DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... vii

dokumen-dokumen yang mirip
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

Rp ,- (Edisi Indonesia) / Rp ,- (Edisi Inggris) US$ 750 Harga Luar Negeri

Muslim M. Amin Sama halnya dengan kakao, Indonesia juga dikenal sebagai produsen kopi terbesar ketiga dunia setelah...

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i. DAFTAR TABEL... vi. DAFTAR GRAFIK & DIAGRAM... ix. EXECUTIVE SUMMARY... x

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri GULA di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri PULP & KERTAS di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar.

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... vi

Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms) Nama Perusahaan. Alamat. Tanggal : / / Telepon/Fax

DAFTAR ISI... i. EXECUTIVE SUMMARY... vi. A. History of Company PT. ADHI KARYA (PERSERO) Tbk PT. BRANTAS ABIPRAYA (PERSERO)...

... Hubungi Kami : Kinerja 30 TOP GROUP PERUSAHAAN MAKANAN & MINUMAN di Indonesia, Beserta Laporan Keuangannya. eksemplar.

Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri PETERNAKAN di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)

P.T. CENTRAL DATA MEDIATAMA INDONESIA

... Hubungi Kami : Studi Prospek dan Peluang Pasar MINYAK DAN GAS BUMI di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)


... Hubungi Kami : Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

... Hubungi Kami : Kinerja 25 TOP GROUP PERUSAHAAN FARMASI di Indonesia, Beserta Laporan Keuangannya. Mohon Kirimkan. eksemplar.

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri BIODIESEL di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar.

Studi Kelayakan HOTEL BERBINTANG di PROVINSI KEPULAUAN RIAU, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms) Nama Perusahaan.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Hubungi Kami : Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Menurut Hurriyati (2005, p.49) : untuk bauran pemasaran jasa mengacu

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri BATUBARA di Indonesia, dan Perhitungan Investasi Penambangan

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri POWER PLANT di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar.

BAB I PENDAHULUAN. yang tetap ingin survive dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang UKDW

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan, mendukung mobilitas manusia, barang dan jasa serta

BAB I PENDAHULUAN. pangsa pasar terbesar di dunia. Pertumbuhan industri penerbangan juga cenderung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Anisa Rosdiana, 2013

BAB I PENDAHULUAN. datang dan berangkat mencapai dan (Buku Statistik

BAB I PENDAHULUAN. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Gambar 1.1 Logo PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Sumber: Garuda Indonesia, 2015

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri OLEOCHEMICAL di Indonesia, eksemplar. Mohon Kirimkan.

BAB I PENDAHULUAN. bagi pemenuhan kebutuhan transportasi yang cepat dan aman. Perkembangan

ADLN- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN. Indonesia mengacu pada regulasi penerbangan yang terdiri atas Annex dan Dokumen

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis PERKANTORAN di Jakarta, Beserta Pengembang Utamanya. Mohon Kirimkan. eksemplar.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. ekstrem dapat dikatakan pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan. mengakibatkan kepemilikan apapun (Kotler, 2002:83).

KAJIAN PENGATURAN SLOT PENERBANGAN DI BANDARA SENTANI JAYAPURA

UKDW. 1.1 Latar Belakang Masalah. Akhir-akhir ini perkembangan industri jasa transportasi di Indonesia berkembang

2 Indonesia dalam hal melakukan penyelesaian permasalahan di bidang hukum persaingan usaha, yang diharapkan terciptanya efektivitas dan efisiensi dala

I. PENDAHULUAN. yang sangat banyak yaitu kurang lebih 210 juta, dengan total wilayahnya

BAB I PENDAHULUAN. signifikan di Indonesia. Sejumlah maskapai penerbangan saling. berkompetitif untuk merebut pasar domesitik maupun internasional.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi telah mendorong timbulnya persaingan yang sangat kompetitif

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan peningkatan jasa pelayanan perusahaan penerbangan dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Citilink Indonesia Profil Perusahaan Gambar 1.1 Logo Citilink

BAB I PENDAHULUAN. yang memuaskan dalam usaha pengembangan ekonomi suatu negara.

SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA KONFERENSI AVIATION MRO INDONESIA (AMROI) JAKARTA, 12 Mei 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Akhir-akhir ini perkembangan industri jasa transportasi di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Transportasi memiliki peranan yang cukup penting bagi pembangunan suatu negara. Transportasi berperan sebagai

mempengaruhi eksistensi maskapai penerbangan di Indonesia pada umumnya, karena setiap pelaku usaha di tiap kategori bisnis dituntut untuk memiliki

BAB I PENDAHULUAN. rapi sehingga dapat menunjang kegiatan pariwisawa. Industri yang bergerak di bidang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. Keberhasilan fenomenal Southwest Airlines di Amerika Serikat sebagai

Oleh : BAGUS DWIPURWANTO

I. PENDAHULUAN. Era globalisasi yang terjadi saat ini memberikan perubahan yang sangat signifikan

Rp ,- (Edisi Indonesia) / Rp ,- (Edisi Inggris) US$ 750 Harga Luar Negeri

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk yang

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan sarana transportasi yang menunjang proses kehidupan ekonomi

1. Dalam rangka memberikan pemahaman dan persamaan persepsi

BAB I PENDAHULUAN. cukup pesat dengan banyaknya permintaan penumpang untuk melakukan. suatu perjalanan dengan tujuan bisnis maupun berlibur.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Syarat & Ketentuan. Ketentuan Umum

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah,

Analisis Permintaan Pelayanan Taksi Argometer di Bandar Udara Juanda Surabaya ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN ANGKUTAN DI BANDARA JUANDA. Tabel 5.1.

PENGEMBANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA ADISUTJIPTO SEBAGAI BANDARA INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. banyak orang yang melakukan mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara salah satunya ditandai dengan

PERENCANAAN SISTEM PENANGANAN BAGASI PADA TERMINAL 1B DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. penerbangan untuk masuk berkompetisi di industri penerbangan Indonesia. Data

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tabel 1.1 Daftar Maskapai Penerbangan di Indonesia Nama Maskapai Penerbangan

1 PENDAHULUAN. 1 Sumber dari 2 Sumber dari

SIKAP MASYARAKAT PENGGUNA JASA LAYANAN TRANSPORTASI UDARA DI SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. kota Medan adalah PT. Eric Dirgantara Tour & Travel. PT. Eric Dirgantara Tour

Panduan Penggunaan Aplikasi Fastflight. Versi 2.6c

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Peningkatan keselamatan penerbangan merupakan hal yang menjadi

Jurnal Penelitian Perhubungan Udara WARTA ARDHIA

Tika Furri N.A.S 1) Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. penerbangan domestik tetapi juga dengan maskapai penerbangan internasional.

Sumber: BPS, 2004 Gambar 1. Grafik Data Penumpang Angkutan Udara yang Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta (Jan-Nov 2004)

BAB I PENDAHULUAN.

Deregulasi Penerbangan dan Kinerja Perusahaan Penerbangan Niaga Berjadwal di Indonesia

Revitalisasi adalah suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya sehingga revitalisasi berarti

BAB I PENDAHULUAN. suatu bukti keberhasilan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Ini juga

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Jurnal Penelitian Perhubungan Udara WARTA ARDHIA

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan penerbangan tumbuh dengan pesat banyak perusahaan atau maskapai

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pada saat ini tantangan dalam bisnis layanan jasa operasional penerbangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan jumlah pengguna sektor transportasi yang kian

BAB I PENDAHULUAN. Dalam zaman modern ini segala sesuatu memerlukan kecepatan dan

Transkripsi:

Hubungi Kami 021 31930 108 021 31930 109 021 31930 070 marketing@cdmione.com Industri penerbangan Indonesia telah menemukan masa kejayaannya dalam tujuh tahun terakhir (2011-2017). Puncaknya terjadi tahun 2017 lalu. Dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa dan kelas menengah yang tumbuh pesat membuat kebutuhan dan layanan jasa penerbangan ke seluruh Indonesia terus meningkat. Menurut survey CDMI, jumlah penumpang pada tahun 2011 mencapai 68 juta penumpang dan tahun 2016 angkanya telah mencapai 100 juta penumpang dan di prediksi tahun 2017 mencapai 105 juta penumpang. Meskipun potensial dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, namun tercatat beberapa maskapai penerbangan nasional yang mengalami kegagalan dan akhirnya tutup. Pada tahun 2013 PT Metro Batavia (Batavia Air) harus berhenti beroperasi setelah divonis pailit oleh pengadilan, tahun 2014. PT Merpati Nusantara harus menelan pil pahit dengan berhenti beroperasi sejak Desember 2013, selanjutnya PT Mandala Airlines (Mandala Air), menyatakan berhenti beroperasi terhitung sejak 1 Juli 2014. Penyebab kegagalan ketiga maskapai ini karena terus merugi dan akhirnya bangkrut. Tingkat persaingan antara maskapai penerbangan untuk memperebutkan pasar domestik sangat ketat. Tahun 2014 lalu penerbangan domestik masih dikuasai Lion Air, namun sejak tahun 2015 hingga kini Garuda Indonesia telah mengambil alih. Pada tahun 2016 jumlah keberangkatan pesawat domestik mencapai 764.156 kali keberangkatan, sebanyak 186.482 kali (24,4%) berasal dari Garuda Indonesia, disusul Lion Air dengan jumlah frekuensi 180.581 kali keberangkatan (23,6%), Wings Air sebanyak 86.313 kali (11,3%), Citilink Indonesia dengan 78.935 kali (10,3%), disusul Batik Air dan Sriwijaya Air. Persaingan sengit juga terjadi pada penerbangan tujuan luar negeri. Hingga tahun 2015 Air Asia memimpin dengan jumlah keberangkatan tujuan luar negeri terbanyak, namun sejak tahun 2016 posisi tersebut digeser oleh Garuda Indonesia. Pada tahun 2016 jumlah frekuensi keberangkatan luar negeri mencapai 71.487 kali penerbangan, sebanyak 27.577 kali (38,6%) dikuasai Garuda Indonesia, disusul Air Asia dengan 22.209 kali (31,1%), Lion Air sebanyak 9.212 kali (12,9%) dan sisanya maskapai lain. Melihat besarnya potensi bisnis penerbangan di Indonesia dan ketatnya persaingan antar maskapai penerbangan membuat PT. CDMI Consulting tertarik untuk melakukan riset yang mendalam tentang industri ini dan akhirnya sukses menerbtkannya dalam satu buku studi yang berjudul Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Industri PENERBANGAN di Indonesia, 2018 2021. Buku ini hanya tersedia di PT. CDMI Consulting, dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan ibu Tina melalui telepon (6221) 3193-0108, 3193-0109, 3193-0070, atau melalui Fax (6221) 3193-0102 atau email marketing@cdmione.com dengan harga Rp. 9.000.000,- (Edisi Indonesia), Rp. 9.500.000,- (Edisi Inggris) dan US$ 750 untuk harga luar negeri. Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. Hormat kami, P.T. CDMI Muslim M. Amin... P.T. CENTRAL DATA MEDIATAMA INDONESIA AGP Building, 2 nd Floor Jl. Pegangsaan Timur No. 1 Cikini Jakarta 10320, Indonesia Mohon Kirimkan... eksemplar our creative data for your partners Phones (021) 3193 0108 9, 3193 0070 Fax (021) 3193 0102 E-mail marketing@cdmione.com Website www.cdmione.com Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Industri PENERBANGAN di Indonesia, 2018 2021 Nama (Mr/Mrs/Ms) Posisi Nama Perusahaan Alamat Telepon/Fax E-mail Tanggal / / Tanda Tangan Berikan tanda Harga Rp. 9.000.000,- (Edisi Indonesia) / Rp. 9.500.000,- (Edisi Inggris) US$ 750 Harga Luar Negeri Telegraphic Transfer (TT) Invoice us Edisi Indonesia Edisi Inggris Catatan Luar negeri ditambah ongkos kirim

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... vii 1. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Ruang Lingkup Studi... 2 1.3. Methodologi Penelitian... 3 2. TINJAUAN EKONOMI INDONESIA... 4 2.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia... 4 2.2. Kontribusi Angkutan Udara Terhadap Sektor Transportasi & Pergudangan serta PDB... 6 2.3. Posisi Industri Penerbangan Dalam Struktur Industri Nasional... 6 2.4. Perkembangan Investasi PMA dan PMDN... 9 2.5. Prospek Ekonomi Indonesia... 16 3. GAMBARAN UMUM INDUSTRI PENERBANGAN... 19 3.1. Sejarah Industri Penerbangan Indonesia... 19 3.2. Industri Pesawat Terbang Nusantara... 23 3.3. Bandar Udara Menurut Penggunaan, Hirarki dan Klasifikasi... 25 3.4. Daftar Pemilik Pesawat Terbang... 33 4. KINERJA BANDAR UDARA... 38 4.1. Produksi Pergerakan Penerbangan Tujuan Domestik... 43 4.1.1. Pergerakan Pesawat... 43 4.1.2. Pergerakan Penumpang... 44 4.1.3. Pergerakan Barang... 45 4.1.4. Pergerakan Bagasi... 46 4.1.5. Pergerakan Pos/Paket... 46 4.2. Produksi Pergerakan Penerbangan Tujuan Luar Negeri... 47 4.2.1. Pergerakan Pesawat... 47 4.2.2. Pergerakan Penumpang... 48 4.2.3. Pergerakan Barang... 48 4.2.4. Pergerakan Bagasi... 49 4.2.5. Pergerakan Pos/Paket... 49 i.

4.3. Produksi Pergerakan Pesawat Menurut Bandar Udara... 50 4.3.1. Penerbangan Domestik... 50 4.3.2. Penerbangan Luar Negeri... 55 4.4. Produksi Pergerakan Penumpang Penerbangan Menurut Bandar Udara... 58 4.4.1. Penerbangan Domestik... 58 4.4.2. Penerbangan Luar Negeri... 62 4.5. Produksi Pergerakan Bagasi Penerbangan Menurut Bandar Udara... 64 4.5.1. Penerbangan Domestik... 64 4.5.2. Penerbangan Luar Negeri... 68 4.6. Produksi Pergerakan Barang Penerbangan Menurut Bandar Udara... 70 4.6.1. Penerbangan Domestik... 70 4.6.2. Penerbangan Luar Negeri... 74 4.7. Produksi Pergerakan Pos Penerbangan Menurut Bandar Udara... 75 4.7.1. Penerbangan Domestik... 75 4.7.2. Penerbangan Luar Negeri... 80 4.8. Produksi Penumpang Jemaah Haji di 12 (Duabelas) Bandar Udara... 82 5. KINERJA PERUSAHAAN PENERBANGAN... 83 5.1. Kinerja Produksi Perusahaan Penerbangan Berjadwal... 86 5.1.1. Penerbangan Tujuan Domestik... 86 5.1.2. Penerbangan Tujuan Luar Negeri... 87 5.2. Kinerja Perusahaan Penerbangan Berjadwal... 88 5.2.1. PT Garuda Indonesia Tbk... 88 5.2.2. PT Merpati Nusantara Airlines... 92 5.2.3. PT Lion Mentari Airlines... 94 5.2.4. PT Indonesia Air Asia... 97 5.2.5. PT Tigerair Mandala (PT Mandala Airlines)... 100 5.2.6. PT Travel Express Aviation Services... 103 5.2.7. PT Pelita Air Service... 105 5.2.8. PT Metro Batavia... 106 5.2.9. PT Sriwijaya Air... 108 5.2.10. PT Wings Abadi Airlines... 110 5.2.11. PT Trigana Air Service... 113 5.2.12. PT Kalstar Aviation... 114 5.2.13. PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (PT Indonesia Air Transport Tbk)... 116 5.2.14. PT Travira Air... 117 5.2.15. PT Aviastar Mandiri... 118 ii.

5.2.16. PT Transnusa Aviation Mandiri... 119 5.2.17. PT Asi Pudjiastuti Aviation... 121 5.2.18. PT Pacific Royale Airways... 122 5.2.19. PT Citilink Indonesia... 123 5.2.20. PT Sky Aviation... 125 5.2.21. PT Batik Air... 127 5.2.22. PT Cardig Air... 128 5.2.23. PT Indonesia Air Asia Extra... 130 5.2.24. PT My Indo Airlines... 132 5.2.25. PT Nam Air... 133 5.2.26. PT Tri MG Intra Asia Airlines... 136 6. JENIS PESAWAT DAN SERTIFIKASI OPERATOR ANGKUTAN UDARA... 138 6.1. Perkembangan Jumlah Pesawat Terbang Menurut Sertifikasi Operator Angkutan Udara, 2011-2017... 139 6.1.1. AOC 121... 140 6.1.2. AOC 135... 140 6.1.3. AOC 137, OC 91, PSC 141 dan FASI... 141 6.2. Perkembangan Jumlah Pesawat Terbang AOC 121 Menurut Jenis Pesawat, 2011-2017... 142 6.3. Perkembangan Jumlah Pesawat Terbang AOC 135 Menurut Jenis Pesawat, 2011-2017... 144 6.4. Perkembangan Jumlah Pesawat Terbang AOC 137, OC 91, PSC 141, dan FASI Menurut Jenis Pesawat, 2011-2017... 149 7. PERUSAHAAN PENERBANGAN MENURUT JENIS DAN SERTIFIKASI OPERATOR PENERBANGAN... 153 7.1. AOC 121... 153 7.1.1. PT Garuda Indonesia Tbk... 153 7.1.2. PT Merpati Nusantara Airlines... 155 7.1.3. PT Tigerair Mandala... 157 7.1.4. PT Trigana Air Services... 157 7.1.5. PT Metro Batavia *)... 158 7.1.6. PT Pelita Air Service... 159 7.1.7. PT Indonesia Airasia... 160 7.1.8. PT Lion Mentari Airlines... 160 7.1.9. PT Wings Abadi Airlines... 162 7.1.10. PT Cardig Air... 163 iii.

7.1.11. PT Tri-MG Intra Asia Airlines... 164 7.1.12. PT Manunggal Air Service... 165 7.1.13. PT Nusantara Air Charter... 165 7.1.14. PT Indonesia Transports and Infrastructure... 166 7.1.15. PT Sriwijaya Air... 167 7.1.16. PT Kalstar Aviation... 169 7.1.17. PT Travel Express Aviation Service... 170 7.1.18. PT Asialink Cargo Airlines... 170 7.1.19. PT Republic Express Airlines... 171 7.1.20. PT Air Maleo... 171 7.1.21. PT Jayawijaya Dirgantara... 172 7.1.22. PT Pacific Royale Airways Indonesia *)... 172 7.1.23. PT Citilink Indonesia... 173 7.1.24. PT Transnusa Aviation Mandiri... 175 7.1.25. PT Batik Air... 177 7.1.26. PT Indonesia Air Asia Extra... 178 7.1.27. PT Nam Air... 178 7.1.28. PT My Indo Airlines... 179 7.1.29. PT Aviastar Mandiri... 180 7.2. AOC 135... 180 7.2.1. PT Airfast Indonesia... 180 7.2.2. PT Sayap Garuda Indah... 181 7.2.3. PT Survei Udara Penas (Persero)... 182 7.2.4. PT Asian One Air... 183 7.2.5. PT Travira Air... 184 7.2.6. PT Derazona Air Service... 184 7.2.7. PT National Utility Helicopters... 186 7.2.8. PT Alfa Trans Dirgantara... 187 7.2.9. PT Deraya Air Taxi... 188 7.2.10. PT Sabang Merauke Raya Air Charter (SMAC)... 189 7.2.11. PT White Sky Aviation... 190 7.2.12. PT Gatari Air Service... 191 7.2.13. PT Intan Angkasa Air Service... 191 7.2.14. PT Air Pacific Utama... 192 7.2.15. PT Transwisata Prima Aviation... 193 7.2.16. PT Asconusa Air Transport... 193 7.2.17. PT Purawisata Baruna... 194 7.2.18. PT Penerbangan Angkasa Semesta... 195 iv.

7.2.19. PT Asi Pudjiastuti Aviation... 196 7.2.20. PT Aviastar Mandiri... 197 7.2.21. PT Dabi Air Nusantara... 198 7.2.22. Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan... 199 7.2.23. PT Ekspres Transportasi Antarbenua... 201 7.2.24. PT Pegasus Air Services... 202 7.2.25. PT Eastindo... 203 7.2.26. PT Amur Aviation Indonesia (PT Unindo Air Charter)... 204 7.2.27. PT Nusantara Buana Air... 205 7.2.28. PT Hevilift Aviation Indonesia... 206 7.2.29. PT Jhonlin Air Transport... 207 7.2.30. PT Sky Aviation... 207 7.2.31. PT Enggang Air Service... 209 7.2.32. PT Surya Air... 209 7.2.33. PT Ersa Eastern Aviation... 210 7.2.34. PT Matthew Air Nusantara... 211 7.2.35. PT Marta Buana Abadi (Dmonim Air)... 212 7.2.36. PT Angkasa Super Services... 213 7.2.37. PT Komala Indonesia... 214 7.2.38. PT Elang Lintas Indonesia... 214 7.2.39. PT Elang Nusantara Air... 215 7.2.40. PT AMA... 216 7.2.41. PT Air Born Indonesia... 218 7.2.42. PT Alda Trans Papua... 219 7.2.43. PT Spirit Avia Sentosa... 220 7.2.44. PT Tri-MG Intra Asia... 220 7.2.45. PT Weststar Aviation Indonesia... 221 7.3. AOC 137, OC 91, PSC 141, FASI... 222 8. PANGSA PASAR PENERBANGAN... 228 8.1. Menurut Jumlah Keberangkatan Pesawat... 229 8.1.1. Total Penerbangan Domestik dan Luar Negeri... 229 8.1.2. Penerbangan Domestik... 230 8.1.3. Penerbangan Luar Negeri... 231 8.2. Menurut Jumlah Penumpang Diangkut... 233 8.2.1. Total Penerbangan Domestik dan Luar Negeri... 233 8.2.2. Penerbangan Domestik... 234 8.2.3. Penerbangan Luar Negeri... 236 v.

8.3. Menurut Jumlah Barang Diangkut... 237 8.3.1. Total Penerbangan Domestik dan Luar Negeri... 237 8.3.2. Penerbangan Domestik... 239 8.3.3. Penerbangan Luar Negeri... 240 9. KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH... 242 9.1. Kebijaksanaan Tentang Pengembangan dan Investasi... 243 9.2. Kebijaksanaan Tentang Pemberian Izin Perusahaan Penerbangan... 250 9.3. Kebijaksanaan Tentang Pembangunan dan Pengembangan Bandar Udara... 255 9.3.1. PM 90 Tahun 2016... 256 9.3.2. PM 87 Tahun 2016... 257 9.3.3. PM 59 Tahun 2016... 259 9.3.4. PM 61 Tahun 2015... 260 9.4. Kebijaksanaan Transit Udara... 260 9.5. Kebijaksanaan Guna Peningkatan Jumlah Wisatawan... 261 10. PROYEKSI DAN PROSPEK PASAR... 263 10.1. Proyeksi Produksi Pergerakan Penerbangan... 264 10.1.1. Penerbangan Domestik... 264 10.1.2. Penerbangan Luar Negeri... 265 10.2. Proyeksi Produksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal... 266 10.2.1. Penerbangan Domestik... 266 10.2.2. Penerbangan Luar Negeri... 267 10.3. Prospek Usaha... 268 CDMI vi.