dr. Ganung Harsono, Sp.A (K)

dokumen-dokumen yang mirip
Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia dalam Dugaan Pelanggaran Disiplin Kedokteran

Tujuan & Tugas KKI. Tujuan:

PEMBATALAN SANKSI DISIPLIN PROFESI KEDOKTERAN OLEH PENGADILAN TATA USAHA NEGARA

PEMBUKTIAN MALPRAKTIK

SALINAN PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG DISIPLIN PROFESIONAL DOKTER DAN DOKTER GIGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

ETIKA PROFESI DOKTER DALAM ERA JKN

FRAUD DALAM BPJS. Dr Wening Prastowo SpF

Sumpah Dokter SAYA BERSUMPAH BAHWA :

ETIKA DAN PROFESIONALISME DI BIDANG KEDOKTERAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ETHICS IN OBSTETRICS AND GYNECOLOGY PRACTICE. Poedjo Hartono SpOG Ketua MPPK PB IDI, Ketua PB POGI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ETIKA PROFESI DOKTER, tantangan dan harapan.

ETIKA KEDOKTERAN GIGI & UURI No 29 TH HARUM SASANTI Pelatihan Dokter Gigi Keluarga

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 93 Tahun 2016 Seri E Nomor 45 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 93 TAHUN 2016 TENTANG

POTENSI FRAUD DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA & RUJUKAN TINGKAT LANJUT (FKTP&FKTL)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Peran Kolegium dan Masalah Perijinan Praktik untuk pelatihan dalam rangka. Pelaksanaan Sanksi Disiplin Profesi Kedokteran

Pada UU No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran khususnya pada pasal 52 juga diatur hak-hak pasien, yang meliputi:

KEPUTUSAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 17/KKI/KEP/VIII/2006 TENTANG PEDOMAN PENEGAKAN DISIPLIN PROFESI KEDOKTERAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SALINAN PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG

2 Mengingat e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER PADA MASYARAAT

MEDIKO LEGAL PADA HEMATOLOGI DAN ONKOLOGI. Dr. H. Edi Sulistyono, MM ( Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pati )

CURICULUM VITAE Nama : Sagung Putri M.E.

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEPERAWATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Istilah kode berasal dari kata latin codex yang antara lain berarti buku, atau sesuatu yang tertulis, atau seperangkat asas-asas atau aturan-aturan.

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG IZIN PRAKTIK DOKTER DAN DOKTER GIGI

TATA LAKSANA PENGELOLAAN KASUS PELANGGARAN DISIPLIN KEDOKTERAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,

Hubungan Kemitraan Antara Pasien dan Dokter. Indah Suksmaningsih Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : PO. 004/ PP.IAI/1418/VII/2014. Tentang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan serta pelayanan sosial lain yang diperlukan. orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

2011, No Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lem

KEPUTUSAN DIREKTUR RS. PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA Nomor : 2347a/PW/Sekr/VIII/2014 TENTANG

dr. AZWAN HAKMI LUBIS, SpA, M.Kes

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG IZIN PRAKTIK PERAWAT

BAB I PENDAHULUAN. terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat,

Strategi Penanganan Kasus Pelanggaran Disiplin Praktik Kedokteran dalam Rangka Pembinaan Profesi Dokter/Dokter Gigi pada Era MEA #

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2052/MENKES/PER/X/2011 TENTANG IZIN PRAKTIK DAN PELAKSANAAN PRAKTIK KEDOKTERAN

Apa yang perlu dokter ketahui agar tidak masuk penjara? Dr. Budi Suhendar, DFM, Sp.F PIT IDI Tangerang 11 Februari 2018

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB V PENUTUP. A. Simpulan. Setelah dijelaskan dan diuraikan sebagaimana tercantum dalam

FRAUD PMK NO.36 TAHUN 2015 TENTANG FRAUD

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

HERIANDI SUTADI DIVISI REGISTRASI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG IZIN PRAKTEK KEDOKTERAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

(dalam) layanan primer

BAB III TINJAUAN TEORITIS

PROGRAM KERJA SUBKOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI KOMITE MEDIK RUMAH SAKIT BUNDA SIDOARJO TAHUN 2015

PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG NOMOR

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1419/MENKES/PER/X/2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PRAKTIK DOKTER DAN DOKTER GIGI

PRAKTIK KEDOKTERAN PERATURAN SEBELUM UUPK PERMENKES 916/TAHUN 1997 PP NOMOR 1 TAHUN 1988 SISTIMATIKA UU PK PERATURAN PEMERINTAH NOMOR

Perawat adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kewenangan untuk memberikan asuhan keperawatan pada orang lain berdasarkan ilmu

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1419/MENKES/PER/X/2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PRAKTIK DOKTER DAN DOKTER GIGI

BAB II PENGATURAN MENGENAI MALPRAKTEK YANG DILAKUKAN OLEH BIDAN. 1. Peraturan Non Hukum (kumpulan kaidah atau norma non hukum)

Inform Consent. Purnamandala Arie Pradipta Novita Natasya Calvindra L

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

b. bahwa Komisi Yudisial mempunyai peranan penting dalam usaha mewujudkan

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 512/MENKES/PER/IV/2007 TENTANG IZIN PRAKTIK DAN PELAKSANAAN PRAKTIK KEDOKTERAN

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN Perkara Nomor 14/PUU-XII/2014 Tindak Pidana Dalam Kedokteran

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2015

Kode etik perawat. Profesi moral community : Cita-cita dan nilai bersama. Anggota profesi disatukan oleh latar belakang pendidikan yg sama Profesi mem

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG IZIN PRAKTEK DOKTER, PRAKTEK PERAWAT, PRAKTEK BIDAN DAN PRAKTEK APOTEKER

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 01/PM.9/2010 TENTANG

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN, PERAWAT, RUMAH SAKIT DASAR HUKUM

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG IZIN PRAKTEK DOKTER, PRAKTEK PERAWAT, PRAKTEK BIDAN DAN PRAKTEK APOTEKER

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BAB II PROFESI APOTEKER, MORAL DAN ETIK APOTEKER, KEWENANGAN, KEWAJIBAN DAN HAK APOTEKER DAN PASIEN SERTA HUBUNGAN APOTEKER DAN PASIEN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG

PERAN IDI DALAM MELAKSANAKAN KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA TERKAIT PROSES VERIFIKASI BPJS

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PRAKTIK DOKTER DAN DOKTER GIGI

ETIKA PROFESI DAN KODE ETIK KONSULTAN PAJAK INDONESIA. Oleh Bambang Kesit PROGRAM MAKSI-PPAK FE-UII YOGYAKARTA 2010

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa. Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN INTERNAL STAF MEDIS KLINIK PRATAMA TABITA PENDAHULUAN

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK INSAN OMBUDSMAN KETUA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA DAN IMPLEMENTASI - JABARAN KODE ETIK

HUKUM DAN KODE ETIK. Lilywi 1. Tanggung jawab Profesional Perekam Medis dan IK KERAHASIAAN ISI REKAM MEDIS KERAHASIAAN ISI REKAM MEDIS

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. Undang Undang No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran

SURVEI HUBUNGAN DOKTER DENGAN PASIEN

Transkripsi:

CURRICULUM VITAE dr. Ganung Harsono, Sp.A (K) Pendidikan : 1. Dokter Umum FK UGM, lulus tahun 1977 2. Dokter Spesialis Anak FK UNDIP lulus tahun 1985 3. Dokter Spesialis Anak (Konsultan Alergi Imunologi) tahun 2008 Organisasi : Anggota IDAI cabang Jawa Tengah Perwakilan Surakarta Sekretaris IDAI Jawa Tengah Perwakilan Surakarta tahun 1993-2002 Anggota Kolegium Ilmu Kesehatan Anak 1998-2003 (ex officio) Ketua I Komite Medik tahun 1998-2003 Ketua I IDI Cabang Surakarta tahun 2002-2005 Ketua IDI CabangSurakarta 2005-2012 Ketua MKEK IDI Cabang Surakarta 2012-2017 1

Ganung Harsono 2

POKOK BAHASAN 1. Pengertian ETIK dan KODEKI 2. Kekhususan profesi Dokter 3. MKEK dan MKDKI 4. Hak-hak Pasien 5. Rumah sakit dan BPJS 6. Pelanggaran Etik dan Disiplin Kedokteran 7. Fraud 3

1 Pengertian ETIK dan KODEKI 4

ETIKA Merupakan sesuatu yang berada dalam diri manusia atau sekelompok yg diyakini benar, bersumber dari pengetahuan, pengalaman, dan kebiasaan Merupakan landasan/alasan untuk bertindak sesuatu dalam kehidupan sehari-hari Merupakan sebuah "peraturan" yg mengikat, namun tidak sekuat hukum karena tdk memiliki sanksi tegas dan bersifat tertulis 5

Etika Kedokteran Dimensi moral, penghayatan berjangka panjang (dari masa pendidikan sampai dengan akhir karier profesi), berlaku internal untuk dokter Bentuk pelanggaran = tidak mentaati 6

KODEKI Dibuat dan disepakati oleh organisasi profesi Merupakan peraturan yang tertulis, mengikat, memiliki sanksi Mengatur norma perilaku pelaksanaan profesi Diadili oleh: Ikatan organisasi profesi terkait Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) 7

KODEKI Sanksi etik: Dikeluarkan dari keanggotaan ikatan profesi Larangan untuk melakukan pekerjaan profesi dll 8

KODEKI kewajiban umum kewajiban terhadap pasien kewajiban terhadap teman sejawat * kewajiban terhadap diri sendiri 9

KODEKI Pelanggaran etik: Pelanggaran etik murni Pelanggaran etikolegal Pelanggaran etik tidak selalu merupakan pelanggaran hukum 10

Pelanggaran Etika Murni 1. Menarik imbalan yg tidak wajar dari pasien atau dari sejawat dokter beserta keluarga kandungnya 2. Mengambil alih pasien tanpa persetujuan sejawatnya 3. Memuji diri sendiri di depan pasien, keluarga atau masyarakat 4. Pelayanan kedokteran yang diskriminatif 5. Kolusi dg perusahaan farmasi/apotik/lab 6. Tidak pernah mengikuti PKB 7. Mengabaikan kesehatannya sendiri 11

Pelanggaran Etikolegal Pelayanan kedokteran di bawah standar (malpraktek) Menerbitkan surat keterangan palsu Membocorkan rahasia pekerjaan/jabatan dokter Pelecehan seksual, dsb 12

Disiplin Kedokteran odibuat Organisasi Profesi ostandard Profesi odiatur norma perilaku pelaksana profesi osanksi: teguran, reedukasi, pencabutan SIP, STR oyang mengadili : Badan yg dibentuk MKDKI 13

Hukum Kedokteran Berlaku untuk seluruh masyarakat Dibuat oleh Pemerintah dan DPR UU, PP, Keppres, dll Mengatur, norma prilaku manusia pada umumnya Pengadilan: Perdata Pidana 14

Beda Etika, Disiplin, Hukum BENTUK: ETIKA DOK DISIPLIN DOK HUKUM DOK KODEKI Aturan disiplin UU, PP, Permen, Kepres, dll PENYUSUN Organisasi profesi Negara dan KKI Negara (DPR + Pemerintah) SANKSI Moral/hati nurani Nasehat, teguran, pengucilan Teguran, reedukasi, pencabutan STR/SIP Pidana: denda,penjara Perdata: ganti rugi Administrasi: pencabutan SK PEMERIKSA MKEK/MKEKG (anggota, profesi) MKDKI: (anggota: dr, drg, SH) Pengadilan: Negeri TUN (anggota: hakim, SH) 15

Perangkat Hukum o UU Dasar 1945 dan perubahannya o UU Perlindungan Konsumen (UU No. 8/1999) o UU Praktik Kedokteran (UU No. 29/2004) o UU Kesehatan (UU No. 36 tahun 2009) o UU Rumah Sakit (UU No. 44 tahun 2009) o UU Pelayanan Publik (UU No. 25 tahun 2009) o Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Menteri lainnya 16

2 Kekhususan profesi Dokter 17

Kekhususan profesi dokter (UU No.29/2004) o Dokter dg keilmuannya dibenarkan untuk melakukan tindakan medis thd tubuh manusia dlm upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan o Tindakan medis thd tubuh manusia yg dilakukan bukan oleh dokter dapat digolongkan sebagai tindak pidana o Dalam rangka patient safety dan memberikan kepastian hukum/penjaminan legalitas praktik kedokteran dokter wajib teregistrasi sesuai kompetensi 18

Tujuan disiplin profesi Menjaga mutu pelayanan medis Melindungi masyarakat atas tindakan dokter Menjaga kehormatan profesi (professional trust) 19

Praktik dokter yang baik (3 PILAR) 1. Kompetensi professional 2. Hubungan: dokter pasien, dokter teman sejawat 3. Etika profesi 20

Berbuat benar dan baik Benar: Baik: Sesuai Kemajuan IPTEK Best Clinical Judgement Etis Manusiawi Adil 21

3 MKEK dan MKDKI 22

MKEK (Pedoman MKEK pasal 1 ayat 3) MKEK ialah badan otonom IDI yang dibentuk secara khusus di tingkat Pusat, Wilayah dan Cabang untuk menjalankan tugas kemahkamahan profesi, pembinaan etika profesi, dll 23

Tugas MKEK (Pedoman MKEK pasal 6 ayat 4) Sbg lembaga etika yg memeriksa, menyidangkan, membuat putusan setiap konflik etikolegal yang berpotensi sengketa medik MKEK memiliki tugas menegakkan etika profesi kedokteran MKEK merupakan badan otonom IDI 24

MKDKI MKDKI memiliki tugas menentukan ada tidaknya kesalahan penerapan disiplin ilmu kedokteran dan menjatuhkan sanksi atas itu 25

Tugas MKDKI Menerima pengaduan, memeriksa, dan memutuskan kasus pelanggaran disiplin kedokteran yang diajukan Menyusun pedoman dan tata cara penanganan kasus pelanggaran disiplin kedokteran Memeriksa dan memberikan keputusan terhadap pengaduan yang berkaitan dengan disiplin dokter dan dokter gigi Keputusan MKDKI itu sifatnya mengikat: o dinyatakan tidak bersalah, atau o pemberian sanksi disiplin: pemberian peringatan tertulis rekomendasi pencabutan STR atau SIP kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan 26

4 Hak-hak Pasien 27

UU Praktik Kedokteran Hak untuk mendapatkan penjelasan secara lengkap Hak untuk meminta pendapat kedua Hak untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis Hak untuk menolak tindakan medis Hak untuk mendapatkan isi rekam medis Hak mendapat penjelasan sebelum persetujuan tindakan medis: Diagnosa dan rencana tindakan Tujuan tindakan medis Risiko tindakan medis yang mungkin terjadi Alternatif tindakan medis dan risikonya 28

5 Rumah Sakit BPJS 29

UU No. 44/2009, pasal 46 tentang Rumah Sakit RS bertanggung jawab secara hukum thd semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yg dilakukan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit Kredensial Staf Rumah Sakit 30

UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Ayat (2) atau Pasal 85 Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah)... 31

6 Pelanggaran Etik dan Disiplin Kedokteran 32

SUMPAH/JANJI DOKTER INDONESIA (ringkas) Demi Allah saya bersumpah/berjanji, bahwa saya: Membaktikan hidup guna kepentingan peri-kemanusiaan Memelihara martabat dan tradisi luhur kedokteran Menjalankan tugas secara terhormat dan bersusila Merahasiakan segala sesuatu terkait profesi saya sebagai dokter Tidak akan menggunakan pengetahuan dokter saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan peri-kemanusiaan Menghormati setiap hidup insani sejak pembuahan Mengutamakan kesehatan pasien dan kepentingan masyarakat Berikhtiar dengan sungguh-sungguh tanpa terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, gender, politik, kepartaian, dan kedudukan sosial Menghormati dan berterima kasih kepada guru-guru saya Memperlakukan teman sejawat sebagaimana saya sendiri ingin diperlakukan Ikrar sumpah/janji dengan sungguh-sungguh serta penuh keinsyafan dan tanggung jawab dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya 33

Pasal 51 UUPK: Dokter dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai kewajiban: memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien; merujuk pasien ke dokter lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan; merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia; melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya; dan menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran 34

Pelanggaran Disiplin Profesional Dokter Pelaksanaan Praktik Kedokteran dg tidak kompeten Tugas dan tanggung jawab profesional pada pasien tidak dilaksanakan dengan baik (kelalaian) Bertindak tercela terhadap wibawa profesi 35

Tidak/kurang Kompeten 1. Melakukan Praktik Kedokteran dengan tidak kompeten; 2. Tidak merujuk pasien kepada dokter lain yang memiliki kompetensi yang sesuai; 3. Mendelegasikan pekerjaan kepada tenaga kesehatan tertentu yg tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan pekerjaan tsb; 4. Menyediakan dokter pengganti sementara yang tidak memiliki kompetensi yg sama; 5. Menjalankan Praktik Kedokteran dalam kondisi kesehatan fisik ataupun mental yg sedemikian rupa sehingga tidak kompeten dan dapat membahayakan pasien; 36

KELALAIAN PROFESIONAL 1. Tidak melakukan tindakan medis yang memadai yang dapat membahayakan pasien 2. Melakukan pemeriksaan atau pengobatan berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien 3. Tidak memberikan penjelasan yang jujur, etis, dan memadai kepada pasien atau keluarganya dalam praktik kedokteran 4. Melakukan tindakan medis tanpa memperoleh persetujuan dari pasien atau keluarga 5. Tidak membuat atau tidak menyimpan rekam medis dengan sengaja 37

KELALAIAN PROFESIONAL 6. Melakukan perbuatan yang dapat mengakhiri kehidupan pasien atas permintaan sendiri atau keluarganya 7. Menjalankan praktik kedokteran dengan menerapkan pengetahuan, keterampilan, atau teknologi yang belum diterima atau di luar tata cara praktik kedokteran yang layak 8. Melakukan penelitian dalam praktik kedokteran dengan menggunakan manusia sebagai subjek penelitian tanpa memperoleh persetujuan etik (ethical clearance) 38

KELALAIAN PROFESIONAL 10. Tidak melakukan pertolongan darurat kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya 11. Menolak atau menghentikan tindakan/asuhan medis atau tindakan pengobatan terhadap pasien tanpa alasan yang layak dan sah sesuai dengan ketentuan etika profesi atau peraturan perundangundangan yang berlaku 12. Membuka rahasia kedokteran 13. Membuat keterangan medis yang tidak didasarkan kepada hasil pemeriksaan yang diketahuinya secara benar dan patut 14. Turut serta dalam perbuatan yang termasuk tindakan penyiksaan atau eksekusi hukuman mati 39

Perilaku Tercela 1. Memberikan obat golongan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya yang tidak sesuai dg ketentuan profesi atau peraturan perundang-undangan yang berlaku 2. Melakukan pelecehan seksual, tindakan intimidasi, atau tindakan kekerasan terhadap pasien dalam penyelenggaraan Praktik Kedokteran 3. Menggunakan gelar akademik atau sebutan profesi yang bukan haknya 4. Menerima imbalan sebagai hasil dari merujuk, meminta pemeriksaan, atau memberikan resep obat/alat kesehatan 40

Perilaku Tercela 5. Mengiklankan kemampuan/pelayanan atau kelebihan kemampuan pelayanan yang dimiliki baik lisan ataupun tulisan yang tidak benar atau menyesatkan 6. Adiksi pada narkotika,psikotropika, alkohol, dan zat adiktif lainnya; 7. Berpraktik dengan menggunakan STR, SIP, dan/atau sertifikat kompetensi yang tidak sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku 8. Tidak jujur dalam menentukan jasa medis 9. Tidak memberikan informasi, dokumen, dan alat bukti lainnya yang diperlukan MKDKI, untuk pemeriksaan atas pengaduan dugaan pelanggaran disiplin profesional dokter 41

7 Fraud 42

Fraud: Pengertian Fraud Provider Fraud Fraud di Rumah Sakit Consumer Fraud Internal Fraud 43

Definisi Fraud (Permenkes 36 th 2014) Tindakan yg dilakukan dg sengaja oleh Peserta, petugas BPJS Kesehatan, pemberi pelayanan kesehatan, serta penyedia obat dan alat kesehatan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari program jaminan kesehatan dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional melalui perbuatan curang yg tidak sesuai dg kesetentuan Upaya yang secara sengaja dilakukan dengan menciptakan suatu manfaat yang tidak seharusnya dinikmati baik oleh individu atau institusi dan dapat merugikan pihak lain 44

Provider Fraud Contoh: Cloning Up coding Unbundling Double Klaim Misrepresentasi Readmission Prematur Discharge 45

Tipe Fraud di RS (Laksono T, 2014) 1. Upcoding 2. Cloning 3. Phantom Billing 4. Inflated Bills 5. Service Unbundling or Fragmentation 6. Self Referral 7. Repeat billing Length of Stay 8. Type of room change 9. Time in OR 10. Keystroke Mistake 11. Cancelled Service 12. No Medical Value 13. Standard of care 14. Unnecessary treatment 46

SIMPULAN Etik kedokteran merupakan bagian dari menjalankan praktek kedokteran Kita jangan sampai tersangkut masalah yg berkaitan dengan etik kedokteran 47

48