Berita Resmi Statistik

dokumen-dokumen yang mirip
PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2017

EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I-2016 TUMBUH 4,58 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN I TAHUN 2016 PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG


PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN II-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN III TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TRIWULAN I-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TRIWULAN II-2016 EKONOMI PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN II-2016 TUMBUH 5,21 PERSEN MENGUAT DIBANDINGKAN TRIWULAN II-2015

BERITA RESMI STATISTIK

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN III-2015

BERITA RESMI STATISTIK

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN II TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TAHUN 2016

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH SEMESTER I

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN II TAHUN 2017

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TRIWULAN III-2016

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN TENGAH. 07 November 2016

Pertumbuhan Ekonomi Bali Triwulan III 2017

BERITA RESMI STATISTIK

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN I/2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN III-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2017

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TRIWULAN II-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2015

BPS PROVINSI LAMPUNG PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2015

BADAN PUSAT STATISTIK

PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA BARAT TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN III/2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TAHUN 2015

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Triwulan III-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT TRIWULAN III-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BANTEN TRIWULAN I TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI NTT SEMESTER I TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TAHUN 2016 Ekonomi Gorontalo Tahun 2016 Tumbuh 6,52 Persen

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TRIWULAN III-2016 Ekonomi Gorontalo Triwulan III-2016 Tumbuh 6,98 Persen Meningkat Dibanding dengan Triwulan II-2016

Transkripsi:

6 November 2017

2 Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Produk Domestik Bruto) Berita Resmi Statistik 6 November 2017 Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Perkembangan Tenaga Kerja Indonesia

3 CATATAN PERISTIWA TRIWULAN III-2017 Harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional pada Triwulan III/2017 secara umum mengalami peningkatan baik secara (q-to-q) maupun secara (y-on-y). Kondisi perekonomian global pada Triwulan III/2017 terus menunjukkan adanya peningkatan. Ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia pada umumnya membaik: Tiongkok menguat dari 6,7 persen (Q3/16) menjadi 6,8 persen (Q3/17). Amerika Serikat menguat dari 1,5 persen (Q3/16) menjadi 2,3 persen (Q3/17). Singapura menguat dari 1,2 persen (Q3/16) menjadi 4,6 persen (Q3/17).

CATATAN PERISTIWA TRIWULAN III-2017 Terjadi inflasi sebesar 0,28 persen (q-to-q). Namun jika dibandingkan dengan posisi September 2016, terjadi inflasi sebesar 3,72 persen (y-ony). Realisasi belanja pemerintah (APBN) Triwulan III/2017 mencapai Rp481,34 triliun (22,56 persen dari pagu 2017 sebesar Rp2.133,30 triliun), naik dibanding realisasi Triwulan III/2016 yang mencapai Rp440,14 triliun (21,13 persen dari pagu 2016 sebesar Rp2.082,90 triliun). Nilai ekspor barang Indonesia pada Triwulan III/2017 mencapai USD43,38 miliar, atau naik sebesar 10,44 persen (q-to-q) dan naik 24,01 persen (y-on-y). Nilai impor barang Indonesia pada Triwulan III/2017 mencapai USD40,17 miliar, atau naik sebesar 12,52 persen (q-to-q) dan naik 22,86 persen (y-on-y). 4

5 CATATAN PERISTIWA TRIWULAN III-2017 Realisasi penanaman modal yang tercatat di BKPM (PMA dan PMDN) pada Triwulan III/2017 sebesar Rp176,6 triliun, atau naik sebesar 3,4 persen (q-to-q) dan 13,7 persen (y-on-y). Penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada Triwulan III/2017 mencapai 270.255 unit, atau naik sebesar 8,21 persen (q-to-q) dan 7,79 persen (y-on-y). Produksi semen pada Triwulan III/2017 sebesar 18,78 juta ton, atau naik 30,55 persen (q-to-q) dan penjualan semen sebesar 19,32 juta ton naik 28,91 persen (q-to-q).

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN III-2017 No. 101/11/Th. XX, 06 November 2017

Ekonomi Indonesia Triwulan III-2017 Tumbuh 5,06 Persen (Y-on-Y) 5,06% 3,18% Rp2.428,6 triliun (ADHK) Rp3.205,5 triliun (ADHB) Rp2.472,8 triliun (ADHK) Rp3.365,4 triliun (ADHB) Rp2.551,5 triliun (ADHK) Rp3.502,3 triliun (ADHB) Triwulan III 2016 Triwulan II 2017 Triwulan III 2017 Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia Triw I s/d III-2017 dibandingkan dengan Triw I s/d III-2016 tumbuh sebesar 5,03 persen 7

8 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2017 ( Triwulan III-2017, Y-on-Y ) 5,06% Laju Pertumbuhan PDB 6,17 6,03 5,56 5,01 4,88 5,02 5,06 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Triwulan III, Y-on-Y

LAJU PERTUMBUHAN PDB TRIWULANAN TAHUN 2015-2017 (PERSEN) Laju Pertumbuhan Triwulanan Y-on-Y 6,00 5,50 5,00 4,82 4,74 4,77 5,17 4,92 5,18 5,01 4,94 5,01 5,01 5,06 4,50 4,00 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 2015 2016 2017 Laju Pertumbuhan Triwulanan Q-to-Q 6,00 4,00 3,75 3,30 4,01 3,13 4,00 3,18 2,00 0,00-2,00-4,00-0,33-0,17-0,40-1,70-1,77 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 2015 2016 2017 9

10 Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua PDB MENURUT LAPANGAN USAHA Pertumbuhan dan Kontribusi PDB Pertumbuhan Lapangan Usaha Sumber Pertumbuhan PDB

PERTUMBUHAN PDB TERTINGGI MENURUT LAPANGAN USAHA TRIWULAN III-2017 11 9,45% 9,35% 9,24% 5,32% 5,21% 4,88% Pengadaan Listrik dan Gas Transportasi dan Pergudangan Konstruksi Jasa lainnya Informasi dan Komunikasi Jasa Perusahaan Pertumbuhan Q-to-Q Tertinggi Pertumbuhan Y-on-Y Tertinggi

12 STRUKTUR PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUT LAPANGAN USAHA TRIWULAN III-2017 ( Y-on-Y ) 19,93 Struktur PDB (%) Pertumbuhan Ekonomi (%) 13,96 12,98 10,26 Industri Pertanian Perdagangan Konstruksi 4,84 2,92 5,50 7,13 7,15 Pertambangan 1,76 5,57 4,22 3,74 Transportasi & Pergudangan Jasa Keuangan & Asuransi Informasi dan Komunikasi 8,27 6,44 9,35 3,60 Adm. Pemerintahan 0,43 3,19 2,76 2,72 Jasa Pendidikan Akomodasi & Makan Minum Real Estat 3,70 4,96 3,64 1,74 1,73 Jasa Lainnya Jasa Perusahaan 9,45 9,24 1,20 Pengadaan Listrik & Gas 4,88 1,04 Jasa Kesehatan & Keg. Sosial 7,44 0,07 Pengadaan Air 4,83

INDUSTRI PENGOLAHAN MENINGKAT Laju Pertumbuhan Lapangan Usaha Industri Pengolahan (y-on-y) 4,68 4,63 4,52 3,36 4,24 3,47 4,84 Q1/16 Q2/16 Q3/16 Q4/16 Q1/17 Q2/17 Q3/17 Lapangan Usaha (y-on-y) (q-to-q) Q3/17 Q2/17 Q3/16 Q3/17 Q2/17 Q3/16 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Industri Pengolahan 4,84 3,47 4,52 2,17 2,76 0,83 Industri Batubara dan Pengilangan Migas -0,49 0,03 2,54 0,15-0,05 0,67 Industri Nonmigas 5,49 3,89 4,77 2,41 3,11 0,85 1. Industri Makanan dan Minuman 9,46 7,01 9,98 4,00 8,40 1,67 3. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 4,40 3,61-0,19-1,34 4,55-2,09 7. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 4,46 7,34 7,33 0,57 2,53 3,34 9. Industri Barang Galian bukan Logam -2,29-4,20 7,69 6,35-3,83 4,27 12. Industri Mesin dan Perlengkapan 6,35 6,31 0,93 0,01 7,47-0,02 13. Industri Alat Angkutan 5,63 0,59 3,25 4,61-0,53-0,37 Fenomena Peningkatan Industri Makanan dan Minuman terutama didorong oleh peningkatan produksi kelapa sawit Peningkatan Industri Tekstil dan Pakaian Jadi didorong oleh peningkatan permintaan. Peningkatan Industri Logam Dasar sejalan dengan pekerjaan konstruksi yang dilakukan oleh pemerintah. Peningkatan Industri Mesin dan Perlengkapan didukung oleh peningkatan aktivitas konstruksi dan pemulihan sektor pertambangan. 13

PERTANIAN TUMBUH MELAMBAT Laju Pertumbuhan Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (y-on-y) 1,47 3,44 3,03 5,31 7,06 3,33 2,92 Q1/16 Q2/16 Q3/16 Q4/16 Q1/17 Q2/17 Q3/17 Lapangan Usaha (y-on-y) (q-to-q) Q3/17 Q2/17 Q3/16 Q3/17 Q2/17 Q3/16 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pertanian, Kehutanan & Perikanan 2,92 3,33 3,03 4,25 8,49 4,67 1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa 2,12 2,92 2,79 4,87 10,14 5,69 Pertanian a. Tanaman Pangan -0,24-2,03 2,59-1,06-7,49-2,84 b. Tanaman Hortikultura 2,23 5,83 4,90 0,06 22,24 3,59 c. Tanaman Perkebunan 2,90 4,93 1,87 12,57 29,46 14,80 d. Peternakan 4,82 6,34 4,05 1,70 2,77 3,18 e. Jasa Pertanian dan Perburuan 2,93 2,26 2,53 6,99 1,63 6,30 2. Kehutanan & Penebangan Kayu 3,25-0,82-1,68-2,40 13,09-6,24 3. Perikanan 6,75 6,53 5,64 3,25 0,36 3,04 Fenomena Cuaca di tahun 2017 cenderung normal, sementara tahun lalu produksi padi mengalami kenaikan akibat kemarau basah. Kenaikan produksi kelapa sawit akibat membaiknya cuaca pasca El Nino 2015 dan adanya kebun sawit baru yang memasuki tahap produksi. Momen hari raya Idul Adha mendorong peningkatan permintaan hewan kurban. 14

15 PERDAGANGAN TUMBUH POSITIF Laju Pertumbuhan Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (y-on-y) Lapangan Usaha (y-on-y) (q-to-q) Q317 Q2/17 Q3/16 Q3/17 Q2/17 Q3/16 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 4,15 4,10 4,99 5,50 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 5,50 3,85 3,59 3,00 2,86 1,39 3,59 3,90 3,85 1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor, dan Reparasinya 6,12 3,14 2,91 2,68 1,48-0,20 Q1/16 Q2/16 Q3/16 Q4/16 Q1/17 Q2/17 Q3/17 2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor 5,35 4,01 3,75 3,07 3,19 1,76 Fenomena Peningkatan produksi barang domestik dan peningkatan volume impor barang.

0,67 0,58 0,44 Sumber Pertumbuhan PDB Triwulanan Menurut Lapangan Usaha (Y-on-Y) 5,01 5,01 5,06 0,92 0,75 1,02 0,51 0,66 0,53 2,40 2,56 0,72 0,69 0,45 2,18 Triwulan I-2017 Triwulan II-2017 Triwulan III-2017 Industri Pengolahan Perdagangan Konstruksi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2017 (Y-on-Y) Industri Pengolahan adalah sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,02 persen Infokom Lainnya PDB

PDB MENURUT LAPANGAN USAHA (TRIWULANAN) ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN KONSTAN 2010 (TRILIUN RUPIAH) Lapangan Usaha Harga Berlaku Harga Konstan 2010 Triw II-2017 Triw III-2017 Triw II-2017 Triw III-2017 (1) (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan, Perikanan 468,4 489,0 332,4 346,5 B. Pertambangan dan Penggalian 246,8 250,3 195,5 195,6 C. Industri Pengolahan 681,7 698,2 525,1 536,5 D. Pengadaan Listrik dan Gas 39,4 41,9 24,6 25,9 E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah 2,4 2,5 2,0 2,0 F. Konstruksi 340,4 359,4 239,8 251,5 G. Perdagangan Besar & Eceran, Reparasi Mobil & Sepeda Motor 438,9 454,4 327,1 336,9 H. Transportasi dan Pergudangan 177,7 195,0 99,5 104,7 I. Akomodasi dan Makan Minum 95,2 96,7 73,5 74,4 J. Informasi dan Komunikasi 128,9 130,9 126,2 127,9 K. Jasa Keuangan dan Asuransi 141,8 147,7 99,5 102,7 L. Real Estate 94,2 95,3 72,1 72,4 M,N. Jasa Perusahaan 58,7 60,6 42,7 43,8 O. Adm. Pemerintahan,Pertahanan,Jaminan Sosial 122,3 126,1 78,0 79,7 P. Jasa Pendidikan 108,6 111,7 73,7 74,8 Q. Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial 35,5 36,4 26,7 27,2 R,S,T,U. Jasa Lainnya 58,8 60,9 42,0 43,1 NILAI TAMBAH BRUTO ATAS HARGA DASAR 3 239,7 3 357,0 2 380,4 2 445,6 PAJAK DIKURANGI SUBSIDI ATAS PRODUK 125,7 145,3 92,4 105,9 PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 3 365,4 3 502,3 2 472,8 2 551,5

LAJU PERTUMBUHAN PDB MENURUT LAPANGAN USAHA TAHUN DASAR 2010 (PERSEN) Lapangan Usaha Triw III-2017 Terhadap Triw II-2017 ( Q-to-Q ) Triw III-2017 Terhadap Triw III-2016 ( Y-on-Y ) Triw I s/d III-2017 Terhadap Triw I s/d III-2016 ( C-to-C ) Sumber Pertumbuhan Triw III-2017 ( Y-on-Y ) (1) (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan, Perikanan 4,25 2,92 4,31 0,40 B. Pertambangan dan Penggalian 0,03 1,76 1,15 0,14 C. Industri Pengolahan 2,17 4,84 4,18 1,02 D. Pengadaan Listrik dan Gas 5,32 4,88 1,29 0,05 E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah 1,57 4,83 4,30 0,00 F. Konstruksi 4,88 7,13 6,69 0,69 G. Perdagangan Besar & Eceran, Reparasi Mobil & Sepeda Motor 3,00 5,50 4,78 0,72 H. Transportasi dan Pergudangan 5,21 8,27 8,25 0,33 I. Akomodasi dan Makan Minum 1,23 4,96 4,90 0,14 J. Informasi dan Komunikasi 1,40 9,35 9,80 0,45 K. Jasa Keuangan dan Asuransi 3,27 6,44 6,13 0,26 L. Real Estate 0,36 3,64 3,68 0,10 M,N. Jasa Perusahaan 2,59 9,24 8,07 0,15 O. Adm. Pemerintahan,Pertahanan,Jaminan Sosial 2,13 0,43 0,21 0,01 P. Jasa Pendidikan 1,46 3,70 2,87 0,11 Q. Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial 1,61 7,44 6,98 0,08 R,S,T,U. Jasa Lainnya 2,71 9,45 8,71 0,15 NILAI TAMBAH BRUTO ATAS HARGA DASAR 2,74 5,03 4,78 4,82 PAJAK DIKURANGI SUBSIDI ATAS PRODUK 14,61 5,82 12,23 0,24 PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 3,18 5,06 5,03 5,06

19 Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua PDB MENURUT PENGELUARAN Pertumbuhan dan Kontribusi PDB Pertumbuhan Komponen Sumber Pertumbuhan PDB

PERTUMBUHAN PDB MENURUT PENGELUARAN TRIWULAN III-2017 (PERSEN) 20 17,27 15,09 9,07 8,99 3,44 1,86 5,29 5,25 4,93 6,01 3,46 7,11 Konsumsi Rumah Tangga Konsumsi LNPRT Konsumsi Pemerintah PMTB Ekspor Impor Konsumsi Rumah Tangga Konsumsi LNPRT Konsumsi Pemerintah PMTB Ekspor Impor Pertumbuhan Q-to-Q Pertumbuhan Y-on-Y

STRUKTUR PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUT PENGELUARAN TRIWULAN III-2017 ( Y-on-Y ) 21 Struktur PDB (%) Pertumbuhan Ekonomi (%) 55,68 Konsumsi Rumah Tangga 4,93 31,87 PMTB 7,11 20,50 Ekspor 17,27 8,80 Konsumsi Pemerintah 3,46 1,16 Konsumsi LNPRT 6,01-18,82 Impor 15,09

KONSUMSI RUMAH TANGGA TUMBUH POSITIF 4,97 Laju Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (y-on-y) 5,07 5,01 4,99 4,94 4,95 4,93 Q1/16 Q2/16 Q3/16 Q4/16 Q1/17 Q2/17 Q3/17 Komponen (y-on-y) (q-to-q) Q3/17 Q2/17 Q3/16 Q3/17 Q2/17 Q3/16 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Konsumsi Rumah Tanga 4,93 4,95 5,01 3,44 1,31 3,45 a. Makanan & Minuman, Selain Restoran b. Pakaian, Alas Kaki, & Jasa Perawatannya c. Perumahan & Perlengkapan Rumah Tangga 5,04 5,24 5,23 3,09 1,38 3,29 2,00 3,47 2,24 0,51 2,01 1,96 4,14 4,13 4,17 2,29 1,13 2,27 d. Kesehatan & Pendidikan 5,38 5,33 5,36 3,43 0,87 3,38 e. Transportasi & Komunikasi 5,86 5,34 6,08 5,05 1,53 4,53 f. Restoran & Hotel 5,52 5,86 5,01 4,25 1,27 4,59 g. Lainnya 2,17 2,05 2,15 1,87 0,43 1,75 Fenomena Klaim bruto BPJS tumbuh 24,33 persen, menguat dari triwulan III/2016 yang tumbuh 20,25 persen. Rata-rata Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPKH) tumbuh 6,62 persen, menguat dari triwulan III/2016 yang tumbuh 0,01 persen. Konsumsi pada triwulan ini juga dipengaruhi oleh libur hari raya Idul Adha, ibadah haji, dan tahun ajaran baru. 22

PMTB TUMBUH POSITIF Laju Pertumbuhan PMTB (y-on-y) 7,11 5,35 4,67 4,80 4,78 4,18 4,24 Q1/16 Q2/16 Q3/16 Q4/16 Q1/17 Q2/17 Q3/17 Komponen (y-on-y) (q-to-q) Q3/17 Q2/17 Q3/16 Q3/17 Q2/17 Q3/16 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) PMTB 7,11 5,35 4,24 5,25 2,95 3,52 a. Bangunan 6,28 6,07 4,96 4,57 1,62 4,36 b. Mesin dan Perlengkapan 15,18-2,21-9,47 18,61-1,33 0,70 c. Kendaraan 5,33 12,58 14,76 11,33 0,15 18,98 d. Peralatan Lainnya 16,83 13,52 1,44 5,69 4,48 2,70 e. CBR 10,26 2,07 1,89-4,45 17,48-11,55 f. Produk Kekayaan Intelektual -3,34 0,82 22,65-7,95 35,17-3,99 Fenomena Pertumbuhan PMTB didorong oleh investasi berupa bangunan, mesin, kendaraan, peralatan lainnya dan cultivated biological resources. Investasi berupa bangunan tumbuh seiring dengan meningkatnya aktivitas di sektor konstruksi, seperti peningkatan pembangunan infrastuktur di beberapa daerah. Realisasi Belanja Modal Pemerintah Pusat (APBN) Triwulan III/2017 sebesar 42,68 triliun, meningkat (13,25 persen) dibandingkan belanja modal Triwulan III/2016. Meningkatnya barang modal kendaraan baik yang berasal dari domestik maupun impor. Realisasi investasi BKPM pada triwulan III/2017 mencapai Rp176,6 triliun, meningkat 13,7 persen dari triwulan III/2016 23

24 KONSUMSI PEMERINTAH TUMBUH POSITIF Laju Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (y-on-y) 6,23 2,67 3,46 (y-on-y) (q-to-q) Komponen Q3/17 Q2/17 Q3/16 Q3/17 Q2/17 Q3/16 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3,43 Konsumsi Pemerintah 3,46-1,93-2,95 5,29 29,38-0,19 a. Konsumsi Kolektif 2,17-3,14-4,38 6,20 29,50 0,68-2,95-4,05-1,93 b. Konsumsi Individu 5,55-0,02-0,54 3,90 29,20-1,58 Q1/16 Q2/16 Q3/16 Q4/16 Q1/17 Q2/17 Q3/17 Fenomena Realisasi belanja bantuan sosial meningkat sebesar 36,88 persen dibanding Tw III-2016 terutama pada perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Realisasi belanja barang pada Tw III-2017 sebesar Rp 67,07 Triliun naik 7,59 persen dibanding Tw III-2016. Realisasi belanja pegawai pada Tw III-2017 sebesar Rp 82,08 Triliun naik 1,02 persen dibanding Tw III-2016.

Sumber Pertumbuhan PDB (Triwulanan) Menurut Pengeluaran (Y-on-Y) 5,01 5,01 5,06 2,72 2,65 1,53 1,69 0,86 0,16 0,72 0,10 0,69-0,26-0,15 2,65 2,25-0,80 Triwulan I-2017 Triwulan II-2017 Triwulan III-2017 Konsumsi Rumah Tangga Net Ekspor Lainnya PMTB Konsumsi Pemerintah Pertumbuhan PDB 0,27 Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2017 (Y-on-Y) Konsumsi rumah tangga sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni sebesar 2,65 persen

26 PDB Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2010 (Triliun rupiah) Komponen Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2010 Triw II-2017 Triw III-2017 Triw II-2017 Triw III-2017 (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 1 874,2 1 950,2 1 326,5 1 372,1 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 39,7 40,7 27,9 28,5 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 290,2 308,3 183,9 193,7 4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 1 055,8 1 116,3 782,7 823,8 5. Perubahan Inventori 95,9 50,5 56,6 29,4 6. Ekspor Barang dan Jasa 644,9 717,7 511,6 558,0 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 596,5 659,3 456,5 497,6 PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 3 365,4 3 502,3 2 472,8 2 551,5

Laju Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (Persen) Komponen Triw III- 2017 Terhadap Triw II-2017 ( Q-to-Q ) Triw III-2017 terhadap Triw III-2016 ( Y-on-Y ) Triw I s.d III-2017 Terhadap Triw I s.d III-2016 Sumber Pertumbuhan Triw III-2017 ( Y-on-Y ) (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 3,44 4,93 4,94 2,65 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,86 6,01 7,49 0,07 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5,29 3,46 1,28 0,27 4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 5,25 7,11 5,77 2,25 5. Perubahan Inventori - - - - 6. Ekspor Barang dan Jasa 9,07 17,27 9,79 3,38 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 8,99 15,09 6,68 2,69 PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 3,18 5,06 5,03 5,06 27

PEREKONOMIAN INDONESIA SECARA SPASIAL Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan III 2017 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 58,51 persen. Sumatera Kalimantan Sulawesi 4,43% 4,67% 6,69% Maluku & Papua 21,54% 8,10% 6,16% 3,98% 2,47% Jawa 58,51% 3,22% 5,24% 5,51% Bali & Nusa Tenggara Keterangan Distribusi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2017 (Y-on-Y)

RINGKASAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN III-2017 ( Y-on-Y ) SISI PRODUKSI 1. Pertambangan dan Penggalian tumbuh positif peningkatan produksi panas bumi dan beberapa komoditas tambang. 2. Industri Pengolahan meningkat peningkatan produksi Industri bukan migas utamanya peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO) dan permintaan domestik. 3. Transportasi dan Pergudangan tumbuh signifikan peningkatan supply angkutan udara karena penambahan armada, rute dan frekuensi penerbangan. 4. Informasi dan Komunikasi tumbuh tinggi permintaan layanan data tumbuh signifikan pada masa liburan dan dua hari raya islam. 5. Jasa Perantara Keuangan tumbuh melambat perlambatan pertumbuhan kredit dan penurunan pendapatan spread bunga perbankan. SISI PENGELUARAN 1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh positif terutama terjadi pada kelompok transportasi & komunikasi, restoran & hotel, dan kelompok kesehatan & pendidikan. 2. Pengeluaran konsumsi LNPRT tumbuh signifikan didorong adanya Hari Raya Idul Adha dan meningkatnya kegiatan partai politik menjelang pilkada. 3. Pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh positif peningkatan terutama pada belanja barang, dan bantuan sosial. 4. PMTB tumbuh positif peningkatan belanja modal pemerintah serta peningkatan barang modal jenis bangunan, mesin & perlengkapan, Cultivated Biological Resources (CBR), dan barang modal jenis peralatan lainnya. 5. Ekspor tumbuh signifikan ekspor barang meningkat seiring menguatnya perekonomian negara-negara tujuan ekspor, terutama komoditi lemak dan minyak hewah/nabati, sedangkan ekspor jasa meningkat seiring peningkatan jumlah wisman. 6. Impor tumbuh signifikan Impor meningkat seiring meningkatnya permintaan domestik.

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN No. 102/11/Th. XX, 06 November 2017

31 KONDISI BISNIS TRIWULAN II-2017 DAN TRIWULAN III-2017 TINGKAT OPTIMISME PELAKU BISNIS KOMPONEN PEMBENTUK ITB 111,63 112,39 118,93 PENDAPATAN USAHA 115,62 TRW II-2017 TERTINGGI TRW III-2017 TERENDAH 114,55 PENGGUNAAN KAPASITAS USAHA 114,25 RP 101,40 RATA RATA JUMLAH JAM KERJA 107,29 134,25 JASA KEUANGAN & ASURANSI 98,00 REAL ESTAT TRW II-2017 TRW III-2017

Lapangan Usaha dengan ITB Tertinggi, Triwulan III-2017 RP 134,25 129,93 124,43 Jasa Keuangan & Asuransi Adm. Pemerintahan, Pertahanan, & Jaminan Sosial Wajib Transportasi & Pergudangan Lapangan Usaha dengan ITB Terendah, Triwulan III-2017 98,00 100,59 105,37 Real Estat Jasa Pendidikan Pertambangan dan Penggalian 32

ITB Triwulan III-2017 Menurut Lapangan Usaha dan Variabel Pembentuk Lapangan Usaha Pendapatan Usaha Variabel Pembentuk Penggunaan Kapasitas Produksi/ Usaha Rata-rata Jumlah Jam Kerja ITB Triwulan III-2017 (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 111,71 109,34-110,52 2. Pertambangan dan Penggalian 107,32 106,83 101,95 105,37 3. Industri Pengolahan 109,65 110,70 103,51 107,95 4. Pengadaan Listrik dan Gas 136,04 127,03 106,31 123,12 5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang 118,75 111,25 101,25 110,42 6. Konstruksi 110,47 105,24 105,24 106,98 7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 119,02 119,14 115,21 117,79 8. Transportasi dan Pergudangan 128,57 122,98 121,74 124,43 9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 109,15 107,41 107,63 108,06 10. Informasi dan Komunikasi 115,56 121,67 101,67 112,96 11. Jasa Keuangan dan Asuransi 148,62 140,61 113,54 134,25 12. Real Estat 94,00 101,00 99,00 98,00 13. Jasa Perusahaan 117,83 114,78 110,00 114,20 14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 132,65 138,78 118,37 129,93 15. Jasa Pendidikan 99,41 100,59 101,78 100,59 16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 109,92 106,87 105,34 107,38 17. Jasa Lainnya 108,59 112,27 105,52 108,79 Total 115,62 114,25 107,29 112,39 33

I-14 II-14 III-14 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan I-2014 s.d. Triwulan III-2017 dan Perkiraan Triwulan IV-2017 IV-14 I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 IV-16 I-17 II-17 III-17 IV-17* 110,24 111,63 112,39 Perkiraan ITB Nasional Triw IV-2017 Menurut Variabel Pembentuk 106,00 101,95 107,24 105,46 106,04 105,22 104,07 107,89 106,70 103,42 109,70 Perkiraan Order dari Dalam Negeri Order dari Luar Negeri 121,21 100,67 99,46 Harga Jual Produk 111,81 96,30 Order Barang Input 105,11 *) Perkiraan ITB triwulan IV-2017 Triwulan 34

Lapangan Usaha yang Paling Optimis, Perkiraan Triwulan IV-2017 RP 129,59 Adm. Pemerintahan, Pertahanan, & Jaminan Sosial Wajib 125,28 Jasa Keuangan & Asuransi 123,87 Pengadaan Listrik dan Gas Lapangan Usaha dengan Optimisme Terendah, Perkiraan Triwulan IV-2017 103,84 Pertambangan dan Penggalian 108,46 109,97 Konstruksi Industri Pengolahan 35

Perkiraan ITB Triwulan IV-2017 Menurut Kategori Lapangan Usaha dan Variabel Pembentuk Lapangan Usaha Variabel Pembentuk Perkiraan ITB Triwulan IV-2017 Order dari Dalam Negeri Order dari Luar Negeri Harga Jual Produk Order Barang Input Perkiraan ITB Triwulan IV-2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 119,30 100,16 113,61-111,02 2. Pertambangan dan Penggalian 106,34 101,46 102,93 104,63 103,84 3. Industri Pengolahan 113,07 102,19 113,60 111,01 109,97 4. Pengadaan Listrik dan Gas 134,23-117,12 120,27 123,87 5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang 137,50-105,00 110,00 117,50 6. Konstruksi 109,69-113,35 102,36 108,46 7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 110,31 100,98 120,37 113,25 111,23 8. Transportasi dan Pergudangan 131,37-112,73-122,05 9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 130,50-114,60-122,55 10. Informasi dan Komunikasi 132,78-110,56-121,67 11. Jasa Keuangan dan Asuransi 153,59-96,96-125,28 12. Real Estat 117,00-109,00-113,00 13. Jasa Perusahaan 123,48-105,65-114,57 14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 142,86-116,33-129,59 15. Jasa Pendidikan 117,75-105,92-111,83 16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 126,72-106,11-116,41 17. Jasa Lainnya 130,06-101,23-115,64 Total 121,21 100,67 111,81 105,11 109,70

KONDISI EKONOMI KONSUMEN TRIWULAN II-2017 DAN TRIWULAN III-2017 TINGKAT EKONOMI KONSUMEN KOMPONEN PEMBENTUK ITK 115,92 109,42 116,49 PENDAPATAN 110,40 TRW II-2017 TRW III-2017 109,07 PENGARUH INFLASI TERHADAP KONSUMSI 108,72 NILAI ITK PROVINSI 119,09 101,97 123,24 VOLUME KONSUMSI 107,96 D. I. YOGYAKARTA SUMATERA UTARA TERTINGGI TERENDAH TRW II-2017 TRW III-2017 37

II-14 III-14 IV-14 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan II-2014 s.d. Triwulan III-2017 dan Perkiraan Triwulan IV-2017 I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 IV-16 I-17 II-17 III-17 IV-17 115,92 Perkiraan ITK Nasional Triw IV-2017 Menurut Variabel Pembentuk 112,44 110,76 107,62 109,00 107,93 108,22 109,42 108,15 Perkiraan Pendapatan 105,22 102,77 102,89 102,46 102,27 105,49 Perkiraan 100,84 100,87 Rencana Pembelian Barang Tahan Lama, Rekreasi, dan Pesta/Hajatan Triwulan *) Perkiraan ITK Triwulan IV-2017 38

KEADAAN KETENAGAKERJAAN INDONESIA AGUSTUS 2017 No. 103/11/Th. XX, 06 November 2017

Perkembangan TPAK Indonesia (Persen), Februari 2016 Agustus 2017 TPAK 68,06 66,34 69,02 66,67 ANGKATAN KERJA Februari 2016 (127,67 juta orang) Agustus 2016 (125,44 juta orang) Februari 2017 (131,55 juta orang) Agustus 2017 (128,06 juta orang) TPAK Agt 16 Agt 17 + 0,33 poin Angkatan Kerja Agustus 2017 sebesar 128,06 juta orang, Menurun 3,49 juta orang dibanding Februari 2017 dan meningkat 2,62 juta orang dibanding Agustus 2016 40

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Jenis Kelamin, Februari 2016 Agustus 2017 (Persen) 41 90,00 80,00 70,00 83,46 81,97 83,05 82,51 68,06 69,02 66,34 66,67 60,00 50,00 52,71 50,77 55,04 50,89 40,00 30,00 20,00 10,00 0,00 Feb 16 Agt 16 Feb 17 Agt 17 Laki-laki Perempuan Total Masih Ada Kesenjangan yang Tinggi Antara Partisipasi Kerja Perempuan & Laki-laki

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Daerah, Februari 2016 Agustus 2017 5,50% 5,61% 5,33% 5,50% 6,53% 4,35% 6,60% 4,51% 6,50% 4,00% 6,79% 4,01% Kota Desa Kota Desa Kota Desa Kota Desa Februari 2016 Agustus 2016 Februari 2016 Agustus 2017 TPT Perkotaan lebih tinggi dibandingkan TPT Perdesaan 42

Struktur Ketenagakerjaan Indonesia, Agustus 2017 43 121,02 juta orang 87,20 juta orang PEKERJA PENUH 128,06 juta orang BEKERJA 24,68 juta orang PEKERJA PARUH WAKTU 192,08 juta orang ANGKATAN KERJA 7,04 juta orang PENGANGGURAN 9,14 juta orang SETENGAH MENGANGGUR PENDUDUK USIA KERJA 64,02 juta orang BUKAN ANGKATAN KERJA 39,92 juta orang 16,49 juta orang 7,61 juta orang MENGURUS RUMAH TANGGA SEKOLAH LAINNYA

Struktur Lapangan Pekerjaan Utama, Agustus 2016 dan Agustus 2017 Agustus 2016 Jumlah Penduduk Bekerja: 118,41 Juta Orang Agustus 2017 Jumlah Penduduk Bekerja: 121,02 Juta Orang Pertanian (37,77 juta orang) 31,90% 29,69% Pertanian (35,93 juta orang) Perdagangan (26,69 juta orang) 22,54% 23,28% Perdagangan (28,17 juta orang) Jasa (19,46 juta orang) Industri (15,54 juta orang) 16,43% 13,12% 16,92% 14,05% Jasa (20,48 juta orang) Industri (17,01 juta orang) Konstruksi (7,98 juta orang) 6,74% 6,73% Konstruksi (8,14 juta orang) Transportasi (5,61 juta orang) 4,74% 4,76% Transportasi (5,76 juta orang) Keuangan (3,53 juta orang) 2,98% 3,10% Keuangan (3,75 juta orang) Pertambangan (1,48 juta orang) 1,25% 1,15% Pertambangan (1,39 juta orang) Listrik Gas Air (0,35 juta orang) 0,30% 0,32% Listrik Gas Air (0,39 juta orang) 44

Status Pekerjaan Utama, Agustus 2016 dan Agustus 2017 45 Agustus 2016 Jumlah Penduduk Bekerja: 118,41 Juta Orang Agustus 2017 Jumlah Penduduk Bekerja: 121,02 Juta Orang Buruh/Karyawan (45,83 juta orang) 38,70% 39,71% Buruh/Karyawan (48,05 juta orang) Berusaha Sendiri (20,01 juta orang) 16,90% 19,13% Berusaha Sendiri (23,15 juta orang) Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap (19,45 juta orang) 16,43% 14,89% Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap (18,02 juta orang) Pekerja Keluarga/Tak Dibayar (16,27 juta orang) Pekerja Bebas di Nonpertanian (6,97 juta orang) 13,74% 5,89% 12,26% Pekerja Keluarga/Tak Dibayar (14,84 juta orang) 5,92% Pekerja Bebas di Nonpertanian (7,16 juta orang) Pekerja Bebas di Pertanian (5,50 juta orang) 4,64% 4,83% Pekerja Bebas di Pertanian (5,85 juta orang) Berusaha Dibantu Buruh Tetap (4,38 juta orang) 3,70% 3,26% Berusaha Dibantu Buruh Tetap (3,95 juta orang)

Karakteristik Penduduk Bekerja, Agustus 2017 Menurut Jam Kerja (Juta Orang) Menurut Tingkat Pendidikan (Juta Orang) 1 7 Jam; 2,38; (1,97%) SD Ke Bawah; 50,98; (42,13%) 8 14 Jam; 5,95; (4,92%) 35 *) Jam; 87,20; (72,05%) *) Termasuk sementara tidak bekerja 15 24 Jam; 11,87; (9,81%) 25 34 Jam; 13,62; (11,25%) Sebagian besar penduduk bekerja, yaitu sekitar 87,20 juta orang (72,05%) merupakan pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) Diploma I/II/III; 3,28; (2,71%) Universitas; 11,32; (9,35%) Sekolah Menengah Kejuruan; 12,59; (10,40%) Sekolah Menengah Pertama; 21,72; (17,95%) Sekolah Menengah Atas; 21,13; (17,46%) Sekitar 12,06% dari total penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma ke atas) 46

TPT Menurut Pendidikan, Agustus 2017 TPT terendah sebesar 2,62% terdapat pada penduduk berpendidikan SD ke Bawah, sementara TPT tertinggi sebesar 11,41% pada jenjang pendidikan SMK 47

Pekerja Formal dan Informal, Februari 2016 Agustus 2017 48 50,33 Juta (41,72%) 50,21 Juta (42,40%) 51,87 Juta (41,65%) 52,00 Juta (42,97%) Cakupan Formal & Informal Sektor formal mencakup kategori: - Berusaha dibantu buruh tetap - Buruh/karyawan 70,32 Juta (58,28%) 68,20Juta (57,60%) 72,67 Juta (58,35%) 69,02 Juta (57,03%) Sektor informal mencakup kategori: - Berusaha sendiri - Berusaha dibantu buruh tidak tetap - Pekerja bebas - Pekerja tak dibayar Februari 2016 Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017 Informal Formal

Bali D.I. Yogyakarta Sulawesi Barat Nusa Tenggara Timur Sulawesi Tenggara Nusa Tenggara Barat Papua Bengkulu Bangka Belitung Sulawesi tengah Jambi Jawa Timur Kalimantan Tengah Gorontalo Lampung Kalimantan Barat Sumatera Selatan Jawa Tengah Kalimantan Selatan Maluku Utara Kalimantan Utara Sumatera Barat Sumatera Utara Sulawesi Selatan Riau Papua Barat Aceh Kalimantan Timur DKI Jakarta Kepulauan Riau Sulawesi Utara Jawa Barat Banten 1,48 3,02 3,21 3,27 3,30 3,32 3,62 3,74 Indonesia = 5,50 persen 3,78 3,81 3,87 4,00 4,23 4,28 4,33 4,36 4,39 4,57 4,77 5,33 5,54 5,58 5,60 5,61 6,22 6,49 6,57 6,91 7,14 7,16 7,18 8,22 9,28 Maluku 9,29 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi, Agustus 2017 TPT tertinggi tercatat di Provinsi Maluku sebesar 9,29 persen TPT terendah di Provinsi Bali sebesar 1,48 persen 49

TOTAL 2,30 2,99 2,74 Pertambangan 3,57 4,49 4,44 Listrik, Gas, dan Air 4,07 3,90 3,92 Keuangan 3,80 3,90 3,87 Transportasi 3,30 3,28 3,28 Jasa 2,38 2,88 3,38 Industri 2,15 2,91 2,64 Konstruksi 2,63 2,51 2,51 Perdagangan 1,93 2,47 2,26 Pertanian 1,25 1,92 1,77 Perempuan Laki-Laki Laki-laki + Perempuan Rata-rata Upah/Gaji Buruh/Karyawan/Pegawai Sebulan Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin (juta rupiah), Agustus 2017 Rata-rata upah buruh sebulan pada Agustus 2017 sebesar 2,74 juta rupiah. Rata-rata upah tertinggi di sektor Pertambangan yaitu sebesar 4,44 juta rupiah. Rata-rata upah terendah di sektor pertanian yaitu sebesar 1,77 juta rupiah. Menurut jenis kelamin, secara total rata-rata upah buruh laki-laki lebih tinggi dibandingkan rata-rata upah buruh perempuan yaitu 2,99 juta rupiah dan 2,30 juta rupiah. 50

Terima Kasih www.bps.go.id Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 bpshq@bps.go.id (021) 3841195, 3842508, 3810291 Badan Pusat Statistik (Page) (021) 3857046 @bps_statistics