Modul ke: 05Fakultas Pascasarjana Business Ethic and Good Governance Program Studi Magister Manajemen Dr. Ir. Sugiyono,MSi. Pokok Bahasan : The Corporate Social Responsibility
Kewirausahaan Sosial: Perbankan pada Kemiskinan Salah satu Pengusaha Sosial paling terkenal adalah Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh. Nama "Grameen" diterjemahkan sebagai desa atau desa dalam bahasa Bengali. Model bisnis Grameen Bank adalah meminjamkan sejumlah kecil uang secara langsung kepada orang-orang yang paling miskin, tanpa jaminan, untuk membantu mereka membangun dan mempertahankan usaha kecil.
Tujuan Pembelajaran 1. Tentukan tanggung jawab sosial perusahaan. 2. Jelaskan dan evaluasi model ekonomi tanggung jawab sosial perusahaan. 3. Bedakan komponen kunci dari istilah tanggung jawab. 4. Jelaskan dan evaluasilah model filantropi tanggung jawab sosial perusahaan. 5. Jelaskan dan evaluasi model sosial perusahaan tanggung jawab sosial perusahaan. 6. Jelaskan dan evaluasi model integratif tanggung jawab sosial perusahaan. 7. Jelaskan peran manajemen reputasi sebagai motivasi dibalik CSR. 8. Mengevaluasi klaim bahwa CSR itu "baik" untuk bisnis.
Pengantar Definisi umum dari istilah tanggung jawab sosial perusahaan mengacu pada tanggung jawab yang dimiliki bisnis kepada masyarakat di mana perusahaan beroperasi. Karena keuntungan merupakan indikasi bahwa bisnis secara efisien dan berhasil menghasilkan barang dan jasa yang diminati masyarakat, keuntungan merupakan ukuran langsung seberapa baik sebuah perusahaan bisnis memenuhi harapan masyarakat.
Etika dan Tanggung Jawab Sosial Ketika kita mengatakan bahwa bisnis itu bertanggung jawab, kita bisa mengatakan bahwa itu dapat dipercaya atau dapat dipercaya. Arti kedua makna tanggung jawab melibatkan menghubungkan sesuatu sebagai penyebab peristiwa atau tindakan. Rasa ketiga melibatkan penghindaran pertanggungjawaban atau pertanggungjawaban atas beberapa kejadian atau tindakan, menciptakan kewajiban untuk memperbaiki keadaan dengan benar. Tanggung jawab sosial adalah apa yang harus atau harus dilakukan bisnis demi masyarakat, bahkan jika ini terjadi dengan biaya ekonomi.
Tiga jenis tanggung jawab berbeda. 1. Tanggung jawab yang paling menuntut, sering disebut tugas atau kewajiban untuk menunjukkan bahwa mereka mewajibkan kita dalam arti yang paling ketat, adalah tanggung jawab untuk tidak menyakiti orang lain. 2. Kurang mengikat, tanggung jawab adalah mencegah bahaya bahkan pada kasus-kasus dimana seseorang tidak menjadi penyebabnya. 3. Mungkin tanggung jawab untuk berbuat baik. Kesukarelaan dan pekerjaan amal adalah contoh tanggung jawab yang khas dalam pengertian ini.
Rasa tanggung jawab terkuat mungkin terlihat dalam bisnis. Jika bisnis menyebabkan kerugian bagi seseorang dan, jika kerugian itu dapat dihindari dengan melaksanakan perawatan atau perencanaan yang tepat, maka hukum dan etika akan mengatakan bahwa bisnis harus bertanggung jawab atas pelanggaran tanggung jawabnya. Ada juga kasus di mana bisnis tidak menyebabkan kerugian, namun dengan mudah dapat mencegah terjadinya bahaya. Contoh: obat Mektizan. Standar CSR akan membuat bisnis tersebut memiliki tanggung jawab sosial untuk melakukan hal-hal baik dan membuat masyarakat menjadi tempat yang lebih baik.
Model Filantropis CSR Model filantropi CSR, seperti individu, bisnis bebas berkontribusi pada penyebab sosial sebagai masalah filantropi. Bisnis tidak memiliki kewajiban yang ketat untuk berkontribusi pada penyebab sosial, namun bisa menjadi hal yang baik saat mereka melakukannya. Pekerjaan amal dilakukan karena membawa hubungan baik perusahaan, memberikan deduksi pajak yang membantu, membangun niat baik akan berakhir atau reputasi yang baik di masyarakat.
Model Social Web CSR Model web sosial memandang bisnis sebagai warga masyarakat tempat ia beroperasi dan, seperti semua anggota masyarakat, bisnis harus sesuai dengan kewajiban dan kewajiban etis yang kita hadapi. Model web sosial adalah teori pemangku kepentingan. Teori pemangku kepentingan dimulai dengan pengakuan bahwa setiap keputusan bisnis mempengaruhi beragam orang, memberi manfaat beberapa dan mengenakan biaya pada orang lain.
Model Integratif CSR Nonprofit memiliki tujuan sosial di pusat operasi mereka. Beberapa organisasi nirlaba juga memiliki tujuan sosial sebagai bagian sentral dari misi strategis organisasi. Versi keberlanjutan CSR menunjukkan bahwa kesejahteraan finansial jangka panjang setiap perusahaan terkait langsung dengan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan alam.
Menjelajahi Kepentingan Diri yang Tercerahkan: Apakah "Etika Baik" Berarti "Bisnis yang Baik"? Praktek menghadiri "citra" perusahaan kadang-kadang disebut sebagai manajemen reputasi. Tidak mungkin untuk terlibat dalam bisnis saat ini tanpa menghadapi dan menangani CSR. Meskipun ada perbedaan mendasar di antara perusahaan, penelitian menunjukkan bahwa hampir semua perusahaan akan menghadapi masalah CSR dari para pemangku kepentingan pada suatu waktu dalam waktu dekat.
Multiple Bottom-Line Performance Indicators Ten Measure of Business Success Financial Performance Ten Dimensions of Corporate Sustainable Development Performance Governance 1. Shareholder value 1. Ethics, value, and principles 2. Revenue 2. Accountability and transparency 3. Operational efficiency General 4. Access to capital 3.Triple bottom-line commitment Financial Drivers Environment 4. Environmental process focus 5. Customer attraction 5. Environmental product focus 6. Brand value and reputation Socioeconomic 7. Human and intellectual capital 6. Socioeconomic development 8. Risk profile 7. Human rights 9. Innovation 8. Workplace conditions 10. License to operate Stakeholder Engagement 9. Engaging business partners 10. Engaging non-business partners
DAFTAR PUSTAKA Hartman, L.P and J. DesJardine. 2011. Business Ethics: Decision Making for Personal Integrity & Social Responsibility. Second Edition. McGraw-Hill & Irwin, New York. Terima Kasih Dr. Ir. Sugiyono, MSi.