BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
KMN Klinik Mata Nusantara

BAB II KAJIAN PUSTAKA

(Anterior surface Curvature) (Posterior surface Curvature)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Lensa kontak merupakan suatu cangkang lengkung

Berdasarkan tingginya dioptri, miopia dibagi dalam(ilyas,2014).:

BAB I PENDAHULUAN. kacamata. Penggunaan lensa kontak makin diminati karena tidak mengubah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Lensa Kontak

BAB III. direka untuk dipakai di atas permukaan kornea. Soft lens (lensa kontak) adalah

BAB I PENDAHULUAN. penyebarannya sangat cepat. Penyakit ini bervariasi mulai dari hiperemia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA PADA KORNEA DI RUANG MATA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA. Trauma Mata Pada Kornea

1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

Tatalaksana Miopia 1. Koreksi Miopia Tinggi dengan Penggunaan Kacamata Penggunaan kacamata untuk pasien miopia tinggi masih sangat penting.

Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, penggunaan. lensa kontak sebagai pengganti kacamata semakin meningkat.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Kesehatan Gigi

KESEHATAN MATA DAN TELINGA

Diagnosa banding MATA MERAH

Dua minggu setelah operasi Jangan menggosok mata Pakai kacamata gelap (sunglasses) Lindungi mata dari debu dan kotoran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang ditunjukkan setelah pasien

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. depan atau belakang bintik kuning dan tidak terletak pada satu titik yang tajam. 16

BAB IV HASIL PENELITIAN

Glaukoma. 1. Apa itu Glaukoma?

MANAJEMEN MUTU (KEPUASAN PELANGGAN)_AEP NURUL HIDAYAH_(RKM )_REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN_POLITEKNIK TEDC BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. berkembang. Laser-Assisted insitu Keratomileusis (LASIK) adalah salah satu

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut data Riskesdas 2013, katarak atau kekeruhan lensa

Imagine your life without CONTACT LENSES & GLASSES Bayangkan hidup anda tanpa lensa kontak & kacamata

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI. Jl. Pajajaran No. 109 Jagabaya II Bandar Lampung Telp. (0721) , Fax (0721)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Prosedur Refraksi adalah salah satu prosedur elektif

BAB 1 PENDAHULUAN. diperantarai oleh lg E. Rinitis alergi dapat terjadi karena sistem

BAB I PENDAHULUAN. pasien datang berobat ke dokter mata. Penyebab mata berair adalah gangguan

Definisi Bell s palsy

Mata: kenali kondisi umum sakit Mata

Evidence-based Treatment Of Acute Infective Conjunctivitis Breaking the cycle of antibiotic prescribing

EFEK SAMPING PENGGUNAAN LENSA KONTAK DIHUBUNGKAN DENGAN MATERIAL PEMBENTUKNYA Arutala Eny Purbo Arimbi 1, Nur Shani Meida 2 INTISARI

GLUKOMA PENGERTIAN GLAUKOMA

PENANGANAN TEPAT MENGATASI DEMAM PADA ANAK

REFRAKSI. Oleh : Dr. Agus Supartoto, SpM(K) / dr. R. Haryo Yudono, SpM.MSc

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS

Kenali Penyakit Periodontal Pada Anjing

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LASIK & ilasik (TM) Apakah LASIK itu?

#### Selamat Mengerjakan ####

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki efek yang kuat dalam menurunkan tekanan intraokular (TIO)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

06/10/2011 PERADANGAN MATA (KONJUNGTIVITIS)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dalam kandungan dan faktor keturunan(ilyas, 2006).

BAB I DEFINISI. APD adalah Alat Pelindung Diri.

I. PENDAHULUAN. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat selama pasien dirawat di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. keberadaannya sejak abad 19 (Lawson, 1989). Flora konjungtiva merupakan

ABSTRAK. EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA CAIRAN PERAWATAN LENSA KONTAK TERHADAP Pseudomonas aeruginosa IN VITRO

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

SAP (SATUAN ACARA PENGAJARAN) DIARE

218 Jurnal Ners dan Kebidanan, Volume 4, Nomor 3, Desember 2017, hlm

BAB I PENDAHULUAN. secara garis besar memberikan pelayanan untuk masyarakat berupa pelayanan

ASHFALL VULKANIK: VERSI BAHASA INDONESIA ABSTRACT. Terjamahn dari dokumen di bawah:

ENTROPION PADA KUCING

KLINIK MATA PANGKALAN BUN Dr.AGUS ARIYANTO,SpM

Alat optik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang. menggunakan cermin, lensa atau gabungan keduanya untuk melihat benda

Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan

DAFTAR ISI. 1.1 Latar belakang Definisi Pengelolaan Linen...5

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Kornea merupakan lapisan depan bola mata, transparan, merupakan

Obat Alami Diabetes Dapat Mencegah Amputasi Pada Diabetesi

BAB 1 PENDAHULUAN. Inflamasi ringan atau akut adalah respons awal dan cepat terhadap kerusakan

LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis)

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan kerja serta terlindung dari penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan

BAB 1 PENDAHULUAN. diperlukan perawatan yang lebih menekankan pada perawatan kulit, sehingga

Bagian-bagian yang melindungi mata: 1. Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata kita.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Miopia (nearsightedness) adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar

Cara Mengobati Gatal Jamur Eksim

METODE PENGUJIAN KEPADATAN BERAT ISI TANAH DI LAPANGAN DENGAN BALON KARET

BAB I PENDAHULUAN. bahan kimia atau iritan, iatrogenik, paparan di tempat kerja atau okupasional

Anita's Personal Blog Glaukoma Copyright anita handayani

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. dalam proses refraksi ini adalah kornea, lensa, aqueous. refraksi pada mata tidak dapat berjalan dengan

Pertemuan 12 STRATEGI KEPUASAN PELANGGAN

Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 1 Februari 2017

BAB I PENDAHULUAN. pada mata sehingga sinar tidak difokuskan pada retina atau bintik kuning, tetapi

BAB IV USAHA KESEHATAN SEKOLAH, GIGI, MATA DAN JIWA

IDENTIFIKASI BAHAYA B3 DAN PENANGANAN INSIDEN B3

BAB I KONSEP DASAR. Selulitis adalah infeksi streptokokus, stapilokokus akut dari kulit dan

BAB I PENDAHULUAN. tentang Pedoman Manajerial Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh para konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Kualitas yang baik

SEDIAAN OBAT MATA PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan yang sangat cepat pada teknologi informasi dan. komunikasi telah membawa dan akan terus membawa perubahan yang sangat

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu. ada pengaruhnya terhadap kesehatan tersebut.

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB I PENDAHULUAN. memberikan daya dukungan bagi mahluk hidup untuk hidup secara optimal.

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Lensa Kontak Pengertian lensa kontak Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 572/MENKES/SK/VI/2008 Tentang Standar Profesi Refraksionis Optisienadalah lensa yang dipasang menempel pada jaringan anterior kornea dan sklera untuk memperbaiki tajam penglihatan dan kosmetik 14. Lensa kontak adalah lensa plastik tipis yang dipakai menempel pada kornea mata dimana memiliki fungsi yang sama dengan kacamata, yaitu mengoreksi kelainan refraksi, kelainan akomodasi, terapi dan kosmetik. Lensa kontak dapat terbuat dari gelas atau bahan plastik, untuk menutupi kornea dan sebagian sklera. Ruang di antara lensa kontak dan kornea diisi dengan larutan garam fisiologis. Sistim ini dapat menghilangkan astigmatisme kornea dan mengadakan koreksi ametropia. Lensa kontak mulai dipakai pada tahun 1930-an, di mana lensanya besar dan terbuat dari gelas. Pada tahun 1947 mulai dikenal lensa kontak yang terbuat dari plastik yang lebih kecil dan lebih tipis dari yang semula 15. Lensa kontak adalah sejenis plastik yang tipis dan berkurva yang direka untuk dipakai atas permukaan kornea. Lensa kontak akan menempel pada lapisan air mata yang disebabkan oleh tensi permukaan. Lensa kontak adalah salah satu cara yang efektif dan selamat untuk mengoreksi gangguan refraktif selain kaca mata apabila digunakan dengan cara yang betul dan pengawasan yang rapi. Selain untuk mengoreksi kelainan refraksi, kelainan akomodasi, lensa kontak juga digunakan sebagai terapi dan kosmetik 16. Lensa kontak adalah lensa korektif, kosmetik, atau terapi yang biasanya ditempatkan di kornea mata. Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak nampak saat dipakai. Lensa kontak juga 7 7

dapat digunakan untuk mengobati penyakit mata tertentu atau dapat digunakan untuk tujuan kosmetik untuk mengubah penampakan warna mata. Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata, dan ada juga yang beresiko merusak mata.lensa kontak di Amerika Serikat dianggap sebagai peralatan medis dan memerlukan resep perawatan yang berkualitas dari praktisi kesehatan mata 17. B. Jenis-jenis lensa kontak 1. Lensa Kontak Keras (Hard Contact Lens) Lensa Kontak Keras Kecil, kaku yang tidak dapat ditembus oksigen bahan dasarnya terbuat dari PMMA (polymethylmethacrylate) 18. Lensa keras memiliki permeabilitas oksigen yang rendah. Namun, mereka dapat memperbaiki astigmatisme coneal tinggi seperti padakeratoconous. Lensa kontak keras terdiri dari polymethylmethacrylate (PMMA), mampu menahan air yang berlebihan dan kedap terhadap oksigen, dapat menyebabkan edema dan abrasi kornea 19. Kelebihan lensa kontak keras: a. Tahan lama b. Harga lebih murah. Kekurangan lensa kontak keras: a. Kurang nyaman digunakan. b. Memiliki bahan yang sukar ditembus oksigen sehingga mata mudah kekurangan oksigen Gambar 2.1 Hard Contack Lens 20. 8

2. Lensa Kontak Lunak (Soft Contact Lens) Lensa kontak lunak tersedia untuk pemakaian jangka panjang dan pemakaian harian. Lensa kontak lunak memiliki kadar lalu oksigen(kemampuan dilalui oksigen) yang berbeda sesuai dengan bahan, kadar air,disain dan ketebalannya.jenis lensa kontak lunak hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk penyesuaian 21. Kelebihan : a. Masa adaptasi yang singkat biasannya hanya beberapa hari. b. Lebih kecil kemungkinan akan terlepas pada saat melakukan aktivitas yang berlebihan. c. Tersedia berbagai jenis warna serta jangka waktu masa pemakaian. d. Mudah untuk memperolehnya serta lebih murah dibandingkan dengan RGP 22. Kekurangan: a) Karena kadar air yang tinggi sehingga lebih mudah kotor b) Mudah robek. Lensa kontak lunak terdiri dari tiga jenis yaitu: 1) Extended wear contact lens: diperbuat dari bahan yang bertahan selama 2-4 minggu 2) Daily disposable lenses: walaupun sedikit mahal, namun mempunyai resiko untuk terkena infeksi adalah rendah 3) Toric contact lenses: mengoreksi astigmatism yang sedang. Jenis ini tersedia dalam kedua bahan yang keras dan lunak 16. Kesepakatan umum para ahli bahwa dibandingkan dengan daily wear (DW) pemakaian lensa kontak secara extended wear (EW) meningkatkan resiko komplikasi lensa kontak sebesar antara dua sampai enam kali. Resiko pemakaian EW meningkat apabila pemakaian lensa kontak pada malam hari berturut-turut 22 9

3. Rigid Gas Permeable (RGP) Lens Diperkenalkan pada tahun 1999, menggabungkan sifat kelebihan hidrogel seperti lunak dan lentur dengan silikon yang mempunyai perform oksigen cocok untuk pemakaian harian dan mingguan 18 Lensa kontak ini merupakan polimer dari polymethylmethacrylate dan silikon. Silikon terkenal dengan sifat tembus gas. RGP terbuat dari plastik tipis yang fleksibel yang bersifat mudah dilalui oksigen sehingga kornea dapat berfungsi dengan baik. Pada lensa kontak ini, oksigen bukan hanya didapat pada saat mata berkedip, tetapi juga dari udara bebas yang dapat melalui lensa untuk mencapai kornea. Hal ini yang menyebabkan lensa kontak RGP lebih nyaman dipakai dalam waktu lama 15. Kelebihan : a. Tidak mudah robek. b. Diameter lebih kecil antara 8.5 mm 10 mm. c. Transmisi oksigen lebih tinggi. d. Mudah dirawat dan dibersihkan karena RGP mengandung air. e. Mampu mengoreksi astigmatisme. f. Memberikan penglihatan yang lebih tajam. g. Masa pakai lebih lama, lebih dari 2 tahun Kekurangan : a. Masa adaptasi yang lebih lama, biasanya memerlukan 2minggu hingga 1 bulan. b. Apabila lebih dari seminggu tidak dipakai maka pada saatpemakaian kembali memerlukan penyesuaian atau adaptasi. c. Harga lebih mahal dibandingkan dengan lensa kontaklunak. 10

Lensa RGP dapat digunakan sampai 2-3 tahun asalkan tidak ada deposit keras, terlipat, retak dan goresan permanen atau tidak ada perubahan ukuran resep 22. Gambar 2.2 Soft Contack Lens And Rigid Gas Permeable 15 4. Bentuk Lensa Kontak Bentuk lensa kontak juga bermacam-macam, tergantung pada gangguan penglihatan yang ingin diperbaiki. Beberapa bentuk lensa kontak antara lain adalah: a. Lensa kontak sferis, berbentuk bundar, digunakan untuk penderita miopia (rabun dekat) atau hiperopia (rabun jauh). b. Lensa kontak bifokal, lensa kontak yang digunakan untuk melihat dekat sekaligus untuk melihat (mirip dengan cara kerja kacamata bifokal). Lensa ini biasanya digunakan untuk memperbaiki presbiopia, yaitu gangguan penglihatan akibat usia tua. c. Lensa ortokeratologi, yaitu lensa yang didisain untuk memperbaiki bentuk kornea. Digunakan hanya di malam hari 16. C. Kualitas Lensa kontak Menurut David Garvin, dimensi kualitas produk dapat ditentukan antara lain 23. 1. Kinerja (performance), merupakan karakteristik operasi pokok dari produk inti yang dibeli. 11

2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap. 3. Keandalan (realibility), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai. 4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. 5. Daya tahan (durability), berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.lensa kontak harus tetap baik selama pemakaian maupun perawatan, misalnya tidak mudah sobek/pecah 34. 6. Pelayanan (serviceability), meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi serta penanganan keluhan yang memuaskan 23. Agardapat memberi kenyamanan, penglihatan yang baik dengan efek samping yang minimal lensa harus tahan atau tidak mudah terkontaminasi deposit 34 7. Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera, misalnya bentuk fisik lensa kontak yang menarik, model, dan warna. 8. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality), yaitu citra dari reputasi produk serta tanggungjawab perusahaan terhadapnya. Biasanya karena kurangnya pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya. Menurut Kotler dan Tjiptono dimensi variabel kualitas produk ditentukan empat macam yaitu: (1) daya tahan produk, (2) kinerja produk, (3) fitur produk, dan (4) keandalan produk 24. Sedangkan menurut Novandri kualitas produk adalah persepsi konsumen mengenai kualitas produk. Indikator-indikator kualitas antara lain: (1) produk bebas dari cacat, (2) tidak mudah rusak dan memiliki umur ekonomis yang lama, (3) daya tahan mesin yang tangguh, dan (4) penampilan produk 25. 12

Dari uraian dimensi kualitas produk, dimensi variabel, dan indikatorindikator kualitasdiatasdapat disimpulkan bahwa dimensi utama kualitas produk lensa kontak ditentukan melalui: 1. Daya tahan (durability)lensa kontak Produk lensa kontak di desain dengan daya tahan harian, bulanan, dan tahunan. Lensa kontak yang mempunyai daya tahan pemakaian yang lama adalah lensa kontak jenis RGP (Rigid Gas Permeable). Lensa RGP dapat kenyamanan jangka panjang dan daya tahan yang baik. Lensa RGP yang dirawat dengan baik dapat bertahan hingga lebih dari 2 tahun 16. 2. Kinerja (performance) lensa kontak Bahan dasar (baku) untuk pembuatan lensa kontak menentukan manufaktur dan sifat karakteristiknya. Jenis lensa kontak keras dengan bahan dasar Metil metakrilat (MMA) memberikan kontribusi kekerasan dan kekuatan, lensa kontak lunak dengan bahan Silikon (SI) meningkatkan fleksibilitas dan permeabilitas gas melalui material silikon-oksigen, dan bahan dasar Hydroxyethyl-metakrilat (HEMA) mudah menyerap air 26. 3. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap. Fitur produk merupakan keistimewaan tambahan pada produk lensa kontak yang dapat menarik perhatian pada pembeli, dapat meningkatkan kinerja produk lensa kontak, dan memberi keunggulan bersaing yang kuat pada produk lensa kontak di pasaran global 27. 4. Keandalan (realibility) lensa. Keandalan merupakan ukuran kemungkinan suatu produk lensa kontak tidak akan mengalami suatu kerusakan atau gagal dalam suatu periode waktu tertenu, sehingga pembeli tidak akan ragu lagi membayar produk tersebut meskipun dengan harga yang tinggi 26. 13

D. Ketrampilan Pemakaian Pelepasan dan Perawatan Lensa Kontak 1. Ketrampilan Pemakaian Lensa Kontak Pemakaian lensa memerlukan ketrampilan atau teknik pemakaian yang benar dan aman. Teknik pemakaian lensa yang aman adalah sebagai berikut 28 : a. Tangan dicuci dengan sabun sebelum memakai lensa kontak Gambar 2.3 Tangan dicuci sebelum memakai lensa kontak 29 b. Tangan dikeringkan dengan handuk sebelum memakai lensa kontak. Gambar 2.4 Tangan dikeringkan dengan handuksebelum memakai lensa kontak 29 14

c. Lensa kontak diletakkan padaujung jari telunjuk Gambar 2.5 Lensa kontak diletakkan pada ujung telunjuk 29 d. Lensa kontakdi pastikan pada sisi yang benar ( tidak terbalik) Gambar 2.6 Lensa kontak dipastikan pada sisi yang benar 29 e. Dengan cermin,kelopak mata atas ditarik dengan jariagar mata tidak berkedip Gambar 2.7 Kelopak mata atas ditarik dengan jari agar tidak berkedip 29 15

f. Kelopak mata bawah ditarik kearah bawah dengan menggunakan jari tengah dari tangan yang memegang lensa. Gambar 2.8 Kelopak mata bawah ditarik kearah bawah 29 g. Berlahan lensa kontak dipasang pada bagian hitam mata menggunakan jari telunjuk. Gambar 2.9 Lensa kontak dipasang pada bagian hitam mata 29 h. Perlahan kelopak mata dilepas dan mata ditutup untuk sesaat. a b Gambar 2.10 (a.kelopak mata dilepas, b. mata ditutup sesaat) 29 i. Hal yang sama dilakukan pada mata yang belum terpasang 28. 16

2. Ketrampilan Pelepasan Lensa Kontak Melepas lensa kontak memerlukan ketrampilan yang benar dan aman, ketrampilan melepas lensa kontak yang aman sebagai berikut 22 : a. Langkah pertama, disiapkan tempat lensa kontak dan tetesan mata. Gambar 2.11 Persiapan tempat lensa kontak dan tetes mata 29 b. Tangan dicuci dengan sabun dan sebelum melepas lensa kontak kontak 29 Gambar 2. 12 Tangan dicuci dengan sabun sebelum melepas lensa c. Tangan dikeringkan dengan handuk sebelum melepas lensa kontak Gambar 2.13 Tangan dikeringkan dengan handuksebelum melepas lensa kontak 29 17

d. Dengan perlahan kelopak mata bawah ditarik kearah bawah Gambar 2.14 Kelopak matasecara perlahan ditarik kebawah 29 e. Lensa kontak digeser kearah bawah, kebagian putih mata. Gambar 2.15 Lensa kontak digeserkebawah kebagian putih mata 29 f. Lensa kontak dicubit berlahan diantara ibu jari dan telunjuk Gambar 2.16 Lensa kontak dicubitdiantara ibu jari dan telunjuk 29 18

g. Lensa kontak dilepas Gambar 2.17 Lensa kontak dilepas 29 h. Lensa kontak diletakkan pada tempat yang sudah disediakan. Gambar 2.18 lensa kontak diletakkan pada tempatnya 29 i. Hal yang sama dilakukan pada mata yang belum dilepas 28 3. Ketrampilan Perawatan Lensa kontak Perawatan dan pemeliharaan lensa kontak adalah segi yang paling penting dalam pemakaian lensa kontak, karena dapat mempengaruhi keberhasilan pemakaian lensa kontak dan kepuasan pasien pada lensa kontak dan dapat mencegah dan mengurangi kontaminasi jasad renik, deposit 30. Pencucian lensa yang rutin dan baik dapat menurunkan perlekatan depositdan kista pada permukaan lensa. Membilas serta menggosok lensa kontak dengan solusi desinfektan lebih baik daripada hanya merendam karena dapat menurunkan perlekatan mikroba patogen. Studi terbaru menunjukkan penggunan solusi lensa kontak serbaguna pada pencucian 19

secara manual dengan menggosoknya lebih efektif untuk melepaskan lekatan deposit dan mikroba patogen dari lensa lunak bila dibandingkan dengan hanya membilasnya saja. 30 Langka-langka penting dalam perawatan lensa kontak yaitu perawatan atau pembersihan lensa dan pembersihan tempat lensa 30 : 1. Pembersihan lensa a. Tangan dicuci dengan sabun sebelum memegang lensa kontak Gambar 2.19 Tangan dicuci dengan sabun sebelum memegang lensa kontak 30 b. Tangan dikeringkan dengan handuk bebas serat Gambar 2.20Tangan dicuci dengan sabun sebelum memegang lensa kontak 30 20

c. Kotoran yang menempel dipermukaan lensa kontak dilepaskan Gambar 2.21 Kotoran yang menempel dipermukaan lensa dilepas 30 d. Lensa kontak dibilas dengan cairan multipurpose solution Gambar 2.22 Lensa kontak dibilas dengan cairan multipurpose solution 30 e. Lensa kontak diletakkan didalam tempat lensa f. Setiap mangkok tempat lensa diisi dengan cairan lensa kontak Gambar 2.23 Mangkok tempat lensa diisi cairan khusus lensa kontak 30 g. Lensa kontak di ditutup dan direndam semalaman 30 21

2. Pembersihan Tempat Lensa a. Tempat lensa dan tutup lensa dicuci dan dibilas dengan cairan multipurpose setiap hari b. Tempat lensa dan tutup lensadikeringkan setiap hari c. Tempat lensa dan tutup lensa disikat setiap minggu Gambar 2.24 Tempat dan tutup lensa dibersihkan dengan sikat 30 d. Setiap minggu tempat lensa dan tutup lensa dibilas dengan air hangat e. Tempat lensa diganti dengan yang baru maksimal setiap 2-3 bulan. E. Gangguan Kesehatan Mata Terkait Penggunaan Lensa Kontak Yanoff dalam bukunya Ophthalmology Fourth Edition menyebutkan ada tujuh belas komplikasi yang disebabkan oleh pemakaian lensa kontak adalah: (1) Giant Papillary Conjuctivities, (2) Super limbic keratoconjunctivitis, (3) Toxic And Allergic Reaction, (4) Corneal Staining And Superficial Punctate Keratitis), (5) Contack Lens-Induced Keratopathy), (6) Epi-thelial Mycrocists, (7) Mucinballs/Retro-lentral Debbris, (8) Superior Ephitelial Arcuate Lesions (Seals), (9) Tight Lens Syndrome, (10) Neuvascularization, (11) Corneal Edema/Hypoxia, (12) Contact-Lens Induced Acute Red Eye, (13) Inviltrative Keratitis, (14) Peripheral Corneal Infiltrates, (15) Mikrobial Keratitis, (16) Fungal Keratitis, (17) Achanthamoeba Keratitis 9. 22

Perubahan pada mata akibat pemakaian LKdiantaranya adalahsuperficial punctate keratitis, Mata merah akut, Reaksi alergi, Edema kornea Infiltrat Keratitis, peradangan pada kornea, Neovaskularisasi, Contact lens papillary conjunctivitis extended 18. 1. Superficial punctate keratitis (SPK) a. Terjadinya komplikasi kornea yang paling umum. Penyebab paling umum dari lensa kontak yang berhubungan solusi perawatan, penyebab lain meliputi mata kering, iritasi mekanis, hipoksia, sindrom lensa ketat, waktu pemakaian lensa kontak lebih lama dari waktu yang ditentukan 9. b. Gangguan pada permukaan kornea, disebabkan oleh lensa yang ketat, reaksi alergi,iritasi mekanik atau infeksi. Gejala-gejalanyaadalah 18. 1) Ketidaknyamanan seperti panas atau iritasi 2) Sensasi benda asing 3) Mata sedikit berair 4) Fotofobia (peka terhadap sinar/cahaya) Penanganannya adalah : 1) Pengurangan atau berhenti memakai lensa 2) Lubrikasi atau pemberian antibiotic c. Terjadinya peradangan kornea dari beragam penyebab ditandai dengan tersebar belang-belang, hilangnya epitel kornea atau kerusakan. Gejala kemerahan, mata berair, fotofobia (sensitive terhadap cahaya), dan sedikit menurun penglihatan 19. a b c Gambar 2.25 Reaksi Alergi disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9, 18, 19 23

2. Mata Merah Akut a. Contact-Lens Induced Acute Red Eye(CLARE) biasanya muncul sebagai respon inflamasi akut segmen anterior ditandai dengan konjungtiva berat & terutama hiperemia circumlimbal. Kedua diffuse & infiltrat subepitel focal hadir di kornea dengan infiltrat focal sering lebih padat di pinggiran setelah dibebaskan dari pembuluh darah limbal. Area kornea edema putih dan kabur yang menonjol, tetapi tidak berhubungan dengan cacat epitel yang signifikan 9. b. Akumulasi darah yang berlebihan biasanya di jaringan konjungtiva, disebabkan oleh pemakaian lensa yang berkepanjangan. Gejala-gejala adalah 18 : 1) Tingkat kesakitan yang berbeda 2) Fotofobia 3) Lakrimasi (mata berair) 4) Infiltrat di limbus Penanganan adalah: 1) Mengurangi pemakaian lensa 2) Merubah dengan lensa dengan jadwal ganti yang sering c. Infiltrasi kornea disebabkan memakai lensa kontak hydrogel pada saat tidur, pada saat bangun terjadi nyeri, sensasi benda asing, kemerahan dan berair 19. a b c Gambar 2.26 Mata Merah Akut disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9,18,19 24

3. Reaksi alergi a. Reaksi alergi adalahreaksi yang berlebihan ( hipersensitivitas) yang terjadi setelah paparan berulang terhadap zat antibody ( antigen ) sensitisasi 9. b. Peradangan dan iritasi pada jaringan mata, disebabkan oleh zat alergen yang berbeda seperti zat dari udara, makanan, pengawet larutan. Gejala-gejalanya adalah 18 : 1) Gatal 2) Sekret (berair, seperti serabut) Penanganan adalah: 1) Eliminasi zat ataubahan penyebab 2) Ganti dengan lensa jadwal ganti yang sering c. Terjadinya peradangan kornea dari beragam penyebab ditandai dengan tersebar belang-belang, hilangnya epitel kornea atau kerusakan. Gejala kemerahan, mata berair, fotofobia (sensitive terhadap cahaya), dan sedikit menurun penglihatan 19. a b c Gambar 2.27 Reaksi Alergi disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9, 18, 19 4. Edema Kornea a. Kornea tidak mendapatkan cukup oksigen. Ini adalah komplikasi yang paling umum dari lensa kontak, terutama pemakaian lensa kontak yang lama. Lensa kontak mengurangi suplai oksigen ke kornea, sehingga menyebabkan kornea membengkak 9. b. Akumulasi cairan yang berlebihan dalam kornea, disebabkan oleh penyaluran oksigen yang berkurang kekornea 18. Gejala-gejalaendema kornea adalah 18. 25

1) Penglihatan kurang sampai berkabut 2) Mata merah 3) Ketidaknyamanan setelah pelepasan lensa Penanganannya adalah : 1) Mengurangi jam pemakaian lensa 2) Mengganti lensa dengan lensa Dk/t tinggi Lensa kontak mengurangi paso kan oksigen ke kornea, sehingga kornea membengkak, hipoksia kronis dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai "kelelahan kornea syndrome, "atau CES 19. a 9, 18, 19 Gambar 2.28 Edema Kornea dari Pemakaian Lensa Kontak b c c 5. Infiltratif Keratitis a. Infiltratif Keratitis adalah peradangan pada kornea yang ditandai dengan infiltrat subepitel fokal dan difus dengan tanpa keterlibatan epitel. Infiltrat dapat terjadi di mana saja di kornea, tetapi biasanya di daerah limbal. Pasien dengan Infiltratif Keratitis melaporkan iritasi ringan sampai sedang, hiperemi ringan dan debit sesekali ringan 9. b. Infiltratif Kerakitis disebabkan oleh aksi toksin dari bakteri. Gejalanya antara lain terjadi kemerahan bagian bulbar (konjungtiva yang mencakup sklera di depan bola mata), kemerahan, peningkatan keluarnya air mata, iritasi mata yang kuat, dan kemungkinan bernanah, jaringan sekitar meradang dan terjadi pembekakan 25.Respon terhadap peradangan,disebabkan oleh bakteri, virus atau reaksi hipersentifitas. 26

Gejala-gejalaInfiltratif Kerakitis adalah 18 : 1) Tidak toleran dengan adaya lensa 2) Fotofobia 3) Mata merah 4) Penglihatan yang kemungkinan besar berkurang Penanganan adalah : 1) Sementara berhenti memakai lensa kontak 2) Antibiotik / steroid bila perlu ganti dengan lensa frequent replacement, daily wear 18 c. Infiltratif Kerakitis disebabkan oleh aksi toksin dari bakteri atau alergen seperti bahan pengawet. Gejala biasanaya nyeri selama pemakaian lensa, penanganannya menghentikan pemakaian lensa hingga infiltrasi teratasi sepenuhnya 19. a b c 19 Gambar 2.29 Infiltrative Keratitis disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9, 18, 6. Keratitis / Peradangan kornea a. Terjadinya infeksi kornea disebabkan mikroba (bakteri, virus, jamur atau amuba). Dalam memakai lensa kontak, biasanya didahului oleh kekurangan oksigen (hipoksia). Pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu yang lama rentan terjadinya Mikrobial Keratitis. Bakteri yang berhubungan dengan komplikasi ini disebut Pseudomonas aeruginosa 9. b. Peradangan dapat disebabkan oleh kekeringan, paparan terhadap zat racun atau infeksi karena mikroba, disebabkan oleh bakteri, fungi, protozoa, virus Akibat dari ketidakpatuhan dan cara tidak higenis 18. 27

Gejala-gejalaperadangan kornea adalah 18 : 1) Rasa sakit tingkat sedang sampai parah 2) Mata berair 3) Penglihatan buram 4) Fotofobia Penanganan termasuk 1) Terapi antibiotik dan kortikosteroid 2) Merubah ke sistim lensa diganti secara reguler, lensa harian c. Terjadinya peradangan kornea dari beragam penyebab ditandai dengan tersebar belang-belang, hilangnya epitel kornea atau kerusakan. Gejala kemerahan, mata berair, fotofobia (sensitive terhadap cahaya), dan sedikit m e n u r u n penglihatan 19. a b c 7. Neovaskularisasi a. Neovaskularisasi kornea adalah timbulnya pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan dari saraf limbal (Batas kornea dan putih mata) ke kornea, yang disebabkan oleh kekurangan oksigen dari udara 9. b. Pembentukan pembuluh darah ke dalam jaringan avaskular (cornea), disebabkan oleh oksigen yang berkurang, lensa ketat dan kepekaan terhadap larutan, umumnya pasien tidak ada keluhan 18. Penanganan adalah : 1) Mengurangi jam pemakaian (EW ke DW; DWke pemakaian paruh waktu) 28

2) Memasang kembali dengan lensa Dk/t yang lebih tinggi (material dengan permeabilitas oksigen yang lebih tinggi atau lensa yang lebih tipis) c. Terjadinya pertumbuhan pembuluh baru dapat dilihat pada limbus dalam kasus hipoksia kronis yaitu kekurangan oksigen pada kornea yang disebabkan pemakaian lensa kontak yang sudah habis masa pakainya atau karena lensa kontak yang tebal, adanya pembengkakan pada kornea, sensitive bahan larutan pembersih lensa kontak 19. 8. Contact Lens Papillary Conjunctivitis (CLPC) a. Peradangan konjungtiva (membran yang jelas yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan menutupi bagian putih mata ),juga dikenali sebagai giant papillary conjunctivitis (GPC), GPC mengacu pada benjolan besar yang terbentuk di bawah kelopak mata. GPC adalah iritasi mata, bukan infeksi 9. a b c Gambar 2.31 Neovaskularisasi disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 19 b. Peradangan pada konjungtiva palpebradisebabkan oleh respon alergik terhadap deposit pada material lensa, sensitivitas terhadap cairan, iritasi mekanik atau lingkungan (hay fever) 18 Gejala-gejalanya adalah 18 : 1) Gatal setelah melepas lensa 2) Sekret 3) Penglihatan buram 4) Kenyamanan berkurang 5) Kelopak bengkak 9, 18, 29

Penanganannya adalah : 1) Merubah ke sistim lensa diganti secara reguler, lensa harian 2) Merubah sistim perawatan dan zat-zat kimiawi. c. Peradangan konjungtiva yang hipersensitivitasdari membran yang menutupi bagian dalam dan bagian putih mata 19. a b c 9, 18, 19 Gambar 2.32 Contact lens papillary conjunctivitis(clpc) Jason J. Nichols, Cs dalam Artikelnya yang berjudul Safety and Efficacy of Topical Azithromycin Ophthalmic Solution 1.0% in the Treatment of Contact Lens Related Dry Eye menjelaskan bahwa 50 % komplikasi yang disebabkan oleh pemakaian lensa kontak adalah iritasi mata, mata kekeringan, ketidaknyamanan, nyeri, dan kelelahan 31. F. Faktor Yang berhubungan dengan gangguan kesehatan mata Kepatuhan dan ketekunan mengikuti rekomendasi dokter atau RO dalam pemakaian dan perawatan lensa kontak menjamin keamanan dan kesehatan pasien. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa hanya sekitar 50 % dari orang-orang biasanya mengikuti perintah dokter mereka ketika datang ke Studi untuk resep kepatuhan. Ketidakpatuhan menyebabkan 125.000 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat 32 Pemeliharaan dan perawatan lensa kontak adalah hal yang paling penting dalam pemakaian lensa kontak, hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan dan kenyamanan bagi pasien dalam pemakaian lensa kontak. Kepatuhan pasien dan keberhasilan pemakaian lensa kontak tergantung pada pemilihan cara pemakaian lensa kontak kepada pasienagar memberikan kenyamanan, tajam 30

penglihatan dan ke amanan yang optimum, sebaliknya bila pemakai lensa kontak tidak melakukan perawatan dengan baik maka kenyamanan akan berkurang danresikokontaminasi, komplikasi dan infeksimeningkat. Pemilihan pemakaian lensa kontak tergantung pada beberapa faktor yaitu tipe lensa/jenis lensa, bahan lensa, gaya hidup dan kebutuhan khusus pasien 33 1. Jenis lensa kontak Semua jenis lensa kontak dapat menyebabkan gangguan pada mata berupa a. Mata merah (Red Eye) hal ini sebagai reaksi mata terhadap benda asing yang menempel dipermukaan mata. b. Perubahan pada epitel kornea mempengaruhi kestabilan tear film (Microcystic epitheliopathy) c. Terjadinya gelembung kecil pada kornea akibat pemakaian lensa kontak (Epithelial oedema) d. Lapisan tipis pada kornea melepuh (Endothelial blebs) e. Kejadian kronis pada endotel (Keratic precipitates) f. Perubahan ukuran dan bentuk lapisan sel endosel (Endothelial polymegethism & pleomorphism) 28 Gangguan tiap-tiap jenis lensa kontak dapat diuraikan sebagai berikut: a. Lensa kontak keras Kelemahan utama lensa kontak keras adalah bahan baku dari PMMA yang menyebabkan ketidak mampuan dalam mengirimkan oksigen dari udara ke kornea. Tanpa aliran oksigen penting ini yang menuju ke kornea menyebabkan gangguan berupa risiko terjadinya pembengkakan kornea, melenting dan komplikasi lainnya 32. Pemakaian jenis lensa kontak keras juga dapat mengakibatkanterjadinya gangguan pada pembuluh kornea (Corneal vessels), terjadinyaperadangan pada membran yang menutupi putih mata (papillary conjunctivitis) 32. b. Lensa kontak lunak Lensa kontak lunak dapat di katakan memiliki beberapa sifat seperti sponge (karet busa) yang mengandung air dan pori-pori molekularnya 31

dapat di lalui air dengan bebas sehingga memungkinkan deposit terjadi didalam dan diluar lensa, ketika lapisan-lapisan deposit terus bertumpuk terjadilah perubahan struktural dalam proteinnya dan lama kelamaan mengalami denaturasi, yang dapat menimbulkan reaksi alergi dan terjadinya infeksi pada mata 32. Pemakain lensa kontak lunak dapat mengakibatkan gangguan mata berupa abrasi, komplikasi setelah pemakaian lensa kontak lunak dimana karakteristik dasar dari bagian melengkung menutup bagian kelopak mata atas (superior arcuate epithelial lesion), terjadinya kegelapan dibagian kornea depan (Anterior corneal opacity), terjadi jaringan saraf yang akut (Acute epithelial necrosis), gangguan pembuluh kornea (Corneal vessels), gangguan pembuluh kornea (Corneal warpage), gangguan pada kedua kornea (Posterior corneal opacity),lensa kontak dianggap sebagai zat yang menimbulkan abrasi (Toxicity),terjadinya abrasi maupun alergi pada mata (Toxicity/allergy), peradangan streril kornea bagian depan (Sterile keratitis), gangguan terkait papiler peradangan selaput mata (contact lens associated papillary conjunctivitis), terjadinya mata merah disebabkan lensa (Lens related red eye), terjdinya infeksi (Infection), berkurangnya penglihtan disebabkan kelengkungan kurva lensa (Inferior closure stain) 32. c. Lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) Lens Permukaan lensa RGP mempengaruhi keadaan klinis dimana silicon menghalangi air. Permukaan lensa RGP lebih cepat kering daripada jenis PMMA dan permukaannya yang mengikat air mata mengandung lipid kuat, tanpa adanya suplay air mata yang kuat dan berkesinambungan, lipid yang berada dibawah lensa akan melekat dipermukaan belakang lensa sehingga menyebabkan terjadinya gesekan selama berkedip yang disebut sensasi kekeringan dan sensasi berpasir 33. 32

Pemakain lensa kontak jenis RGP dapat mengakibatkan gangguan mata berupa mata abrasi, kegelapan kornea bagian depan (anterior cortneal opacity), jaringan saraf beku dan akut (Acute epithelial necrosis), gangguan pembuluh kornea (corneal warpage), gangguan pada kedua kornea (Posterior corneal), gangguan pembuluh kornea (Corneal vessels), kegelapan penglihatan (Opacity), mata merah terkait lensa (Lens related red eye), terjadinya infeksi (Infection), perubahan karakteristik kornea (Dellen), pewarnaan tiga dan sembilan jam ditandai mata merah atau kekeringan (three and nine o clock stain), berkurangnya penglihatan disebabkan kelengkungan kurva lensa(inferior closure stain), lesung tipis (Dimple veil), gangguan terkait papiler peradangan selaput mata (contact lens associated papillary conjunctivitis), terjadinya pembengkakan pada kornea (Epithelial oedem) 32 2. Kualitas Lensa Kontak a. Daya tahan (durability) lensa kontak Pemilihan produk lensa kontak yang tidak memenuhi kesesuaian dan spesifikasi (conformance to specifications)desain dengan daya tahan harian, bulanan, dan tahunan. Lensa kontak yang mempunyai daya tahan pemakaian yang lama adalah lensa kontak jenis RGP (Rigid Gas Permeable). Lensa RGP dapat kenyamanan jangka panjang dan daya tahan yang baik. Lensa RGP yang dirawat dengan baik dapat bertahan hingga lebih dari 2 tahun 16 b. Kinerja (performance) lensa kontak Bahan dasar (baku) untuk pembuatan lensa kontak menentukan manufaktur dan sifat karakteristiknya. Jenis lensa kontak keras dengan bahan dasar Metil metakrilat (MMA) memberikan kontribusi kekerasan dan kekuatan, lensa kontak lunak dengan bahan Silikon meningkatkan fleksibilitas dan permeabilitas gas melalui material silicon, oksigen, dan bahan dasar Hydroxyethyl metakrilat (HEMA) mudah menyerap air 26. 33

c. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap. Fitur produk merupakan keistimewaan tambahan pada produk lensa kontak yang dapat menarik perhatian pada pembeli, dapat meningkatkan kinerja produk lensa kontak, dan memberi keunggulan bersaing yang kuat pada produk lensa kontak di pasaran global 27. d. Keandalan (realibility) lensa. Keandalan merupakan ukuran kemungkinan suatu produk lensa kontak tidak akan mengalami suatu kerusakan atau gagal dalam suatu periode waktu tertentu, sehingga pembeli tidak akan ragu lagi membayar produk tersebut meskipun dengan harga yang tinggi 26. 3. Ketrampilan Pemakaian, Pelepasan, dan Perawatan Kebiasaan kebersihan yang baik menghasilkan lensa kontak yang aman, nyaman dan sukses pakai. Kebersihan adalah salah satu aspek yang paling penting dari penanganan dan merawat lensa kontak, dimulai dengan tangan yang bersih membantu untuk mengurangi kemungkinan mata infeksi dan iritasi pada mata 28. a. Ketrampilan pemakaian lensa kontak Cara memasang lensa kontak pada bola mata yang tidak memperhatikan tata cara pemakaian yang benar antara lain tidak mencuci tangan dan mengeringkannya dengan kain atau tisu yang bersih sebelum memegang lensa kontak dapat mengakibatkan infeksi pada kornea mata. Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan pembengkakan pada kornea mata 33. b. Ketrampilan pelepasan lensa kontak Cara melepas lensa kontak dari bola mata yang tidak memperhatikan tata cara pelepasan yang benar antara lain tidak mencuci tangan dan mengeringkannya dengan kain atau tisu yang bersih sebelum memegang lensa kontak dapat mengakibatkan iritasi pada kornea mata 32. 34

c. Ketrampilan perawatan lensa kontak Petunjuk untuk kebersihan dan penanganan lensa kontak harus diperhatikan dengan ketat. Lensa kontak yang tidak bersih menyebabkan infeksi pada kornea atau peradangan akut. Lensa kontak juga dapat menyebabkan rasa sakit dan terjadinya perubahan kornea superfisial 30. Lensa kontak dapat menimbulkan gangguan penyakit mata ketika 33 : 1) Epitel kornea digosok sehingga lecet yang mengakibatkan mata menjadi merah, dan terjadi noda pada kornea dengan fluorescein. 2) Posisi lensa tidak baik ( misalnya terlalu ketat dan terlalu longgar ) 3) Kelembaban kurang untuk menjaga lensa mengambang di atas kornea. 4) Lensa yang dipakai di lingkungan non ideal (misalnyakurang oksigen, berasap dan berangin). 5) Cara memasang dan melepas lensa tidak benar 6) Sebuah partikel kecil asing (misalnya jelaga, debu) menjadi terjebak antara lensa dan kornea. 7) Lensa yang dipakai untuk waktu yang lama (overwear syndrome). Pencucian lensa yang rutin dan baik dapat menurunkan perlekatan tropozoit dan kista pada permukaan lensa. Membilas serta menggosok lensa kontak dengan solusi desinfektan lebih baik daripada hanya merendam karena dapat menurunkan perlekatan mikroba pathogen 15. 35

G. Kerangka Teoritis dan Konseptual a. Kerangka Teoritis Kualitas Penggunaan Lensa Kontak Prosedur, Higiene (+) Jenis Ketidaknyamanan Tdk Prosedur, Higiene (-) Pemakaian Pelepasan Perawatan Gangguan Kesehatan Mata 1. Mata terasa panas 2. Mata terasa kering 3. Mata seperti kemasukan benda asing 4. Mata berair 5. Mata Merah 6. Mata gatal 7. Nyeri/perih 8. Infeksi kornea (kerakitis) 9. Iritasi Gambar 2.33 Kerangka Teori 14-33 b. Kerangka Konseptual Variabel Bebas Jenis Lensa Kontak Variabel Terikat Kualitas Lensa Kontak Gangguan Kesehatan Mata Ketrampilan Pemakaian Pelepasan dan Perawatan Lensa Kontak Gambar 2.34 Kerangka Konsep Penelitian 14-33 36

H. Hipotesis 1. Ada hubungan jenis lensa kontak dengan gangguan kesehatan mata 2. Ada hubungan kualitas lensa kontak dengan gangguan kesehatan mata 3. Ada hubungan ketrampilan dalam pemakaian, pelepasan dan perawatan lensa kontak dengan gangguan kesehatan mata 37