BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. 14 a. Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Yang termasuk pengetahuan ini adalah bahan yang dipelajari/rangsang yang diterima. 14 b. Memahami (Comprehention) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan suatu materi tersebut secara benar. 14 c. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisisebenarnya (riil). Aplikasi disini dapat diartikan penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks lain. 14 d. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam kaitannya suatu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja. 14 e. Sintesis (Synthesis) Sintesis merujuk pada suatu kemampuan untuk menjelaskan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan 6
yang baru. Bisa diartikan juga sebagai kemampuan untuk menyusun formasi baru dari formasi-formasi yang ada. 14 f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melaksanakan penelitian terhadap suatu obyek. Penelitian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. 14 2. Pengukuran pengetahuan Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari subjek penelitian atau responden. 15 Cara memperoleh pengetahuan dari berbagai macam cara yang telah digunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah, dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni 15 : a. Cara tradisional atau non ilmiah b. Cara coba salah (trial and error) Cara ini telah dipakai orang sebelum adanya kebudayaan, bahkan mungkin sebelum adanya peradaban. Cara coba-coba ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan yang lain. Metode ini masih dipergunakan sampai sekarang terutama oleh mereka yang belum atau tidak mengetahui suatu cara tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. c. Cara kekuasaan atau otoritas. Prinsip ini adalah orang lain menerima pendapat yang dikemukakan oleh orang yang mempunyai otoritas tanpa terlebih dahulu menguji atau membuktikan kebenarannya. Baik berdasarkan fakta empiris ataupun berdasarkan penalaran sendiri. 7
d. Berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalaman adalah guru terbaik, maksudnya bahwa pengalaman itu sumber pengetahuan dan pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. e. Melalui jalan pikiran. Berfikir induksi adalah pembuatan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang ditangkap oleh indera. Kemudian disimpulkan kedalam suatu konsep yang memungkinkan seseorang untuk memahami suatu gejala. Sedangkan berfikir deduksi adalah proses berpikir berdasarkan pada pengetahuan yang umum mencapai pengetahuan yang khusus. f. Cara modern. Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis, logis dan ilmiah. Cara ini disebut metode penelitian ilmiah, atau lebih populer disebut metodologi penelitian (research methodology). 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan, antara lain 16 : a. Tingkat Pendidikan Pendidikan adalah upaya untuk memberikan pengetahuan sehingga terjadi perubahan perilaku positif yang meningkat. b. Informasi Seseorang yang mempunyai sumber informasi yang lebih banyak akan mempunyai pengetahuan lebih luas. c. Budaya Tingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhan yang meliputi sikap dan kepercayaan. d. Pengalaman Sesuatu yang pernah dialami seseorang akan menambah pengetahuan tentang sesuatu yang bersifat informal. 8
e. Sosial Ekonomi Tingkat kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi akan menambah tingkat pengetahuan. B. Diare 1. Pengertian Hippocrates mendefinisikan diare sebagai pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair. Di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. 17 2. Penyebab Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa factor, yaitu 17 : a. Factor infeksi 1) Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Infeksi enteral meliputi : - Infeksi bakteri : Vibrio, E.coli, Salmonella, Shigella, Campylo bacter, Yersinia, Aeromonas, dan sebagainya. - Infeksi virus : Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dan lain-lain. - Infeksi parasit : Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris, Strongyloides), Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Trichomonas hominis), jamur (Candida albicans). 2) Infeksi parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti Otitis Media Akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah 2 tahun. b. Factor malabsorbsi 1) Malabsorbsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa, maltosa, dan sukrosa), monosakarida ( intoleransi glukosa, fruktosa, dan galaktosa). Pada bayi yang terpenting dan tersering adalah intoleransi laktosa. 2) Malabsorbsi lemak. 3) Malabsorbsi protein. 9
c. Factor makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. d. Factor psikologis : rasa takut dan cemas. Walaupun jarang dapat menimbulkan diare terutama pada anak yang lebih besar. 3. Patogenesis Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah 17 : a. Gangguan osmotic Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. b. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misal oleh toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. c. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan, sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltic usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula. 4. Diare terbagi dua berdasarkan mula dan lamanya, yaitu 18 : a. Diare Akut 1) Pengertian Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari. 2) Etiologi Infeksi merupakan penyebab utama diare akut, baik oleh bakteri, parasit, maupun virus. Penyebab lain yang dapat menimbulkan diare akut adalah toksin dan obat, nutrisi enteral diikuti puasa yang berlangsung lama, kemoterapi, impaksi vekal (overflow diarrhea), atau berbagai kondisi lain. 10
b. Diare Kronik 18 1) Pengertian Diare kronik ditetapkan sebagai kesepakatan, yaitu diare yang berlangsung lebih dari tiga minggu. Ketentuan ini berlaku bagi orang dewasa, sedangkan pada bayi dan anak ditetapkan batas waktu dua minggu. 2) Etiologi Diare kronik memiliki penyebab yang bervariasi dan tidak seluruhnya diketahui. Penyakit diare berdasarkan jenisnya dibagi menjadi empat yaitu 19 : 1. Diare Akut Diare akut yaitu, diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari 7 hari). Akibatnya adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare. 2. Disentri Disentri yaitu, diare yang disertai darah dalam tinjanya. Akibat disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, dan kemungkinan terjadinnya komplikasi pada mukosa. 3. Diare persisten Diare persisten, yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari secara terus menerus. Akibat diare persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme. 4. Diare dengan masalah lain Anak yang menderita diare (diare akut dan diare persisten) mungkin juga disertai dengan penyakit lain, seperti demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya. 5. Gejala Diare Gejala-gejala diare adalah sebagai berikut 20 : a. Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah. b. Suhu badan meningkat, c. Tinja bayi encer, berlendir atau berdarah 11
d. Warna tinja kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu, e. Lecet pada anus, f. Gangguan gizi akibat intake (asupan) makanan yang kurang, g. Muntah sebelum dan sesudah diare, h. Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah), i. Dehidrasi (kekurangan cairan), dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dehidrasi berat. Sebelum anak dibawa ke tempat fasilitas kesehatan untuk mengurangi resiko dehidrasi sebaiknya diberi oralit terlebih dahulu, bila tidak tersedia berikan cairan rumah tangga misalnya air tajin, kuah sayur, sari buah, air teh, air matang dan lain-lain. 6. Komplikasi Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti 17,21 : a. Dehidrasi 21 Tabel 2.1 Penentuan Derajat Dehidrasi No Tanda dan Dehidrasi Dehidrasi Sedang Dehidrasi Berat Gejala Ringan 1 % penurunan < 5 5-10 >10 berat badan 2 Tampilan Normal/tidak Tidak tenang/agitasi, Mengantuk/lemas, sehat gelisah atau mengantuk letargi 3 Mata/ubunubun Normal Cekung Sangat cekung 4 Membran mukosa Normal /kering Kering Sangat kering 5 Pengisian Normal (<2 Normal/memanjang Memanjang kapiler det) 6 Perfusi Normal Menurun Tangan dan kaki perifer dingin 7 Tekanan darah Normal Normal Rendah b. Renjatan hipovolemik c. Hipokalemia (dengan gejala meteorismus, hipotoni otot, lemah, bradikardia, perubahan pada elektrokardiogram) d. Hipoglikemia e. Intoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim lactase karena kerusakan vili mukosa usus halus. 12
f. Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik. g. Malnutrisi energy protein, karena selain diare dan muntah, penderita juga mengalami kelaparan. 7. Pengobatan Dasar pengobatan diare adalah 17 : a. Pemberian cairan (rehidrasi awal dan rumat) b. Dietik (pemberian makanan) c. Obat-obatan. 8. Cara mencegah diare pada anak Berikut ini langkah-langkah khusus agar si kecil terhindar dari diare 1 : a. Jika si kecil masih dalam masa menyusui, berikan air susu ibu (ASI) secara penuh. ASI akan membuat pertahanan tubuh si kecil lebih kuat. Termasuk juga dalam menahan serangan kuman-kuman. b. Sterilkan botol susu yang biasa digunakan untuk minum susu. Rendam dulu dengan air panas sebelum diisi susu untuk si kecil. c. Masak dengan benar air yang akan digunakan untuk minum alias sampai benar-benar sampai pada titik didih. Air mentah sangat potensial menjadi penyebab diare karena tercemar bakteri yang berasal dari tinja. Apalagi bila pertahanan tubuh si kecil sedang lemah, ia dapat dengan mudahnya terserang diare. d. Hindari menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Ini bisa membuat makanan cepat basi atau cepat ditumbuhi jamur. e. Biasakan buah hati anda dari kecil untuk membuang air besar di tempatnya dan tidak sembarangan. f. Biasakan si kecil untuk mencuci tangan sebelum-sesudah makan. Begitu juga cuci tangan sesudah melakukan kegiatan apapun di luar rumah, sudah buang air besar (BAB) dan kecil. Juga biasakan cuci tangan sesudah mengganti popok serta membersihkan kotoran anak, sesudah membuang tinja, sebelum memasak makanan dan terutama sebelum menyuapi si kecil. 13
g. Selalu sediakan dan biasakan si kecil menggunakan sabun dalam mencuci tangan. Tidak lupa untuk membilas tangan dengan air mengalir dan dikeringkan dengan lap atau handuk bersih. h. Ajari si kecil agar tidak jajan sembarangan, atau kalaupun jajan harus membedakan mana jajanan yang layak (bersih) dan tidak. i. Biasakan si kecil untuk langsung katakan pada anda jika terserang sakit apapun, termasuk diare. Ini akan membuat penanganan cepat dan tidak terlambat. j. Jangan lupa tetap menyediakan obat diare khusus untuk anak. C. Karateristik Anak Sekolah Dasar Pada usia sekolah dasar sering disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah. Pada masa keserasian bersekolah ini secara relative, anak-anak lebih mudah dididik daripada masa sebelumnya dan sesudahnya. Usia sekolah dasar (6-12 tahun) anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual, atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan intelaktual atau kemampuan kognitif (seperti : membaca, menulis dan menghitung). 9 Pada permulaan usia 6 tahun anak mulai masuk sekolah, sehingga anakanak mulai masuk kedalam dunia baru, dimana mulai banyak berhubungan dengan orang-orang diluar keluarganya dan berkenalan dengan suasana dan lingkungan baru dalam hidupnya. 22 Beberapa gambaran karakteristik anak sekolah dasar antara lain sebagai berikut: karakteristik anak sekolah dasar yang pertama adalah senang bermain, karakteristik yang kedua senang bergerak, karakteristik yang ketiga senang bekerja dalam kelompok dan karakteristik keempat senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Anak sekolah dasar senang bergerak dan dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Dalam pergaulan dengan kelompok sebaya, anak belajar aspek-aspek yang penting dalam proses sosialisasi. Seperti: belajar memenuhi aturan-aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada orang lain dan diterima di 14
lingkungannya, belajar menerima tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat dan sportif. 14 Anak usia sekolah biasanya banyak memiliki aktivitas bermain yang menguras banyak tenaga, dengan demikian terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Akibatnya tubuh anak menjadi kurus, untuk mengatasinya dengan mengontrol waktu bermain anak sehingga anak memiliki waktu istirahat yang cukup. Kurangnya nafsu makan dapat disebabkan banyak jajan, untuk meningkatkannya dapat diberikan obat nafsu makan sesuai dosis yang dianjurkan. Makanan jajanan yang kurang mengandung nilai gizi dan kebersihannya kurang terjaga, maka akan menimbulkan dampak yang merugikan kesehatan. 23 D. Media Audio-Visual Media audio-visual adalah media penyampaian informasi yang memiliki karakteristik audia (suara) dan visual (gambar). Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua karakteristik tersebut. (saptoharyoko) Tujuan audio-visual adalah salah satu alat untuk menjangkau khalayak tertentu dalam rangka menkomunikasikan pesan khusus demi mencapai tujuan-tujuan tertentu. 24 Media audio-visual dibagi menjadi dua yaitu 7 : 1. Audio-visual diam, yaitu media yang dapat menampilkan unsure suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slide), film bingkai suara, dan cetak suara. 2. Audio-visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsure suara dan gambar yang bergerak sepertifilm suara dan video cassette. Pembagian lain dari media audio-visual adalah 7 : 1. Audio-visual murni, yaitu baik unsure suara maupun gambar berasal dari satu sumber seperti film video cassette 2. Audio-visual tidak murni, yaitu yang unsure suara dan unsure gambar berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsure gambarnya dari slide proyektor dan unsure suara berasal dari tape recorder. 15
Media belajar itu diperlukan agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Dengan audio-visual yang tepat akan mampu memotivasi dan mengarahkan konsentrasi siswa terhadap materi pelajaran. Apabila mereka termotivasi dalam belajar maka hasil pembelajaran dapat pula ditingkatkan. 25 Audio-visual sangat bermanfaat dalam proses belajar mengajar oleh karena 25 : 1. Dapat memfokuskan perhatian siswa terhadap makna suatu kosakata dengan lebih jelas dan langsung sehingga pengajaran bisa lebih hidup, dan 2. Dapat menarik perhatian siswa ke dalam proses pembelajaran oleh karena ada sesuatu yang menarik untuk dilihat atau didengar. E. Peranan Media Audio-Visual sebagai upaya Peningkatan Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. 14 Tingkat pengetahuan seseorang di pengaruhi oleh berbagai factor. Faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan, salah satu diantaranya adalah informasi. 16 Seseorang yang memiliki informasi yang luas maka dia akan memiliki pengetahuan yang luas pula. Informasi yang diperoleh dapat berasal dari lingkungan keluarga yaitu orang tua, sekolah/guru, teman, masyarakat sekitarnya dan media yang ada disekeliling anak terutama media audio visual. Media audio-visual memiliki peranan juga dalam peningkatan pengetahuan seseorang. Dimana media ini menjadi salah satu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. Dengan kemajuan teknologi dalam pendidikan, khususnya pengajaran, manusia berpikir selangkah lebih maju. Anak dapat menerima pesan/informasi/ pelajaran melalui berbagai cara dan menggunakan berbagai media. Secara umum media yang dapat dipakai untuk interaksi pembelajaran pengembangan anak yaitu media visual dan media audio. Anak belajar mengenal lingkungan dan menyerap pengetahuan melalui apa yang dilihat dan didengarnya, bahkan 55% pengetahuan anak didapat dari pengamatan dan 16
pendengaran, sehingga indra penglihatan dan pendengaran merupakan pintu gerbang masuknya ilmu pengetahuan kedalam diri anak. 5 17
F. Kerangka Teori Predisposing factors (pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, nilai dan sebagainya) Enabling factors (ketersediaan sumbersumber/fasilitas) Reinforcing factors (sikap dan perilaku petugas) komunikasi melalui media audio visual dan ceramah - PPM - Pemasaran Sosial - PO - Training - PO Pendidikan Kesehatan Gambar 2.1. Kerangka Teori 14 G. Kerangka Konsep Variabel Bebas Media audio visual Variabel Terikat Pengetahuan tentang diare pada anak SD Gambar 2.2 Kerangka konsep H. Hipotesis Hipotesa penelitian adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagaimana adanya pada saat fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam verifikasi. 26 Pernyataan hipotesa dalam penelitian ini adalah : Ha : Ada pengaruh media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan tentang diare pada anak SD 18