BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Desain dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental). Eksperimen semu merupakan penelitian yang mengembangkan eksperimen murni (true experimental). Penelitian ini menggunakan dua kelas. Kelas pertama sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas kedua sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yaitu kelas yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Sedangkan kelompok kontrol yaitu kelas yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Kedua kelompok selanjutnya dievaluasi untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dari dua model pembelajaran tersebut ditinjau dari hasil belajar dalam pembelajaran IPA pada kedua kelas tersebut. 3.1.2 Desain Penelitian Penelitian eksperimen semu ini menggunakan desain pretes-posttes tak ekuivalen yang dikemukakan oleh John W. Best 1997 (dalam Arifin, 2012: 88). Desain ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kelas yang ada, yang kira-kira homogen kondisi kelasnya. Terdapat pretes dan posttes dan adanya tindakan pada masing-masing kelompok dengan perlakuan atau cara yang berbeda. O 1 X O 2 O 3 X O 4 Gambar 3.1. Desain pretes-posttes tak ekuivalen dari John W. Best 1997 (dalam Arifin, 2012: 88) 35
36 Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen dan kontrol akan diukur hasil belajarnya terlebih dahulu untuk uji kesetaraan atau homogen, kemudian pada kelas eksperimen akan diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran problem based learning dan kelas kontrol akan diberikan perlakuan dengan model pembeljaran project based learning. Selanjutnya dilakukan posttest pada masingmasing kelompok/ kelas. Dari hasil posttest dapat diketahui hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen problem based learning dan kelompok kontrol project based learning setelah mendapat perlakuan. Desain atau rancangan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Rancangan Penelitian Kelas/ Kelompok Kondisi Awal Perlakuan Kondisi Akhir Eksperimen O 1 X 1 O 2 Kontrol O 3 X 2 O 4 Keterangan: X 1 X 2 O 1 O 2 O 3 O 4 : model pembelajaran Problem Based Learning : model pembelajaran Project Based Learning : Pretest kelompok eksperimen : Posttest kelompok eksperimen : Pretest kelompok kontrol : Posttest kelompok kontrol 3.1.3 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas IVA dan kelas IVB, SD Negeri Plumbon 01, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Alasan yang menjadi pertimbangan peneliti memilih kedua kelas tersebut adalah karena kedua kelas tersebut berada dalam satu SD paralel. Selain itu, dari keterangan masing-masing guru kelas pada saat dilakukan observasi sebelum pemberian tindakan oleh peneliti, diketahui bahwa kedua kelas hampir memiliki prestasi akademik dan jumlah siswa yang sama. Dari hasil observasi, peneliti berpendapat bahwa kedua
37 kelas tersebut akan berpeluang memiliki tingkat varians data yang sama sehingga dapat dikatakan homogen. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2016 sampai dengan bulan April 2016 dan dilakukan secara bertahap. Adapun tahapannya meliputi: 1. Tahap persiapan Tahap ini mencakup judul, pembuatan proposal, pembuatan instrumen, permohonan ijin serta survey di sekolah yang direncanakan sebagai tempat penelitian. 2. Tahap pelaksanaan Tahap ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah yang meliputi uji coba instrumen, pelaksanaan penelitian dan pengambilan data. 3. Tahap penyusunan Pada tahap ini ada tahap pengelolaan data dan konsultasi yang diikuti penyusunan laporan serta persiapan ujian. 3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.2.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian menurut Sugiyono (2010: 2) pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yang dilambangkan dengan X dan variabel terikat yang dilambangkan dengan Y. Variabel bebas menurut Sugiyono (2010: 4) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Menurut Slameto (2015: 198) variabel bebas atau independent adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain. Sedangkan menurut Soesilo (2015: 41) pada umumnya diartikan sebagai suatu kondisi atau nilai yang jika muncul maka akan memunculkan (mengubah) kondisi atau nilai yang lain. Variabel bebas tersebut berupa treatmen (perlakuan)
38 yang akan dikenakan pada subjek penelitian untuk dinilai dampaknya (hasil perubahannya). Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (X 1 ) dan model pembelajaran Project Based Learning (X 2 ). Variabel terikat menurut Sugiyono (2010: 4) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Menurut Slameto (2015: 198) adalah variabel yang timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas. Sedangkan menurut Soesilo (2015: 42) merupakan suatu kondisi atau nilai yang muncul sebagai akibat adanya variabel bebas. Variabel terikat berupa informasi (data) tentang perubahan diri subjek sebagai reaksi subjek terhadap keberadaan variabel bebas tersebut. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA (Y). 3.2.2 Definisi Operasional Judul penelitian ini adalah Perbedaan Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Ditinjau Dari Hasil Belajar Dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SD N Plumbon 01 Semester II Tahun Ajaran 2015/2016, maka definisi operasional yang perlu dijelaskan, yaitu: 1. Model Pembelajaran Problem Based Learning Model pembelajaran Problem Based Learning adalah model pembelajaran dengan menggunakan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai dasar untuk merangsang dan mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam menemukan informasi, memecahkan masalah dan membangun pengetahuannya sendiri sesuai dengan materi dan kegiatan pembelajaran. Guru dapat membimbing siswa untuk mengorganisasi kegiatan belajar yang akan dilakukan berhubungan dengan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. Setelah itu, peserta didik mulai melakukan penyelidikan dengan bimbingan guru untuk memecahkan masalah dan mengembangkan atau menyajikan hasil karya berdasarkan pemecahan masalah. Hasil karya dapat berupa laporan yang nantinya akan dievaluasi bersama dengan Guru. Dalam pembelajaran menggunakan model problem based learning dapat
39 merangsang siswa untuk bertindak aktif melalui penyelidikan pemecahan masalah. 2. Model Pembelajaran Project Based Learning Model pembelajaran Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menuntun siswa untuk bertindak aktif dan berpikir kritis untuk mampu memecahkan masalah atau menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan masalah atau kehidupan nyata sehari-hari dan menciptakan suatu karya nyata yang berguna bagi diri sendiri atau orang lain sesuai tingkat usia atau kemampuan siswa. Siswa dapat diarahkan untuk merencanakan langkah-langkah dalam penyelesaian proyek dan menyusun jadwal pelaksanaan proyek. Selanjutnya siswa dapat menyelesaikan proyek dengan pencarian informasi serta bimbingan guru untuk selanjutnya dapat mempublikasikan hasil penyelesaian tugas yang telah dilakukan. Dalam kegiatan mengkomunikasi akan dilakukan evaluasi bersama guru. Kegiatan pembelajaran ini dapat merangsang siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri dari aktifitas yang telah dilakukan. 3. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil atau bukti keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang sengaja dirancang berupa perubahan tingkah laku atau kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Hasil belajar sendiri meliputi pemahaman konsep (aspek kognitif), ketrampilan proses (aspek psikomotor), dan sikap siswa (aspek afektif). Namun, pada penelitian ini hasil belajar yang diteliti adalah hanya aspek kognitif. 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi menurut Sugiyono (2010: 61) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/ subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek
40 yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD N Plumbon 01 yang meliputi kelas IVA dan IVB yang masing-masing berjumlah 20 siswa. Pengertian sampel sendiri menurut Sugiyono (2010: 62) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling jenis sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel ini dipilih karena jumlah populasi yang relatif kecil. Sampel penelitian ini adalah kelas IVA dan IVB SD N Plumbon 01. Pertimbangan ini diambil atas dasar ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat yang dimaksud adalah memilih dua kelompok yang memiliki nilai rata-rata yang seimbang pada mata pelajaran IPA dengan cara uji homogenitas. Berikut ini disajikan tabel data siswa kelompok eksperimen dan kontrol sebagai sampel penelitian. Tabel 3.2 Data Siswa Kelas IV Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kelas Kelompok Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan Jumlah Siswa IV A IV B Eksperimen (SD N Plumbon 01) 10 10 20 Kontrol 9 11 20 (SD N Plumbon 01) Jumlah 19 21 40 Penelitian ini juga memiliki prosedur rancangan penelitian yang didalamnya terdapat kegiatan uji kesetaraan guna mengetahui apakah terdapat kesamaan diantara subyek penelitian tersebut. Prosedur rancangan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Membuat RPP dan kisi-kisi tes sesuai dengan materi dan SK KD yang akan diteliti. 2. Menyusun instrumen tes uji coba berdasar kisi-kisi yang telah dibuat baik pretest maupun posttest.
41 3. Mengujicobakan instrumen tes uji coba pretest dan posttest yang berbentuk pilihan ganda. 4. Menganalisis data hasil instrumen tes uji coba pada kelas uji coba untuk mengetahui validitas dan reabilitas instrumen. 5. Memilah butir soal atau instrumen yang valid untuk digunakan dalam pelaksanaan pretest dan posttest. 6. Memberikan pretest pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. 7. Peneliti juga melakukan uji normalitas, uji homogenitas serta uji t dari hasil pretest kedua kelas untuk mengetahui keadaan awal kedua kelompok. 8. Memberi perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesuai RPP yang telah dibuat. 9. Memberi posttest kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 10. Menganalisis hasil belajar yang diperoleh dari posttest melalui uji normalitas, uji homogenitas serta uji t. 11. Menyusun laporan hasil penelitian. Tabel mengenai data deskriptif statistik nilai pretest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang meliputi nilai maksimal, nilai minimal, nilai rata-rata dan standar deviasi nilai hasil belajar IPA disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 3.3 Analisis Deskriptif Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol SD N Plumbon 01 Tahun Ajaran 2015/2016 N Statis tic Mini Mum Descriptive Statistics Maxi Mum Sum Mean Std. Deviation Statis tic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic EKSPERI MEN 20 60 85 1445 72.25 1.720 7.691 KONTROL 20 55 85 1420 71.00 1.940 8.675
42 Tabel 3.3 menunjukkan bahwa nilai pretest kelompok eksperimen dengan jumlah data (N) sebanyak 20 anak mempunyai nilai minimum 60 dan nilai maksimum 85. Sedangkan mean pada kelompok eksperimen yaitu 72,25 dan standart deviation yaitu 7,691. Sedangkan hasil belajar IPA kelompok kontrol dengan jumlah data (N) sebanyak 20 mempunyai nilai minimum 55 dan nilai maksimum 85. Kelompok kontrol mempunyai mean yaitu 71,00 dan standart deviation yaitu 8,675. 3.4 Teknik dan Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data tentang hasil belajar siswa. Untuk mengumpulkan data dan keterangan-keterangan yang diperlukan peneliti menggunakan teknik pengumpulan data tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Jenis tes yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes tertulis berbentuk pilihan ganda. Teknik pengumpulan data nontes menggunakan instrumen observasi yang digunakan untuk mengetahui tindakan atau kegiatan pembelajaran dan sintaks model pembelajaran yang dilaksanakan guru serta aktivitas atau kegiatan siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. 3.4.2 Pengumpulan Data 3.4.2.1 Observasi Observasi digunakan untuk mengetahui apakah pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan sintaks dan rencana pembelajaran. Observasi dilakukan pada kedua kelompok saat pembelajaran berlangsung. observasi yang digunakan adalah butir-butir pernyataan. Kelompok eksperimen di kelas IVA diobservasi berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran problem based learning dan kegiatan dalam RPP. Sedangkan kelompok kontrol di kelas IVB diobservasi berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran project based learning dan kegiatan dalam RPP. Selain tindakan guru, aktivitas siswa juga diobservasi untuk mengetahui keaktifan atau respon siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran yang digunakan. Berikut ini disajikan
43 tebel kisi-kisi lembar observasi tindakan guru dan aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan model problem based learning dan project based learning. Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi Tindakan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning No Aspek yang diamati Nomor Item Jumlah Instru men I Pra Pembelajaran Kesiapan, perlengkapan guru dan media pembelajaran 1, 2 2 2. Kegiatan awal pembelajaran / Pendahuluan Melakukan koordinasi kelas 3 1 Melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran 4, 5, 6 3 Fase 1: Mengorientasikan peserta didik pada masalah yang akan dipecahkan Melakukan orientasi masalah dan memberi penjelasan 7, 8 2 3 Kegiatan Inti Eksplorasi Fase 2: Mengorganisasi dan membimbing untuk kegiatan belajar Mengorganisasi siswa untuk belajar 9, 10 2 Membimbing perencanaan pemecahan masalah 11, 12 2 Elaborasi Fase 3: Membimbing penyelidikan pemecahan masalah Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok 13, 14, 15 3 Fase 4: Membimbing penyelesaian dan penyajian hasil pemecahan masalah Membimbing siswa menyajikan hasil karya 16, 17 2 Konfirmasi Fase 5: Melakukan analisis dan penilaian dari pemecahan masalah Membahas penyelesaian masalah, memberikan saran dan tanggapan 4 Penutup Membuat kesimpulan dan penyampaian kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya 18, 19, 20, 21 4 22, 23 2 Mengelola waktu dan menutup kegiatan pembelajaran 24, 25 2 Jumlah 25
44 No Tabel 3.5 Kisi-kisi Observasi Aktivitas Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Aspek yang diamati Nomor Item Jumlah Instru men I Pra Pembelajaran Kesiapan, perlengkapan siswa ketika akan mengikuti pembelajaran 1, 2 2 2. Kegiatan awal pembelajaran / Pendahuluan Siswa menjawab salam dari guru 3 1 Siswa antusias dan menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan guru 4, 5, 6 3 Fase 1: Mengorientasikan peserta didik pada masalah yang akan dipecahkan Merespon dan aktif dalam merumuskan masalah 7, 8 2 3 Kegiatan Inti Eksplorasi Fase 2: Mengorganisasi dan membimbing untuk kegiatan belajar Tertib dan semangat mengikuti kegiatan kelompok 9, 10 2 Mampu memunculkan ide pemecahan masalah dan berkerjasama 11, 12 2 Elaborasi Fase 3: Membimbing penyelidikan pemecahan masalah Melakukan penyelidikan individual maupun kelompok 13, 14, 15 3 Fase 4: Membimbing penyelesaian dan penyajian hasil pemecahan masalah Membuat laporan dan melakukan presentasi 16, 17 2 Konfirmasi Fase 5: Melakukan analisis dan penilaian dari pemecahan masalah Mengkomunikasikan hasil pemecahan masalah berupa laporan dan saling bertukar pendapat 4 Penutup Membuat kesimpulan dan menyimak penyampaian kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya 18, 19, 20, 21 4 22, 23 2 Memanfaatkan waktu dengan baik dan menghormati guru 24, 25 2 Jumlah 25
45 Tabel 3.6 Kisi-kisi Observasi Tindakan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Project Based Learning No Aspek yang diamati Nomor Item Jumlah Instru men I Pra Pembelajaran Kesiapan, perlengkapan guru dan media pembelajaran 1, 2 2 2. Kegiatan awal pembelajaran / Pendahuluan Melakukan koordinasi kelas 3 1 Melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran 4, 5, 6 3 Fase 1: Menentukan proyek yang akan dikerjakan Menyampaikan tugas dan memberi penjelasan 7, 8 2 3 Kegiatan Inti Eksplorasi Fase 2: Membuat rencana kegiatan dalam penyelesaian proyek Mengelompokkan siswa secara heterogen 9 1 Membimbing siswa dalam perencanaan langkahlangkah penyelesaian tugas/ proyek 10 1 Fase 3: Menyusun jadwal aktivitas penyelesaian proyek Membimbing siswa menyusun jadwal/ tahapan urutan penyelesaian tugas/ proyek 11, 12 2 Elaborasi Fase 4: Menyelesaikan proyek sesuai rencana dan jadwal dengan bimbingan dan pengawasan guru. Membimbing siswa menyelesaikan tugas sesuai rencana 13 1 Membimbing pencarian informasi dan penyelesaian tugas 14, 15, 16 3 Fase 5: Menyusun dan melakukan presentasi hasil penyelesaian proyek. Membimbing penyusunan proyek dan melakukan 1 17 presentasi Konfirmasi Fase 6: Melakukan evaluasi pengalaman belajar dan hasil penyelesaian proyek Membahas penyelesaian tugas, memberikan saran 18, 19, 20, dan tanggapan 21 4 4 Penutup Membuat kesimpulan dan penyampaian kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya 22, 23 2 Mengelola waktu dan menutup kegiatan pembelajaran 24, 25 2 Jumlah 25
46 No Tabel 3.7 Kisi-kisi Observasi Aktivitas Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Aspek yang diamati Nomor Item Jumlah Instru men I Pra Pembelajaran Kesiapan, perlengkapan siswa ketika akan mengikuti pembelajaran 1, 2 2 2. Kegiatan awal pembelajaran / Pendahuluan Siswa menjawab salam dari guru 3 1 Siswa antusias dan menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan guru 4, 5, 6 3 Fase 1: Menentukan proyek yang akan dikerjakan Memperhatikan tugas dan menyimak penjelasan guru 7, 8 2 3 Kegiatan Inti Eksplorasi Fase 2: Membuat rencana kegiatan dalam penyelesaian proyek Siswa tertib berkelompok 9 1 Siswa merencanakan langkah-langkah penyelesaian tugas/ proyek 10 1 Fase 3: Menyusun jadwal aktivitas penyelesaian proyek Siswa aktif dan mampu menyusun jadwal/ tahapan urutan penyelesaian tugas/ proyek 11, 12 2 Elaborasi Fase 4: Menyelesaikan proyek sesuai rencana dan jadwal dengan bimbingan dan pengawasan guru. Siswa menyelesaikan tugas sesuai rencana 13 1 Siswa melakukan pencarian informasi dan 14, 15, 16 3 penyelesaian tugas Fase 5: Menyusun dan melakukan presentasi hasil penyelesaian proyek. Siswa melakukan presentasi 17 1 Konfirmasi Fase 6: Melakukan evaluasi pengalaman belajar dan hasil penyelesaian proyek Siswa mengkomunikasikan dan aktif bertukar pendapat dan memberi tanggapan hasil penyelesaian tugas 4 Penutup Membuat kesimpulan dan menyimak penyampaian kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya 18, 19, 20, 21 4 22, 23 2 Memanfaatkan waktu dengan baik dan menghormati guru 24, 25 2 Jumlah 25
47 3.4.2.2 Tes yang digunakan dalam penelitian ini selain observasi adalah instrumen tes berupa butir-butir soal. Tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar IPA ketika pretest maupun posttest adalah tes tertulis berupa tes objektif pilihan ganda. Prosedur yang harus ditempuh dalam penyusunan tes hasil belajar IPA ketika pretest maupun posttest adalah: (1) Menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang akan digunakan dalam penelitian sesuai dengan materi. (2) Menyusun kisi-kisi tes berdasarkan kompetensi dasar dan indikator. (3) Menyusun butir tes/ soal berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. (4) Melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen untuk menentukan soal yang akan digunakan. (5) Melakukan analisis tingkat kesukaran butir soal. Kisi-kisi instrumen tes hasil belajar IPA merupakan instrumen tes yang belum duji validitas. Uji validitas dilakukan dengan diujicobakan pada kelas di luar sampel/ subjek penelitian. pretes diuji cobakan di kelas 4 SD N Plumbon 02, sedangkan instrument posttest diuji cobakan di kelas 5 SD N Plumbon 02. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan untuk menguji instrumen setiap item soal yang nantinya akan diujikan pada sekolah yang menjadi sampel/ subjek penelitian yaitu kelas IVA dan IVB SD N Plumbon 01. Berikut ini disajikan tabel kisi-kisi instrument pretest dan posttest.
48 Tabel 3.8 Kisi-Kisi Pretest IPA Kelas Eksperimen (IVA) dan Kelas Kontrol (IVB) SD N Plumbon 01 Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2015/2016 Standar Kompetensi (SK) 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaan nya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar (KD) 8.1 Mendeskripsi kan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya Indikator 8.1.1 Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas. 8.1.2 Mengidentifikasi contoh kegiatan sehari-hari yang menggunakan energi panas. 8.1.3 Mengidentifikasi cara perpindahan panas. 8.1.4 Mengidentifikasi sumber-sumber bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar. 8.1.5 Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. 8.1.6 Mengidentifikasi sifat bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair dan gas. 8.1.7 Mengidentifikasi sifat bunyi dapat dipantulkan beserta jenisnya (bunyi pantul memperkuat bunyi asli, gaung, gema). 8.1.8 Mengidentifikasi sifat bunyi dapat diserap Nomor Item Instru men 1, 4, 5, 13, 22, 15, 21, 28, 30 Jumlah 5 4 2, 3, 11, 10 12, 19, 23, 24, 31, 32, 35 6, 8, 10 3 33, 38, 40 3 7, 9, 25, 26, 27, 29 14, 16, 17, 18, 20, 37 6 6 34, 36, 39 3 Jumlah 40
49 Tabel 3.9 Kisi-Kisi Posttest IPA Kelas Eksperimen (IVA) dan Kelas Kontrol (IVB) SD N Plumbon 01 Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2015/2016 Standar Kompetensi (SK) 11. Memahami hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat Kompetensi Dasar (KD) 11.1 Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan Indikator 11.1.1 Mengidentifikasi pengelompokan sumber daya alam. 11.1.2 Mengidentifikasi jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui 11.1.3Mengidentifikasi manfaat sumber daya alam yang dapat diperbaharui. 11.1.4Memberi contoh kegiatan yang dapat menghemat atau memelihara sumber daya alam yang dapat diperbaharui. 11.1.5Mengidentifikasi jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. 11.1.6Mengidentifikasi manfaat sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. 11.1.7 Memberi contoh kegiatan yang dapat menghemat atau memelihara sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Nomor Item 1, 7, 10, 13, 20, 27, 33 16, 18, 24, 31, 39 2, 6, 22, 29, 35, 36, 38 3, 8, 12, 25, 30 4, 9, 15, 21, 26 5, 11, 14, 23, 32, 34, 37 17, 19, 28, 40 Jumlah Jumlah 40 7 5 7 5 5 7 4
50 3.5 Uji 3.5.1 Uji Validitas Prosedur penyusunan tes yang telah dipaparkan sebelumnya menyatakan bahwa, setelah melakukan uji coba maka langkah selanjutnya adalah menghitung validitas. Menurut Sugiyono (2010: 348) menyatakan bahwa instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan menurut Gronlund 1985 (dalam Sukardi, 2008: 30) dapat diartikan sebagai ketepatan interpretasi yang dihasilkan dari skor atau instrumen evaluasi. Penggunaan instrumen yang valid diharapkan akan menghasilkan penelitian yang valid juga. Uji validitas instrument pretes diuji cobakan pada siswa kelas IV SD Negeri Plumbon 02 yang berjumlah 20 siswa. Sedangkan uji validitas instrument posttest diuji cobakan pada siswa kelas V SD Negeri Plumbon 02 yang juga berjumlah 20 siswa. Setelah instrumen diujikan kepada siswa, data yang diperoleh diuji menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Sesuai dengan nilai tabel r product moment Sugiyono (2010: 373) memaparkan bahwa instrumen yang diuji cobakan pada 20 siswa dapat dikatakan valid apabila correccted item total correlation-nya >0,444 dilihat dari taraf signifikan 5%. Langkah selanjutnya setelah dihitung atau diuji menggunakan SPSS maka hasil yang diperoleh dibandingkan dengan nilai signifikansi pada tabel yang telah ditentukan sebelumnya. Jika hasil r hitung lebih besar atau sama dengan (>) nilai r pada tabel maka butir soal yang diuji dinyatakan valid. Berikut ini disajikan tabel hasil perhitungan dari butir soal yang telah dinyatakan valid dan tidak valid.
51 Tabel 3.10 Data Validitas Pretest IPA Kelas Eksperimen (IVA) dan Kelas Kontrol (IVB) SD N Plumbon 01 Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2015/2016 Indikator Butir Valid Tidak Valid Butir yang Digunakan dalam Pretest 8.1.1 Mengidentifikasi sumbersumber energi panas. 1, 4, 5, 13, 22, 1, 4, 22, 5, 13-1, 4, 22 8.1.2 Mengidentifikasi contoh kegiatan sehari-hari yang menggunakan energi panas 15, 21, 28, 30 28, 30 15, 21 28, 30 8.1.3 Mengidentifikasi cara perpindahan panas. 2, 3, 11, 12, 19, 23, 24, 31, 32, 35 2, 3, 12, 24, 32 11, 19, 23,31, 35 2, 24, 32 8.1.4 Mengidentifikasi sumbersumber bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar. 6, 8, 10 8, 10 6 8, 10 8.1.5 Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. 33, 38, 40 38, 40 33 38, 40 8.1.6 Mengidentifikasi sifat bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair dan gas. 7, 9, 25, 26, 27, 29 7, 25, 26, 27 9, 29 7, 25, 27 8.1.7 Mengidentifikasi sifat bunyi dapat dipantulkan beserta jenisnya (bunyi pantul memperkuat bunyi asli, gaung, gema). 14, 16, 17, 18, 20, 37 16, 17, 18, 37 14, 20 16, 17, 18 8.1.8 Mengidentifikasi sifat bunyi dapat diserap 34, 36, 39 34, 36, 39-34, 39 Jumlah 40 27 13 20
52 Tabel 3.11 Data Validitas Posttest IPA Kelas Eksperimen (IVA) dan Kelas Kontrol (IVB) SD N Plumbon 01 Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2015/2016 Indikator Butir Valid Tidak Valid Butir yang Digunakan dalam Posttest 11.1.1 Mengidentifikasi pengelompokan sumber daya alam. 1, 7, 10, 13, 20, 27, 33 1, 20, 27 7, 10, 13, 33 1, 20, 27 11.1.2 Mengidentifikasi jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui 16, 18, 24, 31, 39 18, 31 16, 24, 39 18, 31 11.1.3 Mengidentifikasi manfaat sumber daya alam yang dapat diperbaharui. 2, 6, 22, 29, 35, 36, 38 2, 6, 29, 36, 38 22, 35 2, 6, 29, 36 11.1.4 Memberi contoh kegiatan yang dapat menghemat atau memelihara sumber daya alam yang dapat diperbaharui. 3, 8, 12, 25, 30 3, 8, 12, 25, 30-12, 30 11.1.5 Mengidentifikasi jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. 4, 9, 15, 21, 26 4, 9, 15, 21, 26-4, 15, 21, 26 11.1.6 Mengidentifikasi manfaat sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. 5, 11, 14, 23, 32, 34, 37 5, 11, 14, 34 23, 32, 37 5, 14, 34 11.1.7 Memberi contoh kegiatan yang dapat menghemat atau memelihara sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. 17, 19, 28, 40 19, 40 17, 28 19, 40 Jumlah 40 26 14 20 Hasil uji validitas instrumen uji coba pretest didapati 27 instrumen valid, namun, peneliti hanya mengambil 20 instrumen yaitu 1, 2, 4, 7, 8, 10, 16, 17, 18, 22, 24, 25, 27, 28, 30, 32, 34, 38, 39, 40. Selain uji coba pretest, instrumen uji
53 coba posttest yang dinyatakan valid ada 26 instrumen, akan tetapi peneliti hanya mengambil 20 instrumen yaitu 1, 2, 4, 5, 6, 12, 14, 15, 18, 19, 20, 21, 26, 27, 29, 30, 31, 34, 36, 40. 3.5.2 Uji Reliabilitas Langkah selanjutnya setelah melakukan uji validitas adalah melakukan uji reliabilitas. Reliabilitas (ajeg) tes adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil pengukuran yang konstan atau ajeg. Menurut Sukardi (2008: 43) menyatakan bahwa instrumen dikatakan memiliki nilai reliabilitas tinggi apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur. Tujuan dalam meghitung reliabilitas soal/ instrument adalah untuk mengetahui tingkat ketepatan dan keajegan. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes maka semakin tinggi pula keajegan atau ketepatannya. Uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0 for Windows, pengukuran uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Croncbrach Alpha. Koefisien reliabilitas berdasarkan nilai alfa menurut Wardani, dkk (2012: 346) adalah sebagai berikut: Tabel 3.12 Rentang Indeks Reliabilitas No Indeks Interpretasi 1 0,80 1,00 Sangat reliabel 2 < 0,80 0,60 Reliabel 3 < 0,60 0,40 Cukup reliabel 4 < 0,40 0,20 Agak reliabel 5 < 0,20 Kurang reliabel Tabel hasil perhitungan reliabilitas instrumen pretest dan posttest menggunakan SPSS 16.0 for Windows disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3.13 Uji Reliabilitas Pretest Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.924 20
54 Tabel 3.14 Uji Reliabilitas Posttest Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.936 20 Hasil uji reliabilitas instrumen yang telah dilakukan menunjukkan bahwa reliabilitas pretest maupun posttest memiliki interpretasi sangat reliabel karena nilai Croncbach Alpha pretest maupun posttest menunjukkan angka lebih dari 0,8 yaitu 0,924 begitupun dengan reliabilitas posttest yaitu 0,936. 3.5.3 Analisis Tingkat Kesukaran Analisis tingkat kesukaran dilakukan setelah uji validitas dan reliabilitas. Namun, semua instrumen uji coba baik uji coba pretest dan instrumen pretest harus mengalami beberapa perubahan nomor. Berikut merupakan tabel perubahan nomor dari instrument uji coba pretes maupun posttest ke nomor instrument pretest maupun posttest. Tabel 3.15 Perubahan Nomor dari Uji Coba Pretest ke Pretest Nomor Uji Coba Pretest Nomor Pretest Nomor Uji Coba Pretest Nomor Pretest 1 1 24 11 2 2 25 12 4 3 27 13 7 4 28 14 8 5 30 15 10 6 32 16 16 7 34 17 17 8 38 18 18 9 39 19 22 10 40 20
55 Tabel 3.16 Perubahan Nomor dari Uji Coba Posttest ke Posttest Nomor Uji Coba Posttest Nomor Posttest Nomor Uji Coba Posttest Nomor Posttest 1 1 20 11 2 2 21 12 4 3 26 13 5 4 27 14 6 5 29 15 12 6 30 16 14 7 31 17 15 8 34 18 18 9 36 19 19 10 40 20 yang telah dinyatakan valid dan digunakan dalam instrument pretest maupun posttest yang telah mengalami perubahan nomor kemudian dihitung indeks tingkat kesukarannya (P). Menurut Wardani, dkk (2012: 338) indeks tingkat kesukaran dapat dihitung dengan rumus berikut: B P = ---- N Keterangan: P = indeks tingkat kesukaran B N = jumlah peserta didik yang menjawab betul = jumlah peserta didik Rentang nilai tingkat kesukaran dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran butir soal. Tabel rentang nilai tingkat kesukaran menurut Aiken 1994 (dalam Wardani, dkk. 2012: 339) yaitu sebagai berikut: Tabel 3.17 Rentang Nilai Tingkat Kesukaran Rentang Nilai Tingkat Kesukaran 0,00 0,25 Sukar 0,26 0,75 Sedang 0,76 1,00 Mudah
56 Hasil analisis tingkat kesukaran instrumen uji coba pretest dan posttest yang telah disusun menjadi instrument pretest dan posttes dapat disajikan tabel tingkat kesukaran pada masing-masing instrumen sebagai berikut: Tabel 3.18 Tingkat Kesukaran Pretest Tingkat Kesukaran Nomor / Soal Jumlah Sukar 4, 8, 9, 11 4 Sedang 1, 5, 10, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 12 Mudah 2, 3, 6, 7 4 Jumlah 20 Tabel 3.19 Tingkat Kesukaran Posttest Tingkat Nomor / Soal Jumlah Kesukaran Sukar 4, 12, 13, 18 4 Sedang 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 14, 15, 16, 17, 19 13 Mudah 3, 11, 20 3 Jumlah 20 3.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data terdiri atas uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat terdiri atas uji normalitas untuk menentukan apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak dan uji homogenitas untuk mengetahui tingkat kesetaraan kelompok yang akan diteliti. Setelah dilakukan uji prasyarat kemudian dapat dilaksanakan uji t (beda rata-rata) sebagai acuan untuk menguji hipotesis. Sehingga dapat diketahui adanya perbedaan antara penggunaan model problem based learning dan model project based learning terhadap hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. 3.6.1 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap kelas mempunyai distribusi data yang normal atau tidak. Analisis uji normalitas data dapat menggunakan Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-wilk kriterianya adalah
57 jika signifikansi hasil perhitungann >0,05 berarti data berdistribusi normal sebaliknya jika signifikansi hasil perhitungan <0,05 berarti data berdistribusi tidak normal. Windows. Dalam uji normalitas data ini menggunakan bantuan SPSS 16.0 for Hasil nilai pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen, selanjutnya akan dilakukan uji normalitas, homogenitas serta uji t dari hasil pretest sesuai prosedur penelitian untuk mengetahui keadaan awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berikut ini disajikan tabel perhitungan uji normalitas pada nilai pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tabel 3.20 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol KELOMPOK Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov a Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic Df Sig. NILAI EKSPERIMEN.140 20.200 *.938 20.215 KONTROL.128 20.200 *.956 20.466 Tabel 3.20 menunjukkan bahwa nilai signifikansi dilihat dalam tabel Shapiro-Wilk untuk hasl belajar IPA pada saat pretes pada kelompok eksperimen menunjukkan angka sebesar 0,215 (0,215>0,05) dan kelompok kontrol menunjukkan angka sebesar 0,466 (0,466> 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat pretes berdestribusi normal. Berikut ini disajikan Gambar 3.1 kurva uji normalitas hasil pretest kelompok eksperimen dan Gambar 3.2 kurva uji normalitas hasil pretest kelompok kontrol.
58 Gambar 3.2 Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen Gambar 3.3 Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Kedua gambar yaitu gambar 3.2 dan gambar 3.3, terdapat garis diagonal yang menunjukkan keadaan ideal dari data yang mengikuti destribusi normal. Titik-titik di sekitar garis adalah keadaan data yang diuji. Jika titik-titik berada sangat dekat dengan garis atau bahkan menempel pada garis maka dapat disimpulkan bahwa data mengikuti destribusi normal. Titik-titik yang ditunjukkan pada kedua gambar hampir mendekati dan bahkan ada beberapa yang menempel
59 garis, maka seperti yang telah ditunjukkan dalam perhitungan menggunakan SPSS 16.0 for Windows maka, data kedua kelompok tersebut terdistribusi normal. 3.6.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas varian bertujuan untuk mengetahui apakah varian kedua kelompok homogen atau tidak. Dalam data nilai pretest uji homogenitas kedua kelas harus memiliki varian yang sama (homogen) untuk dapat diberikan tindakan dalam penelitian. Namun, untuk data nilai posttest disesuiakan dengan data nilai yang ada karena keadaan kedua kelas telah mendapatkan tindakan atau perlakuan. Acuan varian data kedua kelompok homogen adalah jika nilai probabilitas/ signifikansi > 0,05. Analisis uji homogenitas varian ini bisa dilakukan menggunakan software SPSS 16.0 for Windows. Hasil dari uji homogenitas data pretest hasil belajar IPA siswa kelas IVA SD Negeri Plumbon 01 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IVB SD Negeri Plumbon 01 sebagai kelompok kontrol disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3.21 Hasil Uji Homogenitas Data Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig..359 1 38.552 Hasil uji homogenitas pada tabel 3.21 menunjukkan signifikansi sebesar 0,552 (0,552 > 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa kedua varians adalah sama (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen). Dfl= jumlah kelompok data - 1 atau 2 1 = 1 sedangkan df2= jumlah data- jumlah kelompok data atau 40-2 = 38.
60 3.6.3 Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk menguji signifikasi perbedaan mean/ ratarata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data yang digunakan adalah uji t. Agar kesimpulan yang diambil tidak menyimpang maka syarat dari uji t adalah uji normalitas. Uji t yang digunakan adalah uji dua sampel tidak berhubungan (Independent Samples T-Test). Hipotesis statistik dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. H0 : μ1 = μ2 artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning ditinjau dari hasil belajar dalam pembelajaran IPA kelas IV SD N Plumbon 01 tahun ajaran 2015/2016. 2. Ha : μ1 μ2 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning ditinjau dari hasil belajar dalam pembelajaran IPA kelas IV SD N Plumbon 01 tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan keputusan hipotesis berdasarkan signifikansi adalah sebagai berikut: 1. Apabila sig > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak 2. Apabila sig < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima Kriteria pengujian hipotesis juga dapat dilakukan dengan melihat t tabel dan t hitung. Menurut Sugiyono (2010: 97) bila harga t hitung lebih kecil atau sama dengan (<) dari harga t tabel maka Ho diterima. Begitu pula sebaliknya, jika harga t hitung lebih besar atau sama dengan (>) dari harga t tabel maka Ha diterima. Harga t hitung adalah harga mutlak, jadi tidak dilihat (+) atau (-) nya. Hasil uji t nilai pretest untuk mengetahui kondisi awal kedua kelompok dalam penelitian ini setelah melakukan uji normalitas dan homogenitas disajikan dalam tabel berikut:
61 Tabel 3.22 Hasil Uji t Data Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol NI LAI Equal varian ces assumed Equal varian ces not assumed Levene's Test for Equality of Variances F Sig. T Df Independent Samples Test t-test for Equality of Means Sig. (2- tailed) Mean Differen ce Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper.359.552.482 38.632 1.25000 2.59237-3.99798 6.49798.482 37.461.632 1.25000 2.59237-4.00046 6.50046 Hipotesis untuk kondisi awal kedua kelompok sebelum diberikan perlakuan atau tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho Ha : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest kelompok ekperimen dengan rata-rata nilai pretest kelompok kontrol. : Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest kelompok eksperimen dengan rata-rata nilai pretest kelompok kontrol. Nilai signifikansi pada tabel 3.22 menunjukkan angka 0,632 (0,632 > 0,05), maka Ho diterima, bahwa artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest kelompok eksperimen dengan rata-rata nilai pretest kelompok kontrol. Selain melihat tingkat signifikansi 0,05, hasil uji t dari perhitungan SPSS juga dapat dilihat dari t hitung dan t tabel. Untuk mengetahui perbandingan t hitung dan t tabel, maka terlebih dahulu menghitung dk. Dk adalah jumlah keseluruhan siswa dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dikurangi dua (jumlah data). Dalam penelitian ini terdapat
62 40 siswa yang diteliti. Jadi, untuk mengetahui dk pada penelitian ini adalah sebagai berikut: dk = n 1 + n 2 2 = 20 + 20 2 = 38 Diketahui dk = 38 maka nilai t tabelnya 2,024. Nilai t hitung yang diperoleh sebesar 0,482. Maka 0,482 < 2,024, jadi Ho diterima, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest kelompok eksperimen dengan rata-rata nilai pretest kelompok kontrol. Sehingga kedua kelas baik kelas eksperimen maupun kelompok kontrol dapat diberikan perlakuan untuk penelitian.