III. METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey

IV. METODOLOGI. Gambar 14. Peta Orientasi Lokasi Penelitian.

PERENCANAAN BEBERAPA JALUR INTERPRETASI ALAM DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TRI SATYATAMA

DAFTAR PUSTAKA. Heyne K. 1987a. Tumbuhan Berguna Indonesia I. Yayasan Sarana Wanajaya. Jakarta

3 METODE Jalur Interpretasi

3 METODE PENELITIAN. Waktu dan Lokasi

Gambar 3. Peta Orientasi Lokasi Studi

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan pendekatan spasial. Metode penelitian kuantitatif dapat

III METODOLOGI. Gambar 2. Peta lokasi penelitian.

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di sepanjang jalur ekowisata hutan mangrove di Pantai

PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

KONDISI UMUM Batas Geografis dan Administratif Situs Candi Muara Takus

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI. Peta Jawa Barat. Peta Purwakarta Peta Grama Tirta Jatiluhur. Gambar 2. Peta lokasi penelitian, Kawasan Wisata Grama Tirta Jatiluhur

Gambar 1 Lokasi penelitian.

3.2 Alat. 3.3 Batasan Studi

Gambar 4. Peta Lokasi Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei. Survei adalah

BAB III METODOLOGI 3.1. Tempat dan Waktu Studi

BAB III METODE PENELITIAN

Sistem Informasi Geografis (SIG) Geographic Information System (SIG)

Gambar 2. Lokasi Studi

METODOLOGI Waktu dan Tempat

BAB III METODOLOGI. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

METODE PENELITIAN. deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III. METODE PENELITIAN

Gambar 3.1 : Peta Pulau Nusa Penida Sumber :

PENILAIAN POTENSI OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM SERTA ALTERNATIF PERENCANAANNYA DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS PROVINSI JAMBI SIAM ROMANI

III. METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei - Juli Lokasi penelitian adalah di kawasan

Gambar 2 Peta lokasi penelitian.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab I Pendahuluan I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 TINJAUAN UMUM

III METODE PENELITIAN

PERENCANAAN BEBERAPA JALUR INTERPRETASI ALAM DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TRI SATYATAMA

PENGEMBANGAN KAWASAN HUTAN WISATA PENGGARON KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA TUGAS AKHIR

METODE PENELITIAN. Sumber: Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Depok (2010) Gambar 9. Peta Orientasi Wilayah Kecamatan Beji, Kota Depok

BAB I PENDAHULUAN. endangered berdasarkan IUCN 2013, dengan ancaman utama kerusakan habitat

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

III. METODE PENELITIAN. ilmu geografi, dalam rangka memperoleh pengetahuan yang benar (Widoyo Alfandi,

IV. TATA CARA PENELITIAN. Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul dan Desa Banaran, Kecamatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dasar yang ada di Kabupaten Boalemo dengan jumlah sekolah 141 unit.

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Kabupaten Mojokerto secara topografis terletak di sepanjang Sungai Brantas hingga dataran tinggi di lereng Pegunungan Penanggungan dan Welirang dan

PERENCANAAN PROGRAM INTERPRETASI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT ADAM FEBRYANSYAH GUCI

INVENTARISASI DAN ANALISIS HABITAT TUMBUHAN LANGKA SALO

III METODOLOGI. Desa Ketep. Gambar 2. Peta Lokasi Penelitian. Tanpa Skala

III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. secara topografik dibatasi oleh igir-igir pegunungan yang menampung dan

BAB III BAHAN DAN METODE

PEMETAAN POHON PLUS DI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT DENGAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. Oleh MENDUT NURNINGSIH E

IV. METODOLOGI 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jan

KAJIAN PROSPEK DAN ARAHAN PENGEMBANGAN ATRAKSI WISATA KEPULAUAN KARIMUNJAWA DALAM PERSPEKTIF KONSERVASI TUGAS AKHIR (TKP 481)

Gambar 12. Lokasi Penelitian

METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian

METODE PENELITIAN. Tempat dan Waktu

REKLAMASI PANTAI DI PULAU KARIMUN JAWA

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI. Gambar 14. Peta Lokasi Penelitian (Sumber: Data Kelurahan Kuin Utara) Peta Kecamatan Banjarmasin Utara. Peta Kelurahan Kuin Utara

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pengembangan pariwisata menduduki posisi yang sangat penting setelah

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. : Wilayah Kabupaten Cianjur. : Wilayah Kabupaten Sukabumi

METODOLOGI. Tempat dan Waktu

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif.

BAB III METODOLOGI. 3.1 Waktu dan Lokasi penelitian

BAB III TINJAUAN LOKASI DAN WILAYAH

Jurnal Geodesi Undip Oktober 2013

IV KONDISI UMUM TAPAK

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa

IV. KONDISI UMUM 4.1 Letak Geografis dan Aksesibilitas

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Gambar 2. Peta Lokasi Penelitian Desa Mulo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta (Sumber: Triple A: Special Province of Yogyakarta)

BAB IV METODE PENELITIAN

Manfaat METODE. Lokasi dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Ruang Lingkup Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN

Gambar 2 Tahapan Studi

Perencanaan Jalur Interpretasi Alam Menggunakan Sistem Informasi Geografis

BAB III METODOLOGI. Gambar Peta Lokasi Tapak

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari Februari 2014 di

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Fisiografi

BAB I PENDAHULUAN. merupakan modal dasar bagi pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan

BAB III METODOLOGI. Gambar 8 Peta Lokasi Penelitian (Sumber:

METODOLOGI. Gambar 2. Peta orientasi lokasi penelitian (Sumber: diolah dari google)

MODEL AMBANG BATAS FISIK DALAM PERENCANAAN KAPASITAS AREA WISATA. Abstrak

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P.19/Menhut-II/2004 TENTANG KOLABORASI PENGELOLAAN KAWASAN SUAKA ALAM DAN KAWASAN PELESTARIAN ALAM

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat yang secara administratif

III. METODOLOGI. Gambar 3. Lokasi Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Yogyakarta terletak antara 70 33' LS ' LS dan ' BT '

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Padalarang

Transkripsi:

III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni - Agustus 2007, bertempat di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMB). Taman Nasional Gunung Merbabu secara geografis terletak pada 7 o 27 13 LS dan 110 o 26 22 BT dengan ketinggian mencapai ± 3.142 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu berada di dalam wilayah Kabupaten Magelang (sebelah Barat), Kabupaten Boyolali (sebelah Timur) dan Kabupaten Semarang (sebelah Utara), Propinsi Jawa Tengah. 3.2. Bahan dan Alat Bahan dan alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah lain peta-peta tematik kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, baik dalam bentuk dijital maupun print out, alat tulis, kamera, GPS (Global Positioning System) Receiver, teropong, buku-buku pengenal jenis flora dan fauna, perangkat keras berupa komputer beserta perangkat lunak pendukungnya. 3.3. Jenis Data yang Dikumpulkan Data yang diambil dalam pelaksanaan penelitian ini dikelompokkan menjadi dua jenis,yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah seluruh data yang diperoleh dari kegiatan pemeriksaan (verifikasi), pengamatan di lapangan dan wawancara, sedangkan data sekunder meliputi seluruh informasi yang berhubungan dengan penelitian. 3.4. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : 3.4.1. Metode ini bertujuan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Data yang diperlukan tersebut antara lain berupa informasi mengenai kawasan seperti Rencana Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Gunung Merbabu, peraturan/regulasi yang berkaitan dengan kawasan taman nasional dan pemanfaatannya, peta-peta tematik kawasan, aksesibilitas, data flora dan fauna, tipe ekosistem, obyek alam lainnya, data keadaan kawasan seperti iklim, curah hujan, data jumlah pengunjung dan pendaki, sarana dan prasarana

27 interpretasi alam, serta sejarah, ritual maupun mitos yang berkembang di tengah masyarakat sekitar kawasan. 3.4.2. Pemeriksaan (verifikasi) dan Pengamatan Langsung Metode ini bertujuan untuk memeriksa kesesuaian (verifikasi) antara data sekunder yang diperoleh dengan kondisi kenyataan di lapangan, sekaligus untuk mengamati dan mencatat segala sesuatu yang dapat dipergunakan dalam penyusunan skenario interpretasi alam. Kegiatan pemeriksaan dan pengamatan langsung ini juga bertujuan untuk merekam track jalur dan koordinat posisi flora fauna dan objek yang menarik dengan menggunakan GPS Receiver. a. Verifikasi jalur pendakian dan non pendakian Data jalur pendakian dan non pendakian hasil studi literatur maupun wawancara dengan pendaki, petugas Perhutani dan masyarakat setempat diverifikasi keberadaan, kondisi, dicatat karakteristik dan waktu tempuhnya. Track jalur-jalur tersebut dicatat dengan alat GPS Receiver. b. Verifikasi Flora Verifikasi dilakukan di sepanjang jalur pendakian dan jalur non pendakian TNGMB untuk mendata keberadaan dan jenis-jenis flora berdasarkan data hasil studi literatur. Pencatatan koordinat posisi dengan alat GPS Receiver dilakukan pada lokasi-lokasi yang terdapat jenis-jenis flora yang penting/khas/langka atau ekosistem yang menarik. Bagi jenis-jenis flora yang penting/khas/langka dilakukan pencatatan untuk studi lanjutan tentang manfaat/kegunaan serta perannya dalam ekosistem. Pengenalan jenis di lokasi/lapangan dilakukan bersama pengenal jenis dari Balai KSDA Jawa Tengah. c. Verifikasi Fauna Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui potensi fauna terkini di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu di sepanjang jalur pengamatan (jalur pendakian maupun jalur non pendakian) dan membandingkannya dengan data dari hasil studi literatur. Data yang diambil dalam kegiatan ini antara lain : nama jenis, waktu penjumpaan dan lokasinya. Titik perjumpaan dicatat dengan alat GPS Receiver. Waktu pengamatan dilakukan pada siang hari (pukul 06.00 WIB - 18.00 WIB). d. Verifikasi sarana dan prasarana interpretasi alam Sarana dan prasana interpretasi alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu diverifikasi keberadaan dan lokasinya dalam kegiatan ini.

28 sarana dan prasarana interpretasi alam direkam posisinya dengan alat GPS Receiver. e. Verifikasi obyek-obyek alam dan fenomena alam yang menarik Pengamatan dilakukan untuk verifikasi keberadaan obyek-obyek alam dan fenomena alam yang terdapat di kawasan seperti mata air, sungai dan sebagainya. obyek-obyek alam dan fenomena alam yang menarik kemudian dicatat dengan alat GPS Receiver. f. Pengamatan Aspek Sosial Budaya Dalam kegiatan ini dilakukan pengamatan kesiapan masyarakat di sekitar jalur pendakian dan non pendakian terhadap aktivitas wisata alam pada umumnya dan interpretasi alam pada khususnya. Pelaksanaan kelima verifikasi dilakukan secara bersamaan. Dalam kegiatan verifikasi tersebut juga dilakukan pengambilan dokumentasi (foto) jalurjalur pendakian dan non pendakian, flora fauna, sarana dan prasarana interpretasi alam yang ada serta obyek-obyek alam dan keindahan alam yang dijumpai. 3.4.3. Wawancara Metode ini dilakukan terhadap target responden tertentu untuk mendapatkan informasi mengenai pengetahuan responden terhadap aspek tertentu dari Taman Nasional Gunung Merbabu. Tabel 1 memperlihatkan target responden dan informasi yang ingin didapatkan. Tabel 1 Target responden dan informasi yang ingin didapatkan No. Target Responden Informasi yang diinginkan 1. Pendaki - Karakteristik pendaki - Kebutuhan / keinginan (demand) pendaki - Preferensi jalur pendakian - Alasan pemilihan jalur pendakian 2. Pengunjung - Karakteristik pengunjung - Kebutuhan / keinginan (demand) pengunjung 3. Pengelola TNGMB - Rencana pengembangan kawasan TNGMB di masa yang akan datang 4. Tokoh Masyarakat - Sejarah, ritual, mitos dan lain-lain yang berhubungan dengan kawasan TNGMB Kriteria dari target responden adalah sebagai berikut : 1. Pendaki Pendaki gunung yang memenuhi syarat sebagai responden di sini adalah pengunjung Taman Nasional Gunung Merbabu yang pernah melakukan

29 pendakian hingga puncak Gunung Merbabu melalui minimal 2 (dua) jalur yang berbeda, dengan pendakian yang terakhir dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan. Tabel 2 menunjukkan pengelompokkan umur responden pendaki gunung dapat dilihat pada. Tabel 2 Pengelompokan umur responden pendaki gunung No. Kelompok Umur (KU) Kisaran Umur 1. KU 1 < 15 tahun 2. KU 2 15-24 tahun 3. KU 3 25-35 tahun 4. KU 4 >35 tahun 2. Pengunjung Kriteria pengunjung di sini adalah orang yang memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu dengan tujuan berwisata, pendidikan atau penelitian; datang sendirian atau lebih; bermalam (berkemah) maupun tidak; tetapi tidak melakukan kegiatan pendakian sekalipun pendakian tersebut tidak dimaksudkan hingga sampai puncak. Tabel 3 menujukkan pengelompokan umur responden pengunjung dapat dilihat pada. Tabel 3 Pengelompokan umur responden pengunjung No. Kelompok Umur (KU) Kisaran Umur 1. KU 1 < 15 tahun 2. KU 2 15-24 tahun 3. KU 3 25-35 tahun 4. KU 4 >35 tahun 3. Pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu Yang dimaksud pengelola di sini adalah Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. 4. Tokoh masyarakat Responden ini terdiri dari warga desa-desa sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu yang dianggap sebagai sesepuh atau dihormati oleh masyarakat dan mengetahui sejarah dan mitos yang terdapat di Gunung Merbabu. Daftar pertanyaan atau kuesioner bagi masing-masing target responden dapat dilihat pada lampiran.

30 Tabel 4 Data yang diperlukan dan metode pengambilannya No. Data Jenis Metode Data Pengambilan 1. RPTN TNGMB Sekunder 2. Peta tematik kawasan Sekunder 3. Jalur pendakian dan non pendakian Sekunder Verifikasi 4. Data flora dan fauna Sekunder Verifikasi 5. Tipe ekosistem Sekunder Verfikasi 6. Obyek alam lainnya Sekunder Verfikasi 7. Sejarah kawasan Sekunder 8. Aksesibilitas Sekunder 9. Sarana dan prasarana Interpretasi Alam Sekunder Verfikasi 10 Jumlah pengunjung Sekunder Perum Perhutani 11. Karakteristik pengunjung Wawancara dan pendaki 12. Kebutuhan / keinginan Wawancara pengunjung dan pendaki 13. Preferensi jalur pendakian Wawancara 14. Alasan pemilihan jalur Wawancara 15. Sejarah, ritual dan mitos Wawancara Tokoh masyarakat 3.5. Metode Analisis Data Setelah tahap pengumpulan dan verifikasi data, dilakukan pengolahan data dengan tahap : analisis data dan sintesis data yang sekaligus merupakan penyusunan perencanaan interpretasi alam. 3.5.1. Analisis Data Dalam tahap ini dilakukan pengolahan terhadap data yang berhasil dikumpulkan. Data-data potensi sumberdaya alam, pengunjung dan sebagainya kemudian diuraikan dan dianalisa sesuai dengan kriteria masing-masing. Analisis yang dilakukan antara lain sebagai berikut : a. Analisis jalur pendakian dan non pendakian serta kondisi dan potensi sumberdaya alam Posisi spasial track jalur pendakian maupun non pendakian, flora, fauna dan obyek alami lainnya yang tercatat dalam GPS Receiver dipindahkan ke dalam komputer dengan perangkat lunak GPS Utility. Kondisi jalur dan sumber daya alam dianalisis untuk bahan pertimbangan perencanaan interpretasi alam. Manfaat/kegunaan, peran serta informasi penting lain dari ekosistem, flora dan fauna yang penting/unik/langka dicari melalui studi literatur sebagai bahan perencanaan interpretasi alam.

31 b. Analisis karakteristik pengguna (pendaki dan pengunjung) Data hasil wawancara yang telah dilakukan selanjutnya diuraikan dengan statistik deskriptif untuk mendapatkan karakteristik pendaki dan pengunjung, seperti komposisi (umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan), preferensi terhadap obyek/sumberdaya alam tertentu serta kebutuhan/keinginan tertentu dalam melakukan kegiatan interpretasi alam. c. Analisis preferensi penggunaan jalur pendakian Hasil kuesioner terhadap pengguna jalur pendakian (dalam hal ini adalah para pecinta alam di kota/kabupaten sekitar Taman Nasional Gunung Merbabu) dianalisis dengan statistik deskriptif untuk mendapatkan jalur yang menjadi preferensi, kemampuan menjelajah alam, waktu tempuh pada jalur pendakian, preferensi terhadap obyek/sumberdaya alam tertentu serta kebutuhan/keinginan tertentu dalam melakukan kegiatan interpretasi alam. d. Analisis sejarah dan mitos Data mengenai sejarah dan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu dianalisis potensinya untuk digunakan dalam perencanaan interpretasi alam. e. Analisis pengembangan interpretasi alam pada jalur pendakian dan non pendakian Data kondisi dan potensi biofisik jalur-jalur yang telah dikumpulkan dan dianalisis pada tahap-tahap sebelumnya dianalisis kemungkinan atau potensinya untuk dikembangkan menjadi jalur interpretasi alam. f. Analisis Aspek Sosial Budaya Aspek sosial budaya masyarakat di sekitar jalur pendakian dan non pendakian dianalisis untuk menilai kesiapannya dalam menghadapi pengembangan wisata alam dan interpretasi alam. Perangkat lunak ArcView GIS 3.3. digunakan untuk melakukan penampalan (overlay) pada peta dijital terhadap berbagai data yang diperoleh dari tahap sebelumnya, seperti jalur pendakian dan non pendakian yang diverifikasi, flora dan fauna serta obyek lainnya, sehingga dapat diketahui posisinya secara geografis, kondisi topografi, posisi pada zonasi kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu dan berbagai informasi lainnya.

32 3.5.2. Sintesis Data Tahap ini merupakan tahap penggabungan antara potensi sumber daya yang tersedia (supply) di jalur-jalur yang telah diverifikasi dengan kebutuhan/keinginan (demand) pengguna untuk selanjutnya dipilih alternatif interpretasi alam. Data yang telah dikumpulkan dan dianalisis pada tahap-tahap sebelumnya seperti kondisi dan potensi biofisik jalur serta preferensi atau kebutuhan/keinginan (demand) pendaki dan pengunjung dalam melakukan kegiatan interpretasi alam diubah menjadi atribut dalam perangkat lunak ArcView GIS 3.3. Sarana Query Builder yang tersedia di ArcView GIS 3.3. digunakan untuk mendapatkan jalur-jalur yang terpilih untuk dikembangkan sebagai jalur interpretasi alam dengan menggabungkan antara kondisi jalur dan preferensi pengguna. Selanjutnya dibuat peta rencana jalur-jalur interpretasi alam dari jalur-jalur yang telah terpilih dengan menggunakan Query Builder tersebut di atas. Rencana jalur-jalur interpretasi alam tersebut dapat dikembangkan oleh pengelola kawasan menjadi berbagai program interpretasi alam yang sesuai ketersediaan obyek interpretasi, sarana dan prasarana pemanduan yang akan dibangun, serta sesuai jumlah personil dan tujuan yang ingin dicapai dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Gambar 3 memperlihatkan bagan alir proses penelitian ini.

33 POTENSI TN GUNUNG MERBABU INVENTARISASI DATA () FISIK BIOLOGIS SOSIAL BUDAYA - Mata air - Sungai - Gua - Jalur, dll - Flora - Fauna - Tipe Ekosistem, dll - Sejarah - Mitos - Ritual - Kesiapan, dll INVENTARISASI DATA (Wawancara) VERIFIKASI DATA SINTESA DATA Peta Dasar - Topografi - Zonasi TN - Sungai - Jalan, dll - Karakteristik pengunjung & pendaki ANALISIS - Kebutuhan pengunjung DATA & pendaki - Preferensi penggunaan jalur pendakian - Sejarah, mitos & ritual Kebijakan TNGMB PETA RENCANA BEBERAPA JALUR INTERPRETASI ALAM DI TNGMB Gambar 3 Bagan alir proses penelitian Perencanaan Beberapa Jalur Interpretasi Alam di Taman Nasional Gunung Merbabu dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis