COVER PENERAPAN REWARD

dokumen-dokumen yang mirip
COVER PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN PESAWAT SEDERHANA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING

SKRIPSI. Disusun Oleh: : JUNI WIHAYANI NIM :

LAILATHUL FITRIANINGRUM NIM

SKRIPSI. Oleh : LULU AZMI FARIDAH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERINTEGRASI PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA

NASKAH PUBLIKASI. Oleh : SRI MUJAYANTI A54A100126

SKRIPSI. Oleh: REFI MUFAROKHAH NIM

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENERAPAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SD NEGERI 2 DANGURAN KLATEN SELATAN TAHUN 2013/2014

PENGGUNAAN STRATEGI JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEJALA ALAM (IPA) SISWA KELAS III SD NEGERI 1 JOMBORAN KLATEN TENGAH TAHUN PELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. 2012), hlm.7. 1 Fathurrohman, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Teras,

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO

BAB I PENDAHULUAN. diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang. diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi sebagaian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DENGAN GIVING REWARD AND PUNISHMENT

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS JOYFUL LEARNING PADA SISWA KELAS IV SD

ii

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI POKOK SUMBER ENERGI GERAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

NASKAH PUBLIKASI. Oleh: EKO MARGIANTO A PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Media Gambar, Prestasi Belajar IPA

SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Pengaruh Pemberian Tugas Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Geografi ABSTRAK

SKRIPSI. Oleh NUROCHMAH NIM

BAB I PENDAHULUAN. aktif, kreatif, dan menyenangkan dengan menerapkan model pembelajaran yang

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI-B SD NEGERI 38 AMPENAN FLORA. Guru SD Negeri 38 Ampenan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE PENGAJARAN BERPROGRAMA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PPKn OLEH:

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pendidikan di Indonesia terus berkembang

Diajukan oleh: DESI KUSUMA NURDINI A

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPS DILIHAT DARI PENGGUNAAN METODE SIMULASI DENGAN METODE CERAMAH PESERTA DIDIK KELAS IV SDN-1 KALAMPANGAN.

Oleh : AMINUDIN NIM

BAB III METODE PENELITIAN

IMPLEMENTASI TEKNIK-TEKNIK MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 33 BANDA ACEH. ImraatusShalihah, Mahmud, M.

Chairul Huda Atma Dirgatama 1, Djoko Santoso Th 2 1 Program Studi Magister Pendidikan Ekonomi UNS 2. FKIP UNS Surakarta

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Oleh: RIZKI DEWI SEPTIANI A PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. dibuktikan dari hasil belajar siswa terhadap materi yang dipelajari yang

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUIZ TEAM PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KARTASURA 6 TAHUN AJARAN 2011 / 2012

PENGARUH PENERAPAN METODE ECLECTIC TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI MTS AN-NUR JAGASATRU CIREBON SKRIPSI.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasar hasil pembahasan analisis data melalui pembuktian terhadap

DAFTAR PUSTAKA. Afifudin Psikologi Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar. Solo: Harapan Masa.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR IPA MELALUI METODE OUTDOOR STUDY PADA SISWA KELAS IV DI MI AL ISLAM SURUPAN NGUNTORONADI

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan dan kelangsungan hidup Bangsa dan Negara di segala bidang. dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

VARIASI PENGATURAN TEMPAT DUDUK SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV DI SD NEGERI 1 SAWAHAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS VA SD PERTIWI 3 PADANG

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) dapat

Frikson Jony Purba Dosen FKIP Universitas Quality E mail

A. Minat Belajar B. Prestasi Belajar... 8 C. Metode Diskusi D. Mata Pelajaran IPS SD BAB III TUJUAN DAN MANFAAT

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

IMPLEMENTASI EVALUASI AUTENTIK MATA PELAJARAN FIKIH DI MI NEGERI PURWOKERTO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SKRIPSI

Oleh: SALIMAN NIM

PENERAPAN METODE PRESENTASI DAN DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XII IPA3 SMA NEGERI 1 BANGGAI

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII MTs AL IRSYAD NGAWI TAHUN AJARAN 2011/2012

Naskah Publikasi PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN EKSPLORATORY DISCOVERY PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI DEMAKIJO

PENERAPAN METODE JIGSAW LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN SISWA KELAS V SD NEGERI TEBING TINGGI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasar analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VD Sekolah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. akhlakul karimah, pembiasaan-pembiasaan atau keterampilan siswa sebagai bekal

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. menarik kesimpulan sebagai berikut: 2. Tingkat prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Bantul Manunggal tahun

Jurnal Serambi PTK, Volume III, No.2, Desember 2016 ISSN :

Tugiyana 2 SDN 1 Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga

Mudjiono, dan Dimyati Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta. Mulyasa, E Menjadi Guru Profesional menciptakan Pembelajaran

LEMBAR PENGESAHAN JURNAL

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIVE TIPE TALKING STICK DAN KARTU ARISAN PADA KELAS XI IPS

BAB V PENUTUP. 1. Rata-rata hasil belajar menggunakan media pembelajaran geogebra. pada materi Transformasi berada pada kualifikasi baik.

ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL MATA PELAJARAN FIQIH KELAS X MAN DI KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kualitas. pembelajaran IPS di kelas IVB SDN Nanggulan Sleman.

SKRIPSI. Oleh: PUJI ASTUTI NIM

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Cara Belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Belajar

BAB I PENDAHULUAN. bangsa, karena salah satu faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa itu terletak

BAB V PENUTUP. dapat disimpulkan dari penelitian ini sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan pengalaman PPL terhadap

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Agung Listiadi dan Friska Imelda Sitorus Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ABSTRAK

PENGGUNAAN MULTI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 01 MUNGGUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Efektivitas Penggunaan Metode Kooperatif Learning Model Jigsaw Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa

BAB I PENDAHULUAN. hanya dilihat dari sejauh mana proses pengajarannya saja, tetapi ada tiga bidang. yang harus diperhatikan, diantaranya 1

BAB III METODE PENELITIAN. Practice-Rehearsal Pairs, yang merupakan suatu inovasi yang akan diterapkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu sektor penentu keberhasilan untuk

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Ilmu Pendidikan Islam

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Orang Tua dengan Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi Pada Siswa

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

Transkripsi:

COVER PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA SUB POKOK BAHASAN ENERGI KELAS II MI AL IKHLAS KARANGPUCUNG KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh : DEWI SULASTRI 1323310040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO 2017

PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA SUB POKOK BAHASAN ENERGI KELAS II MI AL IKHLAS KARANGPUCUNG KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017 Dewi Sulastri 1323310040 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan pemberian reward dan punishment dalam pembelajaran IPA sub pokok bahasan energi kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung, berjumlah 13 siswa, terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Objek penelitian adalah peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung meningkat setelah diberikan tindakan dengan pemberian reward dan punishment. Pemberian reward berupa pujian, penghormatan, pemberian hadiah, dan tanda penghargaan. Pemberian punishment berupa punishment preventif dan punishment represif. Peningkatan prestasi belajar siswa yaitu pada siklus I rata-rata 72,84 dengan presentase 76,9% dan pada siklus II rata-rata 81,92 dengan presentase 84,6%. Hal ini sudah sesuai indikator keberhasilan yang ditentukan oleh peneliti dengan KKM 74 dengan rata-rata ketuntasan 75 dan prosentase 80%. Jadi, dengan menggunakan reward dan punishment dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pokok energi pada siswa kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung Purwokerto Selatan. Kata kunci: reward dan punishment, prestasi belajar, pembelajaran IPA ii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PERNYATAAN KEASLIAN.. PENGESAHAN NOTA DINAS PEMBIMBING.. ABSTRAK. PERSEMBAHAN. MOTTO. KATA PENGANTAR.. DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR LAMPIRAN i ii iii iv v vi vii viii xii xv xvi BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Definisi Operasional... 5 C. Rumusan Masalah... 8 D. Tujuan dan Manfaat... 8 E. Kajian Pustaka... 9 F. SistematikaPembahasan.. 11 BAB II: LANDASAN TEORI A. Reward... 13 1. Pengertian Reward... 13 2. Bentuk bentuk Reward... 14 iii

3. Tujuan Pemberian Reward... 18 B. Punishment... 18 1. Pengertian Punishment... 18 2. Bentuk bentuk Punishment... 19 3. Tujuan Punishment 25 C. Prestasi Belajar... 28 1. Pengertian Prestasi Belajar..... 28 2. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar.. 30 D. Pembelajaran IPA dan Energi 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam 34 2. Pengertian Pembelajaran IPA.. 35 3. Tujuan Pembelajaran IPA 36 4. Ruang Lingkup Pembelajaran IPA di Kelas II 36 5. Pengertian Energi. 38 BAB III : METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 42 B. Tempat dan Waktu Penelitian... 43 C. Subjek dan Objek Penelitian... 43 D. Prosedur Penelitian... 44 E. Instrument Penelitian 46 F. Teknik Pengumpulan Data 47 G. Teknik Analisis Data. 48 H. Indikator Keberhasilan 51 iv

BAB IV :HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Awal... 52 B. Analisis Data Penelitian... 54 C. Pembahasan. 70 BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan... 73 B. Saran... 73 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP v

BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik dalam situasi tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Istilah pembelajaran berkaitan erat dengan istilah mengajar. Mengajar adalah suatu proses mengatur, mengorganisasi, lingkungan di sekitar peserta didik sehingga menumbuhkan dan mendorong peserta didk melakukan proses belajar. 1 Pembelajaran IPA merupakan upaya guru dalam membelajarkan siswa melalui penerapan berbagai model pembelajaran yang dipandang sesuai dengan karakteristik siswa tingkat dasar. IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala- gejala alam dan kebendaan yang sistematis, tersusun secara teratur, berlaku secara umum, berupa kumpulan hasil observasi dan eksperimen 2. Dalam pembelajaran IPA yang belajar melalui pengalaman langsung (learning by doing) maka hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri sendiri maupun dari hal yang dapat mendorong siswa agar mau belajar. 1 Nandang Koesasih dan Dede Sumarna, Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi Kecerdasan (Bandung: Alfabrta, 2013), hlm 21 2 Nana Djumhana, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama RI: 2009), hlm 9 1

Proses pembelajaran yang dikelola guru merupakan suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Selama proses pembelajaran itu berlangsung nilai edukatif akan selalu mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik, interaksi edukatif itu terjadi karena proses pembelajaran dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelum proses pembelajaran itu berlangsung. Dalam suatu lembaga pendidikan khususnya sekolah, agar tercapai tujuan harus ada kerja sama yang baik antar anggotanya. Misalnya dalam kegiatan belajar mengajar, antara siswa dan guru haruslah bekerja sama supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dan hasilnya memuaskan. Namun kenyataan yang ada dilapangan menunjukkan bahwa semakin merosotnya keinginan untuk belajar dikalangan siswa. Hal ini menimbulkan permasalahan dikalangan guru. Penyebab dari penurunan belajar siswa antara lain: 1. Rasa malas atau ketidakmauan untuk belajar 2. Frekuensi belajar yang semakin rendah (jarang) 3. Tidak adanya komitmen untuk memenuhi tugas-tugas sekolah 4. Semakin merosotnya hasil belajar siswa Guru memiliki peran yang penting dalam proses belajar disekolah. Guru memiliki peranan ganda dalam proses pembelajaran yaitu menyampaikan materi pelajaran dan sebagai manager dalam pengelolaan kelas. Dalam mengajar, seorang guru diharapkan dapat menentukan pendekatan pengajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan 2

penalaran siswa dalam proses belajar mengajar juga perlu diciptakan suatu pendekatan yang dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap materi pelajaran. Dalam proses pendekatan tersebut, siswa dapat dituntut agar dapat berbuat dan bertindak aktif sehingga tujuan proses belajar mengajar dapat tercapai dengan baik. Salah satu pendekatan yang meningkatkan perhatian dan membuat siswa lebih aktif adalah dengan memberikan hadiah berupa penghargaan serta pujian dan hukuman. Pujian merupakan dorongan bagi siswa untuk belajar lebih giat, pujian selalu berhubungan dengan prestasi yang baik. Selain memberikan motivasi dengan cara pujian, pemberian hukuman juga perlu dilakukan agar siswa berusaha menghindari hukuman yang dijanjikan gurunya dengan berusaha giat belajar. Untuk memperoleh hasil yang baik dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam harus dimulai dengan mempelajari konsep yang paling sederhana hingga konsep yang rumit atau kompleks. Terkadang siswa belum mengerti pada konsep yang sederhana, namun guru telah memberikan konsep baru yang lebih rumit, guru dalam pembelajaran IPA juga masih menggunakan ceramah (teacher centered) siswa kurang diberdayakan sehingga menimbulkan kebosanan dalam diri siswa, minat dan motivasi anak untuk belajar juga tidak ada karena siswa beranggapan bahwa pelajaran IPA itu sulit sehingga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Hal ini terbukti bahwa KKM untuk mata pelajaran IPA kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung Purwokerto Selatan adalah 74, sedangkan pembelajaran 3

dianggap tuntas apabila 80% dari jumlah siswa tuntas KKM. Sementara berdasarkan hasil observasi awal melalui studi dokumentasi ternyata hasil tes formatif mata pelajaran IPA dikelas II yang dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2016 hasilnya sungguh masih memprihatinkan, yaitu dari 13 siswa baru 5 siswa yang telah mencapai tuntas KKM. Melihat kenyataan ini maka menjadi tugas guru untuk memotivasi agar siswa mau belajar dan prestasi belajar siswa meningkat. Banyak cara untuk memotivasi belajar siswa agar prestasi belajar siswa meningkat dalam pelaksanaan proses belajar IPA. Salah satunya bentuk motivasi yang sering diberikan guru terhadap siswanya adalah dengan memberikan berupa penghargaan serta pujian bagi siswa yang pandai dan sebaliknya memberi hukuman bagi yang kurang. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul Penerapan Reward dan Punishment Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Sub Pokok Bahasan Energi Kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Tahun Pelajaran 2016 / 2017. 4

B. Definisi Operasional Guna memberikan gambaran yang jelas dan menghindari kesalahpahaman dalam memahami kata kunci dalam penelitian, maka peneliti menjelaskan sebagai berikut: 1. Reward dan Punishment Menurut Ngalim Purwanto yang dikutip Kosim dalam bukunya, reward adalah alat untuk mendidik anak-anak supaya anak senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Sedangkan menurut Amir Daien Indrakusuma reward adalah penilaian yang bersifat positif terhadap belajarnya. 3 Sementara punishment menurut Suwarto yang dikutip Kompri dalam bukunya, hukuman (punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. 4 Sedangkan menurut Ahmadi dan Uhbiyati yang dikutip oleh Yanuar A, hukuman merupakan suatu perbuatan dimana kita secara sadar dan sengaja, menjatuhkan nestapa kepada orang lain, yang mana baik dari segi kejasmanian maupun kerohanian, orang lain tersebut mempunyai kelemahan bila dibandingkan dengan diri kita. 5 3 Kompri, Motivasi Pembelajaran Prespektif Guru dan Siswa (Bandung: Remaja Rosdakarya) 2015, hlm 290 hlm 5 4 Kompri, Motivasi Pembelajaran Prespektif. hlm 290 5 Yanuar.A, Jenis-Jenis Hukuman Edukatif Untuk Anak SD (Jogjakarta: Diva Press, 2012) 5

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa reward adalah segala sesuatu yang berupa penghargaan yang menyenangkan perasaan yang diberikan kepada siswa karena hasil baik dari proses. Sedangkan punishment adalah perbuatan yang kurang menyenangkan, yakni berupa penderitaan yang diberikan kepada siswa atau anak secara sadar dan sengaja, sehingga siswa atau anak tidak mengulangi kesalahannya lagi. Reward dan punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya. 2. Prestasi Belajar Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai atau dilakukan. Sedangkan menurut Winkel, menyatakan bahwa prestasi adalah bukti keberhasilan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti program pelajaran dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Prestasi belajar adalah yang telah dicapai atau dilaksanakan dari hasil belajar suatu bidang studi yang dilambangkan dengan angka setelah proses pengukuran dan penilaian atau evaluasi dalam proses belajar mengajar. Dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang dicapai peserta didik dari hasil belajarnya. 6

3. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori-teori tersebut didasarkan atas pengamatan, percobaan percobaan terhadap gejala gejala alam. 6 IPA merupakan rumpun ilmu yang memiliki karakteristik khusus yaitu mepelajari fenomena alam yang factual (factual), baik berupa kenyataan (reality) atau kejadian (events) dan hubungan sebab akibatnya. 7 Jadi dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan ilmu yang mengkaji tentang alam, proses proses serta fakta fakta yang ada di dalamnya yang diuji kebenarannya melalui metode ilmiah. 4. MI Al Ikhlas Karangpucung MI Al Ikhlas merupakan nama sebuah lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Banyumas. MI Al Ikhlas Karangpucung meruapakan jenjang pendidikan dasar yang setara dengan Sekolah Dasar (SD) yang terletak di jalan Pembina No.2 Kelurahan Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan. Dengan demikian dapat peniliti simpulkan bahwa penelitian ini merupakan penerapan dari reward dan punishment untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA Sub Pokok Bahasan Energi kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017. 6 Abdullah Aly dan Eny Rahma, Ilmu Alamiah Dasar (Jakarta: Bumi Aksara, 1996) hlm 18 7 Asih Widi Astuti dan Eka Sulistyowati, Metodologi Pembelajaran IPA (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2014), hlm 22 7

C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah apakah melalui penerapan reward dan punishment dapat meningkatkan Prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA Sub Pokok Bahasan Energi kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung Purwokerto Selatan Tahun pelajaran 2016/2017? D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA Sub pokok bahasan energi kelas II MI Al Ikhlas Karangpucung Purwokerto Selatan melalui penerapan reward dan punishment. 2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis Secara teoritis penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk : 1) Dapat memberikan masukan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menggunakan reward dan punishment. 2) Dapat menambah wawasan dan pemahaman bagi guru tentang manfaat reward dan punishment dalam mengelola pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. b. Manfaat Praktis 1. Bagi siswa, penelitian ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA. 8

2. Bagi guru penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk berinovasi dan memilih variasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 3. Bagi sekolah penelitian ini meberikan sumbangan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya akan meingkatkan mutu sekolah. E. Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan kajian teori yang pembahasannya difokuskan pada informasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan melalui penelitian. Penelitian tentang penerapan, penggunaan maupun berbagai penelitian tentang reward dan punishment dalam pembelajaran bukanlah hal yang pertama, melainkan telah banyak dilakukan penelitian yang serupa diberbagai sekolah. Oleh karena itu peneliti terlebih dahulu mempelajari skripsi yang ada kaitannya dengan penelitian yang peneliti lakukan. Sekiranya dapat dijadikan referensi atau rujukan. Berikut akan diklarifikasi hasil-hasil penelitian milik orang lain: 1. Penelitiani dari Nur Endah yang berjudul Pengaruh Pemberian Reward dan Punishment Terhadap Motivasi Belajar dan Sikap Tanggung Jawab Siswa Dalam Mengerjakan Tugas Khususnya Pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Skripsi ini menjelaskan tentang pemberian reward dan punishment untuk meningkatkan motivasi belajar dan tanggung jawab siswa dalam melaksanakan tugas mata pelajaran bahasa Indonesia. 9

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel atau 2,380 > 1,682 dan nilaip-value < atau 0,022 < 0,05. 2) Terdapat pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap tanggung jawab siswa yang ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel atau 2,330 > 1,682 dan nilai p-value < atau 0,025 < 0,05. 2. Penelitian dari Khoiriah yang berjudul Penerapan Metode Reward Dan Punishment Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas III Sd Negeri 1 Plajan Jepara Tahun Pelajaran 2014/2015. Yang menjelaskan tentang beberapa metode reward dan punishment yang diberikan guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. 3. Penelitian dari Pramudya Ikranagara yang berjudul Pemberian reward dan punishment untuk meningkatkan Kedisiplinan Siswa Dalam Pembelajaran IPS kelas V SD Negeri 1 Kejobong Purbalingga. Skripsi ini menjelaskan tentang rendahnya nilai kedisiplinan siswa dalam pembelajaran karena guru mtidak menerapkan metode reward dan punishment, tetapi setelah menerapkan metode reward dan punishmen dan peningkatan kedisiplinan pada siswa melalui pemberian reward dan punishment yang dilakukan oleh guru. Dari beberapa judul penelitian di atas, menunjukan bahwa pada setiap pendidikan perlunya suatu upaya untuk meningkatkan prestasi 10

belajar siswa agar prestasi belajar siswa meningkat. Di sini penulis meneliti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang terfokus pada pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dari beberapa hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, ada persamaan dan perbedaannya. Persamaannya yaitu sama-sama bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode dan pendekatan yang dapat membuat siswa aktif, kreatif dan inovatif. Dan perbedaanya yaitu terletak pada jenis penelitiannya, dimana penelitian yang sudah dijpaparkan di atas menggunakan jenis penelitian kualitatif, dan ada yang menggunakan jenis penelitian PTK. Jadi jelaslah bahwa penelitian yang akan dilakukan oleh penulis berbeda dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Jika ada kemiripan, bukan berarti sama persis karena penelitian yang dilakukan penulis ini membahas tentang pendekatan yang dapat membuat siswa aktif, kreatif dan inovatif. F. Sistematika Pembahasan Adapun sistematika pembahasan dalam penelitian ini meliputi bagian awal, bagian awal, bagian utama dan bagian akhir. Bagian awal terdiri atas halaman judul, pernyataan keaslian, pengesahan, nota dinas pembimbing, abstrak, motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan gambar lampiran. Sedangkan bagian utama memuat pokok pokok permasalahan yang terdiri dari : 11

BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Definisi Operasional, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Kajian Pustaka, dan Sistematika Pembahasan. BAB II Landasan Teori dan hipotesis yang meliputi pengertian Reward dan Punishment, prestasi belajar, Ilmu Pengetahuan Alam,. BAB III Memuat metode penelitian meliputi jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek penelitian, obyek penelitian, prosedur penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan indikator keberhasilan. BAB IV Hasil penelitian dan pembahasan, bab ini meliputi : gambaran umum sekolah, deskripsi kondisi awal, deskripsi hasil siklus I, deskripsi hasil siklus II, dan pembahasan antar siklus. BAB V Bab terakhir ini akan disajikan tentang kesimpulan sebagai hasil dari penelitian dan dilanjutkan dengan saran saran yang sekiranya dapat dijadikan bahan pemikiran bagi yang berkepentingan. Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka, lampiran lampiran dan daftar riwayat hidup. 12

BAB II BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas II di MI Al Ikhlas Karangpucung Purwokerto Selatan dapat ditingkatkan melalui pemberian reward dan punishment. Reward diberikan untuk siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Reward yang diberikan berupa pujian (verbal dan nonverbal), penghormatan (pemberian penobatan), hadiah (pemberian alat tulis), dan tanda penghargaan (pemberian stiker). Punishment diberikan untuk siswa yang berperilaku tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran. Punishment yang diberikan berupa punishment preventif (menakut-nakuti dengan kata-kata dan memberikan larangan) serta punishment represif (pemberian tugas dan mempermalukan siswa). Hasil observasi pada siklus I menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar siswa mencapai rata rata 72,84, jika dikonversikan termasuk dalam kategori cukup. Hasil observasi pada siklus II menunjukkan bahwa rata-rata prestasi siswa dalam pembelajaran IPA mencapai 81,92, jika dikonversikan termasuk dalam kategori sangat baik. Rata-rata prestasi belajar siswa tersebut sudah sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. B. Saran Penelitian tindakan kelas yang sudah dilakukan perlu adanya perbaikan dan saran yang membangun: 13

1. Kepada Guru a. Guru memiliki peran ganda dalam proses pembelajaran menyampaikan materi dan sebagai manager dalam pengelolaan kelas, untuk itu guru harus mampu membangkitkan semangat belajar siswa agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. b. Berikan pujian atau hadiah kepada siswa apabila mendapat nilai baik agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru juga harus banyak memahami karakteristik siswa serta lingkungan. 2. Kepada Siswa a. Pemberian pujian atau hadiah dari guru dapat menjadikan dorongan utuk melakukan dan mengikuti pembeljaran dengan lebih baik. b. Siswa harus lebih aktf dan rajin dalam belajar agar mendpat nilai yang memuaskan dan menjadikan sadar dengan sendirinya bahwa belajar itu suatu keharusan bagi dirinya sendiri. 3. Kepada Pihak Sekolah Pihak sekolah melakukan koordinasi dengan orang tua untuk memonitoring perkembangan siswa dalam belajar agar siswa belajar lebih baik lagi. 14

DAFTAR PUSTAKA Abdullah Aly dan Eny Rahma.1996. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Amiruddin Hatibe.2012.Metodologi Penelitian Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam.Yogyakarta:Suka Arikunto, Suharsimi dkk. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta Arikunto, Suharsimi dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara Asih Widi Astuti dan Eka Sulistyowati. 2014. Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung; Sinar Baru Indrakusuma, Amir Dien. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional Kompri. 2015. Motivasi Pembelajaran Prespektif Guru dan Siswa. Bandung: Remaja Rosdakarya. Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas:Sebagai Pengembang Profesi Guru. Jakarta: Raja Grafindo. Mulyana, E. 2000. Praktik Penelitian Tindakan Kelas Nandang Koesasih dan Dede Sumarna. 2013. Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi Kecerdasan, Bandung: Alfabrta. Nana Djumhana. 2009. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama RI Purwanto, M. Ngalim. 2011. Ilmu pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. RochiatiWiriatmadja.2009.Metode Penelitian Tindakan Kelas:untuk meningkatkan kinerja guru dan dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ridwan Abdullah Sani.2015.Pembelajaran Saintifik untuk kurtilas. Jakarta: Bumi Aksara. 15

Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar mengajar.jakarta: Raja Grafindo Perss Sardiman A.M. 2001. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Slameto.1995.Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.jakarta:rineka Cipta Sri Purwati.2008.Ilmu Pengetahuan Alam 2 Untuk SD/MI Kelas 2.Surakarta: Cv. Putra Nugraha. Sumantri Syarif. 2016. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik Ditingkat Dasar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono, 2008. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta Tukiran Taniredja, Irma Pujiati dan Nyata. 2011. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta. UU Sisdiknas Taun 2003 Usman Samatowa. 2016. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta:Indeks Winkel.W.S.1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta:PT.Gramedia Yanuar.A. 2012. Jenis-Jenis Hukuman Edukatif Untuk Anak SD. Jogjakarta: Diva Press. 16