapus data, serta tambah data, selain itu fungsi aplikasi belum dilengkapi dengan fungsi filtering field. Kemudian prototype kedua dibangun dengan melengkapi fungsi-fungsi yang belum ada pada prototype pertama. Secara detail, hasil prototype yang kedua ditampilkan pada antarmuka dengan penjelasan berikut : 1. Halaman Koneksi Database Halaman koneksi database merupakan halaman utama dari aplikasi PHP Generator. Tampilan halaman koneksi database dapat dilihat pada Gambar 5. http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 29 dari 130
Gambar 5 Tampilan Halaman Koneksi Database 2. Halaman Memilih Tabel Halaman memilih tabel merupakan halaman yang akan muncul setelah pengembang web menekan tombol submit dan koneksi ke database yang diinputkan berhasil. Tampilan halaman memilih database dapat dilihat pada Gambar 6. 3. Halaman Filtering Field Gambar 6 Tampilan Halaman Memilih Tabel Halaman filtering field akan muncul setelah pengembang web memilih satu tabel pada halaman memilih tabel. Tampilan halaman filtering field dapat dilihat pada Gambar 7. http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 30 dari 130
Gambar 7 Tampilan Halaman Filtering Field 4. Halaman Memilih Elemen Input Form Halaman memilih elemen input form merupakan halaman yang akan tampil setelah pengembang web memilih field yang ingin dibangkitkan. Tampilan halaman memilih elemen input form dapat dilihat pada Gambar 8. Gambar 8 Tampilan Halaman Memilih Elemen Input Form 5. Halaman Insert Option Checkbox dan Select Option Halaman ini merupakan halaman untuk menentukan pilihan bila pengembang web memilih elemen input form checkbox atau select option pada halaman memilih elemen input form. Tampilan halaman insert option dapat dilihat pada Gambar 9. http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 31 dari 130
6. Halaman Generate File PHP Gambar 9 Tampilan Halaman Insert Option Checkbox dan Select Option Halaman generate merupakan halaman yang akan muncul setelah semua data yang diinputkan pengembang web berhasil diproses. Tampilan halaman generate dapat dilihat pada Gambar 10. 7. Halaman Download File Hasil Generate Gambar 10 Tampilan Halaman Generate File PHP Halaman ini merupakan yang akan muncul setelah proses generate file selesai dan berhasil. Tampilan halaman download file hasil generate dapat dilihat pada Gambar 11. http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 32 dari 130
Gambar 11 Tampilan Halaman Download File Hasil Generate 2.3.3 Menentukan Apakah Prototype dapat Diterima Setelah prototype selesai dibuat, maka tahap selanjutnya adalah mengevaluasi apakah prototype sudah sesuai dengan kebutuhan pengembang web. Evaluasi dilakukan dengan uji coba prototype oleh responden atau praktisi pengembang web. Jika setelah dievaluasi ternyata prototype tersebut masih belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan pengembang web maka akan dilakukan kembali identifikasi kebutuhan pengembang web yaitu dengan menganalisis hasil uji coba prototype dan saran-saran yang diberikan responden untuk ditampilkan pada prototype selanjutnya. Setelah analisis kebutuhan pengembang web dilakukan, tahapan berlanjut ke membuat atau membangun prototype yang kedua yaitu dengan menambahkan fungsi-fungsi aplikasi yang belum dilengkapi oleh prototype sebelumnya dan menambahkan masukan-masukan yang diinginkan pengembang web dari hasil uji coba prototype 1. Setelah itu kembali dilakukan evaluasi atau uji coba prototype 2 oleh responden seperti pada prototype 1. Ringkasan prototype yang dihasilkan pada penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1 diperoleh dari penyimpulan hasil uji coba prototype 1 dan 2 yang dilakukan oleh responden yang merupakan praktisi pengembang web. Tabel 1. Ringkasan Prototype Prototype Fungsi yang Dihasilkan Hasil Pengujian Keterangan 1 1. Fungsi untuk membuat koneksi database yang telah tersimpan di komputer pengembang web. 2. Fungsi menampilkan tabel yang terdapat di dalam database yang telah terkoneksi untuk dipilih oleh pengembang web. 3. Fungsi menampilkan detail tabel dari database dan pilihan elemen input form yang ingin di-generate (textfield, textarea, password, radio button). 4. Fungsi generate file php (tampil data, edit data, hapus data, dan tambah data) Semua prosedur dari setiap fungsi yang ada sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih terdapat masukan dari pengembang web yaitu agar prototype dapat juga menampilkan elemen input form checkbox dan select option pada hasil generate, selain itu pada fungsi generate file diminta juga agar dapat melakukan generate file cari data. Masukan lainnya adalah agar prototype dilengkapi Prototype 1 dikerjakan dalam rentang waktu sekitar tiga bulan. Bagian tersulit dari pembuatan prototype ini terletak pada pembuatan fungsi generate file php (tampil data, edit data, hapus data, dan tambah data). http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 33 dari 130
2 Fungsi yang dihasilkan merupakan fungsifungsi dari prototype 1 ditambah dengan fungsi : 1. Fungsi filtering field yang ingin dibangkitkan oleh pengembang web. 2. Fungsi untuk dapat menampilkan pilihan elemen input form checkbox dan select option. 3. Fungsi generate file php dilengkapi dengan generate file cari data. 4. Fungsi untuk mendownload dan menyimpan hasil generate dalam bentuk.zip. dengan fungsi untuk mengunduh dan menyimpan hasil generate dan file hasil generate dilengkapi dengan validasi data. Semua prosedur dari setiap fungsi yang sudah berjalan dengan baik dan fungsifungsi yang ada pada prototype 2 sudah sesuai dengan yang dibutuhkan pengembang web sehingga tidak diperlukan lagi membuat prototype berikutnya. Prototype 2 dikerjakan dalam rentang waktu sekitar satu bulan. Bagian tersulit dari pembuatan prototype ini terletak pada pembuatan fungsi untuk dapat menampilkan pilihan elemen input form checkbox dan select option serta fungsi untuk mendownload dan menyimpan hasil generate dalam bentuk.zip. Karena hasil evaluasi prototype kedua menyatakan bahwa prototype sudah cukup memenuhi kebutuhan pengembang web maka pembuatan prototype dapat dihentikan dan kemudian dilakukan pengujian terhadap setiap prosedur dalam prototype tersebut. Pengujian prototype 2 dilakukan dengan menggunakan metode white box dengan teknik basis path testing [2]. Pengujian dilakukan oleh pembuat program aplikasi PHP Generator. Pengujian dilakukan terhadap empat prosedur yaitu prosedur menampilkan tabel, menampilkan field yang akan di-filter, prosedur menampilkan detail tabel dan memilih elemen input form, dan prosedur generate file PHP. Gambar 12 merupakan contoh rincian pengujian prosedur menampilkan detail tabel dan memilih elemen input form. Gambar 12 Flowchart Prosedur Program Detail Tabel dan Memilih Elemen Input Form http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 34 dari 130
Gambar 12 merupakan flowchart dari prosedur pada program detail tabel dan memilih elemen input form. Prosedur tersebut terdiri dari sequence, sebuah perulangan while do, dan dua buah uji kondisi if. Gambar 13 Flowgraph Prosedur Program Detail Tabel dan Memilih Elemen Input Form Gambar 13 merupakan flowgraph dari Gambar 12. Setelah dibuat flowgraph, selanjutnya dilakukan perhitungan cyclomatic complexity terhadap flowgraph tersebut dengan rumus sebagai berikut [2] : V(G) = Region (R) (1) V(G) = Predicate Node (P) + 1 (2) V(G) = Edge (E) Node (N) + 2 (3) Dari Gambar 13 didapatkan bahwa nilai Region (R) adalah 4, Predicate Node (P) adalah 3, Edge (E) adalah 15, dan Node (N) adalah 13 maka didapatkan cyclomatic complexity sebagai berikut dengan menggunakan rumus (1), (2), dan (3) : V(G) = R = 4 V(G) = P + 1 = 3 + 1 = 4 V(G) = E - N + 2 = 15-13 + 2 = 4 Dari hasil perhitungan cyclomatic complexity, terdapat 4 Independent Path yaitu : (a) Path 1 : 1-2-3-12-13 (b) Path 2 : 1-2-3-4-5-6-7-10-11-3-12-13 (c) Path 3 : 1-2-3-4-5-6-8-9-10-11-3-12-13 (d) Path 4 : 1-2-3-4-5-6-8-10-11-3-12-13 Hasil dari perhitungan cyclomatic complexity membuktikan bahwa prosedur program detail tabel dan memilih elemen input form sudah efektif dan efisien karena nilai V(G) sama dengan jumlah Region (R) dan nilai V(G) dari hasil perhitungan rumus (3) sama dengan nilai V(G) dari hasil perhitungan http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 35 dari 130
rumus (4) [4]. Berdasarkan perhitungan cyclomatic complexity, didapatkan bahwa jalur independen untuk flowgraph prosedur program detail tabel dan memilih elemen input form berjumlah 4 jalur. Uji test case dilakukan pada setiap jalur tersebut. Test case dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Test case Flowgraph Prosedur Program Detail Tabel dan Memilih Elemen Input Form Path Input Output 1-2-3-12-13 $tabel = job_record a. Button proses $nomor = 10 1-2-3-4-5-6-7-10-11-3- 12-13 $tabel = job_record $nomor = 1 a. 1 b. $baris[ Field ] = id_job c. $baris[ Type ] = int d. $baris[ Key ] = Primary Key e. Select option elemen input form 1-2-3-4-5-6-8-9-10-11- 3-12-13 1-2-3-4-5-6-8-10-11-3- 12-13 $tabel = job_record $nomor = 2 $tabel = job_record $nomor = 4 f. Button proses a. 2 b. $baris[ Field ] = id_karyawan c. $baris[ Type ] = varchar d. $baris[ Key ] = Foreign Key e. Select option elemen input form f. Button proses a. 4 b. $baris[ Field ] = masalah c. $baris[ Type ] = varchar d. Select option elemen input form e. Button proses Test case prosedur program detail tabel dan memilih elemen input form dilakukan berdasarkan Gambar 12. Pada Tabel 2 dijelaskan bahwa pada path uji yang pertama yaitu 1-2-3-12-13, jika diberikan input berupa $tabel = job record dan $nomor = 10 maka output yang diharapkan adalah program dapat mencetak data pada baris ke 10 dari tabel job record, namun karena tidak ada data pada baris tersebut sehingga program hanya mencetak sebuah button dengan value proses. Begitu juga pada path-path lainnya yang diberikan input tertentu dan menghasilkan output sesuai dengan yang diharapkan seperti yang telah dirincikan pada Tabel 2. Keempat prosedur yang terdapat pada prototype sudah efektif dan efisien karena nilai V(G) sama dengan jumlah Region (R) pada hasil perhitungan rumus (1) dan nilai V(G) dari hasil perhitungan rumus (2) sama dengan nilai V(G) dari hasil perhitungan rumus (3) serta dapat menghasilkan output yang sesuai dengan input yang diberikan berdasarkan test case yang dilakukan. 2.3.4 Menggunakan Prototyping Prototype kedua sudah dapat digunakan sebagai sistem operasional sesungguhnya karena pada uji coba yang dilakukan oleh pengembang web, prototype kedua sudah memenuhi elemen penting dari kebutuhan pengembang web yaitu prototype sudah dapat menjalankan fungsi aplikasi generate file tampil data, edit data, hapus data, serta tambah dan cari data dengan baik dan pengembang web sudah tidak memberi masukan untuk pembuatan prototype selanjutnya. 2.4 Penilaian (Evaluating) Prototype kedua yang dihasilkan pada penelitian ini sudah dianggap sesuai dengan yang dibutuhkan pengembang web. Selain dari kelengkapan fungsi-fungsi yang ada, pengujian yang dilakukan pun sudah membuktikan bahwa prototype berjalan dengan benar. Keempat prosedur yang terdapat pada prototype sudah efektif dan efisien karena nilai V(G) sama dengan jumlah Region (R) pada hasil perhitungan rumus (1) dan nilai V(G) dari hasil perhitungan rumus (2) sama dengan nilai V(G) dari hasil perhitungan rumus (3) serta dapat menghasilkan output-output yang sesuai dengan input-input http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 36 dari 130
yang diberikan berdasarkan test case yang dilakukan. Oleh karena itu tidak diperlukan lagi pembuatan prototype yang ketiga, sehingga dapat dikatakan bahwa prototype yang kedua ini sudah merupakan sistem yang sesungguhnya atau merupakan Aplikasi PHP Generator. 2.5 Pembelajaran (Reflection) Setelah uji coba dan pengujian dilakukan, ditemukan beberapa hal yang masih dapat dikembangkan pada aplikasi PHP Generator ini diantaranya dalam pengolahan tipe data dapat dikembangkan agar PHP Generator dapat mengolah tipe data lainnya selain int, tinyint, smallint, mediumint, bigint, decimal, float, double, real, date, time, datetime, time, timestamp, year, char, varchar, tinytext, text, mediumtext, longtext, dan enum. Selain itu, PHP Generator dapat dikembangkan agar dapat melakukan generate untuk beberapa tabel di dalam database dalam setiap penggunaannya, serta dapat dilakukan pengembangan dengan menambahkan fungsi pembuatan database, sehingga pengembang web tidak lagi membutuhkan aplikasi lain untuk membuat database sebelum menggunakan aplikasi PHP Generator. 3 Pembahasan Prototype kedua yang dihasilkan pada penelitian ini sudah sesuai dengan yang dibutuhkan pengembang web. Selain dari kelengkapan fungsi-fungsi yang ada, pengujian yang dilakukan pun sudah membuktikan bahwa prototype berjalan dengan benar karena keempat prosedur pada prototype yang diuji sudah efektif dan efisien. Sehingga tidak diperlukan lagi pembuatan prototype yang ketiga pada penelitian ini dan prototype kedua sudah sistem yang sesungguhnya atau merupakan Aplikasi PHP Generator. Aplikasi ini dapat menjawab kebutuhan pengembang web yang telah dipaparkan sebelumnya yaitu aplikasi dapat menghasilkan form tambah, tampil, edit, hapus, dan cari data yang tersimpan di dalam database secara otomatis sehingga pengembang web tidak perlu membuat query yang berulang-ulang dan tidak perlu menghabiskan banyak waktu dalam membangun aplikasi web. Selain itu aplikasi PHP Generator ini dapat memfasilitasi pengembang web untuk memilih field-field yang ingin ditampilkan dari suatu tabel di dalam database. Pengembang web dapat memilih elemen input form yang ingin ditampilkan sesuai dengan keinginan yaitu textfield, textarea, password, radio button, select option, atau checkbox. Serta aplikasi PHP Generator dapat membantu pengembang web dalam meminimalisasi kesalahan input data karena dilengkapi dengan fungsi validasi data pada file hasil generate. Aplikasi PHP Generator ini dapat mengolah beberapa tipe data diantaranya tipe numerik yaitu int, tinyint, smallint, mediumint, bigint, decimal, float, double, real, tipe data date and time yaitu date, time, datetime, time, timestamp, year, dan tipe data string yaitu char, varchar, tinytext, text, mediumtext, longtext, enum. Sedangkan tipe data yang belum didukung oleh aplikasi ini yaitu bit, bool, serial, binary, varbinary, tinyblob, mediumblob, blob, longblob, set, geometry, point, linestring, polygon, multipoint, multilinestring, multipolygon, dan geometrycollection. Aplikasi ini juga masih memiliki beberapa kekurangan lain diantaranya pengembang web hanya dapat melakukan generate untuk satu tabel di dalam database dalam setiap penggunaannya, sehingga bila pengembang web ingin melakukan generate beberapa tabel di dalam database, pengembang web harus melakukannya berulang-ulang. Selain itu aplikasi PHP Generator hanya dapat membangkitkan file-file php dari database yang telah dibuat sebelumnya, aplikasi belum dilengkapi fungsi pembuatan database, sehingga pengembang web masih membutuhkan aplikasi lain untuk membuat database sebelum menggunakan aplikasi PHP Generator. http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 37 dari 130
4 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Aplikasi PHP Generator telah berhasil dibangun dan dapat membantu pengembang web dalam meminimalisasi waktu dalam membuat suatu sistem informasi berbasis web karena tidak perlu membuat query yang sama berulang-ulang seperti pada pengembangan secara manual. 2. Fitur aplikasi PHP Generator yang dibangun adalah sebagai berikut : a. Aplikasi PHP Generator dapat membangkitkan file-file php untuk menambah, menampilkan, mengedit, menghapus, dan mencari data yang telah tersimpan di dalam database. b. Aplikasi PHP Generator dapat menampilkan keseluruhan data ataupun data yang telah dipilih dari suatu tabel yang dipilih pengembang web. c. Aplikasi PHP Generator dapat menampilkan elemen-elemen input form yang diinginkan pengembang web yaitu textfield, textarea, password, radio button, select option, atau checkbox. d. File hasil generate dari aplikasi PHP Generator dilengkapi dengan fungsi validasi data. Namun masih terdapat hal-hal yang perlu dikembangkan pada aplikasi ini diantaranya : 1. Aplikasi dapat melakukan generate file untuk beberapa tabel di dalam suatu database dalam setiap pengoperasiaannya. 2. Aplikasi dapat dikembangkan dengan dilengkapi fungsi pembuatan database. 3. Aplikasi dapat mendukung lebih banyak lagi tipe data. 5 Daftar Simbol E = Edge N = Node P = Predicate Node R = Region V(G) = Cyclomatic Complexity 6 Refference [1] Davison, R.M., Martinsons, M.G. & Kock N., Principles of Canonical Action Research, Info System J 14, 65-86 (2004). [2] Khan, Ehmer Mohd, Different Approaches to White Box Testing Technique for Finding Errors, International Journal of Software Engineering and Its Applications, Vol. 5 No. 3 (2011). [3] McLeod, Raymond & Schell, George P., Sistem Informasi Manajemen, Edisi 10, Salemba Empat (2008). [4] Myers, Glendford J., The Art of Software Testing, Second Edition, New Jersey : John Wiley & Sons, Inc (2004). [5] Rahmawyanet, Mahsa Elvina, Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Form Builder Berbasis Web Versi 2, Institut Teknologi Sepuluh Desember (2012). [6] Anonymous, Pengembangan Aplikasi Web Membantu Apakah Better Business, http://id.prmob.net/aplikasi-web/javascript/html-2662650.html (diakses 19 Juli 2013). http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi Hal 38 dari 130