KEBIJAKAN e-procurement NASIONAL Workshop Pengembangan Sistem Pengadaan Secara Elektronik melalui Bimbingan Teknis SPSE Versi 4 Dan Standarisasi LPSE:2014 Regional 1 Jawa Tahun 2018 Kepala Subdirektorat Pengelolaan Dan Pembinaan LPSE Nasional LKPP Malang, 2 Mei 2018
CONCERN INPRES No. 1 Tahun 2015 Tentang Percepatan Pelaksanan PBJP (Presiden RI 2014-2019) Instruksi Kedua dan Ketiga: Menteri/Pimpinan Lembaga/Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara/Kepala Daerah: 1. Menyelesaikan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun Anggaran berikutnya sebelum berakhirnya Tahun Anggaran berjalan; 2. Menyelesaikan proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah paling lambat akhir bulan Maret Tahun Anggaran berjalan; 3. Melaksanakan seluruh Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (e-procurement); 4. Mendorong pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di masing-masing Kementerian/Lembaga secara terkonsolidasi; dan 5. Mempercepat penyelesaian petunjuk teknis dalam rangka pelaksanaan tugas Perbantuan dan Dekonsentrasi.
e-gov Procurement
e-gov Procurement BAB X PENGADAAN BARANG/JASA SECARA ELEKTRONIK Bagian Kesatu Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik Pasal 69 1) Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan secara elektroteknik menggunakan sistem informasi yang terdiri atas Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan sistem pendukung. 2) LKPP mengembangkan SPSE dan sistem pendukung.
Sistem e-procurement Nasional (Dikelola oleh LKPP) Click to edit Master title style Perencanaan SiRUP e-procurement NASIONAL Pemilihan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan e-tendering e-purchasing e-lelang e-seleksi e-katalog e-kontrak Management Monev Online PBJP = Inovasi Lelang cepat SIKaP Sistem Informasi Kinerja Penyedia SISMON TEPRA
e-market Place Pasal 70 1) Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik dengan memanfaatkan E-marketplace. 2) E-marketplace Pengadaan Barang/Jasa menyediakan infrastruktur teknis dan layanan dukungan transaksi bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dan Penyedia berupa : a. Katalog Elektronik; b. Toko Daring; dan c. Pemilihan Penyedia. 3) LKPP mempunyai kewenangan untuk mengembangkan, membina, mengelola dan mengawasi penyelenggaraan E-marketplace Pengadaan Barang/Jasa. 4) Dalam rangka pengembangan dan pengelolaan E-marketplace Pengadaan Barang/Jasa, LKPP dapat bekerja sama dengan UKPBJ dan/atau Pelaku Usaha. 5) Dalam rangka pengembangan E-marketplace sebagaimana dimaksud pada ayat (4), LKPP menyusun dan menetapkan peta jalan pengembangan E-marketplace Pengadaan Barang/Jasa.
Konsep e-marketplace Click to edit Pengadaan Master Pemerintah title style
Sistem Pengadaan Click to edit Secara Master Elektronik title (SPSE) style 1) Ruang lingkup SPSE terdiri atas: a. Perencanaan Pengadaan; b. Persiapan Pengadaan; c. Pemilihan Penyedia; d. Pelaksanaan Kontrak; e. Serah Terima Pekerjaan; f. Pengelolaan Penyedia; dan g. Katalog Elektronik. Pasal 71 2) SPSE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki interkoneksi dengan sistem perencanaan, penganggaran, pembayaran, manajemen aset, dan sistem informasi lain yang terkait dengan SPSE. 3) Sistem pendukung SPSE meliputi: a. Portal Pengadaan Nasional; b. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa; c. Pengelolaan advokasi dan penyelesaian permasalahan hukum; d. Pengelolaan peran serta masyarakat; e. Pengelolaan sumber daya pembelajaran; dan f. Monitoring dan Evaluasi.
Budgeting-Procurement-Payment Integrated System
LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK Pasal 73 1) Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah menyelenggarakan fungsi layanan pengadaan secara elektronik. 2) Fungsi layanan pengadaan secara elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. pengelolaan seluruh sistem informasi Pengadaan Barang/Jasa dan infrastrukturnya; b. pelaksanaan registrasi dan verifikasi pengguna seluruh sistem informasi Pengadaan Barang/Jasa; dan c. pengembangan sistem informasi yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan. 3) LKPP menetapkan standar layanan, kapasitas, dan keamanan informasi SPSE dan sistem pendukung. 4) LKPP melakukan pembinaan dan pengawasan layanan pengadaan secara elektronik. 5) Ketentuan lebih lanjut mengenai fungsi layanan pengadaan secara elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Kepala Lembaga.
Dashboard LPSE Nasional
Dashboard LPSE Nasional
Cloud LPSE
Cloud Pengadaan
UNIT KERJA PENGADAAN BARANG/JASA Kelembagaan Pengadaan Barang/Jasa Pasal 75 1) Menteri/kepala lembaga/kepala daerah membentuk UKPBJ memiliki tugas menyelenggarakan dukungan pengadaan barang/jasa pada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. 2) Dalam rangka pelaksanaan tugas UKPBJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1), UKPBJ memiliki fungsi: a. Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa; b. Pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik; c. Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Pengadaan Barang/Jasa; d. Pelaksanaan pendampingan, konsultasi, dan/atau bimbingan teknis; dan e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh menteri/kepala lembaga/kepala daerah. 3. UKPBJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk struktural dan ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 4. Fungsi pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, dapat dilaksanakan oleh unit kerja terpisah.
TUS@2016
Fitur SPSE 4.2 1. Lelang/Tender Konsolidasi 2. Lelang/Tender Itemized 3. Lelang/Tender Cepat 4. Pengadaan Langsung Pencatatan Transaksional 5. Penunjukan Langsung Pencatatan Transaksional 6. Kontes Pencatatan Transaksional 7. Sayembara Pencatatan Transaksional 8. Swakelola Pencatatan 9. Optimasi Integrasi SIKaP
TENDER Click to edit CEPAT Master title style adalah aplikasi yang digunakan untuk pemilihan Penyedia Barang/Konstruksi/Jasa Lainnya/Jasa Konsultansi (Badan Usaha) dengan memanfaatkan informasi kinerja Penyedia Barang/Jasa yang tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi, dan teknis.
Click to PERPRES edit Master NO. 16 TAHUN title style 2018 Pasal 38 PASAL 38 AYAT 1 1. Metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya terdiri atas: a. E-purchasing; b. Pengadaan Langsung; c. Penunjukan Langsung; d. Tender Cepat; dan e. Tender.
Click to PERPRES edit Master NO. 16 TAHUN title style 2018 PASAL 38 AYAT 6 6) Tender Cepat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilaksanakan dalam hal: a. Spesifikasi dan volume pekerjaannya sudah dapat ditentukan secara rinci; dan b. Pelaku Usaha telah terkualifikasi dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia.
PerKa No. 1 Tahun 2015 Pasal 4 Ayat 3 3) e-tendering dengan metode e-lelang Cepat/e-Seleksi Cepat dilakukan dengan memanfaatkan Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa.
PerKa No. 1 Tahun 2015 Pasal 4 Ayat 4 4) Pelaksanaan e-tendering dengan metode e-lelang Cepat/e- Seleksi Cepat sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 3 angka 2 dan angka 4 selain dilakukan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga dilakukan dengan ketentuan: a. dapat menyebutkan merek/type/jenis pada spesifikasi teknis barang/jasa yang akan diadakan; b. tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi dan teknis; c. tidak memerlukan sanggahan dan sanggahan banding.
Perbandingan Proses Tender Tender : minimal 12 hari Tender Cepat: minimal 3 hari 1 Pengumuman 2 Pendaftaran dan Download Dokumen Pengadaan 3 Pemberian Penjelasan 4 Upload Dokumen Penawaran 5 Evaluasi Administrasi 6 Evaluasi Teknis 7 Evaluasi Harga 8 Penilaian dan Pembuktian Kualifikasi 9 Penetapan Pemenang 10 Pengumuman Pemenang 11 Sanggahan 12 Sanggahan Banding 13 SPPBJ dan Penandatanganan Kontrak 1 Undangan 2 Upload Penawaran Harga 3 Evaluasi Harga (Otomatis oleh Sistem) 4 Pengumuman Pemenang 5 Verifikasi SIKaP 6 SPPBJ dan Penandatanganan Kontrak
Tender vs Tender Cepat Tender Tender Cepat Waktu Pelaksanaan Lelang Rata-rata 21 hari Rata-rata 7 hari Evaluasi Kualifikasi Ya Tidak Evaluasi Administrasi Ya Tidak Evaluasi Teknis Ya Tidak Evaluasi Harga Ya Ya Penyedia Semua Penyedia dapat mengikuti tender Hanya Penyedia yang memenuhi kualifikasi yang dapat mengikuti tender
Latar Belakang Tender Cepat 1. Mempercepat penyerapan anggaran; dan 2. Mempermudah pelaksanaan pengadaan yang bersifat sederhana.
Pelaksanaan Tender Cepat (2) Dalam tahapan pembuktian kualifikasi, Pokja ULP tidak perlu meminta seluruh dokumen kualifikasi apabila Penyedia barang/jasa sudah pernah melaksanakan pekerjaan yang sejenis dan/atau data Kualifikasi Penyedia sudah terverifikasi dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP)
Tender Cepat dengan SPSE v.4 TA 2017
E-Lelang Cepat Click to edit Master title style
Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) adalah aplikasi yang merupakan subsitem dari SPSE yang digunakan untuk mengelola data/informasi mengenai riwayat kinerja dan/atau data kualifikasi Penyedia Barang/Jasa
Fungsi SIKaP Memusatkan data penyedia seluruh indonesia, untuk mendapatkan penyedia yang benar kualified berdasarkan jenis atau kompetensi usaha yang dimilikinya Memudahkan segala proses penghitungan jumlah penyedia History penyedia mengikuti proses pengadaan barang/jasa Kinerja penyedia melalui proses verifikasi Evaluasi kualifikasi otomatis (untuk lelang cepat) Klasifikasi bidang ijin usaha dan pengalaman pekerjaan berdasarkan data Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (BPS) dan Sertifikat Badan Usaha (Kementerian PUPR)
Mulai Login Aplikasi SIKaP (VMS) Isi Data Penyedia Akta Pajak Ijin Usaha & klasifikasi Identitas Penyedia Pemillik Pengurus Tenaga Ahli Peralatan Pengalaman : Input Klasifikasi Pengalaman Preferensi atau Sub klasifikasi Pengalaman Alur Proses Penyedia dalam Aplikasi SIKaP Sistem Informasi Kinerja Penyedia (Vendor Management System)
PENYEDIA LOGIN MENGGUNAKAN USER ID DAN PASSWORD YANG SUDAH TERAKTIVASI
Proses Click Penginputan to edit Data Master DiSIKAP title style
Inbox SIKAP ( Undangan Lelang Cepat ) Click to edit Master title style
Click to E- Lelang edit Cepat Master title style
PROSES SETTING KRITERIA
Click Proses to Pembuatan edit Master Jadwal title style Jadwal lelang yang diatur: 1. Unwizing ( pemberian penjelasan ) 2. Batas Pemasukan Penawaran (Upload)
TERIMA KASIH Direktorat Pengembangan Sistem Pengadaan Secara Elektronik Gd. LKPP Lantai 5, Kompleks Rasuna Epicentrum Jl. Epicentrum Tengah Lot 11 B, Jakarta